\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Berterimakasihlah kepada sang bapak bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur. Berkat kebijakannya saat menjadi Presiden Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi dijadikan hari libur nasional dan dianggap sebagai salah satu hari raya di Tanah Air. Meski sentimen antitionghoa masih ada di sana-sini, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa bangsa tionghoa sudah bersentuhan dengan budaya lokal dalam kurun waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Tahun Baru Imlek yang merupakan tradisi Bangsa Tiongkok kini sudah tak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kehadirannya sudah mewarnai dan berakulturasi dengan tradisi lokal. Menjelang Tahun Baru Imlek. Berbagai hiasan dan kemeriahan terjadi beberapa titik di Tanah Air. Perayaannya juga menjadi destinasi baru yang mengasyikkan untuk dilihat dan patut disaksikan.<\/p>\n\n\n\n

Berterimakasihlah kepada sang bapak bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur. Berkat kebijakannya saat menjadi Presiden Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi dijadikan hari libur nasional dan dianggap sebagai salah satu hari raya di Tanah Air. Meski sentimen antitionghoa masih ada di sana-sini, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa bangsa tionghoa sudah bersentuhan dengan budaya lokal dalam kurun waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5409,"post_author":"919","post_date":"2019-02-05 08:04:43","post_date_gmt":"2019-02-05 01:04:43","post_content":"\n

Tahun Baru Imlek yang merupakan tradisi Bangsa Tiongkok kini sudah tak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kehadirannya sudah mewarnai dan berakulturasi dengan tradisi lokal. Menjelang Tahun Baru Imlek. Berbagai hiasan dan kemeriahan terjadi beberapa titik di Tanah Air. Perayaannya juga menjadi destinasi baru yang mengasyikkan untuk dilihat dan patut disaksikan.<\/p>\n\n\n\n

Berterimakasihlah kepada sang bapak bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur. Berkat kebijakannya saat menjadi Presiden Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi dijadikan hari libur nasional dan dianggap sebagai salah satu hari raya di Tanah Air. Meski sentimen antitionghoa masih ada di sana-sini, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa bangsa tionghoa sudah bersentuhan dengan budaya lokal dalam kurun waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5409,"post_author":"919","post_date":"2019-02-05 08:04:43","post_date_gmt":"2019-02-05 01:04:43","post_content":"\n

Tahun Baru Imlek yang merupakan tradisi Bangsa Tiongkok kini sudah tak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kehadirannya sudah mewarnai dan berakulturasi dengan tradisi lokal. Menjelang Tahun Baru Imlek. Berbagai hiasan dan kemeriahan terjadi beberapa titik di Tanah Air. Perayaannya juga menjadi destinasi baru yang mengasyikkan untuk dilihat dan patut disaksikan.<\/p>\n\n\n\n

Berterimakasihlah kepada sang bapak bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur. Berkat kebijakannya saat menjadi Presiden Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi dijadikan hari libur nasional dan dianggap sebagai salah satu hari raya di Tanah Air. Meski sentimen antitionghoa masih ada di sana-sini, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa bangsa tionghoa sudah bersentuhan dengan budaya lokal dalam kurun waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5409,"post_author":"919","post_date":"2019-02-05 08:04:43","post_date_gmt":"2019-02-05 01:04:43","post_content":"\n

Tahun Baru Imlek yang merupakan tradisi Bangsa Tiongkok kini sudah tak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kehadirannya sudah mewarnai dan berakulturasi dengan tradisi lokal. Menjelang Tahun Baru Imlek. Berbagai hiasan dan kemeriahan terjadi beberapa titik di Tanah Air. Perayaannya juga menjadi destinasi baru yang mengasyikkan untuk dilihat dan patut disaksikan.<\/p>\n\n\n\n

Berterimakasihlah kepada sang bapak bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur. Berkat kebijakannya saat menjadi Presiden Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi dijadikan hari libur nasional dan dianggap sebagai salah satu hari raya di Tanah Air. Meski sentimen antitionghoa masih ada di sana-sini, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa bangsa tionghoa sudah bersentuhan dengan budaya lokal dalam kurun waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5409,"post_author":"919","post_date":"2019-02-05 08:04:43","post_date_gmt":"2019-02-05 01:04:43","post_content":"\n

Tahun Baru Imlek yang merupakan tradisi Bangsa Tiongkok kini sudah tak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kehadirannya sudah mewarnai dan berakulturasi dengan tradisi lokal. Menjelang Tahun Baru Imlek. Berbagai hiasan dan kemeriahan terjadi beberapa titik di Tanah Air. Perayaannya juga menjadi destinasi baru yang mengasyikkan untuk dilihat dan patut disaksikan.<\/p>\n\n\n\n

Berterimakasihlah kepada sang bapak bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur. Berkat kebijakannya saat menjadi Presiden Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi dijadikan hari libur nasional dan dianggap sebagai salah satu hari raya di Tanah Air. Meski sentimen antitionghoa masih ada di sana-sini, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa bangsa tionghoa sudah bersentuhan dengan budaya lokal dalam kurun waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5409,"post_author":"919","post_date":"2019-02-05 08:04:43","post_date_gmt":"2019-02-05 01:04:43","post_content":"\n

Tahun Baru Imlek yang merupakan tradisi Bangsa Tiongkok kini sudah tak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kehadirannya sudah mewarnai dan berakulturasi dengan tradisi lokal. Menjelang Tahun Baru Imlek. Berbagai hiasan dan kemeriahan terjadi beberapa titik di Tanah Air. Perayaannya juga menjadi destinasi baru yang mengasyikkan untuk dilihat dan patut disaksikan.<\/p>\n\n\n\n

Berterimakasihlah kepada sang bapak bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur. Berkat kebijakannya saat menjadi Presiden Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi dijadikan hari libur nasional dan dianggap sebagai salah satu hari raya di Tanah Air. Meski sentimen antitionghoa masih ada di sana-sini, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa bangsa tionghoa sudah bersentuhan dengan budaya lokal dalam kurun waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5409,"post_author":"919","post_date":"2019-02-05 08:04:43","post_date_gmt":"2019-02-05 01:04:43","post_content":"\n

Tahun Baru Imlek yang merupakan tradisi Bangsa Tiongkok kini sudah tak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kehadirannya sudah mewarnai dan berakulturasi dengan tradisi lokal. Menjelang Tahun Baru Imlek. Berbagai hiasan dan kemeriahan terjadi beberapa titik di Tanah Air. Perayaannya juga menjadi destinasi baru yang mengasyikkan untuk dilihat dan patut disaksikan.<\/p>\n\n\n\n

Berterimakasihlah kepada sang bapak bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur. Berkat kebijakannya saat menjadi Presiden Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi dijadikan hari libur nasional dan dianggap sebagai salah satu hari raya di Tanah Air. Meski sentimen antitionghoa masih ada di sana-sini, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa bangsa tionghoa sudah bersentuhan dengan budaya lokal dalam kurun waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5409,"post_author":"919","post_date":"2019-02-05 08:04:43","post_date_gmt":"2019-02-05 01:04:43","post_content":"\n

Tahun Baru Imlek yang merupakan tradisi Bangsa Tiongkok kini sudah tak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kehadirannya sudah mewarnai dan berakulturasi dengan tradisi lokal. Menjelang Tahun Baru Imlek. Berbagai hiasan dan kemeriahan terjadi beberapa titik di Tanah Air. Perayaannya juga menjadi destinasi baru yang mengasyikkan untuk dilihat dan patut disaksikan.<\/p>\n\n\n\n

Berterimakasihlah kepada sang bapak bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur. Berkat kebijakannya saat menjadi Presiden Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi dijadikan hari libur nasional dan dianggap sebagai salah satu hari raya di Tanah Air. Meski sentimen antitionghoa masih ada di sana-sini, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa bangsa tionghoa sudah bersentuhan dengan budaya lokal dalam kurun waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5409,"post_author":"919","post_date":"2019-02-05 08:04:43","post_date_gmt":"2019-02-05 01:04:43","post_content":"\n

Tahun Baru Imlek yang merupakan tradisi Bangsa Tiongkok kini sudah tak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kehadirannya sudah mewarnai dan berakulturasi dengan tradisi lokal. Menjelang Tahun Baru Imlek. Berbagai hiasan dan kemeriahan terjadi beberapa titik di Tanah Air. Perayaannya juga menjadi destinasi baru yang mengasyikkan untuk dilihat dan patut disaksikan.<\/p>\n\n\n\n

Berterimakasihlah kepada sang bapak bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur. Berkat kebijakannya saat menjadi Presiden Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi dijadikan hari libur nasional dan dianggap sebagai salah satu hari raya di Tanah Air. Meski sentimen antitionghoa masih ada di sana-sini, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa bangsa tionghoa sudah bersentuhan dengan budaya lokal dalam kurun waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5409,"post_author":"919","post_date":"2019-02-05 08:04:43","post_date_gmt":"2019-02-05 01:04:43","post_content":"\n

Tahun Baru Imlek yang merupakan tradisi Bangsa Tiongkok kini sudah tak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kehadirannya sudah mewarnai dan berakulturasi dengan tradisi lokal. Menjelang Tahun Baru Imlek. Berbagai hiasan dan kemeriahan terjadi beberapa titik di Tanah Air. Perayaannya juga menjadi destinasi baru yang mengasyikkan untuk dilihat dan patut disaksikan.<\/p>\n\n\n\n

Berterimakasihlah kepada sang bapak bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur. Berkat kebijakannya saat menjadi Presiden Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi dijadikan hari libur nasional dan dianggap sebagai salah satu hari raya di Tanah Air. Meski sentimen antitionghoa masih ada di sana-sini, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa bangsa tionghoa sudah bersentuhan dengan budaya lokal dalam kurun waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5409,"post_author":"919","post_date":"2019-02-05 08:04:43","post_date_gmt":"2019-02-05 01:04:43","post_content":"\n

Tahun Baru Imlek yang merupakan tradisi Bangsa Tiongkok kini sudah tak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kehadirannya sudah mewarnai dan berakulturasi dengan tradisi lokal. Menjelang Tahun Baru Imlek. Berbagai hiasan dan kemeriahan terjadi beberapa titik di Tanah Air. Perayaannya juga menjadi destinasi baru yang mengasyikkan untuk dilihat dan patut disaksikan.<\/p>\n\n\n\n

Berterimakasihlah kepada sang bapak bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur. Berkat kebijakannya saat menjadi Presiden Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi dijadikan hari libur nasional dan dianggap sebagai salah satu hari raya di Tanah Air. Meski sentimen antitionghoa masih ada di sana-sini, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa bangsa tionghoa sudah bersentuhan dengan budaya lokal dalam kurun waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5409,"post_author":"919","post_date":"2019-02-05 08:04:43","post_date_gmt":"2019-02-05 01:04:43","post_content":"\n

Tahun Baru Imlek yang merupakan tradisi Bangsa Tiongkok kini sudah tak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kehadirannya sudah mewarnai dan berakulturasi dengan tradisi lokal. Menjelang Tahun Baru Imlek. Berbagai hiasan dan kemeriahan terjadi beberapa titik di Tanah Air. Perayaannya juga menjadi destinasi baru yang mengasyikkan untuk dilihat dan patut disaksikan.<\/p>\n\n\n\n

Berterimakasihlah kepada sang bapak bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur. Berkat kebijakannya saat menjadi Presiden Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi dijadikan hari libur nasional dan dianggap sebagai salah satu hari raya di Tanah Air. Meski sentimen antitionghoa masih ada di sana-sini, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa bangsa tionghoa sudah bersentuhan dengan budaya lokal dalam kurun waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5409,"post_author":"919","post_date":"2019-02-05 08:04:43","post_date_gmt":"2019-02-05 01:04:43","post_content":"\n

Tahun Baru Imlek yang merupakan tradisi Bangsa Tiongkok kini sudah tak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kehadirannya sudah mewarnai dan berakulturasi dengan tradisi lokal. Menjelang Tahun Baru Imlek. Berbagai hiasan dan kemeriahan terjadi beberapa titik di Tanah Air. Perayaannya juga menjadi destinasi baru yang mengasyikkan untuk dilihat dan patut disaksikan.<\/p>\n\n\n\n

Berterimakasihlah kepada sang bapak bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur. Berkat kebijakannya saat menjadi Presiden Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi dijadikan hari libur nasional dan dianggap sebagai salah satu hari raya di Tanah Air. Meski sentimen antitionghoa masih ada di sana-sini, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa bangsa tionghoa sudah bersentuhan dengan budaya lokal dalam kurun waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Sebagai penutup, jasa para kaum hawa terhadap rokok sungguhlah besar. Berbagai industri rokok terkemuka di tanah air menggunakan jasa mereka untuk menghadirkan rokok-rokok nikmat bercitarasa tinggi. Ingatlah, di setiap rokok yang kalian hisap, ada keringat mereka pula yang bekerja demi anak dan keluarga di rumah.
<\/p>\n","post_title":"Para Perokok Perempuan Sedunia, Bersatulah!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"para-perokok-perempuan-sedunia-bersatulah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-09 07:35:42","post_modified_gmt":"2019-03-09 00:35:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5525","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5409,"post_author":"919","post_date":"2019-02-05 08:04:43","post_date_gmt":"2019-02-05 01:04:43","post_content":"\n

Tahun Baru Imlek yang merupakan tradisi Bangsa Tiongkok kini sudah tak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kehadirannya sudah mewarnai dan berakulturasi dengan tradisi lokal. Menjelang Tahun Baru Imlek. Berbagai hiasan dan kemeriahan terjadi beberapa titik di Tanah Air. Perayaannya juga menjadi destinasi baru yang mengasyikkan untuk dilihat dan patut disaksikan.<\/p>\n\n\n\n

Berterimakasihlah kepada sang bapak bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur. Berkat kebijakannya saat menjadi Presiden Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi dijadikan hari libur nasional dan dianggap sebagai salah satu hari raya di Tanah Air. Meski sentimen antitionghoa masih ada di sana-sini, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa bangsa tionghoa sudah bersentuhan dengan budaya lokal dalam kurun waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Mungkin, pikiran kalian saja yang sempit dan gumunan<\/em> melihat para perempuan menikmati rokok. Jika kalian mau meluangkan waktu untuk berkunjung ke desa-desa, ada cukup banyak kok perempuan atau ibu-ibu yang menghisap rokok. Apakah mereka jalang? Apakah mereka pemalas? Tidak. Mereka menikmati rokok di sela-sela pekerjaan mereka sebagai petani, berkumpul bersama ibu-ibu lainnya atau bapak-bapak. Sebatang demi batang mereka hisap sembari bercengkarama santai dengan para petani lainnya, indah bukan? <\/p>\n\n\n\n

Sebagai penutup, jasa para kaum hawa terhadap rokok sungguhlah besar. Berbagai industri rokok terkemuka di tanah air menggunakan jasa mereka untuk menghadirkan rokok-rokok nikmat bercitarasa tinggi. Ingatlah, di setiap rokok yang kalian hisap, ada keringat mereka pula yang bekerja demi anak dan keluarga di rumah.
<\/p>\n","post_title":"Para Perokok Perempuan Sedunia, Bersatulah!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"para-perokok-perempuan-sedunia-bersatulah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-09 07:35:42","post_modified_gmt":"2019-03-09 00:35:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5525","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5409,"post_author":"919","post_date":"2019-02-05 08:04:43","post_date_gmt":"2019-02-05 01:04:43","post_content":"\n

Tahun Baru Imlek yang merupakan tradisi Bangsa Tiongkok kini sudah tak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kehadirannya sudah mewarnai dan berakulturasi dengan tradisi lokal. Menjelang Tahun Baru Imlek. Berbagai hiasan dan kemeriahan terjadi beberapa titik di Tanah Air. Perayaannya juga menjadi destinasi baru yang mengasyikkan untuk dilihat dan patut disaksikan.<\/p>\n\n\n\n

Berterimakasihlah kepada sang bapak bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur. Berkat kebijakannya saat menjadi Presiden Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi dijadikan hari libur nasional dan dianggap sebagai salah satu hari raya di Tanah Air. Meski sentimen antitionghoa masih ada di sana-sini, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa bangsa tionghoa sudah bersentuhan dengan budaya lokal dalam kurun waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Lagian, apa salahnya para perempuan untuk menikmati rokok? Apakah rokok memang hanya diciptakan untuk kaum adam saja? Mana ada sejarahnya dan dalilnya bahwa tumbuhan tembakau diciptakan untuk satu golongan tertentu saja. Rokok adalah produk tanpa gender seperti yang lainnya, ia bisa dinikmati oleh golongan jenis kelamin apa saja. Jangankan rokok, sepak bola saja juga bisa kok dimainkan dan dinikmati oleh kaum hawa.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin, pikiran kalian saja yang sempit dan gumunan<\/em> melihat para perempuan menikmati rokok. Jika kalian mau meluangkan waktu untuk berkunjung ke desa-desa, ada cukup banyak kok perempuan atau ibu-ibu yang menghisap rokok. Apakah mereka jalang? Apakah mereka pemalas? Tidak. Mereka menikmati rokok di sela-sela pekerjaan mereka sebagai petani, berkumpul bersama ibu-ibu lainnya atau bapak-bapak. Sebatang demi batang mereka hisap sembari bercengkarama santai dengan para petani lainnya, indah bukan? <\/p>\n\n\n\n

Sebagai penutup, jasa para kaum hawa terhadap rokok sungguhlah besar. Berbagai industri rokok terkemuka di tanah air menggunakan jasa mereka untuk menghadirkan rokok-rokok nikmat bercitarasa tinggi. Ingatlah, di setiap rokok yang kalian hisap, ada keringat mereka pula yang bekerja demi anak dan keluarga di rumah.
<\/p>\n","post_title":"Para Perokok Perempuan Sedunia, Bersatulah!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"para-perokok-perempuan-sedunia-bersatulah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-09 07:35:42","post_modified_gmt":"2019-03-09 00:35:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5525","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5409,"post_author":"919","post_date":"2019-02-05 08:04:43","post_date_gmt":"2019-02-05 01:04:43","post_content":"\n

Tahun Baru Imlek yang merupakan tradisi Bangsa Tiongkok kini sudah tak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kehadirannya sudah mewarnai dan berakulturasi dengan tradisi lokal. Menjelang Tahun Baru Imlek. Berbagai hiasan dan kemeriahan terjadi beberapa titik di Tanah Air. Perayaannya juga menjadi destinasi baru yang mengasyikkan untuk dilihat dan patut disaksikan.<\/p>\n\n\n\n

Berterimakasihlah kepada sang bapak bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur. Berkat kebijakannya saat menjadi Presiden Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi dijadikan hari libur nasional dan dianggap sebagai salah satu hari raya di Tanah Air. Meski sentimen antitionghoa masih ada di sana-sini, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa bangsa tionghoa sudah bersentuhan dengan budaya lokal dalam kurun waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Baca: Kisah Perempuan Pemetik Cengkeh<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Lagian, apa salahnya para perempuan untuk menikmati rokok? Apakah rokok memang hanya diciptakan untuk kaum adam saja? Mana ada sejarahnya dan dalilnya bahwa tumbuhan tembakau diciptakan untuk satu golongan tertentu saja. Rokok adalah produk tanpa gender seperti yang lainnya, ia bisa dinikmati oleh golongan jenis kelamin apa saja. Jangankan rokok, sepak bola saja juga bisa kok dimainkan dan dinikmati oleh kaum hawa.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin, pikiran kalian saja yang sempit dan gumunan<\/em> melihat para perempuan menikmati rokok. Jika kalian mau meluangkan waktu untuk berkunjung ke desa-desa, ada cukup banyak kok perempuan atau ibu-ibu yang menghisap rokok. Apakah mereka jalang? Apakah mereka pemalas? Tidak. Mereka menikmati rokok di sela-sela pekerjaan mereka sebagai petani, berkumpul bersama ibu-ibu lainnya atau bapak-bapak. Sebatang demi batang mereka hisap sembari bercengkarama santai dengan para petani lainnya, indah bukan? <\/p>\n\n\n\n

Sebagai penutup, jasa para kaum hawa terhadap rokok sungguhlah besar. Berbagai industri rokok terkemuka di tanah air menggunakan jasa mereka untuk menghadirkan rokok-rokok nikmat bercitarasa tinggi. Ingatlah, di setiap rokok yang kalian hisap, ada keringat mereka pula yang bekerja demi anak dan keluarga di rumah.
<\/p>\n","post_title":"Para Perokok Perempuan Sedunia, Bersatulah!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"para-perokok-perempuan-sedunia-bersatulah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-09 07:35:42","post_modified_gmt":"2019-03-09 00:35:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5525","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5409,"post_author":"919","post_date":"2019-02-05 08:04:43","post_date_gmt":"2019-02-05 01:04:43","post_content":"\n

Tahun Baru Imlek yang merupakan tradisi Bangsa Tiongkok kini sudah tak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kehadirannya sudah mewarnai dan berakulturasi dengan tradisi lokal. Menjelang Tahun Baru Imlek. Berbagai hiasan dan kemeriahan terjadi beberapa titik di Tanah Air. Perayaannya juga menjadi destinasi baru yang mengasyikkan untuk dilihat dan patut disaksikan.<\/p>\n\n\n\n

Berterimakasihlah kepada sang bapak bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur. Berkat kebijakannya saat menjadi Presiden Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi dijadikan hari libur nasional dan dianggap sebagai salah satu hari raya di Tanah Air. Meski sentimen antitionghoa masih ada di sana-sini, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa bangsa tionghoa sudah bersentuhan dengan budaya lokal dalam kurun waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Para perokok perempuan kerap diidentikkan dengan kata-kata jalang, tak bermoral, dan segala hal-hal buruk lainnya. Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa jangan menilai buku dari sampulnya bukan? Sebelum mengenal para perokok perempuan lebih jauh, mengapa stigma itu dengan mudah terus dilekatkan? Perlu bukti siapa saja yang mempunyai karier bagus? Bu Susi atau penyanyi yang sedang naik daun, Danilla Riyadi cukup memberi bukti bagi kalian.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kisah Perempuan Pemetik Cengkeh<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Lagian, apa salahnya para perempuan untuk menikmati rokok? Apakah rokok memang hanya diciptakan untuk kaum adam saja? Mana ada sejarahnya dan dalilnya bahwa tumbuhan tembakau diciptakan untuk satu golongan tertentu saja. Rokok adalah produk tanpa gender seperti yang lainnya, ia bisa dinikmati oleh golongan jenis kelamin apa saja. Jangankan rokok, sepak bola saja juga bisa kok dimainkan dan dinikmati oleh kaum hawa.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin, pikiran kalian saja yang sempit dan gumunan<\/em> melihat para perempuan menikmati rokok. Jika kalian mau meluangkan waktu untuk berkunjung ke desa-desa, ada cukup banyak kok perempuan atau ibu-ibu yang menghisap rokok. Apakah mereka jalang? Apakah mereka pemalas? Tidak. Mereka menikmati rokok di sela-sela pekerjaan mereka sebagai petani, berkumpul bersama ibu-ibu lainnya atau bapak-bapak. Sebatang demi batang mereka hisap sembari bercengkarama santai dengan para petani lainnya, indah bukan? <\/p>\n\n\n\n

Sebagai penutup, jasa para kaum hawa terhadap rokok sungguhlah besar. Berbagai industri rokok terkemuka di tanah air menggunakan jasa mereka untuk menghadirkan rokok-rokok nikmat bercitarasa tinggi. Ingatlah, di setiap rokok yang kalian hisap, ada keringat mereka pula yang bekerja demi anak dan keluarga di rumah.
<\/p>\n","post_title":"Para Perokok Perempuan Sedunia, Bersatulah!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"para-perokok-perempuan-sedunia-bersatulah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-09 07:35:42","post_modified_gmt":"2019-03-09 00:35:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5525","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5409,"post_author":"919","post_date":"2019-02-05 08:04:43","post_date_gmt":"2019-02-05 01:04:43","post_content":"\n

Tahun Baru Imlek yang merupakan tradisi Bangsa Tiongkok kini sudah tak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kehadirannya sudah mewarnai dan berakulturasi dengan tradisi lokal. Menjelang Tahun Baru Imlek. Berbagai hiasan dan kemeriahan terjadi beberapa titik di Tanah Air. Perayaannya juga menjadi destinasi baru yang mengasyikkan untuk dilihat dan patut disaksikan.<\/p>\n\n\n\n

Berterimakasihlah kepada sang bapak bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur. Berkat kebijakannya saat menjadi Presiden Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi dijadikan hari libur nasional dan dianggap sebagai salah satu hari raya di Tanah Air. Meski sentimen antitionghoa masih ada di sana-sini, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa bangsa tionghoa sudah bersentuhan dengan budaya lokal dalam kurun waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Bicara soal stigma, para perokok perempuan justru yang mendapat cap stempel buruk di masyarakat. Jangankan perempuan, para pria yang merokok saja kadang dianggap sampah sosial bagi beberapa golongan tertentu. Selama mereka mengkonsumsi rokok di usia yang sudah diperbolehkan dan di tempat-tempat yang diizinkan, apa salahnya?<\/p>\n\n\n\n

Para perokok perempuan kerap diidentikkan dengan kata-kata jalang, tak bermoral, dan segala hal-hal buruk lainnya. Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa jangan menilai buku dari sampulnya bukan? Sebelum mengenal para perokok perempuan lebih jauh, mengapa stigma itu dengan mudah terus dilekatkan? Perlu bukti siapa saja yang mempunyai karier bagus? Bu Susi atau penyanyi yang sedang naik daun, Danilla Riyadi cukup memberi bukti bagi kalian.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kisah Perempuan Pemetik Cengkeh<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Lagian, apa salahnya para perempuan untuk menikmati rokok? Apakah rokok memang hanya diciptakan untuk kaum adam saja? Mana ada sejarahnya dan dalilnya bahwa tumbuhan tembakau diciptakan untuk satu golongan tertentu saja. Rokok adalah produk tanpa gender seperti yang lainnya, ia bisa dinikmati oleh golongan jenis kelamin apa saja. Jangankan rokok, sepak bola saja juga bisa kok dimainkan dan dinikmati oleh kaum hawa.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin, pikiran kalian saja yang sempit dan gumunan<\/em> melihat para perempuan menikmati rokok. Jika kalian mau meluangkan waktu untuk berkunjung ke desa-desa, ada cukup banyak kok perempuan atau ibu-ibu yang menghisap rokok. Apakah mereka jalang? Apakah mereka pemalas? Tidak. Mereka menikmati rokok di sela-sela pekerjaan mereka sebagai petani, berkumpul bersama ibu-ibu lainnya atau bapak-bapak. Sebatang demi batang mereka hisap sembari bercengkarama santai dengan para petani lainnya, indah bukan? <\/p>\n\n\n\n

Sebagai penutup, jasa para kaum hawa terhadap rokok sungguhlah besar. Berbagai industri rokok terkemuka di tanah air menggunakan jasa mereka untuk menghadirkan rokok-rokok nikmat bercitarasa tinggi. Ingatlah, di setiap rokok yang kalian hisap, ada keringat mereka pula yang bekerja demi anak dan keluarga di rumah.
<\/p>\n","post_title":"Para Perokok Perempuan Sedunia, Bersatulah!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"para-perokok-perempuan-sedunia-bersatulah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-09 07:35:42","post_modified_gmt":"2019-03-09 00:35:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5525","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5409,"post_author":"919","post_date":"2019-02-05 08:04:43","post_date_gmt":"2019-02-05 01:04:43","post_content":"\n

Tahun Baru Imlek yang merupakan tradisi Bangsa Tiongkok kini sudah tak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kehadirannya sudah mewarnai dan berakulturasi dengan tradisi lokal. Menjelang Tahun Baru Imlek. Berbagai hiasan dan kemeriahan terjadi beberapa titik di Tanah Air. Perayaannya juga menjadi destinasi baru yang mengasyikkan untuk dilihat dan patut disaksikan.<\/p>\n\n\n\n

Berterimakasihlah kepada sang bapak bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur. Berkat kebijakannya saat menjadi Presiden Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi dijadikan hari libur nasional dan dianggap sebagai salah satu hari raya di Tanah Air. Meski sentimen antitionghoa masih ada di sana-sini, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa bangsa tionghoa sudah bersentuhan dengan budaya lokal dalam kurun waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Segala macam stigma tersebut dengan mudahnya terpapar, sepertinya hal tersebut sudah jadi kelumrahan yang sebenarnya perlu diluruskan. Apa salahnya memang bagi perempuan yang harus pulang malam demi pekerjaannya, apa diharamkan bagi perempuan untuk sibuk menata masa depannya dan mengesampingkan keinginan orang tuanya untuk nikah muda? <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal stigma, para perokok perempuan justru yang mendapat cap stempel buruk di masyarakat. Jangankan perempuan, para pria yang merokok saja kadang dianggap sampah sosial bagi beberapa golongan tertentu. Selama mereka mengkonsumsi rokok di usia yang sudah diperbolehkan dan di tempat-tempat yang diizinkan, apa salahnya?<\/p>\n\n\n\n

Para perokok perempuan kerap diidentikkan dengan kata-kata jalang, tak bermoral, dan segala hal-hal buruk lainnya. Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa jangan menilai buku dari sampulnya bukan? Sebelum mengenal para perokok perempuan lebih jauh, mengapa stigma itu dengan mudah terus dilekatkan? Perlu bukti siapa saja yang mempunyai karier bagus? Bu Susi atau penyanyi yang sedang naik daun, Danilla Riyadi cukup memberi bukti bagi kalian.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kisah Perempuan Pemetik Cengkeh<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Lagian, apa salahnya para perempuan untuk menikmati rokok? Apakah rokok memang hanya diciptakan untuk kaum adam saja? Mana ada sejarahnya dan dalilnya bahwa tumbuhan tembakau diciptakan untuk satu golongan tertentu saja. Rokok adalah produk tanpa gender seperti yang lainnya, ia bisa dinikmati oleh golongan jenis kelamin apa saja. Jangankan rokok, sepak bola saja juga bisa kok dimainkan dan dinikmati oleh kaum hawa.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin, pikiran kalian saja yang sempit dan gumunan<\/em> melihat para perempuan menikmati rokok. Jika kalian mau meluangkan waktu untuk berkunjung ke desa-desa, ada cukup banyak kok perempuan atau ibu-ibu yang menghisap rokok. Apakah mereka jalang? Apakah mereka pemalas? Tidak. Mereka menikmati rokok di sela-sela pekerjaan mereka sebagai petani, berkumpul bersama ibu-ibu lainnya atau bapak-bapak. Sebatang demi batang mereka hisap sembari bercengkarama santai dengan para petani lainnya, indah bukan? <\/p>\n\n\n\n

Sebagai penutup, jasa para kaum hawa terhadap rokok sungguhlah besar. Berbagai industri rokok terkemuka di tanah air menggunakan jasa mereka untuk menghadirkan rokok-rokok nikmat bercitarasa tinggi. Ingatlah, di setiap rokok yang kalian hisap, ada keringat mereka pula yang bekerja demi anak dan keluarga di rumah.
<\/p>\n","post_title":"Para Perokok Perempuan Sedunia, Bersatulah!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"para-perokok-perempuan-sedunia-bersatulah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-09 07:35:42","post_modified_gmt":"2019-03-09 00:35:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5525","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5409,"post_author":"919","post_date":"2019-02-05 08:04:43","post_date_gmt":"2019-02-05 01:04:43","post_content":"\n

Tahun Baru Imlek yang merupakan tradisi Bangsa Tiongkok kini sudah tak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kehadirannya sudah mewarnai dan berakulturasi dengan tradisi lokal. Menjelang Tahun Baru Imlek. Berbagai hiasan dan kemeriahan terjadi beberapa titik di Tanah Air. Perayaannya juga menjadi destinasi baru yang mengasyikkan untuk dilihat dan patut disaksikan.<\/p>\n\n\n\n

Berterimakasihlah kepada sang bapak bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur. Berkat kebijakannya saat menjadi Presiden Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi dijadikan hari libur nasional dan dianggap sebagai salah satu hari raya di Tanah Air. Meski sentimen antitionghoa masih ada di sana-sini, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa bangsa tionghoa sudah bersentuhan dengan budaya lokal dalam kurun waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Kota boleh saja disebut sebagai tempat yang modern, baik itu pemikiran ataupun segala tetek bengek di dalamnya. Akan tetapi, pemikiran-pemikiran dangkal masih saja ada, dan menjamur di mana saja. Pemikiran dangkal tersebut salah satunya adalah stigma buruk yang dengan mudah dilayangkan kepada para perempuan yang memilih cara kehidupan yang berbeda. Coba bikin riset kecil-kecilan di lingkungan anda, pasti masih banyak yang tak memperbolehkan atau menganggap tabu para perempuan yang berkarier. <\/p>\n\n\n\n

Segala macam stigma tersebut dengan mudahnya terpapar, sepertinya hal tersebut sudah jadi kelumrahan yang sebenarnya perlu diluruskan. Apa salahnya memang bagi perempuan yang harus pulang malam demi pekerjaannya, apa diharamkan bagi perempuan untuk sibuk menata masa depannya dan mengesampingkan keinginan orang tuanya untuk nikah muda? <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal stigma, para perokok perempuan justru yang mendapat cap stempel buruk di masyarakat. Jangankan perempuan, para pria yang merokok saja kadang dianggap sampah sosial bagi beberapa golongan tertentu. Selama mereka mengkonsumsi rokok di usia yang sudah diperbolehkan dan di tempat-tempat yang diizinkan, apa salahnya?<\/p>\n\n\n\n

Para perokok perempuan kerap diidentikkan dengan kata-kata jalang, tak bermoral, dan segala hal-hal buruk lainnya. Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa jangan menilai buku dari sampulnya bukan? Sebelum mengenal para perokok perempuan lebih jauh, mengapa stigma itu dengan mudah terus dilekatkan? Perlu bukti siapa saja yang mempunyai karier bagus? Bu Susi atau penyanyi yang sedang naik daun, Danilla Riyadi cukup memberi bukti bagi kalian.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kisah Perempuan Pemetik Cengkeh<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Lagian, apa salahnya para perempuan untuk menikmati rokok? Apakah rokok memang hanya diciptakan untuk kaum adam saja? Mana ada sejarahnya dan dalilnya bahwa tumbuhan tembakau diciptakan untuk satu golongan tertentu saja. Rokok adalah produk tanpa gender seperti yang lainnya, ia bisa dinikmati oleh golongan jenis kelamin apa saja. Jangankan rokok, sepak bola saja juga bisa kok dimainkan dan dinikmati oleh kaum hawa.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin, pikiran kalian saja yang sempit dan gumunan<\/em> melihat para perempuan menikmati rokok. Jika kalian mau meluangkan waktu untuk berkunjung ke desa-desa, ada cukup banyak kok perempuan atau ibu-ibu yang menghisap rokok. Apakah mereka jalang? Apakah mereka pemalas? Tidak. Mereka menikmati rokok di sela-sela pekerjaan mereka sebagai petani, berkumpul bersama ibu-ibu lainnya atau bapak-bapak. Sebatang demi batang mereka hisap sembari bercengkarama santai dengan para petani lainnya, indah bukan? <\/p>\n\n\n\n

Sebagai penutup, jasa para kaum hawa terhadap rokok sungguhlah besar. Berbagai industri rokok terkemuka di tanah air menggunakan jasa mereka untuk menghadirkan rokok-rokok nikmat bercitarasa tinggi. Ingatlah, di setiap rokok yang kalian hisap, ada keringat mereka pula yang bekerja demi anak dan keluarga di rumah.
<\/p>\n","post_title":"Para Perokok Perempuan Sedunia, Bersatulah!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"para-perokok-perempuan-sedunia-bersatulah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-09 07:35:42","post_modified_gmt":"2019-03-09 00:35:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5525","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5409,"post_author":"919","post_date":"2019-02-05 08:04:43","post_date_gmt":"2019-02-05 01:04:43","post_content":"\n

Tahun Baru Imlek yang merupakan tradisi Bangsa Tiongkok kini sudah tak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kehadirannya sudah mewarnai dan berakulturasi dengan tradisi lokal. Menjelang Tahun Baru Imlek. Berbagai hiasan dan kemeriahan terjadi beberapa titik di Tanah Air. Perayaannya juga menjadi destinasi baru yang mengasyikkan untuk dilihat dan patut disaksikan.<\/p>\n\n\n\n

Berterimakasihlah kepada sang bapak bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur. Berkat kebijakannya saat menjadi Presiden Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi dijadikan hari libur nasional dan dianggap sebagai salah satu hari raya di Tanah Air. Meski sentimen antitionghoa masih ada di sana-sini, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa bangsa tionghoa sudah bersentuhan dengan budaya lokal dalam kurun waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Baca: Kartini dan Perempuan Perokok<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Kota boleh saja disebut sebagai tempat yang modern, baik itu pemikiran ataupun segala tetek bengek di dalamnya. Akan tetapi, pemikiran-pemikiran dangkal masih saja ada, dan menjamur di mana saja. Pemikiran dangkal tersebut salah satunya adalah stigma buruk yang dengan mudah dilayangkan kepada para perempuan yang memilih cara kehidupan yang berbeda. Coba bikin riset kecil-kecilan di lingkungan anda, pasti masih banyak yang tak memperbolehkan atau menganggap tabu para perempuan yang berkarier. <\/p>\n\n\n\n

Segala macam stigma tersebut dengan mudahnya terpapar, sepertinya hal tersebut sudah jadi kelumrahan yang sebenarnya perlu diluruskan. Apa salahnya memang bagi perempuan yang harus pulang malam demi pekerjaannya, apa diharamkan bagi perempuan untuk sibuk menata masa depannya dan mengesampingkan keinginan orang tuanya untuk nikah muda? <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal stigma, para perokok perempuan justru yang mendapat cap stempel buruk di masyarakat. Jangankan perempuan, para pria yang merokok saja kadang dianggap sampah sosial bagi beberapa golongan tertentu. Selama mereka mengkonsumsi rokok di usia yang sudah diperbolehkan dan di tempat-tempat yang diizinkan, apa salahnya?<\/p>\n\n\n\n

Para perokok perempuan kerap diidentikkan dengan kata-kata jalang, tak bermoral, dan segala hal-hal buruk lainnya. Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa jangan menilai buku dari sampulnya bukan? Sebelum mengenal para perokok perempuan lebih jauh, mengapa stigma itu dengan mudah terus dilekatkan? Perlu bukti siapa saja yang mempunyai karier bagus? Bu Susi atau penyanyi yang sedang naik daun, Danilla Riyadi cukup memberi bukti bagi kalian.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kisah Perempuan Pemetik Cengkeh<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Lagian, apa salahnya para perempuan untuk menikmati rokok? Apakah rokok memang hanya diciptakan untuk kaum adam saja? Mana ada sejarahnya dan dalilnya bahwa tumbuhan tembakau diciptakan untuk satu golongan tertentu saja. Rokok adalah produk tanpa gender seperti yang lainnya, ia bisa dinikmati oleh golongan jenis kelamin apa saja. Jangankan rokok, sepak bola saja juga bisa kok dimainkan dan dinikmati oleh kaum hawa.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin, pikiran kalian saja yang sempit dan gumunan<\/em> melihat para perempuan menikmati rokok. Jika kalian mau meluangkan waktu untuk berkunjung ke desa-desa, ada cukup banyak kok perempuan atau ibu-ibu yang menghisap rokok. Apakah mereka jalang? Apakah mereka pemalas? Tidak. Mereka menikmati rokok di sela-sela pekerjaan mereka sebagai petani, berkumpul bersama ibu-ibu lainnya atau bapak-bapak. Sebatang demi batang mereka hisap sembari bercengkarama santai dengan para petani lainnya, indah bukan? <\/p>\n\n\n\n

Sebagai penutup, jasa para kaum hawa terhadap rokok sungguhlah besar. Berbagai industri rokok terkemuka di tanah air menggunakan jasa mereka untuk menghadirkan rokok-rokok nikmat bercitarasa tinggi. Ingatlah, di setiap rokok yang kalian hisap, ada keringat mereka pula yang bekerja demi anak dan keluarga di rumah.
<\/p>\n","post_title":"Para Perokok Perempuan Sedunia, Bersatulah!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"para-perokok-perempuan-sedunia-bersatulah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-09 07:35:42","post_modified_gmt":"2019-03-09 00:35:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5525","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5409,"post_author":"919","post_date":"2019-02-05 08:04:43","post_date_gmt":"2019-02-05 01:04:43","post_content":"\n

Tahun Baru Imlek yang merupakan tradisi Bangsa Tiongkok kini sudah tak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kehadirannya sudah mewarnai dan berakulturasi dengan tradisi lokal. Menjelang Tahun Baru Imlek. Berbagai hiasan dan kemeriahan terjadi beberapa titik di Tanah Air. Perayaannya juga menjadi destinasi baru yang mengasyikkan untuk dilihat dan patut disaksikan.<\/p>\n\n\n\n

Berterimakasihlah kepada sang bapak bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur. Berkat kebijakannya saat menjadi Presiden Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi dijadikan hari libur nasional dan dianggap sebagai salah satu hari raya di Tanah Air. Meski sentimen antitionghoa masih ada di sana-sini, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa bangsa tionghoa sudah bersentuhan dengan budaya lokal dalam kurun waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Tak hanya di kawasan dunia ketiga atau negara berkembang, posisi perempuan memang masih banyak dianggap sebagai aset bagi para pria. Namanya juga aset berharga, ia betul-betul dijaga agar tak lecet dan bahkan terus tetap indah di hadapan mereka. Niatnya memang baik, namun teori tersebut kerap menghalalkan segala cara bagi para pria untuk bertindak semena-mena kepada para perempuan. Contohnya, tak perlu ditulis panjang lebar di sini bukan? Jika anda mau membuka hati saja maka seabrek-abrek kasus mengantri untuk anda simak.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kartini dan Perempuan Perokok<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Kota boleh saja disebut sebagai tempat yang modern, baik itu pemikiran ataupun segala tetek bengek di dalamnya. Akan tetapi, pemikiran-pemikiran dangkal masih saja ada, dan menjamur di mana saja. Pemikiran dangkal tersebut salah satunya adalah stigma buruk yang dengan mudah dilayangkan kepada para perempuan yang memilih cara kehidupan yang berbeda. Coba bikin riset kecil-kecilan di lingkungan anda, pasti masih banyak yang tak memperbolehkan atau menganggap tabu para perempuan yang berkarier. <\/p>\n\n\n\n

Segala macam stigma tersebut dengan mudahnya terpapar, sepertinya hal tersebut sudah jadi kelumrahan yang sebenarnya perlu diluruskan. Apa salahnya memang bagi perempuan yang harus pulang malam demi pekerjaannya, apa diharamkan bagi perempuan untuk sibuk menata masa depannya dan mengesampingkan keinginan orang tuanya untuk nikah muda? <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal stigma, para perokok perempuan justru yang mendapat cap stempel buruk di masyarakat. Jangankan perempuan, para pria yang merokok saja kadang dianggap sampah sosial bagi beberapa golongan tertentu. Selama mereka mengkonsumsi rokok di usia yang sudah diperbolehkan dan di tempat-tempat yang diizinkan, apa salahnya?<\/p>\n\n\n\n

Para perokok perempuan kerap diidentikkan dengan kata-kata jalang, tak bermoral, dan segala hal-hal buruk lainnya. Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa jangan menilai buku dari sampulnya bukan? Sebelum mengenal para perokok perempuan lebih jauh, mengapa stigma itu dengan mudah terus dilekatkan? Perlu bukti siapa saja yang mempunyai karier bagus? Bu Susi atau penyanyi yang sedang naik daun, Danilla Riyadi cukup memberi bukti bagi kalian.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kisah Perempuan Pemetik Cengkeh<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Lagian, apa salahnya para perempuan untuk menikmati rokok? Apakah rokok memang hanya diciptakan untuk kaum adam saja? Mana ada sejarahnya dan dalilnya bahwa tumbuhan tembakau diciptakan untuk satu golongan tertentu saja. Rokok adalah produk tanpa gender seperti yang lainnya, ia bisa dinikmati oleh golongan jenis kelamin apa saja. Jangankan rokok, sepak bola saja juga bisa kok dimainkan dan dinikmati oleh kaum hawa.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin, pikiran kalian saja yang sempit dan gumunan<\/em> melihat para perempuan menikmati rokok. Jika kalian mau meluangkan waktu untuk berkunjung ke desa-desa, ada cukup banyak kok perempuan atau ibu-ibu yang menghisap rokok. Apakah mereka jalang? Apakah mereka pemalas? Tidak. Mereka menikmati rokok di sela-sela pekerjaan mereka sebagai petani, berkumpul bersama ibu-ibu lainnya atau bapak-bapak. Sebatang demi batang mereka hisap sembari bercengkarama santai dengan para petani lainnya, indah bukan? <\/p>\n\n\n\n

Sebagai penutup, jasa para kaum hawa terhadap rokok sungguhlah besar. Berbagai industri rokok terkemuka di tanah air menggunakan jasa mereka untuk menghadirkan rokok-rokok nikmat bercitarasa tinggi. Ingatlah, di setiap rokok yang kalian hisap, ada keringat mereka pula yang bekerja demi anak dan keluarga di rumah.
<\/p>\n","post_title":"Para Perokok Perempuan Sedunia, Bersatulah!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"para-perokok-perempuan-sedunia-bersatulah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-09 07:35:42","post_modified_gmt":"2019-03-09 00:35:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5525","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5409,"post_author":"919","post_date":"2019-02-05 08:04:43","post_date_gmt":"2019-02-05 01:04:43","post_content":"\n

Tahun Baru Imlek yang merupakan tradisi Bangsa Tiongkok kini sudah tak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kehadirannya sudah mewarnai dan berakulturasi dengan tradisi lokal. Menjelang Tahun Baru Imlek. Berbagai hiasan dan kemeriahan terjadi beberapa titik di Tanah Air. Perayaannya juga menjadi destinasi baru yang mengasyikkan untuk dilihat dan patut disaksikan.<\/p>\n\n\n\n

Berterimakasihlah kepada sang bapak bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur. Berkat kebijakannya saat menjadi Presiden Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi dijadikan hari libur nasional dan dianggap sebagai salah satu hari raya di Tanah Air. Meski sentimen antitionghoa masih ada di sana-sini, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa bangsa tionghoa sudah bersentuhan dengan budaya lokal dalam kurun waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Sebagai seorang pria yang terdidik dan tumbuh di ruang dan keluarga yang masih mengunut paham patriarki rasanya sulit memulai untuk menulis isu-isu tentang perempuan. Berat memang untuk memulai menyusunnya kata demi kata, terlebih saya bukan seorang pria yang terjun betul dalam isu perempuan. Namun, setidaknya mata saya melihat ada berbagai ketidakadilan yang dialami oleh para perempuan.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya di kawasan dunia ketiga atau negara berkembang, posisi perempuan memang masih banyak dianggap sebagai aset bagi para pria. Namanya juga aset berharga, ia betul-betul dijaga agar tak lecet dan bahkan terus tetap indah di hadapan mereka. Niatnya memang baik, namun teori tersebut kerap menghalalkan segala cara bagi para pria untuk bertindak semena-mena kepada para perempuan. Contohnya, tak perlu ditulis panjang lebar di sini bukan? Jika anda mau membuka hati saja maka seabrek-abrek kasus mengantri untuk anda simak.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kartini dan Perempuan Perokok<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Kota boleh saja disebut sebagai tempat yang modern, baik itu pemikiran ataupun segala tetek bengek di dalamnya. Akan tetapi, pemikiran-pemikiran dangkal masih saja ada, dan menjamur di mana saja. Pemikiran dangkal tersebut salah satunya adalah stigma buruk yang dengan mudah dilayangkan kepada para perempuan yang memilih cara kehidupan yang berbeda. Coba bikin riset kecil-kecilan di lingkungan anda, pasti masih banyak yang tak memperbolehkan atau menganggap tabu para perempuan yang berkarier. <\/p>\n\n\n\n

Segala macam stigma tersebut dengan mudahnya terpapar, sepertinya hal tersebut sudah jadi kelumrahan yang sebenarnya perlu diluruskan. Apa salahnya memang bagi perempuan yang harus pulang malam demi pekerjaannya, apa diharamkan bagi perempuan untuk sibuk menata masa depannya dan mengesampingkan keinginan orang tuanya untuk nikah muda? <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal stigma, para perokok perempuan justru yang mendapat cap stempel buruk di masyarakat. Jangankan perempuan, para pria yang merokok saja kadang dianggap sampah sosial bagi beberapa golongan tertentu. Selama mereka mengkonsumsi rokok di usia yang sudah diperbolehkan dan di tempat-tempat yang diizinkan, apa salahnya?<\/p>\n\n\n\n

Para perokok perempuan kerap diidentikkan dengan kata-kata jalang, tak bermoral, dan segala hal-hal buruk lainnya. Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa jangan menilai buku dari sampulnya bukan? Sebelum mengenal para perokok perempuan lebih jauh, mengapa stigma itu dengan mudah terus dilekatkan? Perlu bukti siapa saja yang mempunyai karier bagus? Bu Susi atau penyanyi yang sedang naik daun, Danilla Riyadi cukup memberi bukti bagi kalian.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kisah Perempuan Pemetik Cengkeh<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Lagian, apa salahnya para perempuan untuk menikmati rokok? Apakah rokok memang hanya diciptakan untuk kaum adam saja? Mana ada sejarahnya dan dalilnya bahwa tumbuhan tembakau diciptakan untuk satu golongan tertentu saja. Rokok adalah produk tanpa gender seperti yang lainnya, ia bisa dinikmati oleh golongan jenis kelamin apa saja. Jangankan rokok, sepak bola saja juga bisa kok dimainkan dan dinikmati oleh kaum hawa.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin, pikiran kalian saja yang sempit dan gumunan<\/em> melihat para perempuan menikmati rokok. Jika kalian mau meluangkan waktu untuk berkunjung ke desa-desa, ada cukup banyak kok perempuan atau ibu-ibu yang menghisap rokok. Apakah mereka jalang? Apakah mereka pemalas? Tidak. Mereka menikmati rokok di sela-sela pekerjaan mereka sebagai petani, berkumpul bersama ibu-ibu lainnya atau bapak-bapak. Sebatang demi batang mereka hisap sembari bercengkarama santai dengan para petani lainnya, indah bukan? <\/p>\n\n\n\n

Sebagai penutup, jasa para kaum hawa terhadap rokok sungguhlah besar. Berbagai industri rokok terkemuka di tanah air menggunakan jasa mereka untuk menghadirkan rokok-rokok nikmat bercitarasa tinggi. Ingatlah, di setiap rokok yang kalian hisap, ada keringat mereka pula yang bekerja demi anak dan keluarga di rumah.
<\/p>\n","post_title":"Para Perokok Perempuan Sedunia, Bersatulah!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"para-perokok-perempuan-sedunia-bersatulah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-09 07:35:42","post_modified_gmt":"2019-03-09 00:35:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5525","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5409,"post_author":"919","post_date":"2019-02-05 08:04:43","post_date_gmt":"2019-02-05 01:04:43","post_content":"\n

Tahun Baru Imlek yang merupakan tradisi Bangsa Tiongkok kini sudah tak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kehadirannya sudah mewarnai dan berakulturasi dengan tradisi lokal. Menjelang Tahun Baru Imlek. Berbagai hiasan dan kemeriahan terjadi beberapa titik di Tanah Air. Perayaannya juga menjadi destinasi baru yang mengasyikkan untuk dilihat dan patut disaksikan.<\/p>\n\n\n\n

Berterimakasihlah kepada sang bapak bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur. Berkat kebijakannya saat menjadi Presiden Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi dijadikan hari libur nasional dan dianggap sebagai salah satu hari raya di Tanah Air. Meski sentimen antitionghoa masih ada di sana-sini, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa bangsa tionghoa sudah bersentuhan dengan budaya lokal dalam kurun waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Selamat Hari Perempuan Internasional! Bangkit dan bersatu hadapi segala penindasan yang kerap terjadi kepada kaum perempuan. Bagi yang masih terbelenggu dengan segala budaya patriarki, sejenak manfaatkan satu hari saja untuk meninggalkan segala pekerjaan dapur, ajak sesamamu untuk turun ke jalan. Ini hari rayamu, berkumpullah dengan perempuan lainnya. Kalian tidak sendiri, karena dunia ini juga menyediakan ruang untuk kalian, kaum perempuan!<\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang pria yang terdidik dan tumbuh di ruang dan keluarga yang masih mengunut paham patriarki rasanya sulit memulai untuk menulis isu-isu tentang perempuan. Berat memang untuk memulai menyusunnya kata demi kata, terlebih saya bukan seorang pria yang terjun betul dalam isu perempuan. Namun, setidaknya mata saya melihat ada berbagai ketidakadilan yang dialami oleh para perempuan.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya di kawasan dunia ketiga atau negara berkembang, posisi perempuan memang masih banyak dianggap sebagai aset bagi para pria. Namanya juga aset berharga, ia betul-betul dijaga agar tak lecet dan bahkan terus tetap indah di hadapan mereka. Niatnya memang baik, namun teori tersebut kerap menghalalkan segala cara bagi para pria untuk bertindak semena-mena kepada para perempuan. Contohnya, tak perlu ditulis panjang lebar di sini bukan? Jika anda mau membuka hati saja maka seabrek-abrek kasus mengantri untuk anda simak.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kartini dan Perempuan Perokok<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Kota boleh saja disebut sebagai tempat yang modern, baik itu pemikiran ataupun segala tetek bengek di dalamnya. Akan tetapi, pemikiran-pemikiran dangkal masih saja ada, dan menjamur di mana saja. Pemikiran dangkal tersebut salah satunya adalah stigma buruk yang dengan mudah dilayangkan kepada para perempuan yang memilih cara kehidupan yang berbeda. Coba bikin riset kecil-kecilan di lingkungan anda, pasti masih banyak yang tak memperbolehkan atau menganggap tabu para perempuan yang berkarier. <\/p>\n\n\n\n

Segala macam stigma tersebut dengan mudahnya terpapar, sepertinya hal tersebut sudah jadi kelumrahan yang sebenarnya perlu diluruskan. Apa salahnya memang bagi perempuan yang harus pulang malam demi pekerjaannya, apa diharamkan bagi perempuan untuk sibuk menata masa depannya dan mengesampingkan keinginan orang tuanya untuk nikah muda? <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal stigma, para perokok perempuan justru yang mendapat cap stempel buruk di masyarakat. Jangankan perempuan, para pria yang merokok saja kadang dianggap sampah sosial bagi beberapa golongan tertentu. Selama mereka mengkonsumsi rokok di usia yang sudah diperbolehkan dan di tempat-tempat yang diizinkan, apa salahnya?<\/p>\n\n\n\n

Para perokok perempuan kerap diidentikkan dengan kata-kata jalang, tak bermoral, dan segala hal-hal buruk lainnya. Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa jangan menilai buku dari sampulnya bukan? Sebelum mengenal para perokok perempuan lebih jauh, mengapa stigma itu dengan mudah terus dilekatkan? Perlu bukti siapa saja yang mempunyai karier bagus? Bu Susi atau penyanyi yang sedang naik daun, Danilla Riyadi cukup memberi bukti bagi kalian.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kisah Perempuan Pemetik Cengkeh<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Lagian, apa salahnya para perempuan untuk menikmati rokok? Apakah rokok memang hanya diciptakan untuk kaum adam saja? Mana ada sejarahnya dan dalilnya bahwa tumbuhan tembakau diciptakan untuk satu golongan tertentu saja. Rokok adalah produk tanpa gender seperti yang lainnya, ia bisa dinikmati oleh golongan jenis kelamin apa saja. Jangankan rokok, sepak bola saja juga bisa kok dimainkan dan dinikmati oleh kaum hawa.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin, pikiran kalian saja yang sempit dan gumunan<\/em> melihat para perempuan menikmati rokok. Jika kalian mau meluangkan waktu untuk berkunjung ke desa-desa, ada cukup banyak kok perempuan atau ibu-ibu yang menghisap rokok. Apakah mereka jalang? Apakah mereka pemalas? Tidak. Mereka menikmati rokok di sela-sela pekerjaan mereka sebagai petani, berkumpul bersama ibu-ibu lainnya atau bapak-bapak. Sebatang demi batang mereka hisap sembari bercengkarama santai dengan para petani lainnya, indah bukan? <\/p>\n\n\n\n

Sebagai penutup, jasa para kaum hawa terhadap rokok sungguhlah besar. Berbagai industri rokok terkemuka di tanah air menggunakan jasa mereka untuk menghadirkan rokok-rokok nikmat bercitarasa tinggi. Ingatlah, di setiap rokok yang kalian hisap, ada keringat mereka pula yang bekerja demi anak dan keluarga di rumah.
<\/p>\n","post_title":"Para Perokok Perempuan Sedunia, Bersatulah!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"para-perokok-perempuan-sedunia-bersatulah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-03-09 07:35:42","post_modified_gmt":"2019-03-09 00:35:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5525","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5409,"post_author":"919","post_date":"2019-02-05 08:04:43","post_date_gmt":"2019-02-05 01:04:43","post_content":"\n

Tahun Baru Imlek yang merupakan tradisi Bangsa Tiongkok kini sudah tak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kehadirannya sudah mewarnai dan berakulturasi dengan tradisi lokal. Menjelang Tahun Baru Imlek. Berbagai hiasan dan kemeriahan terjadi beberapa titik di Tanah Air. Perayaannya juga menjadi destinasi baru yang mengasyikkan untuk dilihat dan patut disaksikan.<\/p>\n\n\n\n

Berterimakasihlah kepada sang bapak bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur. Berkat kebijakannya saat menjadi Presiden Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi dijadikan hari libur nasional dan dianggap sebagai salah satu hari raya di Tanah Air. Meski sentimen antitionghoa masih ada di sana-sini, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa bangsa tionghoa sudah bersentuhan dengan budaya lokal dalam kurun waktu yang sangat panjang.<\/p>\n\n\n\n

DNA Bangsa Tionghoa yang memang merupakan pedagang menjadi pembuka kisah interaksi antara nenek moyang berbagai suku di Nusantara dengan mereka. Beberapa kelenteng-kelenteng yang tersebar pada berbagai pesisir daerah di Nusantara jadi buktinya. Pelabuhan-pelabuhan tua di tanah air dan ramainya perdagangan di pesisir mempermudah bangsa kita berhubungan dengan Bangsa Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Wong Kalang dan Kota Gede<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa kehadiran Bangsa Tionghoa di Nusantara tak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai pekerja (bahkan hingga pekerja kasar). Benny Setiono, seorang sejarahwan menyebutkan bahwa antara tahun 1760-1770 dalam jumlah yang besar memasuki nusantara melalui Kalimantan Barat. Mereka bekerja sebagai kuli pertambangan di sana dan di kemudian hari membentuk sebuah republik bernama Republik Lanfang yang konon katanya menjadi republik pertama di Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n

Rombongan pekerja dari Tiongkok tak hanya masuk melalui Kalimantan, catatan sejarah menyebutkan bahwa banyak juga yang tersebar di Sumatera. Jika di Kalimantan mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang, berbeda dengan di Sumatera yang dijadikan petani tembakau. Karl Pelzer dalam buku Toean Kebun Toean Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria menyebutkan bahwa awalnya ada 120 \u00a0buruh Tionghoa yang dipekerjakan.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Imlek dan Indonesia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Jacobus Nienhuys seorang warga Belanda menjadi orang yang membawa 120 buruh Tionghoa tersebut untuk merawat usaha pertanian tembakaunya di daerah Deli. Sebelumnya ia mempekerjakan buruh asal Batak dan Melayu yang kemudian ia berhentikan mengingat kecakapan dalam bekerja. Berkat tangan-tangan buruh Tionghoa, bisnis Nienhuys kemudian sukses dan di kemudian hari tembakau Deli memiliki pamor di dunia.<\/p>\n\n\n\n

Lonjakan imigrasi meningkat pada 1883 di mana diceritakan ada sekitar 21.000 buruh Tionghoa yang datang. Angka tersebut sempat naik pada 1890 meski pada akhirnya memasuki abad 20 ada regulasi yang memperketat urusan imigrasi itu. Pada 1930 angka buruh Tionghoa di perkebunan tembakau Deli merosot akibat depresi ekonomi. <\/p>\n\n\n\n

Berpindah ke Pulau Jawa, muncul sosok asal Tionghoa yang disebut sebagai pemburu tembakau handal bernama Yap Kay Tjay. Dia hadir di tanah air untuk menelusuri bukit-bukit dan sawah di Jawa untuk mencari tembakau berkualitas mulai dari Madura, Bojonegoro, Paiton, Kasturi, hingga di daerah Jawa Tengah seperti Mranggen, Weleri, Temanggung, Boyolali, Muntilan, Wonosobo, dan Garut Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Cebong dan Kampret, Merokoklah Agar Rileks Menerima Perbedaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n

Nama Yap Kay Tjay yang notabene berasal dari Tiongkok tak bisa dipisahkan dari kemajuan tembakau di Indonesia yang kini sudah melegenda di dunia. Warisannya bagi dunia tembakau adalah toko tua bernama \u2018Mukti\u2019 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 2A Kranggan Semarang. Kabarnya, tempat tersebut menjadi toko tembakau tertua yang pernah ada di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Interaksi yang terjalin sudah begitu lama dengan Bangsa Tionghoa memang mewarnai dinamika perjalanan Indonesia. Bukan hanya perdagangan, sejarah pertembakauan di Indonesia juga ada andil dari Bangsa Tionghoa yang bisa disebut sebagai saudara dari masyarakat di nusantara. Selamat Tahun Baru Imlek 2570, Gong Xi Fa Cai!
<\/p>\n","post_title":"Tionghoa dan Sejarah Pertembakauan Nusantara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tionghoa-dan-sejarah-pertembakauan-nusantara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-05 08:04:45","post_modified_gmt":"2019-02-05 01:04:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5403,"post_author":"919","post_date":"2019-02-03 09:05:50","post_date_gmt":"2019-02-03 02:05:50","post_content":"\n

Seringkali saya menyaksikan berbagai film baik itu Eropa atau Asia yang menggambarkan tentang masa depan. Pemandangan soal masa depan tersebut dihadirkan dengan gambaran kecanggihan teknologi seperti robot yang akan membantu kehidupan manusia, gedung-gedung yang tingginya sudah amat tak bisa ditandingi,  hingga mobil-mobil yang bisa terbang. <\/p>\n\n\n\n

Pernah dalam masa kecil saya menyaksikan sebuah film animasi buatan jepang yang mempertanyakan tentang makanan di masa depan. Dengan santai salah satu tokoh yang berasal dari masa depan itu menjawab bahwa suatu saat nanti manusia akan mengonsumsi makanan berupa pasta gigi namun dengan rasa yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, aneh!<\/p>\n\n\n\n

Seiring waktu berjalan saya kian tumbuh dewasa dan punya kesadaran untuk memilih menjadi seorang perokok<\/a>. Saya juga melihat ada sebuah inovasi dan gambaran tentang masa depan yang hadir dalam kehidupan sekarang. Banyak memang, namun yang menyita perhatian saya adalah rokok elektrik atau yang populer disebut Vape. Konon katanya ia adalah produk inovasi untuk menjembatani kebutuhan menghisap asap dan kecanggihan masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Di awal kehadirannya Vape memang mengundang decak kekaguman saya. Bagaimana bisa sebuah mesin kecil mengeluarkan asap yang katanya lebih menyehatkan daripada rokok.<\/strong> Meski pada akhirnya teori tersebut juga bisa dibantah oleh beberapa ilmuan dunia. Tapi ada satu yang saya amati selain soal kesehatan, rokok elektrik rupanya menghadirkan kultur dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: LAGI-LAGI IKLAN ROKOK, KAPAN KPAI TIDAK TEBANG PILIH? <\/a><\/h4>\n\n\n\n

Kehadiran teknologi memang kerap sedikit atau benyak mengubah gaya atau kultur suatu masyarakat. Begitu pula yang saya perhatikan dengan rokok elektrik. Satu hal yang mudah diamati adalah menjamurnya toko-toko kecil yang menjual vape serta liquid di berbagai tempat. Sebagai sebuah warna baru dalam masyarakat, penggunanya ramai-ramai mengunjungi tempat tersebut berinteraksi dengan penikmat lainnya dan membangun sebuah rumah komunitas yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n

Meski belum bisa dikatakan memiliki jumlah penikmat yang setara dengan para perokok, pengguna Vape mulai menunjukkan eksistensinya. Selain toko yang tersebar, ragam acara juga mereka buat di beberapa daerah. Dalam lingkungan saya, beberapa teman yang dulunya merupakan perokok aktif tertarik mengikuti event tersebut dan beralih mengisap rokok elektrik. <\/p>\n\n\n\n

Nun jauh di sana, di Amerika Serikat tepatnya, budaya Vape juga sudah mulai berkembang lama ketimbang di Tanah Air. Penikmatnya terbagi menjadi dua, ada yang dulunya bekas perokok dan ada yang memang menikmatinya sebagai gaya hidup. Wajar saja mengingat facebook tak memperbolehkan iklan tembakau di platform mereka, sebaliknya iklan tentang vape justru bertebaran. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi budaya baru yang berkembang di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia, Vape konon menjadi alternatif yang lebih bermanfaat daripada rokok. Dalih yang diusung selalu sama kepada para perokok tradisonal yaitu soal kesehatan dan lebih irit. Soal kesehatan tentu ada beberapa pendapat para ilmuan yang membantahnya, namun soal irit, saya rasa tidak. Memang satu liquid bisa digunakan untuk beberapa Minggu, akan tetapi yang saya lihat di lapangan justru sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Beberapa penikmat rokok elektrik kerap berbelanja liquid yang mereka idamkan. Terkadang, hal tersebut yang membuat mereka boros karena terus mengeksplor rasa mana yang mereka idam-idamkan. Tak jarang juga liquid dengan harga mahal hingga ratus ribuan akan mereka beli. Sebaliknya, para perokok konvensional justru kerap bertahan dengan satu rasa atau merek saja.<\/p>\n\n\n\n

Sedikit berbeda dengan penikmat rokok konvensional atau kretek. Mengingat rokok kretek sudah menjadi kebudayan lokal yang terus dipertahankan selama bertahun-tahun, kehadirannya sudah mewarnai khasanah keindonesiaan. Perokok kretek juga sudah punya soliditas luar biasa yang terbentuk sejak lama dan terus terbangun mengiringi peradaban di Indonesia atau dunia.<\/p>\n\n\n\n

Kini, perokok elektrik mulai merasakan kegelisahan. Beberapa negara mulai menerapkan peraturan ketat terhadap Vape, sedangkan di Indonesia biaya cukai pun kini mulai diberlakukan terhadap perdagangan rokok elektrik. Keberadaannya di mata negara pun mulai dianggap sama seperti rokok, meski pada awalnya rokok elektrik hadir dengan slogan-slogan produk alternatif yang lebih menyehatkan (katanya).<\/p>\n\n\n\n


Tapi jika kemudian di masa depan memang rokok elektrik yang kemudian menjadi sesuatu yang populer dan dinikmati banyak orang. Rasanya saya tetap ingin hidup di jaman ini, dengan sebatang kretek di tangan dan menikmati segala khasanah kebudayaan yang patut terus dipertahankan. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n


<\/p>\n","post_title":"Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"masa-depan-rokok-elektrik-dan-semangat-alternatif-yang-sia-sia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-03 09:05:56","post_modified_gmt":"2019-02-03 02:05:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5403","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5368,"post_author":"919","post_date":"2019-01-29 09:28:05","post_date_gmt":"2019-01-29 02:28:05","post_content":"Sudah jadi konsekuensi hidup di kawasan tropis di mana memasuki September hingga Februari masuk dalam musim hujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia menyebutkan bahwa puncak-puncak musim hujan di 2019 ini akan jatuh pada Januari dan Februari. Langit mendung dengan atmosfer yang agak sejuk kini mulai dirasakan pada berbagai daerah di tanah air.\r\n\r\nIndonesia memang bukan negara seperti di belahan dunia lain yang bisa merasakan empat musim. Hanya diberikan dua musim saja sudah menjadi berkah bagi masyarakat tanah air. Tentu kita bisa bertanya setidaknya kepada para petani dan pelaut bagaimana musim hujan dan musim panas memberikan manfaat bagi mereka.\r\n\r\nMemasuki puncak-puncaknya musim hujan, beberapa hal memang musti diperhatikan. Pasalnya jika lalai dalam kondisi-kondisi tertentu maka bisa saja urusan kesehatan sedikit menghambat aktivitas anda. Sediakan beberapa obat-obatan, hindari keluar tanpa membawa payung atau jas hujan, hingga mempersiapkan pakaian kering lebih banyak.\r\n\r\nSebagai perokok, tentu juga harus mempersiapkan beberapa hal menghadapi musim hujan. Mumpung masih ada dua bulan lagi tersisa sebelum habisnya musim hujan, ada pentingnya kalian mempersiapkan hal ini sebelum mati gaya diterpa air hujan.\r\n

Siapkan Kopi, Teh, atau Minuman Hangat Lainnya<\/h4>\r\n

\r\nJika kodrat manusia diciptakan untuk hidup berpasangan begitu pula dengan rokok. Konon dahulu kala dewa-dewa mengkultuskan korek untuk menjadi pasangan hidup setia bagi produk tembakau tersebut. Namun rokok dan korek bukan adam dan hawa yang hidup hanya berdua, mereka juga ditemani oleh tetangga bernama kopi, teh, atau minuman lainnya.<\/h4>\r\nSaat musim hujan tidak disarankan untuk menikmati ragam minuman tersebut dalam bentuk dingin. Kecuali anda adalah seorang youtuber, yang ingin membuat eksperimen dengan target adsense dan bisa untung, haduh. Disarankan untuk mengkonsumsi kopi, teh, atau minuman lainnya seperti coklat dalam bentuk hangat. Ditemani sebatang rokok, varian minuman tersebut akan membuat kalian lebih tegar menghadapi musim penghujan.\r\n

Pastikan Rokok Anda Tetap Kering<\/h4>\r\nApa jadinya seorang perokok kehilangan rokoknya atau kebasahan saat hujan. Kondisi tersebut sudah bisa dipastikan mirip dengan kondisi kesatria yang kehilangan pedangnya saat perang, jangan sampai deh. Sebelum bepergian pastikan rokok anda berada di tempat yang tepat dan terlindung dari air hujan.\r\n\r\nMemasukkan rokok ke dalam tas adalah hal yang paling tepat. Tapi terkadang akan kerap kesulitan mencarinya jika ingin mengkonsumsi karena terselip di antara baju, laptop, atau barang-barang lain. Ada baiknya masukkan ke dalam plastik dan disimpan di kantong jaket atau celana anda. Bisa saja jika memang sudah nasibnya yang apes, kejebak hujan, rokok basah, anda berpura-pura menjalin tali silaturahmi baru dengan perokok lainnya, dengan ambisi terselubung yaitu minta rokok.\r\n

Hadirkan Kenangan<\/h4>\r\nAda sebuah teori yang menyebutkan bahwa hujan dapat membuat Serotonin yang merupakan zat protein itu berkurang. Tugas dari Serotonin adalah meneruskan sinyal dari sel saraf menuju sel target, mudahnya adalah zat tersebut berpean penting dalam proses mengingat dalam pikiran anda. Sudah tentu ada paham kan apa yang terjadi saat hujan tiba.\r\n\r\nBau air yang jatuh dari langit dan mengantam tanah akan menyempurnakan momen anda mengingat masa-masa lalu. Pilih tempat dan musik yang tepat untuk semakin memaksimalkan saat-saat anda menikmati kenangan dan jangan lupa, bagi para perokok dua hal di atas seperti minuman hangat dan rokok juga dihadirkan. Sebuah kombinasi mantap bagi anda menghadapi syahdu dan sejuknya musim hujan.","post_title":"Hal-Hal yang Patut Dipersiapkan Perokok Saat Musim Hujan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"hal-hal-yang-patut-dipersiapkan-perokok-saat-musim-hujan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-29 09:28:49","post_modified_gmt":"2019-01-29 02:28:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5368","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5358,"post_author":"919","post_date":"2019-01-27 07:30:32","post_date_gmt":"2019-01-27 00:30:32","post_content":"\u201cKalau [cowok] lokal biasanya \u2018abis gitu\u2019 egois, kelar, santai, abis itu ngerokok<\/a>.\u201d<\/span><\/i>\r\n\r\nPernyataan tersebut dilontarkan oleh salah satu artis Ibu Kota yang menjadi <\/span>host <\/span><\/i>dari acara Hotman Paris Show di salah satu televisi swasta Tanah Air, Desember lalu. Saat itu Hotman Paris yang merupakan pengacara terkenal bertanya kepada salah satu bintang tamunya, Beby Margaretha tentang perbedaan gaya dan sikap bercinta antara pria lokal dan asing.<\/span>\r\n\r\nAkan tetapi benarkah bahwa rata-rata pria di Indonesia mempunyai perangai bercinta yang disebutkan oleh Melanie Ricardo di atas?<\/strong>\r\n\r\nMenurut pemikiran saya, ucapan tersebut hanya bersifat candaan saja yang keluar dari mulut Melanie Ricardo. Jika Anda sering memperhatikan beberapa Film-film Eropa, banyak juga <\/span>kok<\/span><\/i> yang asyik membakar dan menghisap rokok seusai bercinta. Kehadiran rokok tentu dapat memberikan rasa rileks bagi para pria atau wanita seusai berhubungan intim.<\/span>\r\n\r\nSitus online <\/span>The Goodmen Project<\/span><\/i> menyebutkan bahwa beberapa pria mengakui melakukan aktivitas lain semacam merokok, makan, dan minum setelah bercinta. Sedangkan wanita lebih memilih mengakhirinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih intim seperti berpelukan atau sekedar <\/span>cipika-cipiki<\/span><\/i>.<\/span>\r\n\r\nSusan Hughes, seorang penulis asal Kanada menuturkan bahwa beberapa pria tak suka dengan sentuhan-sentuhan intim tersebut. Dengan merokok atau melakukan aktivitas kecil lainnya, beberapa kaum adam akan lebih mudah tergerak untuk melanjutkan ronde dalam aktivitas bercinta. Benar atau tidak tentu ini kembali kepada anda? Meski demikian saya rasa aktivitas merokok seusai bercinta bisa dilakukan siapa saja dan suku bangsanya baik itu pria atau wanita.<\/span>\r\n
Terlepas dari urusan di atas, kebiasaan merokok setelah bercinta ternyata dijadikan nama band oleh sekelompok pemuda asal Texas, Amerika Serikat yaitu Cigarettes After Sex. Band yang lahir pada 2008 tersebut dan digawangi oleh Greg Gonzalez, Jacob Tomsky, Randall Miller memilih aliran shoegaze, dream pop, dan slowcore sebagai warna mereka.<\/span><\/blockquote>\r\nSaya mengenal band tersebut hasil dari algoritma youtube. Aktivitas mendengarkan band-band seperti Fazerdaze, Pale Saints, hingga Slowdive membuat youtube merekomendasikan band Cigaerettes After Sex di tampilan muka. Lagu pertama yang saya dengar yaitu \u2018Nothing\u2019s Gonna Hurt You Baby\u2019 langsung membuat saya jatuh cinta.<\/span>\r\n\r\nLagu yang dirilis pada 2012 lalu lewat album berjudul I itu memang memiliki aransemen yang sederhana. Akan tetapi alunan nadanya cukup mudah untuk dinikmati publik dan liriknya juga simpel untuk dipahami. Jika Anda ingin membuat mixtape atau playlist spotify bagi kekasih tercinta, saya merekomendasikan lagu ini masuk di dalamnya.<\/span>\r\n\r\nPada 2017 lalu, Cigarettes After Sex juga sempat menyapa dan menghibur para penggemarnya di Indonesia. Konser band yang masuk dalam label \u2018Partisan\u2019 itu digelar di \u00a0Lot 6 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. Ratusan penonton yang hadir di konser tersebut tenggelam syahdu dalam irama melankolia band tersebut.<\/span>\r\n\r\nMerokok memang menjadi aktivitas menyenangkan seusai bercinta. Begitu pula dengan karya-karya Cigarettes After Sex yang dikagumi penggemarnya. Tak ada salahnya juga jika anda para perokok mencoba merokok setelah bercinta sembari mendengarkan lagu-lagu dari band Cigarettes After Sex!<\/span>","post_title":"Cigarettes After Sex, Benarkah Nikmat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cigarettes-after-sex-benarkah-nikmat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-27 07:31:18","post_modified_gmt":"2019-01-27 00:31:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5358","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":9},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};