Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n
Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\nProduk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n
Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n
foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\nSaat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n
Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\nSeharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":46},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n
Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin. Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin. Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin. Khofifah memberikan pelajaran bagi anti rokok. Tidak boleh sok tahu, apalagi selama ini antirokok hanya berasumsi, tanpa melihat fakta dilapangan. Khofifah juga menganjurkan agar lebih mengenal adat-istiadat, budaya dan tradisi masyarakat, tidak boleh melakukan hegemoni kultural, sebab keberagaman adat-istiadat dan budaya merupakan kekayaan negeri. <\/p>\n\n\n\n Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin. Kebijakannya membuat fenomenal, selain bahan makanan, dan bantuan lain, khofifah juga membawa rokok. Yang kemudian ada yang mengggugat dari anti rokok, tetapi sebagai Menteri, Khofifah tentunya sudah mengkaji secara mendalam. Dengan kecerdasannya , Khofifah menjawab dengan tegas dan lugas, \u201cjangan sok tahu kehidupan mereka, kenali apa yang menjadi ritme kehidupan mereka. Sangat bijaksana kalau kita semua pergi kesana, sehingga tahu adat istiadatnya juga. Tolong kalau ingin mengerti tentang kultur jangan hanya dari kacamata Jakarta. Saya pun ingin mengajak anda kesana, turun kesana, sapalah mereka\u201d.<\/p>\n\n\n\n Khofifah memberikan pelajaran bagi anti rokok. Tidak boleh sok tahu, apalagi selama ini antirokok hanya berasumsi, tanpa melihat fakta dilapangan. Khofifah juga menganjurkan agar lebih mengenal adat-istiadat, budaya dan tradisi masyarakat, tidak boleh melakukan hegemoni kultural, sebab keberagaman adat-istiadat dan budaya merupakan kekayaan negeri. <\/p>\n\n\n\n Pelajaran Khofifah sangat mendalam dan bercirikhas Nusantara. Sebgaai Menteri \u00a0Sosial tentunya lebih berpengalaman apa yang dibutuhkan bangsa ini agar tetap jaya, bersatu dan utuh. Kenali perbedaan, hormati perbedaan, junjung tinggi budaya yang berbeda. \u00a0Apa yang telah dilakukan Khofifah dengan membawa rokok ke suku anak dalam adalah cermin penghormatan tradisi dan budaya masyarakat. Sebagai seorang Mentri, tentunya punya kuasa, artinya bisa seorang khofifah memberikan bantuan sesuai keinginannya sendiri, namun hal itu tidak dilakukan. Ia lebih mengedepankan penghormatan budaya masyarakat setempat, dengan membawa rokok untuk pendekatan dan pertemanan. Karena Khofifah tahu betul, bahwa merokok adalah budaya mereka, yang diwaris dari neneng moyang mereka. <\/p>\n\n\n\n Baca Juga: Memilih Jalan Hidup Menikmati Kretek<\/a><\/p>\n\n\n\n Abdul Rifa\u2019I dalam media bintang timur terbit pada 03 Oktober 1927, mengatakan, \u201ckopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya gula jawa, susu tidak dipakai karena tidak nationaal. Rokoknya kelobot, selamatan natioanaal ini terus berlangsung ed sampai pagi hari\u201d. <\/p>\n\n\n\n Semangat nasionalisme harus tertanam, mengedepankan produk lokal adalah salah satu semangat nasionalime. Salah satu keberadaan rokok klobot menjadi ciri produk asli indonesia dan harus dilestarikan. Klobot sendiri adalah ramuan tembakau dan cengkeh di gulung memakai daun jagung, embrio perkembangan menjadi rokok sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin.
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\nProduk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n
Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n
foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\nSaat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n
Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\nSeharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":46},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional <\/strong><\/h3>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\nProduk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n
Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n
foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\nSaat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n
Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\nSeharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":46},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional <\/strong><\/h3>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\nProduk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n
Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n
foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\nSaat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n
Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\nSeharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":46},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional <\/strong><\/h3>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\nProduk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\nWatak dari perusahaan multinasional memang seperti itu, mereka sangat jeli melihat peluang pasar ke depannya. Ketika market place perusahaan rokok multinasional saat ini terus dirongrong oleh kelompok antirokok, mereka tak kehabisan akal. Maka kemudian mereka menginovasi produk rokok konvensional menjadi rokok yang tidak berasap. Begitupun dengan mengikutsertakan jargon-jargon kesehatan dalam narasi promosi mereka.<\/span>\r\n\r\nSesungguhnya memang seperti itulah watak bisnis perusahaan-perusahaan multinasional, melakukan segala cara agar bisnis mereka tetap bertahan, meskipun harus merangkul musuh sekalipun. <\/span>\r\n\r\nYa kadang pura-pura berantem sama antirokok, tapi dibalik itu sebenarnya baik-baik saja, dan tentunya ada kompromi untuk terus melanggengkan bisnis mereka.<\/span>\r\n
Lalu siapa yang dirugikan dari permainan bisnis macam produk rokok tanpa asap perusahaan rokok multinasional ini?<\/span><\/h3>\r\nTentunya yang sangat dirugikan adalah produk hasil tembakau yang memiliki kekhasan seperti kretek di Indonesia. Kretek sebagai produk khas asli Indonesia yang menjadi bagian dari warisan kebudayaan tidak mungkin bertransformasi menjadi produk-produk elektrik dan sejenisnya.<\/span>\r\n\r\nKretek tetaplah kretek, dengan bahan baku alami tembakau dan cengkeh yang tidak diintervensi dengan zat atau perangkat penghantar lainnya. Karena dengan bentuk, karakter dan cara menikmatinya memang konvensional dan akan terus begitu apapun kondisi dan zamannya.<\/span>\r\n
Bisnis produk rokok tanpa asap (elektrik) juga menghajar kretek dengan mendompleng isu pengendalian tembakau. Kampanye pengendalian tembakau selalu membawa slogan bahaya merokok dan upaya untuk berhenti merokok. <\/span><\/blockquote>\r\nDari isu tersebut, rokok elektrik masuk dengan citra produk alternatif tembakau, bahkan mereka tak segan menilai bahwa rokok elektrik lebih aman ketimbang rokok konvensional, yakni kretek.<\/span>\r\n\r\nLalu jika Indonesia akan dibanjiri dengan produk-produk yang mengatasnamakan produk alternatif tembakau, macam rokok tanpa asap (iQOS dan sejenisnya), maka itulah pertanda bahwa kretek harus tergerus dari cara hidup manusia Indonesia dalam menikmati produk hasil tembakau khas Indonesia yang sudah turun-temurun lamanya dinikmati manusia Indonesia.<\/span>","post_title":"Nasib Kretek di Pusaran Pertarungan Bisnis Global Perusahaan Rokok Multinasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"nasib-kretek-di-pusaran-pertarungan-bisnis-global-perusahaan-rokok-multinasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-02 08:01:43","post_modified_gmt":"2019-02-02 01:01:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5385","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5361,"post_author":"877","post_date":"2019-01-28 09:37:21","post_date_gmt":"2019-01-28 02:37:21","post_content":"Selain regulasi, keberadaan rokok elektrik<\/a> mengancam eksisten industri rokok kretek nasional. Regulasi dan kebijakan pemerintah tentang aturan peredaran rokok kretek di Indonesia belum berpihak terhadap industri kretek<\/a>. Regulasi yang ada cenderung pada pengendalian peredaran tembakau (rokok kretek). <\/span>\r\n\r\nSumbangan pungutan pajak rokok kretek sangat besar. Selanjutnya pemanfaatan dana cukai untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian termasuk bagi orang yang tidak merokok. Bahkan dana cukai, dipergunakan untuk fasilitas kesehatan, yang selama ini selalu menentang keberadaan rokok kretek. Celakanya, di balik regulasi pemerintah Indonesia dan kesewenang-wenangan rezim kesehatan terhadap rokok kretek terkandung kepentingan multinasional. <\/span>\r\n\r\nAmbil contoh, aturan pengendalian tembakau dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109\/2012, terdapat batasan pengunaan tembakau. Yang tercantum dan diperbolehkan adalah <\/span>low tar low <\/span><\/i>nikotin. Aturan tersebut jelas tidak akan terpenuhi oleh rokok kretek. Karena rokok kretek menggunakan racikan lokal (tembakau dan cengkeh), yang tidak mungkin sesuai ketentuan batasan <\/span>low tar low nikotin<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nAturan batasan tersebut, jelas tujuan utamanya mengebiri keberadaan industri kretek nasional, pertanian tembakau sampai petani cengkeh. Bahan utama rokok kretek adalah tembakau dan cengkeh dari para petani lokal. <\/strong>\r\n\r\nDi balik aturan dan kebijakan pemerintah yang didorong untuk pengendalian tembakau, ternyata dewasa ini muncul produk baru berupa rokok elektrik yang menyerang pangsa pasar di Indonesia. Hal ini tidak serta merta kebetulan, namun sudah <\/span>disetting<\/span><\/i> dan diperhitungan sejak awal. \u00a0<\/span>\r\n\r\n
foto: Eko Susanto\/RokokIndonesia.com[\/caption]\r\n\r\nRokok elektrik tidak akan beredar dengan bebas tanpa ada peluang. Salah satu peluangnya adanya kebijakan atau regulasi yang berpihak. Walaupun keberpihakan kebijakan pemerintah tidak langsung. \u00a0Contohnya kebijakan low tar low nikotin di atas. Lain itu, isu yang selalu diangkat dan dikampanyekan oleh antirokok pada intinya adalah rokok kretek sumber penyakit dan mempercepat kematian. Tuduhan antirokok tersebut tidak benar adanyanya dan tidak berdasar. Kenyataan hidup, justru orang-orang Indonesia dengan merokok kretek memperpanjang umur, banyak anak, dan yang terpenting adalah merasa senang, gembira serta sehat. <\/span>\r\nSaat ini ada dua jenis rokok elektrik beredar di Indonesia, yaitu vape dan IQOS. Vape lebih dahulu beredar, sekitar tahun 2010, sedang IQOS secara resmi beredar massal memang belum, tetapi perkenalan produk sedikit demi sedikit sekitar tahun 2018. Dua-duanya produk asing yang akan menjadi pesaing rokok kretek. <\/span><\/blockquote>\r\nVape dan IQOS, sama tapi beda, kesamaannya memakai alat hirup bantuan baterai yang disebut system elektronik nicotine delivery system (ENDS) atau biasa disebut system pengiriman elektronik nikotin. Bedanya, bentuk \u00a0IQOS lebih simpel dan minimalis seperti bentuk rokok pada umumnya, dan tidak ada asap, inoasi jenis vape. Sedangkan vape, bentuknya agak besar dan tidak serupa dengan rokok pada umumnya, saat dihisap asapnya tebal, melebihi keluarnya asap rokok. \u00a0<\/span>\r\n\r\n
Foto: ;Liputan6.com[\/caption]\r\n\r\nVape diproduksi massal di Cina dan IQOS diproduksi Philip Morris Internasional. Keduanya, jelas produk asing yang akan ikut andil meramaikan pasar rokok di Indonesia. Memang pasar rokok di Indonesia masih dikuasai rokok kretek, namun lambat laun akan tergerus keberadaan rokok elektrik. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi dengan masifnya isu bahaya merokok yang selalu didengungkan antirokok dan rezim kesehatan berpengaruh positif berkembangnya rokok elektrik yang diklaim sebagai solusi pengganti rokok kretek, yang lebih menyehatkan. \u00a0Banyak riset meragukan klaim tersebut, sebaliknya banyak riset mengatakan rokok elektrik berbahaya bagi tubuh manusia. <\/span>\r\n\r\nSederhananya, antirokok dan rezim kesehatan mengkampanyekan bahaya merokok, kemudian pihak lain menawarkan solusi, dengan rokok elektrik.<\/strong> Selanjutnya antirokok dan rezim kesehatan menangkap solusi alternatif tersebut, dengan seakan-akan membuat kajian dan riset ilmiah adanya rokok elektrik, yang hasilnya pembelaan terhadap rokok elektrik dan menjatuhkan rokok kretek produksi industri nasional.<\/span>\r\n\r\nInilah fenomena yang terjadi di Republik ini. Industri hasil tembakau (nasional) berupa rokok kretek ditekan keberadaannya dengan regulasi, dengan isu negatif kemudian pangsa pasar di dalam negeri akan direbut produk rokok asing. Sayangnya, pemerintah tidak mengambil sikap tegas beredarnya rokok elektrik, justru terkesan pembiaran. Tidak sebanding dengan perlakukan pelarangan beredarnya rokok kretek di Negara asing, seperti Amerika dan Negara lain. Rokok kretek dilarang beredar di Amerika, dengan dikeluarkannya aturan\/kebijakan pemerintah, dan memberi \u00a0kebebasan peredaran rokok (bukan kretek) produk negaranya sendiri.<\/span>\r\nSeharusnya pemerintah Indonesia bertindak demikian, dengan tegas menolak produk rokok asing, minimal ada aturan rigid untuk rokok elektrik. Tindakan demikian, sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional. Selama ini, perlakuan pemerintah justru terbalik, banyak kebijakan dan aturan yang menghambat perkembangan industri rokok kretek nasional. \u00a0Bahkan produk regulasi yang diterapkan di Indonesia, sebagian besar merupakan adopsi dari Negara lain, sehingga membuka peluang untuk produk rokok asing termasuk rokok elektrik.<\/strong><\/blockquote>\r\nKeberadaan rokok elektrik lambat laun mengancam eksistensi industry rokok kretek nasional, dan akan merugikan banyak pihak. \u00a0Berkurang bahkan bisa jadi hilang salah satu sumber terbesar pendapatan Negara. Matinya industri hasil tembakau berupa kretek, baik industri skala besar apalagi industri kecil. \u00a0Hilangnya penghidupan petani cengkeh. Hilangnya sumber penghidupan petani tembakau. Hilangnya sumber pencaharian 6,1 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada industry kretek, yaitu buruh\/pekerja dan orang-orang yang bekerja sektor lain (multiplayer effect) industri kretek, seperti percetakan, pedagang, penitipan sepeda, dan lainnya masih banyak lagi sebagai sumber pendapatan keluarga masyarakat kecil. <\/span>\r\n\r\nBeredarnya rokok elektrik akan berpotensi signifikan sebagai ancaman bagi industry kretek dalam negeri dan mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. <\/span>","post_title":"Peredaran Rokok Elektrik di Indonesia Mengganggu Stabilitas Industri Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-elektrik-di-indonesia-mengganggu-stabilitas-industri-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-28 09:40:51","post_modified_gmt":"2019-01-28 02:40:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5361","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":46},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Kretek Sebagai Simbol Pergerakan Nasional <\/strong><\/h3>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Kretek dalam Pusaran Budaya Bangsa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dalam-pusaran-budaya-bangsa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-04 08:40:41","post_modified_gmt":"2019-02-04 01:40:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5406","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5385,"post_author":"883","post_date":"2019-02-02 08:01:01","post_date_gmt":"2019-02-02 01:01:01","post_content":"Pada tahun 2014, perusahaan rokok multinasional Philip Morris Internasional Inc. merilis sebuah produk <\/span>perangkat\u00a0<\/span>rokok<\/span><\/a>\u00a0tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya\u00a0<\/span>heat not burn<\/i><\/strong>\u00a0(HNB) iQOS<\/strong>. <\/span>\r\n\r\nPerangkat rokok tanpa asap dengan nama iQOS<\/a> ini berbentuk seperti bagian luar pulpen, dengan lubang di tengah untuk rokok. Produk yang berada di bawah brand Marlboro ini dapat memanaskan rokok sampai 350 derajat celcius lalu mengeluarkan uap nikotin beraroma tembakau<\/em><\/a>.<\/span>\r\nProduk iQOS sebenarnya bukanlah produk rokok tanpa asap yang pertama muncul. Sebelumnya di tahun 1990-an, Reynolds Tobacco Co pernah merilis produk serupa bernama Eclipes yang juga dapat menguapkan nikotin setelah dinyalakan dengan korek api.<\/span><\/blockquote>\r\nSelain itu, Eclips juga dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. Namun, pada saat itu Eclips tidak diminati oleh pasar, utamanya para perokok konvensional. Meskipun Eclips dipromosikan sebagai produk rokok yang tidak menyisakan sampah abu atau meninggalkan bau di penggunanya. <\/span>\r\n\r\nBisnis semacam rokok tanpa asap seperti Eclips dan iQOS memang sudah menjadi bagian dari rencana panjang bisnis perusahaan-perusahaan rokok multinasional. Jadi tidak usah heran jika ke depannya akan kita akan banyak menemukan produk rokok tanpa asap ini.<\/span>\r\n\r\n