Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n
Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n
Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n
Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n
Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n
Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n
Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n
Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n
Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n
Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n
Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n
Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n
Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n
Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n
Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n
Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n
Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n
Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n
Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n
Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n
Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n
Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n
Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n
Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n
Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n
Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n
Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n
Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n
Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n
Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n
Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n
Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n
Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n
Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n
Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n
Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n
Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n
Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n
Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n
Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n
Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n
Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n
Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n
Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n
Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n
Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n
Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n
Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n
Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n
Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n
Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n
Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n
Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n
Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n
Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n
Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n
Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n
Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n
Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n
Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n
Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n
Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n
Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n
Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n
Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n
Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n
Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n
Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n
Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n
Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n
Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n
Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n
Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n
Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n
Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n
Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n
Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n
Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Dunia dihebohkan adanya virus corona, Indonesia pun demikian. Menyebarnya pandemi corona saat ini, tak memandang status sosial, mau pejabat, buruh, orang kaya, orang kota, orang desa semua pada waspada terhadap mahluk corona. Tindakan preventifpun banyak dilakukan, dengan sering cuci tangan, bawa masker, tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya. Tak berhenti disitu, dengan serius pemerintah mengalokasikan dana khusus penanggulangan virus tersebut. Bahkan DBH-CHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tak luput dipergunakan. <\/p>\n\n\n\n
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n
Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n
Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n
Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n
Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n
Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n
Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6598,"post_author":"877","post_date":"2020-03-30 10:40:10","post_date_gmt":"2020-03-30 03:40:10","post_content":"\n
Dunia dihebohkan adanya virus corona, Indonesia pun demikian. Menyebarnya pandemi corona saat ini, tak memandang status sosial, mau pejabat, buruh, orang kaya, orang kota, orang desa semua pada waspada terhadap mahluk corona. Tindakan preventifpun banyak dilakukan, dengan sering cuci tangan, bawa masker, tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya. Tak berhenti disitu, dengan serius pemerintah mengalokasikan dana khusus penanggulangan virus tersebut. Bahkan DBH-CHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tak luput dipergunakan. <\/p>\n\n\n\n
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n
Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n
Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n
Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n
Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n
Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n
Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n
Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6598,"post_author":"877","post_date":"2020-03-30 10:40:10","post_date_gmt":"2020-03-30 03:40:10","post_content":"\n
Dunia dihebohkan adanya virus corona, Indonesia pun demikian. Menyebarnya pandemi corona saat ini, tak memandang status sosial, mau pejabat, buruh, orang kaya, orang kota, orang desa semua pada waspada terhadap mahluk corona. Tindakan preventifpun banyak dilakukan, dengan sering cuci tangan, bawa masker, tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya. Tak berhenti disitu, dengan serius pemerintah mengalokasikan dana khusus penanggulangan virus tersebut. Bahkan DBH-CHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tak luput dipergunakan. <\/p>\n\n\n\n
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n
Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n
Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n
Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n
Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n
Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n
Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n
Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n
Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6598,"post_author":"877","post_date":"2020-03-30 10:40:10","post_date_gmt":"2020-03-30 03:40:10","post_content":"\n
Dunia dihebohkan adanya virus corona, Indonesia pun demikian. Menyebarnya pandemi corona saat ini, tak memandang status sosial, mau pejabat, buruh, orang kaya, orang kota, orang desa semua pada waspada terhadap mahluk corona. Tindakan preventifpun banyak dilakukan, dengan sering cuci tangan, bawa masker, tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya. Tak berhenti disitu, dengan serius pemerintah mengalokasikan dana khusus penanggulangan virus tersebut. Bahkan DBH-CHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tak luput dipergunakan. <\/p>\n\n\n\n
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n
Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n
Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n
Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n
Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n
Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n
Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6598,"post_author":"877","post_date":"2020-03-30 10:40:10","post_date_gmt":"2020-03-30 03:40:10","post_content":"\n Dunia dihebohkan adanya virus corona, Indonesia pun demikian. Menyebarnya pandemi corona saat ini, tak memandang status sosial, mau pejabat, buruh, orang kaya, orang kota, orang desa semua pada waspada terhadap mahluk corona. Tindakan preventifpun banyak dilakukan, dengan sering cuci tangan, bawa masker, tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya. Tak berhenti disitu, dengan serius pemerintah mengalokasikan dana khusus penanggulangan virus tersebut. Bahkan DBH-CHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tak luput dipergunakan. <\/p>\n\n\n\n Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6598,"post_author":"877","post_date":"2020-03-30 10:40:10","post_date_gmt":"2020-03-30 03:40:10","post_content":"\n Dunia dihebohkan adanya virus corona, Indonesia pun demikian. Menyebarnya pandemi corona saat ini, tak memandang status sosial, mau pejabat, buruh, orang kaya, orang kota, orang desa semua pada waspada terhadap mahluk corona. Tindakan preventifpun banyak dilakukan, dengan sering cuci tangan, bawa masker, tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya. Tak berhenti disitu, dengan serius pemerintah mengalokasikan dana khusus penanggulangan virus tersebut. Bahkan DBH-CHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tak luput dipergunakan. <\/p>\n\n\n\n Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6598,"post_author":"877","post_date":"2020-03-30 10:40:10","post_date_gmt":"2020-03-30 03:40:10","post_content":"\n Dunia dihebohkan adanya virus corona, Indonesia pun demikian. Menyebarnya pandemi corona saat ini, tak memandang status sosial, mau pejabat, buruh, orang kaya, orang kota, orang desa semua pada waspada terhadap mahluk corona. Tindakan preventifpun banyak dilakukan, dengan sering cuci tangan, bawa masker, tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya. Tak berhenti disitu, dengan serius pemerintah mengalokasikan dana khusus penanggulangan virus tersebut. Bahkan DBH-CHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tak luput dipergunakan. <\/p>\n\n\n\n Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6598,"post_author":"877","post_date":"2020-03-30 10:40:10","post_date_gmt":"2020-03-30 03:40:10","post_content":"\n Dunia dihebohkan adanya virus corona, Indonesia pun demikian. Menyebarnya pandemi corona saat ini, tak memandang status sosial, mau pejabat, buruh, orang kaya, orang kota, orang desa semua pada waspada terhadap mahluk corona. Tindakan preventifpun banyak dilakukan, dengan sering cuci tangan, bawa masker, tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya. Tak berhenti disitu, dengan serius pemerintah mengalokasikan dana khusus penanggulangan virus tersebut. Bahkan DBH-CHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tak luput dipergunakan. <\/p>\n\n\n\n Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6598,"post_author":"877","post_date":"2020-03-30 10:40:10","post_date_gmt":"2020-03-30 03:40:10","post_content":"\n Dunia dihebohkan adanya virus corona, Indonesia pun demikian. Menyebarnya pandemi corona saat ini, tak memandang status sosial, mau pejabat, buruh, orang kaya, orang kota, orang desa semua pada waspada terhadap mahluk corona. Tindakan preventifpun banyak dilakukan, dengan sering cuci tangan, bawa masker, tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya. Tak berhenti disitu, dengan serius pemerintah mengalokasikan dana khusus penanggulangan virus tersebut. Bahkan DBH-CHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tak luput dipergunakan. <\/p>\n\n\n\n Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6598,"post_author":"877","post_date":"2020-03-30 10:40:10","post_date_gmt":"2020-03-30 03:40:10","post_content":"\n Dunia dihebohkan adanya virus corona, Indonesia pun demikian. Menyebarnya pandemi corona saat ini, tak memandang status sosial, mau pejabat, buruh, orang kaya, orang kota, orang desa semua pada waspada terhadap mahluk corona. Tindakan preventifpun banyak dilakukan, dengan sering cuci tangan, bawa masker, tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya. Tak berhenti disitu, dengan serius pemerintah mengalokasikan dana khusus penanggulangan virus tersebut. Bahkan DBH-CHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tak luput dipergunakan. <\/p>\n\n\n\n Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6598,"post_author":"877","post_date":"2020-03-30 10:40:10","post_date_gmt":"2020-03-30 03:40:10","post_content":"\n Dunia dihebohkan adanya virus corona, Indonesia pun demikian. Menyebarnya pandemi corona saat ini, tak memandang status sosial, mau pejabat, buruh, orang kaya, orang kota, orang desa semua pada waspada terhadap mahluk corona. Tindakan preventifpun banyak dilakukan, dengan sering cuci tangan, bawa masker, tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya. Tak berhenti disitu, dengan serius pemerintah mengalokasikan dana khusus penanggulangan virus tersebut. Bahkan DBH-CHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tak luput dipergunakan. <\/p>\n\n\n\n Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6598,"post_author":"877","post_date":"2020-03-30 10:40:10","post_date_gmt":"2020-03-30 03:40:10","post_content":"\n Dunia dihebohkan adanya virus corona, Indonesia pun demikian. Menyebarnya pandemi corona saat ini, tak memandang status sosial, mau pejabat, buruh, orang kaya, orang kota, orang desa semua pada waspada terhadap mahluk corona. Tindakan preventifpun banyak dilakukan, dengan sering cuci tangan, bawa masker, tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya. Tak berhenti disitu, dengan serius pemerintah mengalokasikan dana khusus penanggulangan virus tersebut. Bahkan DBH-CHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tak luput dipergunakan. <\/p>\n\n\n\n Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6598,"post_author":"877","post_date":"2020-03-30 10:40:10","post_date_gmt":"2020-03-30 03:40:10","post_content":"\n Dunia dihebohkan adanya virus corona, Indonesia pun demikian. Menyebarnya pandemi corona saat ini, tak memandang status sosial, mau pejabat, buruh, orang kaya, orang kota, orang desa semua pada waspada terhadap mahluk corona. Tindakan preventifpun banyak dilakukan, dengan sering cuci tangan, bawa masker, tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya. Tak berhenti disitu, dengan serius pemerintah mengalokasikan dana khusus penanggulangan virus tersebut. Bahkan DBH-CHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tak luput dipergunakan. <\/p>\n\n\n\n Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6598,"post_author":"877","post_date":"2020-03-30 10:40:10","post_date_gmt":"2020-03-30 03:40:10","post_content":"\n Dunia dihebohkan adanya virus corona, Indonesia pun demikian. Menyebarnya pandemi corona saat ini, tak memandang status sosial, mau pejabat, buruh, orang kaya, orang kota, orang desa semua pada waspada terhadap mahluk corona. Tindakan preventifpun banyak dilakukan, dengan sering cuci tangan, bawa masker, tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya. Tak berhenti disitu, dengan serius pemerintah mengalokasikan dana khusus penanggulangan virus tersebut. Bahkan DBH-CHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tak luput dipergunakan. <\/p>\n\n\n\n Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6598,"post_author":"877","post_date":"2020-03-30 10:40:10","post_date_gmt":"2020-03-30 03:40:10","post_content":"\n Dunia dihebohkan adanya virus corona, Indonesia pun demikian. Menyebarnya pandemi corona saat ini, tak memandang status sosial, mau pejabat, buruh, orang kaya, orang kota, orang desa semua pada waspada terhadap mahluk corona. Tindakan preventifpun banyak dilakukan, dengan sering cuci tangan, bawa masker, tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya. Tak berhenti disitu, dengan serius pemerintah mengalokasikan dana khusus penanggulangan virus tersebut. Bahkan DBH-CHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tak luput dipergunakan. <\/p>\n\n\n\n Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6598,"post_author":"877","post_date":"2020-03-30 10:40:10","post_date_gmt":"2020-03-30 03:40:10","post_content":"\n Dunia dihebohkan adanya virus corona, Indonesia pun demikian. Menyebarnya pandemi corona saat ini, tak memandang status sosial, mau pejabat, buruh, orang kaya, orang kota, orang desa semua pada waspada terhadap mahluk corona. Tindakan preventifpun banyak dilakukan, dengan sering cuci tangan, bawa masker, tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya. Tak berhenti disitu, dengan serius pemerintah mengalokasikan dana khusus penanggulangan virus tersebut. Bahkan DBH-CHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tak luput dipergunakan. <\/p>\n\n\n\n Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6598,"post_author":"877","post_date":"2020-03-30 10:40:10","post_date_gmt":"2020-03-30 03:40:10","post_content":"\n Dunia dihebohkan adanya virus corona, Indonesia pun demikian. Menyebarnya pandemi corona saat ini, tak memandang status sosial, mau pejabat, buruh, orang kaya, orang kota, orang desa semua pada waspada terhadap mahluk corona. Tindakan preventifpun banyak dilakukan, dengan sering cuci tangan, bawa masker, tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya. Tak berhenti disitu, dengan serius pemerintah mengalokasikan dana khusus penanggulangan virus tersebut. Bahkan DBH-CHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tak luput dipergunakan. <\/p>\n\n\n\n Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6598,"post_author":"877","post_date":"2020-03-30 10:40:10","post_date_gmt":"2020-03-30 03:40:10","post_content":"\n Dunia dihebohkan adanya virus corona, Indonesia pun demikian. Menyebarnya pandemi corona saat ini, tak memandang status sosial, mau pejabat, buruh, orang kaya, orang kota, orang desa semua pada waspada terhadap mahluk corona. Tindakan preventifpun banyak dilakukan, dengan sering cuci tangan, bawa masker, tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya. Tak berhenti disitu, dengan serius pemerintah mengalokasikan dana khusus penanggulangan virus tersebut. Bahkan DBH-CHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tak luput dipergunakan. <\/p>\n\n\n\n Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6598,"post_author":"877","post_date":"2020-03-30 10:40:10","post_date_gmt":"2020-03-30 03:40:10","post_content":"\n Dunia dihebohkan adanya virus corona, Indonesia pun demikian. Menyebarnya pandemi corona saat ini, tak memandang status sosial, mau pejabat, buruh, orang kaya, orang kota, orang desa semua pada waspada terhadap mahluk corona. Tindakan preventifpun banyak dilakukan, dengan sering cuci tangan, bawa masker, tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya. Tak berhenti disitu, dengan serius pemerintah mengalokasikan dana khusus penanggulangan virus tersebut. Bahkan DBH-CHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tak luput dipergunakan. <\/p>\n\n\n\n Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6598,"post_author":"877","post_date":"2020-03-30 10:40:10","post_date_gmt":"2020-03-30 03:40:10","post_content":"\n Dunia dihebohkan adanya virus corona, Indonesia pun demikian. Menyebarnya pandemi corona saat ini, tak memandang status sosial, mau pejabat, buruh, orang kaya, orang kota, orang desa semua pada waspada terhadap mahluk corona. Tindakan preventifpun banyak dilakukan, dengan sering cuci tangan, bawa masker, tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya. Tak berhenti disitu, dengan serius pemerintah mengalokasikan dana khusus penanggulangan virus tersebut. Bahkan DBH-CHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tak luput dipergunakan. <\/p>\n\n\n\n Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6598,"post_author":"877","post_date":"2020-03-30 10:40:10","post_date_gmt":"2020-03-30 03:40:10","post_content":"\n Dunia dihebohkan adanya virus corona, Indonesia pun demikian. Menyebarnya pandemi corona saat ini, tak memandang status sosial, mau pejabat, buruh, orang kaya, orang kota, orang desa semua pada waspada terhadap mahluk corona. Tindakan preventifpun banyak dilakukan, dengan sering cuci tangan, bawa masker, tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya. Tak berhenti disitu, dengan serius pemerintah mengalokasikan dana khusus penanggulangan virus tersebut. Bahkan DBH-CHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tak luput dipergunakan. <\/p>\n\n\n\n Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6598,"post_author":"877","post_date":"2020-03-30 10:40:10","post_date_gmt":"2020-03-30 03:40:10","post_content":"\n Dunia dihebohkan adanya virus corona, Indonesia pun demikian. Menyebarnya pandemi corona saat ini, tak memandang status sosial, mau pejabat, buruh, orang kaya, orang kota, orang desa semua pada waspada terhadap mahluk corona. Tindakan preventifpun banyak dilakukan, dengan sering cuci tangan, bawa masker, tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya. Tak berhenti disitu, dengan serius pemerintah mengalokasikan dana khusus penanggulangan virus tersebut. Bahkan DBH-CHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tak luput dipergunakan. <\/p>\n\n\n\n Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6598,"post_author":"877","post_date":"2020-03-30 10:40:10","post_date_gmt":"2020-03-30 03:40:10","post_content":"\n Dunia dihebohkan adanya virus corona, Indonesia pun demikian. Menyebarnya pandemi corona saat ini, tak memandang status sosial, mau pejabat, buruh, orang kaya, orang kota, orang desa semua pada waspada terhadap mahluk corona. Tindakan preventifpun banyak dilakukan, dengan sering cuci tangan, bawa masker, tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya. Tak berhenti disitu, dengan serius pemerintah mengalokasikan dana khusus penanggulangan virus tersebut. Bahkan DBH-CHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tak luput dipergunakan. <\/p>\n\n\n\n Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja. Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6598,"post_author":"877","post_date":"2020-03-30 10:40:10","post_date_gmt":"2020-03-30 03:40:10","post_content":"\n Dunia dihebohkan adanya virus corona, Indonesia pun demikian. Menyebarnya pandemi corona saat ini, tak memandang status sosial, mau pejabat, buruh, orang kaya, orang kota, orang desa semua pada waspada terhadap mahluk corona. Tindakan preventifpun banyak dilakukan, dengan sering cuci tangan, bawa masker, tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya. Tak berhenti disitu, dengan serius pemerintah mengalokasikan dana khusus penanggulangan virus tersebut. Bahkan DBH-CHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tak luput dipergunakan. <\/p>\n\n\n\n Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia. Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja. Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6598,"post_author":"877","post_date":"2020-03-30 10:40:10","post_date_gmt":"2020-03-30 03:40:10","post_content":"\n Dunia dihebohkan adanya virus corona, Indonesia pun demikian. Menyebarnya pandemi corona saat ini, tak memandang status sosial, mau pejabat, buruh, orang kaya, orang kota, orang desa semua pada waspada terhadap mahluk corona. Tindakan preventifpun banyak dilakukan, dengan sering cuci tangan, bawa masker, tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya. Tak berhenti disitu, dengan serius pemerintah mengalokasikan dana khusus penanggulangan virus tersebut. Bahkan DBH-CHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tak luput dipergunakan. <\/p>\n\n\n\n Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia. Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja. Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6598,"post_author":"877","post_date":"2020-03-30 10:40:10","post_date_gmt":"2020-03-30 03:40:10","post_content":"\n Dunia dihebohkan adanya virus corona, Indonesia pun demikian. Menyebarnya pandemi corona saat ini, tak memandang status sosial, mau pejabat, buruh, orang kaya, orang kota, orang desa semua pada waspada terhadap mahluk corona. Tindakan preventifpun banyak dilakukan, dengan sering cuci tangan, bawa masker, tidak boleh kumpul-kumpul dan sebagainya. Tak berhenti disitu, dengan serius pemerintah mengalokasikan dana khusus penanggulangan virus tersebut. Bahkan DBH-CHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tak luput dipergunakan. <\/p>\n\n\n\n Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":29},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia. Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja. Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.
\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.
\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.
\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.
\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?
\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.
\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.
\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.
\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.
\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.
\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.
\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.
\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.
\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.
\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.
\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.
\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.
\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.
\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.
\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.
\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann
\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.
\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n
\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.
\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.
\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.
\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.
\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?
\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.
\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.
\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.
\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.
\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.
\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.
\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.
\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.
\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.
\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.
\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.
\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.
\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.
\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.
\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.
\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann
\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.
\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n
\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.
\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.
\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.
\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.
\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?
\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.
\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.
\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.
\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.
\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.
\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n
Banyak media yang memberitakan, penyebaran kali pertama virus corona ini ada di Kota Wuhan China. Awalnya orang-orang Indonesia hanya menyaksikan dan prihatin tragedi Wuhan tersebut. Jauh dari angan-angan orang Indonesia akan terjangkit pandemi corona tersebut. Dalam hitungan hari yang sangat singkat, virus tersebut tersebar di Indonesia. Akhirnya pemerintah mengambil sikap, setelah lebih dari satu orang positif terpapar pandemi corona, dan bahkan ada yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n
Mulailah genderang darurat corona dikumandangkan, hingga kebijakan untuk lockdown. Disinilah awal ricuh di masyarakat, antara cemas, takut dan antisipasi beda tipis. Semua aktifitas yang mendatangkan banyak orang ditiadakan dan dilarang. Pengajian umum banyak yang ditunda, tempat wisata banyak yang di tutup. Bahkan kegiatan sholat jum\u2019ah bagi orang Islam diintruksikan oleh Majlis Ulama\u2019 Indonesia ditiadakan. Memang intruksi tersebut banyak menuai kontroversi. Ada yang tidak setuju dan ada setuju.<\/p>\n\n\n\n
Yang tidak setuju berdalih ibadah wajib tidak boleh ditinggal kecuali dalam kondisi kepayahan (udzur syar\u2019i). Ada yang memakai dalil bahwa dulu saat Nabi Muhammad berperang aja masih melaksanakn sholat jum\u2019ah. Berbeda dengan kelompok yang setuju, mereka berpendapat saat ini kondisi sangat darurat dan termasuk kategori kepayahan. Saat Nabi berperang tetap melaksanakan ibadah sholat jum\u2019ah itupun ada aturan, harus bergantian. Dimana barisan sholat yang di depan melakukan gerakan sholat, barisan dibelakangnya berdiri menjaga, kemudian barisan yang awalnya menjaga, melakukan gerakan sholat, barisan yang di depan gantian berdiri menjaga, begitu seterusnya sampai ibadah selesai. Hal itu musuh kelihatan di depan mata, sedangkan virus corona ini tak terlihat kasat mata, ia berada dimana, berapa jumlahnya dan kapan ia bergerak. Akhirnya mereka setuju kegiatan sholat jum\u2019ah di tiadakan diganti dengan sholat dhuhur di rumah masing-masing. <\/p>\n\n\n\n
Ingat ya, perbedaan di atas jangan diperbesar. Terlepas dari perbedaan pendapat di atas andai saja setiap masjid atau tempat ibadah dipersiapakan syarat untuk mencegah corona sah-sah saja dilakukan kegiatan ibadah. Sederhananya begini, tempat ibadahnya sering disemprot cairan sterilisasi, sebelum masuk disiapkan alat sterilisasi atau minimal tempat cuci tangan, begitu selesai ibadah juga demikian harus cuci tangan atau disemprot cairan sterililasi. Namun apabila syarat tersebut belum siap dan belum terpenuhi sesui stadarisasi pengamanan pencegahan corona, memang baiknya kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing masing. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harap memaklumi, dan memang berat memahami kondisi yang saat ini terjadi, tidak mudah untuk menerima. Tapi apa boleh buat, bagaikan nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita harus menjalani fase ini.
Acara cerita, banyak orang kecewa atas pemberlakukan lockdown. Di Kudus panitia pengajian umum di masjid agung alun-alun, yang rencananya sebagai pembicara beliau KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) harus di tunda karena adanya intruksi dari pemerintah dan Robithoh Ma\u2019had Islamiyah (RMI) melarang ada kegiatan yang menggerakkan massa termasuk pengajian. <\/p>\n\n\n\n
Bagi panitia pengajian saat itu merasa kecewa, karena semua persiapan sudah dilakukan, bahkan sudah terbayar. Namun apa boleh buat, gara-gara intruksi tersebut harus di undur dan ditiadakan saat itu. Ada sebagian oknum panitia yang mengatakan, kenapa kita harus takut pada corona, seharusnya takut pada Tuhan. Celetukan oknum tersebut di sikapi KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni, ya memang manusia harus takut pada Tuhan itu pasti, bagi orang Islam menarik diri dari kerusakan sangat dianjurkan dan itu perintah yang tersurat dalam kitab suci al-Qur\u2019an. Hal ini harus dipahami dengan jeli, kenapa kita harus makan makanan yang sehat, kita harus menjaga kesehatan badan kita itu salah satu ikhtiyar manusia yang sangat dianjurkan agama kata KH. Yusrul Hana Sya\u2019roni.
Ternyata kondisi diundurnya setiap kegiatan tak hanya di Kudus Kota Kretek, terjadi juga diseluruh nusantara. Bahkan ada kejadian, ada orang yang nekat melakukan resepsi pernikahan dalam kondisi lockdown dianjurkan pihak aparat untuk bubar. Nah, yang kayak gini harus diapresiasi penegakan hukum jalan, dan yang punya hajat harus legowo dengan pertimbangan menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan banyak orang. Satu sisi banyak yang kecewa hal tersebut terjadi, sisi lain memang harus begitu guna memutus mata rantai virus corona tersebut. <\/p>\n\n\n\n
Lain penegakan hukum, ternyata pemerintah di daerah pun serius menyikapi wabah virus corona tersebut dengan mengalokasikan anggaran khusus pencegahan dan tindakan bagi yang terpapar. Ambil contoh Pemkot Kediri dan Kabupaten Kudus, dua kota basis rokok kretek sangat serius menyikapi pandemi corona. Diadaptasi dari Surabaya.com, Penanganan Covid 19 di Kota Kediri harus dipercepat dengan mengganggarkan Rp. 20.3 miliar untuk menangani pandemi virus corona yang terbagi Rp. 15,3 miliar diambil dari alokasi DBH-CHT, untuk membeli barang hand sanitizer, masker dan disinfektan yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Sisanya, Rp 5 miliar diambil dari dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan biaya operasional kesehatan. Penjelasan Fauzan Adima Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Kediri.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kudus pun demikian, pemerintah kabupaten akan menggunakan anggaran DBH-CHT untuk pencegahan penyakit virus corona yang nilainya Rp 12 miliar ungkap Eko Djumartono Kepala Badan pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Dari hasil rapat gugus tugas penanggulangan covid 19 anggaran tersebut dipergunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan \/ hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared hingga viral transport media (VTM) atau pengangkut sampel spesimen bagi pasien terduga dampak virus corona. Lain Pemkab, industri kretek terbesar di Kudus PT. Djarum juga telah menyatakan kesiapannya membantu Pemkab untuk pengadaan VTM yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n
Semua pihak harus punya visi dan misi yang sama guna menghentikan wabah pandemi corona. Pembayar pajak dan penghasil DBH-CHT (perokok) merasa bangga dan ikhlas uang hasil darinya digunakan membantu pemerintah untuk pencegahan virus tersebut. Tentunya penggunaan anggaran DBH-CHT tersebut harus betul-betul tersalurkan dengan tepat dan jangan diselewengkan. Mengingat bangsa Indonesia saat ini darurat dalam mengatasi pandemi corona. <\/p>\n","post_title":"DBH-CHT untuk Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"dbh-cht-untuk-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-30 10:40:16","post_modified_gmt":"2020-03-30 03:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6598","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n
\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.
\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.
\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.
\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.
\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.
\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.
\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.
\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.
\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.
\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.
\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann
\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.
\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n
\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.
\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.
\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.
\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.
\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?
\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.
\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.
\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.
\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.
\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.
\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n