\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

\n

Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional     <\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"}; \n

Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional     <\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>
rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"}; \n

Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional     <\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>
rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"}; \n

Khofifah memberikan pelajaran bagi anti rokok. Tidak boleh sok tahu, apalagi selama ini antirokok hanya berasumsi, tanpa melihat fakta dilapangan. Khofifah juga menganjurkan agar lebih mengenal adat-istiadat, budaya dan tradisi masyarakat, tidak boleh melakukan hegemoni kultural, sebab keberagaman adat-istiadat dan budaya merupakan kekayaan negeri. <\/p>\n\n\n\n

Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional     <\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>
rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"}; \n

Kebijakannya membuat fenomenal, selain bahan makanan, dan bantuan lain, khofifah juga membawa rokok.  Yang kemudian ada yang mengggugat dari anti rokok, tetapi sebagai Menteri, Khofifah tentunya sudah mengkaji secara mendalam. Dengan kecerdasannya , Khofifah menjawab dengan tegas dan lugas, \u201cjangan sok tahu kehidupan mereka, kenali apa yang menjadi ritme kehidupan mereka. Sangat bijaksana kalau kita semua pergi kesana, sehingga tahu adat istiadatnya juga. Tolong kalau ingin mengerti tentang kultur jangan hanya dari kacamata Jakarta. Saya pun ingin mengajak anda kesana, turun kesana, sapalah mereka\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Khofifah memberikan pelajaran bagi anti rokok. Tidak boleh sok tahu, apalagi selama ini antirokok hanya berasumsi, tanpa melihat fakta dilapangan. Khofifah juga menganjurkan agar lebih mengenal adat-istiadat, budaya dan tradisi masyarakat, tidak boleh melakukan hegemoni kultural, sebab keberagaman adat-istiadat dan budaya merupakan kekayaan negeri. <\/p>\n\n\n\n

Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional     <\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>
rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"}; \n

Teringat apa yang pernah dilakukan Menteri Sosial dan Lingkungan Hidup, saat melakukan pendekatan pada suku anak dalam di Jambi. Tidak lain ia adalah Khofifah menteri perempuan yang energik. Saat itu Khofifah bertanggungjawab dalam mengatasi masalah pendidikan dan kesejahteraan masyarakat suku anak dalam di Jambi.  <\/p>\n\n\n\n

Kebijakannya membuat fenomenal, selain bahan makanan, dan bantuan lain, khofifah juga membawa rokok.  Yang kemudian ada yang mengggugat dari anti rokok, tetapi sebagai Menteri, Khofifah tentunya sudah mengkaji secara mendalam. Dengan kecerdasannya , Khofifah menjawab dengan tegas dan lugas, \u201cjangan sok tahu kehidupan mereka, kenali apa yang menjadi ritme kehidupan mereka. Sangat bijaksana kalau kita semua pergi kesana, sehingga tahu adat istiadatnya juga. Tolong kalau ingin mengerti tentang kultur jangan hanya dari kacamata Jakarta. Saya pun ingin mengajak anda kesana, turun kesana, sapalah mereka\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Khofifah memberikan pelajaran bagi anti rokok. Tidak boleh sok tahu, apalagi selama ini antirokok hanya berasumsi, tanpa melihat fakta dilapangan. Khofifah juga menganjurkan agar lebih mengenal adat-istiadat, budaya dan tradisi masyarakat, tidak boleh melakukan hegemoni kultural, sebab keberagaman adat-istiadat dan budaya merupakan kekayaan negeri. <\/p>\n\n\n\n

Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional     <\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>
rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"}; \n

Kretek untuk Berteman dan Menjalin Persaudaraan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Teringat apa yang pernah dilakukan Menteri Sosial dan Lingkungan Hidup, saat melakukan pendekatan pada suku anak dalam di Jambi. Tidak lain ia adalah Khofifah menteri perempuan yang energik. Saat itu Khofifah bertanggungjawab dalam mengatasi masalah pendidikan dan kesejahteraan masyarakat suku anak dalam di Jambi.  <\/p>\n\n\n\n

Kebijakannya membuat fenomenal, selain bahan makanan, dan bantuan lain, khofifah juga membawa rokok.  Yang kemudian ada yang mengggugat dari anti rokok, tetapi sebagai Menteri, Khofifah tentunya sudah mengkaji secara mendalam. Dengan kecerdasannya , Khofifah menjawab dengan tegas dan lugas, \u201cjangan sok tahu kehidupan mereka, kenali apa yang menjadi ritme kehidupan mereka. Sangat bijaksana kalau kita semua pergi kesana, sehingga tahu adat istiadatnya juga. Tolong kalau ingin mengerti tentang kultur jangan hanya dari kacamata Jakarta. Saya pun ingin mengajak anda kesana, turun kesana, sapalah mereka\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Khofifah memberikan pelajaran bagi anti rokok. Tidak boleh sok tahu, apalagi selama ini antirokok hanya berasumsi, tanpa melihat fakta dilapangan. Khofifah juga menganjurkan agar lebih mengenal adat-istiadat, budaya dan tradisi masyarakat, tidak boleh melakukan hegemoni kultural, sebab keberagaman adat-istiadat dan budaya merupakan kekayaan negeri. <\/p>\n\n\n\n

Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional     <\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>
rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"}; \n

Baca Juga: Mengisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek untuk Berteman dan Menjalin Persaudaraan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Teringat apa yang pernah dilakukan Menteri Sosial dan Lingkungan Hidup, saat melakukan pendekatan pada suku anak dalam di Jambi. Tidak lain ia adalah Khofifah menteri perempuan yang energik. Saat itu Khofifah bertanggungjawab dalam mengatasi masalah pendidikan dan kesejahteraan masyarakat suku anak dalam di Jambi.  <\/p>\n\n\n\n

Kebijakannya membuat fenomenal, selain bahan makanan, dan bantuan lain, khofifah juga membawa rokok.  Yang kemudian ada yang mengggugat dari anti rokok, tetapi sebagai Menteri, Khofifah tentunya sudah mengkaji secara mendalam. Dengan kecerdasannya , Khofifah menjawab dengan tegas dan lugas, \u201cjangan sok tahu kehidupan mereka, kenali apa yang menjadi ritme kehidupan mereka. Sangat bijaksana kalau kita semua pergi kesana, sehingga tahu adat istiadatnya juga. Tolong kalau ingin mengerti tentang kultur jangan hanya dari kacamata Jakarta. Saya pun ingin mengajak anda kesana, turun kesana, sapalah mereka\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Khofifah memberikan pelajaran bagi anti rokok. Tidak boleh sok tahu, apalagi selama ini antirokok hanya berasumsi, tanpa melihat fakta dilapangan. Khofifah juga menganjurkan agar lebih mengenal adat-istiadat, budaya dan tradisi masyarakat, tidak boleh melakukan hegemoni kultural, sebab keberagaman adat-istiadat dan budaya merupakan kekayaan negeri. <\/p>\n\n\n\n

Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional     <\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>
rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"}; \n

Simpulan Putut EA, sebagai salah satu pembenar perkataan \u00a0KH. Agus Salim. Mungkin, jika tanaman cengkeh tidak ada, fakta sejarah akan berbeda, tidak ada penjajahan di bumi Nusantara ini. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Mengisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek untuk Berteman dan Menjalin Persaudaraan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Teringat apa yang pernah dilakukan Menteri Sosial dan Lingkungan Hidup, saat melakukan pendekatan pada suku anak dalam di Jambi. Tidak lain ia adalah Khofifah menteri perempuan yang energik. Saat itu Khofifah bertanggungjawab dalam mengatasi masalah pendidikan dan kesejahteraan masyarakat suku anak dalam di Jambi.  <\/p>\n\n\n\n

Kebijakannya membuat fenomenal, selain bahan makanan, dan bantuan lain, khofifah juga membawa rokok.  Yang kemudian ada yang mengggugat dari anti rokok, tetapi sebagai Menteri, Khofifah tentunya sudah mengkaji secara mendalam. Dengan kecerdasannya , Khofifah menjawab dengan tegas dan lugas, \u201cjangan sok tahu kehidupan mereka, kenali apa yang menjadi ritme kehidupan mereka. Sangat bijaksana kalau kita semua pergi kesana, sehingga tahu adat istiadatnya juga. Tolong kalau ingin mengerti tentang kultur jangan hanya dari kacamata Jakarta. Saya pun ingin mengajak anda kesana, turun kesana, sapalah mereka\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Khofifah memberikan pelajaran bagi anti rokok. Tidak boleh sok tahu, apalagi selama ini antirokok hanya berasumsi, tanpa melihat fakta dilapangan. Khofifah juga menganjurkan agar lebih mengenal adat-istiadat, budaya dan tradisi masyarakat, tidak boleh melakukan hegemoni kultural, sebab keberagaman adat-istiadat dan budaya merupakan kekayaan negeri. <\/p>\n\n\n\n

Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional     <\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>
rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"}; \n

Cengkeh adalah salah satu tanaman yang diperebutkan bangsa-bangsa dunia, sampai melegalkan penjajahan.  Dalam simpulan perjalanan ekspedisi cengkeh tahun 2013, Kepala Suku begitu julukan bagi Putut Ea, mengatakan \u201c jika saja tak pernah ada cengkeh dan pala di Maluku, mungkin sejarah kepulauan Nusantara ini akan berbeda sama sekali\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Simpulan Putut EA, sebagai salah satu pembenar perkataan \u00a0KH. Agus Salim. Mungkin, jika tanaman cengkeh tidak ada, fakta sejarah akan berbeda, tidak ada penjajahan di bumi Nusantara ini. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Mengisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek untuk Berteman dan Menjalin Persaudaraan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Teringat apa yang pernah dilakukan Menteri Sosial dan Lingkungan Hidup, saat melakukan pendekatan pada suku anak dalam di Jambi. Tidak lain ia adalah Khofifah menteri perempuan yang energik. Saat itu Khofifah bertanggungjawab dalam mengatasi masalah pendidikan dan kesejahteraan masyarakat suku anak dalam di Jambi.  <\/p>\n\n\n\n

Kebijakannya membuat fenomenal, selain bahan makanan, dan bantuan lain, khofifah juga membawa rokok.  Yang kemudian ada yang mengggugat dari anti rokok, tetapi sebagai Menteri, Khofifah tentunya sudah mengkaji secara mendalam. Dengan kecerdasannya , Khofifah menjawab dengan tegas dan lugas, \u201cjangan sok tahu kehidupan mereka, kenali apa yang menjadi ritme kehidupan mereka. Sangat bijaksana kalau kita semua pergi kesana, sehingga tahu adat istiadatnya juga. Tolong kalau ingin mengerti tentang kultur jangan hanya dari kacamata Jakarta. Saya pun ingin mengajak anda kesana, turun kesana, sapalah mereka\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Khofifah memberikan pelajaran bagi anti rokok. Tidak boleh sok tahu, apalagi selama ini antirokok hanya berasumsi, tanpa melihat fakta dilapangan. Khofifah juga menganjurkan agar lebih mengenal adat-istiadat, budaya dan tradisi masyarakat, tidak boleh melakukan hegemoni kultural, sebab keberagaman adat-istiadat dan budaya merupakan kekayaan negeri. <\/p>\n\n\n\n

Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional     <\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>
rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"}; \n

Jawaban KH. Agus Salim, faktanya memang benar. Rokok kretek tidak lain ada tambahan cengkeh (suzygium aromaticum<\/em>). \u00a0Tanaman legendaris menjadi rebutan dan sumber keuntungan kolonialisme Eropa atas Asia termasuk Indonesia. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Cengkeh adalah salah satu tanaman yang diperebutkan bangsa-bangsa dunia, sampai melegalkan penjajahan.  Dalam simpulan perjalanan ekspedisi cengkeh tahun 2013, Kepala Suku begitu julukan bagi Putut Ea, mengatakan \u201c jika saja tak pernah ada cengkeh dan pala di Maluku, mungkin sejarah kepulauan Nusantara ini akan berbeda sama sekali\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Simpulan Putut EA, sebagai salah satu pembenar perkataan \u00a0KH. Agus Salim. Mungkin, jika tanaman cengkeh tidak ada, fakta sejarah akan berbeda, tidak ada penjajahan di bumi Nusantara ini. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Mengisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek untuk Berteman dan Menjalin Persaudaraan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Teringat apa yang pernah dilakukan Menteri Sosial dan Lingkungan Hidup, saat melakukan pendekatan pada suku anak dalam di Jambi. Tidak lain ia adalah Khofifah menteri perempuan yang energik. Saat itu Khofifah bertanggungjawab dalam mengatasi masalah pendidikan dan kesejahteraan masyarakat suku anak dalam di Jambi.  <\/p>\n\n\n\n

Kebijakannya membuat fenomenal, selain bahan makanan, dan bantuan lain, khofifah juga membawa rokok.  Yang kemudian ada yang mengggugat dari anti rokok, tetapi sebagai Menteri, Khofifah tentunya sudah mengkaji secara mendalam. Dengan kecerdasannya , Khofifah menjawab dengan tegas dan lugas, \u201cjangan sok tahu kehidupan mereka, kenali apa yang menjadi ritme kehidupan mereka. Sangat bijaksana kalau kita semua pergi kesana, sehingga tahu adat istiadatnya juga. Tolong kalau ingin mengerti tentang kultur jangan hanya dari kacamata Jakarta. Saya pun ingin mengajak anda kesana, turun kesana, sapalah mereka\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Khofifah memberikan pelajaran bagi anti rokok. Tidak boleh sok tahu, apalagi selama ini antirokok hanya berasumsi, tanpa melihat fakta dilapangan. Khofifah juga menganjurkan agar lebih mengenal adat-istiadat, budaya dan tradisi masyarakat, tidak boleh melakukan hegemoni kultural, sebab keberagaman adat-istiadat dan budaya merupakan kekayaan negeri. <\/p>\n\n\n\n

Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional     <\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>
rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"}; \n

Salah satu \u201cpendiri bangsa\u201d bernama KH. Agus Salim menghisap kretek dengan asapnya di kebal-kebulkan keudara, disaat ada perjamuan di Istana Buckingham ketika penobatan Elizabeth II sebagai Ratu kerajaan Inggris. Aroma khas keluar dari asap rokok kretek, tercium orang yang berada di ruang perjamuan. Sehingga memancing salah satu orang yang datang dalam perjamuan, dengan berkata; \u201ctuan sedang menghisap apa itu?\u201d.  Sentak KH. Agus Salim menjawab, \u201c inilah yang membuat nenek moyang anda sekian abad lalu datang dan kemudian menjajah negeri kami\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Jawaban KH. Agus Salim, faktanya memang benar. Rokok kretek tidak lain ada tambahan cengkeh (suzygium aromaticum<\/em>). \u00a0Tanaman legendaris menjadi rebutan dan sumber keuntungan kolonialisme Eropa atas Asia termasuk Indonesia. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Cengkeh adalah salah satu tanaman yang diperebutkan bangsa-bangsa dunia, sampai melegalkan penjajahan.  Dalam simpulan perjalanan ekspedisi cengkeh tahun 2013, Kepala Suku begitu julukan bagi Putut Ea, mengatakan \u201c jika saja tak pernah ada cengkeh dan pala di Maluku, mungkin sejarah kepulauan Nusantara ini akan berbeda sama sekali\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Simpulan Putut EA, sebagai salah satu pembenar perkataan \u00a0KH. Agus Salim. Mungkin, jika tanaman cengkeh tidak ada, fakta sejarah akan berbeda, tidak ada penjajahan di bumi Nusantara ini. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Mengisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek untuk Berteman dan Menjalin Persaudaraan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Teringat apa yang pernah dilakukan Menteri Sosial dan Lingkungan Hidup, saat melakukan pendekatan pada suku anak dalam di Jambi. Tidak lain ia adalah Khofifah menteri perempuan yang energik. Saat itu Khofifah bertanggungjawab dalam mengatasi masalah pendidikan dan kesejahteraan masyarakat suku anak dalam di Jambi.  <\/p>\n\n\n\n

Kebijakannya membuat fenomenal, selain bahan makanan, dan bantuan lain, khofifah juga membawa rokok.  Yang kemudian ada yang mengggugat dari anti rokok, tetapi sebagai Menteri, Khofifah tentunya sudah mengkaji secara mendalam. Dengan kecerdasannya , Khofifah menjawab dengan tegas dan lugas, \u201cjangan sok tahu kehidupan mereka, kenali apa yang menjadi ritme kehidupan mereka. Sangat bijaksana kalau kita semua pergi kesana, sehingga tahu adat istiadatnya juga. Tolong kalau ingin mengerti tentang kultur jangan hanya dari kacamata Jakarta. Saya pun ingin mengajak anda kesana, turun kesana, sapalah mereka\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Khofifah memberikan pelajaran bagi anti rokok. Tidak boleh sok tahu, apalagi selama ini antirokok hanya berasumsi, tanpa melihat fakta dilapangan. Khofifah juga menganjurkan agar lebih mengenal adat-istiadat, budaya dan tradisi masyarakat, tidak boleh melakukan hegemoni kultural, sebab keberagaman adat-istiadat dan budaya merupakan kekayaan negeri. <\/p>\n\n\n\n

Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional     <\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>
rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"}; \n

Kretek Sebagai Jati Diri Bangsa<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Salah satu \u201cpendiri bangsa\u201d bernama KH. Agus Salim menghisap kretek dengan asapnya di kebal-kebulkan keudara, disaat ada perjamuan di Istana Buckingham ketika penobatan Elizabeth II sebagai Ratu kerajaan Inggris. Aroma khas keluar dari asap rokok kretek, tercium orang yang berada di ruang perjamuan. Sehingga memancing salah satu orang yang datang dalam perjamuan, dengan berkata; \u201ctuan sedang menghisap apa itu?\u201d.  Sentak KH. Agus Salim menjawab, \u201c inilah yang membuat nenek moyang anda sekian abad lalu datang dan kemudian menjajah negeri kami\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Jawaban KH. Agus Salim, faktanya memang benar. Rokok kretek tidak lain ada tambahan cengkeh (suzygium aromaticum<\/em>). \u00a0Tanaman legendaris menjadi rebutan dan sumber keuntungan kolonialisme Eropa atas Asia termasuk Indonesia. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Cengkeh adalah salah satu tanaman yang diperebutkan bangsa-bangsa dunia, sampai melegalkan penjajahan.  Dalam simpulan perjalanan ekspedisi cengkeh tahun 2013, Kepala Suku begitu julukan bagi Putut Ea, mengatakan \u201c jika saja tak pernah ada cengkeh dan pala di Maluku, mungkin sejarah kepulauan Nusantara ini akan berbeda sama sekali\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Simpulan Putut EA, sebagai salah satu pembenar perkataan \u00a0KH. Agus Salim. Mungkin, jika tanaman cengkeh tidak ada, fakta sejarah akan berbeda, tidak ada penjajahan di bumi Nusantara ini. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Mengisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek untuk Berteman dan Menjalin Persaudaraan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Teringat apa yang pernah dilakukan Menteri Sosial dan Lingkungan Hidup, saat melakukan pendekatan pada suku anak dalam di Jambi. Tidak lain ia adalah Khofifah menteri perempuan yang energik. Saat itu Khofifah bertanggungjawab dalam mengatasi masalah pendidikan dan kesejahteraan masyarakat suku anak dalam di Jambi.  <\/p>\n\n\n\n

Kebijakannya membuat fenomenal, selain bahan makanan, dan bantuan lain, khofifah juga membawa rokok.  Yang kemudian ada yang mengggugat dari anti rokok, tetapi sebagai Menteri, Khofifah tentunya sudah mengkaji secara mendalam. Dengan kecerdasannya , Khofifah menjawab dengan tegas dan lugas, \u201cjangan sok tahu kehidupan mereka, kenali apa yang menjadi ritme kehidupan mereka. Sangat bijaksana kalau kita semua pergi kesana, sehingga tahu adat istiadatnya juga. Tolong kalau ingin mengerti tentang kultur jangan hanya dari kacamata Jakarta. Saya pun ingin mengajak anda kesana, turun kesana, sapalah mereka\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Khofifah memberikan pelajaran bagi anti rokok. Tidak boleh sok tahu, apalagi selama ini antirokok hanya berasumsi, tanpa melihat fakta dilapangan. Khofifah juga menganjurkan agar lebih mengenal adat-istiadat, budaya dan tradisi masyarakat, tidak boleh melakukan hegemoni kultural, sebab keberagaman adat-istiadat dan budaya merupakan kekayaan negeri. <\/p>\n\n\n\n

Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional     <\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>
rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"}; \n

Baca juga: Pangeran Diponegoro, Rokok Klobot dan Perlawanan Simbolis<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Jati Diri Bangsa<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Salah satu \u201cpendiri bangsa\u201d bernama KH. Agus Salim menghisap kretek dengan asapnya di kebal-kebulkan keudara, disaat ada perjamuan di Istana Buckingham ketika penobatan Elizabeth II sebagai Ratu kerajaan Inggris. Aroma khas keluar dari asap rokok kretek, tercium orang yang berada di ruang perjamuan. Sehingga memancing salah satu orang yang datang dalam perjamuan, dengan berkata; \u201ctuan sedang menghisap apa itu?\u201d.  Sentak KH. Agus Salim menjawab, \u201c inilah yang membuat nenek moyang anda sekian abad lalu datang dan kemudian menjajah negeri kami\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Jawaban KH. Agus Salim, faktanya memang benar. Rokok kretek tidak lain ada tambahan cengkeh (suzygium aromaticum<\/em>). \u00a0Tanaman legendaris menjadi rebutan dan sumber keuntungan kolonialisme Eropa atas Asia termasuk Indonesia. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Cengkeh adalah salah satu tanaman yang diperebutkan bangsa-bangsa dunia, sampai melegalkan penjajahan.  Dalam simpulan perjalanan ekspedisi cengkeh tahun 2013, Kepala Suku begitu julukan bagi Putut Ea, mengatakan \u201c jika saja tak pernah ada cengkeh dan pala di Maluku, mungkin sejarah kepulauan Nusantara ini akan berbeda sama sekali\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Simpulan Putut EA, sebagai salah satu pembenar perkataan \u00a0KH. Agus Salim. Mungkin, jika tanaman cengkeh tidak ada, fakta sejarah akan berbeda, tidak ada penjajahan di bumi Nusantara ini. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Mengisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek untuk Berteman dan Menjalin Persaudaraan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Teringat apa yang pernah dilakukan Menteri Sosial dan Lingkungan Hidup, saat melakukan pendekatan pada suku anak dalam di Jambi. Tidak lain ia adalah Khofifah menteri perempuan yang energik. Saat itu Khofifah bertanggungjawab dalam mengatasi masalah pendidikan dan kesejahteraan masyarakat suku anak dalam di Jambi.  <\/p>\n\n\n\n

Kebijakannya membuat fenomenal, selain bahan makanan, dan bantuan lain, khofifah juga membawa rokok.  Yang kemudian ada yang mengggugat dari anti rokok, tetapi sebagai Menteri, Khofifah tentunya sudah mengkaji secara mendalam. Dengan kecerdasannya , Khofifah menjawab dengan tegas dan lugas, \u201cjangan sok tahu kehidupan mereka, kenali apa yang menjadi ritme kehidupan mereka. Sangat bijaksana kalau kita semua pergi kesana, sehingga tahu adat istiadatnya juga. Tolong kalau ingin mengerti tentang kultur jangan hanya dari kacamata Jakarta. Saya pun ingin mengajak anda kesana, turun kesana, sapalah mereka\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Khofifah memberikan pelajaran bagi anti rokok. Tidak boleh sok tahu, apalagi selama ini antirokok hanya berasumsi, tanpa melihat fakta dilapangan. Khofifah juga menganjurkan agar lebih mengenal adat-istiadat, budaya dan tradisi masyarakat, tidak boleh melakukan hegemoni kultural, sebab keberagaman adat-istiadat dan budaya merupakan kekayaan negeri. <\/p>\n\n\n\n

Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional     <\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>
rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"}; \n

Kebiasaan ini, juga dialami oleh pengikut \/pasukan perang Pangeran Diponegoro. Bagi mereka, rokok teman sejati, menemani disetiap perjalanan mereka. Rokok menghilangkan depresi mereka, sebagai hiburan saat jauh dari keluarga demi berjuang melawan penjajah. Rokok menumbuhkan percaya diri mereka, lebih berani melawan penjajah walaupun hanya dengan serba keterbatasan, pasukan jumlah terbatas, alat perang terbatas dan lain sebagainya. <\/p>\n\n\n\n

Baca juga: Pangeran Diponegoro, Rokok Klobot dan Perlawanan Simbolis<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Jati Diri Bangsa<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Salah satu \u201cpendiri bangsa\u201d bernama KH. Agus Salim menghisap kretek dengan asapnya di kebal-kebulkan keudara, disaat ada perjamuan di Istana Buckingham ketika penobatan Elizabeth II sebagai Ratu kerajaan Inggris. Aroma khas keluar dari asap rokok kretek, tercium orang yang berada di ruang perjamuan. Sehingga memancing salah satu orang yang datang dalam perjamuan, dengan berkata; \u201ctuan sedang menghisap apa itu?\u201d.  Sentak KH. Agus Salim menjawab, \u201c inilah yang membuat nenek moyang anda sekian abad lalu datang dan kemudian menjajah negeri kami\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Jawaban KH. Agus Salim, faktanya memang benar. Rokok kretek tidak lain ada tambahan cengkeh (suzygium aromaticum<\/em>). \u00a0Tanaman legendaris menjadi rebutan dan sumber keuntungan kolonialisme Eropa atas Asia termasuk Indonesia. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Cengkeh adalah salah satu tanaman yang diperebutkan bangsa-bangsa dunia, sampai melegalkan penjajahan.  Dalam simpulan perjalanan ekspedisi cengkeh tahun 2013, Kepala Suku begitu julukan bagi Putut Ea, mengatakan \u201c jika saja tak pernah ada cengkeh dan pala di Maluku, mungkin sejarah kepulauan Nusantara ini akan berbeda sama sekali\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Simpulan Putut EA, sebagai salah satu pembenar perkataan \u00a0KH. Agus Salim. Mungkin, jika tanaman cengkeh tidak ada, fakta sejarah akan berbeda, tidak ada penjajahan di bumi Nusantara ini. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Mengisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek untuk Berteman dan Menjalin Persaudaraan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Teringat apa yang pernah dilakukan Menteri Sosial dan Lingkungan Hidup, saat melakukan pendekatan pada suku anak dalam di Jambi. Tidak lain ia adalah Khofifah menteri perempuan yang energik. Saat itu Khofifah bertanggungjawab dalam mengatasi masalah pendidikan dan kesejahteraan masyarakat suku anak dalam di Jambi.  <\/p>\n\n\n\n

Kebijakannya membuat fenomenal, selain bahan makanan, dan bantuan lain, khofifah juga membawa rokok.  Yang kemudian ada yang mengggugat dari anti rokok, tetapi sebagai Menteri, Khofifah tentunya sudah mengkaji secara mendalam. Dengan kecerdasannya , Khofifah menjawab dengan tegas dan lugas, \u201cjangan sok tahu kehidupan mereka, kenali apa yang menjadi ritme kehidupan mereka. Sangat bijaksana kalau kita semua pergi kesana, sehingga tahu adat istiadatnya juga. Tolong kalau ingin mengerti tentang kultur jangan hanya dari kacamata Jakarta. Saya pun ingin mengajak anda kesana, turun kesana, sapalah mereka\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Khofifah memberikan pelajaran bagi anti rokok. Tidak boleh sok tahu, apalagi selama ini antirokok hanya berasumsi, tanpa melihat fakta dilapangan. Khofifah juga menganjurkan agar lebih mengenal adat-istiadat, budaya dan tradisi masyarakat, tidak boleh melakukan hegemoni kultural, sebab keberagaman adat-istiadat dan budaya merupakan kekayaan negeri. <\/p>\n\n\n\n

Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional     <\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>
rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"}; \n

Lain itu, tenyata banyak cerita, Diponegoro saat berperang ditemani rokok. Ia dan pasukannya gemar merokok. Bahkan ketika tidak ada rokok, Pangeran Diponegoro rela hanya megunyah daun sirih yang diracik dengan kapur dan pinang. <\/p>\n\n\n\n

Kebiasaan ini, juga dialami oleh pengikut \/pasukan perang Pangeran Diponegoro. Bagi mereka, rokok teman sejati, menemani disetiap perjalanan mereka. Rokok menghilangkan depresi mereka, sebagai hiburan saat jauh dari keluarga demi berjuang melawan penjajah. Rokok menumbuhkan percaya diri mereka, lebih berani melawan penjajah walaupun hanya dengan serba keterbatasan, pasukan jumlah terbatas, alat perang terbatas dan lain sebagainya. <\/p>\n\n\n\n

Baca juga: Pangeran Diponegoro, Rokok Klobot dan Perlawanan Simbolis<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Jati Diri Bangsa<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Salah satu \u201cpendiri bangsa\u201d bernama KH. Agus Salim menghisap kretek dengan asapnya di kebal-kebulkan keudara, disaat ada perjamuan di Istana Buckingham ketika penobatan Elizabeth II sebagai Ratu kerajaan Inggris. Aroma khas keluar dari asap rokok kretek, tercium orang yang berada di ruang perjamuan. Sehingga memancing salah satu orang yang datang dalam perjamuan, dengan berkata; \u201ctuan sedang menghisap apa itu?\u201d.  Sentak KH. Agus Salim menjawab, \u201c inilah yang membuat nenek moyang anda sekian abad lalu datang dan kemudian menjajah negeri kami\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Jawaban KH. Agus Salim, faktanya memang benar. Rokok kretek tidak lain ada tambahan cengkeh (suzygium aromaticum<\/em>). \u00a0Tanaman legendaris menjadi rebutan dan sumber keuntungan kolonialisme Eropa atas Asia termasuk Indonesia. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Cengkeh adalah salah satu tanaman yang diperebutkan bangsa-bangsa dunia, sampai melegalkan penjajahan.  Dalam simpulan perjalanan ekspedisi cengkeh tahun 2013, Kepala Suku begitu julukan bagi Putut Ea, mengatakan \u201c jika saja tak pernah ada cengkeh dan pala di Maluku, mungkin sejarah kepulauan Nusantara ini akan berbeda sama sekali\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Simpulan Putut EA, sebagai salah satu pembenar perkataan \u00a0KH. Agus Salim. Mungkin, jika tanaman cengkeh tidak ada, fakta sejarah akan berbeda, tidak ada penjajahan di bumi Nusantara ini. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Mengisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek untuk Berteman dan Menjalin Persaudaraan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Teringat apa yang pernah dilakukan Menteri Sosial dan Lingkungan Hidup, saat melakukan pendekatan pada suku anak dalam di Jambi. Tidak lain ia adalah Khofifah menteri perempuan yang energik. Saat itu Khofifah bertanggungjawab dalam mengatasi masalah pendidikan dan kesejahteraan masyarakat suku anak dalam di Jambi.  <\/p>\n\n\n\n

Kebijakannya membuat fenomenal, selain bahan makanan, dan bantuan lain, khofifah juga membawa rokok.  Yang kemudian ada yang mengggugat dari anti rokok, tetapi sebagai Menteri, Khofifah tentunya sudah mengkaji secara mendalam. Dengan kecerdasannya , Khofifah menjawab dengan tegas dan lugas, \u201cjangan sok tahu kehidupan mereka, kenali apa yang menjadi ritme kehidupan mereka. Sangat bijaksana kalau kita semua pergi kesana, sehingga tahu adat istiadatnya juga. Tolong kalau ingin mengerti tentang kultur jangan hanya dari kacamata Jakarta. Saya pun ingin mengajak anda kesana, turun kesana, sapalah mereka\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Khofifah memberikan pelajaran bagi anti rokok. Tidak boleh sok tahu, apalagi selama ini antirokok hanya berasumsi, tanpa melihat fakta dilapangan. Khofifah juga menganjurkan agar lebih mengenal adat-istiadat, budaya dan tradisi masyarakat, tidak boleh melakukan hegemoni kultural, sebab keberagaman adat-istiadat dan budaya merupakan kekayaan negeri. <\/p>\n\n\n\n

Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional     <\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>
rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"}; \n

Semasa berjuang melawan penjajah, yang harus dilakukan Diponegoro berpindah-pindah dari kota satu ke kota lain. Strategi perlawanan Diponegoro, kemudian sebagai basis strategi perang gerilya. Strategi yang menjadi idola dan kebanggaan tentara Indonesia. Dengan bergerilya, tentara Indonesia mampu mengecoh kekutan lawan yang lebih besar jumlahnya. <\/p>\n\n\n\n

Lain itu, tenyata banyak cerita, Diponegoro saat berperang ditemani rokok. Ia dan pasukannya gemar merokok. Bahkan ketika tidak ada rokok, Pangeran Diponegoro rela hanya megunyah daun sirih yang diracik dengan kapur dan pinang. <\/p>\n\n\n\n

Kebiasaan ini, juga dialami oleh pengikut \/pasukan perang Pangeran Diponegoro. Bagi mereka, rokok teman sejati, menemani disetiap perjalanan mereka. Rokok menghilangkan depresi mereka, sebagai hiburan saat jauh dari keluarga demi berjuang melawan penjajah. Rokok menumbuhkan percaya diri mereka, lebih berani melawan penjajah walaupun hanya dengan serba keterbatasan, pasukan jumlah terbatas, alat perang terbatas dan lain sebagainya. <\/p>\n\n\n\n

Baca juga: Pangeran Diponegoro, Rokok Klobot dan Perlawanan Simbolis<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Jati Diri Bangsa<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Salah satu \u201cpendiri bangsa\u201d bernama KH. Agus Salim menghisap kretek dengan asapnya di kebal-kebulkan keudara, disaat ada perjamuan di Istana Buckingham ketika penobatan Elizabeth II sebagai Ratu kerajaan Inggris. Aroma khas keluar dari asap rokok kretek, tercium orang yang berada di ruang perjamuan. Sehingga memancing salah satu orang yang datang dalam perjamuan, dengan berkata; \u201ctuan sedang menghisap apa itu?\u201d.  Sentak KH. Agus Salim menjawab, \u201c inilah yang membuat nenek moyang anda sekian abad lalu datang dan kemudian menjajah negeri kami\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Jawaban KH. Agus Salim, faktanya memang benar. Rokok kretek tidak lain ada tambahan cengkeh (suzygium aromaticum<\/em>). \u00a0Tanaman legendaris menjadi rebutan dan sumber keuntungan kolonialisme Eropa atas Asia termasuk Indonesia. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Cengkeh adalah salah satu tanaman yang diperebutkan bangsa-bangsa dunia, sampai melegalkan penjajahan.  Dalam simpulan perjalanan ekspedisi cengkeh tahun 2013, Kepala Suku begitu julukan bagi Putut Ea, mengatakan \u201c jika saja tak pernah ada cengkeh dan pala di Maluku, mungkin sejarah kepulauan Nusantara ini akan berbeda sama sekali\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Simpulan Putut EA, sebagai salah satu pembenar perkataan \u00a0KH. Agus Salim. Mungkin, jika tanaman cengkeh tidak ada, fakta sejarah akan berbeda, tidak ada penjajahan di bumi Nusantara ini. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Mengisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek untuk Berteman dan Menjalin Persaudaraan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Teringat apa yang pernah dilakukan Menteri Sosial dan Lingkungan Hidup, saat melakukan pendekatan pada suku anak dalam di Jambi. Tidak lain ia adalah Khofifah menteri perempuan yang energik. Saat itu Khofifah bertanggungjawab dalam mengatasi masalah pendidikan dan kesejahteraan masyarakat suku anak dalam di Jambi.  <\/p>\n\n\n\n

Kebijakannya membuat fenomenal, selain bahan makanan, dan bantuan lain, khofifah juga membawa rokok.  Yang kemudian ada yang mengggugat dari anti rokok, tetapi sebagai Menteri, Khofifah tentunya sudah mengkaji secara mendalam. Dengan kecerdasannya , Khofifah menjawab dengan tegas dan lugas, \u201cjangan sok tahu kehidupan mereka, kenali apa yang menjadi ritme kehidupan mereka. Sangat bijaksana kalau kita semua pergi kesana, sehingga tahu adat istiadatnya juga. Tolong kalau ingin mengerti tentang kultur jangan hanya dari kacamata Jakarta. Saya pun ingin mengajak anda kesana, turun kesana, sapalah mereka\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Khofifah memberikan pelajaran bagi anti rokok. Tidak boleh sok tahu, apalagi selama ini antirokok hanya berasumsi, tanpa melihat fakta dilapangan. Khofifah juga menganjurkan agar lebih mengenal adat-istiadat, budaya dan tradisi masyarakat, tidak boleh melakukan hegemoni kultural, sebab keberagaman adat-istiadat dan budaya merupakan kekayaan negeri. <\/p>\n\n\n\n

Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional     <\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>
rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"}; \n

Kretek, Teman Perjuangan  Diponegoro<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Semasa berjuang melawan penjajah, yang harus dilakukan Diponegoro berpindah-pindah dari kota satu ke kota lain. Strategi perlawanan Diponegoro, kemudian sebagai basis strategi perang gerilya. Strategi yang menjadi idola dan kebanggaan tentara Indonesia. Dengan bergerilya, tentara Indonesia mampu mengecoh kekutan lawan yang lebih besar jumlahnya. <\/p>\n\n\n\n

Lain itu, tenyata banyak cerita, Diponegoro saat berperang ditemani rokok. Ia dan pasukannya gemar merokok. Bahkan ketika tidak ada rokok, Pangeran Diponegoro rela hanya megunyah daun sirih yang diracik dengan kapur dan pinang. <\/p>\n\n\n\n

Kebiasaan ini, juga dialami oleh pengikut \/pasukan perang Pangeran Diponegoro. Bagi mereka, rokok teman sejati, menemani disetiap perjalanan mereka. Rokok menghilangkan depresi mereka, sebagai hiburan saat jauh dari keluarga demi berjuang melawan penjajah. Rokok menumbuhkan percaya diri mereka, lebih berani melawan penjajah walaupun hanya dengan serba keterbatasan, pasukan jumlah terbatas, alat perang terbatas dan lain sebagainya. <\/p>\n\n\n\n

Baca juga: Pangeran Diponegoro, Rokok Klobot dan Perlawanan Simbolis<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Jati Diri Bangsa<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Salah satu \u201cpendiri bangsa\u201d bernama KH. Agus Salim menghisap kretek dengan asapnya di kebal-kebulkan keudara, disaat ada perjamuan di Istana Buckingham ketika penobatan Elizabeth II sebagai Ratu kerajaan Inggris. Aroma khas keluar dari asap rokok kretek, tercium orang yang berada di ruang perjamuan. Sehingga memancing salah satu orang yang datang dalam perjamuan, dengan berkata; \u201ctuan sedang menghisap apa itu?\u201d.  Sentak KH. Agus Salim menjawab, \u201c inilah yang membuat nenek moyang anda sekian abad lalu datang dan kemudian menjajah negeri kami\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Jawaban KH. Agus Salim, faktanya memang benar. Rokok kretek tidak lain ada tambahan cengkeh (suzygium aromaticum<\/em>). \u00a0Tanaman legendaris menjadi rebutan dan sumber keuntungan kolonialisme Eropa atas Asia termasuk Indonesia. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Cengkeh adalah salah satu tanaman yang diperebutkan bangsa-bangsa dunia, sampai melegalkan penjajahan.  Dalam simpulan perjalanan ekspedisi cengkeh tahun 2013, Kepala Suku begitu julukan bagi Putut Ea, mengatakan \u201c jika saja tak pernah ada cengkeh dan pala di Maluku, mungkin sejarah kepulauan Nusantara ini akan berbeda sama sekali\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Simpulan Putut EA, sebagai salah satu pembenar perkataan \u00a0KH. Agus Salim. Mungkin, jika tanaman cengkeh tidak ada, fakta sejarah akan berbeda, tidak ada penjajahan di bumi Nusantara ini. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Mengisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek untuk Berteman dan Menjalin Persaudaraan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Teringat apa yang pernah dilakukan Menteri Sosial dan Lingkungan Hidup, saat melakukan pendekatan pada suku anak dalam di Jambi. Tidak lain ia adalah Khofifah menteri perempuan yang energik. Saat itu Khofifah bertanggungjawab dalam mengatasi masalah pendidikan dan kesejahteraan masyarakat suku anak dalam di Jambi.  <\/p>\n\n\n\n

Kebijakannya membuat fenomenal, selain bahan makanan, dan bantuan lain, khofifah juga membawa rokok.  Yang kemudian ada yang mengggugat dari anti rokok, tetapi sebagai Menteri, Khofifah tentunya sudah mengkaji secara mendalam. Dengan kecerdasannya , Khofifah menjawab dengan tegas dan lugas, \u201cjangan sok tahu kehidupan mereka, kenali apa yang menjadi ritme kehidupan mereka. Sangat bijaksana kalau kita semua pergi kesana, sehingga tahu adat istiadatnya juga. Tolong kalau ingin mengerti tentang kultur jangan hanya dari kacamata Jakarta. Saya pun ingin mengajak anda kesana, turun kesana, sapalah mereka\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Khofifah memberikan pelajaran bagi anti rokok. Tidak boleh sok tahu, apalagi selama ini antirokok hanya berasumsi, tanpa melihat fakta dilapangan. Khofifah juga menganjurkan agar lebih mengenal adat-istiadat, budaya dan tradisi masyarakat, tidak boleh melakukan hegemoni kultural, sebab keberagaman adat-istiadat dan budaya merupakan kekayaan negeri. <\/p>\n\n\n\n

Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional     <\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>
rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"}; \n

Baca: Kretek Pusaka Nusantara<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek, Teman Perjuangan  Diponegoro<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Semasa berjuang melawan penjajah, yang harus dilakukan Diponegoro berpindah-pindah dari kota satu ke kota lain. Strategi perlawanan Diponegoro, kemudian sebagai basis strategi perang gerilya. Strategi yang menjadi idola dan kebanggaan tentara Indonesia. Dengan bergerilya, tentara Indonesia mampu mengecoh kekutan lawan yang lebih besar jumlahnya. <\/p>\n\n\n\n

Lain itu, tenyata banyak cerita, Diponegoro saat berperang ditemani rokok. Ia dan pasukannya gemar merokok. Bahkan ketika tidak ada rokok, Pangeran Diponegoro rela hanya megunyah daun sirih yang diracik dengan kapur dan pinang. <\/p>\n\n\n\n

Kebiasaan ini, juga dialami oleh pengikut \/pasukan perang Pangeran Diponegoro. Bagi mereka, rokok teman sejati, menemani disetiap perjalanan mereka. Rokok menghilangkan depresi mereka, sebagai hiburan saat jauh dari keluarga demi berjuang melawan penjajah. Rokok menumbuhkan percaya diri mereka, lebih berani melawan penjajah walaupun hanya dengan serba keterbatasan, pasukan jumlah terbatas, alat perang terbatas dan lain sebagainya. <\/p>\n\n\n\n

Baca juga: Pangeran Diponegoro, Rokok Klobot dan Perlawanan Simbolis<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Jati Diri Bangsa<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Salah satu \u201cpendiri bangsa\u201d bernama KH. Agus Salim menghisap kretek dengan asapnya di kebal-kebulkan keudara, disaat ada perjamuan di Istana Buckingham ketika penobatan Elizabeth II sebagai Ratu kerajaan Inggris. Aroma khas keluar dari asap rokok kretek, tercium orang yang berada di ruang perjamuan. Sehingga memancing salah satu orang yang datang dalam perjamuan, dengan berkata; \u201ctuan sedang menghisap apa itu?\u201d.  Sentak KH. Agus Salim menjawab, \u201c inilah yang membuat nenek moyang anda sekian abad lalu datang dan kemudian menjajah negeri kami\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Jawaban KH. Agus Salim, faktanya memang benar. Rokok kretek tidak lain ada tambahan cengkeh (suzygium aromaticum<\/em>). \u00a0Tanaman legendaris menjadi rebutan dan sumber keuntungan kolonialisme Eropa atas Asia termasuk Indonesia. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Cengkeh adalah salah satu tanaman yang diperebutkan bangsa-bangsa dunia, sampai melegalkan penjajahan.  Dalam simpulan perjalanan ekspedisi cengkeh tahun 2013, Kepala Suku begitu julukan bagi Putut Ea, mengatakan \u201c jika saja tak pernah ada cengkeh dan pala di Maluku, mungkin sejarah kepulauan Nusantara ini akan berbeda sama sekali\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Simpulan Putut EA, sebagai salah satu pembenar perkataan \u00a0KH. Agus Salim. Mungkin, jika tanaman cengkeh tidak ada, fakta sejarah akan berbeda, tidak ada penjajahan di bumi Nusantara ini. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Mengisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek untuk Berteman dan Menjalin Persaudaraan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Teringat apa yang pernah dilakukan Menteri Sosial dan Lingkungan Hidup, saat melakukan pendekatan pada suku anak dalam di Jambi. Tidak lain ia adalah Khofifah menteri perempuan yang energik. Saat itu Khofifah bertanggungjawab dalam mengatasi masalah pendidikan dan kesejahteraan masyarakat suku anak dalam di Jambi.  <\/p>\n\n\n\n

Kebijakannya membuat fenomenal, selain bahan makanan, dan bantuan lain, khofifah juga membawa rokok.  Yang kemudian ada yang mengggugat dari anti rokok, tetapi sebagai Menteri, Khofifah tentunya sudah mengkaji secara mendalam. Dengan kecerdasannya , Khofifah menjawab dengan tegas dan lugas, \u201cjangan sok tahu kehidupan mereka, kenali apa yang menjadi ritme kehidupan mereka. Sangat bijaksana kalau kita semua pergi kesana, sehingga tahu adat istiadatnya juga. Tolong kalau ingin mengerti tentang kultur jangan hanya dari kacamata Jakarta. Saya pun ingin mengajak anda kesana, turun kesana, sapalah mereka\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Khofifah memberikan pelajaran bagi anti rokok. Tidak boleh sok tahu, apalagi selama ini antirokok hanya berasumsi, tanpa melihat fakta dilapangan. Khofifah juga menganjurkan agar lebih mengenal adat-istiadat, budaya dan tradisi masyarakat, tidak boleh melakukan hegemoni kultural, sebab keberagaman adat-istiadat dan budaya merupakan kekayaan negeri. <\/p>\n\n\n\n

Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional     <\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>
rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"}; \n

Dengan rokok, hidup Roro Mendut terselamatkan. Adanya rokok, \u00a0Roro Mendut bebas dari belenggu kekuasaan. Berkat rokok, Roro Mendut terkengan, mengisi rubik informasi sejarah begitu kuatnya budaya merokok di \u00a0Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Pusaka Nusantara<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek, Teman Perjuangan  Diponegoro<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Semasa berjuang melawan penjajah, yang harus dilakukan Diponegoro berpindah-pindah dari kota satu ke kota lain. Strategi perlawanan Diponegoro, kemudian sebagai basis strategi perang gerilya. Strategi yang menjadi idola dan kebanggaan tentara Indonesia. Dengan bergerilya, tentara Indonesia mampu mengecoh kekutan lawan yang lebih besar jumlahnya. <\/p>\n\n\n\n

Lain itu, tenyata banyak cerita, Diponegoro saat berperang ditemani rokok. Ia dan pasukannya gemar merokok. Bahkan ketika tidak ada rokok, Pangeran Diponegoro rela hanya megunyah daun sirih yang diracik dengan kapur dan pinang. <\/p>\n\n\n\n

Kebiasaan ini, juga dialami oleh pengikut \/pasukan perang Pangeran Diponegoro. Bagi mereka, rokok teman sejati, menemani disetiap perjalanan mereka. Rokok menghilangkan depresi mereka, sebagai hiburan saat jauh dari keluarga demi berjuang melawan penjajah. Rokok menumbuhkan percaya diri mereka, lebih berani melawan penjajah walaupun hanya dengan serba keterbatasan, pasukan jumlah terbatas, alat perang terbatas dan lain sebagainya. <\/p>\n\n\n\n

Baca juga: Pangeran Diponegoro, Rokok Klobot dan Perlawanan Simbolis<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Jati Diri Bangsa<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Salah satu \u201cpendiri bangsa\u201d bernama KH. Agus Salim menghisap kretek dengan asapnya di kebal-kebulkan keudara, disaat ada perjamuan di Istana Buckingham ketika penobatan Elizabeth II sebagai Ratu kerajaan Inggris. Aroma khas keluar dari asap rokok kretek, tercium orang yang berada di ruang perjamuan. Sehingga memancing salah satu orang yang datang dalam perjamuan, dengan berkata; \u201ctuan sedang menghisap apa itu?\u201d.  Sentak KH. Agus Salim menjawab, \u201c inilah yang membuat nenek moyang anda sekian abad lalu datang dan kemudian menjajah negeri kami\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Jawaban KH. Agus Salim, faktanya memang benar. Rokok kretek tidak lain ada tambahan cengkeh (suzygium aromaticum<\/em>). \u00a0Tanaman legendaris menjadi rebutan dan sumber keuntungan kolonialisme Eropa atas Asia termasuk Indonesia. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Cengkeh adalah salah satu tanaman yang diperebutkan bangsa-bangsa dunia, sampai melegalkan penjajahan.  Dalam simpulan perjalanan ekspedisi cengkeh tahun 2013, Kepala Suku begitu julukan bagi Putut Ea, mengatakan \u201c jika saja tak pernah ada cengkeh dan pala di Maluku, mungkin sejarah kepulauan Nusantara ini akan berbeda sama sekali\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Simpulan Putut EA, sebagai salah satu pembenar perkataan \u00a0KH. Agus Salim. Mungkin, jika tanaman cengkeh tidak ada, fakta sejarah akan berbeda, tidak ada penjajahan di bumi Nusantara ini. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Mengisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek untuk Berteman dan Menjalin Persaudaraan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Teringat apa yang pernah dilakukan Menteri Sosial dan Lingkungan Hidup, saat melakukan pendekatan pada suku anak dalam di Jambi. Tidak lain ia adalah Khofifah menteri perempuan yang energik. Saat itu Khofifah bertanggungjawab dalam mengatasi masalah pendidikan dan kesejahteraan masyarakat suku anak dalam di Jambi.  <\/p>\n\n\n\n

Kebijakannya membuat fenomenal, selain bahan makanan, dan bantuan lain, khofifah juga membawa rokok.  Yang kemudian ada yang mengggugat dari anti rokok, tetapi sebagai Menteri, Khofifah tentunya sudah mengkaji secara mendalam. Dengan kecerdasannya , Khofifah menjawab dengan tegas dan lugas, \u201cjangan sok tahu kehidupan mereka, kenali apa yang menjadi ritme kehidupan mereka. Sangat bijaksana kalau kita semua pergi kesana, sehingga tahu adat istiadatnya juga. Tolong kalau ingin mengerti tentang kultur jangan hanya dari kacamata Jakarta. Saya pun ingin mengajak anda kesana, turun kesana, sapalah mereka\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Khofifah memberikan pelajaran bagi anti rokok. Tidak boleh sok tahu, apalagi selama ini antirokok hanya berasumsi, tanpa melihat fakta dilapangan. Khofifah juga menganjurkan agar lebih mengenal adat-istiadat, budaya dan tradisi masyarakat, tidak boleh melakukan hegemoni kultural, sebab keberagaman adat-istiadat dan budaya merupakan kekayaan negeri. <\/p>\n\n\n\n

Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional     <\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>
rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"}; \n

Entah dari mana ide menjual rokok itu muncul. Yang jelas saking larisnya, kewajiban pajak Roro Mendut terpenuhi. Dan mungkin keadaannya akan lebih parah, jika saat itu Roro Mendut tidak berdagang rokok. Tidak akan terpenuhi kewajiban pajaknya. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Dengan rokok, hidup Roro Mendut terselamatkan. Adanya rokok, \u00a0Roro Mendut bebas dari belenggu kekuasaan. Berkat rokok, Roro Mendut terkengan, mengisi rubik informasi sejarah begitu kuatnya budaya merokok di \u00a0Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Pusaka Nusantara<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek, Teman Perjuangan  Diponegoro<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Semasa berjuang melawan penjajah, yang harus dilakukan Diponegoro berpindah-pindah dari kota satu ke kota lain. Strategi perlawanan Diponegoro, kemudian sebagai basis strategi perang gerilya. Strategi yang menjadi idola dan kebanggaan tentara Indonesia. Dengan bergerilya, tentara Indonesia mampu mengecoh kekutan lawan yang lebih besar jumlahnya. <\/p>\n\n\n\n

Lain itu, tenyata banyak cerita, Diponegoro saat berperang ditemani rokok. Ia dan pasukannya gemar merokok. Bahkan ketika tidak ada rokok, Pangeran Diponegoro rela hanya megunyah daun sirih yang diracik dengan kapur dan pinang. <\/p>\n\n\n\n

Kebiasaan ini, juga dialami oleh pengikut \/pasukan perang Pangeran Diponegoro. Bagi mereka, rokok teman sejati, menemani disetiap perjalanan mereka. Rokok menghilangkan depresi mereka, sebagai hiburan saat jauh dari keluarga demi berjuang melawan penjajah. Rokok menumbuhkan percaya diri mereka, lebih berani melawan penjajah walaupun hanya dengan serba keterbatasan, pasukan jumlah terbatas, alat perang terbatas dan lain sebagainya. <\/p>\n\n\n\n

Baca juga: Pangeran Diponegoro, Rokok Klobot dan Perlawanan Simbolis<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Jati Diri Bangsa<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Salah satu \u201cpendiri bangsa\u201d bernama KH. Agus Salim menghisap kretek dengan asapnya di kebal-kebulkan keudara, disaat ada perjamuan di Istana Buckingham ketika penobatan Elizabeth II sebagai Ratu kerajaan Inggris. Aroma khas keluar dari asap rokok kretek, tercium orang yang berada di ruang perjamuan. Sehingga memancing salah satu orang yang datang dalam perjamuan, dengan berkata; \u201ctuan sedang menghisap apa itu?\u201d.  Sentak KH. Agus Salim menjawab, \u201c inilah yang membuat nenek moyang anda sekian abad lalu datang dan kemudian menjajah negeri kami\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Jawaban KH. Agus Salim, faktanya memang benar. Rokok kretek tidak lain ada tambahan cengkeh (suzygium aromaticum<\/em>). \u00a0Tanaman legendaris menjadi rebutan dan sumber keuntungan kolonialisme Eropa atas Asia termasuk Indonesia. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Cengkeh adalah salah satu tanaman yang diperebutkan bangsa-bangsa dunia, sampai melegalkan penjajahan.  Dalam simpulan perjalanan ekspedisi cengkeh tahun 2013, Kepala Suku begitu julukan bagi Putut Ea, mengatakan \u201c jika saja tak pernah ada cengkeh dan pala di Maluku, mungkin sejarah kepulauan Nusantara ini akan berbeda sama sekali\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Simpulan Putut EA, sebagai salah satu pembenar perkataan \u00a0KH. Agus Salim. Mungkin, jika tanaman cengkeh tidak ada, fakta sejarah akan berbeda, tidak ada penjajahan di bumi Nusantara ini. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Mengisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek untuk Berteman dan Menjalin Persaudaraan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Teringat apa yang pernah dilakukan Menteri Sosial dan Lingkungan Hidup, saat melakukan pendekatan pada suku anak dalam di Jambi. Tidak lain ia adalah Khofifah menteri perempuan yang energik. Saat itu Khofifah bertanggungjawab dalam mengatasi masalah pendidikan dan kesejahteraan masyarakat suku anak dalam di Jambi.  <\/p>\n\n\n\n

Kebijakannya membuat fenomenal, selain bahan makanan, dan bantuan lain, khofifah juga membawa rokok.  Yang kemudian ada yang mengggugat dari anti rokok, tetapi sebagai Menteri, Khofifah tentunya sudah mengkaji secara mendalam. Dengan kecerdasannya , Khofifah menjawab dengan tegas dan lugas, \u201cjangan sok tahu kehidupan mereka, kenali apa yang menjadi ritme kehidupan mereka. Sangat bijaksana kalau kita semua pergi kesana, sehingga tahu adat istiadatnya juga. Tolong kalau ingin mengerti tentang kultur jangan hanya dari kacamata Jakarta. Saya pun ingin mengajak anda kesana, turun kesana, sapalah mereka\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Khofifah memberikan pelajaran bagi anti rokok. Tidak boleh sok tahu, apalagi selama ini antirokok hanya berasumsi, tanpa melihat fakta dilapangan. Khofifah juga menganjurkan agar lebih mengenal adat-istiadat, budaya dan tradisi masyarakat, tidak boleh melakukan hegemoni kultural, sebab keberagaman adat-istiadat dan budaya merupakan kekayaan negeri. <\/p>\n\n\n\n

Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional     <\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>
rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"}; \n

Bisa dibayangkan, betapa bingungnya Roro Mendut saat itu. Uang dari mana, ia hasilkan untuk bayar pajak tiap hari demi bisa bersama kekasihnya. Ternyata Roro Mendut tidak hanya cantik tetapi cerdas dan kreatif, bisa membaca peluang bisnis saat itu. Ide cermerlang muncul dengan berdagang\/berjualan rokok lintingan yang direkatkan dengan air ludahnya, dan sebelum menjualnya, rokok lintingan di sulut dahulu dan dihisap bekas bibir merahnya. Kemudian baru dijual ke pembeli yang berdesakan berjejer antri. <\/p>\n\n\n\n

Entah dari mana ide menjual rokok itu muncul. Yang jelas saking larisnya, kewajiban pajak Roro Mendut terpenuhi. Dan mungkin keadaannya akan lebih parah, jika saat itu Roro Mendut tidak berdagang rokok. Tidak akan terpenuhi kewajiban pajaknya. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Dengan rokok, hidup Roro Mendut terselamatkan. Adanya rokok, \u00a0Roro Mendut bebas dari belenggu kekuasaan. Berkat rokok, Roro Mendut terkengan, mengisi rubik informasi sejarah begitu kuatnya budaya merokok di \u00a0Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Pusaka Nusantara<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek, Teman Perjuangan  Diponegoro<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Semasa berjuang melawan penjajah, yang harus dilakukan Diponegoro berpindah-pindah dari kota satu ke kota lain. Strategi perlawanan Diponegoro, kemudian sebagai basis strategi perang gerilya. Strategi yang menjadi idola dan kebanggaan tentara Indonesia. Dengan bergerilya, tentara Indonesia mampu mengecoh kekutan lawan yang lebih besar jumlahnya. <\/p>\n\n\n\n

Lain itu, tenyata banyak cerita, Diponegoro saat berperang ditemani rokok. Ia dan pasukannya gemar merokok. Bahkan ketika tidak ada rokok, Pangeran Diponegoro rela hanya megunyah daun sirih yang diracik dengan kapur dan pinang. <\/p>\n\n\n\n

Kebiasaan ini, juga dialami oleh pengikut \/pasukan perang Pangeran Diponegoro. Bagi mereka, rokok teman sejati, menemani disetiap perjalanan mereka. Rokok menghilangkan depresi mereka, sebagai hiburan saat jauh dari keluarga demi berjuang melawan penjajah. Rokok menumbuhkan percaya diri mereka, lebih berani melawan penjajah walaupun hanya dengan serba keterbatasan, pasukan jumlah terbatas, alat perang terbatas dan lain sebagainya. <\/p>\n\n\n\n

Baca juga: Pangeran Diponegoro, Rokok Klobot dan Perlawanan Simbolis<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Jati Diri Bangsa<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Salah satu \u201cpendiri bangsa\u201d bernama KH. Agus Salim menghisap kretek dengan asapnya di kebal-kebulkan keudara, disaat ada perjamuan di Istana Buckingham ketika penobatan Elizabeth II sebagai Ratu kerajaan Inggris. Aroma khas keluar dari asap rokok kretek, tercium orang yang berada di ruang perjamuan. Sehingga memancing salah satu orang yang datang dalam perjamuan, dengan berkata; \u201ctuan sedang menghisap apa itu?\u201d.  Sentak KH. Agus Salim menjawab, \u201c inilah yang membuat nenek moyang anda sekian abad lalu datang dan kemudian menjajah negeri kami\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Jawaban KH. Agus Salim, faktanya memang benar. Rokok kretek tidak lain ada tambahan cengkeh (suzygium aromaticum<\/em>). \u00a0Tanaman legendaris menjadi rebutan dan sumber keuntungan kolonialisme Eropa atas Asia termasuk Indonesia. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Cengkeh adalah salah satu tanaman yang diperebutkan bangsa-bangsa dunia, sampai melegalkan penjajahan.  Dalam simpulan perjalanan ekspedisi cengkeh tahun 2013, Kepala Suku begitu julukan bagi Putut Ea, mengatakan \u201c jika saja tak pernah ada cengkeh dan pala di Maluku, mungkin sejarah kepulauan Nusantara ini akan berbeda sama sekali\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Simpulan Putut EA, sebagai salah satu pembenar perkataan \u00a0KH. Agus Salim. Mungkin, jika tanaman cengkeh tidak ada, fakta sejarah akan berbeda, tidak ada penjajahan di bumi Nusantara ini. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Mengisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek untuk Berteman dan Menjalin Persaudaraan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Teringat apa yang pernah dilakukan Menteri Sosial dan Lingkungan Hidup, saat melakukan pendekatan pada suku anak dalam di Jambi. Tidak lain ia adalah Khofifah menteri perempuan yang energik. Saat itu Khofifah bertanggungjawab dalam mengatasi masalah pendidikan dan kesejahteraan masyarakat suku anak dalam di Jambi.  <\/p>\n\n\n\n

Kebijakannya membuat fenomenal, selain bahan makanan, dan bantuan lain, khofifah juga membawa rokok.  Yang kemudian ada yang mengggugat dari anti rokok, tetapi sebagai Menteri, Khofifah tentunya sudah mengkaji secara mendalam. Dengan kecerdasannya , Khofifah menjawab dengan tegas dan lugas, \u201cjangan sok tahu kehidupan mereka, kenali apa yang menjadi ritme kehidupan mereka. Sangat bijaksana kalau kita semua pergi kesana, sehingga tahu adat istiadatnya juga. Tolong kalau ingin mengerti tentang kultur jangan hanya dari kacamata Jakarta. Saya pun ingin mengajak anda kesana, turun kesana, sapalah mereka\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Khofifah memberikan pelajaran bagi anti rokok. Tidak boleh sok tahu, apalagi selama ini antirokok hanya berasumsi, tanpa melihat fakta dilapangan. Khofifah juga menganjurkan agar lebih mengenal adat-istiadat, budaya dan tradisi masyarakat, tidak boleh melakukan hegemoni kultural, sebab keberagaman adat-istiadat dan budaya merupakan kekayaan negeri. <\/p>\n\n\n\n

Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional     <\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>
rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"}; \n

Diperkirakan pada tahun 1627, pada saat panglima perang Sultan Agung Mataram bernama Tumenggung Wiraguna berhasil menumpas pemberontakan di kota Pati, sebagai imbalanan atas keberhasilannya, mendapat hadiah wanita pujaan pria bernama Rara Mendut dari Kasultanan Agung Mataram.  Roro Mendut menolak dipinang Tumenggung Wiraguna, dan secara terang-terangan memilih pria lain dambaannya. Akibatnya, Roro Mendut harus membayar pajak setiap harinya kepada kerajaan Mataram. <\/p>\n\n\n\n

Bisa dibayangkan, betapa bingungnya Roro Mendut saat itu. Uang dari mana, ia hasilkan untuk bayar pajak tiap hari demi bisa bersama kekasihnya. Ternyata Roro Mendut tidak hanya cantik tetapi cerdas dan kreatif, bisa membaca peluang bisnis saat itu. Ide cermerlang muncul dengan berdagang\/berjualan rokok lintingan yang direkatkan dengan air ludahnya, dan sebelum menjualnya, rokok lintingan di sulut dahulu dan dihisap bekas bibir merahnya. Kemudian baru dijual ke pembeli yang berdesakan berjejer antri. <\/p>\n\n\n\n

Entah dari mana ide menjual rokok itu muncul. Yang jelas saking larisnya, kewajiban pajak Roro Mendut terpenuhi. Dan mungkin keadaannya akan lebih parah, jika saat itu Roro Mendut tidak berdagang rokok. Tidak akan terpenuhi kewajiban pajaknya. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Dengan rokok, hidup Roro Mendut terselamatkan. Adanya rokok, \u00a0Roro Mendut bebas dari belenggu kekuasaan. Berkat rokok, Roro Mendut terkengan, mengisi rubik informasi sejarah begitu kuatnya budaya merokok di \u00a0Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Pusaka Nusantara<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek, Teman Perjuangan  Diponegoro<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Semasa berjuang melawan penjajah, yang harus dilakukan Diponegoro berpindah-pindah dari kota satu ke kota lain. Strategi perlawanan Diponegoro, kemudian sebagai basis strategi perang gerilya. Strategi yang menjadi idola dan kebanggaan tentara Indonesia. Dengan bergerilya, tentara Indonesia mampu mengecoh kekutan lawan yang lebih besar jumlahnya. <\/p>\n\n\n\n

Lain itu, tenyata banyak cerita, Diponegoro saat berperang ditemani rokok. Ia dan pasukannya gemar merokok. Bahkan ketika tidak ada rokok, Pangeran Diponegoro rela hanya megunyah daun sirih yang diracik dengan kapur dan pinang. <\/p>\n\n\n\n

Kebiasaan ini, juga dialami oleh pengikut \/pasukan perang Pangeran Diponegoro. Bagi mereka, rokok teman sejati, menemani disetiap perjalanan mereka. Rokok menghilangkan depresi mereka, sebagai hiburan saat jauh dari keluarga demi berjuang melawan penjajah. Rokok menumbuhkan percaya diri mereka, lebih berani melawan penjajah walaupun hanya dengan serba keterbatasan, pasukan jumlah terbatas, alat perang terbatas dan lain sebagainya. <\/p>\n\n\n\n

Baca juga: Pangeran Diponegoro, Rokok Klobot dan Perlawanan Simbolis<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Jati Diri Bangsa<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Salah satu \u201cpendiri bangsa\u201d bernama KH. Agus Salim menghisap kretek dengan asapnya di kebal-kebulkan keudara, disaat ada perjamuan di Istana Buckingham ketika penobatan Elizabeth II sebagai Ratu kerajaan Inggris. Aroma khas keluar dari asap rokok kretek, tercium orang yang berada di ruang perjamuan. Sehingga memancing salah satu orang yang datang dalam perjamuan, dengan berkata; \u201ctuan sedang menghisap apa itu?\u201d.  Sentak KH. Agus Salim menjawab, \u201c inilah yang membuat nenek moyang anda sekian abad lalu datang dan kemudian menjajah negeri kami\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Jawaban KH. Agus Salim, faktanya memang benar. Rokok kretek tidak lain ada tambahan cengkeh (suzygium aromaticum<\/em>). \u00a0Tanaman legendaris menjadi rebutan dan sumber keuntungan kolonialisme Eropa atas Asia termasuk Indonesia. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Cengkeh adalah salah satu tanaman yang diperebutkan bangsa-bangsa dunia, sampai melegalkan penjajahan.  Dalam simpulan perjalanan ekspedisi cengkeh tahun 2013, Kepala Suku begitu julukan bagi Putut Ea, mengatakan \u201c jika saja tak pernah ada cengkeh dan pala di Maluku, mungkin sejarah kepulauan Nusantara ini akan berbeda sama sekali\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Simpulan Putut EA, sebagai salah satu pembenar perkataan \u00a0KH. Agus Salim. Mungkin, jika tanaman cengkeh tidak ada, fakta sejarah akan berbeda, tidak ada penjajahan di bumi Nusantara ini. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Mengisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek untuk Berteman dan Menjalin Persaudaraan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Teringat apa yang pernah dilakukan Menteri Sosial dan Lingkungan Hidup, saat melakukan pendekatan pada suku anak dalam di Jambi. Tidak lain ia adalah Khofifah menteri perempuan yang energik. Saat itu Khofifah bertanggungjawab dalam mengatasi masalah pendidikan dan kesejahteraan masyarakat suku anak dalam di Jambi.  <\/p>\n\n\n\n

Kebijakannya membuat fenomenal, selain bahan makanan, dan bantuan lain, khofifah juga membawa rokok.  Yang kemudian ada yang mengggugat dari anti rokok, tetapi sebagai Menteri, Khofifah tentunya sudah mengkaji secara mendalam. Dengan kecerdasannya , Khofifah menjawab dengan tegas dan lugas, \u201cjangan sok tahu kehidupan mereka, kenali apa yang menjadi ritme kehidupan mereka. Sangat bijaksana kalau kita semua pergi kesana, sehingga tahu adat istiadatnya juga. Tolong kalau ingin mengerti tentang kultur jangan hanya dari kacamata Jakarta. Saya pun ingin mengajak anda kesana, turun kesana, sapalah mereka\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Khofifah memberikan pelajaran bagi anti rokok. Tidak boleh sok tahu, apalagi selama ini antirokok hanya berasumsi, tanpa melihat fakta dilapangan. Khofifah juga menganjurkan agar lebih mengenal adat-istiadat, budaya dan tradisi masyarakat, tidak boleh melakukan hegemoni kultural, sebab keberagaman adat-istiadat dan budaya merupakan kekayaan negeri. <\/p>\n\n\n\n

Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional     <\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>
rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"}; \n

Siapa yang tidak pernah mendengan cerita tentang Roro Mendut?, di telinga masyarakat Indonesia, kisah Roro Mendut tidak asing lagi.  Perempuan yang mempunyai paras wajah cantik, dan digandrungi kaum adam terutama kalangan putra kerajaan. Informasi kecantikan Roro Mendut tersebar seantero Nusantara, tidak satupun pria meragukan kecantikannya.  Bahkan kisah dan cerita kecantikan Roro Mendut tercatat dalam buku Babad Tanah Jawi. <\/p>\n\n\n\n

Diperkirakan pada tahun 1627, pada saat panglima perang Sultan Agung Mataram bernama Tumenggung Wiraguna berhasil menumpas pemberontakan di kota Pati, sebagai imbalanan atas keberhasilannya, mendapat hadiah wanita pujaan pria bernama Rara Mendut dari Kasultanan Agung Mataram.  Roro Mendut menolak dipinang Tumenggung Wiraguna, dan secara terang-terangan memilih pria lain dambaannya. Akibatnya, Roro Mendut harus membayar pajak setiap harinya kepada kerajaan Mataram. <\/p>\n\n\n\n

Bisa dibayangkan, betapa bingungnya Roro Mendut saat itu. Uang dari mana, ia hasilkan untuk bayar pajak tiap hari demi bisa bersama kekasihnya. Ternyata Roro Mendut tidak hanya cantik tetapi cerdas dan kreatif, bisa membaca peluang bisnis saat itu. Ide cermerlang muncul dengan berdagang\/berjualan rokok lintingan yang direkatkan dengan air ludahnya, dan sebelum menjualnya, rokok lintingan di sulut dahulu dan dihisap bekas bibir merahnya. Kemudian baru dijual ke pembeli yang berdesakan berjejer antri. <\/p>\n\n\n\n

Entah dari mana ide menjual rokok itu muncul. Yang jelas saking larisnya, kewajiban pajak Roro Mendut terpenuhi. Dan mungkin keadaannya akan lebih parah, jika saat itu Roro Mendut tidak berdagang rokok. Tidak akan terpenuhi kewajiban pajaknya. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Dengan rokok, hidup Roro Mendut terselamatkan. Adanya rokok, \u00a0Roro Mendut bebas dari belenggu kekuasaan. Berkat rokok, Roro Mendut terkengan, mengisi rubik informasi sejarah begitu kuatnya budaya merokok di \u00a0Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Pusaka Nusantara<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek, Teman Perjuangan  Diponegoro<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Semasa berjuang melawan penjajah, yang harus dilakukan Diponegoro berpindah-pindah dari kota satu ke kota lain. Strategi perlawanan Diponegoro, kemudian sebagai basis strategi perang gerilya. Strategi yang menjadi idola dan kebanggaan tentara Indonesia. Dengan bergerilya, tentara Indonesia mampu mengecoh kekutan lawan yang lebih besar jumlahnya. <\/p>\n\n\n\n

Lain itu, tenyata banyak cerita, Diponegoro saat berperang ditemani rokok. Ia dan pasukannya gemar merokok. Bahkan ketika tidak ada rokok, Pangeran Diponegoro rela hanya megunyah daun sirih yang diracik dengan kapur dan pinang. <\/p>\n\n\n\n

Kebiasaan ini, juga dialami oleh pengikut \/pasukan perang Pangeran Diponegoro. Bagi mereka, rokok teman sejati, menemani disetiap perjalanan mereka. Rokok menghilangkan depresi mereka, sebagai hiburan saat jauh dari keluarga demi berjuang melawan penjajah. Rokok menumbuhkan percaya diri mereka, lebih berani melawan penjajah walaupun hanya dengan serba keterbatasan, pasukan jumlah terbatas, alat perang terbatas dan lain sebagainya. <\/p>\n\n\n\n

Baca juga: Pangeran Diponegoro, Rokok Klobot dan Perlawanan Simbolis<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Jati Diri Bangsa<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Salah satu \u201cpendiri bangsa\u201d bernama KH. Agus Salim menghisap kretek dengan asapnya di kebal-kebulkan keudara, disaat ada perjamuan di Istana Buckingham ketika penobatan Elizabeth II sebagai Ratu kerajaan Inggris. Aroma khas keluar dari asap rokok kretek, tercium orang yang berada di ruang perjamuan. Sehingga memancing salah satu orang yang datang dalam perjamuan, dengan berkata; \u201ctuan sedang menghisap apa itu?\u201d.  Sentak KH. Agus Salim menjawab, \u201c inilah yang membuat nenek moyang anda sekian abad lalu datang dan kemudian menjajah negeri kami\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Jawaban KH. Agus Salim, faktanya memang benar. Rokok kretek tidak lain ada tambahan cengkeh (suzygium aromaticum<\/em>). \u00a0Tanaman legendaris menjadi rebutan dan sumber keuntungan kolonialisme Eropa atas Asia termasuk Indonesia. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Cengkeh adalah salah satu tanaman yang diperebutkan bangsa-bangsa dunia, sampai melegalkan penjajahan.  Dalam simpulan perjalanan ekspedisi cengkeh tahun 2013, Kepala Suku begitu julukan bagi Putut Ea, mengatakan \u201c jika saja tak pernah ada cengkeh dan pala di Maluku, mungkin sejarah kepulauan Nusantara ini akan berbeda sama sekali\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Simpulan Putut EA, sebagai salah satu pembenar perkataan \u00a0KH. Agus Salim. Mungkin, jika tanaman cengkeh tidak ada, fakta sejarah akan berbeda, tidak ada penjajahan di bumi Nusantara ini. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Mengisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek untuk Berteman dan Menjalin Persaudaraan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Teringat apa yang pernah dilakukan Menteri Sosial dan Lingkungan Hidup, saat melakukan pendekatan pada suku anak dalam di Jambi. Tidak lain ia adalah Khofifah menteri perempuan yang energik. Saat itu Khofifah bertanggungjawab dalam mengatasi masalah pendidikan dan kesejahteraan masyarakat suku anak dalam di Jambi.  <\/p>\n\n\n\n

Kebijakannya membuat fenomenal, selain bahan makanan, dan bantuan lain, khofifah juga membawa rokok.  Yang kemudian ada yang mengggugat dari anti rokok, tetapi sebagai Menteri, Khofifah tentunya sudah mengkaji secara mendalam. Dengan kecerdasannya , Khofifah menjawab dengan tegas dan lugas, \u201cjangan sok tahu kehidupan mereka, kenali apa yang menjadi ritme kehidupan mereka. Sangat bijaksana kalau kita semua pergi kesana, sehingga tahu adat istiadatnya juga. Tolong kalau ingin mengerti tentang kultur jangan hanya dari kacamata Jakarta. Saya pun ingin mengajak anda kesana, turun kesana, sapalah mereka\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Khofifah memberikan pelajaran bagi anti rokok. Tidak boleh sok tahu, apalagi selama ini antirokok hanya berasumsi, tanpa melihat fakta dilapangan. Khofifah juga menganjurkan agar lebih mengenal adat-istiadat, budaya dan tradisi masyarakat, tidak boleh melakukan hegemoni kultural, sebab keberagaman adat-istiadat dan budaya merupakan kekayaan negeri. <\/p>\n\n\n\n

Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional     <\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>
rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"}; \n

Kretek, Simbol Perlawanan Roro Mendut<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Siapa yang tidak pernah mendengan cerita tentang Roro Mendut?, di telinga masyarakat Indonesia, kisah Roro Mendut tidak asing lagi.  Perempuan yang mempunyai paras wajah cantik, dan digandrungi kaum adam terutama kalangan putra kerajaan. Informasi kecantikan Roro Mendut tersebar seantero Nusantara, tidak satupun pria meragukan kecantikannya.  Bahkan kisah dan cerita kecantikan Roro Mendut tercatat dalam buku Babad Tanah Jawi. <\/p>\n\n\n\n

Diperkirakan pada tahun 1627, pada saat panglima perang Sultan Agung Mataram bernama Tumenggung Wiraguna berhasil menumpas pemberontakan di kota Pati, sebagai imbalanan atas keberhasilannya, mendapat hadiah wanita pujaan pria bernama Rara Mendut dari Kasultanan Agung Mataram.  Roro Mendut menolak dipinang Tumenggung Wiraguna, dan secara terang-terangan memilih pria lain dambaannya. Akibatnya, Roro Mendut harus membayar pajak setiap harinya kepada kerajaan Mataram. <\/p>\n\n\n\n

Bisa dibayangkan, betapa bingungnya Roro Mendut saat itu. Uang dari mana, ia hasilkan untuk bayar pajak tiap hari demi bisa bersama kekasihnya. Ternyata Roro Mendut tidak hanya cantik tetapi cerdas dan kreatif, bisa membaca peluang bisnis saat itu. Ide cermerlang muncul dengan berdagang\/berjualan rokok lintingan yang direkatkan dengan air ludahnya, dan sebelum menjualnya, rokok lintingan di sulut dahulu dan dihisap bekas bibir merahnya. Kemudian baru dijual ke pembeli yang berdesakan berjejer antri. <\/p>\n\n\n\n

Entah dari mana ide menjual rokok itu muncul. Yang jelas saking larisnya, kewajiban pajak Roro Mendut terpenuhi. Dan mungkin keadaannya akan lebih parah, jika saat itu Roro Mendut tidak berdagang rokok. Tidak akan terpenuhi kewajiban pajaknya. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Dengan rokok, hidup Roro Mendut terselamatkan. Adanya rokok, \u00a0Roro Mendut bebas dari belenggu kekuasaan. Berkat rokok, Roro Mendut terkengan, mengisi rubik informasi sejarah begitu kuatnya budaya merokok di \u00a0Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Pusaka Nusantara<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek, Teman Perjuangan  Diponegoro<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Semasa berjuang melawan penjajah, yang harus dilakukan Diponegoro berpindah-pindah dari kota satu ke kota lain. Strategi perlawanan Diponegoro, kemudian sebagai basis strategi perang gerilya. Strategi yang menjadi idola dan kebanggaan tentara Indonesia. Dengan bergerilya, tentara Indonesia mampu mengecoh kekutan lawan yang lebih besar jumlahnya. <\/p>\n\n\n\n

Lain itu, tenyata banyak cerita, Diponegoro saat berperang ditemani rokok. Ia dan pasukannya gemar merokok. Bahkan ketika tidak ada rokok, Pangeran Diponegoro rela hanya megunyah daun sirih yang diracik dengan kapur dan pinang. <\/p>\n\n\n\n

Kebiasaan ini, juga dialami oleh pengikut \/pasukan perang Pangeran Diponegoro. Bagi mereka, rokok teman sejati, menemani disetiap perjalanan mereka. Rokok menghilangkan depresi mereka, sebagai hiburan saat jauh dari keluarga demi berjuang melawan penjajah. Rokok menumbuhkan percaya diri mereka, lebih berani melawan penjajah walaupun hanya dengan serba keterbatasan, pasukan jumlah terbatas, alat perang terbatas dan lain sebagainya. <\/p>\n\n\n\n

Baca juga: Pangeran Diponegoro, Rokok Klobot dan Perlawanan Simbolis<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Jati Diri Bangsa<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Salah satu \u201cpendiri bangsa\u201d bernama KH. Agus Salim menghisap kretek dengan asapnya di kebal-kebulkan keudara, disaat ada perjamuan di Istana Buckingham ketika penobatan Elizabeth II sebagai Ratu kerajaan Inggris. Aroma khas keluar dari asap rokok kretek, tercium orang yang berada di ruang perjamuan. Sehingga memancing salah satu orang yang datang dalam perjamuan, dengan berkata; \u201ctuan sedang menghisap apa itu?\u201d.  Sentak KH. Agus Salim menjawab, \u201c inilah yang membuat nenek moyang anda sekian abad lalu datang dan kemudian menjajah negeri kami\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Jawaban KH. Agus Salim, faktanya memang benar. Rokok kretek tidak lain ada tambahan cengkeh (suzygium aromaticum<\/em>). \u00a0Tanaman legendaris menjadi rebutan dan sumber keuntungan kolonialisme Eropa atas Asia termasuk Indonesia. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Cengkeh adalah salah satu tanaman yang diperebutkan bangsa-bangsa dunia, sampai melegalkan penjajahan.  Dalam simpulan perjalanan ekspedisi cengkeh tahun 2013, Kepala Suku begitu julukan bagi Putut Ea, mengatakan \u201c jika saja tak pernah ada cengkeh dan pala di Maluku, mungkin sejarah kepulauan Nusantara ini akan berbeda sama sekali\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Simpulan Putut EA, sebagai salah satu pembenar perkataan \u00a0KH. Agus Salim. Mungkin, jika tanaman cengkeh tidak ada, fakta sejarah akan berbeda, tidak ada penjajahan di bumi Nusantara ini. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Mengisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek untuk Berteman dan Menjalin Persaudaraan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Teringat apa yang pernah dilakukan Menteri Sosial dan Lingkungan Hidup, saat melakukan pendekatan pada suku anak dalam di Jambi. Tidak lain ia adalah Khofifah menteri perempuan yang energik. Saat itu Khofifah bertanggungjawab dalam mengatasi masalah pendidikan dan kesejahteraan masyarakat suku anak dalam di Jambi.  <\/p>\n\n\n\n

Kebijakannya membuat fenomenal, selain bahan makanan, dan bantuan lain, khofifah juga membawa rokok.  Yang kemudian ada yang mengggugat dari anti rokok, tetapi sebagai Menteri, Khofifah tentunya sudah mengkaji secara mendalam. Dengan kecerdasannya , Khofifah menjawab dengan tegas dan lugas, \u201cjangan sok tahu kehidupan mereka, kenali apa yang menjadi ritme kehidupan mereka. Sangat bijaksana kalau kita semua pergi kesana, sehingga tahu adat istiadatnya juga. Tolong kalau ingin mengerti tentang kultur jangan hanya dari kacamata Jakarta. Saya pun ingin mengajak anda kesana, turun kesana, sapalah mereka\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Khofifah memberikan pelajaran bagi anti rokok. Tidak boleh sok tahu, apalagi selama ini antirokok hanya berasumsi, tanpa melihat fakta dilapangan. Khofifah juga menganjurkan agar lebih mengenal adat-istiadat, budaya dan tradisi masyarakat, tidak boleh melakukan hegemoni kultural, sebab keberagaman adat-istiadat dan budaya merupakan kekayaan negeri. <\/p>\n\n\n\n

Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional     <\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>
rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"}; \n

Merokok itu sudah menjadi bagian dari budaya dan tradisi masyarakat, jauh sebelum Indonesia merdeka. Banyak cerita atau kisah tentang kretek <\/a><\/del>di tengah-tengah masyarakat bangsa ini, mulai sebagai alat untuk meraup keuntungan, alat komunikasi, sebagai teman sampai menjadi simbol pergerakan. <\/p>\n\n\n\n

Kretek, Simbol Perlawanan Roro Mendut<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Siapa yang tidak pernah mendengan cerita tentang Roro Mendut?, di telinga masyarakat Indonesia, kisah Roro Mendut tidak asing lagi.  Perempuan yang mempunyai paras wajah cantik, dan digandrungi kaum adam terutama kalangan putra kerajaan. Informasi kecantikan Roro Mendut tersebar seantero Nusantara, tidak satupun pria meragukan kecantikannya.  Bahkan kisah dan cerita kecantikan Roro Mendut tercatat dalam buku Babad Tanah Jawi. <\/p>\n\n\n\n

Diperkirakan pada tahun 1627, pada saat panglima perang Sultan Agung Mataram bernama Tumenggung Wiraguna berhasil menumpas pemberontakan di kota Pati, sebagai imbalanan atas keberhasilannya, mendapat hadiah wanita pujaan pria bernama Rara Mendut dari Kasultanan Agung Mataram.  Roro Mendut menolak dipinang Tumenggung Wiraguna, dan secara terang-terangan memilih pria lain dambaannya. Akibatnya, Roro Mendut harus membayar pajak setiap harinya kepada kerajaan Mataram. <\/p>\n\n\n\n

Bisa dibayangkan, betapa bingungnya Roro Mendut saat itu. Uang dari mana, ia hasilkan untuk bayar pajak tiap hari demi bisa bersama kekasihnya. Ternyata Roro Mendut tidak hanya cantik tetapi cerdas dan kreatif, bisa membaca peluang bisnis saat itu. Ide cermerlang muncul dengan berdagang\/berjualan rokok lintingan yang direkatkan dengan air ludahnya, dan sebelum menjualnya, rokok lintingan di sulut dahulu dan dihisap bekas bibir merahnya. Kemudian baru dijual ke pembeli yang berdesakan berjejer antri. <\/p>\n\n\n\n

Entah dari mana ide menjual rokok itu muncul. Yang jelas saking larisnya, kewajiban pajak Roro Mendut terpenuhi. Dan mungkin keadaannya akan lebih parah, jika saat itu Roro Mendut tidak berdagang rokok. Tidak akan terpenuhi kewajiban pajaknya. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Dengan rokok, hidup Roro Mendut terselamatkan. Adanya rokok, \u00a0Roro Mendut bebas dari belenggu kekuasaan. Berkat rokok, Roro Mendut terkengan, mengisi rubik informasi sejarah begitu kuatnya budaya merokok di \u00a0Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Pusaka Nusantara<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek, Teman Perjuangan  Diponegoro<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Semasa berjuang melawan penjajah, yang harus dilakukan Diponegoro berpindah-pindah dari kota satu ke kota lain. Strategi perlawanan Diponegoro, kemudian sebagai basis strategi perang gerilya. Strategi yang menjadi idola dan kebanggaan tentara Indonesia. Dengan bergerilya, tentara Indonesia mampu mengecoh kekutan lawan yang lebih besar jumlahnya. <\/p>\n\n\n\n

Lain itu, tenyata banyak cerita, Diponegoro saat berperang ditemani rokok. Ia dan pasukannya gemar merokok. Bahkan ketika tidak ada rokok, Pangeran Diponegoro rela hanya megunyah daun sirih yang diracik dengan kapur dan pinang. <\/p>\n\n\n\n

Kebiasaan ini, juga dialami oleh pengikut \/pasukan perang Pangeran Diponegoro. Bagi mereka, rokok teman sejati, menemani disetiap perjalanan mereka. Rokok menghilangkan depresi mereka, sebagai hiburan saat jauh dari keluarga demi berjuang melawan penjajah. Rokok menumbuhkan percaya diri mereka, lebih berani melawan penjajah walaupun hanya dengan serba keterbatasan, pasukan jumlah terbatas, alat perang terbatas dan lain sebagainya. <\/p>\n\n\n\n

Baca juga: Pangeran Diponegoro, Rokok Klobot dan Perlawanan Simbolis<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Jati Diri Bangsa<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Salah satu \u201cpendiri bangsa\u201d bernama KH. Agus Salim menghisap kretek dengan asapnya di kebal-kebulkan keudara, disaat ada perjamuan di Istana Buckingham ketika penobatan Elizabeth II sebagai Ratu kerajaan Inggris. Aroma khas keluar dari asap rokok kretek, tercium orang yang berada di ruang perjamuan. Sehingga memancing salah satu orang yang datang dalam perjamuan, dengan berkata; \u201ctuan sedang menghisap apa itu?\u201d.  Sentak KH. Agus Salim menjawab, \u201c inilah yang membuat nenek moyang anda sekian abad lalu datang dan kemudian menjajah negeri kami\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Jawaban KH. Agus Salim, faktanya memang benar. Rokok kretek tidak lain ada tambahan cengkeh (suzygium aromaticum<\/em>). \u00a0Tanaman legendaris menjadi rebutan dan sumber keuntungan kolonialisme Eropa atas Asia termasuk Indonesia. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Cengkeh adalah salah satu tanaman yang diperebutkan bangsa-bangsa dunia, sampai melegalkan penjajahan.  Dalam simpulan perjalanan ekspedisi cengkeh tahun 2013, Kepala Suku begitu julukan bagi Putut Ea, mengatakan \u201c jika saja tak pernah ada cengkeh dan pala di Maluku, mungkin sejarah kepulauan Nusantara ini akan berbeda sama sekali\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Simpulan Putut EA, sebagai salah satu pembenar perkataan \u00a0KH. Agus Salim. Mungkin, jika tanaman cengkeh tidak ada, fakta sejarah akan berbeda, tidak ada penjajahan di bumi Nusantara ini. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Mengisap Kretek, Langkah Kecil Menjaga Kedaulatan Bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek untuk Berteman dan Menjalin Persaudaraan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Teringat apa yang pernah dilakukan Menteri Sosial dan Lingkungan Hidup, saat melakukan pendekatan pada suku anak dalam di Jambi. Tidak lain ia adalah Khofifah menteri perempuan yang energik. Saat itu Khofifah bertanggungjawab dalam mengatasi masalah pendidikan dan kesejahteraan masyarakat suku anak dalam di Jambi.  <\/p>\n\n\n\n

Kebijakannya membuat fenomenal, selain bahan makanan, dan bantuan lain, khofifah juga membawa rokok.  Yang kemudian ada yang mengggugat dari anti rokok, tetapi sebagai Menteri, Khofifah tentunya sudah mengkaji secara mendalam. Dengan kecerdasannya , Khofifah menjawab dengan tegas dan lugas, \u201cjangan sok tahu kehidupan mereka, kenali apa yang menjadi ritme kehidupan mereka. Sangat bijaksana kalau kita semua pergi kesana, sehingga tahu adat istiadatnya juga. Tolong kalau ingin mengerti tentang kultur jangan hanya dari kacamata Jakarta. Saya pun ingin mengajak anda kesana, turun kesana, sapalah mereka\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Khofifah memberikan pelajaran bagi anti rokok. Tidak boleh sok tahu, apalagi selama ini antirokok hanya berasumsi, tanpa melihat fakta dilapangan. Khofifah juga menganjurkan agar lebih mengenal adat-istiadat, budaya dan tradisi masyarakat, tidak boleh melakukan hegemoni kultural, sebab keberagaman adat-istiadat dan budaya merupakan kekayaan negeri. <\/p>\n\n\n\n

Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n

Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional     <\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n

Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>
rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\n

Produk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n

Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5382,"post_author":"878","post_date":"2019-02-01 08:32:58","post_date_gmt":"2019-02-01 01:32:58","post_content":"Gumpalan asap tebal menyelimuti hampir seluruh ruangan berukuran delapan kali enam meter. Empat orang di salah satu sudut ruangan dengan benda aneh di tangan mereka masing-masing menjadi sumbernya. Asap itu mengeluarkan aroma wangi. Sangat wangi. Saya menduga itu aroma buah-buahan. Aliran asap tersebut, karakteristiknya berbeda dengan asap hasil pembakaran sebatang rokok misalnya. Itulah kali pertama saya melihat rokok elektrik atau lazim disebut vape<\/a> beberapa tahun yang lalu.<\/span>\r\n\r\nAsap yang ditimbulkan akibat aktivitas mengisap vape berbeda dengan asap yang ditimbulkan dari asap rokok. Ia bergerak cenderung horizontal dan vertikal ke bawah, sedangkan asap rokok vertikal ke atas usai dihebuskan ke arah mana saja. Setelah saya coba cari tahu, proses reaksi yang terjadi dari keduanya memang beda. Prinsip kerja rokok konvensional adalah proses pembakaran. Sedangkan pada rokok elektrik, terjadi proses penguapan menggunakan panas yang bersumber dari sebuah plat yang energi pemanasnya didapat dari baterai.<\/span>\r\n\r\nAsap hasil pembakaran dengan asap hasil penguapan memiliki masa jenis yang berbeda. Pembakaran biasanya menghasilkan asap dengan masa jenis yang lebih ringan dibanding penguapan. Dari kajian personal yang saya lakukan itu, hingga saat ini saya belum mau mencoba rokok elektrik, karena menurut pendapat pribadi saya, tubuh akan lebih berat bekerja mengolah asap hasil penguapan dibanding asap hasil reaksi pembakaran.<\/span>\r\n\r\nNamun begitu, sejak maraknya penggunaan rokok elektrik di negeri ini, terutama di beberapa kota besar di Indonesia, rokok elektrik tersebut dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan di banding rokok konvensional. Rokok elektrik dikampanyekan sebagai sarana antara bagi mereka yang ingin berhenti merokok konvensional karena dianggap mudharatnya lebih kecil dibanding rokok konvensional. <\/span>\r\n

Apa benar seperti itu?<\/span><\/h3>\r\nBelum terlalu banyak riset mendalam dilakukan guna mengetahui manfaat dari rokok elektrik dan terutama risiko-risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi produk yang familiar disebut vape itu. Ini berbeda jauh dengan riset terkait rokok konvensional. Sudah cukup banyak. Baik yang bernada positif, lebih-lebih yang bernada negatif dan adakalanya tidak cukup berimbang.<\/span>\r\n\r\nBeberapa riset yang pernah dilakukan tersebut di antaranya adalah riset selama tiga tahun yang dilakukan oleh pihak Universitas Catania di Italia. Pada 2017, mereka merilis hasil riset yang menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menimbulkan risiko\u00a0kesehatan\u00a0serius dibandingkan dengan rokok biasa yang dikonsumsi dengan cara dibakar. Riset tesebut menyebutkan bahwa konsumsi\u00a0vape\u00a0tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi. <\/span>\r\n\r\n\"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah\u00a0kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami,\" kata Riccardo Polosa, Direktur Universitas Catania di\u00a0Italia.<\/span>\r\n\r\nLaporan ini merupakan hasil studi selama 3,5 tahun dengan menyasar pengguna\u00a0vape\u00a0pada usia 23-35 tahun, serta menyasar sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. (<\/span>http:\/\/www.tribunnews.com\/lifestyle\/2017\/12\/20\/riset-dari-italia-sebut-rokok-elektrik-minimalisir-risiko-kesehatan-secara-signifikan<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya, tim peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bekerja sama dengan Universitas Padjajaran. Tim ini melakukan riset bersama mengenai apa yang terjadi di rongga mulut ketika seseorang merokok.<\/span>\r\n\r\n\"Kajian di rongga mulut pada sel yang kita ambil dari dalam pipi. Itu kita kerok lalu diteliti di bawah mikroskop, itu memperlihatkan perilaku sel,\" papar Amaliya, salahseorang peneliti YPKP dalam sebuah diskusi di Jakarta.<\/span>\r\n\r\nAmaliya melanjutkan, ketika banyak inti-inti kecil sel yang mengelilingi inti besar, hal tersebut menunjukkan ketidakstabilan sel. Sel itu dapat berupa menjadi keganasan berupa tumor, kanker, dan penyakit lainnya.<\/span>\r\n\r\n\"Tapi untuk pengguna rokok eletrik (rotrik) ketidakstabilan sel ini tidak terlihat,\" jelas dia.<\/span>\r\n\r\n\"Kita bisa melihat paparan zat bahayanya berkurang, sampai tinggal hanya lima persen, sehingga sel menjadi stabil ketika membelah sudah lebih baik dan normal dibanding rokok konvensional,\" jelasnya.<\/span>\r\n\r\nAmaliyah menjelaskan, baik rokok konvensional ataupun elektrik memang tidak sehat. Hanya saja, jika ingin mengurangi bahaya kesehatan dapat beralih ke rotrik (rokok elektrik). Melalui penelitian di Inggris, tambah Amaliyah, rokok konvensional mempunyai zat berbahaya sampai risiko keselamatan 100 perse dibanding vape.<\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.jawapos.com\/kesehatan\/health-issues\/30\/01\/2018\/hasil-riset-dibanding-rokok-konvensional-vape-ternyata-tak-berbahaya<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi, tidak semua hasil penelitian mengenai rokok elektrik melulu bernada positif. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Nauki Kunugita dari National Institute of Public Health di Jepang misalnya, menurut hasil penelitiannya, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat\u00a0karsinogen\u00a0(kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa. <\/span>\r\n
Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, dan tim peneliti yang dibentuknya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih baik dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.<\/span><\/blockquote>\r\nPada penelitian yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham, para peneliti membuat sebuah alat meniru seseorang sedang mengisap rokok elektrik dengan melibatkan sampel organ tubuh dari delapan orang non-perokok. Para peneliti kemudian menemukan asap rokok elektrik menyebabkan pembengkakan dan merusak aktivitas\u00a0<\/span>alveolar macrophages<\/span><\/i>\u2014sel-sel yang berpotensi melawan partikel debu, bakteri, dan pemicu alergi. (<\/span>https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/majalah-45178673<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nPada penelitian lainnya masih mengenai rokok elektrik, Sven Jordt, salah satu peneliti dalam laporan yang dirilis Kamis (18\/10\/2018) di jurnal Nicotine and Tobacco Research menyebutkan bahwa perisa kimia dan pelarut, (yang membentuk) cairan itu, dan berada di dalam rokok elektrik, mereka bisa membentuk senyawa kimia baru. Jordt yang merupakan pengajar ilmu anestesi, farmasi, dan\u00a0<\/span>cancer biology<\/span><\/i>di Fakultas Kedokteran Duke University melanjutkan, \u201cSenyawa-senyawa baru ini bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan pemakai rokok elektrik. Hidung, mulut, dan tenggorokan kita memiliki ujung saraf yang bisa merasakan kandungan kimia yang menyakitkan atau pedih dalam udara yang dihirup. Misalnya rasa panas dan menyengat saat mengisap rokok, dimediasi oleh ujung saraf ini. Ujung-ujung saraf tersebut juga bisa memicu bersin dan batuk, pada dasarnya untuk menjaga paru-paru dari zat kimia beracun yang dihirup.\u201d <\/span>\r\n\r\n(<\/span>https:\/\/www.beritasatu.com\/kesehatan\/517337-penelitian-terbaru-ungkap-risiko-rokok-elektrik.html<\/span><\/a>)<\/span>\r\n\r\nItulah sedikit yang bisa disimak dari hasil riset terkait rokok elektrik. Klaim-klaim lebih sehat dan lebih baik dan lebih berisiko kecil dan lain sebagainya, belum bisa dipastikan dan belum tentu benar. Bahkan malah mungkin sekali jauh lebih berbahaya. Saya kira, merokok elektrik dan merokok konvensional, adalah hak yang sama-sama dilindungi oleh negara. Yang kurang bijak adalah, mengklaim lebih baik dan lebih menyehatkan sembari menjatuhkan lainnya. Padahal itu sama sekali belum benar-benar terbukti. <\/span>","post_title":"Riset Kesehatan Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"riset-kesehatan-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-01 08:33:58","post_modified_gmt":"2019-02-01 01:33:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5382","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5371,"post_author":"877","post_date":"2019-01-30 10:12:38","post_date_gmt":"2019-01-30 03:12:38","post_content":"Pada abad 20 salah satu obat yang paling populer menjadi favorit orang adalah nikotin, berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mencoba dihisap, disentuh, dikunyah, atau dioleskan (diadaptasi dari sumber berita <\/span>www.vebma.com<\/span><\/a>).<\/span><\/em>\r\n\r\nRokok elektrik terpopuler dan menjadi trend saat ini adalah \u00a0jenis vape<\/a>, atau bisa disebut E-ciggarette. Sekitar tahun 2010, rokok jenis vape masuk ke Indonesia dengan membawa label sebagai rokok alternatif menggantikan rokok konvensional (rokok sigaret). Promosinya ditonjolkan sebagai rokok yang lebih aman dari pada rokok konvensional. <\/span>\r\n\r\nMemaknai pilihan diksi lebih aman, kira- kira urutannya begini, awalnya rokok konvensional aman, kemudian keberadaan rokok elektrik jenis vape lebih aman. Rokok elektrik adalah inovasi rokok konvensioanal. <\/strong>\r\n\r\nPerlu diketahui, sistem pembakaran pada rokok elektrik memakai listrik berupa battre dengan memakai elemen pemanas <\/span>atomizer atau cartomizer<\/span><\/i>, bahan utamanya berbasis proses kimia. Rokok konvensional memakai pembakaran berupa api, bahan utamanya memakai tumbuhan asli berupa tembakau dan cengkeh. Inilah yang membedakan keduanya. Saya beri contoh sebagai pembanding, air minum dari hasil proses memakai alat heater pemanas listrik, dengan air minum dari hasil pemanas konvensional (pakai api), kira-kira lebih aman, lebih sehat mana? Kira-kira anda pilih yang elektrik atau konvensiobal, silahkan anda memilih dan menilai sesuai pengalaman masing-masing.<\/span>\r\n\r\nKembali kepersoalan promosi rokok vape di Indonesia, saat vape mulai naik daun banyak lembaga riset melakukan studi kelayakan. Hasilnya pun terjadi perdebatan, ada lembaga yang dipimpin Profesor David Thickett dari Universitas Birmingham mengatakan, mengisap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah\u00a0<\/span>vaping<\/span><\/i>\u00a0bisa merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh dan amat mungkin lebih berbahaya dari yang semula diperkirakan. Ada pula yang mengatakan merokok vape menghindarkan dari risiko penyakit jantung dan kanker. <\/span>\r\n\r\nAnehnya, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, juga ikut melakukan uji dengan hasilnya bahwa vape dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumi dengan dibakar. Disini tidak akan membahas berlarut larut tentang perbedaan hasil uji rokok vape (elektrik), bahkan tidak akan membahas pertanyaan ada apa lembaga penguji tersebut. \u00a0.<\/span>\r\n\r\nLogika sederhana, memakan dan minum dari bahan natural proses konvensional, dibanding bahan kimia dengan proses pemanas listrik, baik mana? Air proses natural (air mineral) dengan air kemasan lain beraroma (proses kimia) sehat yang mana?. Dua pertanyaan ini sebagai pembanding dalam mengambil keputusan dan penilaian antara rokok elektrik (vape) dengan rokok konvensioanl.<\/span>\r\n
Usaha promosi rokok vape, dengan membangun cerita opini, bahwa penemu rokok elektrik\/vape (e-ciggarette) bernama Hon Lik seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan, sering batuk batuk dan\u00a0bersin sehingga kesulitan untuk tidur. Kemudian pada tahun 2003 menciptakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional. <\/span><\/blockquote>\r\nOpini yang dibangun seakan-akan akibat rokok konvensioanl, Hon Lik menderita penyakit, yang kemudian dengan hasil ciptaannya (rokok elektrik), Hon Lik tidak sakit lagi. Pertanyaan pertama, jenis rokok konvensional apa yang dikonsumsi Hon Lik? dugaan terkuat bukan rokok kretek yang saat itu dikonsumsi. Jika rokok kretek yang dikonsumsi keadaan Hon Lik jadi lain, karena rokok kretek awal mulanya diciptakan sebagai obat batuk, sesak nafas dan lain-lain. Masih ingat dahulu ada rokok kretek yang bungkusnya tertulis \u201cdapat meredekan batuk\u201d. Tidak lain adalah rokok kretek Dji Sam Soe. Tulisan tersebut, masih diyakini banyak orang, saat batuk mereka akan merokok Dji Sam Soe, saat batuk reda, mereka merokok selera semula.<\/span>\r\n\r\nPertanyaan kedua, apakah benar hanya gara-gara merokok konvensioanl Hon Lik menderita sakit? jangan-jangan ada faktor lain menjadi penyebab. Bisa jadi penyakit turunan\/genetik, akibat <\/span>kerusakan pada gen dalam tubuh. Buktinya diceritakan bahwa ayah Hon Lik <\/span>mengidap penyakit kanker paru paru. Dan mungkin bapak dari bapaknya Hon Lik dan seterusnya, juga demikian mengidap penyakit yang sama.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nFakta sejarah berkata lain, teknik vaping sudah dikenal sejak Mesir kuno, kemudian tahun 1927 <\/span>Joseph Robinson menggagas \u201cmerokok tanpa rokok\u201d, hingga populer. Baru pada tahun 2003, Hon Lik membuat perusahan e-cig modern di Tionghoa (Cina). Jadi Hon Lik bukanlah orang yang pertama atau pencipta teknik vaping untuk rokok, hanya saja Hon Lik bisa membaca peluang tersebut, apa lagi ia adalah seorang apoteker. Ia pasti mengetahui mafaat nikotin untuk tubuh manusia, sehingga ia memproduksi massal rokok bernikotin yang inovatif dengan kombinasi teknik vaping.<\/span>\r\n\r\nDilansir dari www. Vebma.com, bahwa salah satu obat yang paling populer dan favorit bagi orang adalah nikotin. Dengan demikian, orang telah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsinya. Mereka mencoba mengisapnya, menyentuhnya, mengunyahnya, atau mengoleskannya di kulit mereka. Anda bisa menemukan nikotin di tembakau. Banyak perangkat telah diciptakan untuk memuaskan obsesi orang terhadap nikotin. Kita hidup dalam masyarakat teknologi, Itu sebabnya baru-baru ini, vaporizers menjadi tren keren dengan berbagai selera dan bentuknya.<\/span>\r\n
Penguapan memiliki sejarah panjang. Herodotus menjelaskan, di Mesir (abad ke 5 SM) orang memanaskan ramuan dan minyak pada batu panas untuk vape. Oleh karena itu, kita harus mempercayai tentang asal mula vaping kuno. Kemudian, lebih dari 1500 tahun yang lalu, Irfan Shiekh menemukan shisha pertama. <\/span><\/blockquote>\r\nCerita opini saat ini tentang rokok elektrik (<\/span>vape) hanya bagian dari promosi semata. Dengan menjatuhkan rokok konvensional (rokok kretek), berharap penikmat rokok beralih ke elektrik (vape). Dengan dalil yang diwacanakan, lebih aman (menyehatkan). Cerita opini yang dibangun menafikan sejarah yang sesungguhnya, bahwa nikotin adalah salah satu obat, zat nikotin ada di daun tembakau. Hanya pada rokok konvensional (rokok kretek), bahan baku daun tembakau dan cengkeh dan proses pembakaran natural, lebih aman dan menyehatkan.<\/span>","post_title":"Meluruskan Sejarah Awal Mula Rokok Elektrik","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-sejarah-awal-mula-rokok-elektrik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-30 10:13:19","post_modified_gmt":"2019-01-30 03:13:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5371","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\n
Saat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n\"\" Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\n
Seharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5354,"post_author":"883","post_date":"2019-01-26 08:16:49","post_date_gmt":"2019-01-26 01:16:49","post_content":"Iklan rokok lagi-lagi dipermasalahkan sebagai biang keladi meningkatnya prevalensi perokok anak. Padahal tidak pernah ada satu pun data penelitian yang mengungkapkan bahwa iklan rokok<\/a> menjadi penyebab utama meningkatnya pravelensi perokok anak. Justru framing tersebut hadir atas dasar asumsi-asumsi semata. <\/span>\r\n\r\nBaru-baru ini, lembaga sekelas KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) memberikan pernyataan mengenai iklan rokok. Pernyataan KPAI terlihat seperti menuding iklan rokok berdasarkan asumsi semata.<\/strong> Konten pernyataannya pun bisa dikatakan sama persis dengan pernyataan-pernyataan kelompok antirokok yang sering menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau.<\/span>\r\n

Seharusnya jika memang benar iklan rokok memiliki dampak terhadap meningkatnya pravelensi perokok anak, sebagai lembaga yang kredibel KPAI harus memunculkan data valid bukan sekedar cocoklogi mengait-ngaitkan data.<\/span><\/h4>\r\nSecara regulasi aturan mengenai iklan rokok baik di media luar ruang maupun media elektronik sudah ketat pengaturannya. Regulasi mengenai iklan rokok secara parsial sudah diatur dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri hingga Peraturan Daerah.<\/span>\r\n\r\n\"\"\r\n\r\nPada tingkat Undang-undang aturan mengenai iklan rokok terdapat di UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, di tingkat Peraturan Pemerintah terdapat PP 109 tahun 2012, di tingkat Peraturan Menteri terdapat Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Lalu di tingkat Peraturan Daerah, setiap daerah yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok di dalamnya juga terdapat aturan mengenai iklan rokok.<\/span>\r\n
Regulasi-regulasi ini ada yang mengatur konten, jam tayang, bahkan larangan penggunaan media luar ruang bagi promosi rokok. Artinya hak niaga melakukan promosi bagi perusahaan-perusahaan rokok sudah sangat dibatasi.<\/span><\/blockquote>\r\nDan penting untuk dipahami kembali, terutama bagi kalangan antirokok yang menjadikan anak-anak sebagai tameng kampanye pengendalian tembakau, produk rokok sudah jelas dicantumkan sebagai produk konsumsi bagi orang-orang yang telah memiliki batasan umur 18 tahun ke atas. <\/span>\r\n\r\nDalam setiap promosi produk rokok baik iklan media luar ruang maupun media elektronik selalu mencantumkan batasan umur konsumsi produk rokok dengan segala macam bentuk-bentuk peringatan lainnya.<\/span>\r\n\r\nMaka salah kaprah jika kalangan antirokok ini mengatakan iklan rokok menyasar anak-anak. Sepertinya antirokok tidak bisa membedakan mana kategori anak-anak dan mana kategori anak muda yang memiliki rentang umur 19-30 tahun.<\/span>\r\n\r\nKetimbang asal tuding iklan rokok sebagai penyebab meningkatnya prevalensi perokok anak karena mengundang rasa penasaran bagi anak-anak, lebih baik KPAI<\/a> berfokus kepada sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, pedagang dan anak-anak itu sendiri mengenai batasan umur boleh mengonsumsi produk rokok.<\/span>\r\n\r\nMelakukan sosialisasi dan edukasi merupakan langkah konkret untuk mengurangi permasalahan pravelensi perokok anak. Tapi tentunya sosialisasi dan edukasi dilakukan secara obyektif, bukan seperti yang dilakukan KPAI dan kelompok antirokok lainnya yang mengajak membenci rokok dan perokok dengan menebar stigma-stigma negatif. Karena justru dengan tidak jujur dalam mengedukasi dapat menyebabkan rasa penasaran pada anak-anak akan muncul.<\/span>\r\n\r\nYang terakhir, kami berharap pada KPAI agar benar-benar serius melindungi anak-anak Indonesia dari hal-hal yang negatif, dalam hal ini KPAI jangan tebang pilih bersuara lantang terhadap persoalan rokok.<\/strong> Kami tentu sangat mendukung KPAI jika terdapat pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok dan anak-anak baik itu terkait produksi, penjualan maupun promosi.<\/span>\r\n\r\nLalu kami juga mendukung KPAI untuk menertibkan tayangan-tayangan tidak mendidik seperti sinetron atau reality show yang tidak layak untuk menjadi tontonan anak-anak di bawah umur. Jangan lupa juga KPAI harus mendorong industri otomotif agar mencantumkan peringatan batasan umur boleh berkendara. Bukankah sangat banyak pengendara motor anak? <\/span>","post_title":"Lagi-lagi Iklan Rokok, Kapan KPAI Tidak Tebang Pilih?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lagi-lagi-iklan-rokok-kapan-kpai-tidak-tebang-pilih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-26 08:17:31","post_modified_gmt":"2019-01-26 01:17:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":60},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};