Rokok Mild Bukanlah Rokok Putih, Jangan Salah!

ilustrasi rokok mild

Ada banyak jenis rokok yang beredar di Indonesia, yang salah satunya adalah rokok mild. Namun, sampai hari ini masih banyak orang yang mengira bahwa rokok mild adalah rokok putih. Padahal anggapan itu jelas keliru.

Rokok mild di Indonesia punya karakter rasa dan identitas yang berbeda dari rokok putih. Kesalahpahaman ini justru memperkuat kekeliruan lain: seolah-olah kretek hanya sekadar rokok biasa atau hanya sekedar rokok tanpa filter dan tanpa ciri khas budaya, padahal kretek adalah produk khas Indonesia dengan sejarah panjang.

Rokok Mild

Rokok mild merupakan jenis rokok yang memiliki kandungan nikotin dan tar yang lebih rendah. Biasanya sering disebut LTLN (Low Tar Low Nicotine). Rokok ini menjadi salah satu jenis rokok paling populer di Indonesia. Terutama karena tarikannya yang lebih lembut dan ringan dibanding kretek konvensional.

Dalam perkembangannya, mild sering dianggap berbeda dari kretek karena tampilannya yang lebih modern dan halus. Padahal secara kategori, mild tetap masuk dalam golongan kretek mesin, karena tetap menggunakan campuran tembakau dan cengkeh, meskipun kadar cengkehnya lebih ringan.

Rokok mild ini sering disebut “rokok putih” oleh sebagian masyarakat. Alasannya sederhana: paper dan filternya memang berwarna putih. Ada juga yang menyebutnya sebagai “rokok putihan”. Tetapi istilah yang lebih tepat memang “putihan”, bukan “rokok putih”, karena putih di sini hanya soal tampilan batangnya, bukan soal jenis dan komposisinya.

Rokok Putih

Berbeda dengan mild, rokok putih merupakan jenis rokok yang berasal dari luar negeri dan bukan bagian dari tradisi rokok khas Indonesia. Rokok putih adalah rokok yang bahan bakunya hanya berupa daun tembakau tanpa campuran cengkeh atau rempah-rempah lainnya.

Umumnya rokok putih menggunakan tembakau Virginia, memiliki rasa yang lebih netral, dan diproduksi secara masif menggunakan mesin. Rokok putih juga lebih identik dengan industri rokok Barat, sehingga tidak memiliki keterkaitan budaya seperti halnya kretek di Indonesia.

Perbedaan Rokok Mild dengan Rokok Putih

Rokok mild memiliki perbedaan yang cukup jauh dengan rokok putih, baik dari segi komposisi maupun karakter rasanya.

Rokok mild menggunakan tembakau yang dicampur dengan cengkeh, dan termasuk golongan kretek mesin. Karena itu, mild masih memiliki rasa khas dengan aroma rempah yang ringan dan halus. Cengkeh mungkin tidak sekuat kretek tangan, tetapi unsur itu tetap ada sebagai identitas utama kretek.

Sedangkan rokok putih sama sekali tidak menggunakan campuran cengkeh. Isinya murni tembakau saja. Karena itu rasanya cenderung datar, netral, dan tidak memiliki aroma rempah khas seperti pada kretek.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa mild bukanlah rokok putih, melainkan bagian dari evolusi kretek yang menyesuaikan selera pasar modern tanpa meninggalkan akar komposisinya.

Menyamakan rokok mild dengan rokok putih adalah kesalahan yang cukup mendasar. Mild tetap merupakan produk kretek Indonesia yang kaya rasa, Sejarah dan budaya, hanya saja dengan versi yang lebih ringan dan modern. Memahami perbedaan ini penting agar kretek tetap Lestari dan tidak terus disalahpahami. Jangan menganggap mild sekadar rokok biasa yang tidak memiliki identitas budaya bahkan rokok putih.

 

Juru Bicara Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK), Alfianaja Maulana Ardika

BACA JUGA: 3 Rekomendasi Rokok Mild Terenak Tahun 2024

Artikel Lain