\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n
\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Terlepas beda pendapat tentang tembakau, ada laporan yang menarik yang ditulis oleh P. De Kat Angelino dalam Voorstenlandsche Tabaksenquete tahun 1929, mengungkapkan bahwa kalaupun tanaman tembakau bukan tanaman asli Indonesia, sejak diperkenalkan sudah memiliki pertalian khusus dengan tanah Indonesia. Tembakau tak hanya menjadi komoditas utama pemerintah kolonial, tetapi juga telah mengubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat bumiputera.   <\/p>\n\n\n\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Bisa jadi memang tanaman tembakau ada dimana-mana dan awalnya tumbuh liar termasuk di bumi Nusantara ini, hanya sebutannya yang beda. Juga bisa jadi dahulu orang-orang terdahulu sudah tau ada tanaman tersebut, tapi tak mengerti namanya, akhirnya mengikuti nama populernya.<\/p>\n\n\n\n

Terlepas beda pendapat tentang tembakau, ada laporan yang menarik yang ditulis oleh P. De Kat Angelino dalam Voorstenlandsche Tabaksenquete tahun 1929, mengungkapkan bahwa kalaupun tanaman tembakau bukan tanaman asli Indonesia, sejak diperkenalkan sudah memiliki pertalian khusus dengan tanah Indonesia. Tembakau tak hanya menjadi komoditas utama pemerintah kolonial, tetapi juga telah mengubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat bumiputera.   <\/p>\n\n\n\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n
\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Bisa jadi memang tanaman tembakau ada dimana-mana dan awalnya tumbuh liar termasuk di bumi Nusantara ini, hanya sebutannya yang beda. Juga bisa jadi dahulu orang-orang terdahulu sudah tau ada tanaman tersebut, tapi tak mengerti namanya, akhirnya mengikuti nama populernya.<\/p>\n\n\n\n

Terlepas beda pendapat tentang tembakau, ada laporan yang menarik yang ditulis oleh P. De Kat Angelino dalam Voorstenlandsche Tabaksenquete tahun 1929, mengungkapkan bahwa kalaupun tanaman tembakau bukan tanaman asli Indonesia, sejak diperkenalkan sudah memiliki pertalian khusus dengan tanah Indonesia. Tembakau tak hanya menjadi komoditas utama pemerintah kolonial, tetapi juga telah mengubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat bumiputera.   <\/p>\n\n\n\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Memperkuat hipotesa Budayawan asal Yogyakarta tersebut, di Kudus tepatnya di Desa Colo Kecamatan Dawe, tembakau tumbuh liar di bebatuan. Anehnya tanaman tersebut ketika dibersihkan dan dicabut, akan tumbuh lagi disekitaran tempat itu, cerita Masrukin. Ada lagi kejadian di Desa Gribig Kecamatan Gebog sebelah timur makam Sunan Kedu, tembakau tumbuh di sela-sela dinding batu bata salah satu rumah warga. Kalau dicabut selang beberapa hari tumbuh lagi begitu seterusnya. Rasa gregetan, karena menurutnya tumbuh tak sewajarnya dan tak memperindah pandangan rumahnya, akhirnya baru dua tahun ini dinding rumah tersebut di keraskan memakai semen, cerita Nur Cholis warga setempat.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Bisa jadi memang tanaman tembakau ada dimana-mana dan awalnya tumbuh liar termasuk di bumi Nusantara ini, hanya sebutannya yang beda. Juga bisa jadi dahulu orang-orang terdahulu sudah tau ada tanaman tersebut, tapi tak mengerti namanya, akhirnya mengikuti nama populernya.<\/p>\n\n\n\n

Terlepas beda pendapat tentang tembakau, ada laporan yang menarik yang ditulis oleh P. De Kat Angelino dalam Voorstenlandsche Tabaksenquete tahun 1929, mengungkapkan bahwa kalaupun tanaman tembakau bukan tanaman asli Indonesia, sejak diperkenalkan sudah memiliki pertalian khusus dengan tanah Indonesia. Tembakau tak hanya menjadi komoditas utama pemerintah kolonial, tetapi juga telah mengubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat bumiputera.   <\/p>\n\n\n\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Beda lagi pernyataan Jadul Maula, seorang budayawan asal Yogyakarta. Melalui pendekatan bahasa, tanaman tembakau sudah ada sejak dulu, tumbuh dan berkembang dengan sendiri di bumi pertiwi ini. Ia menggambarkan secara kedaerahan, contoh di daerah Temanggung, orang sering mengatakan \u201csotho\u201d sebutan untuk tembakau. Tembakau sebutan kerennya, dan sotho nama aslinya. Sebutan sotho dan tembakau gak ada miripnya, kalau \u201cbako\u201d \u201ctembakau\u201d \u201ctobacco\u201d dan \u201c tumbacco\u201d hampir mirip pelafalannya. Jadi hipotesa yang dibangun mas Jadul, apa yang disebut tembakau itu bisa jadi sebetulnya tanaman yang disemua negara ada termasuk Indonesia. Namun karena saat itu orang Portugis lebih mempopulerkan dengan sebutan \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d dan orang Indonesia kesulitan melafalkannya, sehingga menyebutnya \u201ctembakau\u201d atau \u201cbako\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Memperkuat hipotesa Budayawan asal Yogyakarta tersebut, di Kudus tepatnya di Desa Colo Kecamatan Dawe, tembakau tumbuh liar di bebatuan. Anehnya tanaman tersebut ketika dibersihkan dan dicabut, akan tumbuh lagi disekitaran tempat itu, cerita Masrukin. Ada lagi kejadian di Desa Gribig Kecamatan Gebog sebelah timur makam Sunan Kedu, tembakau tumbuh di sela-sela dinding batu bata salah satu rumah warga. Kalau dicabut selang beberapa hari tumbuh lagi begitu seterusnya. Rasa gregetan, karena menurutnya tumbuh tak sewajarnya dan tak memperindah pandangan rumahnya, akhirnya baru dua tahun ini dinding rumah tersebut di keraskan memakai semen, cerita Nur Cholis warga setempat.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Bisa jadi memang tanaman tembakau ada dimana-mana dan awalnya tumbuh liar termasuk di bumi Nusantara ini, hanya sebutannya yang beda. Juga bisa jadi dahulu orang-orang terdahulu sudah tau ada tanaman tersebut, tapi tak mengerti namanya, akhirnya mengikuti nama populernya.<\/p>\n\n\n\n

Terlepas beda pendapat tentang tembakau, ada laporan yang menarik yang ditulis oleh P. De Kat Angelino dalam Voorstenlandsche Tabaksenquete tahun 1929, mengungkapkan bahwa kalaupun tanaman tembakau bukan tanaman asli Indonesia, sejak diperkenalkan sudah memiliki pertalian khusus dengan tanah Indonesia. Tembakau tak hanya menjadi komoditas utama pemerintah kolonial, tetapi juga telah mengubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat bumiputera.   <\/p>\n\n\n\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Pada awal abad XVII tembakau di tanam besar-besaran oleh Belanda di beberapa wilayah di Jawa, Sumatera, Bali dan Lombok. Semasa Gubernur Hindia Belanda Johannes Van Den Bosch tahun 1830, tanaman tembakau Nusantara menjadi salah satu tanaman ekspor. Pada akhirnya penduduk bumiputra diwajibkan menanam tembakau di era sitem tanam paksa oleh Belanda. Adanya ekspor tembakau tersebut, Belanda memperoleh keuntungan yang berlimpah awalnya pada tahun 1840 sebesar 180.000 gulden, meningkat 1.200.000 gulden hingga pada tahun 1845 menjadi 2.300.000 gulden. Wah keuntungan yang fantastik, jadi tak heran Belanda kaya dan makmur saat itu. <\/p>\n\n\n\n

Beda lagi pernyataan Jadul Maula, seorang budayawan asal Yogyakarta. Melalui pendekatan bahasa, tanaman tembakau sudah ada sejak dulu, tumbuh dan berkembang dengan sendiri di bumi pertiwi ini. Ia menggambarkan secara kedaerahan, contoh di daerah Temanggung, orang sering mengatakan \u201csotho\u201d sebutan untuk tembakau. Tembakau sebutan kerennya, dan sotho nama aslinya. Sebutan sotho dan tembakau gak ada miripnya, kalau \u201cbako\u201d \u201ctembakau\u201d \u201ctobacco\u201d dan \u201c tumbacco\u201d hampir mirip pelafalannya. Jadi hipotesa yang dibangun mas Jadul, apa yang disebut tembakau itu bisa jadi sebetulnya tanaman yang disemua negara ada termasuk Indonesia. Namun karena saat itu orang Portugis lebih mempopulerkan dengan sebutan \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d dan orang Indonesia kesulitan melafalkannya, sehingga menyebutnya \u201ctembakau\u201d atau \u201cbako\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Memperkuat hipotesa Budayawan asal Yogyakarta tersebut, di Kudus tepatnya di Desa Colo Kecamatan Dawe, tembakau tumbuh liar di bebatuan. Anehnya tanaman tersebut ketika dibersihkan dan dicabut, akan tumbuh lagi disekitaran tempat itu, cerita Masrukin. Ada lagi kejadian di Desa Gribig Kecamatan Gebog sebelah timur makam Sunan Kedu, tembakau tumbuh di sela-sela dinding batu bata salah satu rumah warga. Kalau dicabut selang beberapa hari tumbuh lagi begitu seterusnya. Rasa gregetan, karena menurutnya tumbuh tak sewajarnya dan tak memperindah pandangan rumahnya, akhirnya baru dua tahun ini dinding rumah tersebut di keraskan memakai semen, cerita Nur Cholis warga setempat.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Bisa jadi memang tanaman tembakau ada dimana-mana dan awalnya tumbuh liar termasuk di bumi Nusantara ini, hanya sebutannya yang beda. Juga bisa jadi dahulu orang-orang terdahulu sudah tau ada tanaman tersebut, tapi tak mengerti namanya, akhirnya mengikuti nama populernya.<\/p>\n\n\n\n

Terlepas beda pendapat tentang tembakau, ada laporan yang menarik yang ditulis oleh P. De Kat Angelino dalam Voorstenlandsche Tabaksenquete tahun 1929, mengungkapkan bahwa kalaupun tanaman tembakau bukan tanaman asli Indonesia, sejak diperkenalkan sudah memiliki pertalian khusus dengan tanah Indonesia. Tembakau tak hanya menjadi komoditas utama pemerintah kolonial, tetapi juga telah mengubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat bumiputera.   <\/p>\n\n\n\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n
\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Pada awal abad XVII tembakau di tanam besar-besaran oleh Belanda di beberapa wilayah di Jawa, Sumatera, Bali dan Lombok. Semasa Gubernur Hindia Belanda Johannes Van Den Bosch tahun 1830, tanaman tembakau Nusantara menjadi salah satu tanaman ekspor. Pada akhirnya penduduk bumiputra diwajibkan menanam tembakau di era sitem tanam paksa oleh Belanda. Adanya ekspor tembakau tersebut, Belanda memperoleh keuntungan yang berlimpah awalnya pada tahun 1840 sebesar 180.000 gulden, meningkat 1.200.000 gulden hingga pada tahun 1845 menjadi 2.300.000 gulden. Wah keuntungan yang fantastik, jadi tak heran Belanda kaya dan makmur saat itu. <\/p>\n\n\n\n

Beda lagi pernyataan Jadul Maula, seorang budayawan asal Yogyakarta. Melalui pendekatan bahasa, tanaman tembakau sudah ada sejak dulu, tumbuh dan berkembang dengan sendiri di bumi pertiwi ini. Ia menggambarkan secara kedaerahan, contoh di daerah Temanggung, orang sering mengatakan \u201csotho\u201d sebutan untuk tembakau. Tembakau sebutan kerennya, dan sotho nama aslinya. Sebutan sotho dan tembakau gak ada miripnya, kalau \u201cbako\u201d \u201ctembakau\u201d \u201ctobacco\u201d dan \u201c tumbacco\u201d hampir mirip pelafalannya. Jadi hipotesa yang dibangun mas Jadul, apa yang disebut tembakau itu bisa jadi sebetulnya tanaman yang disemua negara ada termasuk Indonesia. Namun karena saat itu orang Portugis lebih mempopulerkan dengan sebutan \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d dan orang Indonesia kesulitan melafalkannya, sehingga menyebutnya \u201ctembakau\u201d atau \u201cbako\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Memperkuat hipotesa Budayawan asal Yogyakarta tersebut, di Kudus tepatnya di Desa Colo Kecamatan Dawe, tembakau tumbuh liar di bebatuan. Anehnya tanaman tersebut ketika dibersihkan dan dicabut, akan tumbuh lagi disekitaran tempat itu, cerita Masrukin. Ada lagi kejadian di Desa Gribig Kecamatan Gebog sebelah timur makam Sunan Kedu, tembakau tumbuh di sela-sela dinding batu bata salah satu rumah warga. Kalau dicabut selang beberapa hari tumbuh lagi begitu seterusnya. Rasa gregetan, karena menurutnya tumbuh tak sewajarnya dan tak memperindah pandangan rumahnya, akhirnya baru dua tahun ini dinding rumah tersebut di keraskan memakai semen, cerita Nur Cholis warga setempat.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Bisa jadi memang tanaman tembakau ada dimana-mana dan awalnya tumbuh liar termasuk di bumi Nusantara ini, hanya sebutannya yang beda. Juga bisa jadi dahulu orang-orang terdahulu sudah tau ada tanaman tersebut, tapi tak mengerti namanya, akhirnya mengikuti nama populernya.<\/p>\n\n\n\n

Terlepas beda pendapat tentang tembakau, ada laporan yang menarik yang ditulis oleh P. De Kat Angelino dalam Voorstenlandsche Tabaksenquete tahun 1929, mengungkapkan bahwa kalaupun tanaman tembakau bukan tanaman asli Indonesia, sejak diperkenalkan sudah memiliki pertalian khusus dengan tanah Indonesia. Tembakau tak hanya menjadi komoditas utama pemerintah kolonial, tetapi juga telah mengubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat bumiputera.   <\/p>\n\n\n\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Bahan baku utama kretek dari daun tembakau dan buah cengkeh. Memang daun tembakau sendiri masih banyak kontroversi, sebagai tanaman asli atau bukan. Ada tulisan yang mengatakan tanaman tembakau ditemukan seorang bernama Christoper Columbus di San Salvador, kepulauan Bahana. Yang kemudian pada tahun 1600 tanaman tersebut dibawa dan di tanam Bangsa Portugis dibumi pertiwi. Hal ini merujuk pada penamaan tumbuhan tersebut\u00a0 dari bahasa Portugis yaitu \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Pada awal abad XVII tembakau di tanam besar-besaran oleh Belanda di beberapa wilayah di Jawa, Sumatera, Bali dan Lombok. Semasa Gubernur Hindia Belanda Johannes Van Den Bosch tahun 1830, tanaman tembakau Nusantara menjadi salah satu tanaman ekspor. Pada akhirnya penduduk bumiputra diwajibkan menanam tembakau di era sitem tanam paksa oleh Belanda. Adanya ekspor tembakau tersebut, Belanda memperoleh keuntungan yang berlimpah awalnya pada tahun 1840 sebesar 180.000 gulden, meningkat 1.200.000 gulden hingga pada tahun 1845 menjadi 2.300.000 gulden. Wah keuntungan yang fantastik, jadi tak heran Belanda kaya dan makmur saat itu. <\/p>\n\n\n\n

Beda lagi pernyataan Jadul Maula, seorang budayawan asal Yogyakarta. Melalui pendekatan bahasa, tanaman tembakau sudah ada sejak dulu, tumbuh dan berkembang dengan sendiri di bumi pertiwi ini. Ia menggambarkan secara kedaerahan, contoh di daerah Temanggung, orang sering mengatakan \u201csotho\u201d sebutan untuk tembakau. Tembakau sebutan kerennya, dan sotho nama aslinya. Sebutan sotho dan tembakau gak ada miripnya, kalau \u201cbako\u201d \u201ctembakau\u201d \u201ctobacco\u201d dan \u201c tumbacco\u201d hampir mirip pelafalannya. Jadi hipotesa yang dibangun mas Jadul, apa yang disebut tembakau itu bisa jadi sebetulnya tanaman yang disemua negara ada termasuk Indonesia. Namun karena saat itu orang Portugis lebih mempopulerkan dengan sebutan \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d dan orang Indonesia kesulitan melafalkannya, sehingga menyebutnya \u201ctembakau\u201d atau \u201cbako\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Memperkuat hipotesa Budayawan asal Yogyakarta tersebut, di Kudus tepatnya di Desa Colo Kecamatan Dawe, tembakau tumbuh liar di bebatuan. Anehnya tanaman tersebut ketika dibersihkan dan dicabut, akan tumbuh lagi disekitaran tempat itu, cerita Masrukin. Ada lagi kejadian di Desa Gribig Kecamatan Gebog sebelah timur makam Sunan Kedu, tembakau tumbuh di sela-sela dinding batu bata salah satu rumah warga. Kalau dicabut selang beberapa hari tumbuh lagi begitu seterusnya. Rasa gregetan, karena menurutnya tumbuh tak sewajarnya dan tak memperindah pandangan rumahnya, akhirnya baru dua tahun ini dinding rumah tersebut di keraskan memakai semen, cerita Nur Cholis warga setempat.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Bisa jadi memang tanaman tembakau ada dimana-mana dan awalnya tumbuh liar termasuk di bumi Nusantara ini, hanya sebutannya yang beda. Juga bisa jadi dahulu orang-orang terdahulu sudah tau ada tanaman tersebut, tapi tak mengerti namanya, akhirnya mengikuti nama populernya.<\/p>\n\n\n\n

Terlepas beda pendapat tentang tembakau, ada laporan yang menarik yang ditulis oleh P. De Kat Angelino dalam Voorstenlandsche Tabaksenquete tahun 1929, mengungkapkan bahwa kalaupun tanaman tembakau bukan tanaman asli Indonesia, sejak diperkenalkan sudah memiliki pertalian khusus dengan tanah Indonesia. Tembakau tak hanya menjadi komoditas utama pemerintah kolonial, tetapi juga telah mengubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat bumiputera.   <\/p>\n\n\n\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Satu-satunya rokok khas Indonesia tak lain hanya kretek. Ia dibuat dari bahan baku tanaman yang tumbuh subur di bumi pertiwi, ia diciptakan dan diproduksi oleh anak bangsa sendiri. Ia punya rentetan sejarah yang amat panjang, dari budaya, kebangkitan ekonomi dan industri bumiputera di saat terjadi depresi ekonomi nasional, penyumbang kas negara dari zaman penjajahan hingga sekarang. Perlu diingat, dalam catatan sejarah, ia satu-satunya industri dalam negeri yang tahan akan guncangan ekonomi, dan tahan akan gerusan perkembangan jaman dari tahun ke tahun. <\/p>\n\n\n\n

Bahan baku utama kretek dari daun tembakau dan buah cengkeh. Memang daun tembakau sendiri masih banyak kontroversi, sebagai tanaman asli atau bukan. Ada tulisan yang mengatakan tanaman tembakau ditemukan seorang bernama Christoper Columbus di San Salvador, kepulauan Bahana. Yang kemudian pada tahun 1600 tanaman tersebut dibawa dan di tanam Bangsa Portugis dibumi pertiwi. Hal ini merujuk pada penamaan tumbuhan tersebut\u00a0 dari bahasa Portugis yaitu \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Pada awal abad XVII tembakau di tanam besar-besaran oleh Belanda di beberapa wilayah di Jawa, Sumatera, Bali dan Lombok. Semasa Gubernur Hindia Belanda Johannes Van Den Bosch tahun 1830, tanaman tembakau Nusantara menjadi salah satu tanaman ekspor. Pada akhirnya penduduk bumiputra diwajibkan menanam tembakau di era sitem tanam paksa oleh Belanda. Adanya ekspor tembakau tersebut, Belanda memperoleh keuntungan yang berlimpah awalnya pada tahun 1840 sebesar 180.000 gulden, meningkat 1.200.000 gulden hingga pada tahun 1845 menjadi 2.300.000 gulden. Wah keuntungan yang fantastik, jadi tak heran Belanda kaya dan makmur saat itu. <\/p>\n\n\n\n

Beda lagi pernyataan Jadul Maula, seorang budayawan asal Yogyakarta. Melalui pendekatan bahasa, tanaman tembakau sudah ada sejak dulu, tumbuh dan berkembang dengan sendiri di bumi pertiwi ini. Ia menggambarkan secara kedaerahan, contoh di daerah Temanggung, orang sering mengatakan \u201csotho\u201d sebutan untuk tembakau. Tembakau sebutan kerennya, dan sotho nama aslinya. Sebutan sotho dan tembakau gak ada miripnya, kalau \u201cbako\u201d \u201ctembakau\u201d \u201ctobacco\u201d dan \u201c tumbacco\u201d hampir mirip pelafalannya. Jadi hipotesa yang dibangun mas Jadul, apa yang disebut tembakau itu bisa jadi sebetulnya tanaman yang disemua negara ada termasuk Indonesia. Namun karena saat itu orang Portugis lebih mempopulerkan dengan sebutan \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d dan orang Indonesia kesulitan melafalkannya, sehingga menyebutnya \u201ctembakau\u201d atau \u201cbako\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Memperkuat hipotesa Budayawan asal Yogyakarta tersebut, di Kudus tepatnya di Desa Colo Kecamatan Dawe, tembakau tumbuh liar di bebatuan. Anehnya tanaman tersebut ketika dibersihkan dan dicabut, akan tumbuh lagi disekitaran tempat itu, cerita Masrukin. Ada lagi kejadian di Desa Gribig Kecamatan Gebog sebelah timur makam Sunan Kedu, tembakau tumbuh di sela-sela dinding batu bata salah satu rumah warga. Kalau dicabut selang beberapa hari tumbuh lagi begitu seterusnya. Rasa gregetan, karena menurutnya tumbuh tak sewajarnya dan tak memperindah pandangan rumahnya, akhirnya baru dua tahun ini dinding rumah tersebut di keraskan memakai semen, cerita Nur Cholis warga setempat.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Bisa jadi memang tanaman tembakau ada dimana-mana dan awalnya tumbuh liar termasuk di bumi Nusantara ini, hanya sebutannya yang beda. Juga bisa jadi dahulu orang-orang terdahulu sudah tau ada tanaman tersebut, tapi tak mengerti namanya, akhirnya mengikuti nama populernya.<\/p>\n\n\n\n

Terlepas beda pendapat tentang tembakau, ada laporan yang menarik yang ditulis oleh P. De Kat Angelino dalam Voorstenlandsche Tabaksenquete tahun 1929, mengungkapkan bahwa kalaupun tanaman tembakau bukan tanaman asli Indonesia, sejak diperkenalkan sudah memiliki pertalian khusus dengan tanah Indonesia. Tembakau tak hanya menjadi komoditas utama pemerintah kolonial, tetapi juga telah mengubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat bumiputera.   <\/p>\n\n\n\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6419","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6414,"post_author":"877","post_date":"2020-01-27 08:27:34","post_date_gmt":"2020-01-27 01:27:34","post_content":"\n

Satu-satunya rokok khas Indonesia tak lain hanya kretek. Ia dibuat dari bahan baku tanaman yang tumbuh subur di bumi pertiwi, ia diciptakan dan diproduksi oleh anak bangsa sendiri. Ia punya rentetan sejarah yang amat panjang, dari budaya, kebangkitan ekonomi dan industri bumiputera di saat terjadi depresi ekonomi nasional, penyumbang kas negara dari zaman penjajahan hingga sekarang. Perlu diingat, dalam catatan sejarah, ia satu-satunya industri dalam negeri yang tahan akan guncangan ekonomi, dan tahan akan gerusan perkembangan jaman dari tahun ke tahun. <\/p>\n\n\n\n

Bahan baku utama kretek dari daun tembakau dan buah cengkeh. Memang daun tembakau sendiri masih banyak kontroversi, sebagai tanaman asli atau bukan. Ada tulisan yang mengatakan tanaman tembakau ditemukan seorang bernama Christoper Columbus di San Salvador, kepulauan Bahana. Yang kemudian pada tahun 1600 tanaman tersebut dibawa dan di tanam Bangsa Portugis dibumi pertiwi. Hal ini merujuk pada penamaan tumbuhan tersebut\u00a0 dari bahasa Portugis yaitu \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Pada awal abad XVII tembakau di tanam besar-besaran oleh Belanda di beberapa wilayah di Jawa, Sumatera, Bali dan Lombok. Semasa Gubernur Hindia Belanda Johannes Van Den Bosch tahun 1830, tanaman tembakau Nusantara menjadi salah satu tanaman ekspor. Pada akhirnya penduduk bumiputra diwajibkan menanam tembakau di era sitem tanam paksa oleh Belanda. Adanya ekspor tembakau tersebut, Belanda memperoleh keuntungan yang berlimpah awalnya pada tahun 1840 sebesar 180.000 gulden, meningkat 1.200.000 gulden hingga pada tahun 1845 menjadi 2.300.000 gulden. Wah keuntungan yang fantastik, jadi tak heran Belanda kaya dan makmur saat itu. <\/p>\n\n\n\n

Beda lagi pernyataan Jadul Maula, seorang budayawan asal Yogyakarta. Melalui pendekatan bahasa, tanaman tembakau sudah ada sejak dulu, tumbuh dan berkembang dengan sendiri di bumi pertiwi ini. Ia menggambarkan secara kedaerahan, contoh di daerah Temanggung, orang sering mengatakan \u201csotho\u201d sebutan untuk tembakau. Tembakau sebutan kerennya, dan sotho nama aslinya. Sebutan sotho dan tembakau gak ada miripnya, kalau \u201cbako\u201d \u201ctembakau\u201d \u201ctobacco\u201d dan \u201c tumbacco\u201d hampir mirip pelafalannya. Jadi hipotesa yang dibangun mas Jadul, apa yang disebut tembakau itu bisa jadi sebetulnya tanaman yang disemua negara ada termasuk Indonesia. Namun karena saat itu orang Portugis lebih mempopulerkan dengan sebutan \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d dan orang Indonesia kesulitan melafalkannya, sehingga menyebutnya \u201ctembakau\u201d atau \u201cbako\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Memperkuat hipotesa Budayawan asal Yogyakarta tersebut, di Kudus tepatnya di Desa Colo Kecamatan Dawe, tembakau tumbuh liar di bebatuan. Anehnya tanaman tersebut ketika dibersihkan dan dicabut, akan tumbuh lagi disekitaran tempat itu, cerita Masrukin. Ada lagi kejadian di Desa Gribig Kecamatan Gebog sebelah timur makam Sunan Kedu, tembakau tumbuh di sela-sela dinding batu bata salah satu rumah warga. Kalau dicabut selang beberapa hari tumbuh lagi begitu seterusnya. Rasa gregetan, karena menurutnya tumbuh tak sewajarnya dan tak memperindah pandangan rumahnya, akhirnya baru dua tahun ini dinding rumah tersebut di keraskan memakai semen, cerita Nur Cholis warga setempat.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Bisa jadi memang tanaman tembakau ada dimana-mana dan awalnya tumbuh liar termasuk di bumi Nusantara ini, hanya sebutannya yang beda. Juga bisa jadi dahulu orang-orang terdahulu sudah tau ada tanaman tersebut, tapi tak mengerti namanya, akhirnya mengikuti nama populernya.<\/p>\n\n\n\n

Terlepas beda pendapat tentang tembakau, ada laporan yang menarik yang ditulis oleh P. De Kat Angelino dalam Voorstenlandsche Tabaksenquete tahun 1929, mengungkapkan bahwa kalaupun tanaman tembakau bukan tanaman asli Indonesia, sejak diperkenalkan sudah memiliki pertalian khusus dengan tanah Indonesia. Tembakau tak hanya menjadi komoditas utama pemerintah kolonial, tetapi juga telah mengubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat bumiputera.   <\/p>\n\n\n\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6419","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6414,"post_author":"877","post_date":"2020-01-27 08:27:34","post_date_gmt":"2020-01-27 01:27:34","post_content":"\n

Satu-satunya rokok khas Indonesia tak lain hanya kretek. Ia dibuat dari bahan baku tanaman yang tumbuh subur di bumi pertiwi, ia diciptakan dan diproduksi oleh anak bangsa sendiri. Ia punya rentetan sejarah yang amat panjang, dari budaya, kebangkitan ekonomi dan industri bumiputera di saat terjadi depresi ekonomi nasional, penyumbang kas negara dari zaman penjajahan hingga sekarang. Perlu diingat, dalam catatan sejarah, ia satu-satunya industri dalam negeri yang tahan akan guncangan ekonomi, dan tahan akan gerusan perkembangan jaman dari tahun ke tahun. <\/p>\n\n\n\n

Bahan baku utama kretek dari daun tembakau dan buah cengkeh. Memang daun tembakau sendiri masih banyak kontroversi, sebagai tanaman asli atau bukan. Ada tulisan yang mengatakan tanaman tembakau ditemukan seorang bernama Christoper Columbus di San Salvador, kepulauan Bahana. Yang kemudian pada tahun 1600 tanaman tersebut dibawa dan di tanam Bangsa Portugis dibumi pertiwi. Hal ini merujuk pada penamaan tumbuhan tersebut\u00a0 dari bahasa Portugis yaitu \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Pada awal abad XVII tembakau di tanam besar-besaran oleh Belanda di beberapa wilayah di Jawa, Sumatera, Bali dan Lombok. Semasa Gubernur Hindia Belanda Johannes Van Den Bosch tahun 1830, tanaman tembakau Nusantara menjadi salah satu tanaman ekspor. Pada akhirnya penduduk bumiputra diwajibkan menanam tembakau di era sitem tanam paksa oleh Belanda. Adanya ekspor tembakau tersebut, Belanda memperoleh keuntungan yang berlimpah awalnya pada tahun 1840 sebesar 180.000 gulden, meningkat 1.200.000 gulden hingga pada tahun 1845 menjadi 2.300.000 gulden. Wah keuntungan yang fantastik, jadi tak heran Belanda kaya dan makmur saat itu. <\/p>\n\n\n\n

Beda lagi pernyataan Jadul Maula, seorang budayawan asal Yogyakarta. Melalui pendekatan bahasa, tanaman tembakau sudah ada sejak dulu, tumbuh dan berkembang dengan sendiri di bumi pertiwi ini. Ia menggambarkan secara kedaerahan, contoh di daerah Temanggung, orang sering mengatakan \u201csotho\u201d sebutan untuk tembakau. Tembakau sebutan kerennya, dan sotho nama aslinya. Sebutan sotho dan tembakau gak ada miripnya, kalau \u201cbako\u201d \u201ctembakau\u201d \u201ctobacco\u201d dan \u201c tumbacco\u201d hampir mirip pelafalannya. Jadi hipotesa yang dibangun mas Jadul, apa yang disebut tembakau itu bisa jadi sebetulnya tanaman yang disemua negara ada termasuk Indonesia. Namun karena saat itu orang Portugis lebih mempopulerkan dengan sebutan \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d dan orang Indonesia kesulitan melafalkannya, sehingga menyebutnya \u201ctembakau\u201d atau \u201cbako\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Memperkuat hipotesa Budayawan asal Yogyakarta tersebut, di Kudus tepatnya di Desa Colo Kecamatan Dawe, tembakau tumbuh liar di bebatuan. Anehnya tanaman tersebut ketika dibersihkan dan dicabut, akan tumbuh lagi disekitaran tempat itu, cerita Masrukin. Ada lagi kejadian di Desa Gribig Kecamatan Gebog sebelah timur makam Sunan Kedu, tembakau tumbuh di sela-sela dinding batu bata salah satu rumah warga. Kalau dicabut selang beberapa hari tumbuh lagi begitu seterusnya. Rasa gregetan, karena menurutnya tumbuh tak sewajarnya dan tak memperindah pandangan rumahnya, akhirnya baru dua tahun ini dinding rumah tersebut di keraskan memakai semen, cerita Nur Cholis warga setempat.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Bisa jadi memang tanaman tembakau ada dimana-mana dan awalnya tumbuh liar termasuk di bumi Nusantara ini, hanya sebutannya yang beda. Juga bisa jadi dahulu orang-orang terdahulu sudah tau ada tanaman tersebut, tapi tak mengerti namanya, akhirnya mengikuti nama populernya.<\/p>\n\n\n\n

Terlepas beda pendapat tentang tembakau, ada laporan yang menarik yang ditulis oleh P. De Kat Angelino dalam Voorstenlandsche Tabaksenquete tahun 1929, mengungkapkan bahwa kalaupun tanaman tembakau bukan tanaman asli Indonesia, sejak diperkenalkan sudah memiliki pertalian khusus dengan tanah Indonesia. Tembakau tak hanya menjadi komoditas utama pemerintah kolonial, tetapi juga telah mengubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat bumiputera.   <\/p>\n\n\n\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_title":"Kretek Sebagai Cerminan Kepribadian, Kedaulatan dan Kemandirian Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-sebagai-cerminan-kepribadian-kedaulatan-dan-kemandirian-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-01-23 11:48:00","post_modified_gmt":"2024-01-23 04:48:00","post_content_filtered":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6419","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6414,"post_author":"877","post_date":"2020-01-27 08:27:34","post_date_gmt":"2020-01-27 01:27:34","post_content":"\n

Satu-satunya rokok khas Indonesia tak lain hanya kretek. Ia dibuat dari bahan baku tanaman yang tumbuh subur di bumi pertiwi, ia diciptakan dan diproduksi oleh anak bangsa sendiri. Ia punya rentetan sejarah yang amat panjang, dari budaya, kebangkitan ekonomi dan industri bumiputera di saat terjadi depresi ekonomi nasional, penyumbang kas negara dari zaman penjajahan hingga sekarang. Perlu diingat, dalam catatan sejarah, ia satu-satunya industri dalam negeri yang tahan akan guncangan ekonomi, dan tahan akan gerusan perkembangan jaman dari tahun ke tahun. <\/p>\n\n\n\n

Bahan baku utama kretek dari daun tembakau dan buah cengkeh. Memang daun tembakau sendiri masih banyak kontroversi, sebagai tanaman asli atau bukan. Ada tulisan yang mengatakan tanaman tembakau ditemukan seorang bernama Christoper Columbus di San Salvador, kepulauan Bahana. Yang kemudian pada tahun 1600 tanaman tersebut dibawa dan di tanam Bangsa Portugis dibumi pertiwi. Hal ini merujuk pada penamaan tumbuhan tersebut\u00a0 dari bahasa Portugis yaitu \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Pada awal abad XVII tembakau di tanam besar-besaran oleh Belanda di beberapa wilayah di Jawa, Sumatera, Bali dan Lombok. Semasa Gubernur Hindia Belanda Johannes Van Den Bosch tahun 1830, tanaman tembakau Nusantara menjadi salah satu tanaman ekspor. Pada akhirnya penduduk bumiputra diwajibkan menanam tembakau di era sitem tanam paksa oleh Belanda. Adanya ekspor tembakau tersebut, Belanda memperoleh keuntungan yang berlimpah awalnya pada tahun 1840 sebesar 180.000 gulden, meningkat 1.200.000 gulden hingga pada tahun 1845 menjadi 2.300.000 gulden. Wah keuntungan yang fantastik, jadi tak heran Belanda kaya dan makmur saat itu. <\/p>\n\n\n\n

Beda lagi pernyataan Jadul Maula, seorang budayawan asal Yogyakarta. Melalui pendekatan bahasa, tanaman tembakau sudah ada sejak dulu, tumbuh dan berkembang dengan sendiri di bumi pertiwi ini. Ia menggambarkan secara kedaerahan, contoh di daerah Temanggung, orang sering mengatakan \u201csotho\u201d sebutan untuk tembakau. Tembakau sebutan kerennya, dan sotho nama aslinya. Sebutan sotho dan tembakau gak ada miripnya, kalau \u201cbako\u201d \u201ctembakau\u201d \u201ctobacco\u201d dan \u201c tumbacco\u201d hampir mirip pelafalannya. Jadi hipotesa yang dibangun mas Jadul, apa yang disebut tembakau itu bisa jadi sebetulnya tanaman yang disemua negara ada termasuk Indonesia. Namun karena saat itu orang Portugis lebih mempopulerkan dengan sebutan \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d dan orang Indonesia kesulitan melafalkannya, sehingga menyebutnya \u201ctembakau\u201d atau \u201cbako\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Memperkuat hipotesa Budayawan asal Yogyakarta tersebut, di Kudus tepatnya di Desa Colo Kecamatan Dawe, tembakau tumbuh liar di bebatuan. Anehnya tanaman tersebut ketika dibersihkan dan dicabut, akan tumbuh lagi disekitaran tempat itu, cerita Masrukin. Ada lagi kejadian di Desa Gribig Kecamatan Gebog sebelah timur makam Sunan Kedu, tembakau tumbuh di sela-sela dinding batu bata salah satu rumah warga. Kalau dicabut selang beberapa hari tumbuh lagi begitu seterusnya. Rasa gregetan, karena menurutnya tumbuh tak sewajarnya dan tak memperindah pandangan rumahnya, akhirnya baru dua tahun ini dinding rumah tersebut di keraskan memakai semen, cerita Nur Cholis warga setempat.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Bisa jadi memang tanaman tembakau ada dimana-mana dan awalnya tumbuh liar termasuk di bumi Nusantara ini, hanya sebutannya yang beda. Juga bisa jadi dahulu orang-orang terdahulu sudah tau ada tanaman tersebut, tapi tak mengerti namanya, akhirnya mengikuti nama populernya.<\/p>\n\n\n\n

Terlepas beda pendapat tentang tembakau, ada laporan yang menarik yang ditulis oleh P. De Kat Angelino dalam Voorstenlandsche Tabaksenquete tahun 1929, mengungkapkan bahwa kalaupun tanaman tembakau bukan tanaman asli Indonesia, sejak diperkenalkan sudah memiliki pertalian khusus dengan tanah Indonesia. Tembakau tak hanya menjadi komoditas utama pemerintah kolonial, tetapi juga telah mengubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat bumiputera.   <\/p>\n\n\n\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_title":"Kretek Sebagai Cerminan Kepribadian, Kedaulatan dan Kemandirian Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-sebagai-cerminan-kepribadian-kedaulatan-dan-kemandirian-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-01-23 11:48:00","post_modified_gmt":"2024-01-23 04:48:00","post_content_filtered":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6419","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6414,"post_author":"877","post_date":"2020-01-27 08:27:34","post_date_gmt":"2020-01-27 01:27:34","post_content":"\n

Satu-satunya rokok khas Indonesia tak lain hanya kretek. Ia dibuat dari bahan baku tanaman yang tumbuh subur di bumi pertiwi, ia diciptakan dan diproduksi oleh anak bangsa sendiri. Ia punya rentetan sejarah yang amat panjang, dari budaya, kebangkitan ekonomi dan industri bumiputera di saat terjadi depresi ekonomi nasional, penyumbang kas negara dari zaman penjajahan hingga sekarang. Perlu diingat, dalam catatan sejarah, ia satu-satunya industri dalam negeri yang tahan akan guncangan ekonomi, dan tahan akan gerusan perkembangan jaman dari tahun ke tahun. <\/p>\n\n\n\n

Bahan baku utama kretek dari daun tembakau dan buah cengkeh. Memang daun tembakau sendiri masih banyak kontroversi, sebagai tanaman asli atau bukan. Ada tulisan yang mengatakan tanaman tembakau ditemukan seorang bernama Christoper Columbus di San Salvador, kepulauan Bahana. Yang kemudian pada tahun 1600 tanaman tersebut dibawa dan di tanam Bangsa Portugis dibumi pertiwi. Hal ini merujuk pada penamaan tumbuhan tersebut\u00a0 dari bahasa Portugis yaitu \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Pada awal abad XVII tembakau di tanam besar-besaran oleh Belanda di beberapa wilayah di Jawa, Sumatera, Bali dan Lombok. Semasa Gubernur Hindia Belanda Johannes Van Den Bosch tahun 1830, tanaman tembakau Nusantara menjadi salah satu tanaman ekspor. Pada akhirnya penduduk bumiputra diwajibkan menanam tembakau di era sitem tanam paksa oleh Belanda. Adanya ekspor tembakau tersebut, Belanda memperoleh keuntungan yang berlimpah awalnya pada tahun 1840 sebesar 180.000 gulden, meningkat 1.200.000 gulden hingga pada tahun 1845 menjadi 2.300.000 gulden. Wah keuntungan yang fantastik, jadi tak heran Belanda kaya dan makmur saat itu. <\/p>\n\n\n\n

Beda lagi pernyataan Jadul Maula, seorang budayawan asal Yogyakarta. Melalui pendekatan bahasa, tanaman tembakau sudah ada sejak dulu, tumbuh dan berkembang dengan sendiri di bumi pertiwi ini. Ia menggambarkan secara kedaerahan, contoh di daerah Temanggung, orang sering mengatakan \u201csotho\u201d sebutan untuk tembakau. Tembakau sebutan kerennya, dan sotho nama aslinya. Sebutan sotho dan tembakau gak ada miripnya, kalau \u201cbako\u201d \u201ctembakau\u201d \u201ctobacco\u201d dan \u201c tumbacco\u201d hampir mirip pelafalannya. Jadi hipotesa yang dibangun mas Jadul, apa yang disebut tembakau itu bisa jadi sebetulnya tanaman yang disemua negara ada termasuk Indonesia. Namun karena saat itu orang Portugis lebih mempopulerkan dengan sebutan \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d dan orang Indonesia kesulitan melafalkannya, sehingga menyebutnya \u201ctembakau\u201d atau \u201cbako\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Memperkuat hipotesa Budayawan asal Yogyakarta tersebut, di Kudus tepatnya di Desa Colo Kecamatan Dawe, tembakau tumbuh liar di bebatuan. Anehnya tanaman tersebut ketika dibersihkan dan dicabut, akan tumbuh lagi disekitaran tempat itu, cerita Masrukin. Ada lagi kejadian di Desa Gribig Kecamatan Gebog sebelah timur makam Sunan Kedu, tembakau tumbuh di sela-sela dinding batu bata salah satu rumah warga. Kalau dicabut selang beberapa hari tumbuh lagi begitu seterusnya. Rasa gregetan, karena menurutnya tumbuh tak sewajarnya dan tak memperindah pandangan rumahnya, akhirnya baru dua tahun ini dinding rumah tersebut di keraskan memakai semen, cerita Nur Cholis warga setempat.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Bisa jadi memang tanaman tembakau ada dimana-mana dan awalnya tumbuh liar termasuk di bumi Nusantara ini, hanya sebutannya yang beda. Juga bisa jadi dahulu orang-orang terdahulu sudah tau ada tanaman tersebut, tapi tak mengerti namanya, akhirnya mengikuti nama populernya.<\/p>\n\n\n\n

Terlepas beda pendapat tentang tembakau, ada laporan yang menarik yang ditulis oleh P. De Kat Angelino dalam Voorstenlandsche Tabaksenquete tahun 1929, mengungkapkan bahwa kalaupun tanaman tembakau bukan tanaman asli Indonesia, sejak diperkenalkan sudah memiliki pertalian khusus dengan tanah Indonesia. Tembakau tak hanya menjadi komoditas utama pemerintah kolonial, tetapi juga telah mengubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat bumiputera.   <\/p>\n\n\n\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Kalau itu terjadi konsekwensinya rokok kretek tinggal kenangan dalam sejarah, tamatlah industri kretek Indonesia, tamatlah buruh industri, tamatlah petani tembakau indonesia, tamatlah petani cengkeh Indonesia yang pernah jaya bersama rokok kretek. <\/p>\n","post_title":"Agenda Pelemahan Nasionalisme Pada Sektor Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"agenda-pelemahan-nasionalisme-pada-sektor-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-30 10:22:25","post_modified_gmt":"2020-01-30 03:22:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6422","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6419,"post_author":"883","post_date":"2020-01-29 05:52:55","post_date_gmt":"2020-01-28 22:52:55","post_content":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_title":"Kretek Sebagai Cerminan Kepribadian, Kedaulatan dan Kemandirian Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-sebagai-cerminan-kepribadian-kedaulatan-dan-kemandirian-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-01-23 11:48:00","post_modified_gmt":"2024-01-23 04:48:00","post_content_filtered":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6419","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6414,"post_author":"877","post_date":"2020-01-27 08:27:34","post_date_gmt":"2020-01-27 01:27:34","post_content":"\n

Satu-satunya rokok khas Indonesia tak lain hanya kretek. Ia dibuat dari bahan baku tanaman yang tumbuh subur di bumi pertiwi, ia diciptakan dan diproduksi oleh anak bangsa sendiri. Ia punya rentetan sejarah yang amat panjang, dari budaya, kebangkitan ekonomi dan industri bumiputera di saat terjadi depresi ekonomi nasional, penyumbang kas negara dari zaman penjajahan hingga sekarang. Perlu diingat, dalam catatan sejarah, ia satu-satunya industri dalam negeri yang tahan akan guncangan ekonomi, dan tahan akan gerusan perkembangan jaman dari tahun ke tahun. <\/p>\n\n\n\n

Bahan baku utama kretek dari daun tembakau dan buah cengkeh. Memang daun tembakau sendiri masih banyak kontroversi, sebagai tanaman asli atau bukan. Ada tulisan yang mengatakan tanaman tembakau ditemukan seorang bernama Christoper Columbus di San Salvador, kepulauan Bahana. Yang kemudian pada tahun 1600 tanaman tersebut dibawa dan di tanam Bangsa Portugis dibumi pertiwi. Hal ini merujuk pada penamaan tumbuhan tersebut\u00a0 dari bahasa Portugis yaitu \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Pada awal abad XVII tembakau di tanam besar-besaran oleh Belanda di beberapa wilayah di Jawa, Sumatera, Bali dan Lombok. Semasa Gubernur Hindia Belanda Johannes Van Den Bosch tahun 1830, tanaman tembakau Nusantara menjadi salah satu tanaman ekspor. Pada akhirnya penduduk bumiputra diwajibkan menanam tembakau di era sitem tanam paksa oleh Belanda. Adanya ekspor tembakau tersebut, Belanda memperoleh keuntungan yang berlimpah awalnya pada tahun 1840 sebesar 180.000 gulden, meningkat 1.200.000 gulden hingga pada tahun 1845 menjadi 2.300.000 gulden. Wah keuntungan yang fantastik, jadi tak heran Belanda kaya dan makmur saat itu. <\/p>\n\n\n\n

Beda lagi pernyataan Jadul Maula, seorang budayawan asal Yogyakarta. Melalui pendekatan bahasa, tanaman tembakau sudah ada sejak dulu, tumbuh dan berkembang dengan sendiri di bumi pertiwi ini. Ia menggambarkan secara kedaerahan, contoh di daerah Temanggung, orang sering mengatakan \u201csotho\u201d sebutan untuk tembakau. Tembakau sebutan kerennya, dan sotho nama aslinya. Sebutan sotho dan tembakau gak ada miripnya, kalau \u201cbako\u201d \u201ctembakau\u201d \u201ctobacco\u201d dan \u201c tumbacco\u201d hampir mirip pelafalannya. Jadi hipotesa yang dibangun mas Jadul, apa yang disebut tembakau itu bisa jadi sebetulnya tanaman yang disemua negara ada termasuk Indonesia. Namun karena saat itu orang Portugis lebih mempopulerkan dengan sebutan \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d dan orang Indonesia kesulitan melafalkannya, sehingga menyebutnya \u201ctembakau\u201d atau \u201cbako\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Memperkuat hipotesa Budayawan asal Yogyakarta tersebut, di Kudus tepatnya di Desa Colo Kecamatan Dawe, tembakau tumbuh liar di bebatuan. Anehnya tanaman tersebut ketika dibersihkan dan dicabut, akan tumbuh lagi disekitaran tempat itu, cerita Masrukin. Ada lagi kejadian di Desa Gribig Kecamatan Gebog sebelah timur makam Sunan Kedu, tembakau tumbuh di sela-sela dinding batu bata salah satu rumah warga. Kalau dicabut selang beberapa hari tumbuh lagi begitu seterusnya. Rasa gregetan, karena menurutnya tumbuh tak sewajarnya dan tak memperindah pandangan rumahnya, akhirnya baru dua tahun ini dinding rumah tersebut di keraskan memakai semen, cerita Nur Cholis warga setempat.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Bisa jadi memang tanaman tembakau ada dimana-mana dan awalnya tumbuh liar termasuk di bumi Nusantara ini, hanya sebutannya yang beda. Juga bisa jadi dahulu orang-orang terdahulu sudah tau ada tanaman tersebut, tapi tak mengerti namanya, akhirnya mengikuti nama populernya.<\/p>\n\n\n\n

Terlepas beda pendapat tentang tembakau, ada laporan yang menarik yang ditulis oleh P. De Kat Angelino dalam Voorstenlandsche Tabaksenquete tahun 1929, mengungkapkan bahwa kalaupun tanaman tembakau bukan tanaman asli Indonesia, sejak diperkenalkan sudah memiliki pertalian khusus dengan tanah Indonesia. Tembakau tak hanya menjadi komoditas utama pemerintah kolonial, tetapi juga telah mengubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat bumiputera.   <\/p>\n\n\n\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Kalau diperhatikan dengan cermat semua aturan tentang pertembakauan yang ada di Indonesia itu sebagai agenda intervensi kepentingan asing untuk mematikan industri rokok kretek Nasional. Yang betul-betul jelas dihadapan mata, munculnya PP No. 109 tahun 2012 yang mengadopsi FCTC, dan sekarang mau dievisi lagi memperjelas pelarangan cita rasa, kalau saja revisi ini disahkan atau berlakukan, maka agenda kedepan akan menghilangkan buah cengkeh sebagai campuran dalam pengolahan daun tembakau menjadi rokok kretek ciri khas Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kalau itu terjadi konsekwensinya rokok kretek tinggal kenangan dalam sejarah, tamatlah industri kretek Indonesia, tamatlah buruh industri, tamatlah petani tembakau indonesia, tamatlah petani cengkeh Indonesia yang pernah jaya bersama rokok kretek. <\/p>\n","post_title":"Agenda Pelemahan Nasionalisme Pada Sektor Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"agenda-pelemahan-nasionalisme-pada-sektor-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-30 10:22:25","post_modified_gmt":"2020-01-30 03:22:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6422","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6419,"post_author":"883","post_date":"2020-01-29 05:52:55","post_date_gmt":"2020-01-28 22:52:55","post_content":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_title":"Kretek Sebagai Cerminan Kepribadian, Kedaulatan dan Kemandirian Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-sebagai-cerminan-kepribadian-kedaulatan-dan-kemandirian-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-01-23 11:48:00","post_modified_gmt":"2024-01-23 04:48:00","post_content_filtered":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6419","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6414,"post_author":"877","post_date":"2020-01-27 08:27:34","post_date_gmt":"2020-01-27 01:27:34","post_content":"\n

Satu-satunya rokok khas Indonesia tak lain hanya kretek. Ia dibuat dari bahan baku tanaman yang tumbuh subur di bumi pertiwi, ia diciptakan dan diproduksi oleh anak bangsa sendiri. Ia punya rentetan sejarah yang amat panjang, dari budaya, kebangkitan ekonomi dan industri bumiputera di saat terjadi depresi ekonomi nasional, penyumbang kas negara dari zaman penjajahan hingga sekarang. Perlu diingat, dalam catatan sejarah, ia satu-satunya industri dalam negeri yang tahan akan guncangan ekonomi, dan tahan akan gerusan perkembangan jaman dari tahun ke tahun. <\/p>\n\n\n\n

Bahan baku utama kretek dari daun tembakau dan buah cengkeh. Memang daun tembakau sendiri masih banyak kontroversi, sebagai tanaman asli atau bukan. Ada tulisan yang mengatakan tanaman tembakau ditemukan seorang bernama Christoper Columbus di San Salvador, kepulauan Bahana. Yang kemudian pada tahun 1600 tanaman tersebut dibawa dan di tanam Bangsa Portugis dibumi pertiwi. Hal ini merujuk pada penamaan tumbuhan tersebut\u00a0 dari bahasa Portugis yaitu \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Pada awal abad XVII tembakau di tanam besar-besaran oleh Belanda di beberapa wilayah di Jawa, Sumatera, Bali dan Lombok. Semasa Gubernur Hindia Belanda Johannes Van Den Bosch tahun 1830, tanaman tembakau Nusantara menjadi salah satu tanaman ekspor. Pada akhirnya penduduk bumiputra diwajibkan menanam tembakau di era sitem tanam paksa oleh Belanda. Adanya ekspor tembakau tersebut, Belanda memperoleh keuntungan yang berlimpah awalnya pada tahun 1840 sebesar 180.000 gulden, meningkat 1.200.000 gulden hingga pada tahun 1845 menjadi 2.300.000 gulden. Wah keuntungan yang fantastik, jadi tak heran Belanda kaya dan makmur saat itu. <\/p>\n\n\n\n

Beda lagi pernyataan Jadul Maula, seorang budayawan asal Yogyakarta. Melalui pendekatan bahasa, tanaman tembakau sudah ada sejak dulu, tumbuh dan berkembang dengan sendiri di bumi pertiwi ini. Ia menggambarkan secara kedaerahan, contoh di daerah Temanggung, orang sering mengatakan \u201csotho\u201d sebutan untuk tembakau. Tembakau sebutan kerennya, dan sotho nama aslinya. Sebutan sotho dan tembakau gak ada miripnya, kalau \u201cbako\u201d \u201ctembakau\u201d \u201ctobacco\u201d dan \u201c tumbacco\u201d hampir mirip pelafalannya. Jadi hipotesa yang dibangun mas Jadul, apa yang disebut tembakau itu bisa jadi sebetulnya tanaman yang disemua negara ada termasuk Indonesia. Namun karena saat itu orang Portugis lebih mempopulerkan dengan sebutan \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d dan orang Indonesia kesulitan melafalkannya, sehingga menyebutnya \u201ctembakau\u201d atau \u201cbako\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Memperkuat hipotesa Budayawan asal Yogyakarta tersebut, di Kudus tepatnya di Desa Colo Kecamatan Dawe, tembakau tumbuh liar di bebatuan. Anehnya tanaman tersebut ketika dibersihkan dan dicabut, akan tumbuh lagi disekitaran tempat itu, cerita Masrukin. Ada lagi kejadian di Desa Gribig Kecamatan Gebog sebelah timur makam Sunan Kedu, tembakau tumbuh di sela-sela dinding batu bata salah satu rumah warga. Kalau dicabut selang beberapa hari tumbuh lagi begitu seterusnya. Rasa gregetan, karena menurutnya tumbuh tak sewajarnya dan tak memperindah pandangan rumahnya, akhirnya baru dua tahun ini dinding rumah tersebut di keraskan memakai semen, cerita Nur Cholis warga setempat.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Bisa jadi memang tanaman tembakau ada dimana-mana dan awalnya tumbuh liar termasuk di bumi Nusantara ini, hanya sebutannya yang beda. Juga bisa jadi dahulu orang-orang terdahulu sudah tau ada tanaman tersebut, tapi tak mengerti namanya, akhirnya mengikuti nama populernya.<\/p>\n\n\n\n

Terlepas beda pendapat tentang tembakau, ada laporan yang menarik yang ditulis oleh P. De Kat Angelino dalam Voorstenlandsche Tabaksenquete tahun 1929, mengungkapkan bahwa kalaupun tanaman tembakau bukan tanaman asli Indonesia, sejak diperkenalkan sudah memiliki pertalian khusus dengan tanah Indonesia. Tembakau tak hanya menjadi komoditas utama pemerintah kolonial, tetapi juga telah mengubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat bumiputera.   <\/p>\n\n\n\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Perlu diketahui, rokok khas Indonesia itu campuran daun tembakau dan buah cengkeh, sehingga dinamai rokok ktetek. Sejarah telah mencatat demikian. Rokok kretek sangat beda dengan rokok asing. Rokok asing hanya memakai tembakau saja atau disebut \u201crokok putihan\u201d.
Jadi, yang menjadi kekhasan rokok indonesia campuran buah cengkeh. Dan cengkeh adalah tanaman asli bumi Nusantara. Ketika putra bangsa berkreasi dan berinovasi sehingga mencampur tembakau dengan buah cengkeh dan hasilnyapun menakjubkan, dapat sebagai media pengobatan. Perkembangannya, rokok kretek sangat disuka oleh orang-orang asing termasuk di AS. Setelah permintaan rokok kretek tiap tahunnya meningkat, akhirnya AS melarang peredaran rokok kretek di negaranya dengan diterbitkannya produk hukum pelarangan dengan dalil kesehatan. Akan tetapi rokok produk dalam negerinya sendiri tetap bebas beredar. Satu hal yang sangat jahat. Sayangnya Indonesia tidak seperti negara AS yang berani melarang rokok produk luar. <\/p>\n\n\n\n


Kalau diperhatikan dengan cermat semua aturan tentang pertembakauan yang ada di Indonesia itu sebagai agenda intervensi kepentingan asing untuk mematikan industri rokok kretek Nasional. Yang betul-betul jelas dihadapan mata, munculnya PP No. 109 tahun 2012 yang mengadopsi FCTC, dan sekarang mau dievisi lagi memperjelas pelarangan cita rasa, kalau saja revisi ini disahkan atau berlakukan, maka agenda kedepan akan menghilangkan buah cengkeh sebagai campuran dalam pengolahan daun tembakau menjadi rokok kretek ciri khas Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kalau itu terjadi konsekwensinya rokok kretek tinggal kenangan dalam sejarah, tamatlah industri kretek Indonesia, tamatlah buruh industri, tamatlah petani tembakau indonesia, tamatlah petani cengkeh Indonesia yang pernah jaya bersama rokok kretek. <\/p>\n","post_title":"Agenda Pelemahan Nasionalisme Pada Sektor Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"agenda-pelemahan-nasionalisme-pada-sektor-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-30 10:22:25","post_modified_gmt":"2020-01-30 03:22:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6422","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6419,"post_author":"883","post_date":"2020-01-29 05:52:55","post_date_gmt":"2020-01-28 22:52:55","post_content":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_title":"Kretek Sebagai Cerminan Kepribadian, Kedaulatan dan Kemandirian Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-sebagai-cerminan-kepribadian-kedaulatan-dan-kemandirian-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-01-23 11:48:00","post_modified_gmt":"2024-01-23 04:48:00","post_content_filtered":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6419","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6414,"post_author":"877","post_date":"2020-01-27 08:27:34","post_date_gmt":"2020-01-27 01:27:34","post_content":"\n

Satu-satunya rokok khas Indonesia tak lain hanya kretek. Ia dibuat dari bahan baku tanaman yang tumbuh subur di bumi pertiwi, ia diciptakan dan diproduksi oleh anak bangsa sendiri. Ia punya rentetan sejarah yang amat panjang, dari budaya, kebangkitan ekonomi dan industri bumiputera di saat terjadi depresi ekonomi nasional, penyumbang kas negara dari zaman penjajahan hingga sekarang. Perlu diingat, dalam catatan sejarah, ia satu-satunya industri dalam negeri yang tahan akan guncangan ekonomi, dan tahan akan gerusan perkembangan jaman dari tahun ke tahun. <\/p>\n\n\n\n

Bahan baku utama kretek dari daun tembakau dan buah cengkeh. Memang daun tembakau sendiri masih banyak kontroversi, sebagai tanaman asli atau bukan. Ada tulisan yang mengatakan tanaman tembakau ditemukan seorang bernama Christoper Columbus di San Salvador, kepulauan Bahana. Yang kemudian pada tahun 1600 tanaman tersebut dibawa dan di tanam Bangsa Portugis dibumi pertiwi. Hal ini merujuk pada penamaan tumbuhan tersebut\u00a0 dari bahasa Portugis yaitu \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Pada awal abad XVII tembakau di tanam besar-besaran oleh Belanda di beberapa wilayah di Jawa, Sumatera, Bali dan Lombok. Semasa Gubernur Hindia Belanda Johannes Van Den Bosch tahun 1830, tanaman tembakau Nusantara menjadi salah satu tanaman ekspor. Pada akhirnya penduduk bumiputra diwajibkan menanam tembakau di era sitem tanam paksa oleh Belanda. Adanya ekspor tembakau tersebut, Belanda memperoleh keuntungan yang berlimpah awalnya pada tahun 1840 sebesar 180.000 gulden, meningkat 1.200.000 gulden hingga pada tahun 1845 menjadi 2.300.000 gulden. Wah keuntungan yang fantastik, jadi tak heran Belanda kaya dan makmur saat itu. <\/p>\n\n\n\n

Beda lagi pernyataan Jadul Maula, seorang budayawan asal Yogyakarta. Melalui pendekatan bahasa, tanaman tembakau sudah ada sejak dulu, tumbuh dan berkembang dengan sendiri di bumi pertiwi ini. Ia menggambarkan secara kedaerahan, contoh di daerah Temanggung, orang sering mengatakan \u201csotho\u201d sebutan untuk tembakau. Tembakau sebutan kerennya, dan sotho nama aslinya. Sebutan sotho dan tembakau gak ada miripnya, kalau \u201cbako\u201d \u201ctembakau\u201d \u201ctobacco\u201d dan \u201c tumbacco\u201d hampir mirip pelafalannya. Jadi hipotesa yang dibangun mas Jadul, apa yang disebut tembakau itu bisa jadi sebetulnya tanaman yang disemua negara ada termasuk Indonesia. Namun karena saat itu orang Portugis lebih mempopulerkan dengan sebutan \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d dan orang Indonesia kesulitan melafalkannya, sehingga menyebutnya \u201ctembakau\u201d atau \u201cbako\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Memperkuat hipotesa Budayawan asal Yogyakarta tersebut, di Kudus tepatnya di Desa Colo Kecamatan Dawe, tembakau tumbuh liar di bebatuan. Anehnya tanaman tersebut ketika dibersihkan dan dicabut, akan tumbuh lagi disekitaran tempat itu, cerita Masrukin. Ada lagi kejadian di Desa Gribig Kecamatan Gebog sebelah timur makam Sunan Kedu, tembakau tumbuh di sela-sela dinding batu bata salah satu rumah warga. Kalau dicabut selang beberapa hari tumbuh lagi begitu seterusnya. Rasa gregetan, karena menurutnya tumbuh tak sewajarnya dan tak memperindah pandangan rumahnya, akhirnya baru dua tahun ini dinding rumah tersebut di keraskan memakai semen, cerita Nur Cholis warga setempat.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Bisa jadi memang tanaman tembakau ada dimana-mana dan awalnya tumbuh liar termasuk di bumi Nusantara ini, hanya sebutannya yang beda. Juga bisa jadi dahulu orang-orang terdahulu sudah tau ada tanaman tersebut, tapi tak mengerti namanya, akhirnya mengikuti nama populernya.<\/p>\n\n\n\n

Terlepas beda pendapat tentang tembakau, ada laporan yang menarik yang ditulis oleh P. De Kat Angelino dalam Voorstenlandsche Tabaksenquete tahun 1929, mengungkapkan bahwa kalaupun tanaman tembakau bukan tanaman asli Indonesia, sejak diperkenalkan sudah memiliki pertalian khusus dengan tanah Indonesia. Tembakau tak hanya menjadi komoditas utama pemerintah kolonial, tetapi juga telah mengubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat bumiputera.   <\/p>\n\n\n\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Mengenai revisi pasal di atas, semua sepakat bagi anak-anak di bawah umur 18 tidak boleh merokok, sekalipun perokok berpendat demikian sesuai aturan yang berlaku. Yang jadi soal, pelarangan terhadap cita rasa rokok, yang ujung-ujungnya tidak akan berhenti pada cita rasa rasa buah atau permen karet. Pasti kedepan, asing mendesak lagi untuk melarangan semua model campuran pada tembakau yang dibuat rokok, jika revisi pasal di atas di sahkan. <\/p>\n\n\n\n


Perlu diketahui, rokok khas Indonesia itu campuran daun tembakau dan buah cengkeh, sehingga dinamai rokok ktetek. Sejarah telah mencatat demikian. Rokok kretek sangat beda dengan rokok asing. Rokok asing hanya memakai tembakau saja atau disebut \u201crokok putihan\u201d.
Jadi, yang menjadi kekhasan rokok indonesia campuran buah cengkeh. Dan cengkeh adalah tanaman asli bumi Nusantara. Ketika putra bangsa berkreasi dan berinovasi sehingga mencampur tembakau dengan buah cengkeh dan hasilnyapun menakjubkan, dapat sebagai media pengobatan. Perkembangannya, rokok kretek sangat disuka oleh orang-orang asing termasuk di AS. Setelah permintaan rokok kretek tiap tahunnya meningkat, akhirnya AS melarang peredaran rokok kretek di negaranya dengan diterbitkannya produk hukum pelarangan dengan dalil kesehatan. Akan tetapi rokok produk dalam negerinya sendiri tetap bebas beredar. Satu hal yang sangat jahat. Sayangnya Indonesia tidak seperti negara AS yang berani melarang rokok produk luar. <\/p>\n\n\n\n


Kalau diperhatikan dengan cermat semua aturan tentang pertembakauan yang ada di Indonesia itu sebagai agenda intervensi kepentingan asing untuk mematikan industri rokok kretek Nasional. Yang betul-betul jelas dihadapan mata, munculnya PP No. 109 tahun 2012 yang mengadopsi FCTC, dan sekarang mau dievisi lagi memperjelas pelarangan cita rasa, kalau saja revisi ini disahkan atau berlakukan, maka agenda kedepan akan menghilangkan buah cengkeh sebagai campuran dalam pengolahan daun tembakau menjadi rokok kretek ciri khas Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kalau itu terjadi konsekwensinya rokok kretek tinggal kenangan dalam sejarah, tamatlah industri kretek Indonesia, tamatlah buruh industri, tamatlah petani tembakau indonesia, tamatlah petani cengkeh Indonesia yang pernah jaya bersama rokok kretek. <\/p>\n","post_title":"Agenda Pelemahan Nasionalisme Pada Sektor Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"agenda-pelemahan-nasionalisme-pada-sektor-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-30 10:22:25","post_modified_gmt":"2020-01-30 03:22:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6422","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6419,"post_author":"883","post_date":"2020-01-29 05:52:55","post_date_gmt":"2020-01-28 22:52:55","post_content":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_title":"Kretek Sebagai Cerminan Kepribadian, Kedaulatan dan Kemandirian Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-sebagai-cerminan-kepribadian-kedaulatan-dan-kemandirian-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-01-23 11:48:00","post_modified_gmt":"2024-01-23 04:48:00","post_content_filtered":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6419","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6414,"post_author":"877","post_date":"2020-01-27 08:27:34","post_date_gmt":"2020-01-27 01:27:34","post_content":"\n

Satu-satunya rokok khas Indonesia tak lain hanya kretek. Ia dibuat dari bahan baku tanaman yang tumbuh subur di bumi pertiwi, ia diciptakan dan diproduksi oleh anak bangsa sendiri. Ia punya rentetan sejarah yang amat panjang, dari budaya, kebangkitan ekonomi dan industri bumiputera di saat terjadi depresi ekonomi nasional, penyumbang kas negara dari zaman penjajahan hingga sekarang. Perlu diingat, dalam catatan sejarah, ia satu-satunya industri dalam negeri yang tahan akan guncangan ekonomi, dan tahan akan gerusan perkembangan jaman dari tahun ke tahun. <\/p>\n\n\n\n

Bahan baku utama kretek dari daun tembakau dan buah cengkeh. Memang daun tembakau sendiri masih banyak kontroversi, sebagai tanaman asli atau bukan. Ada tulisan yang mengatakan tanaman tembakau ditemukan seorang bernama Christoper Columbus di San Salvador, kepulauan Bahana. Yang kemudian pada tahun 1600 tanaman tersebut dibawa dan di tanam Bangsa Portugis dibumi pertiwi. Hal ini merujuk pada penamaan tumbuhan tersebut\u00a0 dari bahasa Portugis yaitu \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Pada awal abad XVII tembakau di tanam besar-besaran oleh Belanda di beberapa wilayah di Jawa, Sumatera, Bali dan Lombok. Semasa Gubernur Hindia Belanda Johannes Van Den Bosch tahun 1830, tanaman tembakau Nusantara menjadi salah satu tanaman ekspor. Pada akhirnya penduduk bumiputra diwajibkan menanam tembakau di era sitem tanam paksa oleh Belanda. Adanya ekspor tembakau tersebut, Belanda memperoleh keuntungan yang berlimpah awalnya pada tahun 1840 sebesar 180.000 gulden, meningkat 1.200.000 gulden hingga pada tahun 1845 menjadi 2.300.000 gulden. Wah keuntungan yang fantastik, jadi tak heran Belanda kaya dan makmur saat itu. <\/p>\n\n\n\n

Beda lagi pernyataan Jadul Maula, seorang budayawan asal Yogyakarta. Melalui pendekatan bahasa, tanaman tembakau sudah ada sejak dulu, tumbuh dan berkembang dengan sendiri di bumi pertiwi ini. Ia menggambarkan secara kedaerahan, contoh di daerah Temanggung, orang sering mengatakan \u201csotho\u201d sebutan untuk tembakau. Tembakau sebutan kerennya, dan sotho nama aslinya. Sebutan sotho dan tembakau gak ada miripnya, kalau \u201cbako\u201d \u201ctembakau\u201d \u201ctobacco\u201d dan \u201c tumbacco\u201d hampir mirip pelafalannya. Jadi hipotesa yang dibangun mas Jadul, apa yang disebut tembakau itu bisa jadi sebetulnya tanaman yang disemua negara ada termasuk Indonesia. Namun karena saat itu orang Portugis lebih mempopulerkan dengan sebutan \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d dan orang Indonesia kesulitan melafalkannya, sehingga menyebutnya \u201ctembakau\u201d atau \u201cbako\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Memperkuat hipotesa Budayawan asal Yogyakarta tersebut, di Kudus tepatnya di Desa Colo Kecamatan Dawe, tembakau tumbuh liar di bebatuan. Anehnya tanaman tersebut ketika dibersihkan dan dicabut, akan tumbuh lagi disekitaran tempat itu, cerita Masrukin. Ada lagi kejadian di Desa Gribig Kecamatan Gebog sebelah timur makam Sunan Kedu, tembakau tumbuh di sela-sela dinding batu bata salah satu rumah warga. Kalau dicabut selang beberapa hari tumbuh lagi begitu seterusnya. Rasa gregetan, karena menurutnya tumbuh tak sewajarnya dan tak memperindah pandangan rumahnya, akhirnya baru dua tahun ini dinding rumah tersebut di keraskan memakai semen, cerita Nur Cholis warga setempat.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Bisa jadi memang tanaman tembakau ada dimana-mana dan awalnya tumbuh liar termasuk di bumi Nusantara ini, hanya sebutannya yang beda. Juga bisa jadi dahulu orang-orang terdahulu sudah tau ada tanaman tersebut, tapi tak mengerti namanya, akhirnya mengikuti nama populernya.<\/p>\n\n\n\n

Terlepas beda pendapat tentang tembakau, ada laporan yang menarik yang ditulis oleh P. De Kat Angelino dalam Voorstenlandsche Tabaksenquete tahun 1929, mengungkapkan bahwa kalaupun tanaman tembakau bukan tanaman asli Indonesia, sejak diperkenalkan sudah memiliki pertalian khusus dengan tanah Indonesia. Tembakau tak hanya menjadi komoditas utama pemerintah kolonial, tetapi juga telah mengubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat bumiputera.   <\/p>\n\n\n\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Masih dalam proses, pasal ini rencana akan direvisi dengan memperjelas pelarangan bahan tambahan seperti rasa buah, permen karet dan lain sebagainya. Alasannya rasa-rasa tersebut dapat menarik perhatian perokok pemula dan anak-anak, tutur Agus. <\/p>\n\n\n\n


Mengenai revisi pasal di atas, semua sepakat bagi anak-anak di bawah umur 18 tidak boleh merokok, sekalipun perokok berpendat demikian sesuai aturan yang berlaku. Yang jadi soal, pelarangan terhadap cita rasa rokok, yang ujung-ujungnya tidak akan berhenti pada cita rasa rasa buah atau permen karet. Pasti kedepan, asing mendesak lagi untuk melarangan semua model campuran pada tembakau yang dibuat rokok, jika revisi pasal di atas di sahkan. <\/p>\n\n\n\n


Perlu diketahui, rokok khas Indonesia itu campuran daun tembakau dan buah cengkeh, sehingga dinamai rokok ktetek. Sejarah telah mencatat demikian. Rokok kretek sangat beda dengan rokok asing. Rokok asing hanya memakai tembakau saja atau disebut \u201crokok putihan\u201d.
Jadi, yang menjadi kekhasan rokok indonesia campuran buah cengkeh. Dan cengkeh adalah tanaman asli bumi Nusantara. Ketika putra bangsa berkreasi dan berinovasi sehingga mencampur tembakau dengan buah cengkeh dan hasilnyapun menakjubkan, dapat sebagai media pengobatan. Perkembangannya, rokok kretek sangat disuka oleh orang-orang asing termasuk di AS. Setelah permintaan rokok kretek tiap tahunnya meningkat, akhirnya AS melarang peredaran rokok kretek di negaranya dengan diterbitkannya produk hukum pelarangan dengan dalil kesehatan. Akan tetapi rokok produk dalam negerinya sendiri tetap bebas beredar. Satu hal yang sangat jahat. Sayangnya Indonesia tidak seperti negara AS yang berani melarang rokok produk luar. <\/p>\n\n\n\n


Kalau diperhatikan dengan cermat semua aturan tentang pertembakauan yang ada di Indonesia itu sebagai agenda intervensi kepentingan asing untuk mematikan industri rokok kretek Nasional. Yang betul-betul jelas dihadapan mata, munculnya PP No. 109 tahun 2012 yang mengadopsi FCTC, dan sekarang mau dievisi lagi memperjelas pelarangan cita rasa, kalau saja revisi ini disahkan atau berlakukan, maka agenda kedepan akan menghilangkan buah cengkeh sebagai campuran dalam pengolahan daun tembakau menjadi rokok kretek ciri khas Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kalau itu terjadi konsekwensinya rokok kretek tinggal kenangan dalam sejarah, tamatlah industri kretek Indonesia, tamatlah buruh industri, tamatlah petani tembakau indonesia, tamatlah petani cengkeh Indonesia yang pernah jaya bersama rokok kretek. <\/p>\n","post_title":"Agenda Pelemahan Nasionalisme Pada Sektor Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"agenda-pelemahan-nasionalisme-pada-sektor-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-30 10:22:25","post_modified_gmt":"2020-01-30 03:22:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6422","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6419,"post_author":"883","post_date":"2020-01-29 05:52:55","post_date_gmt":"2020-01-28 22:52:55","post_content":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_title":"Kretek Sebagai Cerminan Kepribadian, Kedaulatan dan Kemandirian Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-sebagai-cerminan-kepribadian-kedaulatan-dan-kemandirian-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-01-23 11:48:00","post_modified_gmt":"2024-01-23 04:48:00","post_content_filtered":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6419","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6414,"post_author":"877","post_date":"2020-01-27 08:27:34","post_date_gmt":"2020-01-27 01:27:34","post_content":"\n

Satu-satunya rokok khas Indonesia tak lain hanya kretek. Ia dibuat dari bahan baku tanaman yang tumbuh subur di bumi pertiwi, ia diciptakan dan diproduksi oleh anak bangsa sendiri. Ia punya rentetan sejarah yang amat panjang, dari budaya, kebangkitan ekonomi dan industri bumiputera di saat terjadi depresi ekonomi nasional, penyumbang kas negara dari zaman penjajahan hingga sekarang. Perlu diingat, dalam catatan sejarah, ia satu-satunya industri dalam negeri yang tahan akan guncangan ekonomi, dan tahan akan gerusan perkembangan jaman dari tahun ke tahun. <\/p>\n\n\n\n

Bahan baku utama kretek dari daun tembakau dan buah cengkeh. Memang daun tembakau sendiri masih banyak kontroversi, sebagai tanaman asli atau bukan. Ada tulisan yang mengatakan tanaman tembakau ditemukan seorang bernama Christoper Columbus di San Salvador, kepulauan Bahana. Yang kemudian pada tahun 1600 tanaman tersebut dibawa dan di tanam Bangsa Portugis dibumi pertiwi. Hal ini merujuk pada penamaan tumbuhan tersebut\u00a0 dari bahasa Portugis yaitu \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Pada awal abad XVII tembakau di tanam besar-besaran oleh Belanda di beberapa wilayah di Jawa, Sumatera, Bali dan Lombok. Semasa Gubernur Hindia Belanda Johannes Van Den Bosch tahun 1830, tanaman tembakau Nusantara menjadi salah satu tanaman ekspor. Pada akhirnya penduduk bumiputra diwajibkan menanam tembakau di era sitem tanam paksa oleh Belanda. Adanya ekspor tembakau tersebut, Belanda memperoleh keuntungan yang berlimpah awalnya pada tahun 1840 sebesar 180.000 gulden, meningkat 1.200.000 gulden hingga pada tahun 1845 menjadi 2.300.000 gulden. Wah keuntungan yang fantastik, jadi tak heran Belanda kaya dan makmur saat itu. <\/p>\n\n\n\n

Beda lagi pernyataan Jadul Maula, seorang budayawan asal Yogyakarta. Melalui pendekatan bahasa, tanaman tembakau sudah ada sejak dulu, tumbuh dan berkembang dengan sendiri di bumi pertiwi ini. Ia menggambarkan secara kedaerahan, contoh di daerah Temanggung, orang sering mengatakan \u201csotho\u201d sebutan untuk tembakau. Tembakau sebutan kerennya, dan sotho nama aslinya. Sebutan sotho dan tembakau gak ada miripnya, kalau \u201cbako\u201d \u201ctembakau\u201d \u201ctobacco\u201d dan \u201c tumbacco\u201d hampir mirip pelafalannya. Jadi hipotesa yang dibangun mas Jadul, apa yang disebut tembakau itu bisa jadi sebetulnya tanaman yang disemua negara ada termasuk Indonesia. Namun karena saat itu orang Portugis lebih mempopulerkan dengan sebutan \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d dan orang Indonesia kesulitan melafalkannya, sehingga menyebutnya \u201ctembakau\u201d atau \u201cbako\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Memperkuat hipotesa Budayawan asal Yogyakarta tersebut, di Kudus tepatnya di Desa Colo Kecamatan Dawe, tembakau tumbuh liar di bebatuan. Anehnya tanaman tersebut ketika dibersihkan dan dicabut, akan tumbuh lagi disekitaran tempat itu, cerita Masrukin. Ada lagi kejadian di Desa Gribig Kecamatan Gebog sebelah timur makam Sunan Kedu, tembakau tumbuh di sela-sela dinding batu bata salah satu rumah warga. Kalau dicabut selang beberapa hari tumbuh lagi begitu seterusnya. Rasa gregetan, karena menurutnya tumbuh tak sewajarnya dan tak memperindah pandangan rumahnya, akhirnya baru dua tahun ini dinding rumah tersebut di keraskan memakai semen, cerita Nur Cholis warga setempat.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Bisa jadi memang tanaman tembakau ada dimana-mana dan awalnya tumbuh liar termasuk di bumi Nusantara ini, hanya sebutannya yang beda. Juga bisa jadi dahulu orang-orang terdahulu sudah tau ada tanaman tersebut, tapi tak mengerti namanya, akhirnya mengikuti nama populernya.<\/p>\n\n\n\n

Terlepas beda pendapat tentang tembakau, ada laporan yang menarik yang ditulis oleh P. De Kat Angelino dalam Voorstenlandsche Tabaksenquete tahun 1929, mengungkapkan bahwa kalaupun tanaman tembakau bukan tanaman asli Indonesia, sejak diperkenalkan sudah memiliki pertalian khusus dengan tanah Indonesia. Tembakau tak hanya menjadi komoditas utama pemerintah kolonial, tetapi juga telah mengubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat bumiputera.   <\/p>\n\n\n\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Buktinya lagi, berbekal PP 109\/2012 Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Agus Suprapto mengatakan, merujuk pasal 12, ayat (1) Peraturan Pemerintah No 109 tahun 2012 yang berbunyi setiap orang yang memproduksi produk tembakau dilarang menggunakan bahan tambahan kecuali telah dapat dibuktikan secara ilmiah bahan tambahan tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan. <\/p>\n\n\n\n


Masih dalam proses, pasal ini rencana akan direvisi dengan memperjelas pelarangan bahan tambahan seperti rasa buah, permen karet dan lain sebagainya. Alasannya rasa-rasa tersebut dapat menarik perhatian perokok pemula dan anak-anak, tutur Agus. <\/p>\n\n\n\n


Mengenai revisi pasal di atas, semua sepakat bagi anak-anak di bawah umur 18 tidak boleh merokok, sekalipun perokok berpendat demikian sesuai aturan yang berlaku. Yang jadi soal, pelarangan terhadap cita rasa rokok, yang ujung-ujungnya tidak akan berhenti pada cita rasa rasa buah atau permen karet. Pasti kedepan, asing mendesak lagi untuk melarangan semua model campuran pada tembakau yang dibuat rokok, jika revisi pasal di atas di sahkan. <\/p>\n\n\n\n


Perlu diketahui, rokok khas Indonesia itu campuran daun tembakau dan buah cengkeh, sehingga dinamai rokok ktetek. Sejarah telah mencatat demikian. Rokok kretek sangat beda dengan rokok asing. Rokok asing hanya memakai tembakau saja atau disebut \u201crokok putihan\u201d.
Jadi, yang menjadi kekhasan rokok indonesia campuran buah cengkeh. Dan cengkeh adalah tanaman asli bumi Nusantara. Ketika putra bangsa berkreasi dan berinovasi sehingga mencampur tembakau dengan buah cengkeh dan hasilnyapun menakjubkan, dapat sebagai media pengobatan. Perkembangannya, rokok kretek sangat disuka oleh orang-orang asing termasuk di AS. Setelah permintaan rokok kretek tiap tahunnya meningkat, akhirnya AS melarang peredaran rokok kretek di negaranya dengan diterbitkannya produk hukum pelarangan dengan dalil kesehatan. Akan tetapi rokok produk dalam negerinya sendiri tetap bebas beredar. Satu hal yang sangat jahat. Sayangnya Indonesia tidak seperti negara AS yang berani melarang rokok produk luar. <\/p>\n\n\n\n


Kalau diperhatikan dengan cermat semua aturan tentang pertembakauan yang ada di Indonesia itu sebagai agenda intervensi kepentingan asing untuk mematikan industri rokok kretek Nasional. Yang betul-betul jelas dihadapan mata, munculnya PP No. 109 tahun 2012 yang mengadopsi FCTC, dan sekarang mau dievisi lagi memperjelas pelarangan cita rasa, kalau saja revisi ini disahkan atau berlakukan, maka agenda kedepan akan menghilangkan buah cengkeh sebagai campuran dalam pengolahan daun tembakau menjadi rokok kretek ciri khas Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kalau itu terjadi konsekwensinya rokok kretek tinggal kenangan dalam sejarah, tamatlah industri kretek Indonesia, tamatlah buruh industri, tamatlah petani tembakau indonesia, tamatlah petani cengkeh Indonesia yang pernah jaya bersama rokok kretek. <\/p>\n","post_title":"Agenda Pelemahan Nasionalisme Pada Sektor Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"agenda-pelemahan-nasionalisme-pada-sektor-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-30 10:22:25","post_modified_gmt":"2020-01-30 03:22:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6422","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6419,"post_author":"883","post_date":"2020-01-29 05:52:55","post_date_gmt":"2020-01-28 22:52:55","post_content":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_title":"Kretek Sebagai Cerminan Kepribadian, Kedaulatan dan Kemandirian Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-sebagai-cerminan-kepribadian-kedaulatan-dan-kemandirian-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-01-23 11:48:00","post_modified_gmt":"2024-01-23 04:48:00","post_content_filtered":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6419","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6414,"post_author":"877","post_date":"2020-01-27 08:27:34","post_date_gmt":"2020-01-27 01:27:34","post_content":"\n

Satu-satunya rokok khas Indonesia tak lain hanya kretek. Ia dibuat dari bahan baku tanaman yang tumbuh subur di bumi pertiwi, ia diciptakan dan diproduksi oleh anak bangsa sendiri. Ia punya rentetan sejarah yang amat panjang, dari budaya, kebangkitan ekonomi dan industri bumiputera di saat terjadi depresi ekonomi nasional, penyumbang kas negara dari zaman penjajahan hingga sekarang. Perlu diingat, dalam catatan sejarah, ia satu-satunya industri dalam negeri yang tahan akan guncangan ekonomi, dan tahan akan gerusan perkembangan jaman dari tahun ke tahun. <\/p>\n\n\n\n

Bahan baku utama kretek dari daun tembakau dan buah cengkeh. Memang daun tembakau sendiri masih banyak kontroversi, sebagai tanaman asli atau bukan. Ada tulisan yang mengatakan tanaman tembakau ditemukan seorang bernama Christoper Columbus di San Salvador, kepulauan Bahana. Yang kemudian pada tahun 1600 tanaman tersebut dibawa dan di tanam Bangsa Portugis dibumi pertiwi. Hal ini merujuk pada penamaan tumbuhan tersebut\u00a0 dari bahasa Portugis yaitu \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Pada awal abad XVII tembakau di tanam besar-besaran oleh Belanda di beberapa wilayah di Jawa, Sumatera, Bali dan Lombok. Semasa Gubernur Hindia Belanda Johannes Van Den Bosch tahun 1830, tanaman tembakau Nusantara menjadi salah satu tanaman ekspor. Pada akhirnya penduduk bumiputra diwajibkan menanam tembakau di era sitem tanam paksa oleh Belanda. Adanya ekspor tembakau tersebut, Belanda memperoleh keuntungan yang berlimpah awalnya pada tahun 1840 sebesar 180.000 gulden, meningkat 1.200.000 gulden hingga pada tahun 1845 menjadi 2.300.000 gulden. Wah keuntungan yang fantastik, jadi tak heran Belanda kaya dan makmur saat itu. <\/p>\n\n\n\n

Beda lagi pernyataan Jadul Maula, seorang budayawan asal Yogyakarta. Melalui pendekatan bahasa, tanaman tembakau sudah ada sejak dulu, tumbuh dan berkembang dengan sendiri di bumi pertiwi ini. Ia menggambarkan secara kedaerahan, contoh di daerah Temanggung, orang sering mengatakan \u201csotho\u201d sebutan untuk tembakau. Tembakau sebutan kerennya, dan sotho nama aslinya. Sebutan sotho dan tembakau gak ada miripnya, kalau \u201cbako\u201d \u201ctembakau\u201d \u201ctobacco\u201d dan \u201c tumbacco\u201d hampir mirip pelafalannya. Jadi hipotesa yang dibangun mas Jadul, apa yang disebut tembakau itu bisa jadi sebetulnya tanaman yang disemua negara ada termasuk Indonesia. Namun karena saat itu orang Portugis lebih mempopulerkan dengan sebutan \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d dan orang Indonesia kesulitan melafalkannya, sehingga menyebutnya \u201ctembakau\u201d atau \u201cbako\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Memperkuat hipotesa Budayawan asal Yogyakarta tersebut, di Kudus tepatnya di Desa Colo Kecamatan Dawe, tembakau tumbuh liar di bebatuan. Anehnya tanaman tersebut ketika dibersihkan dan dicabut, akan tumbuh lagi disekitaran tempat itu, cerita Masrukin. Ada lagi kejadian di Desa Gribig Kecamatan Gebog sebelah timur makam Sunan Kedu, tembakau tumbuh di sela-sela dinding batu bata salah satu rumah warga. Kalau dicabut selang beberapa hari tumbuh lagi begitu seterusnya. Rasa gregetan, karena menurutnya tumbuh tak sewajarnya dan tak memperindah pandangan rumahnya, akhirnya baru dua tahun ini dinding rumah tersebut di keraskan memakai semen, cerita Nur Cholis warga setempat.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Bisa jadi memang tanaman tembakau ada dimana-mana dan awalnya tumbuh liar termasuk di bumi Nusantara ini, hanya sebutannya yang beda. Juga bisa jadi dahulu orang-orang terdahulu sudah tau ada tanaman tersebut, tapi tak mengerti namanya, akhirnya mengikuti nama populernya.<\/p>\n\n\n\n

Terlepas beda pendapat tentang tembakau, ada laporan yang menarik yang ditulis oleh P. De Kat Angelino dalam Voorstenlandsche Tabaksenquete tahun 1929, mengungkapkan bahwa kalaupun tanaman tembakau bukan tanaman asli Indonesia, sejak diperkenalkan sudah memiliki pertalian khusus dengan tanah Indonesia. Tembakau tak hanya menjadi komoditas utama pemerintah kolonial, tetapi juga telah mengubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat bumiputera.   <\/p>\n\n\n\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Peduli terhadap kesehatan itu satu tindakan yang mulia, namun kalau sudah ditumpangi dengan politik dagang dan kepentingan asing itu sudah melenceng bahkan bisa dikata terlalu jahat. Karena memanfaatkan hal yang mulia dengan agenda jahat asing. Sayangnya pemerintahan Indonesia melalui rezim kesehatan belum sadar akan hal itu. <\/p>\n\n\n\n


Buktinya lagi, berbekal PP 109\/2012 Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Agus Suprapto mengatakan, merujuk pasal 12, ayat (1) Peraturan Pemerintah No 109 tahun 2012 yang berbunyi setiap orang yang memproduksi produk tembakau dilarang menggunakan bahan tambahan kecuali telah dapat dibuktikan secara ilmiah bahan tambahan tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan. <\/p>\n\n\n\n


Masih dalam proses, pasal ini rencana akan direvisi dengan memperjelas pelarangan bahan tambahan seperti rasa buah, permen karet dan lain sebagainya. Alasannya rasa-rasa tersebut dapat menarik perhatian perokok pemula dan anak-anak, tutur Agus. <\/p>\n\n\n\n


Mengenai revisi pasal di atas, semua sepakat bagi anak-anak di bawah umur 18 tidak boleh merokok, sekalipun perokok berpendat demikian sesuai aturan yang berlaku. Yang jadi soal, pelarangan terhadap cita rasa rokok, yang ujung-ujungnya tidak akan berhenti pada cita rasa rasa buah atau permen karet. Pasti kedepan, asing mendesak lagi untuk melarangan semua model campuran pada tembakau yang dibuat rokok, jika revisi pasal di atas di sahkan. <\/p>\n\n\n\n


Perlu diketahui, rokok khas Indonesia itu campuran daun tembakau dan buah cengkeh, sehingga dinamai rokok ktetek. Sejarah telah mencatat demikian. Rokok kretek sangat beda dengan rokok asing. Rokok asing hanya memakai tembakau saja atau disebut \u201crokok putihan\u201d.
Jadi, yang menjadi kekhasan rokok indonesia campuran buah cengkeh. Dan cengkeh adalah tanaman asli bumi Nusantara. Ketika putra bangsa berkreasi dan berinovasi sehingga mencampur tembakau dengan buah cengkeh dan hasilnyapun menakjubkan, dapat sebagai media pengobatan. Perkembangannya, rokok kretek sangat disuka oleh orang-orang asing termasuk di AS. Setelah permintaan rokok kretek tiap tahunnya meningkat, akhirnya AS melarang peredaran rokok kretek di negaranya dengan diterbitkannya produk hukum pelarangan dengan dalil kesehatan. Akan tetapi rokok produk dalam negerinya sendiri tetap bebas beredar. Satu hal yang sangat jahat. Sayangnya Indonesia tidak seperti negara AS yang berani melarang rokok produk luar. <\/p>\n\n\n\n


Kalau diperhatikan dengan cermat semua aturan tentang pertembakauan yang ada di Indonesia itu sebagai agenda intervensi kepentingan asing untuk mematikan industri rokok kretek Nasional. Yang betul-betul jelas dihadapan mata, munculnya PP No. 109 tahun 2012 yang mengadopsi FCTC, dan sekarang mau dievisi lagi memperjelas pelarangan cita rasa, kalau saja revisi ini disahkan atau berlakukan, maka agenda kedepan akan menghilangkan buah cengkeh sebagai campuran dalam pengolahan daun tembakau menjadi rokok kretek ciri khas Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kalau itu terjadi konsekwensinya rokok kretek tinggal kenangan dalam sejarah, tamatlah industri kretek Indonesia, tamatlah buruh industri, tamatlah petani tembakau indonesia, tamatlah petani cengkeh Indonesia yang pernah jaya bersama rokok kretek. <\/p>\n","post_title":"Agenda Pelemahan Nasionalisme Pada Sektor Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"agenda-pelemahan-nasionalisme-pada-sektor-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-30 10:22:25","post_modified_gmt":"2020-01-30 03:22:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6422","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6419,"post_author":"883","post_date":"2020-01-29 05:52:55","post_date_gmt":"2020-01-28 22:52:55","post_content":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_title":"Kretek Sebagai Cerminan Kepribadian, Kedaulatan dan Kemandirian Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-sebagai-cerminan-kepribadian-kedaulatan-dan-kemandirian-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-01-23 11:48:00","post_modified_gmt":"2024-01-23 04:48:00","post_content_filtered":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6419","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6414,"post_author":"877","post_date":"2020-01-27 08:27:34","post_date_gmt":"2020-01-27 01:27:34","post_content":"\n

Satu-satunya rokok khas Indonesia tak lain hanya kretek. Ia dibuat dari bahan baku tanaman yang tumbuh subur di bumi pertiwi, ia diciptakan dan diproduksi oleh anak bangsa sendiri. Ia punya rentetan sejarah yang amat panjang, dari budaya, kebangkitan ekonomi dan industri bumiputera di saat terjadi depresi ekonomi nasional, penyumbang kas negara dari zaman penjajahan hingga sekarang. Perlu diingat, dalam catatan sejarah, ia satu-satunya industri dalam negeri yang tahan akan guncangan ekonomi, dan tahan akan gerusan perkembangan jaman dari tahun ke tahun. <\/p>\n\n\n\n

Bahan baku utama kretek dari daun tembakau dan buah cengkeh. Memang daun tembakau sendiri masih banyak kontroversi, sebagai tanaman asli atau bukan. Ada tulisan yang mengatakan tanaman tembakau ditemukan seorang bernama Christoper Columbus di San Salvador, kepulauan Bahana. Yang kemudian pada tahun 1600 tanaman tersebut dibawa dan di tanam Bangsa Portugis dibumi pertiwi. Hal ini merujuk pada penamaan tumbuhan tersebut\u00a0 dari bahasa Portugis yaitu \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Pada awal abad XVII tembakau di tanam besar-besaran oleh Belanda di beberapa wilayah di Jawa, Sumatera, Bali dan Lombok. Semasa Gubernur Hindia Belanda Johannes Van Den Bosch tahun 1830, tanaman tembakau Nusantara menjadi salah satu tanaman ekspor. Pada akhirnya penduduk bumiputra diwajibkan menanam tembakau di era sitem tanam paksa oleh Belanda. Adanya ekspor tembakau tersebut, Belanda memperoleh keuntungan yang berlimpah awalnya pada tahun 1840 sebesar 180.000 gulden, meningkat 1.200.000 gulden hingga pada tahun 1845 menjadi 2.300.000 gulden. Wah keuntungan yang fantastik, jadi tak heran Belanda kaya dan makmur saat itu. <\/p>\n\n\n\n

Beda lagi pernyataan Jadul Maula, seorang budayawan asal Yogyakarta. Melalui pendekatan bahasa, tanaman tembakau sudah ada sejak dulu, tumbuh dan berkembang dengan sendiri di bumi pertiwi ini. Ia menggambarkan secara kedaerahan, contoh di daerah Temanggung, orang sering mengatakan \u201csotho\u201d sebutan untuk tembakau. Tembakau sebutan kerennya, dan sotho nama aslinya. Sebutan sotho dan tembakau gak ada miripnya, kalau \u201cbako\u201d \u201ctembakau\u201d \u201ctobacco\u201d dan \u201c tumbacco\u201d hampir mirip pelafalannya. Jadi hipotesa yang dibangun mas Jadul, apa yang disebut tembakau itu bisa jadi sebetulnya tanaman yang disemua negara ada termasuk Indonesia. Namun karena saat itu orang Portugis lebih mempopulerkan dengan sebutan \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d dan orang Indonesia kesulitan melafalkannya, sehingga menyebutnya \u201ctembakau\u201d atau \u201cbako\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Memperkuat hipotesa Budayawan asal Yogyakarta tersebut, di Kudus tepatnya di Desa Colo Kecamatan Dawe, tembakau tumbuh liar di bebatuan. Anehnya tanaman tersebut ketika dibersihkan dan dicabut, akan tumbuh lagi disekitaran tempat itu, cerita Masrukin. Ada lagi kejadian di Desa Gribig Kecamatan Gebog sebelah timur makam Sunan Kedu, tembakau tumbuh di sela-sela dinding batu bata salah satu rumah warga. Kalau dicabut selang beberapa hari tumbuh lagi begitu seterusnya. Rasa gregetan, karena menurutnya tumbuh tak sewajarnya dan tak memperindah pandangan rumahnya, akhirnya baru dua tahun ini dinding rumah tersebut di keraskan memakai semen, cerita Nur Cholis warga setempat.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Bisa jadi memang tanaman tembakau ada dimana-mana dan awalnya tumbuh liar termasuk di bumi Nusantara ini, hanya sebutannya yang beda. Juga bisa jadi dahulu orang-orang terdahulu sudah tau ada tanaman tersebut, tapi tak mengerti namanya, akhirnya mengikuti nama populernya.<\/p>\n\n\n\n

Terlepas beda pendapat tentang tembakau, ada laporan yang menarik yang ditulis oleh P. De Kat Angelino dalam Voorstenlandsche Tabaksenquete tahun 1929, mengungkapkan bahwa kalaupun tanaman tembakau bukan tanaman asli Indonesia, sejak diperkenalkan sudah memiliki pertalian khusus dengan tanah Indonesia. Tembakau tak hanya menjadi komoditas utama pemerintah kolonial, tetapi juga telah mengubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat bumiputera.   <\/p>\n\n\n\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


PP 109\/2012 ini bisa dikata sebagai pintu masuk banyaknya pasal karet, lebih haulsnya dinamai politik hukum yang dibuat asing untuk menjerat kepentingan nasional. Ambil contoh kalau memang rokok benar-benar membunuh manusia, kenapa dalam PP 109\/2012 ada pengecualian pembolehan rokok dengan low nikotin low tar. Sedangkan tembakau hasil bumi pertiwi dengan kearifan lokalnya tak mungkin bisa memenuhi aturan dalam PP 109\/2019 yang bisa hanyalah tembakau asing. Hal ini jelas membunuh kepentingan nasional dengan dalil kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Peduli terhadap kesehatan itu satu tindakan yang mulia, namun kalau sudah ditumpangi dengan politik dagang dan kepentingan asing itu sudah melenceng bahkan bisa dikata terlalu jahat. Karena memanfaatkan hal yang mulia dengan agenda jahat asing. Sayangnya pemerintahan Indonesia melalui rezim kesehatan belum sadar akan hal itu. <\/p>\n\n\n\n


Buktinya lagi, berbekal PP 109\/2012 Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Agus Suprapto mengatakan, merujuk pasal 12, ayat (1) Peraturan Pemerintah No 109 tahun 2012 yang berbunyi setiap orang yang memproduksi produk tembakau dilarang menggunakan bahan tambahan kecuali telah dapat dibuktikan secara ilmiah bahan tambahan tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan. <\/p>\n\n\n\n


Masih dalam proses, pasal ini rencana akan direvisi dengan memperjelas pelarangan bahan tambahan seperti rasa buah, permen karet dan lain sebagainya. Alasannya rasa-rasa tersebut dapat menarik perhatian perokok pemula dan anak-anak, tutur Agus. <\/p>\n\n\n\n


Mengenai revisi pasal di atas, semua sepakat bagi anak-anak di bawah umur 18 tidak boleh merokok, sekalipun perokok berpendat demikian sesuai aturan yang berlaku. Yang jadi soal, pelarangan terhadap cita rasa rokok, yang ujung-ujungnya tidak akan berhenti pada cita rasa rasa buah atau permen karet. Pasti kedepan, asing mendesak lagi untuk melarangan semua model campuran pada tembakau yang dibuat rokok, jika revisi pasal di atas di sahkan. <\/p>\n\n\n\n


Perlu diketahui, rokok khas Indonesia itu campuran daun tembakau dan buah cengkeh, sehingga dinamai rokok ktetek. Sejarah telah mencatat demikian. Rokok kretek sangat beda dengan rokok asing. Rokok asing hanya memakai tembakau saja atau disebut \u201crokok putihan\u201d.
Jadi, yang menjadi kekhasan rokok indonesia campuran buah cengkeh. Dan cengkeh adalah tanaman asli bumi Nusantara. Ketika putra bangsa berkreasi dan berinovasi sehingga mencampur tembakau dengan buah cengkeh dan hasilnyapun menakjubkan, dapat sebagai media pengobatan. Perkembangannya, rokok kretek sangat disuka oleh orang-orang asing termasuk di AS. Setelah permintaan rokok kretek tiap tahunnya meningkat, akhirnya AS melarang peredaran rokok kretek di negaranya dengan diterbitkannya produk hukum pelarangan dengan dalil kesehatan. Akan tetapi rokok produk dalam negerinya sendiri tetap bebas beredar. Satu hal yang sangat jahat. Sayangnya Indonesia tidak seperti negara AS yang berani melarang rokok produk luar. <\/p>\n\n\n\n


Kalau diperhatikan dengan cermat semua aturan tentang pertembakauan yang ada di Indonesia itu sebagai agenda intervensi kepentingan asing untuk mematikan industri rokok kretek Nasional. Yang betul-betul jelas dihadapan mata, munculnya PP No. 109 tahun 2012 yang mengadopsi FCTC, dan sekarang mau dievisi lagi memperjelas pelarangan cita rasa, kalau saja revisi ini disahkan atau berlakukan, maka agenda kedepan akan menghilangkan buah cengkeh sebagai campuran dalam pengolahan daun tembakau menjadi rokok kretek ciri khas Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kalau itu terjadi konsekwensinya rokok kretek tinggal kenangan dalam sejarah, tamatlah industri kretek Indonesia, tamatlah buruh industri, tamatlah petani tembakau indonesia, tamatlah petani cengkeh Indonesia yang pernah jaya bersama rokok kretek. <\/p>\n","post_title":"Agenda Pelemahan Nasionalisme Pada Sektor Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"agenda-pelemahan-nasionalisme-pada-sektor-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-30 10:22:25","post_modified_gmt":"2020-01-30 03:22:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6422","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6419,"post_author":"883","post_date":"2020-01-29 05:52:55","post_date_gmt":"2020-01-28 22:52:55","post_content":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_title":"Kretek Sebagai Cerminan Kepribadian, Kedaulatan dan Kemandirian Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-sebagai-cerminan-kepribadian-kedaulatan-dan-kemandirian-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-01-23 11:48:00","post_modified_gmt":"2024-01-23 04:48:00","post_content_filtered":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6419","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6414,"post_author":"877","post_date":"2020-01-27 08:27:34","post_date_gmt":"2020-01-27 01:27:34","post_content":"\n

Satu-satunya rokok khas Indonesia tak lain hanya kretek. Ia dibuat dari bahan baku tanaman yang tumbuh subur di bumi pertiwi, ia diciptakan dan diproduksi oleh anak bangsa sendiri. Ia punya rentetan sejarah yang amat panjang, dari budaya, kebangkitan ekonomi dan industri bumiputera di saat terjadi depresi ekonomi nasional, penyumbang kas negara dari zaman penjajahan hingga sekarang. Perlu diingat, dalam catatan sejarah, ia satu-satunya industri dalam negeri yang tahan akan guncangan ekonomi, dan tahan akan gerusan perkembangan jaman dari tahun ke tahun. <\/p>\n\n\n\n

Bahan baku utama kretek dari daun tembakau dan buah cengkeh. Memang daun tembakau sendiri masih banyak kontroversi, sebagai tanaman asli atau bukan. Ada tulisan yang mengatakan tanaman tembakau ditemukan seorang bernama Christoper Columbus di San Salvador, kepulauan Bahana. Yang kemudian pada tahun 1600 tanaman tersebut dibawa dan di tanam Bangsa Portugis dibumi pertiwi. Hal ini merujuk pada penamaan tumbuhan tersebut\u00a0 dari bahasa Portugis yaitu \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Pada awal abad XVII tembakau di tanam besar-besaran oleh Belanda di beberapa wilayah di Jawa, Sumatera, Bali dan Lombok. Semasa Gubernur Hindia Belanda Johannes Van Den Bosch tahun 1830, tanaman tembakau Nusantara menjadi salah satu tanaman ekspor. Pada akhirnya penduduk bumiputra diwajibkan menanam tembakau di era sitem tanam paksa oleh Belanda. Adanya ekspor tembakau tersebut, Belanda memperoleh keuntungan yang berlimpah awalnya pada tahun 1840 sebesar 180.000 gulden, meningkat 1.200.000 gulden hingga pada tahun 1845 menjadi 2.300.000 gulden. Wah keuntungan yang fantastik, jadi tak heran Belanda kaya dan makmur saat itu. <\/p>\n\n\n\n

Beda lagi pernyataan Jadul Maula, seorang budayawan asal Yogyakarta. Melalui pendekatan bahasa, tanaman tembakau sudah ada sejak dulu, tumbuh dan berkembang dengan sendiri di bumi pertiwi ini. Ia menggambarkan secara kedaerahan, contoh di daerah Temanggung, orang sering mengatakan \u201csotho\u201d sebutan untuk tembakau. Tembakau sebutan kerennya, dan sotho nama aslinya. Sebutan sotho dan tembakau gak ada miripnya, kalau \u201cbako\u201d \u201ctembakau\u201d \u201ctobacco\u201d dan \u201c tumbacco\u201d hampir mirip pelafalannya. Jadi hipotesa yang dibangun mas Jadul, apa yang disebut tembakau itu bisa jadi sebetulnya tanaman yang disemua negara ada termasuk Indonesia. Namun karena saat itu orang Portugis lebih mempopulerkan dengan sebutan \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d dan orang Indonesia kesulitan melafalkannya, sehingga menyebutnya \u201ctembakau\u201d atau \u201cbako\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Memperkuat hipotesa Budayawan asal Yogyakarta tersebut, di Kudus tepatnya di Desa Colo Kecamatan Dawe, tembakau tumbuh liar di bebatuan. Anehnya tanaman tersebut ketika dibersihkan dan dicabut, akan tumbuh lagi disekitaran tempat itu, cerita Masrukin. Ada lagi kejadian di Desa Gribig Kecamatan Gebog sebelah timur makam Sunan Kedu, tembakau tumbuh di sela-sela dinding batu bata salah satu rumah warga. Kalau dicabut selang beberapa hari tumbuh lagi begitu seterusnya. Rasa gregetan, karena menurutnya tumbuh tak sewajarnya dan tak memperindah pandangan rumahnya, akhirnya baru dua tahun ini dinding rumah tersebut di keraskan memakai semen, cerita Nur Cholis warga setempat.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Bisa jadi memang tanaman tembakau ada dimana-mana dan awalnya tumbuh liar termasuk di bumi Nusantara ini, hanya sebutannya yang beda. Juga bisa jadi dahulu orang-orang terdahulu sudah tau ada tanaman tersebut, tapi tak mengerti namanya, akhirnya mengikuti nama populernya.<\/p>\n\n\n\n

Terlepas beda pendapat tentang tembakau, ada laporan yang menarik yang ditulis oleh P. De Kat Angelino dalam Voorstenlandsche Tabaksenquete tahun 1929, mengungkapkan bahwa kalaupun tanaman tembakau bukan tanaman asli Indonesia, sejak diperkenalkan sudah memiliki pertalian khusus dengan tanah Indonesia. Tembakau tak hanya menjadi komoditas utama pemerintah kolonial, tetapi juga telah mengubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat bumiputera.   <\/p>\n\n\n\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


PP 109 ini ditandatangi pada tanggal 24 Desember, pada saat itu masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Kalau dilihat PP 109 ini seharusnya nomenklaturnya itu kesehatan, tapi nyatanya malah mengatur soal tataniaga dibalut dengan kerangka hukum nasional. Artinya domain kesehatan sudah masuk pada wilayah perdagangan. Hal ini sebagai bukti bahwa pelabelan tembakau sebagai zat adiktif yang dijelaskan pada PP 109 merupakan akal-akalan belaka, yang disodorkan rezim kesehatan dunia dan industri farmasi multinasional untuk mengambil alih nikotin. Artinya, baik FCTC dan PP 109\/2012 murni kepentingan asing. <\/p>\n\n\n\n


PP 109\/2012 ini bisa dikata sebagai pintu masuk banyaknya pasal karet, lebih haulsnya dinamai politik hukum yang dibuat asing untuk menjerat kepentingan nasional. Ambil contoh kalau memang rokok benar-benar membunuh manusia, kenapa dalam PP 109\/2012 ada pengecualian pembolehan rokok dengan low nikotin low tar. Sedangkan tembakau hasil bumi pertiwi dengan kearifan lokalnya tak mungkin bisa memenuhi aturan dalam PP 109\/2019 yang bisa hanyalah tembakau asing. Hal ini jelas membunuh kepentingan nasional dengan dalil kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Peduli terhadap kesehatan itu satu tindakan yang mulia, namun kalau sudah ditumpangi dengan politik dagang dan kepentingan asing itu sudah melenceng bahkan bisa dikata terlalu jahat. Karena memanfaatkan hal yang mulia dengan agenda jahat asing. Sayangnya pemerintahan Indonesia melalui rezim kesehatan belum sadar akan hal itu. <\/p>\n\n\n\n


Buktinya lagi, berbekal PP 109\/2012 Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Agus Suprapto mengatakan, merujuk pasal 12, ayat (1) Peraturan Pemerintah No 109 tahun 2012 yang berbunyi setiap orang yang memproduksi produk tembakau dilarang menggunakan bahan tambahan kecuali telah dapat dibuktikan secara ilmiah bahan tambahan tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan. <\/p>\n\n\n\n


Masih dalam proses, pasal ini rencana akan direvisi dengan memperjelas pelarangan bahan tambahan seperti rasa buah, permen karet dan lain sebagainya. Alasannya rasa-rasa tersebut dapat menarik perhatian perokok pemula dan anak-anak, tutur Agus. <\/p>\n\n\n\n


Mengenai revisi pasal di atas, semua sepakat bagi anak-anak di bawah umur 18 tidak boleh merokok, sekalipun perokok berpendat demikian sesuai aturan yang berlaku. Yang jadi soal, pelarangan terhadap cita rasa rokok, yang ujung-ujungnya tidak akan berhenti pada cita rasa rasa buah atau permen karet. Pasti kedepan, asing mendesak lagi untuk melarangan semua model campuran pada tembakau yang dibuat rokok, jika revisi pasal di atas di sahkan. <\/p>\n\n\n\n


Perlu diketahui, rokok khas Indonesia itu campuran daun tembakau dan buah cengkeh, sehingga dinamai rokok ktetek. Sejarah telah mencatat demikian. Rokok kretek sangat beda dengan rokok asing. Rokok asing hanya memakai tembakau saja atau disebut \u201crokok putihan\u201d.
Jadi, yang menjadi kekhasan rokok indonesia campuran buah cengkeh. Dan cengkeh adalah tanaman asli bumi Nusantara. Ketika putra bangsa berkreasi dan berinovasi sehingga mencampur tembakau dengan buah cengkeh dan hasilnyapun menakjubkan, dapat sebagai media pengobatan. Perkembangannya, rokok kretek sangat disuka oleh orang-orang asing termasuk di AS. Setelah permintaan rokok kretek tiap tahunnya meningkat, akhirnya AS melarang peredaran rokok kretek di negaranya dengan diterbitkannya produk hukum pelarangan dengan dalil kesehatan. Akan tetapi rokok produk dalam negerinya sendiri tetap bebas beredar. Satu hal yang sangat jahat. Sayangnya Indonesia tidak seperti negara AS yang berani melarang rokok produk luar. <\/p>\n\n\n\n


Kalau diperhatikan dengan cermat semua aturan tentang pertembakauan yang ada di Indonesia itu sebagai agenda intervensi kepentingan asing untuk mematikan industri rokok kretek Nasional. Yang betul-betul jelas dihadapan mata, munculnya PP No. 109 tahun 2012 yang mengadopsi FCTC, dan sekarang mau dievisi lagi memperjelas pelarangan cita rasa, kalau saja revisi ini disahkan atau berlakukan, maka agenda kedepan akan menghilangkan buah cengkeh sebagai campuran dalam pengolahan daun tembakau menjadi rokok kretek ciri khas Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kalau itu terjadi konsekwensinya rokok kretek tinggal kenangan dalam sejarah, tamatlah industri kretek Indonesia, tamatlah buruh industri, tamatlah petani tembakau indonesia, tamatlah petani cengkeh Indonesia yang pernah jaya bersama rokok kretek. <\/p>\n","post_title":"Agenda Pelemahan Nasionalisme Pada Sektor Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"agenda-pelemahan-nasionalisme-pada-sektor-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-30 10:22:25","post_modified_gmt":"2020-01-30 03:22:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6422","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6419,"post_author":"883","post_date":"2020-01-29 05:52:55","post_date_gmt":"2020-01-28 22:52:55","post_content":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_title":"Kretek Sebagai Cerminan Kepribadian, Kedaulatan dan Kemandirian Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-sebagai-cerminan-kepribadian-kedaulatan-dan-kemandirian-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-01-23 11:48:00","post_modified_gmt":"2024-01-23 04:48:00","post_content_filtered":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6419","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6414,"post_author":"877","post_date":"2020-01-27 08:27:34","post_date_gmt":"2020-01-27 01:27:34","post_content":"\n

Satu-satunya rokok khas Indonesia tak lain hanya kretek. Ia dibuat dari bahan baku tanaman yang tumbuh subur di bumi pertiwi, ia diciptakan dan diproduksi oleh anak bangsa sendiri. Ia punya rentetan sejarah yang amat panjang, dari budaya, kebangkitan ekonomi dan industri bumiputera di saat terjadi depresi ekonomi nasional, penyumbang kas negara dari zaman penjajahan hingga sekarang. Perlu diingat, dalam catatan sejarah, ia satu-satunya industri dalam negeri yang tahan akan guncangan ekonomi, dan tahan akan gerusan perkembangan jaman dari tahun ke tahun. <\/p>\n\n\n\n

Bahan baku utama kretek dari daun tembakau dan buah cengkeh. Memang daun tembakau sendiri masih banyak kontroversi, sebagai tanaman asli atau bukan. Ada tulisan yang mengatakan tanaman tembakau ditemukan seorang bernama Christoper Columbus di San Salvador, kepulauan Bahana. Yang kemudian pada tahun 1600 tanaman tersebut dibawa dan di tanam Bangsa Portugis dibumi pertiwi. Hal ini merujuk pada penamaan tumbuhan tersebut\u00a0 dari bahasa Portugis yaitu \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Pada awal abad XVII tembakau di tanam besar-besaran oleh Belanda di beberapa wilayah di Jawa, Sumatera, Bali dan Lombok. Semasa Gubernur Hindia Belanda Johannes Van Den Bosch tahun 1830, tanaman tembakau Nusantara menjadi salah satu tanaman ekspor. Pada akhirnya penduduk bumiputra diwajibkan menanam tembakau di era sitem tanam paksa oleh Belanda. Adanya ekspor tembakau tersebut, Belanda memperoleh keuntungan yang berlimpah awalnya pada tahun 1840 sebesar 180.000 gulden, meningkat 1.200.000 gulden hingga pada tahun 1845 menjadi 2.300.000 gulden. Wah keuntungan yang fantastik, jadi tak heran Belanda kaya dan makmur saat itu. <\/p>\n\n\n\n

Beda lagi pernyataan Jadul Maula, seorang budayawan asal Yogyakarta. Melalui pendekatan bahasa, tanaman tembakau sudah ada sejak dulu, tumbuh dan berkembang dengan sendiri di bumi pertiwi ini. Ia menggambarkan secara kedaerahan, contoh di daerah Temanggung, orang sering mengatakan \u201csotho\u201d sebutan untuk tembakau. Tembakau sebutan kerennya, dan sotho nama aslinya. Sebutan sotho dan tembakau gak ada miripnya, kalau \u201cbako\u201d \u201ctembakau\u201d \u201ctobacco\u201d dan \u201c tumbacco\u201d hampir mirip pelafalannya. Jadi hipotesa yang dibangun mas Jadul, apa yang disebut tembakau itu bisa jadi sebetulnya tanaman yang disemua negara ada termasuk Indonesia. Namun karena saat itu orang Portugis lebih mempopulerkan dengan sebutan \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d dan orang Indonesia kesulitan melafalkannya, sehingga menyebutnya \u201ctembakau\u201d atau \u201cbako\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Memperkuat hipotesa Budayawan asal Yogyakarta tersebut, di Kudus tepatnya di Desa Colo Kecamatan Dawe, tembakau tumbuh liar di bebatuan. Anehnya tanaman tersebut ketika dibersihkan dan dicabut, akan tumbuh lagi disekitaran tempat itu, cerita Masrukin. Ada lagi kejadian di Desa Gribig Kecamatan Gebog sebelah timur makam Sunan Kedu, tembakau tumbuh di sela-sela dinding batu bata salah satu rumah warga. Kalau dicabut selang beberapa hari tumbuh lagi begitu seterusnya. Rasa gregetan, karena menurutnya tumbuh tak sewajarnya dan tak memperindah pandangan rumahnya, akhirnya baru dua tahun ini dinding rumah tersebut di keraskan memakai semen, cerita Nur Cholis warga setempat.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Bisa jadi memang tanaman tembakau ada dimana-mana dan awalnya tumbuh liar termasuk di bumi Nusantara ini, hanya sebutannya yang beda. Juga bisa jadi dahulu orang-orang terdahulu sudah tau ada tanaman tersebut, tapi tak mengerti namanya, akhirnya mengikuti nama populernya.<\/p>\n\n\n\n

Terlepas beda pendapat tentang tembakau, ada laporan yang menarik yang ditulis oleh P. De Kat Angelino dalam Voorstenlandsche Tabaksenquete tahun 1929, mengungkapkan bahwa kalaupun tanaman tembakau bukan tanaman asli Indonesia, sejak diperkenalkan sudah memiliki pertalian khusus dengan tanah Indonesia. Tembakau tak hanya menjadi komoditas utama pemerintah kolonial, tetapi juga telah mengubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat bumiputera.   <\/p>\n\n\n\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Terbitnya PP 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan ini merupakan agenda dan dorongan dari Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Bahasa sederhananya FCTC itu sebagai upaya pengendalian, pengontrolan dan pengamanan produk tembakau. Sasaran utama FCTC tak lain upaya menghentikan konsumsi tembakau dengan mengarahkan bagi yang sudah ketergatungan tembakau untuk menggunakan produk farmasi. FCTC itu sendiri banyak kepentingan asing. <\/p>\n\n\n\n


PP 109 ini ditandatangi pada tanggal 24 Desember, pada saat itu masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Kalau dilihat PP 109 ini seharusnya nomenklaturnya itu kesehatan, tapi nyatanya malah mengatur soal tataniaga dibalut dengan kerangka hukum nasional. Artinya domain kesehatan sudah masuk pada wilayah perdagangan. Hal ini sebagai bukti bahwa pelabelan tembakau sebagai zat adiktif yang dijelaskan pada PP 109 merupakan akal-akalan belaka, yang disodorkan rezim kesehatan dunia dan industri farmasi multinasional untuk mengambil alih nikotin. Artinya, baik FCTC dan PP 109\/2012 murni kepentingan asing. <\/p>\n\n\n\n


PP 109\/2012 ini bisa dikata sebagai pintu masuk banyaknya pasal karet, lebih haulsnya dinamai politik hukum yang dibuat asing untuk menjerat kepentingan nasional. Ambil contoh kalau memang rokok benar-benar membunuh manusia, kenapa dalam PP 109\/2012 ada pengecualian pembolehan rokok dengan low nikotin low tar. Sedangkan tembakau hasil bumi pertiwi dengan kearifan lokalnya tak mungkin bisa memenuhi aturan dalam PP 109\/2019 yang bisa hanyalah tembakau asing. Hal ini jelas membunuh kepentingan nasional dengan dalil kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Peduli terhadap kesehatan itu satu tindakan yang mulia, namun kalau sudah ditumpangi dengan politik dagang dan kepentingan asing itu sudah melenceng bahkan bisa dikata terlalu jahat. Karena memanfaatkan hal yang mulia dengan agenda jahat asing. Sayangnya pemerintahan Indonesia melalui rezim kesehatan belum sadar akan hal itu. <\/p>\n\n\n\n


Buktinya lagi, berbekal PP 109\/2012 Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Agus Suprapto mengatakan, merujuk pasal 12, ayat (1) Peraturan Pemerintah No 109 tahun 2012 yang berbunyi setiap orang yang memproduksi produk tembakau dilarang menggunakan bahan tambahan kecuali telah dapat dibuktikan secara ilmiah bahan tambahan tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan. <\/p>\n\n\n\n


Masih dalam proses, pasal ini rencana akan direvisi dengan memperjelas pelarangan bahan tambahan seperti rasa buah, permen karet dan lain sebagainya. Alasannya rasa-rasa tersebut dapat menarik perhatian perokok pemula dan anak-anak, tutur Agus. <\/p>\n\n\n\n


Mengenai revisi pasal di atas, semua sepakat bagi anak-anak di bawah umur 18 tidak boleh merokok, sekalipun perokok berpendat demikian sesuai aturan yang berlaku. Yang jadi soal, pelarangan terhadap cita rasa rokok, yang ujung-ujungnya tidak akan berhenti pada cita rasa rasa buah atau permen karet. Pasti kedepan, asing mendesak lagi untuk melarangan semua model campuran pada tembakau yang dibuat rokok, jika revisi pasal di atas di sahkan. <\/p>\n\n\n\n


Perlu diketahui, rokok khas Indonesia itu campuran daun tembakau dan buah cengkeh, sehingga dinamai rokok ktetek. Sejarah telah mencatat demikian. Rokok kretek sangat beda dengan rokok asing. Rokok asing hanya memakai tembakau saja atau disebut \u201crokok putihan\u201d.
Jadi, yang menjadi kekhasan rokok indonesia campuran buah cengkeh. Dan cengkeh adalah tanaman asli bumi Nusantara. Ketika putra bangsa berkreasi dan berinovasi sehingga mencampur tembakau dengan buah cengkeh dan hasilnyapun menakjubkan, dapat sebagai media pengobatan. Perkembangannya, rokok kretek sangat disuka oleh orang-orang asing termasuk di AS. Setelah permintaan rokok kretek tiap tahunnya meningkat, akhirnya AS melarang peredaran rokok kretek di negaranya dengan diterbitkannya produk hukum pelarangan dengan dalil kesehatan. Akan tetapi rokok produk dalam negerinya sendiri tetap bebas beredar. Satu hal yang sangat jahat. Sayangnya Indonesia tidak seperti negara AS yang berani melarang rokok produk luar. <\/p>\n\n\n\n


Kalau diperhatikan dengan cermat semua aturan tentang pertembakauan yang ada di Indonesia itu sebagai agenda intervensi kepentingan asing untuk mematikan industri rokok kretek Nasional. Yang betul-betul jelas dihadapan mata, munculnya PP No. 109 tahun 2012 yang mengadopsi FCTC, dan sekarang mau dievisi lagi memperjelas pelarangan cita rasa, kalau saja revisi ini disahkan atau berlakukan, maka agenda kedepan akan menghilangkan buah cengkeh sebagai campuran dalam pengolahan daun tembakau menjadi rokok kretek ciri khas Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kalau itu terjadi konsekwensinya rokok kretek tinggal kenangan dalam sejarah, tamatlah industri kretek Indonesia, tamatlah buruh industri, tamatlah petani tembakau indonesia, tamatlah petani cengkeh Indonesia yang pernah jaya bersama rokok kretek. <\/p>\n","post_title":"Agenda Pelemahan Nasionalisme Pada Sektor Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"agenda-pelemahan-nasionalisme-pada-sektor-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-30 10:22:25","post_modified_gmt":"2020-01-30 03:22:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6422","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6419,"post_author":"883","post_date":"2020-01-29 05:52:55","post_date_gmt":"2020-01-28 22:52:55","post_content":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_title":"Kretek Sebagai Cerminan Kepribadian, Kedaulatan dan Kemandirian Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-sebagai-cerminan-kepribadian-kedaulatan-dan-kemandirian-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-01-23 11:48:00","post_modified_gmt":"2024-01-23 04:48:00","post_content_filtered":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6419","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6414,"post_author":"877","post_date":"2020-01-27 08:27:34","post_date_gmt":"2020-01-27 01:27:34","post_content":"\n

Satu-satunya rokok khas Indonesia tak lain hanya kretek. Ia dibuat dari bahan baku tanaman yang tumbuh subur di bumi pertiwi, ia diciptakan dan diproduksi oleh anak bangsa sendiri. Ia punya rentetan sejarah yang amat panjang, dari budaya, kebangkitan ekonomi dan industri bumiputera di saat terjadi depresi ekonomi nasional, penyumbang kas negara dari zaman penjajahan hingga sekarang. Perlu diingat, dalam catatan sejarah, ia satu-satunya industri dalam negeri yang tahan akan guncangan ekonomi, dan tahan akan gerusan perkembangan jaman dari tahun ke tahun. <\/p>\n\n\n\n

Bahan baku utama kretek dari daun tembakau dan buah cengkeh. Memang daun tembakau sendiri masih banyak kontroversi, sebagai tanaman asli atau bukan. Ada tulisan yang mengatakan tanaman tembakau ditemukan seorang bernama Christoper Columbus di San Salvador, kepulauan Bahana. Yang kemudian pada tahun 1600 tanaman tersebut dibawa dan di tanam Bangsa Portugis dibumi pertiwi. Hal ini merujuk pada penamaan tumbuhan tersebut\u00a0 dari bahasa Portugis yaitu \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Pada awal abad XVII tembakau di tanam besar-besaran oleh Belanda di beberapa wilayah di Jawa, Sumatera, Bali dan Lombok. Semasa Gubernur Hindia Belanda Johannes Van Den Bosch tahun 1830, tanaman tembakau Nusantara menjadi salah satu tanaman ekspor. Pada akhirnya penduduk bumiputra diwajibkan menanam tembakau di era sitem tanam paksa oleh Belanda. Adanya ekspor tembakau tersebut, Belanda memperoleh keuntungan yang berlimpah awalnya pada tahun 1840 sebesar 180.000 gulden, meningkat 1.200.000 gulden hingga pada tahun 1845 menjadi 2.300.000 gulden. Wah keuntungan yang fantastik, jadi tak heran Belanda kaya dan makmur saat itu. <\/p>\n\n\n\n

Beda lagi pernyataan Jadul Maula, seorang budayawan asal Yogyakarta. Melalui pendekatan bahasa, tanaman tembakau sudah ada sejak dulu, tumbuh dan berkembang dengan sendiri di bumi pertiwi ini. Ia menggambarkan secara kedaerahan, contoh di daerah Temanggung, orang sering mengatakan \u201csotho\u201d sebutan untuk tembakau. Tembakau sebutan kerennya, dan sotho nama aslinya. Sebutan sotho dan tembakau gak ada miripnya, kalau \u201cbako\u201d \u201ctembakau\u201d \u201ctobacco\u201d dan \u201c tumbacco\u201d hampir mirip pelafalannya. Jadi hipotesa yang dibangun mas Jadul, apa yang disebut tembakau itu bisa jadi sebetulnya tanaman yang disemua negara ada termasuk Indonesia. Namun karena saat itu orang Portugis lebih mempopulerkan dengan sebutan \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d dan orang Indonesia kesulitan melafalkannya, sehingga menyebutnya \u201ctembakau\u201d atau \u201cbako\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Memperkuat hipotesa Budayawan asal Yogyakarta tersebut, di Kudus tepatnya di Desa Colo Kecamatan Dawe, tembakau tumbuh liar di bebatuan. Anehnya tanaman tersebut ketika dibersihkan dan dicabut, akan tumbuh lagi disekitaran tempat itu, cerita Masrukin. Ada lagi kejadian di Desa Gribig Kecamatan Gebog sebelah timur makam Sunan Kedu, tembakau tumbuh di sela-sela dinding batu bata salah satu rumah warga. Kalau dicabut selang beberapa hari tumbuh lagi begitu seterusnya. Rasa gregetan, karena menurutnya tumbuh tak sewajarnya dan tak memperindah pandangan rumahnya, akhirnya baru dua tahun ini dinding rumah tersebut di keraskan memakai semen, cerita Nur Cholis warga setempat.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Bisa jadi memang tanaman tembakau ada dimana-mana dan awalnya tumbuh liar termasuk di bumi Nusantara ini, hanya sebutannya yang beda. Juga bisa jadi dahulu orang-orang terdahulu sudah tau ada tanaman tersebut, tapi tak mengerti namanya, akhirnya mengikuti nama populernya.<\/p>\n\n\n\n

Terlepas beda pendapat tentang tembakau, ada laporan yang menarik yang ditulis oleh P. De Kat Angelino dalam Voorstenlandsche Tabaksenquete tahun 1929, mengungkapkan bahwa kalaupun tanaman tembakau bukan tanaman asli Indonesia, sejak diperkenalkan sudah memiliki pertalian khusus dengan tanah Indonesia. Tembakau tak hanya menjadi komoditas utama pemerintah kolonial, tetapi juga telah mengubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat bumiputera.   <\/p>\n\n\n\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Sebelum menjelaskan korelasi revisi PP 109 dengan pelemahan nasionalisme dan penjelasan tentang pasal karet, terlebih dulu akan dibahas tentang PP 109 dan sedikit sejarah singkat kemunculannya. Biar nanti gamblang dan mata rantai penjelasan tak terputus. <\/p>\n\n\n\n


Terbitnya PP 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan ini merupakan agenda dan dorongan dari Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Bahasa sederhananya FCTC itu sebagai upaya pengendalian, pengontrolan dan pengamanan produk tembakau. Sasaran utama FCTC tak lain upaya menghentikan konsumsi tembakau dengan mengarahkan bagi yang sudah ketergatungan tembakau untuk menggunakan produk farmasi. FCTC itu sendiri banyak kepentingan asing. <\/p>\n\n\n\n


PP 109 ini ditandatangi pada tanggal 24 Desember, pada saat itu masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Kalau dilihat PP 109 ini seharusnya nomenklaturnya itu kesehatan, tapi nyatanya malah mengatur soal tataniaga dibalut dengan kerangka hukum nasional. Artinya domain kesehatan sudah masuk pada wilayah perdagangan. Hal ini sebagai bukti bahwa pelabelan tembakau sebagai zat adiktif yang dijelaskan pada PP 109 merupakan akal-akalan belaka, yang disodorkan rezim kesehatan dunia dan industri farmasi multinasional untuk mengambil alih nikotin. Artinya, baik FCTC dan PP 109\/2012 murni kepentingan asing. <\/p>\n\n\n\n


PP 109\/2012 ini bisa dikata sebagai pintu masuk banyaknya pasal karet, lebih haulsnya dinamai politik hukum yang dibuat asing untuk menjerat kepentingan nasional. Ambil contoh kalau memang rokok benar-benar membunuh manusia, kenapa dalam PP 109\/2012 ada pengecualian pembolehan rokok dengan low nikotin low tar. Sedangkan tembakau hasil bumi pertiwi dengan kearifan lokalnya tak mungkin bisa memenuhi aturan dalam PP 109\/2019 yang bisa hanyalah tembakau asing. Hal ini jelas membunuh kepentingan nasional dengan dalil kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Peduli terhadap kesehatan itu satu tindakan yang mulia, namun kalau sudah ditumpangi dengan politik dagang dan kepentingan asing itu sudah melenceng bahkan bisa dikata terlalu jahat. Karena memanfaatkan hal yang mulia dengan agenda jahat asing. Sayangnya pemerintahan Indonesia melalui rezim kesehatan belum sadar akan hal itu. <\/p>\n\n\n\n


Buktinya lagi, berbekal PP 109\/2012 Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Agus Suprapto mengatakan, merujuk pasal 12, ayat (1) Peraturan Pemerintah No 109 tahun 2012 yang berbunyi setiap orang yang memproduksi produk tembakau dilarang menggunakan bahan tambahan kecuali telah dapat dibuktikan secara ilmiah bahan tambahan tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan. <\/p>\n\n\n\n


Masih dalam proses, pasal ini rencana akan direvisi dengan memperjelas pelarangan bahan tambahan seperti rasa buah, permen karet dan lain sebagainya. Alasannya rasa-rasa tersebut dapat menarik perhatian perokok pemula dan anak-anak, tutur Agus. <\/p>\n\n\n\n


Mengenai revisi pasal di atas, semua sepakat bagi anak-anak di bawah umur 18 tidak boleh merokok, sekalipun perokok berpendat demikian sesuai aturan yang berlaku. Yang jadi soal, pelarangan terhadap cita rasa rokok, yang ujung-ujungnya tidak akan berhenti pada cita rasa rasa buah atau permen karet. Pasti kedepan, asing mendesak lagi untuk melarangan semua model campuran pada tembakau yang dibuat rokok, jika revisi pasal di atas di sahkan. <\/p>\n\n\n\n


Perlu diketahui, rokok khas Indonesia itu campuran daun tembakau dan buah cengkeh, sehingga dinamai rokok ktetek. Sejarah telah mencatat demikian. Rokok kretek sangat beda dengan rokok asing. Rokok asing hanya memakai tembakau saja atau disebut \u201crokok putihan\u201d.
Jadi, yang menjadi kekhasan rokok indonesia campuran buah cengkeh. Dan cengkeh adalah tanaman asli bumi Nusantara. Ketika putra bangsa berkreasi dan berinovasi sehingga mencampur tembakau dengan buah cengkeh dan hasilnyapun menakjubkan, dapat sebagai media pengobatan. Perkembangannya, rokok kretek sangat disuka oleh orang-orang asing termasuk di AS. Setelah permintaan rokok kretek tiap tahunnya meningkat, akhirnya AS melarang peredaran rokok kretek di negaranya dengan diterbitkannya produk hukum pelarangan dengan dalil kesehatan. Akan tetapi rokok produk dalam negerinya sendiri tetap bebas beredar. Satu hal yang sangat jahat. Sayangnya Indonesia tidak seperti negara AS yang berani melarang rokok produk luar. <\/p>\n\n\n\n


Kalau diperhatikan dengan cermat semua aturan tentang pertembakauan yang ada di Indonesia itu sebagai agenda intervensi kepentingan asing untuk mematikan industri rokok kretek Nasional. Yang betul-betul jelas dihadapan mata, munculnya PP No. 109 tahun 2012 yang mengadopsi FCTC, dan sekarang mau dievisi lagi memperjelas pelarangan cita rasa, kalau saja revisi ini disahkan atau berlakukan, maka agenda kedepan akan menghilangkan buah cengkeh sebagai campuran dalam pengolahan daun tembakau menjadi rokok kretek ciri khas Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kalau itu terjadi konsekwensinya rokok kretek tinggal kenangan dalam sejarah, tamatlah industri kretek Indonesia, tamatlah buruh industri, tamatlah petani tembakau indonesia, tamatlah petani cengkeh Indonesia yang pernah jaya bersama rokok kretek. <\/p>\n","post_title":"Agenda Pelemahan Nasionalisme Pada Sektor Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"agenda-pelemahan-nasionalisme-pada-sektor-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-30 10:22:25","post_modified_gmt":"2020-01-30 03:22:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6422","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6419,"post_author":"883","post_date":"2020-01-29 05:52:55","post_date_gmt":"2020-01-28 22:52:55","post_content":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_title":"Kretek Sebagai Cerminan Kepribadian, Kedaulatan dan Kemandirian Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-sebagai-cerminan-kepribadian-kedaulatan-dan-kemandirian-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-01-23 11:48:00","post_modified_gmt":"2024-01-23 04:48:00","post_content_filtered":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6419","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6414,"post_author":"877","post_date":"2020-01-27 08:27:34","post_date_gmt":"2020-01-27 01:27:34","post_content":"\n

Satu-satunya rokok khas Indonesia tak lain hanya kretek. Ia dibuat dari bahan baku tanaman yang tumbuh subur di bumi pertiwi, ia diciptakan dan diproduksi oleh anak bangsa sendiri. Ia punya rentetan sejarah yang amat panjang, dari budaya, kebangkitan ekonomi dan industri bumiputera di saat terjadi depresi ekonomi nasional, penyumbang kas negara dari zaman penjajahan hingga sekarang. Perlu diingat, dalam catatan sejarah, ia satu-satunya industri dalam negeri yang tahan akan guncangan ekonomi, dan tahan akan gerusan perkembangan jaman dari tahun ke tahun. <\/p>\n\n\n\n

Bahan baku utama kretek dari daun tembakau dan buah cengkeh. Memang daun tembakau sendiri masih banyak kontroversi, sebagai tanaman asli atau bukan. Ada tulisan yang mengatakan tanaman tembakau ditemukan seorang bernama Christoper Columbus di San Salvador, kepulauan Bahana. Yang kemudian pada tahun 1600 tanaman tersebut dibawa dan di tanam Bangsa Portugis dibumi pertiwi. Hal ini merujuk pada penamaan tumbuhan tersebut\u00a0 dari bahasa Portugis yaitu \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Pada awal abad XVII tembakau di tanam besar-besaran oleh Belanda di beberapa wilayah di Jawa, Sumatera, Bali dan Lombok. Semasa Gubernur Hindia Belanda Johannes Van Den Bosch tahun 1830, tanaman tembakau Nusantara menjadi salah satu tanaman ekspor. Pada akhirnya penduduk bumiputra diwajibkan menanam tembakau di era sitem tanam paksa oleh Belanda. Adanya ekspor tembakau tersebut, Belanda memperoleh keuntungan yang berlimpah awalnya pada tahun 1840 sebesar 180.000 gulden, meningkat 1.200.000 gulden hingga pada tahun 1845 menjadi 2.300.000 gulden. Wah keuntungan yang fantastik, jadi tak heran Belanda kaya dan makmur saat itu. <\/p>\n\n\n\n

Beda lagi pernyataan Jadul Maula, seorang budayawan asal Yogyakarta. Melalui pendekatan bahasa, tanaman tembakau sudah ada sejak dulu, tumbuh dan berkembang dengan sendiri di bumi pertiwi ini. Ia menggambarkan secara kedaerahan, contoh di daerah Temanggung, orang sering mengatakan \u201csotho\u201d sebutan untuk tembakau. Tembakau sebutan kerennya, dan sotho nama aslinya. Sebutan sotho dan tembakau gak ada miripnya, kalau \u201cbako\u201d \u201ctembakau\u201d \u201ctobacco\u201d dan \u201c tumbacco\u201d hampir mirip pelafalannya. Jadi hipotesa yang dibangun mas Jadul, apa yang disebut tembakau itu bisa jadi sebetulnya tanaman yang disemua negara ada termasuk Indonesia. Namun karena saat itu orang Portugis lebih mempopulerkan dengan sebutan \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d dan orang Indonesia kesulitan melafalkannya, sehingga menyebutnya \u201ctembakau\u201d atau \u201cbako\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Memperkuat hipotesa Budayawan asal Yogyakarta tersebut, di Kudus tepatnya di Desa Colo Kecamatan Dawe, tembakau tumbuh liar di bebatuan. Anehnya tanaman tersebut ketika dibersihkan dan dicabut, akan tumbuh lagi disekitaran tempat itu, cerita Masrukin. Ada lagi kejadian di Desa Gribig Kecamatan Gebog sebelah timur makam Sunan Kedu, tembakau tumbuh di sela-sela dinding batu bata salah satu rumah warga. Kalau dicabut selang beberapa hari tumbuh lagi begitu seterusnya. Rasa gregetan, karena menurutnya tumbuh tak sewajarnya dan tak memperindah pandangan rumahnya, akhirnya baru dua tahun ini dinding rumah tersebut di keraskan memakai semen, cerita Nur Cholis warga setempat.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Bisa jadi memang tanaman tembakau ada dimana-mana dan awalnya tumbuh liar termasuk di bumi Nusantara ini, hanya sebutannya yang beda. Juga bisa jadi dahulu orang-orang terdahulu sudah tau ada tanaman tersebut, tapi tak mengerti namanya, akhirnya mengikuti nama populernya.<\/p>\n\n\n\n

Terlepas beda pendapat tentang tembakau, ada laporan yang menarik yang ditulis oleh P. De Kat Angelino dalam Voorstenlandsche Tabaksenquete tahun 1929, mengungkapkan bahwa kalaupun tanaman tembakau bukan tanaman asli Indonesia, sejak diperkenalkan sudah memiliki pertalian khusus dengan tanah Indonesia. Tembakau tak hanya menjadi komoditas utama pemerintah kolonial, tetapi juga telah mengubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat bumiputera.   <\/p>\n\n\n\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Lagi-lagi rezim kesehatan melalui Kementerian Kesehatan ber-ulah. Mereka mengagendakan revisi Peraturan Pemerintah (PP) 109 tahun 2012. Salah satu poin yang akan dipertegas adalah pelarangan menggunakan bahan tambahan ke produk olahan tembakau. Bagi stakeholder pertembakauan mengganggap salah satu penegasan yang akan dimasukkan pada revisi PP No 109 tersebut dinilai rancu dan kedepannya dianggap sebagai pasal karet. Revisi PP No 109 tersebut sebagai bentuk pelemahan terhadap industri rokok nasional berupa kretek. <\/p>\n\n\n\n


Sebelum menjelaskan korelasi revisi PP 109 dengan pelemahan nasionalisme dan penjelasan tentang pasal karet, terlebih dulu akan dibahas tentang PP 109 dan sedikit sejarah singkat kemunculannya. Biar nanti gamblang dan mata rantai penjelasan tak terputus. <\/p>\n\n\n\n


Terbitnya PP 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan ini merupakan agenda dan dorongan dari Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Bahasa sederhananya FCTC itu sebagai upaya pengendalian, pengontrolan dan pengamanan produk tembakau. Sasaran utama FCTC tak lain upaya menghentikan konsumsi tembakau dengan mengarahkan bagi yang sudah ketergatungan tembakau untuk menggunakan produk farmasi. FCTC itu sendiri banyak kepentingan asing. <\/p>\n\n\n\n


PP 109 ini ditandatangi pada tanggal 24 Desember, pada saat itu masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Kalau dilihat PP 109 ini seharusnya nomenklaturnya itu kesehatan, tapi nyatanya malah mengatur soal tataniaga dibalut dengan kerangka hukum nasional. Artinya domain kesehatan sudah masuk pada wilayah perdagangan. Hal ini sebagai bukti bahwa pelabelan tembakau sebagai zat adiktif yang dijelaskan pada PP 109 merupakan akal-akalan belaka, yang disodorkan rezim kesehatan dunia dan industri farmasi multinasional untuk mengambil alih nikotin. Artinya, baik FCTC dan PP 109\/2012 murni kepentingan asing. <\/p>\n\n\n\n


PP 109\/2012 ini bisa dikata sebagai pintu masuk banyaknya pasal karet, lebih haulsnya dinamai politik hukum yang dibuat asing untuk menjerat kepentingan nasional. Ambil contoh kalau memang rokok benar-benar membunuh manusia, kenapa dalam PP 109\/2012 ada pengecualian pembolehan rokok dengan low nikotin low tar. Sedangkan tembakau hasil bumi pertiwi dengan kearifan lokalnya tak mungkin bisa memenuhi aturan dalam PP 109\/2019 yang bisa hanyalah tembakau asing. Hal ini jelas membunuh kepentingan nasional dengan dalil kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Peduli terhadap kesehatan itu satu tindakan yang mulia, namun kalau sudah ditumpangi dengan politik dagang dan kepentingan asing itu sudah melenceng bahkan bisa dikata terlalu jahat. Karena memanfaatkan hal yang mulia dengan agenda jahat asing. Sayangnya pemerintahan Indonesia melalui rezim kesehatan belum sadar akan hal itu. <\/p>\n\n\n\n


Buktinya lagi, berbekal PP 109\/2012 Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Agus Suprapto mengatakan, merujuk pasal 12, ayat (1) Peraturan Pemerintah No 109 tahun 2012 yang berbunyi setiap orang yang memproduksi produk tembakau dilarang menggunakan bahan tambahan kecuali telah dapat dibuktikan secara ilmiah bahan tambahan tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan. <\/p>\n\n\n\n


Masih dalam proses, pasal ini rencana akan direvisi dengan memperjelas pelarangan bahan tambahan seperti rasa buah, permen karet dan lain sebagainya. Alasannya rasa-rasa tersebut dapat menarik perhatian perokok pemula dan anak-anak, tutur Agus. <\/p>\n\n\n\n


Mengenai revisi pasal di atas, semua sepakat bagi anak-anak di bawah umur 18 tidak boleh merokok, sekalipun perokok berpendat demikian sesuai aturan yang berlaku. Yang jadi soal, pelarangan terhadap cita rasa rokok, yang ujung-ujungnya tidak akan berhenti pada cita rasa rasa buah atau permen karet. Pasti kedepan, asing mendesak lagi untuk melarangan semua model campuran pada tembakau yang dibuat rokok, jika revisi pasal di atas di sahkan. <\/p>\n\n\n\n


Perlu diketahui, rokok khas Indonesia itu campuran daun tembakau dan buah cengkeh, sehingga dinamai rokok ktetek. Sejarah telah mencatat demikian. Rokok kretek sangat beda dengan rokok asing. Rokok asing hanya memakai tembakau saja atau disebut \u201crokok putihan\u201d.
Jadi, yang menjadi kekhasan rokok indonesia campuran buah cengkeh. Dan cengkeh adalah tanaman asli bumi Nusantara. Ketika putra bangsa berkreasi dan berinovasi sehingga mencampur tembakau dengan buah cengkeh dan hasilnyapun menakjubkan, dapat sebagai media pengobatan. Perkembangannya, rokok kretek sangat disuka oleh orang-orang asing termasuk di AS. Setelah permintaan rokok kretek tiap tahunnya meningkat, akhirnya AS melarang peredaran rokok kretek di negaranya dengan diterbitkannya produk hukum pelarangan dengan dalil kesehatan. Akan tetapi rokok produk dalam negerinya sendiri tetap bebas beredar. Satu hal yang sangat jahat. Sayangnya Indonesia tidak seperti negara AS yang berani melarang rokok produk luar. <\/p>\n\n\n\n


Kalau diperhatikan dengan cermat semua aturan tentang pertembakauan yang ada di Indonesia itu sebagai agenda intervensi kepentingan asing untuk mematikan industri rokok kretek Nasional. Yang betul-betul jelas dihadapan mata, munculnya PP No. 109 tahun 2012 yang mengadopsi FCTC, dan sekarang mau dievisi lagi memperjelas pelarangan cita rasa, kalau saja revisi ini disahkan atau berlakukan, maka agenda kedepan akan menghilangkan buah cengkeh sebagai campuran dalam pengolahan daun tembakau menjadi rokok kretek ciri khas Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kalau itu terjadi konsekwensinya rokok kretek tinggal kenangan dalam sejarah, tamatlah industri kretek Indonesia, tamatlah buruh industri, tamatlah petani tembakau indonesia, tamatlah petani cengkeh Indonesia yang pernah jaya bersama rokok kretek. <\/p>\n","post_title":"Agenda Pelemahan Nasionalisme Pada Sektor Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"agenda-pelemahan-nasionalisme-pada-sektor-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-30 10:22:25","post_modified_gmt":"2020-01-30 03:22:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6422","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6419,"post_author":"883","post_date":"2020-01-29 05:52:55","post_date_gmt":"2020-01-28 22:52:55","post_content":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_title":"Kretek Sebagai Cerminan Kepribadian, Kedaulatan dan Kemandirian Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-sebagai-cerminan-kepribadian-kedaulatan-dan-kemandirian-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-01-23 11:48:00","post_modified_gmt":"2024-01-23 04:48:00","post_content_filtered":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6419","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6414,"post_author":"877","post_date":"2020-01-27 08:27:34","post_date_gmt":"2020-01-27 01:27:34","post_content":"\n

Satu-satunya rokok khas Indonesia tak lain hanya kretek. Ia dibuat dari bahan baku tanaman yang tumbuh subur di bumi pertiwi, ia diciptakan dan diproduksi oleh anak bangsa sendiri. Ia punya rentetan sejarah yang amat panjang, dari budaya, kebangkitan ekonomi dan industri bumiputera di saat terjadi depresi ekonomi nasional, penyumbang kas negara dari zaman penjajahan hingga sekarang. Perlu diingat, dalam catatan sejarah, ia satu-satunya industri dalam negeri yang tahan akan guncangan ekonomi, dan tahan akan gerusan perkembangan jaman dari tahun ke tahun. <\/p>\n\n\n\n

Bahan baku utama kretek dari daun tembakau dan buah cengkeh. Memang daun tembakau sendiri masih banyak kontroversi, sebagai tanaman asli atau bukan. Ada tulisan yang mengatakan tanaman tembakau ditemukan seorang bernama Christoper Columbus di San Salvador, kepulauan Bahana. Yang kemudian pada tahun 1600 tanaman tersebut dibawa dan di tanam Bangsa Portugis dibumi pertiwi. Hal ini merujuk pada penamaan tumbuhan tersebut\u00a0 dari bahasa Portugis yaitu \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Pada awal abad XVII tembakau di tanam besar-besaran oleh Belanda di beberapa wilayah di Jawa, Sumatera, Bali dan Lombok. Semasa Gubernur Hindia Belanda Johannes Van Den Bosch tahun 1830, tanaman tembakau Nusantara menjadi salah satu tanaman ekspor. Pada akhirnya penduduk bumiputra diwajibkan menanam tembakau di era sitem tanam paksa oleh Belanda. Adanya ekspor tembakau tersebut, Belanda memperoleh keuntungan yang berlimpah awalnya pada tahun 1840 sebesar 180.000 gulden, meningkat 1.200.000 gulden hingga pada tahun 1845 menjadi 2.300.000 gulden. Wah keuntungan yang fantastik, jadi tak heran Belanda kaya dan makmur saat itu. <\/p>\n\n\n\n

Beda lagi pernyataan Jadul Maula, seorang budayawan asal Yogyakarta. Melalui pendekatan bahasa, tanaman tembakau sudah ada sejak dulu, tumbuh dan berkembang dengan sendiri di bumi pertiwi ini. Ia menggambarkan secara kedaerahan, contoh di daerah Temanggung, orang sering mengatakan \u201csotho\u201d sebutan untuk tembakau. Tembakau sebutan kerennya, dan sotho nama aslinya. Sebutan sotho dan tembakau gak ada miripnya, kalau \u201cbako\u201d \u201ctembakau\u201d \u201ctobacco\u201d dan \u201c tumbacco\u201d hampir mirip pelafalannya. Jadi hipotesa yang dibangun mas Jadul, apa yang disebut tembakau itu bisa jadi sebetulnya tanaman yang disemua negara ada termasuk Indonesia. Namun karena saat itu orang Portugis lebih mempopulerkan dengan sebutan \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d dan orang Indonesia kesulitan melafalkannya, sehingga menyebutnya \u201ctembakau\u201d atau \u201cbako\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Memperkuat hipotesa Budayawan asal Yogyakarta tersebut, di Kudus tepatnya di Desa Colo Kecamatan Dawe, tembakau tumbuh liar di bebatuan. Anehnya tanaman tersebut ketika dibersihkan dan dicabut, akan tumbuh lagi disekitaran tempat itu, cerita Masrukin. Ada lagi kejadian di Desa Gribig Kecamatan Gebog sebelah timur makam Sunan Kedu, tembakau tumbuh di sela-sela dinding batu bata salah satu rumah warga. Kalau dicabut selang beberapa hari tumbuh lagi begitu seterusnya. Rasa gregetan, karena menurutnya tumbuh tak sewajarnya dan tak memperindah pandangan rumahnya, akhirnya baru dua tahun ini dinding rumah tersebut di keraskan memakai semen, cerita Nur Cholis warga setempat.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Bisa jadi memang tanaman tembakau ada dimana-mana dan awalnya tumbuh liar termasuk di bumi Nusantara ini, hanya sebutannya yang beda. Juga bisa jadi dahulu orang-orang terdahulu sudah tau ada tanaman tersebut, tapi tak mengerti namanya, akhirnya mengikuti nama populernya.<\/p>\n\n\n\n

Terlepas beda pendapat tentang tembakau, ada laporan yang menarik yang ditulis oleh P. De Kat Angelino dalam Voorstenlandsche Tabaksenquete tahun 1929, mengungkapkan bahwa kalaupun tanaman tembakau bukan tanaman asli Indonesia, sejak diperkenalkan sudah memiliki pertalian khusus dengan tanah Indonesia. Tembakau tak hanya menjadi komoditas utama pemerintah kolonial, tetapi juga telah mengubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat bumiputera.   <\/p>\n\n\n\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Beberapa waktu lalu, beredar berita perihal subsidi yang diterima perusahaan sawit dari negara. Tak tanggung-tanggung, subsidi yang digelontorkan berjumlah tak kurang dari 7,5 trilyun. Sebuah angka yang fantastis.

\nYang lebih mengejutkan lagi, subsidi sebanyak 7,5 trilyun itu diterima hanya oleh 5 perusahaan sawit saja. Dari sini jelas terlihat betapa negara begitu memanjakan perusahaan sawit yang setiap tahun tak pernah absen dalam partisipasi pembakaran hutan di beberapa wilayah di negeri ini.

\nSalah satu alasan penggelontoran subsidi sebanyak itu adalah untuk pengembangan pengolahan hasil perkebunan sawit menjadi biodisel. Selanjutnya, biodisel hasil kembangan itu akan diserap oleh Pertamina dan PLN sebagai konsumennya. Oleh Pertamina, biodisel tersebut akan dipasarka melalui SPBU-SPBU yang tersebar di penjuru negeri, sedang PLN menggunakan biodisel tersebut sebagai bahan bakar pembangkit-pembangkit listrik milik mereka.

\nJadi, selain penggelontoran subsidi, pemerintah juga sudah menjamin serapan hasil kembangan perusahaan sawit di bidang biodisel. Sebuah kenyamanan yang membikin iri banyak bidang lainnya terutama sektor pertanian dan perkebunan lain yang selama ini tak terlalu diperhatikan pemerintah.

\nAngka subsidi yang digelontorkan pemerintah kepada lima perusahaan sawit tersebut, angkanya jauh lebih tinggi dibanding pendapatan yang diterima pemerintah dari pajak perusahaan sawit itu. Sudah bukan rahasia lagi, kebocoran penerimaan pajak dari sektor perkebunan sawit membikin negara merugi trilyunan rupiah setiap tahunnya.

\nDi tengah kondisi semacam itu, pengemplangan pajak yang rutin dilakukan oleh perusahaan sawit, negara tetap dengan baik hati memberi subsidi yang tak sedikit untuk mereka. Tak pelak lagi, sawit menjadi anak emas dalam sektor pertanian dan perkebunan di negeri ini.

\nLantas, mari kita bandingkan dengan sektor pertanian dan perkebunan yang setiap tahun rutin memberikan pemasukan tak sedikit bagi negara. Bidang pertanian dan perkebunan yang sepenuhnya dijalankan oleh anak-anak negeri, yang sesungguhnya bisa dibanggakan oleh negara karena selain pajak dan cukai dari hasil olahannya yang memberikan pemasukan begitu melimpah kepada negara, sektor ini juga sangat potensial menjadi produk kebanggan nasional karena dari hulu hingga hilir hampir seluruhnya diproduksi dan dikonsumsi oleh anak-anak bangsa. Itu adalah sektor pertembakauan dan perkebunan cengkeh dengan hasil olahannya berupa rokok kretek.

\nAda sekira enam juta manusia yang terlibat langsung dalam perkebunan tembakau dan cengkeh di negeri ini. Dua juta di sektor tembakau, dan empat juta di sektor cengkeh. Dari dua sektor itu yang lantas menghasilkan produk bernama rokok kretek, setiap tahunnya negara menerima pemasukan dari cukai tak kurang dari 140 trilyun, setidaknya selama 10 tahun terakhir.

\nTetapi, apakah mereka para petani di dua sektor perkebunan itu mendapat subsidi yang selayaknya dari negara? Subsidi itu ada, dalam bentuk Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang besarannya dibagi berdasarkan wilayah per kabupaten, yang angkanya tentu saja tak se-fantastis subsidi cuma-cuma yang diterima perusahaan sawit.

\nLalu untuk apa alokasi DBHCHT di sektor pertanian tembakau dan cengkeh itu? Berbeda dengan subsidi yang diterima perusahaan sawit yang sepenuhnya digunakan untuk pengembangan industri di hilir, DBHCHT untuk sektor tembakau dan cengkeh malah digunakan sebaliknya, untuk menghancurkan sektor perkebunan yang semestinya menjadi sektor perkebunan strategis nasional ini.

\nDengan alasan kesehatan, dana yang semestinya digunakan untuk mengembangkan perkebunan tembakau dan cengkeh supaya lebih maju lagi, malah digunakan untuk memberangus dua perkebunan itu. Dana itu digunakan sebagian besarnya untuk penyuluhan-penyuluhan kepada para petani agar mengganti usaha perkebunan tembakau dan cengkeh mereka ke komoditas pertanian dan perkebunan lainnya. Sebuah ironi yang menyedihkan.

\nDi luar itu, dana DBHCHT yang sumber utama pemasukannya dari dua komoditas itu, juga digunakan untuk menggembosi rokok kretek yang merupakan hasil turunan dari sektor tembakau dan cengkeh. Bayangkan, tanpa diberikan subsidi, tetapi menggunakan uang cukai yang dihasilkan dua sektor perkebunan itu, dana itu digunakan malahan untuk menggembosi dua sektor perkebunan itu.

\nDari sini, bisa kita lihat, jika perkebunan sawit menjadi anak emas negara, sebaliknya, perkebunan tembakau dan cengkeh dijadikan anak tiri oleh negara yang terus menerus digembosi. Keuntungannya diambil banyak oleh negara, sebagian keuntungan itu, digunakan secara tak langsung untuk menghancurkan sektor perkebunan tembakau dan cengkeh.

\nPerkebunan tembakau dan cengkeh, yang keduanya semestinya menjadi komoditas strategis nasional, malah dinistakan oleh negara yang sesungguhnya mengambil banyak keuntungan dari sana. Paradoks yang memuakkan.<\/p>\n","post_title":"Tembakau dan Cengkeh, Komoditas Perkebunan Strategis Nasional yang Dinistakan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-dan-cengkeh-komoditas-perkebunan-strategis-nasional-yang-dinistakan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-01 11:08:51","post_modified_gmt":"2020-02-01 04:08:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6425","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6422,"post_author":"877","post_date":"2020-01-30 10:22:17","post_date_gmt":"2020-01-30 03:22:17","post_content":"\n

Lagi-lagi rezim kesehatan melalui Kementerian Kesehatan ber-ulah. Mereka mengagendakan revisi Peraturan Pemerintah (PP) 109 tahun 2012. Salah satu poin yang akan dipertegas adalah pelarangan menggunakan bahan tambahan ke produk olahan tembakau. Bagi stakeholder pertembakauan mengganggap salah satu penegasan yang akan dimasukkan pada revisi PP No 109 tersebut dinilai rancu dan kedepannya dianggap sebagai pasal karet. Revisi PP No 109 tersebut sebagai bentuk pelemahan terhadap industri rokok nasional berupa kretek. <\/p>\n\n\n\n


Sebelum menjelaskan korelasi revisi PP 109 dengan pelemahan nasionalisme dan penjelasan tentang pasal karet, terlebih dulu akan dibahas tentang PP 109 dan sedikit sejarah singkat kemunculannya. Biar nanti gamblang dan mata rantai penjelasan tak terputus. <\/p>\n\n\n\n


Terbitnya PP 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan ini merupakan agenda dan dorongan dari Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Bahasa sederhananya FCTC itu sebagai upaya pengendalian, pengontrolan dan pengamanan produk tembakau. Sasaran utama FCTC tak lain upaya menghentikan konsumsi tembakau dengan mengarahkan bagi yang sudah ketergatungan tembakau untuk menggunakan produk farmasi. FCTC itu sendiri banyak kepentingan asing. <\/p>\n\n\n\n


PP 109 ini ditandatangi pada tanggal 24 Desember, pada saat itu masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Kalau dilihat PP 109 ini seharusnya nomenklaturnya itu kesehatan, tapi nyatanya malah mengatur soal tataniaga dibalut dengan kerangka hukum nasional. Artinya domain kesehatan sudah masuk pada wilayah perdagangan. Hal ini sebagai bukti bahwa pelabelan tembakau sebagai zat adiktif yang dijelaskan pada PP 109 merupakan akal-akalan belaka, yang disodorkan rezim kesehatan dunia dan industri farmasi multinasional untuk mengambil alih nikotin. Artinya, baik FCTC dan PP 109\/2012 murni kepentingan asing. <\/p>\n\n\n\n


PP 109\/2012 ini bisa dikata sebagai pintu masuk banyaknya pasal karet, lebih haulsnya dinamai politik hukum yang dibuat asing untuk menjerat kepentingan nasional. Ambil contoh kalau memang rokok benar-benar membunuh manusia, kenapa dalam PP 109\/2012 ada pengecualian pembolehan rokok dengan low nikotin low tar. Sedangkan tembakau hasil bumi pertiwi dengan kearifan lokalnya tak mungkin bisa memenuhi aturan dalam PP 109\/2019 yang bisa hanyalah tembakau asing. Hal ini jelas membunuh kepentingan nasional dengan dalil kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Peduli terhadap kesehatan itu satu tindakan yang mulia, namun kalau sudah ditumpangi dengan politik dagang dan kepentingan asing itu sudah melenceng bahkan bisa dikata terlalu jahat. Karena memanfaatkan hal yang mulia dengan agenda jahat asing. Sayangnya pemerintahan Indonesia melalui rezim kesehatan belum sadar akan hal itu. <\/p>\n\n\n\n


Buktinya lagi, berbekal PP 109\/2012 Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Agus Suprapto mengatakan, merujuk pasal 12, ayat (1) Peraturan Pemerintah No 109 tahun 2012 yang berbunyi setiap orang yang memproduksi produk tembakau dilarang menggunakan bahan tambahan kecuali telah dapat dibuktikan secara ilmiah bahan tambahan tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan. <\/p>\n\n\n\n


Masih dalam proses, pasal ini rencana akan direvisi dengan memperjelas pelarangan bahan tambahan seperti rasa buah, permen karet dan lain sebagainya. Alasannya rasa-rasa tersebut dapat menarik perhatian perokok pemula dan anak-anak, tutur Agus. <\/p>\n\n\n\n


Mengenai revisi pasal di atas, semua sepakat bagi anak-anak di bawah umur 18 tidak boleh merokok, sekalipun perokok berpendat demikian sesuai aturan yang berlaku. Yang jadi soal, pelarangan terhadap cita rasa rokok, yang ujung-ujungnya tidak akan berhenti pada cita rasa rasa buah atau permen karet. Pasti kedepan, asing mendesak lagi untuk melarangan semua model campuran pada tembakau yang dibuat rokok, jika revisi pasal di atas di sahkan. <\/p>\n\n\n\n


Perlu diketahui, rokok khas Indonesia itu campuran daun tembakau dan buah cengkeh, sehingga dinamai rokok ktetek. Sejarah telah mencatat demikian. Rokok kretek sangat beda dengan rokok asing. Rokok asing hanya memakai tembakau saja atau disebut \u201crokok putihan\u201d.
Jadi, yang menjadi kekhasan rokok indonesia campuran buah cengkeh. Dan cengkeh adalah tanaman asli bumi Nusantara. Ketika putra bangsa berkreasi dan berinovasi sehingga mencampur tembakau dengan buah cengkeh dan hasilnyapun menakjubkan, dapat sebagai media pengobatan. Perkembangannya, rokok kretek sangat disuka oleh orang-orang asing termasuk di AS. Setelah permintaan rokok kretek tiap tahunnya meningkat, akhirnya AS melarang peredaran rokok kretek di negaranya dengan diterbitkannya produk hukum pelarangan dengan dalil kesehatan. Akan tetapi rokok produk dalam negerinya sendiri tetap bebas beredar. Satu hal yang sangat jahat. Sayangnya Indonesia tidak seperti negara AS yang berani melarang rokok produk luar. <\/p>\n\n\n\n


Kalau diperhatikan dengan cermat semua aturan tentang pertembakauan yang ada di Indonesia itu sebagai agenda intervensi kepentingan asing untuk mematikan industri rokok kretek Nasional. Yang betul-betul jelas dihadapan mata, munculnya PP No. 109 tahun 2012 yang mengadopsi FCTC, dan sekarang mau dievisi lagi memperjelas pelarangan cita rasa, kalau saja revisi ini disahkan atau berlakukan, maka agenda kedepan akan menghilangkan buah cengkeh sebagai campuran dalam pengolahan daun tembakau menjadi rokok kretek ciri khas Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kalau itu terjadi konsekwensinya rokok kretek tinggal kenangan dalam sejarah, tamatlah industri kretek Indonesia, tamatlah buruh industri, tamatlah petani tembakau indonesia, tamatlah petani cengkeh Indonesia yang pernah jaya bersama rokok kretek. <\/p>\n","post_title":"Agenda Pelemahan Nasionalisme Pada Sektor Pertembakauan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"agenda-pelemahan-nasionalisme-pada-sektor-pertembakauan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-30 10:22:25","post_modified_gmt":"2020-01-30 03:22:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6422","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6419,"post_author":"883","post_date":"2020-01-29 05:52:55","post_date_gmt":"2020-01-28 22:52:55","post_content":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_title":"Kretek Sebagai Cerminan Kepribadian, Kedaulatan dan Kemandirian Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-sebagai-cerminan-kepribadian-kedaulatan-dan-kemandirian-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2024-01-23 11:48:00","post_modified_gmt":"2024-01-23 04:48:00","post_content_filtered":"\r\n

Kretek merupakan produk khas asli Indonesia yang sangat memaksimalkan daya guna dari hulu ke hilir Industri Hasil Tembakau untuk kepentingan nasional. Dalih ini yang menjadikan kretek sebagai dalil bahwa kretek memiliki nilai kedaulatan nasional di dalamnya.

Kita bedah dari proses daya guna kretek di hulu. Bahan baku kretek berupa tembakau dan cengkeh yang ditanam di dalam negeri. Kretek menyerap sangat besar tembakau dan cengkeh dari hasil panen para petani. Pada sektor perkebunan tembakau dan cengkeh, kepemilikian lahan para petani 97 persen merupakan perkebunan rakyat atau dikuasai sendiri oleh para petani.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah petani tembakau di Indonesia mencapai 1 juta jiwa. Sementara untuk jumlah petani cengkeh mencapai 1,5 juta jiwa. Ini belum termasuk para buruh dan pekerja paruh waktu lainnya ketika masa tanam dan panen.

Selanjutnya kita tinjau dari sisi produksi. Pabrik pembuatan kretek didominasi oleh industri dalam negeri. Serapan tenaga kerja di dalam negerinya pun tinggi. Hal ini disebabkan, trade mark kretek dikreasikan oleh anak bangsa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Data Kementerian Perindustrian terkait Kretek Nasional<\/h2>\r\n

Merujuk data Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap industri kretek di sektor produksi berjumalah 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi.

Besaran serapan sektor ketenagakerjaan di hulu berjumlah sekitar 6 juta jiwa. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, kretek telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Indonesia.

Itu baru perbandingan dari sektor hulu (pertanian dan pengolahan), belum dari sektor hilir (perdagangan hingga konsumen) kretek turut berkontribusi besar dengan melibatkan pedagang retail hingga asongan atau UMKM di Indonesia.

Cek saja warung agen, toko kelontong dan penjaja asongan, rata-rata terdapat produk kretek dalam barang dagangan mereka.\u00a0Menurut data BPS 2014, jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional.

UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 persen.\u00a0Bayangkan betapa besarnya roda perekonomian yang digerakan oleh sektor UMKM dan kretek menopang sektor UMKM di Indonesia.

Terdapat daya guna lain yang dimaksimalkan oleh kretek, selain daripada sektor ekonomi, yakni daya guna kretek sebagai produk kebudayaan masyarakat Indonesia. Kretek hidup berdampingan dengan prosesi-prosesi kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dalam buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes yang ditulis oleh Mark Hanusz menyebutkan \u201ckretek is a ubiquitous feature of daily life in Indonesia and can be found in the most diverse circumstances\u2014from religius ceremonies to work of art and literature\u201d (Budaya yang dimaksud\u00a0 tak hanya menunjuk praktik kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga identitas, suatu ciri pembeda dan pemisah dengan yang lain).

Berdasarkan 2 tinjauan yang telah disebutkan di atas, maka kretek sah dapat kita sebut sebagai produk yang mencerminkan sebagai kepribadian bangsa, serta industrinya merupakan cerminan bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Kretek adalah Kita.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6419","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6414,"post_author":"877","post_date":"2020-01-27 08:27:34","post_date_gmt":"2020-01-27 01:27:34","post_content":"\n

Satu-satunya rokok khas Indonesia tak lain hanya kretek. Ia dibuat dari bahan baku tanaman yang tumbuh subur di bumi pertiwi, ia diciptakan dan diproduksi oleh anak bangsa sendiri. Ia punya rentetan sejarah yang amat panjang, dari budaya, kebangkitan ekonomi dan industri bumiputera di saat terjadi depresi ekonomi nasional, penyumbang kas negara dari zaman penjajahan hingga sekarang. Perlu diingat, dalam catatan sejarah, ia satu-satunya industri dalam negeri yang tahan akan guncangan ekonomi, dan tahan akan gerusan perkembangan jaman dari tahun ke tahun. <\/p>\n\n\n\n

Bahan baku utama kretek dari daun tembakau dan buah cengkeh. Memang daun tembakau sendiri masih banyak kontroversi, sebagai tanaman asli atau bukan. Ada tulisan yang mengatakan tanaman tembakau ditemukan seorang bernama Christoper Columbus di San Salvador, kepulauan Bahana. Yang kemudian pada tahun 1600 tanaman tersebut dibawa dan di tanam Bangsa Portugis dibumi pertiwi. Hal ini merujuk pada penamaan tumbuhan tersebut\u00a0 dari bahasa Portugis yaitu \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Pada awal abad XVII tembakau di tanam besar-besaran oleh Belanda di beberapa wilayah di Jawa, Sumatera, Bali dan Lombok. Semasa Gubernur Hindia Belanda Johannes Van Den Bosch tahun 1830, tanaman tembakau Nusantara menjadi salah satu tanaman ekspor. Pada akhirnya penduduk bumiputra diwajibkan menanam tembakau di era sitem tanam paksa oleh Belanda. Adanya ekspor tembakau tersebut, Belanda memperoleh keuntungan yang berlimpah awalnya pada tahun 1840 sebesar 180.000 gulden, meningkat 1.200.000 gulden hingga pada tahun 1845 menjadi 2.300.000 gulden. Wah keuntungan yang fantastik, jadi tak heran Belanda kaya dan makmur saat itu. <\/p>\n\n\n\n

Beda lagi pernyataan Jadul Maula, seorang budayawan asal Yogyakarta. Melalui pendekatan bahasa, tanaman tembakau sudah ada sejak dulu, tumbuh dan berkembang dengan sendiri di bumi pertiwi ini. Ia menggambarkan secara kedaerahan, contoh di daerah Temanggung, orang sering mengatakan \u201csotho\u201d sebutan untuk tembakau. Tembakau sebutan kerennya, dan sotho nama aslinya. Sebutan sotho dan tembakau gak ada miripnya, kalau \u201cbako\u201d \u201ctembakau\u201d \u201ctobacco\u201d dan \u201c tumbacco\u201d hampir mirip pelafalannya. Jadi hipotesa yang dibangun mas Jadul, apa yang disebut tembakau itu bisa jadi sebetulnya tanaman yang disemua negara ada termasuk Indonesia. Namun karena saat itu orang Portugis lebih mempopulerkan dengan sebutan \u201ctobacco\u201d atau \u201ctumbacco\u201d dan orang Indonesia kesulitan melafalkannya, sehingga menyebutnya \u201ctembakau\u201d atau \u201cbako\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Memperkuat hipotesa Budayawan asal Yogyakarta tersebut, di Kudus tepatnya di Desa Colo Kecamatan Dawe, tembakau tumbuh liar di bebatuan. Anehnya tanaman tersebut ketika dibersihkan dan dicabut, akan tumbuh lagi disekitaran tempat itu, cerita Masrukin. Ada lagi kejadian di Desa Gribig Kecamatan Gebog sebelah timur makam Sunan Kedu, tembakau tumbuh di sela-sela dinding batu bata salah satu rumah warga. Kalau dicabut selang beberapa hari tumbuh lagi begitu seterusnya. Rasa gregetan, karena menurutnya tumbuh tak sewajarnya dan tak memperindah pandangan rumahnya, akhirnya baru dua tahun ini dinding rumah tersebut di keraskan memakai semen, cerita Nur Cholis warga setempat.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

\"rokok<\/figure>\n\n\n\n

Bisa jadi memang tanaman tembakau ada dimana-mana dan awalnya tumbuh liar termasuk di bumi Nusantara ini, hanya sebutannya yang beda. Juga bisa jadi dahulu orang-orang terdahulu sudah tau ada tanaman tersebut, tapi tak mengerti namanya, akhirnya mengikuti nama populernya.<\/p>\n\n\n\n

Terlepas beda pendapat tentang tembakau, ada laporan yang menarik yang ditulis oleh P. De Kat Angelino dalam Voorstenlandsche Tabaksenquete tahun 1929, mengungkapkan bahwa kalaupun tanaman tembakau bukan tanaman asli Indonesia, sejak diperkenalkan sudah memiliki pertalian khusus dengan tanah Indonesia. Tembakau tak hanya menjadi komoditas utama pemerintah kolonial, tetapi juga telah mengubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat bumiputera.   <\/p>\n\n\n\n

Lain halnya tembakau, ada buah cengkeh. Kalau ini sudah tidak diragukan lagi, sebagai tanaman asli bumi pertiwi. Walaupun banyak juga anak bangsa yang menganggap tanaman cengkeh itu bukan tanaman asli Nusantara. Anggapan itu sangat keliru, tapi juga tidak bisa di salahkan. Karena memang sejarah tanaman cengkeh di Nusantara ini pernah habis dibakar penjajah yang kemudian di budidaya penjajah di negari lain. Dan mungkin saat itu tanaman cengkeh di Nusantara ini hanya tinggal beberapa glintir. Berjalannya waktu, varietas cengkeh yang pernah di ambil dan dibudidayakan di negeri lain oleh penjajah, kemudian diambil dan dibudidayakan lagi di bumi pertiwi ini. Inilah sejarah singkat tanaman cengkeh yang fenomenal. Jelasnya, tanaman cengkeh adalah tanaman asli Nusantara, dan banyak literatur yang menuliskan dari daerah Maluku cengkeh yang kuwalitasnya sangat bagus. <\/p>\n\n\n\n

Data Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017 menunjukkan perkebunan tembakau tersebar di 15 Provinsi dan perkebunan cengkeh terdapat 30 provinsi yang tersebar di bumi pertiwi ini. Dari perkebunan tembakau dan cengkeh tersebut, 93% terserap untuk bahan baku rokok kretek. Adanya cengkeh ini sebagai pembeda dengan rokok produk luar. Rokok produk luar bahan bakunya hanya memakai tembakau. Populer dengan sebutan \u201crokok putihan\u201d, sedang rokok asli Indonesia ditambahkan cengkeh yang akhirnya disebut \u201crokok kretek\u201d.  <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek, awalnya di temukan H. Djamhari untuk pengobatan alternatif dan kemudian diproduksi masal oleh Nitisemito, keduanya putra bangsa dari Kudus Kota Kretek. Belakangan banyak berdiri industri rokok kretek milik putra bangsa di beberapa daerah, dengan karyawan dari asal daerah tersebut. Hitungan kumulatif, sekitar ada 6.1 juta jiwa penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. <\/p>\n\n\n\n

Rokok kretek ditemukan putra bangsa, di produksi putra bangsa, industriya milik bumiputera, bahan bakunya diperoleh dari petani lokal, keuntungan dari penjualan sebagian besar masuk kas Negara untuk pembangunan, yang dinikmati semua kalangan bahkan yang tidak merokok dan benci rokok sekalipun. Lalu alasan apalagi hingga tak merokok kretek? Mari kita sama-sama mencintai produk dalam negeri, agar kita menjadi bangsa yang kuat.  
<\/p>\n","post_title":"Kretek, Rokok Khas Indonesia yang Hulu hingga Hilirnya Dikuasai Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-rokok-khas-indonesia-yang-hulu-hingga-hilirnya-dikuasai-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-27 08:27:44","post_modified_gmt":"2020-01-27 01:27:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6414","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6396,"post_author":"877","post_date":"2020-01-22 09:09:51","post_date_gmt":"2020-01-22 02:09:51","post_content":"\n

Banyak orang salah menalar saat membaca data sajian Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Jika baca datanya aja sudah salah, pastinya logika secara otomatis akan ikut keliru. Siapapun dia, harus hati-hati jika membaca data tersebut. Begitu keliru baca datanya, bias sesatkan pikiran si pembaca, bahkan bisa menyesatkan pikiran orang lain. Untuk itu mari kita sama-sama belajar baca data Susenas, agar tidak sesat dan menyesatkan pikiran banyak orang, seperti yang telah dilakukan salah satu juru bicara Presiden.<\/p>\n\n\n\n

Kemarin ada seorang teman yang mengirim link tautan media sosial salah seorang juru bicara Presiden yang membahas \u201crokok\u201d menjadi sebab kemiskinan kedua setelah beras. Sang Juru Bicara tersebut menulis, \u201ctidaklah lebih baik kita menghentikan konsumsi rokok kini?\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Seseorang ini tidak usah disebutkan namanya ya, sebab tak baik, ntar yang ada hanya perselisian dan pertengkaran. Karena ia ini kasihan menjadi salah satu korban dari ketidaktahuan, sayangnya ia tidak mau belajar dan cari tahu dahulu. Memang data Susenas dibuat seperti itu, sehingga banyak orang terjebak, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada salah satu pejabat Susenas membaca datanya pun demikian, dengan memojokkan rokok kretek akibatnya sesat dan menyesatkan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Jahat Antirokok Merebut Pasar Nikotin<\/a><\/p>\n\n\n\n

Sederhananya begini, penduduk di Indonesia ini banyakan mana yang merokok dan yang tidak merokok?. Jawaban pertanyaan ini harus clear<\/em> dulu. Pastinya jawaban sesuai fakta adalah banyak yang tidak merokok . Ya iyalah, penduduk di Indonesian ini kan jumlahnya didominasi kaum hawa dan mereka banyak yang tidak merokok. Belum lagi anak-anak, remaja yang masih sekolah belum boleh merokok sesuai aturan kebijakan pemerintah. Bahkan di kalangan kaum adam pun banyak yang tidak merokok, iya kan? Lalu logikanya gimana ya, perokok itu kaum minoritas tapi penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras. Mungkin begini penjelasannya, karena harga rokok terlalu mahal akibat pungutan pajak pemerintah berupa cukai terlalu gede. Jadi wajar kalau pengeluaran untuk rokok kretek filter ikut gede pula. Sebab pajak yang dipungut untuk rokok kretek filter paling gede dibanding rokok kretek non filter. Nah ketahuan, rokok menjadi penyumbang kemiskinan kedua setelah beras akibat dari pungutan pajak pemerintah terlalu tinggi, begitulah alurnya.<\/p>\n\n\n\n

Dibawah ini, sajian data Sesenas supaya lebih mudah dan lebih jelas:<\/p>\n\n\n\n

\"D:\\my<\/figure>\n\n\n\n

Pada tabel di atas, ada 13 item makanan dan 8 item non makanan penyumbang kemiskinan di Indonesia sesuai data Susenas. Dilihat per item penyumbang kemiskinan tersebut mayoritas menjadi kebutuhan primer masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari sebagai mahluk hidup butuh makan dan perlindungan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe<\/a><\/p>\n\n\n\n

Data Susenas tersebut seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Artinya pemerintah harusnya berupaya agar harga komuditas dan kebutuhan disesuai daya beli masyarakat. Ambil contoh pajak cukai rokok khususnya kretek filter jangan terlalu tinggi. Merokok kretek filter dan non filter sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sudah ratusan tahun. Apalagi meracik rokok menjadi salah satu warisan nenek moyang. Tak berhenti disitu, aktifitas merokok tidak hanya sebuah tradisi tanpa makna. Merokok sebagai media relaksasi, rekreasi bahkan sampai sebagai media pengobatan. Jika menengok sejarah adanya rokok kretek khas Indonesia, dahulu kali pertama muncul rokok kretek untuk mengobati sakit bengek. Selanjutnya banyak riset yang mengatakan bahwa konten atau bahan dasar rokok kretek sangat dibutuhkan tubuh manusis. Hasil riset ini silahkan dibaca lagi pada tulisan terdahulu yang telah diterbitkan pada web boleh merokok yang berjudul \u201cTernyata Tubuh Manusia Membutuhkan Zat Yang Terkandung Dalam Sebatang Rokok Kretek\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Jadi rokok kretek asli Indonesia tak hanya menyumbang kas negara, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Jika ada informasi bahwa rokok penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, jangan ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri dahulu minimal dilihat akar penyebabnya, jangan asal menjustis. Tadi sudah dijelasin di atas ya. Asal tahu aja, kalau masyarakat dilarang merokok rokok kretek filter  sebenarnya yang paling rugi itu pemerintah, pendapatan kas Negara akan berkurang. Perusahaan rokok kretek bisa beralih ke profisi lain, sedangkan hasil pertanian tembakau dan cengkeh tetap akan dikonsumsi masyarakat dengan melinting sendiri \u201cTingwe\u201d.   <\/p>\n\n\n\n

Logika lain, jika rokok kretek filter penyumbang kemiskinan kedua setelah beras, dan harus ditinggalkan dengan dalih supaya masyarakat tidak miskin. Berarti komoditas dan kebutuhan yang lain, terutama beras yang paling besar sumbangannya terhadap kemiskinan\u00a0 harus ditinggalkan, agar masyarakat lebih sejahtera?. Pastinya hal tersebut bukan solusi yang baik. Masak kebutuhan pokok ditinggalkan. Disinilah Pemerintah harus mengambil kebijakan yang solutif agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan tetap sejahtera.\u00a0\u00a0
<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bely7mxj6mM\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Meluruskan Nalar Baca Data Susenas September 2019","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"meluruskan-nalar-baca-data-susenas-september-2019","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-22 09:09:53","post_modified_gmt":"2020-01-22 02:09:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6396","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6384,"post_author":"1","post_date":"2020-01-20 09:36:30","post_date_gmt":"2020-01-20 02:36:30","post_content":"\n

Tren tingwe (melingting sendiri) mulai naik. Semakin mudah ditemui di warung-warung kopi, para perokok yang mulai beralih ke produk lintingan sendiri. Hal ini mungkin salah satunya dilandasi oleh kenaikan cukai dan harga rokok yang sangat barbar dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau yang banyak diminati masyarakat Indonesia bisa dilihat dari berat atau tidaknya ketika diisap. Tembakau varietas apa saja sih yang banyak diminati para penikmat rokok lintingan sendiri?<\/p>\n\n\n\n

Gayo Hijau Aceh<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Dataran tinggi Gayo merupakan wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal akan kopi gayo yang memiliki citaras yang unik bagi penikmat kopi arabika.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, tanah ini ternyata menyimpan perkebunan tembakau yang kian masyhur namanya. Ya, tembakau gayo. Varietas tembkau yang punya warna segar dan aroma \u201csensasional\u201d ini makin digandrungi. Sensasi isapnya yang ringan dan tidak berat di dada menjadi alasan utama bagi para pelinting yang semula mencintai rokok-rokok aromatik.<\/p>\n\n\n\n

Kemlaka Temanggung<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

April 2018, Dinas Pertanian dan Kehutanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sempat mengimbau para petani untuk menanam tembakau varietas kemlaka. Hal ini, selain tembakau kelmalaka lebih tahan terhadap penyakit dan hama, tembakau kemlaka diminati pabrik rokok.<\/p>\n\n\n\n

Dalam perkembangannya, tembakau kemlaka mendapat tempat khusus di hati para pecinta rokok linting, khususnya mereka yang menyukai sensasi isap berat dan ampeg.<\/p>\n\n\n\n

Dalam tradisi kretek, tembakau ini bertanggung jawab menjaga citarasa kretek.<\/p>\n\n\n\n

Tembakau Lombok Nusa Tenggara Barat<\/h2>\n\n\n\n
\"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

Lombok selain menyimpan keindahan alam yang indah ternyata juga menyimpan varietas tembakau yang cocok dinikmati masayarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Varietas yang paling terkenal di antaranya, Ampenan, Kasturi dan Escort. Tembakau ini cocok sekali dinikmati oleh mereka yang mencintai rokok-rokok mild.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa varietas tembakau tersebut yang biasanya paling digemari oleh pecinta rokok linting. Kalau kamu suka tembakau apa?<\/p>\n\n\n\n

\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8Np02Vqf-f4\n<\/div><\/figure>\n","post_title":"Tembakau yang Paling Laris di Pasar Tingwe","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tembakau-yang-paling-laris-di-pasar-tingwe","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-01-20 12:46:19","post_modified_gmt":"2020-01-20 05:46:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6384","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":31},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};