Purbaya Dimusuhi  Banyak Pejabat, Tapi Tetap akan Didukung  Rakyat

Silang pendapat KDM dan Purbaya Boleh Merokok

Sejak Purbaya Yudhi Sadewa mengisi kursi kementerian keuangan bisa dikatakan ia menjadi sedikit dari banyaknya pejabat negara yang menjadi harapan baru bagi  rakyat. Bagaimana tidak ia tipikal orang yang jujur. Apa adanya. Blak-blakan. Makanya ada istilah cowboy yang disematkan kepadanya.

Tidak hanya omon-omon saja, sudah banyak gebrakan yang ia lakukan. Misalnya dengan memindahkan dana SAL Rp200 triliun ke bank Himbara, tidak menaikkan cukai rokok 2026, memberantas rokok ilegal, kunjungan ke pabrik rokok, kejar 200 pengemplang pajak, menambah anggaran TKD2 2026, membuat platform lapor Purbaya, dan sebagainya.

Beda vibes Purbaya dan Sri Mulyani

Hal itu membuat publik melihat Purbaya di berbagai kesempatan memiliki positive vibes. Bukan pejabat yang aura menindasnya kuat sekali. Ya kita tahu sendiri lah soal hal ini.

Bahkan dari kerja-kerja Purbaya yang belakangan menjadi spotlight ini, sampai-sampai publik pun menanyakan bagaimana kerja Menteri Keuangan, Sri Mulyani sebelumnya?

Ya memang wajar, karena bisa dikatakan Purbaya ini menanggung “dosa-dosa” yang dibuat oleh Sri Mulyani. Dalam hal Industri Hasil Tembakau setiap tahunnya Sri Mulyani selalu menaikkan cukai rokok, bahkan di era Jokowi saja yang menteri keuangannya masih terus-menerus Sri Mulyani harga sudah naik 100% lebih.

Tak ayal pajak rokok terus dihisap tanpa ampun. Misalnya dalam hal Sigaret Kretek Tangan, negara menerima 37%. Lebih ngeri lagi kalau melihat Sigaret Kretek Mesin (SKM) negara memungut pajak termasuk cukai  67%.

Dari situ dampaknya sudah jelas kalau Industri Hasil Tembakau sekarat. Pabrik kelimpungan membeli bahan baku dari petani dengan harga tinggi. Lha wong pajaknya saja tinggi sekali.

Jadi kondisi banyak petani tembakau maupun cengkeh diambang penderitaan. Itu baru konteks kenaikan cukai. Masih banyak dosa Sri Mulyani kalau mau dibahas di segala lini.

Dimusihi pejabat, didukung rakyat

Tapi seperti yang saya tuliskan di atas, bahwa Purbaya menjadi harapan baru untuk memajukan Indonesia. Tapi bukan berarti  niat baik itu membuat dirinya akan di-support oleh semua pihak. Sudah pasti ada musuh yang terus mengintainya.

Bahkan belakangan Purbaya pun berselisih dengan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi. Kata Purbaya ada dana APBD yang masih mengendap dalam bentuk deposito di bank. Jumlahnya tidak main-main. Purbaya mengatakan jumlahnya Rp4,17 triliun.

Namun, Gubernur Jabar KDM membantah hal tersebut. Katanya tidak ada dana yang mengendap seperti apa yang disampaikan oleh Purbaya. Bahkan KDM pun menantang Purbaya untuk membuktikan omongannya.

Itu hanya salah satu contoh paling mutakhir saja, bagaimana di lingkungan pemerintah sendiri pun, banyak yang sensitif terhadap Purbaya. Tapi untuk Pak Purbaya tidak usah khawatir apalagi takut.

Selama Anda berada di jalan yang benar untuk berusaha membuat ekonomi Indonesia membaik, maka rakyat sudah pasti siap mendukungnya. “Kami neng mburimu Pak Pur. Caket!!” 

Juru Bicara Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK), Khoirul Atfifudin

BACA JUGA: Segini Pendapatan Negara dari Sebungkus Rokok (Dari Cukai dan Lain-lain), Tak Cuma 3%-4%

 

Artikel Lain