Memang masih\nbanyak persoalan yang ada dalam sektor pertembakau. Baik dari sisi perniagaan,\npenanaman hingga ketidakjujuran petani dalam menjual tembakaunya. Pemerintah\ntidak pernah hadir dalam ragam permasalahan yang terjadi, mereka hadir saat\npenentuan cukai dan berapa banyak yang dapat dikeruk dari sektor pertembakauan\nini. <\/p>\n\n\n\n
Tetapi apapun\nitu, sektor pertembakauan ini terus memberikan sumbangsih besar terhadap\npemasukan negara. Sehingga berbagai sektor dalam menjalankan bangsa dan negara\ncukup terbantu.<\/p>\n","post_title":"Mengenal Jenis Tembakau Terbaik Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-jenis-tembakau-terbaik-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-28 08:59:19","post_modified_gmt":"2019-02-28 01:59:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5495","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5297,"post_author":"878","post_date":"2019-01-10 05:56:22","post_date_gmt":"2019-01-09 22:56:22","post_content":"Tahun 2018, penerimaan negara dari cukai produk tembakau mencapai Rp153 triliun. Angka ini lebih dari 90 persen total penerimaan cukai negara dan mendekati 10 persen dari total seluruh penerimaan negara pada tahun 2018. Sebuah angka yang tak bisa dianggap remeh untuk industri yang terus-menerus dipandang miring oleh banyak pihak.\r\n\r\nDari seluruh penerimaan hasil cukai produk tembakau<\/a>, pengelolaannya langsung di bawah menteri keuangan. Salah satu skema penyaluran dana penerimaan cukai ini ke daerah-daerah penghasil tembakau, cengkeh, dan industri rokok, adalah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau<\/a> (DBHCHT).\r\n\r\nSelain menentukan angka yang diterima tiap daerah, kementerian keuangan juga mengatur alokasi dana sesuai peruntukannya. Ini diatur berdasarkan peraturan menteri keuangan nomor 222\/PMK.07\/2017 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT.<\/strong>\r\n\r\nSalah satu amanat dalam peraturan tersebut menyebutkan bahwa minimal 50 persen dari DBHCHT harus digunakan dalam bidang kesehatan yang mendukung jaminan kesehatan nasional. Sejauh ini, dana DBHCHT paling banyak digunakan untuk pembangunan fasilitas kesehatan di banyak daerah di negeri ini.\r\nSebagai contoh, provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2018 Jawa Barat menerima dana DBHCHT sebanyak Rp176,8 Milyar dan Rp114 Milyar untuk tahun ini. Dana tersebut lebih dari 50 persennya digunakan untuk membangun rumah sakit di wilayah Pameungpeuk, Garut.<\/blockquote>\r\nBagi saya, ini menjadi prestasi tersendiri dari industri rokok dan para perokok yang menjadi penyumbang cukai dalam tiap batang rokok yang diperjualbelikan. Di tengah kampanye buruk yang terus-menerus disiarkan terkait tembakau dan produknya berupa rokok, industri ini malah menyumbang sesuatu yang begitu bermanfaat di banyak negeri.\r\n\r\nSayangnya, dengan kondisi semacam ini, ragam rupa kampanye yang mendeskreditkan tembakau dan rokok masih terus saja disuarakan. Yang lebih menyedihkan, dalam kampanye anti-tembakau ini ada dana DBHCHT yang digunakan. Dana yang diambil secara 'paksa' dari para perokok oleh negara, dari hasil membeli produk-produk rokok, digunakan untuk mengampanyekan agar masyarakat menjauhi tembakau dan produk unggulan dari tembakau berupa rokok.\r\n\r\nPenggunaan dana DBHCHT untuk kampanye anti-tembakau di Jawa Barat disampaikan langsung oleh Iwa Kurniwa, Sekda Provinsi Jawa Barat.<\/strong> Menurutnya, mereka akan fokus mengampanyekan dampak buruk tembakau di wilayah Jawa Barat bagian selatan.\r\n\r\nAda logika yang aneh di sini. Anda menanam tembakau, kemudian tembakau itu digunakan sebagai bahan baku produksi rokok. Rokok itu kemudian diperjualbelikan. Dalam setiap batang rokok yang diperjualbelikan, negara menarik cukai di sana hingga terkumpul ratusan trilyun rupiah setiap tahunnya. Lalu beberapa bagian dari ratusan trilyun itu, digunakan sebagai dana untuk mengampanyekan agar orang-orang meninggalkan produk rokok. Sebuah ironi yang nyata terjadi di negeri ini.\r\n\r\nBisa dibilang ini adalah aksi bunuh diri. Berusaha membunuh tembakau dengan uang hasil penjualan tembakau. Bunuh diri masal karena kampanye ini pelan-pelan akan membunuh pemasukan utama petani tembakau dan cengkeh, buruh tani, para penjual rokok eceran, dan industri rokok nasional.\r\n\r\nTentu saja kita semua yang masih memiliki akal sehat harus melawan semua itu. Melawan semampu yang kita bisa.","post_title":"Cukai Tembakau untuk Kampanye Anti-Tembakau, Sebuah Ironi!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cukai-tembakau-untuk-kampanye-anti-tembakau-sebuah-ironi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-20 06:47:33","post_modified_gmt":"2019-01-19 23:47:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5297","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5135,"post_author":"878","post_date":"2018-11-20 10:06:43","post_date_gmt":"2018-11-20 03:06:43","post_content":"Di sebuah lembah yang dikepung bukit berbentuk huruf 'U', dikelilingi pepohonan pinus yang di sela-selanya berdiri tegak pohon kopi jenis robusta, 99 anak petani dan buruh tani tembakau berkumpul. Sesekali mereka meneriakkan yel-yel, seringkali juga mereka berangkulan, bahu membahu menyelesaikan tantangan-tantangan yang tidak hanya membutuhkan kepiawaian berpikir, tetapi juga kompakan tim.\r\n\r\n99 anak yang berkumpul itu, adalah penerima beasiswa Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) angkatan 2018. Mereka berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Temanggung. Latar belakang mereka mirip, anak-anak petani dan buruh tani tembakau. Usia mereka juga mirip, kini duduk di kelas satu SMK.\r\n\r\nTotal penerima beasiswa KNPK<\/a> tahun ini sebanyak 100 anak. Satu orang berhalangan hadir karena sakit. Mereka berkumpul akhir pekan kemarin untuk ikut acara Character Building<\/em> bertema: Mandiri, Berdaulat, dan Berbudaya.\r\n\r\nRagam bentuk materi dan kegiatan dilaksanakan sepanjang acara. Mulai dari materi-materi softskill<\/em> seperti public speaking<\/em>, videografi, penulisan, dan pengorganisasian, hingga materi-materi yang dikemas dalam bentuk outbond<\/em> yang tujuannya membangun solidaritas, konsentrasi, kerjasama, dan kesabaran.\r\n\r\nSeorang petani tembakau juga diminta memberikan materi terkait pengetahuan dasar pertanian tembakau. Materi ini bertujuan untuk menguatkan pengetahuan yang sudah mereka dapat dari orang tua mereka.\r\n\r\nDi tengah hembusan stigma negatif terhadap tembakau dan produk turunannya, kami, KNPK, bersama para petani tembakau, dan pengurus beasiswa Temanggung, tetap terus berusaha agar manfaat pertanian tembakau dan industri kretek bisa terus memberikan manfaat dalam jangkauan yang semakin luas dan terukur.\r\n\r\nSudah delapan angkatan penerima beasiswa. Banyak yang sudah melanjutkan karir pada bidang dan minat masing-masing, ada pula yang masih sekolah. Sebagiamana amanat bangsa, bahwa pendidikan adalah seluruh hak bagi segala bangsa, tak terkecuali anak petani dan buruh petani.","post_title":"Beasiswa KNPK, Mencetak Generasi Mandiri, Berdaulat dan Berbudaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"beasiswa-knpk-mencetak-generasi-mandiri-berdaulat-dan-berbudaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2018-11-20 10:07:42","post_modified_gmt":"2018-11-20 03:07:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5135","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\u201cBiasanya\nuangnya akan cair 3-6 bulan kemudian,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n
Memang masih\nbanyak persoalan yang ada dalam sektor pertembakau. Baik dari sisi perniagaan,\npenanaman hingga ketidakjujuran petani dalam menjual tembakaunya. Pemerintah\ntidak pernah hadir dalam ragam permasalahan yang terjadi, mereka hadir saat\npenentuan cukai dan berapa banyak yang dapat dikeruk dari sektor pertembakauan\nini. <\/p>\n\n\n\n
Tetapi apapun\nitu, sektor pertembakauan ini terus memberikan sumbangsih besar terhadap\npemasukan negara. Sehingga berbagai sektor dalam menjalankan bangsa dan negara\ncukup terbantu.<\/p>\n","post_title":"Mengenal Jenis Tembakau Terbaik Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-jenis-tembakau-terbaik-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-28 08:59:19","post_modified_gmt":"2019-02-28 01:59:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5495","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5297,"post_author":"878","post_date":"2019-01-10 05:56:22","post_date_gmt":"2019-01-09 22:56:22","post_content":"Tahun 2018, penerimaan negara dari cukai produk tembakau mencapai Rp153 triliun. Angka ini lebih dari 90 persen total penerimaan cukai negara dan mendekati 10 persen dari total seluruh penerimaan negara pada tahun 2018. Sebuah angka yang tak bisa dianggap remeh untuk industri yang terus-menerus dipandang miring oleh banyak pihak.\r\n\r\nDari seluruh penerimaan hasil cukai produk tembakau<\/a>, pengelolaannya langsung di bawah menteri keuangan. Salah satu skema penyaluran dana penerimaan cukai ini ke daerah-daerah penghasil tembakau, cengkeh, dan industri rokok, adalah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau<\/a> (DBHCHT).\r\n\r\nSelain menentukan angka yang diterima tiap daerah, kementerian keuangan juga mengatur alokasi dana sesuai peruntukannya. Ini diatur berdasarkan peraturan menteri keuangan nomor 222\/PMK.07\/2017 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT.<\/strong>\r\n\r\nSalah satu amanat dalam peraturan tersebut menyebutkan bahwa minimal 50 persen dari DBHCHT harus digunakan dalam bidang kesehatan yang mendukung jaminan kesehatan nasional. Sejauh ini, dana DBHCHT paling banyak digunakan untuk pembangunan fasilitas kesehatan di banyak daerah di negeri ini.\r\n Banyak petani\nyang tidak bermitra dengan perusahaan rokok, sehingga mereka kesusahan untuk\nmemasarkan tembakau mereka. Bahkan seperti yang dialami salah satu petani,\nketika ia setor tembakau ke gudang, hanya dibayar dengan selembar kertas\nkwitansi bertuliskan harga tembakaunya.<\/p>\n\n\n\n \u201cBiasanya\nuangnya akan cair 3-6 bulan kemudian,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Memang masih\nbanyak persoalan yang ada dalam sektor pertembakau. Baik dari sisi perniagaan,\npenanaman hingga ketidakjujuran petani dalam menjual tembakaunya. Pemerintah\ntidak pernah hadir dalam ragam permasalahan yang terjadi, mereka hadir saat\npenentuan cukai dan berapa banyak yang dapat dikeruk dari sektor pertembakauan\nini. <\/p>\n\n\n\n Tetapi apapun\nitu, sektor pertembakauan ini terus memberikan sumbangsih besar terhadap\npemasukan negara. Sehingga berbagai sektor dalam menjalankan bangsa dan negara\ncukup terbantu.<\/p>\n","post_title":"Mengenal Jenis Tembakau Terbaik Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-jenis-tembakau-terbaik-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-28 08:59:19","post_modified_gmt":"2019-02-28 01:59:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5495","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5297,"post_author":"878","post_date":"2019-01-10 05:56:22","post_date_gmt":"2019-01-09 22:56:22","post_content":"Tahun 2018, penerimaan negara dari cukai produk tembakau mencapai Rp153 triliun. Angka ini lebih dari 90 persen total penerimaan cukai negara dan mendekati 10 persen dari total seluruh penerimaan negara pada tahun 2018. Sebuah angka yang tak bisa dianggap remeh untuk industri yang terus-menerus dipandang miring oleh banyak pihak.\r\n\r\nDari seluruh penerimaan hasil cukai produk tembakau<\/a>, pengelolaannya langsung di bawah menteri keuangan. Salah satu skema penyaluran dana penerimaan cukai ini ke daerah-daerah penghasil tembakau, cengkeh, dan industri rokok, adalah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau<\/a> (DBHCHT).\r\n\r\nSelain menentukan angka yang diterima tiap daerah, kementerian keuangan juga mengatur alokasi dana sesuai peruntukannya. Ini diatur berdasarkan peraturan menteri keuangan nomor 222\/PMK.07\/2017 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT.<\/strong>\r\n\r\nSalah satu amanat dalam peraturan tersebut menyebutkan bahwa minimal 50 persen dari DBHCHT harus digunakan dalam bidang kesehatan yang mendukung jaminan kesehatan nasional. Sejauh ini, dana DBHCHT paling banyak digunakan untuk pembangunan fasilitas kesehatan di banyak daerah di negeri ini.\r\n Minggu lalu\nsaya berkungjung ke daerah Ngadirejo Temanggung untuk mengurus beberapa hal. Di\nsana saya banyak bertemu dengan petani tembakau yang dengan suka rela\nmengeluarkan keluh kesahnya menjadi petani tembakau. Salah satunya dalam\nperniagaan.<\/p>\n\n\n\n Banyak petani\nyang tidak bermitra dengan perusahaan rokok, sehingga mereka kesusahan untuk\nmemasarkan tembakau mereka. Bahkan seperti yang dialami salah satu petani,\nketika ia setor tembakau ke gudang, hanya dibayar dengan selembar kertas\nkwitansi bertuliskan harga tembakaunya.<\/p>\n\n\n\n \u201cBiasanya\nuangnya akan cair 3-6 bulan kemudian,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Memang masih\nbanyak persoalan yang ada dalam sektor pertembakau. Baik dari sisi perniagaan,\npenanaman hingga ketidakjujuran petani dalam menjual tembakaunya. Pemerintah\ntidak pernah hadir dalam ragam permasalahan yang terjadi, mereka hadir saat\npenentuan cukai dan berapa banyak yang dapat dikeruk dari sektor pertembakauan\nini. <\/p>\n\n\n\n Tetapi apapun\nitu, sektor pertembakauan ini terus memberikan sumbangsih besar terhadap\npemasukan negara. Sehingga berbagai sektor dalam menjalankan bangsa dan negara\ncukup terbantu.<\/p>\n","post_title":"Mengenal Jenis Tembakau Terbaik Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-jenis-tembakau-terbaik-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-28 08:59:19","post_modified_gmt":"2019-02-28 01:59:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5495","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5297,"post_author":"878","post_date":"2019-01-10 05:56:22","post_date_gmt":"2019-01-09 22:56:22","post_content":"Tahun 2018, penerimaan negara dari cukai produk tembakau mencapai Rp153 triliun. Angka ini lebih dari 90 persen total penerimaan cukai negara dan mendekati 10 persen dari total seluruh penerimaan negara pada tahun 2018. Sebuah angka yang tak bisa dianggap remeh untuk industri yang terus-menerus dipandang miring oleh banyak pihak.\r\n\r\nDari seluruh penerimaan hasil cukai produk tembakau<\/a>, pengelolaannya langsung di bawah menteri keuangan. Salah satu skema penyaluran dana penerimaan cukai ini ke daerah-daerah penghasil tembakau, cengkeh, dan industri rokok, adalah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau<\/a> (DBHCHT).\r\n\r\nSelain menentukan angka yang diterima tiap daerah, kementerian keuangan juga mengatur alokasi dana sesuai peruntukannya. Ini diatur berdasarkan peraturan menteri keuangan nomor 222\/PMK.07\/2017 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT.<\/strong>\r\n\r\nSalah satu amanat dalam peraturan tersebut menyebutkan bahwa minimal 50 persen dari DBHCHT harus digunakan dalam bidang kesehatan yang mendukung jaminan kesehatan nasional. Sejauh ini, dana DBHCHT paling banyak digunakan untuk pembangunan fasilitas kesehatan di banyak daerah di negeri ini.\r\n Minggu lalu\nsaya berkungjung ke daerah Ngadirejo Temanggung untuk mengurus beberapa hal. Di\nsana saya banyak bertemu dengan petani tembakau yang dengan suka rela\nmengeluarkan keluh kesahnya menjadi petani tembakau. Salah satunya dalam\nperniagaan.<\/p>\n\n\n\n Banyak petani\nyang tidak bermitra dengan perusahaan rokok, sehingga mereka kesusahan untuk\nmemasarkan tembakau mereka. Bahkan seperti yang dialami salah satu petani,\nketika ia setor tembakau ke gudang, hanya dibayar dengan selembar kertas\nkwitansi bertuliskan harga tembakaunya.<\/p>\n\n\n\n \u201cBiasanya\nuangnya akan cair 3-6 bulan kemudian,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Memang masih\nbanyak persoalan yang ada dalam sektor pertembakau. Baik dari sisi perniagaan,\npenanaman hingga ketidakjujuran petani dalam menjual tembakaunya. Pemerintah\ntidak pernah hadir dalam ragam permasalahan yang terjadi, mereka hadir saat\npenentuan cukai dan berapa banyak yang dapat dikeruk dari sektor pertembakauan\nini. <\/p>\n\n\n\n Tetapi apapun\nitu, sektor pertembakauan ini terus memberikan sumbangsih besar terhadap\npemasukan negara. Sehingga berbagai sektor dalam menjalankan bangsa dan negara\ncukup terbantu.<\/p>\n","post_title":"Mengenal Jenis Tembakau Terbaik Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-jenis-tembakau-terbaik-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-28 08:59:19","post_modified_gmt":"2019-02-28 01:59:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5495","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5297,"post_author":"878","post_date":"2019-01-10 05:56:22","post_date_gmt":"2019-01-09 22:56:22","post_content":"Tahun 2018, penerimaan negara dari cukai produk tembakau mencapai Rp153 triliun. Angka ini lebih dari 90 persen total penerimaan cukai negara dan mendekati 10 persen dari total seluruh penerimaan negara pada tahun 2018. Sebuah angka yang tak bisa dianggap remeh untuk industri yang terus-menerus dipandang miring oleh banyak pihak.\r\n\r\nDari seluruh penerimaan hasil cukai produk tembakau<\/a>, pengelolaannya langsung di bawah menteri keuangan. Salah satu skema penyaluran dana penerimaan cukai ini ke daerah-daerah penghasil tembakau, cengkeh, dan industri rokok, adalah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau<\/a> (DBHCHT).\r\n\r\nSelain menentukan angka yang diterima tiap daerah, kementerian keuangan juga mengatur alokasi dana sesuai peruntukannya. Ini diatur berdasarkan peraturan menteri keuangan nomor 222\/PMK.07\/2017 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT.<\/strong>\r\n\r\nSalah satu amanat dalam peraturan tersebut menyebutkan bahwa minimal 50 persen dari DBHCHT harus digunakan dalam bidang kesehatan yang mendukung jaminan kesehatan nasional. Sejauh ini, dana DBHCHT paling banyak digunakan untuk pembangunan fasilitas kesehatan di banyak daerah di negeri ini.\r\n Soal perawatan,\nkebanyakan masyarakat Temanggung memiliki cara yang unik. Tembakau yang\ndianggap gagal, kemudian dipetik dan dijadikan sebagai cairan pestisida untuk\nmengobati beragam penyakit yang mendera tembakau. Hal ini cukup manjur,\ntembakau yang semula kualitas D dapat berubah menjadi kualitas E ketika\ndimasukkan ke perusahaan besar di Temanggung.<\/p>\n\n\n\n Minggu lalu\nsaya berkungjung ke daerah Ngadirejo Temanggung untuk mengurus beberapa hal. Di\nsana saya banyak bertemu dengan petani tembakau yang dengan suka rela\nmengeluarkan keluh kesahnya menjadi petani tembakau. Salah satunya dalam\nperniagaan.<\/p>\n\n\n\n Banyak petani\nyang tidak bermitra dengan perusahaan rokok, sehingga mereka kesusahan untuk\nmemasarkan tembakau mereka. Bahkan seperti yang dialami salah satu petani,\nketika ia setor tembakau ke gudang, hanya dibayar dengan selembar kertas\nkwitansi bertuliskan harga tembakaunya.<\/p>\n\n\n\n \u201cBiasanya\nuangnya akan cair 3-6 bulan kemudian,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Memang masih\nbanyak persoalan yang ada dalam sektor pertembakau. Baik dari sisi perniagaan,\npenanaman hingga ketidakjujuran petani dalam menjual tembakaunya. Pemerintah\ntidak pernah hadir dalam ragam permasalahan yang terjadi, mereka hadir saat\npenentuan cukai dan berapa banyak yang dapat dikeruk dari sektor pertembakauan\nini. <\/p>\n\n\n\n Tetapi apapun\nitu, sektor pertembakauan ini terus memberikan sumbangsih besar terhadap\npemasukan negara. Sehingga berbagai sektor dalam menjalankan bangsa dan negara\ncukup terbantu.<\/p>\n","post_title":"Mengenal Jenis Tembakau Terbaik Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-jenis-tembakau-terbaik-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-28 08:59:19","post_modified_gmt":"2019-02-28 01:59:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5495","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5297,"post_author":"878","post_date":"2019-01-10 05:56:22","post_date_gmt":"2019-01-09 22:56:22","post_content":"Tahun 2018, penerimaan negara dari cukai produk tembakau mencapai Rp153 triliun. Angka ini lebih dari 90 persen total penerimaan cukai negara dan mendekati 10 persen dari total seluruh penerimaan negara pada tahun 2018. Sebuah angka yang tak bisa dianggap remeh untuk industri yang terus-menerus dipandang miring oleh banyak pihak.\r\n\r\nDari seluruh penerimaan hasil cukai produk tembakau<\/a>, pengelolaannya langsung di bawah menteri keuangan. Salah satu skema penyaluran dana penerimaan cukai ini ke daerah-daerah penghasil tembakau, cengkeh, dan industri rokok, adalah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau<\/a> (DBHCHT).\r\n\r\nSelain menentukan angka yang diterima tiap daerah, kementerian keuangan juga mengatur alokasi dana sesuai peruntukannya. Ini diatur berdasarkan peraturan menteri keuangan nomor 222\/PMK.07\/2017 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT.<\/strong>\r\n\r\nSalah satu amanat dalam peraturan tersebut menyebutkan bahwa minimal 50 persen dari DBHCHT harus digunakan dalam bidang kesehatan yang mendukung jaminan kesehatan nasional. Sejauh ini, dana DBHCHT paling banyak digunakan untuk pembangunan fasilitas kesehatan di banyak daerah di negeri ini.\r\n Untuk kelas\nterbaik diduduki oleh kelas G, H dan I yang memiliki warna hitam mengkilap.\nPerbedaan di ketiga kelas ini terdapat pada aroma. Semakin ke atas, maka aroma\ndari tembakau akan semakin keras. Meski demikian, kelas A dapat berubah menjadi\nkelas D jika ditanam dan dirawat dengan cara yang benar, yaitu tanpa\nmenggunakan bahan kimia alias hanya menggunakan pupuk organik.<\/p>\n\n\n\n Soal perawatan,\nkebanyakan masyarakat Temanggung memiliki cara yang unik. Tembakau yang\ndianggap gagal, kemudian dipetik dan dijadikan sebagai cairan pestisida untuk\nmengobati beragam penyakit yang mendera tembakau. Hal ini cukup manjur,\ntembakau yang semula kualitas D dapat berubah menjadi kualitas E ketika\ndimasukkan ke perusahaan besar di Temanggung.<\/p>\n\n\n\n Minggu lalu\nsaya berkungjung ke daerah Ngadirejo Temanggung untuk mengurus beberapa hal. Di\nsana saya banyak bertemu dengan petani tembakau yang dengan suka rela\nmengeluarkan keluh kesahnya menjadi petani tembakau. Salah satunya dalam\nperniagaan.<\/p>\n\n\n\n Banyak petani\nyang tidak bermitra dengan perusahaan rokok, sehingga mereka kesusahan untuk\nmemasarkan tembakau mereka. Bahkan seperti yang dialami salah satu petani,\nketika ia setor tembakau ke gudang, hanya dibayar dengan selembar kertas\nkwitansi bertuliskan harga tembakaunya.<\/p>\n\n\n\n \u201cBiasanya\nuangnya akan cair 3-6 bulan kemudian,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Memang masih\nbanyak persoalan yang ada dalam sektor pertembakau. Baik dari sisi perniagaan,\npenanaman hingga ketidakjujuran petani dalam menjual tembakaunya. Pemerintah\ntidak pernah hadir dalam ragam permasalahan yang terjadi, mereka hadir saat\npenentuan cukai dan berapa banyak yang dapat dikeruk dari sektor pertembakauan\nini. <\/p>\n\n\n\n Tetapi apapun\nitu, sektor pertembakauan ini terus memberikan sumbangsih besar terhadap\npemasukan negara. Sehingga berbagai sektor dalam menjalankan bangsa dan negara\ncukup terbantu.<\/p>\n","post_title":"Mengenal Jenis Tembakau Terbaik Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-jenis-tembakau-terbaik-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-28 08:59:19","post_modified_gmt":"2019-02-28 01:59:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5495","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5297,"post_author":"878","post_date":"2019-01-10 05:56:22","post_date_gmt":"2019-01-09 22:56:22","post_content":"Tahun 2018, penerimaan negara dari cukai produk tembakau mencapai Rp153 triliun. Angka ini lebih dari 90 persen total penerimaan cukai negara dan mendekati 10 persen dari total seluruh penerimaan negara pada tahun 2018. Sebuah angka yang tak bisa dianggap remeh untuk industri yang terus-menerus dipandang miring oleh banyak pihak.\r\n\r\nDari seluruh penerimaan hasil cukai produk tembakau<\/a>, pengelolaannya langsung di bawah menteri keuangan. Salah satu skema penyaluran dana penerimaan cukai ini ke daerah-daerah penghasil tembakau, cengkeh, dan industri rokok, adalah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau<\/a> (DBHCHT).\r\n\r\nSelain menentukan angka yang diterima tiap daerah, kementerian keuangan juga mengatur alokasi dana sesuai peruntukannya. Ini diatur berdasarkan peraturan menteri keuangan nomor 222\/PMK.07\/2017 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT.<\/strong>\r\n\r\nSalah satu amanat dalam peraturan tersebut menyebutkan bahwa minimal 50 persen dari DBHCHT harus digunakan dalam bidang kesehatan yang mendukung jaminan kesehatan nasional. Sejauh ini, dana DBHCHT paling banyak digunakan untuk pembangunan fasilitas kesehatan di banyak daerah di negeri ini.\r\n Tak berhenti\nsampai situ, dari Kemloko 1, 2 dan 3, terdapat perbedaan kelas. Seperti kelas A\nbiasanya tembakau berwarna hijau, kelas B dihuni oleh tembakau yang berwarna\nhijau kuning, kelas C memiliki tembakau kuning keemasan. Semakin tinggi\nkelasnya maka kualitas dan aroma tembakau akan memakai bagus, layaknya kelas D\nyang memiki warna dominan merah didampingi dengan kuning, tembakau kelas E akan\ndominan pada warna hitam dan didampingi warna merah dan kelas F dengan warna\nhitam.<\/p>\n\n\n\n Untuk kelas\nterbaik diduduki oleh kelas G, H dan I yang memiliki warna hitam mengkilap.\nPerbedaan di ketiga kelas ini terdapat pada aroma. Semakin ke atas, maka aroma\ndari tembakau akan semakin keras. Meski demikian, kelas A dapat berubah menjadi\nkelas D jika ditanam dan dirawat dengan cara yang benar, yaitu tanpa\nmenggunakan bahan kimia alias hanya menggunakan pupuk organik.<\/p>\n\n\n\n Soal perawatan,\nkebanyakan masyarakat Temanggung memiliki cara yang unik. Tembakau yang\ndianggap gagal, kemudian dipetik dan dijadikan sebagai cairan pestisida untuk\nmengobati beragam penyakit yang mendera tembakau. Hal ini cukup manjur,\ntembakau yang semula kualitas D dapat berubah menjadi kualitas E ketika\ndimasukkan ke perusahaan besar di Temanggung.<\/p>\n\n\n\n Minggu lalu\nsaya berkungjung ke daerah Ngadirejo Temanggung untuk mengurus beberapa hal. Di\nsana saya banyak bertemu dengan petani tembakau yang dengan suka rela\nmengeluarkan keluh kesahnya menjadi petani tembakau. Salah satunya dalam\nperniagaan.<\/p>\n\n\n\n Banyak petani\nyang tidak bermitra dengan perusahaan rokok, sehingga mereka kesusahan untuk\nmemasarkan tembakau mereka. Bahkan seperti yang dialami salah satu petani,\nketika ia setor tembakau ke gudang, hanya dibayar dengan selembar kertas\nkwitansi bertuliskan harga tembakaunya.<\/p>\n\n\n\n \u201cBiasanya\nuangnya akan cair 3-6 bulan kemudian,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Memang masih\nbanyak persoalan yang ada dalam sektor pertembakau. Baik dari sisi perniagaan,\npenanaman hingga ketidakjujuran petani dalam menjual tembakaunya. Pemerintah\ntidak pernah hadir dalam ragam permasalahan yang terjadi, mereka hadir saat\npenentuan cukai dan berapa banyak yang dapat dikeruk dari sektor pertembakauan\nini. <\/p>\n\n\n\n Tetapi apapun\nitu, sektor pertembakauan ini terus memberikan sumbangsih besar terhadap\npemasukan negara. Sehingga berbagai sektor dalam menjalankan bangsa dan negara\ncukup terbantu.<\/p>\n","post_title":"Mengenal Jenis Tembakau Terbaik Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-jenis-tembakau-terbaik-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-28 08:59:19","post_modified_gmt":"2019-02-28 01:59:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5495","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5297,"post_author":"878","post_date":"2019-01-10 05:56:22","post_date_gmt":"2019-01-09 22:56:22","post_content":"Tahun 2018, penerimaan negara dari cukai produk tembakau mencapai Rp153 triliun. Angka ini lebih dari 90 persen total penerimaan cukai negara dan mendekati 10 persen dari total seluruh penerimaan negara pada tahun 2018. Sebuah angka yang tak bisa dianggap remeh untuk industri yang terus-menerus dipandang miring oleh banyak pihak.\r\n\r\nDari seluruh penerimaan hasil cukai produk tembakau<\/a>, pengelolaannya langsung di bawah menteri keuangan. Salah satu skema penyaluran dana penerimaan cukai ini ke daerah-daerah penghasil tembakau, cengkeh, dan industri rokok, adalah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau<\/a> (DBHCHT).\r\n\r\nSelain menentukan angka yang diterima tiap daerah, kementerian keuangan juga mengatur alokasi dana sesuai peruntukannya. Ini diatur berdasarkan peraturan menteri keuangan nomor 222\/PMK.07\/2017 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT.<\/strong>\r\n\r\nSalah satu amanat dalam peraturan tersebut menyebutkan bahwa minimal 50 persen dari DBHCHT harus digunakan dalam bidang kesehatan yang mendukung jaminan kesehatan nasional. Sejauh ini, dana DBHCHT paling banyak digunakan untuk pembangunan fasilitas kesehatan di banyak daerah di negeri ini.\r\n Tak berhenti\nsampai situ, dari Kemloko 1, 2 dan 3, terdapat perbedaan kelas. Seperti kelas A\nbiasanya tembakau berwarna hijau, kelas B dihuni oleh tembakau yang berwarna\nhijau kuning, kelas C memiliki tembakau kuning keemasan. Semakin tinggi\nkelasnya maka kualitas dan aroma tembakau akan memakai bagus, layaknya kelas D\nyang memiki warna dominan merah didampingi dengan kuning, tembakau kelas E akan\ndominan pada warna hitam dan didampingi warna merah dan kelas F dengan warna\nhitam.<\/p>\n\n\n\n Untuk kelas\nterbaik diduduki oleh kelas G, H dan I yang memiliki warna hitam mengkilap.\nPerbedaan di ketiga kelas ini terdapat pada aroma. Semakin ke atas, maka aroma\ndari tembakau akan semakin keras. Meski demikian, kelas A dapat berubah menjadi\nkelas D jika ditanam dan dirawat dengan cara yang benar, yaitu tanpa\nmenggunakan bahan kimia alias hanya menggunakan pupuk organik.<\/p>\n\n\n\n Soal perawatan,\nkebanyakan masyarakat Temanggung memiliki cara yang unik. Tembakau yang\ndianggap gagal, kemudian dipetik dan dijadikan sebagai cairan pestisida untuk\nmengobati beragam penyakit yang mendera tembakau. Hal ini cukup manjur,\ntembakau yang semula kualitas D dapat berubah menjadi kualitas E ketika\ndimasukkan ke perusahaan besar di Temanggung.<\/p>\n\n\n\n Minggu lalu\nsaya berkungjung ke daerah Ngadirejo Temanggung untuk mengurus beberapa hal. Di\nsana saya banyak bertemu dengan petani tembakau yang dengan suka rela\nmengeluarkan keluh kesahnya menjadi petani tembakau. Salah satunya dalam\nperniagaan.<\/p>\n\n\n\n Banyak petani\nyang tidak bermitra dengan perusahaan rokok, sehingga mereka kesusahan untuk\nmemasarkan tembakau mereka. Bahkan seperti yang dialami salah satu petani,\nketika ia setor tembakau ke gudang, hanya dibayar dengan selembar kertas\nkwitansi bertuliskan harga tembakaunya.<\/p>\n\n\n\n \u201cBiasanya\nuangnya akan cair 3-6 bulan kemudian,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Memang masih\nbanyak persoalan yang ada dalam sektor pertembakau. Baik dari sisi perniagaan,\npenanaman hingga ketidakjujuran petani dalam menjual tembakaunya. Pemerintah\ntidak pernah hadir dalam ragam permasalahan yang terjadi, mereka hadir saat\npenentuan cukai dan berapa banyak yang dapat dikeruk dari sektor pertembakauan\nini. <\/p>\n\n\n\n Tetapi apapun\nitu, sektor pertembakauan ini terus memberikan sumbangsih besar terhadap\npemasukan negara. Sehingga berbagai sektor dalam menjalankan bangsa dan negara\ncukup terbantu.<\/p>\n","post_title":"Mengenal Jenis Tembakau Terbaik Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-jenis-tembakau-terbaik-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-28 08:59:19","post_modified_gmt":"2019-02-28 01:59:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5495","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5297,"post_author":"878","post_date":"2019-01-10 05:56:22","post_date_gmt":"2019-01-09 22:56:22","post_content":"Tahun 2018, penerimaan negara dari cukai produk tembakau mencapai Rp153 triliun. Angka ini lebih dari 90 persen total penerimaan cukai negara dan mendekati 10 persen dari total seluruh penerimaan negara pada tahun 2018. Sebuah angka yang tak bisa dianggap remeh untuk industri yang terus-menerus dipandang miring oleh banyak pihak.\r\n\r\nDari seluruh penerimaan hasil cukai produk tembakau<\/a>, pengelolaannya langsung di bawah menteri keuangan. Salah satu skema penyaluran dana penerimaan cukai ini ke daerah-daerah penghasil tembakau, cengkeh, dan industri rokok, adalah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau<\/a> (DBHCHT).\r\n\r\nSelain menentukan angka yang diterima tiap daerah, kementerian keuangan juga mengatur alokasi dana sesuai peruntukannya. Ini diatur berdasarkan peraturan menteri keuangan nomor 222\/PMK.07\/2017 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT.<\/strong>\r\n\r\nSalah satu amanat dalam peraturan tersebut menyebutkan bahwa minimal 50 persen dari DBHCHT harus digunakan dalam bidang kesehatan yang mendukung jaminan kesehatan nasional. Sejauh ini, dana DBHCHT paling banyak digunakan untuk pembangunan fasilitas kesehatan di banyak daerah di negeri ini.\r\n Tetapi, sebagian besar petani di daerah Temanggung lebih memilih Kemloko 2 yang tahan terhadap penyakit, juga dapat memiliki kualitas yang tak kalah bagus jika masa perawatannya tidak menggunakan pupuk kimia. <\/p>\n\n\n\n Tak berhenti\nsampai situ, dari Kemloko 1, 2 dan 3, terdapat perbedaan kelas. Seperti kelas A\nbiasanya tembakau berwarna hijau, kelas B dihuni oleh tembakau yang berwarna\nhijau kuning, kelas C memiliki tembakau kuning keemasan. Semakin tinggi\nkelasnya maka kualitas dan aroma tembakau akan memakai bagus, layaknya kelas D\nyang memiki warna dominan merah didampingi dengan kuning, tembakau kelas E akan\ndominan pada warna hitam dan didampingi warna merah dan kelas F dengan warna\nhitam.<\/p>\n\n\n\n Untuk kelas\nterbaik diduduki oleh kelas G, H dan I yang memiliki warna hitam mengkilap.\nPerbedaan di ketiga kelas ini terdapat pada aroma. Semakin ke atas, maka aroma\ndari tembakau akan semakin keras. Meski demikian, kelas A dapat berubah menjadi\nkelas D jika ditanam dan dirawat dengan cara yang benar, yaitu tanpa\nmenggunakan bahan kimia alias hanya menggunakan pupuk organik.<\/p>\n\n\n\n Soal perawatan,\nkebanyakan masyarakat Temanggung memiliki cara yang unik. Tembakau yang\ndianggap gagal, kemudian dipetik dan dijadikan sebagai cairan pestisida untuk\nmengobati beragam penyakit yang mendera tembakau. Hal ini cukup manjur,\ntembakau yang semula kualitas D dapat berubah menjadi kualitas E ketika\ndimasukkan ke perusahaan besar di Temanggung.<\/p>\n\n\n\n Minggu lalu\nsaya berkungjung ke daerah Ngadirejo Temanggung untuk mengurus beberapa hal. Di\nsana saya banyak bertemu dengan petani tembakau yang dengan suka rela\nmengeluarkan keluh kesahnya menjadi petani tembakau. Salah satunya dalam\nperniagaan.<\/p>\n\n\n\n Banyak petani\nyang tidak bermitra dengan perusahaan rokok, sehingga mereka kesusahan untuk\nmemasarkan tembakau mereka. Bahkan seperti yang dialami salah satu petani,\nketika ia setor tembakau ke gudang, hanya dibayar dengan selembar kertas\nkwitansi bertuliskan harga tembakaunya.<\/p>\n\n\n\n \u201cBiasanya\nuangnya akan cair 3-6 bulan kemudian,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Memang masih\nbanyak persoalan yang ada dalam sektor pertembakau. Baik dari sisi perniagaan,\npenanaman hingga ketidakjujuran petani dalam menjual tembakaunya. Pemerintah\ntidak pernah hadir dalam ragam permasalahan yang terjadi, mereka hadir saat\npenentuan cukai dan berapa banyak yang dapat dikeruk dari sektor pertembakauan\nini. <\/p>\n\n\n\n Tetapi apapun\nitu, sektor pertembakauan ini terus memberikan sumbangsih besar terhadap\npemasukan negara. Sehingga berbagai sektor dalam menjalankan bangsa dan negara\ncukup terbantu.<\/p>\n","post_title":"Mengenal Jenis Tembakau Terbaik Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-jenis-tembakau-terbaik-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-28 08:59:19","post_modified_gmt":"2019-02-28 01:59:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5495","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5297,"post_author":"878","post_date":"2019-01-10 05:56:22","post_date_gmt":"2019-01-09 22:56:22","post_content":"Tahun 2018, penerimaan negara dari cukai produk tembakau mencapai Rp153 triliun. Angka ini lebih dari 90 persen total penerimaan cukai negara dan mendekati 10 persen dari total seluruh penerimaan negara pada tahun 2018. Sebuah angka yang tak bisa dianggap remeh untuk industri yang terus-menerus dipandang miring oleh banyak pihak.\r\n\r\nDari seluruh penerimaan hasil cukai produk tembakau<\/a>, pengelolaannya langsung di bawah menteri keuangan. Salah satu skema penyaluran dana penerimaan cukai ini ke daerah-daerah penghasil tembakau, cengkeh, dan industri rokok, adalah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau<\/a> (DBHCHT).\r\n\r\nSelain menentukan angka yang diterima tiap daerah, kementerian keuangan juga mengatur alokasi dana sesuai peruntukannya. Ini diatur berdasarkan peraturan menteri keuangan nomor 222\/PMK.07\/2017 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT.<\/strong>\r\n\r\nSalah satu amanat dalam peraturan tersebut menyebutkan bahwa minimal 50 persen dari DBHCHT harus digunakan dalam bidang kesehatan yang mendukung jaminan kesehatan nasional. Sejauh ini, dana DBHCHT paling banyak digunakan untuk pembangunan fasilitas kesehatan di banyak daerah di negeri ini.\r\n Dataran tinggi\nSelopampang, yang terletak 1000 mdpl di kaki Gunung Sumbing, tembakau terbagi\nmenjadi tiga, yakni Kemloko 1, Kemloko 2 dan Kemloko 3. Kemloko 1 merupakan\ntembakau yang paling bagus, namun memiliki kekurangan rawan terhadap penyakit\nseperti jamuran. Kemloko 2 merupakan jenis tembakau yang bagus dan berada di\ngaris aman karena daya tahannya yang lebih kuat. Sedangkan Kemloko 3 merupakan\ntembakau yang paling bagus karena perpaduan dari Kemloko 1 dengan virginia dan\nkualitasnya jauh di atas Kemloko 1 dan 2.<\/p>\n\n\n\n Tetapi, sebagian besar petani di daerah Temanggung lebih memilih Kemloko 2 yang tahan terhadap penyakit, juga dapat memiliki kualitas yang tak kalah bagus jika masa perawatannya tidak menggunakan pupuk kimia. <\/p>\n\n\n\n Tak berhenti\nsampai situ, dari Kemloko 1, 2 dan 3, terdapat perbedaan kelas. Seperti kelas A\nbiasanya tembakau berwarna hijau, kelas B dihuni oleh tembakau yang berwarna\nhijau kuning, kelas C memiliki tembakau kuning keemasan. Semakin tinggi\nkelasnya maka kualitas dan aroma tembakau akan memakai bagus, layaknya kelas D\nyang memiki warna dominan merah didampingi dengan kuning, tembakau kelas E akan\ndominan pada warna hitam dan didampingi warna merah dan kelas F dengan warna\nhitam.<\/p>\n\n\n\n Untuk kelas\nterbaik diduduki oleh kelas G, H dan I yang memiliki warna hitam mengkilap.\nPerbedaan di ketiga kelas ini terdapat pada aroma. Semakin ke atas, maka aroma\ndari tembakau akan semakin keras. Meski demikian, kelas A dapat berubah menjadi\nkelas D jika ditanam dan dirawat dengan cara yang benar, yaitu tanpa\nmenggunakan bahan kimia alias hanya menggunakan pupuk organik.<\/p>\n\n\n\n Soal perawatan,\nkebanyakan masyarakat Temanggung memiliki cara yang unik. Tembakau yang\ndianggap gagal, kemudian dipetik dan dijadikan sebagai cairan pestisida untuk\nmengobati beragam penyakit yang mendera tembakau. Hal ini cukup manjur,\ntembakau yang semula kualitas D dapat berubah menjadi kualitas E ketika\ndimasukkan ke perusahaan besar di Temanggung.<\/p>\n\n\n\n Minggu lalu\nsaya berkungjung ke daerah Ngadirejo Temanggung untuk mengurus beberapa hal. Di\nsana saya banyak bertemu dengan petani tembakau yang dengan suka rela\nmengeluarkan keluh kesahnya menjadi petani tembakau. Salah satunya dalam\nperniagaan.<\/p>\n\n\n\n Banyak petani\nyang tidak bermitra dengan perusahaan rokok, sehingga mereka kesusahan untuk\nmemasarkan tembakau mereka. Bahkan seperti yang dialami salah satu petani,\nketika ia setor tembakau ke gudang, hanya dibayar dengan selembar kertas\nkwitansi bertuliskan harga tembakaunya.<\/p>\n\n\n\n \u201cBiasanya\nuangnya akan cair 3-6 bulan kemudian,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Memang masih\nbanyak persoalan yang ada dalam sektor pertembakau. Baik dari sisi perniagaan,\npenanaman hingga ketidakjujuran petani dalam menjual tembakaunya. Pemerintah\ntidak pernah hadir dalam ragam permasalahan yang terjadi, mereka hadir saat\npenentuan cukai dan berapa banyak yang dapat dikeruk dari sektor pertembakauan\nini. <\/p>\n\n\n\n Tetapi apapun\nitu, sektor pertembakauan ini terus memberikan sumbangsih besar terhadap\npemasukan negara. Sehingga berbagai sektor dalam menjalankan bangsa dan negara\ncukup terbantu.<\/p>\n","post_title":"Mengenal Jenis Tembakau Terbaik Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-jenis-tembakau-terbaik-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-28 08:59:19","post_modified_gmt":"2019-02-28 01:59:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5495","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5297,"post_author":"878","post_date":"2019-01-10 05:56:22","post_date_gmt":"2019-01-09 22:56:22","post_content":"Tahun 2018, penerimaan negara dari cukai produk tembakau mencapai Rp153 triliun. Angka ini lebih dari 90 persen total penerimaan cukai negara dan mendekati 10 persen dari total seluruh penerimaan negara pada tahun 2018. Sebuah angka yang tak bisa dianggap remeh untuk industri yang terus-menerus dipandang miring oleh banyak pihak.\r\n\r\nDari seluruh penerimaan hasil cukai produk tembakau<\/a>, pengelolaannya langsung di bawah menteri keuangan. Salah satu skema penyaluran dana penerimaan cukai ini ke daerah-daerah penghasil tembakau, cengkeh, dan industri rokok, adalah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau<\/a> (DBHCHT).\r\n\r\nSelain menentukan angka yang diterima tiap daerah, kementerian keuangan juga mengatur alokasi dana sesuai peruntukannya. Ini diatur berdasarkan peraturan menteri keuangan nomor 222\/PMK.07\/2017 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT.<\/strong>\r\n\r\nSalah satu amanat dalam peraturan tersebut menyebutkan bahwa minimal 50 persen dari DBHCHT harus digunakan dalam bidang kesehatan yang mendukung jaminan kesehatan nasional. Sejauh ini, dana DBHCHT paling banyak digunakan untuk pembangunan fasilitas kesehatan di banyak daerah di negeri ini.\r\n Sebagai daerah\npenghasil tembakau termasyhur di Indonesia, Temanggung memiki kualitas tembakau\nlokal yang sangat baik. Keragaman jenis tembakau yang ditanam di tanah ini juga\nmenghasilkan harga rendah untuk tembakau kelas bawah sampai paling mahal untuk tembakau\nyang berkualitas baik.<\/p>\n\n\n\n Dataran tinggi\nSelopampang, yang terletak 1000 mdpl di kaki Gunung Sumbing, tembakau terbagi\nmenjadi tiga, yakni Kemloko 1, Kemloko 2 dan Kemloko 3. Kemloko 1 merupakan\ntembakau yang paling bagus, namun memiliki kekurangan rawan terhadap penyakit\nseperti jamuran. Kemloko 2 merupakan jenis tembakau yang bagus dan berada di\ngaris aman karena daya tahannya yang lebih kuat. Sedangkan Kemloko 3 merupakan\ntembakau yang paling bagus karena perpaduan dari Kemloko 1 dengan virginia dan\nkualitasnya jauh di atas Kemloko 1 dan 2.<\/p>\n\n\n\n Tetapi, sebagian besar petani di daerah Temanggung lebih memilih Kemloko 2 yang tahan terhadap penyakit, juga dapat memiliki kualitas yang tak kalah bagus jika masa perawatannya tidak menggunakan pupuk kimia. <\/p>\n\n\n\n Tak berhenti\nsampai situ, dari Kemloko 1, 2 dan 3, terdapat perbedaan kelas. Seperti kelas A\nbiasanya tembakau berwarna hijau, kelas B dihuni oleh tembakau yang berwarna\nhijau kuning, kelas C memiliki tembakau kuning keemasan. Semakin tinggi\nkelasnya maka kualitas dan aroma tembakau akan memakai bagus, layaknya kelas D\nyang memiki warna dominan merah didampingi dengan kuning, tembakau kelas E akan\ndominan pada warna hitam dan didampingi warna merah dan kelas F dengan warna\nhitam.<\/p>\n\n\n\n Untuk kelas\nterbaik diduduki oleh kelas G, H dan I yang memiliki warna hitam mengkilap.\nPerbedaan di ketiga kelas ini terdapat pada aroma. Semakin ke atas, maka aroma\ndari tembakau akan semakin keras. Meski demikian, kelas A dapat berubah menjadi\nkelas D jika ditanam dan dirawat dengan cara yang benar, yaitu tanpa\nmenggunakan bahan kimia alias hanya menggunakan pupuk organik.<\/p>\n\n\n\n Soal perawatan,\nkebanyakan masyarakat Temanggung memiliki cara yang unik. Tembakau yang\ndianggap gagal, kemudian dipetik dan dijadikan sebagai cairan pestisida untuk\nmengobati beragam penyakit yang mendera tembakau. Hal ini cukup manjur,\ntembakau yang semula kualitas D dapat berubah menjadi kualitas E ketika\ndimasukkan ke perusahaan besar di Temanggung.<\/p>\n\n\n\n Minggu lalu\nsaya berkungjung ke daerah Ngadirejo Temanggung untuk mengurus beberapa hal. Di\nsana saya banyak bertemu dengan petani tembakau yang dengan suka rela\nmengeluarkan keluh kesahnya menjadi petani tembakau. Salah satunya dalam\nperniagaan.<\/p>\n\n\n\n Banyak petani\nyang tidak bermitra dengan perusahaan rokok, sehingga mereka kesusahan untuk\nmemasarkan tembakau mereka. Bahkan seperti yang dialami salah satu petani,\nketika ia setor tembakau ke gudang, hanya dibayar dengan selembar kertas\nkwitansi bertuliskan harga tembakaunya.<\/p>\n\n\n\n \u201cBiasanya\nuangnya akan cair 3-6 bulan kemudian,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Memang masih\nbanyak persoalan yang ada dalam sektor pertembakau. Baik dari sisi perniagaan,\npenanaman hingga ketidakjujuran petani dalam menjual tembakaunya. Pemerintah\ntidak pernah hadir dalam ragam permasalahan yang terjadi, mereka hadir saat\npenentuan cukai dan berapa banyak yang dapat dikeruk dari sektor pertembakauan\nini. <\/p>\n\n\n\n Tetapi apapun\nitu, sektor pertembakauan ini terus memberikan sumbangsih besar terhadap\npemasukan negara. Sehingga berbagai sektor dalam menjalankan bangsa dan negara\ncukup terbantu.<\/p>\n","post_title":"Mengenal Jenis Tembakau Terbaik Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-jenis-tembakau-terbaik-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-28 08:59:19","post_modified_gmt":"2019-02-28 01:59:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5495","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5297,"post_author":"878","post_date":"2019-01-10 05:56:22","post_date_gmt":"2019-01-09 22:56:22","post_content":"Tahun 2018, penerimaan negara dari cukai produk tembakau mencapai Rp153 triliun. Angka ini lebih dari 90 persen total penerimaan cukai negara dan mendekati 10 persen dari total seluruh penerimaan negara pada tahun 2018. Sebuah angka yang tak bisa dianggap remeh untuk industri yang terus-menerus dipandang miring oleh banyak pihak.\r\n\r\nDari seluruh penerimaan hasil cukai produk tembakau<\/a>, pengelolaannya langsung di bawah menteri keuangan. Salah satu skema penyaluran dana penerimaan cukai ini ke daerah-daerah penghasil tembakau, cengkeh, dan industri rokok, adalah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau<\/a> (DBHCHT).\r\n\r\nSelain menentukan angka yang diterima tiap daerah, kementerian keuangan juga mengatur alokasi dana sesuai peruntukannya. Ini diatur berdasarkan peraturan menteri keuangan nomor 222\/PMK.07\/2017 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT.<\/strong>\r\n\r\nSalah satu amanat dalam peraturan tersebut menyebutkan bahwa minimal 50 persen dari DBHCHT harus digunakan dalam bidang kesehatan yang mendukung jaminan kesehatan nasional. Sejauh ini, dana DBHCHT paling banyak digunakan untuk pembangunan fasilitas kesehatan di banyak daerah di negeri ini.\r\n Kiai Subkhi (kiai bambu runcing) adalah salah satu anggota prajurit Pangeran Diponegora, yang berjuang dan menetap di Paraan dahulu sebagai kota Kawedanan. Rumah singgah Kiai Subkhi sampai sekarang masih ada dan didiami oleh keturunannya. Sumur Kiai Subkhi yang konon dipergunakan untuk mencuci bambu runcing sudah ditutup keluarganya, dengan alasan menghindari kemusyrikan. Karena sepeninggal Kiai Subkhi banyak orang yang berbondong-bondong minta berkah air sumur tersebut. Sampai sekarang paraan terkenal sebagai pasar tembakau terbesar dan kampung bambu runcing, dan di kabupaten Temanggung pada umumnya sebagai penghasil tembakau terbaik sedunia. Sebagai daerah\npenghasil tembakau termasyhur di Indonesia, Temanggung memiki kualitas tembakau\nlokal yang sangat baik. Keragaman jenis tembakau yang ditanam di tanah ini juga\nmenghasilkan harga rendah untuk tembakau kelas bawah sampai paling mahal untuk tembakau\nyang berkualitas baik.<\/p>\n\n\n\n Dataran tinggi\nSelopampang, yang terletak 1000 mdpl di kaki Gunung Sumbing, tembakau terbagi\nmenjadi tiga, yakni Kemloko 1, Kemloko 2 dan Kemloko 3. Kemloko 1 merupakan\ntembakau yang paling bagus, namun memiliki kekurangan rawan terhadap penyakit\nseperti jamuran. Kemloko 2 merupakan jenis tembakau yang bagus dan berada di\ngaris aman karena daya tahannya yang lebih kuat. Sedangkan Kemloko 3 merupakan\ntembakau yang paling bagus karena perpaduan dari Kemloko 1 dengan virginia dan\nkualitasnya jauh di atas Kemloko 1 dan 2.<\/p>\n\n\n\n Tetapi, sebagian besar petani di daerah Temanggung lebih memilih Kemloko 2 yang tahan terhadap penyakit, juga dapat memiliki kualitas yang tak kalah bagus jika masa perawatannya tidak menggunakan pupuk kimia. <\/p>\n\n\n\n Tak berhenti\nsampai situ, dari Kemloko 1, 2 dan 3, terdapat perbedaan kelas. Seperti kelas A\nbiasanya tembakau berwarna hijau, kelas B dihuni oleh tembakau yang berwarna\nhijau kuning, kelas C memiliki tembakau kuning keemasan. Semakin tinggi\nkelasnya maka kualitas dan aroma tembakau akan memakai bagus, layaknya kelas D\nyang memiki warna dominan merah didampingi dengan kuning, tembakau kelas E akan\ndominan pada warna hitam dan didampingi warna merah dan kelas F dengan warna\nhitam.<\/p>\n\n\n\n Untuk kelas\nterbaik diduduki oleh kelas G, H dan I yang memiliki warna hitam mengkilap.\nPerbedaan di ketiga kelas ini terdapat pada aroma. Semakin ke atas, maka aroma\ndari tembakau akan semakin keras. Meski demikian, kelas A dapat berubah menjadi\nkelas D jika ditanam dan dirawat dengan cara yang benar, yaitu tanpa\nmenggunakan bahan kimia alias hanya menggunakan pupuk organik.<\/p>\n\n\n\n Soal perawatan,\nkebanyakan masyarakat Temanggung memiliki cara yang unik. Tembakau yang\ndianggap gagal, kemudian dipetik dan dijadikan sebagai cairan pestisida untuk\nmengobati beragam penyakit yang mendera tembakau. Hal ini cukup manjur,\ntembakau yang semula kualitas D dapat berubah menjadi kualitas E ketika\ndimasukkan ke perusahaan besar di Temanggung.<\/p>\n\n\n\n Minggu lalu\nsaya berkungjung ke daerah Ngadirejo Temanggung untuk mengurus beberapa hal. Di\nsana saya banyak bertemu dengan petani tembakau yang dengan suka rela\nmengeluarkan keluh kesahnya menjadi petani tembakau. Salah satunya dalam\nperniagaan.<\/p>\n\n\n\n Banyak petani\nyang tidak bermitra dengan perusahaan rokok, sehingga mereka kesusahan untuk\nmemasarkan tembakau mereka. Bahkan seperti yang dialami salah satu petani,\nketika ia setor tembakau ke gudang, hanya dibayar dengan selembar kertas\nkwitansi bertuliskan harga tembakaunya.<\/p>\n\n\n\n \u201cBiasanya\nuangnya akan cair 3-6 bulan kemudian,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Memang masih\nbanyak persoalan yang ada dalam sektor pertembakau. Baik dari sisi perniagaan,\npenanaman hingga ketidakjujuran petani dalam menjual tembakaunya. Pemerintah\ntidak pernah hadir dalam ragam permasalahan yang terjadi, mereka hadir saat\npenentuan cukai dan berapa banyak yang dapat dikeruk dari sektor pertembakauan\nini. <\/p>\n\n\n\n Tetapi apapun\nitu, sektor pertembakauan ini terus memberikan sumbangsih besar terhadap\npemasukan negara. Sehingga berbagai sektor dalam menjalankan bangsa dan negara\ncukup terbantu.<\/p>\n","post_title":"Mengenal Jenis Tembakau Terbaik Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-jenis-tembakau-terbaik-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-28 08:59:19","post_modified_gmt":"2019-02-28 01:59:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5495","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5297,"post_author":"878","post_date":"2019-01-10 05:56:22","post_date_gmt":"2019-01-09 22:56:22","post_content":"Tahun 2018, penerimaan negara dari cukai produk tembakau mencapai Rp153 triliun. Angka ini lebih dari 90 persen total penerimaan cukai negara dan mendekati 10 persen dari total seluruh penerimaan negara pada tahun 2018. Sebuah angka yang tak bisa dianggap remeh untuk industri yang terus-menerus dipandang miring oleh banyak pihak.\r\n\r\nDari seluruh penerimaan hasil cukai produk tembakau<\/a>, pengelolaannya langsung di bawah menteri keuangan. Salah satu skema penyaluran dana penerimaan cukai ini ke daerah-daerah penghasil tembakau, cengkeh, dan industri rokok, adalah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau<\/a> (DBHCHT).\r\n\r\nSelain menentukan angka yang diterima tiap daerah, kementerian keuangan juga mengatur alokasi dana sesuai peruntukannya. Ini diatur berdasarkan peraturan menteri keuangan nomor 222\/PMK.07\/2017 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT.<\/strong>\r\n\r\nSalah satu amanat dalam peraturan tersebut menyebutkan bahwa minimal 50 persen dari DBHCHT harus digunakan dalam bidang kesehatan yang mendukung jaminan kesehatan nasional. Sejauh ini, dana DBHCHT paling banyak digunakan untuk pembangunan fasilitas kesehatan di banyak daerah di negeri ini.\r\n Di Temanggung terdapat pasar tembakau yang terkenal saat panen raya, yaitu pasar Parakan. Letaknya arah utara dari Ibu kota Temanggung, tepatnya di persimpangan jalan menuju Kabupaten Wonosobo dan Menuju Kabupaten Kendal. Pasar paraan saat panen tembakau sangat ramai dikunjungi oleh pedagang tembakau lokal maupun dari luar kota. Di sebelah timur pasar Paraan inilah dahulu lahir Ulama\u2019 NU yang masyhur dengan sebutan Kiai Bambu Runcing atau Mbah Paraan. Nama aslinya Kiai Subkhi, beliau terkenal sebagai pembuat satu-satunya alat perang terbuat dari bambu yang diruncingkan ujungnya dan diyakini keampuhannya, dalam melawan penjajahan di bumi Nusantara. Masa penjajahan Kiai Subkhi sangat terkenal dikalangan Kiai-kiai NU, karena hampir di penjuru Nusantara tersebar bambu runcing buatannya. Seperti halnya barisan Hizbullah di bawah pimpinan Zainul Arifin, Barisan Sabilillah di bawah pimpinan KH. Masykur, tidak ketinggalan pula Laskar Bung Tomo, Laskar dr. Muwardi, laskar Ir Sakirman, laskar Pesindo bahkan KH. A. Wakhid Hasyim dan KH. Zainul Arifin. <\/p>\n\n\n\n Kiai Subkhi (kiai bambu runcing) adalah salah satu anggota prajurit Pangeran Diponegora, yang berjuang dan menetap di Paraan dahulu sebagai kota Kawedanan. Rumah singgah Kiai Subkhi sampai sekarang masih ada dan didiami oleh keturunannya. Sumur Kiai Subkhi yang konon dipergunakan untuk mencuci bambu runcing sudah ditutup keluarganya, dengan alasan menghindari kemusyrikan. Karena sepeninggal Kiai Subkhi banyak orang yang berbondong-bondong minta berkah air sumur tersebut. Sampai sekarang paraan terkenal sebagai pasar tembakau terbesar dan kampung bambu runcing, dan di kabupaten Temanggung pada umumnya sebagai penghasil tembakau terbaik sedunia. Sebagai daerah\npenghasil tembakau termasyhur di Indonesia, Temanggung memiki kualitas tembakau\nlokal yang sangat baik. Keragaman jenis tembakau yang ditanam di tanah ini juga\nmenghasilkan harga rendah untuk tembakau kelas bawah sampai paling mahal untuk tembakau\nyang berkualitas baik.<\/p>\n\n\n\n Dataran tinggi\nSelopampang, yang terletak 1000 mdpl di kaki Gunung Sumbing, tembakau terbagi\nmenjadi tiga, yakni Kemloko 1, Kemloko 2 dan Kemloko 3. Kemloko 1 merupakan\ntembakau yang paling bagus, namun memiliki kekurangan rawan terhadap penyakit\nseperti jamuran. Kemloko 2 merupakan jenis tembakau yang bagus dan berada di\ngaris aman karena daya tahannya yang lebih kuat. Sedangkan Kemloko 3 merupakan\ntembakau yang paling bagus karena perpaduan dari Kemloko 1 dengan virginia dan\nkualitasnya jauh di atas Kemloko 1 dan 2.<\/p>\n\n\n\n Tetapi, sebagian besar petani di daerah Temanggung lebih memilih Kemloko 2 yang tahan terhadap penyakit, juga dapat memiliki kualitas yang tak kalah bagus jika masa perawatannya tidak menggunakan pupuk kimia. <\/p>\n\n\n\n Tak berhenti\nsampai situ, dari Kemloko 1, 2 dan 3, terdapat perbedaan kelas. Seperti kelas A\nbiasanya tembakau berwarna hijau, kelas B dihuni oleh tembakau yang berwarna\nhijau kuning, kelas C memiliki tembakau kuning keemasan. Semakin tinggi\nkelasnya maka kualitas dan aroma tembakau akan memakai bagus, layaknya kelas D\nyang memiki warna dominan merah didampingi dengan kuning, tembakau kelas E akan\ndominan pada warna hitam dan didampingi warna merah dan kelas F dengan warna\nhitam.<\/p>\n\n\n\n Untuk kelas\nterbaik diduduki oleh kelas G, H dan I yang memiliki warna hitam mengkilap.\nPerbedaan di ketiga kelas ini terdapat pada aroma. Semakin ke atas, maka aroma\ndari tembakau akan semakin keras. Meski demikian, kelas A dapat berubah menjadi\nkelas D jika ditanam dan dirawat dengan cara yang benar, yaitu tanpa\nmenggunakan bahan kimia alias hanya menggunakan pupuk organik.<\/p>\n\n\n\n Soal perawatan,\nkebanyakan masyarakat Temanggung memiliki cara yang unik. Tembakau yang\ndianggap gagal, kemudian dipetik dan dijadikan sebagai cairan pestisida untuk\nmengobati beragam penyakit yang mendera tembakau. Hal ini cukup manjur,\ntembakau yang semula kualitas D dapat berubah menjadi kualitas E ketika\ndimasukkan ke perusahaan besar di Temanggung.<\/p>\n\n\n\n Minggu lalu\nsaya berkungjung ke daerah Ngadirejo Temanggung untuk mengurus beberapa hal. Di\nsana saya banyak bertemu dengan petani tembakau yang dengan suka rela\nmengeluarkan keluh kesahnya menjadi petani tembakau. Salah satunya dalam\nperniagaan.<\/p>\n\n\n\n Banyak petani\nyang tidak bermitra dengan perusahaan rokok, sehingga mereka kesusahan untuk\nmemasarkan tembakau mereka. Bahkan seperti yang dialami salah satu petani,\nketika ia setor tembakau ke gudang, hanya dibayar dengan selembar kertas\nkwitansi bertuliskan harga tembakaunya.<\/p>\n\n\n\n \u201cBiasanya\nuangnya akan cair 3-6 bulan kemudian,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Memang masih\nbanyak persoalan yang ada dalam sektor pertembakau. Baik dari sisi perniagaan,\npenanaman hingga ketidakjujuran petani dalam menjual tembakaunya. Pemerintah\ntidak pernah hadir dalam ragam permasalahan yang terjadi, mereka hadir saat\npenentuan cukai dan berapa banyak yang dapat dikeruk dari sektor pertembakauan\nini. <\/p>\n\n\n\n Tetapi apapun\nitu, sektor pertembakauan ini terus memberikan sumbangsih besar terhadap\npemasukan negara. Sehingga berbagai sektor dalam menjalankan bangsa dan negara\ncukup terbantu.<\/p>\n","post_title":"Mengenal Jenis Tembakau Terbaik Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-jenis-tembakau-terbaik-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-28 08:59:19","post_modified_gmt":"2019-02-28 01:59:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5495","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5297,"post_author":"878","post_date":"2019-01-10 05:56:22","post_date_gmt":"2019-01-09 22:56:22","post_content":"Tahun 2018, penerimaan negara dari cukai produk tembakau mencapai Rp153 triliun. Angka ini lebih dari 90 persen total penerimaan cukai negara dan mendekati 10 persen dari total seluruh penerimaan negara pada tahun 2018. Sebuah angka yang tak bisa dianggap remeh untuk industri yang terus-menerus dipandang miring oleh banyak pihak.\r\n\r\nDari seluruh penerimaan hasil cukai produk tembakau<\/a>, pengelolaannya langsung di bawah menteri keuangan. Salah satu skema penyaluran dana penerimaan cukai ini ke daerah-daerah penghasil tembakau, cengkeh, dan industri rokok, adalah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau<\/a> (DBHCHT).\r\n\r\nSelain menentukan angka yang diterima tiap daerah, kementerian keuangan juga mengatur alokasi dana sesuai peruntukannya. Ini diatur berdasarkan peraturan menteri keuangan nomor 222\/PMK.07\/2017 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT.<\/strong>\r\n\r\nSalah satu amanat dalam peraturan tersebut menyebutkan bahwa minimal 50 persen dari DBHCHT harus digunakan dalam bidang kesehatan yang mendukung jaminan kesehatan nasional. Sejauh ini, dana DBHCHT paling banyak digunakan untuk pembangunan fasilitas kesehatan di banyak daerah di negeri ini.\r\n Tanaman tembakau bagi warga NU di Temanggung telah menjadi identitas (jati diri) dan mendarah daging. Tembakau selain punya nilai ekonomi, juga terdapat nilai kepatuhan terhadap Ki Ageng Makukuhan (konon yang membawa tembakau ke Temanggung). Mereka (masyarakat) meyakini dengan menanam tembakau hidupnya sejahtera berkat berkah Ki Ageng Makukuhan. Diceritakan, untuk mendapatkan hasil kualitas tembakau yang baik,mereka rela untuk melakukan ritual dan ibadah tengah malam di tengah ladang tembakau menunggu dan meminta \u201crigen\u201d atau \u201cdaru rigen\u201d, semacam cahaya yang memancar secara tiba-tiba dari atas, menuju sasaran ladang tembakau yang nantinya menjadi tembakau kualitas terbaik (srinthil<\/em>). Diyakini sinar tersebut dari Sang Kholik (sang Pencipta).<\/p>\n\n\n\n Di Temanggung terdapat pasar tembakau yang terkenal saat panen raya, yaitu pasar Parakan. Letaknya arah utara dari Ibu kota Temanggung, tepatnya di persimpangan jalan menuju Kabupaten Wonosobo dan Menuju Kabupaten Kendal. Pasar paraan saat panen tembakau sangat ramai dikunjungi oleh pedagang tembakau lokal maupun dari luar kota. Di sebelah timur pasar Paraan inilah dahulu lahir Ulama\u2019 NU yang masyhur dengan sebutan Kiai Bambu Runcing atau Mbah Paraan. Nama aslinya Kiai Subkhi, beliau terkenal sebagai pembuat satu-satunya alat perang terbuat dari bambu yang diruncingkan ujungnya dan diyakini keampuhannya, dalam melawan penjajahan di bumi Nusantara. Masa penjajahan Kiai Subkhi sangat terkenal dikalangan Kiai-kiai NU, karena hampir di penjuru Nusantara tersebar bambu runcing buatannya. Seperti halnya barisan Hizbullah di bawah pimpinan Zainul Arifin, Barisan Sabilillah di bawah pimpinan KH. Masykur, tidak ketinggalan pula Laskar Bung Tomo, Laskar dr. Muwardi, laskar Ir Sakirman, laskar Pesindo bahkan KH. A. Wakhid Hasyim dan KH. Zainul Arifin. <\/p>\n\n\n\n Kiai Subkhi (kiai bambu runcing) adalah salah satu anggota prajurit Pangeran Diponegora, yang berjuang dan menetap di Paraan dahulu sebagai kota Kawedanan. Rumah singgah Kiai Subkhi sampai sekarang masih ada dan didiami oleh keturunannya. Sumur Kiai Subkhi yang konon dipergunakan untuk mencuci bambu runcing sudah ditutup keluarganya, dengan alasan menghindari kemusyrikan. Karena sepeninggal Kiai Subkhi banyak orang yang berbondong-bondong minta berkah air sumur tersebut. Sampai sekarang paraan terkenal sebagai pasar tembakau terbesar dan kampung bambu runcing, dan di kabupaten Temanggung pada umumnya sebagai penghasil tembakau terbaik sedunia. Sebagai daerah\npenghasil tembakau termasyhur di Indonesia, Temanggung memiki kualitas tembakau\nlokal yang sangat baik. Keragaman jenis tembakau yang ditanam di tanah ini juga\nmenghasilkan harga rendah untuk tembakau kelas bawah sampai paling mahal untuk tembakau\nyang berkualitas baik.<\/p>\n\n\n\n Dataran tinggi\nSelopampang, yang terletak 1000 mdpl di kaki Gunung Sumbing, tembakau terbagi\nmenjadi tiga, yakni Kemloko 1, Kemloko 2 dan Kemloko 3. Kemloko 1 merupakan\ntembakau yang paling bagus, namun memiliki kekurangan rawan terhadap penyakit\nseperti jamuran. Kemloko 2 merupakan jenis tembakau yang bagus dan berada di\ngaris aman karena daya tahannya yang lebih kuat. Sedangkan Kemloko 3 merupakan\ntembakau yang paling bagus karena perpaduan dari Kemloko 1 dengan virginia dan\nkualitasnya jauh di atas Kemloko 1 dan 2.<\/p>\n\n\n\n Tetapi, sebagian besar petani di daerah Temanggung lebih memilih Kemloko 2 yang tahan terhadap penyakit, juga dapat memiliki kualitas yang tak kalah bagus jika masa perawatannya tidak menggunakan pupuk kimia. <\/p>\n\n\n\n Tak berhenti\nsampai situ, dari Kemloko 1, 2 dan 3, terdapat perbedaan kelas. Seperti kelas A\nbiasanya tembakau berwarna hijau, kelas B dihuni oleh tembakau yang berwarna\nhijau kuning, kelas C memiliki tembakau kuning keemasan. Semakin tinggi\nkelasnya maka kualitas dan aroma tembakau akan memakai bagus, layaknya kelas D\nyang memiki warna dominan merah didampingi dengan kuning, tembakau kelas E akan\ndominan pada warna hitam dan didampingi warna merah dan kelas F dengan warna\nhitam.<\/p>\n\n\n\n Untuk kelas\nterbaik diduduki oleh kelas G, H dan I yang memiliki warna hitam mengkilap.\nPerbedaan di ketiga kelas ini terdapat pada aroma. Semakin ke atas, maka aroma\ndari tembakau akan semakin keras. Meski demikian, kelas A dapat berubah menjadi\nkelas D jika ditanam dan dirawat dengan cara yang benar, yaitu tanpa\nmenggunakan bahan kimia alias hanya menggunakan pupuk organik.<\/p>\n\n\n\n Soal perawatan,\nkebanyakan masyarakat Temanggung memiliki cara yang unik. Tembakau yang\ndianggap gagal, kemudian dipetik dan dijadikan sebagai cairan pestisida untuk\nmengobati beragam penyakit yang mendera tembakau. Hal ini cukup manjur,\ntembakau yang semula kualitas D dapat berubah menjadi kualitas E ketika\ndimasukkan ke perusahaan besar di Temanggung.<\/p>\n\n\n\n Minggu lalu\nsaya berkungjung ke daerah Ngadirejo Temanggung untuk mengurus beberapa hal. Di\nsana saya banyak bertemu dengan petani tembakau yang dengan suka rela\nmengeluarkan keluh kesahnya menjadi petani tembakau. Salah satunya dalam\nperniagaan.<\/p>\n\n\n\n Banyak petani\nyang tidak bermitra dengan perusahaan rokok, sehingga mereka kesusahan untuk\nmemasarkan tembakau mereka. Bahkan seperti yang dialami salah satu petani,\nketika ia setor tembakau ke gudang, hanya dibayar dengan selembar kertas\nkwitansi bertuliskan harga tembakaunya.<\/p>\n\n\n\n \u201cBiasanya\nuangnya akan cair 3-6 bulan kemudian,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Memang masih\nbanyak persoalan yang ada dalam sektor pertembakau. Baik dari sisi perniagaan,\npenanaman hingga ketidakjujuran petani dalam menjual tembakaunya. Pemerintah\ntidak pernah hadir dalam ragam permasalahan yang terjadi, mereka hadir saat\npenentuan cukai dan berapa banyak yang dapat dikeruk dari sektor pertembakauan\nini. <\/p>\n\n\n\n Tetapi apapun\nitu, sektor pertembakauan ini terus memberikan sumbangsih besar terhadap\npemasukan negara. Sehingga berbagai sektor dalam menjalankan bangsa dan negara\ncukup terbantu.<\/p>\n","post_title":"Mengenal Jenis Tembakau Terbaik Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-jenis-tembakau-terbaik-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-28 08:59:19","post_modified_gmt":"2019-02-28 01:59:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5495","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5297,"post_author":"878","post_date":"2019-01-10 05:56:22","post_date_gmt":"2019-01-09 22:56:22","post_content":"Tahun 2018, penerimaan negara dari cukai produk tembakau mencapai Rp153 triliun. Angka ini lebih dari 90 persen total penerimaan cukai negara dan mendekati 10 persen dari total seluruh penerimaan negara pada tahun 2018. Sebuah angka yang tak bisa dianggap remeh untuk industri yang terus-menerus dipandang miring oleh banyak pihak.\r\n\r\nDari seluruh penerimaan hasil cukai produk tembakau<\/a>, pengelolaannya langsung di bawah menteri keuangan. Salah satu skema penyaluran dana penerimaan cukai ini ke daerah-daerah penghasil tembakau, cengkeh, dan industri rokok, adalah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau<\/a> (DBHCHT).\r\n\r\nSelain menentukan angka yang diterima tiap daerah, kementerian keuangan juga mengatur alokasi dana sesuai peruntukannya. Ini diatur berdasarkan peraturan menteri keuangan nomor 222\/PMK.07\/2017 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT.<\/strong>\r\n\r\nSalah satu amanat dalam peraturan tersebut menyebutkan bahwa minimal 50 persen dari DBHCHT harus digunakan dalam bidang kesehatan yang mendukung jaminan kesehatan nasional. Sejauh ini, dana DBHCHT paling banyak digunakan untuk pembangunan fasilitas kesehatan di banyak daerah di negeri ini.\r\n Pada saat awal musim tanam tembakau, masyarakat Temanggung melalukan ritual Among Tebal yang dilaksanakan dipagi hari, sebagai bentuk permintaan kepada sang Pencipta dengan berwasilah (perantara) kepada Ki Ageng Makukuhan nama lain Syeikh Maulana Taqwim. Tradisi lain yang dilaksanakan awal musim panen adalah Wiwitan, yang dilakukan saat datangnya senja. Dalam upacara wiwitan dipimpin oleh kaum atau kaur agama. Prosesi pelaksanaan upacara wiwitan dimulai dari pemukiman penduduk menuju ladang tembakau dengan membawa tumpeng, ketan, salak dan daging ayam tolak (cemani). Baik Among Tebal atau Wiwitan agenda acaranya adalah mengirim do\u2019a kepada leluhur, terlebih mendo\u2019akan Ki Ageng Makukuhan, dengan bacaan al-Fatikhah dan do\u2019a bersama. Sebagai masyarakat NU, mereka meyakini dengan mendo\u2019akan leluhur dan berwasilah kepadanya, mengharap keridloan Tuhan untuk memberkahi tanamannya.<\/p>\n\n\n\n Tanaman tembakau bagi warga NU di Temanggung telah menjadi identitas (jati diri) dan mendarah daging. Tembakau selain punya nilai ekonomi, juga terdapat nilai kepatuhan terhadap Ki Ageng Makukuhan (konon yang membawa tembakau ke Temanggung). Mereka (masyarakat) meyakini dengan menanam tembakau hidupnya sejahtera berkat berkah Ki Ageng Makukuhan. Diceritakan, untuk mendapatkan hasil kualitas tembakau yang baik,mereka rela untuk melakukan ritual dan ibadah tengah malam di tengah ladang tembakau menunggu dan meminta \u201crigen\u201d atau \u201cdaru rigen\u201d, semacam cahaya yang memancar secara tiba-tiba dari atas, menuju sasaran ladang tembakau yang nantinya menjadi tembakau kualitas terbaik (srinthil<\/em>). Diyakini sinar tersebut dari Sang Kholik (sang Pencipta).<\/p>\n\n\n\n Di Temanggung terdapat pasar tembakau yang terkenal saat panen raya, yaitu pasar Parakan. Letaknya arah utara dari Ibu kota Temanggung, tepatnya di persimpangan jalan menuju Kabupaten Wonosobo dan Menuju Kabupaten Kendal. Pasar paraan saat panen tembakau sangat ramai dikunjungi oleh pedagang tembakau lokal maupun dari luar kota. Di sebelah timur pasar Paraan inilah dahulu lahir Ulama\u2019 NU yang masyhur dengan sebutan Kiai Bambu Runcing atau Mbah Paraan. Nama aslinya Kiai Subkhi, beliau terkenal sebagai pembuat satu-satunya alat perang terbuat dari bambu yang diruncingkan ujungnya dan diyakini keampuhannya, dalam melawan penjajahan di bumi Nusantara. Masa penjajahan Kiai Subkhi sangat terkenal dikalangan Kiai-kiai NU, karena hampir di penjuru Nusantara tersebar bambu runcing buatannya. Seperti halnya barisan Hizbullah di bawah pimpinan Zainul Arifin, Barisan Sabilillah di bawah pimpinan KH. Masykur, tidak ketinggalan pula Laskar Bung Tomo, Laskar dr. Muwardi, laskar Ir Sakirman, laskar Pesindo bahkan KH. A. Wakhid Hasyim dan KH. Zainul Arifin. <\/p>\n\n\n\n Kiai Subkhi (kiai bambu runcing) adalah salah satu anggota prajurit Pangeran Diponegora, yang berjuang dan menetap di Paraan dahulu sebagai kota Kawedanan. Rumah singgah Kiai Subkhi sampai sekarang masih ada dan didiami oleh keturunannya. Sumur Kiai Subkhi yang konon dipergunakan untuk mencuci bambu runcing sudah ditutup keluarganya, dengan alasan menghindari kemusyrikan. Karena sepeninggal Kiai Subkhi banyak orang yang berbondong-bondong minta berkah air sumur tersebut. Sampai sekarang paraan terkenal sebagai pasar tembakau terbesar dan kampung bambu runcing, dan di kabupaten Temanggung pada umumnya sebagai penghasil tembakau terbaik sedunia. Sebagai daerah\npenghasil tembakau termasyhur di Indonesia, Temanggung memiki kualitas tembakau\nlokal yang sangat baik. Keragaman jenis tembakau yang ditanam di tanah ini juga\nmenghasilkan harga rendah untuk tembakau kelas bawah sampai paling mahal untuk tembakau\nyang berkualitas baik.<\/p>\n\n\n\n Dataran tinggi\nSelopampang, yang terletak 1000 mdpl di kaki Gunung Sumbing, tembakau terbagi\nmenjadi tiga, yakni Kemloko 1, Kemloko 2 dan Kemloko 3. Kemloko 1 merupakan\ntembakau yang paling bagus, namun memiliki kekurangan rawan terhadap penyakit\nseperti jamuran. Kemloko 2 merupakan jenis tembakau yang bagus dan berada di\ngaris aman karena daya tahannya yang lebih kuat. Sedangkan Kemloko 3 merupakan\ntembakau yang paling bagus karena perpaduan dari Kemloko 1 dengan virginia dan\nkualitasnya jauh di atas Kemloko 1 dan 2.<\/p>\n\n\n\n Tetapi, sebagian besar petani di daerah Temanggung lebih memilih Kemloko 2 yang tahan terhadap penyakit, juga dapat memiliki kualitas yang tak kalah bagus jika masa perawatannya tidak menggunakan pupuk kimia. <\/p>\n\n\n\n Tak berhenti\nsampai situ, dari Kemloko 1, 2 dan 3, terdapat perbedaan kelas. Seperti kelas A\nbiasanya tembakau berwarna hijau, kelas B dihuni oleh tembakau yang berwarna\nhijau kuning, kelas C memiliki tembakau kuning keemasan. Semakin tinggi\nkelasnya maka kualitas dan aroma tembakau akan memakai bagus, layaknya kelas D\nyang memiki warna dominan merah didampingi dengan kuning, tembakau kelas E akan\ndominan pada warna hitam dan didampingi warna merah dan kelas F dengan warna\nhitam.<\/p>\n\n\n\n Untuk kelas\nterbaik diduduki oleh kelas G, H dan I yang memiliki warna hitam mengkilap.\nPerbedaan di ketiga kelas ini terdapat pada aroma. Semakin ke atas, maka aroma\ndari tembakau akan semakin keras. Meski demikian, kelas A dapat berubah menjadi\nkelas D jika ditanam dan dirawat dengan cara yang benar, yaitu tanpa\nmenggunakan bahan kimia alias hanya menggunakan pupuk organik.<\/p>\n\n\n\n Soal perawatan,\nkebanyakan masyarakat Temanggung memiliki cara yang unik. Tembakau yang\ndianggap gagal, kemudian dipetik dan dijadikan sebagai cairan pestisida untuk\nmengobati beragam penyakit yang mendera tembakau. Hal ini cukup manjur,\ntembakau yang semula kualitas D dapat berubah menjadi kualitas E ketika\ndimasukkan ke perusahaan besar di Temanggung.<\/p>\n\n\n\n Minggu lalu\nsaya berkungjung ke daerah Ngadirejo Temanggung untuk mengurus beberapa hal. Di\nsana saya banyak bertemu dengan petani tembakau yang dengan suka rela\nmengeluarkan keluh kesahnya menjadi petani tembakau. Salah satunya dalam\nperniagaan.<\/p>\n\n\n\n Banyak petani\nyang tidak bermitra dengan perusahaan rokok, sehingga mereka kesusahan untuk\nmemasarkan tembakau mereka. Bahkan seperti yang dialami salah satu petani,\nketika ia setor tembakau ke gudang, hanya dibayar dengan selembar kertas\nkwitansi bertuliskan harga tembakaunya.<\/p>\n\n\n\n \u201cBiasanya\nuangnya akan cair 3-6 bulan kemudian,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Memang masih\nbanyak persoalan yang ada dalam sektor pertembakau. Baik dari sisi perniagaan,\npenanaman hingga ketidakjujuran petani dalam menjual tembakaunya. Pemerintah\ntidak pernah hadir dalam ragam permasalahan yang terjadi, mereka hadir saat\npenentuan cukai dan berapa banyak yang dapat dikeruk dari sektor pertembakauan\nini. <\/p>\n\n\n\n Tetapi apapun\nitu, sektor pertembakauan ini terus memberikan sumbangsih besar terhadap\npemasukan negara. Sehingga berbagai sektor dalam menjalankan bangsa dan negara\ncukup terbantu.<\/p>\n","post_title":"Mengenal Jenis Tembakau Terbaik Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-jenis-tembakau-terbaik-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-28 08:59:19","post_modified_gmt":"2019-02-28 01:59:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5495","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5297,"post_author":"878","post_date":"2019-01-10 05:56:22","post_date_gmt":"2019-01-09 22:56:22","post_content":"Tahun 2018, penerimaan negara dari cukai produk tembakau mencapai Rp153 triliun. Angka ini lebih dari 90 persen total penerimaan cukai negara dan mendekati 10 persen dari total seluruh penerimaan negara pada tahun 2018. Sebuah angka yang tak bisa dianggap remeh untuk industri yang terus-menerus dipandang miring oleh banyak pihak.\r\n\r\nDari seluruh penerimaan hasil cukai produk tembakau<\/a>, pengelolaannya langsung di bawah menteri keuangan. Salah satu skema penyaluran dana penerimaan cukai ini ke daerah-daerah penghasil tembakau, cengkeh, dan industri rokok, adalah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau<\/a> (DBHCHT).\r\n\r\nSelain menentukan angka yang diterima tiap daerah, kementerian keuangan juga mengatur alokasi dana sesuai peruntukannya. Ini diatur berdasarkan peraturan menteri keuangan nomor 222\/PMK.07\/2017 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT.<\/strong>\r\n\r\nSalah satu amanat dalam peraturan tersebut menyebutkan bahwa minimal 50 persen dari DBHCHT harus digunakan dalam bidang kesehatan yang mendukung jaminan kesehatan nasional. Sejauh ini, dana DBHCHT paling banyak digunakan untuk pembangunan fasilitas kesehatan di banyak daerah di negeri ini.\r\n Pada saat awal musim tanam tembakau, masyarakat Temanggung melalukan ritual Among Tebal yang dilaksanakan dipagi hari, sebagai bentuk permintaan kepada sang Pencipta dengan berwasilah (perantara) kepada Ki Ageng Makukuhan nama lain Syeikh Maulana Taqwim. Tradisi lain yang dilaksanakan awal musim panen adalah Wiwitan, yang dilakukan saat datangnya senja. Dalam upacara wiwitan dipimpin oleh kaum atau kaur agama. Prosesi pelaksanaan upacara wiwitan dimulai dari pemukiman penduduk menuju ladang tembakau dengan membawa tumpeng, ketan, salak dan daging ayam tolak (cemani). Baik Among Tebal atau Wiwitan agenda acaranya adalah mengirim do\u2019a kepada leluhur, terlebih mendo\u2019akan Ki Ageng Makukuhan, dengan bacaan al-Fatikhah dan do\u2019a bersama. Sebagai masyarakat NU, mereka meyakini dengan mendo\u2019akan leluhur dan berwasilah kepadanya, mengharap keridloan Tuhan untuk memberkahi tanamannya.<\/p>\n\n\n\n Tanaman tembakau bagi warga NU di Temanggung telah menjadi identitas (jati diri) dan mendarah daging. Tembakau selain punya nilai ekonomi, juga terdapat nilai kepatuhan terhadap Ki Ageng Makukuhan (konon yang membawa tembakau ke Temanggung). Mereka (masyarakat) meyakini dengan menanam tembakau hidupnya sejahtera berkat berkah Ki Ageng Makukuhan. Diceritakan, untuk mendapatkan hasil kualitas tembakau yang baik,mereka rela untuk melakukan ritual dan ibadah tengah malam di tengah ladang tembakau menunggu dan meminta \u201crigen\u201d atau \u201cdaru rigen\u201d, semacam cahaya yang memancar secara tiba-tiba dari atas, menuju sasaran ladang tembakau yang nantinya menjadi tembakau kualitas terbaik (srinthil<\/em>). Diyakini sinar tersebut dari Sang Kholik (sang Pencipta).<\/p>\n\n\n\n Di Temanggung terdapat pasar tembakau yang terkenal saat panen raya, yaitu pasar Parakan. Letaknya arah utara dari Ibu kota Temanggung, tepatnya di persimpangan jalan menuju Kabupaten Wonosobo dan Menuju Kabupaten Kendal. Pasar paraan saat panen tembakau sangat ramai dikunjungi oleh pedagang tembakau lokal maupun dari luar kota. Di sebelah timur pasar Paraan inilah dahulu lahir Ulama\u2019 NU yang masyhur dengan sebutan Kiai Bambu Runcing atau Mbah Paraan. Nama aslinya Kiai Subkhi, beliau terkenal sebagai pembuat satu-satunya alat perang terbuat dari bambu yang diruncingkan ujungnya dan diyakini keampuhannya, dalam melawan penjajahan di bumi Nusantara. Masa penjajahan Kiai Subkhi sangat terkenal dikalangan Kiai-kiai NU, karena hampir di penjuru Nusantara tersebar bambu runcing buatannya. Seperti halnya barisan Hizbullah di bawah pimpinan Zainul Arifin, Barisan Sabilillah di bawah pimpinan KH. Masykur, tidak ketinggalan pula Laskar Bung Tomo, Laskar dr. Muwardi, laskar Ir Sakirman, laskar Pesindo bahkan KH. A. Wakhid Hasyim dan KH. Zainul Arifin. <\/p>\n\n\n\n Kiai Subkhi (kiai bambu runcing) adalah salah satu anggota prajurit Pangeran Diponegora, yang berjuang dan menetap di Paraan dahulu sebagai kota Kawedanan. Rumah singgah Kiai Subkhi sampai sekarang masih ada dan didiami oleh keturunannya. Sumur Kiai Subkhi yang konon dipergunakan untuk mencuci bambu runcing sudah ditutup keluarganya, dengan alasan menghindari kemusyrikan. Karena sepeninggal Kiai Subkhi banyak orang yang berbondong-bondong minta berkah air sumur tersebut. Sampai sekarang paraan terkenal sebagai pasar tembakau terbesar dan kampung bambu runcing, dan di kabupaten Temanggung pada umumnya sebagai penghasil tembakau terbaik sedunia. Sebagai daerah\npenghasil tembakau termasyhur di Indonesia, Temanggung memiki kualitas tembakau\nlokal yang sangat baik. Keragaman jenis tembakau yang ditanam di tanah ini juga\nmenghasilkan harga rendah untuk tembakau kelas bawah sampai paling mahal untuk tembakau\nyang berkualitas baik.<\/p>\n\n\n\n Dataran tinggi\nSelopampang, yang terletak 1000 mdpl di kaki Gunung Sumbing, tembakau terbagi\nmenjadi tiga, yakni Kemloko 1, Kemloko 2 dan Kemloko 3. Kemloko 1 merupakan\ntembakau yang paling bagus, namun memiliki kekurangan rawan terhadap penyakit\nseperti jamuran. Kemloko 2 merupakan jenis tembakau yang bagus dan berada di\ngaris aman karena daya tahannya yang lebih kuat. Sedangkan Kemloko 3 merupakan\ntembakau yang paling bagus karena perpaduan dari Kemloko 1 dengan virginia dan\nkualitasnya jauh di atas Kemloko 1 dan 2.<\/p>\n\n\n\n Tetapi, sebagian besar petani di daerah Temanggung lebih memilih Kemloko 2 yang tahan terhadap penyakit, juga dapat memiliki kualitas yang tak kalah bagus jika masa perawatannya tidak menggunakan pupuk kimia. <\/p>\n\n\n\n Tak berhenti\nsampai situ, dari Kemloko 1, 2 dan 3, terdapat perbedaan kelas. Seperti kelas A\nbiasanya tembakau berwarna hijau, kelas B dihuni oleh tembakau yang berwarna\nhijau kuning, kelas C memiliki tembakau kuning keemasan. Semakin tinggi\nkelasnya maka kualitas dan aroma tembakau akan memakai bagus, layaknya kelas D\nyang memiki warna dominan merah didampingi dengan kuning, tembakau kelas E akan\ndominan pada warna hitam dan didampingi warna merah dan kelas F dengan warna\nhitam.<\/p>\n\n\n\n Untuk kelas\nterbaik diduduki oleh kelas G, H dan I yang memiliki warna hitam mengkilap.\nPerbedaan di ketiga kelas ini terdapat pada aroma. Semakin ke atas, maka aroma\ndari tembakau akan semakin keras. Meski demikian, kelas A dapat berubah menjadi\nkelas D jika ditanam dan dirawat dengan cara yang benar, yaitu tanpa\nmenggunakan bahan kimia alias hanya menggunakan pupuk organik.<\/p>\n\n\n\n Soal perawatan,\nkebanyakan masyarakat Temanggung memiliki cara yang unik. Tembakau yang\ndianggap gagal, kemudian dipetik dan dijadikan sebagai cairan pestisida untuk\nmengobati beragam penyakit yang mendera tembakau. Hal ini cukup manjur,\ntembakau yang semula kualitas D dapat berubah menjadi kualitas E ketika\ndimasukkan ke perusahaan besar di Temanggung.<\/p>\n\n\n\n Minggu lalu\nsaya berkungjung ke daerah Ngadirejo Temanggung untuk mengurus beberapa hal. Di\nsana saya banyak bertemu dengan petani tembakau yang dengan suka rela\nmengeluarkan keluh kesahnya menjadi petani tembakau. Salah satunya dalam\nperniagaan.<\/p>\n\n\n\n Banyak petani\nyang tidak bermitra dengan perusahaan rokok, sehingga mereka kesusahan untuk\nmemasarkan tembakau mereka. Bahkan seperti yang dialami salah satu petani,\nketika ia setor tembakau ke gudang, hanya dibayar dengan selembar kertas\nkwitansi bertuliskan harga tembakaunya.<\/p>\n\n\n\n \u201cBiasanya\nuangnya akan cair 3-6 bulan kemudian,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Memang masih\nbanyak persoalan yang ada dalam sektor pertembakau. Baik dari sisi perniagaan,\npenanaman hingga ketidakjujuran petani dalam menjual tembakaunya. Pemerintah\ntidak pernah hadir dalam ragam permasalahan yang terjadi, mereka hadir saat\npenentuan cukai dan berapa banyak yang dapat dikeruk dari sektor pertembakauan\nini. <\/p>\n\n\n\n Tetapi apapun\nitu, sektor pertembakauan ini terus memberikan sumbangsih besar terhadap\npemasukan negara. Sehingga berbagai sektor dalam menjalankan bangsa dan negara\ncukup terbantu.<\/p>\n","post_title":"Mengenal Jenis Tembakau Terbaik Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-jenis-tembakau-terbaik-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-28 08:59:19","post_modified_gmt":"2019-02-28 01:59:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5495","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5297,"post_author":"878","post_date":"2019-01-10 05:56:22","post_date_gmt":"2019-01-09 22:56:22","post_content":"Tahun 2018, penerimaan negara dari cukai produk tembakau mencapai Rp153 triliun. Angka ini lebih dari 90 persen total penerimaan cukai negara dan mendekati 10 persen dari total seluruh penerimaan negara pada tahun 2018. Sebuah angka yang tak bisa dianggap remeh untuk industri yang terus-menerus dipandang miring oleh banyak pihak.\r\n\r\nDari seluruh penerimaan hasil cukai produk tembakau<\/a>, pengelolaannya langsung di bawah menteri keuangan. Salah satu skema penyaluran dana penerimaan cukai ini ke daerah-daerah penghasil tembakau, cengkeh, dan industri rokok, adalah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau<\/a> (DBHCHT).\r\n\r\nSelain menentukan angka yang diterima tiap daerah, kementerian keuangan juga mengatur alokasi dana sesuai peruntukannya. Ini diatur berdasarkan peraturan menteri keuangan nomor 222\/PMK.07\/2017 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT.<\/strong>\r\n\r\nSalah satu amanat dalam peraturan tersebut menyebutkan bahwa minimal 50 persen dari DBHCHT harus digunakan dalam bidang kesehatan yang mendukung jaminan kesehatan nasional. Sejauh ini, dana DBHCHT paling banyak digunakan untuk pembangunan fasilitas kesehatan di banyak daerah di negeri ini.\r\n Petani di lahan kering Kabupaten Temanggung sangat menggantungkan pendapatannya dari komoditas tembakau. Budidaya tembakau dilakukan sangat intensif setiap tahun dan tanpa ada waktu istirahat menanam tembakau. Pilihan utama petani adalah tembakau karena memiliki nilai ekonomi lebih baik disbanding komoditas lainnya. Pola pergiliran tanam dalam satu tahun secara umum dapat dibedakan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n Pada saat awal musim tanam tembakau, masyarakat Temanggung melalukan ritual Among Tebal yang dilaksanakan dipagi hari, sebagai bentuk permintaan kepada sang Pencipta dengan berwasilah (perantara) kepada Ki Ageng Makukuhan nama lain Syeikh Maulana Taqwim. Tradisi lain yang dilaksanakan awal musim panen adalah Wiwitan, yang dilakukan saat datangnya senja. Dalam upacara wiwitan dipimpin oleh kaum atau kaur agama. Prosesi pelaksanaan upacara wiwitan dimulai dari pemukiman penduduk menuju ladang tembakau dengan membawa tumpeng, ketan, salak dan daging ayam tolak (cemani). Baik Among Tebal atau Wiwitan agenda acaranya adalah mengirim do\u2019a kepada leluhur, terlebih mendo\u2019akan Ki Ageng Makukuhan, dengan bacaan al-Fatikhah dan do\u2019a bersama. Sebagai masyarakat NU, mereka meyakini dengan mendo\u2019akan leluhur dan berwasilah kepadanya, mengharap keridloan Tuhan untuk memberkahi tanamannya.<\/p>\n\n\n\n Tanaman tembakau bagi warga NU di Temanggung telah menjadi identitas (jati diri) dan mendarah daging. Tembakau selain punya nilai ekonomi, juga terdapat nilai kepatuhan terhadap Ki Ageng Makukuhan (konon yang membawa tembakau ke Temanggung). Mereka (masyarakat) meyakini dengan menanam tembakau hidupnya sejahtera berkat berkah Ki Ageng Makukuhan. Diceritakan, untuk mendapatkan hasil kualitas tembakau yang baik,mereka rela untuk melakukan ritual dan ibadah tengah malam di tengah ladang tembakau menunggu dan meminta \u201crigen\u201d atau \u201cdaru rigen\u201d, semacam cahaya yang memancar secara tiba-tiba dari atas, menuju sasaran ladang tembakau yang nantinya menjadi tembakau kualitas terbaik (srinthil<\/em>). Diyakini sinar tersebut dari Sang Kholik (sang Pencipta).<\/p>\n\n\n\n Di Temanggung terdapat pasar tembakau yang terkenal saat panen raya, yaitu pasar Parakan. Letaknya arah utara dari Ibu kota Temanggung, tepatnya di persimpangan jalan menuju Kabupaten Wonosobo dan Menuju Kabupaten Kendal. Pasar paraan saat panen tembakau sangat ramai dikunjungi oleh pedagang tembakau lokal maupun dari luar kota. Di sebelah timur pasar Paraan inilah dahulu lahir Ulama\u2019 NU yang masyhur dengan sebutan Kiai Bambu Runcing atau Mbah Paraan. Nama aslinya Kiai Subkhi, beliau terkenal sebagai pembuat satu-satunya alat perang terbuat dari bambu yang diruncingkan ujungnya dan diyakini keampuhannya, dalam melawan penjajahan di bumi Nusantara. Masa penjajahan Kiai Subkhi sangat terkenal dikalangan Kiai-kiai NU, karena hampir di penjuru Nusantara tersebar bambu runcing buatannya. Seperti halnya barisan Hizbullah di bawah pimpinan Zainul Arifin, Barisan Sabilillah di bawah pimpinan KH. Masykur, tidak ketinggalan pula Laskar Bung Tomo, Laskar dr. Muwardi, laskar Ir Sakirman, laskar Pesindo bahkan KH. A. Wakhid Hasyim dan KH. Zainul Arifin. <\/p>\n\n\n\n Kiai Subkhi (kiai bambu runcing) adalah salah satu anggota prajurit Pangeran Diponegora, yang berjuang dan menetap di Paraan dahulu sebagai kota Kawedanan. Rumah singgah Kiai Subkhi sampai sekarang masih ada dan didiami oleh keturunannya. Sumur Kiai Subkhi yang konon dipergunakan untuk mencuci bambu runcing sudah ditutup keluarganya, dengan alasan menghindari kemusyrikan. Karena sepeninggal Kiai Subkhi banyak orang yang berbondong-bondong minta berkah air sumur tersebut. Sampai sekarang paraan terkenal sebagai pasar tembakau terbesar dan kampung bambu runcing, dan di kabupaten Temanggung pada umumnya sebagai penghasil tembakau terbaik sedunia. Sebagai daerah\npenghasil tembakau termasyhur di Indonesia, Temanggung memiki kualitas tembakau\nlokal yang sangat baik. Keragaman jenis tembakau yang ditanam di tanah ini juga\nmenghasilkan harga rendah untuk tembakau kelas bawah sampai paling mahal untuk tembakau\nyang berkualitas baik.<\/p>\n\n\n\n Dataran tinggi\nSelopampang, yang terletak 1000 mdpl di kaki Gunung Sumbing, tembakau terbagi\nmenjadi tiga, yakni Kemloko 1, Kemloko 2 dan Kemloko 3. Kemloko 1 merupakan\ntembakau yang paling bagus, namun memiliki kekurangan rawan terhadap penyakit\nseperti jamuran. Kemloko 2 merupakan jenis tembakau yang bagus dan berada di\ngaris aman karena daya tahannya yang lebih kuat. Sedangkan Kemloko 3 merupakan\ntembakau yang paling bagus karena perpaduan dari Kemloko 1 dengan virginia dan\nkualitasnya jauh di atas Kemloko 1 dan 2.<\/p>\n\n\n\n Tetapi, sebagian besar petani di daerah Temanggung lebih memilih Kemloko 2 yang tahan terhadap penyakit, juga dapat memiliki kualitas yang tak kalah bagus jika masa perawatannya tidak menggunakan pupuk kimia. <\/p>\n\n\n\n Tak berhenti\nsampai situ, dari Kemloko 1, 2 dan 3, terdapat perbedaan kelas. Seperti kelas A\nbiasanya tembakau berwarna hijau, kelas B dihuni oleh tembakau yang berwarna\nhijau kuning, kelas C memiliki tembakau kuning keemasan. Semakin tinggi\nkelasnya maka kualitas dan aroma tembakau akan memakai bagus, layaknya kelas D\nyang memiki warna dominan merah didampingi dengan kuning, tembakau kelas E akan\ndominan pada warna hitam dan didampingi warna merah dan kelas F dengan warna\nhitam.<\/p>\n\n\n\n Untuk kelas\nterbaik diduduki oleh kelas G, H dan I yang memiliki warna hitam mengkilap.\nPerbedaan di ketiga kelas ini terdapat pada aroma. Semakin ke atas, maka aroma\ndari tembakau akan semakin keras. Meski demikian, kelas A dapat berubah menjadi\nkelas D jika ditanam dan dirawat dengan cara yang benar, yaitu tanpa\nmenggunakan bahan kimia alias hanya menggunakan pupuk organik.<\/p>\n\n\n\n Soal perawatan,\nkebanyakan masyarakat Temanggung memiliki cara yang unik. Tembakau yang\ndianggap gagal, kemudian dipetik dan dijadikan sebagai cairan pestisida untuk\nmengobati beragam penyakit yang mendera tembakau. Hal ini cukup manjur,\ntembakau yang semula kualitas D dapat berubah menjadi kualitas E ketika\ndimasukkan ke perusahaan besar di Temanggung.<\/p>\n\n\n\n Minggu lalu\nsaya berkungjung ke daerah Ngadirejo Temanggung untuk mengurus beberapa hal. Di\nsana saya banyak bertemu dengan petani tembakau yang dengan suka rela\nmengeluarkan keluh kesahnya menjadi petani tembakau. Salah satunya dalam\nperniagaan.<\/p>\n\n\n\n Banyak petani\nyang tidak bermitra dengan perusahaan rokok, sehingga mereka kesusahan untuk\nmemasarkan tembakau mereka. Bahkan seperti yang dialami salah satu petani,\nketika ia setor tembakau ke gudang, hanya dibayar dengan selembar kertas\nkwitansi bertuliskan harga tembakaunya.<\/p>\n\n\n\n \u201cBiasanya\nuangnya akan cair 3-6 bulan kemudian,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Memang masih\nbanyak persoalan yang ada dalam sektor pertembakau. Baik dari sisi perniagaan,\npenanaman hingga ketidakjujuran petani dalam menjual tembakaunya. Pemerintah\ntidak pernah hadir dalam ragam permasalahan yang terjadi, mereka hadir saat\npenentuan cukai dan berapa banyak yang dapat dikeruk dari sektor pertembakauan\nini. <\/p>\n\n\n\n Tetapi apapun\nitu, sektor pertembakauan ini terus memberikan sumbangsih besar terhadap\npemasukan negara. Sehingga berbagai sektor dalam menjalankan bangsa dan negara\ncukup terbantu.<\/p>\n","post_title":"Mengenal Jenis Tembakau Terbaik Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-jenis-tembakau-terbaik-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-28 08:59:19","post_modified_gmt":"2019-02-28 01:59:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5495","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5297,"post_author":"878","post_date":"2019-01-10 05:56:22","post_date_gmt":"2019-01-09 22:56:22","post_content":"Tahun 2018, penerimaan negara dari cukai produk tembakau mencapai Rp153 triliun. Angka ini lebih dari 90 persen total penerimaan cukai negara dan mendekati 10 persen dari total seluruh penerimaan negara pada tahun 2018. Sebuah angka yang tak bisa dianggap remeh untuk industri yang terus-menerus dipandang miring oleh banyak pihak.\r\n\r\nDari seluruh penerimaan hasil cukai produk tembakau<\/a>, pengelolaannya langsung di bawah menteri keuangan. Salah satu skema penyaluran dana penerimaan cukai ini ke daerah-daerah penghasil tembakau, cengkeh, dan industri rokok, adalah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau<\/a> (DBHCHT).\r\n\r\nSelain menentukan angka yang diterima tiap daerah, kementerian keuangan juga mengatur alokasi dana sesuai peruntukannya. Ini diatur berdasarkan peraturan menteri keuangan nomor 222\/PMK.07\/2017 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT.<\/strong>\r\n\r\nSalah satu amanat dalam peraturan tersebut menyebutkan bahwa minimal 50 persen dari DBHCHT harus digunakan dalam bidang kesehatan yang mendukung jaminan kesehatan nasional. Sejauh ini, dana DBHCHT paling banyak digunakan untuk pembangunan fasilitas kesehatan di banyak daerah di negeri ini.\r\n Petani di lahan kering Kabupaten Temanggung sangat menggantungkan pendapatannya dari komoditas tembakau. Budidaya tembakau dilakukan sangat intensif setiap tahun dan tanpa ada waktu istirahat menanam tembakau. Pilihan utama petani adalah tembakau karena memiliki nilai ekonomi lebih baik disbanding komoditas lainnya. Pola pergiliran tanam dalam satu tahun secara umum dapat dibedakan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n Pada saat awal musim tanam tembakau, masyarakat Temanggung melalukan ritual Among Tebal yang dilaksanakan dipagi hari, sebagai bentuk permintaan kepada sang Pencipta dengan berwasilah (perantara) kepada Ki Ageng Makukuhan nama lain Syeikh Maulana Taqwim. Tradisi lain yang dilaksanakan awal musim panen adalah Wiwitan, yang dilakukan saat datangnya senja. Dalam upacara wiwitan dipimpin oleh kaum atau kaur agama. Prosesi pelaksanaan upacara wiwitan dimulai dari pemukiman penduduk menuju ladang tembakau dengan membawa tumpeng, ketan, salak dan daging ayam tolak (cemani). Baik Among Tebal atau Wiwitan agenda acaranya adalah mengirim do\u2019a kepada leluhur, terlebih mendo\u2019akan Ki Ageng Makukuhan, dengan bacaan al-Fatikhah dan do\u2019a bersama. Sebagai masyarakat NU, mereka meyakini dengan mendo\u2019akan leluhur dan berwasilah kepadanya, mengharap keridloan Tuhan untuk memberkahi tanamannya.<\/p>\n\n\n\n Tanaman tembakau bagi warga NU di Temanggung telah menjadi identitas (jati diri) dan mendarah daging. Tembakau selain punya nilai ekonomi, juga terdapat nilai kepatuhan terhadap Ki Ageng Makukuhan (konon yang membawa tembakau ke Temanggung). Mereka (masyarakat) meyakini dengan menanam tembakau hidupnya sejahtera berkat berkah Ki Ageng Makukuhan. Diceritakan, untuk mendapatkan hasil kualitas tembakau yang baik,mereka rela untuk melakukan ritual dan ibadah tengah malam di tengah ladang tembakau menunggu dan meminta \u201crigen\u201d atau \u201cdaru rigen\u201d, semacam cahaya yang memancar secara tiba-tiba dari atas, menuju sasaran ladang tembakau yang nantinya menjadi tembakau kualitas terbaik (srinthil<\/em>). Diyakini sinar tersebut dari Sang Kholik (sang Pencipta).<\/p>\n\n\n\n Di Temanggung terdapat pasar tembakau yang terkenal saat panen raya, yaitu pasar Parakan. Letaknya arah utara dari Ibu kota Temanggung, tepatnya di persimpangan jalan menuju Kabupaten Wonosobo dan Menuju Kabupaten Kendal. Pasar paraan saat panen tembakau sangat ramai dikunjungi oleh pedagang tembakau lokal maupun dari luar kota. Di sebelah timur pasar Paraan inilah dahulu lahir Ulama\u2019 NU yang masyhur dengan sebutan Kiai Bambu Runcing atau Mbah Paraan. Nama aslinya Kiai Subkhi, beliau terkenal sebagai pembuat satu-satunya alat perang terbuat dari bambu yang diruncingkan ujungnya dan diyakini keampuhannya, dalam melawan penjajahan di bumi Nusantara. Masa penjajahan Kiai Subkhi sangat terkenal dikalangan Kiai-kiai NU, karena hampir di penjuru Nusantara tersebar bambu runcing buatannya. Seperti halnya barisan Hizbullah di bawah pimpinan Zainul Arifin, Barisan Sabilillah di bawah pimpinan KH. Masykur, tidak ketinggalan pula Laskar Bung Tomo, Laskar dr. Muwardi, laskar Ir Sakirman, laskar Pesindo bahkan KH. A. Wakhid Hasyim dan KH. Zainul Arifin. <\/p>\n\n\n\n Kiai Subkhi (kiai bambu runcing) adalah salah satu anggota prajurit Pangeran Diponegora, yang berjuang dan menetap di Paraan dahulu sebagai kota Kawedanan. Rumah singgah Kiai Subkhi sampai sekarang masih ada dan didiami oleh keturunannya. Sumur Kiai Subkhi yang konon dipergunakan untuk mencuci bambu runcing sudah ditutup keluarganya, dengan alasan menghindari kemusyrikan. Karena sepeninggal Kiai Subkhi banyak orang yang berbondong-bondong minta berkah air sumur tersebut. Sampai sekarang paraan terkenal sebagai pasar tembakau terbesar dan kampung bambu runcing, dan di kabupaten Temanggung pada umumnya sebagai penghasil tembakau terbaik sedunia. Sebagai daerah\npenghasil tembakau termasyhur di Indonesia, Temanggung memiki kualitas tembakau\nlokal yang sangat baik. Keragaman jenis tembakau yang ditanam di tanah ini juga\nmenghasilkan harga rendah untuk tembakau kelas bawah sampai paling mahal untuk tembakau\nyang berkualitas baik.<\/p>\n\n\n\n Dataran tinggi\nSelopampang, yang terletak 1000 mdpl di kaki Gunung Sumbing, tembakau terbagi\nmenjadi tiga, yakni Kemloko 1, Kemloko 2 dan Kemloko 3. Kemloko 1 merupakan\ntembakau yang paling bagus, namun memiliki kekurangan rawan terhadap penyakit\nseperti jamuran. Kemloko 2 merupakan jenis tembakau yang bagus dan berada di\ngaris aman karena daya tahannya yang lebih kuat. Sedangkan Kemloko 3 merupakan\ntembakau yang paling bagus karena perpaduan dari Kemloko 1 dengan virginia dan\nkualitasnya jauh di atas Kemloko 1 dan 2.<\/p>\n\n\n\n Tetapi, sebagian besar petani di daerah Temanggung lebih memilih Kemloko 2 yang tahan terhadap penyakit, juga dapat memiliki kualitas yang tak kalah bagus jika masa perawatannya tidak menggunakan pupuk kimia. <\/p>\n\n\n\n Tak berhenti\nsampai situ, dari Kemloko 1, 2 dan 3, terdapat perbedaan kelas. Seperti kelas A\nbiasanya tembakau berwarna hijau, kelas B dihuni oleh tembakau yang berwarna\nhijau kuning, kelas C memiliki tembakau kuning keemasan. Semakin tinggi\nkelasnya maka kualitas dan aroma tembakau akan memakai bagus, layaknya kelas D\nyang memiki warna dominan merah didampingi dengan kuning, tembakau kelas E akan\ndominan pada warna hitam dan didampingi warna merah dan kelas F dengan warna\nhitam.<\/p>\n\n\n\n Untuk kelas\nterbaik diduduki oleh kelas G, H dan I yang memiliki warna hitam mengkilap.\nPerbedaan di ketiga kelas ini terdapat pada aroma. Semakin ke atas, maka aroma\ndari tembakau akan semakin keras. Meski demikian, kelas A dapat berubah menjadi\nkelas D jika ditanam dan dirawat dengan cara yang benar, yaitu tanpa\nmenggunakan bahan kimia alias hanya menggunakan pupuk organik.<\/p>\n\n\n\n Soal perawatan,\nkebanyakan masyarakat Temanggung memiliki cara yang unik. Tembakau yang\ndianggap gagal, kemudian dipetik dan dijadikan sebagai cairan pestisida untuk\nmengobati beragam penyakit yang mendera tembakau. Hal ini cukup manjur,\ntembakau yang semula kualitas D dapat berubah menjadi kualitas E ketika\ndimasukkan ke perusahaan besar di Temanggung.<\/p>\n\n\n\n Minggu lalu\nsaya berkungjung ke daerah Ngadirejo Temanggung untuk mengurus beberapa hal. Di\nsana saya banyak bertemu dengan petani tembakau yang dengan suka rela\nmengeluarkan keluh kesahnya menjadi petani tembakau. Salah satunya dalam\nperniagaan.<\/p>\n\n\n\n Banyak petani\nyang tidak bermitra dengan perusahaan rokok, sehingga mereka kesusahan untuk\nmemasarkan tembakau mereka. Bahkan seperti yang dialami salah satu petani,\nketika ia setor tembakau ke gudang, hanya dibayar dengan selembar kertas\nkwitansi bertuliskan harga tembakaunya.<\/p>\n\n\n\n \u201cBiasanya\nuangnya akan cair 3-6 bulan kemudian,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Memang masih\nbanyak persoalan yang ada dalam sektor pertembakau. Baik dari sisi perniagaan,\npenanaman hingga ketidakjujuran petani dalam menjual tembakaunya. Pemerintah\ntidak pernah hadir dalam ragam permasalahan yang terjadi, mereka hadir saat\npenentuan cukai dan berapa banyak yang dapat dikeruk dari sektor pertembakauan\nini. <\/p>\n\n\n\n Tetapi apapun\nitu, sektor pertembakauan ini terus memberikan sumbangsih besar terhadap\npemasukan negara. Sehingga berbagai sektor dalam menjalankan bangsa dan negara\ncukup terbantu.<\/p>\n","post_title":"Mengenal Jenis Tembakau Terbaik Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"mengenal-jenis-tembakau-terbaik-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-28 08:59:19","post_modified_gmt":"2019-02-28 01:59:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5495","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5297,"post_author":"878","post_date":"2019-01-10 05:56:22","post_date_gmt":"2019-01-09 22:56:22","post_content":"Tahun 2018, penerimaan negara dari cukai produk tembakau mencapai Rp153 triliun. Angka ini lebih dari 90 persen total penerimaan cukai negara dan mendekati 10 persen dari total seluruh penerimaan negara pada tahun 2018. Sebuah angka yang tak bisa dianggap remeh untuk industri yang terus-menerus dipandang miring oleh banyak pihak.\r\n\r\nDari seluruh penerimaan hasil cukai produk tembakau<\/a>, pengelolaannya langsung di bawah menteri keuangan. Salah satu skema penyaluran dana penerimaan cukai ini ke daerah-daerah penghasil tembakau, cengkeh, dan industri rokok, adalah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau<\/a> (DBHCHT).\r\n\r\nSelain menentukan angka yang diterima tiap daerah, kementerian keuangan juga mengatur alokasi dana sesuai peruntukannya. Ini diatur berdasarkan peraturan menteri keuangan nomor 222\/PMK.07\/2017 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT.<\/strong>\r\n\r\nSalah satu amanat dalam peraturan tersebut menyebutkan bahwa minimal 50 persen dari DBHCHT harus digunakan dalam bidang kesehatan yang mendukung jaminan kesehatan nasional. Sejauh ini, dana DBHCHT paling banyak digunakan untuk pembangunan fasilitas kesehatan di banyak daerah di negeri ini.\r\nSebagai contoh, provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2018 Jawa Barat menerima dana DBHCHT sebanyak Rp176,8 Milyar dan Rp114 Milyar untuk tahun ini. Dana tersebut lebih dari 50 persennya digunakan untuk membangun rumah sakit di wilayah Pameungpeuk, Garut.<\/blockquote>\r\nBagi saya, ini menjadi prestasi tersendiri dari industri rokok dan para perokok yang menjadi penyumbang cukai dalam tiap batang rokok yang diperjualbelikan. Di tengah kampanye buruk yang terus-menerus disiarkan terkait tembakau dan produknya berupa rokok, industri ini malah menyumbang sesuatu yang begitu bermanfaat di banyak negeri.\r\n\r\nSayangnya, dengan kondisi semacam ini, ragam rupa kampanye yang mendeskreditkan tembakau dan rokok masih terus saja disuarakan. Yang lebih menyedihkan, dalam kampanye anti-tembakau ini ada dana DBHCHT yang digunakan. Dana yang diambil secara 'paksa' dari para perokok oleh negara, dari hasil membeli produk-produk rokok, digunakan untuk mengampanyekan agar masyarakat menjauhi tembakau dan produk unggulan dari tembakau berupa rokok.\r\n\r\nPenggunaan dana DBHCHT untuk kampanye anti-tembakau di Jawa Barat disampaikan langsung oleh Iwa Kurniwa, Sekda Provinsi Jawa Barat.<\/strong> Menurutnya, mereka akan fokus mengampanyekan dampak buruk tembakau di wilayah Jawa Barat bagian selatan.\r\n\r\nAda logika yang aneh di sini. Anda menanam tembakau, kemudian tembakau itu digunakan sebagai bahan baku produksi rokok. Rokok itu kemudian diperjualbelikan. Dalam setiap batang rokok yang diperjualbelikan, negara menarik cukai di sana hingga terkumpul ratusan trilyun rupiah setiap tahunnya. Lalu beberapa bagian dari ratusan trilyun itu, digunakan sebagai dana untuk mengampanyekan agar orang-orang meninggalkan produk rokok. Sebuah ironi yang nyata terjadi di negeri ini.\r\n\r\nBisa dibilang ini adalah aksi bunuh diri. Berusaha membunuh tembakau dengan uang hasil penjualan tembakau. Bunuh diri masal karena kampanye ini pelan-pelan akan membunuh pemasukan utama petani tembakau dan cengkeh, buruh tani, para penjual rokok eceran, dan industri rokok nasional.\r\n\r\nTentu saja kita semua yang masih memiliki akal sehat harus melawan semua itu. Melawan semampu yang kita bisa.","post_title":"Cukai Tembakau untuk Kampanye Anti-Tembakau, Sebuah Ironi!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cukai-tembakau-untuk-kampanye-anti-tembakau-sebuah-ironi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-20 06:47:33","post_modified_gmt":"2019-01-19 23:47:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5297","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5135,"post_author":"878","post_date":"2018-11-20 10:06:43","post_date_gmt":"2018-11-20 03:06:43","post_content":"Di sebuah lembah yang dikepung bukit berbentuk huruf 'U', dikelilingi pepohonan pinus yang di sela-selanya berdiri tegak pohon kopi jenis robusta, 99 anak petani dan buruh tani tembakau berkumpul. Sesekali mereka meneriakkan yel-yel, seringkali juga mereka berangkulan, bahu membahu menyelesaikan tantangan-tantangan yang tidak hanya membutuhkan kepiawaian berpikir, tetapi juga kompakan tim.\r\n\r\n99 anak yang berkumpul itu, adalah penerima beasiswa Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) angkatan 2018. Mereka berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Temanggung. Latar belakang mereka mirip, anak-anak petani dan buruh tani tembakau. Usia mereka juga mirip, kini duduk di kelas satu SMK.\r\n\r\nTotal penerima beasiswa KNPK<\/a> tahun ini sebanyak 100 anak. Satu orang berhalangan hadir karena sakit. Mereka berkumpul akhir pekan kemarin untuk ikut acara Character Building<\/em> bertema: Mandiri, Berdaulat, dan Berbudaya.\r\n\r\nRagam bentuk materi dan kegiatan dilaksanakan sepanjang acara. Mulai dari materi-materi softskill<\/em> seperti public speaking<\/em>, videografi, penulisan, dan pengorganisasian, hingga materi-materi yang dikemas dalam bentuk outbond<\/em> yang tujuannya membangun solidaritas, konsentrasi, kerjasama, dan kesabaran.\r\n\r\nSeorang petani tembakau juga diminta memberikan materi terkait pengetahuan dasar pertanian tembakau. Materi ini bertujuan untuk menguatkan pengetahuan yang sudah mereka dapat dari orang tua mereka.\r\n\r\nDi tengah hembusan stigma negatif terhadap tembakau dan produk turunannya, kami, KNPK, bersama para petani tembakau, dan pengurus beasiswa Temanggung, tetap terus berusaha agar manfaat pertanian tembakau dan industri kretek bisa terus memberikan manfaat dalam jangkauan yang semakin luas dan terukur.\r\n\r\nSudah delapan angkatan penerima beasiswa. Banyak yang sudah melanjutkan karir pada bidang dan minat masing-masing, ada pula yang masih sekolah. Sebagiamana amanat bangsa, bahwa pendidikan adalah seluruh hak bagi segala bangsa, tak terkecuali anak petani dan buruh petani.","post_title":"Beasiswa KNPK, Mencetak Generasi Mandiri, Berdaulat dan Berbudaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"beasiswa-knpk-mencetak-generasi-mandiri-berdaulat-dan-berbudaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2018-11-20 10:07:42","post_modified_gmt":"2018-11-20 03:07:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5135","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Sebagai contoh, provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2018 Jawa Barat menerima dana DBHCHT sebanyak Rp176,8 Milyar dan Rp114 Milyar untuk tahun ini. Dana tersebut lebih dari 50 persennya digunakan untuk membangun rumah sakit di wilayah Pameungpeuk, Garut.<\/blockquote>\r\nBagi saya, ini menjadi prestasi tersendiri dari industri rokok dan para perokok yang menjadi penyumbang cukai dalam tiap batang rokok yang diperjualbelikan. Di tengah kampanye buruk yang terus-menerus disiarkan terkait tembakau dan produknya berupa rokok, industri ini malah menyumbang sesuatu yang begitu bermanfaat di banyak negeri.\r\n\r\nSayangnya, dengan kondisi semacam ini, ragam rupa kampanye yang mendeskreditkan tembakau dan rokok masih terus saja disuarakan. Yang lebih menyedihkan, dalam kampanye anti-tembakau ini ada dana DBHCHT yang digunakan. Dana yang diambil secara 'paksa' dari para perokok oleh negara, dari hasil membeli produk-produk rokok, digunakan untuk mengampanyekan agar masyarakat menjauhi tembakau dan produk unggulan dari tembakau berupa rokok.\r\n\r\nPenggunaan dana DBHCHT untuk kampanye anti-tembakau di Jawa Barat disampaikan langsung oleh Iwa Kurniwa, Sekda Provinsi Jawa Barat.<\/strong> Menurutnya, mereka akan fokus mengampanyekan dampak buruk tembakau di wilayah Jawa Barat bagian selatan.\r\n\r\nAda logika yang aneh di sini. Anda menanam tembakau, kemudian tembakau itu digunakan sebagai bahan baku produksi rokok. Rokok itu kemudian diperjualbelikan. Dalam setiap batang rokok yang diperjualbelikan, negara menarik cukai di sana hingga terkumpul ratusan trilyun rupiah setiap tahunnya. Lalu beberapa bagian dari ratusan trilyun itu, digunakan sebagai dana untuk mengampanyekan agar orang-orang meninggalkan produk rokok. Sebuah ironi yang nyata terjadi di negeri ini.\r\n\r\nBisa dibilang ini adalah aksi bunuh diri. Berusaha membunuh tembakau dengan uang hasil penjualan tembakau. Bunuh diri masal karena kampanye ini pelan-pelan akan membunuh pemasukan utama petani tembakau dan cengkeh, buruh tani, para penjual rokok eceran, dan industri rokok nasional.\r\n\r\nTentu saja kita semua yang masih memiliki akal sehat harus melawan semua itu. Melawan semampu yang kita bisa.","post_title":"Cukai Tembakau untuk Kampanye Anti-Tembakau, Sebuah Ironi!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cukai-tembakau-untuk-kampanye-anti-tembakau-sebuah-ironi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-20 06:47:33","post_modified_gmt":"2019-01-19 23:47:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5297","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5135,"post_author":"878","post_date":"2018-11-20 10:06:43","post_date_gmt":"2018-11-20 03:06:43","post_content":"Di sebuah lembah yang dikepung bukit berbentuk huruf 'U', dikelilingi pepohonan pinus yang di sela-selanya berdiri tegak pohon kopi jenis robusta, 99 anak petani dan buruh tani tembakau berkumpul. Sesekali mereka meneriakkan yel-yel, seringkali juga mereka berangkulan, bahu membahu menyelesaikan tantangan-tantangan yang tidak hanya membutuhkan kepiawaian berpikir, tetapi juga kompakan tim.\r\n\r\n99 anak yang berkumpul itu, adalah penerima beasiswa Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) angkatan 2018. Mereka berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Temanggung. Latar belakang mereka mirip, anak-anak petani dan buruh tani tembakau. Usia mereka juga mirip, kini duduk di kelas satu SMK.\r\n\r\nTotal penerima beasiswa KNPK<\/a> tahun ini sebanyak 100 anak. Satu orang berhalangan hadir karena sakit. Mereka berkumpul akhir pekan kemarin untuk ikut acara Character Building<\/em> bertema: Mandiri, Berdaulat, dan Berbudaya.\r\n\r\nRagam bentuk materi dan kegiatan dilaksanakan sepanjang acara. Mulai dari materi-materi softskill<\/em> seperti public speaking<\/em>, videografi, penulisan, dan pengorganisasian, hingga materi-materi yang dikemas dalam bentuk outbond<\/em> yang tujuannya membangun solidaritas, konsentrasi, kerjasama, dan kesabaran.\r\n\r\nSeorang petani tembakau juga diminta memberikan materi terkait pengetahuan dasar pertanian tembakau. Materi ini bertujuan untuk menguatkan pengetahuan yang sudah mereka dapat dari orang tua mereka.\r\n\r\nDi tengah hembusan stigma negatif terhadap tembakau dan produk turunannya, kami, KNPK, bersama para petani tembakau, dan pengurus beasiswa Temanggung, tetap terus berusaha agar manfaat pertanian tembakau dan industri kretek bisa terus memberikan manfaat dalam jangkauan yang semakin luas dan terukur.\r\n\r\nSudah delapan angkatan penerima beasiswa. Banyak yang sudah melanjutkan karir pada bidang dan minat masing-masing, ada pula yang masih sekolah. Sebagiamana amanat bangsa, bahwa pendidikan adalah seluruh hak bagi segala bangsa, tak terkecuali anak petani dan buruh petani.","post_title":"Beasiswa KNPK, Mencetak Generasi Mandiri, Berdaulat dan Berbudaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"beasiswa-knpk-mencetak-generasi-mandiri-berdaulat-dan-berbudaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2018-11-20 10:07:42","post_modified_gmt":"2018-11-20 03:07:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5135","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Sebagai contoh, provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2018 Jawa Barat menerima dana DBHCHT sebanyak Rp176,8 Milyar dan Rp114 Milyar untuk tahun ini. Dana tersebut lebih dari 50 persennya digunakan untuk membangun rumah sakit di wilayah Pameungpeuk, Garut.<\/blockquote>\r\nBagi saya, ini menjadi prestasi tersendiri dari industri rokok dan para perokok yang menjadi penyumbang cukai dalam tiap batang rokok yang diperjualbelikan. Di tengah kampanye buruk yang terus-menerus disiarkan terkait tembakau dan produknya berupa rokok, industri ini malah menyumbang sesuatu yang begitu bermanfaat di banyak negeri.\r\n\r\nSayangnya, dengan kondisi semacam ini, ragam rupa kampanye yang mendeskreditkan tembakau dan rokok masih terus saja disuarakan. Yang lebih menyedihkan, dalam kampanye anti-tembakau ini ada dana DBHCHT yang digunakan. Dana yang diambil secara 'paksa' dari para perokok oleh negara, dari hasil membeli produk-produk rokok, digunakan untuk mengampanyekan agar masyarakat menjauhi tembakau dan produk unggulan dari tembakau berupa rokok.\r\n\r\nPenggunaan dana DBHCHT untuk kampanye anti-tembakau di Jawa Barat disampaikan langsung oleh Iwa Kurniwa, Sekda Provinsi Jawa Barat.<\/strong> Menurutnya, mereka akan fokus mengampanyekan dampak buruk tembakau di wilayah Jawa Barat bagian selatan.\r\n\r\nAda logika yang aneh di sini. Anda menanam tembakau, kemudian tembakau itu digunakan sebagai bahan baku produksi rokok. Rokok itu kemudian diperjualbelikan. Dalam setiap batang rokok yang diperjualbelikan, negara menarik cukai di sana hingga terkumpul ratusan trilyun rupiah setiap tahunnya. Lalu beberapa bagian dari ratusan trilyun itu, digunakan sebagai dana untuk mengampanyekan agar orang-orang meninggalkan produk rokok. Sebuah ironi yang nyata terjadi di negeri ini.\r\n\r\nBisa dibilang ini adalah aksi bunuh diri. Berusaha membunuh tembakau dengan uang hasil penjualan tembakau. Bunuh diri masal karena kampanye ini pelan-pelan akan membunuh pemasukan utama petani tembakau dan cengkeh, buruh tani, para penjual rokok eceran, dan industri rokok nasional.\r\n\r\nTentu saja kita semua yang masih memiliki akal sehat harus melawan semua itu. Melawan semampu yang kita bisa.","post_title":"Cukai Tembakau untuk Kampanye Anti-Tembakau, Sebuah Ironi!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cukai-tembakau-untuk-kampanye-anti-tembakau-sebuah-ironi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-20 06:47:33","post_modified_gmt":"2019-01-19 23:47:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5297","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5135,"post_author":"878","post_date":"2018-11-20 10:06:43","post_date_gmt":"2018-11-20 03:06:43","post_content":"Di sebuah lembah yang dikepung bukit berbentuk huruf 'U', dikelilingi pepohonan pinus yang di sela-selanya berdiri tegak pohon kopi jenis robusta, 99 anak petani dan buruh tani tembakau berkumpul. Sesekali mereka meneriakkan yel-yel, seringkali juga mereka berangkulan, bahu membahu menyelesaikan tantangan-tantangan yang tidak hanya membutuhkan kepiawaian berpikir, tetapi juga kompakan tim.\r\n\r\n99 anak yang berkumpul itu, adalah penerima beasiswa Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) angkatan 2018. Mereka berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Temanggung. Latar belakang mereka mirip, anak-anak petani dan buruh tani tembakau. Usia mereka juga mirip, kini duduk di kelas satu SMK.\r\n\r\nTotal penerima beasiswa KNPK<\/a> tahun ini sebanyak 100 anak. Satu orang berhalangan hadir karena sakit. Mereka berkumpul akhir pekan kemarin untuk ikut acara Character Building<\/em> bertema: Mandiri, Berdaulat, dan Berbudaya.\r\n\r\nRagam bentuk materi dan kegiatan dilaksanakan sepanjang acara. Mulai dari materi-materi softskill<\/em> seperti public speaking<\/em>, videografi, penulisan, dan pengorganisasian, hingga materi-materi yang dikemas dalam bentuk outbond<\/em> yang tujuannya membangun solidaritas, konsentrasi, kerjasama, dan kesabaran.\r\n\r\nSeorang petani tembakau juga diminta memberikan materi terkait pengetahuan dasar pertanian tembakau. Materi ini bertujuan untuk menguatkan pengetahuan yang sudah mereka dapat dari orang tua mereka.\r\n\r\nDi tengah hembusan stigma negatif terhadap tembakau dan produk turunannya, kami, KNPK, bersama para petani tembakau, dan pengurus beasiswa Temanggung, tetap terus berusaha agar manfaat pertanian tembakau dan industri kretek bisa terus memberikan manfaat dalam jangkauan yang semakin luas dan terukur.\r\n\r\nSudah delapan angkatan penerima beasiswa. Banyak yang sudah melanjutkan karir pada bidang dan minat masing-masing, ada pula yang masih sekolah. Sebagiamana amanat bangsa, bahwa pendidikan adalah seluruh hak bagi segala bangsa, tak terkecuali anak petani dan buruh petani.","post_title":"Beasiswa KNPK, Mencetak Generasi Mandiri, Berdaulat dan Berbudaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"beasiswa-knpk-mencetak-generasi-mandiri-berdaulat-dan-berbudaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2018-11-20 10:07:42","post_modified_gmt":"2018-11-20 03:07:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5135","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Perniagaan tembakau yang tidak\nmenguntungkan bagi sebagian petani<\/strong><\/h4>\n\n\n\n
Sebagai contoh, provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2018 Jawa Barat menerima dana DBHCHT sebanyak Rp176,8 Milyar dan Rp114 Milyar untuk tahun ini. Dana tersebut lebih dari 50 persennya digunakan untuk membangun rumah sakit di wilayah Pameungpeuk, Garut.<\/blockquote>\r\nBagi saya, ini menjadi prestasi tersendiri dari industri rokok dan para perokok yang menjadi penyumbang cukai dalam tiap batang rokok yang diperjualbelikan. Di tengah kampanye buruk yang terus-menerus disiarkan terkait tembakau dan produknya berupa rokok, industri ini malah menyumbang sesuatu yang begitu bermanfaat di banyak negeri.\r\n\r\nSayangnya, dengan kondisi semacam ini, ragam rupa kampanye yang mendeskreditkan tembakau dan rokok masih terus saja disuarakan. Yang lebih menyedihkan, dalam kampanye anti-tembakau ini ada dana DBHCHT yang digunakan. Dana yang diambil secara 'paksa' dari para perokok oleh negara, dari hasil membeli produk-produk rokok, digunakan untuk mengampanyekan agar masyarakat menjauhi tembakau dan produk unggulan dari tembakau berupa rokok.\r\n\r\nPenggunaan dana DBHCHT untuk kampanye anti-tembakau di Jawa Barat disampaikan langsung oleh Iwa Kurniwa, Sekda Provinsi Jawa Barat.<\/strong> Menurutnya, mereka akan fokus mengampanyekan dampak buruk tembakau di wilayah Jawa Barat bagian selatan.\r\n\r\nAda logika yang aneh di sini. Anda menanam tembakau, kemudian tembakau itu digunakan sebagai bahan baku produksi rokok. Rokok itu kemudian diperjualbelikan. Dalam setiap batang rokok yang diperjualbelikan, negara menarik cukai di sana hingga terkumpul ratusan trilyun rupiah setiap tahunnya. Lalu beberapa bagian dari ratusan trilyun itu, digunakan sebagai dana untuk mengampanyekan agar orang-orang meninggalkan produk rokok. Sebuah ironi yang nyata terjadi di negeri ini.\r\n\r\nBisa dibilang ini adalah aksi bunuh diri. Berusaha membunuh tembakau dengan uang hasil penjualan tembakau. Bunuh diri masal karena kampanye ini pelan-pelan akan membunuh pemasukan utama petani tembakau dan cengkeh, buruh tani, para penjual rokok eceran, dan industri rokok nasional.\r\n\r\nTentu saja kita semua yang masih memiliki akal sehat harus melawan semua itu. Melawan semampu yang kita bisa.","post_title":"Cukai Tembakau untuk Kampanye Anti-Tembakau, Sebuah Ironi!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cukai-tembakau-untuk-kampanye-anti-tembakau-sebuah-ironi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-20 06:47:33","post_modified_gmt":"2019-01-19 23:47:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5297","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5135,"post_author":"878","post_date":"2018-11-20 10:06:43","post_date_gmt":"2018-11-20 03:06:43","post_content":"Di sebuah lembah yang dikepung bukit berbentuk huruf 'U', dikelilingi pepohonan pinus yang di sela-selanya berdiri tegak pohon kopi jenis robusta, 99 anak petani dan buruh tani tembakau berkumpul. Sesekali mereka meneriakkan yel-yel, seringkali juga mereka berangkulan, bahu membahu menyelesaikan tantangan-tantangan yang tidak hanya membutuhkan kepiawaian berpikir, tetapi juga kompakan tim.\r\n\r\n99 anak yang berkumpul itu, adalah penerima beasiswa Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) angkatan 2018. Mereka berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Temanggung. Latar belakang mereka mirip, anak-anak petani dan buruh tani tembakau. Usia mereka juga mirip, kini duduk di kelas satu SMK.\r\n\r\nTotal penerima beasiswa KNPK<\/a> tahun ini sebanyak 100 anak. Satu orang berhalangan hadir karena sakit. Mereka berkumpul akhir pekan kemarin untuk ikut acara Character Building<\/em> bertema: Mandiri, Berdaulat, dan Berbudaya.\r\n\r\nRagam bentuk materi dan kegiatan dilaksanakan sepanjang acara. Mulai dari materi-materi softskill<\/em> seperti public speaking<\/em>, videografi, penulisan, dan pengorganisasian, hingga materi-materi yang dikemas dalam bentuk outbond<\/em> yang tujuannya membangun solidaritas, konsentrasi, kerjasama, dan kesabaran.\r\n\r\nSeorang petani tembakau juga diminta memberikan materi terkait pengetahuan dasar pertanian tembakau. Materi ini bertujuan untuk menguatkan pengetahuan yang sudah mereka dapat dari orang tua mereka.\r\n\r\nDi tengah hembusan stigma negatif terhadap tembakau dan produk turunannya, kami, KNPK, bersama para petani tembakau, dan pengurus beasiswa Temanggung, tetap terus berusaha agar manfaat pertanian tembakau dan industri kretek bisa terus memberikan manfaat dalam jangkauan yang semakin luas dan terukur.\r\n\r\nSudah delapan angkatan penerima beasiswa. Banyak yang sudah melanjutkan karir pada bidang dan minat masing-masing, ada pula yang masih sekolah. Sebagiamana amanat bangsa, bahwa pendidikan adalah seluruh hak bagi segala bangsa, tak terkecuali anak petani dan buruh petani.","post_title":"Beasiswa KNPK, Mencetak Generasi Mandiri, Berdaulat dan Berbudaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"beasiswa-knpk-mencetak-generasi-mandiri-berdaulat-dan-berbudaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2018-11-20 10:07:42","post_modified_gmt":"2018-11-20 03:07:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5135","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Perniagaan tembakau yang tidak\nmenguntungkan bagi sebagian petani<\/strong><\/h4>\n\n\n\n
Sebagai contoh, provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2018 Jawa Barat menerima dana DBHCHT sebanyak Rp176,8 Milyar dan Rp114 Milyar untuk tahun ini. Dana tersebut lebih dari 50 persennya digunakan untuk membangun rumah sakit di wilayah Pameungpeuk, Garut.<\/blockquote>\r\nBagi saya, ini menjadi prestasi tersendiri dari industri rokok dan para perokok yang menjadi penyumbang cukai dalam tiap batang rokok yang diperjualbelikan. Di tengah kampanye buruk yang terus-menerus disiarkan terkait tembakau dan produknya berupa rokok, industri ini malah menyumbang sesuatu yang begitu bermanfaat di banyak negeri.\r\n\r\nSayangnya, dengan kondisi semacam ini, ragam rupa kampanye yang mendeskreditkan tembakau dan rokok masih terus saja disuarakan. Yang lebih menyedihkan, dalam kampanye anti-tembakau ini ada dana DBHCHT yang digunakan. Dana yang diambil secara 'paksa' dari para perokok oleh negara, dari hasil membeli produk-produk rokok, digunakan untuk mengampanyekan agar masyarakat menjauhi tembakau dan produk unggulan dari tembakau berupa rokok.\r\n\r\nPenggunaan dana DBHCHT untuk kampanye anti-tembakau di Jawa Barat disampaikan langsung oleh Iwa Kurniwa, Sekda Provinsi Jawa Barat.<\/strong> Menurutnya, mereka akan fokus mengampanyekan dampak buruk tembakau di wilayah Jawa Barat bagian selatan.\r\n\r\nAda logika yang aneh di sini. Anda menanam tembakau, kemudian tembakau itu digunakan sebagai bahan baku produksi rokok. Rokok itu kemudian diperjualbelikan. Dalam setiap batang rokok yang diperjualbelikan, negara menarik cukai di sana hingga terkumpul ratusan trilyun rupiah setiap tahunnya. Lalu beberapa bagian dari ratusan trilyun itu, digunakan sebagai dana untuk mengampanyekan agar orang-orang meninggalkan produk rokok. Sebuah ironi yang nyata terjadi di negeri ini.\r\n\r\nBisa dibilang ini adalah aksi bunuh diri. Berusaha membunuh tembakau dengan uang hasil penjualan tembakau. Bunuh diri masal karena kampanye ini pelan-pelan akan membunuh pemasukan utama petani tembakau dan cengkeh, buruh tani, para penjual rokok eceran, dan industri rokok nasional.\r\n\r\nTentu saja kita semua yang masih memiliki akal sehat harus melawan semua itu. Melawan semampu yang kita bisa.","post_title":"Cukai Tembakau untuk Kampanye Anti-Tembakau, Sebuah Ironi!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cukai-tembakau-untuk-kampanye-anti-tembakau-sebuah-ironi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-20 06:47:33","post_modified_gmt":"2019-01-19 23:47:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5297","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5135,"post_author":"878","post_date":"2018-11-20 10:06:43","post_date_gmt":"2018-11-20 03:06:43","post_content":"Di sebuah lembah yang dikepung bukit berbentuk huruf 'U', dikelilingi pepohonan pinus yang di sela-selanya berdiri tegak pohon kopi jenis robusta, 99 anak petani dan buruh tani tembakau berkumpul. Sesekali mereka meneriakkan yel-yel, seringkali juga mereka berangkulan, bahu membahu menyelesaikan tantangan-tantangan yang tidak hanya membutuhkan kepiawaian berpikir, tetapi juga kompakan tim.\r\n\r\n99 anak yang berkumpul itu, adalah penerima beasiswa Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) angkatan 2018. Mereka berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Temanggung. Latar belakang mereka mirip, anak-anak petani dan buruh tani tembakau. Usia mereka juga mirip, kini duduk di kelas satu SMK.\r\n\r\nTotal penerima beasiswa KNPK<\/a> tahun ini sebanyak 100 anak. Satu orang berhalangan hadir karena sakit. Mereka berkumpul akhir pekan kemarin untuk ikut acara Character Building<\/em> bertema: Mandiri, Berdaulat, dan Berbudaya.\r\n\r\nRagam bentuk materi dan kegiatan dilaksanakan sepanjang acara. Mulai dari materi-materi softskill<\/em> seperti public speaking<\/em>, videografi, penulisan, dan pengorganisasian, hingga materi-materi yang dikemas dalam bentuk outbond<\/em> yang tujuannya membangun solidaritas, konsentrasi, kerjasama, dan kesabaran.\r\n\r\nSeorang petani tembakau juga diminta memberikan materi terkait pengetahuan dasar pertanian tembakau. Materi ini bertujuan untuk menguatkan pengetahuan yang sudah mereka dapat dari orang tua mereka.\r\n\r\nDi tengah hembusan stigma negatif terhadap tembakau dan produk turunannya, kami, KNPK, bersama para petani tembakau, dan pengurus beasiswa Temanggung, tetap terus berusaha agar manfaat pertanian tembakau dan industri kretek bisa terus memberikan manfaat dalam jangkauan yang semakin luas dan terukur.\r\n\r\nSudah delapan angkatan penerima beasiswa. Banyak yang sudah melanjutkan karir pada bidang dan minat masing-masing, ada pula yang masih sekolah. Sebagiamana amanat bangsa, bahwa pendidikan adalah seluruh hak bagi segala bangsa, tak terkecuali anak petani dan buruh petani.","post_title":"Beasiswa KNPK, Mencetak Generasi Mandiri, Berdaulat dan Berbudaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"beasiswa-knpk-mencetak-generasi-mandiri-berdaulat-dan-berbudaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2018-11-20 10:07:42","post_modified_gmt":"2018-11-20 03:07:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5135","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Perniagaan tembakau yang tidak\nmenguntungkan bagi sebagian petani<\/strong><\/h4>\n\n\n\n
Sebagai contoh, provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2018 Jawa Barat menerima dana DBHCHT sebanyak Rp176,8 Milyar dan Rp114 Milyar untuk tahun ini. Dana tersebut lebih dari 50 persennya digunakan untuk membangun rumah sakit di wilayah Pameungpeuk, Garut.<\/blockquote>\r\nBagi saya, ini menjadi prestasi tersendiri dari industri rokok dan para perokok yang menjadi penyumbang cukai dalam tiap batang rokok yang diperjualbelikan. Di tengah kampanye buruk yang terus-menerus disiarkan terkait tembakau dan produknya berupa rokok, industri ini malah menyumbang sesuatu yang begitu bermanfaat di banyak negeri.\r\n\r\nSayangnya, dengan kondisi semacam ini, ragam rupa kampanye yang mendeskreditkan tembakau dan rokok masih terus saja disuarakan. Yang lebih menyedihkan, dalam kampanye anti-tembakau ini ada dana DBHCHT yang digunakan. Dana yang diambil secara 'paksa' dari para perokok oleh negara, dari hasil membeli produk-produk rokok, digunakan untuk mengampanyekan agar masyarakat menjauhi tembakau dan produk unggulan dari tembakau berupa rokok.\r\n\r\nPenggunaan dana DBHCHT untuk kampanye anti-tembakau di Jawa Barat disampaikan langsung oleh Iwa Kurniwa, Sekda Provinsi Jawa Barat.<\/strong> Menurutnya, mereka akan fokus mengampanyekan dampak buruk tembakau di wilayah Jawa Barat bagian selatan.\r\n\r\nAda logika yang aneh di sini. Anda menanam tembakau, kemudian tembakau itu digunakan sebagai bahan baku produksi rokok. Rokok itu kemudian diperjualbelikan. Dalam setiap batang rokok yang diperjualbelikan, negara menarik cukai di sana hingga terkumpul ratusan trilyun rupiah setiap tahunnya. Lalu beberapa bagian dari ratusan trilyun itu, digunakan sebagai dana untuk mengampanyekan agar orang-orang meninggalkan produk rokok. Sebuah ironi yang nyata terjadi di negeri ini.\r\n\r\nBisa dibilang ini adalah aksi bunuh diri. Berusaha membunuh tembakau dengan uang hasil penjualan tembakau. Bunuh diri masal karena kampanye ini pelan-pelan akan membunuh pemasukan utama petani tembakau dan cengkeh, buruh tani, para penjual rokok eceran, dan industri rokok nasional.\r\n\r\nTentu saja kita semua yang masih memiliki akal sehat harus melawan semua itu. Melawan semampu yang kita bisa.","post_title":"Cukai Tembakau untuk Kampanye Anti-Tembakau, Sebuah Ironi!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cukai-tembakau-untuk-kampanye-anti-tembakau-sebuah-ironi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-20 06:47:33","post_modified_gmt":"2019-01-19 23:47:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5297","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5135,"post_author":"878","post_date":"2018-11-20 10:06:43","post_date_gmt":"2018-11-20 03:06:43","post_content":"Di sebuah lembah yang dikepung bukit berbentuk huruf 'U', dikelilingi pepohonan pinus yang di sela-selanya berdiri tegak pohon kopi jenis robusta, 99 anak petani dan buruh tani tembakau berkumpul. Sesekali mereka meneriakkan yel-yel, seringkali juga mereka berangkulan, bahu membahu menyelesaikan tantangan-tantangan yang tidak hanya membutuhkan kepiawaian berpikir, tetapi juga kompakan tim.\r\n\r\n99 anak yang berkumpul itu, adalah penerima beasiswa Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) angkatan 2018. Mereka berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Temanggung. Latar belakang mereka mirip, anak-anak petani dan buruh tani tembakau. Usia mereka juga mirip, kini duduk di kelas satu SMK.\r\n\r\nTotal penerima beasiswa KNPK<\/a> tahun ini sebanyak 100 anak. Satu orang berhalangan hadir karena sakit. Mereka berkumpul akhir pekan kemarin untuk ikut acara Character Building<\/em> bertema: Mandiri, Berdaulat, dan Berbudaya.\r\n\r\nRagam bentuk materi dan kegiatan dilaksanakan sepanjang acara. Mulai dari materi-materi softskill<\/em> seperti public speaking<\/em>, videografi, penulisan, dan pengorganisasian, hingga materi-materi yang dikemas dalam bentuk outbond<\/em> yang tujuannya membangun solidaritas, konsentrasi, kerjasama, dan kesabaran.\r\n\r\nSeorang petani tembakau juga diminta memberikan materi terkait pengetahuan dasar pertanian tembakau. Materi ini bertujuan untuk menguatkan pengetahuan yang sudah mereka dapat dari orang tua mereka.\r\n\r\nDi tengah hembusan stigma negatif terhadap tembakau dan produk turunannya, kami, KNPK, bersama para petani tembakau, dan pengurus beasiswa Temanggung, tetap terus berusaha agar manfaat pertanian tembakau dan industri kretek bisa terus memberikan manfaat dalam jangkauan yang semakin luas dan terukur.\r\n\r\nSudah delapan angkatan penerima beasiswa. Banyak yang sudah melanjutkan karir pada bidang dan minat masing-masing, ada pula yang masih sekolah. Sebagiamana amanat bangsa, bahwa pendidikan adalah seluruh hak bagi segala bangsa, tak terkecuali anak petani dan buruh petani.","post_title":"Beasiswa KNPK, Mencetak Generasi Mandiri, Berdaulat dan Berbudaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"beasiswa-knpk-mencetak-generasi-mandiri-berdaulat-dan-berbudaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2018-11-20 10:07:42","post_modified_gmt":"2018-11-20 03:07:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5135","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Perniagaan tembakau yang tidak\nmenguntungkan bagi sebagian petani<\/strong><\/h4>\n\n\n\n
Sebagai contoh, provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2018 Jawa Barat menerima dana DBHCHT sebanyak Rp176,8 Milyar dan Rp114 Milyar untuk tahun ini. Dana tersebut lebih dari 50 persennya digunakan untuk membangun rumah sakit di wilayah Pameungpeuk, Garut.<\/blockquote>\r\nBagi saya, ini menjadi prestasi tersendiri dari industri rokok dan para perokok yang menjadi penyumbang cukai dalam tiap batang rokok yang diperjualbelikan. Di tengah kampanye buruk yang terus-menerus disiarkan terkait tembakau dan produknya berupa rokok, industri ini malah menyumbang sesuatu yang begitu bermanfaat di banyak negeri.\r\n\r\nSayangnya, dengan kondisi semacam ini, ragam rupa kampanye yang mendeskreditkan tembakau dan rokok masih terus saja disuarakan. Yang lebih menyedihkan, dalam kampanye anti-tembakau ini ada dana DBHCHT yang digunakan. Dana yang diambil secara 'paksa' dari para perokok oleh negara, dari hasil membeli produk-produk rokok, digunakan untuk mengampanyekan agar masyarakat menjauhi tembakau dan produk unggulan dari tembakau berupa rokok.\r\n\r\nPenggunaan dana DBHCHT untuk kampanye anti-tembakau di Jawa Barat disampaikan langsung oleh Iwa Kurniwa, Sekda Provinsi Jawa Barat.<\/strong> Menurutnya, mereka akan fokus mengampanyekan dampak buruk tembakau di wilayah Jawa Barat bagian selatan.\r\n\r\nAda logika yang aneh di sini. Anda menanam tembakau, kemudian tembakau itu digunakan sebagai bahan baku produksi rokok. Rokok itu kemudian diperjualbelikan. Dalam setiap batang rokok yang diperjualbelikan, negara menarik cukai di sana hingga terkumpul ratusan trilyun rupiah setiap tahunnya. Lalu beberapa bagian dari ratusan trilyun itu, digunakan sebagai dana untuk mengampanyekan agar orang-orang meninggalkan produk rokok. Sebuah ironi yang nyata terjadi di negeri ini.\r\n\r\nBisa dibilang ini adalah aksi bunuh diri. Berusaha membunuh tembakau dengan uang hasil penjualan tembakau. Bunuh diri masal karena kampanye ini pelan-pelan akan membunuh pemasukan utama petani tembakau dan cengkeh, buruh tani, para penjual rokok eceran, dan industri rokok nasional.\r\n\r\nTentu saja kita semua yang masih memiliki akal sehat harus melawan semua itu. Melawan semampu yang kita bisa.","post_title":"Cukai Tembakau untuk Kampanye Anti-Tembakau, Sebuah Ironi!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cukai-tembakau-untuk-kampanye-anti-tembakau-sebuah-ironi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-20 06:47:33","post_modified_gmt":"2019-01-19 23:47:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5297","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5135,"post_author":"878","post_date":"2018-11-20 10:06:43","post_date_gmt":"2018-11-20 03:06:43","post_content":"Di sebuah lembah yang dikepung bukit berbentuk huruf 'U', dikelilingi pepohonan pinus yang di sela-selanya berdiri tegak pohon kopi jenis robusta, 99 anak petani dan buruh tani tembakau berkumpul. Sesekali mereka meneriakkan yel-yel, seringkali juga mereka berangkulan, bahu membahu menyelesaikan tantangan-tantangan yang tidak hanya membutuhkan kepiawaian berpikir, tetapi juga kompakan tim.\r\n\r\n99 anak yang berkumpul itu, adalah penerima beasiswa Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) angkatan 2018. Mereka berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Temanggung. Latar belakang mereka mirip, anak-anak petani dan buruh tani tembakau. Usia mereka juga mirip, kini duduk di kelas satu SMK.\r\n\r\nTotal penerima beasiswa KNPK<\/a> tahun ini sebanyak 100 anak. Satu orang berhalangan hadir karena sakit. Mereka berkumpul akhir pekan kemarin untuk ikut acara Character Building<\/em> bertema: Mandiri, Berdaulat, dan Berbudaya.\r\n\r\nRagam bentuk materi dan kegiatan dilaksanakan sepanjang acara. Mulai dari materi-materi softskill<\/em> seperti public speaking<\/em>, videografi, penulisan, dan pengorganisasian, hingga materi-materi yang dikemas dalam bentuk outbond<\/em> yang tujuannya membangun solidaritas, konsentrasi, kerjasama, dan kesabaran.\r\n\r\nSeorang petani tembakau juga diminta memberikan materi terkait pengetahuan dasar pertanian tembakau. Materi ini bertujuan untuk menguatkan pengetahuan yang sudah mereka dapat dari orang tua mereka.\r\n\r\nDi tengah hembusan stigma negatif terhadap tembakau dan produk turunannya, kami, KNPK, bersama para petani tembakau, dan pengurus beasiswa Temanggung, tetap terus berusaha agar manfaat pertanian tembakau dan industri kretek bisa terus memberikan manfaat dalam jangkauan yang semakin luas dan terukur.\r\n\r\nSudah delapan angkatan penerima beasiswa. Banyak yang sudah melanjutkan karir pada bidang dan minat masing-masing, ada pula yang masih sekolah. Sebagiamana amanat bangsa, bahwa pendidikan adalah seluruh hak bagi segala bangsa, tak terkecuali anak petani dan buruh petani.","post_title":"Beasiswa KNPK, Mencetak Generasi Mandiri, Berdaulat dan Berbudaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"beasiswa-knpk-mencetak-generasi-mandiri-berdaulat-dan-berbudaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2018-11-20 10:07:42","post_modified_gmt":"2018-11-20 03:07:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5135","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Baca: Sukses Bertani Tembakau Bersama Kemitraan Djarum di Temanggung<\/a><\/h4>\n\n\n\n
Perniagaan tembakau yang tidak\nmenguntungkan bagi sebagian petani<\/strong><\/h4>\n\n\n\n
Sebagai contoh, provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2018 Jawa Barat menerima dana DBHCHT sebanyak Rp176,8 Milyar dan Rp114 Milyar untuk tahun ini. Dana tersebut lebih dari 50 persennya digunakan untuk membangun rumah sakit di wilayah Pameungpeuk, Garut.<\/blockquote>\r\nBagi saya, ini menjadi prestasi tersendiri dari industri rokok dan para perokok yang menjadi penyumbang cukai dalam tiap batang rokok yang diperjualbelikan. Di tengah kampanye buruk yang terus-menerus disiarkan terkait tembakau dan produknya berupa rokok, industri ini malah menyumbang sesuatu yang begitu bermanfaat di banyak negeri.\r\n\r\nSayangnya, dengan kondisi semacam ini, ragam rupa kampanye yang mendeskreditkan tembakau dan rokok masih terus saja disuarakan. Yang lebih menyedihkan, dalam kampanye anti-tembakau ini ada dana DBHCHT yang digunakan. Dana yang diambil secara 'paksa' dari para perokok oleh negara, dari hasil membeli produk-produk rokok, digunakan untuk mengampanyekan agar masyarakat menjauhi tembakau dan produk unggulan dari tembakau berupa rokok.\r\n\r\nPenggunaan dana DBHCHT untuk kampanye anti-tembakau di Jawa Barat disampaikan langsung oleh Iwa Kurniwa, Sekda Provinsi Jawa Barat.<\/strong> Menurutnya, mereka akan fokus mengampanyekan dampak buruk tembakau di wilayah Jawa Barat bagian selatan.\r\n\r\nAda logika yang aneh di sini. Anda menanam tembakau, kemudian tembakau itu digunakan sebagai bahan baku produksi rokok. Rokok itu kemudian diperjualbelikan. Dalam setiap batang rokok yang diperjualbelikan, negara menarik cukai di sana hingga terkumpul ratusan trilyun rupiah setiap tahunnya. Lalu beberapa bagian dari ratusan trilyun itu, digunakan sebagai dana untuk mengampanyekan agar orang-orang meninggalkan produk rokok. Sebuah ironi yang nyata terjadi di negeri ini.\r\n\r\nBisa dibilang ini adalah aksi bunuh diri. Berusaha membunuh tembakau dengan uang hasil penjualan tembakau. Bunuh diri masal karena kampanye ini pelan-pelan akan membunuh pemasukan utama petani tembakau dan cengkeh, buruh tani, para penjual rokok eceran, dan industri rokok nasional.\r\n\r\nTentu saja kita semua yang masih memiliki akal sehat harus melawan semua itu. Melawan semampu yang kita bisa.","post_title":"Cukai Tembakau untuk Kampanye Anti-Tembakau, Sebuah Ironi!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cukai-tembakau-untuk-kampanye-anti-tembakau-sebuah-ironi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-20 06:47:33","post_modified_gmt":"2019-01-19 23:47:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5297","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5135,"post_author":"878","post_date":"2018-11-20 10:06:43","post_date_gmt":"2018-11-20 03:06:43","post_content":"Di sebuah lembah yang dikepung bukit berbentuk huruf 'U', dikelilingi pepohonan pinus yang di sela-selanya berdiri tegak pohon kopi jenis robusta, 99 anak petani dan buruh tani tembakau berkumpul. Sesekali mereka meneriakkan yel-yel, seringkali juga mereka berangkulan, bahu membahu menyelesaikan tantangan-tantangan yang tidak hanya membutuhkan kepiawaian berpikir, tetapi juga kompakan tim.\r\n\r\n99 anak yang berkumpul itu, adalah penerima beasiswa Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) angkatan 2018. Mereka berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Temanggung. Latar belakang mereka mirip, anak-anak petani dan buruh tani tembakau. Usia mereka juga mirip, kini duduk di kelas satu SMK.\r\n\r\nTotal penerima beasiswa KNPK<\/a> tahun ini sebanyak 100 anak. Satu orang berhalangan hadir karena sakit. Mereka berkumpul akhir pekan kemarin untuk ikut acara Character Building<\/em> bertema: Mandiri, Berdaulat, dan Berbudaya.\r\n\r\nRagam bentuk materi dan kegiatan dilaksanakan sepanjang acara. Mulai dari materi-materi softskill<\/em> seperti public speaking<\/em>, videografi, penulisan, dan pengorganisasian, hingga materi-materi yang dikemas dalam bentuk outbond<\/em> yang tujuannya membangun solidaritas, konsentrasi, kerjasama, dan kesabaran.\r\n\r\nSeorang petani tembakau juga diminta memberikan materi terkait pengetahuan dasar pertanian tembakau. Materi ini bertujuan untuk menguatkan pengetahuan yang sudah mereka dapat dari orang tua mereka.\r\n\r\nDi tengah hembusan stigma negatif terhadap tembakau dan produk turunannya, kami, KNPK, bersama para petani tembakau, dan pengurus beasiswa Temanggung, tetap terus berusaha agar manfaat pertanian tembakau dan industri kretek bisa terus memberikan manfaat dalam jangkauan yang semakin luas dan terukur.\r\n\r\nSudah delapan angkatan penerima beasiswa. Banyak yang sudah melanjutkan karir pada bidang dan minat masing-masing, ada pula yang masih sekolah. Sebagiamana amanat bangsa, bahwa pendidikan adalah seluruh hak bagi segala bangsa, tak terkecuali anak petani dan buruh petani.","post_title":"Beasiswa KNPK, Mencetak Generasi Mandiri, Berdaulat dan Berbudaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"beasiswa-knpk-mencetak-generasi-mandiri-berdaulat-dan-berbudaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2018-11-20 10:07:42","post_modified_gmt":"2018-11-20 03:07:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5135","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Baca: Sukses Bertani Tembakau Bersama Kemitraan Djarum di Temanggung<\/a><\/h4>\n\n\n\n
Perniagaan tembakau yang tidak\nmenguntungkan bagi sebagian petani<\/strong><\/h4>\n\n\n\n
Sebagai contoh, provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2018 Jawa Barat menerima dana DBHCHT sebanyak Rp176,8 Milyar dan Rp114 Milyar untuk tahun ini. Dana tersebut lebih dari 50 persennya digunakan untuk membangun rumah sakit di wilayah Pameungpeuk, Garut.<\/blockquote>\r\nBagi saya, ini menjadi prestasi tersendiri dari industri rokok dan para perokok yang menjadi penyumbang cukai dalam tiap batang rokok yang diperjualbelikan. Di tengah kampanye buruk yang terus-menerus disiarkan terkait tembakau dan produknya berupa rokok, industri ini malah menyumbang sesuatu yang begitu bermanfaat di banyak negeri.\r\n\r\nSayangnya, dengan kondisi semacam ini, ragam rupa kampanye yang mendeskreditkan tembakau dan rokok masih terus saja disuarakan. Yang lebih menyedihkan, dalam kampanye anti-tembakau ini ada dana DBHCHT yang digunakan. Dana yang diambil secara 'paksa' dari para perokok oleh negara, dari hasil membeli produk-produk rokok, digunakan untuk mengampanyekan agar masyarakat menjauhi tembakau dan produk unggulan dari tembakau berupa rokok.\r\n\r\nPenggunaan dana DBHCHT untuk kampanye anti-tembakau di Jawa Barat disampaikan langsung oleh Iwa Kurniwa, Sekda Provinsi Jawa Barat.<\/strong> Menurutnya, mereka akan fokus mengampanyekan dampak buruk tembakau di wilayah Jawa Barat bagian selatan.\r\n\r\nAda logika yang aneh di sini. Anda menanam tembakau, kemudian tembakau itu digunakan sebagai bahan baku produksi rokok. Rokok itu kemudian diperjualbelikan. Dalam setiap batang rokok yang diperjualbelikan, negara menarik cukai di sana hingga terkumpul ratusan trilyun rupiah setiap tahunnya. Lalu beberapa bagian dari ratusan trilyun itu, digunakan sebagai dana untuk mengampanyekan agar orang-orang meninggalkan produk rokok. Sebuah ironi yang nyata terjadi di negeri ini.\r\n\r\nBisa dibilang ini adalah aksi bunuh diri. Berusaha membunuh tembakau dengan uang hasil penjualan tembakau. Bunuh diri masal karena kampanye ini pelan-pelan akan membunuh pemasukan utama petani tembakau dan cengkeh, buruh tani, para penjual rokok eceran, dan industri rokok nasional.\r\n\r\nTentu saja kita semua yang masih memiliki akal sehat harus melawan semua itu. Melawan semampu yang kita bisa.","post_title":"Cukai Tembakau untuk Kampanye Anti-Tembakau, Sebuah Ironi!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cukai-tembakau-untuk-kampanye-anti-tembakau-sebuah-ironi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-20 06:47:33","post_modified_gmt":"2019-01-19 23:47:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5297","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5135,"post_author":"878","post_date":"2018-11-20 10:06:43","post_date_gmt":"2018-11-20 03:06:43","post_content":"Di sebuah lembah yang dikepung bukit berbentuk huruf 'U', dikelilingi pepohonan pinus yang di sela-selanya berdiri tegak pohon kopi jenis robusta, 99 anak petani dan buruh tani tembakau berkumpul. Sesekali mereka meneriakkan yel-yel, seringkali juga mereka berangkulan, bahu membahu menyelesaikan tantangan-tantangan yang tidak hanya membutuhkan kepiawaian berpikir, tetapi juga kompakan tim.\r\n\r\n99 anak yang berkumpul itu, adalah penerima beasiswa Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) angkatan 2018. Mereka berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Temanggung. Latar belakang mereka mirip, anak-anak petani dan buruh tani tembakau. Usia mereka juga mirip, kini duduk di kelas satu SMK.\r\n\r\nTotal penerima beasiswa KNPK<\/a> tahun ini sebanyak 100 anak. Satu orang berhalangan hadir karena sakit. Mereka berkumpul akhir pekan kemarin untuk ikut acara Character Building<\/em> bertema: Mandiri, Berdaulat, dan Berbudaya.\r\n\r\nRagam bentuk materi dan kegiatan dilaksanakan sepanjang acara. Mulai dari materi-materi softskill<\/em> seperti public speaking<\/em>, videografi, penulisan, dan pengorganisasian, hingga materi-materi yang dikemas dalam bentuk outbond<\/em> yang tujuannya membangun solidaritas, konsentrasi, kerjasama, dan kesabaran.\r\n\r\nSeorang petani tembakau juga diminta memberikan materi terkait pengetahuan dasar pertanian tembakau. Materi ini bertujuan untuk menguatkan pengetahuan yang sudah mereka dapat dari orang tua mereka.\r\n\r\nDi tengah hembusan stigma negatif terhadap tembakau dan produk turunannya, kami, KNPK, bersama para petani tembakau, dan pengurus beasiswa Temanggung, tetap terus berusaha agar manfaat pertanian tembakau dan industri kretek bisa terus memberikan manfaat dalam jangkauan yang semakin luas dan terukur.\r\n\r\nSudah delapan angkatan penerima beasiswa. Banyak yang sudah melanjutkan karir pada bidang dan minat masing-masing, ada pula yang masih sekolah. Sebagiamana amanat bangsa, bahwa pendidikan adalah seluruh hak bagi segala bangsa, tak terkecuali anak petani dan buruh petani.","post_title":"Beasiswa KNPK, Mencetak Generasi Mandiri, Berdaulat dan Berbudaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"beasiswa-knpk-mencetak-generasi-mandiri-berdaulat-dan-berbudaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2018-11-20 10:07:42","post_modified_gmt":"2018-11-20 03:07:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5135","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Baca: Sukses Bertani Tembakau Bersama Kemitraan Djarum di Temanggung<\/a><\/h4>\n\n\n\n
Perniagaan tembakau yang tidak\nmenguntungkan bagi sebagian petani<\/strong><\/h4>\n\n\n\n
Sebagai contoh, provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2018 Jawa Barat menerima dana DBHCHT sebanyak Rp176,8 Milyar dan Rp114 Milyar untuk tahun ini. Dana tersebut lebih dari 50 persennya digunakan untuk membangun rumah sakit di wilayah Pameungpeuk, Garut.<\/blockquote>\r\nBagi saya, ini menjadi prestasi tersendiri dari industri rokok dan para perokok yang menjadi penyumbang cukai dalam tiap batang rokok yang diperjualbelikan. Di tengah kampanye buruk yang terus-menerus disiarkan terkait tembakau dan produknya berupa rokok, industri ini malah menyumbang sesuatu yang begitu bermanfaat di banyak negeri.\r\n\r\nSayangnya, dengan kondisi semacam ini, ragam rupa kampanye yang mendeskreditkan tembakau dan rokok masih terus saja disuarakan. Yang lebih menyedihkan, dalam kampanye anti-tembakau ini ada dana DBHCHT yang digunakan. Dana yang diambil secara 'paksa' dari para perokok oleh negara, dari hasil membeli produk-produk rokok, digunakan untuk mengampanyekan agar masyarakat menjauhi tembakau dan produk unggulan dari tembakau berupa rokok.\r\n\r\nPenggunaan dana DBHCHT untuk kampanye anti-tembakau di Jawa Barat disampaikan langsung oleh Iwa Kurniwa, Sekda Provinsi Jawa Barat.<\/strong> Menurutnya, mereka akan fokus mengampanyekan dampak buruk tembakau di wilayah Jawa Barat bagian selatan.\r\n\r\nAda logika yang aneh di sini. Anda menanam tembakau, kemudian tembakau itu digunakan sebagai bahan baku produksi rokok. Rokok itu kemudian diperjualbelikan. Dalam setiap batang rokok yang diperjualbelikan, negara menarik cukai di sana hingga terkumpul ratusan trilyun rupiah setiap tahunnya. Lalu beberapa bagian dari ratusan trilyun itu, digunakan sebagai dana untuk mengampanyekan agar orang-orang meninggalkan produk rokok. Sebuah ironi yang nyata terjadi di negeri ini.\r\n\r\nBisa dibilang ini adalah aksi bunuh diri. Berusaha membunuh tembakau dengan uang hasil penjualan tembakau. Bunuh diri masal karena kampanye ini pelan-pelan akan membunuh pemasukan utama petani tembakau dan cengkeh, buruh tani, para penjual rokok eceran, dan industri rokok nasional.\r\n\r\nTentu saja kita semua yang masih memiliki akal sehat harus melawan semua itu. Melawan semampu yang kita bisa.","post_title":"Cukai Tembakau untuk Kampanye Anti-Tembakau, Sebuah Ironi!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cukai-tembakau-untuk-kampanye-anti-tembakau-sebuah-ironi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-20 06:47:33","post_modified_gmt":"2019-01-19 23:47:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5297","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5135,"post_author":"878","post_date":"2018-11-20 10:06:43","post_date_gmt":"2018-11-20 03:06:43","post_content":"Di sebuah lembah yang dikepung bukit berbentuk huruf 'U', dikelilingi pepohonan pinus yang di sela-selanya berdiri tegak pohon kopi jenis robusta, 99 anak petani dan buruh tani tembakau berkumpul. Sesekali mereka meneriakkan yel-yel, seringkali juga mereka berangkulan, bahu membahu menyelesaikan tantangan-tantangan yang tidak hanya membutuhkan kepiawaian berpikir, tetapi juga kompakan tim.\r\n\r\n99 anak yang berkumpul itu, adalah penerima beasiswa Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) angkatan 2018. Mereka berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Temanggung. Latar belakang mereka mirip, anak-anak petani dan buruh tani tembakau. Usia mereka juga mirip, kini duduk di kelas satu SMK.\r\n\r\nTotal penerima beasiswa KNPK<\/a> tahun ini sebanyak 100 anak. Satu orang berhalangan hadir karena sakit. Mereka berkumpul akhir pekan kemarin untuk ikut acara Character Building<\/em> bertema: Mandiri, Berdaulat, dan Berbudaya.\r\n\r\nRagam bentuk materi dan kegiatan dilaksanakan sepanjang acara. Mulai dari materi-materi softskill<\/em> seperti public speaking<\/em>, videografi, penulisan, dan pengorganisasian, hingga materi-materi yang dikemas dalam bentuk outbond<\/em> yang tujuannya membangun solidaritas, konsentrasi, kerjasama, dan kesabaran.\r\n\r\nSeorang petani tembakau juga diminta memberikan materi terkait pengetahuan dasar pertanian tembakau. Materi ini bertujuan untuk menguatkan pengetahuan yang sudah mereka dapat dari orang tua mereka.\r\n\r\nDi tengah hembusan stigma negatif terhadap tembakau dan produk turunannya, kami, KNPK, bersama para petani tembakau, dan pengurus beasiswa Temanggung, tetap terus berusaha agar manfaat pertanian tembakau dan industri kretek bisa terus memberikan manfaat dalam jangkauan yang semakin luas dan terukur.\r\n\r\nSudah delapan angkatan penerima beasiswa. Banyak yang sudah melanjutkan karir pada bidang dan minat masing-masing, ada pula yang masih sekolah. Sebagiamana amanat bangsa, bahwa pendidikan adalah seluruh hak bagi segala bangsa, tak terkecuali anak petani dan buruh petani.","post_title":"Beasiswa KNPK, Mencetak Generasi Mandiri, Berdaulat dan Berbudaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"beasiswa-knpk-mencetak-generasi-mandiri-berdaulat-dan-berbudaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2018-11-20 10:07:42","post_modified_gmt":"2018-11-20 03:07:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5135","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Baca: Sukses Bertani Tembakau Bersama Kemitraan Djarum di Temanggung<\/a><\/h4>\n\n\n\n
Perniagaan tembakau yang tidak\nmenguntungkan bagi sebagian petani<\/strong><\/h4>\n\n\n\n
Sebagai contoh, provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2018 Jawa Barat menerima dana DBHCHT sebanyak Rp176,8 Milyar dan Rp114 Milyar untuk tahun ini. Dana tersebut lebih dari 50 persennya digunakan untuk membangun rumah sakit di wilayah Pameungpeuk, Garut.<\/blockquote>\r\nBagi saya, ini menjadi prestasi tersendiri dari industri rokok dan para perokok yang menjadi penyumbang cukai dalam tiap batang rokok yang diperjualbelikan. Di tengah kampanye buruk yang terus-menerus disiarkan terkait tembakau dan produknya berupa rokok, industri ini malah menyumbang sesuatu yang begitu bermanfaat di banyak negeri.\r\n\r\nSayangnya, dengan kondisi semacam ini, ragam rupa kampanye yang mendeskreditkan tembakau dan rokok masih terus saja disuarakan. Yang lebih menyedihkan, dalam kampanye anti-tembakau ini ada dana DBHCHT yang digunakan. Dana yang diambil secara 'paksa' dari para perokok oleh negara, dari hasil membeli produk-produk rokok, digunakan untuk mengampanyekan agar masyarakat menjauhi tembakau dan produk unggulan dari tembakau berupa rokok.\r\n\r\nPenggunaan dana DBHCHT untuk kampanye anti-tembakau di Jawa Barat disampaikan langsung oleh Iwa Kurniwa, Sekda Provinsi Jawa Barat.<\/strong> Menurutnya, mereka akan fokus mengampanyekan dampak buruk tembakau di wilayah Jawa Barat bagian selatan.\r\n\r\nAda logika yang aneh di sini. Anda menanam tembakau, kemudian tembakau itu digunakan sebagai bahan baku produksi rokok. Rokok itu kemudian diperjualbelikan. Dalam setiap batang rokok yang diperjualbelikan, negara menarik cukai di sana hingga terkumpul ratusan trilyun rupiah setiap tahunnya. Lalu beberapa bagian dari ratusan trilyun itu, digunakan sebagai dana untuk mengampanyekan agar orang-orang meninggalkan produk rokok. Sebuah ironi yang nyata terjadi di negeri ini.\r\n\r\nBisa dibilang ini adalah aksi bunuh diri. Berusaha membunuh tembakau dengan uang hasil penjualan tembakau. Bunuh diri masal karena kampanye ini pelan-pelan akan membunuh pemasukan utama petani tembakau dan cengkeh, buruh tani, para penjual rokok eceran, dan industri rokok nasional.\r\n\r\nTentu saja kita semua yang masih memiliki akal sehat harus melawan semua itu. Melawan semampu yang kita bisa.","post_title":"Cukai Tembakau untuk Kampanye Anti-Tembakau, Sebuah Ironi!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cukai-tembakau-untuk-kampanye-anti-tembakau-sebuah-ironi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-20 06:47:33","post_modified_gmt":"2019-01-19 23:47:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5297","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5135,"post_author":"878","post_date":"2018-11-20 10:06:43","post_date_gmt":"2018-11-20 03:06:43","post_content":"Di sebuah lembah yang dikepung bukit berbentuk huruf 'U', dikelilingi pepohonan pinus yang di sela-selanya berdiri tegak pohon kopi jenis robusta, 99 anak petani dan buruh tani tembakau berkumpul. Sesekali mereka meneriakkan yel-yel, seringkali juga mereka berangkulan, bahu membahu menyelesaikan tantangan-tantangan yang tidak hanya membutuhkan kepiawaian berpikir, tetapi juga kompakan tim.\r\n\r\n99 anak yang berkumpul itu, adalah penerima beasiswa Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) angkatan 2018. Mereka berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Temanggung. Latar belakang mereka mirip, anak-anak petani dan buruh tani tembakau. Usia mereka juga mirip, kini duduk di kelas satu SMK.\r\n\r\nTotal penerima beasiswa KNPK<\/a> tahun ini sebanyak 100 anak. Satu orang berhalangan hadir karena sakit. Mereka berkumpul akhir pekan kemarin untuk ikut acara Character Building<\/em> bertema: Mandiri, Berdaulat, dan Berbudaya.\r\n\r\nRagam bentuk materi dan kegiatan dilaksanakan sepanjang acara. Mulai dari materi-materi softskill<\/em> seperti public speaking<\/em>, videografi, penulisan, dan pengorganisasian, hingga materi-materi yang dikemas dalam bentuk outbond<\/em> yang tujuannya membangun solidaritas, konsentrasi, kerjasama, dan kesabaran.\r\n\r\nSeorang petani tembakau juga diminta memberikan materi terkait pengetahuan dasar pertanian tembakau. Materi ini bertujuan untuk menguatkan pengetahuan yang sudah mereka dapat dari orang tua mereka.\r\n\r\nDi tengah hembusan stigma negatif terhadap tembakau dan produk turunannya, kami, KNPK, bersama para petani tembakau, dan pengurus beasiswa Temanggung, tetap terus berusaha agar manfaat pertanian tembakau dan industri kretek bisa terus memberikan manfaat dalam jangkauan yang semakin luas dan terukur.\r\n\r\nSudah delapan angkatan penerima beasiswa. Banyak yang sudah melanjutkan karir pada bidang dan minat masing-masing, ada pula yang masih sekolah. Sebagiamana amanat bangsa, bahwa pendidikan adalah seluruh hak bagi segala bangsa, tak terkecuali anak petani dan buruh petani.","post_title":"Beasiswa KNPK, Mencetak Generasi Mandiri, Berdaulat dan Berbudaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"beasiswa-knpk-mencetak-generasi-mandiri-berdaulat-dan-berbudaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2018-11-20 10:07:42","post_modified_gmt":"2018-11-20 03:07:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5135","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Budaya dan Tradisi Masyarakat Petani NU di Kabupaten Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"budaya-dan-tradisi-masyarakat-petani-nu-di-kabupaten-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-19 08:32:58","post_modified_gmt":"2019-04-19 01:32:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5495,"post_author":"855","post_date":"2019-02-28 08:59:11","post_date_gmt":"2019-02-28 01:59:11","post_content":"\nBaca: Sukses Bertani Tembakau Bersama Kemitraan Djarum di Temanggung<\/a><\/h4>\n\n\n\n
Perniagaan tembakau yang tidak\nmenguntungkan bagi sebagian petani<\/strong><\/h4>\n\n\n\n
Sebagai contoh, provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2018 Jawa Barat menerima dana DBHCHT sebanyak Rp176,8 Milyar dan Rp114 Milyar untuk tahun ini. Dana tersebut lebih dari 50 persennya digunakan untuk membangun rumah sakit di wilayah Pameungpeuk, Garut.<\/blockquote>\r\nBagi saya, ini menjadi prestasi tersendiri dari industri rokok dan para perokok yang menjadi penyumbang cukai dalam tiap batang rokok yang diperjualbelikan. Di tengah kampanye buruk yang terus-menerus disiarkan terkait tembakau dan produknya berupa rokok, industri ini malah menyumbang sesuatu yang begitu bermanfaat di banyak negeri.\r\n\r\nSayangnya, dengan kondisi semacam ini, ragam rupa kampanye yang mendeskreditkan tembakau dan rokok masih terus saja disuarakan. Yang lebih menyedihkan, dalam kampanye anti-tembakau ini ada dana DBHCHT yang digunakan. Dana yang diambil secara 'paksa' dari para perokok oleh negara, dari hasil membeli produk-produk rokok, digunakan untuk mengampanyekan agar masyarakat menjauhi tembakau dan produk unggulan dari tembakau berupa rokok.\r\n\r\nPenggunaan dana DBHCHT untuk kampanye anti-tembakau di Jawa Barat disampaikan langsung oleh Iwa Kurniwa, Sekda Provinsi Jawa Barat.<\/strong> Menurutnya, mereka akan fokus mengampanyekan dampak buruk tembakau di wilayah Jawa Barat bagian selatan.\r\n\r\nAda logika yang aneh di sini. Anda menanam tembakau, kemudian tembakau itu digunakan sebagai bahan baku produksi rokok. Rokok itu kemudian diperjualbelikan. Dalam setiap batang rokok yang diperjualbelikan, negara menarik cukai di sana hingga terkumpul ratusan trilyun rupiah setiap tahunnya. Lalu beberapa bagian dari ratusan trilyun itu, digunakan sebagai dana untuk mengampanyekan agar orang-orang meninggalkan produk rokok. Sebuah ironi yang nyata terjadi di negeri ini.\r\n\r\nBisa dibilang ini adalah aksi bunuh diri. Berusaha membunuh tembakau dengan uang hasil penjualan tembakau. Bunuh diri masal karena kampanye ini pelan-pelan akan membunuh pemasukan utama petani tembakau dan cengkeh, buruh tani, para penjual rokok eceran, dan industri rokok nasional.\r\n\r\nTentu saja kita semua yang masih memiliki akal sehat harus melawan semua itu. Melawan semampu yang kita bisa.","post_title":"Cukai Tembakau untuk Kampanye Anti-Tembakau, Sebuah Ironi!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cukai-tembakau-untuk-kampanye-anti-tembakau-sebuah-ironi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-20 06:47:33","post_modified_gmt":"2019-01-19 23:47:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5297","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5135,"post_author":"878","post_date":"2018-11-20 10:06:43","post_date_gmt":"2018-11-20 03:06:43","post_content":"Di sebuah lembah yang dikepung bukit berbentuk huruf 'U', dikelilingi pepohonan pinus yang di sela-selanya berdiri tegak pohon kopi jenis robusta, 99 anak petani dan buruh tani tembakau berkumpul. Sesekali mereka meneriakkan yel-yel, seringkali juga mereka berangkulan, bahu membahu menyelesaikan tantangan-tantangan yang tidak hanya membutuhkan kepiawaian berpikir, tetapi juga kompakan tim.\r\n\r\n99 anak yang berkumpul itu, adalah penerima beasiswa Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) angkatan 2018. Mereka berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Temanggung. Latar belakang mereka mirip, anak-anak petani dan buruh tani tembakau. Usia mereka juga mirip, kini duduk di kelas satu SMK.\r\n\r\nTotal penerima beasiswa KNPK<\/a> tahun ini sebanyak 100 anak. Satu orang berhalangan hadir karena sakit. Mereka berkumpul akhir pekan kemarin untuk ikut acara Character Building<\/em> bertema: Mandiri, Berdaulat, dan Berbudaya.\r\n\r\nRagam bentuk materi dan kegiatan dilaksanakan sepanjang acara. Mulai dari materi-materi softskill<\/em> seperti public speaking<\/em>, videografi, penulisan, dan pengorganisasian, hingga materi-materi yang dikemas dalam bentuk outbond<\/em> yang tujuannya membangun solidaritas, konsentrasi, kerjasama, dan kesabaran.\r\n\r\nSeorang petani tembakau juga diminta memberikan materi terkait pengetahuan dasar pertanian tembakau. Materi ini bertujuan untuk menguatkan pengetahuan yang sudah mereka dapat dari orang tua mereka.\r\n\r\nDi tengah hembusan stigma negatif terhadap tembakau dan produk turunannya, kami, KNPK, bersama para petani tembakau, dan pengurus beasiswa Temanggung, tetap terus berusaha agar manfaat pertanian tembakau dan industri kretek bisa terus memberikan manfaat dalam jangkauan yang semakin luas dan terukur.\r\n\r\nSudah delapan angkatan penerima beasiswa. Banyak yang sudah melanjutkan karir pada bidang dan minat masing-masing, ada pula yang masih sekolah. Sebagiamana amanat bangsa, bahwa pendidikan adalah seluruh hak bagi segala bangsa, tak terkecuali anak petani dan buruh petani.","post_title":"Beasiswa KNPK, Mencetak Generasi Mandiri, Berdaulat dan Berbudaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"beasiswa-knpk-mencetak-generasi-mandiri-berdaulat-dan-berbudaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2018-11-20 10:07:42","post_modified_gmt":"2018-11-20 03:07:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5135","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Budaya dan Tradisi Masyarakat Petani NU di Kabupaten Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"budaya-dan-tradisi-masyarakat-petani-nu-di-kabupaten-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-19 08:32:58","post_modified_gmt":"2019-04-19 01:32:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5495,"post_author":"855","post_date":"2019-02-28 08:59:11","post_date_gmt":"2019-02-28 01:59:11","post_content":"\nBaca: Sukses Bertani Tembakau Bersama Kemitraan Djarum di Temanggung<\/a><\/h4>\n\n\n\n
Perniagaan tembakau yang tidak\nmenguntungkan bagi sebagian petani<\/strong><\/h4>\n\n\n\n
Sebagai contoh, provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2018 Jawa Barat menerima dana DBHCHT sebanyak Rp176,8 Milyar dan Rp114 Milyar untuk tahun ini. Dana tersebut lebih dari 50 persennya digunakan untuk membangun rumah sakit di wilayah Pameungpeuk, Garut.<\/blockquote>\r\nBagi saya, ini menjadi prestasi tersendiri dari industri rokok dan para perokok yang menjadi penyumbang cukai dalam tiap batang rokok yang diperjualbelikan. Di tengah kampanye buruk yang terus-menerus disiarkan terkait tembakau dan produknya berupa rokok, industri ini malah menyumbang sesuatu yang begitu bermanfaat di banyak negeri.\r\n\r\nSayangnya, dengan kondisi semacam ini, ragam rupa kampanye yang mendeskreditkan tembakau dan rokok masih terus saja disuarakan. Yang lebih menyedihkan, dalam kampanye anti-tembakau ini ada dana DBHCHT yang digunakan. Dana yang diambil secara 'paksa' dari para perokok oleh negara, dari hasil membeli produk-produk rokok, digunakan untuk mengampanyekan agar masyarakat menjauhi tembakau dan produk unggulan dari tembakau berupa rokok.\r\n\r\nPenggunaan dana DBHCHT untuk kampanye anti-tembakau di Jawa Barat disampaikan langsung oleh Iwa Kurniwa, Sekda Provinsi Jawa Barat.<\/strong> Menurutnya, mereka akan fokus mengampanyekan dampak buruk tembakau di wilayah Jawa Barat bagian selatan.\r\n\r\nAda logika yang aneh di sini. Anda menanam tembakau, kemudian tembakau itu digunakan sebagai bahan baku produksi rokok. Rokok itu kemudian diperjualbelikan. Dalam setiap batang rokok yang diperjualbelikan, negara menarik cukai di sana hingga terkumpul ratusan trilyun rupiah setiap tahunnya. Lalu beberapa bagian dari ratusan trilyun itu, digunakan sebagai dana untuk mengampanyekan agar orang-orang meninggalkan produk rokok. Sebuah ironi yang nyata terjadi di negeri ini.\r\n\r\nBisa dibilang ini adalah aksi bunuh diri. Berusaha membunuh tembakau dengan uang hasil penjualan tembakau. Bunuh diri masal karena kampanye ini pelan-pelan akan membunuh pemasukan utama petani tembakau dan cengkeh, buruh tani, para penjual rokok eceran, dan industri rokok nasional.\r\n\r\nTentu saja kita semua yang masih memiliki akal sehat harus melawan semua itu. Melawan semampu yang kita bisa.","post_title":"Cukai Tembakau untuk Kampanye Anti-Tembakau, Sebuah Ironi!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cukai-tembakau-untuk-kampanye-anti-tembakau-sebuah-ironi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-20 06:47:33","post_modified_gmt":"2019-01-19 23:47:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5297","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5135,"post_author":"878","post_date":"2018-11-20 10:06:43","post_date_gmt":"2018-11-20 03:06:43","post_content":"Di sebuah lembah yang dikepung bukit berbentuk huruf 'U', dikelilingi pepohonan pinus yang di sela-selanya berdiri tegak pohon kopi jenis robusta, 99 anak petani dan buruh tani tembakau berkumpul. Sesekali mereka meneriakkan yel-yel, seringkali juga mereka berangkulan, bahu membahu menyelesaikan tantangan-tantangan yang tidak hanya membutuhkan kepiawaian berpikir, tetapi juga kompakan tim.\r\n\r\n99 anak yang berkumpul itu, adalah penerima beasiswa Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) angkatan 2018. Mereka berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Temanggung. Latar belakang mereka mirip, anak-anak petani dan buruh tani tembakau. Usia mereka juga mirip, kini duduk di kelas satu SMK.\r\n\r\nTotal penerima beasiswa KNPK<\/a> tahun ini sebanyak 100 anak. Satu orang berhalangan hadir karena sakit. Mereka berkumpul akhir pekan kemarin untuk ikut acara Character Building<\/em> bertema: Mandiri, Berdaulat, dan Berbudaya.\r\n\r\nRagam bentuk materi dan kegiatan dilaksanakan sepanjang acara. Mulai dari materi-materi softskill<\/em> seperti public speaking<\/em>, videografi, penulisan, dan pengorganisasian, hingga materi-materi yang dikemas dalam bentuk outbond<\/em> yang tujuannya membangun solidaritas, konsentrasi, kerjasama, dan kesabaran.\r\n\r\nSeorang petani tembakau juga diminta memberikan materi terkait pengetahuan dasar pertanian tembakau. Materi ini bertujuan untuk menguatkan pengetahuan yang sudah mereka dapat dari orang tua mereka.\r\n\r\nDi tengah hembusan stigma negatif terhadap tembakau dan produk turunannya, kami, KNPK, bersama para petani tembakau, dan pengurus beasiswa Temanggung, tetap terus berusaha agar manfaat pertanian tembakau dan industri kretek bisa terus memberikan manfaat dalam jangkauan yang semakin luas dan terukur.\r\n\r\nSudah delapan angkatan penerima beasiswa. Banyak yang sudah melanjutkan karir pada bidang dan minat masing-masing, ada pula yang masih sekolah. Sebagiamana amanat bangsa, bahwa pendidikan adalah seluruh hak bagi segala bangsa, tak terkecuali anak petani dan buruh petani.","post_title":"Beasiswa KNPK, Mencetak Generasi Mandiri, Berdaulat dan Berbudaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"beasiswa-knpk-mencetak-generasi-mandiri-berdaulat-dan-berbudaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2018-11-20 10:07:42","post_modified_gmt":"2018-11-20 03:07:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5135","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Budaya dan Tradisi Masyarakat Petani NU di Kabupaten Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"budaya-dan-tradisi-masyarakat-petani-nu-di-kabupaten-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-19 08:32:58","post_modified_gmt":"2019-04-19 01:32:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5495,"post_author":"855","post_date":"2019-02-28 08:59:11","post_date_gmt":"2019-02-28 01:59:11","post_content":"\nBaca: Sukses Bertani Tembakau Bersama Kemitraan Djarum di Temanggung<\/a><\/h4>\n\n\n\n
Perniagaan tembakau yang tidak\nmenguntungkan bagi sebagian petani<\/strong><\/h4>\n\n\n\n
Sebagai contoh, provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2018 Jawa Barat menerima dana DBHCHT sebanyak Rp176,8 Milyar dan Rp114 Milyar untuk tahun ini. Dana tersebut lebih dari 50 persennya digunakan untuk membangun rumah sakit di wilayah Pameungpeuk, Garut.<\/blockquote>\r\nBagi saya, ini menjadi prestasi tersendiri dari industri rokok dan para perokok yang menjadi penyumbang cukai dalam tiap batang rokok yang diperjualbelikan. Di tengah kampanye buruk yang terus-menerus disiarkan terkait tembakau dan produknya berupa rokok, industri ini malah menyumbang sesuatu yang begitu bermanfaat di banyak negeri.\r\n\r\nSayangnya, dengan kondisi semacam ini, ragam rupa kampanye yang mendeskreditkan tembakau dan rokok masih terus saja disuarakan. Yang lebih menyedihkan, dalam kampanye anti-tembakau ini ada dana DBHCHT yang digunakan. Dana yang diambil secara 'paksa' dari para perokok oleh negara, dari hasil membeli produk-produk rokok, digunakan untuk mengampanyekan agar masyarakat menjauhi tembakau dan produk unggulan dari tembakau berupa rokok.\r\n\r\nPenggunaan dana DBHCHT untuk kampanye anti-tembakau di Jawa Barat disampaikan langsung oleh Iwa Kurniwa, Sekda Provinsi Jawa Barat.<\/strong> Menurutnya, mereka akan fokus mengampanyekan dampak buruk tembakau di wilayah Jawa Barat bagian selatan.\r\n\r\nAda logika yang aneh di sini. Anda menanam tembakau, kemudian tembakau itu digunakan sebagai bahan baku produksi rokok. Rokok itu kemudian diperjualbelikan. Dalam setiap batang rokok yang diperjualbelikan, negara menarik cukai di sana hingga terkumpul ratusan trilyun rupiah setiap tahunnya. Lalu beberapa bagian dari ratusan trilyun itu, digunakan sebagai dana untuk mengampanyekan agar orang-orang meninggalkan produk rokok. Sebuah ironi yang nyata terjadi di negeri ini.\r\n\r\nBisa dibilang ini adalah aksi bunuh diri. Berusaha membunuh tembakau dengan uang hasil penjualan tembakau. Bunuh diri masal karena kampanye ini pelan-pelan akan membunuh pemasukan utama petani tembakau dan cengkeh, buruh tani, para penjual rokok eceran, dan industri rokok nasional.\r\n\r\nTentu saja kita semua yang masih memiliki akal sehat harus melawan semua itu. Melawan semampu yang kita bisa.","post_title":"Cukai Tembakau untuk Kampanye Anti-Tembakau, Sebuah Ironi!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cukai-tembakau-untuk-kampanye-anti-tembakau-sebuah-ironi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-20 06:47:33","post_modified_gmt":"2019-01-19 23:47:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5297","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5135,"post_author":"878","post_date":"2018-11-20 10:06:43","post_date_gmt":"2018-11-20 03:06:43","post_content":"Di sebuah lembah yang dikepung bukit berbentuk huruf 'U', dikelilingi pepohonan pinus yang di sela-selanya berdiri tegak pohon kopi jenis robusta, 99 anak petani dan buruh tani tembakau berkumpul. Sesekali mereka meneriakkan yel-yel, seringkali juga mereka berangkulan, bahu membahu menyelesaikan tantangan-tantangan yang tidak hanya membutuhkan kepiawaian berpikir, tetapi juga kompakan tim.\r\n\r\n99 anak yang berkumpul itu, adalah penerima beasiswa Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) angkatan 2018. Mereka berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Temanggung. Latar belakang mereka mirip, anak-anak petani dan buruh tani tembakau. Usia mereka juga mirip, kini duduk di kelas satu SMK.\r\n\r\nTotal penerima beasiswa KNPK<\/a> tahun ini sebanyak 100 anak. Satu orang berhalangan hadir karena sakit. Mereka berkumpul akhir pekan kemarin untuk ikut acara Character Building<\/em> bertema: Mandiri, Berdaulat, dan Berbudaya.\r\n\r\nRagam bentuk materi dan kegiatan dilaksanakan sepanjang acara. Mulai dari materi-materi softskill<\/em> seperti public speaking<\/em>, videografi, penulisan, dan pengorganisasian, hingga materi-materi yang dikemas dalam bentuk outbond<\/em> yang tujuannya membangun solidaritas, konsentrasi, kerjasama, dan kesabaran.\r\n\r\nSeorang petani tembakau juga diminta memberikan materi terkait pengetahuan dasar pertanian tembakau. Materi ini bertujuan untuk menguatkan pengetahuan yang sudah mereka dapat dari orang tua mereka.\r\n\r\nDi tengah hembusan stigma negatif terhadap tembakau dan produk turunannya, kami, KNPK, bersama para petani tembakau, dan pengurus beasiswa Temanggung, tetap terus berusaha agar manfaat pertanian tembakau dan industri kretek bisa terus memberikan manfaat dalam jangkauan yang semakin luas dan terukur.\r\n\r\nSudah delapan angkatan penerima beasiswa. Banyak yang sudah melanjutkan karir pada bidang dan minat masing-masing, ada pula yang masih sekolah. Sebagiamana amanat bangsa, bahwa pendidikan adalah seluruh hak bagi segala bangsa, tak terkecuali anak petani dan buruh petani.","post_title":"Beasiswa KNPK, Mencetak Generasi Mandiri, Berdaulat dan Berbudaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"beasiswa-knpk-mencetak-generasi-mandiri-berdaulat-dan-berbudaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2018-11-20 10:07:42","post_modified_gmt":"2018-11-20 03:07:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5135","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Budaya dan Tradisi Masyarakat Petani NU di Kabupaten Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"budaya-dan-tradisi-masyarakat-petani-nu-di-kabupaten-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-19 08:32:58","post_modified_gmt":"2019-04-19 01:32:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5495,"post_author":"855","post_date":"2019-02-28 08:59:11","post_date_gmt":"2019-02-28 01:59:11","post_content":"\nBaca: Sukses Bertani Tembakau Bersama Kemitraan Djarum di Temanggung<\/a><\/h4>\n\n\n\n
Perniagaan tembakau yang tidak\nmenguntungkan bagi sebagian petani<\/strong><\/h4>\n\n\n\n
Sebagai contoh, provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2018 Jawa Barat menerima dana DBHCHT sebanyak Rp176,8 Milyar dan Rp114 Milyar untuk tahun ini. Dana tersebut lebih dari 50 persennya digunakan untuk membangun rumah sakit di wilayah Pameungpeuk, Garut.<\/blockquote>\r\nBagi saya, ini menjadi prestasi tersendiri dari industri rokok dan para perokok yang menjadi penyumbang cukai dalam tiap batang rokok yang diperjualbelikan. Di tengah kampanye buruk yang terus-menerus disiarkan terkait tembakau dan produknya berupa rokok, industri ini malah menyumbang sesuatu yang begitu bermanfaat di banyak negeri.\r\n\r\nSayangnya, dengan kondisi semacam ini, ragam rupa kampanye yang mendeskreditkan tembakau dan rokok masih terus saja disuarakan. Yang lebih menyedihkan, dalam kampanye anti-tembakau ini ada dana DBHCHT yang digunakan. Dana yang diambil secara 'paksa' dari para perokok oleh negara, dari hasil membeli produk-produk rokok, digunakan untuk mengampanyekan agar masyarakat menjauhi tembakau dan produk unggulan dari tembakau berupa rokok.\r\n\r\nPenggunaan dana DBHCHT untuk kampanye anti-tembakau di Jawa Barat disampaikan langsung oleh Iwa Kurniwa, Sekda Provinsi Jawa Barat.<\/strong> Menurutnya, mereka akan fokus mengampanyekan dampak buruk tembakau di wilayah Jawa Barat bagian selatan.\r\n\r\nAda logika yang aneh di sini. Anda menanam tembakau, kemudian tembakau itu digunakan sebagai bahan baku produksi rokok. Rokok itu kemudian diperjualbelikan. Dalam setiap batang rokok yang diperjualbelikan, negara menarik cukai di sana hingga terkumpul ratusan trilyun rupiah setiap tahunnya. Lalu beberapa bagian dari ratusan trilyun itu, digunakan sebagai dana untuk mengampanyekan agar orang-orang meninggalkan produk rokok. Sebuah ironi yang nyata terjadi di negeri ini.\r\n\r\nBisa dibilang ini adalah aksi bunuh diri. Berusaha membunuh tembakau dengan uang hasil penjualan tembakau. Bunuh diri masal karena kampanye ini pelan-pelan akan membunuh pemasukan utama petani tembakau dan cengkeh, buruh tani, para penjual rokok eceran, dan industri rokok nasional.\r\n\r\nTentu saja kita semua yang masih memiliki akal sehat harus melawan semua itu. Melawan semampu yang kita bisa.","post_title":"Cukai Tembakau untuk Kampanye Anti-Tembakau, Sebuah Ironi!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cukai-tembakau-untuk-kampanye-anti-tembakau-sebuah-ironi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-20 06:47:33","post_modified_gmt":"2019-01-19 23:47:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5297","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5135,"post_author":"878","post_date":"2018-11-20 10:06:43","post_date_gmt":"2018-11-20 03:06:43","post_content":"Di sebuah lembah yang dikepung bukit berbentuk huruf 'U', dikelilingi pepohonan pinus yang di sela-selanya berdiri tegak pohon kopi jenis robusta, 99 anak petani dan buruh tani tembakau berkumpul. Sesekali mereka meneriakkan yel-yel, seringkali juga mereka berangkulan, bahu membahu menyelesaikan tantangan-tantangan yang tidak hanya membutuhkan kepiawaian berpikir, tetapi juga kompakan tim.\r\n\r\n99 anak yang berkumpul itu, adalah penerima beasiswa Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) angkatan 2018. Mereka berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Temanggung. Latar belakang mereka mirip, anak-anak petani dan buruh tani tembakau. Usia mereka juga mirip, kini duduk di kelas satu SMK.\r\n\r\nTotal penerima beasiswa KNPK<\/a> tahun ini sebanyak 100 anak. Satu orang berhalangan hadir karena sakit. Mereka berkumpul akhir pekan kemarin untuk ikut acara Character Building<\/em> bertema: Mandiri, Berdaulat, dan Berbudaya.\r\n\r\nRagam bentuk materi dan kegiatan dilaksanakan sepanjang acara. Mulai dari materi-materi softskill<\/em> seperti public speaking<\/em>, videografi, penulisan, dan pengorganisasian, hingga materi-materi yang dikemas dalam bentuk outbond<\/em> yang tujuannya membangun solidaritas, konsentrasi, kerjasama, dan kesabaran.\r\n\r\nSeorang petani tembakau juga diminta memberikan materi terkait pengetahuan dasar pertanian tembakau. Materi ini bertujuan untuk menguatkan pengetahuan yang sudah mereka dapat dari orang tua mereka.\r\n\r\nDi tengah hembusan stigma negatif terhadap tembakau dan produk turunannya, kami, KNPK, bersama para petani tembakau, dan pengurus beasiswa Temanggung, tetap terus berusaha agar manfaat pertanian tembakau dan industri kretek bisa terus memberikan manfaat dalam jangkauan yang semakin luas dan terukur.\r\n\r\nSudah delapan angkatan penerima beasiswa. Banyak yang sudah melanjutkan karir pada bidang dan minat masing-masing, ada pula yang masih sekolah. Sebagiamana amanat bangsa, bahwa pendidikan adalah seluruh hak bagi segala bangsa, tak terkecuali anak petani dan buruh petani.","post_title":"Beasiswa KNPK, Mencetak Generasi Mandiri, Berdaulat dan Berbudaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"beasiswa-knpk-mencetak-generasi-mandiri-berdaulat-dan-berbudaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2018-11-20 10:07:42","post_modified_gmt":"2018-11-20 03:07:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5135","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Budaya dan Tradisi Masyarakat Petani NU di Kabupaten Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"budaya-dan-tradisi-masyarakat-petani-nu-di-kabupaten-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-19 08:32:58","post_modified_gmt":"2019-04-19 01:32:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5495,"post_author":"855","post_date":"2019-02-28 08:59:11","post_date_gmt":"2019-02-28 01:59:11","post_content":"\nBaca: Sukses Bertani Tembakau Bersama Kemitraan Djarum di Temanggung<\/a><\/h4>\n\n\n\n
Perniagaan tembakau yang tidak\nmenguntungkan bagi sebagian petani<\/strong><\/h4>\n\n\n\n
Sebagai contoh, provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2018 Jawa Barat menerima dana DBHCHT sebanyak Rp176,8 Milyar dan Rp114 Milyar untuk tahun ini. Dana tersebut lebih dari 50 persennya digunakan untuk membangun rumah sakit di wilayah Pameungpeuk, Garut.<\/blockquote>\r\nBagi saya, ini menjadi prestasi tersendiri dari industri rokok dan para perokok yang menjadi penyumbang cukai dalam tiap batang rokok yang diperjualbelikan. Di tengah kampanye buruk yang terus-menerus disiarkan terkait tembakau dan produknya berupa rokok, industri ini malah menyumbang sesuatu yang begitu bermanfaat di banyak negeri.\r\n\r\nSayangnya, dengan kondisi semacam ini, ragam rupa kampanye yang mendeskreditkan tembakau dan rokok masih terus saja disuarakan. Yang lebih menyedihkan, dalam kampanye anti-tembakau ini ada dana DBHCHT yang digunakan. Dana yang diambil secara 'paksa' dari para perokok oleh negara, dari hasil membeli produk-produk rokok, digunakan untuk mengampanyekan agar masyarakat menjauhi tembakau dan produk unggulan dari tembakau berupa rokok.\r\n\r\nPenggunaan dana DBHCHT untuk kampanye anti-tembakau di Jawa Barat disampaikan langsung oleh Iwa Kurniwa, Sekda Provinsi Jawa Barat.<\/strong> Menurutnya, mereka akan fokus mengampanyekan dampak buruk tembakau di wilayah Jawa Barat bagian selatan.\r\n\r\nAda logika yang aneh di sini. Anda menanam tembakau, kemudian tembakau itu digunakan sebagai bahan baku produksi rokok. Rokok itu kemudian diperjualbelikan. Dalam setiap batang rokok yang diperjualbelikan, negara menarik cukai di sana hingga terkumpul ratusan trilyun rupiah setiap tahunnya. Lalu beberapa bagian dari ratusan trilyun itu, digunakan sebagai dana untuk mengampanyekan agar orang-orang meninggalkan produk rokok. Sebuah ironi yang nyata terjadi di negeri ini.\r\n\r\nBisa dibilang ini adalah aksi bunuh diri. Berusaha membunuh tembakau dengan uang hasil penjualan tembakau. Bunuh diri masal karena kampanye ini pelan-pelan akan membunuh pemasukan utama petani tembakau dan cengkeh, buruh tani, para penjual rokok eceran, dan industri rokok nasional.\r\n\r\nTentu saja kita semua yang masih memiliki akal sehat harus melawan semua itu. Melawan semampu yang kita bisa.","post_title":"Cukai Tembakau untuk Kampanye Anti-Tembakau, Sebuah Ironi!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cukai-tembakau-untuk-kampanye-anti-tembakau-sebuah-ironi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-20 06:47:33","post_modified_gmt":"2019-01-19 23:47:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5297","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5135,"post_author":"878","post_date":"2018-11-20 10:06:43","post_date_gmt":"2018-11-20 03:06:43","post_content":"Di sebuah lembah yang dikepung bukit berbentuk huruf 'U', dikelilingi pepohonan pinus yang di sela-selanya berdiri tegak pohon kopi jenis robusta, 99 anak petani dan buruh tani tembakau berkumpul. Sesekali mereka meneriakkan yel-yel, seringkali juga mereka berangkulan, bahu membahu menyelesaikan tantangan-tantangan yang tidak hanya membutuhkan kepiawaian berpikir, tetapi juga kompakan tim.\r\n\r\n99 anak yang berkumpul itu, adalah penerima beasiswa Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) angkatan 2018. Mereka berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Temanggung. Latar belakang mereka mirip, anak-anak petani dan buruh tani tembakau. Usia mereka juga mirip, kini duduk di kelas satu SMK.\r\n\r\nTotal penerima beasiswa KNPK<\/a> tahun ini sebanyak 100 anak. Satu orang berhalangan hadir karena sakit. Mereka berkumpul akhir pekan kemarin untuk ikut acara Character Building<\/em> bertema: Mandiri, Berdaulat, dan Berbudaya.\r\n\r\nRagam bentuk materi dan kegiatan dilaksanakan sepanjang acara. Mulai dari materi-materi softskill<\/em> seperti public speaking<\/em>, videografi, penulisan, dan pengorganisasian, hingga materi-materi yang dikemas dalam bentuk outbond<\/em> yang tujuannya membangun solidaritas, konsentrasi, kerjasama, dan kesabaran.\r\n\r\nSeorang petani tembakau juga diminta memberikan materi terkait pengetahuan dasar pertanian tembakau. Materi ini bertujuan untuk menguatkan pengetahuan yang sudah mereka dapat dari orang tua mereka.\r\n\r\nDi tengah hembusan stigma negatif terhadap tembakau dan produk turunannya, kami, KNPK, bersama para petani tembakau, dan pengurus beasiswa Temanggung, tetap terus berusaha agar manfaat pertanian tembakau dan industri kretek bisa terus memberikan manfaat dalam jangkauan yang semakin luas dan terukur.\r\n\r\nSudah delapan angkatan penerima beasiswa. Banyak yang sudah melanjutkan karir pada bidang dan minat masing-masing, ada pula yang masih sekolah. Sebagiamana amanat bangsa, bahwa pendidikan adalah seluruh hak bagi segala bangsa, tak terkecuali anak petani dan buruh petani.","post_title":"Beasiswa KNPK, Mencetak Generasi Mandiri, Berdaulat dan Berbudaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"beasiswa-knpk-mencetak-generasi-mandiri-berdaulat-dan-berbudaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2018-11-20 10:07:42","post_modified_gmt":"2018-11-20 03:07:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5135","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Budaya dan Tradisi Masyarakat Petani NU di Kabupaten Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"budaya-dan-tradisi-masyarakat-petani-nu-di-kabupaten-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-19 08:32:58","post_modified_gmt":"2019-04-19 01:32:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5495,"post_author":"855","post_date":"2019-02-28 08:59:11","post_date_gmt":"2019-02-28 01:59:11","post_content":"\nBaca: Sukses Bertani Tembakau Bersama Kemitraan Djarum di Temanggung<\/a><\/h4>\n\n\n\n
Perniagaan tembakau yang tidak\nmenguntungkan bagi sebagian petani<\/strong><\/h4>\n\n\n\n
Sebagai contoh, provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2018 Jawa Barat menerima dana DBHCHT sebanyak Rp176,8 Milyar dan Rp114 Milyar untuk tahun ini. Dana tersebut lebih dari 50 persennya digunakan untuk membangun rumah sakit di wilayah Pameungpeuk, Garut.<\/blockquote>\r\nBagi saya, ini menjadi prestasi tersendiri dari industri rokok dan para perokok yang menjadi penyumbang cukai dalam tiap batang rokok yang diperjualbelikan. Di tengah kampanye buruk yang terus-menerus disiarkan terkait tembakau dan produknya berupa rokok, industri ini malah menyumbang sesuatu yang begitu bermanfaat di banyak negeri.\r\n\r\nSayangnya, dengan kondisi semacam ini, ragam rupa kampanye yang mendeskreditkan tembakau dan rokok masih terus saja disuarakan. Yang lebih menyedihkan, dalam kampanye anti-tembakau ini ada dana DBHCHT yang digunakan. Dana yang diambil secara 'paksa' dari para perokok oleh negara, dari hasil membeli produk-produk rokok, digunakan untuk mengampanyekan agar masyarakat menjauhi tembakau dan produk unggulan dari tembakau berupa rokok.\r\n\r\nPenggunaan dana DBHCHT untuk kampanye anti-tembakau di Jawa Barat disampaikan langsung oleh Iwa Kurniwa, Sekda Provinsi Jawa Barat.<\/strong> Menurutnya, mereka akan fokus mengampanyekan dampak buruk tembakau di wilayah Jawa Barat bagian selatan.\r\n\r\nAda logika yang aneh di sini. Anda menanam tembakau, kemudian tembakau itu digunakan sebagai bahan baku produksi rokok. Rokok itu kemudian diperjualbelikan. Dalam setiap batang rokok yang diperjualbelikan, negara menarik cukai di sana hingga terkumpul ratusan trilyun rupiah setiap tahunnya. Lalu beberapa bagian dari ratusan trilyun itu, digunakan sebagai dana untuk mengampanyekan agar orang-orang meninggalkan produk rokok. Sebuah ironi yang nyata terjadi di negeri ini.\r\n\r\nBisa dibilang ini adalah aksi bunuh diri. Berusaha membunuh tembakau dengan uang hasil penjualan tembakau. Bunuh diri masal karena kampanye ini pelan-pelan akan membunuh pemasukan utama petani tembakau dan cengkeh, buruh tani, para penjual rokok eceran, dan industri rokok nasional.\r\n\r\nTentu saja kita semua yang masih memiliki akal sehat harus melawan semua itu. Melawan semampu yang kita bisa.","post_title":"Cukai Tembakau untuk Kampanye Anti-Tembakau, Sebuah Ironi!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cukai-tembakau-untuk-kampanye-anti-tembakau-sebuah-ironi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-20 06:47:33","post_modified_gmt":"2019-01-19 23:47:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5297","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5135,"post_author":"878","post_date":"2018-11-20 10:06:43","post_date_gmt":"2018-11-20 03:06:43","post_content":"Di sebuah lembah yang dikepung bukit berbentuk huruf 'U', dikelilingi pepohonan pinus yang di sela-selanya berdiri tegak pohon kopi jenis robusta, 99 anak petani dan buruh tani tembakau berkumpul. Sesekali mereka meneriakkan yel-yel, seringkali juga mereka berangkulan, bahu membahu menyelesaikan tantangan-tantangan yang tidak hanya membutuhkan kepiawaian berpikir, tetapi juga kompakan tim.\r\n\r\n99 anak yang berkumpul itu, adalah penerima beasiswa Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) angkatan 2018. Mereka berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Temanggung. Latar belakang mereka mirip, anak-anak petani dan buruh tani tembakau. Usia mereka juga mirip, kini duduk di kelas satu SMK.\r\n\r\nTotal penerima beasiswa KNPK<\/a> tahun ini sebanyak 100 anak. Satu orang berhalangan hadir karena sakit. Mereka berkumpul akhir pekan kemarin untuk ikut acara Character Building<\/em> bertema: Mandiri, Berdaulat, dan Berbudaya.\r\n\r\nRagam bentuk materi dan kegiatan dilaksanakan sepanjang acara. Mulai dari materi-materi softskill<\/em> seperti public speaking<\/em>, videografi, penulisan, dan pengorganisasian, hingga materi-materi yang dikemas dalam bentuk outbond<\/em> yang tujuannya membangun solidaritas, konsentrasi, kerjasama, dan kesabaran.\r\n\r\nSeorang petani tembakau juga diminta memberikan materi terkait pengetahuan dasar pertanian tembakau. Materi ini bertujuan untuk menguatkan pengetahuan yang sudah mereka dapat dari orang tua mereka.\r\n\r\nDi tengah hembusan stigma negatif terhadap tembakau dan produk turunannya, kami, KNPK, bersama para petani tembakau, dan pengurus beasiswa Temanggung, tetap terus berusaha agar manfaat pertanian tembakau dan industri kretek bisa terus memberikan manfaat dalam jangkauan yang semakin luas dan terukur.\r\n\r\nSudah delapan angkatan penerima beasiswa. Banyak yang sudah melanjutkan karir pada bidang dan minat masing-masing, ada pula yang masih sekolah. Sebagiamana amanat bangsa, bahwa pendidikan adalah seluruh hak bagi segala bangsa, tak terkecuali anak petani dan buruh petani.","post_title":"Beasiswa KNPK, Mencetak Generasi Mandiri, Berdaulat dan Berbudaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"beasiswa-knpk-mencetak-generasi-mandiri-berdaulat-dan-berbudaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2018-11-20 10:07:42","post_modified_gmt":"2018-11-20 03:07:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5135","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Budaya dan Tradisi Masyarakat Petani NU di Kabupaten Temanggung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"budaya-dan-tradisi-masyarakat-petani-nu-di-kabupaten-temanggung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-04-19 08:32:58","post_modified_gmt":"2019-04-19 01:32:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5495,"post_author":"855","post_date":"2019-02-28 08:59:11","post_date_gmt":"2019-02-28 01:59:11","post_content":"\nBaca: Sukses Bertani Tembakau Bersama Kemitraan Djarum di Temanggung<\/a><\/h4>\n\n\n\n
Perniagaan tembakau yang tidak\nmenguntungkan bagi sebagian petani<\/strong><\/h4>\n\n\n\n
Sebagai contoh, provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2018 Jawa Barat menerima dana DBHCHT sebanyak Rp176,8 Milyar dan Rp114 Milyar untuk tahun ini. Dana tersebut lebih dari 50 persennya digunakan untuk membangun rumah sakit di wilayah Pameungpeuk, Garut.<\/blockquote>\r\nBagi saya, ini menjadi prestasi tersendiri dari industri rokok dan para perokok yang menjadi penyumbang cukai dalam tiap batang rokok yang diperjualbelikan. Di tengah kampanye buruk yang terus-menerus disiarkan terkait tembakau dan produknya berupa rokok, industri ini malah menyumbang sesuatu yang begitu bermanfaat di banyak negeri.\r\n\r\nSayangnya, dengan kondisi semacam ini, ragam rupa kampanye yang mendeskreditkan tembakau dan rokok masih terus saja disuarakan. Yang lebih menyedihkan, dalam kampanye anti-tembakau ini ada dana DBHCHT yang digunakan. Dana yang diambil secara 'paksa' dari para perokok oleh negara, dari hasil membeli produk-produk rokok, digunakan untuk mengampanyekan agar masyarakat menjauhi tembakau dan produk unggulan dari tembakau berupa rokok.\r\n\r\nPenggunaan dana DBHCHT untuk kampanye anti-tembakau di Jawa Barat disampaikan langsung oleh Iwa Kurniwa, Sekda Provinsi Jawa Barat.<\/strong> Menurutnya, mereka akan fokus mengampanyekan dampak buruk tembakau di wilayah Jawa Barat bagian selatan.\r\n\r\nAda logika yang aneh di sini. Anda menanam tembakau, kemudian tembakau itu digunakan sebagai bahan baku produksi rokok. Rokok itu kemudian diperjualbelikan. Dalam setiap batang rokok yang diperjualbelikan, negara menarik cukai di sana hingga terkumpul ratusan trilyun rupiah setiap tahunnya. Lalu beberapa bagian dari ratusan trilyun itu, digunakan sebagai dana untuk mengampanyekan agar orang-orang meninggalkan produk rokok. Sebuah ironi yang nyata terjadi di negeri ini.\r\n\r\nBisa dibilang ini adalah aksi bunuh diri. Berusaha membunuh tembakau dengan uang hasil penjualan tembakau. Bunuh diri masal karena kampanye ini pelan-pelan akan membunuh pemasukan utama petani tembakau dan cengkeh, buruh tani, para penjual rokok eceran, dan industri rokok nasional.\r\n\r\nTentu saja kita semua yang masih memiliki akal sehat harus melawan semua itu. Melawan semampu yang kita bisa.","post_title":"Cukai Tembakau untuk Kampanye Anti-Tembakau, Sebuah Ironi!","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cukai-tembakau-untuk-kampanye-anti-tembakau-sebuah-ironi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-01-20 06:47:33","post_modified_gmt":"2019-01-19 23:47:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5297","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5135,"post_author":"878","post_date":"2018-11-20 10:06:43","post_date_gmt":"2018-11-20 03:06:43","post_content":"Di sebuah lembah yang dikepung bukit berbentuk huruf 'U', dikelilingi pepohonan pinus yang di sela-selanya berdiri tegak pohon kopi jenis robusta, 99 anak petani dan buruh tani tembakau berkumpul. Sesekali mereka meneriakkan yel-yel, seringkali juga mereka berangkulan, bahu membahu menyelesaikan tantangan-tantangan yang tidak hanya membutuhkan kepiawaian berpikir, tetapi juga kompakan tim.\r\n\r\n99 anak yang berkumpul itu, adalah penerima beasiswa Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) angkatan 2018. Mereka berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Temanggung. Latar belakang mereka mirip, anak-anak petani dan buruh tani tembakau. Usia mereka juga mirip, kini duduk di kelas satu SMK.\r\n\r\nTotal penerima beasiswa KNPK<\/a> tahun ini sebanyak 100 anak. Satu orang berhalangan hadir karena sakit. Mereka berkumpul akhir pekan kemarin untuk ikut acara Character Building<\/em> bertema: Mandiri, Berdaulat, dan Berbudaya.\r\n\r\nRagam bentuk materi dan kegiatan dilaksanakan sepanjang acara. Mulai dari materi-materi softskill<\/em> seperti public speaking<\/em>, videografi, penulisan, dan pengorganisasian, hingga materi-materi yang dikemas dalam bentuk outbond<\/em> yang tujuannya membangun solidaritas, konsentrasi, kerjasama, dan kesabaran.\r\n\r\nSeorang petani tembakau juga diminta memberikan materi terkait pengetahuan dasar pertanian tembakau. Materi ini bertujuan untuk menguatkan pengetahuan yang sudah mereka dapat dari orang tua mereka.\r\n\r\nDi tengah hembusan stigma negatif terhadap tembakau dan produk turunannya, kami, KNPK, bersama para petani tembakau, dan pengurus beasiswa Temanggung, tetap terus berusaha agar manfaat pertanian tembakau dan industri kretek bisa terus memberikan manfaat dalam jangkauan yang semakin luas dan terukur.\r\n\r\nSudah delapan angkatan penerima beasiswa. Banyak yang sudah melanjutkan karir pada bidang dan minat masing-masing, ada pula yang masih sekolah. Sebagiamana amanat bangsa, bahwa pendidikan adalah seluruh hak bagi segala bangsa, tak terkecuali anak petani dan buruh petani.","post_title":"Beasiswa KNPK, Mencetak Generasi Mandiri, Berdaulat dan Berbudaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"beasiswa-knpk-mencetak-generasi-mandiri-berdaulat-dan-berbudaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2018-11-20 10:07:42","post_modified_gmt":"2018-11-20 03:07:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5135","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};