Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit.
<\/p>\n\n\n\n
Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones.
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit.
<\/p>\n\n\n\n
Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones.
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout.
<\/p>\n\n\n\n
Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit.
<\/p>\n\n\n\n
Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones.
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah.
<\/p>\n\n\n\n
Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout.
<\/p>\n\n\n\n
Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit.
<\/p>\n\n\n\n
Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones.
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah.
<\/p>\n\n\n\n
Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout.
<\/p>\n\n\n\n
Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit.
<\/p>\n\n\n\n
Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones.
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut.
<\/p>\n\n\n\n
Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah.
<\/p>\n\n\n\n
Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout.
<\/p>\n\n\n\n
Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit.
<\/p>\n\n\n\n
Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones.
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen.
<\/p>\n\n\n\n
Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut.
<\/p>\n\n\n\n
Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah.
<\/p>\n\n\n\n
Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout.
<\/p>\n\n\n\n
Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit.
<\/p>\n\n\n\n
Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones.
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen.
<\/p>\n\n\n\n
Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut.
<\/p>\n\n\n\n
Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah.
<\/p>\n\n\n\n
Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout.
<\/p>\n\n\n\n
Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit.
<\/p>\n\n\n\n
Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones.
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Isu-isu perihal dampak buruk bagi kesehatan dari konsumsi rokok berimplikasi terhadap rencana pemerintah untuk terus menaikkan cukai produk rokok. Alasannya, semakin mahal harga rokok, semakin sedikit orang bisa membeli rokok. Asumsi ini membawa mereka beranggapan bahwa konsumen rokok akan semakin berkurang. Padahal tentu saja tidak semudah itu.<\/p>\n\n\n\n Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Isu-isu perihal dampak buruk bagi kesehatan dari konsumsi rokok berimplikasi terhadap rencana pemerintah untuk terus menaikkan cukai produk rokok. Alasannya, semakin mahal harga rokok, semakin sedikit orang bisa membeli rokok. Asumsi ini membawa mereka beranggapan bahwa konsumen rokok akan semakin berkurang. Padahal tentu saja tidak semudah itu.<\/p>\n\n\n\n Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Setidaknya, ada tiga ancaman besar yang bisa menggerus IHT bahkan hingga sampai membunuhnya. Ketiga ancaman tersebut saya ambil dari sekian banyak ancaman jika pernyataan-pernyataan capres-cawapres dan beberapa caleg benar-benar direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n Isu-isu perihal dampak buruk bagi kesehatan dari konsumsi rokok berimplikasi terhadap rencana pemerintah untuk terus menaikkan cukai produk rokok. Alasannya, semakin mahal harga rokok, semakin sedikit orang bisa membeli rokok. Asumsi ini membawa mereka beranggapan bahwa konsumen rokok akan semakin berkurang. Padahal tentu saja tidak semudah itu.<\/p>\n\n\n\n Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Sepemantauan kami, tak banyak caleg yang membicarakan sektor ini dalam kampanye-kampanye mereka. Bukan tidak ada sama sekali. Ada. Namun sedikit sekali. Dari yang sedikit itu, mayoritasnya juga mengeluarkan nada serupa dengan capres-cawapres dalam kampanyenya.<\/p>\n\n\n\n Setidaknya, ada tiga ancaman besar yang bisa menggerus IHT bahkan hingga sampai membunuhnya. Ketiga ancaman tersebut saya ambil dari sekian banyak ancaman jika pernyataan-pernyataan capres-cawapres dan beberapa caleg benar-benar direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n Isu-isu perihal dampak buruk bagi kesehatan dari konsumsi rokok berimplikasi terhadap rencana pemerintah untuk terus menaikkan cukai produk rokok. Alasannya, semakin mahal harga rokok, semakin sedikit orang bisa membeli rokok. Asumsi ini membawa mereka beranggapan bahwa konsumen rokok akan semakin berkurang. Padahal tentu saja tidak semudah itu.<\/p>\n\n\n\n Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Selain pengaruh dari presiden baru, komposisi anggota dewan baru juga akan cukup berpengaruh terhadap nasib Industri Hasil Tembakau dan Pertanian Tembakau dan Cengkeh serta turunannya. Bagaimanapun juga, mereka berwenang mengeluarkan undang-undang yang salah satunya undang-undang perihal pertembakauan dan turunannya.<\/p>\n\n\n\n Sepemantauan kami, tak banyak caleg yang membicarakan sektor ini dalam kampanye-kampanye mereka. Bukan tidak ada sama sekali. Ada. Namun sedikit sekali. Dari yang sedikit itu, mayoritasnya juga mengeluarkan nada serupa dengan capres-cawapres dalam kampanyenya.<\/p>\n\n\n\n Setidaknya, ada tiga ancaman besar yang bisa menggerus IHT bahkan hingga sampai membunuhnya. Ketiga ancaman tersebut saya ambil dari sekian banyak ancaman jika pernyataan-pernyataan capres-cawapres dan beberapa caleg benar-benar direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n Isu-isu perihal dampak buruk bagi kesehatan dari konsumsi rokok berimplikasi terhadap rencana pemerintah untuk terus menaikkan cukai produk rokok. Alasannya, semakin mahal harga rokok, semakin sedikit orang bisa membeli rokok. Asumsi ini membawa mereka beranggapan bahwa konsumen rokok akan semakin berkurang. Padahal tentu saja tidak semudah itu.<\/p>\n\n\n\n Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain pengaruh dari presiden baru, komposisi anggota dewan baru juga akan cukup berpengaruh terhadap nasib Industri Hasil Tembakau dan Pertanian Tembakau dan Cengkeh serta turunannya. Bagaimanapun juga, mereka berwenang mengeluarkan undang-undang yang salah satunya undang-undang perihal pertembakauan dan turunannya.<\/p>\n\n\n\n Sepemantauan kami, tak banyak caleg yang membicarakan sektor ini dalam kampanye-kampanye mereka. Bukan tidak ada sama sekali. Ada. Namun sedikit sekali. Dari yang sedikit itu, mayoritasnya juga mengeluarkan nada serupa dengan capres-cawapres dalam kampanyenya.<\/p>\n\n\n\n Setidaknya, ada tiga ancaman besar yang bisa menggerus IHT bahkan hingga sampai membunuhnya. Ketiga ancaman tersebut saya ambil dari sekian banyak ancaman jika pernyataan-pernyataan capres-cawapres dan beberapa caleg benar-benar direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n Isu-isu perihal dampak buruk bagi kesehatan dari konsumsi rokok berimplikasi terhadap rencana pemerintah untuk terus menaikkan cukai produk rokok. Alasannya, semakin mahal harga rokok, semakin sedikit orang bisa membeli rokok. Asumsi ini membawa mereka beranggapan bahwa konsumen rokok akan semakin berkurang. Padahal tentu saja tidak semudah itu.<\/p>\n\n\n\n Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Sepengamatan kami, dari dua pasang capres-cawapres, tak ada nada positif dari keduanya terkait nasib industri hasil tembakau dan sektor pertanian tembakau dan cengkeh. Keduanya mengeluarkan pernyataan yang cukup mengecewakan terkait IHT (seingat saya ada tulisan dalam bolehmerokok.com yang membahas ini). Ini tentu saja cukup mengkhawatirkan. Karena siapapun yang menang, IHT di negeri ini sangat mungkin mengalami kemunduran.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain pengaruh dari presiden baru, komposisi anggota dewan baru juga akan cukup berpengaruh terhadap nasib Industri Hasil Tembakau dan Pertanian Tembakau dan Cengkeh serta turunannya. Bagaimanapun juga, mereka berwenang mengeluarkan undang-undang yang salah satunya undang-undang perihal pertembakauan dan turunannya.<\/p>\n\n\n\n Sepemantauan kami, tak banyak caleg yang membicarakan sektor ini dalam kampanye-kampanye mereka. Bukan tidak ada sama sekali. Ada. Namun sedikit sekali. Dari yang sedikit itu, mayoritasnya juga mengeluarkan nada serupa dengan capres-cawapres dalam kampanyenya.<\/p>\n\n\n\n Setidaknya, ada tiga ancaman besar yang bisa menggerus IHT bahkan hingga sampai membunuhnya. Ketiga ancaman tersebut saya ambil dari sekian banyak ancaman jika pernyataan-pernyataan capres-cawapres dan beberapa caleg benar-benar direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n Isu-isu perihal dampak buruk bagi kesehatan dari konsumsi rokok berimplikasi terhadap rencana pemerintah untuk terus menaikkan cukai produk rokok. Alasannya, semakin mahal harga rokok, semakin sedikit orang bisa membeli rokok. Asumsi ini membawa mereka beranggapan bahwa konsumen rokok akan semakin berkurang. Padahal tentu saja tidak semudah itu.<\/p>\n\n\n\n Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Baik itu pemilihan presiden, juga anggota dewan nasional hingga daerah, sudah barang tentu akan berpengaruh terhadap nasib industri rokok kretek ke depannya. Ini tentu juga akan sangat berpengaruh terhadap nasib petani tembakau, petani cengkeh, para buruh linting, pekerja pabrik, sales dari perusahaan rokok, para pedagang grosir dan eceran, serta beberapa elemen lain yang terkait erat dengan industri rokok kretek dan sektor pertanian yang mendukungnya.<\/p>\n\n\n\n Sepengamatan kami, dari dua pasang capres-cawapres, tak ada nada positif dari keduanya terkait nasib industri hasil tembakau dan sektor pertanian tembakau dan cengkeh. Keduanya mengeluarkan pernyataan yang cukup mengecewakan terkait IHT (seingat saya ada tulisan dalam bolehmerokok.com yang membahas ini). Ini tentu saja cukup mengkhawatirkan. Karena siapapun yang menang, IHT di negeri ini sangat mungkin mengalami kemunduran.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain pengaruh dari presiden baru, komposisi anggota dewan baru juga akan cukup berpengaruh terhadap nasib Industri Hasil Tembakau dan Pertanian Tembakau dan Cengkeh serta turunannya. Bagaimanapun juga, mereka berwenang mengeluarkan undang-undang yang salah satunya undang-undang perihal pertembakauan dan turunannya.<\/p>\n\n\n\n Sepemantauan kami, tak banyak caleg yang membicarakan sektor ini dalam kampanye-kampanye mereka. Bukan tidak ada sama sekali. Ada. Namun sedikit sekali. Dari yang sedikit itu, mayoritasnya juga mengeluarkan nada serupa dengan capres-cawapres dalam kampanyenya.<\/p>\n\n\n\n Setidaknya, ada tiga ancaman besar yang bisa menggerus IHT bahkan hingga sampai membunuhnya. Ketiga ancaman tersebut saya ambil dari sekian banyak ancaman jika pernyataan-pernyataan capres-cawapres dan beberapa caleg benar-benar direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n Isu-isu perihal dampak buruk bagi kesehatan dari konsumsi rokok berimplikasi terhadap rencana pemerintah untuk terus menaikkan cukai produk rokok. Alasannya, semakin mahal harga rokok, semakin sedikit orang bisa membeli rokok. Asumsi ini membawa mereka beranggapan bahwa konsumen rokok akan semakin berkurang. Padahal tentu saja tidak semudah itu.<\/p>\n\n\n\n Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Selain terpilihnya pasangan presiden-wakil presiden baru, komposisi anggota DPR tingkat nasional hingga tingkat daerah juga baru. Beberapa anggota dewan lama yang terpilih lagi tentu saja ada, namun tentu ada pula yang baru.<\/p>\n\n\n\n Baik itu pemilihan presiden, juga anggota dewan nasional hingga daerah, sudah barang tentu akan berpengaruh terhadap nasib industri rokok kretek ke depannya. Ini tentu juga akan sangat berpengaruh terhadap nasib petani tembakau, petani cengkeh, para buruh linting, pekerja pabrik, sales dari perusahaan rokok, para pedagang grosir dan eceran, serta beberapa elemen lain yang terkait erat dengan industri rokok kretek dan sektor pertanian yang mendukungnya.<\/p>\n\n\n\n Sepengamatan kami, dari dua pasang capres-cawapres, tak ada nada positif dari keduanya terkait nasib industri hasil tembakau dan sektor pertanian tembakau dan cengkeh. Keduanya mengeluarkan pernyataan yang cukup mengecewakan terkait IHT (seingat saya ada tulisan dalam bolehmerokok.com yang membahas ini). Ini tentu saja cukup mengkhawatirkan. Karena siapapun yang menang, IHT di negeri ini sangat mungkin mengalami kemunduran.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain pengaruh dari presiden baru, komposisi anggota dewan baru juga akan cukup berpengaruh terhadap nasib Industri Hasil Tembakau dan Pertanian Tembakau dan Cengkeh serta turunannya. Bagaimanapun juga, mereka berwenang mengeluarkan undang-undang yang salah satunya undang-undang perihal pertembakauan dan turunannya.<\/p>\n\n\n\n Sepemantauan kami, tak banyak caleg yang membicarakan sektor ini dalam kampanye-kampanye mereka. Bukan tidak ada sama sekali. Ada. Namun sedikit sekali. Dari yang sedikit itu, mayoritasnya juga mengeluarkan nada serupa dengan capres-cawapres dalam kampanyenya.<\/p>\n\n\n\n Setidaknya, ada tiga ancaman besar yang bisa menggerus IHT bahkan hingga sampai membunuhnya. Ketiga ancaman tersebut saya ambil dari sekian banyak ancaman jika pernyataan-pernyataan capres-cawapres dan beberapa caleg benar-benar direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n Isu-isu perihal dampak buruk bagi kesehatan dari konsumsi rokok berimplikasi terhadap rencana pemerintah untuk terus menaikkan cukai produk rokok. Alasannya, semakin mahal harga rokok, semakin sedikit orang bisa membeli rokok. Asumsi ini membawa mereka beranggapan bahwa konsumen rokok akan semakin berkurang. Padahal tentu saja tidak semudah itu.<\/p>\n\n\n\n Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Baca: Industri Rokok Kretek Nasional, Bertahan dalam Rentetan Panjang Krisis Ekonomi<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain terpilihnya pasangan presiden-wakil presiden baru, komposisi anggota DPR tingkat nasional hingga tingkat daerah juga baru. Beberapa anggota dewan lama yang terpilih lagi tentu saja ada, namun tentu ada pula yang baru.<\/p>\n\n\n\n Baik itu pemilihan presiden, juga anggota dewan nasional hingga daerah, sudah barang tentu akan berpengaruh terhadap nasib industri rokok kretek ke depannya. Ini tentu juga akan sangat berpengaruh terhadap nasib petani tembakau, petani cengkeh, para buruh linting, pekerja pabrik, sales dari perusahaan rokok, para pedagang grosir dan eceran, serta beberapa elemen lain yang terkait erat dengan industri rokok kretek dan sektor pertanian yang mendukungnya.<\/p>\n\n\n\n Sepengamatan kami, dari dua pasang capres-cawapres, tak ada nada positif dari keduanya terkait nasib industri hasil tembakau dan sektor pertanian tembakau dan cengkeh. Keduanya mengeluarkan pernyataan yang cukup mengecewakan terkait IHT (seingat saya ada tulisan dalam bolehmerokok.com yang membahas ini). Ini tentu saja cukup mengkhawatirkan. Karena siapapun yang menang, IHT di negeri ini sangat mungkin mengalami kemunduran.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain pengaruh dari presiden baru, komposisi anggota dewan baru juga akan cukup berpengaruh terhadap nasib Industri Hasil Tembakau dan Pertanian Tembakau dan Cengkeh serta turunannya. Bagaimanapun juga, mereka berwenang mengeluarkan undang-undang yang salah satunya undang-undang perihal pertembakauan dan turunannya.<\/p>\n\n\n\n Sepemantauan kami, tak banyak caleg yang membicarakan sektor ini dalam kampanye-kampanye mereka. Bukan tidak ada sama sekali. Ada. Namun sedikit sekali. Dari yang sedikit itu, mayoritasnya juga mengeluarkan nada serupa dengan capres-cawapres dalam kampanyenya.<\/p>\n\n\n\n Setidaknya, ada tiga ancaman besar yang bisa menggerus IHT bahkan hingga sampai membunuhnya. Ketiga ancaman tersebut saya ambil dari sekian banyak ancaman jika pernyataan-pernyataan capres-cawapres dan beberapa caleg benar-benar direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n Isu-isu perihal dampak buruk bagi kesehatan dari konsumsi rokok berimplikasi terhadap rencana pemerintah untuk terus menaikkan cukai produk rokok. Alasannya, semakin mahal harga rokok, semakin sedikit orang bisa membeli rokok. Asumsi ini membawa mereka beranggapan bahwa konsumen rokok akan semakin berkurang. Padahal tentu saja tidak semudah itu.<\/p>\n\n\n\n Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Sejauh ini kondisi negeri ini masih kondusif pasca pemilu, sedikit riak-riak kecil tentu saja ada, namun itu masih dalam batas toleransi dan saya percaya pihak-pihak berwenang bisa lekas mengatasi. Hasil perhitungan cepat yang dikeluarkan beberapa lembaga survey menyebut petahana, Pak Jokowi, yang kali ini berpasangan dengan KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden, memenangkan pemilihan presiden dengan selisih perolehan suara berkisar antara 8 dan 10 persen dengan pasangan Prabowo-Sandi.<\/p>\n\n\n\n Baca: Industri Rokok Kretek Nasional, Bertahan dalam Rentetan Panjang Krisis Ekonomi<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain terpilihnya pasangan presiden-wakil presiden baru, komposisi anggota DPR tingkat nasional hingga tingkat daerah juga baru. Beberapa anggota dewan lama yang terpilih lagi tentu saja ada, namun tentu ada pula yang baru.<\/p>\n\n\n\n Baik itu pemilihan presiden, juga anggota dewan nasional hingga daerah, sudah barang tentu akan berpengaruh terhadap nasib industri rokok kretek ke depannya. Ini tentu juga akan sangat berpengaruh terhadap nasib petani tembakau, petani cengkeh, para buruh linting, pekerja pabrik, sales dari perusahaan rokok, para pedagang grosir dan eceran, serta beberapa elemen lain yang terkait erat dengan industri rokok kretek dan sektor pertanian yang mendukungnya.<\/p>\n\n\n\n Sepengamatan kami, dari dua pasang capres-cawapres, tak ada nada positif dari keduanya terkait nasib industri hasil tembakau dan sektor pertanian tembakau dan cengkeh. Keduanya mengeluarkan pernyataan yang cukup mengecewakan terkait IHT (seingat saya ada tulisan dalam bolehmerokok.com yang membahas ini). Ini tentu saja cukup mengkhawatirkan. Karena siapapun yang menang, IHT di negeri ini sangat mungkin mengalami kemunduran.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain pengaruh dari presiden baru, komposisi anggota dewan baru juga akan cukup berpengaruh terhadap nasib Industri Hasil Tembakau dan Pertanian Tembakau dan Cengkeh serta turunannya. Bagaimanapun juga, mereka berwenang mengeluarkan undang-undang yang salah satunya undang-undang perihal pertembakauan dan turunannya.<\/p>\n\n\n\n Sepemantauan kami, tak banyak caleg yang membicarakan sektor ini dalam kampanye-kampanye mereka. Bukan tidak ada sama sekali. Ada. Namun sedikit sekali. Dari yang sedikit itu, mayoritasnya juga mengeluarkan nada serupa dengan capres-cawapres dalam kampanyenya.<\/p>\n\n\n\n Setidaknya, ada tiga ancaman besar yang bisa menggerus IHT bahkan hingga sampai membunuhnya. Ketiga ancaman tersebut saya ambil dari sekian banyak ancaman jika pernyataan-pernyataan capres-cawapres dan beberapa caleg benar-benar direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n Isu-isu perihal dampak buruk bagi kesehatan dari konsumsi rokok berimplikasi terhadap rencana pemerintah untuk terus menaikkan cukai produk rokok. Alasannya, semakin mahal harga rokok, semakin sedikit orang bisa membeli rokok. Asumsi ini membawa mereka beranggapan bahwa konsumen rokok akan semakin berkurang. Padahal tentu saja tidak semudah itu.<\/p>\n\n\n\n Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Sehari lalu, mayoritas warga Indonesia merayakan pesta demokrasi lewat partisipasi mereka dalam pemilihan umum. Selain pemilihan presiden, pemilihan anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten\/Kotamadya, dan DPD dilakukan serentak dalam satu waktu. <\/p>\n\n\n\n Sejauh ini kondisi negeri ini masih kondusif pasca pemilu, sedikit riak-riak kecil tentu saja ada, namun itu masih dalam batas toleransi dan saya percaya pihak-pihak berwenang bisa lekas mengatasi. Hasil perhitungan cepat yang dikeluarkan beberapa lembaga survey menyebut petahana, Pak Jokowi, yang kali ini berpasangan dengan KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden, memenangkan pemilihan presiden dengan selisih perolehan suara berkisar antara 8 dan 10 persen dengan pasangan Prabowo-Sandi.<\/p>\n\n\n\n Baca: Industri Rokok Kretek Nasional, Bertahan dalam Rentetan Panjang Krisis Ekonomi<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain terpilihnya pasangan presiden-wakil presiden baru, komposisi anggota DPR tingkat nasional hingga tingkat daerah juga baru. Beberapa anggota dewan lama yang terpilih lagi tentu saja ada, namun tentu ada pula yang baru.<\/p>\n\n\n\n Baik itu pemilihan presiden, juga anggota dewan nasional hingga daerah, sudah barang tentu akan berpengaruh terhadap nasib industri rokok kretek ke depannya. Ini tentu juga akan sangat berpengaruh terhadap nasib petani tembakau, petani cengkeh, para buruh linting, pekerja pabrik, sales dari perusahaan rokok, para pedagang grosir dan eceran, serta beberapa elemen lain yang terkait erat dengan industri rokok kretek dan sektor pertanian yang mendukungnya.<\/p>\n\n\n\n Sepengamatan kami, dari dua pasang capres-cawapres, tak ada nada positif dari keduanya terkait nasib industri hasil tembakau dan sektor pertanian tembakau dan cengkeh. Keduanya mengeluarkan pernyataan yang cukup mengecewakan terkait IHT (seingat saya ada tulisan dalam bolehmerokok.com yang membahas ini). Ini tentu saja cukup mengkhawatirkan. Karena siapapun yang menang, IHT di negeri ini sangat mungkin mengalami kemunduran.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain pengaruh dari presiden baru, komposisi anggota dewan baru juga akan cukup berpengaruh terhadap nasib Industri Hasil Tembakau dan Pertanian Tembakau dan Cengkeh serta turunannya. Bagaimanapun juga, mereka berwenang mengeluarkan undang-undang yang salah satunya undang-undang perihal pertembakauan dan turunannya.<\/p>\n\n\n\n Sepemantauan kami, tak banyak caleg yang membicarakan sektor ini dalam kampanye-kampanye mereka. Bukan tidak ada sama sekali. Ada. Namun sedikit sekali. Dari yang sedikit itu, mayoritasnya juga mengeluarkan nada serupa dengan capres-cawapres dalam kampanyenya.<\/p>\n\n\n\n Setidaknya, ada tiga ancaman besar yang bisa menggerus IHT bahkan hingga sampai membunuhnya. Ketiga ancaman tersebut saya ambil dari sekian banyak ancaman jika pernyataan-pernyataan capres-cawapres dan beberapa caleg benar-benar direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n Isu-isu perihal dampak buruk bagi kesehatan dari konsumsi rokok berimplikasi terhadap rencana pemerintah untuk terus menaikkan cukai produk rokok. Alasannya, semakin mahal harga rokok, semakin sedikit orang bisa membeli rokok. Asumsi ini membawa mereka beranggapan bahwa konsumen rokok akan semakin berkurang. Padahal tentu saja tidak semudah itu.<\/p>\n\n\n\n Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Kiai Subkhi (kiai bambu runcing) adalah salah satu anggota prajurit Pangeran Diponegora, yang berjuang dan menetap di Paraan dahulu sebagai kota Kawedanan. Rumah singgah Kiai Subkhi sampai sekarang masih ada dan didiami oleh keturunannya. Sumur Kiai Subkhi yang konon dipergunakan untuk mencuci bambu runcing sudah ditutup keluarganya, dengan alasan menghindari kemusyrikan. Karena sepeninggal Kiai Subkhi banyak orang yang berbondong-bondong minta berkah air sumur tersebut. Sampai sekarang paraan terkenal sebagai pasar tembakau terbesar dan kampung bambu runcing, dan di kabupaten Temanggung pada umumnya sebagai penghasil tembakau terbaik sedunia. Sehari lalu, mayoritas warga Indonesia merayakan pesta demokrasi lewat partisipasi mereka dalam pemilihan umum. Selain pemilihan presiden, pemilihan anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten\/Kotamadya, dan DPD dilakukan serentak dalam satu waktu. <\/p>\n\n\n\n Sejauh ini kondisi negeri ini masih kondusif pasca pemilu, sedikit riak-riak kecil tentu saja ada, namun itu masih dalam batas toleransi dan saya percaya pihak-pihak berwenang bisa lekas mengatasi. Hasil perhitungan cepat yang dikeluarkan beberapa lembaga survey menyebut petahana, Pak Jokowi, yang kali ini berpasangan dengan KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden, memenangkan pemilihan presiden dengan selisih perolehan suara berkisar antara 8 dan 10 persen dengan pasangan Prabowo-Sandi.<\/p>\n\n\n\n Baca: Industri Rokok Kretek Nasional, Bertahan dalam Rentetan Panjang Krisis Ekonomi<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain terpilihnya pasangan presiden-wakil presiden baru, komposisi anggota DPR tingkat nasional hingga tingkat daerah juga baru. Beberapa anggota dewan lama yang terpilih lagi tentu saja ada, namun tentu ada pula yang baru.<\/p>\n\n\n\n Baik itu pemilihan presiden, juga anggota dewan nasional hingga daerah, sudah barang tentu akan berpengaruh terhadap nasib industri rokok kretek ke depannya. Ini tentu juga akan sangat berpengaruh terhadap nasib petani tembakau, petani cengkeh, para buruh linting, pekerja pabrik, sales dari perusahaan rokok, para pedagang grosir dan eceran, serta beberapa elemen lain yang terkait erat dengan industri rokok kretek dan sektor pertanian yang mendukungnya.<\/p>\n\n\n\n Sepengamatan kami, dari dua pasang capres-cawapres, tak ada nada positif dari keduanya terkait nasib industri hasil tembakau dan sektor pertanian tembakau dan cengkeh. Keduanya mengeluarkan pernyataan yang cukup mengecewakan terkait IHT (seingat saya ada tulisan dalam bolehmerokok.com yang membahas ini). Ini tentu saja cukup mengkhawatirkan. Karena siapapun yang menang, IHT di negeri ini sangat mungkin mengalami kemunduran.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain pengaruh dari presiden baru, komposisi anggota dewan baru juga akan cukup berpengaruh terhadap nasib Industri Hasil Tembakau dan Pertanian Tembakau dan Cengkeh serta turunannya. Bagaimanapun juga, mereka berwenang mengeluarkan undang-undang yang salah satunya undang-undang perihal pertembakauan dan turunannya.<\/p>\n\n\n\n Sepemantauan kami, tak banyak caleg yang membicarakan sektor ini dalam kampanye-kampanye mereka. Bukan tidak ada sama sekali. Ada. Namun sedikit sekali. Dari yang sedikit itu, mayoritasnya juga mengeluarkan nada serupa dengan capres-cawapres dalam kampanyenya.<\/p>\n\n\n\n Setidaknya, ada tiga ancaman besar yang bisa menggerus IHT bahkan hingga sampai membunuhnya. Ketiga ancaman tersebut saya ambil dari sekian banyak ancaman jika pernyataan-pernyataan capres-cawapres dan beberapa caleg benar-benar direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n Isu-isu perihal dampak buruk bagi kesehatan dari konsumsi rokok berimplikasi terhadap rencana pemerintah untuk terus menaikkan cukai produk rokok. Alasannya, semakin mahal harga rokok, semakin sedikit orang bisa membeli rokok. Asumsi ini membawa mereka beranggapan bahwa konsumen rokok akan semakin berkurang. Padahal tentu saja tidak semudah itu.<\/p>\n\n\n\n Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Di Temanggung terdapat pasar tembakau yang terkenal saat panen raya, yaitu pasar Parakan. Letaknya arah utara dari Ibu kota Temanggung, tepatnya di persimpangan jalan menuju Kabupaten Wonosobo dan Menuju Kabupaten Kendal. Pasar paraan saat panen tembakau sangat ramai dikunjungi oleh pedagang tembakau lokal maupun dari luar kota. Di sebelah timur pasar Paraan inilah dahulu lahir Ulama\u2019 NU yang masyhur dengan sebutan Kiai Bambu Runcing atau Mbah Paraan. Nama aslinya Kiai Subkhi, beliau terkenal sebagai pembuat satu-satunya alat perang terbuat dari bambu yang diruncingkan ujungnya dan diyakini keampuhannya, dalam melawan penjajahan di bumi Nusantara. Masa penjajahan Kiai Subkhi sangat terkenal dikalangan Kiai-kiai NU, karena hampir di penjuru Nusantara tersebar bambu runcing buatannya. Seperti halnya barisan Hizbullah di bawah pimpinan Zainul Arifin, Barisan Sabilillah di bawah pimpinan KH. Masykur, tidak ketinggalan pula Laskar Bung Tomo, Laskar dr. Muwardi, laskar Ir Sakirman, laskar Pesindo bahkan KH. A. Wakhid Hasyim dan KH. Zainul Arifin. <\/p>\n\n\n\n Kiai Subkhi (kiai bambu runcing) adalah salah satu anggota prajurit Pangeran Diponegora, yang berjuang dan menetap di Paraan dahulu sebagai kota Kawedanan. Rumah singgah Kiai Subkhi sampai sekarang masih ada dan didiami oleh keturunannya. Sumur Kiai Subkhi yang konon dipergunakan untuk mencuci bambu runcing sudah ditutup keluarganya, dengan alasan menghindari kemusyrikan. Karena sepeninggal Kiai Subkhi banyak orang yang berbondong-bondong minta berkah air sumur tersebut. Sampai sekarang paraan terkenal sebagai pasar tembakau terbesar dan kampung bambu runcing, dan di kabupaten Temanggung pada umumnya sebagai penghasil tembakau terbaik sedunia. Sehari lalu, mayoritas warga Indonesia merayakan pesta demokrasi lewat partisipasi mereka dalam pemilihan umum. Selain pemilihan presiden, pemilihan anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten\/Kotamadya, dan DPD dilakukan serentak dalam satu waktu. <\/p>\n\n\n\n Sejauh ini kondisi negeri ini masih kondusif pasca pemilu, sedikit riak-riak kecil tentu saja ada, namun itu masih dalam batas toleransi dan saya percaya pihak-pihak berwenang bisa lekas mengatasi. Hasil perhitungan cepat yang dikeluarkan beberapa lembaga survey menyebut petahana, Pak Jokowi, yang kali ini berpasangan dengan KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden, memenangkan pemilihan presiden dengan selisih perolehan suara berkisar antara 8 dan 10 persen dengan pasangan Prabowo-Sandi.<\/p>\n\n\n\n Baca: Industri Rokok Kretek Nasional, Bertahan dalam Rentetan Panjang Krisis Ekonomi<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain terpilihnya pasangan presiden-wakil presiden baru, komposisi anggota DPR tingkat nasional hingga tingkat daerah juga baru. Beberapa anggota dewan lama yang terpilih lagi tentu saja ada, namun tentu ada pula yang baru.<\/p>\n\n\n\n Baik itu pemilihan presiden, juga anggota dewan nasional hingga daerah, sudah barang tentu akan berpengaruh terhadap nasib industri rokok kretek ke depannya. Ini tentu juga akan sangat berpengaruh terhadap nasib petani tembakau, petani cengkeh, para buruh linting, pekerja pabrik, sales dari perusahaan rokok, para pedagang grosir dan eceran, serta beberapa elemen lain yang terkait erat dengan industri rokok kretek dan sektor pertanian yang mendukungnya.<\/p>\n\n\n\n Sepengamatan kami, dari dua pasang capres-cawapres, tak ada nada positif dari keduanya terkait nasib industri hasil tembakau dan sektor pertanian tembakau dan cengkeh. Keduanya mengeluarkan pernyataan yang cukup mengecewakan terkait IHT (seingat saya ada tulisan dalam bolehmerokok.com yang membahas ini). Ini tentu saja cukup mengkhawatirkan. Karena siapapun yang menang, IHT di negeri ini sangat mungkin mengalami kemunduran.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain pengaruh dari presiden baru, komposisi anggota dewan baru juga akan cukup berpengaruh terhadap nasib Industri Hasil Tembakau dan Pertanian Tembakau dan Cengkeh serta turunannya. Bagaimanapun juga, mereka berwenang mengeluarkan undang-undang yang salah satunya undang-undang perihal pertembakauan dan turunannya.<\/p>\n\n\n\n Sepemantauan kami, tak banyak caleg yang membicarakan sektor ini dalam kampanye-kampanye mereka. Bukan tidak ada sama sekali. Ada. Namun sedikit sekali. Dari yang sedikit itu, mayoritasnya juga mengeluarkan nada serupa dengan capres-cawapres dalam kampanyenya.<\/p>\n\n\n\n Setidaknya, ada tiga ancaman besar yang bisa menggerus IHT bahkan hingga sampai membunuhnya. Ketiga ancaman tersebut saya ambil dari sekian banyak ancaman jika pernyataan-pernyataan capres-cawapres dan beberapa caleg benar-benar direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n Isu-isu perihal dampak buruk bagi kesehatan dari konsumsi rokok berimplikasi terhadap rencana pemerintah untuk terus menaikkan cukai produk rokok. Alasannya, semakin mahal harga rokok, semakin sedikit orang bisa membeli rokok. Asumsi ini membawa mereka beranggapan bahwa konsumen rokok akan semakin berkurang. Padahal tentu saja tidak semudah itu.<\/p>\n\n\n\n Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Tanaman tembakau bagi warga NU di Temanggung telah menjadi identitas (jati diri) dan mendarah daging. Tembakau selain punya nilai ekonomi, juga terdapat nilai kepatuhan terhadap Ki Ageng Makukuhan (konon yang membawa tembakau ke Temanggung). Mereka (masyarakat) meyakini dengan menanam tembakau hidupnya sejahtera berkat berkah Ki Ageng Makukuhan. Diceritakan, untuk mendapatkan hasil kualitas tembakau yang baik,mereka rela untuk melakukan ritual dan ibadah tengah malam di tengah ladang tembakau menunggu dan meminta \u201crigen\u201d atau \u201cdaru rigen\u201d, semacam cahaya yang memancar secara tiba-tiba dari atas, menuju sasaran ladang tembakau yang nantinya menjadi tembakau kualitas terbaik (srinthil<\/em>). Diyakini sinar tersebut dari Sang Kholik (sang Pencipta).<\/p>\n\n\n\n Di Temanggung terdapat pasar tembakau yang terkenal saat panen raya, yaitu pasar Parakan. Letaknya arah utara dari Ibu kota Temanggung, tepatnya di persimpangan jalan menuju Kabupaten Wonosobo dan Menuju Kabupaten Kendal. Pasar paraan saat panen tembakau sangat ramai dikunjungi oleh pedagang tembakau lokal maupun dari luar kota. Di sebelah timur pasar Paraan inilah dahulu lahir Ulama\u2019 NU yang masyhur dengan sebutan Kiai Bambu Runcing atau Mbah Paraan. Nama aslinya Kiai Subkhi, beliau terkenal sebagai pembuat satu-satunya alat perang terbuat dari bambu yang diruncingkan ujungnya dan diyakini keampuhannya, dalam melawan penjajahan di bumi Nusantara. Masa penjajahan Kiai Subkhi sangat terkenal dikalangan Kiai-kiai NU, karena hampir di penjuru Nusantara tersebar bambu runcing buatannya. Seperti halnya barisan Hizbullah di bawah pimpinan Zainul Arifin, Barisan Sabilillah di bawah pimpinan KH. Masykur, tidak ketinggalan pula Laskar Bung Tomo, Laskar dr. Muwardi, laskar Ir Sakirman, laskar Pesindo bahkan KH. A. Wakhid Hasyim dan KH. Zainul Arifin. <\/p>\n\n\n\n Kiai Subkhi (kiai bambu runcing) adalah salah satu anggota prajurit Pangeran Diponegora, yang berjuang dan menetap di Paraan dahulu sebagai kota Kawedanan. Rumah singgah Kiai Subkhi sampai sekarang masih ada dan didiami oleh keturunannya. Sumur Kiai Subkhi yang konon dipergunakan untuk mencuci bambu runcing sudah ditutup keluarganya, dengan alasan menghindari kemusyrikan. Karena sepeninggal Kiai Subkhi banyak orang yang berbondong-bondong minta berkah air sumur tersebut. Sampai sekarang paraan terkenal sebagai pasar tembakau terbesar dan kampung bambu runcing, dan di kabupaten Temanggung pada umumnya sebagai penghasil tembakau terbaik sedunia. Sehari lalu, mayoritas warga Indonesia merayakan pesta demokrasi lewat partisipasi mereka dalam pemilihan umum. Selain pemilihan presiden, pemilihan anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten\/Kotamadya, dan DPD dilakukan serentak dalam satu waktu. <\/p>\n\n\n\n Sejauh ini kondisi negeri ini masih kondusif pasca pemilu, sedikit riak-riak kecil tentu saja ada, namun itu masih dalam batas toleransi dan saya percaya pihak-pihak berwenang bisa lekas mengatasi. Hasil perhitungan cepat yang dikeluarkan beberapa lembaga survey menyebut petahana, Pak Jokowi, yang kali ini berpasangan dengan KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden, memenangkan pemilihan presiden dengan selisih perolehan suara berkisar antara 8 dan 10 persen dengan pasangan Prabowo-Sandi.<\/p>\n\n\n\n Baca: Industri Rokok Kretek Nasional, Bertahan dalam Rentetan Panjang Krisis Ekonomi<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain terpilihnya pasangan presiden-wakil presiden baru, komposisi anggota DPR tingkat nasional hingga tingkat daerah juga baru. Beberapa anggota dewan lama yang terpilih lagi tentu saja ada, namun tentu ada pula yang baru.<\/p>\n\n\n\n Baik itu pemilihan presiden, juga anggota dewan nasional hingga daerah, sudah barang tentu akan berpengaruh terhadap nasib industri rokok kretek ke depannya. Ini tentu juga akan sangat berpengaruh terhadap nasib petani tembakau, petani cengkeh, para buruh linting, pekerja pabrik, sales dari perusahaan rokok, para pedagang grosir dan eceran, serta beberapa elemen lain yang terkait erat dengan industri rokok kretek dan sektor pertanian yang mendukungnya.<\/p>\n\n\n\n Sepengamatan kami, dari dua pasang capres-cawapres, tak ada nada positif dari keduanya terkait nasib industri hasil tembakau dan sektor pertanian tembakau dan cengkeh. Keduanya mengeluarkan pernyataan yang cukup mengecewakan terkait IHT (seingat saya ada tulisan dalam bolehmerokok.com yang membahas ini). Ini tentu saja cukup mengkhawatirkan. Karena siapapun yang menang, IHT di negeri ini sangat mungkin mengalami kemunduran.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain pengaruh dari presiden baru, komposisi anggota dewan baru juga akan cukup berpengaruh terhadap nasib Industri Hasil Tembakau dan Pertanian Tembakau dan Cengkeh serta turunannya. Bagaimanapun juga, mereka berwenang mengeluarkan undang-undang yang salah satunya undang-undang perihal pertembakauan dan turunannya.<\/p>\n\n\n\n Sepemantauan kami, tak banyak caleg yang membicarakan sektor ini dalam kampanye-kampanye mereka. Bukan tidak ada sama sekali. Ada. Namun sedikit sekali. Dari yang sedikit itu, mayoritasnya juga mengeluarkan nada serupa dengan capres-cawapres dalam kampanyenya.<\/p>\n\n\n\n Setidaknya, ada tiga ancaman besar yang bisa menggerus IHT bahkan hingga sampai membunuhnya. Ketiga ancaman tersebut saya ambil dari sekian banyak ancaman jika pernyataan-pernyataan capres-cawapres dan beberapa caleg benar-benar direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n Isu-isu perihal dampak buruk bagi kesehatan dari konsumsi rokok berimplikasi terhadap rencana pemerintah untuk terus menaikkan cukai produk rokok. Alasannya, semakin mahal harga rokok, semakin sedikit orang bisa membeli rokok. Asumsi ini membawa mereka beranggapan bahwa konsumen rokok akan semakin berkurang. Padahal tentu saja tidak semudah itu.<\/p>\n\n\n\n Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Pada saat awal musim tanam tembakau, masyarakat Temanggung melalukan ritual Among Tebal yang dilaksanakan dipagi hari, sebagai bentuk permintaan kepada sang Pencipta dengan berwasilah (perantara) kepada Ki Ageng Makukuhan nama lain Syeikh Maulana Taqwim. Tradisi lain yang dilaksanakan awal musim panen adalah Wiwitan, yang dilakukan saat datangnya senja. Dalam upacara wiwitan dipimpin oleh kaum atau kaur agama. Prosesi pelaksanaan upacara wiwitan dimulai dari pemukiman penduduk menuju ladang tembakau dengan membawa tumpeng, ketan, salak dan daging ayam tolak (cemani). Baik Among Tebal atau Wiwitan agenda acaranya adalah mengirim do\u2019a kepada leluhur, terlebih mendo\u2019akan Ki Ageng Makukuhan, dengan bacaan al-Fatikhah dan do\u2019a bersama. Sebagai masyarakat NU, mereka meyakini dengan mendo\u2019akan leluhur dan berwasilah kepadanya, mengharap keridloan Tuhan untuk memberkahi tanamannya.<\/p>\n\n\n\n Tanaman tembakau bagi warga NU di Temanggung telah menjadi identitas (jati diri) dan mendarah daging. Tembakau selain punya nilai ekonomi, juga terdapat nilai kepatuhan terhadap Ki Ageng Makukuhan (konon yang membawa tembakau ke Temanggung). Mereka (masyarakat) meyakini dengan menanam tembakau hidupnya sejahtera berkat berkah Ki Ageng Makukuhan. Diceritakan, untuk mendapatkan hasil kualitas tembakau yang baik,mereka rela untuk melakukan ritual dan ibadah tengah malam di tengah ladang tembakau menunggu dan meminta \u201crigen\u201d atau \u201cdaru rigen\u201d, semacam cahaya yang memancar secara tiba-tiba dari atas, menuju sasaran ladang tembakau yang nantinya menjadi tembakau kualitas terbaik (srinthil<\/em>). Diyakini sinar tersebut dari Sang Kholik (sang Pencipta).<\/p>\n\n\n\n Di Temanggung terdapat pasar tembakau yang terkenal saat panen raya, yaitu pasar Parakan. Letaknya arah utara dari Ibu kota Temanggung, tepatnya di persimpangan jalan menuju Kabupaten Wonosobo dan Menuju Kabupaten Kendal. Pasar paraan saat panen tembakau sangat ramai dikunjungi oleh pedagang tembakau lokal maupun dari luar kota. Di sebelah timur pasar Paraan inilah dahulu lahir Ulama\u2019 NU yang masyhur dengan sebutan Kiai Bambu Runcing atau Mbah Paraan. Nama aslinya Kiai Subkhi, beliau terkenal sebagai pembuat satu-satunya alat perang terbuat dari bambu yang diruncingkan ujungnya dan diyakini keampuhannya, dalam melawan penjajahan di bumi Nusantara. Masa penjajahan Kiai Subkhi sangat terkenal dikalangan Kiai-kiai NU, karena hampir di penjuru Nusantara tersebar bambu runcing buatannya. Seperti halnya barisan Hizbullah di bawah pimpinan Zainul Arifin, Barisan Sabilillah di bawah pimpinan KH. Masykur, tidak ketinggalan pula Laskar Bung Tomo, Laskar dr. Muwardi, laskar Ir Sakirman, laskar Pesindo bahkan KH. A. Wakhid Hasyim dan KH. Zainul Arifin. <\/p>\n\n\n\n Kiai Subkhi (kiai bambu runcing) adalah salah satu anggota prajurit Pangeran Diponegora, yang berjuang dan menetap di Paraan dahulu sebagai kota Kawedanan. Rumah singgah Kiai Subkhi sampai sekarang masih ada dan didiami oleh keturunannya. Sumur Kiai Subkhi yang konon dipergunakan untuk mencuci bambu runcing sudah ditutup keluarganya, dengan alasan menghindari kemusyrikan. Karena sepeninggal Kiai Subkhi banyak orang yang berbondong-bondong minta berkah air sumur tersebut. Sampai sekarang paraan terkenal sebagai pasar tembakau terbesar dan kampung bambu runcing, dan di kabupaten Temanggung pada umumnya sebagai penghasil tembakau terbaik sedunia. Sehari lalu, mayoritas warga Indonesia merayakan pesta demokrasi lewat partisipasi mereka dalam pemilihan umum. Selain pemilihan presiden, pemilihan anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten\/Kotamadya, dan DPD dilakukan serentak dalam satu waktu. <\/p>\n\n\n\n Sejauh ini kondisi negeri ini masih kondusif pasca pemilu, sedikit riak-riak kecil tentu saja ada, namun itu masih dalam batas toleransi dan saya percaya pihak-pihak berwenang bisa lekas mengatasi. Hasil perhitungan cepat yang dikeluarkan beberapa lembaga survey menyebut petahana, Pak Jokowi, yang kali ini berpasangan dengan KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden, memenangkan pemilihan presiden dengan selisih perolehan suara berkisar antara 8 dan 10 persen dengan pasangan Prabowo-Sandi.<\/p>\n\n\n\n Baca: Industri Rokok Kretek Nasional, Bertahan dalam Rentetan Panjang Krisis Ekonomi<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain terpilihnya pasangan presiden-wakil presiden baru, komposisi anggota DPR tingkat nasional hingga tingkat daerah juga baru. Beberapa anggota dewan lama yang terpilih lagi tentu saja ada, namun tentu ada pula yang baru.<\/p>\n\n\n\n Baik itu pemilihan presiden, juga anggota dewan nasional hingga daerah, sudah barang tentu akan berpengaruh terhadap nasib industri rokok kretek ke depannya. Ini tentu juga akan sangat berpengaruh terhadap nasib petani tembakau, petani cengkeh, para buruh linting, pekerja pabrik, sales dari perusahaan rokok, para pedagang grosir dan eceran, serta beberapa elemen lain yang terkait erat dengan industri rokok kretek dan sektor pertanian yang mendukungnya.<\/p>\n\n\n\n Sepengamatan kami, dari dua pasang capres-cawapres, tak ada nada positif dari keduanya terkait nasib industri hasil tembakau dan sektor pertanian tembakau dan cengkeh. Keduanya mengeluarkan pernyataan yang cukup mengecewakan terkait IHT (seingat saya ada tulisan dalam bolehmerokok.com yang membahas ini). Ini tentu saja cukup mengkhawatirkan. Karena siapapun yang menang, IHT di negeri ini sangat mungkin mengalami kemunduran.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain pengaruh dari presiden baru, komposisi anggota dewan baru juga akan cukup berpengaruh terhadap nasib Industri Hasil Tembakau dan Pertanian Tembakau dan Cengkeh serta turunannya. Bagaimanapun juga, mereka berwenang mengeluarkan undang-undang yang salah satunya undang-undang perihal pertembakauan dan turunannya.<\/p>\n\n\n\n Sepemantauan kami, tak banyak caleg yang membicarakan sektor ini dalam kampanye-kampanye mereka. Bukan tidak ada sama sekali. Ada. Namun sedikit sekali. Dari yang sedikit itu, mayoritasnya juga mengeluarkan nada serupa dengan capres-cawapres dalam kampanyenya.<\/p>\n\n\n\n Setidaknya, ada tiga ancaman besar yang bisa menggerus IHT bahkan hingga sampai membunuhnya. Ketiga ancaman tersebut saya ambil dari sekian banyak ancaman jika pernyataan-pernyataan capres-cawapres dan beberapa caleg benar-benar direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n Isu-isu perihal dampak buruk bagi kesehatan dari konsumsi rokok berimplikasi terhadap rencana pemerintah untuk terus menaikkan cukai produk rokok. Alasannya, semakin mahal harga rokok, semakin sedikit orang bisa membeli rokok. Asumsi ini membawa mereka beranggapan bahwa konsumen rokok akan semakin berkurang. Padahal tentu saja tidak semudah itu.<\/p>\n\n\n\n Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Pada saat awal musim tanam tembakau, masyarakat Temanggung melalukan ritual Among Tebal yang dilaksanakan dipagi hari, sebagai bentuk permintaan kepada sang Pencipta dengan berwasilah (perantara) kepada Ki Ageng Makukuhan nama lain Syeikh Maulana Taqwim. Tradisi lain yang dilaksanakan awal musim panen adalah Wiwitan, yang dilakukan saat datangnya senja. Dalam upacara wiwitan dipimpin oleh kaum atau kaur agama. Prosesi pelaksanaan upacara wiwitan dimulai dari pemukiman penduduk menuju ladang tembakau dengan membawa tumpeng, ketan, salak dan daging ayam tolak (cemani). Baik Among Tebal atau Wiwitan agenda acaranya adalah mengirim do\u2019a kepada leluhur, terlebih mendo\u2019akan Ki Ageng Makukuhan, dengan bacaan al-Fatikhah dan do\u2019a bersama. Sebagai masyarakat NU, mereka meyakini dengan mendo\u2019akan leluhur dan berwasilah kepadanya, mengharap keridloan Tuhan untuk memberkahi tanamannya.<\/p>\n\n\n\n Tanaman tembakau bagi warga NU di Temanggung telah menjadi identitas (jati diri) dan mendarah daging. Tembakau selain punya nilai ekonomi, juga terdapat nilai kepatuhan terhadap Ki Ageng Makukuhan (konon yang membawa tembakau ke Temanggung). Mereka (masyarakat) meyakini dengan menanam tembakau hidupnya sejahtera berkat berkah Ki Ageng Makukuhan. Diceritakan, untuk mendapatkan hasil kualitas tembakau yang baik,mereka rela untuk melakukan ritual dan ibadah tengah malam di tengah ladang tembakau menunggu dan meminta \u201crigen\u201d atau \u201cdaru rigen\u201d, semacam cahaya yang memancar secara tiba-tiba dari atas, menuju sasaran ladang tembakau yang nantinya menjadi tembakau kualitas terbaik (srinthil<\/em>). Diyakini sinar tersebut dari Sang Kholik (sang Pencipta).<\/p>\n\n\n\n Di Temanggung terdapat pasar tembakau yang terkenal saat panen raya, yaitu pasar Parakan. Letaknya arah utara dari Ibu kota Temanggung, tepatnya di persimpangan jalan menuju Kabupaten Wonosobo dan Menuju Kabupaten Kendal. Pasar paraan saat panen tembakau sangat ramai dikunjungi oleh pedagang tembakau lokal maupun dari luar kota. Di sebelah timur pasar Paraan inilah dahulu lahir Ulama\u2019 NU yang masyhur dengan sebutan Kiai Bambu Runcing atau Mbah Paraan. Nama aslinya Kiai Subkhi, beliau terkenal sebagai pembuat satu-satunya alat perang terbuat dari bambu yang diruncingkan ujungnya dan diyakini keampuhannya, dalam melawan penjajahan di bumi Nusantara. Masa penjajahan Kiai Subkhi sangat terkenal dikalangan Kiai-kiai NU, karena hampir di penjuru Nusantara tersebar bambu runcing buatannya. Seperti halnya barisan Hizbullah di bawah pimpinan Zainul Arifin, Barisan Sabilillah di bawah pimpinan KH. Masykur, tidak ketinggalan pula Laskar Bung Tomo, Laskar dr. Muwardi, laskar Ir Sakirman, laskar Pesindo bahkan KH. A. Wakhid Hasyim dan KH. Zainul Arifin. <\/p>\n\n\n\n Kiai Subkhi (kiai bambu runcing) adalah salah satu anggota prajurit Pangeran Diponegora, yang berjuang dan menetap di Paraan dahulu sebagai kota Kawedanan. Rumah singgah Kiai Subkhi sampai sekarang masih ada dan didiami oleh keturunannya. Sumur Kiai Subkhi yang konon dipergunakan untuk mencuci bambu runcing sudah ditutup keluarganya, dengan alasan menghindari kemusyrikan. Karena sepeninggal Kiai Subkhi banyak orang yang berbondong-bondong minta berkah air sumur tersebut. Sampai sekarang paraan terkenal sebagai pasar tembakau terbesar dan kampung bambu runcing, dan di kabupaten Temanggung pada umumnya sebagai penghasil tembakau terbaik sedunia. Sehari lalu, mayoritas warga Indonesia merayakan pesta demokrasi lewat partisipasi mereka dalam pemilihan umum. Selain pemilihan presiden, pemilihan anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten\/Kotamadya, dan DPD dilakukan serentak dalam satu waktu. <\/p>\n\n\n\n Sejauh ini kondisi negeri ini masih kondusif pasca pemilu, sedikit riak-riak kecil tentu saja ada, namun itu masih dalam batas toleransi dan saya percaya pihak-pihak berwenang bisa lekas mengatasi. Hasil perhitungan cepat yang dikeluarkan beberapa lembaga survey menyebut petahana, Pak Jokowi, yang kali ini berpasangan dengan KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden, memenangkan pemilihan presiden dengan selisih perolehan suara berkisar antara 8 dan 10 persen dengan pasangan Prabowo-Sandi.<\/p>\n\n\n\n Baca: Industri Rokok Kretek Nasional, Bertahan dalam Rentetan Panjang Krisis Ekonomi<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain terpilihnya pasangan presiden-wakil presiden baru, komposisi anggota DPR tingkat nasional hingga tingkat daerah juga baru. Beberapa anggota dewan lama yang terpilih lagi tentu saja ada, namun tentu ada pula yang baru.<\/p>\n\n\n\n Baik itu pemilihan presiden, juga anggota dewan nasional hingga daerah, sudah barang tentu akan berpengaruh terhadap nasib industri rokok kretek ke depannya. Ini tentu juga akan sangat berpengaruh terhadap nasib petani tembakau, petani cengkeh, para buruh linting, pekerja pabrik, sales dari perusahaan rokok, para pedagang grosir dan eceran, serta beberapa elemen lain yang terkait erat dengan industri rokok kretek dan sektor pertanian yang mendukungnya.<\/p>\n\n\n\n Sepengamatan kami, dari dua pasang capres-cawapres, tak ada nada positif dari keduanya terkait nasib industri hasil tembakau dan sektor pertanian tembakau dan cengkeh. Keduanya mengeluarkan pernyataan yang cukup mengecewakan terkait IHT (seingat saya ada tulisan dalam bolehmerokok.com yang membahas ini). Ini tentu saja cukup mengkhawatirkan. Karena siapapun yang menang, IHT di negeri ini sangat mungkin mengalami kemunduran.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain pengaruh dari presiden baru, komposisi anggota dewan baru juga akan cukup berpengaruh terhadap nasib Industri Hasil Tembakau dan Pertanian Tembakau dan Cengkeh serta turunannya. Bagaimanapun juga, mereka berwenang mengeluarkan undang-undang yang salah satunya undang-undang perihal pertembakauan dan turunannya.<\/p>\n\n\n\n Sepemantauan kami, tak banyak caleg yang membicarakan sektor ini dalam kampanye-kampanye mereka. Bukan tidak ada sama sekali. Ada. Namun sedikit sekali. Dari yang sedikit itu, mayoritasnya juga mengeluarkan nada serupa dengan capres-cawapres dalam kampanyenya.<\/p>\n\n\n\n Setidaknya, ada tiga ancaman besar yang bisa menggerus IHT bahkan hingga sampai membunuhnya. Ketiga ancaman tersebut saya ambil dari sekian banyak ancaman jika pernyataan-pernyataan capres-cawapres dan beberapa caleg benar-benar direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n Isu-isu perihal dampak buruk bagi kesehatan dari konsumsi rokok berimplikasi terhadap rencana pemerintah untuk terus menaikkan cukai produk rokok. Alasannya, semakin mahal harga rokok, semakin sedikit orang bisa membeli rokok. Asumsi ini membawa mereka beranggapan bahwa konsumen rokok akan semakin berkurang. Padahal tentu saja tidak semudah itu.<\/p>\n\n\n\n Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Petani di lahan kering Kabupaten Temanggung sangat menggantungkan pendapatannya dari komoditas tembakau. Budidaya tembakau dilakukan sangat intensif setiap tahun dan tanpa ada waktu istirahat menanam tembakau. Pilihan utama petani adalah tembakau karena memiliki nilai ekonomi lebih baik disbanding komoditas lainnya. Pola pergiliran tanam dalam satu tahun secara umum dapat dibedakan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n Pada saat awal musim tanam tembakau, masyarakat Temanggung melalukan ritual Among Tebal yang dilaksanakan dipagi hari, sebagai bentuk permintaan kepada sang Pencipta dengan berwasilah (perantara) kepada Ki Ageng Makukuhan nama lain Syeikh Maulana Taqwim. Tradisi lain yang dilaksanakan awal musim panen adalah Wiwitan, yang dilakukan saat datangnya senja. Dalam upacara wiwitan dipimpin oleh kaum atau kaur agama. Prosesi pelaksanaan upacara wiwitan dimulai dari pemukiman penduduk menuju ladang tembakau dengan membawa tumpeng, ketan, salak dan daging ayam tolak (cemani). Baik Among Tebal atau Wiwitan agenda acaranya adalah mengirim do\u2019a kepada leluhur, terlebih mendo\u2019akan Ki Ageng Makukuhan, dengan bacaan al-Fatikhah dan do\u2019a bersama. Sebagai masyarakat NU, mereka meyakini dengan mendo\u2019akan leluhur dan berwasilah kepadanya, mengharap keridloan Tuhan untuk memberkahi tanamannya.<\/p>\n\n\n\n Tanaman tembakau bagi warga NU di Temanggung telah menjadi identitas (jati diri) dan mendarah daging. Tembakau selain punya nilai ekonomi, juga terdapat nilai kepatuhan terhadap Ki Ageng Makukuhan (konon yang membawa tembakau ke Temanggung). Mereka (masyarakat) meyakini dengan menanam tembakau hidupnya sejahtera berkat berkah Ki Ageng Makukuhan. Diceritakan, untuk mendapatkan hasil kualitas tembakau yang baik,mereka rela untuk melakukan ritual dan ibadah tengah malam di tengah ladang tembakau menunggu dan meminta \u201crigen\u201d atau \u201cdaru rigen\u201d, semacam cahaya yang memancar secara tiba-tiba dari atas, menuju sasaran ladang tembakau yang nantinya menjadi tembakau kualitas terbaik (srinthil<\/em>). Diyakini sinar tersebut dari Sang Kholik (sang Pencipta).<\/p>\n\n\n\n Di Temanggung terdapat pasar tembakau yang terkenal saat panen raya, yaitu pasar Parakan. Letaknya arah utara dari Ibu kota Temanggung, tepatnya di persimpangan jalan menuju Kabupaten Wonosobo dan Menuju Kabupaten Kendal. Pasar paraan saat panen tembakau sangat ramai dikunjungi oleh pedagang tembakau lokal maupun dari luar kota. Di sebelah timur pasar Paraan inilah dahulu lahir Ulama\u2019 NU yang masyhur dengan sebutan Kiai Bambu Runcing atau Mbah Paraan. Nama aslinya Kiai Subkhi, beliau terkenal sebagai pembuat satu-satunya alat perang terbuat dari bambu yang diruncingkan ujungnya dan diyakini keampuhannya, dalam melawan penjajahan di bumi Nusantara. Masa penjajahan Kiai Subkhi sangat terkenal dikalangan Kiai-kiai NU, karena hampir di penjuru Nusantara tersebar bambu runcing buatannya. Seperti halnya barisan Hizbullah di bawah pimpinan Zainul Arifin, Barisan Sabilillah di bawah pimpinan KH. Masykur, tidak ketinggalan pula Laskar Bung Tomo, Laskar dr. Muwardi, laskar Ir Sakirman, laskar Pesindo bahkan KH. A. Wakhid Hasyim dan KH. Zainul Arifin. <\/p>\n\n\n\n Kiai Subkhi (kiai bambu runcing) adalah salah satu anggota prajurit Pangeran Diponegora, yang berjuang dan menetap di Paraan dahulu sebagai kota Kawedanan. Rumah singgah Kiai Subkhi sampai sekarang masih ada dan didiami oleh keturunannya. Sumur Kiai Subkhi yang konon dipergunakan untuk mencuci bambu runcing sudah ditutup keluarganya, dengan alasan menghindari kemusyrikan. Karena sepeninggal Kiai Subkhi banyak orang yang berbondong-bondong minta berkah air sumur tersebut. Sampai sekarang paraan terkenal sebagai pasar tembakau terbesar dan kampung bambu runcing, dan di kabupaten Temanggung pada umumnya sebagai penghasil tembakau terbaik sedunia. Sehari lalu, mayoritas warga Indonesia merayakan pesta demokrasi lewat partisipasi mereka dalam pemilihan umum. Selain pemilihan presiden, pemilihan anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten\/Kotamadya, dan DPD dilakukan serentak dalam satu waktu. <\/p>\n\n\n\n Sejauh ini kondisi negeri ini masih kondusif pasca pemilu, sedikit riak-riak kecil tentu saja ada, namun itu masih dalam batas toleransi dan saya percaya pihak-pihak berwenang bisa lekas mengatasi. Hasil perhitungan cepat yang dikeluarkan beberapa lembaga survey menyebut petahana, Pak Jokowi, yang kali ini berpasangan dengan KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden, memenangkan pemilihan presiden dengan selisih perolehan suara berkisar antara 8 dan 10 persen dengan pasangan Prabowo-Sandi.<\/p>\n\n\n\n Baca: Industri Rokok Kretek Nasional, Bertahan dalam Rentetan Panjang Krisis Ekonomi<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain terpilihnya pasangan presiden-wakil presiden baru, komposisi anggota DPR tingkat nasional hingga tingkat daerah juga baru. Beberapa anggota dewan lama yang terpilih lagi tentu saja ada, namun tentu ada pula yang baru.<\/p>\n\n\n\n Baik itu pemilihan presiden, juga anggota dewan nasional hingga daerah, sudah barang tentu akan berpengaruh terhadap nasib industri rokok kretek ke depannya. Ini tentu juga akan sangat berpengaruh terhadap nasib petani tembakau, petani cengkeh, para buruh linting, pekerja pabrik, sales dari perusahaan rokok, para pedagang grosir dan eceran, serta beberapa elemen lain yang terkait erat dengan industri rokok kretek dan sektor pertanian yang mendukungnya.<\/p>\n\n\n\n Sepengamatan kami, dari dua pasang capres-cawapres, tak ada nada positif dari keduanya terkait nasib industri hasil tembakau dan sektor pertanian tembakau dan cengkeh. Keduanya mengeluarkan pernyataan yang cukup mengecewakan terkait IHT (seingat saya ada tulisan dalam bolehmerokok.com yang membahas ini). Ini tentu saja cukup mengkhawatirkan. Karena siapapun yang menang, IHT di negeri ini sangat mungkin mengalami kemunduran.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain pengaruh dari presiden baru, komposisi anggota dewan baru juga akan cukup berpengaruh terhadap nasib Industri Hasil Tembakau dan Pertanian Tembakau dan Cengkeh serta turunannya. Bagaimanapun juga, mereka berwenang mengeluarkan undang-undang yang salah satunya undang-undang perihal pertembakauan dan turunannya.<\/p>\n\n\n\n Sepemantauan kami, tak banyak caleg yang membicarakan sektor ini dalam kampanye-kampanye mereka. Bukan tidak ada sama sekali. Ada. Namun sedikit sekali. Dari yang sedikit itu, mayoritasnya juga mengeluarkan nada serupa dengan capres-cawapres dalam kampanyenya.<\/p>\n\n\n\n Setidaknya, ada tiga ancaman besar yang bisa menggerus IHT bahkan hingga sampai membunuhnya. Ketiga ancaman tersebut saya ambil dari sekian banyak ancaman jika pernyataan-pernyataan capres-cawapres dan beberapa caleg benar-benar direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n Isu-isu perihal dampak buruk bagi kesehatan dari konsumsi rokok berimplikasi terhadap rencana pemerintah untuk terus menaikkan cukai produk rokok. Alasannya, semakin mahal harga rokok, semakin sedikit orang bisa membeli rokok. Asumsi ini membawa mereka beranggapan bahwa konsumen rokok akan semakin berkurang. Padahal tentu saja tidak semudah itu.<\/p>\n\n\n\n Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Petani di lahan kering Kabupaten Temanggung sangat menggantungkan pendapatannya dari komoditas tembakau. Budidaya tembakau dilakukan sangat intensif setiap tahun dan tanpa ada waktu istirahat menanam tembakau. Pilihan utama petani adalah tembakau karena memiliki nilai ekonomi lebih baik disbanding komoditas lainnya. Pola pergiliran tanam dalam satu tahun secara umum dapat dibedakan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n Pada saat awal musim tanam tembakau, masyarakat Temanggung melalukan ritual Among Tebal yang dilaksanakan dipagi hari, sebagai bentuk permintaan kepada sang Pencipta dengan berwasilah (perantara) kepada Ki Ageng Makukuhan nama lain Syeikh Maulana Taqwim. Tradisi lain yang dilaksanakan awal musim panen adalah Wiwitan, yang dilakukan saat datangnya senja. Dalam upacara wiwitan dipimpin oleh kaum atau kaur agama. Prosesi pelaksanaan upacara wiwitan dimulai dari pemukiman penduduk menuju ladang tembakau dengan membawa tumpeng, ketan, salak dan daging ayam tolak (cemani). Baik Among Tebal atau Wiwitan agenda acaranya adalah mengirim do\u2019a kepada leluhur, terlebih mendo\u2019akan Ki Ageng Makukuhan, dengan bacaan al-Fatikhah dan do\u2019a bersama. Sebagai masyarakat NU, mereka meyakini dengan mendo\u2019akan leluhur dan berwasilah kepadanya, mengharap keridloan Tuhan untuk memberkahi tanamannya.<\/p>\n\n\n\n Tanaman tembakau bagi warga NU di Temanggung telah menjadi identitas (jati diri) dan mendarah daging. Tembakau selain punya nilai ekonomi, juga terdapat nilai kepatuhan terhadap Ki Ageng Makukuhan (konon yang membawa tembakau ke Temanggung). Mereka (masyarakat) meyakini dengan menanam tembakau hidupnya sejahtera berkat berkah Ki Ageng Makukuhan. Diceritakan, untuk mendapatkan hasil kualitas tembakau yang baik,mereka rela untuk melakukan ritual dan ibadah tengah malam di tengah ladang tembakau menunggu dan meminta \u201crigen\u201d atau \u201cdaru rigen\u201d, semacam cahaya yang memancar secara tiba-tiba dari atas, menuju sasaran ladang tembakau yang nantinya menjadi tembakau kualitas terbaik (srinthil<\/em>). Diyakini sinar tersebut dari Sang Kholik (sang Pencipta).<\/p>\n\n\n\n Di Temanggung terdapat pasar tembakau yang terkenal saat panen raya, yaitu pasar Parakan. Letaknya arah utara dari Ibu kota Temanggung, tepatnya di persimpangan jalan menuju Kabupaten Wonosobo dan Menuju Kabupaten Kendal. Pasar paraan saat panen tembakau sangat ramai dikunjungi oleh pedagang tembakau lokal maupun dari luar kota. Di sebelah timur pasar Paraan inilah dahulu lahir Ulama\u2019 NU yang masyhur dengan sebutan Kiai Bambu Runcing atau Mbah Paraan. Nama aslinya Kiai Subkhi, beliau terkenal sebagai pembuat satu-satunya alat perang terbuat dari bambu yang diruncingkan ujungnya dan diyakini keampuhannya, dalam melawan penjajahan di bumi Nusantara. Masa penjajahan Kiai Subkhi sangat terkenal dikalangan Kiai-kiai NU, karena hampir di penjuru Nusantara tersebar bambu runcing buatannya. Seperti halnya barisan Hizbullah di bawah pimpinan Zainul Arifin, Barisan Sabilillah di bawah pimpinan KH. Masykur, tidak ketinggalan pula Laskar Bung Tomo, Laskar dr. Muwardi, laskar Ir Sakirman, laskar Pesindo bahkan KH. A. Wakhid Hasyim dan KH. Zainul Arifin. <\/p>\n\n\n\n Kiai Subkhi (kiai bambu runcing) adalah salah satu anggota prajurit Pangeran Diponegora, yang berjuang dan menetap di Paraan dahulu sebagai kota Kawedanan. Rumah singgah Kiai Subkhi sampai sekarang masih ada dan didiami oleh keturunannya. Sumur Kiai Subkhi yang konon dipergunakan untuk mencuci bambu runcing sudah ditutup keluarganya, dengan alasan menghindari kemusyrikan. Karena sepeninggal Kiai Subkhi banyak orang yang berbondong-bondong minta berkah air sumur tersebut. Sampai sekarang paraan terkenal sebagai pasar tembakau terbesar dan kampung bambu runcing, dan di kabupaten Temanggung pada umumnya sebagai penghasil tembakau terbaik sedunia. Sehari lalu, mayoritas warga Indonesia merayakan pesta demokrasi lewat partisipasi mereka dalam pemilihan umum. Selain pemilihan presiden, pemilihan anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten\/Kotamadya, dan DPD dilakukan serentak dalam satu waktu. <\/p>\n\n\n\n Sejauh ini kondisi negeri ini masih kondusif pasca pemilu, sedikit riak-riak kecil tentu saja ada, namun itu masih dalam batas toleransi dan saya percaya pihak-pihak berwenang bisa lekas mengatasi. Hasil perhitungan cepat yang dikeluarkan beberapa lembaga survey menyebut petahana, Pak Jokowi, yang kali ini berpasangan dengan KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden, memenangkan pemilihan presiden dengan selisih perolehan suara berkisar antara 8 dan 10 persen dengan pasangan Prabowo-Sandi.<\/p>\n\n\n\n Baca: Industri Rokok Kretek Nasional, Bertahan dalam Rentetan Panjang Krisis Ekonomi<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain terpilihnya pasangan presiden-wakil presiden baru, komposisi anggota DPR tingkat nasional hingga tingkat daerah juga baru. Beberapa anggota dewan lama yang terpilih lagi tentu saja ada, namun tentu ada pula yang baru.<\/p>\n\n\n\n Baik itu pemilihan presiden, juga anggota dewan nasional hingga daerah, sudah barang tentu akan berpengaruh terhadap nasib industri rokok kretek ke depannya. Ini tentu juga akan sangat berpengaruh terhadap nasib petani tembakau, petani cengkeh, para buruh linting, pekerja pabrik, sales dari perusahaan rokok, para pedagang grosir dan eceran, serta beberapa elemen lain yang terkait erat dengan industri rokok kretek dan sektor pertanian yang mendukungnya.<\/p>\n\n\n\n Sepengamatan kami, dari dua pasang capres-cawapres, tak ada nada positif dari keduanya terkait nasib industri hasil tembakau dan sektor pertanian tembakau dan cengkeh. Keduanya mengeluarkan pernyataan yang cukup mengecewakan terkait IHT (seingat saya ada tulisan dalam bolehmerokok.com yang membahas ini). Ini tentu saja cukup mengkhawatirkan. Karena siapapun yang menang, IHT di negeri ini sangat mungkin mengalami kemunduran.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain pengaruh dari presiden baru, komposisi anggota dewan baru juga akan cukup berpengaruh terhadap nasib Industri Hasil Tembakau dan Pertanian Tembakau dan Cengkeh serta turunannya. Bagaimanapun juga, mereka berwenang mengeluarkan undang-undang yang salah satunya undang-undang perihal pertembakauan dan turunannya.<\/p>\n\n\n\n Sepemantauan kami, tak banyak caleg yang membicarakan sektor ini dalam kampanye-kampanye mereka. Bukan tidak ada sama sekali. Ada. Namun sedikit sekali. Dari yang sedikit itu, mayoritasnya juga mengeluarkan nada serupa dengan capres-cawapres dalam kampanyenya.<\/p>\n\n\n\n Setidaknya, ada tiga ancaman besar yang bisa menggerus IHT bahkan hingga sampai membunuhnya. Ketiga ancaman tersebut saya ambil dari sekian banyak ancaman jika pernyataan-pernyataan capres-cawapres dan beberapa caleg benar-benar direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n Isu-isu perihal dampak buruk bagi kesehatan dari konsumsi rokok berimplikasi terhadap rencana pemerintah untuk terus menaikkan cukai produk rokok. Alasannya, semakin mahal harga rokok, semakin sedikit orang bisa membeli rokok. Asumsi ini membawa mereka beranggapan bahwa konsumen rokok akan semakin berkurang. Padahal tentu saja tidak semudah itu.<\/p>\n\n\n\n Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Dilihat luasan lahan Kabupaten Temanggung adalah 87.065 ha, 78,5% atau 68.346 ha berupa lahan pertanian, 11% atau 9.577 ha untuk kawasan pemukiman dan 10,5% atau 9.142 ha untuk sarana umum dan perkantoran. Lahan pertanian terdiri atas sawah 31,8% atau 20.634 ha dan 68,2% atau 46.612 ha berupa lahan kering. Jenis tanahnya terdiri atas: <\/p>\n\n\n\n Petani di lahan kering Kabupaten Temanggung sangat menggantungkan pendapatannya dari komoditas tembakau. Budidaya tembakau dilakukan sangat intensif setiap tahun dan tanpa ada waktu istirahat menanam tembakau. Pilihan utama petani adalah tembakau karena memiliki nilai ekonomi lebih baik disbanding komoditas lainnya. Pola pergiliran tanam dalam satu tahun secara umum dapat dibedakan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n Pada saat awal musim tanam tembakau, masyarakat Temanggung melalukan ritual Among Tebal yang dilaksanakan dipagi hari, sebagai bentuk permintaan kepada sang Pencipta dengan berwasilah (perantara) kepada Ki Ageng Makukuhan nama lain Syeikh Maulana Taqwim. Tradisi lain yang dilaksanakan awal musim panen adalah Wiwitan, yang dilakukan saat datangnya senja. Dalam upacara wiwitan dipimpin oleh kaum atau kaur agama. Prosesi pelaksanaan upacara wiwitan dimulai dari pemukiman penduduk menuju ladang tembakau dengan membawa tumpeng, ketan, salak dan daging ayam tolak (cemani). Baik Among Tebal atau Wiwitan agenda acaranya adalah mengirim do\u2019a kepada leluhur, terlebih mendo\u2019akan Ki Ageng Makukuhan, dengan bacaan al-Fatikhah dan do\u2019a bersama. Sebagai masyarakat NU, mereka meyakini dengan mendo\u2019akan leluhur dan berwasilah kepadanya, mengharap keridloan Tuhan untuk memberkahi tanamannya.<\/p>\n\n\n\n Tanaman tembakau bagi warga NU di Temanggung telah menjadi identitas (jati diri) dan mendarah daging. Tembakau selain punya nilai ekonomi, juga terdapat nilai kepatuhan terhadap Ki Ageng Makukuhan (konon yang membawa tembakau ke Temanggung). Mereka (masyarakat) meyakini dengan menanam tembakau hidupnya sejahtera berkat berkah Ki Ageng Makukuhan. Diceritakan, untuk mendapatkan hasil kualitas tembakau yang baik,mereka rela untuk melakukan ritual dan ibadah tengah malam di tengah ladang tembakau menunggu dan meminta \u201crigen\u201d atau \u201cdaru rigen\u201d, semacam cahaya yang memancar secara tiba-tiba dari atas, menuju sasaran ladang tembakau yang nantinya menjadi tembakau kualitas terbaik (srinthil<\/em>). Diyakini sinar tersebut dari Sang Kholik (sang Pencipta).<\/p>\n\n\n\n Di Temanggung terdapat pasar tembakau yang terkenal saat panen raya, yaitu pasar Parakan. Letaknya arah utara dari Ibu kota Temanggung, tepatnya di persimpangan jalan menuju Kabupaten Wonosobo dan Menuju Kabupaten Kendal. Pasar paraan saat panen tembakau sangat ramai dikunjungi oleh pedagang tembakau lokal maupun dari luar kota. Di sebelah timur pasar Paraan inilah dahulu lahir Ulama\u2019 NU yang masyhur dengan sebutan Kiai Bambu Runcing atau Mbah Paraan. Nama aslinya Kiai Subkhi, beliau terkenal sebagai pembuat satu-satunya alat perang terbuat dari bambu yang diruncingkan ujungnya dan diyakini keampuhannya, dalam melawan penjajahan di bumi Nusantara. Masa penjajahan Kiai Subkhi sangat terkenal dikalangan Kiai-kiai NU, karena hampir di penjuru Nusantara tersebar bambu runcing buatannya. Seperti halnya barisan Hizbullah di bawah pimpinan Zainul Arifin, Barisan Sabilillah di bawah pimpinan KH. Masykur, tidak ketinggalan pula Laskar Bung Tomo, Laskar dr. Muwardi, laskar Ir Sakirman, laskar Pesindo bahkan KH. A. Wakhid Hasyim dan KH. Zainul Arifin. <\/p>\n\n\n\n Kiai Subkhi (kiai bambu runcing) adalah salah satu anggota prajurit Pangeran Diponegora, yang berjuang dan menetap di Paraan dahulu sebagai kota Kawedanan. Rumah singgah Kiai Subkhi sampai sekarang masih ada dan didiami oleh keturunannya. Sumur Kiai Subkhi yang konon dipergunakan untuk mencuci bambu runcing sudah ditutup keluarganya, dengan alasan menghindari kemusyrikan. Karena sepeninggal Kiai Subkhi banyak orang yang berbondong-bondong minta berkah air sumur tersebut. Sampai sekarang paraan terkenal sebagai pasar tembakau terbesar dan kampung bambu runcing, dan di kabupaten Temanggung pada umumnya sebagai penghasil tembakau terbaik sedunia. Sehari lalu, mayoritas warga Indonesia merayakan pesta demokrasi lewat partisipasi mereka dalam pemilihan umum. Selain pemilihan presiden, pemilihan anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten\/Kotamadya, dan DPD dilakukan serentak dalam satu waktu. <\/p>\n\n\n\n Sejauh ini kondisi negeri ini masih kondusif pasca pemilu, sedikit riak-riak kecil tentu saja ada, namun itu masih dalam batas toleransi dan saya percaya pihak-pihak berwenang bisa lekas mengatasi. Hasil perhitungan cepat yang dikeluarkan beberapa lembaga survey menyebut petahana, Pak Jokowi, yang kali ini berpasangan dengan KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden, memenangkan pemilihan presiden dengan selisih perolehan suara berkisar antara 8 dan 10 persen dengan pasangan Prabowo-Sandi.<\/p>\n\n\n\n Baca: Industri Rokok Kretek Nasional, Bertahan dalam Rentetan Panjang Krisis Ekonomi<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain terpilihnya pasangan presiden-wakil presiden baru, komposisi anggota DPR tingkat nasional hingga tingkat daerah juga baru. Beberapa anggota dewan lama yang terpilih lagi tentu saja ada, namun tentu ada pula yang baru.<\/p>\n\n\n\n Baik itu pemilihan presiden, juga anggota dewan nasional hingga daerah, sudah barang tentu akan berpengaruh terhadap nasib industri rokok kretek ke depannya. Ini tentu juga akan sangat berpengaruh terhadap nasib petani tembakau, petani cengkeh, para buruh linting, pekerja pabrik, sales dari perusahaan rokok, para pedagang grosir dan eceran, serta beberapa elemen lain yang terkait erat dengan industri rokok kretek dan sektor pertanian yang mendukungnya.<\/p>\n\n\n\n Sepengamatan kami, dari dua pasang capres-cawapres, tak ada nada positif dari keduanya terkait nasib industri hasil tembakau dan sektor pertanian tembakau dan cengkeh. Keduanya mengeluarkan pernyataan yang cukup mengecewakan terkait IHT (seingat saya ada tulisan dalam bolehmerokok.com yang membahas ini). Ini tentu saja cukup mengkhawatirkan. Karena siapapun yang menang, IHT di negeri ini sangat mungkin mengalami kemunduran.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain pengaruh dari presiden baru, komposisi anggota dewan baru juga akan cukup berpengaruh terhadap nasib Industri Hasil Tembakau dan Pertanian Tembakau dan Cengkeh serta turunannya. Bagaimanapun juga, mereka berwenang mengeluarkan undang-undang yang salah satunya undang-undang perihal pertembakauan dan turunannya.<\/p>\n\n\n\n Sepemantauan kami, tak banyak caleg yang membicarakan sektor ini dalam kampanye-kampanye mereka. Bukan tidak ada sama sekali. Ada. Namun sedikit sekali. Dari yang sedikit itu, mayoritasnya juga mengeluarkan nada serupa dengan capres-cawapres dalam kampanyenya.<\/p>\n\n\n\n Setidaknya, ada tiga ancaman besar yang bisa menggerus IHT bahkan hingga sampai membunuhnya. Ketiga ancaman tersebut saya ambil dari sekian banyak ancaman jika pernyataan-pernyataan capres-cawapres dan beberapa caleg benar-benar direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n Isu-isu perihal dampak buruk bagi kesehatan dari konsumsi rokok berimplikasi terhadap rencana pemerintah untuk terus menaikkan cukai produk rokok. Alasannya, semakin mahal harga rokok, semakin sedikit orang bisa membeli rokok. Asumsi ini membawa mereka beranggapan bahwa konsumen rokok akan semakin berkurang. Padahal tentu saja tidak semudah itu.<\/p>\n\n\n\n Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Baca: Syeikh Ihsan Jampes pun Menulis Kitab untuk Para Perokok<\/a><\/p>\n\n\n\n Dilihat luasan lahan Kabupaten Temanggung adalah 87.065 ha, 78,5% atau 68.346 ha berupa lahan pertanian, 11% atau 9.577 ha untuk kawasan pemukiman dan 10,5% atau 9.142 ha untuk sarana umum dan perkantoran. Lahan pertanian terdiri atas sawah 31,8% atau 20.634 ha dan 68,2% atau 46.612 ha berupa lahan kering. Jenis tanahnya terdiri atas: <\/p>\n\n\n\n Petani di lahan kering Kabupaten Temanggung sangat menggantungkan pendapatannya dari komoditas tembakau. Budidaya tembakau dilakukan sangat intensif setiap tahun dan tanpa ada waktu istirahat menanam tembakau. Pilihan utama petani adalah tembakau karena memiliki nilai ekonomi lebih baik disbanding komoditas lainnya. Pola pergiliran tanam dalam satu tahun secara umum dapat dibedakan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n Pada saat awal musim tanam tembakau, masyarakat Temanggung melalukan ritual Among Tebal yang dilaksanakan dipagi hari, sebagai bentuk permintaan kepada sang Pencipta dengan berwasilah (perantara) kepada Ki Ageng Makukuhan nama lain Syeikh Maulana Taqwim. Tradisi lain yang dilaksanakan awal musim panen adalah Wiwitan, yang dilakukan saat datangnya senja. Dalam upacara wiwitan dipimpin oleh kaum atau kaur agama. Prosesi pelaksanaan upacara wiwitan dimulai dari pemukiman penduduk menuju ladang tembakau dengan membawa tumpeng, ketan, salak dan daging ayam tolak (cemani). Baik Among Tebal atau Wiwitan agenda acaranya adalah mengirim do\u2019a kepada leluhur, terlebih mendo\u2019akan Ki Ageng Makukuhan, dengan bacaan al-Fatikhah dan do\u2019a bersama. Sebagai masyarakat NU, mereka meyakini dengan mendo\u2019akan leluhur dan berwasilah kepadanya, mengharap keridloan Tuhan untuk memberkahi tanamannya.<\/p>\n\n\n\n Tanaman tembakau bagi warga NU di Temanggung telah menjadi identitas (jati diri) dan mendarah daging. Tembakau selain punya nilai ekonomi, juga terdapat nilai kepatuhan terhadap Ki Ageng Makukuhan (konon yang membawa tembakau ke Temanggung). Mereka (masyarakat) meyakini dengan menanam tembakau hidupnya sejahtera berkat berkah Ki Ageng Makukuhan. Diceritakan, untuk mendapatkan hasil kualitas tembakau yang baik,mereka rela untuk melakukan ritual dan ibadah tengah malam di tengah ladang tembakau menunggu dan meminta \u201crigen\u201d atau \u201cdaru rigen\u201d, semacam cahaya yang memancar secara tiba-tiba dari atas, menuju sasaran ladang tembakau yang nantinya menjadi tembakau kualitas terbaik (srinthil<\/em>). Diyakini sinar tersebut dari Sang Kholik (sang Pencipta).<\/p>\n\n\n\n Di Temanggung terdapat pasar tembakau yang terkenal saat panen raya, yaitu pasar Parakan. Letaknya arah utara dari Ibu kota Temanggung, tepatnya di persimpangan jalan menuju Kabupaten Wonosobo dan Menuju Kabupaten Kendal. Pasar paraan saat panen tembakau sangat ramai dikunjungi oleh pedagang tembakau lokal maupun dari luar kota. Di sebelah timur pasar Paraan inilah dahulu lahir Ulama\u2019 NU yang masyhur dengan sebutan Kiai Bambu Runcing atau Mbah Paraan. Nama aslinya Kiai Subkhi, beliau terkenal sebagai pembuat satu-satunya alat perang terbuat dari bambu yang diruncingkan ujungnya dan diyakini keampuhannya, dalam melawan penjajahan di bumi Nusantara. Masa penjajahan Kiai Subkhi sangat terkenal dikalangan Kiai-kiai NU, karena hampir di penjuru Nusantara tersebar bambu runcing buatannya. Seperti halnya barisan Hizbullah di bawah pimpinan Zainul Arifin, Barisan Sabilillah di bawah pimpinan KH. Masykur, tidak ketinggalan pula Laskar Bung Tomo, Laskar dr. Muwardi, laskar Ir Sakirman, laskar Pesindo bahkan KH. A. Wakhid Hasyim dan KH. Zainul Arifin. <\/p>\n\n\n\n Kiai Subkhi (kiai bambu runcing) adalah salah satu anggota prajurit Pangeran Diponegora, yang berjuang dan menetap di Paraan dahulu sebagai kota Kawedanan. Rumah singgah Kiai Subkhi sampai sekarang masih ada dan didiami oleh keturunannya. Sumur Kiai Subkhi yang konon dipergunakan untuk mencuci bambu runcing sudah ditutup keluarganya, dengan alasan menghindari kemusyrikan. Karena sepeninggal Kiai Subkhi banyak orang yang berbondong-bondong minta berkah air sumur tersebut. Sampai sekarang paraan terkenal sebagai pasar tembakau terbesar dan kampung bambu runcing, dan di kabupaten Temanggung pada umumnya sebagai penghasil tembakau terbaik sedunia. Sehari lalu, mayoritas warga Indonesia merayakan pesta demokrasi lewat partisipasi mereka dalam pemilihan umum. Selain pemilihan presiden, pemilihan anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten\/Kotamadya, dan DPD dilakukan serentak dalam satu waktu. <\/p>\n\n\n\n Sejauh ini kondisi negeri ini masih kondusif pasca pemilu, sedikit riak-riak kecil tentu saja ada, namun itu masih dalam batas toleransi dan saya percaya pihak-pihak berwenang bisa lekas mengatasi. Hasil perhitungan cepat yang dikeluarkan beberapa lembaga survey menyebut petahana, Pak Jokowi, yang kali ini berpasangan dengan KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden, memenangkan pemilihan presiden dengan selisih perolehan suara berkisar antara 8 dan 10 persen dengan pasangan Prabowo-Sandi.<\/p>\n\n\n\n Baca: Industri Rokok Kretek Nasional, Bertahan dalam Rentetan Panjang Krisis Ekonomi<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain terpilihnya pasangan presiden-wakil presiden baru, komposisi anggota DPR tingkat nasional hingga tingkat daerah juga baru. Beberapa anggota dewan lama yang terpilih lagi tentu saja ada, namun tentu ada pula yang baru.<\/p>\n\n\n\n Baik itu pemilihan presiden, juga anggota dewan nasional hingga daerah, sudah barang tentu akan berpengaruh terhadap nasib industri rokok kretek ke depannya. Ini tentu juga akan sangat berpengaruh terhadap nasib petani tembakau, petani cengkeh, para buruh linting, pekerja pabrik, sales dari perusahaan rokok, para pedagang grosir dan eceran, serta beberapa elemen lain yang terkait erat dengan industri rokok kretek dan sektor pertanian yang mendukungnya.<\/p>\n\n\n\n Sepengamatan kami, dari dua pasang capres-cawapres, tak ada nada positif dari keduanya terkait nasib industri hasil tembakau dan sektor pertanian tembakau dan cengkeh. Keduanya mengeluarkan pernyataan yang cukup mengecewakan terkait IHT (seingat saya ada tulisan dalam bolehmerokok.com yang membahas ini). Ini tentu saja cukup mengkhawatirkan. Karena siapapun yang menang, IHT di negeri ini sangat mungkin mengalami kemunduran.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain pengaruh dari presiden baru, komposisi anggota dewan baru juga akan cukup berpengaruh terhadap nasib Industri Hasil Tembakau dan Pertanian Tembakau dan Cengkeh serta turunannya. Bagaimanapun juga, mereka berwenang mengeluarkan undang-undang yang salah satunya undang-undang perihal pertembakauan dan turunannya.<\/p>\n\n\n\n Sepemantauan kami, tak banyak caleg yang membicarakan sektor ini dalam kampanye-kampanye mereka. Bukan tidak ada sama sekali. Ada. Namun sedikit sekali. Dari yang sedikit itu, mayoritasnya juga mengeluarkan nada serupa dengan capres-cawapres dalam kampanyenya.<\/p>\n\n\n\n Setidaknya, ada tiga ancaman besar yang bisa menggerus IHT bahkan hingga sampai membunuhnya. Ketiga ancaman tersebut saya ambil dari sekian banyak ancaman jika pernyataan-pernyataan capres-cawapres dan beberapa caleg benar-benar direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n Isu-isu perihal dampak buruk bagi kesehatan dari konsumsi rokok berimplikasi terhadap rencana pemerintah untuk terus menaikkan cukai produk rokok. Alasannya, semakin mahal harga rokok, semakin sedikit orang bisa membeli rokok. Asumsi ini membawa mereka beranggapan bahwa konsumen rokok akan semakin berkurang. Padahal tentu saja tidak semudah itu.<\/p>\n\n\n\n Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Berbeda dari hasil laporan dalam Jurnal Bumi Indonesia, dilansir dari GEO UGM<\/a> , tembakau merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Temanggung karena kontribusinya yang tinggi terhadap pendapatan para petani. Daerah basis tembakau di Kabupaten Temanggung tersebar di 13 kecamatan dari 18 kecamatan yang menghasilkan komoditas tembakau. Terdapat alternatif komoditas unggulan selain tembakau berupa komoditas kopi arabika, kopi robusta.<\/p>\n\n\n\n Baca: Syeikh Ihsan Jampes pun Menulis Kitab untuk Para Perokok<\/a><\/p>\n\n\n\n Dilihat luasan lahan Kabupaten Temanggung adalah 87.065 ha, 78,5% atau 68.346 ha berupa lahan pertanian, 11% atau 9.577 ha untuk kawasan pemukiman dan 10,5% atau 9.142 ha untuk sarana umum dan perkantoran. Lahan pertanian terdiri atas sawah 31,8% atau 20.634 ha dan 68,2% atau 46.612 ha berupa lahan kering. Jenis tanahnya terdiri atas: <\/p>\n\n\n\n Petani di lahan kering Kabupaten Temanggung sangat menggantungkan pendapatannya dari komoditas tembakau. Budidaya tembakau dilakukan sangat intensif setiap tahun dan tanpa ada waktu istirahat menanam tembakau. Pilihan utama petani adalah tembakau karena memiliki nilai ekonomi lebih baik disbanding komoditas lainnya. Pola pergiliran tanam dalam satu tahun secara umum dapat dibedakan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n Pada saat awal musim tanam tembakau, masyarakat Temanggung melalukan ritual Among Tebal yang dilaksanakan dipagi hari, sebagai bentuk permintaan kepada sang Pencipta dengan berwasilah (perantara) kepada Ki Ageng Makukuhan nama lain Syeikh Maulana Taqwim. Tradisi lain yang dilaksanakan awal musim panen adalah Wiwitan, yang dilakukan saat datangnya senja. Dalam upacara wiwitan dipimpin oleh kaum atau kaur agama. Prosesi pelaksanaan upacara wiwitan dimulai dari pemukiman penduduk menuju ladang tembakau dengan membawa tumpeng, ketan, salak dan daging ayam tolak (cemani). Baik Among Tebal atau Wiwitan agenda acaranya adalah mengirim do\u2019a kepada leluhur, terlebih mendo\u2019akan Ki Ageng Makukuhan, dengan bacaan al-Fatikhah dan do\u2019a bersama. Sebagai masyarakat NU, mereka meyakini dengan mendo\u2019akan leluhur dan berwasilah kepadanya, mengharap keridloan Tuhan untuk memberkahi tanamannya.<\/p>\n\n\n\n Tanaman tembakau bagi warga NU di Temanggung telah menjadi identitas (jati diri) dan mendarah daging. Tembakau selain punya nilai ekonomi, juga terdapat nilai kepatuhan terhadap Ki Ageng Makukuhan (konon yang membawa tembakau ke Temanggung). Mereka (masyarakat) meyakini dengan menanam tembakau hidupnya sejahtera berkat berkah Ki Ageng Makukuhan. Diceritakan, untuk mendapatkan hasil kualitas tembakau yang baik,mereka rela untuk melakukan ritual dan ibadah tengah malam di tengah ladang tembakau menunggu dan meminta \u201crigen\u201d atau \u201cdaru rigen\u201d, semacam cahaya yang memancar secara tiba-tiba dari atas, menuju sasaran ladang tembakau yang nantinya menjadi tembakau kualitas terbaik (srinthil<\/em>). Diyakini sinar tersebut dari Sang Kholik (sang Pencipta).<\/p>\n\n\n\n Di Temanggung terdapat pasar tembakau yang terkenal saat panen raya, yaitu pasar Parakan. Letaknya arah utara dari Ibu kota Temanggung, tepatnya di persimpangan jalan menuju Kabupaten Wonosobo dan Menuju Kabupaten Kendal. Pasar paraan saat panen tembakau sangat ramai dikunjungi oleh pedagang tembakau lokal maupun dari luar kota. Di sebelah timur pasar Paraan inilah dahulu lahir Ulama\u2019 NU yang masyhur dengan sebutan Kiai Bambu Runcing atau Mbah Paraan. Nama aslinya Kiai Subkhi, beliau terkenal sebagai pembuat satu-satunya alat perang terbuat dari bambu yang diruncingkan ujungnya dan diyakini keampuhannya, dalam melawan penjajahan di bumi Nusantara. Masa penjajahan Kiai Subkhi sangat terkenal dikalangan Kiai-kiai NU, karena hampir di penjuru Nusantara tersebar bambu runcing buatannya. Seperti halnya barisan Hizbullah di bawah pimpinan Zainul Arifin, Barisan Sabilillah di bawah pimpinan KH. Masykur, tidak ketinggalan pula Laskar Bung Tomo, Laskar dr. Muwardi, laskar Ir Sakirman, laskar Pesindo bahkan KH. A. Wakhid Hasyim dan KH. Zainul Arifin. <\/p>\n\n\n\n Kiai Subkhi (kiai bambu runcing) adalah salah satu anggota prajurit Pangeran Diponegora, yang berjuang dan menetap di Paraan dahulu sebagai kota Kawedanan. Rumah singgah Kiai Subkhi sampai sekarang masih ada dan didiami oleh keturunannya. Sumur Kiai Subkhi yang konon dipergunakan untuk mencuci bambu runcing sudah ditutup keluarganya, dengan alasan menghindari kemusyrikan. Karena sepeninggal Kiai Subkhi banyak orang yang berbondong-bondong minta berkah air sumur tersebut. Sampai sekarang paraan terkenal sebagai pasar tembakau terbesar dan kampung bambu runcing, dan di kabupaten Temanggung pada umumnya sebagai penghasil tembakau terbaik sedunia. Sehari lalu, mayoritas warga Indonesia merayakan pesta demokrasi lewat partisipasi mereka dalam pemilihan umum. Selain pemilihan presiden, pemilihan anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten\/Kotamadya, dan DPD dilakukan serentak dalam satu waktu. <\/p>\n\n\n\n Sejauh ini kondisi negeri ini masih kondusif pasca pemilu, sedikit riak-riak kecil tentu saja ada, namun itu masih dalam batas toleransi dan saya percaya pihak-pihak berwenang bisa lekas mengatasi. Hasil perhitungan cepat yang dikeluarkan beberapa lembaga survey menyebut petahana, Pak Jokowi, yang kali ini berpasangan dengan KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden, memenangkan pemilihan presiden dengan selisih perolehan suara berkisar antara 8 dan 10 persen dengan pasangan Prabowo-Sandi.<\/p>\n\n\n\n Baca: Industri Rokok Kretek Nasional, Bertahan dalam Rentetan Panjang Krisis Ekonomi<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain terpilihnya pasangan presiden-wakil presiden baru, komposisi anggota DPR tingkat nasional hingga tingkat daerah juga baru. Beberapa anggota dewan lama yang terpilih lagi tentu saja ada, namun tentu ada pula yang baru.<\/p>\n\n\n\n Baik itu pemilihan presiden, juga anggota dewan nasional hingga daerah, sudah barang tentu akan berpengaruh terhadap nasib industri rokok kretek ke depannya. Ini tentu juga akan sangat berpengaruh terhadap nasib petani tembakau, petani cengkeh, para buruh linting, pekerja pabrik, sales dari perusahaan rokok, para pedagang grosir dan eceran, serta beberapa elemen lain yang terkait erat dengan industri rokok kretek dan sektor pertanian yang mendukungnya.<\/p>\n\n\n\n Sepengamatan kami, dari dua pasang capres-cawapres, tak ada nada positif dari keduanya terkait nasib industri hasil tembakau dan sektor pertanian tembakau dan cengkeh. Keduanya mengeluarkan pernyataan yang cukup mengecewakan terkait IHT (seingat saya ada tulisan dalam bolehmerokok.com yang membahas ini). Ini tentu saja cukup mengkhawatirkan. Karena siapapun yang menang, IHT di negeri ini sangat mungkin mengalami kemunduran.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain pengaruh dari presiden baru, komposisi anggota dewan baru juga akan cukup berpengaruh terhadap nasib Industri Hasil Tembakau dan Pertanian Tembakau dan Cengkeh serta turunannya. Bagaimanapun juga, mereka berwenang mengeluarkan undang-undang yang salah satunya undang-undang perihal pertembakauan dan turunannya.<\/p>\n\n\n\n Sepemantauan kami, tak banyak caleg yang membicarakan sektor ini dalam kampanye-kampanye mereka. Bukan tidak ada sama sekali. Ada. Namun sedikit sekali. Dari yang sedikit itu, mayoritasnya juga mengeluarkan nada serupa dengan capres-cawapres dalam kampanyenya.<\/p>\n\n\n\n Setidaknya, ada tiga ancaman besar yang bisa menggerus IHT bahkan hingga sampai membunuhnya. Ketiga ancaman tersebut saya ambil dari sekian banyak ancaman jika pernyataan-pernyataan capres-cawapres dan beberapa caleg benar-benar direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n Isu-isu perihal dampak buruk bagi kesehatan dari konsumsi rokok berimplikasi terhadap rencana pemerintah untuk terus menaikkan cukai produk rokok. Alasannya, semakin mahal harga rokok, semakin sedikit orang bisa membeli rokok. Asumsi ini membawa mereka beranggapan bahwa konsumen rokok akan semakin berkurang. Padahal tentu saja tidak semudah itu.<\/p>\n\n\n\n Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Anehnya, setelah melakukan penelusuran di web BPS Temanggung melalui temanggungkab.bps.go.id\/subject\/54\/perkebunan.html, belum ditemukan dengan detail informasi bahwa mayoritas masyarakat di Temanggung adalah bertani tembakau. <\/p>\n\n\n\n Berbeda dari hasil laporan dalam Jurnal Bumi Indonesia, dilansir dari GEO UGM<\/a> , tembakau merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Temanggung karena kontribusinya yang tinggi terhadap pendapatan para petani. Daerah basis tembakau di Kabupaten Temanggung tersebar di 13 kecamatan dari 18 kecamatan yang menghasilkan komoditas tembakau. Terdapat alternatif komoditas unggulan selain tembakau berupa komoditas kopi arabika, kopi robusta.<\/p>\n\n\n\n Baca: Syeikh Ihsan Jampes pun Menulis Kitab untuk Para Perokok<\/a><\/p>\n\n\n\n Dilihat luasan lahan Kabupaten Temanggung adalah 87.065 ha, 78,5% atau 68.346 ha berupa lahan pertanian, 11% atau 9.577 ha untuk kawasan pemukiman dan 10,5% atau 9.142 ha untuk sarana umum dan perkantoran. Lahan pertanian terdiri atas sawah 31,8% atau 20.634 ha dan 68,2% atau 46.612 ha berupa lahan kering. Jenis tanahnya terdiri atas: <\/p>\n\n\n\n Petani di lahan kering Kabupaten Temanggung sangat menggantungkan pendapatannya dari komoditas tembakau. Budidaya tembakau dilakukan sangat intensif setiap tahun dan tanpa ada waktu istirahat menanam tembakau. Pilihan utama petani adalah tembakau karena memiliki nilai ekonomi lebih baik disbanding komoditas lainnya. Pola pergiliran tanam dalam satu tahun secara umum dapat dibedakan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n Pada saat awal musim tanam tembakau, masyarakat Temanggung melalukan ritual Among Tebal yang dilaksanakan dipagi hari, sebagai bentuk permintaan kepada sang Pencipta dengan berwasilah (perantara) kepada Ki Ageng Makukuhan nama lain Syeikh Maulana Taqwim. Tradisi lain yang dilaksanakan awal musim panen adalah Wiwitan, yang dilakukan saat datangnya senja. Dalam upacara wiwitan dipimpin oleh kaum atau kaur agama. Prosesi pelaksanaan upacara wiwitan dimulai dari pemukiman penduduk menuju ladang tembakau dengan membawa tumpeng, ketan, salak dan daging ayam tolak (cemani). Baik Among Tebal atau Wiwitan agenda acaranya adalah mengirim do\u2019a kepada leluhur, terlebih mendo\u2019akan Ki Ageng Makukuhan, dengan bacaan al-Fatikhah dan do\u2019a bersama. Sebagai masyarakat NU, mereka meyakini dengan mendo\u2019akan leluhur dan berwasilah kepadanya, mengharap keridloan Tuhan untuk memberkahi tanamannya.<\/p>\n\n\n\n Tanaman tembakau bagi warga NU di Temanggung telah menjadi identitas (jati diri) dan mendarah daging. Tembakau selain punya nilai ekonomi, juga terdapat nilai kepatuhan terhadap Ki Ageng Makukuhan (konon yang membawa tembakau ke Temanggung). Mereka (masyarakat) meyakini dengan menanam tembakau hidupnya sejahtera berkat berkah Ki Ageng Makukuhan. Diceritakan, untuk mendapatkan hasil kualitas tembakau yang baik,mereka rela untuk melakukan ritual dan ibadah tengah malam di tengah ladang tembakau menunggu dan meminta \u201crigen\u201d atau \u201cdaru rigen\u201d, semacam cahaya yang memancar secara tiba-tiba dari atas, menuju sasaran ladang tembakau yang nantinya menjadi tembakau kualitas terbaik (srinthil<\/em>). Diyakini sinar tersebut dari Sang Kholik (sang Pencipta).<\/p>\n\n\n\n Di Temanggung terdapat pasar tembakau yang terkenal saat panen raya, yaitu pasar Parakan. Letaknya arah utara dari Ibu kota Temanggung, tepatnya di persimpangan jalan menuju Kabupaten Wonosobo dan Menuju Kabupaten Kendal. Pasar paraan saat panen tembakau sangat ramai dikunjungi oleh pedagang tembakau lokal maupun dari luar kota. Di sebelah timur pasar Paraan inilah dahulu lahir Ulama\u2019 NU yang masyhur dengan sebutan Kiai Bambu Runcing atau Mbah Paraan. Nama aslinya Kiai Subkhi, beliau terkenal sebagai pembuat satu-satunya alat perang terbuat dari bambu yang diruncingkan ujungnya dan diyakini keampuhannya, dalam melawan penjajahan di bumi Nusantara. Masa penjajahan Kiai Subkhi sangat terkenal dikalangan Kiai-kiai NU, karena hampir di penjuru Nusantara tersebar bambu runcing buatannya. Seperti halnya barisan Hizbullah di bawah pimpinan Zainul Arifin, Barisan Sabilillah di bawah pimpinan KH. Masykur, tidak ketinggalan pula Laskar Bung Tomo, Laskar dr. Muwardi, laskar Ir Sakirman, laskar Pesindo bahkan KH. A. Wakhid Hasyim dan KH. Zainul Arifin. <\/p>\n\n\n\n Kiai Subkhi (kiai bambu runcing) adalah salah satu anggota prajurit Pangeran Diponegora, yang berjuang dan menetap di Paraan dahulu sebagai kota Kawedanan. Rumah singgah Kiai Subkhi sampai sekarang masih ada dan didiami oleh keturunannya. Sumur Kiai Subkhi yang konon dipergunakan untuk mencuci bambu runcing sudah ditutup keluarganya, dengan alasan menghindari kemusyrikan. Karena sepeninggal Kiai Subkhi banyak orang yang berbondong-bondong minta berkah air sumur tersebut. Sampai sekarang paraan terkenal sebagai pasar tembakau terbesar dan kampung bambu runcing, dan di kabupaten Temanggung pada umumnya sebagai penghasil tembakau terbaik sedunia. Sehari lalu, mayoritas warga Indonesia merayakan pesta demokrasi lewat partisipasi mereka dalam pemilihan umum. Selain pemilihan presiden, pemilihan anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten\/Kotamadya, dan DPD dilakukan serentak dalam satu waktu. <\/p>\n\n\n\n Sejauh ini kondisi negeri ini masih kondusif pasca pemilu, sedikit riak-riak kecil tentu saja ada, namun itu masih dalam batas toleransi dan saya percaya pihak-pihak berwenang bisa lekas mengatasi. Hasil perhitungan cepat yang dikeluarkan beberapa lembaga survey menyebut petahana, Pak Jokowi, yang kali ini berpasangan dengan KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden, memenangkan pemilihan presiden dengan selisih perolehan suara berkisar antara 8 dan 10 persen dengan pasangan Prabowo-Sandi.<\/p>\n\n\n\n Baca: Industri Rokok Kretek Nasional, Bertahan dalam Rentetan Panjang Krisis Ekonomi<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain terpilihnya pasangan presiden-wakil presiden baru, komposisi anggota DPR tingkat nasional hingga tingkat daerah juga baru. Beberapa anggota dewan lama yang terpilih lagi tentu saja ada, namun tentu ada pula yang baru.<\/p>\n\n\n\n Baik itu pemilihan presiden, juga anggota dewan nasional hingga daerah, sudah barang tentu akan berpengaruh terhadap nasib industri rokok kretek ke depannya. Ini tentu juga akan sangat berpengaruh terhadap nasib petani tembakau, petani cengkeh, para buruh linting, pekerja pabrik, sales dari perusahaan rokok, para pedagang grosir dan eceran, serta beberapa elemen lain yang terkait erat dengan industri rokok kretek dan sektor pertanian yang mendukungnya.<\/p>\n\n\n\n Sepengamatan kami, dari dua pasang capres-cawapres, tak ada nada positif dari keduanya terkait nasib industri hasil tembakau dan sektor pertanian tembakau dan cengkeh. Keduanya mengeluarkan pernyataan yang cukup mengecewakan terkait IHT (seingat saya ada tulisan dalam bolehmerokok.com yang membahas ini). Ini tentu saja cukup mengkhawatirkan. Karena siapapun yang menang, IHT di negeri ini sangat mungkin mengalami kemunduran.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain pengaruh dari presiden baru, komposisi anggota dewan baru juga akan cukup berpengaruh terhadap nasib Industri Hasil Tembakau dan Pertanian Tembakau dan Cengkeh serta turunannya. Bagaimanapun juga, mereka berwenang mengeluarkan undang-undang yang salah satunya undang-undang perihal pertembakauan dan turunannya.<\/p>\n\n\n\n Sepemantauan kami, tak banyak caleg yang membicarakan sektor ini dalam kampanye-kampanye mereka. Bukan tidak ada sama sekali. Ada. Namun sedikit sekali. Dari yang sedikit itu, mayoritasnya juga mengeluarkan nada serupa dengan capres-cawapres dalam kampanyenya.<\/p>\n\n\n\n Setidaknya, ada tiga ancaman besar yang bisa menggerus IHT bahkan hingga sampai membunuhnya. Ketiga ancaman tersebut saya ambil dari sekian banyak ancaman jika pernyataan-pernyataan capres-cawapres dan beberapa caleg benar-benar direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n Isu-isu perihal dampak buruk bagi kesehatan dari konsumsi rokok berimplikasi terhadap rencana pemerintah untuk terus menaikkan cukai produk rokok. Alasannya, semakin mahal harga rokok, semakin sedikit orang bisa membeli rokok. Asumsi ini membawa mereka beranggapan bahwa konsumen rokok akan semakin berkurang. Padahal tentu saja tidak semudah itu.<\/p>\n\n\n\n Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Jumlah penduduk Kabupaten Temamanggung pada tahun 2015 adalah 745.778 jiwa. Mata pencaharian masyarakat Temanggung yang bertani berjumlah 213.901 jiwa. Pemeluk agama Islam di temanggung juga sebagai mayoritas, berjumlah 646.969 jiwa. Warga NU di Temanggung diperkirakan sekitar + 490.051 jiwa, dan mayoritas mereka bergerak dalam pertembakauan. Ada yang petani tembakau, ada yang menjadi buruh tani tembakau, dan ada pula yang menjadi pedagang tembakau musiman saat panen raya tembakau. <\/p>\n\n\n\n Anehnya, setelah melakukan penelusuran di web BPS Temanggung melalui temanggungkab.bps.go.id\/subject\/54\/perkebunan.html, belum ditemukan dengan detail informasi bahwa mayoritas masyarakat di Temanggung adalah bertani tembakau. <\/p>\n\n\n\n Berbeda dari hasil laporan dalam Jurnal Bumi Indonesia, dilansir dari GEO UGM<\/a> , tembakau merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Temanggung karena kontribusinya yang tinggi terhadap pendapatan para petani. Daerah basis tembakau di Kabupaten Temanggung tersebar di 13 kecamatan dari 18 kecamatan yang menghasilkan komoditas tembakau. Terdapat alternatif komoditas unggulan selain tembakau berupa komoditas kopi arabika, kopi robusta.<\/p>\n\n\n\n Baca: Syeikh Ihsan Jampes pun Menulis Kitab untuk Para Perokok<\/a><\/p>\n\n\n\n Dilihat luasan lahan Kabupaten Temanggung adalah 87.065 ha, 78,5% atau 68.346 ha berupa lahan pertanian, 11% atau 9.577 ha untuk kawasan pemukiman dan 10,5% atau 9.142 ha untuk sarana umum dan perkantoran. Lahan pertanian terdiri atas sawah 31,8% atau 20.634 ha dan 68,2% atau 46.612 ha berupa lahan kering. Jenis tanahnya terdiri atas: <\/p>\n\n\n\n Petani di lahan kering Kabupaten Temanggung sangat menggantungkan pendapatannya dari komoditas tembakau. Budidaya tembakau dilakukan sangat intensif setiap tahun dan tanpa ada waktu istirahat menanam tembakau. Pilihan utama petani adalah tembakau karena memiliki nilai ekonomi lebih baik disbanding komoditas lainnya. Pola pergiliran tanam dalam satu tahun secara umum dapat dibedakan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n Pada saat awal musim tanam tembakau, masyarakat Temanggung melalukan ritual Among Tebal yang dilaksanakan dipagi hari, sebagai bentuk permintaan kepada sang Pencipta dengan berwasilah (perantara) kepada Ki Ageng Makukuhan nama lain Syeikh Maulana Taqwim. Tradisi lain yang dilaksanakan awal musim panen adalah Wiwitan, yang dilakukan saat datangnya senja. Dalam upacara wiwitan dipimpin oleh kaum atau kaur agama. Prosesi pelaksanaan upacara wiwitan dimulai dari pemukiman penduduk menuju ladang tembakau dengan membawa tumpeng, ketan, salak dan daging ayam tolak (cemani). Baik Among Tebal atau Wiwitan agenda acaranya adalah mengirim do\u2019a kepada leluhur, terlebih mendo\u2019akan Ki Ageng Makukuhan, dengan bacaan al-Fatikhah dan do\u2019a bersama. Sebagai masyarakat NU, mereka meyakini dengan mendo\u2019akan leluhur dan berwasilah kepadanya, mengharap keridloan Tuhan untuk memberkahi tanamannya.<\/p>\n\n\n\n Tanaman tembakau bagi warga NU di Temanggung telah menjadi identitas (jati diri) dan mendarah daging. Tembakau selain punya nilai ekonomi, juga terdapat nilai kepatuhan terhadap Ki Ageng Makukuhan (konon yang membawa tembakau ke Temanggung). Mereka (masyarakat) meyakini dengan menanam tembakau hidupnya sejahtera berkat berkah Ki Ageng Makukuhan. Diceritakan, untuk mendapatkan hasil kualitas tembakau yang baik,mereka rela untuk melakukan ritual dan ibadah tengah malam di tengah ladang tembakau menunggu dan meminta \u201crigen\u201d atau \u201cdaru rigen\u201d, semacam cahaya yang memancar secara tiba-tiba dari atas, menuju sasaran ladang tembakau yang nantinya menjadi tembakau kualitas terbaik (srinthil<\/em>). Diyakini sinar tersebut dari Sang Kholik (sang Pencipta).<\/p>\n\n\n\n Di Temanggung terdapat pasar tembakau yang terkenal saat panen raya, yaitu pasar Parakan. Letaknya arah utara dari Ibu kota Temanggung, tepatnya di persimpangan jalan menuju Kabupaten Wonosobo dan Menuju Kabupaten Kendal. Pasar paraan saat panen tembakau sangat ramai dikunjungi oleh pedagang tembakau lokal maupun dari luar kota. Di sebelah timur pasar Paraan inilah dahulu lahir Ulama\u2019 NU yang masyhur dengan sebutan Kiai Bambu Runcing atau Mbah Paraan. Nama aslinya Kiai Subkhi, beliau terkenal sebagai pembuat satu-satunya alat perang terbuat dari bambu yang diruncingkan ujungnya dan diyakini keampuhannya, dalam melawan penjajahan di bumi Nusantara. Masa penjajahan Kiai Subkhi sangat terkenal dikalangan Kiai-kiai NU, karena hampir di penjuru Nusantara tersebar bambu runcing buatannya. Seperti halnya barisan Hizbullah di bawah pimpinan Zainul Arifin, Barisan Sabilillah di bawah pimpinan KH. Masykur, tidak ketinggalan pula Laskar Bung Tomo, Laskar dr. Muwardi, laskar Ir Sakirman, laskar Pesindo bahkan KH. A. Wakhid Hasyim dan KH. Zainul Arifin. <\/p>\n\n\n\n Kiai Subkhi (kiai bambu runcing) adalah salah satu anggota prajurit Pangeran Diponegora, yang berjuang dan menetap di Paraan dahulu sebagai kota Kawedanan. Rumah singgah Kiai Subkhi sampai sekarang masih ada dan didiami oleh keturunannya. Sumur Kiai Subkhi yang konon dipergunakan untuk mencuci bambu runcing sudah ditutup keluarganya, dengan alasan menghindari kemusyrikan. Karena sepeninggal Kiai Subkhi banyak orang yang berbondong-bondong minta berkah air sumur tersebut. Sampai sekarang paraan terkenal sebagai pasar tembakau terbesar dan kampung bambu runcing, dan di kabupaten Temanggung pada umumnya sebagai penghasil tembakau terbaik sedunia. Sehari lalu, mayoritas warga Indonesia merayakan pesta demokrasi lewat partisipasi mereka dalam pemilihan umum. Selain pemilihan presiden, pemilihan anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten\/Kotamadya, dan DPD dilakukan serentak dalam satu waktu. <\/p>\n\n\n\n Sejauh ini kondisi negeri ini masih kondusif pasca pemilu, sedikit riak-riak kecil tentu saja ada, namun itu masih dalam batas toleransi dan saya percaya pihak-pihak berwenang bisa lekas mengatasi. Hasil perhitungan cepat yang dikeluarkan beberapa lembaga survey menyebut petahana, Pak Jokowi, yang kali ini berpasangan dengan KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden, memenangkan pemilihan presiden dengan selisih perolehan suara berkisar antara 8 dan 10 persen dengan pasangan Prabowo-Sandi.<\/p>\n\n\n\n Baca: Industri Rokok Kretek Nasional, Bertahan dalam Rentetan Panjang Krisis Ekonomi<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain terpilihnya pasangan presiden-wakil presiden baru, komposisi anggota DPR tingkat nasional hingga tingkat daerah juga baru. Beberapa anggota dewan lama yang terpilih lagi tentu saja ada, namun tentu ada pula yang baru.<\/p>\n\n\n\n Baik itu pemilihan presiden, juga anggota dewan nasional hingga daerah, sudah barang tentu akan berpengaruh terhadap nasib industri rokok kretek ke depannya. Ini tentu juga akan sangat berpengaruh terhadap nasib petani tembakau, petani cengkeh, para buruh linting, pekerja pabrik, sales dari perusahaan rokok, para pedagang grosir dan eceran, serta beberapa elemen lain yang terkait erat dengan industri rokok kretek dan sektor pertanian yang mendukungnya.<\/p>\n\n\n\n Sepengamatan kami, dari dua pasang capres-cawapres, tak ada nada positif dari keduanya terkait nasib industri hasil tembakau dan sektor pertanian tembakau dan cengkeh. Keduanya mengeluarkan pernyataan yang cukup mengecewakan terkait IHT (seingat saya ada tulisan dalam bolehmerokok.com yang membahas ini). Ini tentu saja cukup mengkhawatirkan. Karena siapapun yang menang, IHT di negeri ini sangat mungkin mengalami kemunduran.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain pengaruh dari presiden baru, komposisi anggota dewan baru juga akan cukup berpengaruh terhadap nasib Industri Hasil Tembakau dan Pertanian Tembakau dan Cengkeh serta turunannya. Bagaimanapun juga, mereka berwenang mengeluarkan undang-undang yang salah satunya undang-undang perihal pertembakauan dan turunannya.<\/p>\n\n\n\n Sepemantauan kami, tak banyak caleg yang membicarakan sektor ini dalam kampanye-kampanye mereka. Bukan tidak ada sama sekali. Ada. Namun sedikit sekali. Dari yang sedikit itu, mayoritasnya juga mengeluarkan nada serupa dengan capres-cawapres dalam kampanyenya.<\/p>\n\n\n\n Setidaknya, ada tiga ancaman besar yang bisa menggerus IHT bahkan hingga sampai membunuhnya. Ketiga ancaman tersebut saya ambil dari sekian banyak ancaman jika pernyataan-pernyataan capres-cawapres dan beberapa caleg benar-benar direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n Isu-isu perihal dampak buruk bagi kesehatan dari konsumsi rokok berimplikasi terhadap rencana pemerintah untuk terus menaikkan cukai produk rokok. Alasannya, semakin mahal harga rokok, semakin sedikit orang bisa membeli rokok. Asumsi ini membawa mereka beranggapan bahwa konsumen rokok akan semakin berkurang. Padahal tentu saja tidak semudah itu.<\/p>\n\n\n\n Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Kabupaten Temanggung masuk wilayah pemerintahan Provinsi Jawa Tengah, dan merupakan sentra tembakau terbaik di Indonesia. Jenis tembakau yang tersohor dan hanya didapat di Kabupaten Temanggung adalah jenis tembakau srinthil<\/em>. Jenis tembakau inilah yang selalu diimpikan dan diidam-idamkan petani tembakau di Temanggung. Namun apa daya bagi petani tembakau yang ada didataran rendah, karena srinthil hanya bisa dihasilkan didataran tinggi dengan kemiringan tertentu. Namun mereka tidak patah semangat untuk menanam tembakau, karena sejelek apapun tembakau asli Temanggung masih banyak yang membutuhkan sebagai bahan pokok olahan kretek.<\/p>\n\n\n\n Jumlah penduduk Kabupaten Temamanggung pada tahun 2015 adalah 745.778 jiwa. Mata pencaharian masyarakat Temanggung yang bertani berjumlah 213.901 jiwa. Pemeluk agama Islam di temanggung juga sebagai mayoritas, berjumlah 646.969 jiwa. Warga NU di Temanggung diperkirakan sekitar + 490.051 jiwa, dan mayoritas mereka bergerak dalam pertembakauan. Ada yang petani tembakau, ada yang menjadi buruh tani tembakau, dan ada pula yang menjadi pedagang tembakau musiman saat panen raya tembakau. <\/p>\n\n\n\n Anehnya, setelah melakukan penelusuran di web BPS Temanggung melalui temanggungkab.bps.go.id\/subject\/54\/perkebunan.html, belum ditemukan dengan detail informasi bahwa mayoritas masyarakat di Temanggung adalah bertani tembakau. <\/p>\n\n\n\n Berbeda dari hasil laporan dalam Jurnal Bumi Indonesia, dilansir dari GEO UGM<\/a> , tembakau merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Temanggung karena kontribusinya yang tinggi terhadap pendapatan para petani. Daerah basis tembakau di Kabupaten Temanggung tersebar di 13 kecamatan dari 18 kecamatan yang menghasilkan komoditas tembakau. Terdapat alternatif komoditas unggulan selain tembakau berupa komoditas kopi arabika, kopi robusta.<\/p>\n\n\n\n Baca: Syeikh Ihsan Jampes pun Menulis Kitab untuk Para Perokok<\/a><\/p>\n\n\n\n Dilihat luasan lahan Kabupaten Temanggung adalah 87.065 ha, 78,5% atau 68.346 ha berupa lahan pertanian, 11% atau 9.577 ha untuk kawasan pemukiman dan 10,5% atau 9.142 ha untuk sarana umum dan perkantoran. Lahan pertanian terdiri atas sawah 31,8% atau 20.634 ha dan 68,2% atau 46.612 ha berupa lahan kering. Jenis tanahnya terdiri atas: <\/p>\n\n\n\n Petani di lahan kering Kabupaten Temanggung sangat menggantungkan pendapatannya dari komoditas tembakau. Budidaya tembakau dilakukan sangat intensif setiap tahun dan tanpa ada waktu istirahat menanam tembakau. Pilihan utama petani adalah tembakau karena memiliki nilai ekonomi lebih baik disbanding komoditas lainnya. Pola pergiliran tanam dalam satu tahun secara umum dapat dibedakan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n Pada saat awal musim tanam tembakau, masyarakat Temanggung melalukan ritual Among Tebal yang dilaksanakan dipagi hari, sebagai bentuk permintaan kepada sang Pencipta dengan berwasilah (perantara) kepada Ki Ageng Makukuhan nama lain Syeikh Maulana Taqwim. Tradisi lain yang dilaksanakan awal musim panen adalah Wiwitan, yang dilakukan saat datangnya senja. Dalam upacara wiwitan dipimpin oleh kaum atau kaur agama. Prosesi pelaksanaan upacara wiwitan dimulai dari pemukiman penduduk menuju ladang tembakau dengan membawa tumpeng, ketan, salak dan daging ayam tolak (cemani). Baik Among Tebal atau Wiwitan agenda acaranya adalah mengirim do\u2019a kepada leluhur, terlebih mendo\u2019akan Ki Ageng Makukuhan, dengan bacaan al-Fatikhah dan do\u2019a bersama. Sebagai masyarakat NU, mereka meyakini dengan mendo\u2019akan leluhur dan berwasilah kepadanya, mengharap keridloan Tuhan untuk memberkahi tanamannya.<\/p>\n\n\n\n Tanaman tembakau bagi warga NU di Temanggung telah menjadi identitas (jati diri) dan mendarah daging. Tembakau selain punya nilai ekonomi, juga terdapat nilai kepatuhan terhadap Ki Ageng Makukuhan (konon yang membawa tembakau ke Temanggung). Mereka (masyarakat) meyakini dengan menanam tembakau hidupnya sejahtera berkat berkah Ki Ageng Makukuhan. Diceritakan, untuk mendapatkan hasil kualitas tembakau yang baik,mereka rela untuk melakukan ritual dan ibadah tengah malam di tengah ladang tembakau menunggu dan meminta \u201crigen\u201d atau \u201cdaru rigen\u201d, semacam cahaya yang memancar secara tiba-tiba dari atas, menuju sasaran ladang tembakau yang nantinya menjadi tembakau kualitas terbaik (srinthil<\/em>). Diyakini sinar tersebut dari Sang Kholik (sang Pencipta).<\/p>\n\n\n\n Di Temanggung terdapat pasar tembakau yang terkenal saat panen raya, yaitu pasar Parakan. Letaknya arah utara dari Ibu kota Temanggung, tepatnya di persimpangan jalan menuju Kabupaten Wonosobo dan Menuju Kabupaten Kendal. Pasar paraan saat panen tembakau sangat ramai dikunjungi oleh pedagang tembakau lokal maupun dari luar kota. Di sebelah timur pasar Paraan inilah dahulu lahir Ulama\u2019 NU yang masyhur dengan sebutan Kiai Bambu Runcing atau Mbah Paraan. Nama aslinya Kiai Subkhi, beliau terkenal sebagai pembuat satu-satunya alat perang terbuat dari bambu yang diruncingkan ujungnya dan diyakini keampuhannya, dalam melawan penjajahan di bumi Nusantara. Masa penjajahan Kiai Subkhi sangat terkenal dikalangan Kiai-kiai NU, karena hampir di penjuru Nusantara tersebar bambu runcing buatannya. Seperti halnya barisan Hizbullah di bawah pimpinan Zainul Arifin, Barisan Sabilillah di bawah pimpinan KH. Masykur, tidak ketinggalan pula Laskar Bung Tomo, Laskar dr. Muwardi, laskar Ir Sakirman, laskar Pesindo bahkan KH. A. Wakhid Hasyim dan KH. Zainul Arifin. <\/p>\n\n\n\n Kiai Subkhi (kiai bambu runcing) adalah salah satu anggota prajurit Pangeran Diponegora, yang berjuang dan menetap di Paraan dahulu sebagai kota Kawedanan. Rumah singgah Kiai Subkhi sampai sekarang masih ada dan didiami oleh keturunannya. Sumur Kiai Subkhi yang konon dipergunakan untuk mencuci bambu runcing sudah ditutup keluarganya, dengan alasan menghindari kemusyrikan. Karena sepeninggal Kiai Subkhi banyak orang yang berbondong-bondong minta berkah air sumur tersebut. Sampai sekarang paraan terkenal sebagai pasar tembakau terbesar dan kampung bambu runcing, dan di kabupaten Temanggung pada umumnya sebagai penghasil tembakau terbaik sedunia. Sehari lalu, mayoritas warga Indonesia merayakan pesta demokrasi lewat partisipasi mereka dalam pemilihan umum. Selain pemilihan presiden, pemilihan anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten\/Kotamadya, dan DPD dilakukan serentak dalam satu waktu. <\/p>\n\n\n\n Sejauh ini kondisi negeri ini masih kondusif pasca pemilu, sedikit riak-riak kecil tentu saja ada, namun itu masih dalam batas toleransi dan saya percaya pihak-pihak berwenang bisa lekas mengatasi. Hasil perhitungan cepat yang dikeluarkan beberapa lembaga survey menyebut petahana, Pak Jokowi, yang kali ini berpasangan dengan KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden, memenangkan pemilihan presiden dengan selisih perolehan suara berkisar antara 8 dan 10 persen dengan pasangan Prabowo-Sandi.<\/p>\n\n\n\n Baca: Industri Rokok Kretek Nasional, Bertahan dalam Rentetan Panjang Krisis Ekonomi<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain terpilihnya pasangan presiden-wakil presiden baru, komposisi anggota DPR tingkat nasional hingga tingkat daerah juga baru. Beberapa anggota dewan lama yang terpilih lagi tentu saja ada, namun tentu ada pula yang baru.<\/p>\n\n\n\n Baik itu pemilihan presiden, juga anggota dewan nasional hingga daerah, sudah barang tentu akan berpengaruh terhadap nasib industri rokok kretek ke depannya. Ini tentu juga akan sangat berpengaruh terhadap nasib petani tembakau, petani cengkeh, para buruh linting, pekerja pabrik, sales dari perusahaan rokok, para pedagang grosir dan eceran, serta beberapa elemen lain yang terkait erat dengan industri rokok kretek dan sektor pertanian yang mendukungnya.<\/p>\n\n\n\n Sepengamatan kami, dari dua pasang capres-cawapres, tak ada nada positif dari keduanya terkait nasib industri hasil tembakau dan sektor pertanian tembakau dan cengkeh. Keduanya mengeluarkan pernyataan yang cukup mengecewakan terkait IHT (seingat saya ada tulisan dalam bolehmerokok.com yang membahas ini). Ini tentu saja cukup mengkhawatirkan. Karena siapapun yang menang, IHT di negeri ini sangat mungkin mengalami kemunduran.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain pengaruh dari presiden baru, komposisi anggota dewan baru juga akan cukup berpengaruh terhadap nasib Industri Hasil Tembakau dan Pertanian Tembakau dan Cengkeh serta turunannya. Bagaimanapun juga, mereka berwenang mengeluarkan undang-undang yang salah satunya undang-undang perihal pertembakauan dan turunannya.<\/p>\n\n\n\n Sepemantauan kami, tak banyak caleg yang membicarakan sektor ini dalam kampanye-kampanye mereka. Bukan tidak ada sama sekali. Ada. Namun sedikit sekali. Dari yang sedikit itu, mayoritasnya juga mengeluarkan nada serupa dengan capres-cawapres dalam kampanyenya.<\/p>\n\n\n\n Setidaknya, ada tiga ancaman besar yang bisa menggerus IHT bahkan hingga sampai membunuhnya. Ketiga ancaman tersebut saya ambil dari sekian banyak ancaman jika pernyataan-pernyataan capres-cawapres dan beberapa caleg benar-benar direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n Isu-isu perihal dampak buruk bagi kesehatan dari konsumsi rokok berimplikasi terhadap rencana pemerintah untuk terus menaikkan cukai produk rokok. Alasannya, semakin mahal harga rokok, semakin sedikit orang bisa membeli rokok. Asumsi ini membawa mereka beranggapan bahwa konsumen rokok akan semakin berkurang. Padahal tentu saja tidak semudah itu.<\/p>\n\n\n\n Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones. Madura punya cerita lain, keberadaan tembakau di Madura tidak terlepas keberadaan Pangeran Katandur. Pangeran Katandur adalah gelar yang diberikan masyarakat Madura kepada Habib Ahmad Baidawi, putra dari Pangeran Pekaos dan cucu Sunan Kudus. Katandur <\/em>berasal dari kata \u201ctandur<\/em>\u201d (tanam), artinya yang menanam. Pangeran Katandur putra dari Habib Sholeh yang bergelar panembahan Pakaos putra Sunan Kudus (Sayyid Ja\u2019far Sodiq bin Sayyid Usman Sunan Andung). Berdasarkan cerita rakyat yang beredar, sebelum kedatangan Pangeran Katandur, Sumenep termasuk daerah yang sangat tandus, wajar jika tidak terlihat tanaman hijau, namun setelah kedatangan Pangeran Katandur menjadi berubah, karena kemahiran beliau dalam bertani. Konon, sebelum memulai menanam, Pangeran Katandur berdo\u2019a meminta hujan kepada Tuhan, melalui proses bertapa. Walhasil, do\u2019anya terkabul, tanaman tembakaunya berhasil. Tanaman tembakau<\/a> di Sumenep menjadi tanaman favorit dikenal sebagai daun emas yang dapat mengubah perilaku dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani. Pangeran Katandur terkenal mahir dalam pertanian, baik bercocok tanam, membajak sawah dengan menggunakan alat yang dinamakan Nanggala atau Salagah, yaitu alat berupa besi lancip yang diikatkan pada kayu dan ditarik dua ekor sapi. Pangeran Katandur hidup sekitar abad 13 sekitar tahun1248. Masyarakat Madura, khususnya Sumenep sampai sekarang memberikan penghormatan terhadap Pangeran dengan datang dan mendo\u2019akan di makamnya, datang silih berganti di setiap harinya. Dan juga mengharapkan berkah mengalir terus untuk masyarakat Madura, termasuk mendapatkan berkah bagi tanaman tembakaunya. Kabupaten Temanggung masuk wilayah pemerintahan Provinsi Jawa Tengah, dan merupakan sentra tembakau terbaik di Indonesia. Jenis tembakau yang tersohor dan hanya didapat di Kabupaten Temanggung adalah jenis tembakau srinthil<\/em>. Jenis tembakau inilah yang selalu diimpikan dan diidam-idamkan petani tembakau di Temanggung. Namun apa daya bagi petani tembakau yang ada didataran rendah, karena srinthil hanya bisa dihasilkan didataran tinggi dengan kemiringan tertentu. Namun mereka tidak patah semangat untuk menanam tembakau, karena sejelek apapun tembakau asli Temanggung masih banyak yang membutuhkan sebagai bahan pokok olahan kretek.<\/p>\n\n\n\n Jumlah penduduk Kabupaten Temamanggung pada tahun 2015 adalah 745.778 jiwa. Mata pencaharian masyarakat Temanggung yang bertani berjumlah 213.901 jiwa. Pemeluk agama Islam di temanggung juga sebagai mayoritas, berjumlah 646.969 jiwa. Warga NU di Temanggung diperkirakan sekitar + 490.051 jiwa, dan mayoritas mereka bergerak dalam pertembakauan. Ada yang petani tembakau, ada yang menjadi buruh tani tembakau, dan ada pula yang menjadi pedagang tembakau musiman saat panen raya tembakau. <\/p>\n\n\n\n Anehnya, setelah melakukan penelusuran di web BPS Temanggung melalui temanggungkab.bps.go.id\/subject\/54\/perkebunan.html, belum ditemukan dengan detail informasi bahwa mayoritas masyarakat di Temanggung adalah bertani tembakau. <\/p>\n\n\n\n Berbeda dari hasil laporan dalam Jurnal Bumi Indonesia, dilansir dari GEO UGM<\/a> , tembakau merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Temanggung karena kontribusinya yang tinggi terhadap pendapatan para petani. Daerah basis tembakau di Kabupaten Temanggung tersebar di 13 kecamatan dari 18 kecamatan yang menghasilkan komoditas tembakau. Terdapat alternatif komoditas unggulan selain tembakau berupa komoditas kopi arabika, kopi robusta.<\/p>\n\n\n\n Baca: Syeikh Ihsan Jampes pun Menulis Kitab untuk Para Perokok<\/a><\/p>\n\n\n\n Dilihat luasan lahan Kabupaten Temanggung adalah 87.065 ha, 78,5% atau 68.346 ha berupa lahan pertanian, 11% atau 9.577 ha untuk kawasan pemukiman dan 10,5% atau 9.142 ha untuk sarana umum dan perkantoran. Lahan pertanian terdiri atas sawah 31,8% atau 20.634 ha dan 68,2% atau 46.612 ha berupa lahan kering. Jenis tanahnya terdiri atas: <\/p>\n\n\n\n Petani di lahan kering Kabupaten Temanggung sangat menggantungkan pendapatannya dari komoditas tembakau. Budidaya tembakau dilakukan sangat intensif setiap tahun dan tanpa ada waktu istirahat menanam tembakau. Pilihan utama petani adalah tembakau karena memiliki nilai ekonomi lebih baik disbanding komoditas lainnya. Pola pergiliran tanam dalam satu tahun secara umum dapat dibedakan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n Pada saat awal musim tanam tembakau, masyarakat Temanggung melalukan ritual Among Tebal yang dilaksanakan dipagi hari, sebagai bentuk permintaan kepada sang Pencipta dengan berwasilah (perantara) kepada Ki Ageng Makukuhan nama lain Syeikh Maulana Taqwim. Tradisi lain yang dilaksanakan awal musim panen adalah Wiwitan, yang dilakukan saat datangnya senja. Dalam upacara wiwitan dipimpin oleh kaum atau kaur agama. Prosesi pelaksanaan upacara wiwitan dimulai dari pemukiman penduduk menuju ladang tembakau dengan membawa tumpeng, ketan, salak dan daging ayam tolak (cemani). Baik Among Tebal atau Wiwitan agenda acaranya adalah mengirim do\u2019a kepada leluhur, terlebih mendo\u2019akan Ki Ageng Makukuhan, dengan bacaan al-Fatikhah dan do\u2019a bersama. Sebagai masyarakat NU, mereka meyakini dengan mendo\u2019akan leluhur dan berwasilah kepadanya, mengharap keridloan Tuhan untuk memberkahi tanamannya.<\/p>\n\n\n\n Tanaman tembakau bagi warga NU di Temanggung telah menjadi identitas (jati diri) dan mendarah daging. Tembakau selain punya nilai ekonomi, juga terdapat nilai kepatuhan terhadap Ki Ageng Makukuhan (konon yang membawa tembakau ke Temanggung). Mereka (masyarakat) meyakini dengan menanam tembakau hidupnya sejahtera berkat berkah Ki Ageng Makukuhan. Diceritakan, untuk mendapatkan hasil kualitas tembakau yang baik,mereka rela untuk melakukan ritual dan ibadah tengah malam di tengah ladang tembakau menunggu dan meminta \u201crigen\u201d atau \u201cdaru rigen\u201d, semacam cahaya yang memancar secara tiba-tiba dari atas, menuju sasaran ladang tembakau yang nantinya menjadi tembakau kualitas terbaik (srinthil<\/em>). Diyakini sinar tersebut dari Sang Kholik (sang Pencipta).<\/p>\n\n\n\n Di Temanggung terdapat pasar tembakau yang terkenal saat panen raya, yaitu pasar Parakan. Letaknya arah utara dari Ibu kota Temanggung, tepatnya di persimpangan jalan menuju Kabupaten Wonosobo dan Menuju Kabupaten Kendal. Pasar paraan saat panen tembakau sangat ramai dikunjungi oleh pedagang tembakau lokal maupun dari luar kota. Di sebelah timur pasar Paraan inilah dahulu lahir Ulama\u2019 NU yang masyhur dengan sebutan Kiai Bambu Runcing atau Mbah Paraan. Nama aslinya Kiai Subkhi, beliau terkenal sebagai pembuat satu-satunya alat perang terbuat dari bambu yang diruncingkan ujungnya dan diyakini keampuhannya, dalam melawan penjajahan di bumi Nusantara. Masa penjajahan Kiai Subkhi sangat terkenal dikalangan Kiai-kiai NU, karena hampir di penjuru Nusantara tersebar bambu runcing buatannya. Seperti halnya barisan Hizbullah di bawah pimpinan Zainul Arifin, Barisan Sabilillah di bawah pimpinan KH. Masykur, tidak ketinggalan pula Laskar Bung Tomo, Laskar dr. Muwardi, laskar Ir Sakirman, laskar Pesindo bahkan KH. A. Wakhid Hasyim dan KH. Zainul Arifin. <\/p>\n\n\n\n Kiai Subkhi (kiai bambu runcing) adalah salah satu anggota prajurit Pangeran Diponegora, yang berjuang dan menetap di Paraan dahulu sebagai kota Kawedanan. Rumah singgah Kiai Subkhi sampai sekarang masih ada dan didiami oleh keturunannya. Sumur Kiai Subkhi yang konon dipergunakan untuk mencuci bambu runcing sudah ditutup keluarganya, dengan alasan menghindari kemusyrikan. Karena sepeninggal Kiai Subkhi banyak orang yang berbondong-bondong minta berkah air sumur tersebut. Sampai sekarang paraan terkenal sebagai pasar tembakau terbesar dan kampung bambu runcing, dan di kabupaten Temanggung pada umumnya sebagai penghasil tembakau terbaik sedunia. Sehari lalu, mayoritas warga Indonesia merayakan pesta demokrasi lewat partisipasi mereka dalam pemilihan umum. Selain pemilihan presiden, pemilihan anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten\/Kotamadya, dan DPD dilakukan serentak dalam satu waktu. <\/p>\n\n\n\n Sejauh ini kondisi negeri ini masih kondusif pasca pemilu, sedikit riak-riak kecil tentu saja ada, namun itu masih dalam batas toleransi dan saya percaya pihak-pihak berwenang bisa lekas mengatasi. Hasil perhitungan cepat yang dikeluarkan beberapa lembaga survey menyebut petahana, Pak Jokowi, yang kali ini berpasangan dengan KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden, memenangkan pemilihan presiden dengan selisih perolehan suara berkisar antara 8 dan 10 persen dengan pasangan Prabowo-Sandi.<\/p>\n\n\n\n Baca: Industri Rokok Kretek Nasional, Bertahan dalam Rentetan Panjang Krisis Ekonomi<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain terpilihnya pasangan presiden-wakil presiden baru, komposisi anggota DPR tingkat nasional hingga tingkat daerah juga baru. Beberapa anggota dewan lama yang terpilih lagi tentu saja ada, namun tentu ada pula yang baru.<\/p>\n\n\n\n Baik itu pemilihan presiden, juga anggota dewan nasional hingga daerah, sudah barang tentu akan berpengaruh terhadap nasib industri rokok kretek ke depannya. Ini tentu juga akan sangat berpengaruh terhadap nasib petani tembakau, petani cengkeh, para buruh linting, pekerja pabrik, sales dari perusahaan rokok, para pedagang grosir dan eceran, serta beberapa elemen lain yang terkait erat dengan industri rokok kretek dan sektor pertanian yang mendukungnya.<\/p>\n\n\n\n Sepengamatan kami, dari dua pasang capres-cawapres, tak ada nada positif dari keduanya terkait nasib industri hasil tembakau dan sektor pertanian tembakau dan cengkeh. Keduanya mengeluarkan pernyataan yang cukup mengecewakan terkait IHT (seingat saya ada tulisan dalam bolehmerokok.com yang membahas ini). Ini tentu saja cukup mengkhawatirkan. Karena siapapun yang menang, IHT di negeri ini sangat mungkin mengalami kemunduran.<\/p>\n\n\n\n Baca: Menjadi Keren dengan Tidak Merokok Saat Berkendara<\/a><\/p>\n\n\n\n Selain pengaruh dari presiden baru, komposisi anggota dewan baru juga akan cukup berpengaruh terhadap nasib Industri Hasil Tembakau dan Pertanian Tembakau dan Cengkeh serta turunannya. Bagaimanapun juga, mereka berwenang mengeluarkan undang-undang yang salah satunya undang-undang perihal pertembakauan dan turunannya.<\/p>\n\n\n\n Sepemantauan kami, tak banyak caleg yang membicarakan sektor ini dalam kampanye-kampanye mereka. Bukan tidak ada sama sekali. Ada. Namun sedikit sekali. Dari yang sedikit itu, mayoritasnya juga mengeluarkan nada serupa dengan capres-cawapres dalam kampanyenya.<\/p>\n\n\n\n Setidaknya, ada tiga ancaman besar yang bisa menggerus IHT bahkan hingga sampai membunuhnya. Ketiga ancaman tersebut saya ambil dari sekian banyak ancaman jika pernyataan-pernyataan capres-cawapres dan beberapa caleg benar-benar direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n Isu-isu perihal dampak buruk bagi kesehatan dari konsumsi rokok berimplikasi terhadap rencana pemerintah untuk terus menaikkan cukai produk rokok. Alasannya, semakin mahal harga rokok, semakin sedikit orang bisa membeli rokok. Asumsi ini membawa mereka beranggapan bahwa konsumen rokok akan semakin berkurang. Padahal tentu saja tidak semudah itu.<\/p>\n\n\n\n Naiknya cukai rokok alih-alih menekan jumlah konsumen rokok malah bisa menjadi bola salju yang membesarkan peredaran rokok ilegal. Bukannya konsumen rokok berkurang, pemasukan pemerintah dari cukai rokok yang akan berkurang karena banyaknya rokok ilegal yang beredar. Selain itu, kenaikan cukai juga akan mengganggu stabilitas pabrikan rokok legal yang selama ini banyak menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi negara.<\/p>\n\n\n\n Di tingkat legislatif, bukan tak mungkin suara-suara miring yang terus dihembuskan kepada produk rokok memaksa mereka mengeluarkan undang-undang yang merugikan industri hasil tembakau dan sektor pertanian yang menyokong industri itu. Tidak semudah itu memang karena faktor ekonomi, sosial, dan budaya akan jadi pertimbangan karena IHT terutama produk rokok kreteknya sudah merasuk dalam pada tiga faktor tersebut. Namun jika tidak dikawal dengan baik dan tekun, sangat mungkin undang-undang yang merugikan IHT bisa mereka produksi.<\/p>\n\n\n\n Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau adalah perjanjian internasional yang diinisiasi WHO dan mulai berlaku sejak Februari 2005. Isi perjanjian internasional ini, sesuai namanya tentu saja untuk pengendalian industri hasil tembakau. Lebih dari 160 negara telah meratifikasi perjanjian internasional ini. Sejauh ini, baik masa pemerintahan SBY, juga pemerintahan Jokowi, Indonesia belum meratifikasi FCTC. Dan ini bagus bagi industri rokok kretek di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n Mengapa bagus? Karena penolakan pemerintah meratifikasi FCTC menyelamatkan rokok kretek kebanggaan Nusantara. Salah satu poin dalam FCTC adalah penghilangan unsur aromatik dalam sebuah produk rokok. Dengan kata lain, jika Indonesia meratifikasi FCTC, cengkeh dan beberapa saus dalam rokok kretek, harus ditiadakan. Hanya tembakau yang diperbolehkan. Itupun tembakau jenis tertentu dan terbatas, dibatasi kandungan nikotin dan TAR dan beberapa indikator lainnya. Jadi tidak semua tembakau di yang ditanam petani lokal bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n Jika Indonesia meratifikasi FCTC, akan berdampak sangat jauh, musnahnya produk rokok kretek di pasar legal karena larangan kandungan cengkeh dalam sebatang produk rokok. Tanpa cengkeh, tak ada rokok kretek. <\/p>\n\n\n\n Bagi saya, ini akan sangat mengerikan. Karena pertanian cengkeh dalam negeri akan porak-poranda hancur berantakan. Karena sejauh ini lebih dari 90 persen hasil pertanian cengkeh diserap oleh industri rokok kretek. Jika FCTC diratifikasi, gejolak sosial yang terjadi di seluruh negeri akan lebih dahsyat dibanding gejolak sosial yang terjadi pada periode 90an ketika pertanian cengkeh diganggu monopoli BPPC.<\/p>\n\n\n\n Tak ada tanda-tanda Indonesia akan meratifikasi FCTC, dan semoga ini akan terus bertahan. Namun, melihat pernyataan dua pasang capres-cawapres, juga beberapa caleg, ditambah kampanye masif mereka yang mengklaim diri anti-rokok, kita patut mengkhawatirkan terjadinya ratifikasi FCTC ini. Sekali lagi, semoga tidak terjadi. Dan jika itu terjadi, saya mengajak Anda semua yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama kita lawan. Demi kedaulatan petani Indonesia!<\/p>\n","post_title":"Industri Rokok Kretek Pasca Pemilihan Umum","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"industri-rokok-kretek-pasca-pemilihan-umum","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-18 10:10:55","post_modified_gmt":"2019-04-18 03:10:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5643","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5640,"post_author":"919","post_date":"2019-04-17 06:00:51","post_date_gmt":"2019-04-16 23:00:51","post_content":"\n Winter is coming! Setelah beberapa tahun terahir para fans setia Game of Thrones menanti, kini serial kenamaan keluaran HBO yang sudah menginjak season ke-8 tersebut sudah bisa dinikmati. Senin kemarin (15\/4\/2019), episode pertama dari season terakhir tersebut sudah mulai ditayangkan, responnya beragam. Ada yang gembira, terkejut, dan tak sedikit yang kecewa. Serial Game of Thrones bisa dikatakan salah satu yang terbaik sepanjang masa. Di awal kehadirannya, serial yang mengadaptasi buku novel berjudul A Song of Ice and Fire karya George RR Martin itu diragukan bakan mendulang kesuksesan. Namun kisah yang berkembang serta kompleksitas konflik didalamnya membuat Game of Thrones nampak hidup dan sukses diterima masyarakat luas. Bukan hanya cerita dan latar belakang menarik yang ditampilkan di film tersebut. Film ini juga memanjakan mata anda yang menggemari karya kolosal dan dengan paduan Computer-Generated Imagery (CGI) yang canggih. Serial ini juga dilengkapi dengan tokoh yang menghayati perannya secara luar biasa, meski sebelum film ini dibuat diantaranya bukan merupakan figur yang popular di kalangan publik. Tahukah kalian, bahwa beberapa pemeran serial Game of Thrones ternyata seorang perokok lho! Mereka bahkan tak malu-malu untuk menunjukkan aktivitas kegemaran tersebut di muka publik. Meski dalam film yang mereka mainkan tidak pernah ada adegan merokok. Wajar saja sih karena latar belakang fim tersebut diambil pada sekitar 1400an. Berikut tiga tokoh dalam film Game of Thrones yang juga seorang perokok<\/a>. Bisa dikatakan Kit Harington yang memainkan peran sebagai Jon Snow merupakan salah satu tokoh utama dalam serial Game of Thrones. Perannya dalam serial itu cukup sentral, bukan hanya mengembalikan semangat dan kejayaan keluarganya (House Stark), ia juga sukses meredamkan perang antar house di Seven Kingdom, meski harus bertekuk lutut di hadapan Daenerys Targaryen. Jon Snow juga berperan penting dalam memimpin umat manusia melawan musuh dari tempat antah berantah yaitu Night King beserta pasukannya yaitu White Walkers. Jon Snow sangat handal memainkan perannya di film tersebut, mungkin faktor rokok yang membuatnya rileks membantunya dalam hal tersebut. Jika kebanyakan penonton Game of Thrones memuja-muja sosok Jon Snow, sebaliknya Petyr Baelish yang diperankan oleh Aiden Gillen menjadi seseorang yang tidak disukai. Petyr Baelish bukan seorang ksatria yang lihai mengangkat pedang serta bertarung, namun keahlian utamanya adalah strategi politik, propaganda, serta memecah belah. Kita tidak akan melihat kelihaian Aiden Gillen memainkan peran Petyr Baelish di season 8 ini, karena di season sebelumnya sosoknya mati di tangan Arya Stark. Di sisi lain, meski juga tak pernah melihat dirinya merokok di serial Game of Thrones, di kesehariannya, ia dalah perokok dan bahkan ia juga berakting sebagai perokok dalam film Blackout. Dari sekian banyak tokoh perempuan dalam Game of Thrones, boleh dibilang Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark adalah salah satu yang tercantik. Kecantikannya memang sudah telihat sejak season pertama, meski sejak meninggalkan Winterfel yang merupakan markas dari House Stark, kehidupannya penuh dengan kisah yang pahit. Dari berbagai pengalaman tak menyenangkan tersebut justru menjadikan sosok Sansa Stark sebagai seseorang yang tangguh. Ketika ia beruntung dan berhasil pulang ke Winterfel, dirinya langsung diangkat sebagai Lady of Winterfell, meski bukan menjadi istri bagi King of The North yaitu Jon Snow. Walaupun seorang perempuan, Sophie Turner dalam kesehariannya adalah seorang perokok, tak ada stigma buruk kepadanya dan justru pujian karena bermain peran dengan sangat baik di Game of Thrones.
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Menaikkan Cukai Rokok<\/h2>\n\n\n\n
Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Menaikkan Cukai Rokok<\/h2>\n\n\n\n
Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Menaikkan Cukai Rokok<\/h2>\n\n\n\n
Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Menaikkan Cukai Rokok<\/h2>\n\n\n\n
Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Menaikkan Cukai Rokok<\/h2>\n\n\n\n
Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Menaikkan Cukai Rokok<\/h2>\n\n\n\n
Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Menaikkan Cukai Rokok<\/h2>\n\n\n\n
Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Menaikkan Cukai Rokok<\/h2>\n\n\n\n
Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Menaikkan Cukai Rokok<\/h2>\n\n\n\n
Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Menaikkan Cukai Rokok<\/h2>\n\n\n\n
Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};Menaikkan Cukai Rokok<\/h2>\n\n\n\n
Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Budaya dan Tradisi Masyarakat Petani NU di Kabupaten Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"budaya-dan-tradisi-masyarakat-petani-nu-di-kabupaten-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-19 08:32:58","post_modified_gmt":"2019-04-19 01:32:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5643,"post_author":"878","post_date":"2019-04-18 10:10:47","post_date_gmt":"2019-04-18 03:10:47","post_content":"\nMenaikkan Cukai Rokok<\/h2>\n\n\n\n
Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Budaya dan Tradisi Masyarakat Petani NU di Kabupaten Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"budaya-dan-tradisi-masyarakat-petani-nu-di-kabupaten-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-19 08:32:58","post_modified_gmt":"2019-04-19 01:32:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5643,"post_author":"878","post_date":"2019-04-18 10:10:47","post_date_gmt":"2019-04-18 03:10:47","post_content":"\nMenaikkan Cukai Rokok<\/h2>\n\n\n\n
Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Budaya dan Tradisi Masyarakat Petani NU di Kabupaten Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"budaya-dan-tradisi-masyarakat-petani-nu-di-kabupaten-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-19 08:32:58","post_modified_gmt":"2019-04-19 01:32:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5643,"post_author":"878","post_date":"2019-04-18 10:10:47","post_date_gmt":"2019-04-18 03:10:47","post_content":"\nMenaikkan Cukai Rokok<\/h2>\n\n\n\n
Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Budaya dan Tradisi Masyarakat Petani NU di Kabupaten Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"budaya-dan-tradisi-masyarakat-petani-nu-di-kabupaten-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-19 08:32:58","post_modified_gmt":"2019-04-19 01:32:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5643,"post_author":"878","post_date":"2019-04-18 10:10:47","post_date_gmt":"2019-04-18 03:10:47","post_content":"\nMenaikkan Cukai Rokok<\/h2>\n\n\n\n
Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Budaya dan Tradisi Masyarakat Petani NU di Kabupaten Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"budaya-dan-tradisi-masyarakat-petani-nu-di-kabupaten-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-19 08:32:58","post_modified_gmt":"2019-04-19 01:32:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5643,"post_author":"878","post_date":"2019-04-18 10:10:47","post_date_gmt":"2019-04-18 03:10:47","post_content":"\nMenaikkan Cukai Rokok<\/h2>\n\n\n\n
Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Budaya dan Tradisi Masyarakat Petani NU di Kabupaten Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"budaya-dan-tradisi-masyarakat-petani-nu-di-kabupaten-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-19 08:32:58","post_modified_gmt":"2019-04-19 01:32:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5643,"post_author":"878","post_date":"2019-04-18 10:10:47","post_date_gmt":"2019-04-18 03:10:47","post_content":"\nMenaikkan Cukai Rokok<\/h2>\n\n\n\n
Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Budaya dan Tradisi Masyarakat Petani NU di Kabupaten Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"budaya-dan-tradisi-masyarakat-petani-nu-di-kabupaten-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-19 08:32:58","post_modified_gmt":"2019-04-19 01:32:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5643,"post_author":"878","post_date":"2019-04-18 10:10:47","post_date_gmt":"2019-04-18 03:10:47","post_content":"\nMenaikkan Cukai Rokok<\/h2>\n\n\n\n
Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Budaya dan Tradisi Masyarakat Petani NU di Kabupaten Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"budaya-dan-tradisi-masyarakat-petani-nu-di-kabupaten-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-19 08:32:58","post_modified_gmt":"2019-04-19 01:32:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5643,"post_author":"878","post_date":"2019-04-18 10:10:47","post_date_gmt":"2019-04-18 03:10:47","post_content":"\nMenaikkan Cukai Rokok<\/h2>\n\n\n\n
Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Budaya dan Tradisi Masyarakat Petani NU di Kabupaten Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"budaya-dan-tradisi-masyarakat-petani-nu-di-kabupaten-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-19 08:32:58","post_modified_gmt":"2019-04-19 01:32:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5643,"post_author":"878","post_date":"2019-04-18 10:10:47","post_date_gmt":"2019-04-18 03:10:47","post_content":"\nMenaikkan Cukai Rokok<\/h2>\n\n\n\n
Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Budaya dan Tradisi Masyarakat Petani NU di Kabupaten Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"budaya-dan-tradisi-masyarakat-petani-nu-di-kabupaten-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-19 08:32:58","post_modified_gmt":"2019-04-19 01:32:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5643,"post_author":"878","post_date":"2019-04-18 10:10:47","post_date_gmt":"2019-04-18 03:10:47","post_content":"\nMenaikkan Cukai Rokok<\/h2>\n\n\n\n
Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Budaya dan Tradisi Masyarakat Petani NU di Kabupaten Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"budaya-dan-tradisi-masyarakat-petani-nu-di-kabupaten-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-19 08:32:58","post_modified_gmt":"2019-04-19 01:32:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5643,"post_author":"878","post_date":"2019-04-18 10:10:47","post_date_gmt":"2019-04-18 03:10:47","post_content":"\nMenaikkan Cukai Rokok<\/h2>\n\n\n\n
Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Budaya dan Tradisi Masyarakat Petani NU di Kabupaten Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"budaya-dan-tradisi-masyarakat-petani-nu-di-kabupaten-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-19 08:32:58","post_modified_gmt":"2019-04-19 01:32:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5643,"post_author":"878","post_date":"2019-04-18 10:10:47","post_date_gmt":"2019-04-18 03:10:47","post_content":"\nMenaikkan Cukai Rokok<\/h2>\n\n\n\n
Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Budaya dan Tradisi Masyarakat Petani NU di Kabupaten Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"budaya-dan-tradisi-masyarakat-petani-nu-di-kabupaten-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-19 08:32:58","post_modified_gmt":"2019-04-19 01:32:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5643,"post_author":"878","post_date":"2019-04-18 10:10:47","post_date_gmt":"2019-04-18 03:10:47","post_content":"\nMenaikkan Cukai Rokok<\/h2>\n\n\n\n
Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Cerita Rakyat Tentang Kretek dan Tembakau di Tiga Kota (Kudus, Temanggung, Madura)","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-rakyat-tentang-kretek-dan-tembakau-di-tiga-kota-kudus-temanggung-madura","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-22 11:59:00","post_modified_gmt":"2019-04-22 04:59:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5650","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5646,"post_author":"877","post_date":"2019-04-19 08:32:51","post_date_gmt":"2019-04-19 01:32:51","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Budaya dan Tradisi Masyarakat Petani NU di Kabupaten Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"budaya-dan-tradisi-masyarakat-petani-nu-di-kabupaten-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-19 08:32:58","post_modified_gmt":"2019-04-19 01:32:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5643,"post_author":"878","post_date":"2019-04-18 10:10:47","post_date_gmt":"2019-04-18 03:10:47","post_content":"\nMenaikkan Cukai Rokok<\/h2>\n\n\n\n
Undang-Undang Pertembakauan yang Merugikan<\/h2>\n\n\n\n
Ratifikasi FCTC <\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nKit Harington (Jon Snow)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nAiden Gillen (Petyr Baelish)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\nSophie Turner (Sansa Stark)<\/h2>\n\n\n\n
<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Tiga Perokok dalam Serial Game Of Thrones","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tiga-perokok-dalam-serial-game-of-thrones","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-17 01:10:01","post_modified_gmt":"2019-04-16 18:10:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5640","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":33},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};