Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n
Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":27},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n
Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n
Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":27},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis.
<\/p>\n\n\n\n
Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n
Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n
Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas.
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":27},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Keterangan dalam kitab tafsir \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya. <\/p>\n\n\n\n Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas. Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n Keterangan dalam kitab tafsir \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya. <\/p>\n\n\n\n Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas. Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n Keterangan dalam kitab tafsir \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya. <\/p>\n\n\n\n Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas. Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n Keterangan dalam kitab tafsir \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya. <\/p>\n\n\n\n Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas. Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu.. <\/p>\n\n\n\n Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n Keterangan dalam kitab tafsir \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya. <\/p>\n\n\n\n Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas. Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu.. <\/p>\n\n\n\n Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n Keterangan dalam kitab tafsir \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya. <\/p>\n\n\n\n Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas. Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu.. <\/p>\n\n\n\n Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n Keterangan dalam kitab tafsir \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya. <\/p>\n\n\n\n Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas. Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu.. <\/p>\n\n\n\n Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n Keterangan dalam kitab tafsir \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya. <\/p>\n\n\n\n Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas. Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu.. <\/p>\n\n\n\n Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n Keterangan dalam kitab tafsir \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya. <\/p>\n\n\n\n Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas. Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu.. <\/p>\n\n\n\n Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n Keterangan dalam kitab tafsir \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya. <\/p>\n\n\n\n Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas. Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu.. <\/p>\n\n\n\n Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n Keterangan dalam kitab tafsir \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya. <\/p>\n\n\n\n Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas. Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu.. <\/p>\n\n\n\n Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n Keterangan dalam kitab tafsir \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya. <\/p>\n\n\n\n Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas. Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu.. <\/p>\n\n\n\n Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n Keterangan dalam kitab tafsir \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya. <\/p>\n\n\n\n Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas. Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu.. <\/p>\n\n\n\n Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n Keterangan dalam kitab tafsir \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya. <\/p>\n\n\n\n Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas. Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu.. <\/p>\n\n\n\n Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n Keterangan dalam kitab tafsir \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya. <\/p>\n\n\n\n Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas. Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu.. <\/p>\n\n\n\n Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n Keterangan dalam kitab tafsir \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya. <\/p>\n\n\n\n Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas. Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu.. <\/p>\n\n\n\n Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n Keterangan dalam kitab tafsir \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya. <\/p>\n\n\n\n Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas. Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu.. <\/p>\n\n\n\n Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n Keterangan dalam kitab tafsir \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya. <\/p>\n\n\n\n Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas. Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu.. <\/p>\n\n\n\n Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n Keterangan dalam kitab tafsir \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya. <\/p>\n\n\n\n Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas. Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Tinjauan Kritis Atas Larangan Iklan dan Sponshorship dengan Mencantumkan Logo, Brand Image, dan Identitas CSR Sebuah Perusahaan<\/a><\/p>\n\n\n\n Pada malam tanggal 09 dzulhijjah Nabi Ibrahim mimpi lagi dengan perintah yang sama. Mimpi kali kedua, Nabi Ibrahim merasa yakin kalau benar-benar perintah Tuhan. Pada mimpi kedua disebut hari arafah<\/em>. Pada tanggal 10 dzulhijjah, hari Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk menyembelih Ismail (putranya), yang kemudian disebut hari nakhr <\/em>(biasa disebut nahar bagi orang Indonesia). <\/p>\n\n\n\n Cerita KH. Sya\u2019roni, saat pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah Nabi Ibrahim menyuruh istrinya bernama Siti Hajar (ibu kandung Ismail) untuk memandikan Ismail setelah itu memakaikan pakaian yang bagus-bagus, dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Siti Hajar melaksanakan sesuai perintah suaminya, sembari menunggu istrinya selesai, Nabi Ibrahim mengasah pisaunya\/pedangnya. <\/p>\n\n\n\n Ismail sudah siap, diajaklah jalan jalan bapaknya (Nabi Ibrahim) menuju bukit Mina di Makkah, dengan niatan mau disembelih sesui perintah Tuhan. Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dihadang iblis yang berwujud manusia, dengan mengatakan Ibrahim, anakmu itu ganteng, tega kamu sembelih, urungkan niatmu. Nabi Ibrahim tidak menjawab, malah mengambil batu kecil 7 butir, kemudian batu kecil tersebut dilemparkan ke arah iblis tersebut, sambil mengatakan, pergi kamu Iblis. Nabi Ibrahim tetap melanjutkan perjalannya, dan dihadang Iblis lagi kali kedua, Nabi Ibrahim mengambil batu kecil lagi dilempar ke iblis. Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya, dihadang iblis lagi kali ketiga, seperti penghadangan yang pertama dan kedua, Nabi mengambil batu kecil dan dilemparkan ke arah iblis, lalu Nabi Ibrahim lanjut lagi. Inilah cerita, yang menjadi cikal bakal adanya jumroh ula, jumroh wustho dan jumroh aqobah. Tiap ibadah haji jumroh ini harus diperagakan seperti halnya apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dengan maksud melawan dan melempar iblis dengan batu agar tidak mengganggu.. <\/p>\n\n\n\n Sesampainya di puncak bukit Mina, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya dan mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Ismail jalan-jalan. Selesai Nabi Ibrahim cerita, kemudian Ismail berkata pada bapaknya, untuk segera menjalankan perintah Tuhan. Pada saat menyembebelih, pisau\/pedang Nabi Ibrahim tidak bisa melukai kulit Ismail, karena Nabi Ibrahim masih gelisah dan menangis saat melihat wajah Ismail. Kemudian Ismail berkata, mungkin karena bapak melihat wajahku, hingga tidak tega menyembelih, lalu Ismail membalikkan badannya memposisisikan badannya telungkup. Lalau Nabi Ibrahim dengan kesiapan hati melakukan penyembelihan yang kedua, lagi-lagi pisau\/pedangnya tidak mampu melukai kulit leher Ismail. Dengan bingung karena tidak berhasil menyembelih Ismail, turunlah Malaikat Jibril dengan membawa kambing, digantikannya Ismail dengan kambing tersebut. Bersamaan dengan turunnya wahyu Tuhan yang menjelaskan keduanya telah lulus dari ujian. Kemudian Nabi Ibrahim membaca takbir \u201cAllahu Akbar\u201d<\/em> 3x, disaut Ismail dengan .membaca \u201cLaa ilaaha illahhu wallahu akbar<\/em>\u201d, diakhiri Malikat Jibril dengan bacaan \u201cAllahu Akbar walillahil Hamd<\/em>\u201d, dilanjutkan dengan menyembelih kambing bawaan malaikat jibril.<\/p>\n\n\n\n Ada cerita lucu setelah Nabi Ibrahim selesai menyembelih kambing, Nabi Ibrahim bertanya pada Ismail, siapa yang paling dermawan diantara kita? Ismail menjawab, saya. Tidak bisa kata Nabi Ibrahim, saya yang paling dermawan, karena akan mngorbankan anak yang kucintai. Ismail berkata, tidak bisa, saya yang dermawan, karena bapak punya dua anak, kalau saya dikorbankan, masih punya anak satu, lalu malaikat berkata, tidak bisa, saya yang dermawan karena saya sudah kehilangan kambing satu.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Kegagalan Lakpesdam PBNU dalam Melihat Produk Tembakau Alternatif<\/a><\/p>\n\n\n\n Keterangan dalam kitab tafsir \u201cTanwirul Adhan<\/em>\u201d penjelasan dari surat As-Saffat ayat 102 bahwa usia Ismail saat itu 13 tahun ada juga Ulama\u2019 yang mengatakan umur 7 tahun. ada riwayat lain yang mengatakan umur Ismail saat itu 14 tahun. Pada intinya saat kejadian kisah penyembelihan, Ismail masih usia anak-anak, ia dengan senang hati dan ikhlas, menjalani perannya. <\/p>\n\n\n\n Dari sejarah singkat qurban yang ektrim di atas, kira-kira pendapat KPAI apakah mendukung apa yang telah di lakukan Nabi Ibrahim?, atau sebaliknya mendukung Iblis yang menghalangi Nabi Ibrahim yang akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba?. Saya yakin KPAI akan mendukung Nabi Ibrahim, tidak mendukung langkah Iblis. Walaupun ktidak persis, tapi hampir mirip kisah qurban diatas dengan audisi oleh Djarum Foundation yang melibatkan. Program audisi bulutangkis usia anak-anak Djarum Foundation, tidak lain ikut serta program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pencarian bakat sedini mungkin. Anak-anak yang berbakat bulutangkis tentunya yang terjaring dalam audisi, dididik dengan penuh semangat oleh Djarum Foundation Bhakti olahraga. Buktinya, anak-anak tersebut disekolahkan formal, dilatih bulu tangkis dengan disiplin dan penuh tanggungjawab, tanpa dipungut biaya apapun, bahkan semua kebutuhan anak-anak tercukupi dengan baik. Pola didiknya, seperti pola pendidikan sekolah lainnya, anak-anak dididik dan diajar agar berpretasi, setidaknya punya pengetahuan, pengalaman dan keahlian sebagai bekal masa depan. Disisi lain, ternyata anak-anak yang terjaring audisi merasa sangat gembira, senang dan bangga bisa terpilih. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan mendapatkan pendidikan sekolah dengan gratis.<\/p>\n\n\n\n Tujuan utama Djarum Foundation mencari bibit unggul pebulutangkis Indonesia, yang selama ini sebagai salah satu olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia atas banyaknya prestasi yang di peroleh. Program Djarum Foundation Bhakti olahraga jauh dari niatan ekploitasi anak untuk promosi, yang ada ekploitasi anak untuk kejayaan olah raga bulutangkis bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Juga, program Djarum Foundation audisi bulutangkis adalah salah satu bentuk kesadaran dan kewajibannya membangun bangsa dengan melibatkan anak-anak. Lalu apa yang salah dari Djarum Foundation Bhakti Olahraga, jelas-jelas telah menghibahkan fasilitas, pikiran hingga dana untuk kepentingan kejayaan bangsa Indonesia, melalui olahraga. Pemerintah harus mendukung program tersebut, begitupun KPAI. KPAI jangan sampai menjadi penghalang, seperti halnya penghalang Nabi Ibrahim dalam kisah di atas. Kurban tidak semata-mata hanya menyembelih hewan, dibaliknya ada kisah indah yang bisa sebagai bahan renungan dan pengingat bagi semua. Pada kisah qurban, terdapat peran anak usia dini yang akhirnya dikenang umat Islam sedunia sepanjang masa dan juga dapat mengangkat harkat martabat keluarganya dihadapan Tuhan. Selama anak suka bahkan bahagia menjalankan perannya untuk kepentingan dirinya sendiri kedepan dan mengangkat harkat martabat keluarganya dengan bimbingan yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja tidak ada larangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Kemarin, pada tanggal 11 Agustus 2019 hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah 1440 M., dipagi hari umat Islam terlihat berbondong-bondong ada yang ke masjid ada yang kelapangan, tidak lain menjalankan ibadah sholat Idul Adha, atau biasa disebut hari raya qurban. Selain melakukan sholad, umat Islam merayakannya dengan menyembelih hewan qurban, seperti unta tradisi di Timur Tengah, sedangkam di Indonesia menyembelih sapi atau kerbau. Khusus di Kudus kota Kretek rerata menyembelih kerbau, sapi bagi sebagian besar masyarakat Kudus tidak mau menyembelih. Cerita yang beredar di masyarakat turun menurun, pelarangan menyembelih sapi sejak zaman kewalian yaitu Sunan Kudus sebagai penghormatan terhadap agama lain yang beranggapan hewan sapi sebagai hewan yang suci.<\/p>\n\n\n\n Kembali ke Idul Adha, diceritakan oleh para Ulama\u2019 ada kisah tentang Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya yang masih kecil namanya Ismail (besarnya menjadi Nabi). Ceritanya Nabi Ibrahim saat tidur bermimpi, ia diperintah Tuhan untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Saat bangun, ia merenung, berfikir sambil bertanya dihati, benarkah ini perintah Tuhan?. Kali pertama mimpinya ini, ia masih ragu antara benar perintah Tuhan atau tidak. Mimpi yang direnungkan dan difikir terjadi pada malam tanggal 08 dzulhijjah,disebut hari tarwiyah<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":27},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":27},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":27},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":27},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":27},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":27},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":27},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":27},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":27},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":27},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":27},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Apakah tulisan ini pada akhirnya ada yang mencap terlalu berlebihan, dan terkesan membela Djarum, saya sama sekali tak peduli. Saya tidak percaya keberadaan netralitas di bumi jika itu perkara keberpihakan. Oposisi biner bagi saya berlaku dalam perkara keberpihakan. Kali ini saya berpihak pada PB Djarum karena lewat peran besarnyalah saya dan saya yakin banyak dari Anda yang membaca tulisan ini, bangga akan prestasi bulutangkis Indonesia di kancah dunia. Sangat bangga. Pernah berada pada masa itu dan kini, masa kebanggaan itu perlahan datang lagi.
Keberpihakan saya ini, bukan karena saya seorang perokok, atau bukan karena saya merokok produk Djarum. Karena ini sama sekali tak ada hubungannya dengan rokok apalagi eksploitasi anak oleh pabrikan rokok yang dituduhkan oleh KPAI dan kroni-kroninya terhadap PB Djarum. Saya lupa kapan mulai merokok dan menggemari produk rokok kretek. Tapi seingat saya, jarang sekali saya mengisap produk Djarum kecuali Djarum Coklat, dan sesekali Djarum 76. Tapi kalau produk PB Djarum, semuanya saya gemari, yang paling saya gemari, tentu saja Liem Swie King, meskipun saya tidak pernah melihat langsung Ia bermain bulu tangkis. Karena sekali lagi, produk rokok Djarum dengan PB Djarum itu berbeda, jadi, jangan dicampuradukkan tanpa memahami peristiwa.<\/p>\n","post_title":"PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pb-djarum-prestasi-bulutangkis-nasional-dan-kegagalan-kpai-memahami-peristiwa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-13 11:25:37","post_modified_gmt":"2019-08-13 04:25:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5953","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":27},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Dan, jika PB Djarum benar-benar menghentikan program beasiswa ini, ada berapa banyak anak yang akan kecewa, tidak bisa melanjutkan impian mereka, karena pintu mendapat beasiswa ditutup rapat-rapat. Semoga PB Djarum tidak begitu, tidak menggubris keanehan KPAI, dan pemerintah bisa cerdas memilah mana usulan yang masuk akal dan usulan gegabah macam yang diusulkan KPAI dan kroni-kroninya.<\/p>\n\n\n\n
Apakah tulisan ini pada akhirnya ada yang mencap terlalu berlebihan, dan terkesan membela Djarum, saya sama sekali tak peduli. Saya tidak percaya keberadaan netralitas di bumi jika itu perkara keberpihakan. Oposisi biner bagi saya berlaku dalam perkara keberpihakan. Kali ini saya berpihak pada PB Djarum karena lewat peran besarnyalah saya dan saya yakin banyak dari Anda yang membaca tulisan ini, bangga akan prestasi bulutangkis Indonesia di kancah dunia. Sangat bangga. Pernah berada pada masa itu dan kini, masa kebanggaan itu perlahan datang lagi.
Keberpihakan saya ini, bukan karena saya seorang perokok, atau bukan karena saya merokok produk Djarum. Karena ini sama sekali tak ada hubungannya dengan rokok apalagi eksploitasi anak oleh pabrikan rokok yang dituduhkan oleh KPAI dan kroni-kroninya terhadap PB Djarum. Saya lupa kapan mulai merokok dan menggemari produk rokok kretek. Tapi seingat saya, jarang sekali saya mengisap produk Djarum kecuali Djarum Coklat, dan sesekali Djarum 76. Tapi kalau produk PB Djarum, semuanya saya gemari, yang paling saya gemari, tentu saja Liem Swie King, meskipun saya tidak pernah melihat langsung Ia bermain bulu tangkis. Karena sekali lagi, produk rokok Djarum dengan PB Djarum itu berbeda, jadi, jangan dicampuradukkan tanpa memahami peristiwa.<\/p>\n","post_title":"PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pb-djarum-prestasi-bulutangkis-nasional-dan-kegagalan-kpai-memahami-peristiwa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-13 11:25:37","post_modified_gmt":"2019-08-13 04:25:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5953","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":27},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Ada pihak swasta, yang sama sekali tidak mengganggu negara, sama sekali tidak mengeksploitasi anak-anak, malah hendak membantu, dan sudah terbukti dalam jangka waktu yang cukup panjang berhasil mengharumkan nama baik bangsa lewat cabang olahraga bulutangkis, malah diganggu dan program beasiswa dengan dana besar itu minta dihentikan oleh mereka KPAI dan kroni-kroninya. Aneh dan tidak masuk akal sehat kita semua.
Saya harap, semoga PB Djarum dan Djarum Foundation tidak marah, kecewa, dan menghentikan program beasiswa bulutangkisnya dan memberikan pelayanan pelatihan dengan fasilitas nomor wahid milik mereka. Kalau ini terjadi, dan pemerintah lewat instansi berwenang masih begini-begini saja dalam program regenerasi atlet bulutangkis, tunggu saja kehancuran prestasi bulutangkis negeri ini. Seperti yang terjadi pada cabang olahraga tenis meja dan tenis yang dahulu disponsori pabrikan rokok dalam negeri kemudian kerjasama sponsor itu dihentikan.<\/p>\n\n\n\n
Dan, jika PB Djarum benar-benar menghentikan program beasiswa ini, ada berapa banyak anak yang akan kecewa, tidak bisa melanjutkan impian mereka, karena pintu mendapat beasiswa ditutup rapat-rapat. Semoga PB Djarum tidak begitu, tidak menggubris keanehan KPAI, dan pemerintah bisa cerdas memilah mana usulan yang masuk akal dan usulan gegabah macam yang diusulkan KPAI dan kroni-kroninya.<\/p>\n\n\n\n
Apakah tulisan ini pada akhirnya ada yang mencap terlalu berlebihan, dan terkesan membela Djarum, saya sama sekali tak peduli. Saya tidak percaya keberadaan netralitas di bumi jika itu perkara keberpihakan. Oposisi biner bagi saya berlaku dalam perkara keberpihakan. Kali ini saya berpihak pada PB Djarum karena lewat peran besarnyalah saya dan saya yakin banyak dari Anda yang membaca tulisan ini, bangga akan prestasi bulutangkis Indonesia di kancah dunia. Sangat bangga. Pernah berada pada masa itu dan kini, masa kebanggaan itu perlahan datang lagi.
Keberpihakan saya ini, bukan karena saya seorang perokok, atau bukan karena saya merokok produk Djarum. Karena ini sama sekali tak ada hubungannya dengan rokok apalagi eksploitasi anak oleh pabrikan rokok yang dituduhkan oleh KPAI dan kroni-kroninya terhadap PB Djarum. Saya lupa kapan mulai merokok dan menggemari produk rokok kretek. Tapi seingat saya, jarang sekali saya mengisap produk Djarum kecuali Djarum Coklat, dan sesekali Djarum 76. Tapi kalau produk PB Djarum, semuanya saya gemari, yang paling saya gemari, tentu saja Liem Swie King, meskipun saya tidak pernah melihat langsung Ia bermain bulu tangkis. Karena sekali lagi, produk rokok Djarum dengan PB Djarum itu berbeda, jadi, jangan dicampuradukkan tanpa memahami peristiwa.<\/p>\n","post_title":"PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pb-djarum-prestasi-bulutangkis-nasional-dan-kegagalan-kpai-memahami-peristiwa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-13 11:25:37","post_modified_gmt":"2019-08-13 04:25:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5953","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":27},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Tapi, tuduhan iklan itu, tentu saja salah sasaran. Anak-anak tidak mengiklankan rokok. Anak-anak juga tidak diminta untuk merokok. Bodoh saja jika itu terjadi. Bahkan, PB Djarum mengeluarkan peraturan keras, anak-anak binaannya yang menerima beasiswa, jika kedapatan merokok, akan langsung dipecat tanpa peringatan. Jadi, dari mana iklan rokoknya?<\/p>\n\n\n\n
Ada pihak swasta, yang sama sekali tidak mengganggu negara, sama sekali tidak mengeksploitasi anak-anak, malah hendak membantu, dan sudah terbukti dalam jangka waktu yang cukup panjang berhasil mengharumkan nama baik bangsa lewat cabang olahraga bulutangkis, malah diganggu dan program beasiswa dengan dana besar itu minta dihentikan oleh mereka KPAI dan kroni-kroninya. Aneh dan tidak masuk akal sehat kita semua.
Saya harap, semoga PB Djarum dan Djarum Foundation tidak marah, kecewa, dan menghentikan program beasiswa bulutangkisnya dan memberikan pelayanan pelatihan dengan fasilitas nomor wahid milik mereka. Kalau ini terjadi, dan pemerintah lewat instansi berwenang masih begini-begini saja dalam program regenerasi atlet bulutangkis, tunggu saja kehancuran prestasi bulutangkis negeri ini. Seperti yang terjadi pada cabang olahraga tenis meja dan tenis yang dahulu disponsori pabrikan rokok dalam negeri kemudian kerjasama sponsor itu dihentikan.<\/p>\n\n\n\n
Dan, jika PB Djarum benar-benar menghentikan program beasiswa ini, ada berapa banyak anak yang akan kecewa, tidak bisa melanjutkan impian mereka, karena pintu mendapat beasiswa ditutup rapat-rapat. Semoga PB Djarum tidak begitu, tidak menggubris keanehan KPAI, dan pemerintah bisa cerdas memilah mana usulan yang masuk akal dan usulan gegabah macam yang diusulkan KPAI dan kroni-kroninya.<\/p>\n\n\n\n
Apakah tulisan ini pada akhirnya ada yang mencap terlalu berlebihan, dan terkesan membela Djarum, saya sama sekali tak peduli. Saya tidak percaya keberadaan netralitas di bumi jika itu perkara keberpihakan. Oposisi biner bagi saya berlaku dalam perkara keberpihakan. Kali ini saya berpihak pada PB Djarum karena lewat peran besarnyalah saya dan saya yakin banyak dari Anda yang membaca tulisan ini, bangga akan prestasi bulutangkis Indonesia di kancah dunia. Sangat bangga. Pernah berada pada masa itu dan kini, masa kebanggaan itu perlahan datang lagi.
Keberpihakan saya ini, bukan karena saya seorang perokok, atau bukan karena saya merokok produk Djarum. Karena ini sama sekali tak ada hubungannya dengan rokok apalagi eksploitasi anak oleh pabrikan rokok yang dituduhkan oleh KPAI dan kroni-kroninya terhadap PB Djarum. Saya lupa kapan mulai merokok dan menggemari produk rokok kretek. Tapi seingat saya, jarang sekali saya mengisap produk Djarum kecuali Djarum Coklat, dan sesekali Djarum 76. Tapi kalau produk PB Djarum, semuanya saya gemari, yang paling saya gemari, tentu saja Liem Swie King, meskipun saya tidak pernah melihat langsung Ia bermain bulu tangkis. Karena sekali lagi, produk rokok Djarum dengan PB Djarum itu berbeda, jadi, jangan dicampuradukkan tanpa memahami peristiwa.<\/p>\n","post_title":"PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pb-djarum-prestasi-bulutangkis-nasional-dan-kegagalan-kpai-memahami-peristiwa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-13 11:25:37","post_modified_gmt":"2019-08-13 04:25:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5953","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":27},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Sepemantauan saya, sejak pertengahan Juli 2019 hingga saat ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membikin geger banyak pemberitaan di media massa dan media sosial karena ide mereka yang memprotes audisi beasiswa bulu tangkis yang diadakan Yayasan Djarum Foundation bekerja sama dengan klub bulutangkis PB Djarum. Mereka berpendapat audisi itu mesti dihentikan karena terindikasi mengeksploitasi anak dalam kegiatannya.
Ada salah kaprah dan kegagalan memahami peristiwa yang mendorong KPAI pada akhirnya menuduh dengan gegabah bahwasanya audisi beasiswa bulutangkis yang diadakan Djarum Foundation dan PB Djarum adalah bentuk eksploitasi anak. Sayangnya, kegagalan memahami peristiwa itu dilanjutkan dengan mengeluarkan pernyataan dan bahkan tuntutan mengada-ada tanpa usaha mendalami dan mencoba lebih memahami peristiwa yang terjadi dalam perhelatan audisi beasiswa bulu tangkis.
Tuduhan eksploitasi anak adalah tuduhan yang serampangan dan sama sekali tidak tepat. Salah satunya mereka beralasan anak-anak digunakan sebagai alat untuk mempromosikan produk rokok. Ini terjadi karena anak-anak yang ikut audisi beasiswa bulutangkis PB Djarum mendapat kaus bertuliskan PB Djarum. Lah, kan aneh. PB Djarum itu nama klub bulutangkis. Hanya saja namanya memang mirip dengan produk rokok asal Kudus. Tentu ini wajar karena pendirinya sama, dan biaya berasal dari sumber yang sama. Kecuali kamu yang membiayai, boleh kamu beri nama beasiswa Perlindungan Anak, atau beasiswa bulutangkis Lentera Anak. Terserah. Ya terserah yang memberi dana.<\/p>\n\n\n\n
Tapi, tuduhan iklan itu, tentu saja salah sasaran. Anak-anak tidak mengiklankan rokok. Anak-anak juga tidak diminta untuk merokok. Bodoh saja jika itu terjadi. Bahkan, PB Djarum mengeluarkan peraturan keras, anak-anak binaannya yang menerima beasiswa, jika kedapatan merokok, akan langsung dipecat tanpa peringatan. Jadi, dari mana iklan rokoknya?<\/p>\n\n\n\n
Ada pihak swasta, yang sama sekali tidak mengganggu negara, sama sekali tidak mengeksploitasi anak-anak, malah hendak membantu, dan sudah terbukti dalam jangka waktu yang cukup panjang berhasil mengharumkan nama baik bangsa lewat cabang olahraga bulutangkis, malah diganggu dan program beasiswa dengan dana besar itu minta dihentikan oleh mereka KPAI dan kroni-kroninya. Aneh dan tidak masuk akal sehat kita semua.
Saya harap, semoga PB Djarum dan Djarum Foundation tidak marah, kecewa, dan menghentikan program beasiswa bulutangkisnya dan memberikan pelayanan pelatihan dengan fasilitas nomor wahid milik mereka. Kalau ini terjadi, dan pemerintah lewat instansi berwenang masih begini-begini saja dalam program regenerasi atlet bulutangkis, tunggu saja kehancuran prestasi bulutangkis negeri ini. Seperti yang terjadi pada cabang olahraga tenis meja dan tenis yang dahulu disponsori pabrikan rokok dalam negeri kemudian kerjasama sponsor itu dihentikan.<\/p>\n\n\n\n
Dan, jika PB Djarum benar-benar menghentikan program beasiswa ini, ada berapa banyak anak yang akan kecewa, tidak bisa melanjutkan impian mereka, karena pintu mendapat beasiswa ditutup rapat-rapat. Semoga PB Djarum tidak begitu, tidak menggubris keanehan KPAI, dan pemerintah bisa cerdas memilah mana usulan yang masuk akal dan usulan gegabah macam yang diusulkan KPAI dan kroni-kroninya.<\/p>\n\n\n\n
Apakah tulisan ini pada akhirnya ada yang mencap terlalu berlebihan, dan terkesan membela Djarum, saya sama sekali tak peduli. Saya tidak percaya keberadaan netralitas di bumi jika itu perkara keberpihakan. Oposisi biner bagi saya berlaku dalam perkara keberpihakan. Kali ini saya berpihak pada PB Djarum karena lewat peran besarnyalah saya dan saya yakin banyak dari Anda yang membaca tulisan ini, bangga akan prestasi bulutangkis Indonesia di kancah dunia. Sangat bangga. Pernah berada pada masa itu dan kini, masa kebanggaan itu perlahan datang lagi.
Keberpihakan saya ini, bukan karena saya seorang perokok, atau bukan karena saya merokok produk Djarum. Karena ini sama sekali tak ada hubungannya dengan rokok apalagi eksploitasi anak oleh pabrikan rokok yang dituduhkan oleh KPAI dan kroni-kroninya terhadap PB Djarum. Saya lupa kapan mulai merokok dan menggemari produk rokok kretek. Tapi seingat saya, jarang sekali saya mengisap produk Djarum kecuali Djarum Coklat, dan sesekali Djarum 76. Tapi kalau produk PB Djarum, semuanya saya gemari, yang paling saya gemari, tentu saja Liem Swie King, meskipun saya tidak pernah melihat langsung Ia bermain bulu tangkis. Karena sekali lagi, produk rokok Djarum dengan PB Djarum itu berbeda, jadi, jangan dicampuradukkan tanpa memahami peristiwa.<\/p>\n","post_title":"PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pb-djarum-prestasi-bulutangkis-nasional-dan-kegagalan-kpai-memahami-peristiwa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-13 11:25:37","post_modified_gmt":"2019-08-13 04:25:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5953","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":27},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Setelah cukup lama prestasi bulutangkis negeri ini meredup, geliat kebangkitan kembali terasa. Atlet-atlet muda berprestasi mulai menampakkan diri. Sebagian lagi-lagi adalah atlet jebolan PB Djarum. Kevin Sanjaya dan Tontowi Ahmad, menjadi dua di antaranya. Melihat geliat ini, patut kiranya kita optimis akan kebangkitan bulutangkis kita. Lebih lagi PB Djarum kian serius membina atlet-atlet muda lewat program beasiswanya. Sayangnya, optimisme kebangkitan ini diusik oleh mereka yang mengatasnamakan anak-anak. <\/p>\n\n\n\n
Sepemantauan saya, sejak pertengahan Juli 2019 hingga saat ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membikin geger banyak pemberitaan di media massa dan media sosial karena ide mereka yang memprotes audisi beasiswa bulu tangkis yang diadakan Yayasan Djarum Foundation bekerja sama dengan klub bulutangkis PB Djarum. Mereka berpendapat audisi itu mesti dihentikan karena terindikasi mengeksploitasi anak dalam kegiatannya.
Ada salah kaprah dan kegagalan memahami peristiwa yang mendorong KPAI pada akhirnya menuduh dengan gegabah bahwasanya audisi beasiswa bulutangkis yang diadakan Djarum Foundation dan PB Djarum adalah bentuk eksploitasi anak. Sayangnya, kegagalan memahami peristiwa itu dilanjutkan dengan mengeluarkan pernyataan dan bahkan tuntutan mengada-ada tanpa usaha mendalami dan mencoba lebih memahami peristiwa yang terjadi dalam perhelatan audisi beasiswa bulu tangkis.
Tuduhan eksploitasi anak adalah tuduhan yang serampangan dan sama sekali tidak tepat. Salah satunya mereka beralasan anak-anak digunakan sebagai alat untuk mempromosikan produk rokok. Ini terjadi karena anak-anak yang ikut audisi beasiswa bulutangkis PB Djarum mendapat kaus bertuliskan PB Djarum. Lah, kan aneh. PB Djarum itu nama klub bulutangkis. Hanya saja namanya memang mirip dengan produk rokok asal Kudus. Tentu ini wajar karena pendirinya sama, dan biaya berasal dari sumber yang sama. Kecuali kamu yang membiayai, boleh kamu beri nama beasiswa Perlindungan Anak, atau beasiswa bulutangkis Lentera Anak. Terserah. Ya terserah yang memberi dana.<\/p>\n\n\n\n
Tapi, tuduhan iklan itu, tentu saja salah sasaran. Anak-anak tidak mengiklankan rokok. Anak-anak juga tidak diminta untuk merokok. Bodoh saja jika itu terjadi. Bahkan, PB Djarum mengeluarkan peraturan keras, anak-anak binaannya yang menerima beasiswa, jika kedapatan merokok, akan langsung dipecat tanpa peringatan. Jadi, dari mana iklan rokoknya?<\/p>\n\n\n\n
Ada pihak swasta, yang sama sekali tidak mengganggu negara, sama sekali tidak mengeksploitasi anak-anak, malah hendak membantu, dan sudah terbukti dalam jangka waktu yang cukup panjang berhasil mengharumkan nama baik bangsa lewat cabang olahraga bulutangkis, malah diganggu dan program beasiswa dengan dana besar itu minta dihentikan oleh mereka KPAI dan kroni-kroninya. Aneh dan tidak masuk akal sehat kita semua.
Saya harap, semoga PB Djarum dan Djarum Foundation tidak marah, kecewa, dan menghentikan program beasiswa bulutangkisnya dan memberikan pelayanan pelatihan dengan fasilitas nomor wahid milik mereka. Kalau ini terjadi, dan pemerintah lewat instansi berwenang masih begini-begini saja dalam program regenerasi atlet bulutangkis, tunggu saja kehancuran prestasi bulutangkis negeri ini. Seperti yang terjadi pada cabang olahraga tenis meja dan tenis yang dahulu disponsori pabrikan rokok dalam negeri kemudian kerjasama sponsor itu dihentikan.<\/p>\n\n\n\n
Dan, jika PB Djarum benar-benar menghentikan program beasiswa ini, ada berapa banyak anak yang akan kecewa, tidak bisa melanjutkan impian mereka, karena pintu mendapat beasiswa ditutup rapat-rapat. Semoga PB Djarum tidak begitu, tidak menggubris keanehan KPAI, dan pemerintah bisa cerdas memilah mana usulan yang masuk akal dan usulan gegabah macam yang diusulkan KPAI dan kroni-kroninya.<\/p>\n\n\n\n
Apakah tulisan ini pada akhirnya ada yang mencap terlalu berlebihan, dan terkesan membela Djarum, saya sama sekali tak peduli. Saya tidak percaya keberadaan netralitas di bumi jika itu perkara keberpihakan. Oposisi biner bagi saya berlaku dalam perkara keberpihakan. Kali ini saya berpihak pada PB Djarum karena lewat peran besarnyalah saya dan saya yakin banyak dari Anda yang membaca tulisan ini, bangga akan prestasi bulutangkis Indonesia di kancah dunia. Sangat bangga. Pernah berada pada masa itu dan kini, masa kebanggaan itu perlahan datang lagi.
Keberpihakan saya ini, bukan karena saya seorang perokok, atau bukan karena saya merokok produk Djarum. Karena ini sama sekali tak ada hubungannya dengan rokok apalagi eksploitasi anak oleh pabrikan rokok yang dituduhkan oleh KPAI dan kroni-kroninya terhadap PB Djarum. Saya lupa kapan mulai merokok dan menggemari produk rokok kretek. Tapi seingat saya, jarang sekali saya mengisap produk Djarum kecuali Djarum Coklat, dan sesekali Djarum 76. Tapi kalau produk PB Djarum, semuanya saya gemari, yang paling saya gemari, tentu saja Liem Swie King, meskipun saya tidak pernah melihat langsung Ia bermain bulu tangkis. Karena sekali lagi, produk rokok Djarum dengan PB Djarum itu berbeda, jadi, jangan dicampuradukkan tanpa memahami peristiwa.<\/p>\n","post_title":"PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pb-djarum-prestasi-bulutangkis-nasional-dan-kegagalan-kpai-memahami-peristiwa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-13 11:25:37","post_modified_gmt":"2019-08-13 04:25:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5953","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":27},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Audisi ini diselenggarakan di beberapa kota di Indonesia. Tujuannya menjaring bakat-bakat menonjol anak-anak dalam bidang bulutangkis. Selain akan didampingi untuk mengembangkan bakat di bidang bulutangkis, anak-anak ini juga dijamin pendidikan formalnya. Sudah barang tentu, karena kejayaan olahraga bulutangkis Indonesia, banyak anak bermimpi ingin menjadi atlet bulutangkis nasional lewat PB Djarum.
Tahun ini saja, ada lebih 9000 anak yang mengikuti audisi untuk memperebutkan jatah 23 tempat. Betapa keras persaingan. Namun, 9000 anak itu sebelumnya juga sudah melalui beberapa tahap seleksi mulai dari seleksi tingkat kampung, klub bulutangkis lokal, atau setidaknya sudah berlatih keras di bawah bimbingan orangtua di rumah. Bisa tembus hingga audisi, menjadi kebanggaan bagi mereka. Lebih lagi jika lolos audisi dan mendapat beasiswa bulutangkis PB Djarum.<\/p>\n\n\n\n
Setelah cukup lama prestasi bulutangkis negeri ini meredup, geliat kebangkitan kembali terasa. Atlet-atlet muda berprestasi mulai menampakkan diri. Sebagian lagi-lagi adalah atlet jebolan PB Djarum. Kevin Sanjaya dan Tontowi Ahmad, menjadi dua di antaranya. Melihat geliat ini, patut kiranya kita optimis akan kebangkitan bulutangkis kita. Lebih lagi PB Djarum kian serius membina atlet-atlet muda lewat program beasiswanya. Sayangnya, optimisme kebangkitan ini diusik oleh mereka yang mengatasnamakan anak-anak. <\/p>\n\n\n\n
Sepemantauan saya, sejak pertengahan Juli 2019 hingga saat ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membikin geger banyak pemberitaan di media massa dan media sosial karena ide mereka yang memprotes audisi beasiswa bulu tangkis yang diadakan Yayasan Djarum Foundation bekerja sama dengan klub bulutangkis PB Djarum. Mereka berpendapat audisi itu mesti dihentikan karena terindikasi mengeksploitasi anak dalam kegiatannya.
Ada salah kaprah dan kegagalan memahami peristiwa yang mendorong KPAI pada akhirnya menuduh dengan gegabah bahwasanya audisi beasiswa bulutangkis yang diadakan Djarum Foundation dan PB Djarum adalah bentuk eksploitasi anak. Sayangnya, kegagalan memahami peristiwa itu dilanjutkan dengan mengeluarkan pernyataan dan bahkan tuntutan mengada-ada tanpa usaha mendalami dan mencoba lebih memahami peristiwa yang terjadi dalam perhelatan audisi beasiswa bulu tangkis.
Tuduhan eksploitasi anak adalah tuduhan yang serampangan dan sama sekali tidak tepat. Salah satunya mereka beralasan anak-anak digunakan sebagai alat untuk mempromosikan produk rokok. Ini terjadi karena anak-anak yang ikut audisi beasiswa bulutangkis PB Djarum mendapat kaus bertuliskan PB Djarum. Lah, kan aneh. PB Djarum itu nama klub bulutangkis. Hanya saja namanya memang mirip dengan produk rokok asal Kudus. Tentu ini wajar karena pendirinya sama, dan biaya berasal dari sumber yang sama. Kecuali kamu yang membiayai, boleh kamu beri nama beasiswa Perlindungan Anak, atau beasiswa bulutangkis Lentera Anak. Terserah. Ya terserah yang memberi dana.<\/p>\n\n\n\n
Tapi, tuduhan iklan itu, tentu saja salah sasaran. Anak-anak tidak mengiklankan rokok. Anak-anak juga tidak diminta untuk merokok. Bodoh saja jika itu terjadi. Bahkan, PB Djarum mengeluarkan peraturan keras, anak-anak binaannya yang menerima beasiswa, jika kedapatan merokok, akan langsung dipecat tanpa peringatan. Jadi, dari mana iklan rokoknya?<\/p>\n\n\n\n
Ada pihak swasta, yang sama sekali tidak mengganggu negara, sama sekali tidak mengeksploitasi anak-anak, malah hendak membantu, dan sudah terbukti dalam jangka waktu yang cukup panjang berhasil mengharumkan nama baik bangsa lewat cabang olahraga bulutangkis, malah diganggu dan program beasiswa dengan dana besar itu minta dihentikan oleh mereka KPAI dan kroni-kroninya. Aneh dan tidak masuk akal sehat kita semua.
Saya harap, semoga PB Djarum dan Djarum Foundation tidak marah, kecewa, dan menghentikan program beasiswa bulutangkisnya dan memberikan pelayanan pelatihan dengan fasilitas nomor wahid milik mereka. Kalau ini terjadi, dan pemerintah lewat instansi berwenang masih begini-begini saja dalam program regenerasi atlet bulutangkis, tunggu saja kehancuran prestasi bulutangkis negeri ini. Seperti yang terjadi pada cabang olahraga tenis meja dan tenis yang dahulu disponsori pabrikan rokok dalam negeri kemudian kerjasama sponsor itu dihentikan.<\/p>\n\n\n\n
Dan, jika PB Djarum benar-benar menghentikan program beasiswa ini, ada berapa banyak anak yang akan kecewa, tidak bisa melanjutkan impian mereka, karena pintu mendapat beasiswa ditutup rapat-rapat. Semoga PB Djarum tidak begitu, tidak menggubris keanehan KPAI, dan pemerintah bisa cerdas memilah mana usulan yang masuk akal dan usulan gegabah macam yang diusulkan KPAI dan kroni-kroninya.<\/p>\n\n\n\n
Apakah tulisan ini pada akhirnya ada yang mencap terlalu berlebihan, dan terkesan membela Djarum, saya sama sekali tak peduli. Saya tidak percaya keberadaan netralitas di bumi jika itu perkara keberpihakan. Oposisi biner bagi saya berlaku dalam perkara keberpihakan. Kali ini saya berpihak pada PB Djarum karena lewat peran besarnyalah saya dan saya yakin banyak dari Anda yang membaca tulisan ini, bangga akan prestasi bulutangkis Indonesia di kancah dunia. Sangat bangga. Pernah berada pada masa itu dan kini, masa kebanggaan itu perlahan datang lagi.
Keberpihakan saya ini, bukan karena saya seorang perokok, atau bukan karena saya merokok produk Djarum. Karena ini sama sekali tak ada hubungannya dengan rokok apalagi eksploitasi anak oleh pabrikan rokok yang dituduhkan oleh KPAI dan kroni-kroninya terhadap PB Djarum. Saya lupa kapan mulai merokok dan menggemari produk rokok kretek. Tapi seingat saya, jarang sekali saya mengisap produk Djarum kecuali Djarum Coklat, dan sesekali Djarum 76. Tapi kalau produk PB Djarum, semuanya saya gemari, yang paling saya gemari, tentu saja Liem Swie King, meskipun saya tidak pernah melihat langsung Ia bermain bulu tangkis. Karena sekali lagi, produk rokok Djarum dengan PB Djarum itu berbeda, jadi, jangan dicampuradukkan tanpa memahami peristiwa.<\/p>\n","post_title":"PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pb-djarum-prestasi-bulutangkis-nasional-dan-kegagalan-kpai-memahami-peristiwa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-13 11:25:37","post_modified_gmt":"2019-08-13 04:25:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5953","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":27},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Medali emas pertama yang diraih Indonesia di ajang Olimpiade, berasal dari bulutangkis. Susi Susanti peraihnya. Alan Budikusuma, berhasil mengawinkan gelar tunggal putra dengan tunggal putri usai Ia meraih medali emas di olimpiade yang dihelat di Barcelona. Alan Budikusuma, adalah salah satu atlet nasional jebolan PB Djarum. Pada Olimpiade terakhir, 2016 di Rio De Jeneiro, Brasil, medali emas juga disumbangkan dari cabang olahraga bulutangkis. Ganda campuran. Salah satunya, Butet. Lilyana Natsir atau Butet, kini juga bekerja dalam tim yang dibentuk PB Djarum untuk mengaudisi calon atlet yang akan menerima beasiswa bulutangkis secara penuh. Di sana Ia menjabat sebagai Technical Advisor.<\/p>\n\n\n\n
Audisi ini diselenggarakan di beberapa kota di Indonesia. Tujuannya menjaring bakat-bakat menonjol anak-anak dalam bidang bulutangkis. Selain akan didampingi untuk mengembangkan bakat di bidang bulutangkis, anak-anak ini juga dijamin pendidikan formalnya. Sudah barang tentu, karena kejayaan olahraga bulutangkis Indonesia, banyak anak bermimpi ingin menjadi atlet bulutangkis nasional lewat PB Djarum.
Tahun ini saja, ada lebih 9000 anak yang mengikuti audisi untuk memperebutkan jatah 23 tempat. Betapa keras persaingan. Namun, 9000 anak itu sebelumnya juga sudah melalui beberapa tahap seleksi mulai dari seleksi tingkat kampung, klub bulutangkis lokal, atau setidaknya sudah berlatih keras di bawah bimbingan orangtua di rumah. Bisa tembus hingga audisi, menjadi kebanggaan bagi mereka. Lebih lagi jika lolos audisi dan mendapat beasiswa bulutangkis PB Djarum.<\/p>\n\n\n\n
Setelah cukup lama prestasi bulutangkis negeri ini meredup, geliat kebangkitan kembali terasa. Atlet-atlet muda berprestasi mulai menampakkan diri. Sebagian lagi-lagi adalah atlet jebolan PB Djarum. Kevin Sanjaya dan Tontowi Ahmad, menjadi dua di antaranya. Melihat geliat ini, patut kiranya kita optimis akan kebangkitan bulutangkis kita. Lebih lagi PB Djarum kian serius membina atlet-atlet muda lewat program beasiswanya. Sayangnya, optimisme kebangkitan ini diusik oleh mereka yang mengatasnamakan anak-anak. <\/p>\n\n\n\n
Sepemantauan saya, sejak pertengahan Juli 2019 hingga saat ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membikin geger banyak pemberitaan di media massa dan media sosial karena ide mereka yang memprotes audisi beasiswa bulu tangkis yang diadakan Yayasan Djarum Foundation bekerja sama dengan klub bulutangkis PB Djarum. Mereka berpendapat audisi itu mesti dihentikan karena terindikasi mengeksploitasi anak dalam kegiatannya.
Ada salah kaprah dan kegagalan memahami peristiwa yang mendorong KPAI pada akhirnya menuduh dengan gegabah bahwasanya audisi beasiswa bulutangkis yang diadakan Djarum Foundation dan PB Djarum adalah bentuk eksploitasi anak. Sayangnya, kegagalan memahami peristiwa itu dilanjutkan dengan mengeluarkan pernyataan dan bahkan tuntutan mengada-ada tanpa usaha mendalami dan mencoba lebih memahami peristiwa yang terjadi dalam perhelatan audisi beasiswa bulu tangkis.
Tuduhan eksploitasi anak adalah tuduhan yang serampangan dan sama sekali tidak tepat. Salah satunya mereka beralasan anak-anak digunakan sebagai alat untuk mempromosikan produk rokok. Ini terjadi karena anak-anak yang ikut audisi beasiswa bulutangkis PB Djarum mendapat kaus bertuliskan PB Djarum. Lah, kan aneh. PB Djarum itu nama klub bulutangkis. Hanya saja namanya memang mirip dengan produk rokok asal Kudus. Tentu ini wajar karena pendirinya sama, dan biaya berasal dari sumber yang sama. Kecuali kamu yang membiayai, boleh kamu beri nama beasiswa Perlindungan Anak, atau beasiswa bulutangkis Lentera Anak. Terserah. Ya terserah yang memberi dana.<\/p>\n\n\n\n
Tapi, tuduhan iklan itu, tentu saja salah sasaran. Anak-anak tidak mengiklankan rokok. Anak-anak juga tidak diminta untuk merokok. Bodoh saja jika itu terjadi. Bahkan, PB Djarum mengeluarkan peraturan keras, anak-anak binaannya yang menerima beasiswa, jika kedapatan merokok, akan langsung dipecat tanpa peringatan. Jadi, dari mana iklan rokoknya?<\/p>\n\n\n\n
Ada pihak swasta, yang sama sekali tidak mengganggu negara, sama sekali tidak mengeksploitasi anak-anak, malah hendak membantu, dan sudah terbukti dalam jangka waktu yang cukup panjang berhasil mengharumkan nama baik bangsa lewat cabang olahraga bulutangkis, malah diganggu dan program beasiswa dengan dana besar itu minta dihentikan oleh mereka KPAI dan kroni-kroninya. Aneh dan tidak masuk akal sehat kita semua.
Saya harap, semoga PB Djarum dan Djarum Foundation tidak marah, kecewa, dan menghentikan program beasiswa bulutangkisnya dan memberikan pelayanan pelatihan dengan fasilitas nomor wahid milik mereka. Kalau ini terjadi, dan pemerintah lewat instansi berwenang masih begini-begini saja dalam program regenerasi atlet bulutangkis, tunggu saja kehancuran prestasi bulutangkis negeri ini. Seperti yang terjadi pada cabang olahraga tenis meja dan tenis yang dahulu disponsori pabrikan rokok dalam negeri kemudian kerjasama sponsor itu dihentikan.<\/p>\n\n\n\n
Dan, jika PB Djarum benar-benar menghentikan program beasiswa ini, ada berapa banyak anak yang akan kecewa, tidak bisa melanjutkan impian mereka, karena pintu mendapat beasiswa ditutup rapat-rapat. Semoga PB Djarum tidak begitu, tidak menggubris keanehan KPAI, dan pemerintah bisa cerdas memilah mana usulan yang masuk akal dan usulan gegabah macam yang diusulkan KPAI dan kroni-kroninya.<\/p>\n\n\n\n
Apakah tulisan ini pada akhirnya ada yang mencap terlalu berlebihan, dan terkesan membela Djarum, saya sama sekali tak peduli. Saya tidak percaya keberadaan netralitas di bumi jika itu perkara keberpihakan. Oposisi biner bagi saya berlaku dalam perkara keberpihakan. Kali ini saya berpihak pada PB Djarum karena lewat peran besarnyalah saya dan saya yakin banyak dari Anda yang membaca tulisan ini, bangga akan prestasi bulutangkis Indonesia di kancah dunia. Sangat bangga. Pernah berada pada masa itu dan kini, masa kebanggaan itu perlahan datang lagi.
Keberpihakan saya ini, bukan karena saya seorang perokok, atau bukan karena saya merokok produk Djarum. Karena ini sama sekali tak ada hubungannya dengan rokok apalagi eksploitasi anak oleh pabrikan rokok yang dituduhkan oleh KPAI dan kroni-kroninya terhadap PB Djarum. Saya lupa kapan mulai merokok dan menggemari produk rokok kretek. Tapi seingat saya, jarang sekali saya mengisap produk Djarum kecuali Djarum Coklat, dan sesekali Djarum 76. Tapi kalau produk PB Djarum, semuanya saya gemari, yang paling saya gemari, tentu saja Liem Swie King, meskipun saya tidak pernah melihat langsung Ia bermain bulu tangkis. Karena sekali lagi, produk rokok Djarum dengan PB Djarum itu berbeda, jadi, jangan dicampuradukkan tanpa memahami peristiwa.<\/p>\n","post_title":"PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pb-djarum-prestasi-bulutangkis-nasional-dan-kegagalan-kpai-memahami-peristiwa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-13 11:25:37","post_modified_gmt":"2019-08-13 04:25:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5953","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":27},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Keberadaan PB Djarum memberi peran sangat besar terhadap prestasi olahraga bulutangkis Indonesia di dunia internasional. Hampir setiap kejuaraan bulutangkis internasional perwakilan atlet nasional didikan PB Djarum mewakili negeri ini, dan tak jarang membawa kebanggaan bagi bangsa. Salah satu puncaknya, pada kejuaraan Piala Thomas tahun 1984, ketika Tim Indonesia berhasil menjuarai Piala Thomas, tujuh dari delapan atlet yang masuk Tim Indonesia, berasal dari PB Djarum. Hanya Icuk Sugiarto yang tidak berasal dari PB Djarum.<\/p>\n\n\n\n
Medali emas pertama yang diraih Indonesia di ajang Olimpiade, berasal dari bulutangkis. Susi Susanti peraihnya. Alan Budikusuma, berhasil mengawinkan gelar tunggal putra dengan tunggal putri usai Ia meraih medali emas di olimpiade yang dihelat di Barcelona. Alan Budikusuma, adalah salah satu atlet nasional jebolan PB Djarum. Pada Olimpiade terakhir, 2016 di Rio De Jeneiro, Brasil, medali emas juga disumbangkan dari cabang olahraga bulutangkis. Ganda campuran. Salah satunya, Butet. Lilyana Natsir atau Butet, kini juga bekerja dalam tim yang dibentuk PB Djarum untuk mengaudisi calon atlet yang akan menerima beasiswa bulutangkis secara penuh. Di sana Ia menjabat sebagai Technical Advisor.<\/p>\n\n\n\n
Audisi ini diselenggarakan di beberapa kota di Indonesia. Tujuannya menjaring bakat-bakat menonjol anak-anak dalam bidang bulutangkis. Selain akan didampingi untuk mengembangkan bakat di bidang bulutangkis, anak-anak ini juga dijamin pendidikan formalnya. Sudah barang tentu, karena kejayaan olahraga bulutangkis Indonesia, banyak anak bermimpi ingin menjadi atlet bulutangkis nasional lewat PB Djarum.
Tahun ini saja, ada lebih 9000 anak yang mengikuti audisi untuk memperebutkan jatah 23 tempat. Betapa keras persaingan. Namun, 9000 anak itu sebelumnya juga sudah melalui beberapa tahap seleksi mulai dari seleksi tingkat kampung, klub bulutangkis lokal, atau setidaknya sudah berlatih keras di bawah bimbingan orangtua di rumah. Bisa tembus hingga audisi, menjadi kebanggaan bagi mereka. Lebih lagi jika lolos audisi dan mendapat beasiswa bulutangkis PB Djarum.<\/p>\n\n\n\n
Setelah cukup lama prestasi bulutangkis negeri ini meredup, geliat kebangkitan kembali terasa. Atlet-atlet muda berprestasi mulai menampakkan diri. Sebagian lagi-lagi adalah atlet jebolan PB Djarum. Kevin Sanjaya dan Tontowi Ahmad, menjadi dua di antaranya. Melihat geliat ini, patut kiranya kita optimis akan kebangkitan bulutangkis kita. Lebih lagi PB Djarum kian serius membina atlet-atlet muda lewat program beasiswanya. Sayangnya, optimisme kebangkitan ini diusik oleh mereka yang mengatasnamakan anak-anak. <\/p>\n\n\n\n
Sepemantauan saya, sejak pertengahan Juli 2019 hingga saat ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membikin geger banyak pemberitaan di media massa dan media sosial karena ide mereka yang memprotes audisi beasiswa bulu tangkis yang diadakan Yayasan Djarum Foundation bekerja sama dengan klub bulutangkis PB Djarum. Mereka berpendapat audisi itu mesti dihentikan karena terindikasi mengeksploitasi anak dalam kegiatannya.
Ada salah kaprah dan kegagalan memahami peristiwa yang mendorong KPAI pada akhirnya menuduh dengan gegabah bahwasanya audisi beasiswa bulutangkis yang diadakan Djarum Foundation dan PB Djarum adalah bentuk eksploitasi anak. Sayangnya, kegagalan memahami peristiwa itu dilanjutkan dengan mengeluarkan pernyataan dan bahkan tuntutan mengada-ada tanpa usaha mendalami dan mencoba lebih memahami peristiwa yang terjadi dalam perhelatan audisi beasiswa bulu tangkis.
Tuduhan eksploitasi anak adalah tuduhan yang serampangan dan sama sekali tidak tepat. Salah satunya mereka beralasan anak-anak digunakan sebagai alat untuk mempromosikan produk rokok. Ini terjadi karena anak-anak yang ikut audisi beasiswa bulutangkis PB Djarum mendapat kaus bertuliskan PB Djarum. Lah, kan aneh. PB Djarum itu nama klub bulutangkis. Hanya saja namanya memang mirip dengan produk rokok asal Kudus. Tentu ini wajar karena pendirinya sama, dan biaya berasal dari sumber yang sama. Kecuali kamu yang membiayai, boleh kamu beri nama beasiswa Perlindungan Anak, atau beasiswa bulutangkis Lentera Anak. Terserah. Ya terserah yang memberi dana.<\/p>\n\n\n\n
Tapi, tuduhan iklan itu, tentu saja salah sasaran. Anak-anak tidak mengiklankan rokok. Anak-anak juga tidak diminta untuk merokok. Bodoh saja jika itu terjadi. Bahkan, PB Djarum mengeluarkan peraturan keras, anak-anak binaannya yang menerima beasiswa, jika kedapatan merokok, akan langsung dipecat tanpa peringatan. Jadi, dari mana iklan rokoknya?<\/p>\n\n\n\n
Ada pihak swasta, yang sama sekali tidak mengganggu negara, sama sekali tidak mengeksploitasi anak-anak, malah hendak membantu, dan sudah terbukti dalam jangka waktu yang cukup panjang berhasil mengharumkan nama baik bangsa lewat cabang olahraga bulutangkis, malah diganggu dan program beasiswa dengan dana besar itu minta dihentikan oleh mereka KPAI dan kroni-kroninya. Aneh dan tidak masuk akal sehat kita semua.
Saya harap, semoga PB Djarum dan Djarum Foundation tidak marah, kecewa, dan menghentikan program beasiswa bulutangkisnya dan memberikan pelayanan pelatihan dengan fasilitas nomor wahid milik mereka. Kalau ini terjadi, dan pemerintah lewat instansi berwenang masih begini-begini saja dalam program regenerasi atlet bulutangkis, tunggu saja kehancuran prestasi bulutangkis negeri ini. Seperti yang terjadi pada cabang olahraga tenis meja dan tenis yang dahulu disponsori pabrikan rokok dalam negeri kemudian kerjasama sponsor itu dihentikan.<\/p>\n\n\n\n
Dan, jika PB Djarum benar-benar menghentikan program beasiswa ini, ada berapa banyak anak yang akan kecewa, tidak bisa melanjutkan impian mereka, karena pintu mendapat beasiswa ditutup rapat-rapat. Semoga PB Djarum tidak begitu, tidak menggubris keanehan KPAI, dan pemerintah bisa cerdas memilah mana usulan yang masuk akal dan usulan gegabah macam yang diusulkan KPAI dan kroni-kroninya.<\/p>\n\n\n\n
Apakah tulisan ini pada akhirnya ada yang mencap terlalu berlebihan, dan terkesan membela Djarum, saya sama sekali tak peduli. Saya tidak percaya keberadaan netralitas di bumi jika itu perkara keberpihakan. Oposisi biner bagi saya berlaku dalam perkara keberpihakan. Kali ini saya berpihak pada PB Djarum karena lewat peran besarnyalah saya dan saya yakin banyak dari Anda yang membaca tulisan ini, bangga akan prestasi bulutangkis Indonesia di kancah dunia. Sangat bangga. Pernah berada pada masa itu dan kini, masa kebanggaan itu perlahan datang lagi.
Keberpihakan saya ini, bukan karena saya seorang perokok, atau bukan karena saya merokok produk Djarum. Karena ini sama sekali tak ada hubungannya dengan rokok apalagi eksploitasi anak oleh pabrikan rokok yang dituduhkan oleh KPAI dan kroni-kroninya terhadap PB Djarum. Saya lupa kapan mulai merokok dan menggemari produk rokok kretek. Tapi seingat saya, jarang sekali saya mengisap produk Djarum kecuali Djarum Coklat, dan sesekali Djarum 76. Tapi kalau produk PB Djarum, semuanya saya gemari, yang paling saya gemari, tentu saja Liem Swie King, meskipun saya tidak pernah melihat langsung Ia bermain bulu tangkis. Karena sekali lagi, produk rokok Djarum dengan PB Djarum itu berbeda, jadi, jangan dicampuradukkan tanpa memahami peristiwa.<\/p>\n","post_title":"PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pb-djarum-prestasi-bulutangkis-nasional-dan-kegagalan-kpai-memahami-peristiwa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-13 11:25:37","post_modified_gmt":"2019-08-13 04:25:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5953","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Refleksi Kisah Kurban sebagai Bahan Pengingat KPAI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"refleksi-kisah-kurban-sebagai-bahan-pengingat-kpai","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-12 08:30:31","post_modified_gmt":"2019-08-12 01:30:31","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5949","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":27},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Salah satu yang ikut berlatih, adalah seorang remaja asal Kudus bernama Liem Swie King. Bakat menonjol King sejak muda membikin orang disekelilingnya mendorong Ia ikut berbagai kejuaraan. Pada usia 16 tahun, King sudah menjuarai kejuaraan bulutangkis junior se-Jawa Tengah. Setahun berikutnya, King masuk final pada perhelatan PON, di usia 17 tahun, medali perak tingkat nasional sudah berhasil Ia raih. Setahun berikutnya, King ikut pelatnas, dan di tahun pertama langsung menjuarai kejurnas.
Melihat prestasi yang ditorehkan King dikancah nasional, Budi Hartono tergerak untuk menyeriusi pusat pelatihan bulutangkisnya. Pada 1974, setelah sebelumnya selama lima tahun klub latihan bulutangkis yang diinisiasi Budi Hartono bernama Komunitas Kudus, Persatuan Bulutangis (PB) Djarum resmi berdiri. Rudi Hartono membangun pusat pelatihan dengan fasilitas yang sangat baik. Hingga hari ini, pusat pelatihan itu menjadi yang terbaik di negeri ini.<\/p>\n\n\n\n
Keberadaan PB Djarum memberi peran sangat besar terhadap prestasi olahraga bulutangkis Indonesia di dunia internasional. Hampir setiap kejuaraan bulutangkis internasional perwakilan atlet nasional didikan PB Djarum mewakili negeri ini, dan tak jarang membawa kebanggaan bagi bangsa. Salah satu puncaknya, pada kejuaraan Piala Thomas tahun 1984, ketika Tim Indonesia berhasil menjuarai Piala Thomas, tujuh dari delapan atlet yang masuk Tim Indonesia, berasal dari PB Djarum. Hanya Icuk Sugiarto yang tidak berasal dari PB Djarum.<\/p>\n\n\n\n
Medali emas pertama yang diraih Indonesia di ajang Olimpiade, berasal dari bulutangkis. Susi Susanti peraihnya. Alan Budikusuma, berhasil mengawinkan gelar tunggal putra dengan tunggal putri usai Ia meraih medali emas di olimpiade yang dihelat di Barcelona. Alan Budikusuma, adalah salah satu atlet nasional jebolan PB Djarum. Pada Olimpiade terakhir, 2016 di Rio De Jeneiro, Brasil, medali emas juga disumbangkan dari cabang olahraga bulutangkis. Ganda campuran. Salah satunya, Butet. Lilyana Natsir atau Butet, kini juga bekerja dalam tim yang dibentuk PB Djarum untuk mengaudisi calon atlet yang akan menerima beasiswa bulutangkis secara penuh. Di sana Ia menjabat sebagai Technical Advisor.<\/p>\n\n\n\n
Audisi ini diselenggarakan di beberapa kota di Indonesia. Tujuannya menjaring bakat-bakat menonjol anak-anak dalam bidang bulutangkis. Selain akan didampingi untuk mengembangkan bakat di bidang bulutangkis, anak-anak ini juga dijamin pendidikan formalnya. Sudah barang tentu, karena kejayaan olahraga bulutangkis Indonesia, banyak anak bermimpi ingin menjadi atlet bulutangkis nasional lewat PB Djarum.
Tahun ini saja, ada lebih 9000 anak yang mengikuti audisi untuk memperebutkan jatah 23 tempat. Betapa keras persaingan. Namun, 9000 anak itu sebelumnya juga sudah melalui beberapa tahap seleksi mulai dari seleksi tingkat kampung, klub bulutangkis lokal, atau setidaknya sudah berlatih keras di bawah bimbingan orangtua di rumah. Bisa tembus hingga audisi, menjadi kebanggaan bagi mereka. Lebih lagi jika lolos audisi dan mendapat beasiswa bulutangkis PB Djarum.<\/p>\n\n\n\n
Setelah cukup lama prestasi bulutangkis negeri ini meredup, geliat kebangkitan kembali terasa. Atlet-atlet muda berprestasi mulai menampakkan diri. Sebagian lagi-lagi adalah atlet jebolan PB Djarum. Kevin Sanjaya dan Tontowi Ahmad, menjadi dua di antaranya. Melihat geliat ini, patut kiranya kita optimis akan kebangkitan bulutangkis kita. Lebih lagi PB Djarum kian serius membina atlet-atlet muda lewat program beasiswanya. Sayangnya, optimisme kebangkitan ini diusik oleh mereka yang mengatasnamakan anak-anak. <\/p>\n\n\n\n
Sepemantauan saya, sejak pertengahan Juli 2019 hingga saat ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membikin geger banyak pemberitaan di media massa dan media sosial karena ide mereka yang memprotes audisi beasiswa bulu tangkis yang diadakan Yayasan Djarum Foundation bekerja sama dengan klub bulutangkis PB Djarum. Mereka berpendapat audisi itu mesti dihentikan karena terindikasi mengeksploitasi anak dalam kegiatannya.
Ada salah kaprah dan kegagalan memahami peristiwa yang mendorong KPAI pada akhirnya menuduh dengan gegabah bahwasanya audisi beasiswa bulutangkis yang diadakan Djarum Foundation dan PB Djarum adalah bentuk eksploitasi anak. Sayangnya, kegagalan memahami peristiwa itu dilanjutkan dengan mengeluarkan pernyataan dan bahkan tuntutan mengada-ada tanpa usaha mendalami dan mencoba lebih memahami peristiwa yang terjadi dalam perhelatan audisi beasiswa bulu tangkis.
Tuduhan eksploitasi anak adalah tuduhan yang serampangan dan sama sekali tidak tepat. Salah satunya mereka beralasan anak-anak digunakan sebagai alat untuk mempromosikan produk rokok. Ini terjadi karena anak-anak yang ikut audisi beasiswa bulutangkis PB Djarum mendapat kaus bertuliskan PB Djarum. Lah, kan aneh. PB Djarum itu nama klub bulutangkis. Hanya saja namanya memang mirip dengan produk rokok asal Kudus. Tentu ini wajar karena pendirinya sama, dan biaya berasal dari sumber yang sama. Kecuali kamu yang membiayai, boleh kamu beri nama beasiswa Perlindungan Anak, atau beasiswa bulutangkis Lentera Anak. Terserah. Ya terserah yang memberi dana.<\/p>\n\n\n\n
Tapi, tuduhan iklan itu, tentu saja salah sasaran. Anak-anak tidak mengiklankan rokok. Anak-anak juga tidak diminta untuk merokok. Bodoh saja jika itu terjadi. Bahkan, PB Djarum mengeluarkan peraturan keras, anak-anak binaannya yang menerima beasiswa, jika kedapatan merokok, akan langsung dipecat tanpa peringatan. Jadi, dari mana iklan rokoknya?<\/p>\n\n\n\n
Ada pihak swasta, yang sama sekali tidak mengganggu negara, sama sekali tidak mengeksploitasi anak-anak, malah hendak membantu, dan sudah terbukti dalam jangka waktu yang cukup panjang berhasil mengharumkan nama baik bangsa lewat cabang olahraga bulutangkis, malah diganggu dan program beasiswa dengan dana besar itu minta dihentikan oleh mereka KPAI dan kroni-kroninya. Aneh dan tidak masuk akal sehat kita semua.
Saya harap, semoga PB Djarum dan Djarum Foundation tidak marah, kecewa, dan menghentikan program beasiswa bulutangkisnya dan memberikan pelayanan pelatihan dengan fasilitas nomor wahid milik mereka. Kalau ini terjadi, dan pemerintah lewat instansi berwenang masih begini-begini saja dalam program regenerasi atlet bulutangkis, tunggu saja kehancuran prestasi bulutangkis negeri ini. Seperti yang terjadi pada cabang olahraga tenis meja dan tenis yang dahulu disponsori pabrikan rokok dalam negeri kemudian kerjasama sponsor itu dihentikan.<\/p>\n\n\n\n
Dan, jika PB Djarum benar-benar menghentikan program beasiswa ini, ada berapa banyak anak yang akan kecewa, tidak bisa melanjutkan impian mereka, karena pintu mendapat beasiswa ditutup rapat-rapat. Semoga PB Djarum tidak begitu, tidak menggubris keanehan KPAI, dan pemerintah bisa cerdas memilah mana usulan yang masuk akal dan usulan gegabah macam yang diusulkan KPAI dan kroni-kroninya.<\/p>\n\n\n\n
Apakah tulisan ini pada akhirnya ada yang mencap terlalu berlebihan, dan terkesan membela Djarum, saya sama sekali tak peduli. Saya tidak percaya keberadaan netralitas di bumi jika itu perkara keberpihakan. Oposisi biner bagi saya berlaku dalam perkara keberpihakan. Kali ini saya berpihak pada PB Djarum karena lewat peran besarnyalah saya dan saya yakin banyak dari Anda yang membaca tulisan ini, bangga akan prestasi bulutangkis Indonesia di kancah dunia. Sangat bangga. Pernah berada pada masa itu dan kini, masa kebanggaan itu perlahan datang lagi.
Keberpihakan saya ini, bukan karena saya seorang perokok, atau bukan karena saya merokok produk Djarum. Karena ini sama sekali tak ada hubungannya dengan rokok apalagi eksploitasi anak oleh pabrikan rokok yang dituduhkan oleh KPAI dan kroni-kroninya terhadap PB Djarum. Saya lupa kapan mulai merokok dan menggemari produk rokok kretek. Tapi seingat saya, jarang sekali saya mengisap produk Djarum kecuali Djarum Coklat, dan sesekali Djarum 76. Tapi kalau produk PB Djarum, semuanya saya gemari, yang paling saya gemari, tentu saja Liem Swie King, meskipun saya tidak pernah melihat langsung Ia bermain bulu tangkis. Karena sekali lagi, produk rokok Djarum dengan PB Djarum itu berbeda, jadi, jangan dicampuradukkan tanpa memahami peristiwa.<\/p>\n","post_title":"PB Djarum, Prestasi Bulutangkis Nasional, dan Kegagalan KPAI Memahami Peristiwa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"pb-djarum-prestasi-bulutangkis-nasional-dan-kegagalan-kpai-memahami-peristiwa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-08-13 11:25:37","post_modified_gmt":"2019-08-13 04:25:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5953","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5949,"post_author":"877","post_date":"2019-08-12 08:28:29","post_date_gmt":"2019-08-12 01:28:29","post_content":"\n