REVIEW

Bulan Ramadhan, Kapan Waktu yang Tepat untuk Menikmati Rokok?

Banyak orang bilang, rokok kretek mengandung zat adiktif, yang membuat penghisapnya sakaw dan ketergantungan. Pada bulan inilah, semua tuduhan mereka terbantahkan. Perokok masih tetap hidup dan tidak kejang-kejang, meski seharian tidak merokok.

Berpuasa bagi penikmat rokok kretek bukanlah satu halangan. Karena dengan berpuasa, selain kita menghambakan diri kepada Tuhan, juga sebetulnya akan mendapatkan rasa lebih nikmat saat merokok kretek setelah berbuka puasa, contohnya. Tidak akan beda jauh dengan saat makan dan minum setelah satu hari berpuasa. Ketika berbuka rasanya begitu sangat nikmat.

Baca: Ketetapan Hukum Rokok dalam Fatwa NU: Mubah (Boleh)

Kenikmatan saat berbuka tidak ada tandingannya. Bahkan saking nikmatnya terkadang banyak yang tidak control.  Makan dan minum berlebihan, melebihi kapasitas tampungan perut, sehingga mengakibatkan terlalu kenyang. Dampaknya perut sakit dan seluruh badan juga ikut terasa sakit. Pokoknya badan saat digerrakkan terasa tidak nyaman, dan ada juga yang pingin muntah tapi tidak bisa.       

Bisa jadi, ketidakkontrolan sebagian orang tersebut karena ada rasa dendam yang berlebihan saat menjalankan puasa. Misalnya, saat puasa, serasa berat menahan haus atau serasa berat menahan lapar, akibat tidak sahur. Begitu buka puasa, mendobel makan dan minum hingga terlalau kenyang. Nah, perbuatan seperti ini, agama melarangnya dan bagi tubuh tidak baik pula. Untuk itu bagi sahabat kretek jauhi perbuatan tersebut. Nikmati kenikmatan yang sewajarnya. Makan dan minum sewajarnya sesuai porsi. Menikmati rokok kretek juga demikian, jangan terlalu kebanyakan karena akan hilang nikmatannya.

Nikmat, akan terasa jika terjadi saat batas kewajaran atau bahkan saat kekurangan. Contohnya, manusia akan lebih merasakan nikmat di saat awalnya kekurangan kemudian menjadi tambah. Beda dengan awalnya memang sudah tambah, kemudian bertambah lagi, tidak begitu terasa nikmatnya. Kembali ke puasa, satu hari penuh menahan haus dan lapar, di saat berbuka nikmatnya begitu terasa. Berbeda saat makan dan minum di waktu yang bisa dilakukan semaunya (tidak dalam keadaan puasa) rasa nikmatnya biasa.

Kebiasan Nabi Muhammad kalau tidak sedang berpuasa, ia tidak akan makan sebelum perut betul betul terasa lapar. Ia tidak akan minum sebelum betul betul terasa haus. Ia akan berhenti makan, sebelum kenyang, ia akan berhenti minum sebelum hausnya hilang. Inilah kebiasaan Nabi Muhammad yang seharusnya di tiru sahabat krete. Agar kenikmatan selalu melekat pada kita, saat menikmati rokok kretek. Terlalu banyak merokok kretek dalam batas kewajaran, nikmatnya akan hilang. Karena menikmati rokok kretek bukan sekedar menikmati rasa rokoknya. Lebih dari itu, merokok adalah perbuatan untuk rekreasi dan relaksasi.

Baca: Nasehat K.H. Sya’roni dan Pesan Moral R.M.P. Sosrokartono bagi Pemimpin

Rekreasi dan relaksasi saat ini sangat dibutuhkan tiap manusia, dengan bermacam-macam cara. Ada yang bertamasya, ada yang kuliner, ada yang putar-putar alias jalan-jalan, ada yang olah raga dan masih banyak macamnya, dan tidak terkecuali aktifitas merokok kretek.

Merokok kretek sambil minum kopi atau sambil baca buku, koran dan lainnya, bagi sebagian orang menjadi sarana untuk merilekkan tubuh, dari rasa capek seharian bekerja. Begitu juga bagi yang tidak punya uang lebih untuk pergi rekreasi atau pergi tamasya, kuliner, cenderung akan mencari cara yang murah untuk merilekkan tubuhnya. Kalau ia penikmat rokok kretek, bisa dipastikan akan memilih menikmati sebatang dua batang rokok kretek dari pada harus pergi yang membutuhkan biaya besar. Jika  dibanding dengan mengeluarkan uang untuk membeli satu bungkus rokok kretek jauh lebih irit bagi sahabat kretek.

Sahabat kretek yang sedang berpuasa atau yang sedang relaksasi dan rekreasi, di bulan suci Ramadhan ini, ada waktu-waktu yang nikmat untuk menikmati rokok kretek, yaitu:

Pertama, setelah berbuka puasa, artinya setelah makan dan minum selesai, kemudian menikmati rokok kretek akan terasa nikmat. Tapi perlu diwaspadai bagi sahabat kretek jangan sampai waktu sholat magribnya hilang.

Kedua, setelah sholat, baik setelah sholat magrib yang dilaksanakan setelah makan dan minum buka puasa, atau setelah sholat tarawih selesai. Setelah kewajiban kita mentaati agama selesai, serasa hati plong dan disaat itulah sangat nikmat merokok kretek.

Ketiga, setelah tadarus al-Quran malam hari di masjid atau musholla, sudah menjadi adat setelah sholat tarawih di masjid atau musholla diadakan baca al-Quran bergantian disebut tadarus al-Quran, selesai tadarus  biasanya ngobrol sebentar sambil menikmati hidangan dari masyarakat dan minuman malah terkadang kopi, disitulah waktu yang nikmat merokok kretek sambil ngobrol, makan dan minum.

Keempat, setelah sahur, setelah makan sahur juga waktu yang sangat nikmat merokok kretek sambil membawa sisa minuman.

Kelima, menjelang waktu imsak, waktu yang terakhir boleh makan, minum dan merokok. Waktu yang sangat nikmat merokok kretek karena sebagai pamungkas. Tapi jangan lupa tetap diakhiri minum air putih dan gosok gigi.

Inilah beberapa waktu yang nikmat untuk menghisap rokok kretek, adapun untuk relaksasi dan rekreasi tergantung waktun yang dibutuhkan. Tentunya di saat bulan suci Ramadhan, hanya diperbolehkan di malam hari sampai batas fajar shodik atau batas imsak. Jangan lupa dimalam hari untuk niat berpuasa dipagi harinya, begitu seterusnya sampai tanggal bulan suci Ramadhan dalam satu bulan selesai. Demikian, selamat menunaikan ibadah puasa di bulan yang penuh berkah, bulan penuh pahala, bulan suci Ramadhan.

Bijak Berkomentar Tanda Kretekus Santun
mm
Seorang santri dari Kudus. Saat ini aktif di Komite Nasional Penyelamatan Kretek (KNPK).

You may also like

Comments are closed.

More in:REVIEW