Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n
Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n
Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n
Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n
Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n
Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n
Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n
Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n
Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n
Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n
Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n
Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n
Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n
Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n
Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n
Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n
Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n
Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n
Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n
Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n
Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n
Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n
Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n
Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n
Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n
Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n
Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n
Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n
Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n
Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n
Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n
Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n
Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n
Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n
Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n
Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n
Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n
Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n
Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n
Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n
Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n
Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n
Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n
Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n
Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d. Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n
Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n
Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n
Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n
Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n
Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n
Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n
Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n
Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n
Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d. Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n
Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n
Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n
Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n
Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n
Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n
Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n
Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n
Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n
Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n
Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d. Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n
Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n
Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n
Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n
Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n
Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n
Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n
Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n
Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n
Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n
Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n
Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d. Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n
Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n
Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n
Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n
Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n
Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n
Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n
Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n
Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n
Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n
Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n
Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n
Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d. Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n
Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n
Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n
Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n
Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n
Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n
Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n
Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n
Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n
Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d. Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok. Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d. Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok. Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d. Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok. Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d. Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok. Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d. Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok. Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d. Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok. Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d. Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok. Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d. Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak. Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok. Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d. Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak. Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok. Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d. Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak. Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok. Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d. Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras. Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak. Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok. Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d. Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras. Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak. Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok. Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d. Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras. Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak. Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok. Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d. Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n
Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n
Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n
Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n
Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n
Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n
Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n
Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n
Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\nBaca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n
Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\nBaca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n
Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\nBaca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n
Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\nBaca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\nBaca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n
Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\nBaca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\nBaca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n
Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\nBaca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\nBaca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n
Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n
Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n