Contoh kebijakan lain yang merugikan petani tembakau, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan perusahaan rokok dengan ketentuan 200m2<\/sup>, maka banyak industri rokok rumahan tutup, berakibat permintaan tembakau turun, terlebih tembakau kelas menengah ke bawah. Contoh lagi kebijakan pemerintah low nikotin dan tar, maka berdampak harga jual tembakau yang tidak memenuhi aturan pemerintah tersebut akan menurun. Sedangkan mayoritas tanaman tembakau petani Indonesia dengan kearifan lokalnya sulit untuk memenuhi aturan tersebut. <\/p>\n\n\n\n Jadi sebenarnya faktor harga jual tembakau sangat kompleks. Industri atau perusahaan rokok sebagai pihak yang melakukan permintaan tembakau dalam menentukan patokan harga beli pastinya memperhitungkan kuwalitas, kuantitas dan kebijakan pemerintah. Untuk itu harus ada sinergi antara industri rokok dan petani agar saling menguntungkan. Karena satu-satunya serapan tembakau terbesar di Indonesia hanya diperuntukkan sebagai bahan baku rokok kretek. Kalau nantinya industri rokok dirugikan adanya kebijakan pemerintah sudah pasti berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Selanjutnya jalinan antara industri rokok kretek dan petani harus kuat, harus ada keterbukaan, saling dukung mendukung. Industri rokok kretek harus menghargai hasil tanaman tembakau petani Nusantara, begitu juga petani harus mendukung industri rokok kretek nasional. Jangan sampai terjadi antara industri rokok kretek dan petani seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, sehingga stabilitas harga jual tembakau terjaga dengan baik.
<\/p>\n","post_title":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-jual-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-26 10:08:10","post_modified_gmt":"2019-09-26 03:08:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6101","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":15},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Faktor regulasi dan kebijakan yang melindungi rokok dan tembakau sangat penting untuk menentukan bagusnya harga tembakau. Apalgi jika kebijakan pemerintah tidak melindungi perusahaan rokok, tentu perusahan akan melakukan itung-itungan. Jika dalam kalkulasinya masih untung, pastinya perusahaan masih akan tetap berproduksi, dan masih akan membutuhkan tembakau.<\/p>\n\n\n\n
Contoh kebijakan lain yang merugikan petani tembakau, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan perusahaan rokok dengan ketentuan 200m2<\/sup>, maka banyak industri rokok rumahan tutup, berakibat permintaan tembakau turun, terlebih tembakau kelas menengah ke bawah. Contoh lagi kebijakan pemerintah low nikotin dan tar, maka berdampak harga jual tembakau yang tidak memenuhi aturan pemerintah tersebut akan menurun. Sedangkan mayoritas tanaman tembakau petani Indonesia dengan kearifan lokalnya sulit untuk memenuhi aturan tersebut. <\/p>\n\n\n\n Jadi sebenarnya faktor harga jual tembakau sangat kompleks. Industri atau perusahaan rokok sebagai pihak yang melakukan permintaan tembakau dalam menentukan patokan harga beli pastinya memperhitungkan kuwalitas, kuantitas dan kebijakan pemerintah. Untuk itu harus ada sinergi antara industri rokok dan petani agar saling menguntungkan. Karena satu-satunya serapan tembakau terbesar di Indonesia hanya diperuntukkan sebagai bahan baku rokok kretek. Kalau nantinya industri rokok dirugikan adanya kebijakan pemerintah sudah pasti berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Selanjutnya jalinan antara industri rokok kretek dan petani harus kuat, harus ada keterbukaan, saling dukung mendukung. Industri rokok kretek harus menghargai hasil tanaman tembakau petani Nusantara, begitu juga petani harus mendukung industri rokok kretek nasional. Jangan sampai terjadi antara industri rokok kretek dan petani seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, sehingga stabilitas harga jual tembakau terjaga dengan baik. Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok \u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n Faktor regulasi dan kebijakan yang melindungi rokok dan tembakau sangat penting untuk menentukan bagusnya harga tembakau. Apalgi jika kebijakan pemerintah tidak melindungi perusahaan rokok, tentu perusahan akan melakukan itung-itungan. Jika dalam kalkulasinya masih untung, pastinya perusahaan masih akan tetap berproduksi, dan masih akan membutuhkan tembakau.<\/p>\n\n\n\n Contoh kebijakan lain yang merugikan petani tembakau, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan perusahaan rokok dengan ketentuan 200m2<\/sup>, maka banyak industri rokok rumahan tutup, berakibat permintaan tembakau turun, terlebih tembakau kelas menengah ke bawah. Contoh lagi kebijakan pemerintah low nikotin dan tar, maka berdampak harga jual tembakau yang tidak memenuhi aturan pemerintah tersebut akan menurun. Sedangkan mayoritas tanaman tembakau petani Indonesia dengan kearifan lokalnya sulit untuk memenuhi aturan tersebut. <\/p>\n\n\n\n Jadi sebenarnya faktor harga jual tembakau sangat kompleks. Industri atau perusahaan rokok sebagai pihak yang melakukan permintaan tembakau dalam menentukan patokan harga beli pastinya memperhitungkan kuwalitas, kuantitas dan kebijakan pemerintah. Untuk itu harus ada sinergi antara industri rokok dan petani agar saling menguntungkan. Karena satu-satunya serapan tembakau terbesar di Indonesia hanya diperuntukkan sebagai bahan baku rokok kretek. Kalau nantinya industri rokok dirugikan adanya kebijakan pemerintah sudah pasti berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Selanjutnya jalinan antara industri rokok kretek dan petani harus kuat, harus ada keterbukaan, saling dukung mendukung. Industri rokok kretek harus menghargai hasil tanaman tembakau petani Nusantara, begitu juga petani harus mendukung industri rokok kretek nasional. Jangan sampai terjadi antara industri rokok kretek dan petani seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, sehingga stabilitas harga jual tembakau terjaga dengan baik. Ambil contoh kebijakan kenaikan tarif cukai rokok yang rencananya sampai 23%, akan berdampak terhadap harga jual tembakau. logikanya, jika dampak kenaikan tarif cukai tersebut membuat permintaan pasar menurun, maka permintaan tembakau turun dan selanjutnya harga jual tembakau ikut menurun. Sebailiknya, dengan kenaikan tarif cukai naik, ternyata permintaan pasar rokok meningkat, maka permintaan tembakau pun meningkat dan kemudian harga tembakau ikut bagus.<\/p>\n\n\n\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok \u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n Faktor regulasi dan kebijakan yang melindungi rokok dan tembakau sangat penting untuk menentukan bagusnya harga tembakau. Apalgi jika kebijakan pemerintah tidak melindungi perusahaan rokok, tentu perusahan akan melakukan itung-itungan. Jika dalam kalkulasinya masih untung, pastinya perusahaan masih akan tetap berproduksi, dan masih akan membutuhkan tembakau.<\/p>\n\n\n\n Contoh kebijakan lain yang merugikan petani tembakau, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan perusahaan rokok dengan ketentuan 200m2<\/sup>, maka banyak industri rokok rumahan tutup, berakibat permintaan tembakau turun, terlebih tembakau kelas menengah ke bawah. Contoh lagi kebijakan pemerintah low nikotin dan tar, maka berdampak harga jual tembakau yang tidak memenuhi aturan pemerintah tersebut akan menurun. Sedangkan mayoritas tanaman tembakau petani Indonesia dengan kearifan lokalnya sulit untuk memenuhi aturan tersebut. <\/p>\n\n\n\n Jadi sebenarnya faktor harga jual tembakau sangat kompleks. Industri atau perusahaan rokok sebagai pihak yang melakukan permintaan tembakau dalam menentukan patokan harga beli pastinya memperhitungkan kuwalitas, kuantitas dan kebijakan pemerintah. Untuk itu harus ada sinergi antara industri rokok dan petani agar saling menguntungkan. Karena satu-satunya serapan tembakau terbesar di Indonesia hanya diperuntukkan sebagai bahan baku rokok kretek. Kalau nantinya industri rokok dirugikan adanya kebijakan pemerintah sudah pasti berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Selanjutnya jalinan antara industri rokok kretek dan petani harus kuat, harus ada keterbukaan, saling dukung mendukung. Industri rokok kretek harus menghargai hasil tanaman tembakau petani Nusantara, begitu juga petani harus mendukung industri rokok kretek nasional. Jangan sampai terjadi antara industri rokok kretek dan petani seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, sehingga stabilitas harga jual tembakau terjaga dengan baik. Kedua,<\/strong> faktor regulasi dan kebijakan pemerintah. Faktor ini memang tidak mempengaruhi secara langsung harga jual tembakau. Namun justru faktor regulasi dan kebijakan pemerintah ini berdampak sangat signifikan terhadap permintaan tembakau, yang selanjutnya berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Kebijakan yang tidak melindungi tanaman tembakau, maka harga tembakau pasti semakin terpuruk, tembakau tidak dihargai lagi sebagai komuditas tanaman unggulan. Tak hanya itu, kebijakan yang tidak melindungi perusahan rokok dan tidak melindungi rokok pun akan berdampak terhadap harga jual tembakau.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Ambil contoh kebijakan kenaikan tarif cukai rokok yang rencananya sampai 23%, akan berdampak terhadap harga jual tembakau. logikanya, jika dampak kenaikan tarif cukai tersebut membuat permintaan pasar menurun, maka permintaan tembakau turun dan selanjutnya harga jual tembakau ikut menurun. Sebailiknya, dengan kenaikan tarif cukai naik, ternyata permintaan pasar rokok meningkat, maka permintaan tembakau pun meningkat dan kemudian harga tembakau ikut bagus.<\/p>\n\n\n\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok \u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n Faktor regulasi dan kebijakan yang melindungi rokok dan tembakau sangat penting untuk menentukan bagusnya harga tembakau. Apalgi jika kebijakan pemerintah tidak melindungi perusahaan rokok, tentu perusahan akan melakukan itung-itungan. Jika dalam kalkulasinya masih untung, pastinya perusahaan masih akan tetap berproduksi, dan masih akan membutuhkan tembakau.<\/p>\n\n\n\n Contoh kebijakan lain yang merugikan petani tembakau, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan perusahaan rokok dengan ketentuan 200m2<\/sup>, maka banyak industri rokok rumahan tutup, berakibat permintaan tembakau turun, terlebih tembakau kelas menengah ke bawah. Contoh lagi kebijakan pemerintah low nikotin dan tar, maka berdampak harga jual tembakau yang tidak memenuhi aturan pemerintah tersebut akan menurun. Sedangkan mayoritas tanaman tembakau petani Indonesia dengan kearifan lokalnya sulit untuk memenuhi aturan tersebut. <\/p>\n\n\n\n Jadi sebenarnya faktor harga jual tembakau sangat kompleks. Industri atau perusahaan rokok sebagai pihak yang melakukan permintaan tembakau dalam menentukan patokan harga beli pastinya memperhitungkan kuwalitas, kuantitas dan kebijakan pemerintah. Untuk itu harus ada sinergi antara industri rokok dan petani agar saling menguntungkan. Karena satu-satunya serapan tembakau terbesar di Indonesia hanya diperuntukkan sebagai bahan baku rokok kretek. Kalau nantinya industri rokok dirugikan adanya kebijakan pemerintah sudah pasti berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Selanjutnya jalinan antara industri rokok kretek dan petani harus kuat, harus ada keterbukaan, saling dukung mendukung. Industri rokok kretek harus menghargai hasil tanaman tembakau petani Nusantara, begitu juga petani harus mendukung industri rokok kretek nasional. Jangan sampai terjadi antara industri rokok kretek dan petani seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, sehingga stabilitas harga jual tembakau terjaga dengan baik. Jadi, faktor iklim dan cuaca memang bisa memprediksi bagus dan tidaknya kualitas dan kuantitas tembakau. Namun belum tentu dengan kualitas tembakau bagus mendapatkan harga jual bagus karena kuantitasnya berlebihan atau permintaan pasar rokok baru melemah. Realita perdagangan tembakau demikian saat ini. Ada petani yang merasakan keuntungan lebih dari hasil tanamannya di saat cuaca tidak mendukung. Sebaliknya ada petani yang merasa hasil tanaman tembakaunya tidak sesuai prediksi (keuntungan yang lebih) walaupun kualitas tembakaunya bagus dengan dukungan cuaca bagus. Ada juga, petani yang merasa mendapatkan harga tembakaunya bagus karena kuwalitas dengan daya dukung iklim. <\/p>\n\n\n\n Kedua,<\/strong> faktor regulasi dan kebijakan pemerintah. Faktor ini memang tidak mempengaruhi secara langsung harga jual tembakau. Namun justru faktor regulasi dan kebijakan pemerintah ini berdampak sangat signifikan terhadap permintaan tembakau, yang selanjutnya berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Kebijakan yang tidak melindungi tanaman tembakau, maka harga tembakau pasti semakin terpuruk, tembakau tidak dihargai lagi sebagai komuditas tanaman unggulan. Tak hanya itu, kebijakan yang tidak melindungi perusahan rokok dan tidak melindungi rokok pun akan berdampak terhadap harga jual tembakau.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Ambil contoh kebijakan kenaikan tarif cukai rokok yang rencananya sampai 23%, akan berdampak terhadap harga jual tembakau. logikanya, jika dampak kenaikan tarif cukai tersebut membuat permintaan pasar menurun, maka permintaan tembakau turun dan selanjutnya harga jual tembakau ikut menurun. Sebailiknya, dengan kenaikan tarif cukai naik, ternyata permintaan pasar rokok meningkat, maka permintaan tembakau pun meningkat dan kemudian harga tembakau ikut bagus.<\/p>\n\n\n\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok \u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n Faktor regulasi dan kebijakan yang melindungi rokok dan tembakau sangat penting untuk menentukan bagusnya harga tembakau. Apalgi jika kebijakan pemerintah tidak melindungi perusahaan rokok, tentu perusahan akan melakukan itung-itungan. Jika dalam kalkulasinya masih untung, pastinya perusahaan masih akan tetap berproduksi, dan masih akan membutuhkan tembakau.<\/p>\n\n\n\n Contoh kebijakan lain yang merugikan petani tembakau, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan perusahaan rokok dengan ketentuan 200m2<\/sup>, maka banyak industri rokok rumahan tutup, berakibat permintaan tembakau turun, terlebih tembakau kelas menengah ke bawah. Contoh lagi kebijakan pemerintah low nikotin dan tar, maka berdampak harga jual tembakau yang tidak memenuhi aturan pemerintah tersebut akan menurun. Sedangkan mayoritas tanaman tembakau petani Indonesia dengan kearifan lokalnya sulit untuk memenuhi aturan tersebut. <\/p>\n\n\n\n Jadi sebenarnya faktor harga jual tembakau sangat kompleks. Industri atau perusahaan rokok sebagai pihak yang melakukan permintaan tembakau dalam menentukan patokan harga beli pastinya memperhitungkan kuwalitas, kuantitas dan kebijakan pemerintah. Untuk itu harus ada sinergi antara industri rokok dan petani agar saling menguntungkan. Karena satu-satunya serapan tembakau terbesar di Indonesia hanya diperuntukkan sebagai bahan baku rokok kretek. Kalau nantinya industri rokok dirugikan adanya kebijakan pemerintah sudah pasti berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Selanjutnya jalinan antara industri rokok kretek dan petani harus kuat, harus ada keterbukaan, saling dukung mendukung. Industri rokok kretek harus menghargai hasil tanaman tembakau petani Nusantara, begitu juga petani harus mendukung industri rokok kretek nasional. Jangan sampai terjadi antara industri rokok kretek dan petani seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, sehingga stabilitas harga jual tembakau terjaga dengan baik. Belum lagi, jika saat tembakau bagus akan tetapi kondisi pasaran rokok melemah, jelas akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Beda, walaupun kondisi tembakau tidak begitu bagus, namun permintaan pasar rokok kencang, bisa jadi harga pembelian tembakau bagus. <\/p>\n\n\n\n Jadi, faktor iklim dan cuaca memang bisa memprediksi bagus dan tidaknya kualitas dan kuantitas tembakau. Namun belum tentu dengan kualitas tembakau bagus mendapatkan harga jual bagus karena kuantitasnya berlebihan atau permintaan pasar rokok baru melemah. Realita perdagangan tembakau demikian saat ini. Ada petani yang merasakan keuntungan lebih dari hasil tanamannya di saat cuaca tidak mendukung. Sebaliknya ada petani yang merasa hasil tanaman tembakaunya tidak sesuai prediksi (keuntungan yang lebih) walaupun kualitas tembakaunya bagus dengan dukungan cuaca bagus. Ada juga, petani yang merasa mendapatkan harga tembakaunya bagus karena kuwalitas dengan daya dukung iklim. <\/p>\n\n\n\n Kedua,<\/strong> faktor regulasi dan kebijakan pemerintah. Faktor ini memang tidak mempengaruhi secara langsung harga jual tembakau. Namun justru faktor regulasi dan kebijakan pemerintah ini berdampak sangat signifikan terhadap permintaan tembakau, yang selanjutnya berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Kebijakan yang tidak melindungi tanaman tembakau, maka harga tembakau pasti semakin terpuruk, tembakau tidak dihargai lagi sebagai komuditas tanaman unggulan. Tak hanya itu, kebijakan yang tidak melindungi perusahan rokok dan tidak melindungi rokok pun akan berdampak terhadap harga jual tembakau.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Ambil contoh kebijakan kenaikan tarif cukai rokok yang rencananya sampai 23%, akan berdampak terhadap harga jual tembakau. logikanya, jika dampak kenaikan tarif cukai tersebut membuat permintaan pasar menurun, maka permintaan tembakau turun dan selanjutnya harga jual tembakau ikut menurun. Sebailiknya, dengan kenaikan tarif cukai naik, ternyata permintaan pasar rokok meningkat, maka permintaan tembakau pun meningkat dan kemudian harga tembakau ikut bagus.<\/p>\n\n\n\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok \u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n Faktor regulasi dan kebijakan yang melindungi rokok dan tembakau sangat penting untuk menentukan bagusnya harga tembakau. Apalgi jika kebijakan pemerintah tidak melindungi perusahaan rokok, tentu perusahan akan melakukan itung-itungan. Jika dalam kalkulasinya masih untung, pastinya perusahaan masih akan tetap berproduksi, dan masih akan membutuhkan tembakau.<\/p>\n\n\n\n Contoh kebijakan lain yang merugikan petani tembakau, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan perusahaan rokok dengan ketentuan 200m2<\/sup>, maka banyak industri rokok rumahan tutup, berakibat permintaan tembakau turun, terlebih tembakau kelas menengah ke bawah. Contoh lagi kebijakan pemerintah low nikotin dan tar, maka berdampak harga jual tembakau yang tidak memenuhi aturan pemerintah tersebut akan menurun. Sedangkan mayoritas tanaman tembakau petani Indonesia dengan kearifan lokalnya sulit untuk memenuhi aturan tersebut. <\/p>\n\n\n\n Jadi sebenarnya faktor harga jual tembakau sangat kompleks. Industri atau perusahaan rokok sebagai pihak yang melakukan permintaan tembakau dalam menentukan patokan harga beli pastinya memperhitungkan kuwalitas, kuantitas dan kebijakan pemerintah. Untuk itu harus ada sinergi antara industri rokok dan petani agar saling menguntungkan. Karena satu-satunya serapan tembakau terbesar di Indonesia hanya diperuntukkan sebagai bahan baku rokok kretek. Kalau nantinya industri rokok dirugikan adanya kebijakan pemerintah sudah pasti berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Selanjutnya jalinan antara industri rokok kretek dan petani harus kuat, harus ada keterbukaan, saling dukung mendukung. Industri rokok kretek harus menghargai hasil tanaman tembakau petani Nusantara, begitu juga petani harus mendukung industri rokok kretek nasional. Jangan sampai terjadi antara industri rokok kretek dan petani seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, sehingga stabilitas harga jual tembakau terjaga dengan baik. Contohnya, bisa jadi harga tembakau naik bagus saat cuaca tidak sesuai dan tidan mendukung tanaman tembakau, karena kelangkaan tembakau. Saat itu, banyak tanaman tembakau yang mati, atau banyak tanaman tembakau kuwalitasnya jelek. Nah, keadaan kelangkaan tembakau inilah memicu petani mendapatkan harga jual tembakaunya bagus. Sebaliknya, dengan cuaca dan iklim yang mendukung tanaman tembakau, belum tentu harga tanaman tembakau petani bagus. Bisa jadi harga yang diperoleh justru jauh dibawah harga saat cuaca tidak mendukung. Kenapa demikian, dimungkinkan jumlah atau kuantitas tanaman tembakau over, sehingga harga pasaran tembakau anjlok karena saking banyaknya persediaan tembakau. <\/p>\n\n\n\n Belum lagi, jika saat tembakau bagus akan tetapi kondisi pasaran rokok melemah, jelas akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Beda, walaupun kondisi tembakau tidak begitu bagus, namun permintaan pasar rokok kencang, bisa jadi harga pembelian tembakau bagus. <\/p>\n\n\n\n Jadi, faktor iklim dan cuaca memang bisa memprediksi bagus dan tidaknya kualitas dan kuantitas tembakau. Namun belum tentu dengan kualitas tembakau bagus mendapatkan harga jual bagus karena kuantitasnya berlebihan atau permintaan pasar rokok baru melemah. Realita perdagangan tembakau demikian saat ini. Ada petani yang merasakan keuntungan lebih dari hasil tanamannya di saat cuaca tidak mendukung. Sebaliknya ada petani yang merasa hasil tanaman tembakaunya tidak sesuai prediksi (keuntungan yang lebih) walaupun kualitas tembakaunya bagus dengan dukungan cuaca bagus. Ada juga, petani yang merasa mendapatkan harga tembakaunya bagus karena kuwalitas dengan daya dukung iklim. <\/p>\n\n\n\n Kedua,<\/strong> faktor regulasi dan kebijakan pemerintah. Faktor ini memang tidak mempengaruhi secara langsung harga jual tembakau. Namun justru faktor regulasi dan kebijakan pemerintah ini berdampak sangat signifikan terhadap permintaan tembakau, yang selanjutnya berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Kebijakan yang tidak melindungi tanaman tembakau, maka harga tembakau pasti semakin terpuruk, tembakau tidak dihargai lagi sebagai komuditas tanaman unggulan. Tak hanya itu, kebijakan yang tidak melindungi perusahan rokok dan tidak melindungi rokok pun akan berdampak terhadap harga jual tembakau.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Ambil contoh kebijakan kenaikan tarif cukai rokok yang rencananya sampai 23%, akan berdampak terhadap harga jual tembakau. logikanya, jika dampak kenaikan tarif cukai tersebut membuat permintaan pasar menurun, maka permintaan tembakau turun dan selanjutnya harga jual tembakau ikut menurun. Sebailiknya, dengan kenaikan tarif cukai naik, ternyata permintaan pasar rokok meningkat, maka permintaan tembakau pun meningkat dan kemudian harga tembakau ikut bagus.<\/p>\n\n\n\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok \u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n Faktor regulasi dan kebijakan yang melindungi rokok dan tembakau sangat penting untuk menentukan bagusnya harga tembakau. Apalgi jika kebijakan pemerintah tidak melindungi perusahaan rokok, tentu perusahan akan melakukan itung-itungan. Jika dalam kalkulasinya masih untung, pastinya perusahaan masih akan tetap berproduksi, dan masih akan membutuhkan tembakau.<\/p>\n\n\n\n Contoh kebijakan lain yang merugikan petani tembakau, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan perusahaan rokok dengan ketentuan 200m2<\/sup>, maka banyak industri rokok rumahan tutup, berakibat permintaan tembakau turun, terlebih tembakau kelas menengah ke bawah. Contoh lagi kebijakan pemerintah low nikotin dan tar, maka berdampak harga jual tembakau yang tidak memenuhi aturan pemerintah tersebut akan menurun. Sedangkan mayoritas tanaman tembakau petani Indonesia dengan kearifan lokalnya sulit untuk memenuhi aturan tersebut. <\/p>\n\n\n\n Jadi sebenarnya faktor harga jual tembakau sangat kompleks. Industri atau perusahaan rokok sebagai pihak yang melakukan permintaan tembakau dalam menentukan patokan harga beli pastinya memperhitungkan kuwalitas, kuantitas dan kebijakan pemerintah. Untuk itu harus ada sinergi antara industri rokok dan petani agar saling menguntungkan. Karena satu-satunya serapan tembakau terbesar di Indonesia hanya diperuntukkan sebagai bahan baku rokok kretek. Kalau nantinya industri rokok dirugikan adanya kebijakan pemerintah sudah pasti berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Selanjutnya jalinan antara industri rokok kretek dan petani harus kuat, harus ada keterbukaan, saling dukung mendukung. Industri rokok kretek harus menghargai hasil tanaman tembakau petani Nusantara, begitu juga petani harus mendukung industri rokok kretek nasional. Jangan sampai terjadi antara industri rokok kretek dan petani seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, sehingga stabilitas harga jual tembakau terjaga dengan baik. Baca: Mitologi Munculnya Srintil, Tembakau Terbaik dan Termahal di Dunia <\/a><\/p>\n\n\n\n Contohnya, bisa jadi harga tembakau naik bagus saat cuaca tidak sesuai dan tidan mendukung tanaman tembakau, karena kelangkaan tembakau. Saat itu, banyak tanaman tembakau yang mati, atau banyak tanaman tembakau kuwalitasnya jelek. Nah, keadaan kelangkaan tembakau inilah memicu petani mendapatkan harga jual tembakaunya bagus. Sebaliknya, dengan cuaca dan iklim yang mendukung tanaman tembakau, belum tentu harga tanaman tembakau petani bagus. Bisa jadi harga yang diperoleh justru jauh dibawah harga saat cuaca tidak mendukung. Kenapa demikian, dimungkinkan jumlah atau kuantitas tanaman tembakau over, sehingga harga pasaran tembakau anjlok karena saking banyaknya persediaan tembakau. <\/p>\n\n\n\n Belum lagi, jika saat tembakau bagus akan tetapi kondisi pasaran rokok melemah, jelas akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Beda, walaupun kondisi tembakau tidak begitu bagus, namun permintaan pasar rokok kencang, bisa jadi harga pembelian tembakau bagus. <\/p>\n\n\n\n Jadi, faktor iklim dan cuaca memang bisa memprediksi bagus dan tidaknya kualitas dan kuantitas tembakau. Namun belum tentu dengan kualitas tembakau bagus mendapatkan harga jual bagus karena kuantitasnya berlebihan atau permintaan pasar rokok baru melemah. Realita perdagangan tembakau demikian saat ini. Ada petani yang merasakan keuntungan lebih dari hasil tanamannya di saat cuaca tidak mendukung. Sebaliknya ada petani yang merasa hasil tanaman tembakaunya tidak sesuai prediksi (keuntungan yang lebih) walaupun kualitas tembakaunya bagus dengan dukungan cuaca bagus. Ada juga, petani yang merasa mendapatkan harga tembakaunya bagus karena kuwalitas dengan daya dukung iklim. <\/p>\n\n\n\n Kedua,<\/strong> faktor regulasi dan kebijakan pemerintah. Faktor ini memang tidak mempengaruhi secara langsung harga jual tembakau. Namun justru faktor regulasi dan kebijakan pemerintah ini berdampak sangat signifikan terhadap permintaan tembakau, yang selanjutnya berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Kebijakan yang tidak melindungi tanaman tembakau, maka harga tembakau pasti semakin terpuruk, tembakau tidak dihargai lagi sebagai komuditas tanaman unggulan. Tak hanya itu, kebijakan yang tidak melindungi perusahan rokok dan tidak melindungi rokok pun akan berdampak terhadap harga jual tembakau.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Ambil contoh kebijakan kenaikan tarif cukai rokok yang rencananya sampai 23%, akan berdampak terhadap harga jual tembakau. logikanya, jika dampak kenaikan tarif cukai tersebut membuat permintaan pasar menurun, maka permintaan tembakau turun dan selanjutnya harga jual tembakau ikut menurun. Sebailiknya, dengan kenaikan tarif cukai naik, ternyata permintaan pasar rokok meningkat, maka permintaan tembakau pun meningkat dan kemudian harga tembakau ikut bagus.<\/p>\n\n\n\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok \u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n Faktor regulasi dan kebijakan yang melindungi rokok dan tembakau sangat penting untuk menentukan bagusnya harga tembakau. Apalgi jika kebijakan pemerintah tidak melindungi perusahaan rokok, tentu perusahan akan melakukan itung-itungan. Jika dalam kalkulasinya masih untung, pastinya perusahaan masih akan tetap berproduksi, dan masih akan membutuhkan tembakau.<\/p>\n\n\n\n Contoh kebijakan lain yang merugikan petani tembakau, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan perusahaan rokok dengan ketentuan 200m2<\/sup>, maka banyak industri rokok rumahan tutup, berakibat permintaan tembakau turun, terlebih tembakau kelas menengah ke bawah. Contoh lagi kebijakan pemerintah low nikotin dan tar, maka berdampak harga jual tembakau yang tidak memenuhi aturan pemerintah tersebut akan menurun. Sedangkan mayoritas tanaman tembakau petani Indonesia dengan kearifan lokalnya sulit untuk memenuhi aturan tersebut. <\/p>\n\n\n\n Jadi sebenarnya faktor harga jual tembakau sangat kompleks. Industri atau perusahaan rokok sebagai pihak yang melakukan permintaan tembakau dalam menentukan patokan harga beli pastinya memperhitungkan kuwalitas, kuantitas dan kebijakan pemerintah. Untuk itu harus ada sinergi antara industri rokok dan petani agar saling menguntungkan. Karena satu-satunya serapan tembakau terbesar di Indonesia hanya diperuntukkan sebagai bahan baku rokok kretek. Kalau nantinya industri rokok dirugikan adanya kebijakan pemerintah sudah pasti berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Selanjutnya jalinan antara industri rokok kretek dan petani harus kuat, harus ada keterbukaan, saling dukung mendukung. Industri rokok kretek harus menghargai hasil tanaman tembakau petani Nusantara, begitu juga petani harus mendukung industri rokok kretek nasional. Jangan sampai terjadi antara industri rokok kretek dan petani seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, sehingga stabilitas harga jual tembakau terjaga dengan baik. Di tahun-tahun terakhir ini faktor cuaca selain sulit diprediksi juga sudah bisa dibuat patokan untuk mendapatkan harga tembakau bagus. Mungkin dahulu ya, dengan cuaca yang mendukung, hasil tanaman bagus, harga jual tembakau bagus. Sekarang belum tentu demikian, karena banyak faktor.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Mitologi Munculnya Srintil, Tembakau Terbaik dan Termahal di Dunia <\/a><\/p>\n\n\n\n Contohnya, bisa jadi harga tembakau naik bagus saat cuaca tidak sesuai dan tidan mendukung tanaman tembakau, karena kelangkaan tembakau. Saat itu, banyak tanaman tembakau yang mati, atau banyak tanaman tembakau kuwalitasnya jelek. Nah, keadaan kelangkaan tembakau inilah memicu petani mendapatkan harga jual tembakaunya bagus. Sebaliknya, dengan cuaca dan iklim yang mendukung tanaman tembakau, belum tentu harga tanaman tembakau petani bagus. Bisa jadi harga yang diperoleh justru jauh dibawah harga saat cuaca tidak mendukung. Kenapa demikian, dimungkinkan jumlah atau kuantitas tanaman tembakau over, sehingga harga pasaran tembakau anjlok karena saking banyaknya persediaan tembakau. <\/p>\n\n\n\n Belum lagi, jika saat tembakau bagus akan tetapi kondisi pasaran rokok melemah, jelas akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Beda, walaupun kondisi tembakau tidak begitu bagus, namun permintaan pasar rokok kencang, bisa jadi harga pembelian tembakau bagus. <\/p>\n\n\n\n Jadi, faktor iklim dan cuaca memang bisa memprediksi bagus dan tidaknya kualitas dan kuantitas tembakau. Namun belum tentu dengan kualitas tembakau bagus mendapatkan harga jual bagus karena kuantitasnya berlebihan atau permintaan pasar rokok baru melemah. Realita perdagangan tembakau demikian saat ini. Ada petani yang merasakan keuntungan lebih dari hasil tanamannya di saat cuaca tidak mendukung. Sebaliknya ada petani yang merasa hasil tanaman tembakaunya tidak sesuai prediksi (keuntungan yang lebih) walaupun kualitas tembakaunya bagus dengan dukungan cuaca bagus. Ada juga, petani yang merasa mendapatkan harga tembakaunya bagus karena kuwalitas dengan daya dukung iklim. <\/p>\n\n\n\n Kedua,<\/strong> faktor regulasi dan kebijakan pemerintah. Faktor ini memang tidak mempengaruhi secara langsung harga jual tembakau. Namun justru faktor regulasi dan kebijakan pemerintah ini berdampak sangat signifikan terhadap permintaan tembakau, yang selanjutnya berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Kebijakan yang tidak melindungi tanaman tembakau, maka harga tembakau pasti semakin terpuruk, tembakau tidak dihargai lagi sebagai komuditas tanaman unggulan. Tak hanya itu, kebijakan yang tidak melindungi perusahan rokok dan tidak melindungi rokok pun akan berdampak terhadap harga jual tembakau.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Ambil contoh kebijakan kenaikan tarif cukai rokok yang rencananya sampai 23%, akan berdampak terhadap harga jual tembakau. logikanya, jika dampak kenaikan tarif cukai tersebut membuat permintaan pasar menurun, maka permintaan tembakau turun dan selanjutnya harga jual tembakau ikut menurun. Sebailiknya, dengan kenaikan tarif cukai naik, ternyata permintaan pasar rokok meningkat, maka permintaan tembakau pun meningkat dan kemudian harga tembakau ikut bagus.<\/p>\n\n\n\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok \u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n Faktor regulasi dan kebijakan yang melindungi rokok dan tembakau sangat penting untuk menentukan bagusnya harga tembakau. Apalgi jika kebijakan pemerintah tidak melindungi perusahaan rokok, tentu perusahan akan melakukan itung-itungan. Jika dalam kalkulasinya masih untung, pastinya perusahaan masih akan tetap berproduksi, dan masih akan membutuhkan tembakau.<\/p>\n\n\n\n Contoh kebijakan lain yang merugikan petani tembakau, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan perusahaan rokok dengan ketentuan 200m2<\/sup>, maka banyak industri rokok rumahan tutup, berakibat permintaan tembakau turun, terlebih tembakau kelas menengah ke bawah. Contoh lagi kebijakan pemerintah low nikotin dan tar, maka berdampak harga jual tembakau yang tidak memenuhi aturan pemerintah tersebut akan menurun. Sedangkan mayoritas tanaman tembakau petani Indonesia dengan kearifan lokalnya sulit untuk memenuhi aturan tersebut. <\/p>\n\n\n\n Jadi sebenarnya faktor harga jual tembakau sangat kompleks. Industri atau perusahaan rokok sebagai pihak yang melakukan permintaan tembakau dalam menentukan patokan harga beli pastinya memperhitungkan kuwalitas, kuantitas dan kebijakan pemerintah. Untuk itu harus ada sinergi antara industri rokok dan petani agar saling menguntungkan. Karena satu-satunya serapan tembakau terbesar di Indonesia hanya diperuntukkan sebagai bahan baku rokok kretek. Kalau nantinya industri rokok dirugikan adanya kebijakan pemerintah sudah pasti berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Selanjutnya jalinan antara industri rokok kretek dan petani harus kuat, harus ada keterbukaan, saling dukung mendukung. Industri rokok kretek harus menghargai hasil tanaman tembakau petani Nusantara, begitu juga petani harus mendukung industri rokok kretek nasional. Jangan sampai terjadi antara industri rokok kretek dan petani seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, sehingga stabilitas harga jual tembakau terjaga dengan baik. Pertama;<\/strong> faktor iklim \/ cuaca, di saat memulai tanam tembakau air hujan masih terlihat menetes, kemudian menjelang panen musim kemarau tiba, biasanya kualitas dan kuantitas tembakau petani bagus. Di saat itu pula diiringi harga jual tembakau bagus, dan petani mendapatkan keuntungan. Inilah kejadian dan kebiasaan yang terjadi. Di saat cuaca mudah diprediksi, petani mudah memperkirakan hasil tanaman tembakaunya. Sebaliknya, ketika cuaca sulit diprediksi, petani hanya pasrah. Seperti halnya, di tahun-tahun terakhir ini, iklim dan cuaca sulit diprediksi, bahkan cenderung berubah dari kebiasan. Waktu mulai tanam sampai menjelang panen, terkadang intensitas hujan turun masih tinggi, berdampak terhadap kualitas dan kuantitas tanaman tembakau menurun. Karena tembakau, termasuk tanaman yang tidak memerlukan banyak air. Jika kebanyakan air, akan membusuk dan mati atau kualitasnya jelek.<\/p>\n\n\n\n Di tahun-tahun terakhir ini faktor cuaca selain sulit diprediksi juga sudah bisa dibuat patokan untuk mendapatkan harga tembakau bagus. Mungkin dahulu ya, dengan cuaca yang mendukung, hasil tanaman bagus, harga jual tembakau bagus. Sekarang belum tentu demikian, karena banyak faktor.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Mitologi Munculnya Srintil, Tembakau Terbaik dan Termahal di Dunia <\/a><\/p>\n\n\n\n Contohnya, bisa jadi harga tembakau naik bagus saat cuaca tidak sesuai dan tidan mendukung tanaman tembakau, karena kelangkaan tembakau. Saat itu, banyak tanaman tembakau yang mati, atau banyak tanaman tembakau kuwalitasnya jelek. Nah, keadaan kelangkaan tembakau inilah memicu petani mendapatkan harga jual tembakaunya bagus. Sebaliknya, dengan cuaca dan iklim yang mendukung tanaman tembakau, belum tentu harga tanaman tembakau petani bagus. Bisa jadi harga yang diperoleh justru jauh dibawah harga saat cuaca tidak mendukung. Kenapa demikian, dimungkinkan jumlah atau kuantitas tanaman tembakau over, sehingga harga pasaran tembakau anjlok karena saking banyaknya persediaan tembakau. <\/p>\n\n\n\n Belum lagi, jika saat tembakau bagus akan tetapi kondisi pasaran rokok melemah, jelas akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Beda, walaupun kondisi tembakau tidak begitu bagus, namun permintaan pasar rokok kencang, bisa jadi harga pembelian tembakau bagus. <\/p>\n\n\n\n Jadi, faktor iklim dan cuaca memang bisa memprediksi bagus dan tidaknya kualitas dan kuantitas tembakau. Namun belum tentu dengan kualitas tembakau bagus mendapatkan harga jual bagus karena kuantitasnya berlebihan atau permintaan pasar rokok baru melemah. Realita perdagangan tembakau demikian saat ini. Ada petani yang merasakan keuntungan lebih dari hasil tanamannya di saat cuaca tidak mendukung. Sebaliknya ada petani yang merasa hasil tanaman tembakaunya tidak sesuai prediksi (keuntungan yang lebih) walaupun kualitas tembakaunya bagus dengan dukungan cuaca bagus. Ada juga, petani yang merasa mendapatkan harga tembakaunya bagus karena kuwalitas dengan daya dukung iklim. <\/p>\n\n\n\n Kedua,<\/strong> faktor regulasi dan kebijakan pemerintah. Faktor ini memang tidak mempengaruhi secara langsung harga jual tembakau. Namun justru faktor regulasi dan kebijakan pemerintah ini berdampak sangat signifikan terhadap permintaan tembakau, yang selanjutnya berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Kebijakan yang tidak melindungi tanaman tembakau, maka harga tembakau pasti semakin terpuruk, tembakau tidak dihargai lagi sebagai komuditas tanaman unggulan. Tak hanya itu, kebijakan yang tidak melindungi perusahan rokok dan tidak melindungi rokok pun akan berdampak terhadap harga jual tembakau.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Ambil contoh kebijakan kenaikan tarif cukai rokok yang rencananya sampai 23%, akan berdampak terhadap harga jual tembakau. logikanya, jika dampak kenaikan tarif cukai tersebut membuat permintaan pasar menurun, maka permintaan tembakau turun dan selanjutnya harga jual tembakau ikut menurun. Sebailiknya, dengan kenaikan tarif cukai naik, ternyata permintaan pasar rokok meningkat, maka permintaan tembakau pun meningkat dan kemudian harga tembakau ikut bagus.<\/p>\n\n\n\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok \u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n Faktor regulasi dan kebijakan yang melindungi rokok dan tembakau sangat penting untuk menentukan bagusnya harga tembakau. Apalgi jika kebijakan pemerintah tidak melindungi perusahaan rokok, tentu perusahan akan melakukan itung-itungan. Jika dalam kalkulasinya masih untung, pastinya perusahaan masih akan tetap berproduksi, dan masih akan membutuhkan tembakau.<\/p>\n\n\n\n Contoh kebijakan lain yang merugikan petani tembakau, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan perusahaan rokok dengan ketentuan 200m2<\/sup>, maka banyak industri rokok rumahan tutup, berakibat permintaan tembakau turun, terlebih tembakau kelas menengah ke bawah. Contoh lagi kebijakan pemerintah low nikotin dan tar, maka berdampak harga jual tembakau yang tidak memenuhi aturan pemerintah tersebut akan menurun. Sedangkan mayoritas tanaman tembakau petani Indonesia dengan kearifan lokalnya sulit untuk memenuhi aturan tersebut. <\/p>\n\n\n\n Jadi sebenarnya faktor harga jual tembakau sangat kompleks. Industri atau perusahaan rokok sebagai pihak yang melakukan permintaan tembakau dalam menentukan patokan harga beli pastinya memperhitungkan kuwalitas, kuantitas dan kebijakan pemerintah. Untuk itu harus ada sinergi antara industri rokok dan petani agar saling menguntungkan. Karena satu-satunya serapan tembakau terbesar di Indonesia hanya diperuntukkan sebagai bahan baku rokok kretek. Kalau nantinya industri rokok dirugikan adanya kebijakan pemerintah sudah pasti berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Selanjutnya jalinan antara industri rokok kretek dan petani harus kuat, harus ada keterbukaan, saling dukung mendukung. Industri rokok kretek harus menghargai hasil tanaman tembakau petani Nusantara, begitu juga petani harus mendukung industri rokok kretek nasional. Jangan sampai terjadi antara industri rokok kretek dan petani seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, sehingga stabilitas harga jual tembakau terjaga dengan baik. Artinya, semua yang berpengaruh terhadap perusahaan rokok, itulah nanti akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Petani hanya punya perkiraan harga berdasarkan \u201ctiten\u201d atau kebiasaan, tidak bisa dipastikan, karena harga tembakau sangat ditentukan oleh dinamika alam, situasai dan kondisi rokok di lapangan, diantaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n Pertama;<\/strong> faktor iklim \/ cuaca, di saat memulai tanam tembakau air hujan masih terlihat menetes, kemudian menjelang panen musim kemarau tiba, biasanya kualitas dan kuantitas tembakau petani bagus. Di saat itu pula diiringi harga jual tembakau bagus, dan petani mendapatkan keuntungan. Inilah kejadian dan kebiasaan yang terjadi. Di saat cuaca mudah diprediksi, petani mudah memperkirakan hasil tanaman tembakaunya. Sebaliknya, ketika cuaca sulit diprediksi, petani hanya pasrah. Seperti halnya, di tahun-tahun terakhir ini, iklim dan cuaca sulit diprediksi, bahkan cenderung berubah dari kebiasan. Waktu mulai tanam sampai menjelang panen, terkadang intensitas hujan turun masih tinggi, berdampak terhadap kualitas dan kuantitas tanaman tembakau menurun. Karena tembakau, termasuk tanaman yang tidak memerlukan banyak air. Jika kebanyakan air, akan membusuk dan mati atau kualitasnya jelek.<\/p>\n\n\n\n Di tahun-tahun terakhir ini faktor cuaca selain sulit diprediksi juga sudah bisa dibuat patokan untuk mendapatkan harga tembakau bagus. Mungkin dahulu ya, dengan cuaca yang mendukung, hasil tanaman bagus, harga jual tembakau bagus. Sekarang belum tentu demikian, karena banyak faktor.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Mitologi Munculnya Srintil, Tembakau Terbaik dan Termahal di Dunia <\/a><\/p>\n\n\n\n Contohnya, bisa jadi harga tembakau naik bagus saat cuaca tidak sesuai dan tidan mendukung tanaman tembakau, karena kelangkaan tembakau. Saat itu, banyak tanaman tembakau yang mati, atau banyak tanaman tembakau kuwalitasnya jelek. Nah, keadaan kelangkaan tembakau inilah memicu petani mendapatkan harga jual tembakaunya bagus. Sebaliknya, dengan cuaca dan iklim yang mendukung tanaman tembakau, belum tentu harga tanaman tembakau petani bagus. Bisa jadi harga yang diperoleh justru jauh dibawah harga saat cuaca tidak mendukung. Kenapa demikian, dimungkinkan jumlah atau kuantitas tanaman tembakau over, sehingga harga pasaran tembakau anjlok karena saking banyaknya persediaan tembakau. <\/p>\n\n\n\n Belum lagi, jika saat tembakau bagus akan tetapi kondisi pasaran rokok melemah, jelas akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Beda, walaupun kondisi tembakau tidak begitu bagus, namun permintaan pasar rokok kencang, bisa jadi harga pembelian tembakau bagus. <\/p>\n\n\n\n Jadi, faktor iklim dan cuaca memang bisa memprediksi bagus dan tidaknya kualitas dan kuantitas tembakau. Namun belum tentu dengan kualitas tembakau bagus mendapatkan harga jual bagus karena kuantitasnya berlebihan atau permintaan pasar rokok baru melemah. Realita perdagangan tembakau demikian saat ini. Ada petani yang merasakan keuntungan lebih dari hasil tanamannya di saat cuaca tidak mendukung. Sebaliknya ada petani yang merasa hasil tanaman tembakaunya tidak sesuai prediksi (keuntungan yang lebih) walaupun kualitas tembakaunya bagus dengan dukungan cuaca bagus. Ada juga, petani yang merasa mendapatkan harga tembakaunya bagus karena kuwalitas dengan daya dukung iklim. <\/p>\n\n\n\n Kedua,<\/strong> faktor regulasi dan kebijakan pemerintah. Faktor ini memang tidak mempengaruhi secara langsung harga jual tembakau. Namun justru faktor regulasi dan kebijakan pemerintah ini berdampak sangat signifikan terhadap permintaan tembakau, yang selanjutnya berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Kebijakan yang tidak melindungi tanaman tembakau, maka harga tembakau pasti semakin terpuruk, tembakau tidak dihargai lagi sebagai komuditas tanaman unggulan. Tak hanya itu, kebijakan yang tidak melindungi perusahan rokok dan tidak melindungi rokok pun akan berdampak terhadap harga jual tembakau.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Ambil contoh kebijakan kenaikan tarif cukai rokok yang rencananya sampai 23%, akan berdampak terhadap harga jual tembakau. logikanya, jika dampak kenaikan tarif cukai tersebut membuat permintaan pasar menurun, maka permintaan tembakau turun dan selanjutnya harga jual tembakau ikut menurun. Sebailiknya, dengan kenaikan tarif cukai naik, ternyata permintaan pasar rokok meningkat, maka permintaan tembakau pun meningkat dan kemudian harga tembakau ikut bagus.<\/p>\n\n\n\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok \u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n Faktor regulasi dan kebijakan yang melindungi rokok dan tembakau sangat penting untuk menentukan bagusnya harga tembakau. Apalgi jika kebijakan pemerintah tidak melindungi perusahaan rokok, tentu perusahan akan melakukan itung-itungan. Jika dalam kalkulasinya masih untung, pastinya perusahaan masih akan tetap berproduksi, dan masih akan membutuhkan tembakau.<\/p>\n\n\n\n Contoh kebijakan lain yang merugikan petani tembakau, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan perusahaan rokok dengan ketentuan 200m2<\/sup>, maka banyak industri rokok rumahan tutup, berakibat permintaan tembakau turun, terlebih tembakau kelas menengah ke bawah. Contoh lagi kebijakan pemerintah low nikotin dan tar, maka berdampak harga jual tembakau yang tidak memenuhi aturan pemerintah tersebut akan menurun. Sedangkan mayoritas tanaman tembakau petani Indonesia dengan kearifan lokalnya sulit untuk memenuhi aturan tersebut. <\/p>\n\n\n\n Jadi sebenarnya faktor harga jual tembakau sangat kompleks. Industri atau perusahaan rokok sebagai pihak yang melakukan permintaan tembakau dalam menentukan patokan harga beli pastinya memperhitungkan kuwalitas, kuantitas dan kebijakan pemerintah. Untuk itu harus ada sinergi antara industri rokok dan petani agar saling menguntungkan. Karena satu-satunya serapan tembakau terbesar di Indonesia hanya diperuntukkan sebagai bahan baku rokok kretek. Kalau nantinya industri rokok dirugikan adanya kebijakan pemerintah sudah pasti berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Selanjutnya jalinan antara industri rokok kretek dan petani harus kuat, harus ada keterbukaan, saling dukung mendukung. Industri rokok kretek harus menghargai hasil tanaman tembakau petani Nusantara, begitu juga petani harus mendukung industri rokok kretek nasional. Jangan sampai terjadi antara industri rokok kretek dan petani seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, sehingga stabilitas harga jual tembakau terjaga dengan baik. Baca: Naiknya Cukai Rokok Ancaman Bagi Buruh Industri Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n Artinya, semua yang berpengaruh terhadap perusahaan rokok, itulah nanti akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Petani hanya punya perkiraan harga berdasarkan \u201ctiten\u201d atau kebiasaan, tidak bisa dipastikan, karena harga tembakau sangat ditentukan oleh dinamika alam, situasai dan kondisi rokok di lapangan, diantaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n Pertama;<\/strong> faktor iklim \/ cuaca, di saat memulai tanam tembakau air hujan masih terlihat menetes, kemudian menjelang panen musim kemarau tiba, biasanya kualitas dan kuantitas tembakau petani bagus. Di saat itu pula diiringi harga jual tembakau bagus, dan petani mendapatkan keuntungan. Inilah kejadian dan kebiasaan yang terjadi. Di saat cuaca mudah diprediksi, petani mudah memperkirakan hasil tanaman tembakaunya. Sebaliknya, ketika cuaca sulit diprediksi, petani hanya pasrah. Seperti halnya, di tahun-tahun terakhir ini, iklim dan cuaca sulit diprediksi, bahkan cenderung berubah dari kebiasan. Waktu mulai tanam sampai menjelang panen, terkadang intensitas hujan turun masih tinggi, berdampak terhadap kualitas dan kuantitas tanaman tembakau menurun. Karena tembakau, termasuk tanaman yang tidak memerlukan banyak air. Jika kebanyakan air, akan membusuk dan mati atau kualitasnya jelek.<\/p>\n\n\n\n Di tahun-tahun terakhir ini faktor cuaca selain sulit diprediksi juga sudah bisa dibuat patokan untuk mendapatkan harga tembakau bagus. Mungkin dahulu ya, dengan cuaca yang mendukung, hasil tanaman bagus, harga jual tembakau bagus. Sekarang belum tentu demikian, karena banyak faktor.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Mitologi Munculnya Srintil, Tembakau Terbaik dan Termahal di Dunia <\/a><\/p>\n\n\n\n Contohnya, bisa jadi harga tembakau naik bagus saat cuaca tidak sesuai dan tidan mendukung tanaman tembakau, karena kelangkaan tembakau. Saat itu, banyak tanaman tembakau yang mati, atau banyak tanaman tembakau kuwalitasnya jelek. Nah, keadaan kelangkaan tembakau inilah memicu petani mendapatkan harga jual tembakaunya bagus. Sebaliknya, dengan cuaca dan iklim yang mendukung tanaman tembakau, belum tentu harga tanaman tembakau petani bagus. Bisa jadi harga yang diperoleh justru jauh dibawah harga saat cuaca tidak mendukung. Kenapa demikian, dimungkinkan jumlah atau kuantitas tanaman tembakau over, sehingga harga pasaran tembakau anjlok karena saking banyaknya persediaan tembakau. <\/p>\n\n\n\n Belum lagi, jika saat tembakau bagus akan tetapi kondisi pasaran rokok melemah, jelas akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Beda, walaupun kondisi tembakau tidak begitu bagus, namun permintaan pasar rokok kencang, bisa jadi harga pembelian tembakau bagus. <\/p>\n\n\n\n Jadi, faktor iklim dan cuaca memang bisa memprediksi bagus dan tidaknya kualitas dan kuantitas tembakau. Namun belum tentu dengan kualitas tembakau bagus mendapatkan harga jual bagus karena kuantitasnya berlebihan atau permintaan pasar rokok baru melemah. Realita perdagangan tembakau demikian saat ini. Ada petani yang merasakan keuntungan lebih dari hasil tanamannya di saat cuaca tidak mendukung. Sebaliknya ada petani yang merasa hasil tanaman tembakaunya tidak sesuai prediksi (keuntungan yang lebih) walaupun kualitas tembakaunya bagus dengan dukungan cuaca bagus. Ada juga, petani yang merasa mendapatkan harga tembakaunya bagus karena kuwalitas dengan daya dukung iklim. <\/p>\n\n\n\n Kedua,<\/strong> faktor regulasi dan kebijakan pemerintah. Faktor ini memang tidak mempengaruhi secara langsung harga jual tembakau. Namun justru faktor regulasi dan kebijakan pemerintah ini berdampak sangat signifikan terhadap permintaan tembakau, yang selanjutnya berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Kebijakan yang tidak melindungi tanaman tembakau, maka harga tembakau pasti semakin terpuruk, tembakau tidak dihargai lagi sebagai komuditas tanaman unggulan. Tak hanya itu, kebijakan yang tidak melindungi perusahan rokok dan tidak melindungi rokok pun akan berdampak terhadap harga jual tembakau.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Ambil contoh kebijakan kenaikan tarif cukai rokok yang rencananya sampai 23%, akan berdampak terhadap harga jual tembakau. logikanya, jika dampak kenaikan tarif cukai tersebut membuat permintaan pasar menurun, maka permintaan tembakau turun dan selanjutnya harga jual tembakau ikut menurun. Sebailiknya, dengan kenaikan tarif cukai naik, ternyata permintaan pasar rokok meningkat, maka permintaan tembakau pun meningkat dan kemudian harga tembakau ikut bagus.<\/p>\n\n\n\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok \u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n Faktor regulasi dan kebijakan yang melindungi rokok dan tembakau sangat penting untuk menentukan bagusnya harga tembakau. Apalgi jika kebijakan pemerintah tidak melindungi perusahaan rokok, tentu perusahan akan melakukan itung-itungan. Jika dalam kalkulasinya masih untung, pastinya perusahaan masih akan tetap berproduksi, dan masih akan membutuhkan tembakau.<\/p>\n\n\n\n Contoh kebijakan lain yang merugikan petani tembakau, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan perusahaan rokok dengan ketentuan 200m2<\/sup>, maka banyak industri rokok rumahan tutup, berakibat permintaan tembakau turun, terlebih tembakau kelas menengah ke bawah. Contoh lagi kebijakan pemerintah low nikotin dan tar, maka berdampak harga jual tembakau yang tidak memenuhi aturan pemerintah tersebut akan menurun. Sedangkan mayoritas tanaman tembakau petani Indonesia dengan kearifan lokalnya sulit untuk memenuhi aturan tersebut. <\/p>\n\n\n\n Jadi sebenarnya faktor harga jual tembakau sangat kompleks. Industri atau perusahaan rokok sebagai pihak yang melakukan permintaan tembakau dalam menentukan patokan harga beli pastinya memperhitungkan kuwalitas, kuantitas dan kebijakan pemerintah. Untuk itu harus ada sinergi antara industri rokok dan petani agar saling menguntungkan. Karena satu-satunya serapan tembakau terbesar di Indonesia hanya diperuntukkan sebagai bahan baku rokok kretek. Kalau nantinya industri rokok dirugikan adanya kebijakan pemerintah sudah pasti berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Selanjutnya jalinan antara industri rokok kretek dan petani harus kuat, harus ada keterbukaan, saling dukung mendukung. Industri rokok kretek harus menghargai hasil tanaman tembakau petani Nusantara, begitu juga petani harus mendukung industri rokok kretek nasional. Jangan sampai terjadi antara industri rokok kretek dan petani seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, sehingga stabilitas harga jual tembakau terjaga dengan baik. Masa panen adalah saat yang dinanti-nanti petani tembakau. Tentunya harapan petani, tanaman tembakaunaya tumbuh dengan baik, kualitas bagus dan jumlahnya banyak, serta harganya bagus. Di saat tanaman tembakaunya bagus, baik kualitas dan kuantitasnya, biasanya diikuti dengan harga bagus pula. Namun tidak bisa dipastikan, karena masalah harga tidak bisa petani serta merta yang menentukan, ada faktor yang sanagat kompleks. Yaitu situasi dan kondisi sektor pertembakauan di lapangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Naiknya Cukai Rokok Ancaman Bagi Buruh Industri Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n Artinya, semua yang berpengaruh terhadap perusahaan rokok, itulah nanti akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Petani hanya punya perkiraan harga berdasarkan \u201ctiten\u201d atau kebiasaan, tidak bisa dipastikan, karena harga tembakau sangat ditentukan oleh dinamika alam, situasai dan kondisi rokok di lapangan, diantaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n Pertama;<\/strong> faktor iklim \/ cuaca, di saat memulai tanam tembakau air hujan masih terlihat menetes, kemudian menjelang panen musim kemarau tiba, biasanya kualitas dan kuantitas tembakau petani bagus. Di saat itu pula diiringi harga jual tembakau bagus, dan petani mendapatkan keuntungan. Inilah kejadian dan kebiasaan yang terjadi. Di saat cuaca mudah diprediksi, petani mudah memperkirakan hasil tanaman tembakaunya. Sebaliknya, ketika cuaca sulit diprediksi, petani hanya pasrah. Seperti halnya, di tahun-tahun terakhir ini, iklim dan cuaca sulit diprediksi, bahkan cenderung berubah dari kebiasan. Waktu mulai tanam sampai menjelang panen, terkadang intensitas hujan turun masih tinggi, berdampak terhadap kualitas dan kuantitas tanaman tembakau menurun. Karena tembakau, termasuk tanaman yang tidak memerlukan banyak air. Jika kebanyakan air, akan membusuk dan mati atau kualitasnya jelek.<\/p>\n\n\n\n Di tahun-tahun terakhir ini faktor cuaca selain sulit diprediksi juga sudah bisa dibuat patokan untuk mendapatkan harga tembakau bagus. Mungkin dahulu ya, dengan cuaca yang mendukung, hasil tanaman bagus, harga jual tembakau bagus. Sekarang belum tentu demikian, karena banyak faktor.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Mitologi Munculnya Srintil, Tembakau Terbaik dan Termahal di Dunia <\/a><\/p>\n\n\n\n Contohnya, bisa jadi harga tembakau naik bagus saat cuaca tidak sesuai dan tidan mendukung tanaman tembakau, karena kelangkaan tembakau. Saat itu, banyak tanaman tembakau yang mati, atau banyak tanaman tembakau kuwalitasnya jelek. Nah, keadaan kelangkaan tembakau inilah memicu petani mendapatkan harga jual tembakaunya bagus. Sebaliknya, dengan cuaca dan iklim yang mendukung tanaman tembakau, belum tentu harga tanaman tembakau petani bagus. Bisa jadi harga yang diperoleh justru jauh dibawah harga saat cuaca tidak mendukung. Kenapa demikian, dimungkinkan jumlah atau kuantitas tanaman tembakau over, sehingga harga pasaran tembakau anjlok karena saking banyaknya persediaan tembakau. <\/p>\n\n\n\n Belum lagi, jika saat tembakau bagus akan tetapi kondisi pasaran rokok melemah, jelas akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Beda, walaupun kondisi tembakau tidak begitu bagus, namun permintaan pasar rokok kencang, bisa jadi harga pembelian tembakau bagus. <\/p>\n\n\n\n Jadi, faktor iklim dan cuaca memang bisa memprediksi bagus dan tidaknya kualitas dan kuantitas tembakau. Namun belum tentu dengan kualitas tembakau bagus mendapatkan harga jual bagus karena kuantitasnya berlebihan atau permintaan pasar rokok baru melemah. Realita perdagangan tembakau demikian saat ini. Ada petani yang merasakan keuntungan lebih dari hasil tanamannya di saat cuaca tidak mendukung. Sebaliknya ada petani yang merasa hasil tanaman tembakaunya tidak sesuai prediksi (keuntungan yang lebih) walaupun kualitas tembakaunya bagus dengan dukungan cuaca bagus. Ada juga, petani yang merasa mendapatkan harga tembakaunya bagus karena kuwalitas dengan daya dukung iklim. <\/p>\n\n\n\n Kedua,<\/strong> faktor regulasi dan kebijakan pemerintah. Faktor ini memang tidak mempengaruhi secara langsung harga jual tembakau. Namun justru faktor regulasi dan kebijakan pemerintah ini berdampak sangat signifikan terhadap permintaan tembakau, yang selanjutnya berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Kebijakan yang tidak melindungi tanaman tembakau, maka harga tembakau pasti semakin terpuruk, tembakau tidak dihargai lagi sebagai komuditas tanaman unggulan. Tak hanya itu, kebijakan yang tidak melindungi perusahan rokok dan tidak melindungi rokok pun akan berdampak terhadap harga jual tembakau.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Ambil contoh kebijakan kenaikan tarif cukai rokok yang rencananya sampai 23%, akan berdampak terhadap harga jual tembakau. logikanya, jika dampak kenaikan tarif cukai tersebut membuat permintaan pasar menurun, maka permintaan tembakau turun dan selanjutnya harga jual tembakau ikut menurun. Sebailiknya, dengan kenaikan tarif cukai naik, ternyata permintaan pasar rokok meningkat, maka permintaan tembakau pun meningkat dan kemudian harga tembakau ikut bagus.<\/p>\n\n\n\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok \u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n Faktor regulasi dan kebijakan yang melindungi rokok dan tembakau sangat penting untuk menentukan bagusnya harga tembakau. Apalgi jika kebijakan pemerintah tidak melindungi perusahaan rokok, tentu perusahan akan melakukan itung-itungan. Jika dalam kalkulasinya masih untung, pastinya perusahaan masih akan tetap berproduksi, dan masih akan membutuhkan tembakau.<\/p>\n\n\n\n Contoh kebijakan lain yang merugikan petani tembakau, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan perusahaan rokok dengan ketentuan 200m2<\/sup>, maka banyak industri rokok rumahan tutup, berakibat permintaan tembakau turun, terlebih tembakau kelas menengah ke bawah. Contoh lagi kebijakan pemerintah low nikotin dan tar, maka berdampak harga jual tembakau yang tidak memenuhi aturan pemerintah tersebut akan menurun. Sedangkan mayoritas tanaman tembakau petani Indonesia dengan kearifan lokalnya sulit untuk memenuhi aturan tersebut. <\/p>\n\n\n\n Jadi sebenarnya faktor harga jual tembakau sangat kompleks. Industri atau perusahaan rokok sebagai pihak yang melakukan permintaan tembakau dalam menentukan patokan harga beli pastinya memperhitungkan kuwalitas, kuantitas dan kebijakan pemerintah. Untuk itu harus ada sinergi antara industri rokok dan petani agar saling menguntungkan. Karena satu-satunya serapan tembakau terbesar di Indonesia hanya diperuntukkan sebagai bahan baku rokok kretek. Kalau nantinya industri rokok dirugikan adanya kebijakan pemerintah sudah pasti berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Selanjutnya jalinan antara industri rokok kretek dan petani harus kuat, harus ada keterbukaan, saling dukung mendukung. Industri rokok kretek harus menghargai hasil tanaman tembakau petani Nusantara, begitu juga petani harus mendukung industri rokok kretek nasional. Jangan sampai terjadi antara industri rokok kretek dan petani seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, sehingga stabilitas harga jual tembakau terjaga dengan baik. Inilah pengakuan Mbah Sholeh, ternyata wajah yang bersih berseri, awet muda, fisiknya kuat dan energik, salah satu rahasinya adalah berbahagia dan giat. Agar bahagia dan giat ia selalu mengkonsumsi rokok kretek dan meninggalkan makanan dengan penyedap rasa. Masa panen adalah saat yang dinanti-nanti petani tembakau. Tentunya harapan petani, tanaman tembakaunaya tumbuh dengan baik, kualitas bagus dan jumlahnya banyak, serta harganya bagus. Di saat tanaman tembakaunya bagus, baik kualitas dan kuantitasnya, biasanya diikuti dengan harga bagus pula. Namun tidak bisa dipastikan, karena masalah harga tidak bisa petani serta merta yang menentukan, ada faktor yang sanagat kompleks. Yaitu situasi dan kondisi sektor pertembakauan di lapangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Naiknya Cukai Rokok Ancaman Bagi Buruh Industri Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n Artinya, semua yang berpengaruh terhadap perusahaan rokok, itulah nanti akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Petani hanya punya perkiraan harga berdasarkan \u201ctiten\u201d atau kebiasaan, tidak bisa dipastikan, karena harga tembakau sangat ditentukan oleh dinamika alam, situasai dan kondisi rokok di lapangan, diantaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n Pertama;<\/strong> faktor iklim \/ cuaca, di saat memulai tanam tembakau air hujan masih terlihat menetes, kemudian menjelang panen musim kemarau tiba, biasanya kualitas dan kuantitas tembakau petani bagus. Di saat itu pula diiringi harga jual tembakau bagus, dan petani mendapatkan keuntungan. Inilah kejadian dan kebiasaan yang terjadi. Di saat cuaca mudah diprediksi, petani mudah memperkirakan hasil tanaman tembakaunya. Sebaliknya, ketika cuaca sulit diprediksi, petani hanya pasrah. Seperti halnya, di tahun-tahun terakhir ini, iklim dan cuaca sulit diprediksi, bahkan cenderung berubah dari kebiasan. Waktu mulai tanam sampai menjelang panen, terkadang intensitas hujan turun masih tinggi, berdampak terhadap kualitas dan kuantitas tanaman tembakau menurun. Karena tembakau, termasuk tanaman yang tidak memerlukan banyak air. Jika kebanyakan air, akan membusuk dan mati atau kualitasnya jelek.<\/p>\n\n\n\n Di tahun-tahun terakhir ini faktor cuaca selain sulit diprediksi juga sudah bisa dibuat patokan untuk mendapatkan harga tembakau bagus. Mungkin dahulu ya, dengan cuaca yang mendukung, hasil tanaman bagus, harga jual tembakau bagus. Sekarang belum tentu demikian, karena banyak faktor.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Mitologi Munculnya Srintil, Tembakau Terbaik dan Termahal di Dunia <\/a><\/p>\n\n\n\n Contohnya, bisa jadi harga tembakau naik bagus saat cuaca tidak sesuai dan tidan mendukung tanaman tembakau, karena kelangkaan tembakau. Saat itu, banyak tanaman tembakau yang mati, atau banyak tanaman tembakau kuwalitasnya jelek. Nah, keadaan kelangkaan tembakau inilah memicu petani mendapatkan harga jual tembakaunya bagus. Sebaliknya, dengan cuaca dan iklim yang mendukung tanaman tembakau, belum tentu harga tanaman tembakau petani bagus. Bisa jadi harga yang diperoleh justru jauh dibawah harga saat cuaca tidak mendukung. Kenapa demikian, dimungkinkan jumlah atau kuantitas tanaman tembakau over, sehingga harga pasaran tembakau anjlok karena saking banyaknya persediaan tembakau. <\/p>\n\n\n\n Belum lagi, jika saat tembakau bagus akan tetapi kondisi pasaran rokok melemah, jelas akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Beda, walaupun kondisi tembakau tidak begitu bagus, namun permintaan pasar rokok kencang, bisa jadi harga pembelian tembakau bagus. <\/p>\n\n\n\n Jadi, faktor iklim dan cuaca memang bisa memprediksi bagus dan tidaknya kualitas dan kuantitas tembakau. Namun belum tentu dengan kualitas tembakau bagus mendapatkan harga jual bagus karena kuantitasnya berlebihan atau permintaan pasar rokok baru melemah. Realita perdagangan tembakau demikian saat ini. Ada petani yang merasakan keuntungan lebih dari hasil tanamannya di saat cuaca tidak mendukung. Sebaliknya ada petani yang merasa hasil tanaman tembakaunya tidak sesuai prediksi (keuntungan yang lebih) walaupun kualitas tembakaunya bagus dengan dukungan cuaca bagus. Ada juga, petani yang merasa mendapatkan harga tembakaunya bagus karena kuwalitas dengan daya dukung iklim. <\/p>\n\n\n\n Kedua,<\/strong> faktor regulasi dan kebijakan pemerintah. Faktor ini memang tidak mempengaruhi secara langsung harga jual tembakau. Namun justru faktor regulasi dan kebijakan pemerintah ini berdampak sangat signifikan terhadap permintaan tembakau, yang selanjutnya berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Kebijakan yang tidak melindungi tanaman tembakau, maka harga tembakau pasti semakin terpuruk, tembakau tidak dihargai lagi sebagai komuditas tanaman unggulan. Tak hanya itu, kebijakan yang tidak melindungi perusahan rokok dan tidak melindungi rokok pun akan berdampak terhadap harga jual tembakau.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Ambil contoh kebijakan kenaikan tarif cukai rokok yang rencananya sampai 23%, akan berdampak terhadap harga jual tembakau. logikanya, jika dampak kenaikan tarif cukai tersebut membuat permintaan pasar menurun, maka permintaan tembakau turun dan selanjutnya harga jual tembakau ikut menurun. Sebailiknya, dengan kenaikan tarif cukai naik, ternyata permintaan pasar rokok meningkat, maka permintaan tembakau pun meningkat dan kemudian harga tembakau ikut bagus.<\/p>\n\n\n\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok \u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n Faktor regulasi dan kebijakan yang melindungi rokok dan tembakau sangat penting untuk menentukan bagusnya harga tembakau. Apalgi jika kebijakan pemerintah tidak melindungi perusahaan rokok, tentu perusahan akan melakukan itung-itungan. Jika dalam kalkulasinya masih untung, pastinya perusahaan masih akan tetap berproduksi, dan masih akan membutuhkan tembakau.<\/p>\n\n\n\n Contoh kebijakan lain yang merugikan petani tembakau, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan perusahaan rokok dengan ketentuan 200m2<\/sup>, maka banyak industri rokok rumahan tutup, berakibat permintaan tembakau turun, terlebih tembakau kelas menengah ke bawah. Contoh lagi kebijakan pemerintah low nikotin dan tar, maka berdampak harga jual tembakau yang tidak memenuhi aturan pemerintah tersebut akan menurun. Sedangkan mayoritas tanaman tembakau petani Indonesia dengan kearifan lokalnya sulit untuk memenuhi aturan tersebut. <\/p>\n\n\n\n Jadi sebenarnya faktor harga jual tembakau sangat kompleks. Industri atau perusahaan rokok sebagai pihak yang melakukan permintaan tembakau dalam menentukan patokan harga beli pastinya memperhitungkan kuwalitas, kuantitas dan kebijakan pemerintah. Untuk itu harus ada sinergi antara industri rokok dan petani agar saling menguntungkan. Karena satu-satunya serapan tembakau terbesar di Indonesia hanya diperuntukkan sebagai bahan baku rokok kretek. Kalau nantinya industri rokok dirugikan adanya kebijakan pemerintah sudah pasti berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Selanjutnya jalinan antara industri rokok kretek dan petani harus kuat, harus ada keterbukaan, saling dukung mendukung. Industri rokok kretek harus menghargai hasil tanaman tembakau petani Nusantara, begitu juga petani harus mendukung industri rokok kretek nasional. Jangan sampai terjadi antara industri rokok kretek dan petani seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, sehingga stabilitas harga jual tembakau terjaga dengan baik. Celetukan tersebut disikapi Mbah Sholeh dengan senyuman dan sambil mengeluarkan asap rokok kretek dari mulutnya dan hidupnya. Kemudian aku bertanya lagi, kenapa Mbah merokok?. Ia pun tersenyum sambil menyedot kembali rokok kreteknya dengan menjawab, kalau merokok kretek membuat ia bahagia, dengan kondisi bahagia ini orang jadi awet muda. Kalau merokok membuat semangat, dengan semangat orang jadi giat dan kuat. Ia juga menceritakan memulai merokok kretek saat sudah Islam. Kata Islam disini bukan berarti saat masuk Islam, akan tetapi yang dimaksud saat sudah khitan atau usia baliq. Dahulu setelah ia dikhitan, bapaknya menyuruhnya merokok sebagai tanda sudah dewasa. <\/p>\n\n\n\n Inilah pengakuan Mbah Sholeh, ternyata wajah yang bersih berseri, awet muda, fisiknya kuat dan energik, salah satu rahasinya adalah berbahagia dan giat. Agar bahagia dan giat ia selalu mengkonsumsi rokok kretek dan meninggalkan makanan dengan penyedap rasa. Masa panen adalah saat yang dinanti-nanti petani tembakau. Tentunya harapan petani, tanaman tembakaunaya tumbuh dengan baik, kualitas bagus dan jumlahnya banyak, serta harganya bagus. Di saat tanaman tembakaunya bagus, baik kualitas dan kuantitasnya, biasanya diikuti dengan harga bagus pula. Namun tidak bisa dipastikan, karena masalah harga tidak bisa petani serta merta yang menentukan, ada faktor yang sanagat kompleks. Yaitu situasi dan kondisi sektor pertembakauan di lapangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Naiknya Cukai Rokok Ancaman Bagi Buruh Industri Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n Artinya, semua yang berpengaruh terhadap perusahaan rokok, itulah nanti akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Petani hanya punya perkiraan harga berdasarkan \u201ctiten\u201d atau kebiasaan, tidak bisa dipastikan, karena harga tembakau sangat ditentukan oleh dinamika alam, situasai dan kondisi rokok di lapangan, diantaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n Pertama;<\/strong> faktor iklim \/ cuaca, di saat memulai tanam tembakau air hujan masih terlihat menetes, kemudian menjelang panen musim kemarau tiba, biasanya kualitas dan kuantitas tembakau petani bagus. Di saat itu pula diiringi harga jual tembakau bagus, dan petani mendapatkan keuntungan. Inilah kejadian dan kebiasaan yang terjadi. Di saat cuaca mudah diprediksi, petani mudah memperkirakan hasil tanaman tembakaunya. Sebaliknya, ketika cuaca sulit diprediksi, petani hanya pasrah. Seperti halnya, di tahun-tahun terakhir ini, iklim dan cuaca sulit diprediksi, bahkan cenderung berubah dari kebiasan. Waktu mulai tanam sampai menjelang panen, terkadang intensitas hujan turun masih tinggi, berdampak terhadap kualitas dan kuantitas tanaman tembakau menurun. Karena tembakau, termasuk tanaman yang tidak memerlukan banyak air. Jika kebanyakan air, akan membusuk dan mati atau kualitasnya jelek.<\/p>\n\n\n\n Di tahun-tahun terakhir ini faktor cuaca selain sulit diprediksi juga sudah bisa dibuat patokan untuk mendapatkan harga tembakau bagus. Mungkin dahulu ya, dengan cuaca yang mendukung, hasil tanaman bagus, harga jual tembakau bagus. Sekarang belum tentu demikian, karena banyak faktor.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Mitologi Munculnya Srintil, Tembakau Terbaik dan Termahal di Dunia <\/a><\/p>\n\n\n\n Contohnya, bisa jadi harga tembakau naik bagus saat cuaca tidak sesuai dan tidan mendukung tanaman tembakau, karena kelangkaan tembakau. Saat itu, banyak tanaman tembakau yang mati, atau banyak tanaman tembakau kuwalitasnya jelek. Nah, keadaan kelangkaan tembakau inilah memicu petani mendapatkan harga jual tembakaunya bagus. Sebaliknya, dengan cuaca dan iklim yang mendukung tanaman tembakau, belum tentu harga tanaman tembakau petani bagus. Bisa jadi harga yang diperoleh justru jauh dibawah harga saat cuaca tidak mendukung. Kenapa demikian, dimungkinkan jumlah atau kuantitas tanaman tembakau over, sehingga harga pasaran tembakau anjlok karena saking banyaknya persediaan tembakau. <\/p>\n\n\n\n Belum lagi, jika saat tembakau bagus akan tetapi kondisi pasaran rokok melemah, jelas akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Beda, walaupun kondisi tembakau tidak begitu bagus, namun permintaan pasar rokok kencang, bisa jadi harga pembelian tembakau bagus. <\/p>\n\n\n\n Jadi, faktor iklim dan cuaca memang bisa memprediksi bagus dan tidaknya kualitas dan kuantitas tembakau. Namun belum tentu dengan kualitas tembakau bagus mendapatkan harga jual bagus karena kuantitasnya berlebihan atau permintaan pasar rokok baru melemah. Realita perdagangan tembakau demikian saat ini. Ada petani yang merasakan keuntungan lebih dari hasil tanamannya di saat cuaca tidak mendukung. Sebaliknya ada petani yang merasa hasil tanaman tembakaunya tidak sesuai prediksi (keuntungan yang lebih) walaupun kualitas tembakaunya bagus dengan dukungan cuaca bagus. Ada juga, petani yang merasa mendapatkan harga tembakaunya bagus karena kuwalitas dengan daya dukung iklim. <\/p>\n\n\n\n Kedua,<\/strong> faktor regulasi dan kebijakan pemerintah. Faktor ini memang tidak mempengaruhi secara langsung harga jual tembakau. Namun justru faktor regulasi dan kebijakan pemerintah ini berdampak sangat signifikan terhadap permintaan tembakau, yang selanjutnya berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Kebijakan yang tidak melindungi tanaman tembakau, maka harga tembakau pasti semakin terpuruk, tembakau tidak dihargai lagi sebagai komuditas tanaman unggulan. Tak hanya itu, kebijakan yang tidak melindungi perusahan rokok dan tidak melindungi rokok pun akan berdampak terhadap harga jual tembakau.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Ambil contoh kebijakan kenaikan tarif cukai rokok yang rencananya sampai 23%, akan berdampak terhadap harga jual tembakau. logikanya, jika dampak kenaikan tarif cukai tersebut membuat permintaan pasar menurun, maka permintaan tembakau turun dan selanjutnya harga jual tembakau ikut menurun. Sebailiknya, dengan kenaikan tarif cukai naik, ternyata permintaan pasar rokok meningkat, maka permintaan tembakau pun meningkat dan kemudian harga tembakau ikut bagus.<\/p>\n\n\n\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok \u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n Faktor regulasi dan kebijakan yang melindungi rokok dan tembakau sangat penting untuk menentukan bagusnya harga tembakau. Apalgi jika kebijakan pemerintah tidak melindungi perusahaan rokok, tentu perusahan akan melakukan itung-itungan. Jika dalam kalkulasinya masih untung, pastinya perusahaan masih akan tetap berproduksi, dan masih akan membutuhkan tembakau.<\/p>\n\n\n\n Contoh kebijakan lain yang merugikan petani tembakau, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan perusahaan rokok dengan ketentuan 200m2<\/sup>, maka banyak industri rokok rumahan tutup, berakibat permintaan tembakau turun, terlebih tembakau kelas menengah ke bawah. Contoh lagi kebijakan pemerintah low nikotin dan tar, maka berdampak harga jual tembakau yang tidak memenuhi aturan pemerintah tersebut akan menurun. Sedangkan mayoritas tanaman tembakau petani Indonesia dengan kearifan lokalnya sulit untuk memenuhi aturan tersebut. <\/p>\n\n\n\n Jadi sebenarnya faktor harga jual tembakau sangat kompleks. Industri atau perusahaan rokok sebagai pihak yang melakukan permintaan tembakau dalam menentukan patokan harga beli pastinya memperhitungkan kuwalitas, kuantitas dan kebijakan pemerintah. Untuk itu harus ada sinergi antara industri rokok dan petani agar saling menguntungkan. Karena satu-satunya serapan tembakau terbesar di Indonesia hanya diperuntukkan sebagai bahan baku rokok kretek. Kalau nantinya industri rokok dirugikan adanya kebijakan pemerintah sudah pasti berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Selanjutnya jalinan antara industri rokok kretek dan petani harus kuat, harus ada keterbukaan, saling dukung mendukung. Industri rokok kretek harus menghargai hasil tanaman tembakau petani Nusantara, begitu juga petani harus mendukung industri rokok kretek nasional. Jangan sampai terjadi antara industri rokok kretek dan petani seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, sehingga stabilitas harga jual tembakau terjaga dengan baik. Akhirnya akupun penasaran, dan kembali bertanya. Mbah apa resepnya kok masih terlihat muda?. Ia pun menjawab, jauhi makanan yang ada obat penyedap rasanya, makananlah bahan alami seperti daun-daunan. Sampai detik ini ia mengaku tidak makan makanan yang ada penyedap rasanya, kalau ditawari atau ada suguhan di depannya, ia memilih tidak akan memakannya. Juga kalau ditawari dan disuguhi minuman yang bergula. Ia pun demikian menghindari. Kata masyarakat lainnya yang ikut ngobrol, Mbah Sholeh itu hidup sehat.<\/p>\n\n\n\n Celetukan tersebut disikapi Mbah Sholeh dengan senyuman dan sambil mengeluarkan asap rokok kretek dari mulutnya dan hidupnya. Kemudian aku bertanya lagi, kenapa Mbah merokok?. Ia pun tersenyum sambil menyedot kembali rokok kreteknya dengan menjawab, kalau merokok kretek membuat ia bahagia, dengan kondisi bahagia ini orang jadi awet muda. Kalau merokok membuat semangat, dengan semangat orang jadi giat dan kuat. Ia juga menceritakan memulai merokok kretek saat sudah Islam. Kata Islam disini bukan berarti saat masuk Islam, akan tetapi yang dimaksud saat sudah khitan atau usia baliq. Dahulu setelah ia dikhitan, bapaknya menyuruhnya merokok sebagai tanda sudah dewasa. <\/p>\n\n\n\n Inilah pengakuan Mbah Sholeh, ternyata wajah yang bersih berseri, awet muda, fisiknya kuat dan energik, salah satu rahasinya adalah berbahagia dan giat. Agar bahagia dan giat ia selalu mengkonsumsi rokok kretek dan meninggalkan makanan dengan penyedap rasa. Masa panen adalah saat yang dinanti-nanti petani tembakau. Tentunya harapan petani, tanaman tembakaunaya tumbuh dengan baik, kualitas bagus dan jumlahnya banyak, serta harganya bagus. Di saat tanaman tembakaunya bagus, baik kualitas dan kuantitasnya, biasanya diikuti dengan harga bagus pula. Namun tidak bisa dipastikan, karena masalah harga tidak bisa petani serta merta yang menentukan, ada faktor yang sanagat kompleks. Yaitu situasi dan kondisi sektor pertembakauan di lapangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Naiknya Cukai Rokok Ancaman Bagi Buruh Industri Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n Artinya, semua yang berpengaruh terhadap perusahaan rokok, itulah nanti akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Petani hanya punya perkiraan harga berdasarkan \u201ctiten\u201d atau kebiasaan, tidak bisa dipastikan, karena harga tembakau sangat ditentukan oleh dinamika alam, situasai dan kondisi rokok di lapangan, diantaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n Pertama;<\/strong> faktor iklim \/ cuaca, di saat memulai tanam tembakau air hujan masih terlihat menetes, kemudian menjelang panen musim kemarau tiba, biasanya kualitas dan kuantitas tembakau petani bagus. Di saat itu pula diiringi harga jual tembakau bagus, dan petani mendapatkan keuntungan. Inilah kejadian dan kebiasaan yang terjadi. Di saat cuaca mudah diprediksi, petani mudah memperkirakan hasil tanaman tembakaunya. Sebaliknya, ketika cuaca sulit diprediksi, petani hanya pasrah. Seperti halnya, di tahun-tahun terakhir ini, iklim dan cuaca sulit diprediksi, bahkan cenderung berubah dari kebiasan. Waktu mulai tanam sampai menjelang panen, terkadang intensitas hujan turun masih tinggi, berdampak terhadap kualitas dan kuantitas tanaman tembakau menurun. Karena tembakau, termasuk tanaman yang tidak memerlukan banyak air. Jika kebanyakan air, akan membusuk dan mati atau kualitasnya jelek.<\/p>\n\n\n\n Di tahun-tahun terakhir ini faktor cuaca selain sulit diprediksi juga sudah bisa dibuat patokan untuk mendapatkan harga tembakau bagus. Mungkin dahulu ya, dengan cuaca yang mendukung, hasil tanaman bagus, harga jual tembakau bagus. Sekarang belum tentu demikian, karena banyak faktor.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Mitologi Munculnya Srintil, Tembakau Terbaik dan Termahal di Dunia <\/a><\/p>\n\n\n\n Contohnya, bisa jadi harga tembakau naik bagus saat cuaca tidak sesuai dan tidan mendukung tanaman tembakau, karena kelangkaan tembakau. Saat itu, banyak tanaman tembakau yang mati, atau banyak tanaman tembakau kuwalitasnya jelek. Nah, keadaan kelangkaan tembakau inilah memicu petani mendapatkan harga jual tembakaunya bagus. Sebaliknya, dengan cuaca dan iklim yang mendukung tanaman tembakau, belum tentu harga tanaman tembakau petani bagus. Bisa jadi harga yang diperoleh justru jauh dibawah harga saat cuaca tidak mendukung. Kenapa demikian, dimungkinkan jumlah atau kuantitas tanaman tembakau over, sehingga harga pasaran tembakau anjlok karena saking banyaknya persediaan tembakau. <\/p>\n\n\n\n Belum lagi, jika saat tembakau bagus akan tetapi kondisi pasaran rokok melemah, jelas akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Beda, walaupun kondisi tembakau tidak begitu bagus, namun permintaan pasar rokok kencang, bisa jadi harga pembelian tembakau bagus. <\/p>\n\n\n\n Jadi, faktor iklim dan cuaca memang bisa memprediksi bagus dan tidaknya kualitas dan kuantitas tembakau. Namun belum tentu dengan kualitas tembakau bagus mendapatkan harga jual bagus karena kuantitasnya berlebihan atau permintaan pasar rokok baru melemah. Realita perdagangan tembakau demikian saat ini. Ada petani yang merasakan keuntungan lebih dari hasil tanamannya di saat cuaca tidak mendukung. Sebaliknya ada petani yang merasa hasil tanaman tembakaunya tidak sesuai prediksi (keuntungan yang lebih) walaupun kualitas tembakaunya bagus dengan dukungan cuaca bagus. Ada juga, petani yang merasa mendapatkan harga tembakaunya bagus karena kuwalitas dengan daya dukung iklim. <\/p>\n\n\n\n Kedua,<\/strong> faktor regulasi dan kebijakan pemerintah. Faktor ini memang tidak mempengaruhi secara langsung harga jual tembakau. Namun justru faktor regulasi dan kebijakan pemerintah ini berdampak sangat signifikan terhadap permintaan tembakau, yang selanjutnya berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Kebijakan yang tidak melindungi tanaman tembakau, maka harga tembakau pasti semakin terpuruk, tembakau tidak dihargai lagi sebagai komuditas tanaman unggulan. Tak hanya itu, kebijakan yang tidak melindungi perusahan rokok dan tidak melindungi rokok pun akan berdampak terhadap harga jual tembakau.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Ambil contoh kebijakan kenaikan tarif cukai rokok yang rencananya sampai 23%, akan berdampak terhadap harga jual tembakau. logikanya, jika dampak kenaikan tarif cukai tersebut membuat permintaan pasar menurun, maka permintaan tembakau turun dan selanjutnya harga jual tembakau ikut menurun. Sebailiknya, dengan kenaikan tarif cukai naik, ternyata permintaan pasar rokok meningkat, maka permintaan tembakau pun meningkat dan kemudian harga tembakau ikut bagus.<\/p>\n\n\n\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok \u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n Faktor regulasi dan kebijakan yang melindungi rokok dan tembakau sangat penting untuk menentukan bagusnya harga tembakau. Apalgi jika kebijakan pemerintah tidak melindungi perusahaan rokok, tentu perusahan akan melakukan itung-itungan. Jika dalam kalkulasinya masih untung, pastinya perusahaan masih akan tetap berproduksi, dan masih akan membutuhkan tembakau.<\/p>\n\n\n\n Contoh kebijakan lain yang merugikan petani tembakau, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan perusahaan rokok dengan ketentuan 200m2<\/sup>, maka banyak industri rokok rumahan tutup, berakibat permintaan tembakau turun, terlebih tembakau kelas menengah ke bawah. Contoh lagi kebijakan pemerintah low nikotin dan tar, maka berdampak harga jual tembakau yang tidak memenuhi aturan pemerintah tersebut akan menurun. Sedangkan mayoritas tanaman tembakau petani Indonesia dengan kearifan lokalnya sulit untuk memenuhi aturan tersebut. <\/p>\n\n\n\n Jadi sebenarnya faktor harga jual tembakau sangat kompleks. Industri atau perusahaan rokok sebagai pihak yang melakukan permintaan tembakau dalam menentukan patokan harga beli pastinya memperhitungkan kuwalitas, kuantitas dan kebijakan pemerintah. Untuk itu harus ada sinergi antara industri rokok dan petani agar saling menguntungkan. Karena satu-satunya serapan tembakau terbesar di Indonesia hanya diperuntukkan sebagai bahan baku rokok kretek. Kalau nantinya industri rokok dirugikan adanya kebijakan pemerintah sudah pasti berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Selanjutnya jalinan antara industri rokok kretek dan petani harus kuat, harus ada keterbukaan, saling dukung mendukung. Industri rokok kretek harus menghargai hasil tanaman tembakau petani Nusantara, begitu juga petani harus mendukung industri rokok kretek nasional. Jangan sampai terjadi antara industri rokok kretek dan petani seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, sehingga stabilitas harga jual tembakau terjaga dengan baik. Saat menjawab, akupun terkaget, karena prediksiku umur sekitaran 50an. Raup wajahnya bersih, badannya terlihat sehat dan terlihat energik, tidak mau kalah dengan bapak-bapak lainnya yang saat itu ikut ngobrol yang rata-rata umur 48-60 tahun. <\/p>\n\n\n\n Akhirnya akupun penasaran, dan kembali bertanya. Mbah apa resepnya kok masih terlihat muda?. Ia pun menjawab, jauhi makanan yang ada obat penyedap rasanya, makananlah bahan alami seperti daun-daunan. Sampai detik ini ia mengaku tidak makan makanan yang ada penyedap rasanya, kalau ditawari atau ada suguhan di depannya, ia memilih tidak akan memakannya. Juga kalau ditawari dan disuguhi minuman yang bergula. Ia pun demikian menghindari. Kata masyarakat lainnya yang ikut ngobrol, Mbah Sholeh itu hidup sehat.<\/p>\n\n\n\n Celetukan tersebut disikapi Mbah Sholeh dengan senyuman dan sambil mengeluarkan asap rokok kretek dari mulutnya dan hidupnya. Kemudian aku bertanya lagi, kenapa Mbah merokok?. Ia pun tersenyum sambil menyedot kembali rokok kreteknya dengan menjawab, kalau merokok kretek membuat ia bahagia, dengan kondisi bahagia ini orang jadi awet muda. Kalau merokok membuat semangat, dengan semangat orang jadi giat dan kuat. Ia juga menceritakan memulai merokok kretek saat sudah Islam. Kata Islam disini bukan berarti saat masuk Islam, akan tetapi yang dimaksud saat sudah khitan atau usia baliq. Dahulu setelah ia dikhitan, bapaknya menyuruhnya merokok sebagai tanda sudah dewasa. <\/p>\n\n\n\n Inilah pengakuan Mbah Sholeh, ternyata wajah yang bersih berseri, awet muda, fisiknya kuat dan energik, salah satu rahasinya adalah berbahagia dan giat. Agar bahagia dan giat ia selalu mengkonsumsi rokok kretek dan meninggalkan makanan dengan penyedap rasa. Masa panen adalah saat yang dinanti-nanti petani tembakau. Tentunya harapan petani, tanaman tembakaunaya tumbuh dengan baik, kualitas bagus dan jumlahnya banyak, serta harganya bagus. Di saat tanaman tembakaunya bagus, baik kualitas dan kuantitasnya, biasanya diikuti dengan harga bagus pula. Namun tidak bisa dipastikan, karena masalah harga tidak bisa petani serta merta yang menentukan, ada faktor yang sanagat kompleks. Yaitu situasi dan kondisi sektor pertembakauan di lapangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Naiknya Cukai Rokok Ancaman Bagi Buruh Industri Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n Artinya, semua yang berpengaruh terhadap perusahaan rokok, itulah nanti akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Petani hanya punya perkiraan harga berdasarkan \u201ctiten\u201d atau kebiasaan, tidak bisa dipastikan, karena harga tembakau sangat ditentukan oleh dinamika alam, situasai dan kondisi rokok di lapangan, diantaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n Pertama;<\/strong> faktor iklim \/ cuaca, di saat memulai tanam tembakau air hujan masih terlihat menetes, kemudian menjelang panen musim kemarau tiba, biasanya kualitas dan kuantitas tembakau petani bagus. Di saat itu pula diiringi harga jual tembakau bagus, dan petani mendapatkan keuntungan. Inilah kejadian dan kebiasaan yang terjadi. Di saat cuaca mudah diprediksi, petani mudah memperkirakan hasil tanaman tembakaunya. Sebaliknya, ketika cuaca sulit diprediksi, petani hanya pasrah. Seperti halnya, di tahun-tahun terakhir ini, iklim dan cuaca sulit diprediksi, bahkan cenderung berubah dari kebiasan. Waktu mulai tanam sampai menjelang panen, terkadang intensitas hujan turun masih tinggi, berdampak terhadap kualitas dan kuantitas tanaman tembakau menurun. Karena tembakau, termasuk tanaman yang tidak memerlukan banyak air. Jika kebanyakan air, akan membusuk dan mati atau kualitasnya jelek.<\/p>\n\n\n\n Di tahun-tahun terakhir ini faktor cuaca selain sulit diprediksi juga sudah bisa dibuat patokan untuk mendapatkan harga tembakau bagus. Mungkin dahulu ya, dengan cuaca yang mendukung, hasil tanaman bagus, harga jual tembakau bagus. Sekarang belum tentu demikian, karena banyak faktor.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Mitologi Munculnya Srintil, Tembakau Terbaik dan Termahal di Dunia <\/a><\/p>\n\n\n\n Contohnya, bisa jadi harga tembakau naik bagus saat cuaca tidak sesuai dan tidan mendukung tanaman tembakau, karena kelangkaan tembakau. Saat itu, banyak tanaman tembakau yang mati, atau banyak tanaman tembakau kuwalitasnya jelek. Nah, keadaan kelangkaan tembakau inilah memicu petani mendapatkan harga jual tembakaunya bagus. Sebaliknya, dengan cuaca dan iklim yang mendukung tanaman tembakau, belum tentu harga tanaman tembakau petani bagus. Bisa jadi harga yang diperoleh justru jauh dibawah harga saat cuaca tidak mendukung. Kenapa demikian, dimungkinkan jumlah atau kuantitas tanaman tembakau over, sehingga harga pasaran tembakau anjlok karena saking banyaknya persediaan tembakau. <\/p>\n\n\n\n Belum lagi, jika saat tembakau bagus akan tetapi kondisi pasaran rokok melemah, jelas akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Beda, walaupun kondisi tembakau tidak begitu bagus, namun permintaan pasar rokok kencang, bisa jadi harga pembelian tembakau bagus. <\/p>\n\n\n\n Jadi, faktor iklim dan cuaca memang bisa memprediksi bagus dan tidaknya kualitas dan kuantitas tembakau. Namun belum tentu dengan kualitas tembakau bagus mendapatkan harga jual bagus karena kuantitasnya berlebihan atau permintaan pasar rokok baru melemah. Realita perdagangan tembakau demikian saat ini. Ada petani yang merasakan keuntungan lebih dari hasil tanamannya di saat cuaca tidak mendukung. Sebaliknya ada petani yang merasa hasil tanaman tembakaunya tidak sesuai prediksi (keuntungan yang lebih) walaupun kualitas tembakaunya bagus dengan dukungan cuaca bagus. Ada juga, petani yang merasa mendapatkan harga tembakaunya bagus karena kuwalitas dengan daya dukung iklim. <\/p>\n\n\n\n Kedua,<\/strong> faktor regulasi dan kebijakan pemerintah. Faktor ini memang tidak mempengaruhi secara langsung harga jual tembakau. Namun justru faktor regulasi dan kebijakan pemerintah ini berdampak sangat signifikan terhadap permintaan tembakau, yang selanjutnya berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Kebijakan yang tidak melindungi tanaman tembakau, maka harga tembakau pasti semakin terpuruk, tembakau tidak dihargai lagi sebagai komuditas tanaman unggulan. Tak hanya itu, kebijakan yang tidak melindungi perusahan rokok dan tidak melindungi rokok pun akan berdampak terhadap harga jual tembakau.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Ambil contoh kebijakan kenaikan tarif cukai rokok yang rencananya sampai 23%, akan berdampak terhadap harga jual tembakau. logikanya, jika dampak kenaikan tarif cukai tersebut membuat permintaan pasar menurun, maka permintaan tembakau turun dan selanjutnya harga jual tembakau ikut menurun. Sebailiknya, dengan kenaikan tarif cukai naik, ternyata permintaan pasar rokok meningkat, maka permintaan tembakau pun meningkat dan kemudian harga tembakau ikut bagus.<\/p>\n\n\n\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok \u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n Faktor regulasi dan kebijakan yang melindungi rokok dan tembakau sangat penting untuk menentukan bagusnya harga tembakau. Apalgi jika kebijakan pemerintah tidak melindungi perusahaan rokok, tentu perusahan akan melakukan itung-itungan. Jika dalam kalkulasinya masih untung, pastinya perusahaan masih akan tetap berproduksi, dan masih akan membutuhkan tembakau.<\/p>\n\n\n\n Contoh kebijakan lain yang merugikan petani tembakau, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan perusahaan rokok dengan ketentuan 200m2<\/sup>, maka banyak industri rokok rumahan tutup, berakibat permintaan tembakau turun, terlebih tembakau kelas menengah ke bawah. Contoh lagi kebijakan pemerintah low nikotin dan tar, maka berdampak harga jual tembakau yang tidak memenuhi aturan pemerintah tersebut akan menurun. Sedangkan mayoritas tanaman tembakau petani Indonesia dengan kearifan lokalnya sulit untuk memenuhi aturan tersebut. <\/p>\n\n\n\n Jadi sebenarnya faktor harga jual tembakau sangat kompleks. Industri atau perusahaan rokok sebagai pihak yang melakukan permintaan tembakau dalam menentukan patokan harga beli pastinya memperhitungkan kuwalitas, kuantitas dan kebijakan pemerintah. Untuk itu harus ada sinergi antara industri rokok dan petani agar saling menguntungkan. Karena satu-satunya serapan tembakau terbesar di Indonesia hanya diperuntukkan sebagai bahan baku rokok kretek. Kalau nantinya industri rokok dirugikan adanya kebijakan pemerintah sudah pasti berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Selanjutnya jalinan antara industri rokok kretek dan petani harus kuat, harus ada keterbukaan, saling dukung mendukung. Industri rokok kretek harus menghargai hasil tanaman tembakau petani Nusantara, begitu juga petani harus mendukung industri rokok kretek nasional. Jangan sampai terjadi antara industri rokok kretek dan petani seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, sehingga stabilitas harga jual tembakau terjaga dengan baik. Kebetulan posisiku duduk bersebelahan dengan salah satu tokoh juga Ulama\u2019 Prawoto. Umurnya sudah tergolong dapat bonus 16 tahun dati Tuhan. Itulah jawabannya saat aku tanya usianya berapa. Karena pingin tau, aku tanya kembali persisnya usia berapa, beliau menjawab diatas rata-rata umumnya usia manusia (60 tahun) yaitu 76 tahun. Ia menjawab sambil tersenyum dan memegang rokok kretek yang telah disulut, ia adalah Mbah Sholeh (nama samara).<\/p>\n\n\n\n Saat menjawab, akupun terkaget, karena prediksiku umur sekitaran 50an. Raup wajahnya bersih, badannya terlihat sehat dan terlihat energik, tidak mau kalah dengan bapak-bapak lainnya yang saat itu ikut ngobrol yang rata-rata umur 48-60 tahun. <\/p>\n\n\n\n Akhirnya akupun penasaran, dan kembali bertanya. Mbah apa resepnya kok masih terlihat muda?. Ia pun menjawab, jauhi makanan yang ada obat penyedap rasanya, makananlah bahan alami seperti daun-daunan. Sampai detik ini ia mengaku tidak makan makanan yang ada penyedap rasanya, kalau ditawari atau ada suguhan di depannya, ia memilih tidak akan memakannya. Juga kalau ditawari dan disuguhi minuman yang bergula. Ia pun demikian menghindari. Kata masyarakat lainnya yang ikut ngobrol, Mbah Sholeh itu hidup sehat.<\/p>\n\n\n\n Celetukan tersebut disikapi Mbah Sholeh dengan senyuman dan sambil mengeluarkan asap rokok kretek dari mulutnya dan hidupnya. Kemudian aku bertanya lagi, kenapa Mbah merokok?. Ia pun tersenyum sambil menyedot kembali rokok kreteknya dengan menjawab, kalau merokok kretek membuat ia bahagia, dengan kondisi bahagia ini orang jadi awet muda. Kalau merokok membuat semangat, dengan semangat orang jadi giat dan kuat. Ia juga menceritakan memulai merokok kretek saat sudah Islam. Kata Islam disini bukan berarti saat masuk Islam, akan tetapi yang dimaksud saat sudah khitan atau usia baliq. Dahulu setelah ia dikhitan, bapaknya menyuruhnya merokok sebagai tanda sudah dewasa. <\/p>\n\n\n\n Inilah pengakuan Mbah Sholeh, ternyata wajah yang bersih berseri, awet muda, fisiknya kuat dan energik, salah satu rahasinya adalah berbahagia dan giat. Agar bahagia dan giat ia selalu mengkonsumsi rokok kretek dan meninggalkan makanan dengan penyedap rasa. Masa panen adalah saat yang dinanti-nanti petani tembakau. Tentunya harapan petani, tanaman tembakaunaya tumbuh dengan baik, kualitas bagus dan jumlahnya banyak, serta harganya bagus. Di saat tanaman tembakaunya bagus, baik kualitas dan kuantitasnya, biasanya diikuti dengan harga bagus pula. Namun tidak bisa dipastikan, karena masalah harga tidak bisa petani serta merta yang menentukan, ada faktor yang sanagat kompleks. Yaitu situasi dan kondisi sektor pertembakauan di lapangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Naiknya Cukai Rokok Ancaman Bagi Buruh Industri Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n Artinya, semua yang berpengaruh terhadap perusahaan rokok, itulah nanti akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Petani hanya punya perkiraan harga berdasarkan \u201ctiten\u201d atau kebiasaan, tidak bisa dipastikan, karena harga tembakau sangat ditentukan oleh dinamika alam, situasai dan kondisi rokok di lapangan, diantaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n Pertama;<\/strong> faktor iklim \/ cuaca, di saat memulai tanam tembakau air hujan masih terlihat menetes, kemudian menjelang panen musim kemarau tiba, biasanya kualitas dan kuantitas tembakau petani bagus. Di saat itu pula diiringi harga jual tembakau bagus, dan petani mendapatkan keuntungan. Inilah kejadian dan kebiasaan yang terjadi. Di saat cuaca mudah diprediksi, petani mudah memperkirakan hasil tanaman tembakaunya. Sebaliknya, ketika cuaca sulit diprediksi, petani hanya pasrah. Seperti halnya, di tahun-tahun terakhir ini, iklim dan cuaca sulit diprediksi, bahkan cenderung berubah dari kebiasan. Waktu mulai tanam sampai menjelang panen, terkadang intensitas hujan turun masih tinggi, berdampak terhadap kualitas dan kuantitas tanaman tembakau menurun. Karena tembakau, termasuk tanaman yang tidak memerlukan banyak air. Jika kebanyakan air, akan membusuk dan mati atau kualitasnya jelek.<\/p>\n\n\n\n Di tahun-tahun terakhir ini faktor cuaca selain sulit diprediksi juga sudah bisa dibuat patokan untuk mendapatkan harga tembakau bagus. Mungkin dahulu ya, dengan cuaca yang mendukung, hasil tanaman bagus, harga jual tembakau bagus. Sekarang belum tentu demikian, karena banyak faktor.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Mitologi Munculnya Srintil, Tembakau Terbaik dan Termahal di Dunia <\/a><\/p>\n\n\n\n Contohnya, bisa jadi harga tembakau naik bagus saat cuaca tidak sesuai dan tidan mendukung tanaman tembakau, karena kelangkaan tembakau. Saat itu, banyak tanaman tembakau yang mati, atau banyak tanaman tembakau kuwalitasnya jelek. Nah, keadaan kelangkaan tembakau inilah memicu petani mendapatkan harga jual tembakaunya bagus. Sebaliknya, dengan cuaca dan iklim yang mendukung tanaman tembakau, belum tentu harga tanaman tembakau petani bagus. Bisa jadi harga yang diperoleh justru jauh dibawah harga saat cuaca tidak mendukung. Kenapa demikian, dimungkinkan jumlah atau kuantitas tanaman tembakau over, sehingga harga pasaran tembakau anjlok karena saking banyaknya persediaan tembakau. <\/p>\n\n\n\n Belum lagi, jika saat tembakau bagus akan tetapi kondisi pasaran rokok melemah, jelas akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Beda, walaupun kondisi tembakau tidak begitu bagus, namun permintaan pasar rokok kencang, bisa jadi harga pembelian tembakau bagus. <\/p>\n\n\n\n Jadi, faktor iklim dan cuaca memang bisa memprediksi bagus dan tidaknya kualitas dan kuantitas tembakau. Namun belum tentu dengan kualitas tembakau bagus mendapatkan harga jual bagus karena kuantitasnya berlebihan atau permintaan pasar rokok baru melemah. Realita perdagangan tembakau demikian saat ini. Ada petani yang merasakan keuntungan lebih dari hasil tanamannya di saat cuaca tidak mendukung. Sebaliknya ada petani yang merasa hasil tanaman tembakaunya tidak sesuai prediksi (keuntungan yang lebih) walaupun kualitas tembakaunya bagus dengan dukungan cuaca bagus. Ada juga, petani yang merasa mendapatkan harga tembakaunya bagus karena kuwalitas dengan daya dukung iklim. <\/p>\n\n\n\n Kedua,<\/strong> faktor regulasi dan kebijakan pemerintah. Faktor ini memang tidak mempengaruhi secara langsung harga jual tembakau. Namun justru faktor regulasi dan kebijakan pemerintah ini berdampak sangat signifikan terhadap permintaan tembakau, yang selanjutnya berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Kebijakan yang tidak melindungi tanaman tembakau, maka harga tembakau pasti semakin terpuruk, tembakau tidak dihargai lagi sebagai komuditas tanaman unggulan. Tak hanya itu, kebijakan yang tidak melindungi perusahan rokok dan tidak melindungi rokok pun akan berdampak terhadap harga jual tembakau.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Ambil contoh kebijakan kenaikan tarif cukai rokok yang rencananya sampai 23%, akan berdampak terhadap harga jual tembakau. logikanya, jika dampak kenaikan tarif cukai tersebut membuat permintaan pasar menurun, maka permintaan tembakau turun dan selanjutnya harga jual tembakau ikut menurun. Sebailiknya, dengan kenaikan tarif cukai naik, ternyata permintaan pasar rokok meningkat, maka permintaan tembakau pun meningkat dan kemudian harga tembakau ikut bagus.<\/p>\n\n\n\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok \u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n Faktor regulasi dan kebijakan yang melindungi rokok dan tembakau sangat penting untuk menentukan bagusnya harga tembakau. Apalgi jika kebijakan pemerintah tidak melindungi perusahaan rokok, tentu perusahan akan melakukan itung-itungan. Jika dalam kalkulasinya masih untung, pastinya perusahaan masih akan tetap berproduksi, dan masih akan membutuhkan tembakau.<\/p>\n\n\n\n Contoh kebijakan lain yang merugikan petani tembakau, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan perusahaan rokok dengan ketentuan 200m2<\/sup>, maka banyak industri rokok rumahan tutup, berakibat permintaan tembakau turun, terlebih tembakau kelas menengah ke bawah. Contoh lagi kebijakan pemerintah low nikotin dan tar, maka berdampak harga jual tembakau yang tidak memenuhi aturan pemerintah tersebut akan menurun. Sedangkan mayoritas tanaman tembakau petani Indonesia dengan kearifan lokalnya sulit untuk memenuhi aturan tersebut. <\/p>\n\n\n\n Jadi sebenarnya faktor harga jual tembakau sangat kompleks. Industri atau perusahaan rokok sebagai pihak yang melakukan permintaan tembakau dalam menentukan patokan harga beli pastinya memperhitungkan kuwalitas, kuantitas dan kebijakan pemerintah. Untuk itu harus ada sinergi antara industri rokok dan petani agar saling menguntungkan. Karena satu-satunya serapan tembakau terbesar di Indonesia hanya diperuntukkan sebagai bahan baku rokok kretek. Kalau nantinya industri rokok dirugikan adanya kebijakan pemerintah sudah pasti berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Selanjutnya jalinan antara industri rokok kretek dan petani harus kuat, harus ada keterbukaan, saling dukung mendukung. Industri rokok kretek harus menghargai hasil tanaman tembakau petani Nusantara, begitu juga petani harus mendukung industri rokok kretek nasional. Jangan sampai terjadi antara industri rokok kretek dan petani seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, sehingga stabilitas harga jual tembakau terjaga dengan baik. Disaat-saat senggang tersebut, aku manfaatkan ngobrol dengan penduduk dan tokoh Ulama\u2019 setempat. Ternyata mereka selain punya warisan seni ketoprak juga punya kebudayaan menghisap rokok kretek. Selain rokok kretek mereka tidak mau. Karena budaya merokok kretek diyakini warisan leluhurnya. Jarang sekali orang-orang tua yang tidak merokok, terlihat tidak memegang dan membawa rokok kretek kebanyakan anak-anak usia sekolah. Sambil ngobrol mengupas sedikit sejarah Sunan Prawoto kita merokok kretek bersama. Dengan merokok kretek suasana santai dan keakraban terbentuk di serambi masjid Sunan Prawoto. <\/p>\n\n\n\n Kebetulan posisiku duduk bersebelahan dengan salah satu tokoh juga Ulama\u2019 Prawoto. Umurnya sudah tergolong dapat bonus 16 tahun dati Tuhan. Itulah jawabannya saat aku tanya usianya berapa. Karena pingin tau, aku tanya kembali persisnya usia berapa, beliau menjawab diatas rata-rata umumnya usia manusia (60 tahun) yaitu 76 tahun. Ia menjawab sambil tersenyum dan memegang rokok kretek yang telah disulut, ia adalah Mbah Sholeh (nama samara).<\/p>\n\n\n\n Saat menjawab, akupun terkaget, karena prediksiku umur sekitaran 50an. Raup wajahnya bersih, badannya terlihat sehat dan terlihat energik, tidak mau kalah dengan bapak-bapak lainnya yang saat itu ikut ngobrol yang rata-rata umur 48-60 tahun. <\/p>\n\n\n\n Akhirnya akupun penasaran, dan kembali bertanya. Mbah apa resepnya kok masih terlihat muda?. Ia pun menjawab, jauhi makanan yang ada obat penyedap rasanya, makananlah bahan alami seperti daun-daunan. Sampai detik ini ia mengaku tidak makan makanan yang ada penyedap rasanya, kalau ditawari atau ada suguhan di depannya, ia memilih tidak akan memakannya. Juga kalau ditawari dan disuguhi minuman yang bergula. Ia pun demikian menghindari. Kata masyarakat lainnya yang ikut ngobrol, Mbah Sholeh itu hidup sehat.<\/p>\n\n\n\n Celetukan tersebut disikapi Mbah Sholeh dengan senyuman dan sambil mengeluarkan asap rokok kretek dari mulutnya dan hidupnya. Kemudian aku bertanya lagi, kenapa Mbah merokok?. Ia pun tersenyum sambil menyedot kembali rokok kreteknya dengan menjawab, kalau merokok kretek membuat ia bahagia, dengan kondisi bahagia ini orang jadi awet muda. Kalau merokok membuat semangat, dengan semangat orang jadi giat dan kuat. Ia juga menceritakan memulai merokok kretek saat sudah Islam. Kata Islam disini bukan berarti saat masuk Islam, akan tetapi yang dimaksud saat sudah khitan atau usia baliq. Dahulu setelah ia dikhitan, bapaknya menyuruhnya merokok sebagai tanda sudah dewasa. <\/p>\n\n\n\n Inilah pengakuan Mbah Sholeh, ternyata wajah yang bersih berseri, awet muda, fisiknya kuat dan energik, salah satu rahasinya adalah berbahagia dan giat. Agar bahagia dan giat ia selalu mengkonsumsi rokok kretek dan meninggalkan makanan dengan penyedap rasa. Masa panen adalah saat yang dinanti-nanti petani tembakau. Tentunya harapan petani, tanaman tembakaunaya tumbuh dengan baik, kualitas bagus dan jumlahnya banyak, serta harganya bagus. Di saat tanaman tembakaunya bagus, baik kualitas dan kuantitasnya, biasanya diikuti dengan harga bagus pula. Namun tidak bisa dipastikan, karena masalah harga tidak bisa petani serta merta yang menentukan, ada faktor yang sanagat kompleks. Yaitu situasi dan kondisi sektor pertembakauan di lapangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Naiknya Cukai Rokok Ancaman Bagi Buruh Industri Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n Artinya, semua yang berpengaruh terhadap perusahaan rokok, itulah nanti akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Petani hanya punya perkiraan harga berdasarkan \u201ctiten\u201d atau kebiasaan, tidak bisa dipastikan, karena harga tembakau sangat ditentukan oleh dinamika alam, situasai dan kondisi rokok di lapangan, diantaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n Pertama;<\/strong> faktor iklim \/ cuaca, di saat memulai tanam tembakau air hujan masih terlihat menetes, kemudian menjelang panen musim kemarau tiba, biasanya kualitas dan kuantitas tembakau petani bagus. Di saat itu pula diiringi harga jual tembakau bagus, dan petani mendapatkan keuntungan. Inilah kejadian dan kebiasaan yang terjadi. Di saat cuaca mudah diprediksi, petani mudah memperkirakan hasil tanaman tembakaunya. Sebaliknya, ketika cuaca sulit diprediksi, petani hanya pasrah. Seperti halnya, di tahun-tahun terakhir ini, iklim dan cuaca sulit diprediksi, bahkan cenderung berubah dari kebiasan. Waktu mulai tanam sampai menjelang panen, terkadang intensitas hujan turun masih tinggi, berdampak terhadap kualitas dan kuantitas tanaman tembakau menurun. Karena tembakau, termasuk tanaman yang tidak memerlukan banyak air. Jika kebanyakan air, akan membusuk dan mati atau kualitasnya jelek.<\/p>\n\n\n\n Di tahun-tahun terakhir ini faktor cuaca selain sulit diprediksi juga sudah bisa dibuat patokan untuk mendapatkan harga tembakau bagus. Mungkin dahulu ya, dengan cuaca yang mendukung, hasil tanaman bagus, harga jual tembakau bagus. Sekarang belum tentu demikian, karena banyak faktor.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Mitologi Munculnya Srintil, Tembakau Terbaik dan Termahal di Dunia <\/a><\/p>\n\n\n\n Contohnya, bisa jadi harga tembakau naik bagus saat cuaca tidak sesuai dan tidan mendukung tanaman tembakau, karena kelangkaan tembakau. Saat itu, banyak tanaman tembakau yang mati, atau banyak tanaman tembakau kuwalitasnya jelek. Nah, keadaan kelangkaan tembakau inilah memicu petani mendapatkan harga jual tembakaunya bagus. Sebaliknya, dengan cuaca dan iklim yang mendukung tanaman tembakau, belum tentu harga tanaman tembakau petani bagus. Bisa jadi harga yang diperoleh justru jauh dibawah harga saat cuaca tidak mendukung. Kenapa demikian, dimungkinkan jumlah atau kuantitas tanaman tembakau over, sehingga harga pasaran tembakau anjlok karena saking banyaknya persediaan tembakau. <\/p>\n\n\n\n Belum lagi, jika saat tembakau bagus akan tetapi kondisi pasaran rokok melemah, jelas akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Beda, walaupun kondisi tembakau tidak begitu bagus, namun permintaan pasar rokok kencang, bisa jadi harga pembelian tembakau bagus. <\/p>\n\n\n\n Jadi, faktor iklim dan cuaca memang bisa memprediksi bagus dan tidaknya kualitas dan kuantitas tembakau. Namun belum tentu dengan kualitas tembakau bagus mendapatkan harga jual bagus karena kuantitasnya berlebihan atau permintaan pasar rokok baru melemah. Realita perdagangan tembakau demikian saat ini. Ada petani yang merasakan keuntungan lebih dari hasil tanamannya di saat cuaca tidak mendukung. Sebaliknya ada petani yang merasa hasil tanaman tembakaunya tidak sesuai prediksi (keuntungan yang lebih) walaupun kualitas tembakaunya bagus dengan dukungan cuaca bagus. Ada juga, petani yang merasa mendapatkan harga tembakaunya bagus karena kuwalitas dengan daya dukung iklim. <\/p>\n\n\n\n Kedua,<\/strong> faktor regulasi dan kebijakan pemerintah. Faktor ini memang tidak mempengaruhi secara langsung harga jual tembakau. Namun justru faktor regulasi dan kebijakan pemerintah ini berdampak sangat signifikan terhadap permintaan tembakau, yang selanjutnya berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Kebijakan yang tidak melindungi tanaman tembakau, maka harga tembakau pasti semakin terpuruk, tembakau tidak dihargai lagi sebagai komuditas tanaman unggulan. Tak hanya itu, kebijakan yang tidak melindungi perusahan rokok dan tidak melindungi rokok pun akan berdampak terhadap harga jual tembakau.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Ambil contoh kebijakan kenaikan tarif cukai rokok yang rencananya sampai 23%, akan berdampak terhadap harga jual tembakau. logikanya, jika dampak kenaikan tarif cukai tersebut membuat permintaan pasar menurun, maka permintaan tembakau turun dan selanjutnya harga jual tembakau ikut menurun. Sebailiknya, dengan kenaikan tarif cukai naik, ternyata permintaan pasar rokok meningkat, maka permintaan tembakau pun meningkat dan kemudian harga tembakau ikut bagus.<\/p>\n\n\n\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok \u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n Faktor regulasi dan kebijakan yang melindungi rokok dan tembakau sangat penting untuk menentukan bagusnya harga tembakau. Apalgi jika kebijakan pemerintah tidak melindungi perusahaan rokok, tentu perusahan akan melakukan itung-itungan. Jika dalam kalkulasinya masih untung, pastinya perusahaan masih akan tetap berproduksi, dan masih akan membutuhkan tembakau.<\/p>\n\n\n\n Contoh kebijakan lain yang merugikan petani tembakau, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan perusahaan rokok dengan ketentuan 200m2<\/sup>, maka banyak industri rokok rumahan tutup, berakibat permintaan tembakau turun, terlebih tembakau kelas menengah ke bawah. Contoh lagi kebijakan pemerintah low nikotin dan tar, maka berdampak harga jual tembakau yang tidak memenuhi aturan pemerintah tersebut akan menurun. Sedangkan mayoritas tanaman tembakau petani Indonesia dengan kearifan lokalnya sulit untuk memenuhi aturan tersebut. <\/p>\n\n\n\n Jadi sebenarnya faktor harga jual tembakau sangat kompleks. Industri atau perusahaan rokok sebagai pihak yang melakukan permintaan tembakau dalam menentukan patokan harga beli pastinya memperhitungkan kuwalitas, kuantitas dan kebijakan pemerintah. Untuk itu harus ada sinergi antara industri rokok dan petani agar saling menguntungkan. Karena satu-satunya serapan tembakau terbesar di Indonesia hanya diperuntukkan sebagai bahan baku rokok kretek. Kalau nantinya industri rokok dirugikan adanya kebijakan pemerintah sudah pasti berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Selanjutnya jalinan antara industri rokok kretek dan petani harus kuat, harus ada keterbukaan, saling dukung mendukung. Industri rokok kretek harus menghargai hasil tanaman tembakau petani Nusantara, begitu juga petani harus mendukung industri rokok kretek nasional. Jangan sampai terjadi antara industri rokok kretek dan petani seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, sehingga stabilitas harga jual tembakau terjaga dengan baik. Kembali ke undangan, setelah aku baca, ternyata undangan tersebut sekaligus perintah dari pengurus YM3SK untuk mewakili datang di acara Haul Sunan Prawoto yang dilaksanakan di hari dan tanggal itu juga jam 19.00 WIB. Walaupun terkesan mendadak tidak seperti biasa jauh-jauh hari sudah ada pemberitahuan, seperti saat acara haul Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, Sunan Ampel. Akhirnya tetap datang di acara haul Sunan Prawoto dengan berkoordinasi dan mengajak dengan teman-teman di dekat desa Prawoto. Berangkat sehabis sholat isya\u2019, sampai di desa Prawoto jam 19.45 WIB acara dbelum di mulai menunggu group rebana dari bapak-bapak polisi Polres Kudus. <\/p>\n\n\n\n Disaat-saat senggang tersebut, aku manfaatkan ngobrol dengan penduduk dan tokoh Ulama\u2019 setempat. Ternyata mereka selain punya warisan seni ketoprak juga punya kebudayaan menghisap rokok kretek. Selain rokok kretek mereka tidak mau. Karena budaya merokok kretek diyakini warisan leluhurnya. Jarang sekali orang-orang tua yang tidak merokok, terlihat tidak memegang dan membawa rokok kretek kebanyakan anak-anak usia sekolah. Sambil ngobrol mengupas sedikit sejarah Sunan Prawoto kita merokok kretek bersama. Dengan merokok kretek suasana santai dan keakraban terbentuk di serambi masjid Sunan Prawoto. <\/p>\n\n\n\n Kebetulan posisiku duduk bersebelahan dengan salah satu tokoh juga Ulama\u2019 Prawoto. Umurnya sudah tergolong dapat bonus 16 tahun dati Tuhan. Itulah jawabannya saat aku tanya usianya berapa. Karena pingin tau, aku tanya kembali persisnya usia berapa, beliau menjawab diatas rata-rata umumnya usia manusia (60 tahun) yaitu 76 tahun. Ia menjawab sambil tersenyum dan memegang rokok kretek yang telah disulut, ia adalah Mbah Sholeh (nama samara).<\/p>\n\n\n\n Saat menjawab, akupun terkaget, karena prediksiku umur sekitaran 50an. Raup wajahnya bersih, badannya terlihat sehat dan terlihat energik, tidak mau kalah dengan bapak-bapak lainnya yang saat itu ikut ngobrol yang rata-rata umur 48-60 tahun. <\/p>\n\n\n\n Akhirnya akupun penasaran, dan kembali bertanya. Mbah apa resepnya kok masih terlihat muda?. Ia pun menjawab, jauhi makanan yang ada obat penyedap rasanya, makananlah bahan alami seperti daun-daunan. Sampai detik ini ia mengaku tidak makan makanan yang ada penyedap rasanya, kalau ditawari atau ada suguhan di depannya, ia memilih tidak akan memakannya. Juga kalau ditawari dan disuguhi minuman yang bergula. Ia pun demikian menghindari. Kata masyarakat lainnya yang ikut ngobrol, Mbah Sholeh itu hidup sehat.<\/p>\n\n\n\n Celetukan tersebut disikapi Mbah Sholeh dengan senyuman dan sambil mengeluarkan asap rokok kretek dari mulutnya dan hidupnya. Kemudian aku bertanya lagi, kenapa Mbah merokok?. Ia pun tersenyum sambil menyedot kembali rokok kreteknya dengan menjawab, kalau merokok kretek membuat ia bahagia, dengan kondisi bahagia ini orang jadi awet muda. Kalau merokok membuat semangat, dengan semangat orang jadi giat dan kuat. Ia juga menceritakan memulai merokok kretek saat sudah Islam. Kata Islam disini bukan berarti saat masuk Islam, akan tetapi yang dimaksud saat sudah khitan atau usia baliq. Dahulu setelah ia dikhitan, bapaknya menyuruhnya merokok sebagai tanda sudah dewasa. <\/p>\n\n\n\n Inilah pengakuan Mbah Sholeh, ternyata wajah yang bersih berseri, awet muda, fisiknya kuat dan energik, salah satu rahasinya adalah berbahagia dan giat. Agar bahagia dan giat ia selalu mengkonsumsi rokok kretek dan meninggalkan makanan dengan penyedap rasa. Masa panen adalah saat yang dinanti-nanti petani tembakau. Tentunya harapan petani, tanaman tembakaunaya tumbuh dengan baik, kualitas bagus dan jumlahnya banyak, serta harganya bagus. Di saat tanaman tembakaunya bagus, baik kualitas dan kuantitasnya, biasanya diikuti dengan harga bagus pula. Namun tidak bisa dipastikan, karena masalah harga tidak bisa petani serta merta yang menentukan, ada faktor yang sanagat kompleks. Yaitu situasi dan kondisi sektor pertembakauan di lapangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Naiknya Cukai Rokok Ancaman Bagi Buruh Industri Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n Artinya, semua yang berpengaruh terhadap perusahaan rokok, itulah nanti akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Petani hanya punya perkiraan harga berdasarkan \u201ctiten\u201d atau kebiasaan, tidak bisa dipastikan, karena harga tembakau sangat ditentukan oleh dinamika alam, situasai dan kondisi rokok di lapangan, diantaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n Pertama;<\/strong> faktor iklim \/ cuaca, di saat memulai tanam tembakau air hujan masih terlihat menetes, kemudian menjelang panen musim kemarau tiba, biasanya kualitas dan kuantitas tembakau petani bagus. Di saat itu pula diiringi harga jual tembakau bagus, dan petani mendapatkan keuntungan. Inilah kejadian dan kebiasaan yang terjadi. Di saat cuaca mudah diprediksi, petani mudah memperkirakan hasil tanaman tembakaunya. Sebaliknya, ketika cuaca sulit diprediksi, petani hanya pasrah. Seperti halnya, di tahun-tahun terakhir ini, iklim dan cuaca sulit diprediksi, bahkan cenderung berubah dari kebiasan. Waktu mulai tanam sampai menjelang panen, terkadang intensitas hujan turun masih tinggi, berdampak terhadap kualitas dan kuantitas tanaman tembakau menurun. Karena tembakau, termasuk tanaman yang tidak memerlukan banyak air. Jika kebanyakan air, akan membusuk dan mati atau kualitasnya jelek.<\/p>\n\n\n\n Di tahun-tahun terakhir ini faktor cuaca selain sulit diprediksi juga sudah bisa dibuat patokan untuk mendapatkan harga tembakau bagus. Mungkin dahulu ya, dengan cuaca yang mendukung, hasil tanaman bagus, harga jual tembakau bagus. Sekarang belum tentu demikian, karena banyak faktor.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Mitologi Munculnya Srintil, Tembakau Terbaik dan Termahal di Dunia <\/a><\/p>\n\n\n\n Contohnya, bisa jadi harga tembakau naik bagus saat cuaca tidak sesuai dan tidan mendukung tanaman tembakau, karena kelangkaan tembakau. Saat itu, banyak tanaman tembakau yang mati, atau banyak tanaman tembakau kuwalitasnya jelek. Nah, keadaan kelangkaan tembakau inilah memicu petani mendapatkan harga jual tembakaunya bagus. Sebaliknya, dengan cuaca dan iklim yang mendukung tanaman tembakau, belum tentu harga tanaman tembakau petani bagus. Bisa jadi harga yang diperoleh justru jauh dibawah harga saat cuaca tidak mendukung. Kenapa demikian, dimungkinkan jumlah atau kuantitas tanaman tembakau over, sehingga harga pasaran tembakau anjlok karena saking banyaknya persediaan tembakau. <\/p>\n\n\n\n Belum lagi, jika saat tembakau bagus akan tetapi kondisi pasaran rokok melemah, jelas akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Beda, walaupun kondisi tembakau tidak begitu bagus, namun permintaan pasar rokok kencang, bisa jadi harga pembelian tembakau bagus. <\/p>\n\n\n\n Jadi, faktor iklim dan cuaca memang bisa memprediksi bagus dan tidaknya kualitas dan kuantitas tembakau. Namun belum tentu dengan kualitas tembakau bagus mendapatkan harga jual bagus karena kuantitasnya berlebihan atau permintaan pasar rokok baru melemah. Realita perdagangan tembakau demikian saat ini. Ada petani yang merasakan keuntungan lebih dari hasil tanamannya di saat cuaca tidak mendukung. Sebaliknya ada petani yang merasa hasil tanaman tembakaunya tidak sesuai prediksi (keuntungan yang lebih) walaupun kualitas tembakaunya bagus dengan dukungan cuaca bagus. Ada juga, petani yang merasa mendapatkan harga tembakaunya bagus karena kuwalitas dengan daya dukung iklim. <\/p>\n\n\n\n Kedua,<\/strong> faktor regulasi dan kebijakan pemerintah. Faktor ini memang tidak mempengaruhi secara langsung harga jual tembakau. Namun justru faktor regulasi dan kebijakan pemerintah ini berdampak sangat signifikan terhadap permintaan tembakau, yang selanjutnya berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Kebijakan yang tidak melindungi tanaman tembakau, maka harga tembakau pasti semakin terpuruk, tembakau tidak dihargai lagi sebagai komuditas tanaman unggulan. Tak hanya itu, kebijakan yang tidak melindungi perusahan rokok dan tidak melindungi rokok pun akan berdampak terhadap harga jual tembakau.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Ambil contoh kebijakan kenaikan tarif cukai rokok yang rencananya sampai 23%, akan berdampak terhadap harga jual tembakau. logikanya, jika dampak kenaikan tarif cukai tersebut membuat permintaan pasar menurun, maka permintaan tembakau turun dan selanjutnya harga jual tembakau ikut menurun. Sebailiknya, dengan kenaikan tarif cukai naik, ternyata permintaan pasar rokok meningkat, maka permintaan tembakau pun meningkat dan kemudian harga tembakau ikut bagus.<\/p>\n\n\n\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok \u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n Faktor regulasi dan kebijakan yang melindungi rokok dan tembakau sangat penting untuk menentukan bagusnya harga tembakau. Apalgi jika kebijakan pemerintah tidak melindungi perusahaan rokok, tentu perusahan akan melakukan itung-itungan. Jika dalam kalkulasinya masih untung, pastinya perusahaan masih akan tetap berproduksi, dan masih akan membutuhkan tembakau.<\/p>\n\n\n\n Contoh kebijakan lain yang merugikan petani tembakau, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan perusahaan rokok dengan ketentuan 200m2<\/sup>, maka banyak industri rokok rumahan tutup, berakibat permintaan tembakau turun, terlebih tembakau kelas menengah ke bawah. Contoh lagi kebijakan pemerintah low nikotin dan tar, maka berdampak harga jual tembakau yang tidak memenuhi aturan pemerintah tersebut akan menurun. Sedangkan mayoritas tanaman tembakau petani Indonesia dengan kearifan lokalnya sulit untuk memenuhi aturan tersebut. <\/p>\n\n\n\n Jadi sebenarnya faktor harga jual tembakau sangat kompleks. Industri atau perusahaan rokok sebagai pihak yang melakukan permintaan tembakau dalam menentukan patokan harga beli pastinya memperhitungkan kuwalitas, kuantitas dan kebijakan pemerintah. Untuk itu harus ada sinergi antara industri rokok dan petani agar saling menguntungkan. Karena satu-satunya serapan tembakau terbesar di Indonesia hanya diperuntukkan sebagai bahan baku rokok kretek. Kalau nantinya industri rokok dirugikan adanya kebijakan pemerintah sudah pasti berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Selanjutnya jalinan antara industri rokok kretek dan petani harus kuat, harus ada keterbukaan, saling dukung mendukung. Industri rokok kretek harus menghargai hasil tanaman tembakau petani Nusantara, begitu juga petani harus mendukung industri rokok kretek nasional. Jangan sampai terjadi antara industri rokok kretek dan petani seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, sehingga stabilitas harga jual tembakau terjaga dengan baik. Rerata jenjang pendidikan masyarakat Prawoto maksimal tingkat SMA, hanya ada beberapa glintir yang samapi jenjang sarjana dan ada satu orang menjadi guru besar di UGM, namun sudah lama menetap di Yogyakarta, dan jarang pulang. Anehnya, walaupun rata-rata lulusan jenjang SMA, kemampuan dan skill mereka tak kalah dengan yang sarjana bahkan mentalnya pun demikian. Hal itu dapat dilihat dari cara bicara, cara berorganisasi, dan pola pikir maju seperti halnya sarjana. Itulah sekilah cerita tentang Prawoto.<\/p>\n\n\n\n Kembali ke undangan, setelah aku baca, ternyata undangan tersebut sekaligus perintah dari pengurus YM3SK untuk mewakili datang di acara Haul Sunan Prawoto yang dilaksanakan di hari dan tanggal itu juga jam 19.00 WIB. Walaupun terkesan mendadak tidak seperti biasa jauh-jauh hari sudah ada pemberitahuan, seperti saat acara haul Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, Sunan Ampel. Akhirnya tetap datang di acara haul Sunan Prawoto dengan berkoordinasi dan mengajak dengan teman-teman di dekat desa Prawoto. Berangkat sehabis sholat isya\u2019, sampai di desa Prawoto jam 19.45 WIB acara dbelum di mulai menunggu group rebana dari bapak-bapak polisi Polres Kudus. <\/p>\n\n\n\n Disaat-saat senggang tersebut, aku manfaatkan ngobrol dengan penduduk dan tokoh Ulama\u2019 setempat. Ternyata mereka selain punya warisan seni ketoprak juga punya kebudayaan menghisap rokok kretek. Selain rokok kretek mereka tidak mau. Karena budaya merokok kretek diyakini warisan leluhurnya. Jarang sekali orang-orang tua yang tidak merokok, terlihat tidak memegang dan membawa rokok kretek kebanyakan anak-anak usia sekolah. Sambil ngobrol mengupas sedikit sejarah Sunan Prawoto kita merokok kretek bersama. Dengan merokok kretek suasana santai dan keakraban terbentuk di serambi masjid Sunan Prawoto. <\/p>\n\n\n\n Kebetulan posisiku duduk bersebelahan dengan salah satu tokoh juga Ulama\u2019 Prawoto. Umurnya sudah tergolong dapat bonus 16 tahun dati Tuhan. Itulah jawabannya saat aku tanya usianya berapa. Karena pingin tau, aku tanya kembali persisnya usia berapa, beliau menjawab diatas rata-rata umumnya usia manusia (60 tahun) yaitu 76 tahun. Ia menjawab sambil tersenyum dan memegang rokok kretek yang telah disulut, ia adalah Mbah Sholeh (nama samara).<\/p>\n\n\n\n Saat menjawab, akupun terkaget, karena prediksiku umur sekitaran 50an. Raup wajahnya bersih, badannya terlihat sehat dan terlihat energik, tidak mau kalah dengan bapak-bapak lainnya yang saat itu ikut ngobrol yang rata-rata umur 48-60 tahun. <\/p>\n\n\n\n Akhirnya akupun penasaran, dan kembali bertanya. Mbah apa resepnya kok masih terlihat muda?. Ia pun menjawab, jauhi makanan yang ada obat penyedap rasanya, makananlah bahan alami seperti daun-daunan. Sampai detik ini ia mengaku tidak makan makanan yang ada penyedap rasanya, kalau ditawari atau ada suguhan di depannya, ia memilih tidak akan memakannya. Juga kalau ditawari dan disuguhi minuman yang bergula. Ia pun demikian menghindari. Kata masyarakat lainnya yang ikut ngobrol, Mbah Sholeh itu hidup sehat.<\/p>\n\n\n\n Celetukan tersebut disikapi Mbah Sholeh dengan senyuman dan sambil mengeluarkan asap rokok kretek dari mulutnya dan hidupnya. Kemudian aku bertanya lagi, kenapa Mbah merokok?. Ia pun tersenyum sambil menyedot kembali rokok kreteknya dengan menjawab, kalau merokok kretek membuat ia bahagia, dengan kondisi bahagia ini orang jadi awet muda. Kalau merokok membuat semangat, dengan semangat orang jadi giat dan kuat. Ia juga menceritakan memulai merokok kretek saat sudah Islam. Kata Islam disini bukan berarti saat masuk Islam, akan tetapi yang dimaksud saat sudah khitan atau usia baliq. Dahulu setelah ia dikhitan, bapaknya menyuruhnya merokok sebagai tanda sudah dewasa. <\/p>\n\n\n\n Inilah pengakuan Mbah Sholeh, ternyata wajah yang bersih berseri, awet muda, fisiknya kuat dan energik, salah satu rahasinya adalah berbahagia dan giat. Agar bahagia dan giat ia selalu mengkonsumsi rokok kretek dan meninggalkan makanan dengan penyedap rasa. Masa panen adalah saat yang dinanti-nanti petani tembakau. Tentunya harapan petani, tanaman tembakaunaya tumbuh dengan baik, kualitas bagus dan jumlahnya banyak, serta harganya bagus. Di saat tanaman tembakaunya bagus, baik kualitas dan kuantitasnya, biasanya diikuti dengan harga bagus pula. Namun tidak bisa dipastikan, karena masalah harga tidak bisa petani serta merta yang menentukan, ada faktor yang sanagat kompleks. Yaitu situasi dan kondisi sektor pertembakauan di lapangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Naiknya Cukai Rokok Ancaman Bagi Buruh Industri Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n Artinya, semua yang berpengaruh terhadap perusahaan rokok, itulah nanti akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Petani hanya punya perkiraan harga berdasarkan \u201ctiten\u201d atau kebiasaan, tidak bisa dipastikan, karena harga tembakau sangat ditentukan oleh dinamika alam, situasai dan kondisi rokok di lapangan, diantaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n Pertama;<\/strong> faktor iklim \/ cuaca, di saat memulai tanam tembakau air hujan masih terlihat menetes, kemudian menjelang panen musim kemarau tiba, biasanya kualitas dan kuantitas tembakau petani bagus. Di saat itu pula diiringi harga jual tembakau bagus, dan petani mendapatkan keuntungan. Inilah kejadian dan kebiasaan yang terjadi. Di saat cuaca mudah diprediksi, petani mudah memperkirakan hasil tanaman tembakaunya. Sebaliknya, ketika cuaca sulit diprediksi, petani hanya pasrah. Seperti halnya, di tahun-tahun terakhir ini, iklim dan cuaca sulit diprediksi, bahkan cenderung berubah dari kebiasan. Waktu mulai tanam sampai menjelang panen, terkadang intensitas hujan turun masih tinggi, berdampak terhadap kualitas dan kuantitas tanaman tembakau menurun. Karena tembakau, termasuk tanaman yang tidak memerlukan banyak air. Jika kebanyakan air, akan membusuk dan mati atau kualitasnya jelek.<\/p>\n\n\n\n Di tahun-tahun terakhir ini faktor cuaca selain sulit diprediksi juga sudah bisa dibuat patokan untuk mendapatkan harga tembakau bagus. Mungkin dahulu ya, dengan cuaca yang mendukung, hasil tanaman bagus, harga jual tembakau bagus. Sekarang belum tentu demikian, karena banyak faktor.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Mitologi Munculnya Srintil, Tembakau Terbaik dan Termahal di Dunia <\/a><\/p>\n\n\n\n Contohnya, bisa jadi harga tembakau naik bagus saat cuaca tidak sesuai dan tidan mendukung tanaman tembakau, karena kelangkaan tembakau. Saat itu, banyak tanaman tembakau yang mati, atau banyak tanaman tembakau kuwalitasnya jelek. Nah, keadaan kelangkaan tembakau inilah memicu petani mendapatkan harga jual tembakaunya bagus. Sebaliknya, dengan cuaca dan iklim yang mendukung tanaman tembakau, belum tentu harga tanaman tembakau petani bagus. Bisa jadi harga yang diperoleh justru jauh dibawah harga saat cuaca tidak mendukung. Kenapa demikian, dimungkinkan jumlah atau kuantitas tanaman tembakau over, sehingga harga pasaran tembakau anjlok karena saking banyaknya persediaan tembakau. <\/p>\n\n\n\n Belum lagi, jika saat tembakau bagus akan tetapi kondisi pasaran rokok melemah, jelas akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Beda, walaupun kondisi tembakau tidak begitu bagus, namun permintaan pasar rokok kencang, bisa jadi harga pembelian tembakau bagus. <\/p>\n\n\n\n Jadi, faktor iklim dan cuaca memang bisa memprediksi bagus dan tidaknya kualitas dan kuantitas tembakau. Namun belum tentu dengan kualitas tembakau bagus mendapatkan harga jual bagus karena kuantitasnya berlebihan atau permintaan pasar rokok baru melemah. Realita perdagangan tembakau demikian saat ini. Ada petani yang merasakan keuntungan lebih dari hasil tanamannya di saat cuaca tidak mendukung. Sebaliknya ada petani yang merasa hasil tanaman tembakaunya tidak sesuai prediksi (keuntungan yang lebih) walaupun kualitas tembakaunya bagus dengan dukungan cuaca bagus. Ada juga, petani yang merasa mendapatkan harga tembakaunya bagus karena kuwalitas dengan daya dukung iklim. <\/p>\n\n\n\n Kedua,<\/strong> faktor regulasi dan kebijakan pemerintah. Faktor ini memang tidak mempengaruhi secara langsung harga jual tembakau. Namun justru faktor regulasi dan kebijakan pemerintah ini berdampak sangat signifikan terhadap permintaan tembakau, yang selanjutnya berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Kebijakan yang tidak melindungi tanaman tembakau, maka harga tembakau pasti semakin terpuruk, tembakau tidak dihargai lagi sebagai komuditas tanaman unggulan. Tak hanya itu, kebijakan yang tidak melindungi perusahan rokok dan tidak melindungi rokok pun akan berdampak terhadap harga jual tembakau.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Ambil contoh kebijakan kenaikan tarif cukai rokok yang rencananya sampai 23%, akan berdampak terhadap harga jual tembakau. logikanya, jika dampak kenaikan tarif cukai tersebut membuat permintaan pasar menurun, maka permintaan tembakau turun dan selanjutnya harga jual tembakau ikut menurun. Sebailiknya, dengan kenaikan tarif cukai naik, ternyata permintaan pasar rokok meningkat, maka permintaan tembakau pun meningkat dan kemudian harga tembakau ikut bagus.<\/p>\n\n\n\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok \u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n Faktor regulasi dan kebijakan yang melindungi rokok dan tembakau sangat penting untuk menentukan bagusnya harga tembakau. Apalgi jika kebijakan pemerintah tidak melindungi perusahaan rokok, tentu perusahan akan melakukan itung-itungan. Jika dalam kalkulasinya masih untung, pastinya perusahaan masih akan tetap berproduksi, dan masih akan membutuhkan tembakau.<\/p>\n\n\n\n Contoh kebijakan lain yang merugikan petani tembakau, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan perusahaan rokok dengan ketentuan 200m2<\/sup>, maka banyak industri rokok rumahan tutup, berakibat permintaan tembakau turun, terlebih tembakau kelas menengah ke bawah. Contoh lagi kebijakan pemerintah low nikotin dan tar, maka berdampak harga jual tembakau yang tidak memenuhi aturan pemerintah tersebut akan menurun. Sedangkan mayoritas tanaman tembakau petani Indonesia dengan kearifan lokalnya sulit untuk memenuhi aturan tersebut. <\/p>\n\n\n\n Jadi sebenarnya faktor harga jual tembakau sangat kompleks. Industri atau perusahaan rokok sebagai pihak yang melakukan permintaan tembakau dalam menentukan patokan harga beli pastinya memperhitungkan kuwalitas, kuantitas dan kebijakan pemerintah. Untuk itu harus ada sinergi antara industri rokok dan petani agar saling menguntungkan. Karena satu-satunya serapan tembakau terbesar di Indonesia hanya diperuntukkan sebagai bahan baku rokok kretek. Kalau nantinya industri rokok dirugikan adanya kebijakan pemerintah sudah pasti berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Selanjutnya jalinan antara industri rokok kretek dan petani harus kuat, harus ada keterbukaan, saling dukung mendukung. Industri rokok kretek harus menghargai hasil tanaman tembakau petani Nusantara, begitu juga petani harus mendukung industri rokok kretek nasional. Jangan sampai terjadi antara industri rokok kretek dan petani seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, sehingga stabilitas harga jual tembakau terjaga dengan baik. Di Desa Prawoto terdapat dua makam Sunan Prawoto, di daerah bawah dan di daerah atas istilah masyarakat menamainya. Terlepas mana yang benar Makam Sunan Prawoto tergantung keyakinan individu. Menurut arkeolog UGM yang saat itu ikut menjelaskan, bahwa yang dibawah adalah peninggalan situs dan yang di atas dari dulu berupa makam yang dikenal dengan makam Tabek. <\/p>\n\n\n\n Rerata jenjang pendidikan masyarakat Prawoto maksimal tingkat SMA, hanya ada beberapa glintir yang samapi jenjang sarjana dan ada satu orang menjadi guru besar di UGM, namun sudah lama menetap di Yogyakarta, dan jarang pulang. Anehnya, walaupun rata-rata lulusan jenjang SMA, kemampuan dan skill mereka tak kalah dengan yang sarjana bahkan mentalnya pun demikian. Hal itu dapat dilihat dari cara bicara, cara berorganisasi, dan pola pikir maju seperti halnya sarjana. Itulah sekilah cerita tentang Prawoto.<\/p>\n\n\n\n Kembali ke undangan, setelah aku baca, ternyata undangan tersebut sekaligus perintah dari pengurus YM3SK untuk mewakili datang di acara Haul Sunan Prawoto yang dilaksanakan di hari dan tanggal itu juga jam 19.00 WIB. Walaupun terkesan mendadak tidak seperti biasa jauh-jauh hari sudah ada pemberitahuan, seperti saat acara haul Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, Sunan Ampel. Akhirnya tetap datang di acara haul Sunan Prawoto dengan berkoordinasi dan mengajak dengan teman-teman di dekat desa Prawoto. Berangkat sehabis sholat isya\u2019, sampai di desa Prawoto jam 19.45 WIB acara dbelum di mulai menunggu group rebana dari bapak-bapak polisi Polres Kudus. <\/p>\n\n\n\n Disaat-saat senggang tersebut, aku manfaatkan ngobrol dengan penduduk dan tokoh Ulama\u2019 setempat. Ternyata mereka selain punya warisan seni ketoprak juga punya kebudayaan menghisap rokok kretek. Selain rokok kretek mereka tidak mau. Karena budaya merokok kretek diyakini warisan leluhurnya. Jarang sekali orang-orang tua yang tidak merokok, terlihat tidak memegang dan membawa rokok kretek kebanyakan anak-anak usia sekolah. Sambil ngobrol mengupas sedikit sejarah Sunan Prawoto kita merokok kretek bersama. Dengan merokok kretek suasana santai dan keakraban terbentuk di serambi masjid Sunan Prawoto. <\/p>\n\n\n\n Kebetulan posisiku duduk bersebelahan dengan salah satu tokoh juga Ulama\u2019 Prawoto. Umurnya sudah tergolong dapat bonus 16 tahun dati Tuhan. Itulah jawabannya saat aku tanya usianya berapa. Karena pingin tau, aku tanya kembali persisnya usia berapa, beliau menjawab diatas rata-rata umumnya usia manusia (60 tahun) yaitu 76 tahun. Ia menjawab sambil tersenyum dan memegang rokok kretek yang telah disulut, ia adalah Mbah Sholeh (nama samara).<\/p>\n\n\n\n Saat menjawab, akupun terkaget, karena prediksiku umur sekitaran 50an. Raup wajahnya bersih, badannya terlihat sehat dan terlihat energik, tidak mau kalah dengan bapak-bapak lainnya yang saat itu ikut ngobrol yang rata-rata umur 48-60 tahun. <\/p>\n\n\n\n Akhirnya akupun penasaran, dan kembali bertanya. Mbah apa resepnya kok masih terlihat muda?. Ia pun menjawab, jauhi makanan yang ada obat penyedap rasanya, makananlah bahan alami seperti daun-daunan. Sampai detik ini ia mengaku tidak makan makanan yang ada penyedap rasanya, kalau ditawari atau ada suguhan di depannya, ia memilih tidak akan memakannya. Juga kalau ditawari dan disuguhi minuman yang bergula. Ia pun demikian menghindari. Kata masyarakat lainnya yang ikut ngobrol, Mbah Sholeh itu hidup sehat.<\/p>\n\n\n\n Celetukan tersebut disikapi Mbah Sholeh dengan senyuman dan sambil mengeluarkan asap rokok kretek dari mulutnya dan hidupnya. Kemudian aku bertanya lagi, kenapa Mbah merokok?. Ia pun tersenyum sambil menyedot kembali rokok kreteknya dengan menjawab, kalau merokok kretek membuat ia bahagia, dengan kondisi bahagia ini orang jadi awet muda. Kalau merokok membuat semangat, dengan semangat orang jadi giat dan kuat. Ia juga menceritakan memulai merokok kretek saat sudah Islam. Kata Islam disini bukan berarti saat masuk Islam, akan tetapi yang dimaksud saat sudah khitan atau usia baliq. Dahulu setelah ia dikhitan, bapaknya menyuruhnya merokok sebagai tanda sudah dewasa. <\/p>\n\n\n\n Inilah pengakuan Mbah Sholeh, ternyata wajah yang bersih berseri, awet muda, fisiknya kuat dan energik, salah satu rahasinya adalah berbahagia dan giat. Agar bahagia dan giat ia selalu mengkonsumsi rokok kretek dan meninggalkan makanan dengan penyedap rasa. Masa panen adalah saat yang dinanti-nanti petani tembakau. Tentunya harapan petani, tanaman tembakaunaya tumbuh dengan baik, kualitas bagus dan jumlahnya banyak, serta harganya bagus. Di saat tanaman tembakaunya bagus, baik kualitas dan kuantitasnya, biasanya diikuti dengan harga bagus pula. Namun tidak bisa dipastikan, karena masalah harga tidak bisa petani serta merta yang menentukan, ada faktor yang sanagat kompleks. Yaitu situasi dan kondisi sektor pertembakauan di lapangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Naiknya Cukai Rokok Ancaman Bagi Buruh Industri Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n Artinya, semua yang berpengaruh terhadap perusahaan rokok, itulah nanti akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Petani hanya punya perkiraan harga berdasarkan \u201ctiten\u201d atau kebiasaan, tidak bisa dipastikan, karena harga tembakau sangat ditentukan oleh dinamika alam, situasai dan kondisi rokok di lapangan, diantaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n Pertama;<\/strong> faktor iklim \/ cuaca, di saat memulai tanam tembakau air hujan masih terlihat menetes, kemudian menjelang panen musim kemarau tiba, biasanya kualitas dan kuantitas tembakau petani bagus. Di saat itu pula diiringi harga jual tembakau bagus, dan petani mendapatkan keuntungan. Inilah kejadian dan kebiasaan yang terjadi. Di saat cuaca mudah diprediksi, petani mudah memperkirakan hasil tanaman tembakaunya. Sebaliknya, ketika cuaca sulit diprediksi, petani hanya pasrah. Seperti halnya, di tahun-tahun terakhir ini, iklim dan cuaca sulit diprediksi, bahkan cenderung berubah dari kebiasan. Waktu mulai tanam sampai menjelang panen, terkadang intensitas hujan turun masih tinggi, berdampak terhadap kualitas dan kuantitas tanaman tembakau menurun. Karena tembakau, termasuk tanaman yang tidak memerlukan banyak air. Jika kebanyakan air, akan membusuk dan mati atau kualitasnya jelek.<\/p>\n\n\n\n Di tahun-tahun terakhir ini faktor cuaca selain sulit diprediksi juga sudah bisa dibuat patokan untuk mendapatkan harga tembakau bagus. Mungkin dahulu ya, dengan cuaca yang mendukung, hasil tanaman bagus, harga jual tembakau bagus. Sekarang belum tentu demikian, karena banyak faktor.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Mitologi Munculnya Srintil, Tembakau Terbaik dan Termahal di Dunia <\/a><\/p>\n\n\n\n Contohnya, bisa jadi harga tembakau naik bagus saat cuaca tidak sesuai dan tidan mendukung tanaman tembakau, karena kelangkaan tembakau. Saat itu, banyak tanaman tembakau yang mati, atau banyak tanaman tembakau kuwalitasnya jelek. Nah, keadaan kelangkaan tembakau inilah memicu petani mendapatkan harga jual tembakaunya bagus. Sebaliknya, dengan cuaca dan iklim yang mendukung tanaman tembakau, belum tentu harga tanaman tembakau petani bagus. Bisa jadi harga yang diperoleh justru jauh dibawah harga saat cuaca tidak mendukung. Kenapa demikian, dimungkinkan jumlah atau kuantitas tanaman tembakau over, sehingga harga pasaran tembakau anjlok karena saking banyaknya persediaan tembakau. <\/p>\n\n\n\n Belum lagi, jika saat tembakau bagus akan tetapi kondisi pasaran rokok melemah, jelas akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Beda, walaupun kondisi tembakau tidak begitu bagus, namun permintaan pasar rokok kencang, bisa jadi harga pembelian tembakau bagus. <\/p>\n\n\n\n Jadi, faktor iklim dan cuaca memang bisa memprediksi bagus dan tidaknya kualitas dan kuantitas tembakau. Namun belum tentu dengan kualitas tembakau bagus mendapatkan harga jual bagus karena kuantitasnya berlebihan atau permintaan pasar rokok baru melemah. Realita perdagangan tembakau demikian saat ini. Ada petani yang merasakan keuntungan lebih dari hasil tanamannya di saat cuaca tidak mendukung. Sebaliknya ada petani yang merasa hasil tanaman tembakaunya tidak sesuai prediksi (keuntungan yang lebih) walaupun kualitas tembakaunya bagus dengan dukungan cuaca bagus. Ada juga, petani yang merasa mendapatkan harga tembakaunya bagus karena kuwalitas dengan daya dukung iklim. <\/p>\n\n\n\n Kedua,<\/strong> faktor regulasi dan kebijakan pemerintah. Faktor ini memang tidak mempengaruhi secara langsung harga jual tembakau. Namun justru faktor regulasi dan kebijakan pemerintah ini berdampak sangat signifikan terhadap permintaan tembakau, yang selanjutnya berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Kebijakan yang tidak melindungi tanaman tembakau, maka harga tembakau pasti semakin terpuruk, tembakau tidak dihargai lagi sebagai komuditas tanaman unggulan. Tak hanya itu, kebijakan yang tidak melindungi perusahan rokok dan tidak melindungi rokok pun akan berdampak terhadap harga jual tembakau.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Ambil contoh kebijakan kenaikan tarif cukai rokok yang rencananya sampai 23%, akan berdampak terhadap harga jual tembakau. logikanya, jika dampak kenaikan tarif cukai tersebut membuat permintaan pasar menurun, maka permintaan tembakau turun dan selanjutnya harga jual tembakau ikut menurun. Sebailiknya, dengan kenaikan tarif cukai naik, ternyata permintaan pasar rokok meningkat, maka permintaan tembakau pun meningkat dan kemudian harga tembakau ikut bagus.<\/p>\n\n\n\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok \u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n Faktor regulasi dan kebijakan yang melindungi rokok dan tembakau sangat penting untuk menentukan bagusnya harga tembakau. Apalgi jika kebijakan pemerintah tidak melindungi perusahaan rokok, tentu perusahan akan melakukan itung-itungan. Jika dalam kalkulasinya masih untung, pastinya perusahaan masih akan tetap berproduksi, dan masih akan membutuhkan tembakau.<\/p>\n\n\n\n Contoh kebijakan lain yang merugikan petani tembakau, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan perusahaan rokok dengan ketentuan 200m2<\/sup>, maka banyak industri rokok rumahan tutup, berakibat permintaan tembakau turun, terlebih tembakau kelas menengah ke bawah. Contoh lagi kebijakan pemerintah low nikotin dan tar, maka berdampak harga jual tembakau yang tidak memenuhi aturan pemerintah tersebut akan menurun. Sedangkan mayoritas tanaman tembakau petani Indonesia dengan kearifan lokalnya sulit untuk memenuhi aturan tersebut. <\/p>\n\n\n\n Jadi sebenarnya faktor harga jual tembakau sangat kompleks. Industri atau perusahaan rokok sebagai pihak yang melakukan permintaan tembakau dalam menentukan patokan harga beli pastinya memperhitungkan kuwalitas, kuantitas dan kebijakan pemerintah. Untuk itu harus ada sinergi antara industri rokok dan petani agar saling menguntungkan. Karena satu-satunya serapan tembakau terbesar di Indonesia hanya diperuntukkan sebagai bahan baku rokok kretek. Kalau nantinya industri rokok dirugikan adanya kebijakan pemerintah sudah pasti berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Selanjutnya jalinan antara industri rokok kretek dan petani harus kuat, harus ada keterbukaan, saling dukung mendukung. Industri rokok kretek harus menghargai hasil tanaman tembakau petani Nusantara, begitu juga petani harus mendukung industri rokok kretek nasional. Jangan sampai terjadi antara industri rokok kretek dan petani seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, sehingga stabilitas harga jual tembakau terjaga dengan baik. Pada masa penjajahan Belanda, Desa Prawoto di fungsikan sebagai distrik Karesidenan yang membawai daerah Pati sampai perbatasan Tuban Jawa Timur, Kudus, Jepara bahkan Demak. Sampai sekarang perkantoran Karesidenan warisan Belanda masih berdiri kokoh dan sebagian difungsikan untuk kepentingan Desa. Tidak hanya itu, di tengah-tengah desa terdapat semacam alun-alun kecil dengan kolam air besar yang konon juga peninggalan Belanda. Tidak sedikit yang berpendapat kolam tersebut peninggalan jauh sebelum Belanda, alias peninggalan Sunan Prawoto. Sehingga, kolam tersebut sering dibuat mandi para tokoh-tokoh dan Ulama\u2019 dari luar kota di Jawa, seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Magelang, Solo dan lainnya. <\/p>\n\n\n\n Di Desa Prawoto terdapat dua makam Sunan Prawoto, di daerah bawah dan di daerah atas istilah masyarakat menamainya. Terlepas mana yang benar Makam Sunan Prawoto tergantung keyakinan individu. Menurut arkeolog UGM yang saat itu ikut menjelaskan, bahwa yang dibawah adalah peninggalan situs dan yang di atas dari dulu berupa makam yang dikenal dengan makam Tabek. <\/p>\n\n\n\n Rerata jenjang pendidikan masyarakat Prawoto maksimal tingkat SMA, hanya ada beberapa glintir yang samapi jenjang sarjana dan ada satu orang menjadi guru besar di UGM, namun sudah lama menetap di Yogyakarta, dan jarang pulang. Anehnya, walaupun rata-rata lulusan jenjang SMA, kemampuan dan skill mereka tak kalah dengan yang sarjana bahkan mentalnya pun demikian. Hal itu dapat dilihat dari cara bicara, cara berorganisasi, dan pola pikir maju seperti halnya sarjana. Itulah sekilah cerita tentang Prawoto.<\/p>\n\n\n\n Kembali ke undangan, setelah aku baca, ternyata undangan tersebut sekaligus perintah dari pengurus YM3SK untuk mewakili datang di acara Haul Sunan Prawoto yang dilaksanakan di hari dan tanggal itu juga jam 19.00 WIB. Walaupun terkesan mendadak tidak seperti biasa jauh-jauh hari sudah ada pemberitahuan, seperti saat acara haul Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, Sunan Ampel. Akhirnya tetap datang di acara haul Sunan Prawoto dengan berkoordinasi dan mengajak dengan teman-teman di dekat desa Prawoto. Berangkat sehabis sholat isya\u2019, sampai di desa Prawoto jam 19.45 WIB acara dbelum di mulai menunggu group rebana dari bapak-bapak polisi Polres Kudus. <\/p>\n\n\n\n Disaat-saat senggang tersebut, aku manfaatkan ngobrol dengan penduduk dan tokoh Ulama\u2019 setempat. Ternyata mereka selain punya warisan seni ketoprak juga punya kebudayaan menghisap rokok kretek. Selain rokok kretek mereka tidak mau. Karena budaya merokok kretek diyakini warisan leluhurnya. Jarang sekali orang-orang tua yang tidak merokok, terlihat tidak memegang dan membawa rokok kretek kebanyakan anak-anak usia sekolah. Sambil ngobrol mengupas sedikit sejarah Sunan Prawoto kita merokok kretek bersama. Dengan merokok kretek suasana santai dan keakraban terbentuk di serambi masjid Sunan Prawoto. <\/p>\n\n\n\n Kebetulan posisiku duduk bersebelahan dengan salah satu tokoh juga Ulama\u2019 Prawoto. Umurnya sudah tergolong dapat bonus 16 tahun dati Tuhan. Itulah jawabannya saat aku tanya usianya berapa. Karena pingin tau, aku tanya kembali persisnya usia berapa, beliau menjawab diatas rata-rata umumnya usia manusia (60 tahun) yaitu 76 tahun. Ia menjawab sambil tersenyum dan memegang rokok kretek yang telah disulut, ia adalah Mbah Sholeh (nama samara).<\/p>\n\n\n\n Saat menjawab, akupun terkaget, karena prediksiku umur sekitaran 50an. Raup wajahnya bersih, badannya terlihat sehat dan terlihat energik, tidak mau kalah dengan bapak-bapak lainnya yang saat itu ikut ngobrol yang rata-rata umur 48-60 tahun. <\/p>\n\n\n\n Akhirnya akupun penasaran, dan kembali bertanya. Mbah apa resepnya kok masih terlihat muda?. Ia pun menjawab, jauhi makanan yang ada obat penyedap rasanya, makananlah bahan alami seperti daun-daunan. Sampai detik ini ia mengaku tidak makan makanan yang ada penyedap rasanya, kalau ditawari atau ada suguhan di depannya, ia memilih tidak akan memakannya. Juga kalau ditawari dan disuguhi minuman yang bergula. Ia pun demikian menghindari. Kata masyarakat lainnya yang ikut ngobrol, Mbah Sholeh itu hidup sehat.<\/p>\n\n\n\n Celetukan tersebut disikapi Mbah Sholeh dengan senyuman dan sambil mengeluarkan asap rokok kretek dari mulutnya dan hidupnya. Kemudian aku bertanya lagi, kenapa Mbah merokok?. Ia pun tersenyum sambil menyedot kembali rokok kreteknya dengan menjawab, kalau merokok kretek membuat ia bahagia, dengan kondisi bahagia ini orang jadi awet muda. Kalau merokok membuat semangat, dengan semangat orang jadi giat dan kuat. Ia juga menceritakan memulai merokok kretek saat sudah Islam. Kata Islam disini bukan berarti saat masuk Islam, akan tetapi yang dimaksud saat sudah khitan atau usia baliq. Dahulu setelah ia dikhitan, bapaknya menyuruhnya merokok sebagai tanda sudah dewasa. <\/p>\n\n\n\n Inilah pengakuan Mbah Sholeh, ternyata wajah yang bersih berseri, awet muda, fisiknya kuat dan energik, salah satu rahasinya adalah berbahagia dan giat. Agar bahagia dan giat ia selalu mengkonsumsi rokok kretek dan meninggalkan makanan dengan penyedap rasa. Masa panen adalah saat yang dinanti-nanti petani tembakau. Tentunya harapan petani, tanaman tembakaunaya tumbuh dengan baik, kualitas bagus dan jumlahnya banyak, serta harganya bagus. Di saat tanaman tembakaunya bagus, baik kualitas dan kuantitasnya, biasanya diikuti dengan harga bagus pula. Namun tidak bisa dipastikan, karena masalah harga tidak bisa petani serta merta yang menentukan, ada faktor yang sanagat kompleks. Yaitu situasi dan kondisi sektor pertembakauan di lapangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Naiknya Cukai Rokok Ancaman Bagi Buruh Industri Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n Artinya, semua yang berpengaruh terhadap perusahaan rokok, itulah nanti akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Petani hanya punya perkiraan harga berdasarkan \u201ctiten\u201d atau kebiasaan, tidak bisa dipastikan, karena harga tembakau sangat ditentukan oleh dinamika alam, situasai dan kondisi rokok di lapangan, diantaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n Pertama;<\/strong> faktor iklim \/ cuaca, di saat memulai tanam tembakau air hujan masih terlihat menetes, kemudian menjelang panen musim kemarau tiba, biasanya kualitas dan kuantitas tembakau petani bagus. Di saat itu pula diiringi harga jual tembakau bagus, dan petani mendapatkan keuntungan. Inilah kejadian dan kebiasaan yang terjadi. Di saat cuaca mudah diprediksi, petani mudah memperkirakan hasil tanaman tembakaunya. Sebaliknya, ketika cuaca sulit diprediksi, petani hanya pasrah. Seperti halnya, di tahun-tahun terakhir ini, iklim dan cuaca sulit diprediksi, bahkan cenderung berubah dari kebiasan. Waktu mulai tanam sampai menjelang panen, terkadang intensitas hujan turun masih tinggi, berdampak terhadap kualitas dan kuantitas tanaman tembakau menurun. Karena tembakau, termasuk tanaman yang tidak memerlukan banyak air. Jika kebanyakan air, akan membusuk dan mati atau kualitasnya jelek.<\/p>\n\n\n\n Di tahun-tahun terakhir ini faktor cuaca selain sulit diprediksi juga sudah bisa dibuat patokan untuk mendapatkan harga tembakau bagus. Mungkin dahulu ya, dengan cuaca yang mendukung, hasil tanaman bagus, harga jual tembakau bagus. Sekarang belum tentu demikian, karena banyak faktor.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Mitologi Munculnya Srintil, Tembakau Terbaik dan Termahal di Dunia <\/a><\/p>\n\n\n\n Contohnya, bisa jadi harga tembakau naik bagus saat cuaca tidak sesuai dan tidan mendukung tanaman tembakau, karena kelangkaan tembakau. Saat itu, banyak tanaman tembakau yang mati, atau banyak tanaman tembakau kuwalitasnya jelek. Nah, keadaan kelangkaan tembakau inilah memicu petani mendapatkan harga jual tembakaunya bagus. Sebaliknya, dengan cuaca dan iklim yang mendukung tanaman tembakau, belum tentu harga tanaman tembakau petani bagus. Bisa jadi harga yang diperoleh justru jauh dibawah harga saat cuaca tidak mendukung. Kenapa demikian, dimungkinkan jumlah atau kuantitas tanaman tembakau over, sehingga harga pasaran tembakau anjlok karena saking banyaknya persediaan tembakau. <\/p>\n\n\n\n Belum lagi, jika saat tembakau bagus akan tetapi kondisi pasaran rokok melemah, jelas akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Beda, walaupun kondisi tembakau tidak begitu bagus, namun permintaan pasar rokok kencang, bisa jadi harga pembelian tembakau bagus. <\/p>\n\n\n\n Jadi, faktor iklim dan cuaca memang bisa memprediksi bagus dan tidaknya kualitas dan kuantitas tembakau. Namun belum tentu dengan kualitas tembakau bagus mendapatkan harga jual bagus karena kuantitasnya berlebihan atau permintaan pasar rokok baru melemah. Realita perdagangan tembakau demikian saat ini. Ada petani yang merasakan keuntungan lebih dari hasil tanamannya di saat cuaca tidak mendukung. Sebaliknya ada petani yang merasa hasil tanaman tembakaunya tidak sesuai prediksi (keuntungan yang lebih) walaupun kualitas tembakaunya bagus dengan dukungan cuaca bagus. Ada juga, petani yang merasa mendapatkan harga tembakaunya bagus karena kuwalitas dengan daya dukung iklim. <\/p>\n\n\n\n Kedua,<\/strong> faktor regulasi dan kebijakan pemerintah. Faktor ini memang tidak mempengaruhi secara langsung harga jual tembakau. Namun justru faktor regulasi dan kebijakan pemerintah ini berdampak sangat signifikan terhadap permintaan tembakau, yang selanjutnya berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Kebijakan yang tidak melindungi tanaman tembakau, maka harga tembakau pasti semakin terpuruk, tembakau tidak dihargai lagi sebagai komuditas tanaman unggulan. Tak hanya itu, kebijakan yang tidak melindungi perusahan rokok dan tidak melindungi rokok pun akan berdampak terhadap harga jual tembakau.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Ambil contoh kebijakan kenaikan tarif cukai rokok yang rencananya sampai 23%, akan berdampak terhadap harga jual tembakau. logikanya, jika dampak kenaikan tarif cukai tersebut membuat permintaan pasar menurun, maka permintaan tembakau turun dan selanjutnya harga jual tembakau ikut menurun. Sebailiknya, dengan kenaikan tarif cukai naik, ternyata permintaan pasar rokok meningkat, maka permintaan tembakau pun meningkat dan kemudian harga tembakau ikut bagus.<\/p>\n\n\n\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok \u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n Faktor regulasi dan kebijakan yang melindungi rokok dan tembakau sangat penting untuk menentukan bagusnya harga tembakau. Apalgi jika kebijakan pemerintah tidak melindungi perusahaan rokok, tentu perusahan akan melakukan itung-itungan. Jika dalam kalkulasinya masih untung, pastinya perusahaan masih akan tetap berproduksi, dan masih akan membutuhkan tembakau.<\/p>\n\n\n\n Contoh kebijakan lain yang merugikan petani tembakau, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan perusahaan rokok dengan ketentuan 200m2<\/sup>, maka banyak industri rokok rumahan tutup, berakibat permintaan tembakau turun, terlebih tembakau kelas menengah ke bawah. Contoh lagi kebijakan pemerintah low nikotin dan tar, maka berdampak harga jual tembakau yang tidak memenuhi aturan pemerintah tersebut akan menurun. Sedangkan mayoritas tanaman tembakau petani Indonesia dengan kearifan lokalnya sulit untuk memenuhi aturan tersebut. <\/p>\n\n\n\n Jadi sebenarnya faktor harga jual tembakau sangat kompleks. Industri atau perusahaan rokok sebagai pihak yang melakukan permintaan tembakau dalam menentukan patokan harga beli pastinya memperhitungkan kuwalitas, kuantitas dan kebijakan pemerintah. Untuk itu harus ada sinergi antara industri rokok dan petani agar saling menguntungkan. Karena satu-satunya serapan tembakau terbesar di Indonesia hanya diperuntukkan sebagai bahan baku rokok kretek. Kalau nantinya industri rokok dirugikan adanya kebijakan pemerintah sudah pasti berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Selanjutnya jalinan antara industri rokok kretek dan petani harus kuat, harus ada keterbukaan, saling dukung mendukung. Industri rokok kretek harus menghargai hasil tanaman tembakau petani Nusantara, begitu juga petani harus mendukung industri rokok kretek nasional. Jangan sampai terjadi antara industri rokok kretek dan petani seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, sehingga stabilitas harga jual tembakau terjaga dengan baik. Saat ini Desa Prawoto adalah desa perbukitan, dengan hawa yang tidak terlalu dingin saat malam hari dan tidak terlalu panas pada siang hari. Walaupun hanya perbukitan, di Prawoto masih banyak pohon-pohon besar dan hijau memberikan kesejukan. Saat malam tiba, dari perbukitan Prawoto nampak jelas wilayah kota Kudus. Memang daerah Prowoto lebih dekat dengan kota Kudus dari pada Kota Pati. Bahkan budaya dan adat istiadatnya pun kental dengan budaya keKudusan. Sebagian besar masyarakat Prawoto aktifitas seharinya kewilayah Kudus, seperti bekerja, berdagang, pergi kepasar, sekolah, bahkan samapi memanfaatkan fasilitas ATM mereka memilih ke Kudus. <\/p>\n\n\n\n Pada masa penjajahan Belanda, Desa Prawoto di fungsikan sebagai distrik Karesidenan yang membawai daerah Pati sampai perbatasan Tuban Jawa Timur, Kudus, Jepara bahkan Demak. Sampai sekarang perkantoran Karesidenan warisan Belanda masih berdiri kokoh dan sebagian difungsikan untuk kepentingan Desa. Tidak hanya itu, di tengah-tengah desa terdapat semacam alun-alun kecil dengan kolam air besar yang konon juga peninggalan Belanda. Tidak sedikit yang berpendapat kolam tersebut peninggalan jauh sebelum Belanda, alias peninggalan Sunan Prawoto. Sehingga, kolam tersebut sering dibuat mandi para tokoh-tokoh dan Ulama\u2019 dari luar kota di Jawa, seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Magelang, Solo dan lainnya. <\/p>\n\n\n\n Di Desa Prawoto terdapat dua makam Sunan Prawoto, di daerah bawah dan di daerah atas istilah masyarakat menamainya. Terlepas mana yang benar Makam Sunan Prawoto tergantung keyakinan individu. Menurut arkeolog UGM yang saat itu ikut menjelaskan, bahwa yang dibawah adalah peninggalan situs dan yang di atas dari dulu berupa makam yang dikenal dengan makam Tabek. <\/p>\n\n\n\n Rerata jenjang pendidikan masyarakat Prawoto maksimal tingkat SMA, hanya ada beberapa glintir yang samapi jenjang sarjana dan ada satu orang menjadi guru besar di UGM, namun sudah lama menetap di Yogyakarta, dan jarang pulang. Anehnya, walaupun rata-rata lulusan jenjang SMA, kemampuan dan skill mereka tak kalah dengan yang sarjana bahkan mentalnya pun demikian. Hal itu dapat dilihat dari cara bicara, cara berorganisasi, dan pola pikir maju seperti halnya sarjana. Itulah sekilah cerita tentang Prawoto.<\/p>\n\n\n\n Kembali ke undangan, setelah aku baca, ternyata undangan tersebut sekaligus perintah dari pengurus YM3SK untuk mewakili datang di acara Haul Sunan Prawoto yang dilaksanakan di hari dan tanggal itu juga jam 19.00 WIB. Walaupun terkesan mendadak tidak seperti biasa jauh-jauh hari sudah ada pemberitahuan, seperti saat acara haul Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, Sunan Ampel. Akhirnya tetap datang di acara haul Sunan Prawoto dengan berkoordinasi dan mengajak dengan teman-teman di dekat desa Prawoto. Berangkat sehabis sholat isya\u2019, sampai di desa Prawoto jam 19.45 WIB acara dbelum di mulai menunggu group rebana dari bapak-bapak polisi Polres Kudus. <\/p>\n\n\n\n Disaat-saat senggang tersebut, aku manfaatkan ngobrol dengan penduduk dan tokoh Ulama\u2019 setempat. Ternyata mereka selain punya warisan seni ketoprak juga punya kebudayaan menghisap rokok kretek. Selain rokok kretek mereka tidak mau. Karena budaya merokok kretek diyakini warisan leluhurnya. Jarang sekali orang-orang tua yang tidak merokok, terlihat tidak memegang dan membawa rokok kretek kebanyakan anak-anak usia sekolah. Sambil ngobrol mengupas sedikit sejarah Sunan Prawoto kita merokok kretek bersama. Dengan merokok kretek suasana santai dan keakraban terbentuk di serambi masjid Sunan Prawoto. <\/p>\n\n\n\n Kebetulan posisiku duduk bersebelahan dengan salah satu tokoh juga Ulama\u2019 Prawoto. Umurnya sudah tergolong dapat bonus 16 tahun dati Tuhan. Itulah jawabannya saat aku tanya usianya berapa. Karena pingin tau, aku tanya kembali persisnya usia berapa, beliau menjawab diatas rata-rata umumnya usia manusia (60 tahun) yaitu 76 tahun. Ia menjawab sambil tersenyum dan memegang rokok kretek yang telah disulut, ia adalah Mbah Sholeh (nama samara).<\/p>\n\n\n\n Saat menjawab, akupun terkaget, karena prediksiku umur sekitaran 50an. Raup wajahnya bersih, badannya terlihat sehat dan terlihat energik, tidak mau kalah dengan bapak-bapak lainnya yang saat itu ikut ngobrol yang rata-rata umur 48-60 tahun. <\/p>\n\n\n\n Akhirnya akupun penasaran, dan kembali bertanya. Mbah apa resepnya kok masih terlihat muda?. Ia pun menjawab, jauhi makanan yang ada obat penyedap rasanya, makananlah bahan alami seperti daun-daunan. Sampai detik ini ia mengaku tidak makan makanan yang ada penyedap rasanya, kalau ditawari atau ada suguhan di depannya, ia memilih tidak akan memakannya. Juga kalau ditawari dan disuguhi minuman yang bergula. Ia pun demikian menghindari. Kata masyarakat lainnya yang ikut ngobrol, Mbah Sholeh itu hidup sehat.<\/p>\n\n\n\n Celetukan tersebut disikapi Mbah Sholeh dengan senyuman dan sambil mengeluarkan asap rokok kretek dari mulutnya dan hidupnya. Kemudian aku bertanya lagi, kenapa Mbah merokok?. Ia pun tersenyum sambil menyedot kembali rokok kreteknya dengan menjawab, kalau merokok kretek membuat ia bahagia, dengan kondisi bahagia ini orang jadi awet muda. Kalau merokok membuat semangat, dengan semangat orang jadi giat dan kuat. Ia juga menceritakan memulai merokok kretek saat sudah Islam. Kata Islam disini bukan berarti saat masuk Islam, akan tetapi yang dimaksud saat sudah khitan atau usia baliq. Dahulu setelah ia dikhitan, bapaknya menyuruhnya merokok sebagai tanda sudah dewasa. <\/p>\n\n\n\n Inilah pengakuan Mbah Sholeh, ternyata wajah yang bersih berseri, awet muda, fisiknya kuat dan energik, salah satu rahasinya adalah berbahagia dan giat. Agar bahagia dan giat ia selalu mengkonsumsi rokok kretek dan meninggalkan makanan dengan penyedap rasa. Masa panen adalah saat yang dinanti-nanti petani tembakau. Tentunya harapan petani, tanaman tembakaunaya tumbuh dengan baik, kualitas bagus dan jumlahnya banyak, serta harganya bagus. Di saat tanaman tembakaunya bagus, baik kualitas dan kuantitasnya, biasanya diikuti dengan harga bagus pula. Namun tidak bisa dipastikan, karena masalah harga tidak bisa petani serta merta yang menentukan, ada faktor yang sanagat kompleks. Yaitu situasi dan kondisi sektor pertembakauan di lapangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Naiknya Cukai Rokok Ancaman Bagi Buruh Industri Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n Artinya, semua yang berpengaruh terhadap perusahaan rokok, itulah nanti akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Petani hanya punya perkiraan harga berdasarkan \u201ctiten\u201d atau kebiasaan, tidak bisa dipastikan, karena harga tembakau sangat ditentukan oleh dinamika alam, situasai dan kondisi rokok di lapangan, diantaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n Pertama;<\/strong> faktor iklim \/ cuaca, di saat memulai tanam tembakau air hujan masih terlihat menetes, kemudian menjelang panen musim kemarau tiba, biasanya kualitas dan kuantitas tembakau petani bagus. Di saat itu pula diiringi harga jual tembakau bagus, dan petani mendapatkan keuntungan. Inilah kejadian dan kebiasaan yang terjadi. Di saat cuaca mudah diprediksi, petani mudah memperkirakan hasil tanaman tembakaunya. Sebaliknya, ketika cuaca sulit diprediksi, petani hanya pasrah. Seperti halnya, di tahun-tahun terakhir ini, iklim dan cuaca sulit diprediksi, bahkan cenderung berubah dari kebiasan. Waktu mulai tanam sampai menjelang panen, terkadang intensitas hujan turun masih tinggi, berdampak terhadap kualitas dan kuantitas tanaman tembakau menurun. Karena tembakau, termasuk tanaman yang tidak memerlukan banyak air. Jika kebanyakan air, akan membusuk dan mati atau kualitasnya jelek.<\/p>\n\n\n\n Di tahun-tahun terakhir ini faktor cuaca selain sulit diprediksi juga sudah bisa dibuat patokan untuk mendapatkan harga tembakau bagus. Mungkin dahulu ya, dengan cuaca yang mendukung, hasil tanaman bagus, harga jual tembakau bagus. Sekarang belum tentu demikian, karena banyak faktor.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Mitologi Munculnya Srintil, Tembakau Terbaik dan Termahal di Dunia <\/a><\/p>\n\n\n\n Contohnya, bisa jadi harga tembakau naik bagus saat cuaca tidak sesuai dan tidan mendukung tanaman tembakau, karena kelangkaan tembakau. Saat itu, banyak tanaman tembakau yang mati, atau banyak tanaman tembakau kuwalitasnya jelek. Nah, keadaan kelangkaan tembakau inilah memicu petani mendapatkan harga jual tembakaunya bagus. Sebaliknya, dengan cuaca dan iklim yang mendukung tanaman tembakau, belum tentu harga tanaman tembakau petani bagus. Bisa jadi harga yang diperoleh justru jauh dibawah harga saat cuaca tidak mendukung. Kenapa demikian, dimungkinkan jumlah atau kuantitas tanaman tembakau over, sehingga harga pasaran tembakau anjlok karena saking banyaknya persediaan tembakau. <\/p>\n\n\n\n Belum lagi, jika saat tembakau bagus akan tetapi kondisi pasaran rokok melemah, jelas akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Beda, walaupun kondisi tembakau tidak begitu bagus, namun permintaan pasar rokok kencang, bisa jadi harga pembelian tembakau bagus. <\/p>\n\n\n\n Jadi, faktor iklim dan cuaca memang bisa memprediksi bagus dan tidaknya kualitas dan kuantitas tembakau. Namun belum tentu dengan kualitas tembakau bagus mendapatkan harga jual bagus karena kuantitasnya berlebihan atau permintaan pasar rokok baru melemah. Realita perdagangan tembakau demikian saat ini. Ada petani yang merasakan keuntungan lebih dari hasil tanamannya di saat cuaca tidak mendukung. Sebaliknya ada petani yang merasa hasil tanaman tembakaunya tidak sesuai prediksi (keuntungan yang lebih) walaupun kualitas tembakaunya bagus dengan dukungan cuaca bagus. Ada juga, petani yang merasa mendapatkan harga tembakaunya bagus karena kuwalitas dengan daya dukung iklim. <\/p>\n\n\n\n Kedua,<\/strong> faktor regulasi dan kebijakan pemerintah. Faktor ini memang tidak mempengaruhi secara langsung harga jual tembakau. Namun justru faktor regulasi dan kebijakan pemerintah ini berdampak sangat signifikan terhadap permintaan tembakau, yang selanjutnya berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Kebijakan yang tidak melindungi tanaman tembakau, maka harga tembakau pasti semakin terpuruk, tembakau tidak dihargai lagi sebagai komuditas tanaman unggulan. Tak hanya itu, kebijakan yang tidak melindungi perusahan rokok dan tidak melindungi rokok pun akan berdampak terhadap harga jual tembakau.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Ambil contoh kebijakan kenaikan tarif cukai rokok yang rencananya sampai 23%, akan berdampak terhadap harga jual tembakau. logikanya, jika dampak kenaikan tarif cukai tersebut membuat permintaan pasar menurun, maka permintaan tembakau turun dan selanjutnya harga jual tembakau ikut menurun. Sebailiknya, dengan kenaikan tarif cukai naik, ternyata permintaan pasar rokok meningkat, maka permintaan tembakau pun meningkat dan kemudian harga tembakau ikut bagus.<\/p>\n\n\n\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok \u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n Faktor regulasi dan kebijakan yang melindungi rokok dan tembakau sangat penting untuk menentukan bagusnya harga tembakau. Apalgi jika kebijakan pemerintah tidak melindungi perusahaan rokok, tentu perusahan akan melakukan itung-itungan. Jika dalam kalkulasinya masih untung, pastinya perusahaan masih akan tetap berproduksi, dan masih akan membutuhkan tembakau.<\/p>\n\n\n\n Contoh kebijakan lain yang merugikan petani tembakau, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan perusahaan rokok dengan ketentuan 200m2<\/sup>, maka banyak industri rokok rumahan tutup, berakibat permintaan tembakau turun, terlebih tembakau kelas menengah ke bawah. Contoh lagi kebijakan pemerintah low nikotin dan tar, maka berdampak harga jual tembakau yang tidak memenuhi aturan pemerintah tersebut akan menurun. Sedangkan mayoritas tanaman tembakau petani Indonesia dengan kearifan lokalnya sulit untuk memenuhi aturan tersebut. <\/p>\n\n\n\n Jadi sebenarnya faktor harga jual tembakau sangat kompleks. Industri atau perusahaan rokok sebagai pihak yang melakukan permintaan tembakau dalam menentukan patokan harga beli pastinya memperhitungkan kuwalitas, kuantitas dan kebijakan pemerintah. Untuk itu harus ada sinergi antara industri rokok dan petani agar saling menguntungkan. Karena satu-satunya serapan tembakau terbesar di Indonesia hanya diperuntukkan sebagai bahan baku rokok kretek. Kalau nantinya industri rokok dirugikan adanya kebijakan pemerintah sudah pasti berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Selanjutnya jalinan antara industri rokok kretek dan petani harus kuat, harus ada keterbukaan, saling dukung mendukung. Industri rokok kretek harus menghargai hasil tanaman tembakau petani Nusantara, begitu juga petani harus mendukung industri rokok kretek nasional. Jangan sampai terjadi antara industri rokok kretek dan petani seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, sehingga stabilitas harga jual tembakau terjaga dengan baik. Sunan Prawoto adalah raja keempat dari Kesultanan Demak yang memerintah tahun 1546-1549. Nama lahirnya Raden Mukmin, seorang agamis dari keturunan Kerajaan Demak Bintoro. Putra Sulung Raja Demak Sultan Trenggono. Ia terkenal dengan sebutan Sunan Prawoto, karena daerah yang disinggahi hingga akhir wafatnya bernama Desa Prawoto dalam wilayah kabupaten Pati Jawa Tengah berbatasan dengan wilayah Kabupaten Kudus bagian selatan. Konon Desa Prawoto sebagai Kerajaan Kecil setelah Kerajaan Demak hancur. Raden Mukmin inilah yang memboyong Kerajaan Demak ke Prawoto. <\/p>\n\n\n\n Saat ini Desa Prawoto adalah desa perbukitan, dengan hawa yang tidak terlalu dingin saat malam hari dan tidak terlalu panas pada siang hari. Walaupun hanya perbukitan, di Prawoto masih banyak pohon-pohon besar dan hijau memberikan kesejukan. Saat malam tiba, dari perbukitan Prawoto nampak jelas wilayah kota Kudus. Memang daerah Prowoto lebih dekat dengan kota Kudus dari pada Kota Pati. Bahkan budaya dan adat istiadatnya pun kental dengan budaya keKudusan. Sebagian besar masyarakat Prawoto aktifitas seharinya kewilayah Kudus, seperti bekerja, berdagang, pergi kepasar, sekolah, bahkan samapi memanfaatkan fasilitas ATM mereka memilih ke Kudus. <\/p>\n\n\n\n Pada masa penjajahan Belanda, Desa Prawoto di fungsikan sebagai distrik Karesidenan yang membawai daerah Pati sampai perbatasan Tuban Jawa Timur, Kudus, Jepara bahkan Demak. Sampai sekarang perkantoran Karesidenan warisan Belanda masih berdiri kokoh dan sebagian difungsikan untuk kepentingan Desa. Tidak hanya itu, di tengah-tengah desa terdapat semacam alun-alun kecil dengan kolam air besar yang konon juga peninggalan Belanda. Tidak sedikit yang berpendapat kolam tersebut peninggalan jauh sebelum Belanda, alias peninggalan Sunan Prawoto. Sehingga, kolam tersebut sering dibuat mandi para tokoh-tokoh dan Ulama\u2019 dari luar kota di Jawa, seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Magelang, Solo dan lainnya. <\/p>\n\n\n\n Di Desa Prawoto terdapat dua makam Sunan Prawoto, di daerah bawah dan di daerah atas istilah masyarakat menamainya. Terlepas mana yang benar Makam Sunan Prawoto tergantung keyakinan individu. Menurut arkeolog UGM yang saat itu ikut menjelaskan, bahwa yang dibawah adalah peninggalan situs dan yang di atas dari dulu berupa makam yang dikenal dengan makam Tabek. <\/p>\n\n\n\n Rerata jenjang pendidikan masyarakat Prawoto maksimal tingkat SMA, hanya ada beberapa glintir yang samapi jenjang sarjana dan ada satu orang menjadi guru besar di UGM, namun sudah lama menetap di Yogyakarta, dan jarang pulang. Anehnya, walaupun rata-rata lulusan jenjang SMA, kemampuan dan skill mereka tak kalah dengan yang sarjana bahkan mentalnya pun demikian. Hal itu dapat dilihat dari cara bicara, cara berorganisasi, dan pola pikir maju seperti halnya sarjana. Itulah sekilah cerita tentang Prawoto.<\/p>\n\n\n\n Kembali ke undangan, setelah aku baca, ternyata undangan tersebut sekaligus perintah dari pengurus YM3SK untuk mewakili datang di acara Haul Sunan Prawoto yang dilaksanakan di hari dan tanggal itu juga jam 19.00 WIB. Walaupun terkesan mendadak tidak seperti biasa jauh-jauh hari sudah ada pemberitahuan, seperti saat acara haul Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, Sunan Ampel. Akhirnya tetap datang di acara haul Sunan Prawoto dengan berkoordinasi dan mengajak dengan teman-teman di dekat desa Prawoto. Berangkat sehabis sholat isya\u2019, sampai di desa Prawoto jam 19.45 WIB acara dbelum di mulai menunggu group rebana dari bapak-bapak polisi Polres Kudus. <\/p>\n\n\n\n Disaat-saat senggang tersebut, aku manfaatkan ngobrol dengan penduduk dan tokoh Ulama\u2019 setempat. Ternyata mereka selain punya warisan seni ketoprak juga punya kebudayaan menghisap rokok kretek. Selain rokok kretek mereka tidak mau. Karena budaya merokok kretek diyakini warisan leluhurnya. Jarang sekali orang-orang tua yang tidak merokok, terlihat tidak memegang dan membawa rokok kretek kebanyakan anak-anak usia sekolah. Sambil ngobrol mengupas sedikit sejarah Sunan Prawoto kita merokok kretek bersama. Dengan merokok kretek suasana santai dan keakraban terbentuk di serambi masjid Sunan Prawoto. <\/p>\n\n\n\n Kebetulan posisiku duduk bersebelahan dengan salah satu tokoh juga Ulama\u2019 Prawoto. Umurnya sudah tergolong dapat bonus 16 tahun dati Tuhan. Itulah jawabannya saat aku tanya usianya berapa. Karena pingin tau, aku tanya kembali persisnya usia berapa, beliau menjawab diatas rata-rata umumnya usia manusia (60 tahun) yaitu 76 tahun. Ia menjawab sambil tersenyum dan memegang rokok kretek yang telah disulut, ia adalah Mbah Sholeh (nama samara).<\/p>\n\n\n\n Saat menjawab, akupun terkaget, karena prediksiku umur sekitaran 50an. Raup wajahnya bersih, badannya terlihat sehat dan terlihat energik, tidak mau kalah dengan bapak-bapak lainnya yang saat itu ikut ngobrol yang rata-rata umur 48-60 tahun. <\/p>\n\n\n\n Akhirnya akupun penasaran, dan kembali bertanya. Mbah apa resepnya kok masih terlihat muda?. Ia pun menjawab, jauhi makanan yang ada obat penyedap rasanya, makananlah bahan alami seperti daun-daunan. Sampai detik ini ia mengaku tidak makan makanan yang ada penyedap rasanya, kalau ditawari atau ada suguhan di depannya, ia memilih tidak akan memakannya. Juga kalau ditawari dan disuguhi minuman yang bergula. Ia pun demikian menghindari. Kata masyarakat lainnya yang ikut ngobrol, Mbah Sholeh itu hidup sehat.<\/p>\n\n\n\n Celetukan tersebut disikapi Mbah Sholeh dengan senyuman dan sambil mengeluarkan asap rokok kretek dari mulutnya dan hidupnya. Kemudian aku bertanya lagi, kenapa Mbah merokok?. Ia pun tersenyum sambil menyedot kembali rokok kreteknya dengan menjawab, kalau merokok kretek membuat ia bahagia, dengan kondisi bahagia ini orang jadi awet muda. Kalau merokok membuat semangat, dengan semangat orang jadi giat dan kuat. Ia juga menceritakan memulai merokok kretek saat sudah Islam. Kata Islam disini bukan berarti saat masuk Islam, akan tetapi yang dimaksud saat sudah khitan atau usia baliq. Dahulu setelah ia dikhitan, bapaknya menyuruhnya merokok sebagai tanda sudah dewasa. <\/p>\n\n\n\n Inilah pengakuan Mbah Sholeh, ternyata wajah yang bersih berseri, awet muda, fisiknya kuat dan energik, salah satu rahasinya adalah berbahagia dan giat. Agar bahagia dan giat ia selalu mengkonsumsi rokok kretek dan meninggalkan makanan dengan penyedap rasa. Masa panen adalah saat yang dinanti-nanti petani tembakau. Tentunya harapan petani, tanaman tembakaunaya tumbuh dengan baik, kualitas bagus dan jumlahnya banyak, serta harganya bagus. Di saat tanaman tembakaunya bagus, baik kualitas dan kuantitasnya, biasanya diikuti dengan harga bagus pula. Namun tidak bisa dipastikan, karena masalah harga tidak bisa petani serta merta yang menentukan, ada faktor yang sanagat kompleks. Yaitu situasi dan kondisi sektor pertembakauan di lapangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Naiknya Cukai Rokok Ancaman Bagi Buruh Industri Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n Artinya, semua yang berpengaruh terhadap perusahaan rokok, itulah nanti akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Petani hanya punya perkiraan harga berdasarkan \u201ctiten\u201d atau kebiasaan, tidak bisa dipastikan, karena harga tembakau sangat ditentukan oleh dinamika alam, situasai dan kondisi rokok di lapangan, diantaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n Pertama;<\/strong> faktor iklim \/ cuaca, di saat memulai tanam tembakau air hujan masih terlihat menetes, kemudian menjelang panen musim kemarau tiba, biasanya kualitas dan kuantitas tembakau petani bagus. Di saat itu pula diiringi harga jual tembakau bagus, dan petani mendapatkan keuntungan. Inilah kejadian dan kebiasaan yang terjadi. Di saat cuaca mudah diprediksi, petani mudah memperkirakan hasil tanaman tembakaunya. Sebaliknya, ketika cuaca sulit diprediksi, petani hanya pasrah. Seperti halnya, di tahun-tahun terakhir ini, iklim dan cuaca sulit diprediksi, bahkan cenderung berubah dari kebiasan. Waktu mulai tanam sampai menjelang panen, terkadang intensitas hujan turun masih tinggi, berdampak terhadap kualitas dan kuantitas tanaman tembakau menurun. Karena tembakau, termasuk tanaman yang tidak memerlukan banyak air. Jika kebanyakan air, akan membusuk dan mati atau kualitasnya jelek.<\/p>\n\n\n\n Di tahun-tahun terakhir ini faktor cuaca selain sulit diprediksi juga sudah bisa dibuat patokan untuk mendapatkan harga tembakau bagus. Mungkin dahulu ya, dengan cuaca yang mendukung, hasil tanaman bagus, harga jual tembakau bagus. Sekarang belum tentu demikian, karena banyak faktor.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Mitologi Munculnya Srintil, Tembakau Terbaik dan Termahal di Dunia <\/a><\/p>\n\n\n\n Contohnya, bisa jadi harga tembakau naik bagus saat cuaca tidak sesuai dan tidan mendukung tanaman tembakau, karena kelangkaan tembakau. Saat itu, banyak tanaman tembakau yang mati, atau banyak tanaman tembakau kuwalitasnya jelek. Nah, keadaan kelangkaan tembakau inilah memicu petani mendapatkan harga jual tembakaunya bagus. Sebaliknya, dengan cuaca dan iklim yang mendukung tanaman tembakau, belum tentu harga tanaman tembakau petani bagus. Bisa jadi harga yang diperoleh justru jauh dibawah harga saat cuaca tidak mendukung. Kenapa demikian, dimungkinkan jumlah atau kuantitas tanaman tembakau over, sehingga harga pasaran tembakau anjlok karena saking banyaknya persediaan tembakau. <\/p>\n\n\n\n Belum lagi, jika saat tembakau bagus akan tetapi kondisi pasaran rokok melemah, jelas akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Beda, walaupun kondisi tembakau tidak begitu bagus, namun permintaan pasar rokok kencang, bisa jadi harga pembelian tembakau bagus. <\/p>\n\n\n\n Jadi, faktor iklim dan cuaca memang bisa memprediksi bagus dan tidaknya kualitas dan kuantitas tembakau. Namun belum tentu dengan kualitas tembakau bagus mendapatkan harga jual bagus karena kuantitasnya berlebihan atau permintaan pasar rokok baru melemah. Realita perdagangan tembakau demikian saat ini. Ada petani yang merasakan keuntungan lebih dari hasil tanamannya di saat cuaca tidak mendukung. Sebaliknya ada petani yang merasa hasil tanaman tembakaunya tidak sesuai prediksi (keuntungan yang lebih) walaupun kualitas tembakaunya bagus dengan dukungan cuaca bagus. Ada juga, petani yang merasa mendapatkan harga tembakaunya bagus karena kuwalitas dengan daya dukung iklim. <\/p>\n\n\n\n Kedua,<\/strong> faktor regulasi dan kebijakan pemerintah. Faktor ini memang tidak mempengaruhi secara langsung harga jual tembakau. Namun justru faktor regulasi dan kebijakan pemerintah ini berdampak sangat signifikan terhadap permintaan tembakau, yang selanjutnya berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Kebijakan yang tidak melindungi tanaman tembakau, maka harga tembakau pasti semakin terpuruk, tembakau tidak dihargai lagi sebagai komuditas tanaman unggulan. Tak hanya itu, kebijakan yang tidak melindungi perusahan rokok dan tidak melindungi rokok pun akan berdampak terhadap harga jual tembakau.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Ambil contoh kebijakan kenaikan tarif cukai rokok yang rencananya sampai 23%, akan berdampak terhadap harga jual tembakau. logikanya, jika dampak kenaikan tarif cukai tersebut membuat permintaan pasar menurun, maka permintaan tembakau turun dan selanjutnya harga jual tembakau ikut menurun. Sebailiknya, dengan kenaikan tarif cukai naik, ternyata permintaan pasar rokok meningkat, maka permintaan tembakau pun meningkat dan kemudian harga tembakau ikut bagus.<\/p>\n\n\n\n Baca: Beberapa Manfaat Tembakau Selain untuk Bahan Baku Rokok \u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n Faktor regulasi dan kebijakan yang melindungi rokok dan tembakau sangat penting untuk menentukan bagusnya harga tembakau. Apalgi jika kebijakan pemerintah tidak melindungi perusahaan rokok, tentu perusahan akan melakukan itung-itungan. Jika dalam kalkulasinya masih untung, pastinya perusahaan masih akan tetap berproduksi, dan masih akan membutuhkan tembakau.<\/p>\n\n\n\n Contoh kebijakan lain yang merugikan petani tembakau, disaat pemerintah mengeluarkan kebijakan perusahaan rokok dengan ketentuan 200m2<\/sup>, maka banyak industri rokok rumahan tutup, berakibat permintaan tembakau turun, terlebih tembakau kelas menengah ke bawah. Contoh lagi kebijakan pemerintah low nikotin dan tar, maka berdampak harga jual tembakau yang tidak memenuhi aturan pemerintah tersebut akan menurun. Sedangkan mayoritas tanaman tembakau petani Indonesia dengan kearifan lokalnya sulit untuk memenuhi aturan tersebut. <\/p>\n\n\n\n Jadi sebenarnya faktor harga jual tembakau sangat kompleks. Industri atau perusahaan rokok sebagai pihak yang melakukan permintaan tembakau dalam menentukan patokan harga beli pastinya memperhitungkan kuwalitas, kuantitas dan kebijakan pemerintah. Untuk itu harus ada sinergi antara industri rokok dan petani agar saling menguntungkan. Karena satu-satunya serapan tembakau terbesar di Indonesia hanya diperuntukkan sebagai bahan baku rokok kretek. Kalau nantinya industri rokok dirugikan adanya kebijakan pemerintah sudah pasti berdampak terhadap harga jual tembakau petani. Selanjutnya jalinan antara industri rokok kretek dan petani harus kuat, harus ada keterbukaan, saling dukung mendukung. Industri rokok kretek harus menghargai hasil tanaman tembakau petani Nusantara, begitu juga petani harus mendukung industri rokok kretek nasional. Jangan sampai terjadi antara industri rokok kretek dan petani seakan-akan berdiri sendiri-sendiri, sehingga stabilitas harga jual tembakau terjaga dengan baik. Undangan dari pengurus YM3SK aku masukkan ke kantong saku celana, kemudian lanjut pergi belanja. Walaupun hari sudah sore, panas matahari masih terasa, terlebih saat menyinari kulit yang tidak terbungkus kain pakaian. Seakan-akan hari itu matahari semangat menyinari bumi mengiringi musim kemarau. Sepulang dari belanja akupun menuju dapur mengambil gelas dan air minum. Sambil minum aku buka undangan tersebut dan aku baca. Ternyata undangan tersebut pemberitahuan ada acara pengajian dalam rangka Haul Agung Kanjeng Sunan Prawoto Raden Haryo Bagus Mu\u2019min atau biasa dipanggil Mbah Tabek.<\/p>\n\n\n\n Sunan Prawoto adalah raja keempat dari Kesultanan Demak yang memerintah tahun 1546-1549. Nama lahirnya Raden Mukmin, seorang agamis dari keturunan Kerajaan Demak Bintoro. Putra Sulung Raja Demak Sultan Trenggono. Ia terkenal dengan sebutan Sunan Prawoto, karena daerah yang disinggahi hingga akhir wafatnya bernama Desa Prawoto dalam wilayah kabupaten Pati Jawa Tengah berbatasan dengan wilayah Kabupaten Kudus bagian selatan. Konon Desa Prawoto sebagai Kerajaan Kecil setelah Kerajaan Demak hancur. Raden Mukmin inilah yang memboyong Kerajaan Demak ke Prawoto. <\/p>\n\n\n\n Saat ini Desa Prawoto adalah desa perbukitan, dengan hawa yang tidak terlalu dingin saat malam hari dan tidak terlalu panas pada siang hari. Walaupun hanya perbukitan, di Prawoto masih banyak pohon-pohon besar dan hijau memberikan kesejukan. Saat malam tiba, dari perbukitan Prawoto nampak jelas wilayah kota Kudus. Memang daerah Prowoto lebih dekat dengan kota Kudus dari pada Kota Pati. Bahkan budaya dan adat istiadatnya pun kental dengan budaya keKudusan. Sebagian besar masyarakat Prawoto aktifitas seharinya kewilayah Kudus, seperti bekerja, berdagang, pergi kepasar, sekolah, bahkan samapi memanfaatkan fasilitas ATM mereka memilih ke Kudus. <\/p>\n\n\n\n Pada masa penjajahan Belanda, Desa Prawoto di fungsikan sebagai distrik Karesidenan yang membawai daerah Pati sampai perbatasan Tuban Jawa Timur, Kudus, Jepara bahkan Demak. Sampai sekarang perkantoran Karesidenan warisan Belanda masih berdiri kokoh dan sebagian difungsikan untuk kepentingan Desa. Tidak hanya itu, di tengah-tengah desa terdapat semacam alun-alun kecil dengan kolam air besar yang konon juga peninggalan Belanda. Tidak sedikit yang berpendapat kolam tersebut peninggalan jauh sebelum Belanda, alias peninggalan Sunan Prawoto. Sehingga, kolam tersebut sering dibuat mandi para tokoh-tokoh dan Ulama\u2019 dari luar kota di Jawa, seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Magelang, Solo dan lainnya. <\/p>\n\n\n\n Di Desa Prawoto terdapat dua makam Sunan Prawoto, di daerah bawah dan di daerah atas istilah masyarakat menamainya. Terlepas mana yang benar Makam Sunan Prawoto tergantung keyakinan individu. Menurut arkeolog UGM yang saat itu ikut menjelaskan, bahwa yang dibawah adalah peninggalan situs dan yang di atas dari dulu berupa makam yang dikenal dengan makam Tabek. <\/p>\n\n\n\n Rerata jenjang pendidikan masyarakat Prawoto maksimal tingkat SMA, hanya ada beberapa glintir yang samapi jenjang sarjana dan ada satu orang menjadi guru besar di UGM, namun sudah lama menetap di Yogyakarta, dan jarang pulang. Anehnya, walaupun rata-rata lulusan jenjang SMA, kemampuan dan skill mereka tak kalah dengan yang sarjana bahkan mentalnya pun demikian. Hal itu dapat dilihat dari cara bicara, cara berorganisasi, dan pola pikir maju seperti halnya sarjana. Itulah sekilah cerita tentang Prawoto.<\/p>\n\n\n\n Kembali ke undangan, setelah aku baca, ternyata undangan tersebut sekaligus perintah dari pengurus YM3SK untuk mewakili datang di acara Haul Sunan Prawoto yang dilaksanakan di hari dan tanggal itu juga jam 19.00 WIB. Walaupun terkesan mendadak tidak seperti biasa jauh-jauh hari sudah ada pemberitahuan, seperti saat acara haul Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, Sunan Ampel. Akhirnya tetap datang di acara haul Sunan Prawoto dengan berkoordinasi dan mengajak dengan teman-teman di dekat desa Prawoto. Berangkat sehabis sholat isya\u2019, sampai di desa Prawoto jam 19.45 WIB acara dbelum di mulai menunggu group rebana dari bapak-bapak polisi Polres Kudus. <\/p>\n\n\n\n Disaat-saat senggang tersebut, aku manfaatkan ngobrol dengan penduduk dan tokoh Ulama\u2019 setempat. Ternyata mereka selain punya warisan seni ketoprak juga punya kebudayaan menghisap rokok kretek. Selain rokok kretek mereka tidak mau. Karena budaya merokok kretek diyakini warisan leluhurnya. Jarang sekali orang-orang tua yang tidak merokok, terlihat tidak memegang dan membawa rokok kretek kebanyakan anak-anak usia sekolah. Sambil ngobrol mengupas sedikit sejarah Sunan Prawoto kita merokok kretek bersama. Dengan merokok kretek suasana santai dan keakraban terbentuk di serambi masjid Sunan Prawoto. <\/p>\n\n\n\n Kebetulan posisiku duduk bersebelahan dengan salah satu tokoh juga Ulama\u2019 Prawoto. Umurnya sudah tergolong dapat bonus 16 tahun dati Tuhan. Itulah jawabannya saat aku tanya usianya berapa. Karena pingin tau, aku tanya kembali persisnya usia berapa, beliau menjawab diatas rata-rata umumnya usia manusia (60 tahun) yaitu 76 tahun. Ia menjawab sambil tersenyum dan memegang rokok kretek yang telah disulut, ia adalah Mbah Sholeh (nama samara).<\/p>\n\n\n\n Saat menjawab, akupun terkaget, karena prediksiku umur sekitaran 50an. Raup wajahnya bersih, badannya terlihat sehat dan terlihat energik, tidak mau kalah dengan bapak-bapak lainnya yang saat itu ikut ngobrol yang rata-rata umur 48-60 tahun. <\/p>\n\n\n\n Akhirnya akupun penasaran, dan kembali bertanya. Mbah apa resepnya kok masih terlihat muda?. Ia pun menjawab, jauhi makanan yang ada obat penyedap rasanya, makananlah bahan alami seperti daun-daunan. Sampai detik ini ia mengaku tidak makan makanan yang ada penyedap rasanya, kalau ditawari atau ada suguhan di depannya, ia memilih tidak akan memakannya. Juga kalau ditawari dan disuguhi minuman yang bergula. Ia pun demikian menghindari. Kata masyarakat lainnya yang ikut ngobrol, Mbah Sholeh itu hidup sehat.<\/p>\n\n\n\n Celetukan tersebut disikapi Mbah Sholeh dengan senyuman dan sambil mengeluarkan asap rokok kretek dari mulutnya dan hidupnya. Kemudian aku bertanya lagi, kenapa Mbah merokok?. Ia pun tersenyum sambil menyedot kembali rokok kreteknya dengan menjawab, kalau merokok kretek membuat ia bahagia, dengan kondisi bahagia ini orang jadi awet muda. Kalau merokok membuat semangat, dengan semangat orang jadi giat dan kuat. Ia juga menceritakan memulai merokok kretek saat sudah Islam. Kata Islam disini bukan berarti saat masuk Islam, akan tetapi yang dimaksud saat sudah khitan atau usia baliq. Dahulu setelah ia dikhitan, bapaknya menyuruhnya merokok sebagai tanda sudah dewasa. <\/p>\n\n\n\n Inilah pengakuan Mbah Sholeh, ternyata wajah yang bersih berseri, awet muda, fisiknya kuat dan energik, salah satu rahasinya adalah berbahagia dan giat. Agar bahagia dan giat ia selalu mengkonsumsi rokok kretek dan meninggalkan makanan dengan penyedap rasa. Masa panen adalah saat yang dinanti-nanti petani tembakau. Tentunya harapan petani, tanaman tembakaunaya tumbuh dengan baik, kualitas bagus dan jumlahnya banyak, serta harganya bagus. Di saat tanaman tembakaunya bagus, baik kualitas dan kuantitasnya, biasanya diikuti dengan harga bagus pula. Namun tidak bisa dipastikan, karena masalah harga tidak bisa petani serta merta yang menentukan, ada faktor yang sanagat kompleks. Yaitu situasi dan kondisi sektor pertembakauan di lapangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n Baca: Naiknya Cukai Rokok Ancaman Bagi Buruh Industri Rokok <\/a><\/p>\n\n\n\n Artinya, semua yang berpengaruh terhadap perusahaan rokok, itulah nanti akan mempengaruhi harga pembelian tembakau. Petani hanya punya perkiraan harga berdasarkan \u201ctiten\u201d atau kebiasaan, tidak bisa dipastikan, karena harga tembakau sangat ditentukan oleh dinamika alam, situasai dan kondisi rokok di lapangan, diantaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n Pertama;<\/strong> faktor iklim \/ cuaca, di saat memulai tanam tembakau air hujan masih terlihat menetes, kemudian menjelang panen musim kemarau tiba, biasanya kualitas dan kuantitas tembakau petani bagus. Di saat itu pula diiringi harga jual tembakau bagus, dan petani mendapatkan keuntungan. Inilah kejadian dan kebiasaan yang terjadi. Di saat cuaca mudah diprediksi, petani mudah memperkirakan hasil tanaman tembakaunya. Sebaliknya, ketika cuaca sulit diprediksi, petani hanya pasrah. Seperti halnya, di tahun-tahun terakhir ini, iklim dan cuaca sulit diprediksi, bahkan cenderung berubah dari kebiasan. Waktu mulai tanam sampai menjelang panen, terkadang intensitas hujan turun masih tinggi, berdampak terhadap kualitas dan kuantitas tanaman tembakau menurun. Karena tembakau, termasuk tanaman yang tidak memerlukan banyak air. Jika kebanyakan air, akan membusuk dan mati atau kualitasnya jelek.<\/p>\n\n\n\n Di tahun-tahun terakhir ini faktor cuaca selain sulit diprediksi juga sudah bisa dibuat patokan untuk mendapatkan harga tembakau bagus. Mungkin dahulu ya, dengan cuaca yang mendukung, hasil tanaman bagus, harga jual tembakau bagus. Sekarang belum tentu demikian, karena banyak faktor.\u00a0<\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-jual-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-26 10:08:10","post_modified_gmt":"2019-09-26 03:08:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6101","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":15},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-jual-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-26 10:08:10","post_modified_gmt":"2019-09-26 03:08:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6101","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":15},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-jual-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-26 10:08:10","post_modified_gmt":"2019-09-26 03:08:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6101","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":15},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-jual-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-26 10:08:10","post_modified_gmt":"2019-09-26 03:08:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6101","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":15},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-jual-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-26 10:08:10","post_modified_gmt":"2019-09-26 03:08:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6101","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":15},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-jual-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-26 10:08:10","post_modified_gmt":"2019-09-26 03:08:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6101","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":15},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-jual-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-26 10:08:10","post_modified_gmt":"2019-09-26 03:08:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6101","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":15},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-jual-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-26 10:08:10","post_modified_gmt":"2019-09-26 03:08:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6101","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":15},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-jual-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-26 10:08:10","post_modified_gmt":"2019-09-26 03:08:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6101","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":15},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-jual-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-26 10:08:10","post_modified_gmt":"2019-09-26 03:08:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6101","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":15},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-jual-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-26 10:08:10","post_modified_gmt":"2019-09-26 03:08:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6101","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":15},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-jual-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-26 10:08:10","post_modified_gmt":"2019-09-26 03:08:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6101","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":15},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-jual-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-26 10:08:10","post_modified_gmt":"2019-09-26 03:08:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6101","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":15},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Bikin Awet Muda dan Energik, Rahasia di Balik Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bikin-awet-muda-dan-energik-rahasia-di-balik-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-30 10:40:00","post_modified_gmt":"2019-09-30 03:40:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6112","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6101,"post_author":"877","post_date":"2019-09-26 10:08:08","post_date_gmt":"2019-09-26 03:08:08","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-jual-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-26 10:08:10","post_modified_gmt":"2019-09-26 03:08:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6101","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":15},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Bikin Awet Muda dan Energik, Rahasia di Balik Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bikin-awet-muda-dan-energik-rahasia-di-balik-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-30 10:40:00","post_modified_gmt":"2019-09-30 03:40:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6112","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6101,"post_author":"877","post_date":"2019-09-26 10:08:08","post_date_gmt":"2019-09-26 03:08:08","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-jual-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-26 10:08:10","post_modified_gmt":"2019-09-26 03:08:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6101","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":15},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Bikin Awet Muda dan Energik, Rahasia di Balik Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bikin-awet-muda-dan-energik-rahasia-di-balik-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-30 10:40:00","post_modified_gmt":"2019-09-30 03:40:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6112","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6101,"post_author":"877","post_date":"2019-09-26 10:08:08","post_date_gmt":"2019-09-26 03:08:08","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-jual-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-26 10:08:10","post_modified_gmt":"2019-09-26 03:08:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6101","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":15},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Bikin Awet Muda dan Energik, Rahasia di Balik Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bikin-awet-muda-dan-energik-rahasia-di-balik-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-30 10:40:00","post_modified_gmt":"2019-09-30 03:40:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6112","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6101,"post_author":"877","post_date":"2019-09-26 10:08:08","post_date_gmt":"2019-09-26 03:08:08","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-jual-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-26 10:08:10","post_modified_gmt":"2019-09-26 03:08:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6101","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":15},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Bikin Awet Muda dan Energik, Rahasia di Balik Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bikin-awet-muda-dan-energik-rahasia-di-balik-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-30 10:40:00","post_modified_gmt":"2019-09-30 03:40:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6112","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6101,"post_author":"877","post_date":"2019-09-26 10:08:08","post_date_gmt":"2019-09-26 03:08:08","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-jual-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-26 10:08:10","post_modified_gmt":"2019-09-26 03:08:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6101","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":15},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Bikin Awet Muda dan Energik, Rahasia di Balik Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bikin-awet-muda-dan-energik-rahasia-di-balik-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-30 10:40:00","post_modified_gmt":"2019-09-30 03:40:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6112","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6101,"post_author":"877","post_date":"2019-09-26 10:08:08","post_date_gmt":"2019-09-26 03:08:08","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-jual-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-26 10:08:10","post_modified_gmt":"2019-09-26 03:08:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6101","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":15},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Bikin Awet Muda dan Energik, Rahasia di Balik Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bikin-awet-muda-dan-energik-rahasia-di-balik-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-30 10:40:00","post_modified_gmt":"2019-09-30 03:40:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6112","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6101,"post_author":"877","post_date":"2019-09-26 10:08:08","post_date_gmt":"2019-09-26 03:08:08","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-jual-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-26 10:08:10","post_modified_gmt":"2019-09-26 03:08:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6101","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":15},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Bikin Awet Muda dan Energik, Rahasia di Balik Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bikin-awet-muda-dan-energik-rahasia-di-balik-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-30 10:40:00","post_modified_gmt":"2019-09-30 03:40:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6112","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6101,"post_author":"877","post_date":"2019-09-26 10:08:08","post_date_gmt":"2019-09-26 03:08:08","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-jual-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-26 10:08:10","post_modified_gmt":"2019-09-26 03:08:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6101","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":15},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Bikin Awet Muda dan Energik, Rahasia di Balik Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bikin-awet-muda-dan-energik-rahasia-di-balik-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-30 10:40:00","post_modified_gmt":"2019-09-30 03:40:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6112","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6101,"post_author":"877","post_date":"2019-09-26 10:08:08","post_date_gmt":"2019-09-26 03:08:08","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-jual-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-26 10:08:10","post_modified_gmt":"2019-09-26 03:08:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6101","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":15},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Bikin Awet Muda dan Energik, Rahasia di Balik Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bikin-awet-muda-dan-energik-rahasia-di-balik-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-30 10:40:00","post_modified_gmt":"2019-09-30 03:40:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6112","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6101,"post_author":"877","post_date":"2019-09-26 10:08:08","post_date_gmt":"2019-09-26 03:08:08","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-jual-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-26 10:08:10","post_modified_gmt":"2019-09-26 03:08:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6101","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":15},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Bikin Awet Muda dan Energik, Rahasia di Balik Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bikin-awet-muda-dan-energik-rahasia-di-balik-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-30 10:40:00","post_modified_gmt":"2019-09-30 03:40:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6112","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6101,"post_author":"877","post_date":"2019-09-26 10:08:08","post_date_gmt":"2019-09-26 03:08:08","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-jual-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-26 10:08:10","post_modified_gmt":"2019-09-26 03:08:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6101","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":15},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Bikin Awet Muda dan Energik, Rahasia di Balik Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bikin-awet-muda-dan-energik-rahasia-di-balik-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-30 10:40:00","post_modified_gmt":"2019-09-30 03:40:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6112","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6101,"post_author":"877","post_date":"2019-09-26 10:08:08","post_date_gmt":"2019-09-26 03:08:08","post_content":"\n
<\/p>\n","post_title":"Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"faktor-yang-mempengaruhi-harga-jual-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-26 10:08:10","post_modified_gmt":"2019-09-26 03:08:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6101","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":15},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
<\/p>\n","post_title":"Bikin Awet Muda dan Energik, Rahasia di Balik Kretek","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"bikin-awet-muda-dan-energik-rahasia-di-balik-kretek","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-09-30 10:40:00","post_modified_gmt":"2019-09-30 03:40:00","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6112","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6101,"post_author":"877","post_date":"2019-09-26 10:08:08","post_date_gmt":"2019-09-26 03:08:08","post_content":"\n