\n
\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Di tahun 1928, industri kretek telah mencapai jumlah 50 perusahaan, dengan perincian 13 perusahaan besar, 26 perusahaan menengah, dan 11 perusahaan kecil. Pulihnya industri kretek di Kudus juga ditandai dengan semakin berkibarnya perusahaan Nitisemito. <\/p>\n\n\n\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Di tahun itu, tercatat ada 12 perusahan besar, 16 perusahaan menengah, dan 7 perusahaan kecil. Jumlah seluruhnya sebanyak 35 perusahaan, dan terus meningkat di tahun-tahun selanjutnya: menjadi 38 perusahaan di tahun 1925, 42 perusahaan di tahun 1926, dan 46 perusahaan di tahun 1927.<\/p>\n\n\n\n

Di tahun 1928, industri kretek telah mencapai jumlah 50 perusahaan, dengan perincian 13 perusahaan besar, 26 perusahaan menengah, dan 11 perusahaan kecil. Pulihnya industri kretek di Kudus juga ditandai dengan semakin berkibarnya perusahaan Nitisemito. <\/p>\n\n\n\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tetapi lagi-lagi, industri kretek adalah anomali. Pasca kerusuhan, tidak dibutuhkan waktu lama bagi industri kretek di Kudus untuk pulih dan bangkit kembali. Masih menurut gambaran Budiman dan Onghokham, di tahun 1924, industri kretek di Kudus sudah bisa dibedakan ke dalam 3 golongan, yaitu besar (produksi di atas 50 juta batang per tahun), menengah (produksi 10 - 50 juta batang per tahun) dan kecil (produksi di bawah 10 juta batang per tahun). <\/p>\n\n\n\n

Di tahun itu, tercatat ada 12 perusahan besar, 16 perusahaan menengah, dan 7 perusahaan kecil. Jumlah seluruhnya sebanyak 35 perusahaan, dan terus meningkat di tahun-tahun selanjutnya: menjadi 38 perusahaan di tahun 1925, 42 perusahaan di tahun 1926, dan 46 perusahaan di tahun 1927.<\/p>\n\n\n\n

Di tahun 1928, industri kretek telah mencapai jumlah 50 perusahaan, dengan perincian 13 perusahaan besar, 26 perusahaan menengah, dan 11 perusahaan kecil. Pulihnya industri kretek di Kudus juga ditandai dengan semakin berkibarnya perusahaan Nitisemito. <\/p>\n\n\n\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dalam situasi di mana konsepsi kebangsaan Nusantara belum lagi jelas, atau semata-mata ditentukan oleh pemerintah kolonial untuk kepentingan mereka, sejumlah kerusuhan dengan orang-orang Tionghoa dengan cepat mewabah dan merebak di banyak tempat, khususnya di Jawa. Sepanjang tahun 1913 \u2013 1914, kerusuhan etnis pecah di banyak kota, antara lain di Surabaya, Solo, Semarang, Cirebon, Tangerang, dan Bekasi, dengan motif serupa\u2014persaingan bisnis.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi lagi-lagi, industri kretek adalah anomali. Pasca kerusuhan, tidak dibutuhkan waktu lama bagi industri kretek di Kudus untuk pulih dan bangkit kembali. Masih menurut gambaran Budiman dan Onghokham, di tahun 1924, industri kretek di Kudus sudah bisa dibedakan ke dalam 3 golongan, yaitu besar (produksi di atas 50 juta batang per tahun), menengah (produksi 10 - 50 juta batang per tahun) dan kecil (produksi di bawah 10 juta batang per tahun). <\/p>\n\n\n\n

Di tahun itu, tercatat ada 12 perusahan besar, 16 perusahaan menengah, dan 7 perusahaan kecil. Jumlah seluruhnya sebanyak 35 perusahaan, dan terus meningkat di tahun-tahun selanjutnya: menjadi 38 perusahaan di tahun 1925, 42 perusahaan di tahun 1926, dan 46 perusahaan di tahun 1927.<\/p>\n\n\n\n

Di tahun 1928, industri kretek telah mencapai jumlah 50 perusahaan, dengan perincian 13 perusahaan besar, 26 perusahaan menengah, dan 11 perusahaan kecil. Pulihnya industri kretek di Kudus juga ditandai dengan semakin berkibarnya perusahaan Nitisemito. <\/p>\n\n\n\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Banyak korban berjatuhan pada kedua pihak. Sejumlah rumah dan pabrik terbakar. Banyak pengusaha pribumi yang berpengaruh diajukan ke muka pengadilan dan dijatuhi hukuman. Akibatnya, industri kretek di Kudus mengalami kemunduran. Sebaliknya, dengan terpidananya para pengusaha pribumi tersebut, para pengusaha Tionghoa berhasil memperkuat posisi mereka dalam industri rokok kretek di Kudus. Fajar kemakmuran mereka pun mulai merekah.<\/p>\n\n\n\n

Dalam situasi di mana konsepsi kebangsaan Nusantara belum lagi jelas, atau semata-mata ditentukan oleh pemerintah kolonial untuk kepentingan mereka, sejumlah kerusuhan dengan orang-orang Tionghoa dengan cepat mewabah dan merebak di banyak tempat, khususnya di Jawa. Sepanjang tahun 1913 \u2013 1914, kerusuhan etnis pecah di banyak kota, antara lain di Surabaya, Solo, Semarang, Cirebon, Tangerang, dan Bekasi, dengan motif serupa\u2014persaingan bisnis.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi lagi-lagi, industri kretek adalah anomali. Pasca kerusuhan, tidak dibutuhkan waktu lama bagi industri kretek di Kudus untuk pulih dan bangkit kembali. Masih menurut gambaran Budiman dan Onghokham, di tahun 1924, industri kretek di Kudus sudah bisa dibedakan ke dalam 3 golongan, yaitu besar (produksi di atas 50 juta batang per tahun), menengah (produksi 10 - 50 juta batang per tahun) dan kecil (produksi di bawah 10 juta batang per tahun). <\/p>\n\n\n\n

Di tahun itu, tercatat ada 12 perusahan besar, 16 perusahaan menengah, dan 7 perusahaan kecil. Jumlah seluruhnya sebanyak 35 perusahaan, dan terus meningkat di tahun-tahun selanjutnya: menjadi 38 perusahaan di tahun 1925, 42 perusahaan di tahun 1926, dan 46 perusahaan di tahun 1927.<\/p>\n\n\n\n

Di tahun 1928, industri kretek telah mencapai jumlah 50 perusahaan, dengan perincian 13 perusahaan besar, 26 perusahaan menengah, dan 11 perusahaan kecil. Pulihnya industri kretek di Kudus juga ditandai dengan semakin berkibarnya perusahaan Nitisemito. <\/p>\n\n\n\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Budiman dan Onghokham menggambarkan bencana tersebut sebagai berikut:
\n\u201cPada awal mulanya seluruh perusahaan rokok di Kudus berada di tangan orang pribumi. Namun, setelah para pengusaha ini berhasil mencapai demikian banyak kemajuan dalam waktu yang relatif singkat, para pengusaha Tionghoa beramai-ramai mengikuti jejak mereka. Di antara kedua pihak kemudian muncul persaingan hebat. Pada tahun 1918 persaingan ini telah mencapai puncaknya, hingga menjadi salah satu faktor penting penyebab meletusnya sebuah kerusuhan hebat yang meledak di Kudus pada tanggal 31 Oktober tahun itu juga. <\/p>\n\n\n\n

Banyak korban berjatuhan pada kedua pihak. Sejumlah rumah dan pabrik terbakar. Banyak pengusaha pribumi yang berpengaruh diajukan ke muka pengadilan dan dijatuhi hukuman. Akibatnya, industri kretek di Kudus mengalami kemunduran. Sebaliknya, dengan terpidananya para pengusaha pribumi tersebut, para pengusaha Tionghoa berhasil memperkuat posisi mereka dalam industri rokok kretek di Kudus. Fajar kemakmuran mereka pun mulai merekah.<\/p>\n\n\n\n

Dalam situasi di mana konsepsi kebangsaan Nusantara belum lagi jelas, atau semata-mata ditentukan oleh pemerintah kolonial untuk kepentingan mereka, sejumlah kerusuhan dengan orang-orang Tionghoa dengan cepat mewabah dan merebak di banyak tempat, khususnya di Jawa. Sepanjang tahun 1913 \u2013 1914, kerusuhan etnis pecah di banyak kota, antara lain di Surabaya, Solo, Semarang, Cirebon, Tangerang, dan Bekasi, dengan motif serupa\u2014persaingan bisnis.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi lagi-lagi, industri kretek adalah anomali. Pasca kerusuhan, tidak dibutuhkan waktu lama bagi industri kretek di Kudus untuk pulih dan bangkit kembali. Masih menurut gambaran Budiman dan Onghokham, di tahun 1924, industri kretek di Kudus sudah bisa dibedakan ke dalam 3 golongan, yaitu besar (produksi di atas 50 juta batang per tahun), menengah (produksi 10 - 50 juta batang per tahun) dan kecil (produksi di bawah 10 juta batang per tahun). <\/p>\n\n\n\n

Di tahun itu, tercatat ada 12 perusahan besar, 16 perusahaan menengah, dan 7 perusahaan kecil. Jumlah seluruhnya sebanyak 35 perusahaan, dan terus meningkat di tahun-tahun selanjutnya: menjadi 38 perusahaan di tahun 1925, 42 perusahaan di tahun 1926, dan 46 perusahaan di tahun 1927.<\/p>\n\n\n\n

Di tahun 1928, industri kretek telah mencapai jumlah 50 perusahaan, dengan perincian 13 perusahaan besar, 26 perusahaan menengah, dan 11 perusahaan kecil. Pulihnya industri kretek di Kudus juga ditandai dengan semakin berkibarnya perusahaan Nitisemito. <\/p>\n\n\n\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Khusus di Kudus, perkembangan industri yang begitu pesat menarik minat para pengusaha Tionghoa untuk ikut terjun ke bisnis kretek. Sayangnya, perkembangan yang terjadi di kota kelahiran kretek ini tidak berbuah manis. Persaingan para pengusaha pribumi dengan para pengusaha Tionghoa terjadi sepanjang Perang Dunia I, dan berujung pada kerusuhan di bulan Oktober 1918, beberapa minggu sebelum perang berakhir.<\/p>\n\n\n\n

Budiman dan Onghokham menggambarkan bencana tersebut sebagai berikut:
\n\u201cPada awal mulanya seluruh perusahaan rokok di Kudus berada di tangan orang pribumi. Namun, setelah para pengusaha ini berhasil mencapai demikian banyak kemajuan dalam waktu yang relatif singkat, para pengusaha Tionghoa beramai-ramai mengikuti jejak mereka. Di antara kedua pihak kemudian muncul persaingan hebat. Pada tahun 1918 persaingan ini telah mencapai puncaknya, hingga menjadi salah satu faktor penting penyebab meletusnya sebuah kerusuhan hebat yang meledak di Kudus pada tanggal 31 Oktober tahun itu juga. <\/p>\n\n\n\n

Banyak korban berjatuhan pada kedua pihak. Sejumlah rumah dan pabrik terbakar. Banyak pengusaha pribumi yang berpengaruh diajukan ke muka pengadilan dan dijatuhi hukuman. Akibatnya, industri kretek di Kudus mengalami kemunduran. Sebaliknya, dengan terpidananya para pengusaha pribumi tersebut, para pengusaha Tionghoa berhasil memperkuat posisi mereka dalam industri rokok kretek di Kudus. Fajar kemakmuran mereka pun mulai merekah.<\/p>\n\n\n\n

Dalam situasi di mana konsepsi kebangsaan Nusantara belum lagi jelas, atau semata-mata ditentukan oleh pemerintah kolonial untuk kepentingan mereka, sejumlah kerusuhan dengan orang-orang Tionghoa dengan cepat mewabah dan merebak di banyak tempat, khususnya di Jawa. Sepanjang tahun 1913 \u2013 1914, kerusuhan etnis pecah di banyak kota, antara lain di Surabaya, Solo, Semarang, Cirebon, Tangerang, dan Bekasi, dengan motif serupa\u2014persaingan bisnis.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi lagi-lagi, industri kretek adalah anomali. Pasca kerusuhan, tidak dibutuhkan waktu lama bagi industri kretek di Kudus untuk pulih dan bangkit kembali. Masih menurut gambaran Budiman dan Onghokham, di tahun 1924, industri kretek di Kudus sudah bisa dibedakan ke dalam 3 golongan, yaitu besar (produksi di atas 50 juta batang per tahun), menengah (produksi 10 - 50 juta batang per tahun) dan kecil (produksi di bawah 10 juta batang per tahun). <\/p>\n\n\n\n

Di tahun itu, tercatat ada 12 perusahan besar, 16 perusahaan menengah, dan 7 perusahaan kecil. Jumlah seluruhnya sebanyak 35 perusahaan, dan terus meningkat di tahun-tahun selanjutnya: menjadi 38 perusahaan di tahun 1925, 42 perusahaan di tahun 1926, dan 46 perusahaan di tahun 1927.<\/p>\n\n\n\n

Di tahun 1928, industri kretek telah mencapai jumlah 50 perusahaan, dengan perincian 13 perusahaan besar, 26 perusahaan menengah, dan 11 perusahaan kecil. Pulihnya industri kretek di Kudus juga ditandai dengan semakin berkibarnya perusahaan Nitisemito. <\/p>\n\n\n\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Uniknya, dalam \u201cjaman kacau\u201d, ketika terjadi kelumpuhan di manamana, industri kretek terus berkembang. Sampai tahun 1918, puluhan perusahaan kretek baru justru bermunculan di Kudus. Industri kretek juga semakin meluas di Jawa Timur, ditandai dengan berdirinya perusahaan kretek pertama di Nganjuk dan Madiun tahun 1915.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kudus, perkembangan industri yang begitu pesat menarik minat para pengusaha Tionghoa untuk ikut terjun ke bisnis kretek. Sayangnya, perkembangan yang terjadi di kota kelahiran kretek ini tidak berbuah manis. Persaingan para pengusaha pribumi dengan para pengusaha Tionghoa terjadi sepanjang Perang Dunia I, dan berujung pada kerusuhan di bulan Oktober 1918, beberapa minggu sebelum perang berakhir.<\/p>\n\n\n\n

Budiman dan Onghokham menggambarkan bencana tersebut sebagai berikut:
\n\u201cPada awal mulanya seluruh perusahaan rokok di Kudus berada di tangan orang pribumi. Namun, setelah para pengusaha ini berhasil mencapai demikian banyak kemajuan dalam waktu yang relatif singkat, para pengusaha Tionghoa beramai-ramai mengikuti jejak mereka. Di antara kedua pihak kemudian muncul persaingan hebat. Pada tahun 1918 persaingan ini telah mencapai puncaknya, hingga menjadi salah satu faktor penting penyebab meletusnya sebuah kerusuhan hebat yang meledak di Kudus pada tanggal 31 Oktober tahun itu juga. <\/p>\n\n\n\n

Banyak korban berjatuhan pada kedua pihak. Sejumlah rumah dan pabrik terbakar. Banyak pengusaha pribumi yang berpengaruh diajukan ke muka pengadilan dan dijatuhi hukuman. Akibatnya, industri kretek di Kudus mengalami kemunduran. Sebaliknya, dengan terpidananya para pengusaha pribumi tersebut, para pengusaha Tionghoa berhasil memperkuat posisi mereka dalam industri rokok kretek di Kudus. Fajar kemakmuran mereka pun mulai merekah.<\/p>\n\n\n\n

Dalam situasi di mana konsepsi kebangsaan Nusantara belum lagi jelas, atau semata-mata ditentukan oleh pemerintah kolonial untuk kepentingan mereka, sejumlah kerusuhan dengan orang-orang Tionghoa dengan cepat mewabah dan merebak di banyak tempat, khususnya di Jawa. Sepanjang tahun 1913 \u2013 1914, kerusuhan etnis pecah di banyak kota, antara lain di Surabaya, Solo, Semarang, Cirebon, Tangerang, dan Bekasi, dengan motif serupa\u2014persaingan bisnis.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi lagi-lagi, industri kretek adalah anomali. Pasca kerusuhan, tidak dibutuhkan waktu lama bagi industri kretek di Kudus untuk pulih dan bangkit kembali. Masih menurut gambaran Budiman dan Onghokham, di tahun 1924, industri kretek di Kudus sudah bisa dibedakan ke dalam 3 golongan, yaitu besar (produksi di atas 50 juta batang per tahun), menengah (produksi 10 - 50 juta batang per tahun) dan kecil (produksi di bawah 10 juta batang per tahun). <\/p>\n\n\n\n

Di tahun itu, tercatat ada 12 perusahan besar, 16 perusahaan menengah, dan 7 perusahaan kecil. Jumlah seluruhnya sebanyak 35 perusahaan, dan terus meningkat di tahun-tahun selanjutnya: menjadi 38 perusahaan di tahun 1925, 42 perusahaan di tahun 1926, dan 46 perusahaan di tahun 1927.<\/p>\n\n\n\n

Di tahun 1928, industri kretek telah mencapai jumlah 50 perusahaan, dengan perincian 13 perusahaan besar, 26 perusahaan menengah, dan 11 perusahaan kecil. Pulihnya industri kretek di Kudus juga ditandai dengan semakin berkibarnya perusahaan Nitisemito. <\/p>\n\n\n\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Hindia Belanda terguncang. Negeri induknya, Belanda, memang tidak ambil bagian dalam perang. Namun nilai investasi Jerman yang tinggi di sana, ditambah hubungan dagang yang erat, membuat Inggris melakukan blokade atas pelabuhan-pelabuhan Belanda. Koloni-koloni Belanda terimbas, tak terkecuali Hindia Belanda. Ricklefs menggambarkannya sebagai \u201cjaman kacau\u201d di Hindia Belanda; pelayaran antara Indonesia dan Eropa terganggu oleh perang, komunikasi terhambat, anggaran belanja militer kolonial meningkat, sedangkan anggaran belanja untuk kesejahteraan dikurangi, harga barang-barang naik, dan kesejahteraan rakyat merosot.<\/p>\n\n\n\n

Uniknya, dalam \u201cjaman kacau\u201d, ketika terjadi kelumpuhan di manamana, industri kretek terus berkembang. Sampai tahun 1918, puluhan perusahaan kretek baru justru bermunculan di Kudus. Industri kretek juga semakin meluas di Jawa Timur, ditandai dengan berdirinya perusahaan kretek pertama di Nganjuk dan Madiun tahun 1915.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kudus, perkembangan industri yang begitu pesat menarik minat para pengusaha Tionghoa untuk ikut terjun ke bisnis kretek. Sayangnya, perkembangan yang terjadi di kota kelahiran kretek ini tidak berbuah manis. Persaingan para pengusaha pribumi dengan para pengusaha Tionghoa terjadi sepanjang Perang Dunia I, dan berujung pada kerusuhan di bulan Oktober 1918, beberapa minggu sebelum perang berakhir.<\/p>\n\n\n\n

Budiman dan Onghokham menggambarkan bencana tersebut sebagai berikut:
\n\u201cPada awal mulanya seluruh perusahaan rokok di Kudus berada di tangan orang pribumi. Namun, setelah para pengusaha ini berhasil mencapai demikian banyak kemajuan dalam waktu yang relatif singkat, para pengusaha Tionghoa beramai-ramai mengikuti jejak mereka. Di antara kedua pihak kemudian muncul persaingan hebat. Pada tahun 1918 persaingan ini telah mencapai puncaknya, hingga menjadi salah satu faktor penting penyebab meletusnya sebuah kerusuhan hebat yang meledak di Kudus pada tanggal 31 Oktober tahun itu juga. <\/p>\n\n\n\n

Banyak korban berjatuhan pada kedua pihak. Sejumlah rumah dan pabrik terbakar. Banyak pengusaha pribumi yang berpengaruh diajukan ke muka pengadilan dan dijatuhi hukuman. Akibatnya, industri kretek di Kudus mengalami kemunduran. Sebaliknya, dengan terpidananya para pengusaha pribumi tersebut, para pengusaha Tionghoa berhasil memperkuat posisi mereka dalam industri rokok kretek di Kudus. Fajar kemakmuran mereka pun mulai merekah.<\/p>\n\n\n\n

Dalam situasi di mana konsepsi kebangsaan Nusantara belum lagi jelas, atau semata-mata ditentukan oleh pemerintah kolonial untuk kepentingan mereka, sejumlah kerusuhan dengan orang-orang Tionghoa dengan cepat mewabah dan merebak di banyak tempat, khususnya di Jawa. Sepanjang tahun 1913 \u2013 1914, kerusuhan etnis pecah di banyak kota, antara lain di Surabaya, Solo, Semarang, Cirebon, Tangerang, dan Bekasi, dengan motif serupa\u2014persaingan bisnis.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi lagi-lagi, industri kretek adalah anomali. Pasca kerusuhan, tidak dibutuhkan waktu lama bagi industri kretek di Kudus untuk pulih dan bangkit kembali. Masih menurut gambaran Budiman dan Onghokham, di tahun 1924, industri kretek di Kudus sudah bisa dibedakan ke dalam 3 golongan, yaitu besar (produksi di atas 50 juta batang per tahun), menengah (produksi 10 - 50 juta batang per tahun) dan kecil (produksi di bawah 10 juta batang per tahun). <\/p>\n\n\n\n

Di tahun itu, tercatat ada 12 perusahan besar, 16 perusahaan menengah, dan 7 perusahaan kecil. Jumlah seluruhnya sebanyak 35 perusahaan, dan terus meningkat di tahun-tahun selanjutnya: menjadi 38 perusahaan di tahun 1925, 42 perusahaan di tahun 1926, dan 46 perusahaan di tahun 1927.<\/p>\n\n\n\n

Di tahun 1928, industri kretek telah mencapai jumlah 50 perusahaan, dengan perincian 13 perusahaan besar, 26 perusahaan menengah, dan 11 perusahaan kecil. Pulihnya industri kretek di Kudus juga ditandai dengan semakin berkibarnya perusahaan Nitisemito. <\/p>\n\n\n\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Juni 1914. Putera mahkota Austria-Hongaria dan istrinya dibunuh dalam kunjungan ke Sarajevo. Konflik kepentingan ekonomi-politik antar-bangsa Eropa menemukan momentumnya. Perang pecah sampai November 1918. Sejarah menulis dekade kedua abad XX ini dengan tinta darah. Tak kurang dari 40 juta manusia meregang nyawa hanya dalam waktu 4 tahun 4 bulan.<\/p>\n\n\n\n

Hindia Belanda terguncang. Negeri induknya, Belanda, memang tidak ambil bagian dalam perang. Namun nilai investasi Jerman yang tinggi di sana, ditambah hubungan dagang yang erat, membuat Inggris melakukan blokade atas pelabuhan-pelabuhan Belanda. Koloni-koloni Belanda terimbas, tak terkecuali Hindia Belanda. Ricklefs menggambarkannya sebagai \u201cjaman kacau\u201d di Hindia Belanda; pelayaran antara Indonesia dan Eropa terganggu oleh perang, komunikasi terhambat, anggaran belanja militer kolonial meningkat, sedangkan anggaran belanja untuk kesejahteraan dikurangi, harga barang-barang naik, dan kesejahteraan rakyat merosot.<\/p>\n\n\n\n

Uniknya, dalam \u201cjaman kacau\u201d, ketika terjadi kelumpuhan di manamana, industri kretek terus berkembang. Sampai tahun 1918, puluhan perusahaan kretek baru justru bermunculan di Kudus. Industri kretek juga semakin meluas di Jawa Timur, ditandai dengan berdirinya perusahaan kretek pertama di Nganjuk dan Madiun tahun 1915.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kudus, perkembangan industri yang begitu pesat menarik minat para pengusaha Tionghoa untuk ikut terjun ke bisnis kretek. Sayangnya, perkembangan yang terjadi di kota kelahiran kretek ini tidak berbuah manis. Persaingan para pengusaha pribumi dengan para pengusaha Tionghoa terjadi sepanjang Perang Dunia I, dan berujung pada kerusuhan di bulan Oktober 1918, beberapa minggu sebelum perang berakhir.<\/p>\n\n\n\n

Budiman dan Onghokham menggambarkan bencana tersebut sebagai berikut:
\n\u201cPada awal mulanya seluruh perusahaan rokok di Kudus berada di tangan orang pribumi. Namun, setelah para pengusaha ini berhasil mencapai demikian banyak kemajuan dalam waktu yang relatif singkat, para pengusaha Tionghoa beramai-ramai mengikuti jejak mereka. Di antara kedua pihak kemudian muncul persaingan hebat. Pada tahun 1918 persaingan ini telah mencapai puncaknya, hingga menjadi salah satu faktor penting penyebab meletusnya sebuah kerusuhan hebat yang meledak di Kudus pada tanggal 31 Oktober tahun itu juga. <\/p>\n\n\n\n

Banyak korban berjatuhan pada kedua pihak. Sejumlah rumah dan pabrik terbakar. Banyak pengusaha pribumi yang berpengaruh diajukan ke muka pengadilan dan dijatuhi hukuman. Akibatnya, industri kretek di Kudus mengalami kemunduran. Sebaliknya, dengan terpidananya para pengusaha pribumi tersebut, para pengusaha Tionghoa berhasil memperkuat posisi mereka dalam industri rokok kretek di Kudus. Fajar kemakmuran mereka pun mulai merekah.<\/p>\n\n\n\n

Dalam situasi di mana konsepsi kebangsaan Nusantara belum lagi jelas, atau semata-mata ditentukan oleh pemerintah kolonial untuk kepentingan mereka, sejumlah kerusuhan dengan orang-orang Tionghoa dengan cepat mewabah dan merebak di banyak tempat, khususnya di Jawa. Sepanjang tahun 1913 \u2013 1914, kerusuhan etnis pecah di banyak kota, antara lain di Surabaya, Solo, Semarang, Cirebon, Tangerang, dan Bekasi, dengan motif serupa\u2014persaingan bisnis.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi lagi-lagi, industri kretek adalah anomali. Pasca kerusuhan, tidak dibutuhkan waktu lama bagi industri kretek di Kudus untuk pulih dan bangkit kembali. Masih menurut gambaran Budiman dan Onghokham, di tahun 1924, industri kretek di Kudus sudah bisa dibedakan ke dalam 3 golongan, yaitu besar (produksi di atas 50 juta batang per tahun), menengah (produksi 10 - 50 juta batang per tahun) dan kecil (produksi di bawah 10 juta batang per tahun). <\/p>\n\n\n\n

Di tahun itu, tercatat ada 12 perusahan besar, 16 perusahaan menengah, dan 7 perusahaan kecil. Jumlah seluruhnya sebanyak 35 perusahaan, dan terus meningkat di tahun-tahun selanjutnya: menjadi 38 perusahaan di tahun 1925, 42 perusahaan di tahun 1926, dan 46 perusahaan di tahun 1927.<\/p>\n\n\n\n

Di tahun 1928, industri kretek telah mencapai jumlah 50 perusahaan, dengan perincian 13 perusahaan besar, 26 perusahaan menengah, dan 11 perusahaan kecil. Pulihnya industri kretek di Kudus juga ditandai dengan semakin berkibarnya perusahaan Nitisemito. <\/p>\n\n\n\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

(Topatimasang, Roem, (ed), dkk, Kretek: Kajian Ekonomi dan Budaya 4 Kota, Indonesia Berdikari, Yogyakarta, 2010, hal. 139)<\/p>\n\n\n\n

Juni 1914. Putera mahkota Austria-Hongaria dan istrinya dibunuh dalam kunjungan ke Sarajevo. Konflik kepentingan ekonomi-politik antar-bangsa Eropa menemukan momentumnya. Perang pecah sampai November 1918. Sejarah menulis dekade kedua abad XX ini dengan tinta darah. Tak kurang dari 40 juta manusia meregang nyawa hanya dalam waktu 4 tahun 4 bulan.<\/p>\n\n\n\n

Hindia Belanda terguncang. Negeri induknya, Belanda, memang tidak ambil bagian dalam perang. Namun nilai investasi Jerman yang tinggi di sana, ditambah hubungan dagang yang erat, membuat Inggris melakukan blokade atas pelabuhan-pelabuhan Belanda. Koloni-koloni Belanda terimbas, tak terkecuali Hindia Belanda. Ricklefs menggambarkannya sebagai \u201cjaman kacau\u201d di Hindia Belanda; pelayaran antara Indonesia dan Eropa terganggu oleh perang, komunikasi terhambat, anggaran belanja militer kolonial meningkat, sedangkan anggaran belanja untuk kesejahteraan dikurangi, harga barang-barang naik, dan kesejahteraan rakyat merosot.<\/p>\n\n\n\n

Uniknya, dalam \u201cjaman kacau\u201d, ketika terjadi kelumpuhan di manamana, industri kretek terus berkembang. Sampai tahun 1918, puluhan perusahaan kretek baru justru bermunculan di Kudus. Industri kretek juga semakin meluas di Jawa Timur, ditandai dengan berdirinya perusahaan kretek pertama di Nganjuk dan Madiun tahun 1915.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kudus, perkembangan industri yang begitu pesat menarik minat para pengusaha Tionghoa untuk ikut terjun ke bisnis kretek. Sayangnya, perkembangan yang terjadi di kota kelahiran kretek ini tidak berbuah manis. Persaingan para pengusaha pribumi dengan para pengusaha Tionghoa terjadi sepanjang Perang Dunia I, dan berujung pada kerusuhan di bulan Oktober 1918, beberapa minggu sebelum perang berakhir.<\/p>\n\n\n\n

Budiman dan Onghokham menggambarkan bencana tersebut sebagai berikut:
\n\u201cPada awal mulanya seluruh perusahaan rokok di Kudus berada di tangan orang pribumi. Namun, setelah para pengusaha ini berhasil mencapai demikian banyak kemajuan dalam waktu yang relatif singkat, para pengusaha Tionghoa beramai-ramai mengikuti jejak mereka. Di antara kedua pihak kemudian muncul persaingan hebat. Pada tahun 1918 persaingan ini telah mencapai puncaknya, hingga menjadi salah satu faktor penting penyebab meletusnya sebuah kerusuhan hebat yang meledak di Kudus pada tanggal 31 Oktober tahun itu juga. <\/p>\n\n\n\n

Banyak korban berjatuhan pada kedua pihak. Sejumlah rumah dan pabrik terbakar. Banyak pengusaha pribumi yang berpengaruh diajukan ke muka pengadilan dan dijatuhi hukuman. Akibatnya, industri kretek di Kudus mengalami kemunduran. Sebaliknya, dengan terpidananya para pengusaha pribumi tersebut, para pengusaha Tionghoa berhasil memperkuat posisi mereka dalam industri rokok kretek di Kudus. Fajar kemakmuran mereka pun mulai merekah.<\/p>\n\n\n\n

Dalam situasi di mana konsepsi kebangsaan Nusantara belum lagi jelas, atau semata-mata ditentukan oleh pemerintah kolonial untuk kepentingan mereka, sejumlah kerusuhan dengan orang-orang Tionghoa dengan cepat mewabah dan merebak di banyak tempat, khususnya di Jawa. Sepanjang tahun 1913 \u2013 1914, kerusuhan etnis pecah di banyak kota, antara lain di Surabaya, Solo, Semarang, Cirebon, Tangerang, dan Bekasi, dengan motif serupa\u2014persaingan bisnis.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi lagi-lagi, industri kretek adalah anomali. Pasca kerusuhan, tidak dibutuhkan waktu lama bagi industri kretek di Kudus untuk pulih dan bangkit kembali. Masih menurut gambaran Budiman dan Onghokham, di tahun 1924, industri kretek di Kudus sudah bisa dibedakan ke dalam 3 golongan, yaitu besar (produksi di atas 50 juta batang per tahun), menengah (produksi 10 - 50 juta batang per tahun) dan kecil (produksi di bawah 10 juta batang per tahun). <\/p>\n\n\n\n

Di tahun itu, tercatat ada 12 perusahan besar, 16 perusahaan menengah, dan 7 perusahaan kecil. Jumlah seluruhnya sebanyak 35 perusahaan, dan terus meningkat di tahun-tahun selanjutnya: menjadi 38 perusahaan di tahun 1925, 42 perusahaan di tahun 1926, dan 46 perusahaan di tahun 1927.<\/p>\n\n\n\n

Di tahun 1928, industri kretek telah mencapai jumlah 50 perusahaan, dengan perincian 13 perusahaan besar, 26 perusahaan menengah, dan 11 perusahaan kecil. Pulihnya industri kretek di Kudus juga ditandai dengan semakin berkibarnya perusahaan Nitisemito. <\/p>\n\n\n\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

\u201cIndustri kretek telah membuktikan diri menjadi hanya sedikit, bahkan mungkin satu-satunya, dari industri nasional yang mampu bertahan dari berbagai terpaan badai pergolakan sosial dan politik, perang dan pemberontakan bersenjata, juga krisis perekonomian global maupun lokal\u201d<\/p>\n\n\n\n

(Topatimasang, Roem, (ed), dkk, Kretek: Kajian Ekonomi dan Budaya 4 Kota, Indonesia Berdikari, Yogyakarta, 2010, hal. 139)<\/p>\n\n\n\n

Juni 1914. Putera mahkota Austria-Hongaria dan istrinya dibunuh dalam kunjungan ke Sarajevo. Konflik kepentingan ekonomi-politik antar-bangsa Eropa menemukan momentumnya. Perang pecah sampai November 1918. Sejarah menulis dekade kedua abad XX ini dengan tinta darah. Tak kurang dari 40 juta manusia meregang nyawa hanya dalam waktu 4 tahun 4 bulan.<\/p>\n\n\n\n

Hindia Belanda terguncang. Negeri induknya, Belanda, memang tidak ambil bagian dalam perang. Namun nilai investasi Jerman yang tinggi di sana, ditambah hubungan dagang yang erat, membuat Inggris melakukan blokade atas pelabuhan-pelabuhan Belanda. Koloni-koloni Belanda terimbas, tak terkecuali Hindia Belanda. Ricklefs menggambarkannya sebagai \u201cjaman kacau\u201d di Hindia Belanda; pelayaran antara Indonesia dan Eropa terganggu oleh perang, komunikasi terhambat, anggaran belanja militer kolonial meningkat, sedangkan anggaran belanja untuk kesejahteraan dikurangi, harga barang-barang naik, dan kesejahteraan rakyat merosot.<\/p>\n\n\n\n

Uniknya, dalam \u201cjaman kacau\u201d, ketika terjadi kelumpuhan di manamana, industri kretek terus berkembang. Sampai tahun 1918, puluhan perusahaan kretek baru justru bermunculan di Kudus. Industri kretek juga semakin meluas di Jawa Timur, ditandai dengan berdirinya perusahaan kretek pertama di Nganjuk dan Madiun tahun 1915.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kudus, perkembangan industri yang begitu pesat menarik minat para pengusaha Tionghoa untuk ikut terjun ke bisnis kretek. Sayangnya, perkembangan yang terjadi di kota kelahiran kretek ini tidak berbuah manis. Persaingan para pengusaha pribumi dengan para pengusaha Tionghoa terjadi sepanjang Perang Dunia I, dan berujung pada kerusuhan di bulan Oktober 1918, beberapa minggu sebelum perang berakhir.<\/p>\n\n\n\n

Budiman dan Onghokham menggambarkan bencana tersebut sebagai berikut:
\n\u201cPada awal mulanya seluruh perusahaan rokok di Kudus berada di tangan orang pribumi. Namun, setelah para pengusaha ini berhasil mencapai demikian banyak kemajuan dalam waktu yang relatif singkat, para pengusaha Tionghoa beramai-ramai mengikuti jejak mereka. Di antara kedua pihak kemudian muncul persaingan hebat. Pada tahun 1918 persaingan ini telah mencapai puncaknya, hingga menjadi salah satu faktor penting penyebab meletusnya sebuah kerusuhan hebat yang meledak di Kudus pada tanggal 31 Oktober tahun itu juga. <\/p>\n\n\n\n

Banyak korban berjatuhan pada kedua pihak. Sejumlah rumah dan pabrik terbakar. Banyak pengusaha pribumi yang berpengaruh diajukan ke muka pengadilan dan dijatuhi hukuman. Akibatnya, industri kretek di Kudus mengalami kemunduran. Sebaliknya, dengan terpidananya para pengusaha pribumi tersebut, para pengusaha Tionghoa berhasil memperkuat posisi mereka dalam industri rokok kretek di Kudus. Fajar kemakmuran mereka pun mulai merekah.<\/p>\n\n\n\n

Dalam situasi di mana konsepsi kebangsaan Nusantara belum lagi jelas, atau semata-mata ditentukan oleh pemerintah kolonial untuk kepentingan mereka, sejumlah kerusuhan dengan orang-orang Tionghoa dengan cepat mewabah dan merebak di banyak tempat, khususnya di Jawa. Sepanjang tahun 1913 \u2013 1914, kerusuhan etnis pecah di banyak kota, antara lain di Surabaya, Solo, Semarang, Cirebon, Tangerang, dan Bekasi, dengan motif serupa\u2014persaingan bisnis.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi lagi-lagi, industri kretek adalah anomali. Pasca kerusuhan, tidak dibutuhkan waktu lama bagi industri kretek di Kudus untuk pulih dan bangkit kembali. Masih menurut gambaran Budiman dan Onghokham, di tahun 1924, industri kretek di Kudus sudah bisa dibedakan ke dalam 3 golongan, yaitu besar (produksi di atas 50 juta batang per tahun), menengah (produksi 10 - 50 juta batang per tahun) dan kecil (produksi di bawah 10 juta batang per tahun). <\/p>\n\n\n\n

Di tahun itu, tercatat ada 12 perusahan besar, 16 perusahaan menengah, dan 7 perusahaan kecil. Jumlah seluruhnya sebanyak 35 perusahaan, dan terus meningkat di tahun-tahun selanjutnya: menjadi 38 perusahaan di tahun 1925, 42 perusahaan di tahun 1926, dan 46 perusahaan di tahun 1927.<\/p>\n\n\n\n

Di tahun 1928, industri kretek telah mencapai jumlah 50 perusahaan, dengan perincian 13 perusahaan besar, 26 perusahaan menengah, dan 11 perusahaan kecil. Pulihnya industri kretek di Kudus juga ditandai dengan semakin berkibarnya perusahaan Nitisemito. <\/p>\n\n\n\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6591,"post_author":"883","post_date":"2020-03-28 13:38:17","post_date_gmt":"2020-03-28 06:38:17","post_content":"\n

Dunia sedang berperang melawan virus corona atau yang disebut dengan Covid-19. Indonesia juga berperang, berdasarkan data resmi pemerintah sampai dengan Jumat (27 Maret 2020) total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Semua elemen bergerak memerangi Covid-19, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Dalam peperangan ini, perokok juga turut andil, meskipun tentu saja perokok masih tetap di stigmakan sebagai orang pesakitan.

\nPerdebatan mengenai rokok dan kesehatan harus dikesampingkan. Musuh nyata yang sekarang dihadapi adalah Covid-19 yang memukul banyak sisi kehidupan masyarakat. Di satu sisi kemunculan Covid-19 memicu revolusi kebudayaan dalam sisi kesehatan, masyarakat jadi lebih aware terhadap kebersihan dan kesehatan. Tapi di sisi lain, Covid-19 memukul perekonomian, sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

\nBeberapa negara mengambil jalan pintas lockdown dalam memerangi Covid-19 di negaranya. Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Covid-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.

\nLockdown memang menjadi cara ampuh untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi strategi lockdown ini bukan tanpa resiko, seluruh aktivitas masyarakat di suatu wilayah akan lumpuh, terutama aktivitas ekonomi. Indonesia sampai dengan hari ini belum menerapkan kebijakan lockdown, pemerintah masih memperhitungkan kesanggupan menanggung beban ekonomi apabila lockdown diberlakukan.

\nApapun kebijakan yang akan dipilih oleh pemerintah, perokok tetap harus berkontribusi dalam peperangan melawan Covid-19 ini. Satu hal yang sudah dilakukan adalah dengan menyumbangkan dana cukai rokok kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menangani persoalan Covid-19. Perlu diketahui sumbangan cukai rokok pada 2019 mencapai Rp 165 Triliun.

\nSampai dengan hari ini pun perokok terus berkontribusi dengan menyumbangkan cukai, meskipun perokok kecewa dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif cukai di 2020 dengan semena-mena. Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sepanjang Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp19,13 triliun atau meningkat 89,4% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp10,08 triliun.

\nKonsistensi perokok dalam sumbangan cukainya, dapat dipakai oleh pemerintah untuk menangani Covid-19 di berbagai daerah. Tapi tentu saja sumbangan perokok dari cukai belum cukup dalam peperangan melawan Covid-19. Perokok harus melakukan hal lain dalam perang ini. Untuk sementara ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama dengan taat terhadap himbauan social distancing, kedua membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

\nTaat terhadap himbauan pemerintah mengenai social distancing menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Social distancing menurut WHO adalah tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit. Hal ini memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

\nMasyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Ini berarti bagi para perokok sekalian yang dapat menerapkan kerja dari rumah, lakukanlah hal tersebut. Lalu hindari pertemuan berkerumun dan kehadiran fisik dengan orang lain secara langsung.

\nHal kedua yang juga harus kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini adalah membangun solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Membangun solidaritas bukan berarti melakukan konsolidasi melalui rapat pertemuan tatap muka, konsolidasi dapat dilakukan melalui media sosial. Lakukanlah konsolidasi melalui media sosial dengan warga sekitar atau jejaring lainnya untuk menentukan gerakan apa yang akan dilakukan.

\nDi Jogja misalnya, dari sebuah postingan instastory seorang teman yang mengusulkan membentuk \u201cDapur Solidaritas\u201d akhirnya dapat menjadi pemantik konsolidasi hingga gerakan tersebut dapat direalisasikan. Ini dapat menjadi contoh bagi para perokok sekalian dalam hal membangun solidasitas sosial bagi lingkungan sekitar.

\nSinergikan dua hal tersebut secara bersamaan, mari bersama-sama bergandengan tangan melawan Covid-19 yang sedang menyerang umat manusia. Dan yang terpenting dari kedua hal tadi adalah bukan hanya menciptakan peluang kemenangan melawan Covid-19 tapi juga memenangkan pertarungan stigma perokok berkontribusi bagi kesehatan.<\/p>\n","post_title":"Perokok dan Perlawanan Terhadap Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"perokok-dan-perlawanan-terhadap-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-28 13:38:22","post_modified_gmt":"2020-03-28 06:38:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6451,"post_author":"883","post_date":"2020-02-15 11:33:23","post_date_gmt":"2020-02-15 04:33:23","post_content":"\n

Dari pemikir sistem ekonomi Indonesia, Sukarno (Ekonomi Berdikari), Mohammad Hatta (Demokrasi Ekonomi), Sutan Sjahrir (Sosialisme Kerakyatan) hingga Mubyarto (Ekonomi Pancasila), semuanya menyimpulkan perekonomian negara ini perlu disusun dengan karakteristik khas yang bertumpu pada konsep kerakyatandengan berorientasi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat.
<\/p>\n\n\n\n

Adapun kebijakan untuk mencapai kemandirian ekonomi tersusun dalam langkah-langkah stategis sebagai berikut: pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dalam rangka pemberantasan kemiskinan, penegasan orientasi kepada pasar domestik, pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah-daerah, dan kegiatan ekonomi dengan bertumpu pada pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sampai sekarang, industri kretek satu-satunya kegiatan ekonomi yang mengakomodir langkah-langkah mencapai kemandirian ekonomi
<\/p>\n\n\n\n

PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK RAKYAT DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KEMISKINAN<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Aktivitas ekonomi industri kretek, dari hulu hingga hilir, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pendapatan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta terhindar dari jerat kemiskinan. Di hulu, petani tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak. 
<\/p>\n\n\n\n

Di hilir industri kretek banyak membutuhkan tenaga kerja perempuan sebagai pelinting yang memberikan kontribusi besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Pendapatan mereka memang tidak secara langsung masuk hitungan pendapatan nasional. Tetapi keberadaan industri kretek membantu pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang dihasilkan dari upaya budidaya tembakau, cengkeh dan pekerjaan yang dihadirkan dari sektor pengolahan dan pemasaran.
<\/p>\n\n\n\n

Nilai ekonomi yang digerakkan dari sektor industri kretek nasional besarannya tak main-main, sebanyak 200 triliun rupiah disumbangkan industri ini untuk pendapatan negara hanya dari sektor pajak. Belum dihitung perputaran roda ekonomi yang bergerak dari hulu hingga hilir, sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak bagi pemenuhan kesejahteraan.
<\/p>\n\n\n\n

PENEGASAN ORIENTASI PASAR DOMESTIK<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Dari sekian banyak industri pertanian di Indonesia, sebagian besarnya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan ekspor semata. Hal ini terlihat dari industri kelapa sawit (CPO), kakao, karet yang diekspor dalam bentuk bahan mentah. Tentu nilai tambah yang dihasilkan dari komoditi-komoditi ini malah menguntungkan negara pengolah. Di samping itu aktivitas ekonomi yang diakibatkan darinya rentan ambruk tertimpa krisis ekonomi.
<\/p>\n\n\n\n

Kenyataan yang berbeda terlihat dari industri kretek. Komoditi-komoditi yang dibutuhkan hampir keseluruhannya berasal dari dalam negeri, pengelolaannya di dalam negeri, dan konsumen terbesarnya di dalam negeri. Itulah yang membuat industri kretek lebih tahan dari krisis ekonomi yang datang dari luar dan memberikan dampak yang berlipat karena nilai tambahnya diperoleh oleh bangsa Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

PEMERATAAN DAN PENYEBARAN PEMBANGUNAN KE DAERAH<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Integrasi industri kretek dari hulu hingga hilir tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia. Terutatama untuk budidaya komoditi cengkeh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil produksi cengkeh secara keseluruhan terdapat di 29 provinsi di Indonesia, 96 persen di antaranya untuk menunjang kebutuhan industri kretek. 
<\/p>\n\n\n\n

Dan masih terdapat budidaya perkebunan tembakau yang terdapat di 15 provinsi dan terdapat 6 provinsi sebagai tempat pengelolaan industri kretek. Industri kretek mempunyai efek luas bagi perekonomian bangsa sebab menyatukan hampir semua kawasan Kepulauan Nusantara. Tidak ada industri lain yang sanggup menandingi peran industri kretek dalam mendistribusikan pendapatan rakyat di hampir seluruh kawasan Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Sumbangsih lainnya yang diberikan industri kretek bagi pemerataan dan penyebaran pembangunan ke daerah adalah melalui DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Jumlah DBHCHT yang dialokasikan kepada daerah-daerah sebesar 2% dari total penerimaan cukai hasil tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

DBH-CHT adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Selanjutnya, DBH-CHT diatur terpisah dan tersendiri dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.
<\/p>\n\n\n\n

BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN SDA DAN SDM<\/strong>
<\/h2>\n\n\n\n

Industri kretek merupakan perpaduan antara industri pengembangan sumber daya alam (SDA) unggulan serta diolah dengan kerja sumber daya manusia (SDM) yang bercirikan industri padat karya. Perpaduan ini yang membuat posisi industri kretek di satu sisi menghasilkan produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lain. Juga dalam pengelolaan yang bertumpu pada SDM menjadikan industri ini tidak memiliki ketergantungan teknologi yang besar dari negara maju.
<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.
<\/p>\n\n\n\n

Tenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.<\/p>\n\n\n\n

\"kretek<\/figure>\n","post_title":"Kretek dan Konsep Kemandirian Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-konsep-kemandirian-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-15 11:33:25","post_modified_gmt":"2020-02-15 04:33:25","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6451","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6439,"post_author":"883","post_date":"2020-02-08 10:04:41","post_date_gmt":"2020-02-08 03:04:41","post_content":"\n

Industri kretek telah membuktikan kebertahanannya selama kurang lebih 130 tahun bertumbuh kembang di Indonesia. Pasang-surut menghadapi tantangan zaman sejak masa kolonial sampai masa kekinian\u2013menjadikannya industri yang peka zaman. Industri kretek masih terus memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, baik itu bagi pertanian, penyediaan lapangan kerja, jaminan sosial, pendapatan negara dan pengembangan kebudayaan bangsa. Kontribusi besar ini meringankan pelaksanaan roda pemerintahan. Sejumlah kementerian diuntungkan dengan keberadaan industri kretek.

\nBerkaitan dengan kontribusi industri kretek terhadap pertanian melalui dua komoditas unggulan, tembakau dan cengkeh. Keduanya tak dapat terpisahkan dari keberadaan industri kretek sebagai satu-satunya industri yang menyerap hampir seluruh hasil panen dua komiditas tersebut.

\nOleh karenanya Kementerian Pertanian mempunyai kepentingan atas keberlanjutan industri kretek. Peningkatan luas lahan tembakau sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 22 ribu hektar, dengan peningkatan jumlah produksi nasional sekitar 42 ribu ton, dan produktivitasnya kini mencapai 47 kilogram per hektar.

\nBegitupun dengan pertanian cengkeh juga mengalami peningkatan lahan sejak tahun 2009 - 2013 sekitar 9 ribu hektar. Hal ini mengakibatkan total produksi nasional juga bertambah sekitar 4,3 ribu ton, dengan tingkat produktivitas rata-rata per hektar lahan bertambah 19 kilogram.

\nKontribusi Bagi Penyediaan Lapangan Kerja\n
\nKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kepentingan berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang diakibatkan oleh keberadaan industri kretek. Serapan tenaga kerja dalam produksi industri kretek diperkirakan sejumlah 30,5 juta jiwa baik langsung maupun yang tak langsung.

\nTenaga kerja yang berhubungan langsung, yaitu petani dan buruh tani tembakau sekitar 6 juta jiwa. Petani dan buruh tani cengkeh sekitar 5 juta jiwa. Buruh linting kretek sekitar 600.000 jiwa. Secara keseluruhannya adalah 11.6 juta jiwa. Sisanya, sebesar 18.9 juta jiwa tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan industri kretek. Sifat dari industri rokok kretek mempunyai multiplier effect bagi sektor-sektor lain. Temasuk di antaranya tenaga kerja untuk transportasi, distribusi dan periklanan.

\nKontribusi Hak Jaminan Sosial dan CSR

\nKementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mempunyai peran untuk menjamin hak mendapatkan pekerjaan dan hak jaminan sosial bagi orang-orang yang terlibat dalam matai rantai industri kretek. Setiap pekerja memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal ini diatur dalam UU No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial, dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

\nJaminan sosial untuk pekerja adalah jaminan untuk melindungi setiap pekerja dari ancaman keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan dalam rangka mencapai pembangunan nasional. Diutamakan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur, dan merata baik material maupun spiritual.

\nJaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi setiap buruh pabrik kretek merupakan tanggung jawab perusahaan. Keanggotaan buruh dalam Jamsostek difungsikan untuk\n
\njaminan kesehatan dan pengobatan, kecelakaan kerja, perawatan kehamilan dan persalinan, cacat atau berkurangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan, dan lain sebagainya.\n
\nTanggung jawab lain yang berhak didapatkan masyarakat dari perusahaan kretek adalah pelaksanaan corporate social responsibility (CSR). Hal ini diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM).

\nKontribusi Bagi Pendapatan Negara

\nKementerian Keuangan mempunyai kepentingan berkaitan dengan\n
\nmenjaga sumber pendapatan negara melalui komponen cukai dan pajak yang diberikan industri kretek.

\nCukai rokok memang menjadi primadona dalam pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tren positif pertumbuhan pendapatan negara dari cukai rokok sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp158 triliun di tahun 2018-2019. Dari sektor pajak rokok ini turut menyumbang sekitar 9-11 persen terhadap total keseluruhan penerimaan negara dalam APBN.

\nJika sektor migas seringkali digadang-gadang sebagai sektor yang memberikan keuntungan bagi Indonesia, justru hanya mampu menyumbang 6 hingga 7 persen bagi Penerimaan Negara secara keseluruhan. Jika kita bandingkan lagi dengan pendapatan pemerintah dari sektor BUMN, industri kretek memberikan 3 kali lipat pendapatan yang lebih besar.

\nKontribusi Bagi Kesehatan Publik\n
\nIndustri kretek yang digadang-gadang oleh rezim kesehatan sebagai penyebab penyakit malah memberi kontribusi besar bagi program kesehatan di Indonesia. Di beberapa daerah penghasil tembakau \u2013seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok\u2013 aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) lebih dari 50 persen dana ini dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di masing-masing daerah. Begitu pula dengan penerapan UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang mengamanatkan 50 persen didistribusikan untuk program kesehatan daerah.

\nIndustri kretek dari cukai rokok juga berkontribusi sebagai penambal defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2017, BPJS Kesehatan memiliki kewajiban membayar klaim senilai Rp 84 triliun. Padahal pendapatan dari iuran hanya Rp 74,25 triliun. Dengan kata lain ada missmatch antara pembayaran klaim dengan iuran senilai Rp 9,75 triliun. Salah satu solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi persoalan defisit BPJS adalah pemanfaatan cukai rokok. Dana cukai rokok pada akhirmya berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun.

\nKontribusi Bagi Kebudayaan\n
\nKretek adalah identitas yang lahir dari alam dan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia. Kretek tidak ada di negeri lain. Kretek tumbuh dan berkembang di negeri sendiri dan menjadi komoditas ekspor yang terkenal di luar negeri.

\nKretek sebagai identitas budaya melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, dari aspek perekonomian berkontribusi besar untuk peningkatan pendapatan negara dan penopang pembangunan nasional. Selain itu, industri ini pernah terlepas memberi sokongan pengembangan seni-budaya dan prestasi olahraga yang mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Termasuk dukunganya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan beasiswa
\nuntuk generasi muda Indonesia.
<\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Industri Strategis Nasional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-industri-strategis-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-02-08 10:04:49","post_modified_gmt":"2020-02-08 03:04:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6439","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":8},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};