Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n
Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n
Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n
Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n
Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n
Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n
Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n
Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n
Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n
Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n
Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n
Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n
Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n
Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n
Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n
Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n
Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n
Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n
Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n
Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n
Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian,\nklub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta\nteratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto\ndi Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka\nyaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di\nSerie A.<\/p>\n\n\n\n
Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n
Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n
Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n
Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n
Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n
Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Satu langkah jitu diambil oleh pemilik dari PT Djarum, Robert\nBudi Hartono dan Bambang Hartono. Ambisi mereka memajukan dunia olahraga di\ntanah air kembali diwujudkan kali ini dengan membeli klub kasta ketiga di liga sepak\nbola Italia, Como 1907. Kabarnya, uang sebesar 5 milyar digelontorkan oleh dua\nmiliarder di tanah air tersebut untuk membeli klub berjuluk I Lariani itu. Memang\nbukan klub teras di tanah negeri pizza, namun Bos PT Djarum membeli klub\ntersebut sebagai wadah candradimuka bibit unggul pesepakbola top di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n
Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian,\nklub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta\nteratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto\ndi Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka\nyaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di\nSerie A.<\/p>\n\n\n\n
Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n
Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n
Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n
Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n
Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n
Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Lagi-lagi dengan gayanya yang angkuh saat ditanyai oleh Deddy Corbuzier, Reza Arap menjawab bahwa dengan format seperti itu saja, dirinya sudah mendapatkan 945 subscriber dan hanya dalam kurun waktu kurang lebih setahun. Bahkan ketika tampil bukan di akunnya sendiri, Reza Arap juga cukup memberi viewers yang lumayan. Total ada 13,7 juta viewers yang menonton tiga video podcast antara Deddie Corbuzier dan Reza Arap, hats off!
<\/p>\n","post_title":"Reza Arap Oktovian, Sang Smokers Tampan Idaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"reza-arap-oktovian-sang-smokers-tampan-idaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-28 08:20:52","post_modified_gmt":"2019-10-28 01:20:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6181","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6165,"post_author":"919","post_date":"2019-10-20 11:30:53","post_date_gmt":"2019-10-20 04:30:53","post_content":"\n
Satu langkah jitu diambil oleh pemilik dari PT Djarum, Robert\nBudi Hartono dan Bambang Hartono. Ambisi mereka memajukan dunia olahraga di\ntanah air kembali diwujudkan kali ini dengan membeli klub kasta ketiga di liga sepak\nbola Italia, Como 1907. Kabarnya, uang sebesar 5 milyar digelontorkan oleh dua\nmiliarder di tanah air tersebut untuk membeli klub berjuluk I Lariani itu. Memang\nbukan klub teras di tanah negeri pizza, namun Bos PT Djarum membeli klub\ntersebut sebagai wadah candradimuka bibit unggul pesepakbola top di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n
Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian,\nklub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta\nteratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto\ndi Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka\nyaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di\nSerie A.<\/p>\n\n\n\n
Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n
Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n
Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n
Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n
Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n
Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Sejatinya Reza Arap tak akan pernah bisa untuk lepas dari youtube. Walau youtube lamanya sudah diberikan kepada sebuah yayasan, namun ia akhirnya membuat ulang akun youtube barunya. Terlahir kembali dari kematian, seperti mati suri yang pernah ia alami. Kehidupan barunya di youtube ini agak unik, seperti melawan format para youtuber saat ini yang haus akan eksistensi, ia melawannya dengan caranya sendiri. Judul yang aneh dan semaunya dan formatnya liva streaming, jika pun ada bukan live streaming maka modelnya pun tak seperti pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n
Lagi-lagi dengan gayanya yang angkuh saat ditanyai oleh Deddy Corbuzier, Reza Arap menjawab bahwa dengan format seperti itu saja, dirinya sudah mendapatkan 945 subscriber dan hanya dalam kurun waktu kurang lebih setahun. Bahkan ketika tampil bukan di akunnya sendiri, Reza Arap juga cukup memberi viewers yang lumayan. Total ada 13,7 juta viewers yang menonton tiga video podcast antara Deddie Corbuzier dan Reza Arap, hats off!
<\/p>\n","post_title":"Reza Arap Oktovian, Sang Smokers Tampan Idaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"reza-arap-oktovian-sang-smokers-tampan-idaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-28 08:20:52","post_modified_gmt":"2019-10-28 01:20:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6181","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6165,"post_author":"919","post_date":"2019-10-20 11:30:53","post_date_gmt":"2019-10-20 04:30:53","post_content":"\n
Satu langkah jitu diambil oleh pemilik dari PT Djarum, Robert\nBudi Hartono dan Bambang Hartono. Ambisi mereka memajukan dunia olahraga di\ntanah air kembali diwujudkan kali ini dengan membeli klub kasta ketiga di liga sepak\nbola Italia, Como 1907. Kabarnya, uang sebesar 5 milyar digelontorkan oleh dua\nmiliarder di tanah air tersebut untuk membeli klub berjuluk I Lariani itu. Memang\nbukan klub teras di tanah negeri pizza, namun Bos PT Djarum membeli klub\ntersebut sebagai wadah candradimuka bibit unggul pesepakbola top di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n
Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian,\nklub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta\nteratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto\ndi Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka\nyaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di\nSerie A.<\/p>\n\n\n\n
Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n
Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n
Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n
Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n
Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n
Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n Sejatinya Reza Arap tak akan pernah bisa untuk lepas dari youtube. Walau youtube lamanya sudah diberikan kepada sebuah yayasan, namun ia akhirnya membuat ulang akun youtube barunya. Terlahir kembali dari kematian, seperti mati suri yang pernah ia alami. Kehidupan barunya di youtube ini agak unik, seperti melawan format para youtuber saat ini yang haus akan eksistensi, ia melawannya dengan caranya sendiri. Judul yang aneh dan semaunya dan formatnya liva streaming, jika pun ada bukan live streaming maka modelnya pun tak seperti pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n Lagi-lagi dengan gayanya yang angkuh saat ditanyai oleh Deddy Corbuzier, Reza Arap menjawab bahwa dengan format seperti itu saja, dirinya sudah mendapatkan 945 subscriber dan hanya dalam kurun waktu kurang lebih setahun. Bahkan ketika tampil bukan di akunnya sendiri, Reza Arap juga cukup memberi viewers yang lumayan. Total ada 13,7 juta viewers yang menonton tiga video podcast antara Deddie Corbuzier dan Reza Arap, hats off! Satu langkah jitu diambil oleh pemilik dari PT Djarum, Robert\nBudi Hartono dan Bambang Hartono. Ambisi mereka memajukan dunia olahraga di\ntanah air kembali diwujudkan kali ini dengan membeli klub kasta ketiga di liga sepak\nbola Italia, Como 1907. Kabarnya, uang sebesar 5 milyar digelontorkan oleh dua\nmiliarder di tanah air tersebut untuk membeli klub berjuluk I Lariani itu. Memang\nbukan klub teras di tanah negeri pizza, namun Bos PT Djarum membeli klub\ntersebut sebagai wadah candradimuka bibit unggul pesepakbola top di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian,\nklub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta\nteratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto\ndi Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka\nyaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di\nSerie A.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Kembali soal paragraf pertama soal potensi diri, Reza Arap adalah orang yang mampu memaksimalkan segala potensi dalam dirinya, beruntunglah dia. Dia termasuk handal dalam bermain game, ketika industri game sedang tumbuh, ia cukup jeli juga membaca peluang dan terjun dalam industri tersebut. Reza Arap juga seorang entertain, di dunia hiburan ia juga sukses mengelola tempat hiburan dunia malam. Tak selesai di situ, ia kini juga merambah ke dunia musik, meski froyonian menelanjangi habis-habisan Reza Arap yang tak pandai bermusik, tapi dirinya tetap sukses pula dari dunia barunya tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n Sejatinya Reza Arap tak akan pernah bisa untuk lepas dari youtube. Walau youtube lamanya sudah diberikan kepada sebuah yayasan, namun ia akhirnya membuat ulang akun youtube barunya. Terlahir kembali dari kematian, seperti mati suri yang pernah ia alami. Kehidupan barunya di youtube ini agak unik, seperti melawan format para youtuber saat ini yang haus akan eksistensi, ia melawannya dengan caranya sendiri. Judul yang aneh dan semaunya dan formatnya liva streaming, jika pun ada bukan live streaming maka modelnya pun tak seperti pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n Lagi-lagi dengan gayanya yang angkuh saat ditanyai oleh Deddy Corbuzier, Reza Arap menjawab bahwa dengan format seperti itu saja, dirinya sudah mendapatkan 945 subscriber dan hanya dalam kurun waktu kurang lebih setahun. Bahkan ketika tampil bukan di akunnya sendiri, Reza Arap juga cukup memberi viewers yang lumayan. Total ada 13,7 juta viewers yang menonton tiga video podcast antara Deddie Corbuzier dan Reza Arap, hats off! Satu langkah jitu diambil oleh pemilik dari PT Djarum, Robert\nBudi Hartono dan Bambang Hartono. Ambisi mereka memajukan dunia olahraga di\ntanah air kembali diwujudkan kali ini dengan membeli klub kasta ketiga di liga sepak\nbola Italia, Como 1907. Kabarnya, uang sebesar 5 milyar digelontorkan oleh dua\nmiliarder di tanah air tersebut untuk membeli klub berjuluk I Lariani itu. Memang\nbukan klub teras di tanah negeri pizza, namun Bos PT Djarum membeli klub\ntersebut sebagai wadah candradimuka bibit unggul pesepakbola top di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian,\nklub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta\nteratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto\ndi Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka\nyaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di\nSerie A.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Tentu babak Reza Arap selanjutnya adalah menutup akun youtubenya yang sudah memberinya nafkah yang luar biasa, dia membakar segala peralatan dan penghargaan dari youtube. Lalu puncaknya adalah dirinya kemudian membuka kembali akun youtubenya dan diberikan kepada salah satu yayasan yang bergerak mengurus anak penderita kanker. Plok, plok, plok, exposure dia dapatkan, pahala ia raih. Satu hal yang membuat Reza Arap memenangkan pertarungannya dengan semua haters yang melawan dirinya.<\/p>\n\n\n\n Kembali soal paragraf pertama soal potensi diri, Reza Arap adalah orang yang mampu memaksimalkan segala potensi dalam dirinya, beruntunglah dia. Dia termasuk handal dalam bermain game, ketika industri game sedang tumbuh, ia cukup jeli juga membaca peluang dan terjun dalam industri tersebut. Reza Arap juga seorang entertain, di dunia hiburan ia juga sukses mengelola tempat hiburan dunia malam. Tak selesai di situ, ia kini juga merambah ke dunia musik, meski froyonian menelanjangi habis-habisan Reza Arap yang tak pandai bermusik, tapi dirinya tetap sukses pula dari dunia barunya tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n Sejatinya Reza Arap tak akan pernah bisa untuk lepas dari youtube. Walau youtube lamanya sudah diberikan kepada sebuah yayasan, namun ia akhirnya membuat ulang akun youtube barunya. Terlahir kembali dari kematian, seperti mati suri yang pernah ia alami. Kehidupan barunya di youtube ini agak unik, seperti melawan format para youtuber saat ini yang haus akan eksistensi, ia melawannya dengan caranya sendiri. Judul yang aneh dan semaunya dan formatnya liva streaming, jika pun ada bukan live streaming maka modelnya pun tak seperti pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n Lagi-lagi dengan gayanya yang angkuh saat ditanyai oleh Deddy Corbuzier, Reza Arap menjawab bahwa dengan format seperti itu saja, dirinya sudah mendapatkan 945 subscriber dan hanya dalam kurun waktu kurang lebih setahun. Bahkan ketika tampil bukan di akunnya sendiri, Reza Arap juga cukup memberi viewers yang lumayan. Total ada 13,7 juta viewers yang menonton tiga video podcast antara Deddie Corbuzier dan Reza Arap, hats off! Satu langkah jitu diambil oleh pemilik dari PT Djarum, Robert\nBudi Hartono dan Bambang Hartono. Ambisi mereka memajukan dunia olahraga di\ntanah air kembali diwujudkan kali ini dengan membeli klub kasta ketiga di liga sepak\nbola Italia, Como 1907. Kabarnya, uang sebesar 5 milyar digelontorkan oleh dua\nmiliarder di tanah air tersebut untuk membeli klub berjuluk I Lariani itu. Memang\nbukan klub teras di tanah negeri pizza, namun Bos PT Djarum membeli klub\ntersebut sebagai wadah candradimuka bibit unggul pesepakbola top di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian,\nklub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta\nteratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto\ndi Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka\nyaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di\nSerie A.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Sebelum tampil dalam sebuah lagu \u2018Ganteng-ganteng Swag\u2019 bersama Young Lex, Andovi, Jovial, Kemal Palevi, saya sebenarnya tak kenal siapa itu Reza Arap. Justru saya mengenalnya ketika ada konfilik antara dirinya dengan youtuber gaming lainnya, Ericko Lim sehingga konon katanya membuat Reza Arap menutup akun. Pertarungan dua sosok itu menjadi bahan pemberitaan yang luar biasa, Ericko Lim bak ingin menggoyahkan dominasi Reza Arap dalam dunia youtube. Keduanya punya masa dan opini yang tergiring liar, namun Reza Arap memenangkannya (menurut saya) dengan cara yang keren.<\/p>\n\n\n\n Tentu babak Reza Arap selanjutnya adalah menutup akun youtubenya yang sudah memberinya nafkah yang luar biasa, dia membakar segala peralatan dan penghargaan dari youtube. Lalu puncaknya adalah dirinya kemudian membuka kembali akun youtubenya dan diberikan kepada salah satu yayasan yang bergerak mengurus anak penderita kanker. Plok, plok, plok, exposure dia dapatkan, pahala ia raih. Satu hal yang membuat Reza Arap memenangkan pertarungannya dengan semua haters yang melawan dirinya.<\/p>\n\n\n\n Kembali soal paragraf pertama soal potensi diri, Reza Arap adalah orang yang mampu memaksimalkan segala potensi dalam dirinya, beruntunglah dia. Dia termasuk handal dalam bermain game, ketika industri game sedang tumbuh, ia cukup jeli juga membaca peluang dan terjun dalam industri tersebut. Reza Arap juga seorang entertain, di dunia hiburan ia juga sukses mengelola tempat hiburan dunia malam. Tak selesai di situ, ia kini juga merambah ke dunia musik, meski froyonian menelanjangi habis-habisan Reza Arap yang tak pandai bermusik, tapi dirinya tetap sukses pula dari dunia barunya tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n Sejatinya Reza Arap tak akan pernah bisa untuk lepas dari youtube. Walau youtube lamanya sudah diberikan kepada sebuah yayasan, namun ia akhirnya membuat ulang akun youtube barunya. Terlahir kembali dari kematian, seperti mati suri yang pernah ia alami. Kehidupan barunya di youtube ini agak unik, seperti melawan format para youtuber saat ini yang haus akan eksistensi, ia melawannya dengan caranya sendiri. Judul yang aneh dan semaunya dan formatnya liva streaming, jika pun ada bukan live streaming maka modelnya pun tak seperti pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n Lagi-lagi dengan gayanya yang angkuh saat ditanyai oleh Deddy Corbuzier, Reza Arap menjawab bahwa dengan format seperti itu saja, dirinya sudah mendapatkan 945 subscriber dan hanya dalam kurun waktu kurang lebih setahun. Bahkan ketika tampil bukan di akunnya sendiri, Reza Arap juga cukup memberi viewers yang lumayan. Total ada 13,7 juta viewers yang menonton tiga video podcast antara Deddie Corbuzier dan Reza Arap, hats off! Satu langkah jitu diambil oleh pemilik dari PT Djarum, Robert\nBudi Hartono dan Bambang Hartono. Ambisi mereka memajukan dunia olahraga di\ntanah air kembali diwujudkan kali ini dengan membeli klub kasta ketiga di liga sepak\nbola Italia, Como 1907. Kabarnya, uang sebesar 5 milyar digelontorkan oleh dua\nmiliarder di tanah air tersebut untuk membeli klub berjuluk I Lariani itu. Memang\nbukan klub teras di tanah negeri pizza, namun Bos PT Djarum membeli klub\ntersebut sebagai wadah candradimuka bibit unggul pesepakbola top di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian,\nklub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta\nteratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto\ndi Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka\nyaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di\nSerie A.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Tapi tulisan ini tidak mau membahas banyak tenteng kejelekan Reza Oktovian, paragraf kedua tadi biar terkesan fair saja dalam menilai. Reza Arap boleh dikatakan sebagai salah satu yang membuat youtube gaming di Indonesia berkembang, meski pun sebenarnya Tara Arts sudah melakukannya terlebih dahulu, correct me if im wrong.<\/p>\n\n\n\n Sebelum tampil dalam sebuah lagu \u2018Ganteng-ganteng Swag\u2019 bersama Young Lex, Andovi, Jovial, Kemal Palevi, saya sebenarnya tak kenal siapa itu Reza Arap. Justru saya mengenalnya ketika ada konfilik antara dirinya dengan youtuber gaming lainnya, Ericko Lim sehingga konon katanya membuat Reza Arap menutup akun. Pertarungan dua sosok itu menjadi bahan pemberitaan yang luar biasa, Ericko Lim bak ingin menggoyahkan dominasi Reza Arap dalam dunia youtube. Keduanya punya masa dan opini yang tergiring liar, namun Reza Arap memenangkannya (menurut saya) dengan cara yang keren.<\/p>\n\n\n\n Tentu babak Reza Arap selanjutnya adalah menutup akun youtubenya yang sudah memberinya nafkah yang luar biasa, dia membakar segala peralatan dan penghargaan dari youtube. Lalu puncaknya adalah dirinya kemudian membuka kembali akun youtubenya dan diberikan kepada salah satu yayasan yang bergerak mengurus anak penderita kanker. Plok, plok, plok, exposure dia dapatkan, pahala ia raih. Satu hal yang membuat Reza Arap memenangkan pertarungannya dengan semua haters yang melawan dirinya.<\/p>\n\n\n\n Kembali soal paragraf pertama soal potensi diri, Reza Arap adalah orang yang mampu memaksimalkan segala potensi dalam dirinya, beruntunglah dia. Dia termasuk handal dalam bermain game, ketika industri game sedang tumbuh, ia cukup jeli juga membaca peluang dan terjun dalam industri tersebut. Reza Arap juga seorang entertain, di dunia hiburan ia juga sukses mengelola tempat hiburan dunia malam. Tak selesai di situ, ia kini juga merambah ke dunia musik, meski froyonian menelanjangi habis-habisan Reza Arap yang tak pandai bermusik, tapi dirinya tetap sukses pula dari dunia barunya tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n Sejatinya Reza Arap tak akan pernah bisa untuk lepas dari youtube. Walau youtube lamanya sudah diberikan kepada sebuah yayasan, namun ia akhirnya membuat ulang akun youtube barunya. Terlahir kembali dari kematian, seperti mati suri yang pernah ia alami. Kehidupan barunya di youtube ini agak unik, seperti melawan format para youtuber saat ini yang haus akan eksistensi, ia melawannya dengan caranya sendiri. Judul yang aneh dan semaunya dan formatnya liva streaming, jika pun ada bukan live streaming maka modelnya pun tak seperti pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n Lagi-lagi dengan gayanya yang angkuh saat ditanyai oleh Deddy Corbuzier, Reza Arap menjawab bahwa dengan format seperti itu saja, dirinya sudah mendapatkan 945 subscriber dan hanya dalam kurun waktu kurang lebih setahun. Bahkan ketika tampil bukan di akunnya sendiri, Reza Arap juga cukup memberi viewers yang lumayan. Total ada 13,7 juta viewers yang menonton tiga video podcast antara Deddie Corbuzier dan Reza Arap, hats off! Satu langkah jitu diambil oleh pemilik dari PT Djarum, Robert\nBudi Hartono dan Bambang Hartono. Ambisi mereka memajukan dunia olahraga di\ntanah air kembali diwujudkan kali ini dengan membeli klub kasta ketiga di liga sepak\nbola Italia, Como 1907. Kabarnya, uang sebesar 5 milyar digelontorkan oleh dua\nmiliarder di tanah air tersebut untuk membeli klub berjuluk I Lariani itu. Memang\nbukan klub teras di tanah negeri pizza, namun Bos PT Djarum membeli klub\ntersebut sebagai wadah candradimuka bibit unggul pesepakbola top di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian,\nklub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta\nteratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto\ndi Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka\nyaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di\nSerie A.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Baca: Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan<\/a><\/p>\n\n\n\n Tapi tulisan ini tidak mau membahas banyak tenteng kejelekan Reza Oktovian, paragraf kedua tadi biar terkesan fair saja dalam menilai. Reza Arap boleh dikatakan sebagai salah satu yang membuat youtube gaming di Indonesia berkembang, meski pun sebenarnya Tara Arts sudah melakukannya terlebih dahulu, correct me if im wrong.<\/p>\n\n\n\n Sebelum tampil dalam sebuah lagu \u2018Ganteng-ganteng Swag\u2019 bersama Young Lex, Andovi, Jovial, Kemal Palevi, saya sebenarnya tak kenal siapa itu Reza Arap. Justru saya mengenalnya ketika ada konfilik antara dirinya dengan youtuber gaming lainnya, Ericko Lim sehingga konon katanya membuat Reza Arap menutup akun. Pertarungan dua sosok itu menjadi bahan pemberitaan yang luar biasa, Ericko Lim bak ingin menggoyahkan dominasi Reza Arap dalam dunia youtube. Keduanya punya masa dan opini yang tergiring liar, namun Reza Arap memenangkannya (menurut saya) dengan cara yang keren.<\/p>\n\n\n\n Tentu babak Reza Arap selanjutnya adalah menutup akun youtubenya yang sudah memberinya nafkah yang luar biasa, dia membakar segala peralatan dan penghargaan dari youtube. Lalu puncaknya adalah dirinya kemudian membuka kembali akun youtubenya dan diberikan kepada salah satu yayasan yang bergerak mengurus anak penderita kanker. Plok, plok, plok, exposure dia dapatkan, pahala ia raih. Satu hal yang membuat Reza Arap memenangkan pertarungannya dengan semua haters yang melawan dirinya.<\/p>\n\n\n\n Kembali soal paragraf pertama soal potensi diri, Reza Arap adalah orang yang mampu memaksimalkan segala potensi dalam dirinya, beruntunglah dia. Dia termasuk handal dalam bermain game, ketika industri game sedang tumbuh, ia cukup jeli juga membaca peluang dan terjun dalam industri tersebut. Reza Arap juga seorang entertain, di dunia hiburan ia juga sukses mengelola tempat hiburan dunia malam. Tak selesai di situ, ia kini juga merambah ke dunia musik, meski froyonian menelanjangi habis-habisan Reza Arap yang tak pandai bermusik, tapi dirinya tetap sukses pula dari dunia barunya tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n Sejatinya Reza Arap tak akan pernah bisa untuk lepas dari youtube. Walau youtube lamanya sudah diberikan kepada sebuah yayasan, namun ia akhirnya membuat ulang akun youtube barunya. Terlahir kembali dari kematian, seperti mati suri yang pernah ia alami. Kehidupan barunya di youtube ini agak unik, seperti melawan format para youtuber saat ini yang haus akan eksistensi, ia melawannya dengan caranya sendiri. Judul yang aneh dan semaunya dan formatnya liva streaming, jika pun ada bukan live streaming maka modelnya pun tak seperti pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n Lagi-lagi dengan gayanya yang angkuh saat ditanyai oleh Deddy Corbuzier, Reza Arap menjawab bahwa dengan format seperti itu saja, dirinya sudah mendapatkan 945 subscriber dan hanya dalam kurun waktu kurang lebih setahun. Bahkan ketika tampil bukan di akunnya sendiri, Reza Arap juga cukup memberi viewers yang lumayan. Total ada 13,7 juta viewers yang menonton tiga video podcast antara Deddie Corbuzier dan Reza Arap, hats off! Satu langkah jitu diambil oleh pemilik dari PT Djarum, Robert\nBudi Hartono dan Bambang Hartono. Ambisi mereka memajukan dunia olahraga di\ntanah air kembali diwujudkan kali ini dengan membeli klub kasta ketiga di liga sepak\nbola Italia, Como 1907. Kabarnya, uang sebesar 5 milyar digelontorkan oleh dua\nmiliarder di tanah air tersebut untuk membeli klub berjuluk I Lariani itu. Memang\nbukan klub teras di tanah negeri pizza, namun Bos PT Djarum membeli klub\ntersebut sebagai wadah candradimuka bibit unggul pesepakbola top di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian,\nklub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta\nteratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto\ndi Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka\nyaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di\nSerie A.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Bicara soal potensi, maka saya cukup mengagumi seorang bernama Reza Arap Oktovian. Oke, biar terkesan adil mari kita bicarakan hal yang buruk darinya, setidaknya menggunakan standar netizen di luar sana. Banyak yang bilang dirinya angkuh, sombong, bertatto, sering mengeluarkan kata-kata tidak senonoh, ada lagi? Silahkan isi di kolom komentar ya. Keburukannya bisa menjadi lebih banyak lagi, apalagi keluar dari mulut seseorang yang membenci dirinya.<\/p>\n\n\n\n Baca: Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan<\/a><\/p>\n\n\n\n Tapi tulisan ini tidak mau membahas banyak tenteng kejelekan Reza Oktovian, paragraf kedua tadi biar terkesan fair saja dalam menilai. Reza Arap boleh dikatakan sebagai salah satu yang membuat youtube gaming di Indonesia berkembang, meski pun sebenarnya Tara Arts sudah melakukannya terlebih dahulu, correct me if im wrong.<\/p>\n\n\n\n Sebelum tampil dalam sebuah lagu \u2018Ganteng-ganteng Swag\u2019 bersama Young Lex, Andovi, Jovial, Kemal Palevi, saya sebenarnya tak kenal siapa itu Reza Arap. Justru saya mengenalnya ketika ada konfilik antara dirinya dengan youtuber gaming lainnya, Ericko Lim sehingga konon katanya membuat Reza Arap menutup akun. Pertarungan dua sosok itu menjadi bahan pemberitaan yang luar biasa, Ericko Lim bak ingin menggoyahkan dominasi Reza Arap dalam dunia youtube. Keduanya punya masa dan opini yang tergiring liar, namun Reza Arap memenangkannya (menurut saya) dengan cara yang keren.<\/p>\n\n\n\n Tentu babak Reza Arap selanjutnya adalah menutup akun youtubenya yang sudah memberinya nafkah yang luar biasa, dia membakar segala peralatan dan penghargaan dari youtube. Lalu puncaknya adalah dirinya kemudian membuka kembali akun youtubenya dan diberikan kepada salah satu yayasan yang bergerak mengurus anak penderita kanker. Plok, plok, plok, exposure dia dapatkan, pahala ia raih. Satu hal yang membuat Reza Arap memenangkan pertarungannya dengan semua haters yang melawan dirinya.<\/p>\n\n\n\n Kembali soal paragraf pertama soal potensi diri, Reza Arap adalah orang yang mampu memaksimalkan segala potensi dalam dirinya, beruntunglah dia. Dia termasuk handal dalam bermain game, ketika industri game sedang tumbuh, ia cukup jeli juga membaca peluang dan terjun dalam industri tersebut. Reza Arap juga seorang entertain, di dunia hiburan ia juga sukses mengelola tempat hiburan dunia malam. Tak selesai di situ, ia kini juga merambah ke dunia musik, meski froyonian menelanjangi habis-habisan Reza Arap yang tak pandai bermusik, tapi dirinya tetap sukses pula dari dunia barunya tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n Sejatinya Reza Arap tak akan pernah bisa untuk lepas dari youtube. Walau youtube lamanya sudah diberikan kepada sebuah yayasan, namun ia akhirnya membuat ulang akun youtube barunya. Terlahir kembali dari kematian, seperti mati suri yang pernah ia alami. Kehidupan barunya di youtube ini agak unik, seperti melawan format para youtuber saat ini yang haus akan eksistensi, ia melawannya dengan caranya sendiri. Judul yang aneh dan semaunya dan formatnya liva streaming, jika pun ada bukan live streaming maka modelnya pun tak seperti pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n Lagi-lagi dengan gayanya yang angkuh saat ditanyai oleh Deddy Corbuzier, Reza Arap menjawab bahwa dengan format seperti itu saja, dirinya sudah mendapatkan 945 subscriber dan hanya dalam kurun waktu kurang lebih setahun. Bahkan ketika tampil bukan di akunnya sendiri, Reza Arap juga cukup memberi viewers yang lumayan. Total ada 13,7 juta viewers yang menonton tiga video podcast antara Deddie Corbuzier dan Reza Arap, hats off! Satu langkah jitu diambil oleh pemilik dari PT Djarum, Robert\nBudi Hartono dan Bambang Hartono. Ambisi mereka memajukan dunia olahraga di\ntanah air kembali diwujudkan kali ini dengan membeli klub kasta ketiga di liga sepak\nbola Italia, Como 1907. Kabarnya, uang sebesar 5 milyar digelontorkan oleh dua\nmiliarder di tanah air tersebut untuk membeli klub berjuluk I Lariani itu. Memang\nbukan klub teras di tanah negeri pizza, namun Bos PT Djarum membeli klub\ntersebut sebagai wadah candradimuka bibit unggul pesepakbola top di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian,\nklub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta\nteratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto\ndi Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka\nyaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di\nSerie A.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Saya percaya setiap orang diberikan satu kelebihan oleh Tuhan dalam kehidupannya. Maka bersyukurlah bagi mereka yang mampu memaksimalkan kelebihan itu menjadi sesuatu yang bisa menghidupinya. Walau terkadang ada banyak manusia yang gagal memanfaatkan potensi dalam dirinya sehingga terkubur begitu saja, tak sedikit juga yang masih beruntung karena potensinya mampu ia temukan walau di umur yang sudah tak lagi muda.<\/p>\n\n\n\n Bicara soal potensi, maka saya cukup mengagumi seorang bernama Reza Arap Oktovian. Oke, biar terkesan adil mari kita bicarakan hal yang buruk darinya, setidaknya menggunakan standar netizen di luar sana. Banyak yang bilang dirinya angkuh, sombong, bertatto, sering mengeluarkan kata-kata tidak senonoh, ada lagi? Silahkan isi di kolom komentar ya. Keburukannya bisa menjadi lebih banyak lagi, apalagi keluar dari mulut seseorang yang membenci dirinya.<\/p>\n\n\n\n Baca: Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan<\/a><\/p>\n\n\n\n Tapi tulisan ini tidak mau membahas banyak tenteng kejelekan Reza Oktovian, paragraf kedua tadi biar terkesan fair saja dalam menilai. Reza Arap boleh dikatakan sebagai salah satu yang membuat youtube gaming di Indonesia berkembang, meski pun sebenarnya Tara Arts sudah melakukannya terlebih dahulu, correct me if im wrong.<\/p>\n\n\n\n Sebelum tampil dalam sebuah lagu \u2018Ganteng-ganteng Swag\u2019 bersama Young Lex, Andovi, Jovial, Kemal Palevi, saya sebenarnya tak kenal siapa itu Reza Arap. Justru saya mengenalnya ketika ada konfilik antara dirinya dengan youtuber gaming lainnya, Ericko Lim sehingga konon katanya membuat Reza Arap menutup akun. Pertarungan dua sosok itu menjadi bahan pemberitaan yang luar biasa, Ericko Lim bak ingin menggoyahkan dominasi Reza Arap dalam dunia youtube. Keduanya punya masa dan opini yang tergiring liar, namun Reza Arap memenangkannya (menurut saya) dengan cara yang keren.<\/p>\n\n\n\n Tentu babak Reza Arap selanjutnya adalah menutup akun youtubenya yang sudah memberinya nafkah yang luar biasa, dia membakar segala peralatan dan penghargaan dari youtube. Lalu puncaknya adalah dirinya kemudian membuka kembali akun youtubenya dan diberikan kepada salah satu yayasan yang bergerak mengurus anak penderita kanker. Plok, plok, plok, exposure dia dapatkan, pahala ia raih. Satu hal yang membuat Reza Arap memenangkan pertarungannya dengan semua haters yang melawan dirinya.<\/p>\n\n\n\n Kembali soal paragraf pertama soal potensi diri, Reza Arap adalah orang yang mampu memaksimalkan segala potensi dalam dirinya, beruntunglah dia. Dia termasuk handal dalam bermain game, ketika industri game sedang tumbuh, ia cukup jeli juga membaca peluang dan terjun dalam industri tersebut. Reza Arap juga seorang entertain, di dunia hiburan ia juga sukses mengelola tempat hiburan dunia malam. Tak selesai di situ, ia kini juga merambah ke dunia musik, meski froyonian menelanjangi habis-habisan Reza Arap yang tak pandai bermusik, tapi dirinya tetap sukses pula dari dunia barunya tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n Sejatinya Reza Arap tak akan pernah bisa untuk lepas dari youtube. Walau youtube lamanya sudah diberikan kepada sebuah yayasan, namun ia akhirnya membuat ulang akun youtube barunya. Terlahir kembali dari kematian, seperti mati suri yang pernah ia alami. Kehidupan barunya di youtube ini agak unik, seperti melawan format para youtuber saat ini yang haus akan eksistensi, ia melawannya dengan caranya sendiri. Judul yang aneh dan semaunya dan formatnya liva streaming, jika pun ada bukan live streaming maka modelnya pun tak seperti pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n Lagi-lagi dengan gayanya yang angkuh saat ditanyai oleh Deddy Corbuzier, Reza Arap menjawab bahwa dengan format seperti itu saja, dirinya sudah mendapatkan 945 subscriber dan hanya dalam kurun waktu kurang lebih setahun. Bahkan ketika tampil bukan di akunnya sendiri, Reza Arap juga cukup memberi viewers yang lumayan. Total ada 13,7 juta viewers yang menonton tiga video podcast antara Deddie Corbuzier dan Reza Arap, hats off! Satu langkah jitu diambil oleh pemilik dari PT Djarum, Robert\nBudi Hartono dan Bambang Hartono. Ambisi mereka memajukan dunia olahraga di\ntanah air kembali diwujudkan kali ini dengan membeli klub kasta ketiga di liga sepak\nbola Italia, Como 1907. Kabarnya, uang sebesar 5 milyar digelontorkan oleh dua\nmiliarder di tanah air tersebut untuk membeli klub berjuluk I Lariani itu. Memang\nbukan klub teras di tanah negeri pizza, namun Bos PT Djarum membeli klub\ntersebut sebagai wadah candradimuka bibit unggul pesepakbola top di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian,\nklub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta\nteratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto\ndi Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka\nyaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di\nSerie A.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; November 2019 ini menjadi bulan yang baik, setidaknya untuk saya sendiri. Diawali dengan hujan deras dan mendung yang mulai\u00a0memayungi\u00a0Indonesia, menandakan berakhirnya musim panas. Bulan ini juga saya mendapatkan kabar yang menyenangkan;\u00a0My Chemical Romance\u00a0akhirnya manggung dan bermusik lagi. Satu kabar yang cukup mengejutkan mengingat band asal Inggris tersebut sudah\u00a0vakum\u00a0karena menyatakan bubar pada 2013 lalu. Saya percaya setiap orang diberikan satu kelebihan oleh Tuhan dalam kehidupannya. Maka bersyukurlah bagi mereka yang mampu memaksimalkan kelebihan itu menjadi sesuatu yang bisa menghidupinya. Walau terkadang ada banyak manusia yang gagal memanfaatkan potensi dalam dirinya sehingga terkubur begitu saja, tak sedikit juga yang masih beruntung karena potensinya mampu ia temukan walau di umur yang sudah tak lagi muda.<\/p>\n\n\n\n Bicara soal potensi, maka saya cukup mengagumi seorang bernama Reza Arap Oktovian. Oke, biar terkesan adil mari kita bicarakan hal yang buruk darinya, setidaknya menggunakan standar netizen di luar sana. Banyak yang bilang dirinya angkuh, sombong, bertatto, sering mengeluarkan kata-kata tidak senonoh, ada lagi? Silahkan isi di kolom komentar ya. Keburukannya bisa menjadi lebih banyak lagi, apalagi keluar dari mulut seseorang yang membenci dirinya.<\/p>\n\n\n\n Baca: Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan<\/a><\/p>\n\n\n\n Tapi tulisan ini tidak mau membahas banyak tenteng kejelekan Reza Oktovian, paragraf kedua tadi biar terkesan fair saja dalam menilai. Reza Arap boleh dikatakan sebagai salah satu yang membuat youtube gaming di Indonesia berkembang, meski pun sebenarnya Tara Arts sudah melakukannya terlebih dahulu, correct me if im wrong.<\/p>\n\n\n\n Sebelum tampil dalam sebuah lagu \u2018Ganteng-ganteng Swag\u2019 bersama Young Lex, Andovi, Jovial, Kemal Palevi, saya sebenarnya tak kenal siapa itu Reza Arap. Justru saya mengenalnya ketika ada konfilik antara dirinya dengan youtuber gaming lainnya, Ericko Lim sehingga konon katanya membuat Reza Arap menutup akun. Pertarungan dua sosok itu menjadi bahan pemberitaan yang luar biasa, Ericko Lim bak ingin menggoyahkan dominasi Reza Arap dalam dunia youtube. Keduanya punya masa dan opini yang tergiring liar, namun Reza Arap memenangkannya (menurut saya) dengan cara yang keren.<\/p>\n\n\n\n Tentu babak Reza Arap selanjutnya adalah menutup akun youtubenya yang sudah memberinya nafkah yang luar biasa, dia membakar segala peralatan dan penghargaan dari youtube. Lalu puncaknya adalah dirinya kemudian membuka kembali akun youtubenya dan diberikan kepada salah satu yayasan yang bergerak mengurus anak penderita kanker. Plok, plok, plok, exposure dia dapatkan, pahala ia raih. Satu hal yang membuat Reza Arap memenangkan pertarungannya dengan semua haters yang melawan dirinya.<\/p>\n\n\n\n Kembali soal paragraf pertama soal potensi diri, Reza Arap adalah orang yang mampu memaksimalkan segala potensi dalam dirinya, beruntunglah dia. Dia termasuk handal dalam bermain game, ketika industri game sedang tumbuh, ia cukup jeli juga membaca peluang dan terjun dalam industri tersebut. Reza Arap juga seorang entertain, di dunia hiburan ia juga sukses mengelola tempat hiburan dunia malam. Tak selesai di situ, ia kini juga merambah ke dunia musik, meski froyonian menelanjangi habis-habisan Reza Arap yang tak pandai bermusik, tapi dirinya tetap sukses pula dari dunia barunya tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n Sejatinya Reza Arap tak akan pernah bisa untuk lepas dari youtube. Walau youtube lamanya sudah diberikan kepada sebuah yayasan, namun ia akhirnya membuat ulang akun youtube barunya. Terlahir kembali dari kematian, seperti mati suri yang pernah ia alami. Kehidupan barunya di youtube ini agak unik, seperti melawan format para youtuber saat ini yang haus akan eksistensi, ia melawannya dengan caranya sendiri. Judul yang aneh dan semaunya dan formatnya liva streaming, jika pun ada bukan live streaming maka modelnya pun tak seperti pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n Lagi-lagi dengan gayanya yang angkuh saat ditanyai oleh Deddy Corbuzier, Reza Arap menjawab bahwa dengan format seperti itu saja, dirinya sudah mendapatkan 945 subscriber dan hanya dalam kurun waktu kurang lebih setahun. Bahkan ketika tampil bukan di akunnya sendiri, Reza Arap juga cukup memberi viewers yang lumayan. Total ada 13,7 juta viewers yang menonton tiga video podcast antara Deddie Corbuzier dan Reza Arap, hats off! Satu langkah jitu diambil oleh pemilik dari PT Djarum, Robert\nBudi Hartono dan Bambang Hartono. Ambisi mereka memajukan dunia olahraga di\ntanah air kembali diwujudkan kali ini dengan membeli klub kasta ketiga di liga sepak\nbola Italia, Como 1907. Kabarnya, uang sebesar 5 milyar digelontorkan oleh dua\nmiliarder di tanah air tersebut untuk membeli klub berjuluk I Lariani itu. Memang\nbukan klub teras di tanah negeri pizza, namun Bos PT Djarum membeli klub\ntersebut sebagai wadah candradimuka bibit unggul pesepakbola top di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian,\nklub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta\nteratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto\ndi Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka\nyaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di\nSerie A.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Kota Kudus membuka dimensi saya dalam banyak hal. Ternyata Jaksel bukanlah satu-satunya surga nongkrong dan tempat yang anak muda banget di Indonesia. Masih banyak di kota-kota lain yang memiliki keistimewaan serupa. Ah, atau jangan-jangan memang hanya anak-anak Jaksel saja yang selama ini mengglorifikasi tentang kerennya daerah yang mereka huni, mungkin saja. <\/p>\n","post_title":"Smoker Travellers: Menemukan \"Jaksel\" di Kota Kudus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"smoker-travellers-menemukan-jaksel-di-kota-kudus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-12 08:48:55","post_modified_gmt":"2019-11-12 01:48:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6223","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6199,"post_author":"919","post_date":"2019-11-03 11:10:25","post_date_gmt":"2019-11-03 04:10:25","post_content":"\n November 2019 ini menjadi bulan yang baik, setidaknya untuk saya sendiri. Diawali dengan hujan deras dan mendung yang mulai\u00a0memayungi\u00a0Indonesia, menandakan berakhirnya musim panas. Bulan ini juga saya mendapatkan kabar yang menyenangkan;\u00a0My Chemical Romance\u00a0akhirnya manggung dan bermusik lagi. Satu kabar yang cukup mengejutkan mengingat band asal Inggris tersebut sudah\u00a0vakum\u00a0karena menyatakan bubar pada 2013 lalu. Saya percaya setiap orang diberikan satu kelebihan oleh Tuhan dalam kehidupannya. Maka bersyukurlah bagi mereka yang mampu memaksimalkan kelebihan itu menjadi sesuatu yang bisa menghidupinya. Walau terkadang ada banyak manusia yang gagal memanfaatkan potensi dalam dirinya sehingga terkubur begitu saja, tak sedikit juga yang masih beruntung karena potensinya mampu ia temukan walau di umur yang sudah tak lagi muda.<\/p>\n\n\n\n Bicara soal potensi, maka saya cukup mengagumi seorang bernama Reza Arap Oktovian. Oke, biar terkesan adil mari kita bicarakan hal yang buruk darinya, setidaknya menggunakan standar netizen di luar sana. Banyak yang bilang dirinya angkuh, sombong, bertatto, sering mengeluarkan kata-kata tidak senonoh, ada lagi? Silahkan isi di kolom komentar ya. Keburukannya bisa menjadi lebih banyak lagi, apalagi keluar dari mulut seseorang yang membenci dirinya.<\/p>\n\n\n\n Baca: Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan<\/a><\/p>\n\n\n\n Tapi tulisan ini tidak mau membahas banyak tenteng kejelekan Reza Oktovian, paragraf kedua tadi biar terkesan fair saja dalam menilai. Reza Arap boleh dikatakan sebagai salah satu yang membuat youtube gaming di Indonesia berkembang, meski pun sebenarnya Tara Arts sudah melakukannya terlebih dahulu, correct me if im wrong.<\/p>\n\n\n\n Sebelum tampil dalam sebuah lagu \u2018Ganteng-ganteng Swag\u2019 bersama Young Lex, Andovi, Jovial, Kemal Palevi, saya sebenarnya tak kenal siapa itu Reza Arap. Justru saya mengenalnya ketika ada konfilik antara dirinya dengan youtuber gaming lainnya, Ericko Lim sehingga konon katanya membuat Reza Arap menutup akun. Pertarungan dua sosok itu menjadi bahan pemberitaan yang luar biasa, Ericko Lim bak ingin menggoyahkan dominasi Reza Arap dalam dunia youtube. Keduanya punya masa dan opini yang tergiring liar, namun Reza Arap memenangkannya (menurut saya) dengan cara yang keren.<\/p>\n\n\n\n Tentu babak Reza Arap selanjutnya adalah menutup akun youtubenya yang sudah memberinya nafkah yang luar biasa, dia membakar segala peralatan dan penghargaan dari youtube. Lalu puncaknya adalah dirinya kemudian membuka kembali akun youtubenya dan diberikan kepada salah satu yayasan yang bergerak mengurus anak penderita kanker. Plok, plok, plok, exposure dia dapatkan, pahala ia raih. Satu hal yang membuat Reza Arap memenangkan pertarungannya dengan semua haters yang melawan dirinya.<\/p>\n\n\n\n Kembali soal paragraf pertama soal potensi diri, Reza Arap adalah orang yang mampu memaksimalkan segala potensi dalam dirinya, beruntunglah dia. Dia termasuk handal dalam bermain game, ketika industri game sedang tumbuh, ia cukup jeli juga membaca peluang dan terjun dalam industri tersebut. Reza Arap juga seorang entertain, di dunia hiburan ia juga sukses mengelola tempat hiburan dunia malam. Tak selesai di situ, ia kini juga merambah ke dunia musik, meski froyonian menelanjangi habis-habisan Reza Arap yang tak pandai bermusik, tapi dirinya tetap sukses pula dari dunia barunya tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n Sejatinya Reza Arap tak akan pernah bisa untuk lepas dari youtube. Walau youtube lamanya sudah diberikan kepada sebuah yayasan, namun ia akhirnya membuat ulang akun youtube barunya. Terlahir kembali dari kematian, seperti mati suri yang pernah ia alami. Kehidupan barunya di youtube ini agak unik, seperti melawan format para youtuber saat ini yang haus akan eksistensi, ia melawannya dengan caranya sendiri. Judul yang aneh dan semaunya dan formatnya liva streaming, jika pun ada bukan live streaming maka modelnya pun tak seperti pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n Lagi-lagi dengan gayanya yang angkuh saat ditanyai oleh Deddy Corbuzier, Reza Arap menjawab bahwa dengan format seperti itu saja, dirinya sudah mendapatkan 945 subscriber dan hanya dalam kurun waktu kurang lebih setahun. Bahkan ketika tampil bukan di akunnya sendiri, Reza Arap juga cukup memberi viewers yang lumayan. Total ada 13,7 juta viewers yang menonton tiga video podcast antara Deddie Corbuzier dan Reza Arap, hats off! Satu langkah jitu diambil oleh pemilik dari PT Djarum, Robert\nBudi Hartono dan Bambang Hartono. Ambisi mereka memajukan dunia olahraga di\ntanah air kembali diwujudkan kali ini dengan membeli klub kasta ketiga di liga sepak\nbola Italia, Como 1907. Kabarnya, uang sebesar 5 milyar digelontorkan oleh dua\nmiliarder di tanah air tersebut untuk membeli klub berjuluk I Lariani itu. Memang\nbukan klub teras di tanah negeri pizza, namun Bos PT Djarum membeli klub\ntersebut sebagai wadah candradimuka bibit unggul pesepakbola top di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian,\nklub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta\nteratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto\ndi Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka\nyaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di\nSerie A.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Saya rasa di Jaksel pun saya belum tentu menemukan tempat nongkrong yang enak dan nyaman seluas di Blackstone Urban Lounge<\/em>. Terlebih tempat ini ibarat sebuah komplek bagi anak muda Kota Kudus, ada kedai kopinya, ada pool biliar, lapangan futsal, dan badminton, sangat lengkap bukan?<\/p>\n\n\n\n Kota Kudus membuka dimensi saya dalam banyak hal. Ternyata Jaksel bukanlah satu-satunya surga nongkrong dan tempat yang anak muda banget di Indonesia. Masih banyak di kota-kota lain yang memiliki keistimewaan serupa. Ah, atau jangan-jangan memang hanya anak-anak Jaksel saja yang selama ini mengglorifikasi tentang kerennya daerah yang mereka huni, mungkin saja. <\/p>\n","post_title":"Smoker Travellers: Menemukan \"Jaksel\" di Kota Kudus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"smoker-travellers-menemukan-jaksel-di-kota-kudus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-12 08:48:55","post_modified_gmt":"2019-11-12 01:48:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6223","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6199,"post_author":"919","post_date":"2019-11-03 11:10:25","post_date_gmt":"2019-11-03 04:10:25","post_content":"\n November 2019 ini menjadi bulan yang baik, setidaknya untuk saya sendiri. Diawali dengan hujan deras dan mendung yang mulai\u00a0memayungi\u00a0Indonesia, menandakan berakhirnya musim panas. Bulan ini juga saya mendapatkan kabar yang menyenangkan;\u00a0My Chemical Romance\u00a0akhirnya manggung dan bermusik lagi. Satu kabar yang cukup mengejutkan mengingat band asal Inggris tersebut sudah\u00a0vakum\u00a0karena menyatakan bubar pada 2013 lalu. Saya percaya setiap orang diberikan satu kelebihan oleh Tuhan dalam kehidupannya. Maka bersyukurlah bagi mereka yang mampu memaksimalkan kelebihan itu menjadi sesuatu yang bisa menghidupinya. Walau terkadang ada banyak manusia yang gagal memanfaatkan potensi dalam dirinya sehingga terkubur begitu saja, tak sedikit juga yang masih beruntung karena potensinya mampu ia temukan walau di umur yang sudah tak lagi muda.<\/p>\n\n\n\n Bicara soal potensi, maka saya cukup mengagumi seorang bernama Reza Arap Oktovian. Oke, biar terkesan adil mari kita bicarakan hal yang buruk darinya, setidaknya menggunakan standar netizen di luar sana. Banyak yang bilang dirinya angkuh, sombong, bertatto, sering mengeluarkan kata-kata tidak senonoh, ada lagi? Silahkan isi di kolom komentar ya. Keburukannya bisa menjadi lebih banyak lagi, apalagi keluar dari mulut seseorang yang membenci dirinya.<\/p>\n\n\n\n Baca: Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan<\/a><\/p>\n\n\n\n Tapi tulisan ini tidak mau membahas banyak tenteng kejelekan Reza Oktovian, paragraf kedua tadi biar terkesan fair saja dalam menilai. Reza Arap boleh dikatakan sebagai salah satu yang membuat youtube gaming di Indonesia berkembang, meski pun sebenarnya Tara Arts sudah melakukannya terlebih dahulu, correct me if im wrong.<\/p>\n\n\n\n Sebelum tampil dalam sebuah lagu \u2018Ganteng-ganteng Swag\u2019 bersama Young Lex, Andovi, Jovial, Kemal Palevi, saya sebenarnya tak kenal siapa itu Reza Arap. Justru saya mengenalnya ketika ada konfilik antara dirinya dengan youtuber gaming lainnya, Ericko Lim sehingga konon katanya membuat Reza Arap menutup akun. Pertarungan dua sosok itu menjadi bahan pemberitaan yang luar biasa, Ericko Lim bak ingin menggoyahkan dominasi Reza Arap dalam dunia youtube. Keduanya punya masa dan opini yang tergiring liar, namun Reza Arap memenangkannya (menurut saya) dengan cara yang keren.<\/p>\n\n\n\n Tentu babak Reza Arap selanjutnya adalah menutup akun youtubenya yang sudah memberinya nafkah yang luar biasa, dia membakar segala peralatan dan penghargaan dari youtube. Lalu puncaknya adalah dirinya kemudian membuka kembali akun youtubenya dan diberikan kepada salah satu yayasan yang bergerak mengurus anak penderita kanker. Plok, plok, plok, exposure dia dapatkan, pahala ia raih. Satu hal yang membuat Reza Arap memenangkan pertarungannya dengan semua haters yang melawan dirinya.<\/p>\n\n\n\n Kembali soal paragraf pertama soal potensi diri, Reza Arap adalah orang yang mampu memaksimalkan segala potensi dalam dirinya, beruntunglah dia. Dia termasuk handal dalam bermain game, ketika industri game sedang tumbuh, ia cukup jeli juga membaca peluang dan terjun dalam industri tersebut. Reza Arap juga seorang entertain, di dunia hiburan ia juga sukses mengelola tempat hiburan dunia malam. Tak selesai di situ, ia kini juga merambah ke dunia musik, meski froyonian menelanjangi habis-habisan Reza Arap yang tak pandai bermusik, tapi dirinya tetap sukses pula dari dunia barunya tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n Sejatinya Reza Arap tak akan pernah bisa untuk lepas dari youtube. Walau youtube lamanya sudah diberikan kepada sebuah yayasan, namun ia akhirnya membuat ulang akun youtube barunya. Terlahir kembali dari kematian, seperti mati suri yang pernah ia alami. Kehidupan barunya di youtube ini agak unik, seperti melawan format para youtuber saat ini yang haus akan eksistensi, ia melawannya dengan caranya sendiri. Judul yang aneh dan semaunya dan formatnya liva streaming, jika pun ada bukan live streaming maka modelnya pun tak seperti pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n Lagi-lagi dengan gayanya yang angkuh saat ditanyai oleh Deddy Corbuzier, Reza Arap menjawab bahwa dengan format seperti itu saja, dirinya sudah mendapatkan 945 subscriber dan hanya dalam kurun waktu kurang lebih setahun. Bahkan ketika tampil bukan di akunnya sendiri, Reza Arap juga cukup memberi viewers yang lumayan. Total ada 13,7 juta viewers yang menonton tiga video podcast antara Deddie Corbuzier dan Reza Arap, hats off! Satu langkah jitu diambil oleh pemilik dari PT Djarum, Robert\nBudi Hartono dan Bambang Hartono. Ambisi mereka memajukan dunia olahraga di\ntanah air kembali diwujudkan kali ini dengan membeli klub kasta ketiga di liga sepak\nbola Italia, Como 1907. Kabarnya, uang sebesar 5 milyar digelontorkan oleh dua\nmiliarder di tanah air tersebut untuk membeli klub berjuluk I Lariani itu. Memang\nbukan klub teras di tanah negeri pizza, namun Bos PT Djarum membeli klub\ntersebut sebagai wadah candradimuka bibit unggul pesepakbola top di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian,\nklub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta\nteratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto\ndi Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka\nyaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di\nSerie A.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Makan tiga kali sehari sudah, maka waktunya untuk nongkrong. Saya diajak oleh teman untuk pergi ke Blackstone Urban Lounge<\/em>. Disclaimer<\/em>, tulisan ini bukan bentuk promosi berbayar atas tempat tersebut, melainkan hanya review<\/em> salah satu tempat nongkrong yang asyik di Kota Kudus. Kalian bisa searching<\/em> sendiri di Internet di mana tempat ini berada. Ketika berkunjung ke sana, saya rasa ini tempat yang Jaksel banget di Kota Kudus. Lounge<\/em> besar yang nyaman, ruangan merokok juga sangat luas, pelayannya ramah, tempatnya bersih, menunya lengkap dan harganya sangat terjangkau!<\/p>\n\n\n\n Saya rasa di Jaksel pun saya belum tentu menemukan tempat nongkrong yang enak dan nyaman seluas di Blackstone Urban Lounge<\/em>. Terlebih tempat ini ibarat sebuah komplek bagi anak muda Kota Kudus, ada kedai kopinya, ada pool biliar, lapangan futsal, dan badminton, sangat lengkap bukan?<\/p>\n\n\n\n Kota Kudus membuka dimensi saya dalam banyak hal. Ternyata Jaksel bukanlah satu-satunya surga nongkrong dan tempat yang anak muda banget di Indonesia. Masih banyak di kota-kota lain yang memiliki keistimewaan serupa. Ah, atau jangan-jangan memang hanya anak-anak Jaksel saja yang selama ini mengglorifikasi tentang kerennya daerah yang mereka huni, mungkin saja. <\/p>\n","post_title":"Smoker Travellers: Menemukan \"Jaksel\" di Kota Kudus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"smoker-travellers-menemukan-jaksel-di-kota-kudus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-12 08:48:55","post_modified_gmt":"2019-11-12 01:48:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6223","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6199,"post_author":"919","post_date":"2019-11-03 11:10:25","post_date_gmt":"2019-11-03 04:10:25","post_content":"\n November 2019 ini menjadi bulan yang baik, setidaknya untuk saya sendiri. Diawali dengan hujan deras dan mendung yang mulai\u00a0memayungi\u00a0Indonesia, menandakan berakhirnya musim panas. Bulan ini juga saya mendapatkan kabar yang menyenangkan;\u00a0My Chemical Romance\u00a0akhirnya manggung dan bermusik lagi. Satu kabar yang cukup mengejutkan mengingat band asal Inggris tersebut sudah\u00a0vakum\u00a0karena menyatakan bubar pada 2013 lalu. Saya percaya setiap orang diberikan satu kelebihan oleh Tuhan dalam kehidupannya. Maka bersyukurlah bagi mereka yang mampu memaksimalkan kelebihan itu menjadi sesuatu yang bisa menghidupinya. Walau terkadang ada banyak manusia yang gagal memanfaatkan potensi dalam dirinya sehingga terkubur begitu saja, tak sedikit juga yang masih beruntung karena potensinya mampu ia temukan walau di umur yang sudah tak lagi muda.<\/p>\n\n\n\n Bicara soal potensi, maka saya cukup mengagumi seorang bernama Reza Arap Oktovian. Oke, biar terkesan adil mari kita bicarakan hal yang buruk darinya, setidaknya menggunakan standar netizen di luar sana. Banyak yang bilang dirinya angkuh, sombong, bertatto, sering mengeluarkan kata-kata tidak senonoh, ada lagi? Silahkan isi di kolom komentar ya. Keburukannya bisa menjadi lebih banyak lagi, apalagi keluar dari mulut seseorang yang membenci dirinya.<\/p>\n\n\n\n Baca: Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan<\/a><\/p>\n\n\n\n Tapi tulisan ini tidak mau membahas banyak tenteng kejelekan Reza Oktovian, paragraf kedua tadi biar terkesan fair saja dalam menilai. Reza Arap boleh dikatakan sebagai salah satu yang membuat youtube gaming di Indonesia berkembang, meski pun sebenarnya Tara Arts sudah melakukannya terlebih dahulu, correct me if im wrong.<\/p>\n\n\n\n Sebelum tampil dalam sebuah lagu \u2018Ganteng-ganteng Swag\u2019 bersama Young Lex, Andovi, Jovial, Kemal Palevi, saya sebenarnya tak kenal siapa itu Reza Arap. Justru saya mengenalnya ketika ada konfilik antara dirinya dengan youtuber gaming lainnya, Ericko Lim sehingga konon katanya membuat Reza Arap menutup akun. Pertarungan dua sosok itu menjadi bahan pemberitaan yang luar biasa, Ericko Lim bak ingin menggoyahkan dominasi Reza Arap dalam dunia youtube. Keduanya punya masa dan opini yang tergiring liar, namun Reza Arap memenangkannya (menurut saya) dengan cara yang keren.<\/p>\n\n\n\n Tentu babak Reza Arap selanjutnya adalah menutup akun youtubenya yang sudah memberinya nafkah yang luar biasa, dia membakar segala peralatan dan penghargaan dari youtube. Lalu puncaknya adalah dirinya kemudian membuka kembali akun youtubenya dan diberikan kepada salah satu yayasan yang bergerak mengurus anak penderita kanker. Plok, plok, plok, exposure dia dapatkan, pahala ia raih. Satu hal yang membuat Reza Arap memenangkan pertarungannya dengan semua haters yang melawan dirinya.<\/p>\n\n\n\n Kembali soal paragraf pertama soal potensi diri, Reza Arap adalah orang yang mampu memaksimalkan segala potensi dalam dirinya, beruntunglah dia. Dia termasuk handal dalam bermain game, ketika industri game sedang tumbuh, ia cukup jeli juga membaca peluang dan terjun dalam industri tersebut. Reza Arap juga seorang entertain, di dunia hiburan ia juga sukses mengelola tempat hiburan dunia malam. Tak selesai di situ, ia kini juga merambah ke dunia musik, meski froyonian menelanjangi habis-habisan Reza Arap yang tak pandai bermusik, tapi dirinya tetap sukses pula dari dunia barunya tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n Sejatinya Reza Arap tak akan pernah bisa untuk lepas dari youtube. Walau youtube lamanya sudah diberikan kepada sebuah yayasan, namun ia akhirnya membuat ulang akun youtube barunya. Terlahir kembali dari kematian, seperti mati suri yang pernah ia alami. Kehidupan barunya di youtube ini agak unik, seperti melawan format para youtuber saat ini yang haus akan eksistensi, ia melawannya dengan caranya sendiri. Judul yang aneh dan semaunya dan formatnya liva streaming, jika pun ada bukan live streaming maka modelnya pun tak seperti pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n Lagi-lagi dengan gayanya yang angkuh saat ditanyai oleh Deddy Corbuzier, Reza Arap menjawab bahwa dengan format seperti itu saja, dirinya sudah mendapatkan 945 subscriber dan hanya dalam kurun waktu kurang lebih setahun. Bahkan ketika tampil bukan di akunnya sendiri, Reza Arap juga cukup memberi viewers yang lumayan. Total ada 13,7 juta viewers yang menonton tiga video podcast antara Deddie Corbuzier dan Reza Arap, hats off! Satu langkah jitu diambil oleh pemilik dari PT Djarum, Robert\nBudi Hartono dan Bambang Hartono. Ambisi mereka memajukan dunia olahraga di\ntanah air kembali diwujudkan kali ini dengan membeli klub kasta ketiga di liga sepak\nbola Italia, Como 1907. Kabarnya, uang sebesar 5 milyar digelontorkan oleh dua\nmiliarder di tanah air tersebut untuk membeli klub berjuluk I Lariani itu. Memang\nbukan klub teras di tanah negeri pizza, namun Bos PT Djarum membeli klub\ntersebut sebagai wadah candradimuka bibit unggul pesepakbola top di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian,\nklub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta\nteratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto\ndi Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka\nyaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di\nSerie A.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Toleransi di Kota Kudus kabarnya memiliki indeks yang baik. Setidaknya toleransi itu sudah dilembagakan dalam bentuk makanan. Saat makan malam tiba, kami menikmati sajian soto dan sate kerbau. Kata teman saya, mengapa warga Kudus memilih kerbau sebagai sajian makanan karena leluhur mereka dulunya menghargai umat Hindu yang tak memakan sapi dan akhirnya kerbau yang dipilih. Fakta atau tidak, bagi saya niatannya cukup baik. Ohya<\/em>, Soto Kerbau rasanya mirip dengan berbagai soto lainnya, namun Sate Kerbau Kudus memiliki keunikan tersendiri. Sate Kerbau dibuat dari daging kerbau yang sudah digiling halus dicampur kelapa dan dibekap pada tusukan bambu. Sekilas mirip cara pembuatan sate lilit khas bali yang berbahan dasar ikan.<\/p>\n\n\n\n Makan tiga kali sehari sudah, maka waktunya untuk nongkrong. Saya diajak oleh teman untuk pergi ke Blackstone Urban Lounge<\/em>. Disclaimer<\/em>, tulisan ini bukan bentuk promosi berbayar atas tempat tersebut, melainkan hanya review<\/em> salah satu tempat nongkrong yang asyik di Kota Kudus. Kalian bisa searching<\/em> sendiri di Internet di mana tempat ini berada. Ketika berkunjung ke sana, saya rasa ini tempat yang Jaksel banget di Kota Kudus. Lounge<\/em> besar yang nyaman, ruangan merokok juga sangat luas, pelayannya ramah, tempatnya bersih, menunya lengkap dan harganya sangat terjangkau!<\/p>\n\n\n\n Saya rasa di Jaksel pun saya belum tentu menemukan tempat nongkrong yang enak dan nyaman seluas di Blackstone Urban Lounge<\/em>. Terlebih tempat ini ibarat sebuah komplek bagi anak muda Kota Kudus, ada kedai kopinya, ada pool biliar, lapangan futsal, dan badminton, sangat lengkap bukan?<\/p>\n\n\n\n Kota Kudus membuka dimensi saya dalam banyak hal. Ternyata Jaksel bukanlah satu-satunya surga nongkrong dan tempat yang anak muda banget di Indonesia. Masih banyak di kota-kota lain yang memiliki keistimewaan serupa. Ah, atau jangan-jangan memang hanya anak-anak Jaksel saja yang selama ini mengglorifikasi tentang kerennya daerah yang mereka huni, mungkin saja. <\/p>\n","post_title":"Smoker Travellers: Menemukan \"Jaksel\" di Kota Kudus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"smoker-travellers-menemukan-jaksel-di-kota-kudus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-12 08:48:55","post_modified_gmt":"2019-11-12 01:48:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6223","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6199,"post_author":"919","post_date":"2019-11-03 11:10:25","post_date_gmt":"2019-11-03 04:10:25","post_content":"\n November 2019 ini menjadi bulan yang baik, setidaknya untuk saya sendiri. Diawali dengan hujan deras dan mendung yang mulai\u00a0memayungi\u00a0Indonesia, menandakan berakhirnya musim panas. Bulan ini juga saya mendapatkan kabar yang menyenangkan;\u00a0My Chemical Romance\u00a0akhirnya manggung dan bermusik lagi. Satu kabar yang cukup mengejutkan mengingat band asal Inggris tersebut sudah\u00a0vakum\u00a0karena menyatakan bubar pada 2013 lalu. Saya percaya setiap orang diberikan satu kelebihan oleh Tuhan dalam kehidupannya. Maka bersyukurlah bagi mereka yang mampu memaksimalkan kelebihan itu menjadi sesuatu yang bisa menghidupinya. Walau terkadang ada banyak manusia yang gagal memanfaatkan potensi dalam dirinya sehingga terkubur begitu saja, tak sedikit juga yang masih beruntung karena potensinya mampu ia temukan walau di umur yang sudah tak lagi muda.<\/p>\n\n\n\n Bicara soal potensi, maka saya cukup mengagumi seorang bernama Reza Arap Oktovian. Oke, biar terkesan adil mari kita bicarakan hal yang buruk darinya, setidaknya menggunakan standar netizen di luar sana. Banyak yang bilang dirinya angkuh, sombong, bertatto, sering mengeluarkan kata-kata tidak senonoh, ada lagi? Silahkan isi di kolom komentar ya. Keburukannya bisa menjadi lebih banyak lagi, apalagi keluar dari mulut seseorang yang membenci dirinya.<\/p>\n\n\n\n Baca: Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan<\/a><\/p>\n\n\n\n Tapi tulisan ini tidak mau membahas banyak tenteng kejelekan Reza Oktovian, paragraf kedua tadi biar terkesan fair saja dalam menilai. Reza Arap boleh dikatakan sebagai salah satu yang membuat youtube gaming di Indonesia berkembang, meski pun sebenarnya Tara Arts sudah melakukannya terlebih dahulu, correct me if im wrong.<\/p>\n\n\n\n Sebelum tampil dalam sebuah lagu \u2018Ganteng-ganteng Swag\u2019 bersama Young Lex, Andovi, Jovial, Kemal Palevi, saya sebenarnya tak kenal siapa itu Reza Arap. Justru saya mengenalnya ketika ada konfilik antara dirinya dengan youtuber gaming lainnya, Ericko Lim sehingga konon katanya membuat Reza Arap menutup akun. Pertarungan dua sosok itu menjadi bahan pemberitaan yang luar biasa, Ericko Lim bak ingin menggoyahkan dominasi Reza Arap dalam dunia youtube. Keduanya punya masa dan opini yang tergiring liar, namun Reza Arap memenangkannya (menurut saya) dengan cara yang keren.<\/p>\n\n\n\n Tentu babak Reza Arap selanjutnya adalah menutup akun youtubenya yang sudah memberinya nafkah yang luar biasa, dia membakar segala peralatan dan penghargaan dari youtube. Lalu puncaknya adalah dirinya kemudian membuka kembali akun youtubenya dan diberikan kepada salah satu yayasan yang bergerak mengurus anak penderita kanker. Plok, plok, plok, exposure dia dapatkan, pahala ia raih. Satu hal yang membuat Reza Arap memenangkan pertarungannya dengan semua haters yang melawan dirinya.<\/p>\n\n\n\n Kembali soal paragraf pertama soal potensi diri, Reza Arap adalah orang yang mampu memaksimalkan segala potensi dalam dirinya, beruntunglah dia. Dia termasuk handal dalam bermain game, ketika industri game sedang tumbuh, ia cukup jeli juga membaca peluang dan terjun dalam industri tersebut. Reza Arap juga seorang entertain, di dunia hiburan ia juga sukses mengelola tempat hiburan dunia malam. Tak selesai di situ, ia kini juga merambah ke dunia musik, meski froyonian menelanjangi habis-habisan Reza Arap yang tak pandai bermusik, tapi dirinya tetap sukses pula dari dunia barunya tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n Sejatinya Reza Arap tak akan pernah bisa untuk lepas dari youtube. Walau youtube lamanya sudah diberikan kepada sebuah yayasan, namun ia akhirnya membuat ulang akun youtube barunya. Terlahir kembali dari kematian, seperti mati suri yang pernah ia alami. Kehidupan barunya di youtube ini agak unik, seperti melawan format para youtuber saat ini yang haus akan eksistensi, ia melawannya dengan caranya sendiri. Judul yang aneh dan semaunya dan formatnya liva streaming, jika pun ada bukan live streaming maka modelnya pun tak seperti pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n Lagi-lagi dengan gayanya yang angkuh saat ditanyai oleh Deddy Corbuzier, Reza Arap menjawab bahwa dengan format seperti itu saja, dirinya sudah mendapatkan 945 subscriber dan hanya dalam kurun waktu kurang lebih setahun. Bahkan ketika tampil bukan di akunnya sendiri, Reza Arap juga cukup memberi viewers yang lumayan. Total ada 13,7 juta viewers yang menonton tiga video podcast antara Deddie Corbuzier dan Reza Arap, hats off! Satu langkah jitu diambil oleh pemilik dari PT Djarum, Robert\nBudi Hartono dan Bambang Hartono. Ambisi mereka memajukan dunia olahraga di\ntanah air kembali diwujudkan kali ini dengan membeli klub kasta ketiga di liga sepak\nbola Italia, Como 1907. Kabarnya, uang sebesar 5 milyar digelontorkan oleh dua\nmiliarder di tanah air tersebut untuk membeli klub berjuluk I Lariani itu. Memang\nbukan klub teras di tanah negeri pizza, namun Bos PT Djarum membeli klub\ntersebut sebagai wadah candradimuka bibit unggul pesepakbola top di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian,\nklub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta\nteratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto\ndi Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka\nyaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di\nSerie A.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Baca: Smokers Travellers: Jejak Keemasan Tembakau Deli di Masjid Raya Al-Ma\u2019shun Medan<\/a><\/p>\n\n\n\n Toleransi di Kota Kudus kabarnya memiliki indeks yang baik. Setidaknya toleransi itu sudah dilembagakan dalam bentuk makanan. Saat makan malam tiba, kami menikmati sajian soto dan sate kerbau. Kata teman saya, mengapa warga Kudus memilih kerbau sebagai sajian makanan karena leluhur mereka dulunya menghargai umat Hindu yang tak memakan sapi dan akhirnya kerbau yang dipilih. Fakta atau tidak, bagi saya niatannya cukup baik. Ohya<\/em>, Soto Kerbau rasanya mirip dengan berbagai soto lainnya, namun Sate Kerbau Kudus memiliki keunikan tersendiri. Sate Kerbau dibuat dari daging kerbau yang sudah digiling halus dicampur kelapa dan dibekap pada tusukan bambu. Sekilas mirip cara pembuatan sate lilit khas bali yang berbahan dasar ikan.<\/p>\n\n\n\n Makan tiga kali sehari sudah, maka waktunya untuk nongkrong. Saya diajak oleh teman untuk pergi ke Blackstone Urban Lounge<\/em>. Disclaimer<\/em>, tulisan ini bukan bentuk promosi berbayar atas tempat tersebut, melainkan hanya review<\/em> salah satu tempat nongkrong yang asyik di Kota Kudus. Kalian bisa searching<\/em> sendiri di Internet di mana tempat ini berada. Ketika berkunjung ke sana, saya rasa ini tempat yang Jaksel banget di Kota Kudus. Lounge<\/em> besar yang nyaman, ruangan merokok juga sangat luas, pelayannya ramah, tempatnya bersih, menunya lengkap dan harganya sangat terjangkau!<\/p>\n\n\n\n Saya rasa di Jaksel pun saya belum tentu menemukan tempat nongkrong yang enak dan nyaman seluas di Blackstone Urban Lounge<\/em>. Terlebih tempat ini ibarat sebuah komplek bagi anak muda Kota Kudus, ada kedai kopinya, ada pool biliar, lapangan futsal, dan badminton, sangat lengkap bukan?<\/p>\n\n\n\n Kota Kudus membuka dimensi saya dalam banyak hal. Ternyata Jaksel bukanlah satu-satunya surga nongkrong dan tempat yang anak muda banget di Indonesia. Masih banyak di kota-kota lain yang memiliki keistimewaan serupa. Ah, atau jangan-jangan memang hanya anak-anak Jaksel saja yang selama ini mengglorifikasi tentang kerennya daerah yang mereka huni, mungkin saja. <\/p>\n","post_title":"Smoker Travellers: Menemukan \"Jaksel\" di Kota Kudus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"smoker-travellers-menemukan-jaksel-di-kota-kudus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-12 08:48:55","post_modified_gmt":"2019-11-12 01:48:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6223","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6199,"post_author":"919","post_date":"2019-11-03 11:10:25","post_date_gmt":"2019-11-03 04:10:25","post_content":"\n November 2019 ini menjadi bulan yang baik, setidaknya untuk saya sendiri. Diawali dengan hujan deras dan mendung yang mulai\u00a0memayungi\u00a0Indonesia, menandakan berakhirnya musim panas. Bulan ini juga saya mendapatkan kabar yang menyenangkan;\u00a0My Chemical Romance\u00a0akhirnya manggung dan bermusik lagi. Satu kabar yang cukup mengejutkan mengingat band asal Inggris tersebut sudah\u00a0vakum\u00a0karena menyatakan bubar pada 2013 lalu. Saya percaya setiap orang diberikan satu kelebihan oleh Tuhan dalam kehidupannya. Maka bersyukurlah bagi mereka yang mampu memaksimalkan kelebihan itu menjadi sesuatu yang bisa menghidupinya. Walau terkadang ada banyak manusia yang gagal memanfaatkan potensi dalam dirinya sehingga terkubur begitu saja, tak sedikit juga yang masih beruntung karena potensinya mampu ia temukan walau di umur yang sudah tak lagi muda.<\/p>\n\n\n\n Bicara soal potensi, maka saya cukup mengagumi seorang bernama Reza Arap Oktovian. Oke, biar terkesan adil mari kita bicarakan hal yang buruk darinya, setidaknya menggunakan standar netizen di luar sana. Banyak yang bilang dirinya angkuh, sombong, bertatto, sering mengeluarkan kata-kata tidak senonoh, ada lagi? Silahkan isi di kolom komentar ya. Keburukannya bisa menjadi lebih banyak lagi, apalagi keluar dari mulut seseorang yang membenci dirinya.<\/p>\n\n\n\n Baca: Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan<\/a><\/p>\n\n\n\n Tapi tulisan ini tidak mau membahas banyak tenteng kejelekan Reza Oktovian, paragraf kedua tadi biar terkesan fair saja dalam menilai. Reza Arap boleh dikatakan sebagai salah satu yang membuat youtube gaming di Indonesia berkembang, meski pun sebenarnya Tara Arts sudah melakukannya terlebih dahulu, correct me if im wrong.<\/p>\n\n\n\n Sebelum tampil dalam sebuah lagu \u2018Ganteng-ganteng Swag\u2019 bersama Young Lex, Andovi, Jovial, Kemal Palevi, saya sebenarnya tak kenal siapa itu Reza Arap. Justru saya mengenalnya ketika ada konfilik antara dirinya dengan youtuber gaming lainnya, Ericko Lim sehingga konon katanya membuat Reza Arap menutup akun. Pertarungan dua sosok itu menjadi bahan pemberitaan yang luar biasa, Ericko Lim bak ingin menggoyahkan dominasi Reza Arap dalam dunia youtube. Keduanya punya masa dan opini yang tergiring liar, namun Reza Arap memenangkannya (menurut saya) dengan cara yang keren.<\/p>\n\n\n\n Tentu babak Reza Arap selanjutnya adalah menutup akun youtubenya yang sudah memberinya nafkah yang luar biasa, dia membakar segala peralatan dan penghargaan dari youtube. Lalu puncaknya adalah dirinya kemudian membuka kembali akun youtubenya dan diberikan kepada salah satu yayasan yang bergerak mengurus anak penderita kanker. Plok, plok, plok, exposure dia dapatkan, pahala ia raih. Satu hal yang membuat Reza Arap memenangkan pertarungannya dengan semua haters yang melawan dirinya.<\/p>\n\n\n\n Kembali soal paragraf pertama soal potensi diri, Reza Arap adalah orang yang mampu memaksimalkan segala potensi dalam dirinya, beruntunglah dia. Dia termasuk handal dalam bermain game, ketika industri game sedang tumbuh, ia cukup jeli juga membaca peluang dan terjun dalam industri tersebut. Reza Arap juga seorang entertain, di dunia hiburan ia juga sukses mengelola tempat hiburan dunia malam. Tak selesai di situ, ia kini juga merambah ke dunia musik, meski froyonian menelanjangi habis-habisan Reza Arap yang tak pandai bermusik, tapi dirinya tetap sukses pula dari dunia barunya tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n Sejatinya Reza Arap tak akan pernah bisa untuk lepas dari youtube. Walau youtube lamanya sudah diberikan kepada sebuah yayasan, namun ia akhirnya membuat ulang akun youtube barunya. Terlahir kembali dari kematian, seperti mati suri yang pernah ia alami. Kehidupan barunya di youtube ini agak unik, seperti melawan format para youtuber saat ini yang haus akan eksistensi, ia melawannya dengan caranya sendiri. Judul yang aneh dan semaunya dan formatnya liva streaming, jika pun ada bukan live streaming maka modelnya pun tak seperti pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n Lagi-lagi dengan gayanya yang angkuh saat ditanyai oleh Deddy Corbuzier, Reza Arap menjawab bahwa dengan format seperti itu saja, dirinya sudah mendapatkan 945 subscriber dan hanya dalam kurun waktu kurang lebih setahun. Bahkan ketika tampil bukan di akunnya sendiri, Reza Arap juga cukup memberi viewers yang lumayan. Total ada 13,7 juta viewers yang menonton tiga video podcast antara Deddie Corbuzier dan Reza Arap, hats off! Satu langkah jitu diambil oleh pemilik dari PT Djarum, Robert\nBudi Hartono dan Bambang Hartono. Ambisi mereka memajukan dunia olahraga di\ntanah air kembali diwujudkan kali ini dengan membeli klub kasta ketiga di liga sepak\nbola Italia, Como 1907. Kabarnya, uang sebesar 5 milyar digelontorkan oleh dua\nmiliarder di tanah air tersebut untuk membeli klub berjuluk I Lariani itu. Memang\nbukan klub teras di tanah negeri pizza, namun Bos PT Djarum membeli klub\ntersebut sebagai wadah candradimuka bibit unggul pesepakbola top di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian,\nklub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta\nteratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto\ndi Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka\nyaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di\nSerie A.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Ketika siang tiba dan waktunya makan, teman saya kemudian merekomendasikan untuk menyantap tongseng entog. Kalian tahu apa itu entog, dia adalah unggas sejenis bebek dengan nama latin\u00a0Cairina Moschata<\/em>\u00a0yang sering dijumpai di persawahan. Untuk lebih lengkapnya silakan dicari saja di internet. Karena saya cukup bosan dengan makanan bersantan, saya akhirnya memilih entog goreng, Rupanya mereka menyajikan entog goreng yang sangat empuk dan gurih dalam bentuk potongan. Nasinya bisa diambil sendiri begitu juga dengan sambal gorengnya yang mantap.<\/p>\n\n\n\n Baca: Smokers Travellers: Jejak Keemasan Tembakau Deli di Masjid Raya Al-Ma\u2019shun Medan<\/a><\/p>\n\n\n\n Toleransi di Kota Kudus kabarnya memiliki indeks yang baik. Setidaknya toleransi itu sudah dilembagakan dalam bentuk makanan. Saat makan malam tiba, kami menikmati sajian soto dan sate kerbau. Kata teman saya, mengapa warga Kudus memilih kerbau sebagai sajian makanan karena leluhur mereka dulunya menghargai umat Hindu yang tak memakan sapi dan akhirnya kerbau yang dipilih. Fakta atau tidak, bagi saya niatannya cukup baik. Ohya<\/em>, Soto Kerbau rasanya mirip dengan berbagai soto lainnya, namun Sate Kerbau Kudus memiliki keunikan tersendiri. Sate Kerbau dibuat dari daging kerbau yang sudah digiling halus dicampur kelapa dan dibekap pada tusukan bambu. Sekilas mirip cara pembuatan sate lilit khas bali yang berbahan dasar ikan.<\/p>\n\n\n\n Makan tiga kali sehari sudah, maka waktunya untuk nongkrong. Saya diajak oleh teman untuk pergi ke Blackstone Urban Lounge<\/em>. Disclaimer<\/em>, tulisan ini bukan bentuk promosi berbayar atas tempat tersebut, melainkan hanya review<\/em> salah satu tempat nongkrong yang asyik di Kota Kudus. Kalian bisa searching<\/em> sendiri di Internet di mana tempat ini berada. Ketika berkunjung ke sana, saya rasa ini tempat yang Jaksel banget di Kota Kudus. Lounge<\/em> besar yang nyaman, ruangan merokok juga sangat luas, pelayannya ramah, tempatnya bersih, menunya lengkap dan harganya sangat terjangkau!<\/p>\n\n\n\n Saya rasa di Jaksel pun saya belum tentu menemukan tempat nongkrong yang enak dan nyaman seluas di Blackstone Urban Lounge<\/em>. Terlebih tempat ini ibarat sebuah komplek bagi anak muda Kota Kudus, ada kedai kopinya, ada pool biliar, lapangan futsal, dan badminton, sangat lengkap bukan?<\/p>\n\n\n\n Kota Kudus membuka dimensi saya dalam banyak hal. Ternyata Jaksel bukanlah satu-satunya surga nongkrong dan tempat yang anak muda banget di Indonesia. Masih banyak di kota-kota lain yang memiliki keistimewaan serupa. Ah, atau jangan-jangan memang hanya anak-anak Jaksel saja yang selama ini mengglorifikasi tentang kerennya daerah yang mereka huni, mungkin saja. <\/p>\n","post_title":"Smoker Travellers: Menemukan \"Jaksel\" di Kota Kudus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"smoker-travellers-menemukan-jaksel-di-kota-kudus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-12 08:48:55","post_modified_gmt":"2019-11-12 01:48:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6223","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6199,"post_author":"919","post_date":"2019-11-03 11:10:25","post_date_gmt":"2019-11-03 04:10:25","post_content":"\n November 2019 ini menjadi bulan yang baik, setidaknya untuk saya sendiri. Diawali dengan hujan deras dan mendung yang mulai\u00a0memayungi\u00a0Indonesia, menandakan berakhirnya musim panas. Bulan ini juga saya mendapatkan kabar yang menyenangkan;\u00a0My Chemical Romance\u00a0akhirnya manggung dan bermusik lagi. Satu kabar yang cukup mengejutkan mengingat band asal Inggris tersebut sudah\u00a0vakum\u00a0karena menyatakan bubar pada 2013 lalu. Saya percaya setiap orang diberikan satu kelebihan oleh Tuhan dalam kehidupannya. Maka bersyukurlah bagi mereka yang mampu memaksimalkan kelebihan itu menjadi sesuatu yang bisa menghidupinya. Walau terkadang ada banyak manusia yang gagal memanfaatkan potensi dalam dirinya sehingga terkubur begitu saja, tak sedikit juga yang masih beruntung karena potensinya mampu ia temukan walau di umur yang sudah tak lagi muda.<\/p>\n\n\n\n Bicara soal potensi, maka saya cukup mengagumi seorang bernama Reza Arap Oktovian. Oke, biar terkesan adil mari kita bicarakan hal yang buruk darinya, setidaknya menggunakan standar netizen di luar sana. Banyak yang bilang dirinya angkuh, sombong, bertatto, sering mengeluarkan kata-kata tidak senonoh, ada lagi? Silahkan isi di kolom komentar ya. Keburukannya bisa menjadi lebih banyak lagi, apalagi keluar dari mulut seseorang yang membenci dirinya.<\/p>\n\n\n\n Baca: Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan<\/a><\/p>\n\n\n\n Tapi tulisan ini tidak mau membahas banyak tenteng kejelekan Reza Oktovian, paragraf kedua tadi biar terkesan fair saja dalam menilai. Reza Arap boleh dikatakan sebagai salah satu yang membuat youtube gaming di Indonesia berkembang, meski pun sebenarnya Tara Arts sudah melakukannya terlebih dahulu, correct me if im wrong.<\/p>\n\n\n\n Sebelum tampil dalam sebuah lagu \u2018Ganteng-ganteng Swag\u2019 bersama Young Lex, Andovi, Jovial, Kemal Palevi, saya sebenarnya tak kenal siapa itu Reza Arap. Justru saya mengenalnya ketika ada konfilik antara dirinya dengan youtuber gaming lainnya, Ericko Lim sehingga konon katanya membuat Reza Arap menutup akun. Pertarungan dua sosok itu menjadi bahan pemberitaan yang luar biasa, Ericko Lim bak ingin menggoyahkan dominasi Reza Arap dalam dunia youtube. Keduanya punya masa dan opini yang tergiring liar, namun Reza Arap memenangkannya (menurut saya) dengan cara yang keren.<\/p>\n\n\n\n Tentu babak Reza Arap selanjutnya adalah menutup akun youtubenya yang sudah memberinya nafkah yang luar biasa, dia membakar segala peralatan dan penghargaan dari youtube. Lalu puncaknya adalah dirinya kemudian membuka kembali akun youtubenya dan diberikan kepada salah satu yayasan yang bergerak mengurus anak penderita kanker. Plok, plok, plok, exposure dia dapatkan, pahala ia raih. Satu hal yang membuat Reza Arap memenangkan pertarungannya dengan semua haters yang melawan dirinya.<\/p>\n\n\n\n Kembali soal paragraf pertama soal potensi diri, Reza Arap adalah orang yang mampu memaksimalkan segala potensi dalam dirinya, beruntunglah dia. Dia termasuk handal dalam bermain game, ketika industri game sedang tumbuh, ia cukup jeli juga membaca peluang dan terjun dalam industri tersebut. Reza Arap juga seorang entertain, di dunia hiburan ia juga sukses mengelola tempat hiburan dunia malam. Tak selesai di situ, ia kini juga merambah ke dunia musik, meski froyonian menelanjangi habis-habisan Reza Arap yang tak pandai bermusik, tapi dirinya tetap sukses pula dari dunia barunya tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n Sejatinya Reza Arap tak akan pernah bisa untuk lepas dari youtube. Walau youtube lamanya sudah diberikan kepada sebuah yayasan, namun ia akhirnya membuat ulang akun youtube barunya. Terlahir kembali dari kematian, seperti mati suri yang pernah ia alami. Kehidupan barunya di youtube ini agak unik, seperti melawan format para youtuber saat ini yang haus akan eksistensi, ia melawannya dengan caranya sendiri. Judul yang aneh dan semaunya dan formatnya liva streaming, jika pun ada bukan live streaming maka modelnya pun tak seperti pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n Lagi-lagi dengan gayanya yang angkuh saat ditanyai oleh Deddy Corbuzier, Reza Arap menjawab bahwa dengan format seperti itu saja, dirinya sudah mendapatkan 945 subscriber dan hanya dalam kurun waktu kurang lebih setahun. Bahkan ketika tampil bukan di akunnya sendiri, Reza Arap juga cukup memberi viewers yang lumayan. Total ada 13,7 juta viewers yang menonton tiga video podcast antara Deddie Corbuzier dan Reza Arap, hats off! Satu langkah jitu diambil oleh pemilik dari PT Djarum, Robert\nBudi Hartono dan Bambang Hartono. Ambisi mereka memajukan dunia olahraga di\ntanah air kembali diwujudkan kali ini dengan membeli klub kasta ketiga di liga sepak\nbola Italia, Como 1907. Kabarnya, uang sebesar 5 milyar digelontorkan oleh dua\nmiliarder di tanah air tersebut untuk membeli klub berjuluk I Lariani itu. Memang\nbukan klub teras di tanah negeri pizza, namun Bos PT Djarum membeli klub\ntersebut sebagai wadah candradimuka bibit unggul pesepakbola top di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian,\nklub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta\nteratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto\ndi Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka\nyaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di\nSerie A.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Bicara soal khazanah kuliner, pengalaman dan literasi saya tentang makanan nusantara kian bertambah saat berkunjung ke Kudus. Teman mengajak saya untuk mencicipi beberapa kudapan khas di kota tempat berdakwahnya Sunan Muria dan Kudus tersebut. Pertama, untuk makan pagi kalian bisa menyantap Lentog, sebuah sajian lokal dengan isian lontong, tahu lodeh, dan nangka muda yang tentunya sudah dimasak. Uniknya, makanan ini disajikan dalam porsi yang kecil. Teman saya agak berat ketika merekomendasikan makanan ini, alasannya sederhana yaitu porsinya yang terlalu sedikit, tapi menurut saya ini porsi yang pas, sangat pas bahkan saya kira.<\/p>\n\n\n\n Ketika siang tiba dan waktunya makan, teman saya kemudian merekomendasikan untuk menyantap tongseng entog. Kalian tahu apa itu entog, dia adalah unggas sejenis bebek dengan nama latin\u00a0Cairina Moschata<\/em>\u00a0yang sering dijumpai di persawahan. Untuk lebih lengkapnya silakan dicari saja di internet. Karena saya cukup bosan dengan makanan bersantan, saya akhirnya memilih entog goreng, Rupanya mereka menyajikan entog goreng yang sangat empuk dan gurih dalam bentuk potongan. Nasinya bisa diambil sendiri begitu juga dengan sambal gorengnya yang mantap.<\/p>\n\n\n\n Baca: Smokers Travellers: Jejak Keemasan Tembakau Deli di Masjid Raya Al-Ma\u2019shun Medan<\/a><\/p>\n\n\n\n Toleransi di Kota Kudus kabarnya memiliki indeks yang baik. Setidaknya toleransi itu sudah dilembagakan dalam bentuk makanan. Saat makan malam tiba, kami menikmati sajian soto dan sate kerbau. Kata teman saya, mengapa warga Kudus memilih kerbau sebagai sajian makanan karena leluhur mereka dulunya menghargai umat Hindu yang tak memakan sapi dan akhirnya kerbau yang dipilih. Fakta atau tidak, bagi saya niatannya cukup baik. Ohya<\/em>, Soto Kerbau rasanya mirip dengan berbagai soto lainnya, namun Sate Kerbau Kudus memiliki keunikan tersendiri. Sate Kerbau dibuat dari daging kerbau yang sudah digiling halus dicampur kelapa dan dibekap pada tusukan bambu. Sekilas mirip cara pembuatan sate lilit khas bali yang berbahan dasar ikan.<\/p>\n\n\n\n Makan tiga kali sehari sudah, maka waktunya untuk nongkrong. Saya diajak oleh teman untuk pergi ke Blackstone Urban Lounge<\/em>. Disclaimer<\/em>, tulisan ini bukan bentuk promosi berbayar atas tempat tersebut, melainkan hanya review<\/em> salah satu tempat nongkrong yang asyik di Kota Kudus. Kalian bisa searching<\/em> sendiri di Internet di mana tempat ini berada. Ketika berkunjung ke sana, saya rasa ini tempat yang Jaksel banget di Kota Kudus. Lounge<\/em> besar yang nyaman, ruangan merokok juga sangat luas, pelayannya ramah, tempatnya bersih, menunya lengkap dan harganya sangat terjangkau!<\/p>\n\n\n\n Saya rasa di Jaksel pun saya belum tentu menemukan tempat nongkrong yang enak dan nyaman seluas di Blackstone Urban Lounge<\/em>. Terlebih tempat ini ibarat sebuah komplek bagi anak muda Kota Kudus, ada kedai kopinya, ada pool biliar, lapangan futsal, dan badminton, sangat lengkap bukan?<\/p>\n\n\n\n Kota Kudus membuka dimensi saya dalam banyak hal. Ternyata Jaksel bukanlah satu-satunya surga nongkrong dan tempat yang anak muda banget di Indonesia. Masih banyak di kota-kota lain yang memiliki keistimewaan serupa. Ah, atau jangan-jangan memang hanya anak-anak Jaksel saja yang selama ini mengglorifikasi tentang kerennya daerah yang mereka huni, mungkin saja. <\/p>\n","post_title":"Smoker Travellers: Menemukan \"Jaksel\" di Kota Kudus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"smoker-travellers-menemukan-jaksel-di-kota-kudus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-12 08:48:55","post_modified_gmt":"2019-11-12 01:48:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6223","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6199,"post_author":"919","post_date":"2019-11-03 11:10:25","post_date_gmt":"2019-11-03 04:10:25","post_content":"\n November 2019 ini menjadi bulan yang baik, setidaknya untuk saya sendiri. Diawali dengan hujan deras dan mendung yang mulai\u00a0memayungi\u00a0Indonesia, menandakan berakhirnya musim panas. Bulan ini juga saya mendapatkan kabar yang menyenangkan;\u00a0My Chemical Romance\u00a0akhirnya manggung dan bermusik lagi. Satu kabar yang cukup mengejutkan mengingat band asal Inggris tersebut sudah\u00a0vakum\u00a0karena menyatakan bubar pada 2013 lalu. Saya percaya setiap orang diberikan satu kelebihan oleh Tuhan dalam kehidupannya. Maka bersyukurlah bagi mereka yang mampu memaksimalkan kelebihan itu menjadi sesuatu yang bisa menghidupinya. Walau terkadang ada banyak manusia yang gagal memanfaatkan potensi dalam dirinya sehingga terkubur begitu saja, tak sedikit juga yang masih beruntung karena potensinya mampu ia temukan walau di umur yang sudah tak lagi muda.<\/p>\n\n\n\n Bicara soal potensi, maka saya cukup mengagumi seorang bernama Reza Arap Oktovian. Oke, biar terkesan adil mari kita bicarakan hal yang buruk darinya, setidaknya menggunakan standar netizen di luar sana. Banyak yang bilang dirinya angkuh, sombong, bertatto, sering mengeluarkan kata-kata tidak senonoh, ada lagi? Silahkan isi di kolom komentar ya. Keburukannya bisa menjadi lebih banyak lagi, apalagi keluar dari mulut seseorang yang membenci dirinya.<\/p>\n\n\n\n Baca: Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan<\/a><\/p>\n\n\n\n Tapi tulisan ini tidak mau membahas banyak tenteng kejelekan Reza Oktovian, paragraf kedua tadi biar terkesan fair saja dalam menilai. Reza Arap boleh dikatakan sebagai salah satu yang membuat youtube gaming di Indonesia berkembang, meski pun sebenarnya Tara Arts sudah melakukannya terlebih dahulu, correct me if im wrong.<\/p>\n\n\n\n Sebelum tampil dalam sebuah lagu \u2018Ganteng-ganteng Swag\u2019 bersama Young Lex, Andovi, Jovial, Kemal Palevi, saya sebenarnya tak kenal siapa itu Reza Arap. Justru saya mengenalnya ketika ada konfilik antara dirinya dengan youtuber gaming lainnya, Ericko Lim sehingga konon katanya membuat Reza Arap menutup akun. Pertarungan dua sosok itu menjadi bahan pemberitaan yang luar biasa, Ericko Lim bak ingin menggoyahkan dominasi Reza Arap dalam dunia youtube. Keduanya punya masa dan opini yang tergiring liar, namun Reza Arap memenangkannya (menurut saya) dengan cara yang keren.<\/p>\n\n\n\n Tentu babak Reza Arap selanjutnya adalah menutup akun youtubenya yang sudah memberinya nafkah yang luar biasa, dia membakar segala peralatan dan penghargaan dari youtube. Lalu puncaknya adalah dirinya kemudian membuka kembali akun youtubenya dan diberikan kepada salah satu yayasan yang bergerak mengurus anak penderita kanker. Plok, plok, plok, exposure dia dapatkan, pahala ia raih. Satu hal yang membuat Reza Arap memenangkan pertarungannya dengan semua haters yang melawan dirinya.<\/p>\n\n\n\n Kembali soal paragraf pertama soal potensi diri, Reza Arap adalah orang yang mampu memaksimalkan segala potensi dalam dirinya, beruntunglah dia. Dia termasuk handal dalam bermain game, ketika industri game sedang tumbuh, ia cukup jeli juga membaca peluang dan terjun dalam industri tersebut. Reza Arap juga seorang entertain, di dunia hiburan ia juga sukses mengelola tempat hiburan dunia malam. Tak selesai di situ, ia kini juga merambah ke dunia musik, meski froyonian menelanjangi habis-habisan Reza Arap yang tak pandai bermusik, tapi dirinya tetap sukses pula dari dunia barunya tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n Sejatinya Reza Arap tak akan pernah bisa untuk lepas dari youtube. Walau youtube lamanya sudah diberikan kepada sebuah yayasan, namun ia akhirnya membuat ulang akun youtube barunya. Terlahir kembali dari kematian, seperti mati suri yang pernah ia alami. Kehidupan barunya di youtube ini agak unik, seperti melawan format para youtuber saat ini yang haus akan eksistensi, ia melawannya dengan caranya sendiri. Judul yang aneh dan semaunya dan formatnya liva streaming, jika pun ada bukan live streaming maka modelnya pun tak seperti pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n Lagi-lagi dengan gayanya yang angkuh saat ditanyai oleh Deddy Corbuzier, Reza Arap menjawab bahwa dengan format seperti itu saja, dirinya sudah mendapatkan 945 subscriber dan hanya dalam kurun waktu kurang lebih setahun. Bahkan ketika tampil bukan di akunnya sendiri, Reza Arap juga cukup memberi viewers yang lumayan. Total ada 13,7 juta viewers yang menonton tiga video podcast antara Deddie Corbuzier dan Reza Arap, hats off! Satu langkah jitu diambil oleh pemilik dari PT Djarum, Robert\nBudi Hartono dan Bambang Hartono. Ambisi mereka memajukan dunia olahraga di\ntanah air kembali diwujudkan kali ini dengan membeli klub kasta ketiga di liga sepak\nbola Italia, Como 1907. Kabarnya, uang sebesar 5 milyar digelontorkan oleh dua\nmiliarder di tanah air tersebut untuk membeli klub berjuluk I Lariani itu. Memang\nbukan klub teras di tanah negeri pizza, namun Bos PT Djarum membeli klub\ntersebut sebagai wadah candradimuka bibit unggul pesepakbola top di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian,\nklub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta\nteratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto\ndi Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka\nyaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di\nSerie A.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Tapi ternyata proses adaptasi itu tak berlangsung lama. Alhamdulillah saya bisa berkeliling Kota Kudus dan menemukan teman di sana. Kesulitan pertama dan kedua yang saya tuliskan di atas pun ternyata tak berlangsung lama. Karena saya akhirnya saya menemukan tempat-tempat yang mengagumkan di Kudus. Alun-alun Kudus misalnya, saya merasakan kehangatan interaksi masyarakat di sana, dan juga bagaimana tata kota itu dibangun dengan sangat bagus. Alun-alun dibangun dekat dengan pusat perbelanjaan, pemerintahan, dan juga rumah ibadah, tentu di sana dikeliling juga oleh berbagai jajanan kaki lima, sungguh pilihan yang lengkap.<\/p>\n\n\n\n Bicara soal khazanah kuliner, pengalaman dan literasi saya tentang makanan nusantara kian bertambah saat berkunjung ke Kudus. Teman mengajak saya untuk mencicipi beberapa kudapan khas di kota tempat berdakwahnya Sunan Muria dan Kudus tersebut. Pertama, untuk makan pagi kalian bisa menyantap Lentog, sebuah sajian lokal dengan isian lontong, tahu lodeh, dan nangka muda yang tentunya sudah dimasak. Uniknya, makanan ini disajikan dalam porsi yang kecil. Teman saya agak berat ketika merekomendasikan makanan ini, alasannya sederhana yaitu porsinya yang terlalu sedikit, tapi menurut saya ini porsi yang pas, sangat pas bahkan saya kira.<\/p>\n\n\n\n Ketika siang tiba dan waktunya makan, teman saya kemudian merekomendasikan untuk menyantap tongseng entog. Kalian tahu apa itu entog, dia adalah unggas sejenis bebek dengan nama latin\u00a0Cairina Moschata<\/em>\u00a0yang sering dijumpai di persawahan. Untuk lebih lengkapnya silakan dicari saja di internet. Karena saya cukup bosan dengan makanan bersantan, saya akhirnya memilih entog goreng, Rupanya mereka menyajikan entog goreng yang sangat empuk dan gurih dalam bentuk potongan. Nasinya bisa diambil sendiri begitu juga dengan sambal gorengnya yang mantap.<\/p>\n\n\n\n Baca: Smokers Travellers: Jejak Keemasan Tembakau Deli di Masjid Raya Al-Ma\u2019shun Medan<\/a><\/p>\n\n\n\n Toleransi di Kota Kudus kabarnya memiliki indeks yang baik. Setidaknya toleransi itu sudah dilembagakan dalam bentuk makanan. Saat makan malam tiba, kami menikmati sajian soto dan sate kerbau. Kata teman saya, mengapa warga Kudus memilih kerbau sebagai sajian makanan karena leluhur mereka dulunya menghargai umat Hindu yang tak memakan sapi dan akhirnya kerbau yang dipilih. Fakta atau tidak, bagi saya niatannya cukup baik. Ohya<\/em>, Soto Kerbau rasanya mirip dengan berbagai soto lainnya, namun Sate Kerbau Kudus memiliki keunikan tersendiri. Sate Kerbau dibuat dari daging kerbau yang sudah digiling halus dicampur kelapa dan dibekap pada tusukan bambu. Sekilas mirip cara pembuatan sate lilit khas bali yang berbahan dasar ikan.<\/p>\n\n\n\n Makan tiga kali sehari sudah, maka waktunya untuk nongkrong. Saya diajak oleh teman untuk pergi ke Blackstone Urban Lounge<\/em>. Disclaimer<\/em>, tulisan ini bukan bentuk promosi berbayar atas tempat tersebut, melainkan hanya review<\/em> salah satu tempat nongkrong yang asyik di Kota Kudus. Kalian bisa searching<\/em> sendiri di Internet di mana tempat ini berada. Ketika berkunjung ke sana, saya rasa ini tempat yang Jaksel banget di Kota Kudus. Lounge<\/em> besar yang nyaman, ruangan merokok juga sangat luas, pelayannya ramah, tempatnya bersih, menunya lengkap dan harganya sangat terjangkau!<\/p>\n\n\n\n Saya rasa di Jaksel pun saya belum tentu menemukan tempat nongkrong yang enak dan nyaman seluas di Blackstone Urban Lounge<\/em>. Terlebih tempat ini ibarat sebuah komplek bagi anak muda Kota Kudus, ada kedai kopinya, ada pool biliar, lapangan futsal, dan badminton, sangat lengkap bukan?<\/p>\n\n\n\n Kota Kudus membuka dimensi saya dalam banyak hal. Ternyata Jaksel bukanlah satu-satunya surga nongkrong dan tempat yang anak muda banget di Indonesia. Masih banyak di kota-kota lain yang memiliki keistimewaan serupa. Ah, atau jangan-jangan memang hanya anak-anak Jaksel saja yang selama ini mengglorifikasi tentang kerennya daerah yang mereka huni, mungkin saja. <\/p>\n","post_title":"Smoker Travellers: Menemukan \"Jaksel\" di Kota Kudus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"smoker-travellers-menemukan-jaksel-di-kota-kudus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-12 08:48:55","post_modified_gmt":"2019-11-12 01:48:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6223","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6199,"post_author":"919","post_date":"2019-11-03 11:10:25","post_date_gmt":"2019-11-03 04:10:25","post_content":"\n November 2019 ini menjadi bulan yang baik, setidaknya untuk saya sendiri. Diawali dengan hujan deras dan mendung yang mulai\u00a0memayungi\u00a0Indonesia, menandakan berakhirnya musim panas. Bulan ini juga saya mendapatkan kabar yang menyenangkan;\u00a0My Chemical Romance\u00a0akhirnya manggung dan bermusik lagi. Satu kabar yang cukup mengejutkan mengingat band asal Inggris tersebut sudah\u00a0vakum\u00a0karena menyatakan bubar pada 2013 lalu. Saya percaya setiap orang diberikan satu kelebihan oleh Tuhan dalam kehidupannya. Maka bersyukurlah bagi mereka yang mampu memaksimalkan kelebihan itu menjadi sesuatu yang bisa menghidupinya. Walau terkadang ada banyak manusia yang gagal memanfaatkan potensi dalam dirinya sehingga terkubur begitu saja, tak sedikit juga yang masih beruntung karena potensinya mampu ia temukan walau di umur yang sudah tak lagi muda.<\/p>\n\n\n\n Bicara soal potensi, maka saya cukup mengagumi seorang bernama Reza Arap Oktovian. Oke, biar terkesan adil mari kita bicarakan hal yang buruk darinya, setidaknya menggunakan standar netizen di luar sana. Banyak yang bilang dirinya angkuh, sombong, bertatto, sering mengeluarkan kata-kata tidak senonoh, ada lagi? Silahkan isi di kolom komentar ya. Keburukannya bisa menjadi lebih banyak lagi, apalagi keluar dari mulut seseorang yang membenci dirinya.<\/p>\n\n\n\n Baca: Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan<\/a><\/p>\n\n\n\n Tapi tulisan ini tidak mau membahas banyak tenteng kejelekan Reza Oktovian, paragraf kedua tadi biar terkesan fair saja dalam menilai. Reza Arap boleh dikatakan sebagai salah satu yang membuat youtube gaming di Indonesia berkembang, meski pun sebenarnya Tara Arts sudah melakukannya terlebih dahulu, correct me if im wrong.<\/p>\n\n\n\n Sebelum tampil dalam sebuah lagu \u2018Ganteng-ganteng Swag\u2019 bersama Young Lex, Andovi, Jovial, Kemal Palevi, saya sebenarnya tak kenal siapa itu Reza Arap. Justru saya mengenalnya ketika ada konfilik antara dirinya dengan youtuber gaming lainnya, Ericko Lim sehingga konon katanya membuat Reza Arap menutup akun. Pertarungan dua sosok itu menjadi bahan pemberitaan yang luar biasa, Ericko Lim bak ingin menggoyahkan dominasi Reza Arap dalam dunia youtube. Keduanya punya masa dan opini yang tergiring liar, namun Reza Arap memenangkannya (menurut saya) dengan cara yang keren.<\/p>\n\n\n\n Tentu babak Reza Arap selanjutnya adalah menutup akun youtubenya yang sudah memberinya nafkah yang luar biasa, dia membakar segala peralatan dan penghargaan dari youtube. Lalu puncaknya adalah dirinya kemudian membuka kembali akun youtubenya dan diberikan kepada salah satu yayasan yang bergerak mengurus anak penderita kanker. Plok, plok, plok, exposure dia dapatkan, pahala ia raih. Satu hal yang membuat Reza Arap memenangkan pertarungannya dengan semua haters yang melawan dirinya.<\/p>\n\n\n\n Kembali soal paragraf pertama soal potensi diri, Reza Arap adalah orang yang mampu memaksimalkan segala potensi dalam dirinya, beruntunglah dia. Dia termasuk handal dalam bermain game, ketika industri game sedang tumbuh, ia cukup jeli juga membaca peluang dan terjun dalam industri tersebut. Reza Arap juga seorang entertain, di dunia hiburan ia juga sukses mengelola tempat hiburan dunia malam. Tak selesai di situ, ia kini juga merambah ke dunia musik, meski froyonian menelanjangi habis-habisan Reza Arap yang tak pandai bermusik, tapi dirinya tetap sukses pula dari dunia barunya tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n Sejatinya Reza Arap tak akan pernah bisa untuk lepas dari youtube. Walau youtube lamanya sudah diberikan kepada sebuah yayasan, namun ia akhirnya membuat ulang akun youtube barunya. Terlahir kembali dari kematian, seperti mati suri yang pernah ia alami. Kehidupan barunya di youtube ini agak unik, seperti melawan format para youtuber saat ini yang haus akan eksistensi, ia melawannya dengan caranya sendiri. Judul yang aneh dan semaunya dan formatnya liva streaming, jika pun ada bukan live streaming maka modelnya pun tak seperti pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n Lagi-lagi dengan gayanya yang angkuh saat ditanyai oleh Deddy Corbuzier, Reza Arap menjawab bahwa dengan format seperti itu saja, dirinya sudah mendapatkan 945 subscriber dan hanya dalam kurun waktu kurang lebih setahun. Bahkan ketika tampil bukan di akunnya sendiri, Reza Arap juga cukup memberi viewers yang lumayan. Total ada 13,7 juta viewers yang menonton tiga video podcast antara Deddie Corbuzier dan Reza Arap, hats off! Satu langkah jitu diambil oleh pemilik dari PT Djarum, Robert\nBudi Hartono dan Bambang Hartono. Ambisi mereka memajukan dunia olahraga di\ntanah air kembali diwujudkan kali ini dengan membeli klub kasta ketiga di liga sepak\nbola Italia, Como 1907. Kabarnya, uang sebesar 5 milyar digelontorkan oleh dua\nmiliarder di tanah air tersebut untuk membeli klub berjuluk I Lariani itu. Memang\nbukan klub teras di tanah negeri pizza, namun Bos PT Djarum membeli klub\ntersebut sebagai wadah candradimuka bibit unggul pesepakbola top di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian,\nklub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta\nteratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto\ndi Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka\nyaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di\nSerie A.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Saya cukup paham betul daerah mana yang bisa saya jadikan rujukan untuk beberapa kegiatan yang sudah saya sebutkan di atas. Bahkan masjid sekali pun di Jaksel saat ini bisa digunakan untuk tempat kongkow pasca pulang mendengarkan pengajian, sungguh maha hebat Jaksel. Sekali lagi bukan bermaksud menyombongkan diri, kebiasaan yang saya alami di Jaksel harus sulit disesuaikan ketika harus berkunjung ke luar daerah, salah satunya Kota Kudus yang saya kunjungi. Pertama, Kudus memiliki kota yang kecil, kedua saya punya cukup waktu lama di sana, ketiga solusinya saya harus segera beradaptasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ternyata proses adaptasi itu tak berlangsung lama. Alhamdulillah saya bisa berkeliling Kota Kudus dan menemukan teman di sana. Kesulitan pertama dan kedua yang saya tuliskan di atas pun ternyata tak berlangsung lama. Karena saya akhirnya saya menemukan tempat-tempat yang mengagumkan di Kudus. Alun-alun Kudus misalnya, saya merasakan kehangatan interaksi masyarakat di sana, dan juga bagaimana tata kota itu dibangun dengan sangat bagus. Alun-alun dibangun dekat dengan pusat perbelanjaan, pemerintahan, dan juga rumah ibadah, tentu di sana dikeliling juga oleh berbagai jajanan kaki lima, sungguh pilihan yang lengkap.<\/p>\n\n\n\n Bicara soal khazanah kuliner, pengalaman dan literasi saya tentang makanan nusantara kian bertambah saat berkunjung ke Kudus. Teman mengajak saya untuk mencicipi beberapa kudapan khas di kota tempat berdakwahnya Sunan Muria dan Kudus tersebut. Pertama, untuk makan pagi kalian bisa menyantap Lentog, sebuah sajian lokal dengan isian lontong, tahu lodeh, dan nangka muda yang tentunya sudah dimasak. Uniknya, makanan ini disajikan dalam porsi yang kecil. Teman saya agak berat ketika merekomendasikan makanan ini, alasannya sederhana yaitu porsinya yang terlalu sedikit, tapi menurut saya ini porsi yang pas, sangat pas bahkan saya kira.<\/p>\n\n\n\n Ketika siang tiba dan waktunya makan, teman saya kemudian merekomendasikan untuk menyantap tongseng entog. Kalian tahu apa itu entog, dia adalah unggas sejenis bebek dengan nama latin\u00a0Cairina Moschata<\/em>\u00a0yang sering dijumpai di persawahan. Untuk lebih lengkapnya silakan dicari saja di internet. Karena saya cukup bosan dengan makanan bersantan, saya akhirnya memilih entog goreng, Rupanya mereka menyajikan entog goreng yang sangat empuk dan gurih dalam bentuk potongan. Nasinya bisa diambil sendiri begitu juga dengan sambal gorengnya yang mantap.<\/p>\n\n\n\n Baca: Smokers Travellers: Jejak Keemasan Tembakau Deli di Masjid Raya Al-Ma\u2019shun Medan<\/a><\/p>\n\n\n\n Toleransi di Kota Kudus kabarnya memiliki indeks yang baik. Setidaknya toleransi itu sudah dilembagakan dalam bentuk makanan. Saat makan malam tiba, kami menikmati sajian soto dan sate kerbau. Kata teman saya, mengapa warga Kudus memilih kerbau sebagai sajian makanan karena leluhur mereka dulunya menghargai umat Hindu yang tak memakan sapi dan akhirnya kerbau yang dipilih. Fakta atau tidak, bagi saya niatannya cukup baik. Ohya<\/em>, Soto Kerbau rasanya mirip dengan berbagai soto lainnya, namun Sate Kerbau Kudus memiliki keunikan tersendiri. Sate Kerbau dibuat dari daging kerbau yang sudah digiling halus dicampur kelapa dan dibekap pada tusukan bambu. Sekilas mirip cara pembuatan sate lilit khas bali yang berbahan dasar ikan.<\/p>\n\n\n\n Makan tiga kali sehari sudah, maka waktunya untuk nongkrong. Saya diajak oleh teman untuk pergi ke Blackstone Urban Lounge<\/em>. Disclaimer<\/em>, tulisan ini bukan bentuk promosi berbayar atas tempat tersebut, melainkan hanya review<\/em> salah satu tempat nongkrong yang asyik di Kota Kudus. Kalian bisa searching<\/em> sendiri di Internet di mana tempat ini berada. Ketika berkunjung ke sana, saya rasa ini tempat yang Jaksel banget di Kota Kudus. Lounge<\/em> besar yang nyaman, ruangan merokok juga sangat luas, pelayannya ramah, tempatnya bersih, menunya lengkap dan harganya sangat terjangkau!<\/p>\n\n\n\n Saya rasa di Jaksel pun saya belum tentu menemukan tempat nongkrong yang enak dan nyaman seluas di Blackstone Urban Lounge<\/em>. Terlebih tempat ini ibarat sebuah komplek bagi anak muda Kota Kudus, ada kedai kopinya, ada pool biliar, lapangan futsal, dan badminton, sangat lengkap bukan?<\/p>\n\n\n\n Kota Kudus membuka dimensi saya dalam banyak hal. Ternyata Jaksel bukanlah satu-satunya surga nongkrong dan tempat yang anak muda banget di Indonesia. Masih banyak di kota-kota lain yang memiliki keistimewaan serupa. Ah, atau jangan-jangan memang hanya anak-anak Jaksel saja yang selama ini mengglorifikasi tentang kerennya daerah yang mereka huni, mungkin saja. <\/p>\n","post_title":"Smoker Travellers: Menemukan \"Jaksel\" di Kota Kudus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"smoker-travellers-menemukan-jaksel-di-kota-kudus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-12 08:48:55","post_modified_gmt":"2019-11-12 01:48:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6223","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6199,"post_author":"919","post_date":"2019-11-03 11:10:25","post_date_gmt":"2019-11-03 04:10:25","post_content":"\n November 2019 ini menjadi bulan yang baik, setidaknya untuk saya sendiri. Diawali dengan hujan deras dan mendung yang mulai\u00a0memayungi\u00a0Indonesia, menandakan berakhirnya musim panas. Bulan ini juga saya mendapatkan kabar yang menyenangkan;\u00a0My Chemical Romance\u00a0akhirnya manggung dan bermusik lagi. Satu kabar yang cukup mengejutkan mengingat band asal Inggris tersebut sudah\u00a0vakum\u00a0karena menyatakan bubar pada 2013 lalu. Saya percaya setiap orang diberikan satu kelebihan oleh Tuhan dalam kehidupannya. Maka bersyukurlah bagi mereka yang mampu memaksimalkan kelebihan itu menjadi sesuatu yang bisa menghidupinya. Walau terkadang ada banyak manusia yang gagal memanfaatkan potensi dalam dirinya sehingga terkubur begitu saja, tak sedikit juga yang masih beruntung karena potensinya mampu ia temukan walau di umur yang sudah tak lagi muda.<\/p>\n\n\n\n Bicara soal potensi, maka saya cukup mengagumi seorang bernama Reza Arap Oktovian. Oke, biar terkesan adil mari kita bicarakan hal yang buruk darinya, setidaknya menggunakan standar netizen di luar sana. Banyak yang bilang dirinya angkuh, sombong, bertatto, sering mengeluarkan kata-kata tidak senonoh, ada lagi? Silahkan isi di kolom komentar ya. Keburukannya bisa menjadi lebih banyak lagi, apalagi keluar dari mulut seseorang yang membenci dirinya.<\/p>\n\n\n\n Baca: Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan<\/a><\/p>\n\n\n\n Tapi tulisan ini tidak mau membahas banyak tenteng kejelekan Reza Oktovian, paragraf kedua tadi biar terkesan fair saja dalam menilai. Reza Arap boleh dikatakan sebagai salah satu yang membuat youtube gaming di Indonesia berkembang, meski pun sebenarnya Tara Arts sudah melakukannya terlebih dahulu, correct me if im wrong.<\/p>\n\n\n\n Sebelum tampil dalam sebuah lagu \u2018Ganteng-ganteng Swag\u2019 bersama Young Lex, Andovi, Jovial, Kemal Palevi, saya sebenarnya tak kenal siapa itu Reza Arap. Justru saya mengenalnya ketika ada konfilik antara dirinya dengan youtuber gaming lainnya, Ericko Lim sehingga konon katanya membuat Reza Arap menutup akun. Pertarungan dua sosok itu menjadi bahan pemberitaan yang luar biasa, Ericko Lim bak ingin menggoyahkan dominasi Reza Arap dalam dunia youtube. Keduanya punya masa dan opini yang tergiring liar, namun Reza Arap memenangkannya (menurut saya) dengan cara yang keren.<\/p>\n\n\n\n Tentu babak Reza Arap selanjutnya adalah menutup akun youtubenya yang sudah memberinya nafkah yang luar biasa, dia membakar segala peralatan dan penghargaan dari youtube. Lalu puncaknya adalah dirinya kemudian membuka kembali akun youtubenya dan diberikan kepada salah satu yayasan yang bergerak mengurus anak penderita kanker. Plok, plok, plok, exposure dia dapatkan, pahala ia raih. Satu hal yang membuat Reza Arap memenangkan pertarungannya dengan semua haters yang melawan dirinya.<\/p>\n\n\n\n Kembali soal paragraf pertama soal potensi diri, Reza Arap adalah orang yang mampu memaksimalkan segala potensi dalam dirinya, beruntunglah dia. Dia termasuk handal dalam bermain game, ketika industri game sedang tumbuh, ia cukup jeli juga membaca peluang dan terjun dalam industri tersebut. Reza Arap juga seorang entertain, di dunia hiburan ia juga sukses mengelola tempat hiburan dunia malam. Tak selesai di situ, ia kini juga merambah ke dunia musik, meski froyonian menelanjangi habis-habisan Reza Arap yang tak pandai bermusik, tapi dirinya tetap sukses pula dari dunia barunya tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n Sejatinya Reza Arap tak akan pernah bisa untuk lepas dari youtube. Walau youtube lamanya sudah diberikan kepada sebuah yayasan, namun ia akhirnya membuat ulang akun youtube barunya. Terlahir kembali dari kematian, seperti mati suri yang pernah ia alami. Kehidupan barunya di youtube ini agak unik, seperti melawan format para youtuber saat ini yang haus akan eksistensi, ia melawannya dengan caranya sendiri. Judul yang aneh dan semaunya dan formatnya liva streaming, jika pun ada bukan live streaming maka modelnya pun tak seperti pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n Lagi-lagi dengan gayanya yang angkuh saat ditanyai oleh Deddy Corbuzier, Reza Arap menjawab bahwa dengan format seperti itu saja, dirinya sudah mendapatkan 945 subscriber dan hanya dalam kurun waktu kurang lebih setahun. Bahkan ketika tampil bukan di akunnya sendiri, Reza Arap juga cukup memberi viewers yang lumayan. Total ada 13,7 juta viewers yang menonton tiga video podcast antara Deddie Corbuzier dan Reza Arap, hats off! Satu langkah jitu diambil oleh pemilik dari PT Djarum, Robert\nBudi Hartono dan Bambang Hartono. Ambisi mereka memajukan dunia olahraga di\ntanah air kembali diwujudkan kali ini dengan membeli klub kasta ketiga di liga sepak\nbola Italia, Como 1907. Kabarnya, uang sebesar 5 milyar digelontorkan oleh dua\nmiliarder di tanah air tersebut untuk membeli klub berjuluk I Lariani itu. Memang\nbukan klub teras di tanah negeri pizza, namun Bos PT Djarum membeli klub\ntersebut sebagai wadah candradimuka bibit unggul pesepakbola top di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian,\nklub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta\nteratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto\ndi Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka\nyaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di\nSerie A.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Sebagai orang yang tinggal di Jaksel sejak 2007 silam, saya rasa pernyataan tentang Jaksel yang dinyatakan orang-orangnya nampaknya terlalu berlebihan. Tapi menurut saya Jaksel adalah tempat di Jakarta yang layak huni, kerja, nongkrong dibandingkan daerah di belahan Jakarta lainnya. Jika dihitung dari seluruh tempat yang pernah saya kunjungi, ada sekitar puluhan yang layak untuk jadi tempat nongkrong, pacaran, bekerja, menyendiri di Jaksel, entah itu kedai kopi atau tempat lainnya.<\/p>\n\n\n\n Saya cukup paham betul daerah mana yang bisa saya jadikan rujukan untuk beberapa kegiatan yang sudah saya sebutkan di atas. Bahkan masjid sekali pun di Jaksel saat ini bisa digunakan untuk tempat kongkow pasca pulang mendengarkan pengajian, sungguh maha hebat Jaksel. Sekali lagi bukan bermaksud menyombongkan diri, kebiasaan yang saya alami di Jaksel harus sulit disesuaikan ketika harus berkunjung ke luar daerah, salah satunya Kota Kudus yang saya kunjungi. Pertama, Kudus memiliki kota yang kecil, kedua saya punya cukup waktu lama di sana, ketiga solusinya saya harus segera beradaptasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ternyata proses adaptasi itu tak berlangsung lama. Alhamdulillah saya bisa berkeliling Kota Kudus dan menemukan teman di sana. Kesulitan pertama dan kedua yang saya tuliskan di atas pun ternyata tak berlangsung lama. Karena saya akhirnya saya menemukan tempat-tempat yang mengagumkan di Kudus. Alun-alun Kudus misalnya, saya merasakan kehangatan interaksi masyarakat di sana, dan juga bagaimana tata kota itu dibangun dengan sangat bagus. Alun-alun dibangun dekat dengan pusat perbelanjaan, pemerintahan, dan juga rumah ibadah, tentu di sana dikeliling juga oleh berbagai jajanan kaki lima, sungguh pilihan yang lengkap.<\/p>\n\n\n\n Bicara soal khazanah kuliner, pengalaman dan literasi saya tentang makanan nusantara kian bertambah saat berkunjung ke Kudus. Teman mengajak saya untuk mencicipi beberapa kudapan khas di kota tempat berdakwahnya Sunan Muria dan Kudus tersebut. Pertama, untuk makan pagi kalian bisa menyantap Lentog, sebuah sajian lokal dengan isian lontong, tahu lodeh, dan nangka muda yang tentunya sudah dimasak. Uniknya, makanan ini disajikan dalam porsi yang kecil. Teman saya agak berat ketika merekomendasikan makanan ini, alasannya sederhana yaitu porsinya yang terlalu sedikit, tapi menurut saya ini porsi yang pas, sangat pas bahkan saya kira.<\/p>\n\n\n\n Ketika siang tiba dan waktunya makan, teman saya kemudian merekomendasikan untuk menyantap tongseng entog. Kalian tahu apa itu entog, dia adalah unggas sejenis bebek dengan nama latin\u00a0Cairina Moschata<\/em>\u00a0yang sering dijumpai di persawahan. Untuk lebih lengkapnya silakan dicari saja di internet. Karena saya cukup bosan dengan makanan bersantan, saya akhirnya memilih entog goreng, Rupanya mereka menyajikan entog goreng yang sangat empuk dan gurih dalam bentuk potongan. Nasinya bisa diambil sendiri begitu juga dengan sambal gorengnya yang mantap.<\/p>\n\n\n\n Baca: Smokers Travellers: Jejak Keemasan Tembakau Deli di Masjid Raya Al-Ma\u2019shun Medan<\/a><\/p>\n\n\n\n Toleransi di Kota Kudus kabarnya memiliki indeks yang baik. Setidaknya toleransi itu sudah dilembagakan dalam bentuk makanan. Saat makan malam tiba, kami menikmati sajian soto dan sate kerbau. Kata teman saya, mengapa warga Kudus memilih kerbau sebagai sajian makanan karena leluhur mereka dulunya menghargai umat Hindu yang tak memakan sapi dan akhirnya kerbau yang dipilih. Fakta atau tidak, bagi saya niatannya cukup baik. Ohya<\/em>, Soto Kerbau rasanya mirip dengan berbagai soto lainnya, namun Sate Kerbau Kudus memiliki keunikan tersendiri. Sate Kerbau dibuat dari daging kerbau yang sudah digiling halus dicampur kelapa dan dibekap pada tusukan bambu. Sekilas mirip cara pembuatan sate lilit khas bali yang berbahan dasar ikan.<\/p>\n\n\n\n Makan tiga kali sehari sudah, maka waktunya untuk nongkrong. Saya diajak oleh teman untuk pergi ke Blackstone Urban Lounge<\/em>. Disclaimer<\/em>, tulisan ini bukan bentuk promosi berbayar atas tempat tersebut, melainkan hanya review<\/em> salah satu tempat nongkrong yang asyik di Kota Kudus. Kalian bisa searching<\/em> sendiri di Internet di mana tempat ini berada. Ketika berkunjung ke sana, saya rasa ini tempat yang Jaksel banget di Kota Kudus. Lounge<\/em> besar yang nyaman, ruangan merokok juga sangat luas, pelayannya ramah, tempatnya bersih, menunya lengkap dan harganya sangat terjangkau!<\/p>\n\n\n\n Saya rasa di Jaksel pun saya belum tentu menemukan tempat nongkrong yang enak dan nyaman seluas di Blackstone Urban Lounge<\/em>. Terlebih tempat ini ibarat sebuah komplek bagi anak muda Kota Kudus, ada kedai kopinya, ada pool biliar, lapangan futsal, dan badminton, sangat lengkap bukan?<\/p>\n\n\n\n Kota Kudus membuka dimensi saya dalam banyak hal. Ternyata Jaksel bukanlah satu-satunya surga nongkrong dan tempat yang anak muda banget di Indonesia. Masih banyak di kota-kota lain yang memiliki keistimewaan serupa. Ah, atau jangan-jangan memang hanya anak-anak Jaksel saja yang selama ini mengglorifikasi tentang kerennya daerah yang mereka huni, mungkin saja. <\/p>\n","post_title":"Smoker Travellers: Menemukan \"Jaksel\" di Kota Kudus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"smoker-travellers-menemukan-jaksel-di-kota-kudus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-12 08:48:55","post_modified_gmt":"2019-11-12 01:48:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6223","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6199,"post_author":"919","post_date":"2019-11-03 11:10:25","post_date_gmt":"2019-11-03 04:10:25","post_content":"\n November 2019 ini menjadi bulan yang baik, setidaknya untuk saya sendiri. Diawali dengan hujan deras dan mendung yang mulai\u00a0memayungi\u00a0Indonesia, menandakan berakhirnya musim panas. Bulan ini juga saya mendapatkan kabar yang menyenangkan;\u00a0My Chemical Romance\u00a0akhirnya manggung dan bermusik lagi. Satu kabar yang cukup mengejutkan mengingat band asal Inggris tersebut sudah\u00a0vakum\u00a0karena menyatakan bubar pada 2013 lalu. Saya percaya setiap orang diberikan satu kelebihan oleh Tuhan dalam kehidupannya. Maka bersyukurlah bagi mereka yang mampu memaksimalkan kelebihan itu menjadi sesuatu yang bisa menghidupinya. Walau terkadang ada banyak manusia yang gagal memanfaatkan potensi dalam dirinya sehingga terkubur begitu saja, tak sedikit juga yang masih beruntung karena potensinya mampu ia temukan walau di umur yang sudah tak lagi muda.<\/p>\n\n\n\n Bicara soal potensi, maka saya cukup mengagumi seorang bernama Reza Arap Oktovian. Oke, biar terkesan adil mari kita bicarakan hal yang buruk darinya, setidaknya menggunakan standar netizen di luar sana. Banyak yang bilang dirinya angkuh, sombong, bertatto, sering mengeluarkan kata-kata tidak senonoh, ada lagi? Silahkan isi di kolom komentar ya. Keburukannya bisa menjadi lebih banyak lagi, apalagi keluar dari mulut seseorang yang membenci dirinya.<\/p>\n\n\n\n Baca: Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan<\/a><\/p>\n\n\n\n Tapi tulisan ini tidak mau membahas banyak tenteng kejelekan Reza Oktovian, paragraf kedua tadi biar terkesan fair saja dalam menilai. Reza Arap boleh dikatakan sebagai salah satu yang membuat youtube gaming di Indonesia berkembang, meski pun sebenarnya Tara Arts sudah melakukannya terlebih dahulu, correct me if im wrong.<\/p>\n\n\n\n Sebelum tampil dalam sebuah lagu \u2018Ganteng-ganteng Swag\u2019 bersama Young Lex, Andovi, Jovial, Kemal Palevi, saya sebenarnya tak kenal siapa itu Reza Arap. Justru saya mengenalnya ketika ada konfilik antara dirinya dengan youtuber gaming lainnya, Ericko Lim sehingga konon katanya membuat Reza Arap menutup akun. Pertarungan dua sosok itu menjadi bahan pemberitaan yang luar biasa, Ericko Lim bak ingin menggoyahkan dominasi Reza Arap dalam dunia youtube. Keduanya punya masa dan opini yang tergiring liar, namun Reza Arap memenangkannya (menurut saya) dengan cara yang keren.<\/p>\n\n\n\n Tentu babak Reza Arap selanjutnya adalah menutup akun youtubenya yang sudah memberinya nafkah yang luar biasa, dia membakar segala peralatan dan penghargaan dari youtube. Lalu puncaknya adalah dirinya kemudian membuka kembali akun youtubenya dan diberikan kepada salah satu yayasan yang bergerak mengurus anak penderita kanker. Plok, plok, plok, exposure dia dapatkan, pahala ia raih. Satu hal yang membuat Reza Arap memenangkan pertarungannya dengan semua haters yang melawan dirinya.<\/p>\n\n\n\n Kembali soal paragraf pertama soal potensi diri, Reza Arap adalah orang yang mampu memaksimalkan segala potensi dalam dirinya, beruntunglah dia. Dia termasuk handal dalam bermain game, ketika industri game sedang tumbuh, ia cukup jeli juga membaca peluang dan terjun dalam industri tersebut. Reza Arap juga seorang entertain, di dunia hiburan ia juga sukses mengelola tempat hiburan dunia malam. Tak selesai di situ, ia kini juga merambah ke dunia musik, meski froyonian menelanjangi habis-habisan Reza Arap yang tak pandai bermusik, tapi dirinya tetap sukses pula dari dunia barunya tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n Sejatinya Reza Arap tak akan pernah bisa untuk lepas dari youtube. Walau youtube lamanya sudah diberikan kepada sebuah yayasan, namun ia akhirnya membuat ulang akun youtube barunya. Terlahir kembali dari kematian, seperti mati suri yang pernah ia alami. Kehidupan barunya di youtube ini agak unik, seperti melawan format para youtuber saat ini yang haus akan eksistensi, ia melawannya dengan caranya sendiri. Judul yang aneh dan semaunya dan formatnya liva streaming, jika pun ada bukan live streaming maka modelnya pun tak seperti pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n Lagi-lagi dengan gayanya yang angkuh saat ditanyai oleh Deddy Corbuzier, Reza Arap menjawab bahwa dengan format seperti itu saja, dirinya sudah mendapatkan 945 subscriber dan hanya dalam kurun waktu kurang lebih setahun. Bahkan ketika tampil bukan di akunnya sendiri, Reza Arap juga cukup memberi viewers yang lumayan. Total ada 13,7 juta viewers yang menonton tiga video podcast antara Deddie Corbuzier dan Reza Arap, hats off! Satu langkah jitu diambil oleh pemilik dari PT Djarum, Robert\nBudi Hartono dan Bambang Hartono. Ambisi mereka memajukan dunia olahraga di\ntanah air kembali diwujudkan kali ini dengan membeli klub kasta ketiga di liga sepak\nbola Italia, Como 1907. Kabarnya, uang sebesar 5 milyar digelontorkan oleh dua\nmiliarder di tanah air tersebut untuk membeli klub berjuluk I Lariani itu. Memang\nbukan klub teras di tanah negeri pizza, namun Bos PT Djarum membeli klub\ntersebut sebagai wadah candradimuka bibit unggul pesepakbola top di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian,\nklub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta\nteratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto\ndi Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka\nyaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di\nSerie A.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Baca: Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n Sebagai orang yang tinggal di Jaksel sejak 2007 silam, saya rasa pernyataan tentang Jaksel yang dinyatakan orang-orangnya nampaknya terlalu berlebihan. Tapi menurut saya Jaksel adalah tempat di Jakarta yang layak huni, kerja, nongkrong dibandingkan daerah di belahan Jakarta lainnya. Jika dihitung dari seluruh tempat yang pernah saya kunjungi, ada sekitar puluhan yang layak untuk jadi tempat nongkrong, pacaran, bekerja, menyendiri di Jaksel, entah itu kedai kopi atau tempat lainnya.<\/p>\n\n\n\n Saya cukup paham betul daerah mana yang bisa saya jadikan rujukan untuk beberapa kegiatan yang sudah saya sebutkan di atas. Bahkan masjid sekali pun di Jaksel saat ini bisa digunakan untuk tempat kongkow pasca pulang mendengarkan pengajian, sungguh maha hebat Jaksel. Sekali lagi bukan bermaksud menyombongkan diri, kebiasaan yang saya alami di Jaksel harus sulit disesuaikan ketika harus berkunjung ke luar daerah, salah satunya Kota Kudus yang saya kunjungi. Pertama, Kudus memiliki kota yang kecil, kedua saya punya cukup waktu lama di sana, ketiga solusinya saya harus segera beradaptasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ternyata proses adaptasi itu tak berlangsung lama. Alhamdulillah saya bisa berkeliling Kota Kudus dan menemukan teman di sana. Kesulitan pertama dan kedua yang saya tuliskan di atas pun ternyata tak berlangsung lama. Karena saya akhirnya saya menemukan tempat-tempat yang mengagumkan di Kudus. Alun-alun Kudus misalnya, saya merasakan kehangatan interaksi masyarakat di sana, dan juga bagaimana tata kota itu dibangun dengan sangat bagus. Alun-alun dibangun dekat dengan pusat perbelanjaan, pemerintahan, dan juga rumah ibadah, tentu di sana dikeliling juga oleh berbagai jajanan kaki lima, sungguh pilihan yang lengkap.<\/p>\n\n\n\n Bicara soal khazanah kuliner, pengalaman dan literasi saya tentang makanan nusantara kian bertambah saat berkunjung ke Kudus. Teman mengajak saya untuk mencicipi beberapa kudapan khas di kota tempat berdakwahnya Sunan Muria dan Kudus tersebut. Pertama, untuk makan pagi kalian bisa menyantap Lentog, sebuah sajian lokal dengan isian lontong, tahu lodeh, dan nangka muda yang tentunya sudah dimasak. Uniknya, makanan ini disajikan dalam porsi yang kecil. Teman saya agak berat ketika merekomendasikan makanan ini, alasannya sederhana yaitu porsinya yang terlalu sedikit, tapi menurut saya ini porsi yang pas, sangat pas bahkan saya kira.<\/p>\n\n\n\n Ketika siang tiba dan waktunya makan, teman saya kemudian merekomendasikan untuk menyantap tongseng entog. Kalian tahu apa itu entog, dia adalah unggas sejenis bebek dengan nama latin\u00a0Cairina Moschata<\/em>\u00a0yang sering dijumpai di persawahan. Untuk lebih lengkapnya silakan dicari saja di internet. Karena saya cukup bosan dengan makanan bersantan, saya akhirnya memilih entog goreng, Rupanya mereka menyajikan entog goreng yang sangat empuk dan gurih dalam bentuk potongan. Nasinya bisa diambil sendiri begitu juga dengan sambal gorengnya yang mantap.<\/p>\n\n\n\n Baca: Smokers Travellers: Jejak Keemasan Tembakau Deli di Masjid Raya Al-Ma\u2019shun Medan<\/a><\/p>\n\n\n\n Toleransi di Kota Kudus kabarnya memiliki indeks yang baik. Setidaknya toleransi itu sudah dilembagakan dalam bentuk makanan. Saat makan malam tiba, kami menikmati sajian soto dan sate kerbau. Kata teman saya, mengapa warga Kudus memilih kerbau sebagai sajian makanan karena leluhur mereka dulunya menghargai umat Hindu yang tak memakan sapi dan akhirnya kerbau yang dipilih. Fakta atau tidak, bagi saya niatannya cukup baik. Ohya<\/em>, Soto Kerbau rasanya mirip dengan berbagai soto lainnya, namun Sate Kerbau Kudus memiliki keunikan tersendiri. Sate Kerbau dibuat dari daging kerbau yang sudah digiling halus dicampur kelapa dan dibekap pada tusukan bambu. Sekilas mirip cara pembuatan sate lilit khas bali yang berbahan dasar ikan.<\/p>\n\n\n\n Makan tiga kali sehari sudah, maka waktunya untuk nongkrong. Saya diajak oleh teman untuk pergi ke Blackstone Urban Lounge<\/em>. Disclaimer<\/em>, tulisan ini bukan bentuk promosi berbayar atas tempat tersebut, melainkan hanya review<\/em> salah satu tempat nongkrong yang asyik di Kota Kudus. Kalian bisa searching<\/em> sendiri di Internet di mana tempat ini berada. Ketika berkunjung ke sana, saya rasa ini tempat yang Jaksel banget di Kota Kudus. Lounge<\/em> besar yang nyaman, ruangan merokok juga sangat luas, pelayannya ramah, tempatnya bersih, menunya lengkap dan harganya sangat terjangkau!<\/p>\n\n\n\n Saya rasa di Jaksel pun saya belum tentu menemukan tempat nongkrong yang enak dan nyaman seluas di Blackstone Urban Lounge<\/em>. Terlebih tempat ini ibarat sebuah komplek bagi anak muda Kota Kudus, ada kedai kopinya, ada pool biliar, lapangan futsal, dan badminton, sangat lengkap bukan?<\/p>\n\n\n\n Kota Kudus membuka dimensi saya dalam banyak hal. Ternyata Jaksel bukanlah satu-satunya surga nongkrong dan tempat yang anak muda banget di Indonesia. Masih banyak di kota-kota lain yang memiliki keistimewaan serupa. Ah, atau jangan-jangan memang hanya anak-anak Jaksel saja yang selama ini mengglorifikasi tentang kerennya daerah yang mereka huni, mungkin saja. <\/p>\n","post_title":"Smoker Travellers: Menemukan \"Jaksel\" di Kota Kudus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"smoker-travellers-menemukan-jaksel-di-kota-kudus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-12 08:48:55","post_modified_gmt":"2019-11-12 01:48:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6223","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6199,"post_author":"919","post_date":"2019-11-03 11:10:25","post_date_gmt":"2019-11-03 04:10:25","post_content":"\n November 2019 ini menjadi bulan yang baik, setidaknya untuk saya sendiri. Diawali dengan hujan deras dan mendung yang mulai\u00a0memayungi\u00a0Indonesia, menandakan berakhirnya musim panas. Bulan ini juga saya mendapatkan kabar yang menyenangkan;\u00a0My Chemical Romance\u00a0akhirnya manggung dan bermusik lagi. Satu kabar yang cukup mengejutkan mengingat band asal Inggris tersebut sudah\u00a0vakum\u00a0karena menyatakan bubar pada 2013 lalu. Saya percaya setiap orang diberikan satu kelebihan oleh Tuhan dalam kehidupannya. Maka bersyukurlah bagi mereka yang mampu memaksimalkan kelebihan itu menjadi sesuatu yang bisa menghidupinya. Walau terkadang ada banyak manusia yang gagal memanfaatkan potensi dalam dirinya sehingga terkubur begitu saja, tak sedikit juga yang masih beruntung karena potensinya mampu ia temukan walau di umur yang sudah tak lagi muda.<\/p>\n\n\n\n Bicara soal potensi, maka saya cukup mengagumi seorang bernama Reza Arap Oktovian. Oke, biar terkesan adil mari kita bicarakan hal yang buruk darinya, setidaknya menggunakan standar netizen di luar sana. Banyak yang bilang dirinya angkuh, sombong, bertatto, sering mengeluarkan kata-kata tidak senonoh, ada lagi? Silahkan isi di kolom komentar ya. Keburukannya bisa menjadi lebih banyak lagi, apalagi keluar dari mulut seseorang yang membenci dirinya.<\/p>\n\n\n\n Baca: Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan<\/a><\/p>\n\n\n\n Tapi tulisan ini tidak mau membahas banyak tenteng kejelekan Reza Oktovian, paragraf kedua tadi biar terkesan fair saja dalam menilai. Reza Arap boleh dikatakan sebagai salah satu yang membuat youtube gaming di Indonesia berkembang, meski pun sebenarnya Tara Arts sudah melakukannya terlebih dahulu, correct me if im wrong.<\/p>\n\n\n\n Sebelum tampil dalam sebuah lagu \u2018Ganteng-ganteng Swag\u2019 bersama Young Lex, Andovi, Jovial, Kemal Palevi, saya sebenarnya tak kenal siapa itu Reza Arap. Justru saya mengenalnya ketika ada konfilik antara dirinya dengan youtuber gaming lainnya, Ericko Lim sehingga konon katanya membuat Reza Arap menutup akun. Pertarungan dua sosok itu menjadi bahan pemberitaan yang luar biasa, Ericko Lim bak ingin menggoyahkan dominasi Reza Arap dalam dunia youtube. Keduanya punya masa dan opini yang tergiring liar, namun Reza Arap memenangkannya (menurut saya) dengan cara yang keren.<\/p>\n\n\n\n Tentu babak Reza Arap selanjutnya adalah menutup akun youtubenya yang sudah memberinya nafkah yang luar biasa, dia membakar segala peralatan dan penghargaan dari youtube. Lalu puncaknya adalah dirinya kemudian membuka kembali akun youtubenya dan diberikan kepada salah satu yayasan yang bergerak mengurus anak penderita kanker. Plok, plok, plok, exposure dia dapatkan, pahala ia raih. Satu hal yang membuat Reza Arap memenangkan pertarungannya dengan semua haters yang melawan dirinya.<\/p>\n\n\n\n Kembali soal paragraf pertama soal potensi diri, Reza Arap adalah orang yang mampu memaksimalkan segala potensi dalam dirinya, beruntunglah dia. Dia termasuk handal dalam bermain game, ketika industri game sedang tumbuh, ia cukup jeli juga membaca peluang dan terjun dalam industri tersebut. Reza Arap juga seorang entertain, di dunia hiburan ia juga sukses mengelola tempat hiburan dunia malam. Tak selesai di situ, ia kini juga merambah ke dunia musik, meski froyonian menelanjangi habis-habisan Reza Arap yang tak pandai bermusik, tapi dirinya tetap sukses pula dari dunia barunya tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n Sejatinya Reza Arap tak akan pernah bisa untuk lepas dari youtube. Walau youtube lamanya sudah diberikan kepada sebuah yayasan, namun ia akhirnya membuat ulang akun youtube barunya. Terlahir kembali dari kematian, seperti mati suri yang pernah ia alami. Kehidupan barunya di youtube ini agak unik, seperti melawan format para youtuber saat ini yang haus akan eksistensi, ia melawannya dengan caranya sendiri. Judul yang aneh dan semaunya dan formatnya liva streaming, jika pun ada bukan live streaming maka modelnya pun tak seperti pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n Lagi-lagi dengan gayanya yang angkuh saat ditanyai oleh Deddy Corbuzier, Reza Arap menjawab bahwa dengan format seperti itu saja, dirinya sudah mendapatkan 945 subscriber dan hanya dalam kurun waktu kurang lebih setahun. Bahkan ketika tampil bukan di akunnya sendiri, Reza Arap juga cukup memberi viewers yang lumayan. Total ada 13,7 juta viewers yang menonton tiga video podcast antara Deddie Corbuzier dan Reza Arap, hats off! Satu langkah jitu diambil oleh pemilik dari PT Djarum, Robert\nBudi Hartono dan Bambang Hartono. Ambisi mereka memajukan dunia olahraga di\ntanah air kembali diwujudkan kali ini dengan membeli klub kasta ketiga di liga sepak\nbola Italia, Como 1907. Kabarnya, uang sebesar 5 milyar digelontorkan oleh dua\nmiliarder di tanah air tersebut untuk membeli klub berjuluk I Lariani itu. Memang\nbukan klub teras di tanah negeri pizza, namun Bos PT Djarum membeli klub\ntersebut sebagai wadah candradimuka bibit unggul pesepakbola top di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian,\nklub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta\nteratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto\ndi Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka\nyaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di\nSerie A.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Kota Kudus sejatinya bukanlah kota yang besar seperti tempat di mana saya tinggal yaitu Jakarta, lebih tepatnya Jakarta Selatan. Bicara soal daerah tempat saya tinggal, bisa dikatakan Jakarta Selatan atau Jaksel kini tengah naik daun akibat perbincangan di sosial media.\u00a0Some people say\u00a0<\/em>Jaksel saat ini adalah indikator dan standar anak gaul se-Indonesia,\u00a0huft<\/em>\u00a0seperti berlebihan walau nampaknya\u00a0sih<\/em>\u00a0tidak juga. Akan tetapi Jaksel juga mendapat olok-olokan akibat standar gaulnya yang konon katanya tergolong tinggi,\u00a0maybe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n Baca: Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n Sebagai orang yang tinggal di Jaksel sejak 2007 silam, saya rasa pernyataan tentang Jaksel yang dinyatakan orang-orangnya nampaknya terlalu berlebihan. Tapi menurut saya Jaksel adalah tempat di Jakarta yang layak huni, kerja, nongkrong dibandingkan daerah di belahan Jakarta lainnya. Jika dihitung dari seluruh tempat yang pernah saya kunjungi, ada sekitar puluhan yang layak untuk jadi tempat nongkrong, pacaran, bekerja, menyendiri di Jaksel, entah itu kedai kopi atau tempat lainnya.<\/p>\n\n\n\n Saya cukup paham betul daerah mana yang bisa saya jadikan rujukan untuk beberapa kegiatan yang sudah saya sebutkan di atas. Bahkan masjid sekali pun di Jaksel saat ini bisa digunakan untuk tempat kongkow pasca pulang mendengarkan pengajian, sungguh maha hebat Jaksel. Sekali lagi bukan bermaksud menyombongkan diri, kebiasaan yang saya alami di Jaksel harus sulit disesuaikan ketika harus berkunjung ke luar daerah, salah satunya Kota Kudus yang saya kunjungi. Pertama, Kudus memiliki kota yang kecil, kedua saya punya cukup waktu lama di sana, ketiga solusinya saya harus segera beradaptasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ternyata proses adaptasi itu tak berlangsung lama. Alhamdulillah saya bisa berkeliling Kota Kudus dan menemukan teman di sana. Kesulitan pertama dan kedua yang saya tuliskan di atas pun ternyata tak berlangsung lama. Karena saya akhirnya saya menemukan tempat-tempat yang mengagumkan di Kudus. Alun-alun Kudus misalnya, saya merasakan kehangatan interaksi masyarakat di sana, dan juga bagaimana tata kota itu dibangun dengan sangat bagus. Alun-alun dibangun dekat dengan pusat perbelanjaan, pemerintahan, dan juga rumah ibadah, tentu di sana dikeliling juga oleh berbagai jajanan kaki lima, sungguh pilihan yang lengkap.<\/p>\n\n\n\n Bicara soal khazanah kuliner, pengalaman dan literasi saya tentang makanan nusantara kian bertambah saat berkunjung ke Kudus. Teman mengajak saya untuk mencicipi beberapa kudapan khas di kota tempat berdakwahnya Sunan Muria dan Kudus tersebut. Pertama, untuk makan pagi kalian bisa menyantap Lentog, sebuah sajian lokal dengan isian lontong, tahu lodeh, dan nangka muda yang tentunya sudah dimasak. Uniknya, makanan ini disajikan dalam porsi yang kecil. Teman saya agak berat ketika merekomendasikan makanan ini, alasannya sederhana yaitu porsinya yang terlalu sedikit, tapi menurut saya ini porsi yang pas, sangat pas bahkan saya kira.<\/p>\n\n\n\n Ketika siang tiba dan waktunya makan, teman saya kemudian merekomendasikan untuk menyantap tongseng entog. Kalian tahu apa itu entog, dia adalah unggas sejenis bebek dengan nama latin\u00a0Cairina Moschata<\/em>\u00a0yang sering dijumpai di persawahan. Untuk lebih lengkapnya silakan dicari saja di internet. Karena saya cukup bosan dengan makanan bersantan, saya akhirnya memilih entog goreng, Rupanya mereka menyajikan entog goreng yang sangat empuk dan gurih dalam bentuk potongan. Nasinya bisa diambil sendiri begitu juga dengan sambal gorengnya yang mantap.<\/p>\n\n\n\n Baca: Smokers Travellers: Jejak Keemasan Tembakau Deli di Masjid Raya Al-Ma\u2019shun Medan<\/a><\/p>\n\n\n\n Toleransi di Kota Kudus kabarnya memiliki indeks yang baik. Setidaknya toleransi itu sudah dilembagakan dalam bentuk makanan. Saat makan malam tiba, kami menikmati sajian soto dan sate kerbau. Kata teman saya, mengapa warga Kudus memilih kerbau sebagai sajian makanan karena leluhur mereka dulunya menghargai umat Hindu yang tak memakan sapi dan akhirnya kerbau yang dipilih. Fakta atau tidak, bagi saya niatannya cukup baik. Ohya<\/em>, Soto Kerbau rasanya mirip dengan berbagai soto lainnya, namun Sate Kerbau Kudus memiliki keunikan tersendiri. Sate Kerbau dibuat dari daging kerbau yang sudah digiling halus dicampur kelapa dan dibekap pada tusukan bambu. Sekilas mirip cara pembuatan sate lilit khas bali yang berbahan dasar ikan.<\/p>\n\n\n\n Makan tiga kali sehari sudah, maka waktunya untuk nongkrong. Saya diajak oleh teman untuk pergi ke Blackstone Urban Lounge<\/em>. Disclaimer<\/em>, tulisan ini bukan bentuk promosi berbayar atas tempat tersebut, melainkan hanya review<\/em> salah satu tempat nongkrong yang asyik di Kota Kudus. Kalian bisa searching<\/em> sendiri di Internet di mana tempat ini berada. Ketika berkunjung ke sana, saya rasa ini tempat yang Jaksel banget di Kota Kudus. Lounge<\/em> besar yang nyaman, ruangan merokok juga sangat luas, pelayannya ramah, tempatnya bersih, menunya lengkap dan harganya sangat terjangkau!<\/p>\n\n\n\n Saya rasa di Jaksel pun saya belum tentu menemukan tempat nongkrong yang enak dan nyaman seluas di Blackstone Urban Lounge<\/em>. Terlebih tempat ini ibarat sebuah komplek bagi anak muda Kota Kudus, ada kedai kopinya, ada pool biliar, lapangan futsal, dan badminton, sangat lengkap bukan?<\/p>\n\n\n\n Kota Kudus membuka dimensi saya dalam banyak hal. Ternyata Jaksel bukanlah satu-satunya surga nongkrong dan tempat yang anak muda banget di Indonesia. Masih banyak di kota-kota lain yang memiliki keistimewaan serupa. Ah, atau jangan-jangan memang hanya anak-anak Jaksel saja yang selama ini mengglorifikasi tentang kerennya daerah yang mereka huni, mungkin saja. <\/p>\n","post_title":"Smoker Travellers: Menemukan \"Jaksel\" di Kota Kudus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"smoker-travellers-menemukan-jaksel-di-kota-kudus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-12 08:48:55","post_modified_gmt":"2019-11-12 01:48:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6223","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6199,"post_author":"919","post_date":"2019-11-03 11:10:25","post_date_gmt":"2019-11-03 04:10:25","post_content":"\n November 2019 ini menjadi bulan yang baik, setidaknya untuk saya sendiri. Diawali dengan hujan deras dan mendung yang mulai\u00a0memayungi\u00a0Indonesia, menandakan berakhirnya musim panas. Bulan ini juga saya mendapatkan kabar yang menyenangkan;\u00a0My Chemical Romance\u00a0akhirnya manggung dan bermusik lagi. Satu kabar yang cukup mengejutkan mengingat band asal Inggris tersebut sudah\u00a0vakum\u00a0karena menyatakan bubar pada 2013 lalu. Saya percaya setiap orang diberikan satu kelebihan oleh Tuhan dalam kehidupannya. Maka bersyukurlah bagi mereka yang mampu memaksimalkan kelebihan itu menjadi sesuatu yang bisa menghidupinya. Walau terkadang ada banyak manusia yang gagal memanfaatkan potensi dalam dirinya sehingga terkubur begitu saja, tak sedikit juga yang masih beruntung karena potensinya mampu ia temukan walau di umur yang sudah tak lagi muda.<\/p>\n\n\n\n Bicara soal potensi, maka saya cukup mengagumi seorang bernama Reza Arap Oktovian. Oke, biar terkesan adil mari kita bicarakan hal yang buruk darinya, setidaknya menggunakan standar netizen di luar sana. Banyak yang bilang dirinya angkuh, sombong, bertatto, sering mengeluarkan kata-kata tidak senonoh, ada lagi? Silahkan isi di kolom komentar ya. Keburukannya bisa menjadi lebih banyak lagi, apalagi keluar dari mulut seseorang yang membenci dirinya.<\/p>\n\n\n\n Baca: Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan<\/a><\/p>\n\n\n\n Tapi tulisan ini tidak mau membahas banyak tenteng kejelekan Reza Oktovian, paragraf kedua tadi biar terkesan fair saja dalam menilai. Reza Arap boleh dikatakan sebagai salah satu yang membuat youtube gaming di Indonesia berkembang, meski pun sebenarnya Tara Arts sudah melakukannya terlebih dahulu, correct me if im wrong.<\/p>\n\n\n\n Sebelum tampil dalam sebuah lagu \u2018Ganteng-ganteng Swag\u2019 bersama Young Lex, Andovi, Jovial, Kemal Palevi, saya sebenarnya tak kenal siapa itu Reza Arap. Justru saya mengenalnya ketika ada konfilik antara dirinya dengan youtuber gaming lainnya, Ericko Lim sehingga konon katanya membuat Reza Arap menutup akun. Pertarungan dua sosok itu menjadi bahan pemberitaan yang luar biasa, Ericko Lim bak ingin menggoyahkan dominasi Reza Arap dalam dunia youtube. Keduanya punya masa dan opini yang tergiring liar, namun Reza Arap memenangkannya (menurut saya) dengan cara yang keren.<\/p>\n\n\n\n Tentu babak Reza Arap selanjutnya adalah menutup akun youtubenya yang sudah memberinya nafkah yang luar biasa, dia membakar segala peralatan dan penghargaan dari youtube. Lalu puncaknya adalah dirinya kemudian membuka kembali akun youtubenya dan diberikan kepada salah satu yayasan yang bergerak mengurus anak penderita kanker. Plok, plok, plok, exposure dia dapatkan, pahala ia raih. Satu hal yang membuat Reza Arap memenangkan pertarungannya dengan semua haters yang melawan dirinya.<\/p>\n\n\n\n Kembali soal paragraf pertama soal potensi diri, Reza Arap adalah orang yang mampu memaksimalkan segala potensi dalam dirinya, beruntunglah dia. Dia termasuk handal dalam bermain game, ketika industri game sedang tumbuh, ia cukup jeli juga membaca peluang dan terjun dalam industri tersebut. Reza Arap juga seorang entertain, di dunia hiburan ia juga sukses mengelola tempat hiburan dunia malam. Tak selesai di situ, ia kini juga merambah ke dunia musik, meski froyonian menelanjangi habis-habisan Reza Arap yang tak pandai bermusik, tapi dirinya tetap sukses pula dari dunia barunya tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n Sejatinya Reza Arap tak akan pernah bisa untuk lepas dari youtube. Walau youtube lamanya sudah diberikan kepada sebuah yayasan, namun ia akhirnya membuat ulang akun youtube barunya. Terlahir kembali dari kematian, seperti mati suri yang pernah ia alami. Kehidupan barunya di youtube ini agak unik, seperti melawan format para youtuber saat ini yang haus akan eksistensi, ia melawannya dengan caranya sendiri. Judul yang aneh dan semaunya dan formatnya liva streaming, jika pun ada bukan live streaming maka modelnya pun tak seperti pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n Lagi-lagi dengan gayanya yang angkuh saat ditanyai oleh Deddy Corbuzier, Reza Arap menjawab bahwa dengan format seperti itu saja, dirinya sudah mendapatkan 945 subscriber dan hanya dalam kurun waktu kurang lebih setahun. Bahkan ketika tampil bukan di akunnya sendiri, Reza Arap juga cukup memberi viewers yang lumayan. Total ada 13,7 juta viewers yang menonton tiga video podcast antara Deddie Corbuzier dan Reza Arap, hats off! Satu langkah jitu diambil oleh pemilik dari PT Djarum, Robert\nBudi Hartono dan Bambang Hartono. Ambisi mereka memajukan dunia olahraga di\ntanah air kembali diwujudkan kali ini dengan membeli klub kasta ketiga di liga sepak\nbola Italia, Como 1907. Kabarnya, uang sebesar 5 milyar digelontorkan oleh dua\nmiliarder di tanah air tersebut untuk membeli klub berjuluk I Lariani itu. Memang\nbukan klub teras di tanah negeri pizza, namun Bos PT Djarum membeli klub\ntersebut sebagai wadah candradimuka bibit unggul pesepakbola top di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian,\nklub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta\nteratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto\ndi Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka\nyaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di\nSerie A.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Sebagai seorang pekerja dengan tingkat intensitas tinggi untuk dinas ke luar kota, memilih tempat untuk bekerja sekaligus nongkrong adalah hal menjemukan. Terlebih apabila Anda adalah seseorang yang berasal dari sebuah kota besar contohnya Jakarta dan harus berkunjung ke sebuah daerah. Kadang Anda berpikir tak mempunyai banyak pilihan dan harus mengandalkan rekomendasi dari google<\/em> atau kawan dan masyarakat setempat. Begitu pula dengan apa yang terjadi pada saya saat mengunjungi Kota Kudus beberapa waktu lalu.<\/p>\n\n\n\n Kota Kudus sejatinya bukanlah kota yang besar seperti tempat di mana saya tinggal yaitu Jakarta, lebih tepatnya Jakarta Selatan. Bicara soal daerah tempat saya tinggal, bisa dikatakan Jakarta Selatan atau Jaksel kini tengah naik daun akibat perbincangan di sosial media.\u00a0Some people say\u00a0<\/em>Jaksel saat ini adalah indikator dan standar anak gaul se-Indonesia,\u00a0huft<\/em>\u00a0seperti berlebihan walau nampaknya\u00a0sih<\/em>\u00a0tidak juga. Akan tetapi Jaksel juga mendapat olok-olokan akibat standar gaulnya yang konon katanya tergolong tinggi,\u00a0maybe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n Baca: Pengalaman Tiga Jam Lebih Menyaksikan Konser Musik Tanpa Asap Rokok<\/a><\/p>\n\n\n\n Sebagai orang yang tinggal di Jaksel sejak 2007 silam, saya rasa pernyataan tentang Jaksel yang dinyatakan orang-orangnya nampaknya terlalu berlebihan. Tapi menurut saya Jaksel adalah tempat di Jakarta yang layak huni, kerja, nongkrong dibandingkan daerah di belahan Jakarta lainnya. Jika dihitung dari seluruh tempat yang pernah saya kunjungi, ada sekitar puluhan yang layak untuk jadi tempat nongkrong, pacaran, bekerja, menyendiri di Jaksel, entah itu kedai kopi atau tempat lainnya.<\/p>\n\n\n\n Saya cukup paham betul daerah mana yang bisa saya jadikan rujukan untuk beberapa kegiatan yang sudah saya sebutkan di atas. Bahkan masjid sekali pun di Jaksel saat ini bisa digunakan untuk tempat kongkow pasca pulang mendengarkan pengajian, sungguh maha hebat Jaksel. Sekali lagi bukan bermaksud menyombongkan diri, kebiasaan yang saya alami di Jaksel harus sulit disesuaikan ketika harus berkunjung ke luar daerah, salah satunya Kota Kudus yang saya kunjungi. Pertama, Kudus memiliki kota yang kecil, kedua saya punya cukup waktu lama di sana, ketiga solusinya saya harus segera beradaptasi.<\/p>\n\n\n\n Tapi ternyata proses adaptasi itu tak berlangsung lama. Alhamdulillah saya bisa berkeliling Kota Kudus dan menemukan teman di sana. Kesulitan pertama dan kedua yang saya tuliskan di atas pun ternyata tak berlangsung lama. Karena saya akhirnya saya menemukan tempat-tempat yang mengagumkan di Kudus. Alun-alun Kudus misalnya, saya merasakan kehangatan interaksi masyarakat di sana, dan juga bagaimana tata kota itu dibangun dengan sangat bagus. Alun-alun dibangun dekat dengan pusat perbelanjaan, pemerintahan, dan juga rumah ibadah, tentu di sana dikeliling juga oleh berbagai jajanan kaki lima, sungguh pilihan yang lengkap.<\/p>\n\n\n\n Bicara soal khazanah kuliner, pengalaman dan literasi saya tentang makanan nusantara kian bertambah saat berkunjung ke Kudus. Teman mengajak saya untuk mencicipi beberapa kudapan khas di kota tempat berdakwahnya Sunan Muria dan Kudus tersebut. Pertama, untuk makan pagi kalian bisa menyantap Lentog, sebuah sajian lokal dengan isian lontong, tahu lodeh, dan nangka muda yang tentunya sudah dimasak. Uniknya, makanan ini disajikan dalam porsi yang kecil. Teman saya agak berat ketika merekomendasikan makanan ini, alasannya sederhana yaitu porsinya yang terlalu sedikit, tapi menurut saya ini porsi yang pas, sangat pas bahkan saya kira.<\/p>\n\n\n\n Ketika siang tiba dan waktunya makan, teman saya kemudian merekomendasikan untuk menyantap tongseng entog. Kalian tahu apa itu entog, dia adalah unggas sejenis bebek dengan nama latin\u00a0Cairina Moschata<\/em>\u00a0yang sering dijumpai di persawahan. Untuk lebih lengkapnya silakan dicari saja di internet. Karena saya cukup bosan dengan makanan bersantan, saya akhirnya memilih entog goreng, Rupanya mereka menyajikan entog goreng yang sangat empuk dan gurih dalam bentuk potongan. Nasinya bisa diambil sendiri begitu juga dengan sambal gorengnya yang mantap.<\/p>\n\n\n\n Baca: Smokers Travellers: Jejak Keemasan Tembakau Deli di Masjid Raya Al-Ma\u2019shun Medan<\/a><\/p>\n\n\n\n Toleransi di Kota Kudus kabarnya memiliki indeks yang baik. Setidaknya toleransi itu sudah dilembagakan dalam bentuk makanan. Saat makan malam tiba, kami menikmati sajian soto dan sate kerbau. Kata teman saya, mengapa warga Kudus memilih kerbau sebagai sajian makanan karena leluhur mereka dulunya menghargai umat Hindu yang tak memakan sapi dan akhirnya kerbau yang dipilih. Fakta atau tidak, bagi saya niatannya cukup baik. Ohya<\/em>, Soto Kerbau rasanya mirip dengan berbagai soto lainnya, namun Sate Kerbau Kudus memiliki keunikan tersendiri. Sate Kerbau dibuat dari daging kerbau yang sudah digiling halus dicampur kelapa dan dibekap pada tusukan bambu. Sekilas mirip cara pembuatan sate lilit khas bali yang berbahan dasar ikan.<\/p>\n\n\n\n Makan tiga kali sehari sudah, maka waktunya untuk nongkrong. Saya diajak oleh teman untuk pergi ke Blackstone Urban Lounge<\/em>. Disclaimer<\/em>, tulisan ini bukan bentuk promosi berbayar atas tempat tersebut, melainkan hanya review<\/em> salah satu tempat nongkrong yang asyik di Kota Kudus. Kalian bisa searching<\/em> sendiri di Internet di mana tempat ini berada. Ketika berkunjung ke sana, saya rasa ini tempat yang Jaksel banget di Kota Kudus. Lounge<\/em> besar yang nyaman, ruangan merokok juga sangat luas, pelayannya ramah, tempatnya bersih, menunya lengkap dan harganya sangat terjangkau!<\/p>\n\n\n\n Saya rasa di Jaksel pun saya belum tentu menemukan tempat nongkrong yang enak dan nyaman seluas di Blackstone Urban Lounge<\/em>. Terlebih tempat ini ibarat sebuah komplek bagi anak muda Kota Kudus, ada kedai kopinya, ada pool biliar, lapangan futsal, dan badminton, sangat lengkap bukan?<\/p>\n\n\n\n Kota Kudus membuka dimensi saya dalam banyak hal. Ternyata Jaksel bukanlah satu-satunya surga nongkrong dan tempat yang anak muda banget di Indonesia. Masih banyak di kota-kota lain yang memiliki keistimewaan serupa. Ah, atau jangan-jangan memang hanya anak-anak Jaksel saja yang selama ini mengglorifikasi tentang kerennya daerah yang mereka huni, mungkin saja. <\/p>\n","post_title":"Smoker Travellers: Menemukan \"Jaksel\" di Kota Kudus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"smoker-travellers-menemukan-jaksel-di-kota-kudus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-12 08:48:55","post_modified_gmt":"2019-11-12 01:48:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6223","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6199,"post_author":"919","post_date":"2019-11-03 11:10:25","post_date_gmt":"2019-11-03 04:10:25","post_content":"\n November 2019 ini menjadi bulan yang baik, setidaknya untuk saya sendiri. Diawali dengan hujan deras dan mendung yang mulai\u00a0memayungi\u00a0Indonesia, menandakan berakhirnya musim panas. Bulan ini juga saya mendapatkan kabar yang menyenangkan;\u00a0My Chemical Romance\u00a0akhirnya manggung dan bermusik lagi. Satu kabar yang cukup mengejutkan mengingat band asal Inggris tersebut sudah\u00a0vakum\u00a0karena menyatakan bubar pada 2013 lalu. Saya percaya setiap orang diberikan satu kelebihan oleh Tuhan dalam kehidupannya. Maka bersyukurlah bagi mereka yang mampu memaksimalkan kelebihan itu menjadi sesuatu yang bisa menghidupinya. Walau terkadang ada banyak manusia yang gagal memanfaatkan potensi dalam dirinya sehingga terkubur begitu saja, tak sedikit juga yang masih beruntung karena potensinya mampu ia temukan walau di umur yang sudah tak lagi muda.<\/p>\n\n\n\n Bicara soal potensi, maka saya cukup mengagumi seorang bernama Reza Arap Oktovian. Oke, biar terkesan adil mari kita bicarakan hal yang buruk darinya, setidaknya menggunakan standar netizen di luar sana. Banyak yang bilang dirinya angkuh, sombong, bertatto, sering mengeluarkan kata-kata tidak senonoh, ada lagi? Silahkan isi di kolom komentar ya. Keburukannya bisa menjadi lebih banyak lagi, apalagi keluar dari mulut seseorang yang membenci dirinya.<\/p>\n\n\n\n Baca: Gofar Hilman, Perokok Keren dari Jakarta Selatan<\/a><\/p>\n\n\n\n Tapi tulisan ini tidak mau membahas banyak tenteng kejelekan Reza Oktovian, paragraf kedua tadi biar terkesan fair saja dalam menilai. Reza Arap boleh dikatakan sebagai salah satu yang membuat youtube gaming di Indonesia berkembang, meski pun sebenarnya Tara Arts sudah melakukannya terlebih dahulu, correct me if im wrong.<\/p>\n\n\n\n Sebelum tampil dalam sebuah lagu \u2018Ganteng-ganteng Swag\u2019 bersama Young Lex, Andovi, Jovial, Kemal Palevi, saya sebenarnya tak kenal siapa itu Reza Arap. Justru saya mengenalnya ketika ada konfilik antara dirinya dengan youtuber gaming lainnya, Ericko Lim sehingga konon katanya membuat Reza Arap menutup akun. Pertarungan dua sosok itu menjadi bahan pemberitaan yang luar biasa, Ericko Lim bak ingin menggoyahkan dominasi Reza Arap dalam dunia youtube. Keduanya punya masa dan opini yang tergiring liar, namun Reza Arap memenangkannya (menurut saya) dengan cara yang keren.<\/p>\n\n\n\n Tentu babak Reza Arap selanjutnya adalah menutup akun youtubenya yang sudah memberinya nafkah yang luar biasa, dia membakar segala peralatan dan penghargaan dari youtube. Lalu puncaknya adalah dirinya kemudian membuka kembali akun youtubenya dan diberikan kepada salah satu yayasan yang bergerak mengurus anak penderita kanker. Plok, plok, plok, exposure dia dapatkan, pahala ia raih. Satu hal yang membuat Reza Arap memenangkan pertarungannya dengan semua haters yang melawan dirinya.<\/p>\n\n\n\n Kembali soal paragraf pertama soal potensi diri, Reza Arap adalah orang yang mampu memaksimalkan segala potensi dalam dirinya, beruntunglah dia. Dia termasuk handal dalam bermain game, ketika industri game sedang tumbuh, ia cukup jeli juga membaca peluang dan terjun dalam industri tersebut. Reza Arap juga seorang entertain, di dunia hiburan ia juga sukses mengelola tempat hiburan dunia malam. Tak selesai di situ, ia kini juga merambah ke dunia musik, meski froyonian menelanjangi habis-habisan Reza Arap yang tak pandai bermusik, tapi dirinya tetap sukses pula dari dunia barunya tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Iklan Djarum 76 dan Goyangan Sekretaris Cantik yang Tengah Naik Daun<\/a><\/p>\n\n\n\n Sejatinya Reza Arap tak akan pernah bisa untuk lepas dari youtube. Walau youtube lamanya sudah diberikan kepada sebuah yayasan, namun ia akhirnya membuat ulang akun youtube barunya. Terlahir kembali dari kematian, seperti mati suri yang pernah ia alami. Kehidupan barunya di youtube ini agak unik, seperti melawan format para youtuber saat ini yang haus akan eksistensi, ia melawannya dengan caranya sendiri. Judul yang aneh dan semaunya dan formatnya liva streaming, jika pun ada bukan live streaming maka modelnya pun tak seperti pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n Lagi-lagi dengan gayanya yang angkuh saat ditanyai oleh Deddy Corbuzier, Reza Arap menjawab bahwa dengan format seperti itu saja, dirinya sudah mendapatkan 945 subscriber dan hanya dalam kurun waktu kurang lebih setahun. Bahkan ketika tampil bukan di akunnya sendiri, Reza Arap juga cukup memberi viewers yang lumayan. Total ada 13,7 juta viewers yang menonton tiga video podcast antara Deddie Corbuzier dan Reza Arap, hats off! Satu langkah jitu diambil oleh pemilik dari PT Djarum, Robert\nBudi Hartono dan Bambang Hartono. Ambisi mereka memajukan dunia olahraga di\ntanah air kembali diwujudkan kali ini dengan membeli klub kasta ketiga di liga sepak\nbola Italia, Como 1907. Kabarnya, uang sebesar 5 milyar digelontorkan oleh dua\nmiliarder di tanah air tersebut untuk membeli klub berjuluk I Lariani itu. Memang\nbukan klub teras di tanah negeri pizza, namun Bos PT Djarum membeli klub\ntersebut sebagai wadah candradimuka bibit unggul pesepakbola top di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Nyaris banyak yang tak mengenal Como 1907. Walau demikian,\nklub yang memiliki warna kebesaran berwarna biru ini juga pernah bersaing di kasta\nteratas liga sepak bola Italia atau yang familiar disebut Serie A. Bermodalkan scudetto\ndi Serie B pada musim 2001-2002, Como 1907 bersama tiga tim di bawah mereka\nyaitu Modena, Regina, dan Empoli ini sama-sama mencicipi kerasnya persaingan di\nSerie A.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pemain Como 1907 saat yang bersinar di kemudian\nhari adalah penyerang berdarah Brasil berpaspor Belgia, Luis Oliviera. Di musim\n2001-2002 ia menjadi top skorer di Serie B dengan membukukan 23 gol. Sejatinya,\nbicara tentang Como 1907, masyarakat di Indonesia tak perlu pesimis. Tetap ada\nbintang-bintang yang lahir dari klub yang bermarkas di Stadion Guiseppe\nSinigaglia tersebut.<\/p>\n\n\n\n Tentu yang paling diingat oleh publik Kota Como adalah Marco\nTardelli. Pria berusia 65 tahun ini pernah berseragam Como 1907 pada musim\n1974-1975. Penampilanya yang gemilang membuat klub tersukses di Italia,\nJuventus merekrutnya semusim kemudian. Bersama Si Nyonya Tua, karier Marco\nTardelli kemudian menanjak, torehan terbaiknya adalah ketika mengantarkan\nTimnas Italia menjuarai Piala Dunia pada 1982 di Spanyol dan juga mencetak satu\ngol di laga final.<\/p>\n\n\n\n Dua nama tersebut sejatinya bisa menjadi acuan para bibit\nmuda sepak bola Indonesia yang nantinya akan dipondokkan di Como. Djarum bersama\nPSSI yang memiliki program Garuda Select nantinya akan menjadikan Como sebagai klub\ntempat para peserta terpilih untuk belajar dan merasakan kompetisi sepak bola\ndi Italia. Seperti juga kita ketahui, Italia bukan negara yang asing dalam pembibitan\npemain sepak bola di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Sebelumnya kita mengenal program PSSI Primavera yang berlangsung\npada era 1990an melahirkan pemain top di Indonesia. Tentu Anda semua mengenal\nnama-nama seperti Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Sandy, Anang Ma\u2019ruf, Bima\nSakti, dan Yeyen Tumena. Kita berharap dengan pembelian Como 1907 oleh Bos PT Djarum\nbisa juga nantinya melahirkan talenta-talenta hebat seperti nama-nama\nlegendaris di atas yang pernah menimba ilmu di Italia.<\/p>\n\n\n\n Di sisi lain ada satu fakta menarik terkait kepemilikan Como\n1907. Beberapa tahun belakangan klub ini dikabarkan sempat bangkrut dan valuasi\nnilai jualnya sebesar lima miliar rupiah. Rupanya, Como 1907 pernah dimiliki\noleh istri dari pemain bintang Liga 1 asal Ghana yang pernah merumput bersama Persib\nBandung, Michael Essien. seperti dilansir Il Messagero, Como 1907 terancam\nmengalami kebangkrutan pada 2017 saat dipegang istrinya Essien. Kala itu juga Calcio\nComo 1907 sudah mendaftarkan diri ke FIGC namun gagal karena cek pembayaran\nuntuk biaya pendaftaran ditolak bank.<\/p>\n\n\n\n Sepak bola di Italia memang masih dipayungi awan krisis. Bicara\nsoal Serie A memang rata-rata klub sudah mapan, namun di kasta terbawah masih\nbanyak klub yang kelimpungan mencari modal. Tentu ini adalah faktor non teknis\nyang tak boleh diabaikan oleh Bos PT Djarum kelak. Pasalnya faktor non teknis\nseperti ini bisa mempengaruhi performa pemain-pemain Indonesia yang akan digodok\ndi sana kelak. <\/p>\n\n\n\n Saya yakin betul bahwa Bos PT Djarum memiliki komitmen besar\nuntuk memajukan sepak bola Indonesia dengan cara membeli Como 1907 dan menjalankan\nklub tersebut dengan sejumlah kebijakan baru. Saya bermimpi suatu saat mereka\nbisa sukses perlahan-lahan menembus Serie A bersama pemain-pemain Indonesia yang\ndigembleng di sana. Setidaknya mimpi itu masih bisa kita jaga, kecuali jika\nnantinya ada lembaga pemerintah atas dasar perlindungan anak kembali mengobok-ngobok\nDjarum gara-gara pembelian ini, hehehe sekadar bercanda. <\/p>\n","post_title":"Mengenal Lebih Dekat Como 1907, Klub Italia yang dibeli Bos PT Djarum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"como-1907","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-20 11:30:58","post_modified_gmt":"2019-10-20 04:30:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":6},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Tapi ya sudahlah, konser musik memang menjadi medium yang tepat untuk mengekspresikan sesuatu. Walau sejatinya malam tadi saya sedih bukan karena memori percintaan yang terungkit kembali akibat lagu Didi Kempot, melainkan tokoh pendiri Ngayogjazz yang juga seniman hebat Indonesia sala Yogyakarta, Djaduk Ferianto telah berpulang tepat tiga hari sebelum acara masterpiece yang ia bangun itu digelar. Malam itu, bulan mengintip genit di balik awan, dan ribuan doa dipanjatkan untuk Djaduk Ferianto, tanpanya mungkin kami semua tak akan bisa berkumpul di sini, menikmati acara sekeren ini.<\/p>\n","post_title":"Smokers Traveller: Bermalam Minggu di Ngayogjazz 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"smokers-traveller-bermalam-minggu-di-ngayogjazz-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-19 10:56:34","post_modified_gmt":"2019-11-19 03:56:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6239","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6223,"post_author":"919","post_date":"2019-11-12 08:48:46","post_date_gmt":"2019-11-12 01:48:46","post_content":"\n Sebagai seorang pekerja dengan tingkat intensitas tinggi untuk dinas ke luar kota, memilih tempat untuk bekerja sekaligus nongkrong adalah hal menjemukan. Terlebih apabila Anda adalah seseorang yang berasal dari sebuah kota besar contohnya Jakarta dan harus berkunjung ke sebuah daerah. Kadang Anda berpikir tak mempunyai banyak pilihan dan harus mengandalkan rekomendasi dari google<\/em> atau kawan dan masyarakat setempat. Begitu pula dengan apa yang terjadi pada saya saat mengunjungi Kota Kudus beberapa waktu lalu.<\/p>\n\n\n\n Kota Kudus sejatinya bukanlah kota yang besar seperti tempat di mana saya tinggal yaitu Jakarta, lebih tepatnya Jakarta Selatan. Bicara soal daerah tempat saya tinggal, bisa dikatakan Jakarta Selatan atau Jaksel kini tengah naik daun akibat perbincangan di sosial media.\u00a0Some people say\u00a0<\/em>Jaksel saat ini adalah indikator dan standar anak gaul se-Indonesia,\u00a0huft<\/em>\u00a0seperti berlebihan walau nampaknya\u00a0sih<\/em>\u00a0tidak juga. Akan tetapi Jaksel juga mendapat olok-olokan akibat standar gaulnya yang konon katanya tergolong tinggi,\u00a0maybe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Reza Arap Oktovian, Sang Smokers Tampan Idaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"reza-arap-oktovian-sang-smokers-tampan-idaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-28 08:20:52","post_modified_gmt":"2019-10-28 01:20:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6181","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6165,"post_author":"919","post_date":"2019-10-20 11:30:53","post_date_gmt":"2019-10-20 04:30:53","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Reza Arap Oktovian, Sang Smokers Tampan Idaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"reza-arap-oktovian-sang-smokers-tampan-idaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-28 08:20:52","post_modified_gmt":"2019-10-28 01:20:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6181","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6165,"post_author":"919","post_date":"2019-10-20 11:30:53","post_date_gmt":"2019-10-20 04:30:53","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Reza Arap Oktovian, Sang Smokers Tampan Idaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"reza-arap-oktovian-sang-smokers-tampan-idaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-28 08:20:52","post_modified_gmt":"2019-10-28 01:20:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6181","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6165,"post_author":"919","post_date":"2019-10-20 11:30:53","post_date_gmt":"2019-10-20 04:30:53","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Reza Arap Oktovian, Sang Smokers Tampan Idaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"reza-arap-oktovian-sang-smokers-tampan-idaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-28 08:20:52","post_modified_gmt":"2019-10-28 01:20:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6181","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6165,"post_author":"919","post_date":"2019-10-20 11:30:53","post_date_gmt":"2019-10-20 04:30:53","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Reza Arap Oktovian, Sang Smokers Tampan Idaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"reza-arap-oktovian-sang-smokers-tampan-idaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-28 08:20:52","post_modified_gmt":"2019-10-28 01:20:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6181","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6165,"post_author":"919","post_date":"2019-10-20 11:30:53","post_date_gmt":"2019-10-20 04:30:53","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Reza Arap Oktovian, Sang Smokers Tampan Idaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"reza-arap-oktovian-sang-smokers-tampan-idaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-28 08:20:52","post_modified_gmt":"2019-10-28 01:20:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6181","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6165,"post_author":"919","post_date":"2019-10-20 11:30:53","post_date_gmt":"2019-10-20 04:30:53","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Reza Arap Oktovian, Sang Smokers Tampan Idaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"reza-arap-oktovian-sang-smokers-tampan-idaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-28 08:20:52","post_modified_gmt":"2019-10-28 01:20:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6181","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6165,"post_author":"919","post_date":"2019-10-20 11:30:53","post_date_gmt":"2019-10-20 04:30:53","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Reza Arap Oktovian, Sang Smokers Tampan Idaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"reza-arap-oktovian-sang-smokers-tampan-idaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-28 08:20:52","post_modified_gmt":"2019-10-28 01:20:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6181","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6165,"post_author":"919","post_date":"2019-10-20 11:30:53","post_date_gmt":"2019-10-20 04:30:53","post_content":"\n
My Chemical Romance\u00a0adalah\u00a0soundtrack\u00a0kehidupan saya saat masih mengenyam pendidikan di bangku SMA. Saya merupakan orang yang cukup banyak mendengar varian\u00a0genre\u00a0musik, kesenangan terhadap mendengarkan radio ternyata membuka cakrawala musik dalam kehidupan saya.\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah salah satunya, dia semacam band yang lagunya wajib didengarkan oleh\u00a0tongkrongan\u00a0saya. Jika tak berlebihan, saat nongkrong lagunya selalu diputar bak lagu kebangsaan yang terus dinyanyikan saat upacara kemerdekaan tiba.
Segala hal yang berbau\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi buruan saya dan teman-teman di\u00a0tongkrongan\u00a0saat itu. Pada dekade 2009-an, kami masih tak kesulitan untuk mencari kaset CD band yang digawangi oleh Gerard Way, Ray Toro, Mikey Way, Frank Iero tersebut. Untuk membeli kasetnya kami mampu, namun kami memiliki keterbatasan untuk membeli\u00a0merchandise My Chemical Romance\u00a0seperti kaos, poster, dan yang lainnya. Beruntungnya di era saat itu kami memiliki Blok-M, tempat dimana\u00a0merchandise\u00a0band-band dan musisi dari segala\u00a0genre\u00a0dijual di sana, dan yang terutama, harganya sangat terjangkau!
My Chemical Romance\u00a0juga adalah tentang kisah cinta SMA saya. Kata orang, cinta saat SMA adalah sesuatu yang indah, saya cukup sepakat. Karena rasanya cinta saat itu terasa murni. Suka pada pandangan pertama, mengejar seseorang tanpa berpikir panjang dan ribet. Jika jadian dan berpacaran dunia serasa milik berdua. Sebaliknya, bila putus dunia rasanya berhenti dan butuh upaya yang kuat untuk bangkit lagi.
Seringnya,\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi pengiring kisah patah hati saya. Baik itu saat putus dari pacar atau gagal mendapat cewek yang diidamkan. Maka sudah pasti lagu dengan judul seperti\u00a0Helena, Cancer, I dont love you, selalu saya putar di hape nokia 6600 saya yang bentuknya mirip peti mati itu. Sebuah kenangan yang tak pernah saya lupakan bagaimana lagu itu terus saya dengarkan juga saat perjalanan dari rumah menuju sekolah, di antara Jakarta yang hujan, di dalam metromini yang saat itu secara tidak resmi menjadi bus sekolah bagi para pelajar.
Maka saya juga berterimakasih juga pada kehadiran MTV yang tayang di Global TV pada saat itu. Saya tidak mau untuk membandingkan zaman, anak sekarang beruntung memiliki internet dengan\u00a0youtube\u00a0dan\u00a0spotify.\u00a0Kami saat itu menunggu tayangan dari MTV untuk mendengarkan lagu-lagu top. Tentu awal saya menyukai\u00a0My Chemical Romance\u00a0berkat MTV, saat mereka memutar video klip lagu\u00a0\u2018Helena'\u00a0yang membuat saya langsung jatuh cinta.
Jika saya tidak salah,\u00a0My Chemical Romance\u00a0pernah sekali tampil di Jakarta saat Januari 2008 silam. Saat itu saya masih kelas dua SMA dan belum memiliki penghasilan sendiri, jajan pun hanya 10 ribu rupiah dalam sehari. Tapi ini bukan persoalan saya datang \/tidak ke konser tersebut. Menurut saya, konser pada Januari 2008 tersebut menjadi awal mula\u00a0hype My Chemical Romance\u00a0di Indonesia mulai tumbuh.
Memang, Gerard Way dkk memulai dan merilis album pertama pafda 2002 silam. Namun bisa dikatakan,\u00a0My Chemical Romance\u00a0mulai dikenal banyak orang dan sukses lewat album\u00a0The Black Parade. Lewat album berdurasi 51:56 menit ini\u00a0My Chemical Romance\u00a0juga berhasil masuk dalam nominasi\u00a0Grammy Award\u00a02008 lalu dengan kategori\u00a0\u2018Best Boxed or Special Limited Edition Package\u2019.\u00a0Meski pada akhirnya pada nominasi tersebut mereka harus kalah dari band Inggris yang lebih senior,\u00a0Radio Head.
Bicara\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah tentang nostalgia dan nantinya tepat pada 20 Desember ini mereka akan berkumpul lagi untuk gelaran konser reuni di Shrine Expo Hall di Los Angeles. Saya memang tidak akan hadir di acara tersebut mengingat lagi-lagi keterbatasan waktu dan dana. Namun setidaknya, di tanggal tersebut saya akan nongkrong kembali bersama rekan-rekan SMA dan membicarakan hal-hal yang sudah-sudah, membosankan? Tidak. Karena masa SMA adalah hal yang terindah dalam fase kehidupan, terima kasih\u00a0My Chemical Romance.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"My Chemical Romance dan Reuni yang Dirindukan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"my-chemical-romance-dan-reuni-yang-dirindukan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-03 11:10:34","post_modified_gmt":"2019-11-03 04:10:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6199","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6181,"post_author":"919","post_date":"2019-10-28 08:20:46","post_date_gmt":"2019-10-28 01:20:46","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Reza Arap Oktovian, Sang Smokers Tampan Idaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"reza-arap-oktovian-sang-smokers-tampan-idaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-28 08:20:52","post_modified_gmt":"2019-10-28 01:20:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6181","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6165,"post_author":"919","post_date":"2019-10-20 11:30:53","post_date_gmt":"2019-10-20 04:30:53","post_content":"\n
My Chemical Romance\u00a0adalah\u00a0soundtrack\u00a0kehidupan saya saat masih mengenyam pendidikan di bangku SMA. Saya merupakan orang yang cukup banyak mendengar varian\u00a0genre\u00a0musik, kesenangan terhadap mendengarkan radio ternyata membuka cakrawala musik dalam kehidupan saya.\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah salah satunya, dia semacam band yang lagunya wajib didengarkan oleh\u00a0tongkrongan\u00a0saya. Jika tak berlebihan, saat nongkrong lagunya selalu diputar bak lagu kebangsaan yang terus dinyanyikan saat upacara kemerdekaan tiba.
Segala hal yang berbau\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi buruan saya dan teman-teman di\u00a0tongkrongan\u00a0saat itu. Pada dekade 2009-an, kami masih tak kesulitan untuk mencari kaset CD band yang digawangi oleh Gerard Way, Ray Toro, Mikey Way, Frank Iero tersebut. Untuk membeli kasetnya kami mampu, namun kami memiliki keterbatasan untuk membeli\u00a0merchandise My Chemical Romance\u00a0seperti kaos, poster, dan yang lainnya. Beruntungnya di era saat itu kami memiliki Blok-M, tempat dimana\u00a0merchandise\u00a0band-band dan musisi dari segala\u00a0genre\u00a0dijual di sana, dan yang terutama, harganya sangat terjangkau!
My Chemical Romance\u00a0juga adalah tentang kisah cinta SMA saya. Kata orang, cinta saat SMA adalah sesuatu yang indah, saya cukup sepakat. Karena rasanya cinta saat itu terasa murni. Suka pada pandangan pertama, mengejar seseorang tanpa berpikir panjang dan ribet. Jika jadian dan berpacaran dunia serasa milik berdua. Sebaliknya, bila putus dunia rasanya berhenti dan butuh upaya yang kuat untuk bangkit lagi.
Seringnya,\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi pengiring kisah patah hati saya. Baik itu saat putus dari pacar atau gagal mendapat cewek yang diidamkan. Maka sudah pasti lagu dengan judul seperti\u00a0Helena, Cancer, I dont love you, selalu saya putar di hape nokia 6600 saya yang bentuknya mirip peti mati itu. Sebuah kenangan yang tak pernah saya lupakan bagaimana lagu itu terus saya dengarkan juga saat perjalanan dari rumah menuju sekolah, di antara Jakarta yang hujan, di dalam metromini yang saat itu secara tidak resmi menjadi bus sekolah bagi para pelajar.
Maka saya juga berterimakasih juga pada kehadiran MTV yang tayang di Global TV pada saat itu. Saya tidak mau untuk membandingkan zaman, anak sekarang beruntung memiliki internet dengan\u00a0youtube\u00a0dan\u00a0spotify.\u00a0Kami saat itu menunggu tayangan dari MTV untuk mendengarkan lagu-lagu top. Tentu awal saya menyukai\u00a0My Chemical Romance\u00a0berkat MTV, saat mereka memutar video klip lagu\u00a0\u2018Helena'\u00a0yang membuat saya langsung jatuh cinta.
Jika saya tidak salah,\u00a0My Chemical Romance\u00a0pernah sekali tampil di Jakarta saat Januari 2008 silam. Saat itu saya masih kelas dua SMA dan belum memiliki penghasilan sendiri, jajan pun hanya 10 ribu rupiah dalam sehari. Tapi ini bukan persoalan saya datang \/tidak ke konser tersebut. Menurut saya, konser pada Januari 2008 tersebut menjadi awal mula\u00a0hype My Chemical Romance\u00a0di Indonesia mulai tumbuh.
Memang, Gerard Way dkk memulai dan merilis album pertama pafda 2002 silam. Namun bisa dikatakan,\u00a0My Chemical Romance\u00a0mulai dikenal banyak orang dan sukses lewat album\u00a0The Black Parade. Lewat album berdurasi 51:56 menit ini\u00a0My Chemical Romance\u00a0juga berhasil masuk dalam nominasi\u00a0Grammy Award\u00a02008 lalu dengan kategori\u00a0\u2018Best Boxed or Special Limited Edition Package\u2019.\u00a0Meski pada akhirnya pada nominasi tersebut mereka harus kalah dari band Inggris yang lebih senior,\u00a0Radio Head.
Bicara\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah tentang nostalgia dan nantinya tepat pada 20 Desember ini mereka akan berkumpul lagi untuk gelaran konser reuni di Shrine Expo Hall di Los Angeles. Saya memang tidak akan hadir di acara tersebut mengingat lagi-lagi keterbatasan waktu dan dana. Namun setidaknya, di tanggal tersebut saya akan nongkrong kembali bersama rekan-rekan SMA dan membicarakan hal-hal yang sudah-sudah, membosankan? Tidak. Karena masa SMA adalah hal yang terindah dalam fase kehidupan, terima kasih\u00a0My Chemical Romance.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"My Chemical Romance dan Reuni yang Dirindukan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"my-chemical-romance-dan-reuni-yang-dirindukan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-03 11:10:34","post_modified_gmt":"2019-11-03 04:10:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6199","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6181,"post_author":"919","post_date":"2019-10-28 08:20:46","post_date_gmt":"2019-10-28 01:20:46","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Reza Arap Oktovian, Sang Smokers Tampan Idaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"reza-arap-oktovian-sang-smokers-tampan-idaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-28 08:20:52","post_modified_gmt":"2019-10-28 01:20:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6181","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6165,"post_author":"919","post_date":"2019-10-20 11:30:53","post_date_gmt":"2019-10-20 04:30:53","post_content":"\n
My Chemical Romance\u00a0adalah\u00a0soundtrack\u00a0kehidupan saya saat masih mengenyam pendidikan di bangku SMA. Saya merupakan orang yang cukup banyak mendengar varian\u00a0genre\u00a0musik, kesenangan terhadap mendengarkan radio ternyata membuka cakrawala musik dalam kehidupan saya.\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah salah satunya, dia semacam band yang lagunya wajib didengarkan oleh\u00a0tongkrongan\u00a0saya. Jika tak berlebihan, saat nongkrong lagunya selalu diputar bak lagu kebangsaan yang terus dinyanyikan saat upacara kemerdekaan tiba.
Segala hal yang berbau\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi buruan saya dan teman-teman di\u00a0tongkrongan\u00a0saat itu. Pada dekade 2009-an, kami masih tak kesulitan untuk mencari kaset CD band yang digawangi oleh Gerard Way, Ray Toro, Mikey Way, Frank Iero tersebut. Untuk membeli kasetnya kami mampu, namun kami memiliki keterbatasan untuk membeli\u00a0merchandise My Chemical Romance\u00a0seperti kaos, poster, dan yang lainnya. Beruntungnya di era saat itu kami memiliki Blok-M, tempat dimana\u00a0merchandise\u00a0band-band dan musisi dari segala\u00a0genre\u00a0dijual di sana, dan yang terutama, harganya sangat terjangkau!
My Chemical Romance\u00a0juga adalah tentang kisah cinta SMA saya. Kata orang, cinta saat SMA adalah sesuatu yang indah, saya cukup sepakat. Karena rasanya cinta saat itu terasa murni. Suka pada pandangan pertama, mengejar seseorang tanpa berpikir panjang dan ribet. Jika jadian dan berpacaran dunia serasa milik berdua. Sebaliknya, bila putus dunia rasanya berhenti dan butuh upaya yang kuat untuk bangkit lagi.
Seringnya,\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi pengiring kisah patah hati saya. Baik itu saat putus dari pacar atau gagal mendapat cewek yang diidamkan. Maka sudah pasti lagu dengan judul seperti\u00a0Helena, Cancer, I dont love you, selalu saya putar di hape nokia 6600 saya yang bentuknya mirip peti mati itu. Sebuah kenangan yang tak pernah saya lupakan bagaimana lagu itu terus saya dengarkan juga saat perjalanan dari rumah menuju sekolah, di antara Jakarta yang hujan, di dalam metromini yang saat itu secara tidak resmi menjadi bus sekolah bagi para pelajar.
Maka saya juga berterimakasih juga pada kehadiran MTV yang tayang di Global TV pada saat itu. Saya tidak mau untuk membandingkan zaman, anak sekarang beruntung memiliki internet dengan\u00a0youtube\u00a0dan\u00a0spotify.\u00a0Kami saat itu menunggu tayangan dari MTV untuk mendengarkan lagu-lagu top. Tentu awal saya menyukai\u00a0My Chemical Romance\u00a0berkat MTV, saat mereka memutar video klip lagu\u00a0\u2018Helena'\u00a0yang membuat saya langsung jatuh cinta.
Jika saya tidak salah,\u00a0My Chemical Romance\u00a0pernah sekali tampil di Jakarta saat Januari 2008 silam. Saat itu saya masih kelas dua SMA dan belum memiliki penghasilan sendiri, jajan pun hanya 10 ribu rupiah dalam sehari. Tapi ini bukan persoalan saya datang \/tidak ke konser tersebut. Menurut saya, konser pada Januari 2008 tersebut menjadi awal mula\u00a0hype My Chemical Romance\u00a0di Indonesia mulai tumbuh.
Memang, Gerard Way dkk memulai dan merilis album pertama pafda 2002 silam. Namun bisa dikatakan,\u00a0My Chemical Romance\u00a0mulai dikenal banyak orang dan sukses lewat album\u00a0The Black Parade. Lewat album berdurasi 51:56 menit ini\u00a0My Chemical Romance\u00a0juga berhasil masuk dalam nominasi\u00a0Grammy Award\u00a02008 lalu dengan kategori\u00a0\u2018Best Boxed or Special Limited Edition Package\u2019.\u00a0Meski pada akhirnya pada nominasi tersebut mereka harus kalah dari band Inggris yang lebih senior,\u00a0Radio Head.
Bicara\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah tentang nostalgia dan nantinya tepat pada 20 Desember ini mereka akan berkumpul lagi untuk gelaran konser reuni di Shrine Expo Hall di Los Angeles. Saya memang tidak akan hadir di acara tersebut mengingat lagi-lagi keterbatasan waktu dan dana. Namun setidaknya, di tanggal tersebut saya akan nongkrong kembali bersama rekan-rekan SMA dan membicarakan hal-hal yang sudah-sudah, membosankan? Tidak. Karena masa SMA adalah hal yang terindah dalam fase kehidupan, terima kasih\u00a0My Chemical Romance.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"My Chemical Romance dan Reuni yang Dirindukan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"my-chemical-romance-dan-reuni-yang-dirindukan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-03 11:10:34","post_modified_gmt":"2019-11-03 04:10:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6199","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6181,"post_author":"919","post_date":"2019-10-28 08:20:46","post_date_gmt":"2019-10-28 01:20:46","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Reza Arap Oktovian, Sang Smokers Tampan Idaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"reza-arap-oktovian-sang-smokers-tampan-idaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-28 08:20:52","post_modified_gmt":"2019-10-28 01:20:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6181","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6165,"post_author":"919","post_date":"2019-10-20 11:30:53","post_date_gmt":"2019-10-20 04:30:53","post_content":"\n
My Chemical Romance\u00a0adalah\u00a0soundtrack\u00a0kehidupan saya saat masih mengenyam pendidikan di bangku SMA. Saya merupakan orang yang cukup banyak mendengar varian\u00a0genre\u00a0musik, kesenangan terhadap mendengarkan radio ternyata membuka cakrawala musik dalam kehidupan saya.\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah salah satunya, dia semacam band yang lagunya wajib didengarkan oleh\u00a0tongkrongan\u00a0saya. Jika tak berlebihan, saat nongkrong lagunya selalu diputar bak lagu kebangsaan yang terus dinyanyikan saat upacara kemerdekaan tiba.
Segala hal yang berbau\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi buruan saya dan teman-teman di\u00a0tongkrongan\u00a0saat itu. Pada dekade 2009-an, kami masih tak kesulitan untuk mencari kaset CD band yang digawangi oleh Gerard Way, Ray Toro, Mikey Way, Frank Iero tersebut. Untuk membeli kasetnya kami mampu, namun kami memiliki keterbatasan untuk membeli\u00a0merchandise My Chemical Romance\u00a0seperti kaos, poster, dan yang lainnya. Beruntungnya di era saat itu kami memiliki Blok-M, tempat dimana\u00a0merchandise\u00a0band-band dan musisi dari segala\u00a0genre\u00a0dijual di sana, dan yang terutama, harganya sangat terjangkau!
My Chemical Romance\u00a0juga adalah tentang kisah cinta SMA saya. Kata orang, cinta saat SMA adalah sesuatu yang indah, saya cukup sepakat. Karena rasanya cinta saat itu terasa murni. Suka pada pandangan pertama, mengejar seseorang tanpa berpikir panjang dan ribet. Jika jadian dan berpacaran dunia serasa milik berdua. Sebaliknya, bila putus dunia rasanya berhenti dan butuh upaya yang kuat untuk bangkit lagi.
Seringnya,\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi pengiring kisah patah hati saya. Baik itu saat putus dari pacar atau gagal mendapat cewek yang diidamkan. Maka sudah pasti lagu dengan judul seperti\u00a0Helena, Cancer, I dont love you, selalu saya putar di hape nokia 6600 saya yang bentuknya mirip peti mati itu. Sebuah kenangan yang tak pernah saya lupakan bagaimana lagu itu terus saya dengarkan juga saat perjalanan dari rumah menuju sekolah, di antara Jakarta yang hujan, di dalam metromini yang saat itu secara tidak resmi menjadi bus sekolah bagi para pelajar.
Maka saya juga berterimakasih juga pada kehadiran MTV yang tayang di Global TV pada saat itu. Saya tidak mau untuk membandingkan zaman, anak sekarang beruntung memiliki internet dengan\u00a0youtube\u00a0dan\u00a0spotify.\u00a0Kami saat itu menunggu tayangan dari MTV untuk mendengarkan lagu-lagu top. Tentu awal saya menyukai\u00a0My Chemical Romance\u00a0berkat MTV, saat mereka memutar video klip lagu\u00a0\u2018Helena'\u00a0yang membuat saya langsung jatuh cinta.
Jika saya tidak salah,\u00a0My Chemical Romance\u00a0pernah sekali tampil di Jakarta saat Januari 2008 silam. Saat itu saya masih kelas dua SMA dan belum memiliki penghasilan sendiri, jajan pun hanya 10 ribu rupiah dalam sehari. Tapi ini bukan persoalan saya datang \/tidak ke konser tersebut. Menurut saya, konser pada Januari 2008 tersebut menjadi awal mula\u00a0hype My Chemical Romance\u00a0di Indonesia mulai tumbuh.
Memang, Gerard Way dkk memulai dan merilis album pertama pafda 2002 silam. Namun bisa dikatakan,\u00a0My Chemical Romance\u00a0mulai dikenal banyak orang dan sukses lewat album\u00a0The Black Parade. Lewat album berdurasi 51:56 menit ini\u00a0My Chemical Romance\u00a0juga berhasil masuk dalam nominasi\u00a0Grammy Award\u00a02008 lalu dengan kategori\u00a0\u2018Best Boxed or Special Limited Edition Package\u2019.\u00a0Meski pada akhirnya pada nominasi tersebut mereka harus kalah dari band Inggris yang lebih senior,\u00a0Radio Head.
Bicara\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah tentang nostalgia dan nantinya tepat pada 20 Desember ini mereka akan berkumpul lagi untuk gelaran konser reuni di Shrine Expo Hall di Los Angeles. Saya memang tidak akan hadir di acara tersebut mengingat lagi-lagi keterbatasan waktu dan dana. Namun setidaknya, di tanggal tersebut saya akan nongkrong kembali bersama rekan-rekan SMA dan membicarakan hal-hal yang sudah-sudah, membosankan? Tidak. Karena masa SMA adalah hal yang terindah dalam fase kehidupan, terima kasih\u00a0My Chemical Romance.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"My Chemical Romance dan Reuni yang Dirindukan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"my-chemical-romance-dan-reuni-yang-dirindukan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-03 11:10:34","post_modified_gmt":"2019-11-03 04:10:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6199","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6181,"post_author":"919","post_date":"2019-10-28 08:20:46","post_date_gmt":"2019-10-28 01:20:46","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Reza Arap Oktovian, Sang Smokers Tampan Idaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"reza-arap-oktovian-sang-smokers-tampan-idaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-28 08:20:52","post_modified_gmt":"2019-10-28 01:20:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6181","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6165,"post_author":"919","post_date":"2019-10-20 11:30:53","post_date_gmt":"2019-10-20 04:30:53","post_content":"\n
My Chemical Romance\u00a0adalah\u00a0soundtrack\u00a0kehidupan saya saat masih mengenyam pendidikan di bangku SMA. Saya merupakan orang yang cukup banyak mendengar varian\u00a0genre\u00a0musik, kesenangan terhadap mendengarkan radio ternyata membuka cakrawala musik dalam kehidupan saya.\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah salah satunya, dia semacam band yang lagunya wajib didengarkan oleh\u00a0tongkrongan\u00a0saya. Jika tak berlebihan, saat nongkrong lagunya selalu diputar bak lagu kebangsaan yang terus dinyanyikan saat upacara kemerdekaan tiba.
Segala hal yang berbau\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi buruan saya dan teman-teman di\u00a0tongkrongan\u00a0saat itu. Pada dekade 2009-an, kami masih tak kesulitan untuk mencari kaset CD band yang digawangi oleh Gerard Way, Ray Toro, Mikey Way, Frank Iero tersebut. Untuk membeli kasetnya kami mampu, namun kami memiliki keterbatasan untuk membeli\u00a0merchandise My Chemical Romance\u00a0seperti kaos, poster, dan yang lainnya. Beruntungnya di era saat itu kami memiliki Blok-M, tempat dimana\u00a0merchandise\u00a0band-band dan musisi dari segala\u00a0genre\u00a0dijual di sana, dan yang terutama, harganya sangat terjangkau!
My Chemical Romance\u00a0juga adalah tentang kisah cinta SMA saya. Kata orang, cinta saat SMA adalah sesuatu yang indah, saya cukup sepakat. Karena rasanya cinta saat itu terasa murni. Suka pada pandangan pertama, mengejar seseorang tanpa berpikir panjang dan ribet. Jika jadian dan berpacaran dunia serasa milik berdua. Sebaliknya, bila putus dunia rasanya berhenti dan butuh upaya yang kuat untuk bangkit lagi.
Seringnya,\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi pengiring kisah patah hati saya. Baik itu saat putus dari pacar atau gagal mendapat cewek yang diidamkan. Maka sudah pasti lagu dengan judul seperti\u00a0Helena, Cancer, I dont love you, selalu saya putar di hape nokia 6600 saya yang bentuknya mirip peti mati itu. Sebuah kenangan yang tak pernah saya lupakan bagaimana lagu itu terus saya dengarkan juga saat perjalanan dari rumah menuju sekolah, di antara Jakarta yang hujan, di dalam metromini yang saat itu secara tidak resmi menjadi bus sekolah bagi para pelajar.
Maka saya juga berterimakasih juga pada kehadiran MTV yang tayang di Global TV pada saat itu. Saya tidak mau untuk membandingkan zaman, anak sekarang beruntung memiliki internet dengan\u00a0youtube\u00a0dan\u00a0spotify.\u00a0Kami saat itu menunggu tayangan dari MTV untuk mendengarkan lagu-lagu top. Tentu awal saya menyukai\u00a0My Chemical Romance\u00a0berkat MTV, saat mereka memutar video klip lagu\u00a0\u2018Helena'\u00a0yang membuat saya langsung jatuh cinta.
Jika saya tidak salah,\u00a0My Chemical Romance\u00a0pernah sekali tampil di Jakarta saat Januari 2008 silam. Saat itu saya masih kelas dua SMA dan belum memiliki penghasilan sendiri, jajan pun hanya 10 ribu rupiah dalam sehari. Tapi ini bukan persoalan saya datang \/tidak ke konser tersebut. Menurut saya, konser pada Januari 2008 tersebut menjadi awal mula\u00a0hype My Chemical Romance\u00a0di Indonesia mulai tumbuh.
Memang, Gerard Way dkk memulai dan merilis album pertama pafda 2002 silam. Namun bisa dikatakan,\u00a0My Chemical Romance\u00a0mulai dikenal banyak orang dan sukses lewat album\u00a0The Black Parade. Lewat album berdurasi 51:56 menit ini\u00a0My Chemical Romance\u00a0juga berhasil masuk dalam nominasi\u00a0Grammy Award\u00a02008 lalu dengan kategori\u00a0\u2018Best Boxed or Special Limited Edition Package\u2019.\u00a0Meski pada akhirnya pada nominasi tersebut mereka harus kalah dari band Inggris yang lebih senior,\u00a0Radio Head.
Bicara\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah tentang nostalgia dan nantinya tepat pada 20 Desember ini mereka akan berkumpul lagi untuk gelaran konser reuni di Shrine Expo Hall di Los Angeles. Saya memang tidak akan hadir di acara tersebut mengingat lagi-lagi keterbatasan waktu dan dana. Namun setidaknya, di tanggal tersebut saya akan nongkrong kembali bersama rekan-rekan SMA dan membicarakan hal-hal yang sudah-sudah, membosankan? Tidak. Karena masa SMA adalah hal yang terindah dalam fase kehidupan, terima kasih\u00a0My Chemical Romance.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"My Chemical Romance dan Reuni yang Dirindukan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"my-chemical-romance-dan-reuni-yang-dirindukan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-03 11:10:34","post_modified_gmt":"2019-11-03 04:10:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6199","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6181,"post_author":"919","post_date":"2019-10-28 08:20:46","post_date_gmt":"2019-10-28 01:20:46","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Reza Arap Oktovian, Sang Smokers Tampan Idaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"reza-arap-oktovian-sang-smokers-tampan-idaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-28 08:20:52","post_modified_gmt":"2019-10-28 01:20:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6181","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6165,"post_author":"919","post_date":"2019-10-20 11:30:53","post_date_gmt":"2019-10-20 04:30:53","post_content":"\n
My Chemical Romance\u00a0adalah\u00a0soundtrack\u00a0kehidupan saya saat masih mengenyam pendidikan di bangku SMA. Saya merupakan orang yang cukup banyak mendengar varian\u00a0genre\u00a0musik, kesenangan terhadap mendengarkan radio ternyata membuka cakrawala musik dalam kehidupan saya.\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah salah satunya, dia semacam band yang lagunya wajib didengarkan oleh\u00a0tongkrongan\u00a0saya. Jika tak berlebihan, saat nongkrong lagunya selalu diputar bak lagu kebangsaan yang terus dinyanyikan saat upacara kemerdekaan tiba.
Segala hal yang berbau\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi buruan saya dan teman-teman di\u00a0tongkrongan\u00a0saat itu. Pada dekade 2009-an, kami masih tak kesulitan untuk mencari kaset CD band yang digawangi oleh Gerard Way, Ray Toro, Mikey Way, Frank Iero tersebut. Untuk membeli kasetnya kami mampu, namun kami memiliki keterbatasan untuk membeli\u00a0merchandise My Chemical Romance\u00a0seperti kaos, poster, dan yang lainnya. Beruntungnya di era saat itu kami memiliki Blok-M, tempat dimana\u00a0merchandise\u00a0band-band dan musisi dari segala\u00a0genre\u00a0dijual di sana, dan yang terutama, harganya sangat terjangkau!
My Chemical Romance\u00a0juga adalah tentang kisah cinta SMA saya. Kata orang, cinta saat SMA adalah sesuatu yang indah, saya cukup sepakat. Karena rasanya cinta saat itu terasa murni. Suka pada pandangan pertama, mengejar seseorang tanpa berpikir panjang dan ribet. Jika jadian dan berpacaran dunia serasa milik berdua. Sebaliknya, bila putus dunia rasanya berhenti dan butuh upaya yang kuat untuk bangkit lagi.
Seringnya,\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi pengiring kisah patah hati saya. Baik itu saat putus dari pacar atau gagal mendapat cewek yang diidamkan. Maka sudah pasti lagu dengan judul seperti\u00a0Helena, Cancer, I dont love you, selalu saya putar di hape nokia 6600 saya yang bentuknya mirip peti mati itu. Sebuah kenangan yang tak pernah saya lupakan bagaimana lagu itu terus saya dengarkan juga saat perjalanan dari rumah menuju sekolah, di antara Jakarta yang hujan, di dalam metromini yang saat itu secara tidak resmi menjadi bus sekolah bagi para pelajar.
Maka saya juga berterimakasih juga pada kehadiran MTV yang tayang di Global TV pada saat itu. Saya tidak mau untuk membandingkan zaman, anak sekarang beruntung memiliki internet dengan\u00a0youtube\u00a0dan\u00a0spotify.\u00a0Kami saat itu menunggu tayangan dari MTV untuk mendengarkan lagu-lagu top. Tentu awal saya menyukai\u00a0My Chemical Romance\u00a0berkat MTV, saat mereka memutar video klip lagu\u00a0\u2018Helena'\u00a0yang membuat saya langsung jatuh cinta.
Jika saya tidak salah,\u00a0My Chemical Romance\u00a0pernah sekali tampil di Jakarta saat Januari 2008 silam. Saat itu saya masih kelas dua SMA dan belum memiliki penghasilan sendiri, jajan pun hanya 10 ribu rupiah dalam sehari. Tapi ini bukan persoalan saya datang \/tidak ke konser tersebut. Menurut saya, konser pada Januari 2008 tersebut menjadi awal mula\u00a0hype My Chemical Romance\u00a0di Indonesia mulai tumbuh.
Memang, Gerard Way dkk memulai dan merilis album pertama pafda 2002 silam. Namun bisa dikatakan,\u00a0My Chemical Romance\u00a0mulai dikenal banyak orang dan sukses lewat album\u00a0The Black Parade. Lewat album berdurasi 51:56 menit ini\u00a0My Chemical Romance\u00a0juga berhasil masuk dalam nominasi\u00a0Grammy Award\u00a02008 lalu dengan kategori\u00a0\u2018Best Boxed or Special Limited Edition Package\u2019.\u00a0Meski pada akhirnya pada nominasi tersebut mereka harus kalah dari band Inggris yang lebih senior,\u00a0Radio Head.
Bicara\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah tentang nostalgia dan nantinya tepat pada 20 Desember ini mereka akan berkumpul lagi untuk gelaran konser reuni di Shrine Expo Hall di Los Angeles. Saya memang tidak akan hadir di acara tersebut mengingat lagi-lagi keterbatasan waktu dan dana. Namun setidaknya, di tanggal tersebut saya akan nongkrong kembali bersama rekan-rekan SMA dan membicarakan hal-hal yang sudah-sudah, membosankan? Tidak. Karena masa SMA adalah hal yang terindah dalam fase kehidupan, terima kasih\u00a0My Chemical Romance.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"My Chemical Romance dan Reuni yang Dirindukan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"my-chemical-romance-dan-reuni-yang-dirindukan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-03 11:10:34","post_modified_gmt":"2019-11-03 04:10:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6199","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6181,"post_author":"919","post_date":"2019-10-28 08:20:46","post_date_gmt":"2019-10-28 01:20:46","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Reza Arap Oktovian, Sang Smokers Tampan Idaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"reza-arap-oktovian-sang-smokers-tampan-idaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-28 08:20:52","post_modified_gmt":"2019-10-28 01:20:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6181","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6165,"post_author":"919","post_date":"2019-10-20 11:30:53","post_date_gmt":"2019-10-20 04:30:53","post_content":"\n
My Chemical Romance\u00a0adalah\u00a0soundtrack\u00a0kehidupan saya saat masih mengenyam pendidikan di bangku SMA. Saya merupakan orang yang cukup banyak mendengar varian\u00a0genre\u00a0musik, kesenangan terhadap mendengarkan radio ternyata membuka cakrawala musik dalam kehidupan saya.\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah salah satunya, dia semacam band yang lagunya wajib didengarkan oleh\u00a0tongkrongan\u00a0saya. Jika tak berlebihan, saat nongkrong lagunya selalu diputar bak lagu kebangsaan yang terus dinyanyikan saat upacara kemerdekaan tiba.
Segala hal yang berbau\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi buruan saya dan teman-teman di\u00a0tongkrongan\u00a0saat itu. Pada dekade 2009-an, kami masih tak kesulitan untuk mencari kaset CD band yang digawangi oleh Gerard Way, Ray Toro, Mikey Way, Frank Iero tersebut. Untuk membeli kasetnya kami mampu, namun kami memiliki keterbatasan untuk membeli\u00a0merchandise My Chemical Romance\u00a0seperti kaos, poster, dan yang lainnya. Beruntungnya di era saat itu kami memiliki Blok-M, tempat dimana\u00a0merchandise\u00a0band-band dan musisi dari segala\u00a0genre\u00a0dijual di sana, dan yang terutama, harganya sangat terjangkau!
My Chemical Romance\u00a0juga adalah tentang kisah cinta SMA saya. Kata orang, cinta saat SMA adalah sesuatu yang indah, saya cukup sepakat. Karena rasanya cinta saat itu terasa murni. Suka pada pandangan pertama, mengejar seseorang tanpa berpikir panjang dan ribet. Jika jadian dan berpacaran dunia serasa milik berdua. Sebaliknya, bila putus dunia rasanya berhenti dan butuh upaya yang kuat untuk bangkit lagi.
Seringnya,\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi pengiring kisah patah hati saya. Baik itu saat putus dari pacar atau gagal mendapat cewek yang diidamkan. Maka sudah pasti lagu dengan judul seperti\u00a0Helena, Cancer, I dont love you, selalu saya putar di hape nokia 6600 saya yang bentuknya mirip peti mati itu. Sebuah kenangan yang tak pernah saya lupakan bagaimana lagu itu terus saya dengarkan juga saat perjalanan dari rumah menuju sekolah, di antara Jakarta yang hujan, di dalam metromini yang saat itu secara tidak resmi menjadi bus sekolah bagi para pelajar.
Maka saya juga berterimakasih juga pada kehadiran MTV yang tayang di Global TV pada saat itu. Saya tidak mau untuk membandingkan zaman, anak sekarang beruntung memiliki internet dengan\u00a0youtube\u00a0dan\u00a0spotify.\u00a0Kami saat itu menunggu tayangan dari MTV untuk mendengarkan lagu-lagu top. Tentu awal saya menyukai\u00a0My Chemical Romance\u00a0berkat MTV, saat mereka memutar video klip lagu\u00a0\u2018Helena'\u00a0yang membuat saya langsung jatuh cinta.
Jika saya tidak salah,\u00a0My Chemical Romance\u00a0pernah sekali tampil di Jakarta saat Januari 2008 silam. Saat itu saya masih kelas dua SMA dan belum memiliki penghasilan sendiri, jajan pun hanya 10 ribu rupiah dalam sehari. Tapi ini bukan persoalan saya datang \/tidak ke konser tersebut. Menurut saya, konser pada Januari 2008 tersebut menjadi awal mula\u00a0hype My Chemical Romance\u00a0di Indonesia mulai tumbuh.
Memang, Gerard Way dkk memulai dan merilis album pertama pafda 2002 silam. Namun bisa dikatakan,\u00a0My Chemical Romance\u00a0mulai dikenal banyak orang dan sukses lewat album\u00a0The Black Parade. Lewat album berdurasi 51:56 menit ini\u00a0My Chemical Romance\u00a0juga berhasil masuk dalam nominasi\u00a0Grammy Award\u00a02008 lalu dengan kategori\u00a0\u2018Best Boxed or Special Limited Edition Package\u2019.\u00a0Meski pada akhirnya pada nominasi tersebut mereka harus kalah dari band Inggris yang lebih senior,\u00a0Radio Head.
Bicara\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah tentang nostalgia dan nantinya tepat pada 20 Desember ini mereka akan berkumpul lagi untuk gelaran konser reuni di Shrine Expo Hall di Los Angeles. Saya memang tidak akan hadir di acara tersebut mengingat lagi-lagi keterbatasan waktu dan dana. Namun setidaknya, di tanggal tersebut saya akan nongkrong kembali bersama rekan-rekan SMA dan membicarakan hal-hal yang sudah-sudah, membosankan? Tidak. Karena masa SMA adalah hal yang terindah dalam fase kehidupan, terima kasih\u00a0My Chemical Romance.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"My Chemical Romance dan Reuni yang Dirindukan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"my-chemical-romance-dan-reuni-yang-dirindukan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-03 11:10:34","post_modified_gmt":"2019-11-03 04:10:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6199","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6181,"post_author":"919","post_date":"2019-10-28 08:20:46","post_date_gmt":"2019-10-28 01:20:46","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Reza Arap Oktovian, Sang Smokers Tampan Idaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"reza-arap-oktovian-sang-smokers-tampan-idaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-28 08:20:52","post_modified_gmt":"2019-10-28 01:20:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6181","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6165,"post_author":"919","post_date":"2019-10-20 11:30:53","post_date_gmt":"2019-10-20 04:30:53","post_content":"\n
My Chemical Romance\u00a0adalah\u00a0soundtrack\u00a0kehidupan saya saat masih mengenyam pendidikan di bangku SMA. Saya merupakan orang yang cukup banyak mendengar varian\u00a0genre\u00a0musik, kesenangan terhadap mendengarkan radio ternyata membuka cakrawala musik dalam kehidupan saya.\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah salah satunya, dia semacam band yang lagunya wajib didengarkan oleh\u00a0tongkrongan\u00a0saya. Jika tak berlebihan, saat nongkrong lagunya selalu diputar bak lagu kebangsaan yang terus dinyanyikan saat upacara kemerdekaan tiba.
Segala hal yang berbau\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi buruan saya dan teman-teman di\u00a0tongkrongan\u00a0saat itu. Pada dekade 2009-an, kami masih tak kesulitan untuk mencari kaset CD band yang digawangi oleh Gerard Way, Ray Toro, Mikey Way, Frank Iero tersebut. Untuk membeli kasetnya kami mampu, namun kami memiliki keterbatasan untuk membeli\u00a0merchandise My Chemical Romance\u00a0seperti kaos, poster, dan yang lainnya. Beruntungnya di era saat itu kami memiliki Blok-M, tempat dimana\u00a0merchandise\u00a0band-band dan musisi dari segala\u00a0genre\u00a0dijual di sana, dan yang terutama, harganya sangat terjangkau!
My Chemical Romance\u00a0juga adalah tentang kisah cinta SMA saya. Kata orang, cinta saat SMA adalah sesuatu yang indah, saya cukup sepakat. Karena rasanya cinta saat itu terasa murni. Suka pada pandangan pertama, mengejar seseorang tanpa berpikir panjang dan ribet. Jika jadian dan berpacaran dunia serasa milik berdua. Sebaliknya, bila putus dunia rasanya berhenti dan butuh upaya yang kuat untuk bangkit lagi.
Seringnya,\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi pengiring kisah patah hati saya. Baik itu saat putus dari pacar atau gagal mendapat cewek yang diidamkan. Maka sudah pasti lagu dengan judul seperti\u00a0Helena, Cancer, I dont love you, selalu saya putar di hape nokia 6600 saya yang bentuknya mirip peti mati itu. Sebuah kenangan yang tak pernah saya lupakan bagaimana lagu itu terus saya dengarkan juga saat perjalanan dari rumah menuju sekolah, di antara Jakarta yang hujan, di dalam metromini yang saat itu secara tidak resmi menjadi bus sekolah bagi para pelajar.
Maka saya juga berterimakasih juga pada kehadiran MTV yang tayang di Global TV pada saat itu. Saya tidak mau untuk membandingkan zaman, anak sekarang beruntung memiliki internet dengan\u00a0youtube\u00a0dan\u00a0spotify.\u00a0Kami saat itu menunggu tayangan dari MTV untuk mendengarkan lagu-lagu top. Tentu awal saya menyukai\u00a0My Chemical Romance\u00a0berkat MTV, saat mereka memutar video klip lagu\u00a0\u2018Helena'\u00a0yang membuat saya langsung jatuh cinta.
Jika saya tidak salah,\u00a0My Chemical Romance\u00a0pernah sekali tampil di Jakarta saat Januari 2008 silam. Saat itu saya masih kelas dua SMA dan belum memiliki penghasilan sendiri, jajan pun hanya 10 ribu rupiah dalam sehari. Tapi ini bukan persoalan saya datang \/tidak ke konser tersebut. Menurut saya, konser pada Januari 2008 tersebut menjadi awal mula\u00a0hype My Chemical Romance\u00a0di Indonesia mulai tumbuh.
Memang, Gerard Way dkk memulai dan merilis album pertama pafda 2002 silam. Namun bisa dikatakan,\u00a0My Chemical Romance\u00a0mulai dikenal banyak orang dan sukses lewat album\u00a0The Black Parade. Lewat album berdurasi 51:56 menit ini\u00a0My Chemical Romance\u00a0juga berhasil masuk dalam nominasi\u00a0Grammy Award\u00a02008 lalu dengan kategori\u00a0\u2018Best Boxed or Special Limited Edition Package\u2019.\u00a0Meski pada akhirnya pada nominasi tersebut mereka harus kalah dari band Inggris yang lebih senior,\u00a0Radio Head.
Bicara\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah tentang nostalgia dan nantinya tepat pada 20 Desember ini mereka akan berkumpul lagi untuk gelaran konser reuni di Shrine Expo Hall di Los Angeles. Saya memang tidak akan hadir di acara tersebut mengingat lagi-lagi keterbatasan waktu dan dana. Namun setidaknya, di tanggal tersebut saya akan nongkrong kembali bersama rekan-rekan SMA dan membicarakan hal-hal yang sudah-sudah, membosankan? Tidak. Karena masa SMA adalah hal yang terindah dalam fase kehidupan, terima kasih\u00a0My Chemical Romance.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"My Chemical Romance dan Reuni yang Dirindukan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"my-chemical-romance-dan-reuni-yang-dirindukan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-03 11:10:34","post_modified_gmt":"2019-11-03 04:10:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6199","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6181,"post_author":"919","post_date":"2019-10-28 08:20:46","post_date_gmt":"2019-10-28 01:20:46","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Reza Arap Oktovian, Sang Smokers Tampan Idaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"reza-arap-oktovian-sang-smokers-tampan-idaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-28 08:20:52","post_modified_gmt":"2019-10-28 01:20:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6181","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6165,"post_author":"919","post_date":"2019-10-20 11:30:53","post_date_gmt":"2019-10-20 04:30:53","post_content":"\n
My Chemical Romance\u00a0adalah\u00a0soundtrack\u00a0kehidupan saya saat masih mengenyam pendidikan di bangku SMA. Saya merupakan orang yang cukup banyak mendengar varian\u00a0genre\u00a0musik, kesenangan terhadap mendengarkan radio ternyata membuka cakrawala musik dalam kehidupan saya.\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah salah satunya, dia semacam band yang lagunya wajib didengarkan oleh\u00a0tongkrongan\u00a0saya. Jika tak berlebihan, saat nongkrong lagunya selalu diputar bak lagu kebangsaan yang terus dinyanyikan saat upacara kemerdekaan tiba.
Segala hal yang berbau\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi buruan saya dan teman-teman di\u00a0tongkrongan\u00a0saat itu. Pada dekade 2009-an, kami masih tak kesulitan untuk mencari kaset CD band yang digawangi oleh Gerard Way, Ray Toro, Mikey Way, Frank Iero tersebut. Untuk membeli kasetnya kami mampu, namun kami memiliki keterbatasan untuk membeli\u00a0merchandise My Chemical Romance\u00a0seperti kaos, poster, dan yang lainnya. Beruntungnya di era saat itu kami memiliki Blok-M, tempat dimana\u00a0merchandise\u00a0band-band dan musisi dari segala\u00a0genre\u00a0dijual di sana, dan yang terutama, harganya sangat terjangkau!
My Chemical Romance\u00a0juga adalah tentang kisah cinta SMA saya. Kata orang, cinta saat SMA adalah sesuatu yang indah, saya cukup sepakat. Karena rasanya cinta saat itu terasa murni. Suka pada pandangan pertama, mengejar seseorang tanpa berpikir panjang dan ribet. Jika jadian dan berpacaran dunia serasa milik berdua. Sebaliknya, bila putus dunia rasanya berhenti dan butuh upaya yang kuat untuk bangkit lagi.
Seringnya,\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi pengiring kisah patah hati saya. Baik itu saat putus dari pacar atau gagal mendapat cewek yang diidamkan. Maka sudah pasti lagu dengan judul seperti\u00a0Helena, Cancer, I dont love you, selalu saya putar di hape nokia 6600 saya yang bentuknya mirip peti mati itu. Sebuah kenangan yang tak pernah saya lupakan bagaimana lagu itu terus saya dengarkan juga saat perjalanan dari rumah menuju sekolah, di antara Jakarta yang hujan, di dalam metromini yang saat itu secara tidak resmi menjadi bus sekolah bagi para pelajar.
Maka saya juga berterimakasih juga pada kehadiran MTV yang tayang di Global TV pada saat itu. Saya tidak mau untuk membandingkan zaman, anak sekarang beruntung memiliki internet dengan\u00a0youtube\u00a0dan\u00a0spotify.\u00a0Kami saat itu menunggu tayangan dari MTV untuk mendengarkan lagu-lagu top. Tentu awal saya menyukai\u00a0My Chemical Romance\u00a0berkat MTV, saat mereka memutar video klip lagu\u00a0\u2018Helena'\u00a0yang membuat saya langsung jatuh cinta.
Jika saya tidak salah,\u00a0My Chemical Romance\u00a0pernah sekali tampil di Jakarta saat Januari 2008 silam. Saat itu saya masih kelas dua SMA dan belum memiliki penghasilan sendiri, jajan pun hanya 10 ribu rupiah dalam sehari. Tapi ini bukan persoalan saya datang \/tidak ke konser tersebut. Menurut saya, konser pada Januari 2008 tersebut menjadi awal mula\u00a0hype My Chemical Romance\u00a0di Indonesia mulai tumbuh.
Memang, Gerard Way dkk memulai dan merilis album pertama pafda 2002 silam. Namun bisa dikatakan,\u00a0My Chemical Romance\u00a0mulai dikenal banyak orang dan sukses lewat album\u00a0The Black Parade. Lewat album berdurasi 51:56 menit ini\u00a0My Chemical Romance\u00a0juga berhasil masuk dalam nominasi\u00a0Grammy Award\u00a02008 lalu dengan kategori\u00a0\u2018Best Boxed or Special Limited Edition Package\u2019.\u00a0Meski pada akhirnya pada nominasi tersebut mereka harus kalah dari band Inggris yang lebih senior,\u00a0Radio Head.
Bicara\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah tentang nostalgia dan nantinya tepat pada 20 Desember ini mereka akan berkumpul lagi untuk gelaran konser reuni di Shrine Expo Hall di Los Angeles. Saya memang tidak akan hadir di acara tersebut mengingat lagi-lagi keterbatasan waktu dan dana. Namun setidaknya, di tanggal tersebut saya akan nongkrong kembali bersama rekan-rekan SMA dan membicarakan hal-hal yang sudah-sudah, membosankan? Tidak. Karena masa SMA adalah hal yang terindah dalam fase kehidupan, terima kasih\u00a0My Chemical Romance.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"My Chemical Romance dan Reuni yang Dirindukan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"my-chemical-romance-dan-reuni-yang-dirindukan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-03 11:10:34","post_modified_gmt":"2019-11-03 04:10:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6199","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6181,"post_author":"919","post_date":"2019-10-28 08:20:46","post_date_gmt":"2019-10-28 01:20:46","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Reza Arap Oktovian, Sang Smokers Tampan Idaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"reza-arap-oktovian-sang-smokers-tampan-idaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-28 08:20:52","post_modified_gmt":"2019-10-28 01:20:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6181","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6165,"post_author":"919","post_date":"2019-10-20 11:30:53","post_date_gmt":"2019-10-20 04:30:53","post_content":"\n
My Chemical Romance\u00a0adalah\u00a0soundtrack\u00a0kehidupan saya saat masih mengenyam pendidikan di bangku SMA. Saya merupakan orang yang cukup banyak mendengar varian\u00a0genre\u00a0musik, kesenangan terhadap mendengarkan radio ternyata membuka cakrawala musik dalam kehidupan saya.\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah salah satunya, dia semacam band yang lagunya wajib didengarkan oleh\u00a0tongkrongan\u00a0saya. Jika tak berlebihan, saat nongkrong lagunya selalu diputar bak lagu kebangsaan yang terus dinyanyikan saat upacara kemerdekaan tiba.
Segala hal yang berbau\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi buruan saya dan teman-teman di\u00a0tongkrongan\u00a0saat itu. Pada dekade 2009-an, kami masih tak kesulitan untuk mencari kaset CD band yang digawangi oleh Gerard Way, Ray Toro, Mikey Way, Frank Iero tersebut. Untuk membeli kasetnya kami mampu, namun kami memiliki keterbatasan untuk membeli\u00a0merchandise My Chemical Romance\u00a0seperti kaos, poster, dan yang lainnya. Beruntungnya di era saat itu kami memiliki Blok-M, tempat dimana\u00a0merchandise\u00a0band-band dan musisi dari segala\u00a0genre\u00a0dijual di sana, dan yang terutama, harganya sangat terjangkau!
My Chemical Romance\u00a0juga adalah tentang kisah cinta SMA saya. Kata orang, cinta saat SMA adalah sesuatu yang indah, saya cukup sepakat. Karena rasanya cinta saat itu terasa murni. Suka pada pandangan pertama, mengejar seseorang tanpa berpikir panjang dan ribet. Jika jadian dan berpacaran dunia serasa milik berdua. Sebaliknya, bila putus dunia rasanya berhenti dan butuh upaya yang kuat untuk bangkit lagi.
Seringnya,\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi pengiring kisah patah hati saya. Baik itu saat putus dari pacar atau gagal mendapat cewek yang diidamkan. Maka sudah pasti lagu dengan judul seperti\u00a0Helena, Cancer, I dont love you, selalu saya putar di hape nokia 6600 saya yang bentuknya mirip peti mati itu. Sebuah kenangan yang tak pernah saya lupakan bagaimana lagu itu terus saya dengarkan juga saat perjalanan dari rumah menuju sekolah, di antara Jakarta yang hujan, di dalam metromini yang saat itu secara tidak resmi menjadi bus sekolah bagi para pelajar.
Maka saya juga berterimakasih juga pada kehadiran MTV yang tayang di Global TV pada saat itu. Saya tidak mau untuk membandingkan zaman, anak sekarang beruntung memiliki internet dengan\u00a0youtube\u00a0dan\u00a0spotify.\u00a0Kami saat itu menunggu tayangan dari MTV untuk mendengarkan lagu-lagu top. Tentu awal saya menyukai\u00a0My Chemical Romance\u00a0berkat MTV, saat mereka memutar video klip lagu\u00a0\u2018Helena'\u00a0yang membuat saya langsung jatuh cinta.
Jika saya tidak salah,\u00a0My Chemical Romance\u00a0pernah sekali tampil di Jakarta saat Januari 2008 silam. Saat itu saya masih kelas dua SMA dan belum memiliki penghasilan sendiri, jajan pun hanya 10 ribu rupiah dalam sehari. Tapi ini bukan persoalan saya datang \/tidak ke konser tersebut. Menurut saya, konser pada Januari 2008 tersebut menjadi awal mula\u00a0hype My Chemical Romance\u00a0di Indonesia mulai tumbuh.
Memang, Gerard Way dkk memulai dan merilis album pertama pafda 2002 silam. Namun bisa dikatakan,\u00a0My Chemical Romance\u00a0mulai dikenal banyak orang dan sukses lewat album\u00a0The Black Parade. Lewat album berdurasi 51:56 menit ini\u00a0My Chemical Romance\u00a0juga berhasil masuk dalam nominasi\u00a0Grammy Award\u00a02008 lalu dengan kategori\u00a0\u2018Best Boxed or Special Limited Edition Package\u2019.\u00a0Meski pada akhirnya pada nominasi tersebut mereka harus kalah dari band Inggris yang lebih senior,\u00a0Radio Head.
Bicara\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah tentang nostalgia dan nantinya tepat pada 20 Desember ini mereka akan berkumpul lagi untuk gelaran konser reuni di Shrine Expo Hall di Los Angeles. Saya memang tidak akan hadir di acara tersebut mengingat lagi-lagi keterbatasan waktu dan dana. Namun setidaknya, di tanggal tersebut saya akan nongkrong kembali bersama rekan-rekan SMA dan membicarakan hal-hal yang sudah-sudah, membosankan? Tidak. Karena masa SMA adalah hal yang terindah dalam fase kehidupan, terima kasih\u00a0My Chemical Romance.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"My Chemical Romance dan Reuni yang Dirindukan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"my-chemical-romance-dan-reuni-yang-dirindukan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-03 11:10:34","post_modified_gmt":"2019-11-03 04:10:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6199","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6181,"post_author":"919","post_date":"2019-10-28 08:20:46","post_date_gmt":"2019-10-28 01:20:46","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Reza Arap Oktovian, Sang Smokers Tampan Idaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"reza-arap-oktovian-sang-smokers-tampan-idaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-28 08:20:52","post_modified_gmt":"2019-10-28 01:20:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6181","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6165,"post_author":"919","post_date":"2019-10-20 11:30:53","post_date_gmt":"2019-10-20 04:30:53","post_content":"\n
My Chemical Romance\u00a0adalah\u00a0soundtrack\u00a0kehidupan saya saat masih mengenyam pendidikan di bangku SMA. Saya merupakan orang yang cukup banyak mendengar varian\u00a0genre\u00a0musik, kesenangan terhadap mendengarkan radio ternyata membuka cakrawala musik dalam kehidupan saya.\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah salah satunya, dia semacam band yang lagunya wajib didengarkan oleh\u00a0tongkrongan\u00a0saya. Jika tak berlebihan, saat nongkrong lagunya selalu diputar bak lagu kebangsaan yang terus dinyanyikan saat upacara kemerdekaan tiba.
Segala hal yang berbau\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi buruan saya dan teman-teman di\u00a0tongkrongan\u00a0saat itu. Pada dekade 2009-an, kami masih tak kesulitan untuk mencari kaset CD band yang digawangi oleh Gerard Way, Ray Toro, Mikey Way, Frank Iero tersebut. Untuk membeli kasetnya kami mampu, namun kami memiliki keterbatasan untuk membeli\u00a0merchandise My Chemical Romance\u00a0seperti kaos, poster, dan yang lainnya. Beruntungnya di era saat itu kami memiliki Blok-M, tempat dimana\u00a0merchandise\u00a0band-band dan musisi dari segala\u00a0genre\u00a0dijual di sana, dan yang terutama, harganya sangat terjangkau!
My Chemical Romance\u00a0juga adalah tentang kisah cinta SMA saya. Kata orang, cinta saat SMA adalah sesuatu yang indah, saya cukup sepakat. Karena rasanya cinta saat itu terasa murni. Suka pada pandangan pertama, mengejar seseorang tanpa berpikir panjang dan ribet. Jika jadian dan berpacaran dunia serasa milik berdua. Sebaliknya, bila putus dunia rasanya berhenti dan butuh upaya yang kuat untuk bangkit lagi.
Seringnya,\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi pengiring kisah patah hati saya. Baik itu saat putus dari pacar atau gagal mendapat cewek yang diidamkan. Maka sudah pasti lagu dengan judul seperti\u00a0Helena, Cancer, I dont love you, selalu saya putar di hape nokia 6600 saya yang bentuknya mirip peti mati itu. Sebuah kenangan yang tak pernah saya lupakan bagaimana lagu itu terus saya dengarkan juga saat perjalanan dari rumah menuju sekolah, di antara Jakarta yang hujan, di dalam metromini yang saat itu secara tidak resmi menjadi bus sekolah bagi para pelajar.
Maka saya juga berterimakasih juga pada kehadiran MTV yang tayang di Global TV pada saat itu. Saya tidak mau untuk membandingkan zaman, anak sekarang beruntung memiliki internet dengan\u00a0youtube\u00a0dan\u00a0spotify.\u00a0Kami saat itu menunggu tayangan dari MTV untuk mendengarkan lagu-lagu top. Tentu awal saya menyukai\u00a0My Chemical Romance\u00a0berkat MTV, saat mereka memutar video klip lagu\u00a0\u2018Helena'\u00a0yang membuat saya langsung jatuh cinta.
Jika saya tidak salah,\u00a0My Chemical Romance\u00a0pernah sekali tampil di Jakarta saat Januari 2008 silam. Saat itu saya masih kelas dua SMA dan belum memiliki penghasilan sendiri, jajan pun hanya 10 ribu rupiah dalam sehari. Tapi ini bukan persoalan saya datang \/tidak ke konser tersebut. Menurut saya, konser pada Januari 2008 tersebut menjadi awal mula\u00a0hype My Chemical Romance\u00a0di Indonesia mulai tumbuh.
Memang, Gerard Way dkk memulai dan merilis album pertama pafda 2002 silam. Namun bisa dikatakan,\u00a0My Chemical Romance\u00a0mulai dikenal banyak orang dan sukses lewat album\u00a0The Black Parade. Lewat album berdurasi 51:56 menit ini\u00a0My Chemical Romance\u00a0juga berhasil masuk dalam nominasi\u00a0Grammy Award\u00a02008 lalu dengan kategori\u00a0\u2018Best Boxed or Special Limited Edition Package\u2019.\u00a0Meski pada akhirnya pada nominasi tersebut mereka harus kalah dari band Inggris yang lebih senior,\u00a0Radio Head.
Bicara\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah tentang nostalgia dan nantinya tepat pada 20 Desember ini mereka akan berkumpul lagi untuk gelaran konser reuni di Shrine Expo Hall di Los Angeles. Saya memang tidak akan hadir di acara tersebut mengingat lagi-lagi keterbatasan waktu dan dana. Namun setidaknya, di tanggal tersebut saya akan nongkrong kembali bersama rekan-rekan SMA dan membicarakan hal-hal yang sudah-sudah, membosankan? Tidak. Karena masa SMA adalah hal yang terindah dalam fase kehidupan, terima kasih\u00a0My Chemical Romance.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"My Chemical Romance dan Reuni yang Dirindukan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"my-chemical-romance-dan-reuni-yang-dirindukan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-03 11:10:34","post_modified_gmt":"2019-11-03 04:10:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6199","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6181,"post_author":"919","post_date":"2019-10-28 08:20:46","post_date_gmt":"2019-10-28 01:20:46","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Reza Arap Oktovian, Sang Smokers Tampan Idaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"reza-arap-oktovian-sang-smokers-tampan-idaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-28 08:20:52","post_modified_gmt":"2019-10-28 01:20:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6181","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6165,"post_author":"919","post_date":"2019-10-20 11:30:53","post_date_gmt":"2019-10-20 04:30:53","post_content":"\n
My Chemical Romance\u00a0adalah\u00a0soundtrack\u00a0kehidupan saya saat masih mengenyam pendidikan di bangku SMA. Saya merupakan orang yang cukup banyak mendengar varian\u00a0genre\u00a0musik, kesenangan terhadap mendengarkan radio ternyata membuka cakrawala musik dalam kehidupan saya.\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah salah satunya, dia semacam band yang lagunya wajib didengarkan oleh\u00a0tongkrongan\u00a0saya. Jika tak berlebihan, saat nongkrong lagunya selalu diputar bak lagu kebangsaan yang terus dinyanyikan saat upacara kemerdekaan tiba.
Segala hal yang berbau\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi buruan saya dan teman-teman di\u00a0tongkrongan\u00a0saat itu. Pada dekade 2009-an, kami masih tak kesulitan untuk mencari kaset CD band yang digawangi oleh Gerard Way, Ray Toro, Mikey Way, Frank Iero tersebut. Untuk membeli kasetnya kami mampu, namun kami memiliki keterbatasan untuk membeli\u00a0merchandise My Chemical Romance\u00a0seperti kaos, poster, dan yang lainnya. Beruntungnya di era saat itu kami memiliki Blok-M, tempat dimana\u00a0merchandise\u00a0band-band dan musisi dari segala\u00a0genre\u00a0dijual di sana, dan yang terutama, harganya sangat terjangkau!
My Chemical Romance\u00a0juga adalah tentang kisah cinta SMA saya. Kata orang, cinta saat SMA adalah sesuatu yang indah, saya cukup sepakat. Karena rasanya cinta saat itu terasa murni. Suka pada pandangan pertama, mengejar seseorang tanpa berpikir panjang dan ribet. Jika jadian dan berpacaran dunia serasa milik berdua. Sebaliknya, bila putus dunia rasanya berhenti dan butuh upaya yang kuat untuk bangkit lagi.
Seringnya,\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi pengiring kisah patah hati saya. Baik itu saat putus dari pacar atau gagal mendapat cewek yang diidamkan. Maka sudah pasti lagu dengan judul seperti\u00a0Helena, Cancer, I dont love you, selalu saya putar di hape nokia 6600 saya yang bentuknya mirip peti mati itu. Sebuah kenangan yang tak pernah saya lupakan bagaimana lagu itu terus saya dengarkan juga saat perjalanan dari rumah menuju sekolah, di antara Jakarta yang hujan, di dalam metromini yang saat itu secara tidak resmi menjadi bus sekolah bagi para pelajar.
Maka saya juga berterimakasih juga pada kehadiran MTV yang tayang di Global TV pada saat itu. Saya tidak mau untuk membandingkan zaman, anak sekarang beruntung memiliki internet dengan\u00a0youtube\u00a0dan\u00a0spotify.\u00a0Kami saat itu menunggu tayangan dari MTV untuk mendengarkan lagu-lagu top. Tentu awal saya menyukai\u00a0My Chemical Romance\u00a0berkat MTV, saat mereka memutar video klip lagu\u00a0\u2018Helena'\u00a0yang membuat saya langsung jatuh cinta.
Jika saya tidak salah,\u00a0My Chemical Romance\u00a0pernah sekali tampil di Jakarta saat Januari 2008 silam. Saat itu saya masih kelas dua SMA dan belum memiliki penghasilan sendiri, jajan pun hanya 10 ribu rupiah dalam sehari. Tapi ini bukan persoalan saya datang \/tidak ke konser tersebut. Menurut saya, konser pada Januari 2008 tersebut menjadi awal mula\u00a0hype My Chemical Romance\u00a0di Indonesia mulai tumbuh.
Memang, Gerard Way dkk memulai dan merilis album pertama pafda 2002 silam. Namun bisa dikatakan,\u00a0My Chemical Romance\u00a0mulai dikenal banyak orang dan sukses lewat album\u00a0The Black Parade. Lewat album berdurasi 51:56 menit ini\u00a0My Chemical Romance\u00a0juga berhasil masuk dalam nominasi\u00a0Grammy Award\u00a02008 lalu dengan kategori\u00a0\u2018Best Boxed or Special Limited Edition Package\u2019.\u00a0Meski pada akhirnya pada nominasi tersebut mereka harus kalah dari band Inggris yang lebih senior,\u00a0Radio Head.
Bicara\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah tentang nostalgia dan nantinya tepat pada 20 Desember ini mereka akan berkumpul lagi untuk gelaran konser reuni di Shrine Expo Hall di Los Angeles. Saya memang tidak akan hadir di acara tersebut mengingat lagi-lagi keterbatasan waktu dan dana. Namun setidaknya, di tanggal tersebut saya akan nongkrong kembali bersama rekan-rekan SMA dan membicarakan hal-hal yang sudah-sudah, membosankan? Tidak. Karena masa SMA adalah hal yang terindah dalam fase kehidupan, terima kasih\u00a0My Chemical Romance.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"My Chemical Romance dan Reuni yang Dirindukan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"my-chemical-romance-dan-reuni-yang-dirindukan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-03 11:10:34","post_modified_gmt":"2019-11-03 04:10:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6199","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6181,"post_author":"919","post_date":"2019-10-28 08:20:46","post_date_gmt":"2019-10-28 01:20:46","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Reza Arap Oktovian, Sang Smokers Tampan Idaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"reza-arap-oktovian-sang-smokers-tampan-idaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-28 08:20:52","post_modified_gmt":"2019-10-28 01:20:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6181","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6165,"post_author":"919","post_date":"2019-10-20 11:30:53","post_date_gmt":"2019-10-20 04:30:53","post_content":"\n
My Chemical Romance\u00a0adalah\u00a0soundtrack\u00a0kehidupan saya saat masih mengenyam pendidikan di bangku SMA. Saya merupakan orang yang cukup banyak mendengar varian\u00a0genre\u00a0musik, kesenangan terhadap mendengarkan radio ternyata membuka cakrawala musik dalam kehidupan saya.\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah salah satunya, dia semacam band yang lagunya wajib didengarkan oleh\u00a0tongkrongan\u00a0saya. Jika tak berlebihan, saat nongkrong lagunya selalu diputar bak lagu kebangsaan yang terus dinyanyikan saat upacara kemerdekaan tiba.
Segala hal yang berbau\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi buruan saya dan teman-teman di\u00a0tongkrongan\u00a0saat itu. Pada dekade 2009-an, kami masih tak kesulitan untuk mencari kaset CD band yang digawangi oleh Gerard Way, Ray Toro, Mikey Way, Frank Iero tersebut. Untuk membeli kasetnya kami mampu, namun kami memiliki keterbatasan untuk membeli\u00a0merchandise My Chemical Romance\u00a0seperti kaos, poster, dan yang lainnya. Beruntungnya di era saat itu kami memiliki Blok-M, tempat dimana\u00a0merchandise\u00a0band-band dan musisi dari segala\u00a0genre\u00a0dijual di sana, dan yang terutama, harganya sangat terjangkau!
My Chemical Romance\u00a0juga adalah tentang kisah cinta SMA saya. Kata orang, cinta saat SMA adalah sesuatu yang indah, saya cukup sepakat. Karena rasanya cinta saat itu terasa murni. Suka pada pandangan pertama, mengejar seseorang tanpa berpikir panjang dan ribet. Jika jadian dan berpacaran dunia serasa milik berdua. Sebaliknya, bila putus dunia rasanya berhenti dan butuh upaya yang kuat untuk bangkit lagi.
Seringnya,\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi pengiring kisah patah hati saya. Baik itu saat putus dari pacar atau gagal mendapat cewek yang diidamkan. Maka sudah pasti lagu dengan judul seperti\u00a0Helena, Cancer, I dont love you, selalu saya putar di hape nokia 6600 saya yang bentuknya mirip peti mati itu. Sebuah kenangan yang tak pernah saya lupakan bagaimana lagu itu terus saya dengarkan juga saat perjalanan dari rumah menuju sekolah, di antara Jakarta yang hujan, di dalam metromini yang saat itu secara tidak resmi menjadi bus sekolah bagi para pelajar.
Maka saya juga berterimakasih juga pada kehadiran MTV yang tayang di Global TV pada saat itu. Saya tidak mau untuk membandingkan zaman, anak sekarang beruntung memiliki internet dengan\u00a0youtube\u00a0dan\u00a0spotify.\u00a0Kami saat itu menunggu tayangan dari MTV untuk mendengarkan lagu-lagu top. Tentu awal saya menyukai\u00a0My Chemical Romance\u00a0berkat MTV, saat mereka memutar video klip lagu\u00a0\u2018Helena'\u00a0yang membuat saya langsung jatuh cinta.
Jika saya tidak salah,\u00a0My Chemical Romance\u00a0pernah sekali tampil di Jakarta saat Januari 2008 silam. Saat itu saya masih kelas dua SMA dan belum memiliki penghasilan sendiri, jajan pun hanya 10 ribu rupiah dalam sehari. Tapi ini bukan persoalan saya datang \/tidak ke konser tersebut. Menurut saya, konser pada Januari 2008 tersebut menjadi awal mula\u00a0hype My Chemical Romance\u00a0di Indonesia mulai tumbuh.
Memang, Gerard Way dkk memulai dan merilis album pertama pafda 2002 silam. Namun bisa dikatakan,\u00a0My Chemical Romance\u00a0mulai dikenal banyak orang dan sukses lewat album\u00a0The Black Parade. Lewat album berdurasi 51:56 menit ini\u00a0My Chemical Romance\u00a0juga berhasil masuk dalam nominasi\u00a0Grammy Award\u00a02008 lalu dengan kategori\u00a0\u2018Best Boxed or Special Limited Edition Package\u2019.\u00a0Meski pada akhirnya pada nominasi tersebut mereka harus kalah dari band Inggris yang lebih senior,\u00a0Radio Head.
Bicara\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah tentang nostalgia dan nantinya tepat pada 20 Desember ini mereka akan berkumpul lagi untuk gelaran konser reuni di Shrine Expo Hall di Los Angeles. Saya memang tidak akan hadir di acara tersebut mengingat lagi-lagi keterbatasan waktu dan dana. Namun setidaknya, di tanggal tersebut saya akan nongkrong kembali bersama rekan-rekan SMA dan membicarakan hal-hal yang sudah-sudah, membosankan? Tidak. Karena masa SMA adalah hal yang terindah dalam fase kehidupan, terima kasih\u00a0My Chemical Romance.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"My Chemical Romance dan Reuni yang Dirindukan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"my-chemical-romance-dan-reuni-yang-dirindukan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-03 11:10:34","post_modified_gmt":"2019-11-03 04:10:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6199","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6181,"post_author":"919","post_date":"2019-10-28 08:20:46","post_date_gmt":"2019-10-28 01:20:46","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Reza Arap Oktovian, Sang Smokers Tampan Idaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"reza-arap-oktovian-sang-smokers-tampan-idaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-28 08:20:52","post_modified_gmt":"2019-10-28 01:20:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6181","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6165,"post_author":"919","post_date":"2019-10-20 11:30:53","post_date_gmt":"2019-10-20 04:30:53","post_content":"\n
My Chemical Romance\u00a0adalah\u00a0soundtrack\u00a0kehidupan saya saat masih mengenyam pendidikan di bangku SMA. Saya merupakan orang yang cukup banyak mendengar varian\u00a0genre\u00a0musik, kesenangan terhadap mendengarkan radio ternyata membuka cakrawala musik dalam kehidupan saya.\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah salah satunya, dia semacam band yang lagunya wajib didengarkan oleh\u00a0tongkrongan\u00a0saya. Jika tak berlebihan, saat nongkrong lagunya selalu diputar bak lagu kebangsaan yang terus dinyanyikan saat upacara kemerdekaan tiba.
Segala hal yang berbau\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi buruan saya dan teman-teman di\u00a0tongkrongan\u00a0saat itu. Pada dekade 2009-an, kami masih tak kesulitan untuk mencari kaset CD band yang digawangi oleh Gerard Way, Ray Toro, Mikey Way, Frank Iero tersebut. Untuk membeli kasetnya kami mampu, namun kami memiliki keterbatasan untuk membeli\u00a0merchandise My Chemical Romance\u00a0seperti kaos, poster, dan yang lainnya. Beruntungnya di era saat itu kami memiliki Blok-M, tempat dimana\u00a0merchandise\u00a0band-band dan musisi dari segala\u00a0genre\u00a0dijual di sana, dan yang terutama, harganya sangat terjangkau!
My Chemical Romance\u00a0juga adalah tentang kisah cinta SMA saya. Kata orang, cinta saat SMA adalah sesuatu yang indah, saya cukup sepakat. Karena rasanya cinta saat itu terasa murni. Suka pada pandangan pertama, mengejar seseorang tanpa berpikir panjang dan ribet. Jika jadian dan berpacaran dunia serasa milik berdua. Sebaliknya, bila putus dunia rasanya berhenti dan butuh upaya yang kuat untuk bangkit lagi.
Seringnya,\u00a0My Chemical Romance\u00a0menjadi pengiring kisah patah hati saya. Baik itu saat putus dari pacar atau gagal mendapat cewek yang diidamkan. Maka sudah pasti lagu dengan judul seperti\u00a0Helena, Cancer, I dont love you, selalu saya putar di hape nokia 6600 saya yang bentuknya mirip peti mati itu. Sebuah kenangan yang tak pernah saya lupakan bagaimana lagu itu terus saya dengarkan juga saat perjalanan dari rumah menuju sekolah, di antara Jakarta yang hujan, di dalam metromini yang saat itu secara tidak resmi menjadi bus sekolah bagi para pelajar.
Maka saya juga berterimakasih juga pada kehadiran MTV yang tayang di Global TV pada saat itu. Saya tidak mau untuk membandingkan zaman, anak sekarang beruntung memiliki internet dengan\u00a0youtube\u00a0dan\u00a0spotify.\u00a0Kami saat itu menunggu tayangan dari MTV untuk mendengarkan lagu-lagu top. Tentu awal saya menyukai\u00a0My Chemical Romance\u00a0berkat MTV, saat mereka memutar video klip lagu\u00a0\u2018Helena'\u00a0yang membuat saya langsung jatuh cinta.
Jika saya tidak salah,\u00a0My Chemical Romance\u00a0pernah sekali tampil di Jakarta saat Januari 2008 silam. Saat itu saya masih kelas dua SMA dan belum memiliki penghasilan sendiri, jajan pun hanya 10 ribu rupiah dalam sehari. Tapi ini bukan persoalan saya datang \/tidak ke konser tersebut. Menurut saya, konser pada Januari 2008 tersebut menjadi awal mula\u00a0hype My Chemical Romance\u00a0di Indonesia mulai tumbuh.
Memang, Gerard Way dkk memulai dan merilis album pertama pafda 2002 silam. Namun bisa dikatakan,\u00a0My Chemical Romance\u00a0mulai dikenal banyak orang dan sukses lewat album\u00a0The Black Parade. Lewat album berdurasi 51:56 menit ini\u00a0My Chemical Romance\u00a0juga berhasil masuk dalam nominasi\u00a0Grammy Award\u00a02008 lalu dengan kategori\u00a0\u2018Best Boxed or Special Limited Edition Package\u2019.\u00a0Meski pada akhirnya pada nominasi tersebut mereka harus kalah dari band Inggris yang lebih senior,\u00a0Radio Head.
Bicara\u00a0My Chemical Romance\u00a0adalah tentang nostalgia dan nantinya tepat pada 20 Desember ini mereka akan berkumpul lagi untuk gelaran konser reuni di Shrine Expo Hall di Los Angeles. Saya memang tidak akan hadir di acara tersebut mengingat lagi-lagi keterbatasan waktu dan dana. Namun setidaknya, di tanggal tersebut saya akan nongkrong kembali bersama rekan-rekan SMA dan membicarakan hal-hal yang sudah-sudah, membosankan? Tidak. Karena masa SMA adalah hal yang terindah dalam fase kehidupan, terima kasih\u00a0My Chemical Romance.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"My Chemical Romance dan Reuni yang Dirindukan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"my-chemical-romance-dan-reuni-yang-dirindukan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-11-03 11:10:34","post_modified_gmt":"2019-11-03 04:10:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6199","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6181,"post_author":"919","post_date":"2019-10-28 08:20:46","post_date_gmt":"2019-10-28 01:20:46","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Reza Arap Oktovian, Sang Smokers Tampan Idaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"reza-arap-oktovian-sang-smokers-tampan-idaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-10-28 08:20:52","post_modified_gmt":"2019-10-28 01:20:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6181","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6165,"post_author":"919","post_date":"2019-10-20 11:30:53","post_date_gmt":"2019-10-20 04:30:53","post_content":"\n