Dari setiap makanan yang mereka pesan pasti memiliki kisah tersendiri di belakangnya. Kisah itu mewakili permasalahan setiap pengunjung yang datang ke kedai tersebut. Plot dan Twist dalam serial ini diatur sangat baik sehingga penonton nyaman dan terasa hangat menyaksikannya.
<\/p>\n\n\n\n
Baiknya, serial ini anda tonton saat sedang beristirahat, malam hari dan sepulang kerja, Midnight Diner bukan serial yang menghadirkan ketegangan, tapi memberikan kehangatan serta nuansa yang manis. Cocok untuk dua batang rokok anda sebelum beristirahat.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"Kemewahan di balik Kesederhanaan Midnight Diner","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kemewahan-di-balik-kesederhanaan-midnight-diner","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-06 09:59:14","post_modified_gmt":"2020-09-06 02:59:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7057","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Seperti narasi pada intro serial Midnight Diner, Master menyebut bahwa kuantitas dan kualitas pengunjung kedainya sangat tak terduga. Memang benar, mulai dari polisi, aktor, aktris, penari striptis, guru, pelacur, yakuza, penulis, pengangguran, transgender, banyak yang datang kesitu.<\/p>\n\n\n\n
Dari setiap makanan yang mereka pesan pasti memiliki kisah tersendiri di belakangnya. Kisah itu mewakili permasalahan setiap pengunjung yang datang ke kedai tersebut. Plot dan Twist dalam serial ini diatur sangat baik sehingga penonton nyaman dan terasa hangat menyaksikannya.
<\/p>\n\n\n\n
Baiknya, serial ini anda tonton saat sedang beristirahat, malam hari dan sepulang kerja, Midnight Diner bukan serial yang menghadirkan ketegangan, tapi memberikan kehangatan serta nuansa yang manis. Cocok untuk dua batang rokok anda sebelum beristirahat.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"Kemewahan di balik Kesederhanaan Midnight Diner","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kemewahan-di-balik-kesederhanaan-midnight-diner","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-06 09:59:14","post_modified_gmt":"2020-09-06 02:59:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7057","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Begitu juga dengan yang dilakukan Master, ia tahu manusia hanya ingin curhat ketika memiliki masalah. Maka ia lebih akan sering mendengarkan, sambil menghisap rokoknya dengan gaya yang khas. Jika dirasa waktunya tepat untuk berbicara, ia akan berbicara. Mungkin, Master memang ahli dalam memanajemen hati dan otak sehingga telinganya lebih banyak digunakan untuk mendengar orang lain.
<\/p>\n\n\n\n
Seperti narasi pada intro serial Midnight Diner, Master menyebut bahwa kuantitas dan kualitas pengunjung kedainya sangat tak terduga. Memang benar, mulai dari polisi, aktor, aktris, penari striptis, guru, pelacur, yakuza, penulis, pengangguran, transgender, banyak yang datang kesitu.<\/p>\n\n\n\n
Dari setiap makanan yang mereka pesan pasti memiliki kisah tersendiri di belakangnya. Kisah itu mewakili permasalahan setiap pengunjung yang datang ke kedai tersebut. Plot dan Twist dalam serial ini diatur sangat baik sehingga penonton nyaman dan terasa hangat menyaksikannya.
<\/p>\n\n\n\n
Baiknya, serial ini anda tonton saat sedang beristirahat, malam hari dan sepulang kerja, Midnight Diner bukan serial yang menghadirkan ketegangan, tapi memberikan kehangatan serta nuansa yang manis. Cocok untuk dua batang rokok anda sebelum beristirahat.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"Kemewahan di balik Kesederhanaan Midnight Diner","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kemewahan-di-balik-kesederhanaan-midnight-diner","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-06 09:59:14","post_modified_gmt":"2020-09-06 02:59:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7057","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Ya begitulah dalam kehidupan manusia. Problem sering datang dan pergi. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, manusia akan mencari tempat untuk bercerita dan berkeluh kesah saat ada problem. Terkadang, curhatan itu tak perlu diberi nasihat dan masukan. Terkadang, manusia memang hanya ingin bercerita, hanya bercerita, sesederhana itu.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu juga dengan yang dilakukan Master, ia tahu manusia hanya ingin curhat ketika memiliki masalah. Maka ia lebih akan sering mendengarkan, sambil menghisap rokoknya dengan gaya yang khas. Jika dirasa waktunya tepat untuk berbicara, ia akan berbicara. Mungkin, Master memang ahli dalam memanajemen hati dan otak sehingga telinganya lebih banyak digunakan untuk mendengar orang lain.
<\/p>\n\n\n\n
Seperti narasi pada intro serial Midnight Diner, Master menyebut bahwa kuantitas dan kualitas pengunjung kedainya sangat tak terduga. Memang benar, mulai dari polisi, aktor, aktris, penari striptis, guru, pelacur, yakuza, penulis, pengangguran, transgender, banyak yang datang kesitu.<\/p>\n\n\n\n
Dari setiap makanan yang mereka pesan pasti memiliki kisah tersendiri di belakangnya. Kisah itu mewakili permasalahan setiap pengunjung yang datang ke kedai tersebut. Plot dan Twist dalam serial ini diatur sangat baik sehingga penonton nyaman dan terasa hangat menyaksikannya.
<\/p>\n\n\n\n
Baiknya, serial ini anda tonton saat sedang beristirahat, malam hari dan sepulang kerja, Midnight Diner bukan serial yang menghadirkan ketegangan, tapi memberikan kehangatan serta nuansa yang manis. Cocok untuk dua batang rokok anda sebelum beristirahat.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"Kemewahan di balik Kesederhanaan Midnight Diner","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kemewahan-di-balik-kesederhanaan-midnight-diner","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-06 09:59:14","post_modified_gmt":"2020-09-06 02:59:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7057","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Acapkali Master harus terlibat dalam interaksi pengunjung kedainya tersebut. Master memang bukan orang yang sering berbicara, tutur katanya mahal, ia lebih sering mendengarkan dan bersikap dengan memasak. Barangkali, ketimbang memberikan nasihat, Master lebih memilih untuk menghibur pengunjung kedainya dengan makanan.
<\/p>\n\n\n\n
Ya begitulah dalam kehidupan manusia. Problem sering datang dan pergi. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, manusia akan mencari tempat untuk bercerita dan berkeluh kesah saat ada problem. Terkadang, curhatan itu tak perlu diberi nasihat dan masukan. Terkadang, manusia memang hanya ingin bercerita, hanya bercerita, sesederhana itu.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu juga dengan yang dilakukan Master, ia tahu manusia hanya ingin curhat ketika memiliki masalah. Maka ia lebih akan sering mendengarkan, sambil menghisap rokoknya dengan gaya yang khas. Jika dirasa waktunya tepat untuk berbicara, ia akan berbicara. Mungkin, Master memang ahli dalam memanajemen hati dan otak sehingga telinganya lebih banyak digunakan untuk mendengar orang lain.
<\/p>\n\n\n\n
Seperti narasi pada intro serial Midnight Diner, Master menyebut bahwa kuantitas dan kualitas pengunjung kedainya sangat tak terduga. Memang benar, mulai dari polisi, aktor, aktris, penari striptis, guru, pelacur, yakuza, penulis, pengangguran, transgender, banyak yang datang kesitu.<\/p>\n\n\n\n
Dari setiap makanan yang mereka pesan pasti memiliki kisah tersendiri di belakangnya. Kisah itu mewakili permasalahan setiap pengunjung yang datang ke kedai tersebut. Plot dan Twist dalam serial ini diatur sangat baik sehingga penonton nyaman dan terasa hangat menyaksikannya.
<\/p>\n\n\n\n
Baiknya, serial ini anda tonton saat sedang beristirahat, malam hari dan sepulang kerja, Midnight Diner bukan serial yang menghadirkan ketegangan, tapi memberikan kehangatan serta nuansa yang manis. Cocok untuk dua batang rokok anda sebelum beristirahat.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"Kemewahan di balik Kesederhanaan Midnight Diner","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kemewahan-di-balik-kesederhanaan-midnight-diner","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-06 09:59:14","post_modified_gmt":"2020-09-06 02:59:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7057","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Meski kecil dan sederhana, ada keistimewaan dari kedai ini. Master hanya membukanya saat tengah malam hingga pagi. Dia membolehkan pengunjung untuk memesan apa saja kudapan atau minuman (selama bahannya tersedia). Selain itu interaksi antar pengunjung juga aktif terjadi dan semua terasa hangat.
<\/p>\n\n\n\n
Acapkali Master harus terlibat dalam interaksi pengunjung kedainya tersebut. Master memang bukan orang yang sering berbicara, tutur katanya mahal, ia lebih sering mendengarkan dan bersikap dengan memasak. Barangkali, ketimbang memberikan nasihat, Master lebih memilih untuk menghibur pengunjung kedainya dengan makanan.
<\/p>\n\n\n\n
Ya begitulah dalam kehidupan manusia. Problem sering datang dan pergi. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, manusia akan mencari tempat untuk bercerita dan berkeluh kesah saat ada problem. Terkadang, curhatan itu tak perlu diberi nasihat dan masukan. Terkadang, manusia memang hanya ingin bercerita, hanya bercerita, sesederhana itu.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu juga dengan yang dilakukan Master, ia tahu manusia hanya ingin curhat ketika memiliki masalah. Maka ia lebih akan sering mendengarkan, sambil menghisap rokoknya dengan gaya yang khas. Jika dirasa waktunya tepat untuk berbicara, ia akan berbicara. Mungkin, Master memang ahli dalam memanajemen hati dan otak sehingga telinganya lebih banyak digunakan untuk mendengar orang lain.
<\/p>\n\n\n\n
Seperti narasi pada intro serial Midnight Diner, Master menyebut bahwa kuantitas dan kualitas pengunjung kedainya sangat tak terduga. Memang benar, mulai dari polisi, aktor, aktris, penari striptis, guru, pelacur, yakuza, penulis, pengangguran, transgender, banyak yang datang kesitu.<\/p>\n\n\n\n
Dari setiap makanan yang mereka pesan pasti memiliki kisah tersendiri di belakangnya. Kisah itu mewakili permasalahan setiap pengunjung yang datang ke kedai tersebut. Plot dan Twist dalam serial ini diatur sangat baik sehingga penonton nyaman dan terasa hangat menyaksikannya.
<\/p>\n\n\n\n
Baiknya, serial ini anda tonton saat sedang beristirahat, malam hari dan sepulang kerja, Midnight Diner bukan serial yang menghadirkan ketegangan, tapi memberikan kehangatan serta nuansa yang manis. Cocok untuk dua batang rokok anda sebelum beristirahat.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"Kemewahan di balik Kesederhanaan Midnight Diner","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kemewahan-di-balik-kesederhanaan-midnight-diner","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-06 09:59:14","post_modified_gmt":"2020-09-06 02:59:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7057","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana . Kedai itu tak besar, cukup menampung maksimal sembilan orang. Kedai itu terletak di gang kecil di tengah padatnya Kota Tokyo.
<\/p>\n\n\n\n
Meski kecil dan sederhana, ada keistimewaan dari kedai ini. Master hanya membukanya saat tengah malam hingga pagi. Dia membolehkan pengunjung untuk memesan apa saja kudapan atau minuman (selama bahannya tersedia). Selain itu interaksi antar pengunjung juga aktif terjadi dan semua terasa hangat.
<\/p>\n\n\n\n
Acapkali Master harus terlibat dalam interaksi pengunjung kedainya tersebut. Master memang bukan orang yang sering berbicara, tutur katanya mahal, ia lebih sering mendengarkan dan bersikap dengan memasak. Barangkali, ketimbang memberikan nasihat, Master lebih memilih untuk menghibur pengunjung kedainya dengan makanan.
<\/p>\n\n\n\n
Ya begitulah dalam kehidupan manusia. Problem sering datang dan pergi. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, manusia akan mencari tempat untuk bercerita dan berkeluh kesah saat ada problem. Terkadang, curhatan itu tak perlu diberi nasihat dan masukan. Terkadang, manusia memang hanya ingin bercerita, hanya bercerita, sesederhana itu.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu juga dengan yang dilakukan Master, ia tahu manusia hanya ingin curhat ketika memiliki masalah. Maka ia lebih akan sering mendengarkan, sambil menghisap rokoknya dengan gaya yang khas. Jika dirasa waktunya tepat untuk berbicara, ia akan berbicara. Mungkin, Master memang ahli dalam memanajemen hati dan otak sehingga telinganya lebih banyak digunakan untuk mendengar orang lain.
<\/p>\n\n\n\n
Seperti narasi pada intro serial Midnight Diner, Master menyebut bahwa kuantitas dan kualitas pengunjung kedainya sangat tak terduga. Memang benar, mulai dari polisi, aktor, aktris, penari striptis, guru, pelacur, yakuza, penulis, pengangguran, transgender, banyak yang datang kesitu.<\/p>\n\n\n\n
Dari setiap makanan yang mereka pesan pasti memiliki kisah tersendiri di belakangnya. Kisah itu mewakili permasalahan setiap pengunjung yang datang ke kedai tersebut. Plot dan Twist dalam serial ini diatur sangat baik sehingga penonton nyaman dan terasa hangat menyaksikannya.
<\/p>\n\n\n\n
Baiknya, serial ini anda tonton saat sedang beristirahat, malam hari dan sepulang kerja, Midnight Diner bukan serial yang menghadirkan ketegangan, tapi memberikan kehangatan serta nuansa yang manis. Cocok untuk dua batang rokok anda sebelum beristirahat.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"Kemewahan di balik Kesederhanaan Midnight Diner","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kemewahan-di-balik-kesederhanaan-midnight-diner","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-06 09:59:14","post_modified_gmt":"2020-09-06 02:59:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7057","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Begitu pula dengan apa yang terjadi dalam serial Midnight Diner. Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana. <\/p>\n\n\n\n
Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana . Kedai itu tak besar, cukup menampung maksimal sembilan orang. Kedai itu terletak di gang kecil di tengah padatnya Kota Tokyo.
<\/p>\n\n\n\n
Meski kecil dan sederhana, ada keistimewaan dari kedai ini. Master hanya membukanya saat tengah malam hingga pagi. Dia membolehkan pengunjung untuk memesan apa saja kudapan atau minuman (selama bahannya tersedia). Selain itu interaksi antar pengunjung juga aktif terjadi dan semua terasa hangat.
<\/p>\n\n\n\n
Acapkali Master harus terlibat dalam interaksi pengunjung kedainya tersebut. Master memang bukan orang yang sering berbicara, tutur katanya mahal, ia lebih sering mendengarkan dan bersikap dengan memasak. Barangkali, ketimbang memberikan nasihat, Master lebih memilih untuk menghibur pengunjung kedainya dengan makanan.
<\/p>\n\n\n\n
Ya begitulah dalam kehidupan manusia. Problem sering datang dan pergi. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, manusia akan mencari tempat untuk bercerita dan berkeluh kesah saat ada problem. Terkadang, curhatan itu tak perlu diberi nasihat dan masukan. Terkadang, manusia memang hanya ingin bercerita, hanya bercerita, sesederhana itu.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu juga dengan yang dilakukan Master, ia tahu manusia hanya ingin curhat ketika memiliki masalah. Maka ia lebih akan sering mendengarkan, sambil menghisap rokoknya dengan gaya yang khas. Jika dirasa waktunya tepat untuk berbicara, ia akan berbicara. Mungkin, Master memang ahli dalam memanajemen hati dan otak sehingga telinganya lebih banyak digunakan untuk mendengar orang lain.
<\/p>\n\n\n\n
Seperti narasi pada intro serial Midnight Diner, Master menyebut bahwa kuantitas dan kualitas pengunjung kedainya sangat tak terduga. Memang benar, mulai dari polisi, aktor, aktris, penari striptis, guru, pelacur, yakuza, penulis, pengangguran, transgender, banyak yang datang kesitu.<\/p>\n\n\n\n
Dari setiap makanan yang mereka pesan pasti memiliki kisah tersendiri di belakangnya. Kisah itu mewakili permasalahan setiap pengunjung yang datang ke kedai tersebut. Plot dan Twist dalam serial ini diatur sangat baik sehingga penonton nyaman dan terasa hangat menyaksikannya.
<\/p>\n\n\n\n
Baiknya, serial ini anda tonton saat sedang beristirahat, malam hari dan sepulang kerja, Midnight Diner bukan serial yang menghadirkan ketegangan, tapi memberikan kehangatan serta nuansa yang manis. Cocok untuk dua batang rokok anda sebelum beristirahat.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"Kemewahan di balik Kesederhanaan Midnight Diner","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kemewahan-di-balik-kesederhanaan-midnight-diner","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-06 09:59:14","post_modified_gmt":"2020-09-06 02:59:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7057","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Menggunakan hati untuk berbicara dan mendengarkan memang barangkali perlu. Namun karena otak lebih memiliki jarak yang dekat, logika harus lebih diutamakan ketimbang intuisi perasaan. Walau demikian, baik hati dan otak, terlepas mana yang lebih dominan digunakan, keduanya tetap dibutuhkan.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu pula dengan apa yang terjadi dalam serial Midnight Diner. Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana. <\/p>\n\n\n\n
Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana . Kedai itu tak besar, cukup menampung maksimal sembilan orang. Kedai itu terletak di gang kecil di tengah padatnya Kota Tokyo.
<\/p>\n\n\n\n
Meski kecil dan sederhana, ada keistimewaan dari kedai ini. Master hanya membukanya saat tengah malam hingga pagi. Dia membolehkan pengunjung untuk memesan apa saja kudapan atau minuman (selama bahannya tersedia). Selain itu interaksi antar pengunjung juga aktif terjadi dan semua terasa hangat.
<\/p>\n\n\n\n
Acapkali Master harus terlibat dalam interaksi pengunjung kedainya tersebut. Master memang bukan orang yang sering berbicara, tutur katanya mahal, ia lebih sering mendengarkan dan bersikap dengan memasak. Barangkali, ketimbang memberikan nasihat, Master lebih memilih untuk menghibur pengunjung kedainya dengan makanan.
<\/p>\n\n\n\n
Ya begitulah dalam kehidupan manusia. Problem sering datang dan pergi. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, manusia akan mencari tempat untuk bercerita dan berkeluh kesah saat ada problem. Terkadang, curhatan itu tak perlu diberi nasihat dan masukan. Terkadang, manusia memang hanya ingin bercerita, hanya bercerita, sesederhana itu.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu juga dengan yang dilakukan Master, ia tahu manusia hanya ingin curhat ketika memiliki masalah. Maka ia lebih akan sering mendengarkan, sambil menghisap rokoknya dengan gaya yang khas. Jika dirasa waktunya tepat untuk berbicara, ia akan berbicara. Mungkin, Master memang ahli dalam memanajemen hati dan otak sehingga telinganya lebih banyak digunakan untuk mendengar orang lain.
<\/p>\n\n\n\n
Seperti narasi pada intro serial Midnight Diner, Master menyebut bahwa kuantitas dan kualitas pengunjung kedainya sangat tak terduga. Memang benar, mulai dari polisi, aktor, aktris, penari striptis, guru, pelacur, yakuza, penulis, pengangguran, transgender, banyak yang datang kesitu.<\/p>\n\n\n\n
Dari setiap makanan yang mereka pesan pasti memiliki kisah tersendiri di belakangnya. Kisah itu mewakili permasalahan setiap pengunjung yang datang ke kedai tersebut. Plot dan Twist dalam serial ini diatur sangat baik sehingga penonton nyaman dan terasa hangat menyaksikannya.
<\/p>\n\n\n\n
Baiknya, serial ini anda tonton saat sedang beristirahat, malam hari dan sepulang kerja, Midnight Diner bukan serial yang menghadirkan ketegangan, tapi memberikan kehangatan serta nuansa yang manis. Cocok untuk dua batang rokok anda sebelum beristirahat.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"Kemewahan di balik Kesederhanaan Midnight Diner","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kemewahan-di-balik-kesederhanaan-midnight-diner","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-06 09:59:14","post_modified_gmt":"2020-09-06 02:59:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7057","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Tuhan menciptakan indra pendengar dan perasa tepat berdekatan dengan otak manusia. Semua terletak dalam sebuah kompleks bernama kepala. Barangkali, Tuhan memang ingin Manusia untuk memikirkan terlebih dahulu apa yang didengar dan apa yang akan dibicarakan. Terlebih dari itu, tuhan menciptakan hati, yang memiliki jarak dengan otak, mulut, dan telinga.
<\/p>\n\n\n\n
Menggunakan hati untuk berbicara dan mendengarkan memang barangkali perlu. Namun karena otak lebih memiliki jarak yang dekat, logika harus lebih diutamakan ketimbang intuisi perasaan. Walau demikian, baik hati dan otak, terlepas mana yang lebih dominan digunakan, keduanya tetap dibutuhkan.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu pula dengan apa yang terjadi dalam serial Midnight Diner. Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana. <\/p>\n\n\n\n
Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana . Kedai itu tak besar, cukup menampung maksimal sembilan orang. Kedai itu terletak di gang kecil di tengah padatnya Kota Tokyo.
<\/p>\n\n\n\n
Meski kecil dan sederhana, ada keistimewaan dari kedai ini. Master hanya membukanya saat tengah malam hingga pagi. Dia membolehkan pengunjung untuk memesan apa saja kudapan atau minuman (selama bahannya tersedia). Selain itu interaksi antar pengunjung juga aktif terjadi dan semua terasa hangat.
<\/p>\n\n\n\n
Acapkali Master harus terlibat dalam interaksi pengunjung kedainya tersebut. Master memang bukan orang yang sering berbicara, tutur katanya mahal, ia lebih sering mendengarkan dan bersikap dengan memasak. Barangkali, ketimbang memberikan nasihat, Master lebih memilih untuk menghibur pengunjung kedainya dengan makanan.
<\/p>\n\n\n\n
Ya begitulah dalam kehidupan manusia. Problem sering datang dan pergi. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, manusia akan mencari tempat untuk bercerita dan berkeluh kesah saat ada problem. Terkadang, curhatan itu tak perlu diberi nasihat dan masukan. Terkadang, manusia memang hanya ingin bercerita, hanya bercerita, sesederhana itu.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu juga dengan yang dilakukan Master, ia tahu manusia hanya ingin curhat ketika memiliki masalah. Maka ia lebih akan sering mendengarkan, sambil menghisap rokoknya dengan gaya yang khas. Jika dirasa waktunya tepat untuk berbicara, ia akan berbicara. Mungkin, Master memang ahli dalam memanajemen hati dan otak sehingga telinganya lebih banyak digunakan untuk mendengar orang lain.
<\/p>\n\n\n\n
Seperti narasi pada intro serial Midnight Diner, Master menyebut bahwa kuantitas dan kualitas pengunjung kedainya sangat tak terduga. Memang benar, mulai dari polisi, aktor, aktris, penari striptis, guru, pelacur, yakuza, penulis, pengangguran, transgender, banyak yang datang kesitu.<\/p>\n\n\n\n
Dari setiap makanan yang mereka pesan pasti memiliki kisah tersendiri di belakangnya. Kisah itu mewakili permasalahan setiap pengunjung yang datang ke kedai tersebut. Plot dan Twist dalam serial ini diatur sangat baik sehingga penonton nyaman dan terasa hangat menyaksikannya.
<\/p>\n\n\n\n
Baiknya, serial ini anda tonton saat sedang beristirahat, malam hari dan sepulang kerja, Midnight Diner bukan serial yang menghadirkan ketegangan, tapi memberikan kehangatan serta nuansa yang manis. Cocok untuk dua batang rokok anda sebelum beristirahat.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"Kemewahan di balik Kesederhanaan Midnight Diner","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kemewahan-di-balik-kesederhanaan-midnight-diner","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-06 09:59:14","post_modified_gmt":"2020-09-06 02:59:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7057","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Bagi Mandra kisah tentang cangklong itu adalah hal yang paling tak pernah ia mampu lupakan. Cangklong itu masih ada hingga kini dan jadi pengingat dirinya akan sahabatnya tersebut. Simpul memori memang kadang ada pada bentuk apa saja, dan saya yakin di luar sana, baik rokok dan tembakau juga memberikan memori yang kuat bagi para penghisapnya, sama seperti seorang Mandra.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Mandra tentang Karyo dalam Sebatang Cangklong","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-mandra-tentang-karyo-dalam-sebatang-cangklong","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-13 11:51:18","post_modified_gmt":"2020-09-13 04:51:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7076","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":7057,"post_author":"919","post_date":"2020-09-06 09:59:12","post_date_gmt":"2020-09-06 02:59:12","post_content":"\n
Tuhan menciptakan indra pendengar dan perasa tepat berdekatan dengan otak manusia. Semua terletak dalam sebuah kompleks bernama kepala. Barangkali, Tuhan memang ingin Manusia untuk memikirkan terlebih dahulu apa yang didengar dan apa yang akan dibicarakan. Terlebih dari itu, tuhan menciptakan hati, yang memiliki jarak dengan otak, mulut, dan telinga.
<\/p>\n\n\n\n
Menggunakan hati untuk berbicara dan mendengarkan memang barangkali perlu. Namun karena otak lebih memiliki jarak yang dekat, logika harus lebih diutamakan ketimbang intuisi perasaan. Walau demikian, baik hati dan otak, terlepas mana yang lebih dominan digunakan, keduanya tetap dibutuhkan.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu pula dengan apa yang terjadi dalam serial Midnight Diner. Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana. <\/p>\n\n\n\n
Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana . Kedai itu tak besar, cukup menampung maksimal sembilan orang. Kedai itu terletak di gang kecil di tengah padatnya Kota Tokyo.
<\/p>\n\n\n\n
Meski kecil dan sederhana, ada keistimewaan dari kedai ini. Master hanya membukanya saat tengah malam hingga pagi. Dia membolehkan pengunjung untuk memesan apa saja kudapan atau minuman (selama bahannya tersedia). Selain itu interaksi antar pengunjung juga aktif terjadi dan semua terasa hangat.
<\/p>\n\n\n\n
Acapkali Master harus terlibat dalam interaksi pengunjung kedainya tersebut. Master memang bukan orang yang sering berbicara, tutur katanya mahal, ia lebih sering mendengarkan dan bersikap dengan memasak. Barangkali, ketimbang memberikan nasihat, Master lebih memilih untuk menghibur pengunjung kedainya dengan makanan.
<\/p>\n\n\n\n
Ya begitulah dalam kehidupan manusia. Problem sering datang dan pergi. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, manusia akan mencari tempat untuk bercerita dan berkeluh kesah saat ada problem. Terkadang, curhatan itu tak perlu diberi nasihat dan masukan. Terkadang, manusia memang hanya ingin bercerita, hanya bercerita, sesederhana itu.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu juga dengan yang dilakukan Master, ia tahu manusia hanya ingin curhat ketika memiliki masalah. Maka ia lebih akan sering mendengarkan, sambil menghisap rokoknya dengan gaya yang khas. Jika dirasa waktunya tepat untuk berbicara, ia akan berbicara. Mungkin, Master memang ahli dalam memanajemen hati dan otak sehingga telinganya lebih banyak digunakan untuk mendengar orang lain.
<\/p>\n\n\n\n
Seperti narasi pada intro serial Midnight Diner, Master menyebut bahwa kuantitas dan kualitas pengunjung kedainya sangat tak terduga. Memang benar, mulai dari polisi, aktor, aktris, penari striptis, guru, pelacur, yakuza, penulis, pengangguran, transgender, banyak yang datang kesitu.<\/p>\n\n\n\n
Dari setiap makanan yang mereka pesan pasti memiliki kisah tersendiri di belakangnya. Kisah itu mewakili permasalahan setiap pengunjung yang datang ke kedai tersebut. Plot dan Twist dalam serial ini diatur sangat baik sehingga penonton nyaman dan terasa hangat menyaksikannya.
<\/p>\n\n\n\n
Baiknya, serial ini anda tonton saat sedang beristirahat, malam hari dan sepulang kerja, Midnight Diner bukan serial yang menghadirkan ketegangan, tapi memberikan kehangatan serta nuansa yang manis. Cocok untuk dua batang rokok anda sebelum beristirahat.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"Kemewahan di balik Kesederhanaan Midnight Diner","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kemewahan-di-balik-kesederhanaan-midnight-diner","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-06 09:59:14","post_modified_gmt":"2020-09-06 02:59:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7057","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Karyo pun mengiyakan untuk memberi harga. Namun, dia meminta agar Mandra mengganti Cangklong tersebut dengan sebuah telepon genggam yang canggih pada saat itu. Mandra kemudian mengiyakan dan barter antara handphone dan cangklong pun dilakukan.<\/p>\n\n\n\n
Bagi Mandra kisah tentang cangklong itu adalah hal yang paling tak pernah ia mampu lupakan. Cangklong itu masih ada hingga kini dan jadi pengingat dirinya akan sahabatnya tersebut. Simpul memori memang kadang ada pada bentuk apa saja, dan saya yakin di luar sana, baik rokok dan tembakau juga memberikan memori yang kuat bagi para penghisapnya, sama seperti seorang Mandra.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Mandra tentang Karyo dalam Sebatang Cangklong","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-mandra-tentang-karyo-dalam-sebatang-cangklong","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-13 11:51:18","post_modified_gmt":"2020-09-13 04:51:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7076","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":7057,"post_author":"919","post_date":"2020-09-06 09:59:12","post_date_gmt":"2020-09-06 02:59:12","post_content":"\n
Tuhan menciptakan indra pendengar dan perasa tepat berdekatan dengan otak manusia. Semua terletak dalam sebuah kompleks bernama kepala. Barangkali, Tuhan memang ingin Manusia untuk memikirkan terlebih dahulu apa yang didengar dan apa yang akan dibicarakan. Terlebih dari itu, tuhan menciptakan hati, yang memiliki jarak dengan otak, mulut, dan telinga.
<\/p>\n\n\n\n
Menggunakan hati untuk berbicara dan mendengarkan memang barangkali perlu. Namun karena otak lebih memiliki jarak yang dekat, logika harus lebih diutamakan ketimbang intuisi perasaan. Walau demikian, baik hati dan otak, terlepas mana yang lebih dominan digunakan, keduanya tetap dibutuhkan.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu pula dengan apa yang terjadi dalam serial Midnight Diner. Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana. <\/p>\n\n\n\n
Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana . Kedai itu tak besar, cukup menampung maksimal sembilan orang. Kedai itu terletak di gang kecil di tengah padatnya Kota Tokyo.
<\/p>\n\n\n\n
Meski kecil dan sederhana, ada keistimewaan dari kedai ini. Master hanya membukanya saat tengah malam hingga pagi. Dia membolehkan pengunjung untuk memesan apa saja kudapan atau minuman (selama bahannya tersedia). Selain itu interaksi antar pengunjung juga aktif terjadi dan semua terasa hangat.
<\/p>\n\n\n\n
Acapkali Master harus terlibat dalam interaksi pengunjung kedainya tersebut. Master memang bukan orang yang sering berbicara, tutur katanya mahal, ia lebih sering mendengarkan dan bersikap dengan memasak. Barangkali, ketimbang memberikan nasihat, Master lebih memilih untuk menghibur pengunjung kedainya dengan makanan.
<\/p>\n\n\n\n
Ya begitulah dalam kehidupan manusia. Problem sering datang dan pergi. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, manusia akan mencari tempat untuk bercerita dan berkeluh kesah saat ada problem. Terkadang, curhatan itu tak perlu diberi nasihat dan masukan. Terkadang, manusia memang hanya ingin bercerita, hanya bercerita, sesederhana itu.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu juga dengan yang dilakukan Master, ia tahu manusia hanya ingin curhat ketika memiliki masalah. Maka ia lebih akan sering mendengarkan, sambil menghisap rokoknya dengan gaya yang khas. Jika dirasa waktunya tepat untuk berbicara, ia akan berbicara. Mungkin, Master memang ahli dalam memanajemen hati dan otak sehingga telinganya lebih banyak digunakan untuk mendengar orang lain.
<\/p>\n\n\n\n
Seperti narasi pada intro serial Midnight Diner, Master menyebut bahwa kuantitas dan kualitas pengunjung kedainya sangat tak terduga. Memang benar, mulai dari polisi, aktor, aktris, penari striptis, guru, pelacur, yakuza, penulis, pengangguran, transgender, banyak yang datang kesitu.<\/p>\n\n\n\n
Dari setiap makanan yang mereka pesan pasti memiliki kisah tersendiri di belakangnya. Kisah itu mewakili permasalahan setiap pengunjung yang datang ke kedai tersebut. Plot dan Twist dalam serial ini diatur sangat baik sehingga penonton nyaman dan terasa hangat menyaksikannya.
<\/p>\n\n\n\n
Baiknya, serial ini anda tonton saat sedang beristirahat, malam hari dan sepulang kerja, Midnight Diner bukan serial yang menghadirkan ketegangan, tapi memberikan kehangatan serta nuansa yang manis. Cocok untuk dua batang rokok anda sebelum beristirahat.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"Kemewahan di balik Kesederhanaan Midnight Diner","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kemewahan-di-balik-kesederhanaan-midnight-diner","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-06 09:59:14","post_modified_gmt":"2020-09-06 02:59:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7057","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Karyo kaget bukan kepalang. Mandra yang sudah senang cangklong besar itu ada di tangannya langsung bergerak ke arah pulang. Di situlah Mandra mengatakan bahwa cangklong itu jadi miliknya sekarang dan bilang bahwa Jika Karyo tak mengasih harga maka Mandra akan menjadi miliknya namun jika temannya itu memberi harga maka akan dibayar olehnya.<\/p>\n\n\n\n
Karyo pun mengiyakan untuk memberi harga. Namun, dia meminta agar Mandra mengganti Cangklong tersebut dengan sebuah telepon genggam yang canggih pada saat itu. Mandra kemudian mengiyakan dan barter antara handphone dan cangklong pun dilakukan.<\/p>\n\n\n\n
Bagi Mandra kisah tentang cangklong itu adalah hal yang paling tak pernah ia mampu lupakan. Cangklong itu masih ada hingga kini dan jadi pengingat dirinya akan sahabatnya tersebut. Simpul memori memang kadang ada pada bentuk apa saja, dan saya yakin di luar sana, baik rokok dan tembakau juga memberikan memori yang kuat bagi para penghisapnya, sama seperti seorang Mandra.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Mandra tentang Karyo dalam Sebatang Cangklong","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-mandra-tentang-karyo-dalam-sebatang-cangklong","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-13 11:51:18","post_modified_gmt":"2020-09-13 04:51:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7076","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":7057,"post_author":"919","post_date":"2020-09-06 09:59:12","post_date_gmt":"2020-09-06 02:59:12","post_content":"\n
Tuhan menciptakan indra pendengar dan perasa tepat berdekatan dengan otak manusia. Semua terletak dalam sebuah kompleks bernama kepala. Barangkali, Tuhan memang ingin Manusia untuk memikirkan terlebih dahulu apa yang didengar dan apa yang akan dibicarakan. Terlebih dari itu, tuhan menciptakan hati, yang memiliki jarak dengan otak, mulut, dan telinga.
<\/p>\n\n\n\n
Menggunakan hati untuk berbicara dan mendengarkan memang barangkali perlu. Namun karena otak lebih memiliki jarak yang dekat, logika harus lebih diutamakan ketimbang intuisi perasaan. Walau demikian, baik hati dan otak, terlepas mana yang lebih dominan digunakan, keduanya tetap dibutuhkan.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu pula dengan apa yang terjadi dalam serial Midnight Diner. Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana. <\/p>\n\n\n\n
Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana . Kedai itu tak besar, cukup menampung maksimal sembilan orang. Kedai itu terletak di gang kecil di tengah padatnya Kota Tokyo.
<\/p>\n\n\n\n
Meski kecil dan sederhana, ada keistimewaan dari kedai ini. Master hanya membukanya saat tengah malam hingga pagi. Dia membolehkan pengunjung untuk memesan apa saja kudapan atau minuman (selama bahannya tersedia). Selain itu interaksi antar pengunjung juga aktif terjadi dan semua terasa hangat.
<\/p>\n\n\n\n
Acapkali Master harus terlibat dalam interaksi pengunjung kedainya tersebut. Master memang bukan orang yang sering berbicara, tutur katanya mahal, ia lebih sering mendengarkan dan bersikap dengan memasak. Barangkali, ketimbang memberikan nasihat, Master lebih memilih untuk menghibur pengunjung kedainya dengan makanan.
<\/p>\n\n\n\n
Ya begitulah dalam kehidupan manusia. Problem sering datang dan pergi. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, manusia akan mencari tempat untuk bercerita dan berkeluh kesah saat ada problem. Terkadang, curhatan itu tak perlu diberi nasihat dan masukan. Terkadang, manusia memang hanya ingin bercerita, hanya bercerita, sesederhana itu.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu juga dengan yang dilakukan Master, ia tahu manusia hanya ingin curhat ketika memiliki masalah. Maka ia lebih akan sering mendengarkan, sambil menghisap rokoknya dengan gaya yang khas. Jika dirasa waktunya tepat untuk berbicara, ia akan berbicara. Mungkin, Master memang ahli dalam memanajemen hati dan otak sehingga telinganya lebih banyak digunakan untuk mendengar orang lain.
<\/p>\n\n\n\n
Seperti narasi pada intro serial Midnight Diner, Master menyebut bahwa kuantitas dan kualitas pengunjung kedainya sangat tak terduga. Memang benar, mulai dari polisi, aktor, aktris, penari striptis, guru, pelacur, yakuza, penulis, pengangguran, transgender, banyak yang datang kesitu.<\/p>\n\n\n\n
Dari setiap makanan yang mereka pesan pasti memiliki kisah tersendiri di belakangnya. Kisah itu mewakili permasalahan setiap pengunjung yang datang ke kedai tersebut. Plot dan Twist dalam serial ini diatur sangat baik sehingga penonton nyaman dan terasa hangat menyaksikannya.
<\/p>\n\n\n\n
Baiknya, serial ini anda tonton saat sedang beristirahat, malam hari dan sepulang kerja, Midnight Diner bukan serial yang menghadirkan ketegangan, tapi memberikan kehangatan serta nuansa yang manis. Cocok untuk dua batang rokok anda sebelum beristirahat.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"Kemewahan di balik Kesederhanaan Midnight Diner","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kemewahan-di-balik-kesederhanaan-midnight-diner","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-06 09:59:14","post_modified_gmt":"2020-09-06 02:59:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7057","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Selesai shooting pun demikian. Ketika Mandra ingin pulang melewati pintu belakang rumah Si Doel, di sana rupanya sudah ada Karyo yang menunggu dengan menghisap cangklong. Di situlah Mandra kesal dan langsung mencabut cangklong miliki Karyo.<\/p>\n\n\n\n
Karyo kaget bukan kepalang. Mandra yang sudah senang cangklong besar itu ada di tangannya langsung bergerak ke arah pulang. Di situlah Mandra mengatakan bahwa cangklong itu jadi miliknya sekarang dan bilang bahwa Jika Karyo tak mengasih harga maka Mandra akan menjadi miliknya namun jika temannya itu memberi harga maka akan dibayar olehnya.<\/p>\n\n\n\n
Karyo pun mengiyakan untuk memberi harga. Namun, dia meminta agar Mandra mengganti Cangklong tersebut dengan sebuah telepon genggam yang canggih pada saat itu. Mandra kemudian mengiyakan dan barter antara handphone dan cangklong pun dilakukan.<\/p>\n\n\n\n
Bagi Mandra kisah tentang cangklong itu adalah hal yang paling tak pernah ia mampu lupakan. Cangklong itu masih ada hingga kini dan jadi pengingat dirinya akan sahabatnya tersebut. Simpul memori memang kadang ada pada bentuk apa saja, dan saya yakin di luar sana, baik rokok dan tembakau juga memberikan memori yang kuat bagi para penghisapnya, sama seperti seorang Mandra.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Mandra tentang Karyo dalam Sebatang Cangklong","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-mandra-tentang-karyo-dalam-sebatang-cangklong","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-13 11:51:18","post_modified_gmt":"2020-09-13 04:51:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7076","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":7057,"post_author":"919","post_date":"2020-09-06 09:59:12","post_date_gmt":"2020-09-06 02:59:12","post_content":"\n
Tuhan menciptakan indra pendengar dan perasa tepat berdekatan dengan otak manusia. Semua terletak dalam sebuah kompleks bernama kepala. Barangkali, Tuhan memang ingin Manusia untuk memikirkan terlebih dahulu apa yang didengar dan apa yang akan dibicarakan. Terlebih dari itu, tuhan menciptakan hati, yang memiliki jarak dengan otak, mulut, dan telinga.
<\/p>\n\n\n\n
Menggunakan hati untuk berbicara dan mendengarkan memang barangkali perlu. Namun karena otak lebih memiliki jarak yang dekat, logika harus lebih diutamakan ketimbang intuisi perasaan. Walau demikian, baik hati dan otak, terlepas mana yang lebih dominan digunakan, keduanya tetap dibutuhkan.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu pula dengan apa yang terjadi dalam serial Midnight Diner. Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana. <\/p>\n\n\n\n
Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana . Kedai itu tak besar, cukup menampung maksimal sembilan orang. Kedai itu terletak di gang kecil di tengah padatnya Kota Tokyo.
<\/p>\n\n\n\n
Meski kecil dan sederhana, ada keistimewaan dari kedai ini. Master hanya membukanya saat tengah malam hingga pagi. Dia membolehkan pengunjung untuk memesan apa saja kudapan atau minuman (selama bahannya tersedia). Selain itu interaksi antar pengunjung juga aktif terjadi dan semua terasa hangat.
<\/p>\n\n\n\n
Acapkali Master harus terlibat dalam interaksi pengunjung kedainya tersebut. Master memang bukan orang yang sering berbicara, tutur katanya mahal, ia lebih sering mendengarkan dan bersikap dengan memasak. Barangkali, ketimbang memberikan nasihat, Master lebih memilih untuk menghibur pengunjung kedainya dengan makanan.
<\/p>\n\n\n\n
Ya begitulah dalam kehidupan manusia. Problem sering datang dan pergi. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, manusia akan mencari tempat untuk bercerita dan berkeluh kesah saat ada problem. Terkadang, curhatan itu tak perlu diberi nasihat dan masukan. Terkadang, manusia memang hanya ingin bercerita, hanya bercerita, sesederhana itu.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu juga dengan yang dilakukan Master, ia tahu manusia hanya ingin curhat ketika memiliki masalah. Maka ia lebih akan sering mendengarkan, sambil menghisap rokoknya dengan gaya yang khas. Jika dirasa waktunya tepat untuk berbicara, ia akan berbicara. Mungkin, Master memang ahli dalam memanajemen hati dan otak sehingga telinganya lebih banyak digunakan untuk mendengar orang lain.
<\/p>\n\n\n\n
Seperti narasi pada intro serial Midnight Diner, Master menyebut bahwa kuantitas dan kualitas pengunjung kedainya sangat tak terduga. Memang benar, mulai dari polisi, aktor, aktris, penari striptis, guru, pelacur, yakuza, penulis, pengangguran, transgender, banyak yang datang kesitu.<\/p>\n\n\n\n
Dari setiap makanan yang mereka pesan pasti memiliki kisah tersendiri di belakangnya. Kisah itu mewakili permasalahan setiap pengunjung yang datang ke kedai tersebut. Plot dan Twist dalam serial ini diatur sangat baik sehingga penonton nyaman dan terasa hangat menyaksikannya.
<\/p>\n\n\n\n
Baiknya, serial ini anda tonton saat sedang beristirahat, malam hari dan sepulang kerja, Midnight Diner bukan serial yang menghadirkan ketegangan, tapi memberikan kehangatan serta nuansa yang manis. Cocok untuk dua batang rokok anda sebelum beristirahat.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"Kemewahan di balik Kesederhanaan Midnight Diner","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kemewahan-di-balik-kesederhanaan-midnight-diner","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-06 09:59:14","post_modified_gmt":"2020-09-06 02:59:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7057","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Karyo sengaja berdiri sambil menghisap cangklong dengan congkak di depan Mandra yang beristirahat sebelum shooting. Ketika Mandra mengalihkan pandangan karena kesal, Karyo pun ikut pindah agar sengaja dilihat.<\/p>\n\n\n\n
Selesai shooting pun demikian. Ketika Mandra ingin pulang melewati pintu belakang rumah Si Doel, di sana rupanya sudah ada Karyo yang menunggu dengan menghisap cangklong. Di situlah Mandra kesal dan langsung mencabut cangklong miliki Karyo.<\/p>\n\n\n\n
Karyo kaget bukan kepalang. Mandra yang sudah senang cangklong besar itu ada di tangannya langsung bergerak ke arah pulang. Di situlah Mandra mengatakan bahwa cangklong itu jadi miliknya sekarang dan bilang bahwa Jika Karyo tak mengasih harga maka Mandra akan menjadi miliknya namun jika temannya itu memberi harga maka akan dibayar olehnya.<\/p>\n\n\n\n
Karyo pun mengiyakan untuk memberi harga. Namun, dia meminta agar Mandra mengganti Cangklong tersebut dengan sebuah telepon genggam yang canggih pada saat itu. Mandra kemudian mengiyakan dan barter antara handphone dan cangklong pun dilakukan.<\/p>\n\n\n\n
Bagi Mandra kisah tentang cangklong itu adalah hal yang paling tak pernah ia mampu lupakan. Cangklong itu masih ada hingga kini dan jadi pengingat dirinya akan sahabatnya tersebut. Simpul memori memang kadang ada pada bentuk apa saja, dan saya yakin di luar sana, baik rokok dan tembakau juga memberikan memori yang kuat bagi para penghisapnya, sama seperti seorang Mandra.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Mandra tentang Karyo dalam Sebatang Cangklong","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-mandra-tentang-karyo-dalam-sebatang-cangklong","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-13 11:51:18","post_modified_gmt":"2020-09-13 04:51:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7076","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":7057,"post_author":"919","post_date":"2020-09-06 09:59:12","post_date_gmt":"2020-09-06 02:59:12","post_content":"\n
Tuhan menciptakan indra pendengar dan perasa tepat berdekatan dengan otak manusia. Semua terletak dalam sebuah kompleks bernama kepala. Barangkali, Tuhan memang ingin Manusia untuk memikirkan terlebih dahulu apa yang didengar dan apa yang akan dibicarakan. Terlebih dari itu, tuhan menciptakan hati, yang memiliki jarak dengan otak, mulut, dan telinga.
<\/p>\n\n\n\n
Menggunakan hati untuk berbicara dan mendengarkan memang barangkali perlu. Namun karena otak lebih memiliki jarak yang dekat, logika harus lebih diutamakan ketimbang intuisi perasaan. Walau demikian, baik hati dan otak, terlepas mana yang lebih dominan digunakan, keduanya tetap dibutuhkan.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu pula dengan apa yang terjadi dalam serial Midnight Diner. Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana. <\/p>\n\n\n\n
Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana . Kedai itu tak besar, cukup menampung maksimal sembilan orang. Kedai itu terletak di gang kecil di tengah padatnya Kota Tokyo.
<\/p>\n\n\n\n
Meski kecil dan sederhana, ada keistimewaan dari kedai ini. Master hanya membukanya saat tengah malam hingga pagi. Dia membolehkan pengunjung untuk memesan apa saja kudapan atau minuman (selama bahannya tersedia). Selain itu interaksi antar pengunjung juga aktif terjadi dan semua terasa hangat.
<\/p>\n\n\n\n
Acapkali Master harus terlibat dalam interaksi pengunjung kedainya tersebut. Master memang bukan orang yang sering berbicara, tutur katanya mahal, ia lebih sering mendengarkan dan bersikap dengan memasak. Barangkali, ketimbang memberikan nasihat, Master lebih memilih untuk menghibur pengunjung kedainya dengan makanan.
<\/p>\n\n\n\n
Ya begitulah dalam kehidupan manusia. Problem sering datang dan pergi. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, manusia akan mencari tempat untuk bercerita dan berkeluh kesah saat ada problem. Terkadang, curhatan itu tak perlu diberi nasihat dan masukan. Terkadang, manusia memang hanya ingin bercerita, hanya bercerita, sesederhana itu.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu juga dengan yang dilakukan Master, ia tahu manusia hanya ingin curhat ketika memiliki masalah. Maka ia lebih akan sering mendengarkan, sambil menghisap rokoknya dengan gaya yang khas. Jika dirasa waktunya tepat untuk berbicara, ia akan berbicara. Mungkin, Master memang ahli dalam memanajemen hati dan otak sehingga telinganya lebih banyak digunakan untuk mendengar orang lain.
<\/p>\n\n\n\n
Seperti narasi pada intro serial Midnight Diner, Master menyebut bahwa kuantitas dan kualitas pengunjung kedainya sangat tak terduga. Memang benar, mulai dari polisi, aktor, aktris, penari striptis, guru, pelacur, yakuza, penulis, pengangguran, transgender, banyak yang datang kesitu.<\/p>\n\n\n\n
Dari setiap makanan yang mereka pesan pasti memiliki kisah tersendiri di belakangnya. Kisah itu mewakili permasalahan setiap pengunjung yang datang ke kedai tersebut. Plot dan Twist dalam serial ini diatur sangat baik sehingga penonton nyaman dan terasa hangat menyaksikannya.
<\/p>\n\n\n\n
Baiknya, serial ini anda tonton saat sedang beristirahat, malam hari dan sepulang kerja, Midnight Diner bukan serial yang menghadirkan ketegangan, tapi memberikan kehangatan serta nuansa yang manis. Cocok untuk dua batang rokok anda sebelum beristirahat.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"Kemewahan di balik Kesederhanaan Midnight Diner","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kemewahan-di-balik-kesederhanaan-midnight-diner","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-06 09:59:14","post_modified_gmt":"2020-09-06 02:59:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7057","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Cangklong miliki Karyo justru lebih besar dan gagah. Mandra mengakui bahwa rekannya tersebut memang terkenal iseng. Ketika Karyo tahu cangklong milik Mandra patah, maka dirinya langsung ngisengin Mandra.<\/p>\n\n\n\n
Karyo sengaja berdiri sambil menghisap cangklong dengan congkak di depan Mandra yang beristirahat sebelum shooting. Ketika Mandra mengalihkan pandangan karena kesal, Karyo pun ikut pindah agar sengaja dilihat.<\/p>\n\n\n\n
Selesai shooting pun demikian. Ketika Mandra ingin pulang melewati pintu belakang rumah Si Doel, di sana rupanya sudah ada Karyo yang menunggu dengan menghisap cangklong. Di situlah Mandra kesal dan langsung mencabut cangklong miliki Karyo.<\/p>\n\n\n\n
Karyo kaget bukan kepalang. Mandra yang sudah senang cangklong besar itu ada di tangannya langsung bergerak ke arah pulang. Di situlah Mandra mengatakan bahwa cangklong itu jadi miliknya sekarang dan bilang bahwa Jika Karyo tak mengasih harga maka Mandra akan menjadi miliknya namun jika temannya itu memberi harga maka akan dibayar olehnya.<\/p>\n\n\n\n
Karyo pun mengiyakan untuk memberi harga. Namun, dia meminta agar Mandra mengganti Cangklong tersebut dengan sebuah telepon genggam yang canggih pada saat itu. Mandra kemudian mengiyakan dan barter antara handphone dan cangklong pun dilakukan.<\/p>\n\n\n\n
Bagi Mandra kisah tentang cangklong itu adalah hal yang paling tak pernah ia mampu lupakan. Cangklong itu masih ada hingga kini dan jadi pengingat dirinya akan sahabatnya tersebut. Simpul memori memang kadang ada pada bentuk apa saja, dan saya yakin di luar sana, baik rokok dan tembakau juga memberikan memori yang kuat bagi para penghisapnya, sama seperti seorang Mandra.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Mandra tentang Karyo dalam Sebatang Cangklong","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-mandra-tentang-karyo-dalam-sebatang-cangklong","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-13 11:51:18","post_modified_gmt":"2020-09-13 04:51:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7076","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":7057,"post_author":"919","post_date":"2020-09-06 09:59:12","post_date_gmt":"2020-09-06 02:59:12","post_content":"\n
Tuhan menciptakan indra pendengar dan perasa tepat berdekatan dengan otak manusia. Semua terletak dalam sebuah kompleks bernama kepala. Barangkali, Tuhan memang ingin Manusia untuk memikirkan terlebih dahulu apa yang didengar dan apa yang akan dibicarakan. Terlebih dari itu, tuhan menciptakan hati, yang memiliki jarak dengan otak, mulut, dan telinga.
<\/p>\n\n\n\n
Menggunakan hati untuk berbicara dan mendengarkan memang barangkali perlu. Namun karena otak lebih memiliki jarak yang dekat, logika harus lebih diutamakan ketimbang intuisi perasaan. Walau demikian, baik hati dan otak, terlepas mana yang lebih dominan digunakan, keduanya tetap dibutuhkan.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu pula dengan apa yang terjadi dalam serial Midnight Diner. Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana. <\/p>\n\n\n\n
Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana . Kedai itu tak besar, cukup menampung maksimal sembilan orang. Kedai itu terletak di gang kecil di tengah padatnya Kota Tokyo.
<\/p>\n\n\n\n
Meski kecil dan sederhana, ada keistimewaan dari kedai ini. Master hanya membukanya saat tengah malam hingga pagi. Dia membolehkan pengunjung untuk memesan apa saja kudapan atau minuman (selama bahannya tersedia). Selain itu interaksi antar pengunjung juga aktif terjadi dan semua terasa hangat.
<\/p>\n\n\n\n
Acapkali Master harus terlibat dalam interaksi pengunjung kedainya tersebut. Master memang bukan orang yang sering berbicara, tutur katanya mahal, ia lebih sering mendengarkan dan bersikap dengan memasak. Barangkali, ketimbang memberikan nasihat, Master lebih memilih untuk menghibur pengunjung kedainya dengan makanan.
<\/p>\n\n\n\n
Ya begitulah dalam kehidupan manusia. Problem sering datang dan pergi. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, manusia akan mencari tempat untuk bercerita dan berkeluh kesah saat ada problem. Terkadang, curhatan itu tak perlu diberi nasihat dan masukan. Terkadang, manusia memang hanya ingin bercerita, hanya bercerita, sesederhana itu.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu juga dengan yang dilakukan Master, ia tahu manusia hanya ingin curhat ketika memiliki masalah. Maka ia lebih akan sering mendengarkan, sambil menghisap rokoknya dengan gaya yang khas. Jika dirasa waktunya tepat untuk berbicara, ia akan berbicara. Mungkin, Master memang ahli dalam memanajemen hati dan otak sehingga telinganya lebih banyak digunakan untuk mendengar orang lain.
<\/p>\n\n\n\n
Seperti narasi pada intro serial Midnight Diner, Master menyebut bahwa kuantitas dan kualitas pengunjung kedainya sangat tak terduga. Memang benar, mulai dari polisi, aktor, aktris, penari striptis, guru, pelacur, yakuza, penulis, pengangguran, transgender, banyak yang datang kesitu.<\/p>\n\n\n\n
Dari setiap makanan yang mereka pesan pasti memiliki kisah tersendiri di belakangnya. Kisah itu mewakili permasalahan setiap pengunjung yang datang ke kedai tersebut. Plot dan Twist dalam serial ini diatur sangat baik sehingga penonton nyaman dan terasa hangat menyaksikannya.
<\/p>\n\n\n\n
Baiknya, serial ini anda tonton saat sedang beristirahat, malam hari dan sepulang kerja, Midnight Diner bukan serial yang menghadirkan ketegangan, tapi memberikan kehangatan serta nuansa yang manis. Cocok untuk dua batang rokok anda sebelum beristirahat.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"Kemewahan di balik Kesederhanaan Midnight Diner","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kemewahan-di-balik-kesederhanaan-midnight-diner","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-06 09:59:14","post_modified_gmt":"2020-09-06 02:59:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7057","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Dalam cerita Mandra, ia dan rekannya itu mendapatkan undangan untuk mengisi acara di Kota Lampung. Sepulang dari sana mereka berdua memang sama-sama membeli cangklong gading gajah. Sialnya, cangklong kecil miliki Mandra patah dan membuatnya kesal. Sementara itu cangklong milik rekannya justru aman-aman saja.<\/p>\n\n\n\n
Cangklong miliki Karyo justru lebih besar dan gagah. Mandra mengakui bahwa rekannya tersebut memang terkenal iseng. Ketika Karyo tahu cangklong milik Mandra patah, maka dirinya langsung ngisengin Mandra.<\/p>\n\n\n\n
Karyo sengaja berdiri sambil menghisap cangklong dengan congkak di depan Mandra yang beristirahat sebelum shooting. Ketika Mandra mengalihkan pandangan karena kesal, Karyo pun ikut pindah agar sengaja dilihat.<\/p>\n\n\n\n
Selesai shooting pun demikian. Ketika Mandra ingin pulang melewati pintu belakang rumah Si Doel, di sana rupanya sudah ada Karyo yang menunggu dengan menghisap cangklong. Di situlah Mandra kesal dan langsung mencabut cangklong miliki Karyo.<\/p>\n\n\n\n
Karyo kaget bukan kepalang. Mandra yang sudah senang cangklong besar itu ada di tangannya langsung bergerak ke arah pulang. Di situlah Mandra mengatakan bahwa cangklong itu jadi miliknya sekarang dan bilang bahwa Jika Karyo tak mengasih harga maka Mandra akan menjadi miliknya namun jika temannya itu memberi harga maka akan dibayar olehnya.<\/p>\n\n\n\n
Karyo pun mengiyakan untuk memberi harga. Namun, dia meminta agar Mandra mengganti Cangklong tersebut dengan sebuah telepon genggam yang canggih pada saat itu. Mandra kemudian mengiyakan dan barter antara handphone dan cangklong pun dilakukan.<\/p>\n\n\n\n
Bagi Mandra kisah tentang cangklong itu adalah hal yang paling tak pernah ia mampu lupakan. Cangklong itu masih ada hingga kini dan jadi pengingat dirinya akan sahabatnya tersebut. Simpul memori memang kadang ada pada bentuk apa saja, dan saya yakin di luar sana, baik rokok dan tembakau juga memberikan memori yang kuat bagi para penghisapnya, sama seperti seorang Mandra.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Mandra tentang Karyo dalam Sebatang Cangklong","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-mandra-tentang-karyo-dalam-sebatang-cangklong","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-13 11:51:18","post_modified_gmt":"2020-09-13 04:51:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7076","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":7057,"post_author":"919","post_date":"2020-09-06 09:59:12","post_date_gmt":"2020-09-06 02:59:12","post_content":"\n
Tuhan menciptakan indra pendengar dan perasa tepat berdekatan dengan otak manusia. Semua terletak dalam sebuah kompleks bernama kepala. Barangkali, Tuhan memang ingin Manusia untuk memikirkan terlebih dahulu apa yang didengar dan apa yang akan dibicarakan. Terlebih dari itu, tuhan menciptakan hati, yang memiliki jarak dengan otak, mulut, dan telinga.
<\/p>\n\n\n\n
Menggunakan hati untuk berbicara dan mendengarkan memang barangkali perlu. Namun karena otak lebih memiliki jarak yang dekat, logika harus lebih diutamakan ketimbang intuisi perasaan. Walau demikian, baik hati dan otak, terlepas mana yang lebih dominan digunakan, keduanya tetap dibutuhkan.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu pula dengan apa yang terjadi dalam serial Midnight Diner. Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana. <\/p>\n\n\n\n
Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana . Kedai itu tak besar, cukup menampung maksimal sembilan orang. Kedai itu terletak di gang kecil di tengah padatnya Kota Tokyo.
<\/p>\n\n\n\n
Meski kecil dan sederhana, ada keistimewaan dari kedai ini. Master hanya membukanya saat tengah malam hingga pagi. Dia membolehkan pengunjung untuk memesan apa saja kudapan atau minuman (selama bahannya tersedia). Selain itu interaksi antar pengunjung juga aktif terjadi dan semua terasa hangat.
<\/p>\n\n\n\n
Acapkali Master harus terlibat dalam interaksi pengunjung kedainya tersebut. Master memang bukan orang yang sering berbicara, tutur katanya mahal, ia lebih sering mendengarkan dan bersikap dengan memasak. Barangkali, ketimbang memberikan nasihat, Master lebih memilih untuk menghibur pengunjung kedainya dengan makanan.
<\/p>\n\n\n\n
Ya begitulah dalam kehidupan manusia. Problem sering datang dan pergi. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, manusia akan mencari tempat untuk bercerita dan berkeluh kesah saat ada problem. Terkadang, curhatan itu tak perlu diberi nasihat dan masukan. Terkadang, manusia memang hanya ingin bercerita, hanya bercerita, sesederhana itu.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu juga dengan yang dilakukan Master, ia tahu manusia hanya ingin curhat ketika memiliki masalah. Maka ia lebih akan sering mendengarkan, sambil menghisap rokoknya dengan gaya yang khas. Jika dirasa waktunya tepat untuk berbicara, ia akan berbicara. Mungkin, Master memang ahli dalam memanajemen hati dan otak sehingga telinganya lebih banyak digunakan untuk mendengar orang lain.
<\/p>\n\n\n\n
Seperti narasi pada intro serial Midnight Diner, Master menyebut bahwa kuantitas dan kualitas pengunjung kedainya sangat tak terduga. Memang benar, mulai dari polisi, aktor, aktris, penari striptis, guru, pelacur, yakuza, penulis, pengangguran, transgender, banyak yang datang kesitu.<\/p>\n\n\n\n
Dari setiap makanan yang mereka pesan pasti memiliki kisah tersendiri di belakangnya. Kisah itu mewakili permasalahan setiap pengunjung yang datang ke kedai tersebut. Plot dan Twist dalam serial ini diatur sangat baik sehingga penonton nyaman dan terasa hangat menyaksikannya.
<\/p>\n\n\n\n
Baiknya, serial ini anda tonton saat sedang beristirahat, malam hari dan sepulang kerja, Midnight Diner bukan serial yang menghadirkan ketegangan, tapi memberikan kehangatan serta nuansa yang manis. Cocok untuk dua batang rokok anda sebelum beristirahat.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"Kemewahan di balik Kesederhanaan Midnight Diner","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kemewahan-di-balik-kesederhanaan-midnight-diner","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-06 09:59:14","post_modified_gmt":"2020-09-06 02:59:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7057","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Banyak kisah mereka berdua yang Mandra ceritakan. Tapi yang paling menarik baginya adalah kisah tentang sebuah cangklong. Apakah anda tahu apa itu cangklong? ini adalah pipa yang biasa dibuat dari kayu atau gading untuk menghisap daun tembakau.<\/p>\n\n\n\n
Dalam cerita Mandra, ia dan rekannya itu mendapatkan undangan untuk mengisi acara di Kota Lampung. Sepulang dari sana mereka berdua memang sama-sama membeli cangklong gading gajah. Sialnya, cangklong kecil miliki Mandra patah dan membuatnya kesal. Sementara itu cangklong milik rekannya justru aman-aman saja.<\/p>\n\n\n\n
Cangklong miliki Karyo justru lebih besar dan gagah. Mandra mengakui bahwa rekannya tersebut memang terkenal iseng. Ketika Karyo tahu cangklong milik Mandra patah, maka dirinya langsung ngisengin Mandra.<\/p>\n\n\n\n
Karyo sengaja berdiri sambil menghisap cangklong dengan congkak di depan Mandra yang beristirahat sebelum shooting. Ketika Mandra mengalihkan pandangan karena kesal, Karyo pun ikut pindah agar sengaja dilihat.<\/p>\n\n\n\n
Selesai shooting pun demikian. Ketika Mandra ingin pulang melewati pintu belakang rumah Si Doel, di sana rupanya sudah ada Karyo yang menunggu dengan menghisap cangklong. Di situlah Mandra kesal dan langsung mencabut cangklong miliki Karyo.<\/p>\n\n\n\n
Karyo kaget bukan kepalang. Mandra yang sudah senang cangklong besar itu ada di tangannya langsung bergerak ke arah pulang. Di situlah Mandra mengatakan bahwa cangklong itu jadi miliknya sekarang dan bilang bahwa Jika Karyo tak mengasih harga maka Mandra akan menjadi miliknya namun jika temannya itu memberi harga maka akan dibayar olehnya.<\/p>\n\n\n\n
Karyo pun mengiyakan untuk memberi harga. Namun, dia meminta agar Mandra mengganti Cangklong tersebut dengan sebuah telepon genggam yang canggih pada saat itu. Mandra kemudian mengiyakan dan barter antara handphone dan cangklong pun dilakukan.<\/p>\n\n\n\n
Bagi Mandra kisah tentang cangklong itu adalah hal yang paling tak pernah ia mampu lupakan. Cangklong itu masih ada hingga kini dan jadi pengingat dirinya akan sahabatnya tersebut. Simpul memori memang kadang ada pada bentuk apa saja, dan saya yakin di luar sana, baik rokok dan tembakau juga memberikan memori yang kuat bagi para penghisapnya, sama seperti seorang Mandra.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Mandra tentang Karyo dalam Sebatang Cangklong","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-mandra-tentang-karyo-dalam-sebatang-cangklong","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-13 11:51:18","post_modified_gmt":"2020-09-13 04:51:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7076","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":7057,"post_author":"919","post_date":"2020-09-06 09:59:12","post_date_gmt":"2020-09-06 02:59:12","post_content":"\n
Tuhan menciptakan indra pendengar dan perasa tepat berdekatan dengan otak manusia. Semua terletak dalam sebuah kompleks bernama kepala. Barangkali, Tuhan memang ingin Manusia untuk memikirkan terlebih dahulu apa yang didengar dan apa yang akan dibicarakan. Terlebih dari itu, tuhan menciptakan hati, yang memiliki jarak dengan otak, mulut, dan telinga.
<\/p>\n\n\n\n
Menggunakan hati untuk berbicara dan mendengarkan memang barangkali perlu. Namun karena otak lebih memiliki jarak yang dekat, logika harus lebih diutamakan ketimbang intuisi perasaan. Walau demikian, baik hati dan otak, terlepas mana yang lebih dominan digunakan, keduanya tetap dibutuhkan.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu pula dengan apa yang terjadi dalam serial Midnight Diner. Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana. <\/p>\n\n\n\n
Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana . Kedai itu tak besar, cukup menampung maksimal sembilan orang. Kedai itu terletak di gang kecil di tengah padatnya Kota Tokyo.
<\/p>\n\n\n\n
Meski kecil dan sederhana, ada keistimewaan dari kedai ini. Master hanya membukanya saat tengah malam hingga pagi. Dia membolehkan pengunjung untuk memesan apa saja kudapan atau minuman (selama bahannya tersedia). Selain itu interaksi antar pengunjung juga aktif terjadi dan semua terasa hangat.
<\/p>\n\n\n\n
Acapkali Master harus terlibat dalam interaksi pengunjung kedainya tersebut. Master memang bukan orang yang sering berbicara, tutur katanya mahal, ia lebih sering mendengarkan dan bersikap dengan memasak. Barangkali, ketimbang memberikan nasihat, Master lebih memilih untuk menghibur pengunjung kedainya dengan makanan.
<\/p>\n\n\n\n
Ya begitulah dalam kehidupan manusia. Problem sering datang dan pergi. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, manusia akan mencari tempat untuk bercerita dan berkeluh kesah saat ada problem. Terkadang, curhatan itu tak perlu diberi nasihat dan masukan. Terkadang, manusia memang hanya ingin bercerita, hanya bercerita, sesederhana itu.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu juga dengan yang dilakukan Master, ia tahu manusia hanya ingin curhat ketika memiliki masalah. Maka ia lebih akan sering mendengarkan, sambil menghisap rokoknya dengan gaya yang khas. Jika dirasa waktunya tepat untuk berbicara, ia akan berbicara. Mungkin, Master memang ahli dalam memanajemen hati dan otak sehingga telinganya lebih banyak digunakan untuk mendengar orang lain.
<\/p>\n\n\n\n
Seperti narasi pada intro serial Midnight Diner, Master menyebut bahwa kuantitas dan kualitas pengunjung kedainya sangat tak terduga. Memang benar, mulai dari polisi, aktor, aktris, penari striptis, guru, pelacur, yakuza, penulis, pengangguran, transgender, banyak yang datang kesitu.<\/p>\n\n\n\n
Dari setiap makanan yang mereka pesan pasti memiliki kisah tersendiri di belakangnya. Kisah itu mewakili permasalahan setiap pengunjung yang datang ke kedai tersebut. Plot dan Twist dalam serial ini diatur sangat baik sehingga penonton nyaman dan terasa hangat menyaksikannya.
<\/p>\n\n\n\n
Baiknya, serial ini anda tonton saat sedang beristirahat, malam hari dan sepulang kerja, Midnight Diner bukan serial yang menghadirkan ketegangan, tapi memberikan kehangatan serta nuansa yang manis. Cocok untuk dua batang rokok anda sebelum beristirahat.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"Kemewahan di balik Kesederhanaan Midnight Diner","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kemewahan-di-balik-kesederhanaan-midnight-diner","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-06 09:59:14","post_modified_gmt":"2020-09-06 02:59:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7057","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Kali ini Mandra harus bercerita tentang Karyo karena banyak penonton di youtubenya yang menginginkan demikian. Butuh Dua Episode bagi Mandra untuk menceritakan sosok seniman ketoprak Jawa yang juga mashur di ranah kesenian tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Banyak kisah mereka berdua yang Mandra ceritakan. Tapi yang paling menarik baginya adalah kisah tentang sebuah cangklong. Apakah anda tahu apa itu cangklong? ini adalah pipa yang biasa dibuat dari kayu atau gading untuk menghisap daun tembakau.<\/p>\n\n\n\n
Dalam cerita Mandra, ia dan rekannya itu mendapatkan undangan untuk mengisi acara di Kota Lampung. Sepulang dari sana mereka berdua memang sama-sama membeli cangklong gading gajah. Sialnya, cangklong kecil miliki Mandra patah dan membuatnya kesal. Sementara itu cangklong milik rekannya justru aman-aman saja.<\/p>\n\n\n\n
Cangklong miliki Karyo justru lebih besar dan gagah. Mandra mengakui bahwa rekannya tersebut memang terkenal iseng. Ketika Karyo tahu cangklong milik Mandra patah, maka dirinya langsung ngisengin Mandra.<\/p>\n\n\n\n
Karyo sengaja berdiri sambil menghisap cangklong dengan congkak di depan Mandra yang beristirahat sebelum shooting. Ketika Mandra mengalihkan pandangan karena kesal, Karyo pun ikut pindah agar sengaja dilihat.<\/p>\n\n\n\n
Selesai shooting pun demikian. Ketika Mandra ingin pulang melewati pintu belakang rumah Si Doel, di sana rupanya sudah ada Karyo yang menunggu dengan menghisap cangklong. Di situlah Mandra kesal dan langsung mencabut cangklong miliki Karyo.<\/p>\n\n\n\n
Karyo kaget bukan kepalang. Mandra yang sudah senang cangklong besar itu ada di tangannya langsung bergerak ke arah pulang. Di situlah Mandra mengatakan bahwa cangklong itu jadi miliknya sekarang dan bilang bahwa Jika Karyo tak mengasih harga maka Mandra akan menjadi miliknya namun jika temannya itu memberi harga maka akan dibayar olehnya.<\/p>\n\n\n\n
Karyo pun mengiyakan untuk memberi harga. Namun, dia meminta agar Mandra mengganti Cangklong tersebut dengan sebuah telepon genggam yang canggih pada saat itu. Mandra kemudian mengiyakan dan barter antara handphone dan cangklong pun dilakukan.<\/p>\n\n\n\n
Bagi Mandra kisah tentang cangklong itu adalah hal yang paling tak pernah ia mampu lupakan. Cangklong itu masih ada hingga kini dan jadi pengingat dirinya akan sahabatnya tersebut. Simpul memori memang kadang ada pada bentuk apa saja, dan saya yakin di luar sana, baik rokok dan tembakau juga memberikan memori yang kuat bagi para penghisapnya, sama seperti seorang Mandra.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Mandra tentang Karyo dalam Sebatang Cangklong","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-mandra-tentang-karyo-dalam-sebatang-cangklong","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-13 11:51:18","post_modified_gmt":"2020-09-13 04:51:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7076","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":7057,"post_author":"919","post_date":"2020-09-06 09:59:12","post_date_gmt":"2020-09-06 02:59:12","post_content":"\n
Tuhan menciptakan indra pendengar dan perasa tepat berdekatan dengan otak manusia. Semua terletak dalam sebuah kompleks bernama kepala. Barangkali, Tuhan memang ingin Manusia untuk memikirkan terlebih dahulu apa yang didengar dan apa yang akan dibicarakan. Terlebih dari itu, tuhan menciptakan hati, yang memiliki jarak dengan otak, mulut, dan telinga.
<\/p>\n\n\n\n
Menggunakan hati untuk berbicara dan mendengarkan memang barangkali perlu. Namun karena otak lebih memiliki jarak yang dekat, logika harus lebih diutamakan ketimbang intuisi perasaan. Walau demikian, baik hati dan otak, terlepas mana yang lebih dominan digunakan, keduanya tetap dibutuhkan.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu pula dengan apa yang terjadi dalam serial Midnight Diner. Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana. <\/p>\n\n\n\n
Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana . Kedai itu tak besar, cukup menampung maksimal sembilan orang. Kedai itu terletak di gang kecil di tengah padatnya Kota Tokyo.
<\/p>\n\n\n\n
Meski kecil dan sederhana, ada keistimewaan dari kedai ini. Master hanya membukanya saat tengah malam hingga pagi. Dia membolehkan pengunjung untuk memesan apa saja kudapan atau minuman (selama bahannya tersedia). Selain itu interaksi antar pengunjung juga aktif terjadi dan semua terasa hangat.
<\/p>\n\n\n\n
Acapkali Master harus terlibat dalam interaksi pengunjung kedainya tersebut. Master memang bukan orang yang sering berbicara, tutur katanya mahal, ia lebih sering mendengarkan dan bersikap dengan memasak. Barangkali, ketimbang memberikan nasihat, Master lebih memilih untuk menghibur pengunjung kedainya dengan makanan.
<\/p>\n\n\n\n
Ya begitulah dalam kehidupan manusia. Problem sering datang dan pergi. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, manusia akan mencari tempat untuk bercerita dan berkeluh kesah saat ada problem. Terkadang, curhatan itu tak perlu diberi nasihat dan masukan. Terkadang, manusia memang hanya ingin bercerita, hanya bercerita, sesederhana itu.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu juga dengan yang dilakukan Master, ia tahu manusia hanya ingin curhat ketika memiliki masalah. Maka ia lebih akan sering mendengarkan, sambil menghisap rokoknya dengan gaya yang khas. Jika dirasa waktunya tepat untuk berbicara, ia akan berbicara. Mungkin, Master memang ahli dalam memanajemen hati dan otak sehingga telinganya lebih banyak digunakan untuk mendengar orang lain.
<\/p>\n\n\n\n
Seperti narasi pada intro serial Midnight Diner, Master menyebut bahwa kuantitas dan kualitas pengunjung kedainya sangat tak terduga. Memang benar, mulai dari polisi, aktor, aktris, penari striptis, guru, pelacur, yakuza, penulis, pengangguran, transgender, banyak yang datang kesitu.<\/p>\n\n\n\n
Dari setiap makanan yang mereka pesan pasti memiliki kisah tersendiri di belakangnya. Kisah itu mewakili permasalahan setiap pengunjung yang datang ke kedai tersebut. Plot dan Twist dalam serial ini diatur sangat baik sehingga penonton nyaman dan terasa hangat menyaksikannya.
<\/p>\n\n\n\n
Baiknya, serial ini anda tonton saat sedang beristirahat, malam hari dan sepulang kerja, Midnight Diner bukan serial yang menghadirkan ketegangan, tapi memberikan kehangatan serta nuansa yang manis. Cocok untuk dua batang rokok anda sebelum beristirahat.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"Kemewahan di balik Kesederhanaan Midnight Diner","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kemewahan-di-balik-kesederhanaan-midnight-diner","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-06 09:59:14","post_modified_gmt":"2020-09-06 02:59:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7057","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Ingatan Mandra sangat kuat dan tak dibiarkannya mubazir. Melalui kanal youtube, seniman legendaris asal Betawi ini menceritakan tiap babak demi babak dalam kehidupannya. Dalam kehidupannya, Mandra tak pernah bisa lepas dari kesenian dan itulah yang ia selalu ceritakan pada khalayak banyak.<\/p>\n\n\n\n
Kali ini Mandra harus bercerita tentang Karyo karena banyak penonton di youtubenya yang menginginkan demikian. Butuh Dua Episode bagi Mandra untuk menceritakan sosok seniman ketoprak Jawa yang juga mashur di ranah kesenian tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Banyak kisah mereka berdua yang Mandra ceritakan. Tapi yang paling menarik baginya adalah kisah tentang sebuah cangklong. Apakah anda tahu apa itu cangklong? ini adalah pipa yang biasa dibuat dari kayu atau gading untuk menghisap daun tembakau.<\/p>\n\n\n\n
Dalam cerita Mandra, ia dan rekannya itu mendapatkan undangan untuk mengisi acara di Kota Lampung. Sepulang dari sana mereka berdua memang sama-sama membeli cangklong gading gajah. Sialnya, cangklong kecil miliki Mandra patah dan membuatnya kesal. Sementara itu cangklong milik rekannya justru aman-aman saja.<\/p>\n\n\n\n
Cangklong miliki Karyo justru lebih besar dan gagah. Mandra mengakui bahwa rekannya tersebut memang terkenal iseng. Ketika Karyo tahu cangklong milik Mandra patah, maka dirinya langsung ngisengin Mandra.<\/p>\n\n\n\n
Karyo sengaja berdiri sambil menghisap cangklong dengan congkak di depan Mandra yang beristirahat sebelum shooting. Ketika Mandra mengalihkan pandangan karena kesal, Karyo pun ikut pindah agar sengaja dilihat.<\/p>\n\n\n\n
Selesai shooting pun demikian. Ketika Mandra ingin pulang melewati pintu belakang rumah Si Doel, di sana rupanya sudah ada Karyo yang menunggu dengan menghisap cangklong. Di situlah Mandra kesal dan langsung mencabut cangklong miliki Karyo.<\/p>\n\n\n\n
Karyo kaget bukan kepalang. Mandra yang sudah senang cangklong besar itu ada di tangannya langsung bergerak ke arah pulang. Di situlah Mandra mengatakan bahwa cangklong itu jadi miliknya sekarang dan bilang bahwa Jika Karyo tak mengasih harga maka Mandra akan menjadi miliknya namun jika temannya itu memberi harga maka akan dibayar olehnya.<\/p>\n\n\n\n
Karyo pun mengiyakan untuk memberi harga. Namun, dia meminta agar Mandra mengganti Cangklong tersebut dengan sebuah telepon genggam yang canggih pada saat itu. Mandra kemudian mengiyakan dan barter antara handphone dan cangklong pun dilakukan.<\/p>\n\n\n\n
Bagi Mandra kisah tentang cangklong itu adalah hal yang paling tak pernah ia mampu lupakan. Cangklong itu masih ada hingga kini dan jadi pengingat dirinya akan sahabatnya tersebut. Simpul memori memang kadang ada pada bentuk apa saja, dan saya yakin di luar sana, baik rokok dan tembakau juga memberikan memori yang kuat bagi para penghisapnya, sama seperti seorang Mandra.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Mandra tentang Karyo dalam Sebatang Cangklong","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-mandra-tentang-karyo-dalam-sebatang-cangklong","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-13 11:51:18","post_modified_gmt":"2020-09-13 04:51:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7076","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":7057,"post_author":"919","post_date":"2020-09-06 09:59:12","post_date_gmt":"2020-09-06 02:59:12","post_content":"\n
Tuhan menciptakan indra pendengar dan perasa tepat berdekatan dengan otak manusia. Semua terletak dalam sebuah kompleks bernama kepala. Barangkali, Tuhan memang ingin Manusia untuk memikirkan terlebih dahulu apa yang didengar dan apa yang akan dibicarakan. Terlebih dari itu, tuhan menciptakan hati, yang memiliki jarak dengan otak, mulut, dan telinga.
<\/p>\n\n\n\n
Menggunakan hati untuk berbicara dan mendengarkan memang barangkali perlu. Namun karena otak lebih memiliki jarak yang dekat, logika harus lebih diutamakan ketimbang intuisi perasaan. Walau demikian, baik hati dan otak, terlepas mana yang lebih dominan digunakan, keduanya tetap dibutuhkan.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu pula dengan apa yang terjadi dalam serial Midnight Diner. Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana. <\/p>\n\n\n\n
Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana . Kedai itu tak besar, cukup menampung maksimal sembilan orang. Kedai itu terletak di gang kecil di tengah padatnya Kota Tokyo.
<\/p>\n\n\n\n
Meski kecil dan sederhana, ada keistimewaan dari kedai ini. Master hanya membukanya saat tengah malam hingga pagi. Dia membolehkan pengunjung untuk memesan apa saja kudapan atau minuman (selama bahannya tersedia). Selain itu interaksi antar pengunjung juga aktif terjadi dan semua terasa hangat.
<\/p>\n\n\n\n
Acapkali Master harus terlibat dalam interaksi pengunjung kedainya tersebut. Master memang bukan orang yang sering berbicara, tutur katanya mahal, ia lebih sering mendengarkan dan bersikap dengan memasak. Barangkali, ketimbang memberikan nasihat, Master lebih memilih untuk menghibur pengunjung kedainya dengan makanan.
<\/p>\n\n\n\n
Ya begitulah dalam kehidupan manusia. Problem sering datang dan pergi. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, manusia akan mencari tempat untuk bercerita dan berkeluh kesah saat ada problem. Terkadang, curhatan itu tak perlu diberi nasihat dan masukan. Terkadang, manusia memang hanya ingin bercerita, hanya bercerita, sesederhana itu.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu juga dengan yang dilakukan Master, ia tahu manusia hanya ingin curhat ketika memiliki masalah. Maka ia lebih akan sering mendengarkan, sambil menghisap rokoknya dengan gaya yang khas. Jika dirasa waktunya tepat untuk berbicara, ia akan berbicara. Mungkin, Master memang ahli dalam memanajemen hati dan otak sehingga telinganya lebih banyak digunakan untuk mendengar orang lain.
<\/p>\n\n\n\n
Seperti narasi pada intro serial Midnight Diner, Master menyebut bahwa kuantitas dan kualitas pengunjung kedainya sangat tak terduga. Memang benar, mulai dari polisi, aktor, aktris, penari striptis, guru, pelacur, yakuza, penulis, pengangguran, transgender, banyak yang datang kesitu.<\/p>\n\n\n\n
Dari setiap makanan yang mereka pesan pasti memiliki kisah tersendiri di belakangnya. Kisah itu mewakili permasalahan setiap pengunjung yang datang ke kedai tersebut. Plot dan Twist dalam serial ini diatur sangat baik sehingga penonton nyaman dan terasa hangat menyaksikannya.
<\/p>\n\n\n\n
Baiknya, serial ini anda tonton saat sedang beristirahat, malam hari dan sepulang kerja, Midnight Diner bukan serial yang menghadirkan ketegangan, tapi memberikan kehangatan serta nuansa yang manis. Cocok untuk dua batang rokok anda sebelum beristirahat.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"Kemewahan di balik Kesederhanaan Midnight Diner","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kemewahan-di-balik-kesederhanaan-midnight-diner","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-06 09:59:14","post_modified_gmt":"2020-09-06 02:59:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7057","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Akan tetapi Mandra menolak anggapan tersebut. Baginya, Karyo adalah sosok sahabat penting bagi dirinya. Keakraban itu ia akui dalam kehidupan normal. Mandra memang kadang tak habis pikir, bagaimana bisa ia dianggap memiliki konflik dengan rekannya tersbeut.<\/p>\n\n\n\n
Ingatan Mandra sangat kuat dan tak dibiarkannya mubazir. Melalui kanal youtube, seniman legendaris asal Betawi ini menceritakan tiap babak demi babak dalam kehidupannya. Dalam kehidupannya, Mandra tak pernah bisa lepas dari kesenian dan itulah yang ia selalu ceritakan pada khalayak banyak.<\/p>\n\n\n\n
Kali ini Mandra harus bercerita tentang Karyo karena banyak penonton di youtubenya yang menginginkan demikian. Butuh Dua Episode bagi Mandra untuk menceritakan sosok seniman ketoprak Jawa yang juga mashur di ranah kesenian tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Banyak kisah mereka berdua yang Mandra ceritakan. Tapi yang paling menarik baginya adalah kisah tentang sebuah cangklong. Apakah anda tahu apa itu cangklong? ini adalah pipa yang biasa dibuat dari kayu atau gading untuk menghisap daun tembakau.<\/p>\n\n\n\n
Dalam cerita Mandra, ia dan rekannya itu mendapatkan undangan untuk mengisi acara di Kota Lampung. Sepulang dari sana mereka berdua memang sama-sama membeli cangklong gading gajah. Sialnya, cangklong kecil miliki Mandra patah dan membuatnya kesal. Sementara itu cangklong milik rekannya justru aman-aman saja.<\/p>\n\n\n\n
Cangklong miliki Karyo justru lebih besar dan gagah. Mandra mengakui bahwa rekannya tersebut memang terkenal iseng. Ketika Karyo tahu cangklong milik Mandra patah, maka dirinya langsung ngisengin Mandra.<\/p>\n\n\n\n
Karyo sengaja berdiri sambil menghisap cangklong dengan congkak di depan Mandra yang beristirahat sebelum shooting. Ketika Mandra mengalihkan pandangan karena kesal, Karyo pun ikut pindah agar sengaja dilihat.<\/p>\n\n\n\n
Selesai shooting pun demikian. Ketika Mandra ingin pulang melewati pintu belakang rumah Si Doel, di sana rupanya sudah ada Karyo yang menunggu dengan menghisap cangklong. Di situlah Mandra kesal dan langsung mencabut cangklong miliki Karyo.<\/p>\n\n\n\n
Karyo kaget bukan kepalang. Mandra yang sudah senang cangklong besar itu ada di tangannya langsung bergerak ke arah pulang. Di situlah Mandra mengatakan bahwa cangklong itu jadi miliknya sekarang dan bilang bahwa Jika Karyo tak mengasih harga maka Mandra akan menjadi miliknya namun jika temannya itu memberi harga maka akan dibayar olehnya.<\/p>\n\n\n\n
Karyo pun mengiyakan untuk memberi harga. Namun, dia meminta agar Mandra mengganti Cangklong tersebut dengan sebuah telepon genggam yang canggih pada saat itu. Mandra kemudian mengiyakan dan barter antara handphone dan cangklong pun dilakukan.<\/p>\n\n\n\n
Bagi Mandra kisah tentang cangklong itu adalah hal yang paling tak pernah ia mampu lupakan. Cangklong itu masih ada hingga kini dan jadi pengingat dirinya akan sahabatnya tersebut. Simpul memori memang kadang ada pada bentuk apa saja, dan saya yakin di luar sana, baik rokok dan tembakau juga memberikan memori yang kuat bagi para penghisapnya, sama seperti seorang Mandra.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Mandra tentang Karyo dalam Sebatang Cangklong","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-mandra-tentang-karyo-dalam-sebatang-cangklong","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-13 11:51:18","post_modified_gmt":"2020-09-13 04:51:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7076","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":7057,"post_author":"919","post_date":"2020-09-06 09:59:12","post_date_gmt":"2020-09-06 02:59:12","post_content":"\n
Tuhan menciptakan indra pendengar dan perasa tepat berdekatan dengan otak manusia. Semua terletak dalam sebuah kompleks bernama kepala. Barangkali, Tuhan memang ingin Manusia untuk memikirkan terlebih dahulu apa yang didengar dan apa yang akan dibicarakan. Terlebih dari itu, tuhan menciptakan hati, yang memiliki jarak dengan otak, mulut, dan telinga.
<\/p>\n\n\n\n
Menggunakan hati untuk berbicara dan mendengarkan memang barangkali perlu. Namun karena otak lebih memiliki jarak yang dekat, logika harus lebih diutamakan ketimbang intuisi perasaan. Walau demikian, baik hati dan otak, terlepas mana yang lebih dominan digunakan, keduanya tetap dibutuhkan.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu pula dengan apa yang terjadi dalam serial Midnight Diner. Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana. <\/p>\n\n\n\n
Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana . Kedai itu tak besar, cukup menampung maksimal sembilan orang. Kedai itu terletak di gang kecil di tengah padatnya Kota Tokyo.
<\/p>\n\n\n\n
Meski kecil dan sederhana, ada keistimewaan dari kedai ini. Master hanya membukanya saat tengah malam hingga pagi. Dia membolehkan pengunjung untuk memesan apa saja kudapan atau minuman (selama bahannya tersedia). Selain itu interaksi antar pengunjung juga aktif terjadi dan semua terasa hangat.
<\/p>\n\n\n\n
Acapkali Master harus terlibat dalam interaksi pengunjung kedainya tersebut. Master memang bukan orang yang sering berbicara, tutur katanya mahal, ia lebih sering mendengarkan dan bersikap dengan memasak. Barangkali, ketimbang memberikan nasihat, Master lebih memilih untuk menghibur pengunjung kedainya dengan makanan.
<\/p>\n\n\n\n
Ya begitulah dalam kehidupan manusia. Problem sering datang dan pergi. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, manusia akan mencari tempat untuk bercerita dan berkeluh kesah saat ada problem. Terkadang, curhatan itu tak perlu diberi nasihat dan masukan. Terkadang, manusia memang hanya ingin bercerita, hanya bercerita, sesederhana itu.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu juga dengan yang dilakukan Master, ia tahu manusia hanya ingin curhat ketika memiliki masalah. Maka ia lebih akan sering mendengarkan, sambil menghisap rokoknya dengan gaya yang khas. Jika dirasa waktunya tepat untuk berbicara, ia akan berbicara. Mungkin, Master memang ahli dalam memanajemen hati dan otak sehingga telinganya lebih banyak digunakan untuk mendengar orang lain.
<\/p>\n\n\n\n
Seperti narasi pada intro serial Midnight Diner, Master menyebut bahwa kuantitas dan kualitas pengunjung kedainya sangat tak terduga. Memang benar, mulai dari polisi, aktor, aktris, penari striptis, guru, pelacur, yakuza, penulis, pengangguran, transgender, banyak yang datang kesitu.<\/p>\n\n\n\n
Dari setiap makanan yang mereka pesan pasti memiliki kisah tersendiri di belakangnya. Kisah itu mewakili permasalahan setiap pengunjung yang datang ke kedai tersebut. Plot dan Twist dalam serial ini diatur sangat baik sehingga penonton nyaman dan terasa hangat menyaksikannya.
<\/p>\n\n\n\n
Baiknya, serial ini anda tonton saat sedang beristirahat, malam hari dan sepulang kerja, Midnight Diner bukan serial yang menghadirkan ketegangan, tapi memberikan kehangatan serta nuansa yang manis. Cocok untuk dua batang rokok anda sebelum beristirahat.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"Kemewahan di balik Kesederhanaan Midnight Diner","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kemewahan-di-balik-kesederhanaan-midnight-diner","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-06 09:59:14","post_modified_gmt":"2020-09-06 02:59:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7057","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Mandra dan Karyo dalam Si Doel Anak Sekolahan memang mirip seperti film kartun Tom & Jerry. Sering berantem baik oleh hal sepele hingga besar bahkan sesekali juga pernah akur jika ada satu kepentingan bersama. Saking totalnya mereka berdua dalam bermain peran, seringkali mereka dianggap benar-benar musuhan di dunia nyata oleh para penonton.<\/p>\n\n\n\n
Akan tetapi Mandra menolak anggapan tersebut. Baginya, Karyo adalah sosok sahabat penting bagi dirinya. Keakraban itu ia akui dalam kehidupan normal. Mandra memang kadang tak habis pikir, bagaimana bisa ia dianggap memiliki konflik dengan rekannya tersbeut.<\/p>\n\n\n\n
Ingatan Mandra sangat kuat dan tak dibiarkannya mubazir. Melalui kanal youtube, seniman legendaris asal Betawi ini menceritakan tiap babak demi babak dalam kehidupannya. Dalam kehidupannya, Mandra tak pernah bisa lepas dari kesenian dan itulah yang ia selalu ceritakan pada khalayak banyak.<\/p>\n\n\n\n
Kali ini Mandra harus bercerita tentang Karyo karena banyak penonton di youtubenya yang menginginkan demikian. Butuh Dua Episode bagi Mandra untuk menceritakan sosok seniman ketoprak Jawa yang juga mashur di ranah kesenian tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Banyak kisah mereka berdua yang Mandra ceritakan. Tapi yang paling menarik baginya adalah kisah tentang sebuah cangklong. Apakah anda tahu apa itu cangklong? ini adalah pipa yang biasa dibuat dari kayu atau gading untuk menghisap daun tembakau.<\/p>\n\n\n\n
Dalam cerita Mandra, ia dan rekannya itu mendapatkan undangan untuk mengisi acara di Kota Lampung. Sepulang dari sana mereka berdua memang sama-sama membeli cangklong gading gajah. Sialnya, cangklong kecil miliki Mandra patah dan membuatnya kesal. Sementara itu cangklong milik rekannya justru aman-aman saja.<\/p>\n\n\n\n
Cangklong miliki Karyo justru lebih besar dan gagah. Mandra mengakui bahwa rekannya tersebut memang terkenal iseng. Ketika Karyo tahu cangklong milik Mandra patah, maka dirinya langsung ngisengin Mandra.<\/p>\n\n\n\n
Karyo sengaja berdiri sambil menghisap cangklong dengan congkak di depan Mandra yang beristirahat sebelum shooting. Ketika Mandra mengalihkan pandangan karena kesal, Karyo pun ikut pindah agar sengaja dilihat.<\/p>\n\n\n\n
Selesai shooting pun demikian. Ketika Mandra ingin pulang melewati pintu belakang rumah Si Doel, di sana rupanya sudah ada Karyo yang menunggu dengan menghisap cangklong. Di situlah Mandra kesal dan langsung mencabut cangklong miliki Karyo.<\/p>\n\n\n\n
Karyo kaget bukan kepalang. Mandra yang sudah senang cangklong besar itu ada di tangannya langsung bergerak ke arah pulang. Di situlah Mandra mengatakan bahwa cangklong itu jadi miliknya sekarang dan bilang bahwa Jika Karyo tak mengasih harga maka Mandra akan menjadi miliknya namun jika temannya itu memberi harga maka akan dibayar olehnya.<\/p>\n\n\n\n
Karyo pun mengiyakan untuk memberi harga. Namun, dia meminta agar Mandra mengganti Cangklong tersebut dengan sebuah telepon genggam yang canggih pada saat itu. Mandra kemudian mengiyakan dan barter antara handphone dan cangklong pun dilakukan.<\/p>\n\n\n\n
Bagi Mandra kisah tentang cangklong itu adalah hal yang paling tak pernah ia mampu lupakan. Cangklong itu masih ada hingga kini dan jadi pengingat dirinya akan sahabatnya tersebut. Simpul memori memang kadang ada pada bentuk apa saja, dan saya yakin di luar sana, baik rokok dan tembakau juga memberikan memori yang kuat bagi para penghisapnya, sama seperti seorang Mandra.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Mandra tentang Karyo dalam Sebatang Cangklong","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-mandra-tentang-karyo-dalam-sebatang-cangklong","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-13 11:51:18","post_modified_gmt":"2020-09-13 04:51:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7076","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":7057,"post_author":"919","post_date":"2020-09-06 09:59:12","post_date_gmt":"2020-09-06 02:59:12","post_content":"\n
Tuhan menciptakan indra pendengar dan perasa tepat berdekatan dengan otak manusia. Semua terletak dalam sebuah kompleks bernama kepala. Barangkali, Tuhan memang ingin Manusia untuk memikirkan terlebih dahulu apa yang didengar dan apa yang akan dibicarakan. Terlebih dari itu, tuhan menciptakan hati, yang memiliki jarak dengan otak, mulut, dan telinga.
<\/p>\n\n\n\n
Menggunakan hati untuk berbicara dan mendengarkan memang barangkali perlu. Namun karena otak lebih memiliki jarak yang dekat, logika harus lebih diutamakan ketimbang intuisi perasaan. Walau demikian, baik hati dan otak, terlepas mana yang lebih dominan digunakan, keduanya tetap dibutuhkan.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu pula dengan apa yang terjadi dalam serial Midnight Diner. Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana. <\/p>\n\n\n\n
Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana . Kedai itu tak besar, cukup menampung maksimal sembilan orang. Kedai itu terletak di gang kecil di tengah padatnya Kota Tokyo.
<\/p>\n\n\n\n
Meski kecil dan sederhana, ada keistimewaan dari kedai ini. Master hanya membukanya saat tengah malam hingga pagi. Dia membolehkan pengunjung untuk memesan apa saja kudapan atau minuman (selama bahannya tersedia). Selain itu interaksi antar pengunjung juga aktif terjadi dan semua terasa hangat.
<\/p>\n\n\n\n
Acapkali Master harus terlibat dalam interaksi pengunjung kedainya tersebut. Master memang bukan orang yang sering berbicara, tutur katanya mahal, ia lebih sering mendengarkan dan bersikap dengan memasak. Barangkali, ketimbang memberikan nasihat, Master lebih memilih untuk menghibur pengunjung kedainya dengan makanan.
<\/p>\n\n\n\n
Ya begitulah dalam kehidupan manusia. Problem sering datang dan pergi. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, manusia akan mencari tempat untuk bercerita dan berkeluh kesah saat ada problem. Terkadang, curhatan itu tak perlu diberi nasihat dan masukan. Terkadang, manusia memang hanya ingin bercerita, hanya bercerita, sesederhana itu.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu juga dengan yang dilakukan Master, ia tahu manusia hanya ingin curhat ketika memiliki masalah. Maka ia lebih akan sering mendengarkan, sambil menghisap rokoknya dengan gaya yang khas. Jika dirasa waktunya tepat untuk berbicara, ia akan berbicara. Mungkin, Master memang ahli dalam memanajemen hati dan otak sehingga telinganya lebih banyak digunakan untuk mendengar orang lain.
<\/p>\n\n\n\n
Seperti narasi pada intro serial Midnight Diner, Master menyebut bahwa kuantitas dan kualitas pengunjung kedainya sangat tak terduga. Memang benar, mulai dari polisi, aktor, aktris, penari striptis, guru, pelacur, yakuza, penulis, pengangguran, transgender, banyak yang datang kesitu.<\/p>\n\n\n\n
Dari setiap makanan yang mereka pesan pasti memiliki kisah tersendiri di belakangnya. Kisah itu mewakili permasalahan setiap pengunjung yang datang ke kedai tersebut. Plot dan Twist dalam serial ini diatur sangat baik sehingga penonton nyaman dan terasa hangat menyaksikannya.
<\/p>\n\n\n\n
Baiknya, serial ini anda tonton saat sedang beristirahat, malam hari dan sepulang kerja, Midnight Diner bukan serial yang menghadirkan ketegangan, tapi memberikan kehangatan serta nuansa yang manis. Cocok untuk dua batang rokok anda sebelum beristirahat.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"Kemewahan di balik Kesederhanaan Midnight Diner","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kemewahan-di-balik-kesederhanaan-midnight-diner","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-06 09:59:14","post_modified_gmt":"2020-09-06 02:59:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7057","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Film serial Si Doel Anak Sekolahan memang sudah lama sekali dibuat. Namun serial ini memang masih melekat di hati para pemirsa. Kisah tentang Mandra juga paling ditunggu oleh penonton. Apalagi perseteruannya dengan Basuki yang memainkan peran Karyo dalam serial tersebut yang acapkali membuat penonton tertawa.<\/p>\n\n\n\n
Mandra dan Karyo dalam Si Doel Anak Sekolahan memang mirip seperti film kartun Tom & Jerry. Sering berantem baik oleh hal sepele hingga besar bahkan sesekali juga pernah akur jika ada satu kepentingan bersama. Saking totalnya mereka berdua dalam bermain peran, seringkali mereka dianggap benar-benar musuhan di dunia nyata oleh para penonton.<\/p>\n\n\n\n
Akan tetapi Mandra menolak anggapan tersebut. Baginya, Karyo adalah sosok sahabat penting bagi dirinya. Keakraban itu ia akui dalam kehidupan normal. Mandra memang kadang tak habis pikir, bagaimana bisa ia dianggap memiliki konflik dengan rekannya tersbeut.<\/p>\n\n\n\n
Ingatan Mandra sangat kuat dan tak dibiarkannya mubazir. Melalui kanal youtube, seniman legendaris asal Betawi ini menceritakan tiap babak demi babak dalam kehidupannya. Dalam kehidupannya, Mandra tak pernah bisa lepas dari kesenian dan itulah yang ia selalu ceritakan pada khalayak banyak.<\/p>\n\n\n\n
Kali ini Mandra harus bercerita tentang Karyo karena banyak penonton di youtubenya yang menginginkan demikian. Butuh Dua Episode bagi Mandra untuk menceritakan sosok seniman ketoprak Jawa yang juga mashur di ranah kesenian tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Banyak kisah mereka berdua yang Mandra ceritakan. Tapi yang paling menarik baginya adalah kisah tentang sebuah cangklong. Apakah anda tahu apa itu cangklong? ini adalah pipa yang biasa dibuat dari kayu atau gading untuk menghisap daun tembakau.<\/p>\n\n\n\n
Dalam cerita Mandra, ia dan rekannya itu mendapatkan undangan untuk mengisi acara di Kota Lampung. Sepulang dari sana mereka berdua memang sama-sama membeli cangklong gading gajah. Sialnya, cangklong kecil miliki Mandra patah dan membuatnya kesal. Sementara itu cangklong milik rekannya justru aman-aman saja.<\/p>\n\n\n\n
Cangklong miliki Karyo justru lebih besar dan gagah. Mandra mengakui bahwa rekannya tersebut memang terkenal iseng. Ketika Karyo tahu cangklong milik Mandra patah, maka dirinya langsung ngisengin Mandra.<\/p>\n\n\n\n
Karyo sengaja berdiri sambil menghisap cangklong dengan congkak di depan Mandra yang beristirahat sebelum shooting. Ketika Mandra mengalihkan pandangan karena kesal, Karyo pun ikut pindah agar sengaja dilihat.<\/p>\n\n\n\n
Selesai shooting pun demikian. Ketika Mandra ingin pulang melewati pintu belakang rumah Si Doel, di sana rupanya sudah ada Karyo yang menunggu dengan menghisap cangklong. Di situlah Mandra kesal dan langsung mencabut cangklong miliki Karyo.<\/p>\n\n\n\n
Karyo kaget bukan kepalang. Mandra yang sudah senang cangklong besar itu ada di tangannya langsung bergerak ke arah pulang. Di situlah Mandra mengatakan bahwa cangklong itu jadi miliknya sekarang dan bilang bahwa Jika Karyo tak mengasih harga maka Mandra akan menjadi miliknya namun jika temannya itu memberi harga maka akan dibayar olehnya.<\/p>\n\n\n\n
Karyo pun mengiyakan untuk memberi harga. Namun, dia meminta agar Mandra mengganti Cangklong tersebut dengan sebuah telepon genggam yang canggih pada saat itu. Mandra kemudian mengiyakan dan barter antara handphone dan cangklong pun dilakukan.<\/p>\n\n\n\n
Bagi Mandra kisah tentang cangklong itu adalah hal yang paling tak pernah ia mampu lupakan. Cangklong itu masih ada hingga kini dan jadi pengingat dirinya akan sahabatnya tersebut. Simpul memori memang kadang ada pada bentuk apa saja, dan saya yakin di luar sana, baik rokok dan tembakau juga memberikan memori yang kuat bagi para penghisapnya, sama seperti seorang Mandra.<\/p>\n","post_title":"Ingatan Mandra tentang Karyo dalam Sebatang Cangklong","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"ingatan-mandra-tentang-karyo-dalam-sebatang-cangklong","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-13 11:51:18","post_modified_gmt":"2020-09-13 04:51:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7076","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":7057,"post_author":"919","post_date":"2020-09-06 09:59:12","post_date_gmt":"2020-09-06 02:59:12","post_content":"\n
Tuhan menciptakan indra pendengar dan perasa tepat berdekatan dengan otak manusia. Semua terletak dalam sebuah kompleks bernama kepala. Barangkali, Tuhan memang ingin Manusia untuk memikirkan terlebih dahulu apa yang didengar dan apa yang akan dibicarakan. Terlebih dari itu, tuhan menciptakan hati, yang memiliki jarak dengan otak, mulut, dan telinga.
<\/p>\n\n\n\n
Menggunakan hati untuk berbicara dan mendengarkan memang barangkali perlu. Namun karena otak lebih memiliki jarak yang dekat, logika harus lebih diutamakan ketimbang intuisi perasaan. Walau demikian, baik hati dan otak, terlepas mana yang lebih dominan digunakan, keduanya tetap dibutuhkan.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu pula dengan apa yang terjadi dalam serial Midnight Diner. Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana. <\/p>\n\n\n\n
Dikisahkan dalam serial yang tayang di Netflix tersebut ada sebuah tokoh bernama master yang memiliki kedai sederhana . Kedai itu tak besar, cukup menampung maksimal sembilan orang. Kedai itu terletak di gang kecil di tengah padatnya Kota Tokyo.
<\/p>\n\n\n\n
Meski kecil dan sederhana, ada keistimewaan dari kedai ini. Master hanya membukanya saat tengah malam hingga pagi. Dia membolehkan pengunjung untuk memesan apa saja kudapan atau minuman (selama bahannya tersedia). Selain itu interaksi antar pengunjung juga aktif terjadi dan semua terasa hangat.
<\/p>\n\n\n\n
Acapkali Master harus terlibat dalam interaksi pengunjung kedainya tersebut. Master memang bukan orang yang sering berbicara, tutur katanya mahal, ia lebih sering mendengarkan dan bersikap dengan memasak. Barangkali, ketimbang memberikan nasihat, Master lebih memilih untuk menghibur pengunjung kedainya dengan makanan.
<\/p>\n\n\n\n
Ya begitulah dalam kehidupan manusia. Problem sering datang dan pergi. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, manusia akan mencari tempat untuk bercerita dan berkeluh kesah saat ada problem. Terkadang, curhatan itu tak perlu diberi nasihat dan masukan. Terkadang, manusia memang hanya ingin bercerita, hanya bercerita, sesederhana itu.
<\/p>\n\n\n\n
Begitu juga dengan yang dilakukan Master, ia tahu manusia hanya ingin curhat ketika memiliki masalah. Maka ia lebih akan sering mendengarkan, sambil menghisap rokoknya dengan gaya yang khas. Jika dirasa waktunya tepat untuk berbicara, ia akan berbicara. Mungkin, Master memang ahli dalam memanajemen hati dan otak sehingga telinganya lebih banyak digunakan untuk mendengar orang lain.
<\/p>\n\n\n\n
Seperti narasi pada intro serial Midnight Diner, Master menyebut bahwa kuantitas dan kualitas pengunjung kedainya sangat tak terduga. Memang benar, mulai dari polisi, aktor, aktris, penari striptis, guru, pelacur, yakuza, penulis, pengangguran, transgender, banyak yang datang kesitu.<\/p>\n\n\n\n
Dari setiap makanan yang mereka pesan pasti memiliki kisah tersendiri di belakangnya. Kisah itu mewakili permasalahan setiap pengunjung yang datang ke kedai tersebut. Plot dan Twist dalam serial ini diatur sangat baik sehingga penonton nyaman dan terasa hangat menyaksikannya.
<\/p>\n\n\n\n
Baiknya, serial ini anda tonton saat sedang beristirahat, malam hari dan sepulang kerja, Midnight Diner bukan serial yang menghadirkan ketegangan, tapi memberikan kehangatan serta nuansa yang manis. Cocok untuk dua batang rokok anda sebelum beristirahat.\u00a0
<\/p>\n","post_title":"Kemewahan di balik Kesederhanaan Midnight Diner","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kemewahan-di-balik-kesederhanaan-midnight-diner","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-09-06 09:59:14","post_modified_gmt":"2020-09-06 02:59:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=7057","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};