\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Asal anda tahu persoalan kenaikan iuran ini membuat murka rakyat Indonesia. Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin. 
<\/p>\n\n\n\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Wahai bapak Fahmi Idris yang terhormat, setelah kami perokok dituding sebagai penyebab defisit BPJS Kesehatan, kini melalui statement anda, perokok kembali dikait-kaitkan dengan persoalan kenaikan iuran BPJS. 
<\/p>\n\n\n\n

Asal anda tahu persoalan kenaikan iuran ini membuat murka rakyat Indonesia. Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin. 
<\/p>\n\n\n\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Saya merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas satu, sewaktu saya berobat rawat inap, pihak RS selalu beralasan kamar inap kelas satu penuh, padahal di saat yang bersamaan ada orang yang mendapatkan kamar inap kelas satu melalui asuransi swasta atau jalur mandiri. Pihak RS tentu nantinya akan mengklaim tagihan kepada pihak BPJS untuk fasilitas kelas satu. Kecurangan ini bukan hanya terjadi pada saya, tapi juga dialami oleh banyak peserta BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris yang terhormat, setelah kami perokok dituding sebagai penyebab defisit BPJS Kesehatan, kini melalui statement anda, perokok kembali dikait-kaitkan dengan persoalan kenaikan iuran BPJS. 
<\/p>\n\n\n\n

Asal anda tahu persoalan kenaikan iuran ini membuat murka rakyat Indonesia. Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin. 
<\/p>\n\n\n\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

BPJS Watch juga pernah menyatakan bahwa defisit BPJS Kesehatan disumbang oleh sistem klaim dari rumah sakit yang menggunakan aplikasi Indonesia Case Base Groups (Inasibijis). Sistem ini disebutnya membuka celah rumah sakit untuk melakukan kecurangan (fraud), sehingga klaim yang dibayar BPJS Kesehatan membengkak.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas satu, sewaktu saya berobat rawat inap, pihak RS selalu beralasan kamar inap kelas satu penuh, padahal di saat yang bersamaan ada orang yang mendapatkan kamar inap kelas satu melalui asuransi swasta atau jalur mandiri. Pihak RS tentu nantinya akan mengklaim tagihan kepada pihak BPJS untuk fasilitas kelas satu. Kecurangan ini bukan hanya terjadi pada saya, tapi juga dialami oleh banyak peserta BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris yang terhormat, setelah kami perokok dituding sebagai penyebab defisit BPJS Kesehatan, kini melalui statement anda, perokok kembali dikait-kaitkan dengan persoalan kenaikan iuran BPJS. 
<\/p>\n\n\n\n

Asal anda tahu persoalan kenaikan iuran ini membuat murka rakyat Indonesia. Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin. 
<\/p>\n\n\n\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Pada saat itu ICW bersama jaringan organisasi masyarakat sipil di daerah melakukan pemantauan terhadap sekitar 60 fasilitas kesehatan, yaitu 19 rumah sakit umum, 15 rumah sakit swasta, dan 26 puskesmas.
<\/p>\n\n\n\n

BPJS Watch juga pernah menyatakan bahwa defisit BPJS Kesehatan disumbang oleh sistem klaim dari rumah sakit yang menggunakan aplikasi Indonesia Case Base Groups (Inasibijis). Sistem ini disebutnya membuka celah rumah sakit untuk melakukan kecurangan (fraud), sehingga klaim yang dibayar BPJS Kesehatan membengkak.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas satu, sewaktu saya berobat rawat inap, pihak RS selalu beralasan kamar inap kelas satu penuh, padahal di saat yang bersamaan ada orang yang mendapatkan kamar inap kelas satu melalui asuransi swasta atau jalur mandiri. Pihak RS tentu nantinya akan mengklaim tagihan kepada pihak BPJS untuk fasilitas kelas satu. Kecurangan ini bukan hanya terjadi pada saya, tapi juga dialami oleh banyak peserta BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris yang terhormat, setelah kami perokok dituding sebagai penyebab defisit BPJS Kesehatan, kini melalui statement anda, perokok kembali dikait-kaitkan dengan persoalan kenaikan iuran BPJS. 
<\/p>\n\n\n\n

Asal anda tahu persoalan kenaikan iuran ini membuat murka rakyat Indonesia. Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin. 
<\/p>\n\n\n\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Indonesia Corruption Watch (ICW) pernah merilis temuan kecurangan dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). ICW bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil di 15 provinsi menemukan ada 49 kecurangan selama Maret-Agustus 2017 dalam program JKN, khususnya yang menyangkut penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Pada saat itu ICW bersama jaringan organisasi masyarakat sipil di daerah melakukan pemantauan terhadap sekitar 60 fasilitas kesehatan, yaitu 19 rumah sakit umum, 15 rumah sakit swasta, dan 26 puskesmas.
<\/p>\n\n\n\n

BPJS Watch juga pernah menyatakan bahwa defisit BPJS Kesehatan disumbang oleh sistem klaim dari rumah sakit yang menggunakan aplikasi Indonesia Case Base Groups (Inasibijis). Sistem ini disebutnya membuka celah rumah sakit untuk melakukan kecurangan (fraud), sehingga klaim yang dibayar BPJS Kesehatan membengkak.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas satu, sewaktu saya berobat rawat inap, pihak RS selalu beralasan kamar inap kelas satu penuh, padahal di saat yang bersamaan ada orang yang mendapatkan kamar inap kelas satu melalui asuransi swasta atau jalur mandiri. Pihak RS tentu nantinya akan mengklaim tagihan kepada pihak BPJS untuk fasilitas kelas satu. Kecurangan ini bukan hanya terjadi pada saya, tapi juga dialami oleh banyak peserta BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris yang terhormat, setelah kami perokok dituding sebagai penyebab defisit BPJS Kesehatan, kini melalui statement anda, perokok kembali dikait-kaitkan dengan persoalan kenaikan iuran BPJS. 
<\/p>\n\n\n\n

Asal anda tahu persoalan kenaikan iuran ini membuat murka rakyat Indonesia. Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin. 
<\/p>\n\n\n\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tudingan tersebut jelas-jelas mensimplifikasi penyebab defisitnya anggaran BPJS Kesehatan. Padahal banyak hal lain, seperti adanya kecurangan dari pihak Rumah Sakit dalam klaim tagihan kepada BPJS Kesehatan, tidak becusnya BPJS menagih iuran, besarnya operasional internal BPJS, hingga hitung-hitungan besaran iuran peserta BPJS yang sejak awal bermasalah.
<\/p>\n\n\n\n

Indonesia Corruption Watch (ICW) pernah merilis temuan kecurangan dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). ICW bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil di 15 provinsi menemukan ada 49 kecurangan selama Maret-Agustus 2017 dalam program JKN, khususnya yang menyangkut penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Pada saat itu ICW bersama jaringan organisasi masyarakat sipil di daerah melakukan pemantauan terhadap sekitar 60 fasilitas kesehatan, yaitu 19 rumah sakit umum, 15 rumah sakit swasta, dan 26 puskesmas.
<\/p>\n\n\n\n

BPJS Watch juga pernah menyatakan bahwa defisit BPJS Kesehatan disumbang oleh sistem klaim dari rumah sakit yang menggunakan aplikasi Indonesia Case Base Groups (Inasibijis). Sistem ini disebutnya membuka celah rumah sakit untuk melakukan kecurangan (fraud), sehingga klaim yang dibayar BPJS Kesehatan membengkak.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas satu, sewaktu saya berobat rawat inap, pihak RS selalu beralasan kamar inap kelas satu penuh, padahal di saat yang bersamaan ada orang yang mendapatkan kamar inap kelas satu melalui asuransi swasta atau jalur mandiri. Pihak RS tentu nantinya akan mengklaim tagihan kepada pihak BPJS untuk fasilitas kelas satu. Kecurangan ini bukan hanya terjadi pada saya, tapi juga dialami oleh banyak peserta BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris yang terhormat, setelah kami perokok dituding sebagai penyebab defisit BPJS Kesehatan, kini melalui statement anda, perokok kembali dikait-kaitkan dengan persoalan kenaikan iuran BPJS. 
<\/p>\n\n\n\n

Asal anda tahu persoalan kenaikan iuran ini membuat murka rakyat Indonesia. Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin. 
<\/p>\n\n\n\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Perokok selama ini selalu menjadi kambing hitam bagi bobroknya pengelolaan BPJS Kesehatan. Perokok pernah dituduh sebagai penyebab utama defisit anggaran BPJS, alasannya beban biaya kesehatan untuk mengobati penyakit dengan faktor risiko rokok terus membengkak setiap tahun. 
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan tersebut jelas-jelas mensimplifikasi penyebab defisitnya anggaran BPJS Kesehatan. Padahal banyak hal lain, seperti adanya kecurangan dari pihak Rumah Sakit dalam klaim tagihan kepada BPJS Kesehatan, tidak becusnya BPJS menagih iuran, besarnya operasional internal BPJS, hingga hitung-hitungan besaran iuran peserta BPJS yang sejak awal bermasalah.
<\/p>\n\n\n\n

Indonesia Corruption Watch (ICW) pernah merilis temuan kecurangan dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). ICW bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil di 15 provinsi menemukan ada 49 kecurangan selama Maret-Agustus 2017 dalam program JKN, khususnya yang menyangkut penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Pada saat itu ICW bersama jaringan organisasi masyarakat sipil di daerah melakukan pemantauan terhadap sekitar 60 fasilitas kesehatan, yaitu 19 rumah sakit umum, 15 rumah sakit swasta, dan 26 puskesmas.
<\/p>\n\n\n\n

BPJS Watch juga pernah menyatakan bahwa defisit BPJS Kesehatan disumbang oleh sistem klaim dari rumah sakit yang menggunakan aplikasi Indonesia Case Base Groups (Inasibijis). Sistem ini disebutnya membuka celah rumah sakit untuk melakukan kecurangan (fraud), sehingga klaim yang dibayar BPJS Kesehatan membengkak.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas satu, sewaktu saya berobat rawat inap, pihak RS selalu beralasan kamar inap kelas satu penuh, padahal di saat yang bersamaan ada orang yang mendapatkan kamar inap kelas satu melalui asuransi swasta atau jalur mandiri. Pihak RS tentu nantinya akan mengklaim tagihan kepada pihak BPJS untuk fasilitas kelas satu. Kecurangan ini bukan hanya terjadi pada saya, tapi juga dialami oleh banyak peserta BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris yang terhormat, setelah kami perokok dituding sebagai penyebab defisit BPJS Kesehatan, kini melalui statement anda, perokok kembali dikait-kaitkan dengan persoalan kenaikan iuran BPJS. 
<\/p>\n\n\n\n

Asal anda tahu persoalan kenaikan iuran ini membuat murka rakyat Indonesia. Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin. 
<\/p>\n\n\n\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Bapak Fahmi Idris selaku Dirut BPJS Kesehatan yang terhormat, baru-baru ini di media, anda mengeluarkan statement \u201cBeli rokok Rp8 ribu sehari masih bisa, tapi kok menyisihkan Rp5 ribu per hari kok tidak ada kesadaran\u201d. Statement anda membuat saya selaku perokok yang telah membantu menambal defisit BPJS Kesehatan merasa marah dan sangat tersinggung.
<\/p>\n\n\n\n

Perokok selama ini selalu menjadi kambing hitam bagi bobroknya pengelolaan BPJS Kesehatan. Perokok pernah dituduh sebagai penyebab utama defisit anggaran BPJS, alasannya beban biaya kesehatan untuk mengobati penyakit dengan faktor risiko rokok terus membengkak setiap tahun. 
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan tersebut jelas-jelas mensimplifikasi penyebab defisitnya anggaran BPJS Kesehatan. Padahal banyak hal lain, seperti adanya kecurangan dari pihak Rumah Sakit dalam klaim tagihan kepada BPJS Kesehatan, tidak becusnya BPJS menagih iuran, besarnya operasional internal BPJS, hingga hitung-hitungan besaran iuran peserta BPJS yang sejak awal bermasalah.
<\/p>\n\n\n\n

Indonesia Corruption Watch (ICW) pernah merilis temuan kecurangan dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). ICW bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil di 15 provinsi menemukan ada 49 kecurangan selama Maret-Agustus 2017 dalam program JKN, khususnya yang menyangkut penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Pada saat itu ICW bersama jaringan organisasi masyarakat sipil di daerah melakukan pemantauan terhadap sekitar 60 fasilitas kesehatan, yaitu 19 rumah sakit umum, 15 rumah sakit swasta, dan 26 puskesmas.
<\/p>\n\n\n\n

BPJS Watch juga pernah menyatakan bahwa defisit BPJS Kesehatan disumbang oleh sistem klaim dari rumah sakit yang menggunakan aplikasi Indonesia Case Base Groups (Inasibijis). Sistem ini disebutnya membuka celah rumah sakit untuk melakukan kecurangan (fraud), sehingga klaim yang dibayar BPJS Kesehatan membengkak.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas satu, sewaktu saya berobat rawat inap, pihak RS selalu beralasan kamar inap kelas satu penuh, padahal di saat yang bersamaan ada orang yang mendapatkan kamar inap kelas satu melalui asuransi swasta atau jalur mandiri. Pihak RS tentu nantinya akan mengklaim tagihan kepada pihak BPJS untuk fasilitas kelas satu. Kecurangan ini bukan hanya terjadi pada saya, tapi juga dialami oleh banyak peserta BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris yang terhormat, setelah kami perokok dituding sebagai penyebab defisit BPJS Kesehatan, kini melalui statement anda, perokok kembali dikait-kaitkan dengan persoalan kenaikan iuran BPJS. 
<\/p>\n\n\n\n

Asal anda tahu persoalan kenaikan iuran ini membuat murka rakyat Indonesia. Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin. 
<\/p>\n\n\n\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Selain kisah tentang Wiroesoeseno dan Filipus, Iksaka Banu juga menarasikan sejarah rokok kretek, proses produksi rokok kretek, dan lintasan perisitiwa sejarah Indonesia. Kisah dalam novel ini dibalut dengan berbagai peristiwa sejarah dan persoalan-persoalan kolonialisme, identitas, hingga gerakan organisasi kemerdekaan seperti Serikat Islam dan Muhamadiyah yang konon memiliki keterkaitan dengan Sang Raja Kretek.
<\/p>\n","post_title":"Sang Raja Kretek di Era Kolonial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sang-raja-kretek-di-era-kolonial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-15 08:49:45","post_modified_gmt":"2019-10-15 01:49:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6151","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6132,"post_author":"883","post_date":"2019-10-09 09:35:17","post_date_gmt":"2019-10-09 02:35:17","post_content":"\n

Bapak Fahmi Idris selaku Dirut BPJS Kesehatan yang terhormat, baru-baru ini di media, anda mengeluarkan statement \u201cBeli rokok Rp8 ribu sehari masih bisa, tapi kok menyisihkan Rp5 ribu per hari kok tidak ada kesadaran\u201d. Statement anda membuat saya selaku perokok yang telah membantu menambal defisit BPJS Kesehatan merasa marah dan sangat tersinggung.
<\/p>\n\n\n\n

Perokok selama ini selalu menjadi kambing hitam bagi bobroknya pengelolaan BPJS Kesehatan. Perokok pernah dituduh sebagai penyebab utama defisit anggaran BPJS, alasannya beban biaya kesehatan untuk mengobati penyakit dengan faktor risiko rokok terus membengkak setiap tahun. 
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan tersebut jelas-jelas mensimplifikasi penyebab defisitnya anggaran BPJS Kesehatan. Padahal banyak hal lain, seperti adanya kecurangan dari pihak Rumah Sakit dalam klaim tagihan kepada BPJS Kesehatan, tidak becusnya BPJS menagih iuran, besarnya operasional internal BPJS, hingga hitung-hitungan besaran iuran peserta BPJS yang sejak awal bermasalah.
<\/p>\n\n\n\n

Indonesia Corruption Watch (ICW) pernah merilis temuan kecurangan dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). ICW bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil di 15 provinsi menemukan ada 49 kecurangan selama Maret-Agustus 2017 dalam program JKN, khususnya yang menyangkut penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Pada saat itu ICW bersama jaringan organisasi masyarakat sipil di daerah melakukan pemantauan terhadap sekitar 60 fasilitas kesehatan, yaitu 19 rumah sakit umum, 15 rumah sakit swasta, dan 26 puskesmas.
<\/p>\n\n\n\n

BPJS Watch juga pernah menyatakan bahwa defisit BPJS Kesehatan disumbang oleh sistem klaim dari rumah sakit yang menggunakan aplikasi Indonesia Case Base Groups (Inasibijis). Sistem ini disebutnya membuka celah rumah sakit untuk melakukan kecurangan (fraud), sehingga klaim yang dibayar BPJS Kesehatan membengkak.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas satu, sewaktu saya berobat rawat inap, pihak RS selalu beralasan kamar inap kelas satu penuh, padahal di saat yang bersamaan ada orang yang mendapatkan kamar inap kelas satu melalui asuransi swasta atau jalur mandiri. Pihak RS tentu nantinya akan mengklaim tagihan kepada pihak BPJS untuk fasilitas kelas satu. Kecurangan ini bukan hanya terjadi pada saya, tapi juga dialami oleh banyak peserta BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris yang terhormat, setelah kami perokok dituding sebagai penyebab defisit BPJS Kesehatan, kini melalui statement anda, perokok kembali dikait-kaitkan dengan persoalan kenaikan iuran BPJS. 
<\/p>\n\n\n\n

Asal anda tahu persoalan kenaikan iuran ini membuat murka rakyat Indonesia. Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin. 
<\/p>\n\n\n\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kreativitas advertasi dan promosi industri kretek juga ternyata menyimpan sejarah panjang sampai sekarang. Dalam hal pemasaran, NV. Nitisemito juga melakukan strategi yang kreatif dan fenomenal. Industri kretek ini menyewa pesawat Fokker seharga f 200,- untuk menyebarkan pamflet iklan rokok Tjap Bal Tiga di langit Bandung dan Jakarta dan menggunakan mobil promosi khusus. Selain itu pemasarannnya juga dilakukan melalui\u00a0 siaran radio, mendirikan gedung bioskop di Kudus dan\u00a0 menjadi salah satu sponsor bagi film\u00a0Panggilan Darah\u00a0yang sukses di pasaran.<\/p>\n\n\n\n

Selain kisah tentang Wiroesoeseno dan Filipus, Iksaka Banu juga menarasikan sejarah rokok kretek, proses produksi rokok kretek, dan lintasan perisitiwa sejarah Indonesia. Kisah dalam novel ini dibalut dengan berbagai peristiwa sejarah dan persoalan-persoalan kolonialisme, identitas, hingga gerakan organisasi kemerdekaan seperti Serikat Islam dan Muhamadiyah yang konon memiliki keterkaitan dengan Sang Raja Kretek.
<\/p>\n","post_title":"Sang Raja Kretek di Era Kolonial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sang-raja-kretek-di-era-kolonial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-15 08:49:45","post_modified_gmt":"2019-10-15 01:49:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6151","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6132,"post_author":"883","post_date":"2019-10-09 09:35:17","post_date_gmt":"2019-10-09 02:35:17","post_content":"\n

Bapak Fahmi Idris selaku Dirut BPJS Kesehatan yang terhormat, baru-baru ini di media, anda mengeluarkan statement \u201cBeli rokok Rp8 ribu sehari masih bisa, tapi kok menyisihkan Rp5 ribu per hari kok tidak ada kesadaran\u201d. Statement anda membuat saya selaku perokok yang telah membantu menambal defisit BPJS Kesehatan merasa marah dan sangat tersinggung.
<\/p>\n\n\n\n

Perokok selama ini selalu menjadi kambing hitam bagi bobroknya pengelolaan BPJS Kesehatan. Perokok pernah dituduh sebagai penyebab utama defisit anggaran BPJS, alasannya beban biaya kesehatan untuk mengobati penyakit dengan faktor risiko rokok terus membengkak setiap tahun. 
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan tersebut jelas-jelas mensimplifikasi penyebab defisitnya anggaran BPJS Kesehatan. Padahal banyak hal lain, seperti adanya kecurangan dari pihak Rumah Sakit dalam klaim tagihan kepada BPJS Kesehatan, tidak becusnya BPJS menagih iuran, besarnya operasional internal BPJS, hingga hitung-hitungan besaran iuran peserta BPJS yang sejak awal bermasalah.
<\/p>\n\n\n\n

Indonesia Corruption Watch (ICW) pernah merilis temuan kecurangan dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). ICW bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil di 15 provinsi menemukan ada 49 kecurangan selama Maret-Agustus 2017 dalam program JKN, khususnya yang menyangkut penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Pada saat itu ICW bersama jaringan organisasi masyarakat sipil di daerah melakukan pemantauan terhadap sekitar 60 fasilitas kesehatan, yaitu 19 rumah sakit umum, 15 rumah sakit swasta, dan 26 puskesmas.
<\/p>\n\n\n\n

BPJS Watch juga pernah menyatakan bahwa defisit BPJS Kesehatan disumbang oleh sistem klaim dari rumah sakit yang menggunakan aplikasi Indonesia Case Base Groups (Inasibijis). Sistem ini disebutnya membuka celah rumah sakit untuk melakukan kecurangan (fraud), sehingga klaim yang dibayar BPJS Kesehatan membengkak.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas satu, sewaktu saya berobat rawat inap, pihak RS selalu beralasan kamar inap kelas satu penuh, padahal di saat yang bersamaan ada orang yang mendapatkan kamar inap kelas satu melalui asuransi swasta atau jalur mandiri. Pihak RS tentu nantinya akan mengklaim tagihan kepada pihak BPJS untuk fasilitas kelas satu. Kecurangan ini bukan hanya terjadi pada saya, tapi juga dialami oleh banyak peserta BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris yang terhormat, setelah kami perokok dituding sebagai penyebab defisit BPJS Kesehatan, kini melalui statement anda, perokok kembali dikait-kaitkan dengan persoalan kenaikan iuran BPJS. 
<\/p>\n\n\n\n

Asal anda tahu persoalan kenaikan iuran ini membuat murka rakyat Indonesia. Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin. 
<\/p>\n\n\n\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Nitisemito bersama pabrik kreteknya Tjap Bal Tiga adalah orang pertama yang memasarkan rokok dalam kemasan bermerk. Bisa dikatakan bahwa pabrik rokok NV. Nitisemito adalah pelopor industri rokok kretek pertama di Kudus yang dikelola dan dipasarkan secara modern.<\/p>\n\n\n\n

Kreativitas advertasi dan promosi industri kretek juga ternyata menyimpan sejarah panjang sampai sekarang. Dalam hal pemasaran, NV. Nitisemito juga melakukan strategi yang kreatif dan fenomenal. Industri kretek ini menyewa pesawat Fokker seharga f 200,- untuk menyebarkan pamflet iklan rokok Tjap Bal Tiga di langit Bandung dan Jakarta dan menggunakan mobil promosi khusus. Selain itu pemasarannnya juga dilakukan melalui\u00a0 siaran radio, mendirikan gedung bioskop di Kudus dan\u00a0 menjadi salah satu sponsor bagi film\u00a0Panggilan Darah\u00a0yang sukses di pasaran.<\/p>\n\n\n\n

Selain kisah tentang Wiroesoeseno dan Filipus, Iksaka Banu juga menarasikan sejarah rokok kretek, proses produksi rokok kretek, dan lintasan perisitiwa sejarah Indonesia. Kisah dalam novel ini dibalut dengan berbagai peristiwa sejarah dan persoalan-persoalan kolonialisme, identitas, hingga gerakan organisasi kemerdekaan seperti Serikat Islam dan Muhamadiyah yang konon memiliki keterkaitan dengan Sang Raja Kretek.
<\/p>\n","post_title":"Sang Raja Kretek di Era Kolonial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sang-raja-kretek-di-era-kolonial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-15 08:49:45","post_modified_gmt":"2019-10-15 01:49:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6151","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6132,"post_author":"883","post_date":"2019-10-09 09:35:17","post_date_gmt":"2019-10-09 02:35:17","post_content":"\n

Bapak Fahmi Idris selaku Dirut BPJS Kesehatan yang terhormat, baru-baru ini di media, anda mengeluarkan statement \u201cBeli rokok Rp8 ribu sehari masih bisa, tapi kok menyisihkan Rp5 ribu per hari kok tidak ada kesadaran\u201d. Statement anda membuat saya selaku perokok yang telah membantu menambal defisit BPJS Kesehatan merasa marah dan sangat tersinggung.
<\/p>\n\n\n\n

Perokok selama ini selalu menjadi kambing hitam bagi bobroknya pengelolaan BPJS Kesehatan. Perokok pernah dituduh sebagai penyebab utama defisit anggaran BPJS, alasannya beban biaya kesehatan untuk mengobati penyakit dengan faktor risiko rokok terus membengkak setiap tahun. 
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan tersebut jelas-jelas mensimplifikasi penyebab defisitnya anggaran BPJS Kesehatan. Padahal banyak hal lain, seperti adanya kecurangan dari pihak Rumah Sakit dalam klaim tagihan kepada BPJS Kesehatan, tidak becusnya BPJS menagih iuran, besarnya operasional internal BPJS, hingga hitung-hitungan besaran iuran peserta BPJS yang sejak awal bermasalah.
<\/p>\n\n\n\n

Indonesia Corruption Watch (ICW) pernah merilis temuan kecurangan dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). ICW bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil di 15 provinsi menemukan ada 49 kecurangan selama Maret-Agustus 2017 dalam program JKN, khususnya yang menyangkut penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Pada saat itu ICW bersama jaringan organisasi masyarakat sipil di daerah melakukan pemantauan terhadap sekitar 60 fasilitas kesehatan, yaitu 19 rumah sakit umum, 15 rumah sakit swasta, dan 26 puskesmas.
<\/p>\n\n\n\n

BPJS Watch juga pernah menyatakan bahwa defisit BPJS Kesehatan disumbang oleh sistem klaim dari rumah sakit yang menggunakan aplikasi Indonesia Case Base Groups (Inasibijis). Sistem ini disebutnya membuka celah rumah sakit untuk melakukan kecurangan (fraud), sehingga klaim yang dibayar BPJS Kesehatan membengkak.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas satu, sewaktu saya berobat rawat inap, pihak RS selalu beralasan kamar inap kelas satu penuh, padahal di saat yang bersamaan ada orang yang mendapatkan kamar inap kelas satu melalui asuransi swasta atau jalur mandiri. Pihak RS tentu nantinya akan mengklaim tagihan kepada pihak BPJS untuk fasilitas kelas satu. Kecurangan ini bukan hanya terjadi pada saya, tapi juga dialami oleh banyak peserta BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris yang terhormat, setelah kami perokok dituding sebagai penyebab defisit BPJS Kesehatan, kini melalui statement anda, perokok kembali dikait-kaitkan dengan persoalan kenaikan iuran BPJS. 
<\/p>\n\n\n\n

Asal anda tahu persoalan kenaikan iuran ini membuat murka rakyat Indonesia. Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin. 
<\/p>\n\n\n\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Di paruh pertama abad ke 20 rokok Tjap Bal Tiga produksi NV. Nitisemo begitu terkenal sehingga Ratu Belanda Wilhemina menjuluki Nitisemito sebagai De Kretek Konning (Raja Kretek). Tidak berlebihan karena di tahun 1938 Kretek Tjap Bal Tiga telah mempekerjakan 10.000 buruh linting dengan produksi 10 juta batang rokok per hari dengan pangsa pasar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Singapura, hingga ke negeri Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Nitisemito bersama pabrik kreteknya Tjap Bal Tiga adalah orang pertama yang memasarkan rokok dalam kemasan bermerk. Bisa dikatakan bahwa pabrik rokok NV. Nitisemito adalah pelopor industri rokok kretek pertama di Kudus yang dikelola dan dipasarkan secara modern.<\/p>\n\n\n\n

Kreativitas advertasi dan promosi industri kretek juga ternyata menyimpan sejarah panjang sampai sekarang. Dalam hal pemasaran, NV. Nitisemito juga melakukan strategi yang kreatif dan fenomenal. Industri kretek ini menyewa pesawat Fokker seharga f 200,- untuk menyebarkan pamflet iklan rokok Tjap Bal Tiga di langit Bandung dan Jakarta dan menggunakan mobil promosi khusus. Selain itu pemasarannnya juga dilakukan melalui\u00a0 siaran radio, mendirikan gedung bioskop di Kudus dan\u00a0 menjadi salah satu sponsor bagi film\u00a0Panggilan Darah\u00a0yang sukses di pasaran.<\/p>\n\n\n\n

Selain kisah tentang Wiroesoeseno dan Filipus, Iksaka Banu juga menarasikan sejarah rokok kretek, proses produksi rokok kretek, dan lintasan perisitiwa sejarah Indonesia. Kisah dalam novel ini dibalut dengan berbagai peristiwa sejarah dan persoalan-persoalan kolonialisme, identitas, hingga gerakan organisasi kemerdekaan seperti Serikat Islam dan Muhamadiyah yang konon memiliki keterkaitan dengan Sang Raja Kretek.
<\/p>\n","post_title":"Sang Raja Kretek di Era Kolonial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sang-raja-kretek-di-era-kolonial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-15 08:49:45","post_modified_gmt":"2019-10-15 01:49:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6151","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6132,"post_author":"883","post_date":"2019-10-09 09:35:17","post_date_gmt":"2019-10-09 02:35:17","post_content":"\n

Bapak Fahmi Idris selaku Dirut BPJS Kesehatan yang terhormat, baru-baru ini di media, anda mengeluarkan statement \u201cBeli rokok Rp8 ribu sehari masih bisa, tapi kok menyisihkan Rp5 ribu per hari kok tidak ada kesadaran\u201d. Statement anda membuat saya selaku perokok yang telah membantu menambal defisit BPJS Kesehatan merasa marah dan sangat tersinggung.
<\/p>\n\n\n\n

Perokok selama ini selalu menjadi kambing hitam bagi bobroknya pengelolaan BPJS Kesehatan. Perokok pernah dituduh sebagai penyebab utama defisit anggaran BPJS, alasannya beban biaya kesehatan untuk mengobati penyakit dengan faktor risiko rokok terus membengkak setiap tahun. 
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan tersebut jelas-jelas mensimplifikasi penyebab defisitnya anggaran BPJS Kesehatan. Padahal banyak hal lain, seperti adanya kecurangan dari pihak Rumah Sakit dalam klaim tagihan kepada BPJS Kesehatan, tidak becusnya BPJS menagih iuran, besarnya operasional internal BPJS, hingga hitung-hitungan besaran iuran peserta BPJS yang sejak awal bermasalah.
<\/p>\n\n\n\n

Indonesia Corruption Watch (ICW) pernah merilis temuan kecurangan dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). ICW bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil di 15 provinsi menemukan ada 49 kecurangan selama Maret-Agustus 2017 dalam program JKN, khususnya yang menyangkut penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Pada saat itu ICW bersama jaringan organisasi masyarakat sipil di daerah melakukan pemantauan terhadap sekitar 60 fasilitas kesehatan, yaitu 19 rumah sakit umum, 15 rumah sakit swasta, dan 26 puskesmas.
<\/p>\n\n\n\n

BPJS Watch juga pernah menyatakan bahwa defisit BPJS Kesehatan disumbang oleh sistem klaim dari rumah sakit yang menggunakan aplikasi Indonesia Case Base Groups (Inasibijis). Sistem ini disebutnya membuka celah rumah sakit untuk melakukan kecurangan (fraud), sehingga klaim yang dibayar BPJS Kesehatan membengkak.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas satu, sewaktu saya berobat rawat inap, pihak RS selalu beralasan kamar inap kelas satu penuh, padahal di saat yang bersamaan ada orang yang mendapatkan kamar inap kelas satu melalui asuransi swasta atau jalur mandiri. Pihak RS tentu nantinya akan mengklaim tagihan kepada pihak BPJS untuk fasilitas kelas satu. Kecurangan ini bukan hanya terjadi pada saya, tapi juga dialami oleh banyak peserta BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris yang terhormat, setelah kami perokok dituding sebagai penyebab defisit BPJS Kesehatan, kini melalui statement anda, perokok kembali dikait-kaitkan dengan persoalan kenaikan iuran BPJS. 
<\/p>\n\n\n\n

Asal anda tahu persoalan kenaikan iuran ini membuat murka rakyat Indonesia. Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin. 
<\/p>\n\n\n\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Kretek Adalah Pusaka Budaya Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Di paruh pertama abad ke 20 rokok Tjap Bal Tiga produksi NV. Nitisemo begitu terkenal sehingga Ratu Belanda Wilhemina menjuluki Nitisemito sebagai De Kretek Konning (Raja Kretek). Tidak berlebihan karena di tahun 1938 Kretek Tjap Bal Tiga telah mempekerjakan 10.000 buruh linting dengan produksi 10 juta batang rokok per hari dengan pangsa pasar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Singapura, hingga ke negeri Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Nitisemito bersama pabrik kreteknya Tjap Bal Tiga adalah orang pertama yang memasarkan rokok dalam kemasan bermerk. Bisa dikatakan bahwa pabrik rokok NV. Nitisemito adalah pelopor industri rokok kretek pertama di Kudus yang dikelola dan dipasarkan secara modern.<\/p>\n\n\n\n

Kreativitas advertasi dan promosi industri kretek juga ternyata menyimpan sejarah panjang sampai sekarang. Dalam hal pemasaran, NV. Nitisemito juga melakukan strategi yang kreatif dan fenomenal. Industri kretek ini menyewa pesawat Fokker seharga f 200,- untuk menyebarkan pamflet iklan rokok Tjap Bal Tiga di langit Bandung dan Jakarta dan menggunakan mobil promosi khusus. Selain itu pemasarannnya juga dilakukan melalui\u00a0 siaran radio, mendirikan gedung bioskop di Kudus dan\u00a0 menjadi salah satu sponsor bagi film\u00a0Panggilan Darah\u00a0yang sukses di pasaran.<\/p>\n\n\n\n

Selain kisah tentang Wiroesoeseno dan Filipus, Iksaka Banu juga menarasikan sejarah rokok kretek, proses produksi rokok kretek, dan lintasan perisitiwa sejarah Indonesia. Kisah dalam novel ini dibalut dengan berbagai peristiwa sejarah dan persoalan-persoalan kolonialisme, identitas, hingga gerakan organisasi kemerdekaan seperti Serikat Islam dan Muhamadiyah yang konon memiliki keterkaitan dengan Sang Raja Kretek.
<\/p>\n","post_title":"Sang Raja Kretek di Era Kolonial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sang-raja-kretek-di-era-kolonial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-15 08:49:45","post_modified_gmt":"2019-10-15 01:49:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6151","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6132,"post_author":"883","post_date":"2019-10-09 09:35:17","post_date_gmt":"2019-10-09 02:35:17","post_content":"\n

Bapak Fahmi Idris selaku Dirut BPJS Kesehatan yang terhormat, baru-baru ini di media, anda mengeluarkan statement \u201cBeli rokok Rp8 ribu sehari masih bisa, tapi kok menyisihkan Rp5 ribu per hari kok tidak ada kesadaran\u201d. Statement anda membuat saya selaku perokok yang telah membantu menambal defisit BPJS Kesehatan merasa marah dan sangat tersinggung.
<\/p>\n\n\n\n

Perokok selama ini selalu menjadi kambing hitam bagi bobroknya pengelolaan BPJS Kesehatan. Perokok pernah dituduh sebagai penyebab utama defisit anggaran BPJS, alasannya beban biaya kesehatan untuk mengobati penyakit dengan faktor risiko rokok terus membengkak setiap tahun. 
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan tersebut jelas-jelas mensimplifikasi penyebab defisitnya anggaran BPJS Kesehatan. Padahal banyak hal lain, seperti adanya kecurangan dari pihak Rumah Sakit dalam klaim tagihan kepada BPJS Kesehatan, tidak becusnya BPJS menagih iuran, besarnya operasional internal BPJS, hingga hitung-hitungan besaran iuran peserta BPJS yang sejak awal bermasalah.
<\/p>\n\n\n\n

Indonesia Corruption Watch (ICW) pernah merilis temuan kecurangan dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). ICW bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil di 15 provinsi menemukan ada 49 kecurangan selama Maret-Agustus 2017 dalam program JKN, khususnya yang menyangkut penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Pada saat itu ICW bersama jaringan organisasi masyarakat sipil di daerah melakukan pemantauan terhadap sekitar 60 fasilitas kesehatan, yaitu 19 rumah sakit umum, 15 rumah sakit swasta, dan 26 puskesmas.
<\/p>\n\n\n\n

BPJS Watch juga pernah menyatakan bahwa defisit BPJS Kesehatan disumbang oleh sistem klaim dari rumah sakit yang menggunakan aplikasi Indonesia Case Base Groups (Inasibijis). Sistem ini disebutnya membuka celah rumah sakit untuk melakukan kecurangan (fraud), sehingga klaim yang dibayar BPJS Kesehatan membengkak.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas satu, sewaktu saya berobat rawat inap, pihak RS selalu beralasan kamar inap kelas satu penuh, padahal di saat yang bersamaan ada orang yang mendapatkan kamar inap kelas satu melalui asuransi swasta atau jalur mandiri. Pihak RS tentu nantinya akan mengklaim tagihan kepada pihak BPJS untuk fasilitas kelas satu. Kecurangan ini bukan hanya terjadi pada saya, tapi juga dialami oleh banyak peserta BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris yang terhormat, setelah kami perokok dituding sebagai penyebab defisit BPJS Kesehatan, kini melalui statement anda, perokok kembali dikait-kaitkan dengan persoalan kenaikan iuran BPJS. 
<\/p>\n\n\n\n

Asal anda tahu persoalan kenaikan iuran ini membuat murka rakyat Indonesia. Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin. 
<\/p>\n\n\n\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Lewat buku ini Iksaka Banu becerita Industri rokok kretek di Indonesia telah mengalami sejarah yang panjang. Sejarah mencatat industi rokok khas Indonesia ini lahir lewat tangan dingin Nitisemito yang didirikan pada tahun 1914. Nitisemito merintis bisnis rokok kretek yang saat itu hanya industri rumah tangga menjadi industri berskala besar yang mempekerjakan ribuan karyawan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Adalah Pusaka Budaya Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Di paruh pertama abad ke 20 rokok Tjap Bal Tiga produksi NV. Nitisemo begitu terkenal sehingga Ratu Belanda Wilhemina menjuluki Nitisemito sebagai De Kretek Konning (Raja Kretek). Tidak berlebihan karena di tahun 1938 Kretek Tjap Bal Tiga telah mempekerjakan 10.000 buruh linting dengan produksi 10 juta batang rokok per hari dengan pangsa pasar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Singapura, hingga ke negeri Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Nitisemito bersama pabrik kreteknya Tjap Bal Tiga adalah orang pertama yang memasarkan rokok dalam kemasan bermerk. Bisa dikatakan bahwa pabrik rokok NV. Nitisemito adalah pelopor industri rokok kretek pertama di Kudus yang dikelola dan dipasarkan secara modern.<\/p>\n\n\n\n

Kreativitas advertasi dan promosi industri kretek juga ternyata menyimpan sejarah panjang sampai sekarang. Dalam hal pemasaran, NV. Nitisemito juga melakukan strategi yang kreatif dan fenomenal. Industri kretek ini menyewa pesawat Fokker seharga f 200,- untuk menyebarkan pamflet iklan rokok Tjap Bal Tiga di langit Bandung dan Jakarta dan menggunakan mobil promosi khusus. Selain itu pemasarannnya juga dilakukan melalui\u00a0 siaran radio, mendirikan gedung bioskop di Kudus dan\u00a0 menjadi salah satu sponsor bagi film\u00a0Panggilan Darah\u00a0yang sukses di pasaran.<\/p>\n\n\n\n

Selain kisah tentang Wiroesoeseno dan Filipus, Iksaka Banu juga menarasikan sejarah rokok kretek, proses produksi rokok kretek, dan lintasan perisitiwa sejarah Indonesia. Kisah dalam novel ini dibalut dengan berbagai peristiwa sejarah dan persoalan-persoalan kolonialisme, identitas, hingga gerakan organisasi kemerdekaan seperti Serikat Islam dan Muhamadiyah yang konon memiliki keterkaitan dengan Sang Raja Kretek.
<\/p>\n","post_title":"Sang Raja Kretek di Era Kolonial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sang-raja-kretek-di-era-kolonial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-15 08:49:45","post_modified_gmt":"2019-10-15 01:49:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6151","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6132,"post_author":"883","post_date":"2019-10-09 09:35:17","post_date_gmt":"2019-10-09 02:35:17","post_content":"\n

Bapak Fahmi Idris selaku Dirut BPJS Kesehatan yang terhormat, baru-baru ini di media, anda mengeluarkan statement \u201cBeli rokok Rp8 ribu sehari masih bisa, tapi kok menyisihkan Rp5 ribu per hari kok tidak ada kesadaran\u201d. Statement anda membuat saya selaku perokok yang telah membantu menambal defisit BPJS Kesehatan merasa marah dan sangat tersinggung.
<\/p>\n\n\n\n

Perokok selama ini selalu menjadi kambing hitam bagi bobroknya pengelolaan BPJS Kesehatan. Perokok pernah dituduh sebagai penyebab utama defisit anggaran BPJS, alasannya beban biaya kesehatan untuk mengobati penyakit dengan faktor risiko rokok terus membengkak setiap tahun. 
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan tersebut jelas-jelas mensimplifikasi penyebab defisitnya anggaran BPJS Kesehatan. Padahal banyak hal lain, seperti adanya kecurangan dari pihak Rumah Sakit dalam klaim tagihan kepada BPJS Kesehatan, tidak becusnya BPJS menagih iuran, besarnya operasional internal BPJS, hingga hitung-hitungan besaran iuran peserta BPJS yang sejak awal bermasalah.
<\/p>\n\n\n\n

Indonesia Corruption Watch (ICW) pernah merilis temuan kecurangan dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). ICW bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil di 15 provinsi menemukan ada 49 kecurangan selama Maret-Agustus 2017 dalam program JKN, khususnya yang menyangkut penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Pada saat itu ICW bersama jaringan organisasi masyarakat sipil di daerah melakukan pemantauan terhadap sekitar 60 fasilitas kesehatan, yaitu 19 rumah sakit umum, 15 rumah sakit swasta, dan 26 puskesmas.
<\/p>\n\n\n\n

BPJS Watch juga pernah menyatakan bahwa defisit BPJS Kesehatan disumbang oleh sistem klaim dari rumah sakit yang menggunakan aplikasi Indonesia Case Base Groups (Inasibijis). Sistem ini disebutnya membuka celah rumah sakit untuk melakukan kecurangan (fraud), sehingga klaim yang dibayar BPJS Kesehatan membengkak.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas satu, sewaktu saya berobat rawat inap, pihak RS selalu beralasan kamar inap kelas satu penuh, padahal di saat yang bersamaan ada orang yang mendapatkan kamar inap kelas satu melalui asuransi swasta atau jalur mandiri. Pihak RS tentu nantinya akan mengklaim tagihan kepada pihak BPJS untuk fasilitas kelas satu. Kecurangan ini bukan hanya terjadi pada saya, tapi juga dialami oleh banyak peserta BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris yang terhormat, setelah kami perokok dituding sebagai penyebab defisit BPJS Kesehatan, kini melalui statement anda, perokok kembali dikait-kaitkan dengan persoalan kenaikan iuran BPJS. 
<\/p>\n\n\n\n

Asal anda tahu persoalan kenaikan iuran ini membuat murka rakyat Indonesia. Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin. 
<\/p>\n\n\n\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Yang manjadi hal luar biasa di masa itu, ketika warga pribumi dianggap warga kelas tiga dan bekerja pada orang-orang Belanda, Nitisemito justru mempekerjakan orang Belanda. Betapa sebuah anomali di era kolonial seorang keturunan koloni justru malah bekerja di perusahaan milik pribumi.<\/p>\n\n\n\n

Lewat buku ini Iksaka Banu becerita Industri rokok kretek di Indonesia telah mengalami sejarah yang panjang. Sejarah mencatat industi rokok khas Indonesia ini lahir lewat tangan dingin Nitisemito yang didirikan pada tahun 1914. Nitisemito merintis bisnis rokok kretek yang saat itu hanya industri rumah tangga menjadi industri berskala besar yang mempekerjakan ribuan karyawan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Adalah Pusaka Budaya Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Di paruh pertama abad ke 20 rokok Tjap Bal Tiga produksi NV. Nitisemo begitu terkenal sehingga Ratu Belanda Wilhemina menjuluki Nitisemito sebagai De Kretek Konning (Raja Kretek). Tidak berlebihan karena di tahun 1938 Kretek Tjap Bal Tiga telah mempekerjakan 10.000 buruh linting dengan produksi 10 juta batang rokok per hari dengan pangsa pasar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Singapura, hingga ke negeri Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Nitisemito bersama pabrik kreteknya Tjap Bal Tiga adalah orang pertama yang memasarkan rokok dalam kemasan bermerk. Bisa dikatakan bahwa pabrik rokok NV. Nitisemito adalah pelopor industri rokok kretek pertama di Kudus yang dikelola dan dipasarkan secara modern.<\/p>\n\n\n\n

Kreativitas advertasi dan promosi industri kretek juga ternyata menyimpan sejarah panjang sampai sekarang. Dalam hal pemasaran, NV. Nitisemito juga melakukan strategi yang kreatif dan fenomenal. Industri kretek ini menyewa pesawat Fokker seharga f 200,- untuk menyebarkan pamflet iklan rokok Tjap Bal Tiga di langit Bandung dan Jakarta dan menggunakan mobil promosi khusus. Selain itu pemasarannnya juga dilakukan melalui\u00a0 siaran radio, mendirikan gedung bioskop di Kudus dan\u00a0 menjadi salah satu sponsor bagi film\u00a0Panggilan Darah\u00a0yang sukses di pasaran.<\/p>\n\n\n\n

Selain kisah tentang Wiroesoeseno dan Filipus, Iksaka Banu juga menarasikan sejarah rokok kretek, proses produksi rokok kretek, dan lintasan perisitiwa sejarah Indonesia. Kisah dalam novel ini dibalut dengan berbagai peristiwa sejarah dan persoalan-persoalan kolonialisme, identitas, hingga gerakan organisasi kemerdekaan seperti Serikat Islam dan Muhamadiyah yang konon memiliki keterkaitan dengan Sang Raja Kretek.
<\/p>\n","post_title":"Sang Raja Kretek di Era Kolonial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sang-raja-kretek-di-era-kolonial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-15 08:49:45","post_modified_gmt":"2019-10-15 01:49:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6151","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6132,"post_author":"883","post_date":"2019-10-09 09:35:17","post_date_gmt":"2019-10-09 02:35:17","post_content":"\n

Bapak Fahmi Idris selaku Dirut BPJS Kesehatan yang terhormat, baru-baru ini di media, anda mengeluarkan statement \u201cBeli rokok Rp8 ribu sehari masih bisa, tapi kok menyisihkan Rp5 ribu per hari kok tidak ada kesadaran\u201d. Statement anda membuat saya selaku perokok yang telah membantu menambal defisit BPJS Kesehatan merasa marah dan sangat tersinggung.
<\/p>\n\n\n\n

Perokok selama ini selalu menjadi kambing hitam bagi bobroknya pengelolaan BPJS Kesehatan. Perokok pernah dituduh sebagai penyebab utama defisit anggaran BPJS, alasannya beban biaya kesehatan untuk mengobati penyakit dengan faktor risiko rokok terus membengkak setiap tahun. 
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan tersebut jelas-jelas mensimplifikasi penyebab defisitnya anggaran BPJS Kesehatan. Padahal banyak hal lain, seperti adanya kecurangan dari pihak Rumah Sakit dalam klaim tagihan kepada BPJS Kesehatan, tidak becusnya BPJS menagih iuran, besarnya operasional internal BPJS, hingga hitung-hitungan besaran iuran peserta BPJS yang sejak awal bermasalah.
<\/p>\n\n\n\n

Indonesia Corruption Watch (ICW) pernah merilis temuan kecurangan dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). ICW bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil di 15 provinsi menemukan ada 49 kecurangan selama Maret-Agustus 2017 dalam program JKN, khususnya yang menyangkut penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Pada saat itu ICW bersama jaringan organisasi masyarakat sipil di daerah melakukan pemantauan terhadap sekitar 60 fasilitas kesehatan, yaitu 19 rumah sakit umum, 15 rumah sakit swasta, dan 26 puskesmas.
<\/p>\n\n\n\n

BPJS Watch juga pernah menyatakan bahwa defisit BPJS Kesehatan disumbang oleh sistem klaim dari rumah sakit yang menggunakan aplikasi Indonesia Case Base Groups (Inasibijis). Sistem ini disebutnya membuka celah rumah sakit untuk melakukan kecurangan (fraud), sehingga klaim yang dibayar BPJS Kesehatan membengkak.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas satu, sewaktu saya berobat rawat inap, pihak RS selalu beralasan kamar inap kelas satu penuh, padahal di saat yang bersamaan ada orang yang mendapatkan kamar inap kelas satu melalui asuransi swasta atau jalur mandiri. Pihak RS tentu nantinya akan mengklaim tagihan kepada pihak BPJS untuk fasilitas kelas satu. Kecurangan ini bukan hanya terjadi pada saya, tapi juga dialami oleh banyak peserta BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris yang terhormat, setelah kami perokok dituding sebagai penyebab defisit BPJS Kesehatan, kini melalui statement anda, perokok kembali dikait-kaitkan dengan persoalan kenaikan iuran BPJS. 
<\/p>\n\n\n\n

Asal anda tahu persoalan kenaikan iuran ini membuat murka rakyat Indonesia. Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin. 
<\/p>\n\n\n\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Novel ini dibuka dengan adegan pemakaman Nitisemito yang dihadiri ribuan masyarakat, para pejabat serta koleganya di usaha kretek. Kemudian cerita dikemas dengan flashback dua tokoh utamanya yang bekerja di Pabrik Bal Tiga di Kudus. Dua tokoh utama ini merepukan pegawai berbeda kebangsaan di Perusahaaan. Wirosoeseno yang asli Jawa dan Filipus Rechterhand adalah seorang Belanda totok yang lahir di Hindia Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Yang manjadi hal luar biasa di masa itu, ketika warga pribumi dianggap warga kelas tiga dan bekerja pada orang-orang Belanda, Nitisemito justru mempekerjakan orang Belanda. Betapa sebuah anomali di era kolonial seorang keturunan koloni justru malah bekerja di perusahaan milik pribumi.<\/p>\n\n\n\n

Lewat buku ini Iksaka Banu becerita Industri rokok kretek di Indonesia telah mengalami sejarah yang panjang. Sejarah mencatat industi rokok khas Indonesia ini lahir lewat tangan dingin Nitisemito yang didirikan pada tahun 1914. Nitisemito merintis bisnis rokok kretek yang saat itu hanya industri rumah tangga menjadi industri berskala besar yang mempekerjakan ribuan karyawan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Adalah Pusaka Budaya Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Di paruh pertama abad ke 20 rokok Tjap Bal Tiga produksi NV. Nitisemo begitu terkenal sehingga Ratu Belanda Wilhemina menjuluki Nitisemito sebagai De Kretek Konning (Raja Kretek). Tidak berlebihan karena di tahun 1938 Kretek Tjap Bal Tiga telah mempekerjakan 10.000 buruh linting dengan produksi 10 juta batang rokok per hari dengan pangsa pasar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Singapura, hingga ke negeri Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Nitisemito bersama pabrik kreteknya Tjap Bal Tiga adalah orang pertama yang memasarkan rokok dalam kemasan bermerk. Bisa dikatakan bahwa pabrik rokok NV. Nitisemito adalah pelopor industri rokok kretek pertama di Kudus yang dikelola dan dipasarkan secara modern.<\/p>\n\n\n\n

Kreativitas advertasi dan promosi industri kretek juga ternyata menyimpan sejarah panjang sampai sekarang. Dalam hal pemasaran, NV. Nitisemito juga melakukan strategi yang kreatif dan fenomenal. Industri kretek ini menyewa pesawat Fokker seharga f 200,- untuk menyebarkan pamflet iklan rokok Tjap Bal Tiga di langit Bandung dan Jakarta dan menggunakan mobil promosi khusus. Selain itu pemasarannnya juga dilakukan melalui\u00a0 siaran radio, mendirikan gedung bioskop di Kudus dan\u00a0 menjadi salah satu sponsor bagi film\u00a0Panggilan Darah\u00a0yang sukses di pasaran.<\/p>\n\n\n\n

Selain kisah tentang Wiroesoeseno dan Filipus, Iksaka Banu juga menarasikan sejarah rokok kretek, proses produksi rokok kretek, dan lintasan perisitiwa sejarah Indonesia. Kisah dalam novel ini dibalut dengan berbagai peristiwa sejarah dan persoalan-persoalan kolonialisme, identitas, hingga gerakan organisasi kemerdekaan seperti Serikat Islam dan Muhamadiyah yang konon memiliki keterkaitan dengan Sang Raja Kretek.
<\/p>\n","post_title":"Sang Raja Kretek di Era Kolonial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sang-raja-kretek-di-era-kolonial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-15 08:49:45","post_modified_gmt":"2019-10-15 01:49:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6151","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6132,"post_author":"883","post_date":"2019-10-09 09:35:17","post_date_gmt":"2019-10-09 02:35:17","post_content":"\n

Bapak Fahmi Idris selaku Dirut BPJS Kesehatan yang terhormat, baru-baru ini di media, anda mengeluarkan statement \u201cBeli rokok Rp8 ribu sehari masih bisa, tapi kok menyisihkan Rp5 ribu per hari kok tidak ada kesadaran\u201d. Statement anda membuat saya selaku perokok yang telah membantu menambal defisit BPJS Kesehatan merasa marah dan sangat tersinggung.
<\/p>\n\n\n\n

Perokok selama ini selalu menjadi kambing hitam bagi bobroknya pengelolaan BPJS Kesehatan. Perokok pernah dituduh sebagai penyebab utama defisit anggaran BPJS, alasannya beban biaya kesehatan untuk mengobati penyakit dengan faktor risiko rokok terus membengkak setiap tahun. 
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan tersebut jelas-jelas mensimplifikasi penyebab defisitnya anggaran BPJS Kesehatan. Padahal banyak hal lain, seperti adanya kecurangan dari pihak Rumah Sakit dalam klaim tagihan kepada BPJS Kesehatan, tidak becusnya BPJS menagih iuran, besarnya operasional internal BPJS, hingga hitung-hitungan besaran iuran peserta BPJS yang sejak awal bermasalah.
<\/p>\n\n\n\n

Indonesia Corruption Watch (ICW) pernah merilis temuan kecurangan dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). ICW bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil di 15 provinsi menemukan ada 49 kecurangan selama Maret-Agustus 2017 dalam program JKN, khususnya yang menyangkut penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Pada saat itu ICW bersama jaringan organisasi masyarakat sipil di daerah melakukan pemantauan terhadap sekitar 60 fasilitas kesehatan, yaitu 19 rumah sakit umum, 15 rumah sakit swasta, dan 26 puskesmas.
<\/p>\n\n\n\n

BPJS Watch juga pernah menyatakan bahwa defisit BPJS Kesehatan disumbang oleh sistem klaim dari rumah sakit yang menggunakan aplikasi Indonesia Case Base Groups (Inasibijis). Sistem ini disebutnya membuka celah rumah sakit untuk melakukan kecurangan (fraud), sehingga klaim yang dibayar BPJS Kesehatan membengkak.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas satu, sewaktu saya berobat rawat inap, pihak RS selalu beralasan kamar inap kelas satu penuh, padahal di saat yang bersamaan ada orang yang mendapatkan kamar inap kelas satu melalui asuransi swasta atau jalur mandiri. Pihak RS tentu nantinya akan mengklaim tagihan kepada pihak BPJS untuk fasilitas kelas satu. Kecurangan ini bukan hanya terjadi pada saya, tapi juga dialami oleh banyak peserta BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris yang terhormat, setelah kami perokok dituding sebagai penyebab defisit BPJS Kesehatan, kini melalui statement anda, perokok kembali dikait-kaitkan dengan persoalan kenaikan iuran BPJS. 
<\/p>\n\n\n\n

Asal anda tahu persoalan kenaikan iuran ini membuat murka rakyat Indonesia. Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin. 
<\/p>\n\n\n\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kretek sampai hari ini masih menjadi bagian dari komoditas besar yang menghidupkan sumbu-sumbu ekonomi di Indonesia. Barangkali sudah banyak yang menulis lewat riset dan penelitian bagaimana industri ini lahir, tumbuh dan berkembang dan bertahan sampai sekarang. Namun coba tengok novel \"Sang Raja\" karya Iksaka Banu. Lewat buku ini Iksaka Banu bercerita tentang sejarah kretek awal sampai menjadi industri yang cukup besar di masa kolonial dengan pendekatan sastra.
<\/p>\n\n\n\n

Novel ini dibuka dengan adegan pemakaman Nitisemito yang dihadiri ribuan masyarakat, para pejabat serta koleganya di usaha kretek. Kemudian cerita dikemas dengan flashback dua tokoh utamanya yang bekerja di Pabrik Bal Tiga di Kudus. Dua tokoh utama ini merepukan pegawai berbeda kebangsaan di Perusahaaan. Wirosoeseno yang asli Jawa dan Filipus Rechterhand adalah seorang Belanda totok yang lahir di Hindia Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Yang manjadi hal luar biasa di masa itu, ketika warga pribumi dianggap warga kelas tiga dan bekerja pada orang-orang Belanda, Nitisemito justru mempekerjakan orang Belanda. Betapa sebuah anomali di era kolonial seorang keturunan koloni justru malah bekerja di perusahaan milik pribumi.<\/p>\n\n\n\n

Lewat buku ini Iksaka Banu becerita Industri rokok kretek di Indonesia telah mengalami sejarah yang panjang. Sejarah mencatat industi rokok khas Indonesia ini lahir lewat tangan dingin Nitisemito yang didirikan pada tahun 1914. Nitisemito merintis bisnis rokok kretek yang saat itu hanya industri rumah tangga menjadi industri berskala besar yang mempekerjakan ribuan karyawan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Adalah Pusaka Budaya Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Di paruh pertama abad ke 20 rokok Tjap Bal Tiga produksi NV. Nitisemo begitu terkenal sehingga Ratu Belanda Wilhemina menjuluki Nitisemito sebagai De Kretek Konning (Raja Kretek). Tidak berlebihan karena di tahun 1938 Kretek Tjap Bal Tiga telah mempekerjakan 10.000 buruh linting dengan produksi 10 juta batang rokok per hari dengan pangsa pasar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Singapura, hingga ke negeri Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Nitisemito bersama pabrik kreteknya Tjap Bal Tiga adalah orang pertama yang memasarkan rokok dalam kemasan bermerk. Bisa dikatakan bahwa pabrik rokok NV. Nitisemito adalah pelopor industri rokok kretek pertama di Kudus yang dikelola dan dipasarkan secara modern.<\/p>\n\n\n\n

Kreativitas advertasi dan promosi industri kretek juga ternyata menyimpan sejarah panjang sampai sekarang. Dalam hal pemasaran, NV. Nitisemito juga melakukan strategi yang kreatif dan fenomenal. Industri kretek ini menyewa pesawat Fokker seharga f 200,- untuk menyebarkan pamflet iklan rokok Tjap Bal Tiga di langit Bandung dan Jakarta dan menggunakan mobil promosi khusus. Selain itu pemasarannnya juga dilakukan melalui\u00a0 siaran radio, mendirikan gedung bioskop di Kudus dan\u00a0 menjadi salah satu sponsor bagi film\u00a0Panggilan Darah\u00a0yang sukses di pasaran.<\/p>\n\n\n\n

Selain kisah tentang Wiroesoeseno dan Filipus, Iksaka Banu juga menarasikan sejarah rokok kretek, proses produksi rokok kretek, dan lintasan perisitiwa sejarah Indonesia. Kisah dalam novel ini dibalut dengan berbagai peristiwa sejarah dan persoalan-persoalan kolonialisme, identitas, hingga gerakan organisasi kemerdekaan seperti Serikat Islam dan Muhamadiyah yang konon memiliki keterkaitan dengan Sang Raja Kretek.
<\/p>\n","post_title":"Sang Raja Kretek di Era Kolonial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sang-raja-kretek-di-era-kolonial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-15 08:49:45","post_modified_gmt":"2019-10-15 01:49:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6151","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6132,"post_author":"883","post_date":"2019-10-09 09:35:17","post_date_gmt":"2019-10-09 02:35:17","post_content":"\n

Bapak Fahmi Idris selaku Dirut BPJS Kesehatan yang terhormat, baru-baru ini di media, anda mengeluarkan statement \u201cBeli rokok Rp8 ribu sehari masih bisa, tapi kok menyisihkan Rp5 ribu per hari kok tidak ada kesadaran\u201d. Statement anda membuat saya selaku perokok yang telah membantu menambal defisit BPJS Kesehatan merasa marah dan sangat tersinggung.
<\/p>\n\n\n\n

Perokok selama ini selalu menjadi kambing hitam bagi bobroknya pengelolaan BPJS Kesehatan. Perokok pernah dituduh sebagai penyebab utama defisit anggaran BPJS, alasannya beban biaya kesehatan untuk mengobati penyakit dengan faktor risiko rokok terus membengkak setiap tahun. 
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan tersebut jelas-jelas mensimplifikasi penyebab defisitnya anggaran BPJS Kesehatan. Padahal banyak hal lain, seperti adanya kecurangan dari pihak Rumah Sakit dalam klaim tagihan kepada BPJS Kesehatan, tidak becusnya BPJS menagih iuran, besarnya operasional internal BPJS, hingga hitung-hitungan besaran iuran peserta BPJS yang sejak awal bermasalah.
<\/p>\n\n\n\n

Indonesia Corruption Watch (ICW) pernah merilis temuan kecurangan dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). ICW bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil di 15 provinsi menemukan ada 49 kecurangan selama Maret-Agustus 2017 dalam program JKN, khususnya yang menyangkut penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Pada saat itu ICW bersama jaringan organisasi masyarakat sipil di daerah melakukan pemantauan terhadap sekitar 60 fasilitas kesehatan, yaitu 19 rumah sakit umum, 15 rumah sakit swasta, dan 26 puskesmas.
<\/p>\n\n\n\n

BPJS Watch juga pernah menyatakan bahwa defisit BPJS Kesehatan disumbang oleh sistem klaim dari rumah sakit yang menggunakan aplikasi Indonesia Case Base Groups (Inasibijis). Sistem ini disebutnya membuka celah rumah sakit untuk melakukan kecurangan (fraud), sehingga klaim yang dibayar BPJS Kesehatan membengkak.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas satu, sewaktu saya berobat rawat inap, pihak RS selalu beralasan kamar inap kelas satu penuh, padahal di saat yang bersamaan ada orang yang mendapatkan kamar inap kelas satu melalui asuransi swasta atau jalur mandiri. Pihak RS tentu nantinya akan mengklaim tagihan kepada pihak BPJS untuk fasilitas kelas satu. Kecurangan ini bukan hanya terjadi pada saya, tapi juga dialami oleh banyak peserta BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris yang terhormat, setelah kami perokok dituding sebagai penyebab defisit BPJS Kesehatan, kini melalui statement anda, perokok kembali dikait-kaitkan dengan persoalan kenaikan iuran BPJS. 
<\/p>\n\n\n\n

Asal anda tahu persoalan kenaikan iuran ini membuat murka rakyat Indonesia. Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin. 
<\/p>\n\n\n\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Bahwa benda yang takkan terpikirkan sebelumnya, semulai sebagai obat, lalu berkembang dari kerajinan tangan ke industri rumahan dan pabrikan, akan menyimpan sejarah panjang. Sejarah itu bernama penaklukan yang tersublimasi di dalamnya benih sentimen kolonial, kreatifitas dan usaha-usaha mengakses kapital, simbol industri nasional yang bersumber pada kekayaan Nusantara, dan nilai-nilai yang tertanam pada tradisi dan prilaku keseharian.<\/p>\n\n\n\n

Kretek sampai hari ini masih menjadi bagian dari komoditas besar yang menghidupkan sumbu-sumbu ekonomi di Indonesia. Barangkali sudah banyak yang menulis lewat riset dan penelitian bagaimana industri ini lahir, tumbuh dan berkembang dan bertahan sampai sekarang. Namun coba tengok novel \"Sang Raja\" karya Iksaka Banu. Lewat buku ini Iksaka Banu bercerita tentang sejarah kretek awal sampai menjadi industri yang cukup besar di masa kolonial dengan pendekatan sastra.
<\/p>\n\n\n\n

Novel ini dibuka dengan adegan pemakaman Nitisemito yang dihadiri ribuan masyarakat, para pejabat serta koleganya di usaha kretek. Kemudian cerita dikemas dengan flashback dua tokoh utamanya yang bekerja di Pabrik Bal Tiga di Kudus. Dua tokoh utama ini merepukan pegawai berbeda kebangsaan di Perusahaaan. Wirosoeseno yang asli Jawa dan Filipus Rechterhand adalah seorang Belanda totok yang lahir di Hindia Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Yang manjadi hal luar biasa di masa itu, ketika warga pribumi dianggap warga kelas tiga dan bekerja pada orang-orang Belanda, Nitisemito justru mempekerjakan orang Belanda. Betapa sebuah anomali di era kolonial seorang keturunan koloni justru malah bekerja di perusahaan milik pribumi.<\/p>\n\n\n\n

Lewat buku ini Iksaka Banu becerita Industri rokok kretek di Indonesia telah mengalami sejarah yang panjang. Sejarah mencatat industi rokok khas Indonesia ini lahir lewat tangan dingin Nitisemito yang didirikan pada tahun 1914. Nitisemito merintis bisnis rokok kretek yang saat itu hanya industri rumah tangga menjadi industri berskala besar yang mempekerjakan ribuan karyawan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Adalah Pusaka Budaya Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Di paruh pertama abad ke 20 rokok Tjap Bal Tiga produksi NV. Nitisemo begitu terkenal sehingga Ratu Belanda Wilhemina menjuluki Nitisemito sebagai De Kretek Konning (Raja Kretek). Tidak berlebihan karena di tahun 1938 Kretek Tjap Bal Tiga telah mempekerjakan 10.000 buruh linting dengan produksi 10 juta batang rokok per hari dengan pangsa pasar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Singapura, hingga ke negeri Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Nitisemito bersama pabrik kreteknya Tjap Bal Tiga adalah orang pertama yang memasarkan rokok dalam kemasan bermerk. Bisa dikatakan bahwa pabrik rokok NV. Nitisemito adalah pelopor industri rokok kretek pertama di Kudus yang dikelola dan dipasarkan secara modern.<\/p>\n\n\n\n

Kreativitas advertasi dan promosi industri kretek juga ternyata menyimpan sejarah panjang sampai sekarang. Dalam hal pemasaran, NV. Nitisemito juga melakukan strategi yang kreatif dan fenomenal. Industri kretek ini menyewa pesawat Fokker seharga f 200,- untuk menyebarkan pamflet iklan rokok Tjap Bal Tiga di langit Bandung dan Jakarta dan menggunakan mobil promosi khusus. Selain itu pemasarannnya juga dilakukan melalui\u00a0 siaran radio, mendirikan gedung bioskop di Kudus dan\u00a0 menjadi salah satu sponsor bagi film\u00a0Panggilan Darah\u00a0yang sukses di pasaran.<\/p>\n\n\n\n

Selain kisah tentang Wiroesoeseno dan Filipus, Iksaka Banu juga menarasikan sejarah rokok kretek, proses produksi rokok kretek, dan lintasan perisitiwa sejarah Indonesia. Kisah dalam novel ini dibalut dengan berbagai peristiwa sejarah dan persoalan-persoalan kolonialisme, identitas, hingga gerakan organisasi kemerdekaan seperti Serikat Islam dan Muhamadiyah yang konon memiliki keterkaitan dengan Sang Raja Kretek.
<\/p>\n","post_title":"Sang Raja Kretek di Era Kolonial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sang-raja-kretek-di-era-kolonial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-15 08:49:45","post_modified_gmt":"2019-10-15 01:49:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6151","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6132,"post_author":"883","post_date":"2019-10-09 09:35:17","post_date_gmt":"2019-10-09 02:35:17","post_content":"\n

Bapak Fahmi Idris selaku Dirut BPJS Kesehatan yang terhormat, baru-baru ini di media, anda mengeluarkan statement \u201cBeli rokok Rp8 ribu sehari masih bisa, tapi kok menyisihkan Rp5 ribu per hari kok tidak ada kesadaran\u201d. Statement anda membuat saya selaku perokok yang telah membantu menambal defisit BPJS Kesehatan merasa marah dan sangat tersinggung.
<\/p>\n\n\n\n

Perokok selama ini selalu menjadi kambing hitam bagi bobroknya pengelolaan BPJS Kesehatan. Perokok pernah dituduh sebagai penyebab utama defisit anggaran BPJS, alasannya beban biaya kesehatan untuk mengobati penyakit dengan faktor risiko rokok terus membengkak setiap tahun. 
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan tersebut jelas-jelas mensimplifikasi penyebab defisitnya anggaran BPJS Kesehatan. Padahal banyak hal lain, seperti adanya kecurangan dari pihak Rumah Sakit dalam klaim tagihan kepada BPJS Kesehatan, tidak becusnya BPJS menagih iuran, besarnya operasional internal BPJS, hingga hitung-hitungan besaran iuran peserta BPJS yang sejak awal bermasalah.
<\/p>\n\n\n\n

Indonesia Corruption Watch (ICW) pernah merilis temuan kecurangan dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). ICW bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil di 15 provinsi menemukan ada 49 kecurangan selama Maret-Agustus 2017 dalam program JKN, khususnya yang menyangkut penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Pada saat itu ICW bersama jaringan organisasi masyarakat sipil di daerah melakukan pemantauan terhadap sekitar 60 fasilitas kesehatan, yaitu 19 rumah sakit umum, 15 rumah sakit swasta, dan 26 puskesmas.
<\/p>\n\n\n\n

BPJS Watch juga pernah menyatakan bahwa defisit BPJS Kesehatan disumbang oleh sistem klaim dari rumah sakit yang menggunakan aplikasi Indonesia Case Base Groups (Inasibijis). Sistem ini disebutnya membuka celah rumah sakit untuk melakukan kecurangan (fraud), sehingga klaim yang dibayar BPJS Kesehatan membengkak.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas satu, sewaktu saya berobat rawat inap, pihak RS selalu beralasan kamar inap kelas satu penuh, padahal di saat yang bersamaan ada orang yang mendapatkan kamar inap kelas satu melalui asuransi swasta atau jalur mandiri. Pihak RS tentu nantinya akan mengklaim tagihan kepada pihak BPJS untuk fasilitas kelas satu. Kecurangan ini bukan hanya terjadi pada saya, tapi juga dialami oleh banyak peserta BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris yang terhormat, setelah kami perokok dituding sebagai penyebab defisit BPJS Kesehatan, kini melalui statement anda, perokok kembali dikait-kaitkan dengan persoalan kenaikan iuran BPJS. 
<\/p>\n\n\n\n

Asal anda tahu persoalan kenaikan iuran ini membuat murka rakyat Indonesia. Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin. 
<\/p>\n\n\n\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dalam sudut pandang ekonomi-politik, dari bentangan peristiwa penting dalam sejarah itu, melewati krisis dan perang maupun perubahan struktural, industri kretek telah mampu menyerap jutaan pekerja sekaligus menyumbang triliunan rupiah bagi pendapatan negara.<\/p>\n\n\n\n

Bahwa benda yang takkan terpikirkan sebelumnya, semulai sebagai obat, lalu berkembang dari kerajinan tangan ke industri rumahan dan pabrikan, akan menyimpan sejarah panjang. Sejarah itu bernama penaklukan yang tersublimasi di dalamnya benih sentimen kolonial, kreatifitas dan usaha-usaha mengakses kapital, simbol industri nasional yang bersumber pada kekayaan Nusantara, dan nilai-nilai yang tertanam pada tradisi dan prilaku keseharian.<\/p>\n\n\n\n

Kretek sampai hari ini masih menjadi bagian dari komoditas besar yang menghidupkan sumbu-sumbu ekonomi di Indonesia. Barangkali sudah banyak yang menulis lewat riset dan penelitian bagaimana industri ini lahir, tumbuh dan berkembang dan bertahan sampai sekarang. Namun coba tengok novel \"Sang Raja\" karya Iksaka Banu. Lewat buku ini Iksaka Banu bercerita tentang sejarah kretek awal sampai menjadi industri yang cukup besar di masa kolonial dengan pendekatan sastra.
<\/p>\n\n\n\n

Novel ini dibuka dengan adegan pemakaman Nitisemito yang dihadiri ribuan masyarakat, para pejabat serta koleganya di usaha kretek. Kemudian cerita dikemas dengan flashback dua tokoh utamanya yang bekerja di Pabrik Bal Tiga di Kudus. Dua tokoh utama ini merepukan pegawai berbeda kebangsaan di Perusahaaan. Wirosoeseno yang asli Jawa dan Filipus Rechterhand adalah seorang Belanda totok yang lahir di Hindia Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Yang manjadi hal luar biasa di masa itu, ketika warga pribumi dianggap warga kelas tiga dan bekerja pada orang-orang Belanda, Nitisemito justru mempekerjakan orang Belanda. Betapa sebuah anomali di era kolonial seorang keturunan koloni justru malah bekerja di perusahaan milik pribumi.<\/p>\n\n\n\n

Lewat buku ini Iksaka Banu becerita Industri rokok kretek di Indonesia telah mengalami sejarah yang panjang. Sejarah mencatat industi rokok khas Indonesia ini lahir lewat tangan dingin Nitisemito yang didirikan pada tahun 1914. Nitisemito merintis bisnis rokok kretek yang saat itu hanya industri rumah tangga menjadi industri berskala besar yang mempekerjakan ribuan karyawan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Adalah Pusaka Budaya Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Di paruh pertama abad ke 20 rokok Tjap Bal Tiga produksi NV. Nitisemo begitu terkenal sehingga Ratu Belanda Wilhemina menjuluki Nitisemito sebagai De Kretek Konning (Raja Kretek). Tidak berlebihan karena di tahun 1938 Kretek Tjap Bal Tiga telah mempekerjakan 10.000 buruh linting dengan produksi 10 juta batang rokok per hari dengan pangsa pasar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Singapura, hingga ke negeri Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Nitisemito bersama pabrik kreteknya Tjap Bal Tiga adalah orang pertama yang memasarkan rokok dalam kemasan bermerk. Bisa dikatakan bahwa pabrik rokok NV. Nitisemito adalah pelopor industri rokok kretek pertama di Kudus yang dikelola dan dipasarkan secara modern.<\/p>\n\n\n\n

Kreativitas advertasi dan promosi industri kretek juga ternyata menyimpan sejarah panjang sampai sekarang. Dalam hal pemasaran, NV. Nitisemito juga melakukan strategi yang kreatif dan fenomenal. Industri kretek ini menyewa pesawat Fokker seharga f 200,- untuk menyebarkan pamflet iklan rokok Tjap Bal Tiga di langit Bandung dan Jakarta dan menggunakan mobil promosi khusus. Selain itu pemasarannnya juga dilakukan melalui\u00a0 siaran radio, mendirikan gedung bioskop di Kudus dan\u00a0 menjadi salah satu sponsor bagi film\u00a0Panggilan Darah\u00a0yang sukses di pasaran.<\/p>\n\n\n\n

Selain kisah tentang Wiroesoeseno dan Filipus, Iksaka Banu juga menarasikan sejarah rokok kretek, proses produksi rokok kretek, dan lintasan perisitiwa sejarah Indonesia. Kisah dalam novel ini dibalut dengan berbagai peristiwa sejarah dan persoalan-persoalan kolonialisme, identitas, hingga gerakan organisasi kemerdekaan seperti Serikat Islam dan Muhamadiyah yang konon memiliki keterkaitan dengan Sang Raja Kretek.
<\/p>\n","post_title":"Sang Raja Kretek di Era Kolonial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sang-raja-kretek-di-era-kolonial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-15 08:49:45","post_modified_gmt":"2019-10-15 01:49:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6151","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6132,"post_author":"883","post_date":"2019-10-09 09:35:17","post_date_gmt":"2019-10-09 02:35:17","post_content":"\n

Bapak Fahmi Idris selaku Dirut BPJS Kesehatan yang terhormat, baru-baru ini di media, anda mengeluarkan statement \u201cBeli rokok Rp8 ribu sehari masih bisa, tapi kok menyisihkan Rp5 ribu per hari kok tidak ada kesadaran\u201d. Statement anda membuat saya selaku perokok yang telah membantu menambal defisit BPJS Kesehatan merasa marah dan sangat tersinggung.
<\/p>\n\n\n\n

Perokok selama ini selalu menjadi kambing hitam bagi bobroknya pengelolaan BPJS Kesehatan. Perokok pernah dituduh sebagai penyebab utama defisit anggaran BPJS, alasannya beban biaya kesehatan untuk mengobati penyakit dengan faktor risiko rokok terus membengkak setiap tahun. 
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan tersebut jelas-jelas mensimplifikasi penyebab defisitnya anggaran BPJS Kesehatan. Padahal banyak hal lain, seperti adanya kecurangan dari pihak Rumah Sakit dalam klaim tagihan kepada BPJS Kesehatan, tidak becusnya BPJS menagih iuran, besarnya operasional internal BPJS, hingga hitung-hitungan besaran iuran peserta BPJS yang sejak awal bermasalah.
<\/p>\n\n\n\n

Indonesia Corruption Watch (ICW) pernah merilis temuan kecurangan dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). ICW bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil di 15 provinsi menemukan ada 49 kecurangan selama Maret-Agustus 2017 dalam program JKN, khususnya yang menyangkut penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Pada saat itu ICW bersama jaringan organisasi masyarakat sipil di daerah melakukan pemantauan terhadap sekitar 60 fasilitas kesehatan, yaitu 19 rumah sakit umum, 15 rumah sakit swasta, dan 26 puskesmas.
<\/p>\n\n\n\n

BPJS Watch juga pernah menyatakan bahwa defisit BPJS Kesehatan disumbang oleh sistem klaim dari rumah sakit yang menggunakan aplikasi Indonesia Case Base Groups (Inasibijis). Sistem ini disebutnya membuka celah rumah sakit untuk melakukan kecurangan (fraud), sehingga klaim yang dibayar BPJS Kesehatan membengkak.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas satu, sewaktu saya berobat rawat inap, pihak RS selalu beralasan kamar inap kelas satu penuh, padahal di saat yang bersamaan ada orang yang mendapatkan kamar inap kelas satu melalui asuransi swasta atau jalur mandiri. Pihak RS tentu nantinya akan mengklaim tagihan kepada pihak BPJS untuk fasilitas kelas satu. Kecurangan ini bukan hanya terjadi pada saya, tapi juga dialami oleh banyak peserta BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris yang terhormat, setelah kami perokok dituding sebagai penyebab defisit BPJS Kesehatan, kini melalui statement anda, perokok kembali dikait-kaitkan dengan persoalan kenaikan iuran BPJS. 
<\/p>\n\n\n\n

Asal anda tahu persoalan kenaikan iuran ini membuat murka rakyat Indonesia. Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin. 
<\/p>\n\n\n\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Namun berkat temuan kretek pada pengujung abad ke 19 di Kudus, daerah pinggiran utara Pulau Jawa, cengkeh kembali melambung sebagai tanaman primadona. Begitupula dengan tembakau, awalnya hanya dikuasai dan dimiliki perkebunan swasta, berkembang meluas dan menjadi perkebunan rakyat. <\/p>\n\n\n\n

Dalam sudut pandang ekonomi-politik, dari bentangan peristiwa penting dalam sejarah itu, melewati krisis dan perang maupun perubahan struktural, industri kretek telah mampu menyerap jutaan pekerja sekaligus menyumbang triliunan rupiah bagi pendapatan negara.<\/p>\n\n\n\n

Bahwa benda yang takkan terpikirkan sebelumnya, semulai sebagai obat, lalu berkembang dari kerajinan tangan ke industri rumahan dan pabrikan, akan menyimpan sejarah panjang. Sejarah itu bernama penaklukan yang tersublimasi di dalamnya benih sentimen kolonial, kreatifitas dan usaha-usaha mengakses kapital, simbol industri nasional yang bersumber pada kekayaan Nusantara, dan nilai-nilai yang tertanam pada tradisi dan prilaku keseharian.<\/p>\n\n\n\n

Kretek sampai hari ini masih menjadi bagian dari komoditas besar yang menghidupkan sumbu-sumbu ekonomi di Indonesia. Barangkali sudah banyak yang menulis lewat riset dan penelitian bagaimana industri ini lahir, tumbuh dan berkembang dan bertahan sampai sekarang. Namun coba tengok novel \"Sang Raja\" karya Iksaka Banu. Lewat buku ini Iksaka Banu bercerita tentang sejarah kretek awal sampai menjadi industri yang cukup besar di masa kolonial dengan pendekatan sastra.
<\/p>\n\n\n\n

Novel ini dibuka dengan adegan pemakaman Nitisemito yang dihadiri ribuan masyarakat, para pejabat serta koleganya di usaha kretek. Kemudian cerita dikemas dengan flashback dua tokoh utamanya yang bekerja di Pabrik Bal Tiga di Kudus. Dua tokoh utama ini merepukan pegawai berbeda kebangsaan di Perusahaaan. Wirosoeseno yang asli Jawa dan Filipus Rechterhand adalah seorang Belanda totok yang lahir di Hindia Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Yang manjadi hal luar biasa di masa itu, ketika warga pribumi dianggap warga kelas tiga dan bekerja pada orang-orang Belanda, Nitisemito justru mempekerjakan orang Belanda. Betapa sebuah anomali di era kolonial seorang keturunan koloni justru malah bekerja di perusahaan milik pribumi.<\/p>\n\n\n\n

Lewat buku ini Iksaka Banu becerita Industri rokok kretek di Indonesia telah mengalami sejarah yang panjang. Sejarah mencatat industi rokok khas Indonesia ini lahir lewat tangan dingin Nitisemito yang didirikan pada tahun 1914. Nitisemito merintis bisnis rokok kretek yang saat itu hanya industri rumah tangga menjadi industri berskala besar yang mempekerjakan ribuan karyawan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Adalah Pusaka Budaya Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Di paruh pertama abad ke 20 rokok Tjap Bal Tiga produksi NV. Nitisemo begitu terkenal sehingga Ratu Belanda Wilhemina menjuluki Nitisemito sebagai De Kretek Konning (Raja Kretek). Tidak berlebihan karena di tahun 1938 Kretek Tjap Bal Tiga telah mempekerjakan 10.000 buruh linting dengan produksi 10 juta batang rokok per hari dengan pangsa pasar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Singapura, hingga ke negeri Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Nitisemito bersama pabrik kreteknya Tjap Bal Tiga adalah orang pertama yang memasarkan rokok dalam kemasan bermerk. Bisa dikatakan bahwa pabrik rokok NV. Nitisemito adalah pelopor industri rokok kretek pertama di Kudus yang dikelola dan dipasarkan secara modern.<\/p>\n\n\n\n

Kreativitas advertasi dan promosi industri kretek juga ternyata menyimpan sejarah panjang sampai sekarang. Dalam hal pemasaran, NV. Nitisemito juga melakukan strategi yang kreatif dan fenomenal. Industri kretek ini menyewa pesawat Fokker seharga f 200,- untuk menyebarkan pamflet iklan rokok Tjap Bal Tiga di langit Bandung dan Jakarta dan menggunakan mobil promosi khusus. Selain itu pemasarannnya juga dilakukan melalui\u00a0 siaran radio, mendirikan gedung bioskop di Kudus dan\u00a0 menjadi salah satu sponsor bagi film\u00a0Panggilan Darah\u00a0yang sukses di pasaran.<\/p>\n\n\n\n

Selain kisah tentang Wiroesoeseno dan Filipus, Iksaka Banu juga menarasikan sejarah rokok kretek, proses produksi rokok kretek, dan lintasan perisitiwa sejarah Indonesia. Kisah dalam novel ini dibalut dengan berbagai peristiwa sejarah dan persoalan-persoalan kolonialisme, identitas, hingga gerakan organisasi kemerdekaan seperti Serikat Islam dan Muhamadiyah yang konon memiliki keterkaitan dengan Sang Raja Kretek.
<\/p>\n","post_title":"Sang Raja Kretek di Era Kolonial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sang-raja-kretek-di-era-kolonial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-15 08:49:45","post_modified_gmt":"2019-10-15 01:49:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6151","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6132,"post_author":"883","post_date":"2019-10-09 09:35:17","post_date_gmt":"2019-10-09 02:35:17","post_content":"\n

Bapak Fahmi Idris selaku Dirut BPJS Kesehatan yang terhormat, baru-baru ini di media, anda mengeluarkan statement \u201cBeli rokok Rp8 ribu sehari masih bisa, tapi kok menyisihkan Rp5 ribu per hari kok tidak ada kesadaran\u201d. Statement anda membuat saya selaku perokok yang telah membantu menambal defisit BPJS Kesehatan merasa marah dan sangat tersinggung.
<\/p>\n\n\n\n

Perokok selama ini selalu menjadi kambing hitam bagi bobroknya pengelolaan BPJS Kesehatan. Perokok pernah dituduh sebagai penyebab utama defisit anggaran BPJS, alasannya beban biaya kesehatan untuk mengobati penyakit dengan faktor risiko rokok terus membengkak setiap tahun. 
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan tersebut jelas-jelas mensimplifikasi penyebab defisitnya anggaran BPJS Kesehatan. Padahal banyak hal lain, seperti adanya kecurangan dari pihak Rumah Sakit dalam klaim tagihan kepada BPJS Kesehatan, tidak becusnya BPJS menagih iuran, besarnya operasional internal BPJS, hingga hitung-hitungan besaran iuran peserta BPJS yang sejak awal bermasalah.
<\/p>\n\n\n\n

Indonesia Corruption Watch (ICW) pernah merilis temuan kecurangan dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). ICW bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil di 15 provinsi menemukan ada 49 kecurangan selama Maret-Agustus 2017 dalam program JKN, khususnya yang menyangkut penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Pada saat itu ICW bersama jaringan organisasi masyarakat sipil di daerah melakukan pemantauan terhadap sekitar 60 fasilitas kesehatan, yaitu 19 rumah sakit umum, 15 rumah sakit swasta, dan 26 puskesmas.
<\/p>\n\n\n\n

BPJS Watch juga pernah menyatakan bahwa defisit BPJS Kesehatan disumbang oleh sistem klaim dari rumah sakit yang menggunakan aplikasi Indonesia Case Base Groups (Inasibijis). Sistem ini disebutnya membuka celah rumah sakit untuk melakukan kecurangan (fraud), sehingga klaim yang dibayar BPJS Kesehatan membengkak.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas satu, sewaktu saya berobat rawat inap, pihak RS selalu beralasan kamar inap kelas satu penuh, padahal di saat yang bersamaan ada orang yang mendapatkan kamar inap kelas satu melalui asuransi swasta atau jalur mandiri. Pihak RS tentu nantinya akan mengklaim tagihan kepada pihak BPJS untuk fasilitas kelas satu. Kecurangan ini bukan hanya terjadi pada saya, tapi juga dialami oleh banyak peserta BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris yang terhormat, setelah kami perokok dituding sebagai penyebab defisit BPJS Kesehatan, kini melalui statement anda, perokok kembali dikait-kaitkan dengan persoalan kenaikan iuran BPJS. 
<\/p>\n\n\n\n

Asal anda tahu persoalan kenaikan iuran ini membuat murka rakyat Indonesia. Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin. 
<\/p>\n\n\n\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Adapun cengkeh, tanaman endemik yang semula hanya dijumpai di jazirah Maluku, merupakan titik tikai bangsa-bangsa Eropa sejak abad 16, yang memudar nilai ekonomisnya seiring inovasi penting dan hasraat penguasaan lain dalam era industri.<\/p>\n\n\n\n

Namun berkat temuan kretek pada pengujung abad ke 19 di Kudus, daerah pinggiran utara Pulau Jawa, cengkeh kembali melambung sebagai tanaman primadona. Begitupula dengan tembakau, awalnya hanya dikuasai dan dimiliki perkebunan swasta, berkembang meluas dan menjadi perkebunan rakyat. <\/p>\n\n\n\n

Dalam sudut pandang ekonomi-politik, dari bentangan peristiwa penting dalam sejarah itu, melewati krisis dan perang maupun perubahan struktural, industri kretek telah mampu menyerap jutaan pekerja sekaligus menyumbang triliunan rupiah bagi pendapatan negara.<\/p>\n\n\n\n

Bahwa benda yang takkan terpikirkan sebelumnya, semulai sebagai obat, lalu berkembang dari kerajinan tangan ke industri rumahan dan pabrikan, akan menyimpan sejarah panjang. Sejarah itu bernama penaklukan yang tersublimasi di dalamnya benih sentimen kolonial, kreatifitas dan usaha-usaha mengakses kapital, simbol industri nasional yang bersumber pada kekayaan Nusantara, dan nilai-nilai yang tertanam pada tradisi dan prilaku keseharian.<\/p>\n\n\n\n

Kretek sampai hari ini masih menjadi bagian dari komoditas besar yang menghidupkan sumbu-sumbu ekonomi di Indonesia. Barangkali sudah banyak yang menulis lewat riset dan penelitian bagaimana industri ini lahir, tumbuh dan berkembang dan bertahan sampai sekarang. Namun coba tengok novel \"Sang Raja\" karya Iksaka Banu. Lewat buku ini Iksaka Banu bercerita tentang sejarah kretek awal sampai menjadi industri yang cukup besar di masa kolonial dengan pendekatan sastra.
<\/p>\n\n\n\n

Novel ini dibuka dengan adegan pemakaman Nitisemito yang dihadiri ribuan masyarakat, para pejabat serta koleganya di usaha kretek. Kemudian cerita dikemas dengan flashback dua tokoh utamanya yang bekerja di Pabrik Bal Tiga di Kudus. Dua tokoh utama ini merepukan pegawai berbeda kebangsaan di Perusahaaan. Wirosoeseno yang asli Jawa dan Filipus Rechterhand adalah seorang Belanda totok yang lahir di Hindia Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Yang manjadi hal luar biasa di masa itu, ketika warga pribumi dianggap warga kelas tiga dan bekerja pada orang-orang Belanda, Nitisemito justru mempekerjakan orang Belanda. Betapa sebuah anomali di era kolonial seorang keturunan koloni justru malah bekerja di perusahaan milik pribumi.<\/p>\n\n\n\n

Lewat buku ini Iksaka Banu becerita Industri rokok kretek di Indonesia telah mengalami sejarah yang panjang. Sejarah mencatat industi rokok khas Indonesia ini lahir lewat tangan dingin Nitisemito yang didirikan pada tahun 1914. Nitisemito merintis bisnis rokok kretek yang saat itu hanya industri rumah tangga menjadi industri berskala besar yang mempekerjakan ribuan karyawan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Adalah Pusaka Budaya Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Di paruh pertama abad ke 20 rokok Tjap Bal Tiga produksi NV. Nitisemo begitu terkenal sehingga Ratu Belanda Wilhemina menjuluki Nitisemito sebagai De Kretek Konning (Raja Kretek). Tidak berlebihan karena di tahun 1938 Kretek Tjap Bal Tiga telah mempekerjakan 10.000 buruh linting dengan produksi 10 juta batang rokok per hari dengan pangsa pasar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Singapura, hingga ke negeri Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Nitisemito bersama pabrik kreteknya Tjap Bal Tiga adalah orang pertama yang memasarkan rokok dalam kemasan bermerk. Bisa dikatakan bahwa pabrik rokok NV. Nitisemito adalah pelopor industri rokok kretek pertama di Kudus yang dikelola dan dipasarkan secara modern.<\/p>\n\n\n\n

Kreativitas advertasi dan promosi industri kretek juga ternyata menyimpan sejarah panjang sampai sekarang. Dalam hal pemasaran, NV. Nitisemito juga melakukan strategi yang kreatif dan fenomenal. Industri kretek ini menyewa pesawat Fokker seharga f 200,- untuk menyebarkan pamflet iklan rokok Tjap Bal Tiga di langit Bandung dan Jakarta dan menggunakan mobil promosi khusus. Selain itu pemasarannnya juga dilakukan melalui\u00a0 siaran radio, mendirikan gedung bioskop di Kudus dan\u00a0 menjadi salah satu sponsor bagi film\u00a0Panggilan Darah\u00a0yang sukses di pasaran.<\/p>\n\n\n\n

Selain kisah tentang Wiroesoeseno dan Filipus, Iksaka Banu juga menarasikan sejarah rokok kretek, proses produksi rokok kretek, dan lintasan perisitiwa sejarah Indonesia. Kisah dalam novel ini dibalut dengan berbagai peristiwa sejarah dan persoalan-persoalan kolonialisme, identitas, hingga gerakan organisasi kemerdekaan seperti Serikat Islam dan Muhamadiyah yang konon memiliki keterkaitan dengan Sang Raja Kretek.
<\/p>\n","post_title":"Sang Raja Kretek di Era Kolonial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sang-raja-kretek-di-era-kolonial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-15 08:49:45","post_modified_gmt":"2019-10-15 01:49:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6151","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6132,"post_author":"883","post_date":"2019-10-09 09:35:17","post_date_gmt":"2019-10-09 02:35:17","post_content":"\n

Bapak Fahmi Idris selaku Dirut BPJS Kesehatan yang terhormat, baru-baru ini di media, anda mengeluarkan statement \u201cBeli rokok Rp8 ribu sehari masih bisa, tapi kok menyisihkan Rp5 ribu per hari kok tidak ada kesadaran\u201d. Statement anda membuat saya selaku perokok yang telah membantu menambal defisit BPJS Kesehatan merasa marah dan sangat tersinggung.
<\/p>\n\n\n\n

Perokok selama ini selalu menjadi kambing hitam bagi bobroknya pengelolaan BPJS Kesehatan. Perokok pernah dituduh sebagai penyebab utama defisit anggaran BPJS, alasannya beban biaya kesehatan untuk mengobati penyakit dengan faktor risiko rokok terus membengkak setiap tahun. 
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan tersebut jelas-jelas mensimplifikasi penyebab defisitnya anggaran BPJS Kesehatan. Padahal banyak hal lain, seperti adanya kecurangan dari pihak Rumah Sakit dalam klaim tagihan kepada BPJS Kesehatan, tidak becusnya BPJS menagih iuran, besarnya operasional internal BPJS, hingga hitung-hitungan besaran iuran peserta BPJS yang sejak awal bermasalah.
<\/p>\n\n\n\n

Indonesia Corruption Watch (ICW) pernah merilis temuan kecurangan dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). ICW bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil di 15 provinsi menemukan ada 49 kecurangan selama Maret-Agustus 2017 dalam program JKN, khususnya yang menyangkut penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Pada saat itu ICW bersama jaringan organisasi masyarakat sipil di daerah melakukan pemantauan terhadap sekitar 60 fasilitas kesehatan, yaitu 19 rumah sakit umum, 15 rumah sakit swasta, dan 26 puskesmas.
<\/p>\n\n\n\n

BPJS Watch juga pernah menyatakan bahwa defisit BPJS Kesehatan disumbang oleh sistem klaim dari rumah sakit yang menggunakan aplikasi Indonesia Case Base Groups (Inasibijis). Sistem ini disebutnya membuka celah rumah sakit untuk melakukan kecurangan (fraud), sehingga klaim yang dibayar BPJS Kesehatan membengkak.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas satu, sewaktu saya berobat rawat inap, pihak RS selalu beralasan kamar inap kelas satu penuh, padahal di saat yang bersamaan ada orang yang mendapatkan kamar inap kelas satu melalui asuransi swasta atau jalur mandiri. Pihak RS tentu nantinya akan mengklaim tagihan kepada pihak BPJS untuk fasilitas kelas satu. Kecurangan ini bukan hanya terjadi pada saya, tapi juga dialami oleh banyak peserta BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris yang terhormat, setelah kami perokok dituding sebagai penyebab defisit BPJS Kesehatan, kini melalui statement anda, perokok kembali dikait-kaitkan dengan persoalan kenaikan iuran BPJS. 
<\/p>\n\n\n\n

Asal anda tahu persoalan kenaikan iuran ini membuat murka rakyat Indonesia. Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin. 
<\/p>\n\n\n\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tembakau, satu komoditas yang sampai sekarang menjadi tali kekang rezim pengendalian, datang ke Nusantara bersama gelombang penjajahan, dan dikenalkan dalam logika budidaya industri pada era Tanam Paksa yang paling eksploratif di Hindia Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Adapun cengkeh, tanaman endemik yang semula hanya dijumpai di jazirah Maluku, merupakan titik tikai bangsa-bangsa Eropa sejak abad 16, yang memudar nilai ekonomisnya seiring inovasi penting dan hasraat penguasaan lain dalam era industri.<\/p>\n\n\n\n

Namun berkat temuan kretek pada pengujung abad ke 19 di Kudus, daerah pinggiran utara Pulau Jawa, cengkeh kembali melambung sebagai tanaman primadona. Begitupula dengan tembakau, awalnya hanya dikuasai dan dimiliki perkebunan swasta, berkembang meluas dan menjadi perkebunan rakyat. <\/p>\n\n\n\n

Dalam sudut pandang ekonomi-politik, dari bentangan peristiwa penting dalam sejarah itu, melewati krisis dan perang maupun perubahan struktural, industri kretek telah mampu menyerap jutaan pekerja sekaligus menyumbang triliunan rupiah bagi pendapatan negara.<\/p>\n\n\n\n

Bahwa benda yang takkan terpikirkan sebelumnya, semulai sebagai obat, lalu berkembang dari kerajinan tangan ke industri rumahan dan pabrikan, akan menyimpan sejarah panjang. Sejarah itu bernama penaklukan yang tersublimasi di dalamnya benih sentimen kolonial, kreatifitas dan usaha-usaha mengakses kapital, simbol industri nasional yang bersumber pada kekayaan Nusantara, dan nilai-nilai yang tertanam pada tradisi dan prilaku keseharian.<\/p>\n\n\n\n

Kretek sampai hari ini masih menjadi bagian dari komoditas besar yang menghidupkan sumbu-sumbu ekonomi di Indonesia. Barangkali sudah banyak yang menulis lewat riset dan penelitian bagaimana industri ini lahir, tumbuh dan berkembang dan bertahan sampai sekarang. Namun coba tengok novel \"Sang Raja\" karya Iksaka Banu. Lewat buku ini Iksaka Banu bercerita tentang sejarah kretek awal sampai menjadi industri yang cukup besar di masa kolonial dengan pendekatan sastra.
<\/p>\n\n\n\n

Novel ini dibuka dengan adegan pemakaman Nitisemito yang dihadiri ribuan masyarakat, para pejabat serta koleganya di usaha kretek. Kemudian cerita dikemas dengan flashback dua tokoh utamanya yang bekerja di Pabrik Bal Tiga di Kudus. Dua tokoh utama ini merepukan pegawai berbeda kebangsaan di Perusahaaan. Wirosoeseno yang asli Jawa dan Filipus Rechterhand adalah seorang Belanda totok yang lahir di Hindia Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Yang manjadi hal luar biasa di masa itu, ketika warga pribumi dianggap warga kelas tiga dan bekerja pada orang-orang Belanda, Nitisemito justru mempekerjakan orang Belanda. Betapa sebuah anomali di era kolonial seorang keturunan koloni justru malah bekerja di perusahaan milik pribumi.<\/p>\n\n\n\n

Lewat buku ini Iksaka Banu becerita Industri rokok kretek di Indonesia telah mengalami sejarah yang panjang. Sejarah mencatat industi rokok khas Indonesia ini lahir lewat tangan dingin Nitisemito yang didirikan pada tahun 1914. Nitisemito merintis bisnis rokok kretek yang saat itu hanya industri rumah tangga menjadi industri berskala besar yang mempekerjakan ribuan karyawan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Adalah Pusaka Budaya Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Di paruh pertama abad ke 20 rokok Tjap Bal Tiga produksi NV. Nitisemo begitu terkenal sehingga Ratu Belanda Wilhemina menjuluki Nitisemito sebagai De Kretek Konning (Raja Kretek). Tidak berlebihan karena di tahun 1938 Kretek Tjap Bal Tiga telah mempekerjakan 10.000 buruh linting dengan produksi 10 juta batang rokok per hari dengan pangsa pasar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Singapura, hingga ke negeri Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Nitisemito bersama pabrik kreteknya Tjap Bal Tiga adalah orang pertama yang memasarkan rokok dalam kemasan bermerk. Bisa dikatakan bahwa pabrik rokok NV. Nitisemito adalah pelopor industri rokok kretek pertama di Kudus yang dikelola dan dipasarkan secara modern.<\/p>\n\n\n\n

Kreativitas advertasi dan promosi industri kretek juga ternyata menyimpan sejarah panjang sampai sekarang. Dalam hal pemasaran, NV. Nitisemito juga melakukan strategi yang kreatif dan fenomenal. Industri kretek ini menyewa pesawat Fokker seharga f 200,- untuk menyebarkan pamflet iklan rokok Tjap Bal Tiga di langit Bandung dan Jakarta dan menggunakan mobil promosi khusus. Selain itu pemasarannnya juga dilakukan melalui\u00a0 siaran radio, mendirikan gedung bioskop di Kudus dan\u00a0 menjadi salah satu sponsor bagi film\u00a0Panggilan Darah\u00a0yang sukses di pasaran.<\/p>\n\n\n\n

Selain kisah tentang Wiroesoeseno dan Filipus, Iksaka Banu juga menarasikan sejarah rokok kretek, proses produksi rokok kretek, dan lintasan perisitiwa sejarah Indonesia. Kisah dalam novel ini dibalut dengan berbagai peristiwa sejarah dan persoalan-persoalan kolonialisme, identitas, hingga gerakan organisasi kemerdekaan seperti Serikat Islam dan Muhamadiyah yang konon memiliki keterkaitan dengan Sang Raja Kretek.
<\/p>\n","post_title":"Sang Raja Kretek di Era Kolonial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sang-raja-kretek-di-era-kolonial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-15 08:49:45","post_modified_gmt":"2019-10-15 01:49:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6151","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6132,"post_author":"883","post_date":"2019-10-09 09:35:17","post_date_gmt":"2019-10-09 02:35:17","post_content":"\n

Bapak Fahmi Idris selaku Dirut BPJS Kesehatan yang terhormat, baru-baru ini di media, anda mengeluarkan statement \u201cBeli rokok Rp8 ribu sehari masih bisa, tapi kok menyisihkan Rp5 ribu per hari kok tidak ada kesadaran\u201d. Statement anda membuat saya selaku perokok yang telah membantu menambal defisit BPJS Kesehatan merasa marah dan sangat tersinggung.
<\/p>\n\n\n\n

Perokok selama ini selalu menjadi kambing hitam bagi bobroknya pengelolaan BPJS Kesehatan. Perokok pernah dituduh sebagai penyebab utama defisit anggaran BPJS, alasannya beban biaya kesehatan untuk mengobati penyakit dengan faktor risiko rokok terus membengkak setiap tahun. 
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan tersebut jelas-jelas mensimplifikasi penyebab defisitnya anggaran BPJS Kesehatan. Padahal banyak hal lain, seperti adanya kecurangan dari pihak Rumah Sakit dalam klaim tagihan kepada BPJS Kesehatan, tidak becusnya BPJS menagih iuran, besarnya operasional internal BPJS, hingga hitung-hitungan besaran iuran peserta BPJS yang sejak awal bermasalah.
<\/p>\n\n\n\n

Indonesia Corruption Watch (ICW) pernah merilis temuan kecurangan dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). ICW bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil di 15 provinsi menemukan ada 49 kecurangan selama Maret-Agustus 2017 dalam program JKN, khususnya yang menyangkut penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Pada saat itu ICW bersama jaringan organisasi masyarakat sipil di daerah melakukan pemantauan terhadap sekitar 60 fasilitas kesehatan, yaitu 19 rumah sakit umum, 15 rumah sakit swasta, dan 26 puskesmas.
<\/p>\n\n\n\n

BPJS Watch juga pernah menyatakan bahwa defisit BPJS Kesehatan disumbang oleh sistem klaim dari rumah sakit yang menggunakan aplikasi Indonesia Case Base Groups (Inasibijis). Sistem ini disebutnya membuka celah rumah sakit untuk melakukan kecurangan (fraud), sehingga klaim yang dibayar BPJS Kesehatan membengkak.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas satu, sewaktu saya berobat rawat inap, pihak RS selalu beralasan kamar inap kelas satu penuh, padahal di saat yang bersamaan ada orang yang mendapatkan kamar inap kelas satu melalui asuransi swasta atau jalur mandiri. Pihak RS tentu nantinya akan mengklaim tagihan kepada pihak BPJS untuk fasilitas kelas satu. Kecurangan ini bukan hanya terjadi pada saya, tapi juga dialami oleh banyak peserta BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris yang terhormat, setelah kami perokok dituding sebagai penyebab defisit BPJS Kesehatan, kini melalui statement anda, perokok kembali dikait-kaitkan dengan persoalan kenaikan iuran BPJS. 
<\/p>\n\n\n\n

Asal anda tahu persoalan kenaikan iuran ini membuat murka rakyat Indonesia. Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin. 
<\/p>\n\n\n\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Kretek Dalam Sejarah Evolusi Budaya Khas Nusantara<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tembakau, satu komoditas yang sampai sekarang menjadi tali kekang rezim pengendalian, datang ke Nusantara bersama gelombang penjajahan, dan dikenalkan dalam logika budidaya industri pada era Tanam Paksa yang paling eksploratif di Hindia Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Adapun cengkeh, tanaman endemik yang semula hanya dijumpai di jazirah Maluku, merupakan titik tikai bangsa-bangsa Eropa sejak abad 16, yang memudar nilai ekonomisnya seiring inovasi penting dan hasraat penguasaan lain dalam era industri.<\/p>\n\n\n\n

Namun berkat temuan kretek pada pengujung abad ke 19 di Kudus, daerah pinggiran utara Pulau Jawa, cengkeh kembali melambung sebagai tanaman primadona. Begitupula dengan tembakau, awalnya hanya dikuasai dan dimiliki perkebunan swasta, berkembang meluas dan menjadi perkebunan rakyat. <\/p>\n\n\n\n

Dalam sudut pandang ekonomi-politik, dari bentangan peristiwa penting dalam sejarah itu, melewati krisis dan perang maupun perubahan struktural, industri kretek telah mampu menyerap jutaan pekerja sekaligus menyumbang triliunan rupiah bagi pendapatan negara.<\/p>\n\n\n\n

Bahwa benda yang takkan terpikirkan sebelumnya, semulai sebagai obat, lalu berkembang dari kerajinan tangan ke industri rumahan dan pabrikan, akan menyimpan sejarah panjang. Sejarah itu bernama penaklukan yang tersublimasi di dalamnya benih sentimen kolonial, kreatifitas dan usaha-usaha mengakses kapital, simbol industri nasional yang bersumber pada kekayaan Nusantara, dan nilai-nilai yang tertanam pada tradisi dan prilaku keseharian.<\/p>\n\n\n\n

Kretek sampai hari ini masih menjadi bagian dari komoditas besar yang menghidupkan sumbu-sumbu ekonomi di Indonesia. Barangkali sudah banyak yang menulis lewat riset dan penelitian bagaimana industri ini lahir, tumbuh dan berkembang dan bertahan sampai sekarang. Namun coba tengok novel \"Sang Raja\" karya Iksaka Banu. Lewat buku ini Iksaka Banu bercerita tentang sejarah kretek awal sampai menjadi industri yang cukup besar di masa kolonial dengan pendekatan sastra.
<\/p>\n\n\n\n

Novel ini dibuka dengan adegan pemakaman Nitisemito yang dihadiri ribuan masyarakat, para pejabat serta koleganya di usaha kretek. Kemudian cerita dikemas dengan flashback dua tokoh utamanya yang bekerja di Pabrik Bal Tiga di Kudus. Dua tokoh utama ini merepukan pegawai berbeda kebangsaan di Perusahaaan. Wirosoeseno yang asli Jawa dan Filipus Rechterhand adalah seorang Belanda totok yang lahir di Hindia Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Yang manjadi hal luar biasa di masa itu, ketika warga pribumi dianggap warga kelas tiga dan bekerja pada orang-orang Belanda, Nitisemito justru mempekerjakan orang Belanda. Betapa sebuah anomali di era kolonial seorang keturunan koloni justru malah bekerja di perusahaan milik pribumi.<\/p>\n\n\n\n

Lewat buku ini Iksaka Banu becerita Industri rokok kretek di Indonesia telah mengalami sejarah yang panjang. Sejarah mencatat industi rokok khas Indonesia ini lahir lewat tangan dingin Nitisemito yang didirikan pada tahun 1914. Nitisemito merintis bisnis rokok kretek yang saat itu hanya industri rumah tangga menjadi industri berskala besar yang mempekerjakan ribuan karyawan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Adalah Pusaka Budaya Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Di paruh pertama abad ke 20 rokok Tjap Bal Tiga produksi NV. Nitisemo begitu terkenal sehingga Ratu Belanda Wilhemina menjuluki Nitisemito sebagai De Kretek Konning (Raja Kretek). Tidak berlebihan karena di tahun 1938 Kretek Tjap Bal Tiga telah mempekerjakan 10.000 buruh linting dengan produksi 10 juta batang rokok per hari dengan pangsa pasar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Singapura, hingga ke negeri Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Nitisemito bersama pabrik kreteknya Tjap Bal Tiga adalah orang pertama yang memasarkan rokok dalam kemasan bermerk. Bisa dikatakan bahwa pabrik rokok NV. Nitisemito adalah pelopor industri rokok kretek pertama di Kudus yang dikelola dan dipasarkan secara modern.<\/p>\n\n\n\n

Kreativitas advertasi dan promosi industri kretek juga ternyata menyimpan sejarah panjang sampai sekarang. Dalam hal pemasaran, NV. Nitisemito juga melakukan strategi yang kreatif dan fenomenal. Industri kretek ini menyewa pesawat Fokker seharga f 200,- untuk menyebarkan pamflet iklan rokok Tjap Bal Tiga di langit Bandung dan Jakarta dan menggunakan mobil promosi khusus. Selain itu pemasarannnya juga dilakukan melalui\u00a0 siaran radio, mendirikan gedung bioskop di Kudus dan\u00a0 menjadi salah satu sponsor bagi film\u00a0Panggilan Darah\u00a0yang sukses di pasaran.<\/p>\n\n\n\n

Selain kisah tentang Wiroesoeseno dan Filipus, Iksaka Banu juga menarasikan sejarah rokok kretek, proses produksi rokok kretek, dan lintasan perisitiwa sejarah Indonesia. Kisah dalam novel ini dibalut dengan berbagai peristiwa sejarah dan persoalan-persoalan kolonialisme, identitas, hingga gerakan organisasi kemerdekaan seperti Serikat Islam dan Muhamadiyah yang konon memiliki keterkaitan dengan Sang Raja Kretek.
<\/p>\n","post_title":"Sang Raja Kretek di Era Kolonial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sang-raja-kretek-di-era-kolonial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-15 08:49:45","post_modified_gmt":"2019-10-15 01:49:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6151","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6132,"post_author":"883","post_date":"2019-10-09 09:35:17","post_date_gmt":"2019-10-09 02:35:17","post_content":"\n

Bapak Fahmi Idris selaku Dirut BPJS Kesehatan yang terhormat, baru-baru ini di media, anda mengeluarkan statement \u201cBeli rokok Rp8 ribu sehari masih bisa, tapi kok menyisihkan Rp5 ribu per hari kok tidak ada kesadaran\u201d. Statement anda membuat saya selaku perokok yang telah membantu menambal defisit BPJS Kesehatan merasa marah dan sangat tersinggung.
<\/p>\n\n\n\n

Perokok selama ini selalu menjadi kambing hitam bagi bobroknya pengelolaan BPJS Kesehatan. Perokok pernah dituduh sebagai penyebab utama defisit anggaran BPJS, alasannya beban biaya kesehatan untuk mengobati penyakit dengan faktor risiko rokok terus membengkak setiap tahun. 
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan tersebut jelas-jelas mensimplifikasi penyebab defisitnya anggaran BPJS Kesehatan. Padahal banyak hal lain, seperti adanya kecurangan dari pihak Rumah Sakit dalam klaim tagihan kepada BPJS Kesehatan, tidak becusnya BPJS menagih iuran, besarnya operasional internal BPJS, hingga hitung-hitungan besaran iuran peserta BPJS yang sejak awal bermasalah.
<\/p>\n\n\n\n

Indonesia Corruption Watch (ICW) pernah merilis temuan kecurangan dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). ICW bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil di 15 provinsi menemukan ada 49 kecurangan selama Maret-Agustus 2017 dalam program JKN, khususnya yang menyangkut penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Pada saat itu ICW bersama jaringan organisasi masyarakat sipil di daerah melakukan pemantauan terhadap sekitar 60 fasilitas kesehatan, yaitu 19 rumah sakit umum, 15 rumah sakit swasta, dan 26 puskesmas.
<\/p>\n\n\n\n

BPJS Watch juga pernah menyatakan bahwa defisit BPJS Kesehatan disumbang oleh sistem klaim dari rumah sakit yang menggunakan aplikasi Indonesia Case Base Groups (Inasibijis). Sistem ini disebutnya membuka celah rumah sakit untuk melakukan kecurangan (fraud), sehingga klaim yang dibayar BPJS Kesehatan membengkak.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas satu, sewaktu saya berobat rawat inap, pihak RS selalu beralasan kamar inap kelas satu penuh, padahal di saat yang bersamaan ada orang yang mendapatkan kamar inap kelas satu melalui asuransi swasta atau jalur mandiri. Pihak RS tentu nantinya akan mengklaim tagihan kepada pihak BPJS untuk fasilitas kelas satu. Kecurangan ini bukan hanya terjadi pada saya, tapi juga dialami oleh banyak peserta BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris yang terhormat, setelah kami perokok dituding sebagai penyebab defisit BPJS Kesehatan, kini melalui statement anda, perokok kembali dikait-kaitkan dengan persoalan kenaikan iuran BPJS. 
<\/p>\n\n\n\n

Asal anda tahu persoalan kenaikan iuran ini membuat murka rakyat Indonesia. Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin. 
<\/p>\n\n\n\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Titik temunya pada praktik dan kebiasaan orang Asia Tenggara dan Malenesia yang mengunyah buah pinang dan daun sirih selama ribuan tahun. Sehingga, lewat cara yang unik dan dalam tempo yang cukup singkat, kretek bisa diterima oleh hampir semua masyarakat Indonesia. Temuan kretek menjelaskan sejumlah proses adaptif membawa semangat perlawanan dalam semangat berdikari terhadap tatanan kolonial dan rezim kepengaturan yang telah mapan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Dalam Sejarah Evolusi Budaya Khas Nusantara<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tembakau, satu komoditas yang sampai sekarang menjadi tali kekang rezim pengendalian, datang ke Nusantara bersama gelombang penjajahan, dan dikenalkan dalam logika budidaya industri pada era Tanam Paksa yang paling eksploratif di Hindia Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Adapun cengkeh, tanaman endemik yang semula hanya dijumpai di jazirah Maluku, merupakan titik tikai bangsa-bangsa Eropa sejak abad 16, yang memudar nilai ekonomisnya seiring inovasi penting dan hasraat penguasaan lain dalam era industri.<\/p>\n\n\n\n

Namun berkat temuan kretek pada pengujung abad ke 19 di Kudus, daerah pinggiran utara Pulau Jawa, cengkeh kembali melambung sebagai tanaman primadona. Begitupula dengan tembakau, awalnya hanya dikuasai dan dimiliki perkebunan swasta, berkembang meluas dan menjadi perkebunan rakyat. <\/p>\n\n\n\n

Dalam sudut pandang ekonomi-politik, dari bentangan peristiwa penting dalam sejarah itu, melewati krisis dan perang maupun perubahan struktural, industri kretek telah mampu menyerap jutaan pekerja sekaligus menyumbang triliunan rupiah bagi pendapatan negara.<\/p>\n\n\n\n

Bahwa benda yang takkan terpikirkan sebelumnya, semulai sebagai obat, lalu berkembang dari kerajinan tangan ke industri rumahan dan pabrikan, akan menyimpan sejarah panjang. Sejarah itu bernama penaklukan yang tersublimasi di dalamnya benih sentimen kolonial, kreatifitas dan usaha-usaha mengakses kapital, simbol industri nasional yang bersumber pada kekayaan Nusantara, dan nilai-nilai yang tertanam pada tradisi dan prilaku keseharian.<\/p>\n\n\n\n

Kretek sampai hari ini masih menjadi bagian dari komoditas besar yang menghidupkan sumbu-sumbu ekonomi di Indonesia. Barangkali sudah banyak yang menulis lewat riset dan penelitian bagaimana industri ini lahir, tumbuh dan berkembang dan bertahan sampai sekarang. Namun coba tengok novel \"Sang Raja\" karya Iksaka Banu. Lewat buku ini Iksaka Banu bercerita tentang sejarah kretek awal sampai menjadi industri yang cukup besar di masa kolonial dengan pendekatan sastra.
<\/p>\n\n\n\n

Novel ini dibuka dengan adegan pemakaman Nitisemito yang dihadiri ribuan masyarakat, para pejabat serta koleganya di usaha kretek. Kemudian cerita dikemas dengan flashback dua tokoh utamanya yang bekerja di Pabrik Bal Tiga di Kudus. Dua tokoh utama ini merepukan pegawai berbeda kebangsaan di Perusahaaan. Wirosoeseno yang asli Jawa dan Filipus Rechterhand adalah seorang Belanda totok yang lahir di Hindia Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Yang manjadi hal luar biasa di masa itu, ketika warga pribumi dianggap warga kelas tiga dan bekerja pada orang-orang Belanda, Nitisemito justru mempekerjakan orang Belanda. Betapa sebuah anomali di era kolonial seorang keturunan koloni justru malah bekerja di perusahaan milik pribumi.<\/p>\n\n\n\n

Lewat buku ini Iksaka Banu becerita Industri rokok kretek di Indonesia telah mengalami sejarah yang panjang. Sejarah mencatat industi rokok khas Indonesia ini lahir lewat tangan dingin Nitisemito yang didirikan pada tahun 1914. Nitisemito merintis bisnis rokok kretek yang saat itu hanya industri rumah tangga menjadi industri berskala besar yang mempekerjakan ribuan karyawan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Adalah Pusaka Budaya Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Di paruh pertama abad ke 20 rokok Tjap Bal Tiga produksi NV. Nitisemo begitu terkenal sehingga Ratu Belanda Wilhemina menjuluki Nitisemito sebagai De Kretek Konning (Raja Kretek). Tidak berlebihan karena di tahun 1938 Kretek Tjap Bal Tiga telah mempekerjakan 10.000 buruh linting dengan produksi 10 juta batang rokok per hari dengan pangsa pasar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Singapura, hingga ke negeri Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Nitisemito bersama pabrik kreteknya Tjap Bal Tiga adalah orang pertama yang memasarkan rokok dalam kemasan bermerk. Bisa dikatakan bahwa pabrik rokok NV. Nitisemito adalah pelopor industri rokok kretek pertama di Kudus yang dikelola dan dipasarkan secara modern.<\/p>\n\n\n\n

Kreativitas advertasi dan promosi industri kretek juga ternyata menyimpan sejarah panjang sampai sekarang. Dalam hal pemasaran, NV. Nitisemito juga melakukan strategi yang kreatif dan fenomenal. Industri kretek ini menyewa pesawat Fokker seharga f 200,- untuk menyebarkan pamflet iklan rokok Tjap Bal Tiga di langit Bandung dan Jakarta dan menggunakan mobil promosi khusus. Selain itu pemasarannnya juga dilakukan melalui\u00a0 siaran radio, mendirikan gedung bioskop di Kudus dan\u00a0 menjadi salah satu sponsor bagi film\u00a0Panggilan Darah\u00a0yang sukses di pasaran.<\/p>\n\n\n\n

Selain kisah tentang Wiroesoeseno dan Filipus, Iksaka Banu juga menarasikan sejarah rokok kretek, proses produksi rokok kretek, dan lintasan perisitiwa sejarah Indonesia. Kisah dalam novel ini dibalut dengan berbagai peristiwa sejarah dan persoalan-persoalan kolonialisme, identitas, hingga gerakan organisasi kemerdekaan seperti Serikat Islam dan Muhamadiyah yang konon memiliki keterkaitan dengan Sang Raja Kretek.
<\/p>\n","post_title":"Sang Raja Kretek di Era Kolonial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sang-raja-kretek-di-era-kolonial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-15 08:49:45","post_modified_gmt":"2019-10-15 01:49:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6151","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6132,"post_author":"883","post_date":"2019-10-09 09:35:17","post_date_gmt":"2019-10-09 02:35:17","post_content":"\n

Bapak Fahmi Idris selaku Dirut BPJS Kesehatan yang terhormat, baru-baru ini di media, anda mengeluarkan statement \u201cBeli rokok Rp8 ribu sehari masih bisa, tapi kok menyisihkan Rp5 ribu per hari kok tidak ada kesadaran\u201d. Statement anda membuat saya selaku perokok yang telah membantu menambal defisit BPJS Kesehatan merasa marah dan sangat tersinggung.
<\/p>\n\n\n\n

Perokok selama ini selalu menjadi kambing hitam bagi bobroknya pengelolaan BPJS Kesehatan. Perokok pernah dituduh sebagai penyebab utama defisit anggaran BPJS, alasannya beban biaya kesehatan untuk mengobati penyakit dengan faktor risiko rokok terus membengkak setiap tahun. 
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan tersebut jelas-jelas mensimplifikasi penyebab defisitnya anggaran BPJS Kesehatan. Padahal banyak hal lain, seperti adanya kecurangan dari pihak Rumah Sakit dalam klaim tagihan kepada BPJS Kesehatan, tidak becusnya BPJS menagih iuran, besarnya operasional internal BPJS, hingga hitung-hitungan besaran iuran peserta BPJS yang sejak awal bermasalah.
<\/p>\n\n\n\n

Indonesia Corruption Watch (ICW) pernah merilis temuan kecurangan dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). ICW bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil di 15 provinsi menemukan ada 49 kecurangan selama Maret-Agustus 2017 dalam program JKN, khususnya yang menyangkut penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Pada saat itu ICW bersama jaringan organisasi masyarakat sipil di daerah melakukan pemantauan terhadap sekitar 60 fasilitas kesehatan, yaitu 19 rumah sakit umum, 15 rumah sakit swasta, dan 26 puskesmas.
<\/p>\n\n\n\n

BPJS Watch juga pernah menyatakan bahwa defisit BPJS Kesehatan disumbang oleh sistem klaim dari rumah sakit yang menggunakan aplikasi Indonesia Case Base Groups (Inasibijis). Sistem ini disebutnya membuka celah rumah sakit untuk melakukan kecurangan (fraud), sehingga klaim yang dibayar BPJS Kesehatan membengkak.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas satu, sewaktu saya berobat rawat inap, pihak RS selalu beralasan kamar inap kelas satu penuh, padahal di saat yang bersamaan ada orang yang mendapatkan kamar inap kelas satu melalui asuransi swasta atau jalur mandiri. Pihak RS tentu nantinya akan mengklaim tagihan kepada pihak BPJS untuk fasilitas kelas satu. Kecurangan ini bukan hanya terjadi pada saya, tapi juga dialami oleh banyak peserta BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris yang terhormat, setelah kami perokok dituding sebagai penyebab defisit BPJS Kesehatan, kini melalui statement anda, perokok kembali dikait-kaitkan dengan persoalan kenaikan iuran BPJS. 
<\/p>\n\n\n\n

Asal anda tahu persoalan kenaikan iuran ini membuat murka rakyat Indonesia. Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin. 
<\/p>\n\n\n\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Bila ada yang bertanya mengapa kita mesti berterimakasih kepada kretek, sebab kretek adalah benda budaya, yang memiliki kekhususan kultural dan historis, bertumpu pada kemandirian dan kreatifitas, hingga menjadi produk unggulan anak bangsa, sampai menjadi produk unggulan Nusantara.<\/p>\n\n\n\n

Titik temunya pada praktik dan kebiasaan orang Asia Tenggara dan Malenesia yang mengunyah buah pinang dan daun sirih selama ribuan tahun. Sehingga, lewat cara yang unik dan dalam tempo yang cukup singkat, kretek bisa diterima oleh hampir semua masyarakat Indonesia. Temuan kretek menjelaskan sejumlah proses adaptif membawa semangat perlawanan dalam semangat berdikari terhadap tatanan kolonial dan rezim kepengaturan yang telah mapan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Dalam Sejarah Evolusi Budaya Khas Nusantara<\/a><\/p>\n\n\n\n

Tembakau, satu komoditas yang sampai sekarang menjadi tali kekang rezim pengendalian, datang ke Nusantara bersama gelombang penjajahan, dan dikenalkan dalam logika budidaya industri pada era Tanam Paksa yang paling eksploratif di Hindia Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Adapun cengkeh, tanaman endemik yang semula hanya dijumpai di jazirah Maluku, merupakan titik tikai bangsa-bangsa Eropa sejak abad 16, yang memudar nilai ekonomisnya seiring inovasi penting dan hasraat penguasaan lain dalam era industri.<\/p>\n\n\n\n

Namun berkat temuan kretek pada pengujung abad ke 19 di Kudus, daerah pinggiran utara Pulau Jawa, cengkeh kembali melambung sebagai tanaman primadona. Begitupula dengan tembakau, awalnya hanya dikuasai dan dimiliki perkebunan swasta, berkembang meluas dan menjadi perkebunan rakyat. <\/p>\n\n\n\n

Dalam sudut pandang ekonomi-politik, dari bentangan peristiwa penting dalam sejarah itu, melewati krisis dan perang maupun perubahan struktural, industri kretek telah mampu menyerap jutaan pekerja sekaligus menyumbang triliunan rupiah bagi pendapatan negara.<\/p>\n\n\n\n

Bahwa benda yang takkan terpikirkan sebelumnya, semulai sebagai obat, lalu berkembang dari kerajinan tangan ke industri rumahan dan pabrikan, akan menyimpan sejarah panjang. Sejarah itu bernama penaklukan yang tersublimasi di dalamnya benih sentimen kolonial, kreatifitas dan usaha-usaha mengakses kapital, simbol industri nasional yang bersumber pada kekayaan Nusantara, dan nilai-nilai yang tertanam pada tradisi dan prilaku keseharian.<\/p>\n\n\n\n

Kretek sampai hari ini masih menjadi bagian dari komoditas besar yang menghidupkan sumbu-sumbu ekonomi di Indonesia. Barangkali sudah banyak yang menulis lewat riset dan penelitian bagaimana industri ini lahir, tumbuh dan berkembang dan bertahan sampai sekarang. Namun coba tengok novel \"Sang Raja\" karya Iksaka Banu. Lewat buku ini Iksaka Banu bercerita tentang sejarah kretek awal sampai menjadi industri yang cukup besar di masa kolonial dengan pendekatan sastra.
<\/p>\n\n\n\n

Novel ini dibuka dengan adegan pemakaman Nitisemito yang dihadiri ribuan masyarakat, para pejabat serta koleganya di usaha kretek. Kemudian cerita dikemas dengan flashback dua tokoh utamanya yang bekerja di Pabrik Bal Tiga di Kudus. Dua tokoh utama ini merepukan pegawai berbeda kebangsaan di Perusahaaan. Wirosoeseno yang asli Jawa dan Filipus Rechterhand adalah seorang Belanda totok yang lahir di Hindia Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Yang manjadi hal luar biasa di masa itu, ketika warga pribumi dianggap warga kelas tiga dan bekerja pada orang-orang Belanda, Nitisemito justru mempekerjakan orang Belanda. Betapa sebuah anomali di era kolonial seorang keturunan koloni justru malah bekerja di perusahaan milik pribumi.<\/p>\n\n\n\n

Lewat buku ini Iksaka Banu becerita Industri rokok kretek di Indonesia telah mengalami sejarah yang panjang. Sejarah mencatat industi rokok khas Indonesia ini lahir lewat tangan dingin Nitisemito yang didirikan pada tahun 1914. Nitisemito merintis bisnis rokok kretek yang saat itu hanya industri rumah tangga menjadi industri berskala besar yang mempekerjakan ribuan karyawan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Adalah Pusaka Budaya Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Di paruh pertama abad ke 20 rokok Tjap Bal Tiga produksi NV. Nitisemo begitu terkenal sehingga Ratu Belanda Wilhemina menjuluki Nitisemito sebagai De Kretek Konning (Raja Kretek). Tidak berlebihan karena di tahun 1938 Kretek Tjap Bal Tiga telah mempekerjakan 10.000 buruh linting dengan produksi 10 juta batang rokok per hari dengan pangsa pasar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Singapura, hingga ke negeri Belanda. <\/p>\n\n\n\n

Nitisemito bersama pabrik kreteknya Tjap Bal Tiga adalah orang pertama yang memasarkan rokok dalam kemasan bermerk. Bisa dikatakan bahwa pabrik rokok NV. Nitisemito adalah pelopor industri rokok kretek pertama di Kudus yang dikelola dan dipasarkan secara modern.<\/p>\n\n\n\n

Kreativitas advertasi dan promosi industri kretek juga ternyata menyimpan sejarah panjang sampai sekarang. Dalam hal pemasaran, NV. Nitisemito juga melakukan strategi yang kreatif dan fenomenal. Industri kretek ini menyewa pesawat Fokker seharga f 200,- untuk menyebarkan pamflet iklan rokok Tjap Bal Tiga di langit Bandung dan Jakarta dan menggunakan mobil promosi khusus. Selain itu pemasarannnya juga dilakukan melalui\u00a0 siaran radio, mendirikan gedung bioskop di Kudus dan\u00a0 menjadi salah satu sponsor bagi film\u00a0Panggilan Darah\u00a0yang sukses di pasaran.<\/p>\n\n\n\n

Selain kisah tentang Wiroesoeseno dan Filipus, Iksaka Banu juga menarasikan sejarah rokok kretek, proses produksi rokok kretek, dan lintasan perisitiwa sejarah Indonesia. Kisah dalam novel ini dibalut dengan berbagai peristiwa sejarah dan persoalan-persoalan kolonialisme, identitas, hingga gerakan organisasi kemerdekaan seperti Serikat Islam dan Muhamadiyah yang konon memiliki keterkaitan dengan Sang Raja Kretek.
<\/p>\n","post_title":"Sang Raja Kretek di Era Kolonial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sang-raja-kretek-di-era-kolonial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-15 08:49:45","post_modified_gmt":"2019-10-15 01:49:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6151","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6132,"post_author":"883","post_date":"2019-10-09 09:35:17","post_date_gmt":"2019-10-09 02:35:17","post_content":"\n

Bapak Fahmi Idris selaku Dirut BPJS Kesehatan yang terhormat, baru-baru ini di media, anda mengeluarkan statement \u201cBeli rokok Rp8 ribu sehari masih bisa, tapi kok menyisihkan Rp5 ribu per hari kok tidak ada kesadaran\u201d. Statement anda membuat saya selaku perokok yang telah membantu menambal defisit BPJS Kesehatan merasa marah dan sangat tersinggung.
<\/p>\n\n\n\n

Perokok selama ini selalu menjadi kambing hitam bagi bobroknya pengelolaan BPJS Kesehatan. Perokok pernah dituduh sebagai penyebab utama defisit anggaran BPJS, alasannya beban biaya kesehatan untuk mengobati penyakit dengan faktor risiko rokok terus membengkak setiap tahun. 
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan tersebut jelas-jelas mensimplifikasi penyebab defisitnya anggaran BPJS Kesehatan. Padahal banyak hal lain, seperti adanya kecurangan dari pihak Rumah Sakit dalam klaim tagihan kepada BPJS Kesehatan, tidak becusnya BPJS menagih iuran, besarnya operasional internal BPJS, hingga hitung-hitungan besaran iuran peserta BPJS yang sejak awal bermasalah.
<\/p>\n\n\n\n

Indonesia Corruption Watch (ICW) pernah merilis temuan kecurangan dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). ICW bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil di 15 provinsi menemukan ada 49 kecurangan selama Maret-Agustus 2017 dalam program JKN, khususnya yang menyangkut penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Pada saat itu ICW bersama jaringan organisasi masyarakat sipil di daerah melakukan pemantauan terhadap sekitar 60 fasilitas kesehatan, yaitu 19 rumah sakit umum, 15 rumah sakit swasta, dan 26 puskesmas.
<\/p>\n\n\n\n

BPJS Watch juga pernah menyatakan bahwa defisit BPJS Kesehatan disumbang oleh sistem klaim dari rumah sakit yang menggunakan aplikasi Indonesia Case Base Groups (Inasibijis). Sistem ini disebutnya membuka celah rumah sakit untuk melakukan kecurangan (fraud), sehingga klaim yang dibayar BPJS Kesehatan membengkak.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Saya merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas satu, sewaktu saya berobat rawat inap, pihak RS selalu beralasan kamar inap kelas satu penuh, padahal di saat yang bersamaan ada orang yang mendapatkan kamar inap kelas satu melalui asuransi swasta atau jalur mandiri. Pihak RS tentu nantinya akan mengklaim tagihan kepada pihak BPJS untuk fasilitas kelas satu. Kecurangan ini bukan hanya terjadi pada saya, tapi juga dialami oleh banyak peserta BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris yang terhormat, setelah kami perokok dituding sebagai penyebab defisit BPJS Kesehatan, kini melalui statement anda, perokok kembali dikait-kaitkan dengan persoalan kenaikan iuran BPJS. 
<\/p>\n\n\n\n

Asal anda tahu persoalan kenaikan iuran ini membuat murka rakyat Indonesia. Anda yang digaji selangit tidak tahu bagaimana rasanya beban berat yang ditanggung oleh rakyat saat ini. Rakyat sedang mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi berbagai macam kenaikan tarif, mulai dari tarif listrik, parkir, transportasi, hingga rokok sebagai barang konsumsi kami yang menyelamatkan defisit anggaran BPJS yang anda pimpin. 
<\/p>\n\n\n\n

Anda yang digaji Rp342,56 juta per bulan tidak akan pernah tahu rasanya beban rakyat dalam menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan berbagai tarif lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Wahai bapak Fahmi Idris, tahun depan cukai rokok akan naik hingga 23 persen. Apakah anda tahu bahwa kenaikan cukai rokok itu nantinya akan turut menyehatkan BPJS Kesehatan?\u00a0
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Saya sebagai perokok membayar dua kali lebih banyak untuk BPJS. Saya membayar iuran BPJS sebagai peserta dan membayar cukai serta PDRD (Pendapatan Daerah Retribusi Daerah) yang ada dalam komponen sebatang rokok yang nantinya dialokasikan untuk BPJS.
<\/p>\n\n\n\n

Sebagai rakyat yang baik saya tidak pernah mempersoalkan itu, bahkan dengan sukarela menjalankannya demi terselenggaranya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa anda mengeluarkan statement yang mengaitkan perokok dengan persoalan kenaikan iuran BPJS?
<\/p>\n\n\n\n

Saya marah dan tersinggung dengan statement anda. Begitu juga dengan para perokok lainnya. Melalui surat terbuka ini saya meminta anda untuk tidak terus-menerus memberikan tendensi kepada perokok dan meminta maaf atas statement yang telah anda lontarkan di berbagai media.
<\/p>\n","post_title":"Surat Terbuka untuk Dirut BPJS Kesehatan: Perokok Bukan Kambing Hitam Atas Bobroknya BPJS Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"surat-terbuka-untuk-dirut-bpjs-kesehatan-perokok-bukan-kambing-hitam-atas-bobroknya-bpjs-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-09 09:35:25","post_modified_gmt":"2019-10-09 02:35:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6132","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6042,"post_author":"883","post_date":"2019-09-06 09:08:22","post_date_gmt":"2019-09-06 02:08:22","post_content":"\n

Tarif cukai tahun depan dipastikan naik. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan kenaikan tarif cukai di atas 10 persen. Usulan kenaikan ini disetujui oleh DPR dengan catatan tidak di atas 8 persen. Sehingga besaran kenaikan tarif cukai tahun depan angkanya masih spekulatif.
<\/p>\n\n\n\n

Kenaikan tarif cukai memang tak bisa dielakkan, apalagi jika negara sedang tidak stabil keuangannya, cukai menjadi lumbung dana segar bagi negara. Sistem pungutan cukai disebut dengan istilah \u201csistem ijon.\u201d Pemerintah bisa menarik pembayaran cukai di depan.
<\/p>\n\n\n\n

Sialnya, meskipun menjadi lumbung dana segar bagi negara, tidak selaras dengan asas keadilan kebijakan bagi Industri Hasil Tembakau. Justru berbagai kebijakannya malah menekan Industri Hasil Tembakau, seperti Perda KTR yang agresif, pembatasan jumlah produksi, pelarangan iklan, hingga yang terbaru ini rencana simplifikasi cukai.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kebijakan Simplifikasi Layer Cukai Adalah Rencana Pembunuhan terhadap Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Lantas bagaimana bisa masuk logika jika Industri Hasil Tembakau ditekan tetapi pemerintah menginginkan industri ini berkontribusi besar secara ekonomi bagi negara. Sungguh tidak masuk akal.
<\/p>\n\n\n\n

Isu kenaikan tarif cukai sebesar dua digit di tahun depan juga membuat pelaku industri menjadi was-was. Pasalnya akibat berbagai kebijakan yang menekan, berdampak kepada kinerja industri yang makin hari makin lesu. 
<\/p>\n\n\n\n

Ketua Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Nielsen, pada bulan April 2018, terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 7%. Padahal tahun-tahun sebelumnya penurunan volume berada di angka 2%.
<\/p>\n\n\n\n

Jumlah pabrik rokok di Indonesia pun setiap tahun mengalami penurunan. Data Bea Cukai menunjukkan, sejak 2011 jumlah pabrik rokok masih ada sebanyak 1.540. Lalu di 2012 menjadi 1.000 pabrik, pada 2013 sebanyak 800 pabrik, di 2014 menjadi sebanyak 700 pabrik, berkurang menjadi 600 pabrik di 2015 dan 2016. Serta di 2017 hanya menjadi 487 pabrik rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Jika volume industri rokok dan jumlah pabrik rokok terus menurun, kenaikan cukai rokok hingga dua digit makin memberatkan Industri Hasil Tembakau. Jika terus terbebani makin banyak pabrik rokok yang bertumbangan.
<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain kenaikan tarif cukai hingga dua digit juga akan membebani konsumen. Kenaikan tarif cukai akan turut mengerek harga rokok di pasaran. Karena pabrikan akan menaikan Harga Jual eceran (HJE) mereka ke konsumen untuk menyiasati kenaikan tarif cukai.
<\/p>\n\n\n\n

Dengan semakin mahalnya harga rokok, sudah pasti konsumsi rokok dalam rumah tangga akan dikurangi, apalagi masyarakat sedang dihadapkan pada masalah daya beli yang terus menurun.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan sejak Desember lalu, optimisme konsumen berada dalam tren menurun. Adapun indeks keyakinan konsumen pada Februari 2019 turun dari 125,5 pada Januari menjadi 125,1.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tarif Cukai SKT Harus Dihapuskan, Demi Keberlangsungan IHT<\/a><\/p>\n\n\n\n

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat terjadi penurunan daya beli buruh dan pembantu rumah tangga selama April 2019. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan penurunan daya beli ini akibat turunnya upah riil buruh tani dan bangunan sebanyak 0,66 persen dan 0,41 persen, sementara daya beli pembantu rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Dari data-data di atas dan fenomena riil penurunan daya beli masyarakat, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok hingga dua digit merupakan sebuah peneluran kebijakan yang tidak bijak.
<\/p>\n\n\n\n

Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) sendiri merekomendasikan agar kenaikan tarif cukai rokok di tahun depan hanya berada di angka 6 persen dengan acuan kondisi Industri Hasil Tembakau dan daya beli masyarakat yang sedang lesu.
<\/p>\n","post_title":"Kenaikan Tarif Cukai Rokok di Atas 10 Persen Adalah Kebijakan Tidak Bijak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kenaikan-tarif-cukai-rokok-di-atas-10-persen-adalah-kebijakan-tidak-bijak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-06 09:08:24","post_modified_gmt":"2019-09-06 02:08:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6042","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6011,"post_author":"883","post_date":"2019-09-02 10:37:19","post_date_gmt":"2019-09-02 03:37:19","post_content":"\n

Baru-baru ini Wali Kota Bogor<\/a> Bima Arya terpilih menjadi pembicara pada The 5th ASEAN Mayors Forum 2019 di Kota Bangkok, Thailand. Bima menyampaikan materi tentang kiprah Bogor dalam melakukan pengendalian tembakau. Keren? Tentu keren, karena cuma itu saja yang dapat dibanggakan oleh Bima Arya.
<\/p>\n\n\n\n

Kota Bogor boleh dibilang sebagai pelopor daerah dalam penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia. Melalui Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR, membuat daerah-daerah lain turut mengeluarkan kebijakan Perda KTR dengan role model Perda tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Ketika Perda KTR Kota Bogor menjadi inspirasi daerah lain ditambah kelompok antirokok yang terus memuja-muji, maka Bima Arya makin agresif menerapkan aturan KTR di daerahnya. Bahkan saking agresifnya sampai-sampai peraturan itu melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada diatasnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menyoal Aturan Kawasan Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah menegaskan Perda KTR Kota Bogor sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun melanggar ketentuan konstitusi, Bima Arya tetap tancap gas seraya tak mengindahkan peringatan dari Kemendagri. Dikarenakan ia mendapatkan dukungan dari kelompok antirokok yang sebenarnya sedang menunggangi Bima Arya untuk kepentingan kampanye mereka.
<\/p>\n\n\n\n

Apakah dengan menggalakkan Perda KTR lantas membuat Kota Bogor tidak memiliki masalah di daerahnya? Kota bogor justru memiliki segudang masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan persoalan tembakau. Hal ini bisa saja diasumsikan bahwa untuk menutupi segudang permasalahan di Kota Bogor, Bima Arya menutupinya dengan menggaungkan keberhasilannya menerapkan kebijakan pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Permasalahan Kota Bogor menurut pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, terdapat tiga hal yang paling mendesak dibereskan yakni penataan ruang kota, pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Cerminan Kedaulatan Ekonomi dan Tradisi Budaya Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Dalam permasalahan penataan ruang kota, masih terjadi praktik obral izin konversi lahan atau tata guna lahan. Lihat saja bagaimana Kota Bogor kini menjelma menjadi kota padat huni, masih terlihat tata ruang kota yang carut-marut. Padahal kota yang dijuluki kota hujan ini seharusnya dapat memiliki ruang terbuka hijau yang banyak, bukan hanya mengandalkan Kebun Raya Bogor saja.
<\/p>\n\n\n\n

Kalau soal pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur, kita semua sepakat bilang kalau Kota Bogor adalah kota yang semrawut dengan kemacetannya. Angkutan umum yang berhenti sembarangan, lalu lintas yang padat serta infrastruktur jalan yang belum bisa dibilang baik.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Lalu soal permasalahan pertumbuhan ekonomi, Kota Bogor memiliki masalah dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan. Berdasarkan data  BPS 2017 angka kemiskinan Kota Bogor berada di angka 7,11 persen atau berada di peringkat ke-7 di Jawa Barat.
<\/p>\n\n\n\n

Ada berapa penduduk miskin di Kota Bogor? Menurut data Komite Pemantau Legislatif (Kopel), pada 2017, Kota Bogor masih memiliki 71,3 ribu warga miskin dari sekitar satu juta lebih penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Bogor hanya mengalami penurunan sekitar satu persen dari tiga tahun sebelumnya.
<\/p>\n\n\n\n

Itu baru tiga permasalahan yang krusial dihadapi oleh Kota Bogor, belum permasalahan-permasalahan lain mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. Maka bukankah menggaungkan keberhasilan Perda KTR Kota Bogor dengan mulut besar Bima Arya tidak berdampak apapun pada pembenahan masalah-masalah yang ada di Kota Bogor?
<\/p>\n\n\n\n

Patutlah kita tunjuk hidung Bima Arya dengan sebutan tong kosong nyaring bunyinya.
<\/p>\n","post_title":"Perda KTR Kebanggaan Bima Arya Hanyalah Tameng Bagi Segudang Permasalahan Kota Bogor","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perda-ktr-kebanggaan-bima-arya-hanyalah-tameng-bagi-segudang-permasalahan-kota-bogor","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-02 10:37:25","post_modified_gmt":"2019-09-02 03:37:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6011","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5996,"post_author":"883","post_date":"2019-08-27 09:33:49","post_date_gmt":"2019-08-27 02:33:49","post_content":"\n

Rokok elektrik lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional menjadi tagline yang digaungkan untuk mendongkrak penjualan rokok elektrik. Padahal untuk bisa membuktikan keabsahan argumentasi tersebut dibutuhkan riset jangka panjang barang 5 sampai 10 tahun. Alhasil kini tagline tersebut menjadi blunder, karena faktanya berkata lain.
<\/p>\n\n\n\n

Riset-riset termutakhir mengenai dampak rokok elektrik terhadap kesehatan mulai bermunculan, hasilnya tak ada yang positif, rokok elektrik dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. 
<\/p>\n\n\n\n

Dari para peneliti Harvard yang meneliti mengenai rokok elektrik mengungkapkan bahwa pengguna vape (rokok elektrik) beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai \u2018popcorn lung\u2019. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas diperkuat dengan hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.
<\/p>\n\n\n\n

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

\u201cBahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,\u201d tutur seorang peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita seperti dilansir laman Daily Mail.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS) kini menguak fakta bahwa sebanyak 16 negara bagian di AS dilaporkan memiliki 153 kasus serius yang berkaitan dengan konsumsi rokok elektrik. Ratusan kasus itu meliputi penyakit paru dan infeksi pernapasan dalam dua tahun kebelakang.
<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data Badan Preventif dan Pengawasan Penyakit AS (CDC), semua kasus itu terjadi pada masyarakat yang menggunakan vape atau cairan nikotin dan ganja. Kebanyakan pasien adalah remaja atau pemuda 20-an tahun.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan bahkan sampai menelan korban jiwa. The Verge melaporkan, terdapat seorang pasien meninggal karena penyakit paru yang misterius. Pasien itu adalah satu dari 193 orang konsumen rokok elektrik yang memiliki gejala serupa pada kurun 28 Juni hingga saat ini.
<\/p>\n\n\n\n

Dikutip dari pemberitaan Beritagar.id, di negara bagian Illionis yang jumlah pasien pengguna vape meningkat dua kali lipat hingga pekan lalu. Hingga Jumat (23\/8), ada 22 orang yang dirawat di rumah sakit, kasus 12 pasien di antaranya ditinjau dengan saksama.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik<\/a><\/p>\n\n\n\n

\"Melihat parahnya penyakit orang-orang itu menghadirkan alarm dan kami harus memberi peringatan bahwa pemakaian rokok elektrik dan vape bisa berbahaya,\" ujar Ngozi Ezike, Kepala Dinas Kesehatan Illonis, dalam pernyataan resminya.
<\/p>\n\n\n\n

Sementara di Payson, Utah, pemuda 20 tahun Alexander Mitchell divonis sekarat dan harus hidup dengan dua mesin untuk membantu pernapasannya. Sang ayah, Daniel Mitchell, mengatakan anaknya adalah penggiat hiking, tapi hanya dalam sekitar dua hari berubah dari sakit menjadi sekarat.
<\/p>\n\n\n\n

Sang dokter menuduh rokok elektrik sebagai penyebab ketika hasil tes terhadap bakteri radang paru (pneumonia) dan indikasi penyakit lain ternyata negatif. Namun satu tes lainnya menunjukkan hasil tak lazim.
<\/p>\n\n\n\n

Tes memperlihatkan ada bukti sel imun abnormal di paru-parunya dan ini cukup langka. Gejala pneumonia yang biasanya ada pada pasien orang uzur terlihat terkontaminasi kandungan mineral cair.
<\/p>\n\n\n\n

Dokter menyatakan paru-paru Alexander gagal bekerja karena sindrom pernapasan akut. Sedangkan orang tuanya menyebut putranya memang pengguna rokok elektrik.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok elektrik atau vape bekerja dengan memanaskan tembakau cair dan sejumlah cairan lain, termasuk cairan aroma. Namun, kata para ahli, hasil pemanasan justru menghasilkan zat beracun, termasuk unsur logam dan kimia.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Kini, CDC mendesak para dokter untuk melaporkan tuduhan mereka kepada dinas kesehatan setempat. Sementara Badan Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) sedang mengumpulkan semua informasi penyakit yang terkait dengan rokok elektrik dan vape.
<\/p>\n\n\n\n

Melihat fenomena bahayanya mengonsumsi rokok elektrik dari kacamata riset kesehatan dan pengalaman korban, sungguh miris rasanya jika kampanye \u2018lebih sehat\u2019 masih dihembus-hembuskan kepada masyarakat. Apalagi baru-baru ini salah satu produsen rokok elektrik terbesar di dunia, Juul, dengan mudahnya masuk ke Indonesia, jargonnya pun tetap sama \u201crokok elektrik lebih menyehatkan\u201d.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah seharusnya mulai serius dalam menyikapi ini, karena geliat promosi rokok elektrik di Indonesia sedang gencar-gencarnya. Negara kita tidak boleh longgar dengan pendatang yang membawa ancaman kematian bagi warga negara.
<\/p>\n\n\n\n

Terlebih lagi Indonesia memiliki produk khas hasil tembakau bernama kretek yang telah diuji selama ratusan tahun sebagai produk yang aman dikonsumsi bagi masyarakat. Kretek sangat berbeda dengan rokok elektrik, kandungan kretek sangatlah alami dari daun tembakau dan campuran cengkeh, bukan hasil ekstraksi berupa cairan nikotin. 
<\/p>\n\n\n\n

Sudah waktunya tagline rokok elektrik lebih sehat ketimbang rokok konvensional kita teriaki sebagai jargon pembual semata.
<\/h3>\n","post_title":"Terkuak, Rokok Elektrik Berbahaya bagi Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"terkuak-rokok-elektrik-berbahaya-bagi-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-27 09:33:57","post_modified_gmt":"2019-08-27 02:33:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5996","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5967,"post_author":"883","post_date":"2019-08-17 06:43:58","post_date_gmt":"2019-08-16 23:43:58","post_content":"\n

Memaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggelar berbagai macam perlombaan maupun kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan perayaan kemerdekaan. Di sektor pertembakauan, hari kemerdekaan berbarengan dengan masa panen tembakau di berbagai wilayah sentra penghasil tembakau. Ya, panen tembakau merupakan bagian dari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n

Panen tembakau tahun ini secara umum bisa dibilang sukses, bahkan diproyeksikan tumbuh dari tahun lalu. Dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memproyeksikan produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton.<\/p>\n\n\n\n

Jika produksi tembakau meningkat, maka serapan tembakau lokal oleh industri rokok besar juga akan mengalami peningkatan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno hanya 20%-25% dari hasil produksi tembakau yang sesuai dengan klasifikasi pabrik rokok besar. Adapun prediksi serapan tembakau domestik oleh pabrik rokok besar akan menjadi sekitar 40.000\u201450.000 ton pada tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Hari kemerdekaan tahun ini akan menjadi berkah tersendiri bagi para petani tembakau, musim panen dirayakan dengan sukacita. Sama halnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan, para petani tembakau juga melewati rangkaian perjuangan dari mulai menanam, merawat, hingga tiba saat yang paling membahagiakan, yaitu musim panen.<\/p>\n\n\n\n

Proses perjuangan menanam tembakau bisa dilihat dari potret pertanian tembakau di Kabupaten Temanggung, pembenihan bibit tembakau mulai berlangsung sejak bulan Februari hingga bulan April. Kemudian pada bulan April bibit-bibit tembakau tersebut dipindahkan ke ladang-ladang tembakau yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n

Selama proses pembenihan bibit ini, pengontrolan harus maksimal dilakukan. Pemberian pupuk, penyiraman dengan air, dan seleksi serta memeriksa perkembangan bibit mesti rutin dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Bibit yang berkualitas akan muncul dalam satu hingga satu setengah bulan usai pembenihan dengan ciri-ciri akar serabut yang banyak, batang dan percabangan yang kokoh, dan sudah tumbuh daun-daun tembakau dalam jumlah yang cukup banyak. Bibit dengan kondisi seperti inilah yang bisa digunakan. Selanjutnya, pada bulan April kelak, masa pembibitan usai dan proses penanaman tembakau di ladang dimulai untuk wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah melewati masa perjuangan menanam tembakau, tentu masa panen menjadi euforia kemerdekaan bagi petani tembakau, puncak euforia kemerdekannya adalah ketika hasil panen tembakau para petani dibeli dengan harga tinggi oleh pabrikan. Momentum jual-beli tembakau ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani. Sebab mereka akan memetik hasil yang setimpal dengan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Tapi juga kemerdekaan ditentukan dari proses perjuangan para petani, jika perjuangan ketika menanam dan merawatnya dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan tembakau berkualitas menjadi hasil panen yang dipetik.<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir agar perayaan kemerdekaan para petani tembakau menjadi paripurna, tentu pemerintah harus melek dengan kondisi sektor pertembakauan nasional. Kebijakan-kebijakan kontraproduktif di sektor pertembakauan jangan lagi ditelurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan pembatasan sampai pelarangan hak merokok bagi konsumen, kenaikan cukai yang tinggi, simplifikasi cukai hingga pembatasan produksi produk hasil tembakau. <\/p>\n\n\n\n

Di hari kemerdekaan ini mari kita dukung suka cita para petani tembakau dalam memanen tembakau mereka. Hidup petani tembakau! Hidup kretek! Merdeka!<\/p>\n","post_title":"Memanen Tembakau, Merayakan Kemerdekaan Petani Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"memanen-tembakau-merayakan-kemerdekaan-petani-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-17 06:44:07","post_modified_gmt":"2019-08-16 23:44:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5967","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":10},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};